301 Untung, 1997). Kegunaan budidaya organik pada dasarnya adalah untuk membatasi kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkan oleh budidaya kimiawi atau yang seringkali disebut sebagai pertanian konvensional (http://nad.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/info-teknologi/753-konsep) Kelebihan penggunaan pupuk tersebut diantaranya : 1. Sederhana 2. Membantu menetralkan tanah masam. 3. Terjadi penguraian secara biologis dan pengurangan zat racun berbahaya. 4. Biaya lebih murah. 5. Mengaktifkan kembali jasad renik (mikroorganisme) dalam tanah yang menguntungkan bagi tanaman, sehingga dengan berkembangnya mikroorganime pada tanah akan membuat tanah menjadi subur serta ketersediaan unsur hara kembali tersedia bagi tanaman. 6. Memperbaiki struktur dan kesuburan tanah, sehingga tanah tidak akan padat dan masam, dan sangat menguntungkan bagi tanaman terutama untuk pertumbuhan perakaran. 7. Mampu menahan air. 8. Sumber unsur hara bagi tanaman. 9. Tanaman lebih sehat. 10. Menjaga kelembaban tanah. 11. Aman dalam pemakaian 12. Tidak merusak lingkungan. Kelemahan dari penggunaan pupuk tersebut diantaranya : • Perlu ketelitian operator dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme. • Beberapa mikroorganisme mempunyai kemampuan yang berbeda dalam menetralkan beberapa jenis kontaminan. • Kesulitan akan terjadi pada konsentrasi kontaminan yang rendah, karena penguraian secara biologis akan berjalan lambat dan mikroorganisme akan mencari sumber energi lain atau mati. • Reaksinya membutuhkan waktu relatif lama. Pembuatan Pupuk Hayati Lahan Gambut Bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk tersebut terdiri dari : jerami padi, pupuk kandang, kapur, inokulum mikroorganisme, bioaktivator. Alat yang digunakan dalam pembuatan pupuk tersebut terdiri dari : sekop, terpal, sprayer, ember. Langkah kerja dalam pembuatan pupuk tersebut yaitu : Penyiapan inokulum mikroorganisme
302 Penyiapan bahan Pencampuran bahan dan difermentasi sambil dibolak-balik rata setiap 2 minggu sekali selama 3 bulan. Produk yang sudah jadi, dengan ciri-ciri wujud asli tidak terlihat, wujud seperti tanah gembur berwarna coklat kehitaman, dan tidak berbau. Aplikasi ke tanah Dosis dan Aplikasi Pupuk Hayati Lahan Gambut Pupuk dapat diberikan secara merata pada saat pengolahan tanah dengan kondisi lembab. Dosis aplikasi : • 150 kg untuk persawahan padi • 4 kg/tanaman, untuk tanaman keras setiap 6 bulan sekali. • 1 ons/tanaman, untuk tanaman semusim • 1 kg/meter persegi, untuk persemaian Mengingat banyaknya manfaat yang diperoleh dalam membantu menanggulangi keracunan pada tanah gambut penggunaan mikroorganisme hendaknya dapat lebih dimaksimalkan guna peningkatan produksi pertanian. WIWIEK SULISTYANINGRUM, S.P, Guru SMKN 1 Mendawai Kab. Katingan Nama : WIWIEK SULISTYANINGRUM, S.P Lahir di : Surabaya Tanggal : 10 Juni 1971 Jabatan : Guru mapel produktif pertanian Unit kerja : SMK Negeri 1 Mendawai Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah Pendidikan Terakhir : S-1 Pertanian Riwayat Pendidikan : ✓ SDN Kedungdoro V/310 Surabaya (lulus 1984) ✓ SMPN 3 Surabaya (lulus 1987) ✓ SMAN 6 Surabaya (lulus 1990) ✓ Fakultas Pertanian Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Universitas Jember (lulus 1995) ✓ Akta IV UPBJJ Palangkaraya (lulus 2000) Riwayat Pekerjaan : ✓ Lembaga Psikologi (1995-1996) ✓ TKPMP-BUT di Kab. Banjar Kalimantan Selatan (1996 – 1998)
303 ✓ TKPMP-BUT di Kab. Kapuas Kalimantan Tengah (1998 – 2000) ✓ Lembaga Pendidikan Primagama Palangkaraya (2000-2002) ✓ Guru honorer di SMAN 1 Maliku Kab. Pulang Pisau Kalimantan Tengah (2002 – 2003) ✓ Guru bantu di SMAN 1 Maliku Kab. Pulang Pisau Kalimantan Tengah (2003 – 2005) ✓ Guru PNS di SMAN 1 Katingan Kuala Kab. Katingan Kalimantan Tengah (2005 – 2007) ✓ Guru PNS di SMKN 1 Mendawai Kab. Katingan Kalimantan Tengah (2007 – sekarang) Email : [email protected] Bab 72 Pengembangan Instrumen Teaching Factory (TeFa) Materi oleh Yan Ahmad Shohihul Hafidh, SE.Par SMK Negeri 1 Pacet Semenjak awal tahun 2016, dunia Sekolah Menengah Kejuruan-selanjutnya disebut SMK, ramai membicarakan tentang sebuah model pembelajaran yang dikenal dengan Teaching Factory (TeFa). Model pembelajaran ini menjadi salah satu andalan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (DitPSMK) dalam melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 mengenai Revitalisasi SMK. Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016 merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap optimalisasi pengembangan sumber daya manusia di SMK yang mengandalkan kerjasama antara 10 kementrian terkait dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Salah satu tujuan utama penerapan model pembelajaran TeFa ini ialah untuk meningkatkan tingkat kebekerjaan lulusan SMK di dunia industri. Harapannya dengan pendekatan ini, siswa SMK mampu mengadaptasi suasana kerja layaknya di industri.
