251 Slamet Setiyono Nama saya adalah Slamet Setiyono saya lahir dari kabupaten Kediri tepatnya kecamatan Purwoasri desa Mranggen dusun Salam Provinsi Jawa timur. Panggilan saya dari kecil adalah Tiyok diambil dari nama Slamet Setiyono. Tanggal lahir saya adalah 9 Juli tahun 1970. Setelah saya masuk SMP dan seterusnya saya di panggil Slamet sesuai dengan nama saya. tetapi nickname Tiyok tadi masih terus digunakan oleh kawan-kawan saya yang telah mengenal saya dari sejak kecil. Dan selanjutnya sejak semula yg bekerja di SMK negeri 2 Probolinggo tahun 1996 saya dipanggil dengan nickname Slatem. Saya sekolah di sekolah dasar SD Mranggen lulus tahun 1983 untuk selanjutnya saya melanjutkan belajar di sekolah menengah pertama yaitu SMP papar lulus tahun 1986 dan selanjutnya saya melanjutkan lagi ke SMA negeri Grogol Kediri dan lulus tahun 1989 dan selanjutnya saya melanjutkan lagi di perguruan tinggi negeri negeri Surabaya dan lulus tahun 1994, dan selanjutnya saya bekerja di SMK Taruna Bakti Kertosono tahun 94 hingga 95 selanjutnya saya ikut CPNS tahun 1994, tahun 1995 dan saya di terima SK saya tanggal 1 Januari 1996 sejak itulah saya berada di kota Probolinggo hingga saat ini. Istri saya adalah Heni Setiawati dan saya mempunyai tiga orang anak yang pertama adalah 3 antara lain Tikantara Hennysetiyana dan yang kedua adalah Danang Dwijayatiana dan yang ketiga adalah Trihayu Putripada tahun 2002 ada kesempatan saya masuk beasiswa di D4 pens ITS dan saya lulus tahun 2004. Dan akhirnya mendapatkan gelar sarjana sains terapan. Pada tahun 2009 saya juga ada kesempatan untuk mengikuti beasiswa S2 di UGM jurusan teknik mesin Dan ternyata saya lolos dan akhirnya lulus tahun 2011 dengan gelar MEng perjalanan demi perjalanan telah saya lalui hingga tahun 2017, saya mencoba untuk melanjutkan studi saya di S3 di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia atau uthm hingga saat ini masih belum selesai. Demikian riwayat singkat saya semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi kawan-kawan guru hebat di Indonesia. Apa yang baru di V3a silahkan lihat di Link youtube bawah ini: Untuk Video Tutorialnya V4.3 di Link : https://youtu.be/RQIkFu475po Untuk Video Tutorial V4.1 di Link ; https://youtu.be/Et8_wxYLuec Lihat Tutorial Apemkislamets V4.0 : https://youtu.be/d1YSuxex7JE Lihat Apemkislamets V3a : https://youtu.be/ze9YjeewF20 Lihat ApemKeislamets V 3 di https://youtu.be/aeFGX1XNzpg Tutorial Apem V3 : https://youtu.be/VyPNs-jjUGQ
252 Bab 57 Ice Breaking Meningkatkan Semangat Belajar Siswa Materi oleh Sri Purwanti, S.E., M.Pd. SMK Negeri 1 Musuk Ice Breaking sudah tidak asing lagi bagi pendidik dan siswa. Apa itu Ice Breaking ? Apa manfaat serta apa saja macam – macam Ice Breaking serta bagai mana melaksanakan Ice breaking yang Baik itu. Disini akan diulas secara detail agar para pendidik dapat menerapkan Ice Breaking didalam Poses Pembelajaran. Pengertian Ice breaking Ice Breaking berasal dari dua kata yaitu “Ice” berati es dan “breaking” berarti memecahkan. Secara istilah “Ice breaking” berarti suatu kegiatan yang dilakukan untuk memecahkan kebekuan. Mengapa kebekuan harus dipecahkan? Karena didalam pembelajaran siswa tidak selalu dalam kondisi yang selalu ready terkadang siswa mengalami kemalasan, kebosanan, mengantuk karena lelah pada jam – jam akhir. Maka dari itu Ice breaking sangat di perlukan untuk membangkitkan gairah serta semangat belajar siswa. Manfaat Ice Breaking Manfaat dari Ice Beaking antara lain : Menimbulkan kegembiraan, menyegarkan suasana belajar, menghilangkan kejenuhan, menghilangkan rasa kantuk, membangun kerjasama, dan memotivasi belajar. Diharapkan Setelah melaksanakan Ice breaking Siswa akan segar kembali serta siap untuk menerima pelajaran dengan konsentrasi penuh. Keadaan yang sudah segar dan menyenangkan akan membuat siswa lebih berkonsentrasi lagi dan akam menghasilkan pembelajaran yang maksimal karena keadaan yang menyenangkan kerja otak untuk menerima memori lebih cepat. Macam – Macam Ice Breaking Ada beberapa cara dalam melaksanakan Ice Breaking di antaranya: Yel – yel, Menyanyi, tepuk tangan, gerak dan lagu, permainan serta ketrampilan berfikir. Ice breaking dapat dilaksanakan di awal, tengah atau akhir pembelajaran. Berikut Macam – macam Ice Breaking: Yel – Yel Bagi sahabat guru yang telah aktif dalam kegiatan kepramukaan, tentu yel-yel bagi mereka sadah merupakan “makanan” sehari-hari. Namun bagi sahabat guru yang tidak aktif dalam kepramukaan terkadang yel-yel menjadi hal yang baru.
