51 Bab 10 Skimming & Scanning Materi oleh Aprinansi, S.Pd, M.M Instansi : SMKN 7 PALANGKA RAYA Pengetahuan seseorang akan bertambah dari apa yang dialaminya baik dari apa yang di lihat, di dengar dan di baca. Banyak orang berkata pengetahuan akan bertambah dari membaca. Tentu saja yang kita baca adalah teks atau sebuah buku. Bahkan ada pepatah yang mengatakan bahwa buku adalah jendela ilmu. Jika kita ingin mengupas atau mengetahui isi dari sebuah buku maka kita akan melakukan suatu aktifitas yang dinamakan dengan membaca. Apa sebenarnya makna dari membaca itu sendiri, disini kita akan membahas apa yang dimaksud dengan membaca. MembacaAdalah Suatu proses untuk memahami yang tersirat dalam sesuatu yg tersurat, melihat pikiran yg terkandung dalam kata kata yang tertulis. Didalam membaca kita mengenal beberapa jenis cara membaca yaitu Membaca cepat dan membaca cermat. Disini kita akan mengulas tentang apa yang dimaksud dengan membaca cepat dan membaca cermat terlebih dahulu kita akan mengetahui apa kegunaan atau manfaat dari jenis cara membaca ini.Kegunaan Membaca Cepat* Untuk Mendapatkan materi teks secara umum * Memisahkan materi relevan dengan yang tidak relevan * Mengetahui ide atau tema bacaan Keuntungan:dapat melahap banyak teks, buku, dsb. Kerugian: informasi tidak optimal.Manfaat Membaca Cermat* Mendapatkan pemahaman materi teks secara detil* Mempertahankan konsentrasi* Mengingat dengan jelas apa yang dibaca* Mengikuti langkah-langkah atau arahan secara cermat* Memahami ide atau istilah sulitKerugian: menyita banyak waktu untuk 1 bacaan! Sekarang kita akan mengupas apa yang dimaksud dengan membaca cepat saja dengan dua teknik baca cepat yaitu Skimming dan Scanning. Apa itu Skimming?Skimming artinya (membaca layap/ cepat / sekilas)Skimming adalah cara membaca yang hanya untuk mendapatkan ide pokok bacaan. Skimming merupakan teknik baca cepat untuk mengidentifikasi ide pokok sebuah teks. Jadi anda tidak perlu membaca kata per kata seperti baca normal, jika menggunakan teknik ini.Teknik ini memerlukan Kecepatan baca anda 3 sampai 4 kali lebih cepat dari biasa. Orang akan menggunakan teknik ini jika ada banyaknya bacaan yang harus dibaca dengan waktu yang terbatas. Ingin mencoba menggunakan teknik ini? Mari kita ikuti langkah langkah berikut ini bagaimana cara membaca dengan teknik skimming.
52 Langkah-langkah membaca skimming: * Pertama anda baca judul, sub judul, dan subheading tujuannya untuk tahu apa yang dibicarakan teks tsb. * Kedua Perhatikan ilustrasi yang ada seperti gambar dan foto* Ketiga Baca awal dan akhir kalimat setiap paragraf* Keempat Jangan baca kata per kata, carilah kata kunci (keyword).Itulah empat langkah yang bisa anda coba ya. Selanjutnya kita akan mengetahui apa saja manfaat atau kegunaan teknik baca skimming dibawah ini.Kegunaan membaca skimming* Untuk megenali topik bacaan dan memilih artikel Misalnya di perpustakaan, toko buku, dll. * Untuk mengetahui pendapat / opini orang Misalnya tajuk rencana surat kabar* Untuk mendapat bagian penting yang diperlukan tanpa membaca keseluruhan. Sekarang kita akan membahas teknik yang kedua yaitu teknik membaca cepat dengan cara Scanning. Apa itu Scanning?? MEMBACA SCANNINGDisebut juga membaca tatap atau memindai, sangat cepatTujuannya Untuk mencari informasi secepat mungkin atau memahami teks bacaan secara lebih cepatTeknik ini Tidak bisa digunakan dalam membaca teks yang harus dipahami secara intensif atau apresiatif misalnya : referensi, hukum, puisi. Scanning adalah cara membaca cepat dengan cara melompat langsung ke sasaran yang dicari.Ingin mencoba teknik membaca ini, mari kita ikuti langkah langkah membaca dengan teknik scanning berikut ini. Langkah-langkah membaca scanning 1. Perhatikan penggunaan urutan seperti angka, huruf, dan “langkah” misalnya : pertama, kedua, dst. 2. Cari kata yang dicetak tebal, miring atau dicetak berbeda 3. Kadang penulis meletakkan kata kunci di batas paragraph 4. Gerakkan mata seperti anak panah, langsung meluncur ke bawah untuk menemukan informasi yang dicari. 5. Setelah ditemukan kecepatan membaca diperlambat untuk menemukan keterangan lengkap. 6. Pembaca dituntut memiliki pemahaman yang baik sesuai karakteristik bacaan misalnya, kamus disusun secara alfabetis dan ada kata kunci di setiap halaman; dll. Contoh membaca scanning Silahkan anda mencoba lakukan teknik mana yang dirasa diperlukan dengan kedua teknik membaca cepat dengan kebutuhan masing-masing ya. Berikut ada beberapa tips yang bisa di coba jika ingin melakukan teknik membaca cepat tadi. TIPS Membaca Lebih Cepat ( Phillips, Ann Dye and Peter Elias Sotiriou. Steps to Reading Proficiency. 3rd Edition. Belmont, California: Wadsworth, 1992.)
53 ➢ TIPS 1 Tinggalkan cara membaca dengan lisan (100-300 wpm), lakukanlah dengan hati (> 800 wpm). ➢ TIPS 2 Gunakan pengetahuan bahasa Anda, seperti pola kalimat, logika berpikir, kata perangkai kalimat, dan kata kunci (keywords), sebaliknya hindari kata-kata tugas karena tidak penting untuk pemahaman. Cara ini menghemat 10-50 % kata-kata yang tidak penting. ➢ TIPS 3 Gunakan gerakan mata, bukan gerakan kepala secara efektif untuk menghemat waktu beberapa detik lagi. ➢ TIPS 4 Terapkan pengetahuan membaca yang Anda dapat, scanning, dan skimming. ➢ TIPS 5 Biasakan diri dengan deadline waktu. Adanya tekanan waktu (time pressure) akan membantu Anda untuk lebih konsentrasi pada materi bacaan. ➢ TIPS 6. Jika keenam Tips di atas tidak berhasil membantu Anda secara drastis, mulailah memacu tingkat pembacaan Anda dengan mengunakan alat. Alat yang dimaksud adalah jari anda. Gunakan jari anda dengan cara memindahkan dari kiri ke kanan secara cepat per baris. Cara ini efektif kalau Anda ingin menghendaki per baris, jika tidak langkaui dari atas ke bawah menurut keyword atau kalimat topik. Cara ini umumnya menaikkan kecepatan baca hingga 400-800 wpm. Jika Anda puas silahkan coba dengan cara terbaik membaca adalah dengan mata dan otak (konsentrasi), bukan dengan lisan (bicara), gerakan kepala, atau memakai jari Slogan yang perlu diingat: "Bacalah ide pada teks, bukan kata-kata."Be an Active Reader Link youtube VCT batch 2 Skimming & Scanning https://youtu.be/BEkxfHi7b4g
54 Aprinansi, S.Pd, M.M, Guru PKBM Bina Palangkaraya Dan Dosen STIE YBPK Palangkaraya Nama Lengkap: APRINANSI, S.Pd, M.M Nama Panggilan : Nancy Tempat/ tanggal lahir: Palangkaraya / 19 April 1983 Pendidikan terakhir: * S-1 fakultas pendidikan Bahasa Inggris Universitas Palangkaraya (2001-2006) * S-2 fakultas Manajemen Pendidikan STIE Indonesia Malang (2010-2012) Riwayat pekerjaan: * SMKN Negeri 7 Palangkaraya (2009- sekarang) * Tutor Paket C, B, A di PKBM Bina Insan Palangkaraya (2007- sekarang) * Dosen Bahasa Inggris di STIE YBPK Palangkaraya (2015 – sekarang) Nomor wa. : 0852 8156 8384 Alamat email. : [email protected] Link youtube https://youtu.be/BEkxfHi7b4g
55 Bab 11 Produk Kreatif HOBS (Hidroponik Bertenaga Surya) Materi oleh Aris Wisnu Wardana, S.Pd Instansi : SMK Negeri 1 Tuban Petani Hidroponik kini menjadi pilihan bagi masyarakat untuk mensiasati budidaya tanaman produktif dengan lahan yang sempit. Masyarakat mengungkapkan bahwa mereka lebih senang memilih menjadi petani hidroponik karena waktu pengerjaannya lebih cepat, tidak memerlukan lahan yang luas dan hasil budidayanya lebih bagus kualitasnya dibandingkan dengan jika bercocok tanam dengan media tanah yang memerlukan lahan yang luas dan waktu pengerjaannya lebih lama, hal ini didukung dengan ungkapan – ungkapan yang terucap dari masyarakat. Di zaman sekarang, sebagian masyarakat lebih memilih untuk membeli hasil olahan dari bahan hidroponik dikarenakan sifatnya yang alami sehingga sangat baik untuk dikonsumsi. Hal tersebut menjadi peluang untuk meraih rezeki atau keuntungan. Apalagi kini perkembangan di dunia pertanian semakin pesat, hal ini semakin membuat masyarakat lebih membutuhkan para petani hidroponik untuk perbaikan kualitas hidup mereka ditunjang lagi dengan biaya perawatan tanaman dan pengolahan lahan yang lebih efisien dibandingkan dengan biaya perawatan tanaman dan pengolahan lahan dengan media tanah. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa survey yang telah dilakukan pada masyarakat. Para masyarakat juga berpendapat bahwa salah satu keuntungan mengkonsumsi hasil olahan petani hidroponik adalah mereka tak perlu menunggu hasil panen yang lama. Hidroponik sendiri berasal dari kata Yunani yaitu Hydro yang berarti Air dan Ponos yang artinya Daya. Jadi, hidroponik memiliki pengertian secara bebas teknik bercocok tanam dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Dimanapun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Pada intinya, tumbuhan masih dapat tetap hidup tanpa adanya unsur hara dari tanah, karena digantikan dengan nutrisi yang dilarutkan bersama dengan air pada media hidroponik.Pada metode penanaman hidroponik ini, media yang biasa digunakan adalah rockwool. Keuntungan dari penggunaan metode penanaman hidroponik ini antara lain : - Tidak membutuhkan tanah - Air akan terus bersirkulasi di dalam sistem dan bisa digunakan untuk keperluan lain, misalmnya - Pengendalian nutrisi lebih sederhana sehingga nutrisi dapat diberikan cara lebih efektif dan efisien - Relatif tidak menghasilkan polusi nutrisi kelingkungan
56 - Memberikan hasil yang lebih banyak - Mudah dalam memanen hasil - Steril dan bersih - Media tanam dapat digunakan berulang kali - Bebas dari tumbuhan pengganggu / gulma - Tanaman tumbuh lebih cepat Untuk keperluan hiasan, pot dan tanaman akan relatif lebih bersih. Sehingga untuk merancang interior ruangan dalam rumah akan bisa lebih leluasa dalam mendapatkan pot pot hidroponik. Bila tanaman yang digunakan adalah tanaman bunga, untuk bunga tertentu bisa diatur warna yang di kehendaki, tergantung tingkat keasaman dan basa larutan yang dipakai dalam pelarut nutrisinya. Pompa air kebun hidroponik merupakan alat utama untuk mengalirkan air dalam budidaya tanaman dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan nutrisi bagi tanaman, selain bahan utama pipa dan rockwool. Para petani budidaya tanaman dengan sistem Hidroponik pada umumnya menggunakan tenaga untuk mengalirkan pompa hidroponiknya dengan aliran listrik yang bersumber dari rumah. Namun sayangnya,petani yang menggunakan tenaga listrik yang bersumber dari rumah dapat membuat petani memerlukan biaya tambahan yang tidak murah karena dengan budidaya tanaman sistem hidroponik air yang digunakan untuk pemenuhan nutrisi tanaman harus mengalir dari waktu pagi sampai dengan sore hari agar tanaman tumbuh dengan baik. Selain itu para petani hiroponik juga disibukkan dengan menyambung dan memutus aliran listrik untuk menghemat biaya. Oleh karena itu,untuk mengurangi tenaga manusia dan untuk mengurangi biaya penggunaan listrik rumah dirancanglah Produk Kreatif HOBS dengan merekayasa pompa air kebun hidroponik menggunakan energi matahari yang tidak akan pernah habis ketersediaannya dan energi ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif yang akan diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan sel surya atau solar cell. Pemanfaatan energi cahaya matahari merupakan bentuk energi terbarukan dalam pemanfaatan salah satu sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Solar panel adalah pembangkit listrik yang menggunakan sel surya Solar Photovoltaic, (PV) untuk mengubah sinar radiasi matahari menjadi energi listrik," . Indonesia sebagai negara tropis yang terletak di kawasan katulistiwa, memiliki potensi energi matahari yang melimpah yang bersinar sepanjang tahun, Radiasi harian rata-rata energi surya adalah 4.8 KWh/m2. Karenanya, sistem panel surya dapat dipasang dimana saja di seluruh wilayah Indonesia selama lokasi terkena sinar matahari dan tidak terhalang oleh bayangan benda apapun. Dengan potensinya yang sangat besar dan merupakan sumber energi yang tak terbatas dan ramah lingkungan, energi matahari dapat menjadi sumber energi utama di masa depan Solar cell dapat digunakan lebih dari satu pompa hidroponik dan dilengkapi dengan timer sehingga petani hidroponik bisa menambah lahan tanamnya tanpa disibukkan dengan menyambung dan memutus aliran listrik dari rumah, semua kemudahan itu sudah terangkai dengan baik dalam kotak kecil yang diberi nama White Box. White box sendiri berisi charger controler, inverter, saklar dan timer, serta aki sebesar 14 Ah yang digunakan untuk mensupply Pompa Air 220V yang digunakan mengaliri air kebun Hidroponik. Kemudian diatasa instalasi white box ada solar cell sebesar 50 WP untuk mencharge aki
