The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Book-REPUBLIKOPI-PERTAMINA

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Creative, 2022-09-21 14:43:33

BUKU KOPI PERTAMINA

Book-REPUBLIKOPI-PERTAMINA

Keywords: EKSPEDISI KOPI

136 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA

EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 137

Sepulang dari Yogya, ia sempat edukasi. Ide awal
mengelola klinik dan menjadi perawat di gagasannya adalah
Palembang. Setahun di sana, Kukuh tetap Ia pun berinisiatif mendirikan sebuah
masih menyimpan keinginan bergelut di wadah bernama Rumah Belajar. Tempat mengumpulkan
dunia kopi, akhirnya hijrah ke desa ayahnya ini diharapkannya dapat menjadi tempat teman-teman
di Dusun Tegal Rejo, Ulu Belu, Tanggamus, para petani untuk belajar juga berbagi ilmu
Lampung. Pemuda 29 tahun ini langsung dan pengetahuan seputar kopi. Sasaran yang seide untuk
terjun belajar mengurus perkebunan robusta. utamanya adalah para petani muda dan bagaimana
Dari situlah ia berhadapan langsung dengan anak-anak petani. sih caranya
permasalahan-permasalahan seputar kopi.
“Ide awal gagasannya adalah meningkatkan
Awalnya, ia heran melihat banyak petani mengumpulkan teman-teman yang seide ilmu, meningkatkan
kopi belum sejahtera. Padahal, wilayahnya untuk bagaimana sih caranya meningkatkan
termasuk salah satu penyumbang ilmu, meningkatkan pengetahuan dan cara pengetahuan dan
kopi robusta terbesar. Ternyata faktor pengolahan,” ujar Kukuh. cara pengolahan.
penyebabnya banyak. Mulai dari tingkat
petani kopi, tengkulak, rantai distribusi, Di Rumah Belajar, Kukuh secara bertahap
hingga persoalan di level pengekspor. Ia mendorong petani agai mau belajar tentang
sadar memecahkan itu semua akan sangat penanganan kopi untuk meningkatkan
sulit. Namun, butuh permulaan. Setidaknya mutunya. Mulai dari perawatan, pemetikan
dari tingkat hulu, yakni petani. ceri kopi merah, pengupasan basah
menggunakan pulper, penjemuran dengan
Kukuh meyakini salah satu cara alas, hingga pemilahan biji kopi yang baik.
mendorong kesejahteraan petani adalah Kukuh juga mengenalkan berbagai produk
meningkatkan mutu kopi dan sumber daya olahan yang bisa dihasilkan dari kopi.
manusianya. Hal itu bisa tercapai melalui
Untuk beberapa bulan, upayanya

138 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA

Ide awal tersebut berjalan lancar. Namun, tidak peralatan pendukung. Materi yang diajarkan
gagasannya adalah lama. Beberapa persoalan mulai datang. pun semakin luas. Tidak lagi sekadar cara
Salah satunya dari petani sekitar. Beberapa merawat dan memanen kopi. Petani juga
mengumpulkan petani merasa terganggu dengan cara dikenalkan cara menguji kualitas kopi hingga
teman-teman baru yang coba diterapkannya, termasuk mengemas dan memasarkannya.
orang tua dari anak yang menjadi peserta
yang seide untuk Rumah Belajar. Kukuh sempat dianggap “Cita-citanya adalah dengan kegiatan-
bagaimana tidak rasional. Akhirnya, sejumlah anggota kegiatan ini kita sebagai petani kopi itu bisa
sih caranya memutuskan keluar. Kukuh di satu titik benar-benar mandiri. Artinya, mandiri kita
sempat harus berjalan sendiri. yang punya produk, kita yang menentukan
meningkatkan harga. Di sisi lain, pelanggan juga harus
ilmu, meningkatkan Kesulitan-kesulitan tersebut menjadi mendapatkan kopi berkualitas,” ujar pria
pelajaran berharga bagi Kukuh. Ia pun berperawakan sedang ini bersemangat.
pengetahuan dan mencoba beradaptasi dengan strategi-
cara pengolahan. strategi baru. Pelan-pelan keteguhannya Sumirat Wahyono, salah satu petani di
membawa hasil. Rumah Belajar kembali Ulu Belu, mengakui banyak perubahan yang
hidup. Antusiasme petani untuk belajar di dirasakan dia dan petani sekitar setelah
tempat tersebut semakin tinggi. Apalagi, mengenal Rumah Belajar. Ia dan teman-
setelah Pertamina hadir memberikan temannya kini telah meninggalkan cara-
dukungan pada 2018 lewat program cara tradisional penanganan kopi. Salah
Corporate Social Responsibility (CSR). satunya dari cara menjemur. Kopi tidak lagi
Dukungan berupa penyediaan prasarana digelar langsung di atas tanah. Minimal
belajar dan pembinaan lewat pelatihan- menggunakan alas terpal. Praktik tersebut,
pelatihan. menurut dia, membuat biji kopi tidak cacat
dan terasa lebih nikmat.
Rumah Belajar sejak 2019 mulai rutin
mendatangkan sejumlah pakar kopi Sumirat juga mengaku kini, lebih sering
dan ahli pertanian. Petani tidak hanya mengonsumsi kopi bermutu terbaik yang
belajar secara teori, tetapi juga praktik dimilikinya. Berbeda dengan sebelumnya,
karena tempat ini sudah memiliki sejumlah ia dan teman-teman lebih sering meminum

EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 139

140 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA

kopi asalan atau sisa hasil jual kopi. Rasanya,
menurut dia, jauh berbeda.

“Sekarang saya lebih suka meminum fine robusta.
Lebih mantap. Kalau yang hasil tradisional dulu itu
kita ngomong sekarang kaya kopi aranglah, kopi
gosong. Rasanya pait-pait gimana gitu,” kata dia.

Sumirat mengatakan, hingga kini belum seluruh
petani di wilayahnya fokus pada peningkatan mutu
hasil produksi. Masih banyak yang menganggapnya
merepotkan. Karena menghasilkan fine robusta,
tidak semudah memproduksi kopi asalan. Selain itu,
pasarnya juga belum banyak. Kopi kualitas asalan
masih menjadi incaran pembeli karena harganya
yang murah.

Namun, hal itu, menurut dia, tidak seharusnya
menjadi halangan. Dia berpendapat bahwa yang
terpenting adalah niat untuk terus meningkatkan
mutu kopi menjadi lebih baik lagi.

“Kalau nggak dari kita, siapa lagi. Kopi ulu belu
kita bikin lebih bagus lagi, kualitas kita tingkatkan.
Yang penting pertama-tama adalah petani cinta dulu
sama kopi lalu mencintai pekerjaan, apa yang kita
kerjakan. Baru kita niat dan kita terus belajar,” ujar

l Rumah Belajar

EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 141

Sumirat. Ide awal
gagasannya adalah
Rumah Belajar, Mengeksplorasi Solusi
mengumpulkan
Ulu Belu merupakan salah satu sentra teman-teman
penghasil kopi robusta di Kabupaten Tanggamus,
Lampung, Sumatra. Hampir seluruh masyarakat yang seide untuk
di kecamatan ini petani kopi. Wilayah dengan bagaimana
ketinggian 800-1.200 meter di atas permukaan sih caranya
laut (mdpl) dan luas sekitar 34 ribu hektare ini
mampu menghasilkan rata-rata satu hingga meningkatkan
dua ton kopi per hektarenya. Sayang, di balik ilmu, meningkatkan
potensi besar tersebut, masih tersimpan banyak
permasalahan. Sebut saja pada sektor sumber pengetahuan dan
daya manusia, mutu, pasar, harga, dan rantai cara pengolahan.
distribusi kopinya.

Masalah-masalah tersebut seperti sulit
dipisahkan dari kehidupan petani kopi ulu belu.
Bahkan hingga saat ini. Mungkin sudah belasan
generasi mewarisinya. Tidak heran, sampai
sekarang, masih banyak petani kopi yang
belum dapat menikmati kesejahteraan yang
layak. Padahal, kopi saat ini menjadi salah satu
komoditas paling diminati. Untuk menjawab setiap

142 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA

kendala-kendala tersebut memang tidak semudah membalik
telapak tangan. Banyak faktor harus dibenahi. Namun,
upaya bisa dilakukan dari pangkal atau hulu, yakni kalangan
petani.

