Ekspedisi Republikopi Pertamina
ekspedisi dan
kisah sukses
03
92 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 93
GUNUNG PUNTANG
JAWA BARAT
Melintang, Upaya
Pertamina Jaga
Kelestarian Alam
Lewat Kopi
J awa Barat merupakan wilayah di Indonesia
yang pertama kali berkenalan dengan tanaman
kopi. Seperti telah disinggung sebelumnya,
perkebunan-perkebunan kopi di tanah Priangan
dibangun oleh orang-orang Belanda pada abad
ke-18. Kontur dan kesuburan alam di Jawa Barat, yang
banyak terdapat pergunungan membuat tanaman kopi bisa
tumbuh subur di sini. Bahkan, kemasyhuran kopi asal Jawa
Barat telah lebih dulu dikenal dunia, sebelum nama Indonesia
dikenal.
Bibit pohon kopi yang ditanam di Jawa Barat,
didatangkan oleh orang-orang Belanda dari Malabar di
94 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Kopi puntang India. Keberhasilan penanaman kopi di asal Jawa Barat yang terbaik. Sebab,
mempunyai karakter wilayah ini, membuat Pemerintah Hindia banyaknya perkebunan kopi di Jawa Barat,
Belanda kala itu, mendapatkan untung juga menghasilkan kopi-kopi yang punya
rasa yang unik, besar dari perdagangan internasional. cita rasa beragam. Semuanya kembali
dengan tingkat kepada si penikmat, kopi asal daerah
kemanisan dan asam Namun, keberhasilan dan keuntungan mana di Jawa Barat yang sesuai dengan
yang tinggi, serta yang didapat oleh Pemerintah Hindia seleranya. Sebut saja, kopi asal Malabar
bodi yang tebal. Belanda justru membawa kesengsaraan yang sudah sejak lama terkenal, atau kopi
bagi masyarakat di Jawa Barat. Sebab, asal Gunung Tilu yang belakangan melejit
karena tingginya permintaan pasar dunia karena sebuah film layar lebar. Ada juga
kala itu terhadap kopi asal Jawa, membuat kopi Gunung Halu yang dalam beberapa
pemerintah Hindia Belanda memberlakukan waktu terakhir banyak digandrungi oleh
kebijakan koffiestelseel dan cultuurstelsel, penikmat kopi. Serta ada juga kopi Gunung
yang membuat rakyat semakin terimpit taraf Puntang, yang beberapa tahun lalu
kehidupannya. mendapat skor tertinggi dalam lelang kopi
di Atalanta, Amerika Serikat, dan dinobatkan
Ibarat roda berputar, setelah mengalami menjadi kopi termahal.
masa kejayaan, kopi asal Jawa Barat
harus menghadapi kisah kelam dengan Salah satu kopi yang paling menarik
mewabahnya penyakit karat daun. Wabah perhatian bagi kami, tim ekspedisi
itu menghancurkan pohon-pohon kopi yang Republikopi adalah yang disebut terakhir,
ada, hingga membuat pamor kopi asal Jawa atau kopi puntang. Alasannya, selain
Barat terpuruk. Kini, roda kembali berputar, akhirnya ada lagi kopi asal Indonesia yang
kopi-kopi asal Jawa Barat tengah kembali mendapat pengakuan besar dari pasar
merangkak naik. dunia, kopi puntang mempunyai karakter
Sulit untuk menentukan mana kopi
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 95
96 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 97
98 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
rasa yang unik, dengan tingkat kemanisan
dan asam yang tinggi, serta bodi yang
tebal. Kami pun berkesempatan untuk
melihat langsung perkebunan kopi puntang,
yang ada di wilayah Desa Cakpakamulya,
Cimaung, Kabupaten Bandung.
Di sini, ada beberapa perkebunan kopi,
di antaranya Sunda Hejo yang sudah
dikenal oleh masyarakat. Namun, tujuan
kami adalah mengunjungi petani-petani
kopi yang tergabung dalam Lembaga
Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bukit
Amanah. Perkebunan-perkebunan kopi milik
anggota LMDH Bukit Amanah pun tergolong
unik, karena berbatasan langsung dengan
hutan yang ada di kaki Gunung Puntang,
alias tidak dibuat dalam pola khusus.
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 99
Menebus Dosa Masa Lalu tersebut juga menjadi saksi sejarah yang Area ini dulunya
mungkin tak banyak dihiraukan oleh orang- merupakan
Pagi itu, awal bulan Agustus, tim orang dan generasi masa kini. Menurut dia,
ekspedisi yang datang ke wilayah di sinilah awal inspirasi terciptanya lagu permukiman warga
hutan lindung di kaki Gunung Puntang. “Halo-Halo Bandung”. Dalam perjalanan Belanda yang
Tim disambut oleh seorang pria yang waktu, lagu “Halo-Halo Bandung” kemudian
memperkenalkan diri sebagai Abah Onil. berubah dari yang bertema soal kerinduan sebagian besar
seorang anak yang tinggal jauh dari orang bekerja di stasiun
Abah Onil yang punya nama asli Deni tuanya, menjadi lagu perjuangan terkait
Sopyandi, merupakan ketua dari LMDH Bukit peristiwa Bandung Lautan Api. radio pertama
Amanah. Abah Onil kemudian mengajak tim yang dibangun di
untuk melihat-lihat area perkebunan kopi. Tak terasa, perjalanan tim sampai pada
Sepanjang perjalanan menuju perkebunan salah satu bukit yang di sekelilingnya dita Indonesia, yang
kopi, kami disuguhkan oleh pemandangan nam pohon-pohon kopi. Seperti disinggung dikenal dengan
pohon-pohon pinus yang diselingi sisa-si di awal, di sini pohon-pohon kopi tidak nama Radio Malabar.
sa bangunan tua. Menurut Abah Onil, di hanya ditanam di tanah yang datar dan
area ini dulunya merupakan permukiman sejajar, tetapi juga di tanah-tanah miring
warga Belanda. Orang-orang belanda yang (lereng). Pohon-pohon kopi di sini ditanam
bermukim di sini sebagian besar merupakan di sela-sela perpohonan kayu keras, seperti
pekerja di stasiun radio pertama yang pinus, dan lain semacamnya, tanpa mene
dibangun di Indonesia, yang dikenal dengan bang pohon-pohon di hutan tersebut. Ada
nama Radio Malabar. Sisa-sisa bekas sejumlah keuntungan menanam dengan
bangunan Radio Malabar juga bisa kita pola ini. Pertama, tentu saja pohon kopi
jumpai di area ini. mendapat perlindungan alami dari terik
matahari, karena berada di antara pohon-
Abah Onil juga mengatakan, selain me
nyimpan potensi alam yang besar, kawasan
100 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Ya mereka macam- pohon yang tinggi. Kedua, pohon kopi men bangga, justru ada raut penyesalan di
macam dulunya, ada dapat asupan pupuk alami dari daun-daun wajahnya, setiap kali bercerita mengenai
pohon di sekitarnya yang berguguran. Dan pengalamannya berburu. Abah Onil
yang berburu juga terakhir, dengan berjaraknya penanaman menyadari apa yang dilakukannya
seperti saya, banyak antara satu pohon kopi dan yang lainnya, merupakan dosa terhadap lingkungan
juga yang pembalak meminimalisasi penyebaran hama dan sekitar. Namun, bukan hanya dirinya yang
wabah jika ada satu pohon yang terjangkit. punya “dosa”, melainkan hampir seluruh
liar, sampai-sampai anggota LMDH Bukit Amanah juga punya
hutan rusak. “Dulu kami adalah perusak hutan dan masa lalu kelam terhadap lingkungan.