57 sehingga daya aki akan selalu terisi oleh energi listrik dari solar cell tersebut. Diharapkan dengan teknologi ini dapat menjadi solusi sehingga budidaya tanaman hidroponik dapat berlangsung dengan mudah,efisien dan efektif Pembuatan Instalasi Hidroponik: 1. Siapkan Pipa sesuai ukuran 2. Potong pipa yang memiliki ukuran lebih besar menjadi beberapa bagian 3. Setelah itu untuk pipa yang akan di letakkan di bagian atas, beri lubang kecil 4. Instalasi pipa atas ini digunakan sebagai media tanam 5. Jangan lupa beri tutup pipa yang telah dilubangi pada tiap ujung bagian pipa untuk saluran air dan pembuangan 6. Letakkan box berukuran sedang dibawah instalasi untuk menampung air dan nutrisi kebun hidroponik 7. Dalam box tersebut tempatkan pompa air untuk untuk mengalirkan air dan nutrisi 8. Jangan lupa Box diberi lubang 2 untuk saluran pembuangan dan aliran air keatas Rangkaian Instalasi White Box: • Charger Controller • Accu • Inverter • Sakelar • Timer • Pembuatan Instalasi Surya Cell sebagai berikut: • Panel Surya 50 Wp • Besi siku sebagai dasar untuk peletakkan Panel Surya • Besi/ Galvalum untuk konstruksi • Lempengan besi/ triplek untuk alas white box (instalasi vontrol charger, inverter, accu, saklar dan timer) Produk Kreatif HOBS diharapkan dapat memangkas biaya petani hidroponik yang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk aliran listrik yang bersumber dari rumah. Dari survey Kebutuhan biaya dalam satu bulan untuk biaya mengisi ulang pulsa listrik. Menurut Bapak David seorang petani hidroponik yang berada di daerah Widengan, untuk 1 pompa dalam satu bulannya rata-rata membutuhkan pengisian ulang pulsa listrik Rp.11.000,- dengan lama pemakaian pompa selama 10 jam dengan asumsi pompa air menyala mulai jam 7 pagi sampai jam 5 sore. Ini berarti biaya perharinya untuk 10 jam pemakaian sebesar Rp.367,-. Perbandingan penggunaan Surya Cell dengan memakai panel 50 WP dan Accu 14 AH adalah 5 jam charge bisa menyalakan pompa air 30 watt selama 5 jam. Ini berarti PK David bisa
58 menghemat perharinya Rp. 183,5, jadi Ketika menggunakan alat inovasi ini Pk David hanya membutuhkan biaya sebesar Rp. 5.505 Aris Wisnu Wardana, S.Pd Nama Lengkap : Aris Wisnu Wardana, S.Pd Tempat/ Tanggal Lahir : Lamongan/ 10 Oktober 1985 Pendidikan Terakhir : S-1 Pendidikan Ekonomi –Tata Niaga Nomer Wa : 085609180170 Alamat Email : [email protected]
59 Bab 12 Pembuatan kompos dengan cepat dan murah Materi oleh : Budi Nuryani, SP SMKN 1 Salam Magelang Tanaman akan hidup dengan sehat dan subur selain disebabkan oleh faktor genetis yang dibawanya ,dapat juga dikarenakan faktor fenotif atau lingkungan yang mendukungnya. Lingkungan tanaman diantaranya adalah iklim cuaca, tanah dan sebagainya. Tanaman yang sehat produktif tergantung pada tiga hal yaitu : Tanah, Tanaman dan Pupuk. Tanah adalah media tanaman yang digunakan untuk untuk tumbuh berkembang. Kandungan tanah terdiri dari mineral, bahan organic, udara dan air. Semuanya penting bagi tanaman. Makanan tanaman adalah bahan organik. Disediakan oleh manusia dengan istilah pupuk. Pupuk ada 2 macam yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik . Pupuk Organik disebut pula pupuk alami yang dibuat dari bahan-bahan yang alami dari lingkungan . Pupuk Anorganik adalah pupuk kimia atau sintesis yang dibuat manusia dengan tujuan menyamai makanan yang di butuhkan oleh tanaman secara alami. Bahan organic dan identic dengan unsur hara yang dibutuhkan tanaman juga ada 2 jenis yaitu unsur hara makro dan mikro. Unsur hara makro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan kembang dalam jumlah yang banyak disebut juga unsur hara esenssial. ( C,H,O,N,P,K,Ca,Mg, S). Unsur hara mikro adalah unsur hara non esenssial. Jumlah yang di butuhkan tanaman dalam jumlah yang sedikit tapi harus ada. Unsur hara non essensial adalah unsur hara selain yang makro contohnya ( Br, Fe, Mn, dll). Secara alami kita bisa menyediakan pupuk bagi tanaman itu melalui hasil karya kita yaitu lewat pengomposan. Apa bahan yang dibutuhkan?. Bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan kompos kali ini adalah bahan dari sampah Apa itu sampah ?. Sampah merupakan materi sisa yang tidak diinginkan, setelah berakhirnya suatu proses. Berdasarkan komposisi kimianya , maka sampah dibagi menjadi sampah organic dan sampah anorganik. Kegiatan atau aktivitas pembuangan sampah merupakan kegiatan yang tanpa akhir. Oleh karena itu perlu system pengelolaan sampah yang baik. Pengelolaan sampah dapat dilakukan secara preventif, yaitu memanfaatkan sampah salah satunya seperti usaha pengomposan Pengomposan adalah proses dimana bahan organic mengalami penguraian secara biologis khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organic sebagai sumber energy. Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Banyak keluhan – keluhan yang sering kita dengar sekarang dengan adanya sampah-sampah dari pembalut bayi maupun dari pembalut orang dewasa yang didalamnya justru bahan berupa jeli menyerap cairan. Jadi kalau membuang sampah tanpa membuka pembalut justru akan menyerap air ,sehingga pembalut menggelembung dan berpotensi menjadi sampah yang bisa menyumbat aliran air. Tidak hanya pembalut. Sampah – sampah yang tidak dikelola dengan baik semua menyebabkan permasalahan sebagai contoh lainnya adalah somber polusi dan sumber penyakit.. Solusi dari semua permasalahan tersebut adalah membuat sampah menjadi kompos.
60 Manfaat Kompos : • Dilihat dari aspek Lingkungan • Mengurangi polusi udara karena adanya pembakaran limbah. • Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan • Terhindar dari sumber – sumber penyakit • Dilihat dari aspek Ekonomi • Menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan limbah • Mengurangi volume/ ukuran limbah • Memiliki nilai jual yang lebih Dari proses pembuatan kompos dibagi menjadi 2 yaitu : 1. Kompos alami Kompos alami adalah kompos yang dihasilkan dari proses alami. Dalam pembuatan kompos ini, dalam proses pembuatannya berjalan dengan sendirinya. Manusia hanya membantu mengumpulkan bahan, menyusun bahan untuk selanjutnya proses composing/pengomposan berjalan dengan sendirinya.. Kompos yang dibuat alami memerlukan waktu pembuatan yang lama yaitu mencapai waktu 3 – 4 bulan bahkan ada yang mencapai 6 bulan. 2. Kompos buatan Kompos buatan merupakan pembuatan kompos dengan campur tangan manusia, adalah pembuatan kompos yang sejak dari penyiapan bahan ( pengadaan bahan dan pemilihan bahan), perlakuan terhadap bahan, pencampuran bahan, pengaturan temperature, kelembaban , konsentrasi oksigen, dibawah pengawasan manusia, atau dengan defisnisi yang lain kompos buatan adalah suatu proses pembentukan kompos yang dibuat manusia biasanya dibantu dengan penambahan activator pengurai bahan baku kompos yaitu biasa disebut STARTER / STARBIO. Starbio atau starter ini diberikan berawal dari usaha manusia dalam rangka membuat kompos bagaimana caranya biar cepat. Kompos alami sangat lama proses jadinya, padahal kompos ini sangat diperlukan tanaman karena merupakan bahan makanan tanaman yang bersifat alami ,pemberian dalam jumlah yang banyak tidak akan memberikan efek toksin seperti pupuk- pupuk buatan dan harganya relative lebih murah karena bahannya banyak berasal dari limbah . Kompos ini juga mempunyai kandungan unsur hara yang lengkap ,yaitu mengandung unsur hara mikro dan makro. Starter/ Starbio adalah Mikro organisme decomposer ( yang terdiri dari bakteri pengurai, cendawan atau mikroba pengurai lainnya) yang telah diisolasi yang digunakan untuk mempercepat proses dekomposisi bahan organik. Penggunaan starter dapat mempercepat proses pengomposan dari 4- 6 bulan menjadi 3 – 4 minggu.
61 Beberapa bahan activator/starter yang dikenal di pasaran banyak sekali. Contoh merk dagangnya diantaranya adalah OrgaDec, Stardec, EM-4, Harmony, Fix-up plus, Tricomuna , Tricoderma, dan MOL . MOL yang merupakan singkatan dari Mikroorganisme local ini yang akan kita buat dengan menggunakan bahan – bahan sisa makanan. Sebelum kita membuat mol , kita mengenal dahulu apa kandungan yang ada dalam starter atau strarbio tersebut. Mikroba yang terdapat dalam starter / starbio ini bermacam-macam terkgantung yang membuatnya. Secara global terdapat 5 golongan yang pokok atau wajib kita ketahui yaitu Laktobacillus sp, Steptomycetes sp, Actinomycetes, Ragi dan bakteri fotosintetik. Sebenarnya manfaat MOL banyak diantaranya adalah untuk : 1. Dimanfaatkan sebagai PCO (pupuk Cair Organik ). Artinya pupuk yang langsung digunakan untuk memupuk tanaman dengan cara penyemprotan atau penyiraman , setelah di encerkan terlebih dahulu. 2. Dimanfaatkan sebagai decomposer atau biang kompos untuk mempercepat pembuatan kompos ( Yang akan kita buat). Dimanfaatkan untuk pestisida nahati untuk mengusir hama. Bahan yang bisa di pakai untuk pembuatan MOL sebenarnya adalah hampir semua bahan yang mendekati busuk atau sudah busuk. Mengapa demikian ,ini dikarenakan bahan- bahan yang hamper busuk dan sudah busuk ini semuanya mengandung mikro organisme pengurai . mungkin bakteri, jamur atau yang lainnya . Mikroorganisme ini yang akan kita jadikan starter,membantu mempercepat penguraian bahan - bahan yang lain. Sehingga diserap tanaman.. MOL ( Buah – buahan ) Skala Rumah Tangga. Bahan : • Berbagai jenis buahan- buahan (yang mengandung gula) yang sudah busuk, dana tau sisa buah yang lunak (250 gram). • air matang/ air cucian beras ( 1 liter) • Tetes tebu atau gula pasir atau gula jawa ( 3 sdm). Alat : • Pisau atau blender • Botol plastic 1,5 liter • Cara pembuatannya adalah dengan jalan • Memasukkan air matang/ air cucian beras dan tetes tebu kedalam botol yang sudah dibersihkan. • Potong kecil-kecil atau blender buah busuk dana tau sisa kulitnya, masukkan ke dalam botol yang sudah terisi tadi. • Bila sudah keluar buih dipermukaan , MOL siap digunakan. Starter /starbio yang kita buat dari MOL buah-buahan telah siap dan bisa langsung digunakan untuk membantu mempercepat pembuatan kompos.
62 Pembuatan kompos buatan yang akan kita buat ini sebenarnya juga banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor yang mendukung kesempurnaan kualitas kompos itu sendiri diantaranya : • Ukuran bahan ( ukuran bahan antara 3-5 cm,sedangkan bahan organic keras berukuran 0,5 – 1 cm. • C/ N kompos ( nilai C/N ratio kompos mendekati tanah yaitu berkisar antara 25 sampai 35. • Kandungan air/kelembaban sebaiknya antara 30 – 40 %, hal ini ditandai dengan tidak menetesnya air apabila bahan digenggam. • Suhu wal sekitar 400C optimum 55 – 60 celcius. • Derajat keasaman PH netral • Aerasi lancar (proses keluar masuknya udara ). • Apabila faktor-faktor diatas terpenuhi maka kompos akan optimal hasilnya. Bahan-bahan pembuatan kompos diantaranya : Jerami padi, serbuk gergaji, rerumputan(alang-alang), sisa sayuran/buah – buahan (misal : ceisin,kangkung,buncis,kulit pisang , kubis dll), sisa tanaman lainnya ( misal : daun jagung, kacang-kacangan,daun semangka dll). Kotoran ternak (misal : kotoran sapi, kerbau, kambing dll), air untuk menaikkan kelembaban dan starter mikroba pengurai (MOL). Cara Pembuatan Komposnya : 1. Larutkan bioaktivator / starter sebanyak 3 % dari bahan sampah organic, diamkan selama 1 jam. 2. Siramkan/cipratkan larutan bioaktivator pada bahan organic sampai membasahi semua. 3. Campur semua bahan organic yang telah disiram sampai rata. Pencampuran bahan organic dengan ratio C/N terbaik sehingga proses pengomposan berjalan cepat. 4. Bahan sampah organic dimasukkan dalam wadah tertutup atau wadah yang biasa disebut composer . Pada proses pertama composing akan mencapai suhu 45- 65 0C selama kurang lebih 2 – 3 hari. 5. Proses decomposer sampah akan berjalan melalui aerob kurang lebih selama 10 hari, dijaga suhu dan kelembabannya . Apabila panas sangat tinggi maka sering di aduk atau di balik- balik. 6. Penurunan suhu yang stabil dan perubahan bau serta warna menandakan sampah organic sudah menjadi kompos. Ciri-ciri kompos matang diantaranya adalah : Bentuk fisik sudah menyerupahi tanah dengan warna coklat kehitaman, Bau kas kompos, suhu stabil mendekati suhu ruangan. Apabila kompos ini digunakan sebagai pupuk, akan memberikan efek positif membuat tanaman menjadi sehat dan pertumbuhan cepat.