Rumah Belajar di Desa Tegal Rejo, Ulu Belu, Tanggamus,
Lampung, termasuk bagian upaya tersebut. Didirikan
pada 2017, Rumah Belajar bermula dari kegiatan diskusi
dan edukasi seputar kopi. Pendirinya, Kukuh Diki Prasetia
mengatakan, tempat ini berlandaskan keprihatinannya
soal permasalahan petani. Baik soal penanganan kopi
yang benar dan bermutu, kesejahteraan petani, tengkulak,
maupun pemasaran kopi.

Nama Rumah Belajar dipilih karena selain lokasinya di
rumah, ia mengesankan suasana rumahan. Masyarakat
diharap tidak takut datang dan belajar ke tempat ini. “Tidak
terkesan kita mengajari, kita lebih ke konsep sharing. Jadi
kalau di rumah kan kesannya setara,” ujar Kukuh.

Lahir sebagai anak petani setempat, Kukuh mungkin
akrab dengan dunia kopi sejak kecil. Namun, pemuda berusia
29 tahun ini baru benar-benar mengenalinya langsung
setelah memutuskan banting setir pada 2016. Ia tadinya
berprofesi sebagai perawat. Kemudian beralih menjadi petani
dan pegiat kopi. Awalnya, kegiatan menekuni kopi masih
disambi dengan profesinya sebagai perawat. Lama-lama

EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 143

ia menganggap butuh totalitas. Pekerjaan (merah) atau belum. Lalu dalam proses Nama Rumah Belajar
sebagai tenaga medis dilepaskan. penjemuran. Banyak petani masih menjemur dipilih karena selain
biji kopi di atas tanah langsung. Tanpa alas lokasinya di rumah,
“Setelah dua tahun, ternyata pada tambahan atau tanpa penjemur khusus.
suatu titik saya harus fokus. Benar-benar Padahal, kedua praktik tersebut dapat ia mengesankan
fokus untuk kopi,” ujar penyandang memengaruhi mutu biji dan rasa kopi. suasana rumahan.
S1 Keperawatan dari Universitas Lainnya adalah bagaimana mengenalkan Masyarakat diharap
Muhammadiyah Yogyakarta ini. berbagai alat-alat kopi. Termasuk ragam tidak takut datang
olahannya. Belum banyak petani yang
Rumah Belajar awalnya menggandeng saat itu tahu kalau kopi bisa diolah menjadi dan belajar ke
para petani dan anak petani yang masih beragam jenis olahan. Ada espreso, latte, tempat ini. “Tidak
muda di daerahnya untuk berdiskusi. Saat americano misalnya. Bukan hanya tubruk.
itu, tujuh orang berpartisipasi. Bersama- terkesan kita
sama mereka mencoba mengupas satu demi Pelan-pelan Kukuh dan kawan-kawan mengajari, kita lebih
satu permasalahan yang dihadapi petani. mulai memperbaiki kebiasaan tersebut.
Solusi bersama lalu disusun dalam bentuk Diawali dari para anggota Rumah Belajar. ke konsep sharing.
perencanaan jangka pendek dan jangka Sambil bertahap, mereka mencoba Jadi kalau di rumah
panjang. menularkannya ke petani lain. Sayang,
saat mulai berjalan, beberapa anggota kan kesannya
Di antara rencana yang dibuat memutuskan mundur. Muncul beberapa setara.
adalah bagaimana memperbaiki masalah penolakan. Di antaranya berasal dari orang
penanaman sampai pascapanen. Selama ini tua petani. Mereka menilai, apa yang
petani Ulu Belu masih banyak menggunakan disampaikan Kukuh tidak rasional. Selain
cara tradisional dalam perawatan kopi. itu, dari segi finansial dan pendapatan,
Dalam tahap pemanenan, misalnya petani para anggota memang masih kekurangan.
masih sering mengambil buah kopi tanpa
memperhatikan warnanya sudah matang

144 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA

Termasuk ragam Rumah Belajar nyaris bubar. Pelangi. Di sana, peminat kopi olahannya
olahannya. Belum ternyata banyak. Beberapa tertarik dengan
banyak petani yang Beruntung Kukuh bukan sosok yang sangraian kopinya dan ingin belajar.
saat itu tahu kalau mudah patah arang. Ayah satu anak ini “Akhirnya, banyak yang pengin belajar.
tetap meyakini perjuangannya belum Pengin kumpul-kumpul lagi,” ujar dia.
kopi bisa diolah seberapa. Sambil terus menekuni lebih
menjadi beragam banyak soal kopi, ia memutuskan jalan terus Rumah Belajar kembali bergeliat dan
jenis olahan. Ada walau sementara harus sendiri. Ia sempat kedatangan banyak peserta. Belasan orang
delapan bulan “jalan sendirian” pada datang untuk belajar. Setidaknya dua
espreso, latte, pertengahan 2017. minggu sekali. Namun, seperti sebelumnya,
americano misalnya. di tengah jalan, beberapa anggota
Bukan hanya tubruk. Kukuh melakoni berbagai metode untuk memutuskan keluar. Kukuh, dengan anggota
mengenalkan kopi dan olahannya kepada yang tersisa, tetap jalan terus. Mereka
masyarakat. Mulai dari masuk ke turnamen bahkan sempat menggelar Festival Kopi Ulu
voli dan turnamen gaplek hingga hajatan Belu di Rumah Belajar.
warga. Di sana, ia membawa sendiri alat-
alat pengolahan kopi dan menyajikan Pertamina kemudian datang memberikan
berbagai menu. “Setiap ada event, misalnya dukungan pada akhir 2018. Area Ulu Belu
ada lomba voli, ada lomba gaplek, ada kebetulan masuk wilayah kerja Pertamina
adventure, kita selalu nyeduh di situ. Geothermal Energy (PGE) di WKP Gunung
Nah, dari nyeduh itu mesti ada banyak Way Panas, Provinsi Lampung, Sumatra.
pertanyaan. Kok kopi kaya gini? Kok kopi Di kawasan ini, terdapat empat unit
kayak gitu? Nah, tingkat penasarannya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
banyak. Ketika kita melakukan promosi, kita (PLTP) yang beroperasi secara komersial
tarik. Kalau mau tahu lebih tentang kopi, sejak tahun 2011. Dukungan kepada
hayu datang (ke Rumah Belajar),” kata dia. komunitas petani kopi menjadi salah satu
bagian dari program tanggung jawab sosial
Langkah lain adalah dengan membuka lingkungan (TJSL) atau CSR di kawasan
warung kopi kecil-kecilan di salah satu tersebut.
kawasan wisata di desanya, yakni Lembah

EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 145

PGE berkolaborasi dengan Rumah Belajar saat
itu, di antaranya melalui penyediaan prasarana
edukasi dan produksi. Mulai dari pulper (pemisah
kulit kopi), alat sampel sangrai (roasting) kopi,
penggiling (grinder kopi), alat sortasi kopi, hingga
pembuat kopi olahan. Perlengkapan ini menjadi
bagian dari laboratorium di Rumah Belajar untuk
menguji kualitas mutu kopi.

Selain itu, dari sisi pembinaan atau edukasi,
Rumah Belajar dan PGE banyak melakukan
berbagai pelatihan kepada petani pada 2019.
Beberapa pakar dan ahli kopi didatangkan. Salah
satunya, Rico Damona Usman, head barista
Akabay Coffee yang mengantongi sertifikat
Q Robusta Assistant Instructor dari Portland,
Amerika Serikat. Materi yang diberikan beragam.
Mulai dari perawatan tanaman kopi, pengenalan
kualitas kopi, pengenalan kualitas biji kopi, cara
mengolah, menguji cita rasa (cupping), hingga
memasarkannya.

Kukuh mengakui banyak manfaat yang
didapatkan mel­alui dukungan Pertamina. Program
di Rumah Belajar pun semakin berjalan dan
berkembang. “Pertamina banyak mem­berikan
support. Terutama untuk pelatihan-pelatihan,
pengembangan-pengembangan yang lebih
signifikan, dan membantu alat pertanian kopi.
Semakin berkembang,” kata dia.