lingkungan,” ucap Abah Onil membuka
percakapan di sebuah pondok kecil yang “Ya mereka macam-macam dulunya,
ada di atas bukit di kaki Gunung Puntang. ada yang berburu juga seperti saya,
banyak juga yang pembalak liar, illegal
Sambil menikmati segelas kopi hasil logging, sampai-sampai hutan rusak.
perkebunan setempat, Abah Onil bercerita Bahkan, dulu orang-orang di bawah (hilir)
semasa muda dirinya adalah pemburu suka menyalahkan kami kalau musim hujan
yang sudah tak terhitung berapa kali keluar kemudian terjadi banjir, karena memang
masuk hutan-hutan di kaki gunung yang hutan rusak,” katanya menjelaskan.
ada di Jawa Barat, mulai dari Gunung
Puntang hingga gunung-gunung yang ada Abah Onil melanjutkan, alasan warga
di wilayah Sukabumi. di pinggir hutan terpaksa berburu dan
melakukan penebangan liar adalah alasan
“Saya berburu hewan dari yang kec il ekonomi. Ia mencontohkan, banyak warga
hingga besar, seperti surili, lutung, treng yang memilih berburu hanya karena agar
giling, musang, dan lain-lainnya,” katanya. bisa memakan daging.
Abah Onil mencerita tanpa ada rasa “Mereka berburu alasannya karena
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 101
102 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Bahkan, tidak jarang cuma agar bisa makan daging. Mereka juga
mereka merasa tidak tahu, apakah hewan yang diburunya
itu dilindungi atau tidak. Sebab, mereka
aneh, kok Owa Jawa sulit untuk membeli daging dengan kondisi
diperhatikan, tetapi ekonomi yang sebagian besar hidup dalam
kami yang manusia kemiskinan. Bahkan terkadang, warga di sini
makan daging kalau ada kurban saja (Hari
tidak mendapat Raya Idul Adha),” katanya.
perhatian sama
“Kemudian berburu burung untuk di
sekali. jual, agar bisa mendapatkan uang untuk
jajan anak-anak sekolah. Begitu juga, de
ngan menebang pohon-pohon, agar bisa
memenuhi kebutuhan hidup,” katanya
melanjutkan.
Abah Onil mengatakan, warga di pinggir
hutan bukan tidak punya kesadaran bahwa
apa yang dilakukannya tidak punya efek
buruk bagi lingkungan. Namun, mereka
tidak ada pilihan lain karena tidak ada pihak
yang membantu untuk meningkatkan taraf
kehidupan mereka.
“Bahkan, tidak jarang mereka merasa
aneh, kok Owa Jawa diperhatikan, tetapi
kami yang manusia tidak mendapat
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 103
perhatian sama sekali. Owa Jawa diperla
kukan istimewa, diperhatikan kesehatannya,
diperhatikan tempat hidupnya, diperhatikan
makanannya, tapi manusia yang hidup di
pinggir hutan tidak. Jadi, lebih berharga
mana manusia atau Owa Jawa?” ucapnya.
Pada sekitar tahun 2000-an, Abah Onil
kemudian mulai mengajak kelompoknya
untuk menanam kopi, karena menilai
kopi bisa mengangkat kesejahteraan
masyarakat. Namun, ia mengaku, hal
itu bukan perkara mudah. Sebab, dalam
pemikiran masyarakat sekitar, menanam
kopi itu tidak bisa menghasilkan keuntungan
dengan cepat.
“Jadi, masyarakat di sini masih berpikir,
kalau mau menjadi petani kopi, harus kay a
dulu, punya beras yang banyak dulu, baru
tanam kopi. Karena kopi kan panennya baru
tiga tahun setelah ditanam, itu pun awal
panen belum maksimal,” katanya.
Setelah ‘jatuh bangun’ perjuangan Abah
Onil dan kelompoknya untuk mengajak
masyarakat beralih mulai mendatangkan
104 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
dampak positif. Lahan-lahan kritis di
kaki Gunung Puntang mulai berkurang.
Masyarakat pun mulai banyak yang
tertarik untuk ikut bersama-sama menjaga
kelestarian alam, terlebih setelah adanya
beberapa pihak luar yang datang untuk
menawarkan bantuan. Onil mengaku,
meski saat itu kelompoknya memang
membutuhkan bantuan, dirinya sebagai
ketua kelompok tidak bisa serta-merta
menerima begitu saja bantuan yang datang.
“Waktu itu, ada beberapa pihak
dari perbankan, misalnya yang
menawarkan bantuan. Tapi saya kan
tidak bisa sembarangan. Karena pasti
ada pertanggungjawaban. Kalau mereka
menawarkan bantuan dalam bentuk uang
saja, ini kan paling tidak bisa bertahan
lama, setelah habis bagaimana?” katanya.
Hingga akhirnya, bantuan dari
Pertamina melalui EP Subang datang.
Saat itu, Onil dan kelompoknya sepakat
menerima bantuan tersebut karena
dianggap bentuk bantuan yang ditawarkan
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 105
memang dibutuhkan oleh masyarakat harga jual hasil perkebunan mereka. Pertamina
sekitar. Menurut Onil, bantuan yang Bahkan, kopi pun sudah mulai diproses menawarkan
ditawarkan oleh Pertamina bisa bermanfaat hingga siap seduh. Kemajuan ini semakin bantuan mul ai
bukan hanya untuk waktu singkat menarik minat masyarakat sekitar untuk dari pembinaan,
melainkan juga untuk jangka waktu bergabung dan menjadi petani kopi sambil memberikan alat
mendatang. merawat lingkungan mereka. dan mesin untuk
memproses ceri
“Pertamina menawarkan bantuan “Sebab yang sulit itu memang kopi lalu menjadi
mulai dari pembinaan, memberikan alat mengubah mindset mereka, menyentuh kopi siap seduh,
dan mesin untuk memproses ceri kopi hati mereka untuk berubah. Jadi, kami hingga memberik an
lalu menjadi kopi siap seduh, hingga harus tunjukkan dulu hasilnya bagaimana, pendampingan.
memberikan pendampingan. Ini yang dan syukur dengan bantuan dari
menurut kami sangat dibutuhkan oleh Pertamina, sekarang kelompok kami sudah
masyarakat, karena akan bermanfaat berkembang. Saat ini Lembaga Masyarakat
bukan hanya untuk saat ini juga, untuk Desa Hutan (LMDH) Bukit Amanah sudah
generasi mendatang, karena kami ingin membawahi tiga Kelompok Tani Hutan
anak-anak petani di sini punya masa depan (KTH), dengan luas area garapan 102
yang lebih baik,” tuturnya. hektare memanfaatkan lahan di bawah
tegalan dengan kopi. Untuk anggota
Abah Onil melanjutkan, setelah sendiri sudah ada 137 kepala keluarga yang
masuknya bantuan dari Pertamina EP bergabung di LMDH ini,” katanya.