304 Definisi Teaching Factory Menurut Grand Design Teaching Factory Direktorat PSMK (2016), Teaching factory adalah suatu model pembelajaran pada institusi pendidikan kejuruan yang menggunakan suatu produk (barang/jasa) sebagai media pembelajaran untuk mengantarkan kompetensi dan diselenggarakan melalui sinergi sekolah dengan industri. Sementara, dalam buku Bimbingan teknis implementasi kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan (2017), Pembelajaran Teaching Factory adalah model pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Diperkuat oleh direktorat PSMK, bahwa filosofi TeFa di SMK dikembangkan dalam sebuah pembelajaran berbasis produksi, dengan mengimbaskan operasi manufaktur dan layanan jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri/dunia usaha. Dapat disimpulkan bahwa, pendekatan TeFa berusaha untuk mengantarkan kompetensi kepada siswa agar mendekati kualifikasi kompetensi yang dibutuhkan di industri. Dengan demikian, diharapkan dapat dipastikan ketika siswa yang bersangkutan lulus dari SMK, dapat bekerja sesuai dengan kebutuhan industrinya. Tujuan Penerapan Teaching Factory Tujuan yang diharapkan melalui penerapan TeFa menurut Grand Design Teaching Factory (2016), ialah: • Menciptakan sinergi dan integrasi proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran normatif, adaptif dan produktif, sehingga pengantaran kompetensi ke peserta didik lebih optimal; • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengantaran soft skills dan hard skills kepada peserta didik; • Meningkatkan kolaborasi dengan dunia usaha/dunia industri melalui penyelarasan kurikulum, penyediaan instruktur, alih pengetahuan/teknologi, pengenalan standar dan budaya industri, dll; • Meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan melalui interaksi dengan dunia usaha/dunia industri; • Mendorong munculnya perubahan paradigma pembelajaran dan budaya kerja di institusi pendidikan dan pelatihan kejuruan Tujuan yang selaras tentang pembelajaran teaching factory (Sema E. Alptekin, Reza Pouraghabagher, atPatricia McQuaid, and Dan Waldorf; 2001) adalah: • Menyiapkan lulusan yang lebih profesional melalui pemberian konsep manufaktur moderen sehingga secara efektif dapat berkompetitif di industri. • Meningkatkan pelaksanaan kurikulum SMK yang berfokus pada konsep manufaktur moderen. • Menunjukan solusi yang layak pada dinamika teknologi dari usaha yang terpadu • Menerima transfer teknologi dan informasi dari industri pasangan terutama pada aktivitas peserta didik dan guru saat pembelajaran. Dari paparan di atas mengenai tujuan TeFa, dapat dipaparkan prinsipTeFa, yaitu:
305 • Efisien, meningkatkan efisiensi penggunaan alat dan bahan praktik • Efektif, menciptakan suasana pembelajaran sesuai dengan kondisi sesungguhnya di dunia kerja/industri dalam rangka pengantaran kompetensi secara tuntas • Keterpaduan, memadukan muatan/materi pelajaran pada mata pelajaran normatif, adaptif dan produktif • Kolaborasi, meningkatkan kerja sama antara institusi pendidikan kejuruan dengan dunia usaha/dunia industri Sintaks Model Pembelajaran TeFa Pembelajaran teaching factory dapat menggunakan sintaksis PBET/PBT atau dapat juga menggunakan sintaksis yang diterapkan di Cal Poly-San Luis Obispo USA ( Sema E. Alptekin: 2001) dengan langkahlangkah: • Merancang produk • Membuat prototype • Memvalidasi dan memverifikasi prototype • Membuat produk masal Berdasarkan hasil penelitian, Dadang Hidayat (2011) mengembangkan langkah-langkah pembelajaran Teaching Factory sebagai berikut : • Menerima Order • Menganalisis order • Menyatakan Kesiapan mengerjakan order • Mengerjakan order • Mengevaluasi produk • Menyerahkan order Tahapan penerapan TeFa Ciri-ciri bahwa sebuah pembelajaran adalah pembelajaran TeFa, dapat dilihat melalui: • Adanya Analisis Produk • Adanya Kurikulum Sistem Blok • Adanya Job Sheet Hal-hal tersebut di atas, disusun sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kebutuhan dan suasana di industri. Dengan adanya analisis produk, maka siswa dapat menentukan orientasi produk/jasa yang akan dihasilkan selama proses pembelajaran berlangsung. Produk/Jasa yang dimaksud tentunya sudah melalui sebuah analisis yang ditunjang oleh kesesuaian dengan industri terkait. Hal ini dapat ditempuh melalui sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan industri di awal tahun pelajaran. Analisis produk tersebut akan dibahas secara tuntas melalui artikel ini. Adapun Kurikulum sistem blok dan job sheet, untuk sementara tidak akan dibahas secara rinci pada artikel ini.
306 Kurikulum sistem blok memodifikasi impelementasi kurikulum di lapangan, sehingga dapat memberikan waktu yang cukup bagi siswa dalam menghasilkan produk/jasa yang diharapkan sesuai dengan hasil analisis produk di atas. Penerapan sistem blok ini memang tidak akan mudah, karena modifikasi kurikulum ini akan memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kebiasaan guru dalam menyampaikan kompetensi kepada siswa. Namun demikian, manfaat yang akan didapat melalui penerapan sistem blok ini ialah akan tercapainya ketuntasan kompetensi yang terwujud dalam sebuah produk/jasa yang sesuai dengan kebutuhan industri. Karakteristik sistem blok ialah berusaha memberikan prioritas terhadap pengantaran kompetensi produktif untuk kemudian ditunjang oleh kompetensi pelajaran normatif dan adaptif. Job sheet disusun sesuai dengan urutan pekerjaan yang ada di industri dalam mencipatakan sebuah produk/jasa. Artinya, akan terdapat sinergisitas antara kompetensi siswa dengan tuntutan kualitas produk yang ada di industri/dunia usaha. Sehingga, dapat dipastikan tujuan adanya job sheet ini ialah untuk memberikan panduan kepada siswa dalam menciptakan produk/jasa yang sesuai dengan tuntutan pasar. Pengembangan Instrumen TeFa (Analisis Produk) Analisis Kondisi dan Potensi Analisis yang pertama ialah dengan cara menilai kondisi real di sekolah (Analisis SWOT). Beberapa hal yang dipertimbangkan untuk dianalisa ialah: • Kurikulum • Sumber Daya Manusia • Fasilitas • Pembiayaan • Manajemen • Potensi Daerah • Industri/Dunia Usaha Mitra Sekolah Ketujuh hal di atas dianalisa untuk mendapatkan sebuah keputusan tentang potensi produk/jasa apa yang akan dikembangkan sebagai salah satu produk unggulan SMK bersangkutan. Hasil analisisnya dipaparkan melalui matriks tabel seperti di bawah ini. Penentuan Prioritas Usaha