146 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA

EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 147

Bersama Pertamina, Rumah Belajar diharapkan dapat mendorong kesadaran Rumah Belajar
juga memiliki be­berapa program jangka petani untuk lebih sadar terhadap kembali bergeliat
panjang yang masih terus berjalan. Salah lingkungan dan belajar mengenai cara lebih dan kedatangan
satunya, alat pengering kopi berteknologi sehat untuk mengembangkan kopi. “Ini banyak peserta.
panas bumi. Alat pengering kopi dari projek jangka panjang,” kata Kukuh.
panas bumi dikembangkan PGE Ulu Belu Belasan orang
pada 2019. Alat ini dikembangkan untuk Rumah Belajar saat ini juga sudah datang untuk
mempercepat proses pengeringan biji kopi. memulai mengembangkan potensi ekonomi belajar. Setidaknya
Saat musim hujan, petani biasanya kesulitan sampingan dari bisnis kopi. Sebuah kedai dua ming­gu sekali.
untuk menjemur kopinya. Alat pengeringan (coffee shop) dibangun di depan lokasi Namun, seperti
tersebut dapat menjadi solusi. Saat ini Rumah Belajar. Kedai ini selain untuk sebelumnya, di
alatnya masih berupa percontohan dengan berjualan dan mengenalkan ragam olahan tengah jalan,
kapasitas terbatas, 50 kilogram. kopi ulu belu, juga akan memasarkan beberapa anggota
beragam suvenir bertema kopi dan Ulu Belu, memut­ uskan keluar.
Program lain yang saat ini tengah mulai dari gelas, tumbler, hingga kaus.
dikembangkan adalah kebun kopi organik.
Areal yang disiapkan seluas dua hektare. “Kedai ini rencananya juga bakal jadi
Seusai namanya, kebun ini menerapkan pilot project untuk mimpi kita membangun
metode penanaman dan perawatan tanpa sistem, mulai dari kasir, SOP pelayanan,
pupuk herbisida dan semprotan pestisida. standar menu, dan training untuk timnya.
Seluruhnya serbaorganik atau alamiah. Di sini akan menjadi pusat pelatihan juga.
Mengembangkannya tidak mudah dan Pusat pelatihan untuk barista dan roaster. Ini
butuh kesabaran. Setidaknya butuh waktu terbuka untuk umum,” kata Kukuh.
enam sampai tujuh tahun untuk benar-benar
menghasilkan kopi organik. Namun, kopi ini Rumah Belajar saat ini memiliki
setidaknya 18 anggota aktif. Semuanya
tergabung dalam Komunitas Kopi Bumi Ulu

148 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA

Bersama Pertamina, Belu yang juga dibentuk Kukuh. Sebagian Sinergi di Tengah Kopi dan
Rumah Belajar juga besar anggotanya kini sudah mulai menjual Panas Bumi
memiliki beberapa kopi dengan merek dan kemasan masing-
masing. Ke depan, mereka akan fokus Kopi merupakan tanaman yang tum­
program jangka pada teknik pemasaran. Sebagian anggota buh di daerah dataran tinggi seperti pe­
panjang yang masih bahkan sudah mulai menekuni fotografi gunungan, termasuk gunung berapi. Tidak
dan videografi untuk mendukung promosi heran, kopi masih dapat beririsan langsung
terus berjalan. konvensional dan digital. dengan sumber energi terbarukan dan
Salah satunya, berkelanjutan. Salah satunya, panas bumi.
alat pengering kopi Kukuh berharap, Rumah Belajar akan
berteknologi panas terus berdiri dan mengeksplorasi solusi untuk Panas bumi (geotermal) merupakan
setiap masalah petani kopi. “Cita-citanya sumber energi yang kerap terdapat di
bu­mi. adalah dengan kegiatan-kegiatan ini kita kawasan gunung vulkanis. Ia sumber energi
sebagai petani kopi itu bisa benar-benar paling bersih, karena tidak menyebabkan
mandiri,” ujar Kukuh. pencemaran. Limbah yang dihasilkan
hanya berupa uap. Nantinya, uap tersebut
turun kembali menjadi air lewat hujan dan
terinjeksi kembali ke bawah permukaan
tanah sebagai bahan energi. Siklus ini yang
membuatnya sustainable (berkelanjutan).

Gunung Way Panas di Ulu Belu,
Tanggamus, merupakan salah satu contoh
wilayah pemanfaatan energi panas bumi di
Lampung. Di kawasan yang terkenal sebagai
sentra perkebunan kopi robusta ini terdapat

EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 149

empat unit Pembangkit Listrik Tenaga Panas mengambil produk jualannya di dan dari Ulu Panas bumi
Bumi (PLTP). Semuanya dijalankan oleh Belu harus mengeluarkan biaya besar. Belum (geotermal)
Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan lagi waktu tempuhnya yang sangat lama. merupakan sumber
beroperasi secara komersial sejak tahun energi yang kerap
2011. Total kapasitas terpasang di sana saat Namun, itu berubah sejak 2011. PGE terdapat di kawasan
ini sebesar 220 megawatt. hadir dan berdampak pada perbaikan gunung vulkanis.
dan peningkatan akses jalan. Terutama Ia sumber energi
Kehadiran PLTP di Ulu Belu membuktikan dari Talang Padang sampai PLTP Ulu Belu. paling bersih, karena
bahwa program energi berkelanjutan tidak Masyarakat langsung dapat merasakan tidak menyebabkan
sekadar bermanfaat dalam pemenuhan manfaat besarnya, terutama dari segi pencemaran. Limbah
kebutuhan listrik di Lampung. PLTP ini ekonomi. Bagi petani kopi, akses jalan yang dihasilkan
dapat pula bersinergi dan mendukung yang baik terbukti dapat menghemat hanya berupa uap.
kemajuan kopi di wilayah sekitarnya. Baik waktu, tenaga, juga biaya. Mereka tidak
secara langsung maupun tidak langsung. lagi mengalami kesulitan secara logistik.
Mulai dari dukungan infrastruktur jalan Sementara bagi masyarakat nonpetani,
hingga berbagai program CSR berbasis akses jalan ini membuka banyak peluang
pengembangan komunitas yang dijalankan. usaha baru. Itu seiring maraknya lalu lintas
orang, baik dari dalam maupun luar Ulu Belu.
Bicara mengenai segi infrastruktur
jalan, misalnya. Dahulu, masyarakat masih Kemudahan akses jalan ini pun tidak
kesulitan untuk bepergian dari dan menuju bisa ditampik, menjadi salah satu faktor
Ulu Belu. Sebab, jalannya masih rusak, yang meningkatkan daya saing hasil bumi di
berbatu, dan mayoritas beralas tanah. Tidak tingkat Kabupaten Tanggamus. Utamanya
semua kendaraan bisa lewat. Apalagi saat kopi. Kini, dari puluhan wilayah penghasil
musim hujan, pasti tergenang dan berlumpur. kopi di Lampung, Tanggamus masuk dua
Bagi petani kopi, untuk mengirim atau besar wilayah penghasil robusta terbanyak.

150 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA

Kehadiran PLTP di Ulu
Belu membuktikan
bahwa program

energi berkelanjutan
tidak sekadar

bermanfaat dalam
pemenuhan

kebutuhan listrik di
Lampung. PLTP ini

dapat pula bersinergi
dan mendukung
kemajuan kopi di

wilayah sekitarnya.

EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 151

Belakangan, wilayah ini juga kian dikenal kemudian juga pemberdayaan
dengan kualitas kopinya, khususnya di masyarakat,” ujar General Manager PGE
Kecamatan Ulu Belu. Area Ulu Belu, Mawardi Agani.

Dengan terjawabnya permasalahan Salah satu bagian dari program
kuantitas pengiriman kopi, petani me­ pen­didikan dan pemberdayaan yang
mang perlahan bisa lebih leluasa fokus dijalankan PGE adalah Rumah Belajar.
pad­ a kualitas. Kualitas kopi berawal dar­i Tempat ini menjadi salah satu pusat
kesadaran, semakin baik biji kopi diper­ pendidikan dan pembinaan petani kopi di
lakukan, rasanya akan semakin nikmat wilayah Dusun Tegal Rejo, Ulu Belu dan
dan lebih menyehatkan. Dari situ nilai sekitarnya.
jualnya pun akan semakin bertambah.
Meski untuk mencapainya bukan tanpa Rumah Belajar didirikan pada 2017.
kendala. Dua di antaranya adalah masih Berawal dari keprihatinan masih adanya
minimnya pengetahuan dan pemenuhan permasalahan seputar penanganan dan
sarana prasarana penunjang. Kalaupun mutu kopi di tingkat hulu. Petani, misalnya
ada, masih belum merata. PGE melihat hal saat itu memang banyak yang belum
tersebut dan mencoba berkontribusi. Salah meninggalkan cara tradisional. Mereka
satunya dengan membangun kolaborasi. masih memetik buah kopi belum matang,
lalu menjemurnya di atas tanah langsung.
“Kolaborasi kita dalam bentuk Padahal, praktik-praktik tersebut dapat
CSR. CSR kita itu dalam bentuk dasar memengaruhi kecacatan biji dan rasa
pendidikan, kesehatan lingkungan, kopi.