63 Budi Nuryani, SP, Guru SMKN 1 Salam Budi Nuryani,SP lahir di Pati, Jawa Tengah, 9 Januari 1971. Anak kedua dari 4 bersaudara. Ia menyelesaikan sekolahnya di SMP dan SMA Rembang. Melanjutkan pendidikan S1 di INSTIPER Yogyakarta. Mengambil Jurusan Budidaya Perkebunan. Menyelesaikan studi di tahun 1994. Selesai kuliah mengikuti Pendidikan Perbankan Syariah di Bandung, 1996. Menjadi seorang guru setelah menyelesaikan program pemerintah Akta IV di Cianjur kerjasama dengan IKIP Bandung di tahun 1998. Penugasan CPNS dijalaninya di SMK Negeri 1 Salam, SMK pertanian yang berada di mencetak Kabupaten Magelang, Krapyak Seloboro Salam. SMK yang luasnya sekitar 9 ha inilah yang menghantarkan dirinya menjadi guru PNS yang mencintai anak didik di mana mereka rata-rata berasal dari kalangan menengah ke bawah. Dengan penuh keikhlasan generasi muda untuk mencintai pertanian di tengah berkembang pesatnya teknologi. Sering diminta menjadi Instruktur Pelatihan tentang Pemanfaatan Limbah Lingkungan di desa–desa. Instruktur Pelatihan Pembuatan Pestisida Organik kerjasama Dinas Pendidikan dan Transmigrasi. Aktif memotivasi sebagai wakil ketua dalam musyawarah guru mata pelajaran Agribisnis Produksi Tanaman yang ada di wilayah Kabupaten Magelang. Ibu 4 orang anak ini ,punya hobi yang sebenarnya adalah membaca novel yang romantis dan novel yang berbau religi. Sebagai seorang ibu dengan 4 orang anak juga sangat menyukai ilmu masakmemasak. Dalam hidupnya dia memiliki moto mengalir melakukan yang terbaik untuk keluarga dan sesama. Menjadikan hidupnya bermanfaat untuk orang banyak. InsyaAllah dengan tulisan– tulisannya akan ikut menyebarkan kebaikan bersama. Semoga Allah meridai semua keinginannya Aamiin YRA. Bab 13 Mendulang rupiah melalui bisnis online Materi oleh: Dian Tri Riska E, S.Pd SMKN 1 Bakung Kab. Blitar
64 Dampak Revolusi Industri 4.0 secara fundamental mengubah cara kita hidup, bekerja dan berhubungan satu sama lain. Hampir semua aspek kehidupan bersinggungan dengan yang namanya teknologi internet. Berdasarkan data yang dipaparkan oleh pengamat ekonomi sekaligus peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira, pada Januari 2018 diketahui terdapat 117,9 juta pengguna aktif telepon genggam, dari total 265,4 juta populasi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 130 juta di antaranya merupakan pengguna aktif media sosial dan 132,7 juta pengguna aktif internet. Bahkan tak sedikit yang menggunakan internet tidak hanya sekedar untuk chatting atau bermedia sosial, tetapi juga memanfaatkan bagi keuntungan usaha mereka. Ya.., bisnis online yang sekarang ini marak di kalangan masyarakat. Kemudahan online membuat bisnis ini semakin digandrungi oleh masyarakat. Lalu apakah orang awam dapat mendulang rupiah melalui bisnis online ini? Siapapun bisa terjun ke dunia bisnis online asalkan ada kemauan, niat, dan kesungguhan. Lalu apa yang bisa kita lakukan bila kita hendak memulai bisnis online? Di bawah ini akan dipaparkan tips-tips memulai bisnis online bagi pemula. 1. Miliki Mindset yang benar mengenai Bisnis Online Pondasi yang penting dalam memulai bisnis online ini adalah mindset atau cara pandang kita di dalam menyika pi bisnis online itu sendiri. Untuk menumbukan mindset bisnis ini bukanlah proses yang instan. Kesabaran, ketekunan, dan bahkan dibutuhkan pula pengorbanan pikiran, tenaga, dan finansial yang tidak sedikit. Proses belajar ini pastilah menimbulkan ketidaknyamanan. Ketidaknyaman itu adalah indikasi dimana kita sedang belajar. Tetaplah fokus dan lakukan sekarang juga. Untuk menemukan passion bisnis ini, tidak perlu memulainya dengan sempurna. Ketika kita ingin memulainya dengan sempurna, akan membuat kita takut untuk melangkah dan takut salah. Akhirnya kita hanya menunda-nunda dan tidak pernah melakukannya. Ketika kita sudah menemukan passion, tekunilah bidang tersebut, carilah informasi yang diperlukan, dan selesaikan hingga tuntas. Dengan begitu, proses pembelajaran akan berlangsung secara otomatis. Namun kita tidak boleh lupa, bahwa yang namanya membangun bisnis itu sama juga artinya dengan membangun aset. Artinya kita juga harus memikirkan bagaimana membangun sistem. Jadi membangun bisnis online bukan semata-mata jualan online saja. Namun alangkah baiknya kita juga bisa membangun sistem alur bisnis, membangun tim kerja, mengumpulkan modal kerja, membeli software / aplikasi yang kita butuhkan, termasuk juga membuat website yang berguna sebagai tools marketing online, dan lain sebagainya. 2. Mulai Jualan (Tentukan Produk yang akan Dijual) Ketika kita menjalankan bisnis online, kita harus menentukan produk yang akan kita jual. Lalu bagaimana kita menentukan produk yang tepat? Di
65 bawah ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menemukan produk yang akan dijual: a. Carilah apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Kita bisa melakukan riset produk dan mencari produk-produk yang perputarannya cepat. b. Jadilah problem solver Jadilah problem solver atau pemberi solusi dari permasalahan orang-orang. c. Tukar manfaat yang bisa diberikan menjadi sebuah bentuk transaksi yang saling menguntungkan. Langkah ini merupakan tahap yang penting dalam memulai bisnis online. Kebanyakan orang salah langkah pada tahapan ini. Mereka terlalu berfokus pada produknya dulu, bukan pada kebutuhan orang-orang. Sehingga banyak yang tumbang sebelum mencapai penjualan pertama. 3. Buat Website / Toko Online Anto Wiyono, pemilik jasa laundry, cuci helm dan sepatu bernama Animo, adalah salah satu contoh pengusaha UMKM yang go-online juga mengungkapkan banyak pelaku bisnis online yang mengira bahwa akun media sosial, seperti Instagram atau facebook, cukup untuk mempromosikan produk dan jasa yang ditawarkan. Padahal, media sosial saja masih kurang mengingat perilaku konsumen yang lebih dulu merujuk ke mesin pencarian dibandingkan media sosial ketika mencari suatu barang atau jasa. Lebih lanjut menurut survey yang dilakukan oleh JAKPAT Survey, didapatkan hasil bahwa sekitar 82 persen orang mencari informasi tentang toko melalui mesin pencarian dan tidak bisa dipungkiri yang terbesar adalah Google. Bahkan, orang kerap mencari benda yang remeh melalui internet, misalnya es batu. Jadi jangan keliru berpikir usaha kecil tidak membutuhkan informasi yang lengkap di internet. Jadi tahapan ketiga dari memulai bisnis online ini adalah membuat toko kita secara online. Toko online atau website harus kita buat bila kita hendak memulai bisnis online. Toko online ini nantinya kita gunakan sebagai tempat jualan online atau berpromosi di internet. Ada banyak marketplace yang bisa dimanfaatkan untuk toko online kita seperti Shoope, Lazada, Buka Lapak, Tokopedia, Zilingo, dan masih banyak lagi. Konsistensi update untuk mengelola baik website maupun akun di media sosial juga harus dilakukan pebisnis online agar tak mengecewakan pelanggan. 4. Promosi Online Setelah website jadi, kita bisa mengisinya dengan informasi produk/ jasa kita. Sebaiknya isilah website dengan konten yang meyakinkan. Untuk materi konten websitenya, haruslah memuat informasi mengenai profil usaha, galeri gambar produk/jasa beserta keterangannya, alamat
66 usaha lengkap dengan cara menghubungi kita, cara pemesanan dan form order nya, serta logo usaha kita. Informasi toko yang lengkap berpotensi mendatangkan >38% kunjungan dan >29% pertimbangan untuk membeli Karena ini akan menjadi sarana promosi dan kantor online, maka kita gunakan kata-kata yang pantas untuk ditampilkan di website. Mengapa hal ini penting? Karena bisa membawa dampak yang luar biasa bagi entitas usaha dan bisnis kita yakni pengakuan dan t rust/kepercayaan dari calon konsumen maupun pelanggan. 5. Temukan Mentor dan Mitra yang Positif Dalam masa awal membangun bisnis online ini, kita bisa mencari mentor. Dialah yang akan “membimbing” kita baik secara langsung maupun tidak langsung. Mentor ini bisa teman kita, orang tua, saudara, guru, dosen, maupun pelaku bisnis yang kita anggap sudah berhasil dalam bidang usaha yang digelutinya. Dengan adanya mentor ini, kita bisa mempercepat proses trial and error yang kita butuhkan selama berproses menuju puncak. Selain itu, kita bisa bergabung dengan komunitas bisnis dan komunitas-komunitas lain yang mendukung tujuan kita, serta milikilah lingkungan yang positif. Ini juga akan sangat mendukung proses belajar kita supaya lebih kondusif dan terarah. Semakin sering kita bertemu, berkumpul, dan berdiskusi dengan orang-orang yang satu vibrasi dan satu visi, kita akan menemukan berbagai peluang dan dukungan untuk saling support, berbagi semangat, dan ilmu. Itu adalah aset penting yang perlu kita miliki untuk melangkah maju. Dian Tri Riska Ekawati, S.Pd, Guru SMKN 1 Bakung Nama Lengkap : Dian Tri Riska Ekawati, S.Pd Tempat, Tanggal Lahir : Blitar, 02 Mei 1986 Pendidikan Terakhir : S1 Pendidikan Bahasa Inggris STKIP PGRI Blitar Riwayat Pekerjaan : Guru Bahasa Inggris SMKN 1 Bakung Kab. Blitar (2015 – sekarang) Nomor WA : 0852 332 68 402 Email : [email protected]
67 Bab 14 Pembelajaran matematika melalui google classroom sebagai kelas digital dengan aplikasi GEOGEBRA Materi oleh Didi Pianda, S.T., MSM. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini telah berkembang pesat, perkembangannya sangat berpengaruh pada dunia pendidikan. Berbagai model pembelajaran dengan memanfaatkan komputer dan smatphone sangat memungkinkan untuk meng-handle perkembangan dunia pendidikan. Bagi negara-negara maju, pendidikan berbasis TIK bukan hal yang baru lagi. Mereka telah terlebih dahulu dan lebih maju dalam menerapkan teknik dan model berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Pengembangan pendidikan berbasis TIK perlu menjadi pemikiran serius berbagai pihak, serta perlu strategi terstruktur dengan tahapan yang terarah agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan yang berkesetaraan global atau meluas sehingga pendidikan kita tidak semakin terpuruk di antara kemajuan pendidikan di dunia yang sudah berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Matematika merupakan
68 ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan mengembangkan daya pola pikir manusia. Menurut John Naisbit dalam Koesnandar (2008) menyatakan bahwa kita telah mengalami perubahan teknologi informasi. Jika diibaratkan TIK dibaratkan arus badai, maka ada tiga sikap yang dapat dipilih untuk menghadapi perubahan tersebut. Pertama, membangun dinding yang kokoh agar tidak terkena badai. Kedua, berdiam diri dan membiarkan diri kita terbawa arus dan ketiga memanfaatkan arus tersebut sebagai sumber energi antara lain: a. Multi Sensory Delivery (Visual, Audio, Kinestetik), b. Belajar secara aktif (Interaktif, menarik minat (Stimulating)), c. Eksplorasi aktif (Belajar kooperatif (Cooverative Learning)), d. Individualisasi (Belajar mandiri (Independent Learning)), e. Pengembangan Keterampilan Komunikasi (comunication skills), dan f. Keterampilan yang diperlukan dalam era informasi. Pada umumnya prestasi dan kreatifitas belajar matematika pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) rata-rata masih sangat rendah, mereka sibuk memainkan handphone dengan game online di dalam kelas sambil sembunyi saat belajar, ada yang tidur bahkan berbicara hal yang bukan materi pembelajaran yaitu ribut dalam kelas. Indikasi permasalahan ini terlihat dari masih rendahnya nilai rata-rata ulangan harian, ataupun ujian semester, bahkan masih rendahnya hasil pembelajaran matematika juga terjadi secara nasional. Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI), Firman Syah Noor pada konferensi pers The First Symposium on Realistic Teaching in Mathematics di Bandung, mengatakan prestasi matematika siswa kelas X (setara SMK kelas 1) tahun-tahun ini di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura yang jumlah jam pengajarannya setiap tahun lebih sedikit dibandingkan Indonesia. Prestasi kita 411, Malaysia prestasinya 508, dan Singapura 605. Padahal jam pelajaran di Indonesia adalah 169 jam rata-rata setiap tahun. Sedangkan Malaysia 120 jam dan Singapura hanya 112 jam. Depdiknas (2013) pemerintah dan pakar pendidikan matematika di berbagai Negara untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa tidak hanya tertuju kepada Kurikulum 2013 seperti yang digalakkan sekarang ini. Pembelajaran matematika dewasa ini harus dapat menggunakan beberapa sumber belajar. Depdiknas (2013) menyatakan bahwa upaya pembelajaran matematika untuk penguasaan kompetensi seperti tertuang dalam Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar dilakukan dengan menggunakan sumber belajar yang beragam tidak hanya terfokus pada buku pegangan tetapi juga dapat menggunakan TIK, alat peraga pembelajaran matematika (jangka, kalkulator, busur, dan lainlain) dan lingkungan. Dalam praktik, pembelajaran matematika biasanya dimulai dengan penjelasan konsep-konsep disertai dengan contoh-contoh, dilanjutkan dengan latihan soal-soal. Pendekatan pembelajaran ini didominasi oleh penyajian masalah matematika dalam bentuk tertutup (closed problem atau highly structured problem) yaitu permasalahan matematika yang dirumuskan sedemikan rupa, sehingga hanya memiliki satu jawaban yang benar dengan satu pemecahanannya. Di samping itu, permasalahan tertutup ini biasanya disajikan secara terstruktur dan eksplisit, mulai dengan yang diketahui, apa yang ditanyakan, dan konsep apa yang digunakan untuk memecahkan masalah itu. Ide-ide, dan pola hubungan matematika serta strategi, teknik dan algoritma pemecahan masalah diberikan secara eksplisit, sehingga