307 Keputusan produk unggulan yang akan dihasilkan oleh sebuah SMK seperti yang tersusun melalui tabel di atas, selanjutnya dirincikan menjadi langkah-langkah kerja usaha. Penentuan langkah kerja ini tentunya mengacu pada standar industri/dunia usaha. Standar industri ini, disinkronkan dengan penyampaian kompetensi di sekolah. Nah, langkah-langkah inilah yang akan dimanfaatkan oleh guru dalam menyusun Job sheet nantinya. Dapat dipaparkan melalui tabel di bawah ini. Penjelasan: • Potensi usaha diturunkan dari format 1. • Prioritas usaha di isi dengan memilih dari beberapa potensi usaha. • Langkah kerja diisi dengan langkah-langkah yang dilakukan pada waktu memulai usaha. Analisis Kurikulum berbasis TeFa Setelah mendapatkan langkah kerja konkrit untuk mencipatakan produk/jasa, selanjutnya dibuat analisis kurikulum yang dapat mengantarkan kompetensi kepada siswa dalam menciptakan produk tersebut. Kompetensi Dasar mana sajakah yang harus diprioritaskan untuk disampaikan kepada siswa dan dikuasai oleh siswa. Selain itu, penentuan mata pelajaran yang harus dikuasai oleh siswa menjadi sebuah kunci utama dalam menganalisa kurikulum yang akan diberikan kepada siswa. Bahkan, dengan menyandingkan dengan Standar Kerangka Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), maka dapat dipastikan pengakuan kompetensi manakah dan level berapakah yang dapat disertai dengan sertifikasi kompetensi teknis yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui mekanisme Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Kerja LSP P1. Hal ini menjadi penting, karena jika nantinya siswa sudah lulus dari SMK, maka akan dapat menjadi sebuah referensi di dunia kerja tentang kompetensi yang telah dikuasai oleh siswa tersebut, sehingga diharapkan lulusan SMK tersebut akan dengan mudah diterima bekerja sesuai dengan kompetensi keahliannya. Penyusunan analisis berbasis TeFa dapat dirincikan melalui tabel di bawah ini. Rencana Usaha Produk ungulan sudah diputuskan berikut dengan pencapaian kompetensi yang harus dikuasai siswa. Maka langkah selanjutnya ialah dengan membuat perencanaan usaha terhadap hasil produk/jasa yang telah dihasilkan oleh siswa. Hal ini bukan tanpa pertimbangan, bahwa nantinya akan terdapat sebuah produk/jasa yang layak jual dan bukan tidak mungkin dapat bersaing di pasaran secara umum. Analisis rencana usaha ini dapat digambarkan melalui tabel di bawah ini. Yan Ahmad shohihul Hafidh, SE.Par, Guru SMKN 1 Pacet Nama Lengkap : Yan Ahmad Shohihul Hafidh, SE.Par Tempat, Tanggal Lahir : Bandung, 23 Januari 1983 Instansi : SMK Negeri 1 Pacet
308 Jabatan: Guru Usaha Perjalanan Wisata Alamat : Jl. Kebun Raya Cibodas No. 88 Cipanas - Cianjur - Jawa Barat 43253 HP : 081912285101 / 082178553939 Email : [email protected] // [email protected] Pengalaman Kerja : ✓ 2002 - 2009 à Pengajar di SMP Bina Utama Cipanas, Cianjur ✓ 2009 - sekarang à SMKN 1 Pacet – Cianjur ✓ Trainer SDP (School Development Plan) 2017 ✓ Pendamping TeFa (Teaching Factory) Nasional 2017 ✓ Trainer GDS Sabre (Abacus) 2018 Bab 73 Dibalik pesan rahasia jari-jari, rahasia dibalik pesan jari-jari Materi oleh Bawanti Panggil aku Bawanti, sudah 33 tahun tapi masih saja jomblo hiiiiii. Kesukaanku akan dunia menulis tumbuh ketika usia SMP dimana aku mulai memliki banyak cerita. Semua rasa sedih, senang dan hal apapun ku tuangkan dalam buku tulis kecil yang kusebut diary. Sewaktu kecil bermimpi menjadi seorang wartawan yang tulisan akan dibaca oleh orang banyak dan tenar seperti almarhum munir, setenar adof kusuma ( bener gak ya lupa-lupa inget), dan ida parwati wkwkwk. Tulis menulis tidak putus sampai sekarang ini hanya saja medianya yang berbeda atas rekomendasi seorang teman jaim J. Ide materi ini tercipta setelah salat ashar pada tanggal 13 Maret 2019, kurang dua hari deadline terakhir pengumpulan tugas VC 34 jateng dan DIY batch 3. Semuanya spontanitas, dari persiapan pembuatan flyer dan PTT. Hingga tercipta dengan judul “FINGER TALK”. Materi ini aku sajikan dengan tujuan mengajak semua teman-teman VC 34 untuk melihat pembelajaran kepramukaan yang sesungguhnya dan memasuki sedikit dunia disabilitas. Masih banyaknya pemahaman bahwa dunia kepramukaan hanya bersenang-senang dan tepuk tangan, ah... Cuma senang-senang, bermain dan gak keren lah. Kalimat tersebut sering diungkapkan olah khalayak orang yang belum paham dunia kepramukaan yang sebenarnya. Padahal kami (anggota pramka) untuk bisa menjadi seorang pembina harus mempelajari banyak materi dan penekanan utamanya adalah penanaman karakter. Sesuai dengan nilai-nilai pancasila dan sumpah setia pramuka. Prinsip hidup yang kami tanamkan bukanlah sekedar isapan jempol, melainkan penanaman karakter sedini mungkin “ikhlas bakti bina bangsa berbudi bawa laksana” jika dipahami benar dengan rasa dan
309 hati yang tulus memiliki makna yang cukup mendalam dalam setiap kata-katanya, terkadang kami menambahkannya dalam bahasa jawa timur “jer basuki mowo beo” (segala keberhasilan membutuhkan perjuangan). Perjuangan yang ku tanamkan disini adalah perjuangan untuk membawa anak-anak pramuka ku meresapi serta memahami arti dari pancasila serta sumpah setia pramuka. Judul finger talk aku ambil dengan tujuan mempersingkat penulisan, yang judul awalnya adalah bicara dengan tangan kemudian ku spesifikasikan agar sedikit milineal. Pembelajaran finger talk pada kepramukaan disebut dengan nama sandi Hellen Keller. Di pembelajaran ini aku mengajarkan bagaimana menyampaikan pesan dengan menggunakan sandi hellen keller. Dan teryata penggunaan sandi hellen keller dalam dunia disabilitas disebut dengan SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia) dan aku pun menyampaikan BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia). Hellen keller adalah wanita penyandang tuna netra dan tuna rungu pertama yang lulus dari universitas dengan predikat magna cum laude. Walaupun dengan keadaannya yang tidak sempurna tidak menyurutkan semangat hidupnya untuk belajar empat bahasa ( Perancis, Jerman, Yunani dan latin melalui huruf braile dibantu oleh seorang guru Anne Sullivan dan John Macy, polly Thomson, seorang sekretaris dan temannya untuk menulis buku. Hellen keller bekerja sebagai penulis, aktivis dan dosen untuk penyandang disabilitas. Keren bukan??? keterbatasan tidak menyiutkan hatinya untuk terus terpuruk. Berkat motivasi gurunya dia bangkit dan terus bangkit !! sampai akhirnya meninggal pada usia 87 tahun. Dan dinobatkan sebagai tokoh kemanusiaan terbesar pada abad ke-20. “Hadapilah masalah hidup dirimu dan akuilah keberadaanya, tetapi jangan biarkan dirimu dikuasainya. Biarkanlah dirimu menyadari adanya pendidikan situasi berupa kesabaran, kebahagiaan, dan pemahaman kata” kata bijak hellen keller. Hellen keller mengakui kesabaran gurunya untuk membawa Hellen menuju kebahagiaannya. Sandi Hellen Keller (dalam pramuka) atau SIBI (dalam disabilitas), kata ini ku dapatkan dari teman VC 34 Bapak Kukuh yang mengajar di SLB Kudus. Sibi digunakan sebagai media komunikasi tuna rungu dan tuna wicara, cukup sulit dikarenakan adanya aturan yang mendasar seperti frekuensi gerak tubuh, arah gerakan yang berbeda, isyarat awalan, akhiran serta penggulangan. Pembelajaran yang ku sampaikan pada materi kepramukaan ku adalah pada pola dasar (pengenalan abjad); Saat belajar materi ini, anak-anak sangat senang karena mereka mendapatkan materi “aneh tapi nyata” banyak gerakan-gerakan jari yang sering mereka gunakan teryata memiliki arti dalam dunia disabilitas. Tawa riang saling adu memberi pesan, menerima pesan serta ejekan-ejekan pembakar semangat untuk battle selanjutnya. Mereka ngumun ketika memperagakan huruf M, N, dan T. Dalam benak mereka ketika seseorang menggunakan gestur jari seperti itu mengeskpresikan kesan jorok. Sebagai materi terbaru bagi anggota penegak (pramuka tingkat SLTA) anak-anaku sangat antusias sampai terbawa kedalam kelas pembelajaran lain. Seorang Guru yang tak lain sahabatku yang juga mengikuti VC 33 (kami berbeda ruang) bercerita: “ bu.....(mengacungkan jari tangan dimana ibu jari, telunjuk, kelingking tegak berdiri sedangkan jari tengahdan jari manis ditekuk/ gaya metal)” sambil berteriak pada salah satu teman kerjaku yang sangat cantik.