152 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA

Kolaborasi kita Pandirinya, Kukuh Diki Prasetia, petani olahan.
dalam bentuk yang juga pegiat kopi yang menyadari
hal tersebut. Ia pun mulai mencanangkan PGE juga belakangan mencoba
CSR. CSR kita itu Rumah Belajar untuk mengumpulkan para berinovasi mengembangkan alat pengering
dalam bentuk petani dan perlahan-lahan mengajak mereka biji kopi memanfaatkan panas bumi.
untuk lebih memperhatikan penanganan Pengering ini sangat bermanfaat bila
dasar pendidikan, kopi secara baik. Dalam perjalanannya, PGE cuaca hujan terjadi cukup sering di wilayah
kesehatan kemudian datang, memberikan dukungan. perkebunan. Saat musim hujan, penjemuran
langsung biji kopi pascapanen tidak mampu
lingkungan, Awalnya, Rumah Belajar lebih sering dilakukan secara optimal.
kemudian juga dijadikan tempat diskusi di antara para
pemberdayaan petani. Ia lambat laun berkembang “Kami mengembangkan alat untuk
menjadi tempat menguji kualitas, hingga mengeringkan kopi, menggunakan energi
masyarakat pusat pendidikan cara pemrosesan panas bumi. Jadi air yang tadi air panas dari
dan pengolahan kopi yang baik. Tujuan separator, itu kan kita injeksi. Sebelum kita
utamanya adalah meningkatkan kualitas injeksikan, kita lewatkan dulu ke suatu alat
kopi sekaligus sumber daya manusianya. pengering, dia heat exchanger juga, alat
Dua hal itu diyakini dapat menunjang pengering, di situlah kopi dikeringkan. Tapi
peningkatan kesejahteraan petani. memang kapasitas kita baru 50 kilogram,
masih kecil. Tapi ini merupakan suatu
Beberapa bentuk awal dukungan yang percontohan, dan sudah pernah kita tes
diberikan PGE, di antaranya menghibahkan juga,” kata Mawardi.
sejumlah fasilitas prasarana di Rumah
Belajar. Mulai dari pulper (pemisah kulit kopi), Dia mengungkapkan bahwa energi
alat sangrai (roasting) kopi mini, penggiling panas bumi tidak hanya bisa menghasilkan
(grinder kopi), hingga mesin pembuat kopi listrik, tetapi energi panas yang dikandung
air panas pada 160 derajat juga dapat

EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 153

diinjeksikan. “Itu masih bisa kita ekstrak penting untuk menguatkan sumber daya Kami
untuk pengering macam-macam. Salah manusia sekaligus kesejahteraan mereka. mengembangkan
satunya, di sini kopi dan yang lain-lain. Bisa Ia menyadari kehidupan 90 persen warga
lada, bisa teh, bisa macam-macam, untuk di kawasan Ulu Belu dan sekitarnya sangat alat untuk
pengeringan,” katanya. bergantung pada kopi. Maka itu, untuk mengeringkan kopi,
meningkatkan kesejahteraan petani, menggunakan energi
Selain fasilitas penunjang, dukungan penguatan butuh dilakukan pada sumber panas bumi. Jadi air
lain yang diberikan PGE adalah dengan daya manusianya. yang tadi air panas
mendatangkan sejumlah ahli dan pakar
terkait kopi. Mereka dihadirkan secara “Jadi harapan kami memang, masyarakat dari separator, itu
berkala ke Rumah Belajar untuk berbagi ilmu, ini secara ekonominya bertambah baik, kan kita injeksi.
pengetahuan, dan wawasan kepada para kemudian tambah terdidik bagaimana
petani. Berbagai hal penting yang diajarkan, memilih, menanam, dan merawat supaya
termasuk teknik proses tanam yang baik, betul-betul kualitasnya bagus,” ujar pria
pascapanen, hingga pengolahan kopi dan kelahiran Aceh ini.
cara pemasarannya.
Lewat Rumah Belajar, PGE kini
Salah satu contoh materi pelatihannya berkolaborasi erat dengan para petani
adalah pengetahuan tentang pemetikan yang tergabung dalam komunitas Bumi Ulu
biji kopi merah, yang menandakan matang Beu sebagai mitra binaan. Harapannya
sempurna. Kemudian ada juga soal dari komunitas ini, ilmu dan pengetahuan
pemrosesan pascapanen yang baik, hingga kopi bisa ditularkan ke lebih banyak petani
cupping atau uji kualitas kopi dengan cara kopi di Tanggamus dan sekitarnya. Dengan
meminumnya. begitu, kesejahteraan petani di Ulu Belu bisa
berkeadilan dan merata.
Mawardi menilai, pembinaan terhadap
petani kopi menjadi salah satu faktor

154 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA

Jadi harapan kami Sinergi Berkelanjutan dalam Komunitas Bumi Ulu Belu misalnya,
memang, mas­ ya­rakat pembinaan terus berjalan secara berke­
ini secara ekonominya General Manager PGE Area Ulu Be­ sinambungan. Selain menjaga penguatan
lu, Mawardi Agani, memahami sinergi kualitas petani, baik itu melalui pelatihan
ber­tamb­ ah baik, de­ngan komunitas dan petani kopi di maupun pendampingan, juga melalui
kemudian tambah terdi­ wilay­ ahnya butuh dibangun dan dijaga program-progam baru. Salah satu proyek
dik bagaimana memilih, secara berkelanjutan. Apalagi, bila melihat jangka panjang yang tengah dijalankan PGE
menanam, dan merawat sifat energi geothermal yang rewenable dengan Komunitas Bumi Ulu Belu adalah
supaya betul-betul kua­ (terbarukan). Karena sumber energinya kebun kopi organik. Sesuai namanya, kebun
yang terus memperbarui diri, PLTP di Ulu ini nantinya akan 100 persen bergantung
litas­nya bagus. Belu diperkirakan masih akan terus berada pada bahan alami, seperti pupuk dan
di sana puluhan hingga ratusan tahun metode perawatannya. Program ini juga
mendatang. bagian dari upaya menjaga kelestarian
lingkungan.
Karena itu, melanggengkan sinergi de­
ngan masyarakat sekitar, menurut dia, “Untuk tahun ini kita sudah mem­
menjadi penting. Di antaranya, dengan prep­ arasi, masih tahap persiapan untuk
terus membangun komunikasi, menjalankan menjadi kebun kopi organik. Jadi betul-betul
program CSR, yang tetap fokus pada diolah secara organik. Tidak menggunakan
pelibatan (involvement) dan pengembangan pestisida,” ujar Mawardi.
komunitas atau community development.
Pengembangan komunitas ini maksudnya Kebun organik yang dipersiapkan di
adalah bagaimana mendorong petani dan Ulu Belu luasnya dua hektare. Bila sudah
masyarakat sekitar untuk lebih teredukasi selesai dikembangkan, kebun ini nantinya
dan sejahtera secara ekonomi. akan diajukan untuk disertifikasi oleh
pemerintah. Sertifikasi, menurut dia, penting
Terhadap petani yang tergabung

EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 155

untuk meyakinkan para calon pembeli dan
memastikan petani menggunakan metode
yang benar. Seperti halnya komoditas
tanaman yang lain, untuk mendapatkan
sertifikasi kopi organik tidak mudah. Ada
beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.
Di antaranya, lolos uji zat tanah dan
tanaman dari segala bahan kimia, seperti
pestisida dan herbisida.

“Ini moga-moga menjadi nilai tambah.
Karena memang ada pihak-pihak yang
mencari betul-betul kopi yang organik.
Apalagi, orang yang betul-betul penikmat
kopi yah. Orang yang betul-betul aware
dengan lingkungan, dan betul-betul aware
dengan kesehatan diri sendiri. Jadi akan
berkembang terus,” ujarnya.