69 siswa dengan mudah dapat menebak solusinya. Pendekatan pembelajaran seperti ini cenderung hanya melatih keterampilan dasar matematika (mathematical basic skill) secara terbatas dan terisolasi (Sudiarta,dkk, 2005). Di samping bersifat tertutup, soal-soal yang disajikan pada kebanyakan buku juga tidak mengaitkan matematika dengan konteks kehidupan siswa sehari-hari, sehingga pengajaran matematika menjadi jauh dari kehidupan siswa. Dengan kata lain, pelajaran matematika menjadi kurang bermakna, artinya pelajaran matematika bagi siswa dapat diduga sebagai penyebab rendahnya minat, prestasi serta kreativitas belajar matematika peserta didik. Menyikapi kenyataan ini, perlu dilakukan reorientasi pembelajaran matematika dari yang hanya melatih keterampilan dasar matematika secara terbatas dan terisolasi menjadi pembelajaran yang memungkinkan peserta didik dapat membangun dan mengembangkan ide-ide dan pemahaman konsep matematika secara luas dan mendalam, memahami keterkaitan matematika dengan bidang ilmu lainnya, serta mampu menerapkan pada berbagai persoalan hidup dan kehidupan lainnya. Proses belajar mengajar selain menggunakan ruang kelas fisik dengan peralatan elektronik dan elearning atau sekarang ini disebut kelas digital (digital class), para guru juga memperkenalkan teknologi perangkat lunak berbasis web untuk knowledge sharing apabila peserta didik dan guru tidak berada pada waktu dan tempat yang sama. Dalam hal ini guru dan peserta didik menggunakan Google Classroom milik vendor internasional ternama google. Google Classroom merupakan sistem manajemen pembelajaran untuk sekolah-sekolah dengan tujuan memudahkan pembuatan, pendistribusian dan penilaian tugas secara paperless. Google Classroom berperan sebagai media atau alat yang dapat digunakan oleh pengajar dan peserta didik untuk menciptakan kelas secara online atau kelas secara virtual, dimana guru dapat memberikan pengumuman maupun tugas ke peserta didik yang diterima secara langsung (real time) oleh peserta didik tersebut. Salah satu halnya yang di gunakan dalam pembelajaran ini untuk membuat siswa aktif menemukan hasil yang inovasi dan kreatif dalam ketrampilan membutuhkan media, aplikasi atau teknologi supaya ada tersedia waktu untuk siswa berpikir pemanfaatan teknologi komputer yang didalamnya terdapat software seperti aplikasi geogebra dan kelas digital yaitu menggunakan google classroom. B. Fokus Best Practice Adapun yang menjadi fokus pada kegiatan best practice dalam proses pembelajaran matematika adalah: • Terbentuknya pola pikir peserta didik dalam mengaplikasi teknologi yang kreatif dan aktif dalam pengoperasian teknologi terhadap pembelajaran matematika • Pendidikan Life skill dalam pembelajaran matematika melalui kelas digital (e-learning) dengan menggunakan google classroom dengan pemanfaatan program aplikasi geogebra sebagai lembar kerja (worksheet) dalam pengerjaan tugas-tugas khususnya pembelajaran matematika • Pembelajaran tanpa mengenal waktu dan tempat, sehingga meningkatnya kreatifitas belajar matematika yang menyenangkan. C. Tujuan
70 Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka yang menjadi tujuan dari best practices ini adalah : untuk mendapatkan suatu cara pembelajaran matematika melalui E-learning yang berbantu teknologi dalam hal ini adalah program aplikasi geogebra dalam upaya meningkatkan kreatifitas belajar matematika peserta didik pada SMK Negeri 6 Lhokseumawe. D. Manfaat Best Practices ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada guru, para siswa, sekolah dan untuk masyarakat, antara lain: a. Bagi Guru, melalui best practices ini guru dapat meningkatkan professionalnya dalam menjalankan tugas sebagai guru matematika. b. Para Siswa, diharapkan lebih menyenangkan dalam proses pembelajaran matematika dan hasil belajar matematika yang lebih baik c. Sekolah, diharapkan dengan adanya best practices ini akan mampu meningkatkan mutu pendidikan sekolah khususnya pada pelajaran matematika. d. Masyarakat, diharapkan peserta didik mampu mengaplikasikan ilmunya dalam lingkungan masyarakat yang lebih aktif, kreatif dan inovatif. PELAKSANAAN BEST PRACTICE A. Deskripsi dan Ruang Lingkup Best Practice Adapun Deskripsi dan Ruang Lingkup pada Best Practice antara lain : 1. E-Learning (Kelas Digital) E-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013:27). Menurut candrawati, 2010, bahwa E-learning Proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi. Sedangkan menurut Ardiansyah, 2013, E-learning adalah Sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa.Dapat disimpulkan kelas digital merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang dapat di lakukan oleh siapapun guna membantu dalam meningkatkan pengetahuan penggunanya. 2. Google Classroom Google Classroom adalah layanan berbasis Internet yang disediakan oleh Google sebagai sebuah sistem e-learning yang di dirancang untuk membantu pengajar membuat dan mengumpulkan tugas tanpa
71 kertas, termasuk fitur yang menghemat waktu seperti kemampuan untuk membuat salinan dokumen secara otomatis bagi setiap siswa. Kelas elektronik ini juga dapat membuat folder penyimpanan untuk setiap tugas dan setiap siswa, agar semuanya tetap teratur. Siswa dapat melacak setiap tugas yang hampir mendekati batas waktu pengumpulan di halaman tugas, dan mulai mengerjakannya cukup dengan satu klik. Pengajar dapat melihat dengan cepat siapa saja yang belum menyelesaikan tugas, serta memberikan masukan dan nilai langsung di kelas elektronik. Penulis mencoba dalam best practice ini khususnya dalam pembelajaran matematika menggunakan google classroom salah satu e-learning yang terbaru agar peserta didik dapat bermanfaat dalam pembelajaran. Adapun website google classroom dalam hal ini di gunakan sebagai ruang belajar online (e-learning) dapat di lihat pada gambar berikut: 3. Program Aplikasi Geogebra GeoGebra adalah software pembelajaran matematika dinamik dibawah GNU General Public License (GPL) yang dikembangkan oleh Howenwarter pada tahun 2002 dalam proyek tesis masternya di Universitas Salzburg (Lingguo & Robert, 2011: 8). Abramovich (Arbain & Shukor, 2015: 209) mendefinisikan software GeoGebra sebagai sebuah aplikasi offline dan online yang dapat diakses secara bebas untuk belajar geometri, aljabar, dan kalkulus pada tingkat pembelajaran dan kelas yang berbeda. GeoGebra dirancang untuk memenuhi kaidah-kaidah pembelajaran matematika yang berkualitas. Hal tersebut tampak pada tampilannya (interfacenya) yang terdiri dari 3 jendela: jendela analitik (aljabar), jendela grafis (visual), dan jendela numerik (spreadsheet). GeoGebra sebagai dynamic mathematics software memberikan siswa pengalaman untuk dapat mengkonstruksi dan mengeksplorasi model-model dan bangun-bangun geometri atau grafik secara dinamis, sehingga pembelajaran matematika menjadi lebih eksploratif karena siswa dapat melihat secara langsung keterkaitan antara representasi analitik dan visual suatu konsep maupun keterkaitan antar konsep-konsep matematika. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Preiner (2008: 35) yang menyatakan bahwa software GeoGebra dapat digunakan untuk mevisualisasikan konsep matematika dan menciptakan bahan-bahan pembelajaran matematika. Visualisasi yang dinamis dapat digunakan untuk menjelaskan konsep kepada siswa sehingga siswa dapat memahami konsep dan ide-ide matematika dengan lebih mudah dibandingkan dengan metode pembelajaran tradisional atau ekspositori. Menurut Hohenwarter (2008: 3) visualisasi dinamis dapat mendukung eksperimen matematis, koneksi antara simbol dan representasi grafis, dan diskusi tentang konjektur dan konsep dasar matematika. Kemudian menurut Lingguo & Robert (2011: 138) visualisasi yang ada pada ilustrasi dinamis memungkinkan siswa untuk dapat memahami konsep atau maksud dari representasi aljabar dan dengan demikian visualisasi yang dinamis memainkan peranan penting dimana pemikiran analitik saja tidak dapat menggantikan pemikiran siswa. Menurut E. Dale (Hanafiah & Suhana, 2012: 168) dengan pengalaman melalui lambang-lambang visual yang digunakan sebagai media pada pembelajaran matematika akan memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada peserta didik. Adapun layar aplikasi geogebra dalam hal ini di gunakan sebagai lembar kerja (worksheet) dapat di lihat pada gambar berikut: 4. Bahan dan Alat yang di perlukan dalam Best Practice
72 Adapun bahan dan alat yang diperlukan dalam pelaksanaan best practice adalah sebagai berikut: a) Perangkat Komputer b) Perangkat Handphone/ SmartphoneRuang Belajar Online (E-Learning) dalam hal ini Google Classrom (www.googlecassroom) c) Lembar Kerja (Worksheet) dalam hal ini aplikasi Geogebra (www.geogebra.org) d) Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) e) Perangkat Pembelajaran (RPP) 5. Batasan-Batasan Agar tidak meluas dalam best practice penulis memberikan batasan-batasan antara lain: a. Menggunakan google classroom sebagai ruang belajar kelas digital (E-Learning) b. Menggunakan program aplikasi geogebra sebagai lembar kerja (worksheet) baik melalui komputer maupun handphone c. Peserta didik kelas X NKPI 1 SMK Negeri 6 Lhokseumawe d. Materi pembelajaran adalah pada Kompetensi Dasar: Program Linear B. Langkah-langkah Pelaksanaan Best Practice Pembelajaran matematika pada materi Program Linear dengan berbantuan IT dengan menggunakan program aplikasi geogebra ini adalah mengikuti langkah-langkah yang penulis rangcang melalui rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), antara lain sebagai berikut: Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Tahap Pendahuluan Tahap pendahuluan adalah tahap guru mempersiapkan siswa untuk siap melaksanakan proses pembelajaran. Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan oleh guru dan siswa adalah sebagai berikut: a. Guru mengkondisikan kelas dalam suasana kondusif untuk berlangsungnya proses pembelajaran serta menyampaikan model pada proses pembelajaran yang akan dilakukan dan mengistruksikan siswa untuk duduk dalam kelompok. b. Guru mengabsen kehadiran siswa c. Guru memberi motivasi tentang pentingnya memahami materi sistem pertidaksamaan linear serta mengaitkannya dalam kehidupan sehari-hari (kegiatan ini menggunakan bantuan media ICT, berupa penayangan cerita/ kegiatan serta video yang menjelaskan akan pentingnya sistem pertidaksamaan linear dalam kehidupan sehari-hari), sehingga proses pembelajaran diharapkan dapat memenuhi tuntutan kompetensi inti.
73 d. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai (kegiatan menyampaikan tujuan menggunakan media ICT pada kelas digital (e-learning) yaitu google calssroom dan lembar kerja (worksheet) yaitu program aplikasi Geogebra e. Guru melakukan apersepsi sebagai prasyarat secara berkelompok. 2. Tahapan Inti Tahap kegiatan inti adalah tahap dimana siwa diharapkan melakukan kegiatan mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasikan/ menalar dan mengkomunikasikan. a. Mengamati Kegiatan mengamati adalah sebagai berikut: • Siswa membaca sumber bacaan materi Sistem Pertidaksamaan Linear. • Siswa memperhatikan bahan ajar, (membuat akun google classroom dan mendownload aplikasi geogebra ditayangkan melalui infokus dengan menggunakan power point). Terlampir • Siswa memperhatikan kembali bahan ajar, (proses pengerjaan dengan aplikasi geogebra ditayangkan melalui infokus dengan menggunakan power point) terlampir. b. Menanya Kegiatan menanya ini adalah kegiatan dimana siswa saling berdiskusi dan bertanya baik bertanya pada guru atau teman sejawat. Kegiatan ini dapat diilustrasikan sebagai berikut: • Siswa mendiskusikan mengenai bahan ajar tentang Proses membuat akun Google Classroom, Mendownload Aplikasi Geogebra dan Menentukan Sistem Pertidaksamaan Linear dengan aplikasi geogebra • Guru mengarahkan dan membimbing siswa untuk berpartisipasi aktif dan saling bertanya dengan sesama kawan kelompok dan kelompok lain dapat menjawabnya tentang materi yang sudah disampaikan. • Guru melakukan observasi untuk menilai aktivitas diskusi siswa. c. Mencoba Kegiatan mencoba adalah kegiatan dimana siswa mencoba mendefenisikan konsep, dalam hal ini siswa mendefenisikan dan menemukan konsep dari program linear.
74 d. Mengasosiasikan / Menalar Kegiatan mengasosiasikan / menalar adalah kegiatan dimana peserta didik mengali lebih dalam dengan menyelesaikan LKPD tentang program linear yang telah di simpulkan. Kegiatan mengasosiasikan / menalar dapat dilakukan sebagai berikut: 1) Guru membagikan LKPD yang berisikan langkah-langkah yang berkaitan dengan program linear dengan aplikasi geogebra 2) Siswa mendiskusikan LKPD dengan bimbingan guru 3) Guru melakukan observasi untuk menilai aktivitas diskusi siswa dalam menyelesaikan Modul di ruang kelas digital (e-learning) dengan google classroom. 4) LKPD yang di kerjakan siswa setelah guru mengupload ke sistem kelas digital“ Google Classroom” terlampir e. Mengkomunikasikan Kegiatan mengkomunikasikan adalah kegiatan dimana peserta didik melakukan pengecekan hasil diskusi. Pengecekan ini dilakukan dengan mempresentasi hasil kerja kelompoknya. Pada kegiatan ini peserta didik juga diberikan latihan dangan pengerjaannya melalui aplikasi geogebra untuk dijawab langsung dengan melakukan diskusi dan tanya jawaban dalam google classroom. 3. Tahapan Penutup Tahapan terakhir yaitu penutup, pada tahap ini kegiatan yang dilakukan dalam pembelajaran adalah: a) Guru dengan melibatkan siswa menyimpulkan kembali materi pembelajaran b) Guru memberikan evaluasi (soal-soal) melalui kelas digital dengan google classroom. c) Guru mengecek hasil pekerjaan peserta didik menggunakan ruang kelas online (e-learning) dengan google classroom d) Guru merefleksi proses pembelajaran yang telah dilalui peserta didik dengan mengajukan pertanyaan: · Apa manfaat dan tujuan dari pembelajaran hari ini? · Bagaimana yang dirasakan setelah melakukan pembelajaran apakah ada sulit materi hari ini? a) Guru memberikan tugas untuk dikerjakan bagi peserta didik yang dikenakan remidial berupa belajar ulang dengan peserta didik yang sudah memahami materi yang diberikan guru. Berikutnya guru memberikan informasi untuk materi pada pertemuan berikutnya.