310 “maksudnya apa le ?” tanya temanku Yuni “pokoknya begini bu (masih dengan gerak jari gaya metal) balas gini juga dong bu!” Hanya senyuman yang terbalaskan, bu yuni menghampiriku dan bertanya “anak-anak hari ini banyak yang mengacungkan tangan mereka dengan gaya metal, anak-anak jaman now memang sudah kurang kesopanannya” “bukan metal bu, tapi mereka menyampaikan bahwa mereka menyampaikan perasaannya kepada njenengan yang artinya I LOVE YOU, kemarin kami habis belajar bahasa SIBI dimana gerakan tangan metal itu artinya I LOVE YOU”. Apabila menyampaikan pesan menggunakan sandi hellen keller terdapat awalan dan akhiran pun menggunakan gesture tubuh seperti gambar dibawah ini: Sandi hellen keller atau SIBI dapat pula diaplikasikan dengan menyanyikan lagu bisa klik link ini https://bit.ly/2DpyB5l perhatikan baik-baik ya gaes... bisa di paus kalo masih bingung J jangan lupa di subscribe ya. Link ini aku temukan dari seorang teman digroup Whatsaap menulisku, dia merupakan sosok guru yang sangat kuat dan keren abis. Ketika mengekspesikan perasaan pun berbeda dengan bahasa sibi. Bisindo lebih terlihat jelas dan mudah dipahami oleh pemula bisa mengakses lewat link yang saya beri dibawah ini selain untuk refeshing setelah membaca tulisan ku J selamat rilex sejenak gaessssss https://www.youtube.com/watch?v=_M9_yheWArA Ekspresi tubuh, gerak jari lebih terlihat dan mudah dipahami. Pembelajaran ini ku adopsi dari Surya Sahetapy anak dari aktris kondang Dewiyul. Dari vlognya https://bit.ly/2VM8XP1 (gestur tubuh bisindo) kalo keliatan kecepetan kalian biasa pause sekalian praktek. Tidak hanya Surya akupun belajar dari vlog Amanda Farliany dan suaminya yang sama-sama penyandang disabilitas https://bit.ly/2XdRQpA Dari vlog mereka aku mulai mengaplikasikannya kedalam pembelajaran pramuka disekolah dengan tujuan memberi tahu kepada anak-anak pramukaku bahwa para tuna rungu dan tuna wicara menggunakan dua bahasa isyarat. Dua bahasa isyarat itu dalam dunia kepramukaan disebut dengan nama SANDI. Dari kedua pembelajaran itu beberapa dari mereka ada yang menyukai SIBI adapula yang BISINDO. Saat pembelajaran anak-anak banyak yang mengeluh “belajar opo tho bu niki ?”, “awak e khan normal bu, ngopo belajar basane wong pekok?”, “ pelajaranne kok aneh tho dino iki?”, “akh....aku males belajar opo tho iki”? semakin anak-anak mengeluh akan semakin semangat ku memberikan materi ini. Tidak ada rasa kesal, marah ataupun ingin menjewer mereka. Dorongan hatiku semakin kuat untuk mengajarkan mereka SIBI dan BISINDO sebagai pembelajaran sandi. Tengah pembelajaran seorang siswa memanggil “bu....... kapan selesai saya sudah lapar” dia menggerakkan jari-jarinya menggunakan bahasa SIBI
311 “15 menit lagi :D”, balasku menggunakan bahasa sibi pula. Jujur aku tidak mengira jika anak-anak begitu mengigatnya, pembelajaran yang hanya berlangsung 2 jam lamanya memberikan kesan yang cukup mendalam. Dan anak-anak yang mengeluh tadipula yang memviralkan diluar jam pembelajaran pramuka, dari halhal tesebut diatas ku berharap untuk tidak memandang bahwa pramuka itu tidak hanya bersenangsenang. Banyak penanaman karakter, pembelajaran sosial serta memahami makna pancasila yang sesungguhnya. Untuk menjadi seorang pembina pramuka pada masing-masing golongan pun tidaklah mudah. Calon pembina harus mengikuti rangkaian pembelajaran khusus sesuai jurusannya (pembina siaga, pembina penggalang, pembina penegak, pembina pandega). Setelah selesai kursus kami masih harus melakukan praktik lapangan disekolah masing-masing, membuat laporan hasil kerja dan melaporkannya kepada kepala pusat diklat pramuka agar terbit yang namanya SHB (surat hak bina). Pembina yang sudah memiliki SHB sudah tentu dalam penyampaian pembelajarannya tidak akan menyimpang dari aturan yang berlaku. Agar memudahkan dalam melihat materi silahkan nunul link ini ya gaes... https://bit.ly/2HwIgtE atau kalo gak konnek https://www.youtube.com/watch?v=OTQ8Q1fF4UY Ada banyak harapan setelah menulis antologi ini, semoga tidak lagi memandang kecil kaum disabilitas, pramuka dan kepramukaan. Yuks gaes....masuk kedunia disabilitas lewat kepramukaan J. Jika bertemu dengan penyandang tuna rungu dan wicara jangan teriak-teriak, jangan buru-buru bicaranya tapi lariiiiiiiiiiiiiiiiiiiii cari kertas tulis apa yang ingin dikatakan atau belajar bahasa isyarat lebih keren. Dan jika terpilih anatologi ini ku persembahkan kepada Renda Widhi Andaru, S,sn yang telah meminjamkan Cyborg miliknya dan memasangkan MiniWebcam, semoga Tuhan melimpahkan rahman dan rahmin kepadamu. Tanpa dua alat tersebut aku ndak bisa ikut VC 34 Batch 3. Sahabatku Sri Wahyuni Ekawati, S.Pd, s. Sos terima kasih atas kebaikan-kebaikan yang kamu jalin selama 9 tahun ini, selamat bertugas di tempat baru semoga semakin kuat, dan dimudahkan dalam segala urusan. Yanny Bawantim S.Pd, Guru SMKS Pancasila 9 Giriwoyo, Wonogiri Nama : Yanny Bawanti, S.Pd Tempat, tanggal lahir : 2 pebruari 1986 Alamat : Dusun Saradan rt 04 rw 02 Desa Saradan, Kecamatan Batuertno, Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah. Pendidikan : ✓ 1992 TK Sanjaya Pesanggrahan Jakarta Selatan ✓ 1993 – 1998 SDN 07 Pagi Ulujami Jakarta Selatan ✓ 1999 – 2001 SMPN 267 Jakarta Ulujami Jakarta Selatan ✓ 2002 – 2004 SMK Pancasila 4 Baturetno Wonogiri Jawa Tengah ✓ 2004 – 2009 FKIP/PBS/Bahasa Inggris Universitas Widya Dharma Klaten