253 Sahabat guru tentu pernah menjadiakan lagu “caca Marica” menjadi sebuah yel-yelkan nyanyian berikut dengan irama caca marica Mana dimana anak paling keren Anak paling keren ada di pohin aren Mana dimana anak paling lucu Anak paling lucu ada dihatiku Caca marica hehe...... Caca marica hehe...... Caca marica adanya dihatiku Menyannyi Setiap peserta didik pada dasarnya bisa menyanyi, maka tidak ada salahnya jika kita melakukan ice breaking dengan menyanyi. Nyanyian seperti apa yang bisa digunakan untuk ice breaking? Banyak sekali, namun biasanya dipilih nyanyian yang berirama cepat, menggembirakan dan memupuk kebersamaan. Misalnya lagu yang pernah dipopulerkan oleh Tasya Kamila berikut ini. Ayo kawan – ayo kawan berkumpul Berkumpul bersenang – senang semuanya Jangan segan- jangan segan bersama Bersama menyanyi bergembira Tepuk tangan ( prok-prok-prok) Tepuk tangan ( prok-prok-prok) Tepuk tangan bergembira Skali lagi (prok-prok-prok) Skali lagi ( prok-prok-prok) Tepuk tangan kita semua bergembira Tepuk Tangan
254 Tepuk tangan adalah kegiatan yang sederhana, namun jika dilakukan secara bersamaan dengan jumlah peserta didik yang banyak akan menciptakan suasana gembira apalagi jika tepuk tangan tersebut dilakukan berirama. Di dalam kegiatan kepramukaan tepuk tangan seolah menjadi “ menu wajib” sehingga jarang ditinggalkan, makanya ada tepuk pramuka, tepuk santai, tepuk damai, dll. Apakah contoh tepuk tangan yang tepat untuk ice breaking ? lagu “ Api Unggun” berikut ini dapat dinyanyikan sambil bertepuk tangan meriah. Api kita sudah menyala Api kita sudah menyala Api-api-api-api-api Api kita sudah menyala Kita bisa mengganti kata “api” dengan kata-kata lain, misalnya “ tekad” Gerak dan lagu Gerak dan lagu identik dengan pola pembelajaran di PAUD, namun tidak dilarang jika dilakukan oleh peserta didik di SD, SMP bahkan SMA sekalipun. Gerak lagu eperti apa yang cocok dilakukan untuk ice breaking? Tentu saja yang sesuai dengan usia peserta didik menggembirakan dan mengandung nilai-nilai edukatif. Misalnya gerak dan lagu berikut ini. Duduk senang Berdiri senag Berputar – putar Berputar – putar Berputar – putar mencari teman Dua................. atau tiga........dst. Permainan Tanpa kita sadari, bahwa dalam hidup ini kita banyak belajar dari permainan. Misal ketika bermain emburu dan tupai tanpa kita sadari kita telah belajar bagaimana melindungi teman dan menyelamatkan diri. Ketika kita bermain benteng berlapis kita belajar mempertahankan diri, mempertahankan lingkungan , bahkan mempertahankan NKRI dari aseng dan asing. Mau tahu bentuk permainan pemburu tupai? Mau tau permainanbenteng berlapis? Agar tidak penasaran baiklah sedikit penulis gambarkan permainan pemburu dan tupai. Mula-mula ajak seluruh peserta didik berdiri. Kemudian bentuk kelompok, setiap kelompok cukup terdiri 3 orang saja. Dua anak berperan sebagai pohon sedangkan yang satu sebagai tupainya. Lalu tunjuk satu anak sebagai pembaca narasi ( narator). Sebelumnya, jelaskan kepada peserta didik aturan mainnya bahwa setiap kali narator mengucap kata “pemburu datang” anak yang berperan sebai tupai harus berpindah tempat mencari pohon yang lainnya. Ketika narator mengucap kata “kebakaran”, maka anak yang berperan