Subang, mulai ada perbaikan dalam taraf
hidup masyarakat. Sebab, petani sudah Onil juga mengatakan, saat ini LMDH
tidak hanya menjual ceri kopi, tetapi juga Bukit Amanah bisa menghasilkan sebanyak
mulai melakukan pengolahan pascapanen 50 sampai 70 ton ceri kopi setiap masa
secara mandiri, yang bisa meningkatkan panen. Ia mengaku, meski mungkin
106 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 107
taraf kesejahteraan masyarakat yang
menjadi anggotanya belum meningkat
secara drastis, kini masyarakat sudah bisa
menggantungkan harapan dari perkebunan
kopi, serta memanfaatkan alam secara lebih
bijaksana. Terlebih, LMDH Bukit Amanah juga
mendapatkan bantuan program perhutanan
sosial, yang setiap anggotanya bisa
memanfaatkan lahan perhutanan selama 35
tahun dan diwariskan ke anak, selama fungsi
hutan tidak diubah. Dengan program itu, kini
anggota LMDH Bukit Amanah bisa dengan
tenang dalam menanam kopi tanpa perlu
sembunyi-sembunyi lagi.
“Sekarang sudah ada harapan baru.
Kalau diingat masa lalu saya pribadi suka
terharu. Saya yakin, dengan adanya
bantuan pembinaan hingga pendampingan,
masyarakat di sini bisa mandiri. Jika
masyarakat di kaki gunung sudah mandiri,
hutan bisa lestari,” katanya.
Dia pun mengisahkan masa lalu sembari
menyatakan harapannya untuk masa
depan. “Seperti yang terjadi pada kami, dulu
108 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Kopi kini merupakan kami adalah perusak lingkungan, sekarang Anak Petani Bisa Jika Diberi
harapan baru yang kita semua berjuang mempertahankan Kesempatan
bisa mengubah lingkungan, karena kami ingin mengubah
masyarakat di sini, hidup menjadi lebih baik. Harapan Abah Sejumlah remaja berusia belasan tahun
terutama kehidupan ada peningkatan secara ekonomi dan sosial, tampak asyik memetik ceri-ceri dari pohon-
ekonomi. Abah yakin hutan di Indonesia tidak ada pohon kopi di perkebunan yang dikelola oleh
yang rusak jika masyarakat di pinggiran Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH)
hutan perekonomiannya meningkat,” Bukit Amanah di Desa Campakamulya,
ujarnya. Cimaung, Kabupaten Bandung. Mereka
tampak tidak ragu dalam memilih dan
Abah menyebutkan bahwa kopi memetik ceri-ceri kopi. Dalam waktu singkat,
merupakan harapan baru bagi masyarakat bakul yang dibawa oleh mereka sudah terisi
di daerahnya untuk mengubah kehidupan penuh dengan ceri-ceri kopi.
menjadi lebih baik. “Kopi kini merupakan
harapan baru yang bisa mengubah “Saya sudah tahu cara memetik ceri
masyarakat di sini, terutama kehidupan kopi. Pertama itu, pilih yang benar-benar
ekonomi. Kami semua bertanggung jawab merah karena itu tandanya ceri kopi sudah
terhadap dosa kami terhadap lingkungan matang dan bagus untuk dipetik. Kemudian,
pada masa lalu. Lewat kopi juga, kami ingin saat memetik ceri kopi juga tidak asal tarik
menebus dosa masa lalu kami terhadap atau cabut, tapi diputar, supaya tidak
alam,” ucapnya sambil menyeruput kopi melukai batang pohonnya,” ujar Lina, salah
hitam di gelas yang mulai dingin. satu remaja yang ikut memetik ceri kopi di
perkebunan itu.
Lina mengaku, pengetahuan tentang
cara memetik ceri kopi yang baik dan benar
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 109
110 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Adi mengaku
tidak pernah
belajar secara
khusus di sekolah
barista ataupun
kursus menyeduh
lainnya. Satu-
satunya sumber
pengetahuan resmi
yang didapat adalah
saat Pertamina
datang memberikan
pelatihan.
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 111
diajarkan oleh kedua orang tuanya,
yang merupakan petani kopi di kaki
Gunung Puntang. Ia mengatakan,
jika saat panen raya tiba, hampir
setiap hari dirinya berada di kebun
membantu ibunya memetik buah kopi.
Sementara setelah musim panen, ia
pun ikut membantu ayahnya merawat
pohon-pohon kopi agar bisa berbuah
lebih baik pada panen berikutnya.
Remaja lain yang kami temui adalah
Adi. Berbeda dengan Lina, Adi lebih
banyak berada di rumah produksi Kopi
Puntang Wangi. Di sini, remaja itu mulai
belajar teknik me-roasting green bean kopi
hasil perkebunan LMDH Bukit Amanah,
hingga siap seduh. Remaja itu juga sudah
mengetahui cara menyeduh kopi dengan
metode manual brew.
Adi mengaku tidak pernah belajar secara
khusus di sekolah barista ataupun kursus
menyeduh lainnya. Satu-satunya sumber
pengetahuan resmi yang didapat adalah saat
Pertamina datang memberikan pelatihan. Dari
112 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Masalah pendidikan sana, dirinya mengaku belajar cara dasar Bukan Lina dan Adi saja, melainkan tidak
anak-anak petani, proses akhir kopi hingga penyeduhan. sedikit anak-anak petani kopi di wilayah
memang menjadi kaki Gunung Puntang atau tepatnya di
salah satu fokus “Saya senang menyeduh kopi. Saya LMDH Bukit Amanah, yang harus kehilangan
terus belajar biar bisa menyeduh dengan kesempatan untuk bisa menyelesaikan
untuk kami di LMDH sempurna, mulai dari mencoba sendiri pendidikan karena tak ada biaya untuk
Bukit Amanah bisa sampai melihat-lihat dari internet. Harapan sekolah.
saya ya bisa bekerja menjadi barista
mengatasinya. profesional,” ucapnya. “Masalah pendidikan anak-anak
petani, memang menjadi salah satu fokus
Saat berbincang dengan tim ekspedisi, untuk kami di LMDH Bukit Amanah bisa
berbagai informasi dasar terkait teknik mengatasinya. Karena memang banyak,
penyeduhan sudah diketahuinya, bahkan anak-anak petani yang terputus sekolahnya.