312 Pengalaman berorganisasi : ✓ 1992- 1995 (anggota pencak silat beksi cabang ulujami) ✓ 1993 - 1996 (anggota pramuka tingkat siaga dan penggalang SD Negeri 07 Pagi Ulujami Jaksel) ✓ 1997- 1998 (anggota bela diri pagar banten cabang SMP N 267 Ulujami Jaksel) ✓ 1997- 1998 ( anggota Osis bagian humas SMP N 267 Ulujami Jaksel) ✓ 1997- 1998 ( anggota paskibraka SMP N 267 Ulujami Jaksel dan juara III PBB variasi tingkat SMP se kodya Jakarta Selatan) ✓ 2004 – 2005 ( anggota Racana Yogi Praja Parang Garuda universitas Widya Dharma Klaten) ✓ 2004 – 2006 ( pembina pramuka siaga SDN 1 Karanganom Klaten) ✓ 2004- 2008 (anggota Koprs Sukarela universitas Widya Dharma Klaten) ✓ 2005 – 2008 ( pembina pramuka siaga dan penggalang SDN 1 Tegalyoso Klaten) ✓ 2005 – 2007 (Sekretaris putri Racana YPPG unwidha Klaten) ✓ 2006 – 2010 (guru bimbel prima gracia Karanganom Klaten) ✓ 2007-2008 (dewan kehormatan Racana YPPG Unwidha Klaten) ✓ 2010 – 2012 (Guru LPK harapan mulia Baturetno Wonogiri) ✓ 2010 – skr (Guru SDN 7 Baturetno, pembina pramuka) ✓ 2010 – skr ( Guru SMKS Pancasila 9 Giriwoyo, Wonogiri) ✓ 2012 – skr (anggota komunitas anak gunung merbabu merapi (pasif)) ✓ 2015 – skr (anggota komunitas pencinta alam Lentera alam (pasif)) ✓ 2016 – skr (anggota pembina pramuka Baturetno Wonogiri) Cita-cita ; Wartawan Link youtube https://www.youtube.com/channel/UC7AjKSPU849kEDdOTf9c9eQ https://www.youtube.com/channel/UCkHSDUaHI0Fpkw6ql1mXhtQ https://www.youtube.com/channel/UCjvjSjLQZROitiBTw6qnBDA
313 Bab 74 Pengembangan bahan ajar Materi oleh Yulaina Nurramadhani Kegiatan belajar mengajar di kelas diisi dengan kegiatan pendahuluan, inti dan penutup. Di kegiatan inti guru harus merencanakan proses pembelajaran supaya berjalan dengan baik. Salah satu upaya guru agar proses pembelajar berjalan baik adalah menyiapkan bahan ajar. Guru memerlukan bahan ajar karena perannya sebagai fasilitator yang bertugas menyiapkan segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam kegiatan belajar mengajar ini. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun tidak tertulis. ( National Center for Vocational Education Research Ltd/ National Center for Competency Based Training). Bahan ajar dirancang guru dengan tujuan menciptakan lingkungan/ suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. Sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013, peserta didik diharapkan dapat membangun sendiri pengetahuannya dibantu dengan bahan ajar yang disiapkan guru. Ketika membuat bahan ajar guru harus memperhatikan karakteristik siswa sehingga bahan ajar bisa sesuai dengan kondisi siswa. Pemilihan bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik siswa diharapkan dapat menjadi pemecahan masalah belajar yang dihadapi siswa. Jadi tujuan dan manfaat penyusunan bahan ajar antara lain: • Menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, yakni bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik dan setting atau lingkungan sosial peserta didik. • Membantu peserta didik dalam memperoleh alternatif bahan ajar di samping buku-buku teks yang terkadang sulit diperoleh. • Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran.
314 • Pengembangan bahan ajar juga memberi manfaat bagi guru, guru memperoleh bahan ajar yang sesuai tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik, guru tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit diperoleh, guru dapat memperkaya pengetahuan karena pembuatan bahan ajar dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi, guru dapat menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis bahan ajar, guru membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan peserta didik karena peserta akan merasa lebih percaya kepada gurunya, guru juga dapat menambah angka kredit untuk kepentingan kenaikan pangkat guru jika dikumpulkan menjadi buku dan diterbitkan. Selain memberi banyak manfaat bagi guru, pengembangan bahan ajar juga memberi manfaat bagi peserta didik, antara lain : • Kegiatan pembelajaran pasti menjadi lebih menarik jika ada bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. • Peserta didik memperoleh kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran guru, jika guru berhalangan hadir tetapi bahan ajar sudah disiapkan guru maka peserta didik tetap memperoleh pengetahuan dengan belajar mandiri. • Jika guru telah menyiapkan bahan ajar disetiap pembelajarannya maka peserta didik mendapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya. Setelah mengetahui pengertian bahan ajar kemudian manfaat serta tujuan pengembangan bahan ajar, sekarang kita pelajari bentuk-bentuk bahan ajar. Secara umum ada 5 bentuk bahan ajar, yaitu bahan cetak, audio visual, audio, visual dan multi media. Yang termasuk Bahan cetak seperti hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur/leaflet, wallchart; sedangkan contoh audio visual seperti video/film, VCD; untuk bahan ajar audio contohnya radio, kaset, CD audio, PH; foto/gambar,model/maket adalah bentuk bahan ajar visual: untuk multi media ada CD interaktif, computer based, dan internet. Berikut ini penjelasan bahan ajar cetak: handout adalah bahan yang berisi KD dan materi pokok yang harus dikuasai oleh peserta didik untuk memperkaya pengetahuan peserta didik yang telah ditulis dan disiapkan guru; buku menyajikan ilmu pengetahuan yang merupakan hasil pemikiran seorang pengarang; modul seperti buku yang ditulis guru dengan tujuan agar peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru,modul harus memiliki petunjuk belajar, kompetensi yang akan dicapai, isi materi, informasi pendukung, latihan-latihan, petunjuk kerja dan evaluasi; LKS / lembar kegiatan siswa adalah lembaran yang berisi tugas baik petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik; brosur / leaflet berisi informasi tertulis mengenai suatu masalah/ KD yang disusun secara tersistem yang hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa dijilid; sedangkan