75 C. Hasil yang dicapai Pembelajaran matematika dengan pemanfaatan ruang kelas digital dengan melalui google classroom berbantuan program aplikasi geogebra. Pembelajaran tersebut dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 10 Oktober 2017. Selama proses pembelajaran berlangsung, dilakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa yang lebih difokuskan pada siswa malas belajar melalui digital class “Google Classroom” yang dipilih. Untuk lebih jelas, berikut ini akan dipaparkan secara rinci pada tabel berikut: Sebelum dan Sesudah Menggunakan Google Classroom Dengan Aplikasi Geogebra No. Kreatifitas Peserta Didik Jumlah Peserta Didik Sebelum % Jumlah Peserta Didik Sesudah % 1. Memberikan gagasan atau usulan terhadap suatu masalah 7 46,67 13 86,67 2. Menanggapi pendapat teman 10 66,67 14 93,33 3. Mengajukan pertanyaan 5 33,33 13 86,67 4. Memiliki alternatif dalam menyelesaikan masalah 6 40,00 14 93,33 5. Dapat menjawab pertanyaan dengan baik 7 46,67 13 86,67 6. Membahas hal-hal yang diketahui dan tidak diketahuinya 7 46,67 13 86,67 7. Catatan peserta didik yang dibuat dengan bahasanya sendiri 10 66,67 15 100,00 8. Menulis hasil kerja kelompok dengan rapi dan benar 8 53,33 13 86,67 9. Lancar dalam mengemukakan ide secara lisan dan tertulis 8 53,33 12 80,00 10. Lengkap dan rapi dalam memaparkan hasil kerja nya 8 53,33 14 93,33 Jumlah 76 506,67 134 893,33 Rata-Rata 7,6 50,67 13,4 89,33 Sebelum ICT Sesudah ICT Kurang Kreatif Kreatif Beberapa hasil yang di capai selama pembelajaran antara lain: 1. Setiap peserta didik memiliki akun Google Classroom dalam proses pembelajaran digital class, sehingga mampu meningkatkan kreatifitas yang mampu menguasai teknologi yang saat ini lagi berkembang pesat. 2. Peserta didik mampu mengoperasikan aplikasi geogebra dalam menyelesaikan materi-materi matematika baik geometri, aljabar dan kalkulus sehingga kreatifitas dan keterampilan peserta didik mampu meningkatkan dilihat dari hasil kerjanya. 3. Proses pembelajaran matematika dengan mengkaloborasi kedua aplikasi tersebut, peserta didik dapat selalu bersemangat, termotivasi, menyenangkan dan memiliki keinginan tauan dalam merubah pola pikir yang kreatif dan inovatif sesuai dengan perkembangan zaman saat ini serta peningkatan kreativitas belajar matematika dari sebelum dan sesudah menggunakan pemanfaatan google classroom dengan bantuan geogebra berturut-turut dari 50,67% (kurang kreatif) meningkat menjadi 89,33% (kreatif). D. Nilai Penting dan Kebaruan Best Practice yang telah dilaksanakan
76 Dalam proses pembelajaran matematika dengan program aplikasi geogebra melalui kelas online (elearning) “Google Classroom” dapat memiliki nilai-nilai yang sangat penting antara lain : 1. Penyiapan yang mudah “Pengajar dapat menambahkan siswa secara langsung atau berbagi kode dengan kelasnya untuk bergabung. Hanya perlu beberapa menit untuk menyiapkannya”. 2. Hemat waktu “Alur tugas yang sederhana dan tanpa kertas memungkinkan pengajar membuat, memeriksa, dan menilai tugas dengan cepat, di satu tempat. 3. Meningkatkan pengorganisasian Siswa dapat melihat semua tugasnya di laman tugas, dan semua materi kelas secara otomatis disimpan ke dalam folder di Google Drive” 4. Meningkatkan komunikasi “Kelas memungkinkan pengajar untuk mengirim pengumuman dan memulai diskusi secara langsung. Siswa dapat berbagi sumber daya satu sama lain atau memberikan jawaban atas pertanyaan di aliran”. 5. Terjangkau dan aman “Seperti layanan aplikasi edukasi lainnya, Google Classroom tidak mengandung iklan, tidak pernah menggunakan konten Anda atau data siswa untuk iklan, dan gratis untuk sekolah”. 6. Aplikasi geogebra juga hal yang terbaru yang digunakan oleh pendidik dalam pemecahan masalah khususnya matematika. 7. Hampir semua permasalahan dalam matematika dapat di selesaikan dengan Aplikasi geogebra. E. Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Adapun Beberapa faktor pendukung dalam proses pembelajaran matematika dengan program aplikasi geogebra melalui kelas online (e-learning) “Google Classroom” antara lain : 1. Tersedianya Website: googleclassroom.com secara gratis 2. Tersedianya Website: googebra.org secara gratis sehingga mudah di download oleh masing-masing peserta didik 3. Kepala Sekolah sangat memberikan apresiasi dalam pembelajaran kelas digital dengan aplikasi geogebra khusunya dalam materi matematika dan umumnya pada materi lain 4. Laboratorium Komputer yang terkoneksi Internet sangat mendukung dalam hal pembelajaran 5. Peserta didik memiliki handphone khusunya smartsphone rata-rata hampir 90%. 6. Waktu dan biaya dalam proses pembelajaran ini tidak menggangu dengan kegiatan dan hal yang lainnya. Adapun Beberapa faktor penghambat dalam proses pembelajaran matematika dengan program aplikasi geogebra melalui digital class (e-learning) “Google Classroom” antara lain :
77 1. Peserta didik belum terbiasa dengan kelas digital, sehingga waktu login sering lupa password dan usernamenya. 2. Pelaksanakan pembelajaran melalui program aplikasi geogebra memerlukan waktu yang lebih banyak dari pembelajaran yang biasanya dilakukan. 3. Tidak semua peserta didik memiliki laptop dan handphone dalam proses pembelajaran melalui kelas digital dan program aplikasi geogebra sehingga mereka harus pinjam dengan temannya. F. Tindak Lanjut Adapun tindaklanjut dari best practice pada proses pembelajaran matematika dengan program aplikasi geogebra melalui kelas online (e-learning) “Google Classroom” antara lain : 1. Setiap pengajar merekomendasikan pembelajaran secara online (e-learning) khususnya “ Google Classroom” antara lain: (1) Proses setting yang cepat dan nyaman, (2). Hemat waktu, (3). Meningkatkan kerjasama dan komunikasi, (4). Penyimpanan data terpusat dan (5). Berbagi sumber daya yang cepat. Untuk berbagai mata pelajaran. 2. Siswa dapat mengaplikasikan secara langsung dalam pembelajaran matematika dengan program aplikasi geogebra tanpa ada pembimbing karena aplikasi ini merupakan : (1) sebagai Alat bantu dalam membuat gambar obyek geometri dan Grafik Fungsi, (2) Menyelesaikan soal matematika dengan mudah, efektif dan efesien, (3) sebagai Media pembelajaran matematika yang cocok di gunakan sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini. BAB III SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Adapun kesimpulan dalam pembelajaran matematika melalui kelas digital “Google Classroom” dengan penggunaan geogebra akan lebih membantu siswa dalam pembelajaran. Penggunaan geogebra dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses-proses mengamati, mengumpulkan informasi/ eksperimen, mengasosiasikan/ mengolah informasi; dan mengkomunikasikan yan sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013, hal ini dikarenakan fitur yang disediakan oleh geogebra sudah cukup lengkap tinggal bagaimana guru dapat membuat media serta meramunya dalam proses pembelajaran baik secara kelas offline maupun kelas online. Sehingga dengan menggunakan geogebra akan semakin meningkatkan kemampuan pemahaman konsep, penalaran, kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematis siswa sehingga dapat meningkatkan kreativitas belajar peserta didik dalam mengemukakan pendapat, bekerja sama dalam berkelompok, keaktifan dalam berdiskusi, serta media dan teknik yang digunakannya serta peningkatan kreativitas belajar matematika dari sebelum dan sesudah menggunakan pemanfaatan google classroom dengan bantuan geogebra berturut-turut dari 50,67% (kategori kurang kreatif) meningkat menjadi 89,33% (kategori kreatif). B. Saran-Saran Peserta didik adalah senantiasa meningkatkan kreativitas belajar melalui mengemukakan pendapat, bekerja sama dan aktif dalam berdiskusi, meningkatkan sikap yang lain seperti disiplin, tanggungjawab, mandiri, dan toleransi. Terhadap guru matematika hendaknya menggunakan metode maupun teknik
78 mengajar yang tepat dan bervariasi agar proses pembelajaran tidak monoton dan membosankan, hendaknya terus melakukan inovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan perlu mengetahui kemampuan siswa dalam menguasai materi pelajaran karena dapat dijadikan catatan penting bagi guru untuk melakukan perbaikan dalam proses belajar mengajar agar peserta didik dapat menyenangkan. Materi : Program Linear A. Tujuan Pembelajaran Melalui kegiatan pembelajaran menggunakan Model Discovery Learning yang dipadukan dengan metode mind mapping dan teknik ATM melalui pendekatan saintifik yang menuntut peserta didik untuk mengamati (membaca) permasalahan, menuliskan penyelesaian dan mempresentasikan hasilnya di depan kelas, peserta didik dapat mengintepretasi program linear. Selain itu, peserta didik dapat menyelesaikan masalah nyata tentang program linear, dengan rasa rasa ingin tahu, tanggung jawab, displin selama proses pembelajaran, bersikap jujur, santun, percaya diri dan pantang menyerah, serta memiliki sikap responsif (berpikir kritis) dan pro-aktif (kreatif), serta mampu berkomukasi dan bekerjasama dengan baik. Didi Pianda, S.T,MSM, Guru SMKN 6 Lhokseumawe 1. Nama Lengkap dan Gelar : Didi Pianda, S.T., MSM. 2. Jenis Kelamin : Laki-Laki 3. Tempat/Tanggal Lahir : Lhokseumawe, 16 September 1982 4. Pangkat/Golongan/NIP : Pembina, IV/a /19820916 200604 1 009 5. Jabatan : Guru Mata Pelajaran Matematika 6. Unit Kerja : SMK Negeri 6 Lhokseumawe 7. Alamat Unit Kerja : Jl. Darussalam Lr Tgk. Majid Ulee Jalan Kec. Banda Sakti Kota Lhokseumawe 8. Alamat Rumah : Jl. Medan-Banda Aceh No. 8 Simpang IV Kel. Uteun Geulinggang Kec. Dewantara Kab. Aceh Utara Provinsi Aceh
79 Bab 15 Mengintip Pembelajaran Sains di Wenhai Middle School Materi oleh: Dina Prihartanti, M.Pd Perkembangan globalisasi menuntut pendidikan dan tenaga kependidikan Indonesia harus mampu bersaing dengan negara lain. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membekali tenaga pendidikan Indonesia dalam era globalisasi ini adalah melalui internasionalisasi pendidikan dan tenaga kependidikan. Internasionalisasi pendidikan dan tenaga kependidikan merupakan salah satu upaya membekali guru Indonesia dalam menghadapi tantangan internasional. Melalui internasionalisasi pendidikan dan tenaga kependidikan diharapkan dapat menghasilkan penguatan mutu pendidik untuk keunggulan daya saing global. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Prof. Dr. Siusana Kwelju dari The Southeast Asian Minister of Education Organization (SEAMEO) pada kuliah umum bagi mahasiswa S2 Universitas Negeri Malang kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2015. Fokus internasionalisasi pendidikan bertujuan untuk menghasilkan guru yang berstandar nasional, berwawasan global, dan mampu mengatasi permasalahan. Seperti yang disampaikan oleh Prof. Dr. Siusana Kwelju dalam kuliah umum bagi mahasiswa S2 Universitas Negeri Malang kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, internasionalisasi pendidikan memberikan peluang bagi guru untuk siap berubah. Guru diharapkan memiliki standar nasional dan berwawasan global, sehingga mampu mengatasi permasalahan lokal. Wawasan global dapat dilakukan dengan mempelajari kultur lain, mengkritisi struktur dan kebiasaan sendiri, sehingga mampu menemukan persoalan-persoalan yang perlu diatasi sehingga mampu bersaing dalam dunia internasional. Peningkatan mutu guru Jawa Timur salah satunya melalui pemberian program beasiswa S2 bagi guruguru di Jawa Timur pada tahun 2015. Dalam program beasiswa ini guru juga diberikan peluang memperluas wawasan global melalui program pengambilan beberapa mata kuliah di beberapa Universitas di Asia. Negara tujuan kuliah kerja sama ini yaitu China, Thailand, Filipina dan Singapura.
80 Mahasiswa S2 Program Studi Pendidikan Fisika dan Pendidikan IPA Universitas Negeri Malang kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengikuti perkuliahan selama satu bulan di Hangzhou Normal University di kota Hangzhou, China pada tanggal 11 April hingga 11 Mei 2016. Kegiatan perkuliahan dilaksanakan setiap Senin hingga Jumat, sedangkan hari Sabtu diagendakan sebagai kunjungan lapangan (field trip) ke tempat wisata budaya di Hangzhou dan Shanghai. Selama mengikuti perkuliahan di Hangzhou Normal University, mahasiswa S2 Program Studi Pendidikan Fisika dan Pendidikan IPA Universitas Negeri Malang juga berkesempatan melakukan kunjungan untuk mengamati kegiatan pembelajaran di Wenhai Midlle School. Wen hai Midlle School merupakan sekolah menengah pertama yang terletak di Kecamatan Jianggan, Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang. Wen hai Middle School ini cukup dekat letaknya dengan Hangzhou Normal University. Sekolah ini memiliki beberapa prestasi di antaranya meraih penghargaan sebagai City Experimental School, Sekolah Model Perdamaian Kota, Kampus Demonstrasi Sains dan Teknologi Kota, Sekolah Standar Wajib Pendidikan Sembilan Tahun Provinsi Zhejiang, dan lain-lain. Wenhai Middle School memiliki lebih dari 200 guru berprestasi dari seluruh negeri, dengan kualifikasi akademik ratarata S2. Sebagai sekolah yang berada di Kota Hangzhou, Wenhai Middle School juga sebagai proyek Implementasi di Zona Perkembangan Ekonomi & Teknologi di China. Sebagaimana Hangzhou merupakan kota ke tiga di China yang menjadi proyek pengembangan ekonomi dan teknologi. Kegiatan kunjungan ke Wenhai Middle School memberikan gambaran bagi mahasiswa S2 Pendidikan Fisika dan S2 Pendidikan IPA tentang pembelajaran sains tingkat SMP di Hangzhou. Kunjungan ke Wenhai Middle School dilaksanakan pada tanggal 27 April 2016. Kegiatan kunjungan di Wenhai Middle School diawali dengan diskusi bersama tentang pembelajaran di China dan di Indonesia. Pemaparan pembelajaran di China disampaikan melalui video pembelajaran oleh guru MGMP Sains SMP di Hangzhou. Berdasarkan hasil pemaparan video pembelajaran di Hangzhou, diketahui bahwa pembelajaran di China secara umum berpusat pada siswa dan menuntut siswa untuk aktif (hands on activity). Kegiatan pembelajaran sains di antaranya melalui kegiatan eksperimen, misalnya siswa praktik langsung bagaimana mencangkok dan melakukan pengamatan langsung mikroba menggunakan mikrospkop di laboratorium. Pada pembelajaran sejarah atau sosial, desain pembelajaran yang dilakukan antara lain melalui pertunjukan drama. Kegiatan pemaparan dan sharing kemudian dilanjutkan dengan pengamatan secara langsung di kelas-kelas sains. Pengamatan langsung pada pembelajaran sains di kelas - kelas memberikan gambaran bagaimana kondisi kelas dan proses pembelajaran sains di Wenhai Middle School. Pemandangan interior di dalam kelas terlihat semua sudut kelas dimanfaatkan maksimal untuk pembelajaran. Di depan kelas terdapat papan tulis untuk guru, layar LCD di samping papan tulis, meja guru yang dilengkapi dengan komputer tanam dan proyektor OHP yang dapat dikeluarkan ketika dibutuhkan untuk mempresentasikan hasil kerja siswa. Di dinding samping kanan dan kiri kelas terdapat papan tulis kecil yang digunakan untuk menempel tugas kelompok atau hasil diskusi kelompok. Di bagian belakang kelas terdapat loker untuk menyimpan tugas siswa, dan papan tulis untuk memajang hasil karya siswa. Sedangkan di laci meja siswa penuh dengan buku-buku pelajaran masing-masing siswa. Kegiatan Diskusi Bersama tentang Pembelajaran Sains Pemaparan Kegiatan Pembelajaran Sains di Hangzhou
81 Desain pembelajaran sains di Wenhai Middle School mengarah pada pembelajaran penemuan dan berbasis masalah. Pada kelas sains fisika misalnya, pembelajaran diawali dengan pembentukan kelompok dan pembagian alat praktikum. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan orientasi masalah di mana guru menghadirkan masalah berupa aplikasi lampu sensor di tempat parkir. Guru meminta siswa untuk menyusun hipotesis terkait desain rangkaian sensor lampu parkir tersebut, kemudian meminta salah satu siswa untuk mempresentasikan analisis dan hipotesisnya. Setelah memberikan penguatan terhadap analisis siswa, guru menampilkan gambar rangkaian. Siswa diminta untuk mempelajari rangkaian dan bagaimana menyusun rangkaian tersebut. Guru beperan sebagai fasilitator, guru tidak memberikan contoh bagaimana menyusun rangkaian. Namun secara interaktif memberikan pertanyaan-pertanyaan untuk mengarahkan siswa untuk menemukan analisis yang benar. • Pemberian Orientasi Masalah • Siswa menyampaian analisis dan hipotesis • Siswa Berdiskusi Merangkai Percobaan • Guru menggali gagasan siswa • Guru membimbing siswa • Siswa merangkai alat percobaan Desain pembelajaran sains di Wenhai Middle School mengarah pada pembelajaran berbasis masalah dan proyek. Pada kelas lain misalnya, siswa mempelajari konsep impuls momentum melalui kompetisi menjatuhkan telur dari lantai tiga. Siswa membuat berbagai rancangan untuk melindungi telur agar tidak pecah saat menyentuh lantai setelah dijatuhkan dari lantai tiga. Desain pembelajaran ini mendorong siswa untuk kreatif dan solutif dalam menyelesaikan masalah. Juga mendorong siswa untuk berkompetisi secara sportif. Jiwa suportivitas dalam kompetisi juga dapat diamati dari hasil ujian siswa yang selalu ditempel di dinding luar kelas. Kegiatan Pembelajaran Impuls Momentum pada Tumbukan Telur Pembelajaran sains di Hangzhou mendorong siswa untuk lebih aktif, atau pembelajaran berpusat pada siswa. Selain diketahui dari contoh dua kelas sains yang sudah dibahas sebelumnya, pembelajaran berpusat pada siswa juga ditemui pada kelas eksperimen di laboratorium kimia. Pada pembelajaran di laboratorium kimia, siswa hanya diberi petunjuk percobaan berupa gambar larutan yang harus dibuat tanpa diberikan prosedur berupa langkah-langkah yang jelas. Siswa dituntut menentukan langkahlangkah percobaan berdasarkan informasi yang diberikan guru. Siswa dituntut lebih banyak literasi dan bernalar dalam menyelesaikan masalah. Hal ini sesuai dengan model pembelajaran penemuan terbimbing (guided inquiry). Desain pembelajaran sains yang digunakan di Wenhai Middle School adalah pembelajaran konstruktivis dengan model pembelajaran berbasis penemuan (inquiry), berbasis masalah (problem based leraning), dan berbasis proyek (project based learning). Hal ini berdasarkan hasil pengamatan pada proses pembelajaran yang telah dilakukan. Desain pembelajaran ini berpusat pada siswa, di mana siswa aktif melakukan praktik (hands on activity). Melalui desain pembelajaran tersebut mendorong keterampilan bernalar (reasoning skills), budaya disiplin, kompetisi, dan literasi.