255 sebagai pohon harus berpindah tempat, tetapi tetap harus berpasangan. Nah, kebayangkan serunya permainan ini? Ketrampilan Berfikir Jika sahabat guru pernah membaca buku “ quantum quotient” karangan pak Agus Nggermanto, sahabat akan menjumpai cerita menarik tentang anak kelas 3 SD yang mampu menyelesaikan penjumlahan berikut: 1+2+3+4+.....+....+....1997+ 1998 + 1999 + 2000= ? “ Berapa lamakah anak kelas 3 SD tersebut dapat menyelesaikan penjumlahan tersebut?” sahabat guru pasti akan terkejut, murid kelas 3 SD tersebut mampu menyelesaikannya hanya dalam waktu kurang dari 3 menit. Lha kok bisa. Nah sekarang coba sahabat guru kerjakan penjumlahan tersebut dalam waktu 5, 10 bahkan 20 menit. Jika sanabat guru penasaran, cobalah! Sahabat guru dan pembaca yang budiman tentunya juga pernah membaca buku karangan Pak Adi Sunarno yang berjudul “ Creativity Game”. Di dalam buku tersebut Pak Adi menuliskan 9 buah titik. Kemudian kita diminta untuk menghubungkan kesembilan titik tersebut dengan syarat sebagai berikut: pertama: garis tersebut tidak boleh terpuus. Kedua: hanya ada empat kali kesempatan menarik garis. Ketiga: garis tersebut harus mengenai semua titikyang ada. “Aduh mumet aku, piye yo iki carane?” kata pak Eddy Sudiyo ketika diminta menyelesaikannya. Nah keduanya dapat dijadikan bahan untuk melakukan ice breaking dengan mengoptimalkan ketrampilan berfikir. Sahabt-sahabat guru dan pembaca yang budiman pasti bisa membuat contoh lainnya. Demikian macam – macam Ice breaking, bapak ibu pendidik silahkan di praktikkan untuk peserta didik bapak ibu semoga bermanfaat.
256 Sri Purwanti, S.E,M.Pd Guru SMKN 1 Musuk Sri Purwanti, S.E., M.Pd. Lahir di Desa Kebonmoyo, Karangnongko, Mojosongo, Boyolali. Ia menyelesaikan Pendidikan dasar di SD Negeri Karangnongko 2 tahun 1989. Kemudian melanjutkan belajar di SMP Negeri 1 Mojosongo dan lulus pada tahun 1991. Selanjutnya belajar di SMA Negeri 3 Boyolali dan lulus tahun 1994. Kemudian melanjutkan kuliah S-1 di Universitas Muhammadiyah Fakultas Ekonomi, dan lulus tahun 1998.Ambil S-2 di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Serang Banten jurusan Teknologi Pembelajaran tahun 2019 serta lulus tahun 2011. Riwayat mengajar, Tahun 2003 mulai mengajar sebagai guru bantu di SMA Negeri 8 Pandeglang, dan segaligus Ambil Akta IV karena penulis dari jurusan Ekonomi bukan Keguruan. Mulai diangkat PNS tahun 2007 dan masih ditempatkan si SMA Negeri 8 Pandeglang. Pada tahun 2009 mengajukan mutasi Ke SMK Negeri 8 Pandeglang karena penulis satu sekolah sama suami, pada waktu itu ada aturan suami istri tidak boleh satu atap dalam bekerja dan akhirnya pada bulan Agustus tahun 2009 penulis bisa pindah. Waktu terus berjalan pada bulan Desember 2013 penulis Mutasi ke Boyolali dan di tempatkan Di SMP Negeri 2 Musuk, karena tidak linier mengajukan mutasi ke SMKN 1 Musuk dan SK per 1 Juli 2018 mutasi ke SMKN 1 Musuk sampai sengan sekarang. Penulis aktif di kepramukan pernah mengikuti Kursus mahir dasar (KMD) pada tahun 2015 dan Kursus mahir lanjut (KML) tahun 2017 dan sudah dilantik tahun 2018. Karya yang pernah penulis buat adalah buku Ice breaking di Sekolahku yang terbit bulan Agustus tahun 2018. Buku Terjebak Menjadi Guru adalah buku kedua Yang Terbit Bulan Maret 2019 dan Buku Antologi VCT grup 3 ini adalah buku ke tiga. Penulis dapat dihubungi melalui Nomor telepon/ Wa : 087871347850 Alamat suret : [email protected] // [email protected] Link youtube : http://youtu.be/1oXBbjCQYzs