Mawardi berharap sinergi dengan
masyarakat Ulu Belu pada masa
mendatang bisa terus berjalan secara baik.
Ia memastikan program CSR PGE tidak
akan pernah berhenti. Apalagi, itu sudah
menjadi amanat bagi Pertamina sebagai
BUMN berdasarkan undang-undang. Ia juga

Mawardi Agani
General Manager PGE Area Ulu Belu,

156 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA

“Untuk tahun melihat masih banyak potensi yang bisa
ini kita sudah digali dan dikembangkan, khususnya di
mempreparasi, wilayah Ulu Belu.
masih tahap
persiapan untuk “Harapan kami, kami berada 200 tahun
menjadi kebun lagi di sini. Sehingga sinergi ini, kehadiran
kopi organik. Jadi kami, bisa membantu masyarakat melalui
betul-betul diolah CSR, community development. Karena
secara organik. terus terang, stakeholder kita yang paling
Tidak menggunakan penting adalah warga. Paling penting,
karena mereka di sekitar kita. Kita perlu
pestisida, dukungan, sinergi dengan mereka. Dan
mereka juga perlu kita, dengan program
CSR,” ujarnya. l

EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 157





160 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA

EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 161

ACEH

Kopi, Tradisi, dan
Dukungan Pertamina
untuk UMKM Aceh

P ulau Sumatra merupakan sentra penghasil kopi
terbesar di Indonesia. Hampir di seluruh wilayah
Pulau Sumatra, pohon kopi bisa tumbuh dan
dibudidayakan oleh masyarakat. Hampir setiap

daerah di Pulau Sumatra juga menghasilkan kopi-

kopi yang mempunyai cita rasa dan aroma yang berbeda,

mulai dari jenis robusta, liberika, hingga arabika yang

mempunyai nilai jual paling tinggi. Hal itu tidak terlepas dari

kekayaan alam dan kesuburan tanah Sumatra.

Berdasarkan sejarah, pohon kopi mulai ditanam di wilayah
Sumatra, tak jauh berselang setelah pemerintah kolonial
Hindia Belanda melakukan penanaman di Pulau Jawa. Saat

162 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA

Berbicara mengenai itu, orang-orang Belanda masih mencari di dalam dan luar negeri. Bodi yang tebal,
kopi gayo aceh, daerah-daerah yang paling tepat untuk keasaman yang medium dengan rasa buah
mengembangkan perkebunan kopi. Namun, serta aroma rempah dan cokelat, selalu
kopi ini sudah lama setelah panen perkebunan di Jawa Barat menggoda penikmat dan peminum kopi.
harum namanya meraih kesuksesan, kopi asal Priangan
di dalam dan luar menjadi yang terbaik di dunia saat itu. Kopi pun menjadi mata pencarian utama
negeri. Bodi yang Orang-orang Belanda kemudian kurang bagi masyarakat-masyarakat yang tinggal
tebal, keasaman fokus dalam mengembangkan perkebunan di dataran tinggi Gayo dan sekitarnya.
yang medium kopi di Sumatra. Luasnya perkebunan kopi di wilayah Aceh
tengah, membuat Aceh menjadi pemasok
dengan rasa buah Babak baru perkembangan perkebunan kopi terbesar secara nasional, dengan jumlah
serta aroma rempah kopi di Sumatra dimulai saat wabah karat 55.885 ton atau 30,39 persen dari total
daun menyerang pohon-pohon kopi di Jawa produksi nasional, berdasarkan data tahun
dan cokelat, selalu Barat. Belanda pun mulai intensif dan fokus 2019.
menggoda penikmat terhadap perkebunan kopi di Sumatra, yang
saat itu justru bertahan dari wabah tersebut.
dan peminum kopi. Hal ini karena perkebunan-perkebunan
kopi di Sumatra kebanyakan dibuka pada
ketinggian 1.400 hingga 2.000 meter di atas
permukaan laut (MDPL).

Sebut saja kopi-kopi asal Sipirok,
Mandhaeling, Lintong, Kerinci, Lampung
dengan robustanya, minang solok, hingga
gayo aceh. Berbicara mengenai kopi gayo
aceh, kopi ini sudah lama harum namanya

EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 163

164 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA

EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 165

Dari Sopir Hingga Pengekspor kedainya, Bawadi mengatakan, awalnya Kopi menjadi
Kopi Internasional sama sekali tidak berpikir untuk masuk inspirasi saya untuk
ke industri kopi. Ia mengatakan, selepas
Bagi masyarakat Bumi Serambi Mekah, menyelesaikan sekolah SMA, dirinya mulai mengubah hidup,”
kopi juga telah menjadi bagian yang bekerja merintis konter telepon seluler ucap Bawadi saat
tidak terpisahkan dalam budaya mereka. tepatnya pada tahun 2004, setelah bencana
Warga tidak hanya meminum kopi untuk tsunami menerjang Aceh. bertemu dengan
mendapatkan asupan kafein, tetapi kopi tim ekspedisi
juga menjadi media menjaga silaturahim “Saya mengambil barang dagangan Republikopi.
antarsesama. Tak sulit menemukan kedai- dari teman dan membayar setelah produk
kedai kopi di Aceh, boleh dikatakan memang laku, dari setiap barang yang laku, saya
pantas jika Aceh mendapat julukan Negeri bisa dapat keuntungan sebesar Rp 200 ribu.
Seribu Kedai Kopi. Di kedai kopi, mereka Dari keuntungan itu, saya kembangkan lagi
saling bertemu untuk sekadar mengobrol, usaha saya,” katanya.
bekerja, berbisnis, bahkan menakar calon
jodoh untuk anak-anak mereka. Semaraknya Setelah sekitar dua tahun menjalani jual
industri kopi dari mulai hulu ke hilir beli ponsel, Bawadi mulai berpikir untuk
menjadikan banyak orang menggantungkan mencoba usaha lain. Bawadi mengaku,
hidup di sana. Salah satunya adalah Teuku saat itu masih muda dan belum bisa berpikir
Dharul Bawadi, pemilik Bawadi Coffee. secara panjang. Ia pun tergiur untuk masuk
dalam bisnis properti setelah diiming-imingi
“Kopi menjadi inspirasi saya untuk bisa mendapat keuntungan yang lebih
mengubah hidup,” ucap Bawadi saat besar oleh salah seorang rekannya. Kala itu,
bertemu dengan tim ekspedisi Republikopi. tanpa berpikir panjang, Bawadi mengaku,
menginvestasikan uang ratusan juta bahkan
Sambil menikmati kopi racikan dari menutup konter ponselnya yang sudah maju

166 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA

untuk terjun ke bisnis properti.
“Saya baru berusia 19 tahun dan belum

punya pengalaman saat itu. Tapi karena
diimingi bisa dapat untung besar, akhirnya
saya main ke properti,” ujarnya.

Namun, angan-angannya untuk bisa
mendapatkan keuntungan yang lebih besar
harus kandas. Karena baru berjalan enam
bulan, mitra bisnisnya kabur. Kerugian besar
pun dialami Bawadi.

Setelah mengalami kerugian besar,
dengan perasaan yang campur aduk,
kecewa, marah, sedih, dan depresi, Bawadi
akhirnya memutuskan untuk meninggalkan
kampung halamannya Aceh Jaya, dan
merantau untuk memulai hidup di Banda
Aceh. Sadar tak punya pengalaman bekerja
dan berijazah hanya tamatan SMA, Bawadi
pun tak memilih-milih soal pekerjaan. Demi
mendapatkan uang untuk kebutuhan hidup,
dia pun melamar menjadi sopir di sebuah
perusahaan kopi.