82 Dina Prihartanti, Guru SMKN 1 Panggungrejo Dina Prihartanti, lahir di Blitar Jawa Timur, pada tanggal 31 Desember 1984, anak ke dua dari pasangan Bapak Saimin (alm.) dan Ibu Lisanti. Pendidikan dasar ditempuh selama 6 tahun di SD Negeri Salamrejo, Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar dan lulus tahun 1997. Sekolah menengah pertama ditempuh di SLTP Negeri 1 Binangun, lulus tahun 2000. Sekolah menengah atas ditempuh di SMU Negeri 1 Talun, Kabupaten Blitar dan lulus pada tahun 2003. Pendidikan berikutnya ditempuh di Universitas Negeri Malang melalui jalur PMDK pada Program Studi S1 Pendidikan Fisika dan lulus tahun 2007. Setelah lulus dari pendidikan S1, penulis mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar di SMK Negeri 1 Panggungrejo. Pada tahun 2009 penulis ditugaskan mengajar di SMK Negeri Bakung, Kabupaten Blitar hingga tahun 2012, kemudian penulis melakukan mutasi ke SMK Negeri 1 Panggungrejo, dan mengajar di sana hingga sekarang. Tahun 2015 penulis memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan S2 Program Studi Pendidikan Fisika di Pascasarjana Universitas Negeri Malang melalui beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Melalui program beasiswa tersebut, penulis juga mendapat kesempatan mengikuti Course for Mayor Physics Education di Hangzhou Normal University, China pada 11 April-11 Mei 2016. Selama menempuh perkuliahan S2 di Universitas Negeri Malang penulis mendapat kesempatan mengikuti pelatihan untuk pengembangan profesi, di antaranya yaitu pelatihan penulisan artikel ilmiah. Pengalaman belajar ketika menempuh perkuliahan ini terus berusaha diperdalam hingga penulis berkesempatan menjadi pemakalah pada seminar internasional di Universitas Negeri Malang dalam The 1st International Conference on Mathematics and Science Education (ICOMSE) pada tahun 2017. Pada tahun 2019 penulis mengenal SEAMEO melalui kegiatan Virtual Coordinator Training Batch 2. Kegiatan
83 ini membuka wawasan lebih luas dan membuka kesempatan bagi penulis untuk terus belajar mengembangkan diri. Bab 16 Menjadi Guru Multitalent Era Masa Kini Materi oleh Dina Purnama Sari, S.Pd Instansi : SMKN 6 Kota Jambi Pendidikan dan tenaga pengajar merupakan dua hal terpenting yang perlu diamati demi kemajuan bangsa yang semakin hari mengalami perkembangan zaman. Persamaan linearitas status guru yang semakin hari menjadikan guru semakin beranggapan harus menyamakan strata satu (S-1) yang diembannya saat dia menyelesaikan pendidikan di bangku perkuliahan merupakan modal awal menjadi tenaga pendidik. Sebagian kalangan besar guru beranggapan bahwa dalam mendidik peserta harus lah memiliki program keahlian sesuai dengan apa yang telah didapatnya selama ini. Bakat yang dianugrahi sejak lahir menjadikan sebuah pertimbangan yang selama ini belum dapat dioptimalkan pada diri seorang pendidik. Selama ini untuk mampu melakukan atau menciptakan hal baru, seseorang individu haruslah memiliki keyakinan lebih atas kemampuan yang dianugrahkan kepadanya untuk dapat melakukan hal-hal baru didalam pekerjaannya. Era milenial yang semakin hari semakin berkembang membuat kecanggihan dan kemajuan diberbagai bidang mampu mengubah anggapan dari sebagian besar guru untuk terus terpacu melakukan gebrakan demi mencerdaskan anak bangsa. Interaksi antara satu dan lainnya merupakan hal yang sangat perlu dilakukan demi mendapatkan sebuah informasi untuk menjadi bagian dari seorang guru yang multitelent saat ini. Multi sendiri memiliki cakupan pengertian luas yang dapat mengartikan bahwa memiliki berbagai fungsi, dengan tidak hanya terpaku pada satu fungsi yang searah saja. Tuntutan demi tuntutan diera yang semakin canggih menjadikan guru harus pandai menguasai berbagai macam bentuk aktivitas pengajaran dalam dunia pendidikan yang beragam bentuk dan penerapannya.
84 Pengalaman yang dirasakan di dunia pendidikan membuat sebagian proses pengajaran pendidikan mampu membuka cakrawala seseorang untuk melakukan aktivitas lebih dalam berbagai hal. Potensi yang dimiliki merupakan hal terbaik untuk melakukan segala aktivitas yang dikehendaki sampai dengan batasan kemampuan yang dimiliki. Proses pegoptimalisasian merupakan langkah awal untuk dapat meyakinkan hal lain yang dimiliki oleh diri sendiri, tanpa membatasi sampai mana kemampuan yang dimiliki mampu berkembang. Pemilihan judul pada materi presentasi awal ini menjadikan tolak ukur dalam mengangkat hal baru di dalam dunia pendidikan yang mengalami perkembangan yang luar biasa signifikan setiap waktunya. Hal baru yang semakin hari semakin berkembang menjadikan bahasan atau topik untuk memajukan dunia pendidikan beserta tenaganya untuk dapat mampu melakukan hal lebih yang terlahir didalam diri individu tersebut. Sebagaimana contoh yang dapat kita amati, seorang guru dengan latar pendidikan sarjana biologi mampu mengajar dengan pilihan mata pelajaran yang berbeda di sekolah menengah kejuruan (SMK). Dengan jumlah guru produktif yang terbatas sesuai keahlian, maka guru diera milineal dituntut mampu mengajarkan peserta didik dengan mata pelajaran berbeda lebih dari satu mata pelajaran. Tentu ini merupakan hal baru yang perlu pertimbangan dan peninjauan lebih agar ilmu yang disampaikan tidak melenceng dan sesuai dengan porsinya. Kegiatan dan langkah awal dalam melakukan hal tersebut, kita perlu menanamkan keyakinan terlebih dahulu di dalam diri seorang tenaga pendidik. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah mampu untuk menekuni dan mengembangkan hal lebih yang dimiliki diri untuk mampu mengajarkan mata pelajaran yang berbeda diluar keahlian yang dimiliki. Kegiatan dan upaya tersebut dapat dilakukan dengan bertindak dan berbuat lebih, dengan mengenali dan mempelajari mata pelajaran yang akan diajarkan nanti. Referensi bacaan dalam mengajar pun merupakan salah satu sumber yang perlu diperhatikan demi melakukan hal yang pasti dalam memberikan materi awal pembelajaran yang ditugaskan kepada pendidik nantinya. Semakin pandai kita memperdalam kelebihan yang ada dalam diri, maka kita sudah termasuk tenaga pendidik maupun guru multitalent yang berkembang diera masa kini. Menilik pada keahlian dan kebutuhan yang dimiliki saat ini, dunia pendidikan harus menciptakan guru yang berkompeten pada berbagai bidang dengan tuntutan yang semakin berkembang. Keahlian, bakat, minat merupakan kegiatan yang perlu diberlakukan dengan merealisasikan serta melisensikan hal yang mampu ditampilkan untuk dapat meyakinkan ahli pada bidang pelajaran yang diampuhnya nanti. Kewajiban dan pertimbangan lainnya didalam pembelajaran perlu diperhatikan demi memajukan dunia pendidikan yang mengalami arus perkembangan yang menembus era digital 4.0 yang diusung Indonesia saat ini. Teknologi dan pembelajaran merupakan wadah pendidikan yang harus dipersiapkan dengan matang. Oleh karena itu tenaga kependidikan siap menjadi pelopor yang harus berkembang diera kekinian yang menjadikan mereka seorang individu multitalent selanjutnya. Persiapan awal untuk menjadi guru multitelent haruslah mempersiapkan langkah awal seperti mengoptimalkan kemampuan dan skill yang ada, memiliki kemauan mempelajari hal baru, berbagi dan memotivasi satu dengan lainnya, melakukan banyak hal dengan segala kesempatan yang dimiliki, menjadi diri sendiri serta mencari referensi penunjang tanpa menjadikan diri kita sebagai orang lainnya. Dari rangkaian persiapan awal ini, sebagai tenaga pendidik yang harus berkembang di era milenial saat
85 sekarang kita sebagai tenaga pendidik perlu menambah dan meyakinkan bahwa potensi didalam diri mampu untuk dikembangkan. Berkembangnya kemajuan saat ini harus lah menjadikan diri kita benarbenar siap dan mampu menjadi tenaga pendidik dan pengajar yang multitelent untuk era yang semakin berkembang pesat kecanggihan dan teknologinya. Daya saing untuk berkopetensi yang dimiliki perindividu haruslah dioptimalkan dan dipelajari agar kedepannya tenaga pendidik benar-benar mampu menciptakan dan mengeluarkan bakat lebih yang dimiliki didalam dirinya untuk mau berkembang pesat demi memajukan segala aktivitas pendidikan yang akan diajarkan dan dikembangkan dikemudian harinya. Dina Purnama Sari, S.Pd, Guru SMKN 6 Kota Jambi Nama : DINA PURNAMA SARI, S.Pd Tempat Tanggal Lahir : Jambi, 18 Januari 1991 Alamat : Jln. RA. Kartini RT. 38 No. 97 Kel.Talang Bakung Kec.Paalmerah Kota Jambi Unit Kerja : SMKN 6 KOTA JAMBI Hobby : Menulis dan Jalan-jalan Motto Hidup : Jadilah yang terbaik sebelum kesemptan mengambil langkah baiknya, dengan menghentikan waktu yang semakin berjalan hanya untuk orang-orang yang mau berusaha, berdoa dan berjuang. Email : [email protected] No. Henphone : 085369629529 Pekerjaan : Guru Status : Singel sampai dihalalkan Tamatan : 1. SDN 78/IV Kota jambi 2. SMPN 6 Kota Jambi 3. SMAN 9 Kota Jambi 4. UNIVERITAS JAMBI (UNJA) S-1 Pendidikan Biologi Link youtube : https://youtu.be/WiL70PCWLmo SESI
86 Bab 17 Quizlet dan tantangan digital Materi oleh Dra Suminingsih,M.Si QUIZLET DAN TANTANGAN DIGITAL Teknologi membawa banyak sekali perubahan dalam pendidikan. Teknologi telah bergeser dari penggunaan desktop ke laptop kemudian dari laptop ke handphone (HP). Di era digital siswa banyak menghabiskan waktunya menggunakan HP untuk bermain games, musik digital dan kegiatan online lainnya seperti berbelanja, mengisi formulir pendaftaran ataupun memesan tiket perjalanan. Era digital mempermudah semua hal. Sebuah kenyataan bahwa siswa kita terlahir ke dalam budaya baru,yaitu budaya digital. Hampir semua siswa menggenggam teknologi di tangannya. Mereka menggunakan handphone yang tersambung dengan internet dengan sejumlah aplikasi yang menyertainya. Mereka bermain games, bermain music digital, dan kegiatan online seperti berbelanja, mengisi formulir pendaftaran, memesan tiket perjalanan, berfoto selfie dan mengunggahnya di media sosial. Guru perlu menyadari bahwa siswanya umumnya sangat mahir menggunakan teknologi. Pernahkah guru membayangkan efeknya atau bahkan manfaatnya bila guru menggunakan handphone, ‘mainan’ siswa, sebagai bagian dari kegiatan belajar mengajar? Bayangkan juga betapa siswa menjadi bosan di kelas ketika siswa justru dijauhkan dari ‘mainan mereka’ itu ketika belajar. Permasalahan yang dihadapi guru adalah sudah siapkah guru mengajar siswanya di era digital ini? Marc Prensky dalam tulisannya yang berjudul Digital Natives, Digital Immigrants (2001) menyatakan bahwa manusia terbagi atas dua golongan. Pertama, golongan Digital Natives, yakni mereka yang usianya sekitar 10 – 29 tahun, biasa dikenal sebagai ‘N-gen’; konon mereka tidak perlu lagi belajar bagaimana cara menggunakan internet. Kedua, golongan Digital Immigrants, yang berusia 30 tahun ke atas. Perbedaan mereka bisa dijelaskan dengan ilustrasi berikut ini: Bila membeli HP baru, Digital Natives (Ngen) bisa mendownload fitur-fitur dan aplikasi baru hanya dalam hitungan menit; tetapi Digital Immigrant mungkin memerlukan waktu lebih lama baru bisa memaksimalkan HP yang baru itu. Ketika menghadiri suatu acara, Digital Natives sudah mulai mengirim foto-foto acara bersamaan dengan mulainya acara itu; tapi Digital Immigrants masih harus menunggu acara selesai, utak-atik email baru mengirim foto-foto. Ilustrasi lainnya, Digital Natives pergi ke suatu tempat menggunakan aplikasi penunjuk tempat, misalnya waze dan bisa dengan mudah mengubah arah bila terjadi kemacetan; sedangkan Digital Immigrants bertahan dalam kemacetan kemudian buka kaca mobil dan bertanya bila tidak tahu persis tempat yang dituju. Aplikasi Quizlet Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah mengeluarkan Surat Keputusan No 4678/D/KEP/MK/2016 tentang Spektrum Pendidikan Menengah Kejuruan yang mana salah satu tujuannya adalah agar lulusan SMK memiliki kompetensi sesuai tuntutan dunia kerja dan keunggulan kompetitif dalam menghadapi persaingan pasar bebas. Merujuk pada Surat Keputusan tersebut, mata pelajaran Bahasa Inggris merupakan salah satu mata pelajaran yang berperan penting bagi siswa SMK.