Adi juga mengetahui metode-metode Harapan kami, lewat keuntungan dari
penyeduhan dari juara-juara barista tingkat kopi, ini bisa digunakan untuk biaya anak-
dunia. Dengan peralatan seadanya, Adi anak melanjutkan sekolah minimal sampai
mempraktikkan semua itu di rumah produksi tamat SMA. Kami di sini juga berharap ada
Kopi Puntang Wangi. Dia pun sudah percaya persamaanlah untuk anak-anak petani,”
diri untuk menyeduhkan kopi bagi tamu- ujar Abah Onil.
tamu yang datang ke sana.
Masalah putus sekolah menjadi
Meski mengaku senang bisa membantu hambatan bagi anak-anak petani itu ketika
kedua orang tua dan membantu di rumah hendak mendapatkan pekerjaan, yang
produksi Kopi Puntang Wangi, Lina dan mengharuskan ada ijazah sebagai tanda
Adi masih berharap bisa menyelesaikan tamat belajar secara formal. “Karena setiap
sekolahnya yang terputus dan melanjutkan ada kesempatan bekerja yang datang,
ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 113
114 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
anak-anak kami itu gagal karena tidak ada
ijazah,” ucapnya.
Abah Onil mengatakan, banyaknya
anak-anak petani di kaki Gunung Puntang,
khususnya di keluarga-keluarga petani
anggota LMDH Bukit Amanah, yang putus
sekolah karena kesulitan ekonomi yang
mereka hadapi. Jangankan biaya sekolah,
untuk menambah lauk makan saja warga
masih banyak yang mencarinya dengan
berburu hewan di hutan. Meski warga sekitar
juga sudah lama menanam kopi, saat itu
kopi juga masih belum bisa menjadi andalan
untuk meningkatkan perekonomian keluarga.
“Bahkan, kami di sini juga pernah putus asa,
sebab petani di sini awal menanam kopi itu
tahun 2005, tapi tidak banyak yang kami
dapat dari perkebunan kopi,” katanya.
Menurut dia, para petani kopi tersebut
masih minim pengetahuan mengenai kopi
sehingga tanaman itu belum memberikan
manfaat lebih bagi kehidupan mereka.
“Kenapa? Karena cara menanam kopi
kami belum baik dan benar, belum ada
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 115
pendampingan. Baru kemudian tahun 2009 Sebab, LMDH Bukit Amanah telah Dengan pembinaan
sampai 2011, ada pembinaan, mulai belajar mendapat program perhutanan sosial dan dari Pertamina
menanam kopi yang benar. Hasilnya mulai kelompok ini menjadi yang pertama untuk mengenai
ada,” kata Onil. wilayah Jawa Barat. Dengan adanya
program perhutanan sosial, anggota LMDH pengetahuan dalam
Pada awal tahun 2018, bantuan yang Bukit Amanah punya hak untuk mengelola menanam pohon
datang dari Pertamina membawa angin lahan di Perhutani yang ada di kaki Gunung kopi yang baik,
segar bagi para petani kopi. Abah Onil Puntang selama 35 tahun. Hak pengolahan anak-anak bisa
menyatakan bahwa bantuan tersebut ini bisa diperpanjang setelah 35 tahun
menghidupkan lagi semangat para petani pertama berakhir, serta dapat ‘diwariskan’ melanjutkan. Mereka
untuk menanam kopi. “Datang bantuan untuk istri dan anak-anak petani. Asalkan, bisa berbuat lebih
dari Pertamina, kami semakin semangat fungsi hutan tidak mengalami perubahan baik dari orang-
lagi. Karena ada bantuan mesin-mesin dan kerusakan. “Jadi dengan pembinaan orang tua mereka,
pengolahan hingga kopi siap jual, di situlah dari Pertamina mengenai pengetahuan
masyarakat tambah semangat karena ada dalam menanam pohon kopi yang baik,
harapan baru, dan nilai uang dari penjualan anak-anak bisa melanjutkan. Mereka bisa
kopi lebih bagus lagi,” katanya. berbuat lebih baik dari orang-orang tua
mereka, yang mungkin dulu menanam kopi
Bantuan dari Pertamina terhadap petani- asal tanam saja,” kata Abah Onil.
petani kopi di LMDH Bukit Amanah, menurut
Onil, juga akan berdampak besar untuk Abah Onil pun optimistis dengan adanya
masa depan anak-anak petani. Sebab, pendampingan dari Pertamina, pewarisan
anak-anak petani nantinya bukan hanya tradisi menanam kopi dapat diteruskan ke
bisa mencari nafkah dengan bekerja di luar, generasi selanjutnya. Dia mengharapkan,
melainkan juga bisa meneruskan jejak orang transfer ilmu dari generasi sekarang ke
tua mereka dalam menanam kopi.
116 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
generasi mendatang akan bisa lebih baik. Onil mengungkapkan bahwa
“Pada akhirnya, mereka bisa mandiri dan meningkatkan pengetahuan anggota LMDH
lebih sejahtera dari sekarang. Anak-anak Bukit Amanah dalam mengolah hasil panen
petani bisa karena punya potensi yang kopi, menjadi agenda utama yang akan
besar, asalkan diberikan kesempatan,” dilakukannya. Sebab, saat ini baru sebagian
katanya. kecil anggota yang bisa memahami proses
pengolahan kopi pascapanen hingga siap
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 117
seduh. Dengan menguasai pengetahuan sa memanfaatkan area Gunung Puntang
dalam memproses kopi tersebut, tentunya dalam bentuk jasa pariwisata. Ia men
para petani bisa meningkatkan nilai jual jelaskan, saat ini pihaknya telah membenahi
hasil panen mereka. area camping ground untuk masyarakat
umum. Selain itu, pihaknya juga sudah
Onil melanjutkan, bukan cuma perke membangun trek untuk sepeda gunung
bunan kopi, anak-anak petani juga bi yang bisa dimanfaatkan oleh siapa pun.
118 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Saya sedih, kopi “Pengembangan dan jasa pariwisata ini dan roasted bean kopi ini pun melonjak
gunung puntang juga bisa dimanfaatkan untuk menambah tinggi.
dibilang termahal, pendapatan, untuk meningkatkan
perekonomian masyarakat. Jadi, kita Namun, dampak baik meningkatnya
tapi ke petani menjaga kelestarian hutan untuk diwariskan pamor kopi puntang tidak bisa dirasakan
sama sekali tidak kepada generasi muda. Semua itu bisa oleh seluruh petani kopi. Salah satunya,
merasakan apa-apa. dilakukan, setelah ada motor penggeraknya. petani-petani kopi di LMDH Bukit Amanah.