315 wallchart berisi bagan siklus/ proses atau grafik yang bermakna dengan tata warna yang menarik tetapi harus dilengkapi KD dan materi pokok yang harus dikuasai oleh peserta didik, ada juga bahan ajar audio visual yang memperlihatkan secara nyata sesuatu yang awalnya tidak mungkin bisa dilihat di dalam kelas menjadi mungkin dilihat seperti video/ film dan VCD, sedangkan untuk untuk bahan ajar audio adalah bahan ajar noncetak yang didalamnya mengandung suatu sistem yang menggunakan sinyal audio secara langsung yang dapat dimainkan atau diperdengarkan oleh guru kepada peserta didiknya untuk membantu mereka menguasai kompetensi tertentu contohnya radio, kaset, CD audio, handphone; foto/gambar bisa juga dijadikan bahan ajar untuk pelajaran yang ada kegiatan menceritakan,selain foto/gambar ada model/maket yang juga bentuk bahan ajar visual yaitu pembuatan tiruan dari benda asli misalnya dalam pembelajaran biologi tentang bagian-bagian tubuh manusia: untuk multi media ada CD interaktif, computer based, dan internet. Dalam pengembangan bahan ajar kita perlu mengetahui alur penyusunannya sehingga dapat menganalisis bahan ajar yang sesuai dengan pembelajaran yang akan kita lakukan dan memilih bahan ajar yang tepat. Berikut alur analisis penyusunan bahan ajar Jadi sebelum membuat bahan ajar kita melihat dulu kompetensi dasar materi yang akan kita buat bahan ajarnya, kemudian menentukan indikator-indikator pembelajaran, selanjutnya tujuan pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran. Setelah proses ini maka desain kegiatan pembelajaran dapat kita kerjakan lalu kita dapat menentukan bahan ajar yang sesuai dengan materi pembelajaran Yulaina Nurramdhani Nama saya Yulaina Nurramadhani, terlahir di kota yang terkenal dengan Jembatan Amperanya yaitu Palembang Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 28 Juli 1980. Sekarang tempat tinggal dan bekerja di kota Prabumulih yang berjarak 94 Km dari ibukota Palembang. Saya mengabdikan diri di SMK Negeri 1 Prabumulih sejak tahun 2005. Tempat tinggal tidak berjauhan dengan tempat kerja tepatnya di Jl. Anggrek Raya B2 No.105 Perumnas Sukajadi Prabumulih. Alhamdulillah saya sudah menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Sebelas Maret Surakarta pada tahun 2003 dan dapat tugas belajar kembali di tempat yang sama pada tahun 2009 dan mendapatkan gelar master pendidikan pada tahun 2011. Link youtube : http://youtu.be/t-SO4sKb1qo
316 Bab 75 Metode penelitian dan pengembangan Materi oleh Yuliana, S.Pd Pengertian Metode Penelitian dan Pengembangan Menurut Borg and Gall dalam Sugiyono (2015) Penelitian dan Pengembangan merupakan proses/metode yang digunakan untuk memvalidasi dan mengembangkan produk yang dimaksud dengan produk tidak hanya suatu benda seperti buku teks, film untuk pembelajaran, dan perangkat lunak computer, tetapi juga metode seperti metode mengajar, dan program seperti program pendidikan untuk anak yang minum minuman keras dan program pegembangan staf. Richey and Klein (2009) menggunakan istilah perancangan dan penelitian pengembangan adalah kajian yang sistematis tentang bagaimana membuat rancangan suatu produk, mengembangkan/memproduksi rancangan tersebut, dan mengevaluasi kinerja produk tersebut dengan tujuan memperoleh data yang empiris yang dapat digunakan untuk membuat produk, alat-alat dan model yang dapat digunakan dalam pembelajaran atau nonpembelajaran. Secara umum metode penelitian diartikan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu ( Sugiyono, 2015). Ini berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan (rasional, empiris, dan sistematis) serta memiliki data yang valid, reliable, dan objektif untuk memenuhi tujuan dan kegunaan tertentu seperti menggambarkan, membuktikan, mengembangkan, menemukan atau menciptakan. Produk Penelitian dan Pengembangan
317 Penelitian dan pengembangan dapat berupa yaitu: • Membuat rancangan produk, • Menguji produk yang telah ada, berarti produk itu telah ada dan peneliti hanya menguji efektivitas atau validitas produk tersebut. • Mengembangkan produk yang telah ada, dalam arti yang luas dapat berupa memperbarui produk yang telah ada (sehingga menjadi lebih praktis, efektif, dan efisien) • Menciptakan produk, dalam hal ini berarti menciptakan produk yang belum pernah ada sebelumnya. Produk yang dihasilkan dalam penelitian dan pengembangan, bisa merupakan satu unit produk, seperti 1 unit mobil, pesawat terbang, model pembelajaran, sistem pelayanan, kurikulum sekolah; atau bisa hanya salah satu komponen dari unit tersebut. Untuk mobil misalnya bisa hanya mengembangkan salah satu atau beberapa komponen dari mobil, seperti roda mobil, alat pembakaran bahan bakar; untuk sistem pembelajaran bisa hanya mengembangkan metode mengajar, media pembelajaran, atau sistem evaluasinya; Untuk kurikulum bisa hanya mengembangkan satu mata pelajaran. Dalam bidang pendidikan produk yang dihasilkan dalam penelitian dan pengembangan dapat berupa kebijakan, sistem, metode kerja, kurikulum, buku ajar, media, dan model pembelajaran. Langkah-langkah Penelitian dan Pengembangan Ada beberapa langkah-langkah penelitian dan pengembangan dari berbagai ahli yang bisa dijadikan referensi antara lain Richey and Klein, Thiagarajan, Robert Maribe, dan Borg and Gall. Richey and Klein Menurut Richey and Klein (2009) fokus dari Perancangan dan Penelitian Pengembangan bersifat analisis dari awal sampai akhir, yang meliputi Perancangan (Planning), Produksi (Production), dan Evaluasi (Evaluation). Perancangan (Planning) yaitu suatu kegiatan membuat rencana produk yang akan dibuat untuk tujuan tertentu, langkah ini diawali dengan analisis kebutuhan yang dilakukan melalui penelitian dan studi literatur. Produksi (Production) adalah kegiatan membuat produk berdasarkan rancangan yang telah dibuat sebelumnya. Sementara Evaluasi (Evaluation) adalah kegiatan menguji dan menilai seberapa tinggi produk telah memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan menurut Thiagarajan (1974) adalah 4D yaitu Define, Design, Development, and Disemination. Define (Definisi) yaitu kegiatan untuk menetapkan produk apa yang akan dikembangkan beserta spesifikasinya. Design (Merancang) merupakan kegiatan untuk membuat rancangan produk yang telah ditetapkan. Development (Pengembangan) merupakan kegiatan membuat rancangan menjadi produk dan menguji validitas produk secara berulang-ulang sampai menghasilkan produk yang sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Disemination (Diseminasi) adalah kegiatan menyebarluaskan produk yang telah teruji untuk dimanfaatkan oleh orang lain. Robert Maribe