257 Bab 58 Karakteristik Belajar Orang Dewasa Materi oleh Sri Sulastri, S.Pd SMKN 2 Bojonegoro Pendahuluan Pembelajaran atau Pendidikan Orang Dewasa dikenal dengan istilah Andragogi, sebagai lawan dari pedagogi (pendidikan anak-anak). Andragogi berasal dari bahasa latin Andro yang berarti orang dewasa (Adult) dan agogos yang berarti memimpin atau membimbing. Jadi andragogi adalah ilmu bagaimana memimpin atau membimbing orang dewasa atau ilmu mengajar orang dewasa. Andragogi menstimulasi orang dewasa agar mampu melakukan proses pencarian dan penemuan ilmu pengetahuan yang mereka butuhkan dalam kehidupan. Belajar orang dewasa dilakukan secara berlanjut dari pengalaman kehidupan. Perbedaan Orang dewasa dan Siswa Siswa: • Tujuan Utama adalah belajar • Daya ingat siswa baik/ tidak mudah lupa • Tingkah laku siswa gesit • Siswa belum banyak pengalaman • Ada tuntutan(otoritas) dari orang tua untuk belajar giat • Belajar untuk memahami dan mengetahui yang belum pernah mereka ketahui sebelumnya • Orang dewasa (OD) • Belajar tidak factor utama hanya sambilan • Faktor usia Orang Dewasa (OD) mudah lupa • Gerakan orang dewasa (OD) lambat • Orang Dewasa(OD) banyak pengalaman sebelumnya • Belajar bukan tujuan utama , sebagai tanggung jawab diri sendiri • Belajar hanya untuk keperluan praktis • Pelatihan harus memungkinkan adanya proses berbagi dan menganalisis pengalaman melalui dialog sesama peserta. OD dapat ikut menentukan apa yang harus dilakukan terasa seperti milik mereka. Dirangsang menemukan masalah dan memecahkannya.
258 • Orang Dewasa Memiliki Identitas (unik) Ketika bertambah tua otak semakin banyak terisi. Peta kognitif semakin kaya yang berbeda pada OD yang satu dgn OD yang lain. • Orang Dewasa Bukan Botol Kosong Pendidikan OD bukanlah menuangkan pengetahuan ke dalam tabung kosong. OD tidaklah mempelajari sesuatu menurut yang diinginkan pelatih. Apakah mereka akan belajar atau tidak tergantung pada banyak faktor, misalnya motivasi, kesiapan, suasana, metode. • Orang Dewasa Belajar Melalui Pengalaman Orang dewasa kaya pengalaman dan berwawasan luas, mempelajari sesuatu yang baru berdasar pengalamannya. Setiap orang dewasa umumnya memiliki pengalaman yang sangat luas utamanya dalam bidang yang ditekuninya. Sebaiknya cara mempelajari sesuatu yang baru dimulai dari pengalaman-pengalaman mereka. Orang dewasa belajar dengan cara berbagi pendapat bersama orang lain. Karena mereka kaya pengalaman, berbagi pendapat merupakan salah satu cara efektif mereka dalam belajar. Orang dewasa lebih menyenangi belajar yang bersifat problem-centered atau performance-centered. • Orang Dewasa Sulit Berubah Pendirian Cara berpikir relatif kaku. Orang dewasa ragu menerima sesuatu yang tidak dikenal “Terkena teori Kelembaman”. Orang dewasa menyukai suasana pembelajaran yang membangkitkan kepercayaan diri. Hal ini berkaitan dengan keinginan untuk dihargai. Mulailah pembelajaran dengan hal-hal yang mudah sehingga kepercayaan diri mereka meningkat. Pemilihan strategi pembelajaran ditentukan berdasarkan tujuan yang akan dicapai. Berdasarkan tujuan yang akan dicapai ada dua strategi belajar, yaitu: (a) Strategi belajar yang dirancang untuk membantu orang membantu menata pengalaman masa lampau yang dimilikinya dengan cara baru proses penataan pengalaman/penataan kembali, dan (b) strategi belajar yang dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan baru (proses perluasan pengalaman). Tiga Gaya Belajar • visual (visual learner) • auditori (auditory learner) • kinestetik (kinesthetic learner) Gaya Belajar • AUDITORY : Belajar dengan mendengarkan (Uraian, penjelasan ) • VISUAL : Belajar dengan melihat (Grafik, Diagram, Video) • KINESTHETIC : Belajar dengan melakukan (Role Play, Exercise)