87 Jika kita melihat hubungan antara kebutuhan belajar siswa di era digital ini dan kebutuhan akan tuntutan dunia kerja dan persaingan pasar bebas, guru Bahasa Inggris harus membuat strategi jitu dalam kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar yang dapat dilaksanakan adalah dengan aplikasi Quizlet, yakni salah satu aplikasi digital yang membantu guru dalam mengajarkan kosa kata baru (vocabulary) pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Quizlet adalah alat pembelajaran sederhana yang memungkinkan guru dan siswa untuk belajar apa saja, termasuk kosakata, biologi, kimia, bahasa Inggris dan masih banyak lagi. Saya sebagai guru Bahasa Inggris menggunakan aplikasi ini untuk meningkatkan penguasaan siswa dalam vocabulary Bahasa Inggris. Jadi, apakah itu aplikasi Quizlet? Aplikasi Quizlet yaitu: • merupakan suatu aplikasi Digital yang membantu guru untuk meningkatkan kemampuan berbahasa. • membantu guru dalam membuat definisi kata, arti kata, cara pengucapan/spelling serta gambarnya. • menawarkan tujuh menu yang berbeda untuk belajar yaitu lima menu belajar dan dua permainan Ketika guru mengajarkan vocabulary, Quizlet sangat membantu menciptakan kegiatan pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan. Kemampuan dalam mengingat arti suatu kata (vocabulary) menjadi bekal bagi siswa dalam pengembangan ketrampilan membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara. Apa saja yang terdapat dalam menu belajar Quizlet? Menu belajar Quizlet adalah sebagai berikut: Pelajari/Learn Dengan menu Pelajari/learn, siswa akan menebak sambil belajar. siswa belajar definisi, memahami istilah dan dapat mengulan-ulang kata atau kalimat yang ingin dihafalkan. Flashcard Merupakan kartu yang bisa dibalik, Ketika ditekan tombol speaker akan ada spelling dari benda atau kalimat yang ada. Tulis/write mirip dengan menu Pelajari,mengevaluasi jawaban siswa dan apabila jawabannya salah akan menunjukkan atau mengoreksi dengan jawaban yang benar, memastikan siswa sudah menguasai materi Anda. Mengeja/spell membacakan istilah atau definisi melalui speaker. siswa mengetik apa yang mereka dengar. sangat cocok untuk mempelajari bahasa baru atau melatih ejaan dan pengucapan dalam bahasa.
88 Tes/test untuk melihat hasil pemahaman siswa. tes tergantung apa materi yang akan dipelajari. Mencocokkan/match siswa akan berpacu dengan waktu untuk mencocokkan istilah dan definisi secepat mungkin. siswa dapat bersaing dengan teman-teman untuk mendapatkan skor tertinggi Gravitasi/gravity Setiap jawaban yang benar di menu Gravitasi membuat siswa maju selangkah ke tingkat berikutnya.Ketik jawaban dengan cepat sebelum asteroid menghantam planet. Adapun langkah-langkah yang dilakukan guru adalah: Pendaftaran Pertama Buka link https://quizlet.com. Pilih Sign Up pada bar atas pojok kanan untuk membuat akun baru menggunakan aplikasi quizlet, pilih “Sign up with Google” untuk mendaftar dengan akun google, “Sign up with Facebook” untuk mendaftar dengan akun Facebook, atau “Sign up with email” untuk mendaftar melalui email. Klik "Sign Up" untuk bergabung di Quizlet. Log In Jika Anda sudah memiliki akun (username dan password), Anda sudah bisa mulai menggunakan aplikasi ini dengan Log In dan ketik username dan password Anda saat mendaftar. Membuat materi pembelajaran pilih “Your Study Sets” untuk membuat kuis baru atau pilih “Create a folder” untuk membuat folder agar memudahkan kita saat menyimpan kuis nanti. memberi judul kuis, jika perlu dapat memberikan deskripsi pada kuis yang akan dibuat. Setting bahasa dan mulai mengatur pertanyaan serta jawaban kuis. Jika ingin memasukkan gambar ikuti petunjuk. klik “+”untuk menambah butir soal sesuai jumlah yang diinginkan. klik “Done” untuk menyimpan kuis Semua kegiatan tersebut akan membantu siswa mengingat kosa kata baru dalam jangka waktu panjang. Bahkan siswa dapat membuat sendiri satu set flashcards dan dapat dimanfaatkan oleh siswa yang lain.
89 Hasil signifikan yang di peroleh dari penggunaan Quizlet adalah siswa akan termotivasi untuk secara mandiri memilih kosa kata baru yang ingin dipelajari, mencari arti dan definisinya, cara ucapan serta gambarnya. Jika biasanya belajar vocabulary merupakan kegiatan yang tidak disukai siswa, dengan Quizlet, siswa akan tertarik untuk mengulang belajar kosa kata tersebut setiap saat baik di dalam kelas maupun di luar kelas, di saat menunggu antrian, ketika duduk di dalam bis, atau ketika menunggu bel pelajaran dimulai. Saran Perbedaan Digital Natives dalam hal ini siswa dan Digital Immigrants (guru) dalam penggunaan teknologi membuat mereka beradaptasi. Guru bersama dengan orang tua diharapkan memastikan siswa mendapatkan konten teknologi sesuai dengan kebutuhannya. Guru bersama dengan orang tua juga bertanggung jawab terhadap pembentukan karakter/soft skill siswa.
90 Dra Suminingsi, M.Si, Guru SMKN 3 Semarang Nama Lengkap : Dra Suminingsih,M.Si Tempat/ tanggal lahir : Semarang/26 Januari 1969 Pendidikan terakhir : ➢ S1 Pendidikan Bahasa Inggris IKIP Negeri Semarang ➢ S2 Manajemen SDM Pendidikan STIEPARI Semarang Jabatan : ➢ Guru Bahasa Inggris (1991-sekarang) ➢ Waka Humas SMKN 3 Semarang (2014-sekarang) Nomer HP/WA : 08156566904 Alamat email : [email protected] Judul materi : Quizlet dan Tantangan Digital Link youtube : https://www.youtube.com/watch?v=5BGgMGOaAIw
91 Bab 18 Pembuatan Soal Berbasis HOTS Materi oleh : Dra. Elfida Instansi: SMK Negeri 6 Palembang Tehnologi semakin canggih sudah sepantasnya kita sebagai pendidik membekali peserta didik kita yang dikenal dengan kecakapan pendidikan abad 21. Tuntutan ketrampilan kecakapan abad 21 yang dibutuhkan adalah: 1. Kualitas Karakter • Iman dan Taqwa • Jujur • Rendah hati • Kerja keras • Ulet, tangguh • Tidak mudah menyerah • Gigih • Cinta tanah air 2. Kompetensi abad 21 • Berpikir kritis • Memecahkan masalah • Kreatifitas • Komunikasi • Kolaborasi 3. Literasi Digital • Baca tulis • Berhitung • Literasi sains • Literasi informasi tehnologi dan komunikasi • Literasi keuangan • Literasi budaya dan kewarganegaraan Masyarakat pada abad 21 menyadari pentingnya mempersiapkan generasi muda yang kreatif,luwes mampu berpikir kritis, dapat mengambil keputusan yang tepat, serta terampil memecahkan masalah. Oleh sebab itu, sekolah diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan tersebut, ditambah dengan kemampuan sosial yaitu mampu bermusyawarah, dapat mengkomunikasikan gagasan secara efektif, handal dalam bekerjasama, dan mampu bekerja secara efisien baik secara individu maupun dalam kelompok.
92 Kurikulum dan pembelajaran yang harus diterapkan menurut Oon-Seng Tan (2003) untuk menghadapi tantangan abad 21 tersebut adalah: • Belajar mandiri • Mencari informasi • Menggunakan tantangan dunia nyata • Menggunakan permasalahan tidak terstuktur • Kontekstualisasi pengetahuan • Menggunakan keterampilan berpikir tingkat tinggi • Siswa menentukan lingkup dan isu pembelajaran • pembelajaranteman sejawat • Evaluasi oleh teman sejawat • Kerja kelompok • Pembelajran multi disiplin • Penilaian keterampilan proses Pergereran cara belajar harus dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan pada abad 21. Beberapa penelitian yang dilakukan terkait pembelajaran yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan siswa menguasai ketrampilan abad 21 mendorong guru dan pemangku kepentingan (stakeholder) pendidikan untuk: • Fokus pada permasalahan dan proses dalam dunia nyata • Mendukung pengalaman belajar berbasis inkuiri • Menyediakan kesempatan menggunakan proyek kolaborsi dalam belajar • Fokus mengajarkan siswa tentang cara belajar Setelah pembelajaran yang kita lakukan berbasis HOTS maka soal yang kita gunakan juga berbasis HOTS yang sesuai dengan ranah kognitif Bloom pada level analisis, evalusi dan mengkresi/mencipta. Dalam menyusun soal yang mengukur proses berpikir tingkat tinggi disajikan berbagai informasi, biasanya dalam stimulus. Stimulus dapat berupa teks, gambar, grafik, tabel, dan lain sebagainya yang berisi informasi-informasi dari kehidupan nyata. Stimulus yang digunakan hendaknya menarik, artinya mendorong peserta didik untuk membaca. Berdasarkan informasi-informasi tersebut, peserta didik diminta untuk: • Mentransfer informasi tersebut dari satu konteks ke konteks lainnya • Memproses dan menerapkan informasi • Melihat keterkaitan antara informasi yang berbeda-beda • Menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah • Secara kritis mengkaji/menelaah ide atau gagasan dan informasi
93 Dra Elfida, Guru SMKN 6 Palembang Nama Lengkap: Dra. Elfida Tempat/ tanggal lahir: Padang/ 12 Juli 1962 Pendidikan terakhir: S1 FKIP Univrsitas Sriwijaya Palembang Riwayat pekerjaan: Guru SMK Negeri 6 Palembang Alamat email: [email protected]
94 Bab 19 HAKI, DIANTARA GURU DAN ECONOMIC COMUNITY( AEC) Materi oleh Elisa Setyawati, S.Pt Sekolah : SMK NEGERI TUTUR Email : [email protected] PENDAHULUAN Guru sebagai tenaga profesional memiliki peranan untuk meningkatkan SDM yang berkualitas diantaranya pengetahuan, ketrampilan dan sikap anak didiknya agar kelak dapat berguna bagi bangsa dan negara. Guru merupakan pilar utama untuk mencapai pendidikan yang bermutu, sehingga peningkatan profesionalnya perlu dilakukan secara kontinu, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pendidikan. Dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat, tuntas dan tidak setengah-setengah serta kepemilikan kepribadian yang prima, maka diharapkan guru terampil membangkitkan minat peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penyajian layanan pendidikan yang bermutu. Mereka mampu membantu dan membimbing peserta didik untuk berkembang dan mengarungi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi yang secara cepat berubah sebagai ciri dari masyarakat abad ke-21. Guru Mulia karena Karya , berkaitan dengan tugasnya guru juga melakukan penelitian, menemukan karya baru atau temuan temuan yang baru dalam proses pembelajaran. Karya guru bisa berupa karya tulis ilmiah, hasil penelitian, karya inovatif untuk meningkatkan pembelajaran . Penelitian oleh guru bersifat internal, dilakukan dalam lingkup kelas dan konteks pembelajaran. Seiring dengan penelitiannya tersebut juga dihasilkan temuan temuan baru, karya baru yang bisa di patenkan dan mempunyai nilai ekonomis bagi guru. Namun kesadaran akan hal tersebut masih minim disebabkan kurangnya pengetahuan akan HAKI. HAKI atau Hak Kekayaan Intelektual adalah Hak eksklusif yang diberikan suatu hukum atau peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya. Pada intinya HAKI adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreativitas intelektual.Obyek yang diatur dalam HAKI adalah karya –karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia. Beberapa istilah penting dan terkait dengan HAKI diantaranya : Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut perundang-undangan yang berlaku. Pencipta adalah seorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas inspirasinya melahirkan suatu ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi, kecekatan, ketrampilan atau keahlian yang dituangkan ke dalam bentuk yangkhas dan bersifat pribadi. Ciptaan adalah hasil setiap karya Pencipta yang menunjukkan keasliannya dalam lapangan ilmu pengetahuan, seni atau sastra. Pemegang Hak Cipta adalah Pencipta sebagai sebagai pemilik Hak cipta, atau pihak yang menerima hak tersebut. Lisensi adalah izin yang diberikan oleh pemegang Hak cipta atau pemegang hak terkait kepada pihak lain untuk mengummkan dan atau memperbanyak ciptaanya atau produk terkait dengan persyaratan tertentu (http:www.asep-hs.web.ugm.ac.id)
95 Rendahnya pemahaman akan pentingnya HKI ini bisa dilihat dari data bahwa hanya 3 % kontribusi peneliti Indonesia terhadap Jumlah paten yang di daftarkan. Itu lebih rendah bila dibandingkan dengan peneliti Thailand yang menyumbangkan 7 % jumlah paten yang didaftarkan di badan paten lokal dan Malaysia yang bahkan lebih dari 10 % (Adiningsih, N. U dalam Bunga rampai Hak Atas Kekayaan Intelektual AEC (ASEAN Economic Community) merupakan sebuah komunitas negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN demi terwujudnya ekonomi yang terintegrasi. Negara – negara yang tergabung dalam AEC memberlakukan sistem single market dalam artian terbuka untuk melakukan perdagangan barang, jasa, investasi, modal dan tenaga kerja. AEC direncanakan terbentuk pada tahun 2015. Pengaruhnya bagi Indonesia diantaranya terjadinya peningkatan nilai kompetitif negara-negara ASEAN untuk menyediakan produk yang berkualitas tinggi, tenaga kerja dari luar negeri lebih mudah bermigrasi ke Indonesia. Menyambut hal ini diperlukan lulusan SMK yang yang mempunyai keterampilan standar internasional, berdaya saing tinggi dan mempunyai kreativitas dan inovasi intelektual sebagai kemampuan yang harus diraih, terutama jika mempunyai karya temuan. Karya temuan tersebut harus dihormati dan dihargai . Disinilah pentingnya kesadaran akan pentingnya HaKI. PEMBAHASAN Guru Profesional dan HaKI Mengingat betapa pentingnya peran guru dalam pendidikan khususnya dalam peningkatan mutu pendidikan, maka perlu diketahui bagaimana guru dikatakan profesional, bagaimana implementasinya dalam kegiatan belajar mengajar, serta bagaimana upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme guru. Pentingnya peningkatan kemampuan profesional guru dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang. Pertama, ditinjau dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat diera MEA ini berbagai metode dan media baru dalam pembelajaran telah berhasil dikembangkan. Muncul ciptaan baru baik kombinasi beberapa metode pembelajaran , media pembelajaran seperti alat peraga, alat praktikum dll yang berbau teknologi. Apalagi dengan peran media massa dan media sosial. Kemudahan mengakses suatu karya cepat sekali, bahkan dengan adanya berbagai lomba terutama untuk guru, juga terjadi kemudahan dalam mencari referansi. Bahkan sudah bukan hal umum lagi terjadi plagiarisme, saling menjiplak karya orang lain juga banyak dijumpai pada karya atau temuan baru. Padahal terdapat kata yang indah untuk guru yaitu “Guru Mulia Karena Karya” hal ini bisa diartikan bahwa kemuliaan guru terletak pada karyanya. Karya guru bisa berupa karya tulis ilmiah, hasil penelitian karya inovatif untuk meningkatkan pembelajaran . Sayang sekali jika kemuliaan tersebut harus tercemar hanya karena adanya plagiarisme ,atau pula karya nya ternyata milik orang lain.
