Gadis kecil itu menerima uang pemberian
kakek. Ia pun membeli burger di pinggir jalan.
Setelah itu ia kembali menghampiri kakek tua itu
untuk sekadar mengucapkan terima kasih. Wajah
gadis itu berseri, kakek tua menyambutnya dengan
senyum gembira.
Sesaat dari seberang jalan terlihat seorang ibu
melambaikan tangannya memanggil gadis kecil itu.
“Iya, Ma!” kata gadis kecil itu. Ia pun segera
masuk ke dalam mobil Alpard bersama mamanya.
Padang, 1 November 2022
290
MOTOR MOGOK
Oleh: Febrian Virijai
Malam sepulang kerja Alex bertemu
seseorang di jalan. Orang tersebut
mengatakan bahwa motor yang ia
kendarai mogok. Orang itu meminta bantuan Alex. Ia
mengatakan harus segera pulang. Anak dan istrinya
telah menunggunya. Alex pun membantu orang itu.
Kebetulan Alex cukup terampil dalam mengatasi
masalah mesin kendaraan.
Tak membutuhkan waktu lama, motor itu
Kembali normal. Motor bisa melaju dengan lancer.
Orang itu berterima kasih kepada Alex. Ia pun segera
berpamitan.
Keesokan harinya Alex dikejutkan berita motor
hilang di kampung halamannya. Motor tersebut
memiliki ciri-ciri seperti motor yang semalam ia
perbaiki karena mogok di jalan. Diduga motor hilang
291
pada malam hari saat si empunya lalai menjaga
rumah.
Padang, 2 November 2022
292
PUASA PENUH
Oleh: Febrian Virijai
Radi adalah siswa kelas 2 SD. Bulan puasa kali
ini merupakan tahun kedua ia berpuasa.
Cukup berat baginya untuk berpuasa. Radi
meminta izin kepada ibunya untuk puasa setengah
hari saja. Namun, ibu Radi selalu menyemangatinya
untuk puasa seharian penuh. Radi pun bertekad untuk
puasa sehari penuh.
Hari ini kegiatan Radi cukup padat. Rasanya ia
ingin sekali membatalkan puasanya. Pagi hingga
siang ia sekolah. Sedangkan sore hari ia mengikuti
kegiatan pesantren Ramadan.
Sesampainya di rumah, Radi tepar dan
langsung tidur. Ibunya membiarkan Radi tidur.
Ibunya tahu kalau Radi pasti kelelahan dengan
seabrek kegiatannya. Karena mendengar azan, Radi
terbangun.
293
“Alhamdulillah, sudah Magrib,” kata Radi
dengan hati gembira. Meskipun berat, Radi berusaha
membuka kedua matanya lebar-lebar.
“Radi, bangun! Sudah azan, Nak,” kata ibu.
Dengan wajah lesu, Radi mengambil air minum
lalu ia pergi ke kamar mandi untuk berwudu.
“Lah, kamu nggak makan dulu, Nak?” tanya
ibu.
“Mau salat Magrib dulu, Bu,” jawab Radi.
Ibu terdiam sambil mengaduk nasi untuk makan
sahur. Tak lama terdengar pengeras suara di masjid
yang membangunkan warganya untuk sahur.
Padang, 4 November 2022
Tentang Penulis
Febrian Virijai lahir 24 tahun yang
lalu di sebuah kota kecil di Kabupaten
Indragiri Hilir, Riau. Profesinya saat
ini adalah menjadi seorang guru mata
pelajaran Fisika di SMAN 1 Keritang,
Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Ia
menamatkan kuliah pada Prodi Pendidikan Fisika S-
1 Universitas Negeri Padang. Saat ini ia sedang
294
melanjkutkan studi S-2 pada jurusan dan universitas
yang sama. Ia mengucap syukur kepada Allah SWT,
berterima kasih kepada orang tua, Kak Usrotun
sebagai ketua KAB, Kak Retna Angraini sebagai
rekan kolaborasi duet buku antologi puisi patidusa
tema Covid-19 dan puisi akrostik tema pengorbanan
yang telah diselesaikan dalam waktu sekitar satu
bulan ini. Febrian telah menerbitkan beberapa buku
antologi puisi, di antaranya Tarian Pena 4321, Semai
Sukma Ksatria, Mak!, Perangko Merah Muda, dan
Desiran Cinta dalam Patidusa bersama anggota
KAB. Ia juga menerbitkan karya antologi Suara Guru
Negeri Seribu Parit untuk Pendidikan dan buku
Meraih Bintang di Bumi Nusantara bersama
komunitas guru penulis se-Nusantara. Karya
terbarunya adalah karya duet antologi pantun
Goresan Tinta dalam Rima. Ia dapat dihubungi di
fbriaannv (IG) dan febrian virijai (FB).
295