259 Karakteristik Orang Dewasa • Orang dewasa belajar karena adanya tuntutan tugas, tuntutan perkembangan atau keinginan peningkatan peran • Orang dewasa suka mempelajari sesuatu yang praktis, dapat langsung diterapkan dan bermanfaat dalam kehidupannya . • Orang dewasa dalam proses belajar ingin diperlakukan sebagai orang dewasa/dihargai • Orang dewasa kaya pengalaman dan berwawasan luas, mempelajari sesuatu yang baru berdasar pengalamannya • Menentukan sendiri apa yang akan dipelajari dan bagaimana mempelajarinya (self direction). • Orang dewasa belajar dengan cara berbagi pendapat bersama orang lain. • Orang dewasa mempertanyakan mengapa harus mempelajari sesuatu sebelum mereka mempelajari sesuatu. • Orang dewasa belajar dengan memecahkan masalah tidak berorientasi pada bahan pelajaran. • Orang dewasa menyukai suasana pembelajaran yang membangkitkan kepercayaan diri • Orang dewasa memerlukan waktu yang lebih panjang dalam belajar karena perlu memvalidasi informasi baru • Orang dewasa akan melanjutkan proses belajar jika pengalaman belajar yang dilaluinya memuaskan Sri Sulastri, S.Pd, Guru SMKN 2 Bojonegoro Nama : Sri Sulastri, S.Pd Tempat/Tanggal : Tuban/ 12 Mei 1981 Pendidikan : S-1 Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang (2004) Riwayat Pekerjaan : ✓ Guru SMKN 2 Bojonegoro (2004- Sekarang) ✓ Guru SMK PGRI 1 Bojonegoro (2004-2011) ✓ Guru SMK Negeri Rengel,Tuban (2011-2013) No WA : 085230779981 Alamat Email : [email protected]
260 Bab 59 Aplikasi mail merge untuk pekerjaan administrasi Materi oleh Sri Wahyuningsih SMKN 7 Semarang Mail Merge adalah alat yang berguna yang memungkinkan Anda untuk menghasilkan beberapa surat, label, amplop, tag nama, dan lainnya menggunakan informasi yang disimpandalamdaftar, database, atau spreadsheet. Ketika memanfaatkan Merge Mail, Anda memerlukan dokumen Word (Anda bias mulai dengan yang sudah ada atau membuat yang baru) dan daftar penerima, yang biasanya sebuah workbook Excel. Salah satu fasilitas Microsoft Word ada Mail Merge.Mail merge adalah membuat surat dengan tujuan banyak, dengan cara mengabungkan dua file, file document dan file excel. Langkah awalnya dibuat surat utama (Main surat) dan data alamat surat menggunakan Microsoft Excell. Berikut langkah-langkah dalam Aplikasi Mail Merge : 1. Buat surat utama (Main Letter) menggunakan Microsoft word, disimpan 2. Buat data alamat surat menggunakan Microsoft Excell, disimpan dan ditutup 3. Surat Utamanya masih terbuka (aktif), klik menu Mailings, pilih select Recipients (pilih file data), ikuti langkah-langkah selanjutnya, 4. Insert field data ke surat utamanya (ke alamat suratnya, Nama, Perusahaan dan Alamatnya) 5. Lihat apakah sudah benar data-datanya, sesuai / pas di surat utamanya 6. Selesai, disimpan atau dicetak Berikut contoh surat utama (Mc. Word) Kepada Yth. Bp. / Ibu File Excell berisi : No, Nama, Perusahaan, Alamat Awalnya Mail Merge hanya untuk alamat-alamat surat yang akan dikirim ke Industri di administrasi, ternyata bisa juga untuk buat LHBS siswa, SPPD pegawai, SPPD lainnya, Surat pengantar Industri, Surat monitoring prakerin, Kartu Kendali Maintenance Peralatan, kartu-kartu lain dan masih banyak penerapan lainnya. Prinsipnya buat 2 file, satu file surat (utama) menggunakan Mc. Word dan satu file data (tabel dengan field-field) menggunakan Mc. Excell dan digabung menggunakan Mail Merge Contoh LHBS siswa : Data Excell :