Dan kopi menjadi motor penggerak itu,” Dedy Sopiandi alias Abah Onil mengatakan,
ucapnya. petani-petani anggota sama sekali tidak
bisa menikmati keuntungan lebih dari
Program Melintang dan naiknya harga kopi puntang, baik di pasar
Mimpi Petani Puntang domestik maupun internasional.
Kopi puntang menambah deretan kopi- “Saya sedih, kopi gunung puntang
kopi asal Jawa Barat yang pamornya telah dibilang termahal, tapi ke petani sama sekali
dikenal luas oleh dunia. Pada tahun 2016, tidak merasakan apa-apa,” ujar Onil.
kopi puntang menjadi yang terbaik dalam
ajang lelang kopi di Atalanta, dan menjadi Meski begitu, Onil tidak mau
kopi score cupping tertinggi serta termahal menyalahkan siapa pun terkait hal ini. Dia
pada saat itu. Sejak itu pula, penikmat justru menyadari, petani-petani anggotanya
kopi di dalam negeri pun mulai penasaran tidak bisa menikmati kenaikan harga kopi
untuk mencoba kopi ini. Bahkan, Presiden puntang, karena mereka belum menguasai
Republik Indonesia Joko Widodo pun ikut betul pengetahuan tentang proses
mempromosikan kopi ini. Harga green bean pascapanen. Umumnya, petani-petani
hanya bisa menanam dan memetik ceri kopi
saja sehingga tidak ada nilai tambah dari
hasil perkebunan mereka.
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 119
“Penyebabnya, kalau kopi supaya harga
jualnya mahal, si petani harus bisa proses
hingga green bean. Tapi, kan kami kemarin
tidak ada pengetahuan (untuk proses
pascapanen) dan tidak ada alat-alat untuk
melakukan itu. Tapi sekarang, alat-alat
sudah lengkap setelah mendapat support
dari Pertamina,” katanya.
Abah Onil mengatakan, secara pasar,
tidak sulit untuk menjual kopi gunung
puntang. Onil yang pernah bekerja di salah
satu processor kopi yang masih berada
di sekitar Gunung Puntang mengatakan,
sebelum kopi puntang menjadi yang terbaik
dan termahal dalam lelang kopi dunia, para
penikmat kopi sudah berburu biji kopi asal
daerahnya.
Salah satu yang membuat kopi dari
wilayah Gunung Puntang menjadi incaran
para penikmat, karena mayoritas varietas
yang ditanam di wilayah tersebut adalah
typical. Seperti diketahui, typical merupakan
varietas pertama yang masuk ke Indonesia
dari Malabar, India.
120 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Sekarang hasil Boleh dikatakan, varietas typical hutan di area seluas 25 hektare yang kritis.
panen kopi di sini merupakan varietas kopi arabika tertua dari
beberapa varietas yang ada di Indonesia Ia bercerita, di lahan tersebut saat itu
bisa mencapai secara khusus, dan dunia pada umumnya. sama sekali tidak ada pohon tegakan.
50 hingga 70 ton Varietas typical mempunyai klasifikasi mutu Langkah pertama yang dilakukan oleh
dalam satu musim premium specialty, dengan karakter rasa kelompoknya adalah menanam terlebih
panen, atau selama yang clean, sweet, bodi dan acidity yang dahulu pohon-pohon keras (kayu). Bibit
empat bulan. Ini seimbang, after taste yang kompleks dan pohon didapatkan dari bantuan Pertamina,
semua karena petani aroma yang kuat. yang memberikan bantuan sebanyak 14 jenis
sudah tahu cara pohon endemik hutan di Jawa Barat.
“Nah, di perkebunan kami, di sini ada
perawatan. typical yang memang asli dari dulu sudah Setelah pohon-pohon berbatang keras
ditanam di sini. Dari pohon-pohon tua itu tumbuh, pohon-pohon kopi ditanam
itu, kami ambil jadikan pembibitan, untuk di antara pohon-pohon tersebut. Dengan
kemudian kami tanam lebih banyak lagi adanya pembinaan dari Pertamina,
pohon kopi typical di area perkebunan,” anggota LMDH Bukit Amanah bisa dengan
katanya. baik menanam dan merawat pohon-pohon
kopi agar berbuah maksimal. “Sekarang
Onil membagikan kisah perjuangan hasil panen kopi di sini bisa mencapai 50
dirinya dalam membangun perkebunan hingga 70 ton dalam satu musim panen,
kopi di lahan hutan yang sudah mengalami atau selama empat bulan. Ini semua
kerusakan, akibat aktivitas penebangan liar. karena petani sudah tahu cara perawatan,
Ia menjelaskan, pada tahun 2017, setelah seperti pemupukan yang pas, mulai dari
kembali menjadi ketua LMDH Bukit Amanah pembuahan dan seterusnya. Sebab,
untuk ketiga kalinya, dirinya fokus untuk pemupukan ini penting, karena kalau tidak
menanam kopi sambil memperbaiki lahan tepat tahun depan hasil panen bukan bagus
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 121
malah berkurang,” katanya. bantuan dari Pertamina, dia masih berharap Harapan kami, nanti
petani-petani di kelompoknya terus di tiap-tiap dua atau
Onil melanjutkan, setelah ada pembinaan mendapat dukungan. Salah satu yang ini
tentang cara menanam dan memetik kopi tengah diusahakan adalah membuat green tiga rumah punya
yang benar, saat ini hampir semua petani house atau tempat penjemuran dengan green house sendiri,
tahu cara pembibitan, pemupukan, hingga jumlah yang banyak. Onil mengungkapkan,
pemetikan ceri kopi yang benar-benar saat ini baru ada dua green house yang yang dibangun di
merah. “Kalau soal petik merah, sudah tidak ada di wilayah perkebunan LMDH Bukit halaman rumahnya.
diragukan lagi, semua petani di sini sudah Amanah. Menurut dia, jumlah itu tidak cukup
tahu hanya memetik ceri kopi yang benar- menampung hasil perkebunan petani saat
benar merah dan matang,” ucapnya. musim panen raya.
Selain memberikan pembinaan, Abah Onil “Harapan kami, nanti di tiap-tiap dua
mengatakan, Pertamina juga memberikan atau tiga rumah punya green house sendiri,
bantuan berupa alat-alat untuk proses yang dibangun di halaman rumahnya.
pascapanen, seperti pulper dan huller. Karena, mungkin untuk menambah mesin-
Dengan alat-alat tersebut, petani tidak lagi mesin produksi agak mahal dan berat,
hanya menjual ceri kopi. Ia mengatakan, juga perlu waktu untuk mendidik semua
alat-alat ini bisa digunakan oleh para petani untuk punya pengetahuan yang
petani kapan pun mereka mau. “Tapi kan sama dalam mengolah hasil panennya.
soal pengetahuan untuk menggunakan Dengan adanya green house yang dekat
alat ini yang belum merata. Ini yang kami dengan permukiman, mereka yang belum
terus lakukan, bagaimana petani punya paham menggunakan mesin jadi tetap
pengetahuan yang sama tentang proses bisa menjemur kopi untuk diproses secara
pascapanen,” katanya. natural,” katanya menjelaskan.