318 Robert Maribe (2009) memperkenalkan pendekatan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Analysis berkaitan dengan kegiatan analisis terhadap situasi kerja dan lingkungan sehingga dapat ditemukan produk yang perlu dikembangkan. Design adalah kegiatan perancangan produk sesuai dengan yang dibutuhkan. Development merupakan kegiatan untuk membuat dan menguji produk. Implementation yaitu berupa kegiatan menggunakan produk. Evaluation merupakan kegiatan menilai apakah setiap langkah dan produk yang sudah dibuat sesuai atau belum dengan spesifikasi. Borg and Gall Langkah-langkah penelitian yang dikemukakan oleh Borg and Gall berisi sepuluh langkah, yaitu : • Research and Information Collecting (Penelitian dan Pengumpulan Informasi), meliputi analisis kebutuhan, review literatur, penelitian dalam skala kecil, dan persiapan membuat laporan yang terkini. • Planning (Melakukan Perencanaan), meliputi pendefinisian yang harus dipelajari, perumusan tujuan, penentuan urutan pembelajaran, dan uji coba kelayakan berskala kecil. • Develop Preliminary Form a Product (Mengembangkan Produk Awal), meliputi penyiapan materi pembelajaran, prosedur/penyusunan buku pegangan, dan instrument evaluasi. • Preliminary Field Testing (Pengujian Lapangan Awal), dilakukan pada 1 sampai 3 sekolah menggunakan 6 sampai 12 subjek. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, kuesioner kemudian hasilnya dianalis. Main Field Testing (Pengujian Lapangan Utama), dilakukan pada lima sampai dengan lima belas sekolah dengan 30 sampai dengan 100 subyek. Data kuantitatif pada performance subyek sebelum dan sesudah pelatihan di analisis. Hasil dinilai sesuai dengan tujuan pelatihan dan dibandingkan dengan dengan data kelompok kontrol bila memungkinkan. Operational Product Revision (Revisi Produk Operasional), melakukan revisi terhadap produk yang siap dioperasionalkan berdasarkan saran-saran dari hasil pengujian lapangan utama. Operational Field Testing (Uji Lapangan Operasional), langkah ini dilakukan pada 10 sampai dengan 30 sekolah dengan 40 sampai dengan 400 subjek. Data wawancara, observasi, dan kuesioner dikumpulkan dan dianalisis. Final Product Revision (Revisi Produk Akhir), revisi produk berdasarkan saran dari hasil dari uji lapangan operasional. Disemination and Implementation (Diseminasi dan Implementasi), membuat laporan mengenai produk pada pertemuan professional dan pada jurnal-jurnal. Bekerja sama dengan penerbit untuk melakukan distribusi komersial. Memonitor produk yang telah didistribusikan guna membatu kendali mutu. Level Penelitian dan Pengembangan Secara metodologis penelitian dan pengembangan mempunyai empat tingkatan (yaitu : meneliti tanpa menguji (tidak membuat dan tidak menguji produk), menguji tanpa meneliti ( menguji validitas produk yang telah ada), meneliti dan menguji dalam upaya mengembangkan produk yang telah ada, meneliti dan menguji dalam menciptakan produk baru.
319 Penelitian dan pengembangan terbagi menjadi empat level (tingkatan), yaitu : Level 1 adalah peneliti melakukan penelitian untuk menghasilkan rancangan tetapi tidak dilanjutkan dengan membuat produk dan mengujinya. Level 2 adalah peneliti tidak melakukan penelitian tetapi langsung menguji produk yang ada. Level 3 adalah peneliti melakukan penelitian untuk mengembangkan produk yang telah ada, membuat produk dan menguji keefektifan produk tersebut. Level 4 adalah peneliti melakukan penelitian untuk menciptakan produk baru, membuat produk dan menguji keefektifan produk tersebut. Semua materi yang ditulis di antologi ini sudah dipresentasikan melalui video conference (vicon) melalui webex room yang difasilitasi oleh SEAMEO dan videonya sudah diunggah ke youtube dengan link sebagai berikut : http://www.youtube.com/watch?v=A7neeaDBYgQ Yuliana, S.Pd, Guru SMKN 1 Pabumulih Penulis yang bernama lengkap Yuliana, S.Pd adalah seorang guru Bahasa Inggris yang mengajar di SMK Negeri 1 Prabumulih. Wanita kelahiran Palembang, 24 November 1981 ini sangat menyukai dunia tulis menulis dan penelitian. Ibu dari tiga putra dan satu putri ini adalah Finalis Nasional Lomba Penulisan Naskah Buku Bacaan yang diselenggarakan oleh KEMDIKBUD pada tahun 2018 lalu. Novel pertamanya yang berjudul YIN yang membawanya menjadi Finalis di ajang lomba bergengsi tersebut. Selain itu ia juga peserta terpilih pada Lomba Inovasi Pembelajaran Pemula juga di tahun yang sama. Selain hobi membaca, menulis, meneliti ia juga hobi memasak dan travelling. Selain mengajar aktivitas lainnya adalah menulis. Setelah novel Yin kini ia tengah merampungkan novel keduanya dan sebuah buku pengetahuan tentang cara menguasai presentasi berbahasa inggris untuk Lomba Ketrampilan Siswa SMK. Penulis bisa dihubungi melalui WA dengan nomer 082175418689 atau surel pribadi di [email protected] Link youtube http://www.youtube.com/watch?v=A7neeaDBYgQ
320 Bab 76 Tiga langkah mudah membuat Virtual Class Moodle gratis Materi oleh : Yuyus Wisnurat, S.Pd Mengenal LMS “Didiklah anak-anakmu, karena mereka akan hidup pada zaman yang berbeda dengan zamanmu” (Umar bin Khatab). Lain dulu juga lain sekarang. Kids zaman now, berbeda dengan kids zaman old. Perbedaan kebiasaan ini yang menjadi dasar para pendidik harus menyesuaikan dengan perkembangan. Kehadiran teknologi yang pesat ditengah kehidupan masyarakat, mendorong pendidik untuk menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran. Akses informasi yang sangat mudah didapat dan cepat dikakses, jadi tantang bagi guru-guru hebat untuk melakukan upgrade metode dan media. Mau tidak mau, suka tidak suka, kehadiran teknologi harus diterima. Indiatimes.com mendefinisikan E-Learning sebagai sebuah system pembelajaran formal dengan menggunakan sumber daya elektronik. Kemudian Haitham A. El-Ghareeb dalam majalah pendidikan elearnmag.acm.or, membagi e-learning menjadi tiga, yaitu (1) Traditional Learning; (2) Distant Learning; dan (3) Blended Learning. Dalam proses kegiatan traditional learning, siswa datang kesekolah kemudian informasi pembelajaran disampaikan guru melalui presentasi dengan menggunakan teknologi informasi komunikasi (TIK).