261 Sri Wahyuningsih, S.Pd, Guru SMKN 7 Semarang NAMA : SRI WAHYUNINGSIH, S.Pd. PENDIDIKAN : S1 – IKIP SEMARANG (1996) UNIT KERJA : SMKN 7 SEMARANG GURU : PRODUKTIF – TEKNIK ELEKTRO ALAMAT RUMAH : JL. KANGURU SELATAN 2 NO. 19 SEMARANG SUAMI : SUJOKO ANAK : JANNA RAHMA MILLENIA PENGALAMAN PEKERJAAN : ✓ PAT AJENDAM IV DIPONEGORO ✓ LPK SYNUS ✓ SMK MUH 2 SEMARANG ✓ SMKN 7 SEMARANG PENGALAMAN ORGANISASI : ✓ SEKRETARIS HMJ PTE IKIP SEMARANG ✓ BENDAHARA SENAT – SMFPTK IKIP SEMARANG ✓ SEKRETARIS BMFPTK IKIP SEMARANG ✓ SEKRETARIS RT 01 RW 03 GAYAMSARI SEMARANG Link youtube Alamat mail merge saya di You Tube https://youtu.be/NB-XouElJeM --- Mail Merge 1 https://youtu.be/dB-cjfkAZk0 --- Mail Merge 2 https://youtu.be/qKO3fVk6j-0 --- Mail Merge 3
262 Bab 60 Kembali Bersua dengan Google Classroom Materi oleh Sugiyanto, S.Pd.I SMK Annihayah Rawamerta-Karawang Saat bicara tentang Google, siapa yang tidak kenal dengan makhluk yang satu ini. Perusahaan yang didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin (Wikipedia, 2019) itu seakan tidak pernah berhenti berinovasi untuk memberikan pelayanan secara terbaik dan menyeluruh kepada para penggunanya. Akuisisi Google terhadap Sistem Operasi Android yang saat ini sedang menguasai pangsa pasar telepon pintar, serta sifat Google itu sendiri yang mudah digunakan membuatnya dinilai layak disematkan gelar ‘Mbah’ di Negeri yang tercinta ini. Pada tahun 2014, Google memperkenalkan sebuah produk yang diberi nama Google Classroom, atau dalam Bahasa Indonesia berarti Ruang Kelas Google. Yaitu suatu serambi pembelajaran campuran yang diperuntukkan terhadap setiap ruang lingkup pendidikan yang dimaksudkan untuk menemukan jalan keluar atas kesulitan dalam membuat, membagikan dan menggolong-golongkan setiap penugasan tanpa kertas. Di era serba canggih seperti saat ini, serta maraknya penggunaan Google di genggaman setiap Guru dan Murid, maka Google Classroom dapat menjadi salah satu alat alternatif Guru untuk memberikan pendidikan pembelajaran tanpa mengenal batasan waktu dan tempat. Adapun langkah-langkah penggunaan Google Classroom untuk Guru atau Pendidik adalah sebagai berikut : 1. Masuk ke alamat https://classroom.google.com/ dari peramban. 2. Untuk menambah kelas baru, bisa melalui tombol + yang terdapat pada sudut kanan atas halaman web dan pilih create class 3. Untuk membuat kelas baru ada beberapa keterangan yang harus diisi oleh guru. Yaitu nama kelas (wajib diisi), bagian, subyek dan kelas. 4. Apabila Kelas baru telah dibuat, maka Google akan memberikan beberapa digit kode unik yang dapat dibagikan ke siswa untuk mengikuti kelas yang telah dibuat oleh guru. Letaknya terdapat pada Banner dibawah nama kelas yang dibuat. Halaman Awal (Stream) adalah halaman depan kelas layaknya halaman-halaman awal situs jejaring media sosial. Para siswa dan guru dapat membuat wacana umpan pembelajaran, pengumuman, serta saling memberikan komentar atau tanya jawab mengenai pembelajaran-pembelajaran yang sedang dilalui. Setiap pertanyaan atau komentar yang dituliskan dihalaman ini bersifat umum, sehingga siapapun yang memasuki kelas ini, dapat melihat dan memberikan tanggapan.