Saat itu, tugasnya adalah mengantar

EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 167

para sales promotion girl (SPG) dari bidang kopi ini. Sebagai orang baru dan Kenapa saya mulai
perusahaan kopi tempatnya bekerja. Bawadi modal terbatas, tentu saya tidak bisa dari hilir, dari
mengatakan, selama bekerja sebagai sopir, mengimbangi mereka, akhirnya mungkin
belum pernah terpikir untuk merintis usaha di saya langsung kalah untuk itu saya mulai roasting dan menjual
bidang kopi meski perlahan mulai mengenal dari roasting dan menjual kopi siap seduh kopi siap seduh,
model bisnis tersebut. Jalan hidupnya saja,” katanya.
berubah, kala dirinya bertemu dengan karena saya melihat
seorang pembeli asal Malaysia di sebuah Bawadi membeli mesin roasting yang sudah banyak
pameran. pada waktu itu, mesinnya masih tradisional.
Dia lalu mencoba-coba sendiri me-roasting perusahaan besar
“Waktu itu dia tanya ke saya, kenapa kopi dengan belajar dari Youtube. yang bermain dari
nggak bisnis kopi sendiri, karena Aceh ini kan sektor hulu di bidang
sumber penghasil kopi terbesar,” katanya. Setelah bisa me-roasting sendiri kopinya,
Bawadi mulai mencari pemasok green kopi ini.
Ide yang disampaikan oleh pembeli bean untuk usahanya. Ia mengaku saat
asal Malaysia itu terus menempel di pikiran itu, tidak memiliki kesulitan karena telah
Bawadi. Setelah menimbang-nimbang, mengenal beberapa petani kopi arabika
akhirnya dia memberanikan diri memulai ataupun robusta saat masih menjadi sopir di
usaha di bidang kopi. Bawadi pun nekat perusahaan kopi. “Kalau suplai biji kopi saya
menjual tanah miliknya. Dan hasil penjualan ambil dari petani di Takengon, Benermeriah
tanah itu digunakan sebagai modal serta untuk arabika. Kemudian untuk jenis robusta
untuk membeli mesin roasting. saya ambil dari Tangsi dan Lamno,” katanya.

“Kenapa saya mulai dari hilir, dari Kemudian, Bawadi mulai memasarkan
roasting dan menjual kopi siap seduh, karena produknya. Lagi-lagi ia pun tidak terlalu
saya melihat sudah banyak perusahaan sulit untuk menemukan para calon
besar yang bermain dari sektor hulu di pembeli. Sebab, sebagian dari mereka

168 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA

Saya melihat, untuk sudah dikenalnya saat menjadi sopir di dengan kompetitor itu, saya bisa kalah
bersaing di tingkat perusahaan kopi. Bawadi mengatakan, kala langsung,” katanya.
lokal itu justru itu dia memasok untuk warung-warung kopi
tradisional yang ada di Banda Aceh. Sejak awal Bawadi melihat kopi gayo
sangat sulit. Karena ini memiliki potensi yang sangat bagus
pasar lokal sudah Usaha yang dirintisnya mulai karena banyak diminati dunia internasional.
membuahkan hasil, hingga pada tahun Namun, banyak sekali pengusaha di Aceh
punya brand identik 2014, dia resmi meluncurkan Bawadi Coffee yang belum mengambil kesempatan untuk
yang sudah lama untuk jenama dagangannya. Tak tanggung- langsung mengekspor atau menjual kopi ke
dan kuat. Kalau tanggung, sejak pertama kali berdiri, Bawadi tingkat internasional. “Nah itulah kita ambil
dipaksa bersaing langsung mengincar pasar ekspor luar kesempatan di sana. Kalau dari tahun 2014
negeri. sampai tahun 2017, semua produk 100 persen
dengan kompetitor kita jual ke luar negeri,” katanya.
itu, saya bisa kalah “Tahun 2014, kita bergerak di bagian
roasting kopi sampai packaging, meski masih Bawadi mengaku, di awal-awal usahanya
langsung. pakai mesin manual. Pada tahun itu juga kita langsung bisa mendapatkan omzet sebesar
sudah mulai start ekspor ke Malaysia dan Rp30 juta, melalui penjualan delapan
Singapura,” ucapnya. produk kopi biji dan bubuk, masing-masing
dalam kemasan 100 gram, 200 gram, 500
Bawadi mengatakan, sejak awal gram, dan 1.000 gram. Untuk membesarkan
dirinya memang sudah menargetkan untuk usahanya, Bawadi mengaku rajin mengikuti
menjual produknya ke luar negeri karena pameran-pameran di luar negeri. Dalam satu
potensi penjualan kopi asal Aceh sangat tahun, dia bisa mengikuti enam sampai tujuh
bagus di luar negeri. Selain itu, lagi-lagi pameran. Dari sana, pembeli mancanegara
pertimbangannya adalah karena melihat pun mulai banyak berdatangan.
kompetisi di dalam negeri sangat sengit.
Meski sudah punya pasar di luar negeri,
“Saya melihat, untuk bersaing di tingkat Bawadi tetap mencari jalan agar usahanya
lokal itu justru sangat sulit. Karena pasar semakin berkembang. Sampai pada
lokal sudah punya brand identik yang sudah tahun 2019, dia melihat Pertamina banyak
lama dan kuat. Kalau dipaksa bersaing

EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 169

170 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA

Pertamina banyak mempunyai program yang mendukung usaha
mendukung program mikro kecil dan menengah (UMKM). Ia pun
mencoba untuk mendapatkan bantuan dari
pengembangan Pertamina.
UMKM.
“Tahun 2019, saya coba-coba membuat
Alhamdulillah, permohonan bantuan ke Pertamina. Karena
Pertamina setuju saya tahu, Pertamina banyak mendukung
menjadikan Bawadi program pengembangan UMKM. Alhamdulillah,
Pertamina setuju menjadikan Bawadi Coffee
Coffee sebagai sebagai mitranya,” katanya.
mitranya.
Bawadi menceritakan, saat berdiskusi
dengan Pertamina, dirinya mengungkapkan
bahwa usahanya bertujuan untuk mendukung
kesejahteraan petani-petani kopi di Aceh.
“Mungkin poin itu yang jadi pertimbangan
Pertamina setuju menjadikan kami mitranya,”
ucapnya.

Dia melanjutkan, Pertamina kemudian
memberikan bantuan dan dukungan melalui
pembinaan untuk semakin mengembangkan
usaha miliknya. Selain itu, Pertamina juga
memberikan bantuan modal untuk melengkapi
alat-alat produksi yang dibutuhkannya. Bukan
itu saja, Pertamina juga membantu Bawadi

EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 171

172 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA

Coffee dalam mencari pembeli dari luar negeri
untuk memasarkan produk-produknya. Salah
satunya, berkat bantuan dari Pertamina,
Bawadi Coffee bisa mendapatkan kontrak
ekspor senilai Rp1,2 miliar dari pembeli di Cina.

“Terima kasih kepada Pertamina. Saya
melihat respons dan dukungan Pertamina
sangat membangkitkan Bawadi sendiri, karena
kita sangat bersyukur dengan dukungan,
seperti kita dibawa ke event di Cina dan
Jakarta sehingga kita dapat kontrak Rp1,2
miliar. Ini tentu saja sangat penting bagi kami
sehingga usaha kami bisa semakin maju. Bisa
menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi dan
membantu petani-petani kopi di Aceh agar
lebih sejahtera lagi,” katanya.

EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 173

Bersama Mengangkat UMKM Sejak awal, Bawadi mengatakan, dirinya Sejak menjadi mitra,
Aceh dan Pertamina punya kesamaan pandangan tepatnya pada tahun
yang sama terkait kopi di Aceh, yakni bahwa
Teuku Dharul Bawadi mengaku bersyukur petani-petani kopi di Aceh harus semakin 2019, Pertamina
usaha penjualan kopi yang dirintisnya sejahtera. Ia mengatakan, meski belum bisa memang banyak
sejak tahun 2014 terus berkembang. masuk secara lebih mendalam ke hulu, yakni memberikan bantuan
Perlahan, pasar ekspor kopi produknya di tingkat perkebunan, Bawadi semaksimal untuk kemajuan
mulai melebar, dari mulai negara-negara mungkin mencoba membantu para petani
tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, untuk meningkatkan pendapatannya. Bawadi Coffee.
kini Bawadi Coffee sudah menembus pasar
di Cina dan beberapa negara Timur Tengah. “Saya selalu membeli green bean
Bawadi mengatakan, selain tak pernah kopi dari petani dengan harga yang lebih
menyerah, keberhasilan jenama (brand) mahal dari pasaran. Ini saya lakukan agar
miliknya membesar juga tidak lepas dari petani bisa mendapat keuntungan lebih.
bantuan-bantuan berbagai pihak luar, mulai Dampaknya, ini bisa memberikan semangat
dari pemerintah daerah setempat hingga bagi petani-petani mitra saya untuk terus
Pertamina. menghasilkan biji-biji kopi berkualitas. Jika
biji kopi sudah bagus dan berkualitas,
“Sejak menjadi mitra, tepatnya pada produk-produk saya juga semakin baik dari
tahun 2019, Pertamina memang banyak segi kualitas. Dan ini juga yang tampaknya
memberikan bantuan untuk kemajuan membuat Pertamina tertarik untuk
Bawadi Coffee. Untuk itu, kami berterima menjadikan saya sebagai mitra,” katanya.
kasih dan bersyukur sekali. Bantuan dari
Pertamina menambah semangat kami untuk Bawadi mengatakan, selain mencarikan
terus berkembang,” ujarnya ketika bertemu pasar untuk ekspor kopinya, Pertamina juga
tim ekspedisi Republikopi di Aceh. rajin mengajaknya ke event-event di luar