96 Transaksi jual beli karya juga dijumpai diera AEC ini karena persaingan yang semakin kompetitif. Generasi muda dihadapkan pada realita bahwa generasi muda di negara lain seperti Cina, Jerman, Jepang sejak awal telah mempelajari dan mengembangkan pembelajarannya sehingga ditemukan banyak penemuan –penemuan dan karya baru. Kadang kala penemuan baru mereka merupakan inovasi dan bersifat negatif seperti pemalsuan , pemakaian bahan berbahaya dllnya namun mempunyai keuntungan pada nilai ekonomis penemu. Guru berperan mengarahkan peserta didik agar temuannnya bisa mempunyai nilai manfaat yang tinggi pada manusia namun tidak bersifat negatif dan merugikan orang lain. Demikian pula halnya dengan pengembangan materi, ilmu pengetahuan dan teknologi. Semua itu harus dikuasai oleh guru dan kepala sekolah, sehingga mampu mengembangkan pembelajaran yang dapat membawa anak didik menjadi lulusan yang berkualitas tinggi., mempunyai inovasi dan kreatif melihat selera konsumen. Dalam rangka itu, peningkatan profesional guru perlu dilakukan secara kontinu seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pendidikan. Guru tidak boleh gaptek alias gagap teknologi, karena saat ini tidak tertutup kemungkinan kemampuan peserta didik dalam mengakses atau menggunakan teknologi jauh lebih tinggi dari gurunya. Oleh karena itu guru harus mampu mengimbangi kemajuan tersebut, dalam hal ini harus selalu belajar . Selain sebagai pengajar dan pendidik juga menjadi pembelajar sepanjang hayat (life long education). Suatu contoh, disaat ini banyak guru yang menggunakan media LCD dalam kegiatan belajar mengajar, apabila guru tersebut tidak menguasai teknologi maka ia akan tertinggal oleh guru-guru yang memang menguasai IPTEK, ia hanya menulis di papan kemudian para siswa mencatat. Selain itu, di era seperti ini banyak informasi-informasi yang disajikan lewat internet. Apabila guru gagap teknologi maka ia akan ketinggalan informasi yang seharusnya wajib ia ketahui. Kedua, ditinjau dari kepuasan dan moral kerja. Sebenarnya peningkatan kemampuan profesional guru merupakan hak setiap guru. Menjadi puas dengan karya-karyanya dan tetap memperhatikan unsur estetika dan moral. Artinya, setiap pegawai berhak mendapat pembinaan secara kontinu, apakah dalam bentuk supervisi, studi banding, tugas belajar, maupun dalam bentuk lainnya. Sebagai contoh: Salah satu kegiatan guru dalam berkarir adalah adanya kenaikan pangkat. Untuk memenuhi hal tersebut maka angka kredit dalam rangka kenaikan pangkatnya harus terpenuhi, salah satunya pada unsur penunjang yaitu pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB), diantaranya pengembangan diri dan publikasi ilmiah. Pada tahap ini guru dituntut untuk melakukan penelitian, mempunyai karya ilmiah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan baik kualitas maupun kuantitasnya. Namun, karena berbagai alasan sering kali hal ini belum bisa terpenuhi, sehingga berbagai macam cara dilakukan agar tujuan dapat tercapai , entah dengan cara menjiplak, menjahitkan pada orang lain, membeli karya orang lain dan sebagainya. Hasil dan tujuan tercapai, hak didapat, tetapi secara etika hal tersebut tidak bisa dibenarkan karena dicapai dengan cara-cara yang tidak benar. Pemenuhan hak tersebut, bilamana dilakukan dengan sebaik-baiknya, guru tidak hanya semakin mampu dan terampil dalam melaksanakan tugas-tugas profesionalnya, melainkan juga semakin puas, memiliki moral atau semangat kerja yang tinggi, dan berdisiplin.
97 Ketiga, ditinjau dari keselamatan kerja. Banyak aktivitas pembelajaran di sekolah yang bilamana tidak dirancang dan dilakukan secara hati-hati oleh guru mengandung risiko yang tidak kecil, khususnya pada pokok-pokok bahasan yang dalam proses pembelajarannya menuntut keaktifan siswa dan guru menggunakan bahan-bahan kimia. Bilamana pembelajarannya tidak dirancang dan dilaksanakan secara profesional, tidak menutup kemungkinan terjadi adanya kecelakaan-kecelakaan tertentu, seperti peledakan bahan kimia, tersentuh jaringan listrik, dan sebagainya. Dalam rangka mengurangi terjadinya berbagai kecelakaan atau menjamin keselamatan kerja, pembinaan terhadap guru perlu dilakukan secara kontinu. Keempat, peningkatan kemampuan profesional guru sangat dipentingkan dalam rangka manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah. Sebagaimana ditegaskan bahwa salah satu ciri implementasi manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah adalah kemandirian dari seluruh stakeholder sekolah, salah satunya dari guru. Kemandirian guru akan tumbuh bilamana ada peningkatan kemampuan profesional kepada dirinya. Jadi, dari uraian di atas sudah jelas bahwa peningkatan profesionalisme guru memang sangat penting, baik ditinjau dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dari kepuasan dan moral kerja, dari keselamatan kerja serta dalam rangka manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah. Guru profesional seharusnya memiliki empat kompetisi, yaitu kompetisi pedagogis, kognitif, personaliti dan sosial (Riva, Dede M, 2007). Oleh karena itu, selain terampil mengajar, seorang guru juga memiliki pengetahuan bijak dan dapat bersosialisasi dengan baik. Profesi guru dan dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang memerlukan prinsip-prinsip profesional. Mereka harus (1) memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme, (2) memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia, (3) memiliki kualifikasi akademik dan latar pendidikan sesuai dengan bidang tugas, (4) memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas, (5) memiliki tanggung jawab atas keprofesionalan, (6) memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja, (7) memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat, (8) memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, (9) memilki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan yang mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru (Undang-Undang Dasar tentang Guru dan Dosen, 2006: 7). MEA dan HAKI Pemerintah sangat menyadari bahwa implementasi sistem hak kekayaan intelektual merupakan suatu tugas besar. Terlebih lagi dengan keikutsertaan Indonesia sebagai anggota WTO dengan konsekuensi melaksanakan ketentuan Agreement on Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights (Persetujuan TRIPS), sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 tahun 1994 tentang Pengesahan Agreement Establishing the World Trade Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia). Berdasarkan pengalaman selama ini, peran serta berbagai instansi dan lembaga, baik dari bidang pemerintahan maupun dari bidang swasta, serta koordinasi yang baik di antara senua pihak merupakan hal yang mutlak diperlukan guna mencapai hasil pelaksanaan sistem hak kekayaan intelektual yang efektif.
98 Semakin derasnya arus perdagangan bebas, yang menuntut makin tingginya kualitas produk yang dihasilkan terbukti semakin memacu pekembangan teknologi yang mendukung kebutuhan tersebut. Seiring dengan hal tersebut, pentingnya peranan hak kekayaan intelektual dalam mendukung perkembangan teknologi kiranya telah semakin disadari. Hal ini tercermin dari tingginya jumlah permohonan hak cipta, paten, dan merek, serta cukup banyaknya permohonan desain industri yang diajukan kepada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Secara bertahap dan berkesinambungan telah diupayakan sosialisasi mengenai peran hak kekayaan intelektual di berbagai aspek dalam kehidupan sehari-hari seperti : kegiatan perindustrian dan perdagangan, investasi, kegiatan penelitian dan pengembangan, dan sebagainya. Berbagai lapisan masyarakat pun telah dilibatkan dalam kegiatan ini. Demikian juga pada dunia pendidikan , guru berada di garis depan sebagai pemangku hak kekayaan intelektual dengan karya karya dan temuannya. Departemen Pendidikan Nasional, Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Perguruan-perguruan Tinggi dan cukup banyaknya permintaan dari masyarakat yang diajukan kepada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual menunjukan telah tumbuhnya kesadaran masyarakat di bidang hak kekayaan intelektual. Namun demikian pengajuan hak kekayaan intelektual di dunia pendidikan oleh guru masih rendah. Penyebab utama masih rendahnya tingkat pengajuan paten oleh peneliti Indonesia, yaitu antara lain: Pertama, Faktor masih relatif rendahnya insentif atau penghargaan atas karya penelitian oleh Pemerintah hingga pada akhirnya kurang memicu peneliti dalam menghasilkan karya ilmiah yang inovatif. Kedua, Porsi bidang riset teknologi yang kurang dari anggaran Pemerintah – amat jauh tertinggal dari rata-rata angka riset negara-negara industri maju umumnya – hanya akan mewariskan lingkungan yang tidak kondusif dalam menumbuhkan SDM yang berkualitas kemampuan ilmu yang tinggi. Ketiga, Para peneliti juga sering kurang menyadari pentingnya perlindungan paten atas penemuannya. Keempat, Jarak lokasi tempat kerja peneliti yang tersebar di berbagai pelosok daerah menyebabkan pos pengeluaran biaya perjalanan untuk pengurusan paten menjadi hambatan tersendiri. Rendahnya tingkat permohonan HKI di Indonesia ini di antaranya disebabkan oleh pemahaman bahwa untuk mendaftarkan HKI itu berbelit-belit, memakan waktu, dan biaya yang besar, padahal tidak seperti itu, ada cara mudah, efisien, dan tidak ribet yaitu melalui jasa konsultan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk membantu mendaftarkan HKI (paten, hak cipta, desain indrustri, merek dagang, rahasia dagang, perlindungan varietas tanaman (PVT)) baik bagi perorangan, kelompok, dunia bisnis, indrustri, maupun badan-badan penelitian pemerintah dan swasta. Apabila tidak adanya perlindungan akan hak kekayaan intelektual tersebut maka bisa dipastikan akan terkena pembajakan. Contoh yang terjadi di dunia pendidikan yang sedang marak adalah adanya pembajakan buku. Faktor yang menyebabkan terjadinya hal tersebut diantaranya kurangnya penegakan hukum, ketidaktahuan masyarakat terhadap perlindungan hak cipta buku, dan kondisi ekonomi masyarakat. Sudah banyak pelaku terjaring oleh aparat, dan masih banyak pula yang masih berkeliaran dan tumbuh, seiring tingginya permintaan oleh masyarakat. Untuk itu butuh kesadaran dari masyarakat untuk mengetahui HaKI agar karyanya tidak diambil oleh orang lain.
99 Dalam hal pemahaman akan pentingnya HKI kita sangat tertinggal jauh dibandingkan dengan negaranegara lain. Bayangkan saja paten internasional tempe yang terdaftar atas nama periset Indonesia hanya tiga, sedangkan yang dimiliki asing sebanyak 15 Paten (Data tahun 2001). Demikian juga dengan hasil kerajinan rotan, temuan tentang rancang bangun rotan di Amerika Serikat jumlah patennya mencapai 193 buah, sedangkan Indonesia hanya 7 paten (Pandy, J dalam Bunga rampai Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)). Pelaksanaan dan perlindungan HKI akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengalaman di sejumlah negara memperlihatkan bahwa pelaksanaan dan perlindungan HKI turut mendorong investasi dan pengalihan teknologi secara cepat serta merangsang daya saing masyarakat dan perusahaan setempat Melihat fakta diatas, sangat penting sekali bagi masyarakat Indonesia untuk memahami pentingnya HKI. Agar setiap produk, bisnis, dan jasa yang kita jalankan dapat dilindungi keberadaanya. Perlindungan terhadap Hak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah hal yang sangat penting bagi tatanan ekonomi modern, Terutama di dunia pendidikan bagi guru khususnya dan masyarakat pada umumnya PENUTUP/KESIMPULAN HAKI mempunyai pengaruh terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Seperti adanya perlindungan karya tradisional bangsa Indonesia, mencegah pencurian karya lokal yang umumnya masuk kategori paten sederhana dan penemuan-penemuan baru. Adanya masukan pendapatan untuk para penemu/pencipta. Di bidang pendidikan guru hendaknya meningkatkan intensif untuk terus berkarya bagi penemu paten, baik yang dari kalangan pemerintah maupun yang swasta dan agar orang lain terangsang untuk dapat lebih lanjut mengembangkannya lagi. Di samping itu sistem HaKI menunjang diadakannya sistem dokumentasi yang baik atas segala bentuk kreativitas manusia sehingga kemungkinan dihasilkannya teknologi atau hasil karya lainnya yang sama dapat dihindarkan/dicegah. Dengan dukungan dokumentasi yang baik tersebut, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkannya dengan maksimal untuk keperluan hidupnya atau mengembangkannya lebih lanjut untuk memberikan nilai tambah yang lebih tinggi lagi. Meningkatkan pemahaman hukum HAKI pada aparat hukum dan masyarakat. Pelanggaran HAKI berupa pembajakan (piracy), pemalsuan dalam konteks Hak Cipta dan Merek Dagang (counterfeiting), pelanggaran hak paten (infringement) jelas merugikan secara signifikan bagi pelaku ekonomi, terutama akan melukai si pemilik sah atas hak intelektual tersebut. Begitupun konsumen dan mekanisme pasar yang sehat juga akan terganggu dengan adanya tindak pelanggaran HAKI.
100 Pendidikan hendaknya mampu menghasilkan individu yang mampu menghadapi tantangan abad ke-21. Kualitas sumber daya manusia Indonesia saat ini masih rendah. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menempatkan Indonesia peringkat 110 dari 188 negara. Berdasarkan hasil penelitian Program for International Student Assessment (PISA) pada tahun 2013 dari 65 negara yang diteliti Indonesia berada di posisi kedua dari bawah. Hal ini berarti Pendidikan Nasional memegang peranan penting dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia yang mampu bersaing di era global. Ketatnya persaingan di pasaran menuntut para produsen suatu produk menghasilkan inovasi terbarukan . Hal inilah yang biasa menjadi celah bagi pelaku pasar yang melakukan tidak kecurangan dengan meniru inovasi orang lain. Dilain pihak adapula yang melakukan klaim bahwa para produsen menciptakan inovasi terlebih dahulu dibandingkan para kompetitornya.Di dunia pendidikan kasus pembajakan buku, penjiplakan juga masih sering terjadi. Karya karya dan penemuan guru di tiru atau klaim sebagai miliknya, jual beli karya untuk peningkatan karir.dan sebagainya sehingga kasus kasus tersebut sampai di mejahijaukan. Fenomena yang terjadi di era globalisasi adalah seluruh dunia cenderung menjadi satu dan membentuk ketergantungan. Perkembangan era globalisasi ditandai munculnya MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) atau AEC (ASEAN Economis Community) ditingkat negara negara Asia tenggara, dimana agar setiap Negara dapat meningkatkan kwalitas perekonomian. Oleh karena itu, pendidikan di era globalisasi dituntut untuk menghasilkan lulusan-lulusan atau Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Alangkah baiknya jika para produsen khususnya guru profesional sebelum menciptakan inovasi baru terlebih dahulu mencek legalitas inovasinya, apakah inovasinya, misalnya karya ilmiah, media pembelajaran, karya inovatif tersebut sudah pernah ada atau belum, atau mungkin sudah dipatenkan oleh orang lain. Hal itu bisa meminimalisir kasus pelanggaran HAKI seseorang ataupun instansi. Dapat disimpulkan bahwa Haki adalah bagian penting dalam penghargaan ,dalam suatu karya, dalam ilmu pengetahuan, sastra maupun seni. Dengan menghargai hasil karya pencipta inovasi inovasi tersebut agar dapat diterima dan tidak menjadikan suatu hal untuk menjatuhkan hasil karya seseorang apalagi guru yang profesional.Pembentukan pencitraan yang baik sangat diperlukan demi terlaksananya Haki di Indonesia yang benar dan berkualitas.