321 Berbeda dengan distant learning. Guru dan siswa berada di tempat dan waktu yang berbeda. Materi pelajaran disajikan dalam kelas maya, lengkap dengan instruksi kegiatan yang harus dilakukan. Blended learning merupakan perpaduan dari traditional learning dan distant learning. Materi pembelajaran disimpan dikelas maya supaya dapat di akses siswa. Namun kegiatan tatap muka di kelas masih tetap dilakukan. Saat ini blended learning lebih banyak digandrungin oleh guru – guru yang menerapkan pola pembelajaran e-learning. Pasalnya semua proses pembelajaran dapat dengan mudah dikelola. Mulai dari proses persiapan, pembelajaran, hingga evaluasi dan laporan prestasi belajar. Sistem yang dapat memenuhi kebutuhan blended learning bisa terpenuhi dengan sebuang sistem managemen pelambelajaran. Atau lebih dikenal denga Learning Management System (LMS). Salah satu contoh aplikasi LMS adalah Moodle. Kenapa Harus Moodle Layaknya sebuah proses pembelajaran. Mulai dari persiapan, pembelajaran, evaluasi sampai dengan pelaporan pembelajaran dapat di proses dengan menggunakan aplikasi Moodle. Fitur kelas maya dengan berbagai macam model, mulai dari kelas maya model topic, weekly, social dan masih banyak lagi. Berbagai model soal evaluasi mulai dari multiple choice, short answer, essay, matching, fill text, dan masih banyak lagi. Kemudian leveling akun pengguna dengan berbagai tingkatan. Mulai dari Admin, Course Creator, Teacher, Student, Guest, dan akun yang bisa diatur sesuai kebutuhan. Semisal pembuatan hak akses untuk akun orang tua siswa. Yang tidak kalah menarik dan menjadikan moodle sebagai pilihan LMS, karena moodle merupakan aplikasi open source. Artinya bebas untuk untuk diunduh tanpa harus memiliki lisensi. Aplikasi moodle harus diinstal di server. Sehingga syarat untuk meggunakan LMS Moodle harus memiliki mesin server. Untuk pengunaan personal masih dilakukan dengan memanfaatak laptop sebagai server. Tapi untuk pengguaan dalam lingkum sekolah membutuhkan perangkat server yang lebih mumpuni. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas cara memiliki aplikasi moodle tanpa harus ribet mempersiapkan server. Dengan kata lain, bisa memiliki dan memanfaatkan seluruh fitur moodle tanpa harus memiliki mesin server. Tiga Langkah Membuat Kelas Virtual Moodle Gratis Ada dua hal yang harus dipersiapkan untuk membangun kelas virtual menggunakan moodle, yaitu software dan hardware. Kebutuhan software moodle dapat diunduh gratis melalui situs moodle.org. Sedangankan untuk kebutuhan hardware, perlu pengadaan perangkat server dengan spesifikasi minimum RAM 1GB atau 8GB untuk kebutuhan akses yang lebih besar, hardisk 5GB dan processor 2GHz atau lebih. Namu semua itu bisa diabaikan. Karena sekarang, saya akan membahas “Tiga Langkah Membuat Kelas Virtual Moodle Gratis”. Artinya tidak membutuhkan software yang harus didownload. Tidak perlu mesin server yang harus dibeli. Okee. Kita langsung bahas saja “Tiga Langkah Membuat Kelas Virtual Moodle Gratis”.
322 Langkah ke-1 Buka halaman browser. Bisa menggunakan Internet Explorer, Mozila, Opera, atau Chrome. Kemudin ketik http://gnomio.com pada address bar browser seperti ditunjukkan pada gambar 1. Langkah ke-2 Beberapa saat setelah mengetikkan alamat gnomio.com akan tampil halama web seperti pada gambar 2. Silahkan isi data URL: dengan alamat web kelas vitual yang Anda inginkan. Contoh pada gambar saya ketik dengan nama kelasokeguru. Sehingga, nama web lengkapnya akan menjadi kelasokeguru.gnomio.com. Selanjutnya isi Email dengan yang aktif. Karena gnimo.com akan megirimkan user dan password untuk akses ke kelas virtual yang Anda buat, melalui email yang didaftarkan. Kemudian pilih Language. Fitur ini akan mengatur bahasa default kelas virtual yang akan dibuat. Terakhir, klik tombol Create site. Langkah ke-3 Buka email yang didaftarkan pada langkah 2. Dan catatan user name dan password yang diberikan gnomio.com Sekarang Anda sudah memiliki kelas virtual moodle. Silahkan akses kehalaman kelas virtual dengan menggunakan akun yang sudan Anda miliki. Pada contoh, saya bisa mengakses halaman kelas virtual dengan alamat http://kelasokeguru.gnomio.com. Yuyus Wisnurat, Guru SMKN 1Cimahi Seorang guru muda biasa. Terlahir dengan goresan nama kesayangan dari orang tua Yuyus Wisnurat. Setelah ditelusuri, ternyata nama Yuyus Wisnurat bisa di ucapkan dalam bahasa Inggris menjadi “You Use Wish New”. Terjemahan bebasnya “Kau Gunakan Harapan Baru”. Artinya saya harus terus memberikan semangat dan harapan baru. Mulai dari pedagang kaki lima hingga bisnis PC Desktop pernah dilakukan. Tapi, latar belakang pendidikan sarjana Pendidikan Teknik Elektro IKIP menggiring saya kembali menjadi guru. Mulai dari guru di SMK Wiraswata 2 di Bandung. Kemudian mengajar di SMK Wiraswasta 1 Cimahi. Dan sekarang pelabuhan terkakhir nya di SMK Negeri 1 Cimahi. Moto inovasi : “Salam Inovasi Salam Implementasi” Moto itu muncul dari sebuah kehawatiran. Banyak inovasi guru yang hebat. Tapi berakhir tanpa implementasi. Jadinya inovasi itu tidak dirasakan oleh banyak orang. Dan sebagai guru mudah, setiap ada inovasi harus diimplementasikan. Kemudian di bagikan. Setidaknya dibagikan di blog okeguru.com. Karya
323 ✓ Founder AGO (Agenda Guru Online) ✓ Founder BUWALION (Buku Wali Kelas Online) ✓ Founder MUJAREDI (Mudah Belajar Elektronika Digital) ✓ Founder Mang ABED (Memang Asyik Belajar Elektronika Digital) Prestasi ✓ Narasumber Implementasi USBK SMK Kota Cimahi 2015 ✓ 45 guru MTMH (My Teacher My Hero) 2016 ✓ Juara Harapan MEMBANTIK (Membuat Bahan Ajar TIK) Pustekom 2018 ✓ Juara 1 ATIKAN Tokomdik JABAR 2018 Informasi Kontak: Facebook : /wisnurat IG : @wisnurat Website : http://okeguru.com WhatsApp : 0878-7002-5000 Link youtube https://youtu.be/O9e8sc-oRrI Link youtube https://youtu.be/O9e8sc-oRrI Selamat mencoba.
324