174 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA

Pertamina selama negeri dan dalam negeri. Tentu saja, hal
ini fokus juga ini semakin membuat produk-produknya
memasarkan dikenal oleh masyarakat, yang berdampak
positif pada penjualan. “Pertamina selama
produk Bawadi ini fokus juga memasarkan produk Bawadi
Coffee, seperti Coffee, seperti menggunakan kopi-kopi dari
menggunakan kopi- kami untuk di perkantoran, Pertamina beli ke
kopi dari kami untuk kami untuk suvenir, itu sangat bermanfaat
di perkantoran, juga untuk kami,” ucapnya.
Pertamina beli
ke kami untuk Selain itu, menurut dia, Pertamina juga
suvenir, itu sangat memberikan dukungan dalam bentuk
bermanfaat juga modal kerja. Sambil menunjukkan mesin
roasting baru berkapasitas 10 kg, Bawadi
untuk kami. mengatakan, mesin itu merupakan bantuan
Pertamina dalam bentuk modal kerja.
Dengan mesin ini, Bawadi mengaku bisa
lebih luas menjangkau segmen pasar.
Sebab, saat ini perkembangan penikmat
kopi sudah semakin luas, tidak hanya
terbatas pada mereka yang suka menyeduh
dengan menggunakan beans kopi berlevel
dark roast.

“Sekarang kan masyarakat juga mulai
suka kopi dengan level roasting light

EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 175

dan medium. Dengan mesin roasting Kami bisa melakukan
yang sudah modern ini, kami jadi bisa ini karena saat
menyediakan beans dengan level roasting ini, kami punya
tersebut,” katanya.
kesempatan. Ini juga
Bawadi melanjutkan, selain itu dirinya merupakan dampak
menilai, Pertamina juga mendukung
UMKM-UMKM lain, bukan hanya kopi di bantuan dari
Aceh. Hal ini yang menurutnya penting. Pertamina.
Sebab, dia menilai produk-produk UMKM
asal Aceh juga punya potensi besar untuk
maju. Namun, saat ini UMKM-UMKM
itu masih kurang mendapat dukungan
untuk bisa berkembang. Ia bercerita,
saat mengikuti pameran-pameran ke
luar negeri, khususnya banyak juga
pengunjung yang bertanya mengenai
produk-produk khas lain dari Aceh
selain kopi, mulai dari kerajinan hingga
makanan. Dia mengatakan, pemasaran
produk-produk UMKM di Aceh saat ini
masih terlalu fokus pada pasar di dalam
negeri, sementara pasar luar negeri
kurang ada yang menggarap.

“Pada tahun 2019, saya dipercaya

176 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA

Dikenal sebagai menjadi ketua Asosiasi Saudagar Industri ucapnya.
sentra penghasil Aceh (ASIA), karena memang visi dan misi
kopi arabika terbesar saya, bagaimana produk Aceh ini biar Bawadi mengatakan, saat ini telah ada
di Indonesia, tapi masuk ke pasar internasional. Hingga saat sekitar 400 lebih UMKM yang bergabung
yang menarik justru ini, Bawadi Coffee sudah menjajaki ke 23 dalam ASIA Mart. Dari ratusan UMKM itu,
kopi jenis robusta negara, dan sering sekali banyak permintaan ada sekitar 750 produk yang ditawarkan.
yang paling banyak soal barang-barang khas Aceh. Saya Bawadi berharap, melalui ASIA Mart, sinergi
diminum di kedai- berpikir bagaimana UMKM di Aceh bisa antar-UMKM lokal di Aceh akan semakin
kedai kopi di Aceh. punya wadah dan mempromosikan secara kuat. Ia pun berkomitmen untuk membantu
bersama-sama ke luar negara,” katanya. penjualan produk-produk UMKM dari Aceh ke
negara-negara tujuan ekspor Bawadi Coffee.
Untuk membantu UMKM lainnya
berkembang, Bawadi pun mendirikan ASIA “Kami bisa melakukan ini karena saat ini,
Mart. Saat tim ekspedisi kopi mengunjungi kami punya kesempatan. Ini juga merupakan
toko ASIA Mart di Kota Banda Aceh, sejumlah dampak bantuan dari Pertamina. Dengan
barang-barang dari UMKM-UMKM lokal bantuan ini, kami bisa merekrut tenaga kerja
tersusun apik, mulai dari baju, suvenir, lebih luas. Kita bisa memberikan pemahaman
makanan, hingga kopi. Meski bergerak kepada pelaku-pelaku UMKM lokal, seperti
di bidang usaha kopi, Bawadi tetap Asia Mart, kita beri dukungan ke kawan-
memberikan ruang bagi UMKM-UMKM lain kawan UMKM lain sehingga manfaatnya
yang bergerak di bidang yang sama di lebih luas untuk masyarakat,” katanya.
tokonya. “Saya mau semua UMKM di Aceh
bisa maju bersama-sama. Karena pasar
sangat terbuka lebar, tinggal selera pembeli
saja mau menikmati kopi yang mana,”



178 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA

Karena yang Melestarikan Tradisi Ngopi, Kegemaran masyarakat Aceh meminum
tradisional ini Meningkatkan Kesejahteraan kopi, membuat wilayah-wilayah di Aceh
memang susah Petani Kopi punya kopi-kopi khas sendiri. Sebut saja kopi
dan jangan sampai sanger, yang merupakan perpaduan kopi
hilang. Kopi-kopi “Di Aceh ini, ada pepatah tanpa kopi dengan susu, yang banyak ditemui di hampir
yang disangrai hidup itu terasa hampa,” ucap Tengku Dahrul seluruh kedai kopi di Aceh. Hingga kopi khop,
secara tradisional ini Bawadi, pemilik merek dagang Bawadi Food yang khas dari daerah Meulaboh, Aceh
sudah punya pasar UD, menjawab pertanyaan tim ekspedisi Barat.
tetap di Aceh. Republikopi terkait fenomena banyaknya
kedai kopi di Provinsi Aceh. Dikenal sebagai sentra penghasil kopi
arabika terbesar di Indonesia, tapi yang
Bawadi mengatakan, saking banyaknya menarik justru kopi jenis robusta yang paling
kedai kopi di Aceh maka provinsi yang banyak diminum di kedai-kedai kopi di Aceh.
berada di paling ujung Republik Indonesia Menurut, Roman, salah seorang petani kopi
itu juga dijuluki dengan Negeri 1.000 Warung di Bener Meriah, Aceh Tengah, konsumsi
Kopi. Ia mengatakan, lewat kopi, masyarakat kopi arabika di masyarakat lokal cukup
Aceh bisa saling mempererat silaturahim. rendah hanya sekitar 10 persen saja. Hal itu
Bahkan, menurut dia, hampir 60 persen karena para petani kopi arabika, koperasi
aktivitas masyarakat Aceh dilakukan di tani, hingga pedagang besar, lebih banyak
warung kopi, mulai dari berbisnis, belajar, menjual kopi arabika untuk pasar di luar
hingga memutuskan perkara-perkara Aceh, baik nasional maupun internasional.
penting. Tak heran jika berkunjung ke Aceh, kopi-
kopi arabika biasanya hanya disajikan di
“Di warung itu, bukan sekadar ngopi, kedai-kedai kopi yang sudah mengusung
segala masalah bisa selesai di sana,” konsep modern. Sedangkan jumlah kedai-
ucapnya lagi.

EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 179

kedai semacam ini, tergolong sedikit jika roasting kopi secara tradisional milik Bawadi. Saya sangat melihat
dibandingkan kedai-kedai kopi tradisional. Alat roasting tersebut terdiri atas tong yang hal itu bahwa masih
dibakar di atas tungku api. Kopi dimasukkan banyak petani yang
Bawadi mengatakan, selain memang ke dalam tong, dan terus diputar. Tak seperti
kopi arabika lebih difokuskan untuk dijual mesin roasting modern yang mempunyai tidak sejahtera.
ke luar Aceh karena harganya yang tinggi, alat mengukur perubahan suhu dan waktu,
masyarakat lebih senang meminum kopi menyangrai kopi secara tradisional memang
robusta karena terkait tradisi sejak lama. membutuhkan pengalaman khusus. Dengan
Bawadi mengatakan, hal itu pun disadari begitu, orang yang menyangrai kopi bisa
oleh dirinya, sebagai pelaku industri kopi di dengan tepat memastikan kapan kopi
hilir. Saat ini dia sudah mempunyai mesin dikeluarkan dari dalam tong. Level sangrai
roasting kopi modern, tetapi alat roasting kopi secara tradisional ini pun berkarakter
tradisional tetap digunakan hingga sekarang. gelap atau dark roasted.

Terlebih, baginya mesin roasting “Karena yang tradisional ini memang
tradisional itu mempunyai ‹sejarah› penting susah dan jangan sampai hilang. Kopi-kopi
dalam perjalanannya di industri kopi. Bawadi yang disangrai secara tradisional ini sudah
bercerita, untuk mendapatkan mesin roasting punya pasar tetap di Aceh. Dalam sehari,
tradisional itu, dia bahkan harus menjual saya bisa menyangrai sampai 30 kilogram
tanah. Dari mesin tradisional itu juga, dia kopi untuk memenuhi kebutuhan kedai-kedai
belajar bagaimana me-roasting kopi yang kopi di Banda Aceh dan sekitarnya. Bahkan,
bisa sesuai dengan selera masyarakat. kala pandemi seperti sekarang, saat ekspor
kopi arabika sulit dilakukan, penjualan kopi
Bawadi melanjutkan, hingga saat ini pun jenis ini justru hampir tidak terpengaruh,
dia masih me-roasting biji-biji kopi untuk karena kedai-kedai tradisional tetap buka
diseduh secara tradisional. Tim ekspedisi
Republikopi sempat mengunjungi tempat me-



EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 181

dan sebagian juga, ada yang dibeli oleh masyarakat
untuk diseduh sendiri di rumah masing-masing,” kata
Bawadi.

Sejak awal berdiri, Bawadi Coffee membidik luar
negeri sebagai target pasarnya, tetapi sejak beberapa
tahun terakhir, pasar lokal juga mulai serius digarap.
Selain menjual kopi yang di-roasting secara tradisional,
Bawadi juga telah membuat kopi siap seduh dalam
kemasan atau saset yang modern. Menurut dia,
produknya mempunyai rasa yang berbeda dengan
kopi-kopi saset yang sudah lebih dulu beredar, karena
dibuat sesuai dengan selera dan khas kopi Aceh. Ia
pun bersyukur, dengan bantuan dari Pertamina berupa
modal kerja, pihaknya bisa semakin berkembang dan
percaya diri bersaing dengan kompetitor lokal.

“Sekarang kami sudah bisa memproduksi kopi
saset. Kami sudah mempunyai alat-alat produksi
untuk membuat produk itu. Penjualan produk ini juga
membantu kami saat pandemi, karena masyarakat
bisa mudah beli di warung-warung dan minimarket,”
ucapnya.

Setelah usaha yang dirintisnya terus berkembang,
sekaligus juga telah ikut membantu pelaku UMKM di
Aceh, kini Bawadi mengaku ingin lebih banyak bisa

182 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA

Bawadi berharap membantu petani-petani kopi di Aceh. mendapatkan pasar secara langsung, tanpa
ada bantuan dari Bawadi berharap, pihak-pihak luar seperti melalui pihak ketiga. Masalah lain yang
pihak luar, seperti Pertamina juga bisa semakin banyak menghambat kesejahteraan petani kopi di
Pertamina, yang membantu petani-petani kopi di Aceh untuk Aceh adalah terkait jumlah produksi setiap
meningkatkan kesejahteraannya. Bawadi musim panen. Ia mengatakan, memang
juga membantu mengungkapkan, masih banyak petani kopi perkebunan-perkebunan kopi di Aceh sangat
petani-petani untuk di Aceh yang belum sejahtera. “Saya sangat banyak, tetapi secara total hasil produksinya
melihat hal itu bahwa masih banyak petani belum sebanding.
bisa mendapatkan yang tidak sejahtera,” ucapnya.
pasar secara “Sebagai contoh, jika dibandingkan
Bawadi menilai, para petani kopi di Aceh Vietnam saja. Dalam satu hektare, hasil
langsung, tanpa masih banyak yang tidak sejahtera, karena panen petani di sana bisa mencapai tiga
melalui pihak ketiga. masih banyak yang tidak bisa menjual ton, tapi selama ini produktivitas kita masih
produk mereka secara langsung ke pasar. rendah, satu hektare perkebunan di sini
Banyak petani yang mengandalkan pihak paling cuma menghasilkan dua ton. Hal
lain sebagai perantara untuk menjual kopi ini juga butuh bantuan dari pihak luar,
hasil panen mereka. “Sehingga banyak kopi termasuk pemerintah, untuk memberikan
asal Aceh yang kemudian dijual dengan pembinaan dan penyuluhan bagi petani-
nama lain, seperti menjadi kopi sumatra. Di petani, bagaimana cara meningkatkan
luar negeri pun begitu, banyak yang lebih produktivitas perkebunan mereka, apakah
kenal kopi sumatra, padahal kopinya dari dengan melakukan replanting pohon kopi
Aceh,” katanya. atau lainnya,” katanya.

Untuk itu, Bawadi berharap ada bantuan Terakhir, untuk bisa meningkatkan
dari pihak luar, seperti Pertamina, yang kesejahteraan, Bawadi mengatakan, petani-
juga membantu petani-petani untuk bisa petani kopi juga harus bisa mengolah hasil

EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 183

184 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA

EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 185

panennya, bukan hanya sampai di green Sebagai salah satu pelaku industri kopi Perkebunan-
bean. Menurut dia, para petani juga harus di hilir, Bawadi menyadari pentingnya perkebunan kopi di
bisa me-roasting kopi hasil panennya peningkatan kesejahteraan di tingkat petani. Aceh sangat banyak,
sehingga bisa menjual kopi bubuk atau kopi Sebab, dengan petani sejahtera maka dia tetapi secara total
siap seduh. dan pelaku-pelaku industri kopi di hilir bisa
terus mendapatkan pasokan bahan baku hasil produksinya
“Dengan begitu, petani juga bisa menjadi berkualitas untuk produk-produknya. Salah belum sebanding.
businessman, mereka bisa mem-brand kopi satunya, dengan cara membeli biji kopi
mereka sendiri, dengan cara menjual kopi dari petani sedikit lebih mahal dari harga
yang sudah di-roasting atau sudah digiling pasaran.
dan siap seduh,” katanya.
“Yang saat ini mampu saya lakukan
Dia mengatakan, hal ini juga adalah dengan membeli bean dari petani
bermanfaat untuk menyiasati biji-biji lebih tinggi dari harga pasaran. Misalkan
kopi yang berkualitas tak cukup bagus. petani jual bean ke koperasi seharga Rp80
Sebab, biasanya biji-biji kopi yang cacat ribu perkilo, maka saya beli di atas harga
hanya akan dijual dengan harga rendah. itu. Ini agar petani bisa sedikit mendapatkan
Namun, jika biji-biji itu bisa diproses lagi keuntungan lebih. Harapan saya, di waktu
hingga siap seduh, nilainya pun akan mendatang pihak-pihak dari luar, apakah itu
bertambah. Dengan begitu, petani bisa pemerintah ataupun BUMN seperti Pertamina
mendapat keuntungan dari menjual kopi- yang juga semakin gencar memberikan
kopi berkualitas terbaik atau specialty, juga bantuan ke petani-petani kopi di Aceh,”
mendapat penghasilan tambahan dari ujarnya. l
menjual kopi-kopi olahan. “Sehingga tidak
ada lagi hasil panen mereka yang dihargai
rendah,” ucapnya.


Click to View FlipBook Version