Meski bersyukur sudah mendapatkan
122 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Menurut Abah Onil, keberadaan
green house juga menjadi penting
karena terkait dengan cuaca di
daerah sekitar Gunung Puntang.
“Selain itu, green house juga
sangat diperlukan di sini.
Karena cuaca di sini yang
tinggi curah hujannya, jadi
petani tidak repot menunggu
jemuran mereka,” katanya
melanjutkan.
Dia mengatakan bahwa
bantuan untuk menambah
green house atau tempat
penjemuran sudah mendapat
titik terang. Pertamina pun
siap memberikan bahan-
bahan yang dibutuhkan untuk
membangun green house, tapi
rencana tersebut sedikit terkendala
karena pandemi Covid-19.
Onil mengaku, saat ini pendapatan
masyarakat dari hasil penanaman dan
penjualan kopi pun sudah meningkat. Dia
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 123
masih sering terharu jika melihat perubahan menebang kayu di hutan secara ilegal. Kini tak ada la
kehidupan masyarakat sekitar Gunung Kesejahteraan kami meningkat setelah gi warganya yang
Puntang, khususnya yang menjadi anggota dibina oleh Pertamina EP. Kopi kini menjadi
LMDH Bukit Amanah. harapan baru bagi kami, kopi kami branding mencari rezeki
dengan nama ‘Kopi Puntang Wangi’, yang dengan melakukan
Ia mengatakan, dengan adanya dijual melalui koperasi dan perseorangan,”
bantuan dari Program Masyarakat Peduli katanya. perburuan satwa
Alam Puntang (Melintang), kini tak ada liar dan penebangan
lagi warganya yang mencari rezeki Onil melanjutkan, salah satu masalah
dengan melakukan perburuan satwa liar yang tengah coba diatasi adalah terkait pohon, yang dapat
dan penebangan pohon, yang dapat penyerapan hasil panen dari petani-petani. mengganggu
mengganggu konservasi keanekaragaman Ia mengungkapkan, dari puluhan ton hasil konservasi
hayati di kawasan pegunungan Malabar, panen setiap musimnya, koperasi hanya bisa
Bandung. mengelola dan menyerap sebanyak lima keanekaragaman
ton. Kendala ini juga yang menyebabkan hayati di kawasan
Program Melintang merupakan program petani-petani belum bisa maksimal dalam
yang digagas oleh Pertamina melalui EP mendapatkan keuntungan dari kopi puntang. pegunungan
Subang. Program ini ditujukan sebagai Malabar.
wadah bagi masyarakat untuk meningkatkan “Karena kami butuh modal. Yang dikelola
kapasitas keilmuan, tempat untuk di koperasi kan kami harus membeli dulu
meningkatkan kesejahteraan kehidupan, dan ceri kopinya dari petani, baru diproses
tempat cara masyarakat menjaga kelestarian hingga siap seduh. Dana yang kami punya
lingkungan di Gunung Puntang. baru terbatas dan mampunya cuma sekitar
lima kilo sampai tujuh kilo saja, gak kuat
“Alhamdulillah, sekarang warga kami kalau sampai beli ceri kopi petani
Cempakamulya sudah tidak ada yang sampai puluhan ton, karena koperasi belum
menjadi pemburu satwa liar, apalagi
124 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Insya Allah kami maksimal,” ucapnya. Jadi mereka dapat penghasilan tambahan
amanah, jika ada dari jual ceri dan mengolah green bean,”
bantuan pinjaman Onil mengatakan, tidak mungkin juga katanya.
uang, kami akan koperasi LMDH Bukit Amanah mengambil
bertanggung jawab dulu ceri-ceri kopi dari petani dan baru Solusi kedua agar hasil panen kopi bisa
mengembalikan. dibayar secara tunda. Sebab, petani pun terserap seluruhnya adalah menambah alat-
Sebab ini agar ceri sudah mengeluarkan uang untuk biaya alat produksi pascapanen dan green house.
perawatan dan pemupukan. Menurut Onil, jika ada skema bantuan
petani keserap seperti itu, hal itu akan melindungi petani
semuanya. “Analisis kami, untuk satu pohon kopi itu dari tengkulak.
butuh biaya Rp42.500 untuk perawatan dari
setelah panen sampai panen selanjutnya. “Insya Allah kami amanah, jika ada
Nah, kalau tidak bisa terjual, mereka tidak bantuan pinjaman uang, kami akan
bisa menutupi biaya itu,” katanya. bertanggung jawab mengembalikan. Sebab
ini agar ceri petani keserap semuanya. Jika
Namun, jika ada bantuan modal untuk tidak ada, petani kan sulit untuk jual ceri
membeli ceri kopi dari petani, koperasi kopinya. Ujung-ujungnya jual ke tengkulak.
bisa menyerap dulu. Selanjutnya, ceri kopi Mereka bisa memainkan harga seenaknya,
yang sudah dibayar, diserahkan lagi ke karena merasa petani itu butuh, akhirnya
petani untuk diolah hingga green bean. Dari petani jual rugi. Dampaknya ya tentu saja
hasil penjualan green bean itu nantinya mereka tidak fokus lagi menghasilkan ceri
petani dapat dana tambahan dari jasa kopi terbaik,” katanya menjelaskan.
pengolahan.
Selain berharap LMDH Bukit Amanah
“Kalau sudah jadi green bean harga jadi mempunyai kemampuan untuk menyerap
semakin bagus dan mahal. Keuntungan dari panen kopi dari para petani, Onil juga
green bean itu sebagian kami berikan lagi bermimpi adanya sistem kopi terpadu di
ke petani, untuk biaya jasa pengolahan.
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 125
126 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
wilayahnya. “Jadi, saya bermimpi bisa ada sistem
kopi terpadu di sini. Khususnya, untuk memenuhi
kebutuhan pupuk organik. Nanti semoga ada
bantuan berupa hewan ternak, nah hasil kotoran
ternak itu bisa dimanfaatkan untuk pupuk kandang.
Sekarang harga pupuk kandang sekarung sekitar
Rp15 ribuan, dan dalam satu hektare perkebunan
butuh pupuk paling sedikit 200 karung. Kalau ada
sistem terpadu ini biaya pupuk bisa berkurang,
petani bisa lebih untuk, hanya mereka nantinya
diminta untuk merawat ternak saja, sementara untuk
pembuatan pupuk kami sudah dapat pembinaan dari
Pertamina,” katanya.
Dengan sistem tersebut, petani kopi bisa
dengan mudah untuk memperoleh pupuk organik
dari peternakan yang dibangun di sekitar wilayah
perkebunan, juga mendapat penghasilan tambahan
dari menanam secara tumpang sari. “Selain itu, di
lahan kopi juga bisa ditanami tanaman-tanaman lain
untuk keperluan hidup sehari-hari, seperti sayur. Jadi
petani ada penghasilan bulanan dari jual sayur, ada
penghasilan tahunan dari jual kopi,” katanya.
Onil bersyukur saat ini, pihaknya telah
mendapatkan bantuan dari Pertamina. Menurut
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 127
dia, apa yang diberikan oleh Pertamina itu tak diperhatikan kesejahteraannya, mereka Jadi konsep
menjadi penyemangat bagi petani-petani akan tetap secara sengaja atau tidak yang ada di
untuk mengejar mimpi. “Kini kami bisa merusak dan tak peduli dengan kelestarian pemberdayaan
berharap dan bermimpi, untuk kehidupan alam, karena faktor kebutuhan ekonomi. masyarakat
lebih baik. Dan petani dengan dukungan Hal itu yang disadari oleh Pertamina saat Pertamina itu
ilmu dan bantuan, sarana prasarana, ke datang ke kawasan Pegunungan Malabar, adalah kita
depan bisa bukan hanya menjadi penanam khususnya Malabar, pada tahun 2017. menggabungkan
kopi, melainkan juga berbisnis di industri Pertamina tidak hanya mengusung program tiga pendekatan.
perkopian sehingga semua bisa sejahtera,” untuk pelestarian lingkungan, tetapi juga
ujarnya. pengembangan ekonomi masyarakat.
Upaya Pertamina Tingkatkan “Jadi konsep yang ada di pemberdayaan
Kesejahteraan Petani untuk masyarakat Pertamina itu adalah kita
Lestarikan Gunung Puntang menggabungkan tiga pendekatan. Yang
pertama adalah pendekatan pemberdayaan
Pelestarian alam serta kekayaan masyarakatnya, kemudian pelestarian
hayati yang ada di dalamnya, menjadi isu alamnya, juga peningkatan ekonominya.
penting yang mengemuka saat ini. Namun, Sehingga tiga aspek itu menjadi dasar
melestarikan alam seperti hutan tanpa utama setiap programnya,” ujar Vice
memperhatikan kesejahteraan masyarakat President CSR & SMEPP Pertamina, Arya Dwi
yang tinggal di wilayah sekitar bisa jadi Paramita, kepada tim ekspedisi Republikopi.
hanya dongeng panjang tanpa akhir. Jika
Arya menjelaskan, sejak tahun 2017
hingga sekarang, Pertamina sudah
menjalankan beberapa fase. Mulai dari
inisiasi, pemantapan, pembinaan, sampai
128 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Karena konsep kemudian diharapkan, masyarakat di kaki Gunung Puntang
pelestarian mandiri pada masa berikutnya.
lingkungan itu “Nah, di sini kita melihat bahwa di kawasan Gunung
seperti tadi Puntang di pegunungan Malabar ini memiliki banyak potensi,
salah satunya adalah kopi. Saat teman-teman masuk ke sini,
disampaikan bahwa, kopi ini merupakan salah satu program yang mendampingi
jika lingkungan ini program pelestarian lingkungan. Kenapa? Karena konsep
mau lestari, kita pelestarian lingkungan itu seperti tadi disampaikan bahwa,
harus membuat jika lingkungan ini mau lestari, kita harus membuat apa yang
apa yang bisa bisa dikembangkan untuk mendapatkan nilai ekonomi, yang
dikembangkan maksimal. Sehingga masyarakat di sini bisa mendapatkan
manfaat dari nilai ekonomi tadi,” katanya.
untuk mendapatkan
nilai ekonomi, yang Arya mencontohkan, di kawasan ini banyak tegakan
pohon, yang jika dimanfaatkan bisa melindungi untuk
maksimal. kebun-kebun kopi masyarakat. Kemudian yang kedua
adalah satwa. Satwa di sini salah satunya adalah Owa
Jawa. Owa Jawa itu merupakan salah satu satwa
yang kami lindungi dalam program Pertamina, peduli
terhadap lingkungan hidup.
“Di situ kita melakukan upaya pelestariannya.
Nah, kenapa dikombinasikan dengan kopi, karena jika
tidak ada nilai ekonomi dari kopi, kelestarian alam ini
bisa terancam,” ucapnya.
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 129
130 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Di situ kita Arya melanjutkan, pada masa lalunya yang dilakukan oleh Pertamina sudah ter
melakukan upaya pohon dan satwa dijadikan oleh masyarakat lihat. Mulai dari semakin banyaknya ma
untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. syarakat yang beralih menjadi petani dan
pelestariannya. Masyarakat menebang pohon secara liar, pelindung hutan, serta meningkatnya pen
Nah, kenapa agar kayunya bisa dijual dan mendapat dapatan per orang dari hasil perkebunan
uang. Begitu juga satwa, diburu selain kopi tersebut.
dikombinasikan untuk dikonsumsi dagingnya, juga untuk
dengan kopi, karena diperdagangkan. Hal ini membuat pohon “Kami memberikan pendampingan,
dan satwa yang ada di hutan-hutan pembinaan, dan pengembangan di setiap
jika tidak ada nilai kaki Gunung Puntang semakin tergerus tahapan-tahapan yang tadi saya sudah
ekonomi dari kopi, jumlahnya. Melalui kopi, Pertamina sebutkan. Ini sudah memberikan nilai tam
kelestarian alam ini mengajak masyarakat untuk berubah dari bah ekonomi yang lumayan dan berkali
penebang dan pemburu liar menjadi petani. lip at. Tiga kalinya kurang lebihlah dari
bisa terancam. “Kopi ini nilai ekonomisnya bagus, jika yang sebelumnya. Nah, sekarang juga kita
dikembangkan masyarakat bisa mendapat mengajak anak-anaknya nih. Karena anak-
keuntungan dari sana,” ucapnya. anaknya kan kita harus latih mereka juga.
Supaya nanti mereka memiliki keahlian tidak
Arya menjelaskan, Pertamina membe hanya keahlian yang mereka miliki standar
rikan bantuan berupa fasilitas untuk me di sini. Jadi mereka juga, untuk mengolah
ningkatkan produksi hasil perkebunan kopinya, roastingnya, dan segala macam
mas yarakat di kaki Gunung Puntang, khu itu kita latih gitu. Dan alhamdulillah, anak-
susnya yang merupakan anggota LMDH anaknya sudah mulai terbiasa nih dengan
Bukit Amanah. Selain itu, Pertamina juga bisnis kopi ini. Tentunya kita menciptakan
memberikan pendampingan kepada para generasi yang kemandiriannya lebih baik,”
petani. Menurut dia, dampak positif apa katanya.
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 131
Arya mengatakan, Pertamina berharap masyarakat di sini pendidikannya juga bisa Dan alhamdulillah,
apa yang dilakukan di Gunung Puntang, lebih baik. Kemudian keterampilan mereka, anak-anaknya
bisa menjadi contoh untuk dilakukan di juga kalau aspek lingkungan. Sudah pasti
wilayah-wilayah lainnya. “Jadi harapannya ini terkait dengan kehidupan above the line, sudah mulai terbiasa
memang, di sini tripple bottom line, people, jadi artinya dia kehidupan yang ada di atas dengan bisnis
profit, planet itu bertemu gitu. Jika sudah permukaan bumi. Nah, tegakan-tegakan
bisa mandiri, ini akan menjadi embrio baru pohon ini selain memberi manfaat untuk kopi ini. Tentunya
untuk kita kembangkan di tempat lain,” mereka, itu juga memberikan manfaat untuk kita menciptakan
katanya. paru-paru Indonesia. Jadi, menyerap emisi
dan seterusnya. Nah ini yang menjadikan generasi yang
Ia menjelaskan, karena memang semuanya bisa lebih baik. Satu lagi isu kemandiriannya
konsepnya di pendekatan ISO 26000 itu, banjir. Karena ini ada di dataran tinggi.
ada dua bagian sebenarnya yang disisir. Kalau dataran tingginya terjaga, diharapkan lebih baik.
Pertama adalah community involvement bisa mencegah terjadinya banjir, yang di
development, yang merupakan sektor ke dataran rendah,” katanya menjelaskan. l
tujuh dari core strategic-nya ISO, kemu
dian ada isu lingkungan begitu. Kom
bin asi ini diharapkan bisa mencapai
sustainable development goals, yang sudah
dicanangkan oleh dunia dan di Indonesia
sudah diterapkan.
“Artinya, setidaknya kita bisa meng
angkat kemandirian ekonomi masyarakat,
meningkatkan kualitas pendidikan.
Harapann ya dengan ekonomi meningkat,
132 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 133
ULU BELU
LAMPUNG
Asa Meningkatkan
Mutu Kopi Robusta
R obusta merupakan salah satu kopi andalan
nusantara. Ia menyumbang 70 persen dari
565 ribu ton kopi yang diproduksi di Indonesia
pada tahun 2018-2019. Tidak heran bila robusta
menjadi kopi yang paling banyak dikonsumsi.
Potensinya mendorong perekonomian bangsa juga besar.
Sayang di beberapa sisi, pengelolaannya belum optimal,
terutama dari segi mutunya.
Robusta bagi sebagian besar orang masih dikenal hanya
sebagai kopi ‘pahit’. Cita rasanya tidak selegit arabika.
Kualitasnya juga dinilai rendah. Padahal tidak sepenuhnya
benar. Kopi robusta dapat memiliki mutu baik sekaligus
134 EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA
Fine robusta memiliki karakter rasa unik. Asalkan penanganan dan yang ketat. Bijinya dipastikan berasal
keunggulan dari pemrosesannya dilakukan secara tepat. dari ceri kopi matang (merah) dan melalui
segi kualitas dan pemilahan bertahap.
Petani dan pegiat kopi asal Ulu Belu,
rasa. Dari hasil kopi Tanggamus, Lampung, Kukuh Diki Prasetia Fine robusta memiliki keunggulan dari
ini, misalnya bisa mengakui bahwa peningkatan mutu kopi segi kualitas dan rasa. Dari hasil kopi ini,
menjadi kendala yang masih dihadapi misalnya bisa didapatkan sensasi cokelat,
didapatkan sensasi sejumlah petani. Mereka belum serius kacang-kacangan, rempah-rempah,
cokelat, kacang- mengembangkannya, khususnya di hingga nangka, karamel, dan tebu (sugar
Lampung. Padahal, provinsi pintu gerbang can). Harganya juga lebih tinggi. Dari
kacangan, rempah- Sumatra ini lumbung kopi terbesar kedua tingkat petani bisa mencapai 40 ribu-65
rempah, hingga Indonesia. Produksinya mencapai 90 ribu- ribu per kilogramnya. Bandingkan dengan
100 ribu ton per tahun. Nyaris seluruhnya asalan, yang rata-rata Rp 17-25 ribu per
nangka, karamel, robusta. Namun, dari jumlah tersebut, kilogramnya.
dan tebu. sebagian besar kopinya masih berkualitas
komersial atau “asalan”. Sekilas fine robusta tentu tampak lebih
menguntungkan. Namun, ternyata belum
Kopi asalan merupakan hasil panen banyak petani yang dapat memproduksi
campuran buah hijau-kuning-merah yang kopi dengan grade ini. Kendala bukan
diproses sekadarnya. Ia dijual tanpa proses hanya pada kemauan. “Teknologi dan
sortasi atau pemilahan. Asalan merupakan pengembangan sumber dayanya juga
kopi dengan kualitas paling rendah. memang masih terbatas,” ujar Kukuh.
Rasanya juga dominan bitter. Sementara
mutu paling tinggi adalah grade A atau fine Kukuh menilai pengetahuan, wawasan,
robusta. Hasil kopi ini terbaik karena melalui dan keterampilan petani soal peningkatan
perawatan dan pemrosesan pascapanen mutu kopi memang masih minim. Kalaupun
ada, belum merata, hanya segelintir.
EKSPLORASI ENERGI KOPI NUSANTARA 135
Padahal, potensinya besar dari sisi ekonomi.
Kukuh lahir dan besar di keluarga petani robusta.
Pria kelahiran Kecamatan Gisting, Tanggamus,
Lampung , 19 Maret 1991 ini terbiasa melihat
ayahnya menanam dan mengurus kebun kopi sejak
kecil. Namun, ia saat itu belum menyadari betul
permasalahan kopi yang dihadapi petani seperti
ayahnya. Apalagi, sejak SMP dia merantau ke
Yogyakarta untuk bersekolah hingga berkuliah di
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada 2009,
dengan program studi keperawatan.
Pada periode ini, Kukuh mengaku mulai menaruh
perhatian besar terhadap kopi. Meski masih di
sektor hilir, dia mendapati kopi yang sudah menjadi
olahan di tingkat konsumen nilainya besar. Apalagi,
untuk kopi yang bermutu tinggi. Sambil melakoni
bisnis kopi keliling dan buka kedai di Yogyakarta, ia
perlahan belajar dengan berguru ke sejumlah ahli
dan pegiat kopi.
“Saat itu saya menyadari bahwa satu gelas
kopi bisa sama harganya dengan satu kilo kopi
di Lampung. Saya kemudian terjun ingin belajar
banyak tentang dunia kopi,” ujar dia mengingat.