263 Yang tidak kalah penting adalah untuk mempercantik kelas yang dibuat, guru dapat merubah banner kelas dengan cara mengunggah gambar yang telah dibuat sebelumnya. Sehingga kelas dapat terasa lebih akrab bagi siswa. Selain membagikan kode unik Kelas, guru pun dapat memasukkan siswa dengan cara mengundang yaitu melalui pilihan tombol pada halaman People serta memasukkan email siswa yang akan diundang. Selain siswa, di halaman ini juga dapat ditambahkan guru untuk memberikan kontribusi pelajaran di kelas dengan cara memasukkan email guru layaknya menambahkan siswa. Guru-guru yang ditambahkan dapat berbuat apapun selayaknya admin yang telah membuat kelas, terkecuali menghapus kelas itu sendiri. Halaman Classwork yang terdapat ditengah merupakan halaman utama penugasan kelas. Didalamnya terdapat materi bahan ajar dan atau tugas yang diberikan kepada siswa. Untuk memulai pelajaran, guru dapat memilih tombol yang tersedia di halaman Classwork. Dimana akan diarahkan kepada 5 pilihan, Assignment (Tugas), Quiz Assignment (Tugas Kuis), Pertanyaan Essay (Question), Materi Bahan Ajar (Material), Menggunakan Bahan Ajar yang telah diberikan sebelumnya (Reuse Post). Sebagai gambaran, masing-masing pilihan mempunyai karakter sebagai berikut : • Assignment :Untuk materi dan penugasan bebas. • Didalamnya terdapat judul, materi atau intruksi serta tombol penyematan file atau dari Google Drive, Youtube, bahkan link halaman. Serta ada batas akhir pengumpulan tugas dan nilai maksimal bila diperlukan. • Quiz Assignment :Lebih cocok untuk materi yang langsung memiliki tugas evaluasi langsung karena selain fitur-fitur diatas, di tugas kuis (Quiz Assignment) ini langsung dihubungkan dengan Google Form yang dapat di kustom menjadi pertanyaan baik pilihan ganda, atau essay. • Question :Pada dasarnya sama dengan pilihan diatas. Hanya saja lebih terbatas pada jumlah pertanyaan, karena tidak dihubungkan dengan Google Form. • Material :Sama seperti Namanya, hanya terfokus pada materi yang diberikan tanpa ada opsi pertanyaan atau nilai atas jawaban atau tugas siswa. • Reuse Post :Bisa digunakan oleh guru-guru yang telah memberikan materi yang sama sebelumnya, baik itu lintas tahun ataupun untuk guru-guru yang memiliki kelas pararel. Ada satu hal lagi yang Nampak setelah kelima pilihan tugas diatas, yaitu Topik. Topik tidak termasuk kedalam pilihan materi atau pengajaran, tapi merupakan pembatas antar materi yang diberikan. Umpama dalam pembelajaran 1 Standar Kompetensi terdapat 4 Kompetensi Dasar, maka setiap Kompetensi Dasar pada Standar Kompetensi yang sama diberikan Topik yang sama pula. Setelah materi dan ataupun tugas diserahkan oleh siswa, maka Google Classroom akan memberikan rekapitulasi pengumpulan tugas oleh para siswa. Sehingga guru tinggal memberikan nilai dan catatan atas tugas yang diberikan oleh siswa. Setelah sampai kepada proses penilaian, maka tugas Google Classroom sebagai penyedia fasilitas pembelajaran di dunia maya dianggap telah usai. Adapun kelanjutan dari hasil pembelajaran tersebut, seperti penentuan Remedial atau Pengayaan, Rekapitulasi penilaian dan lain-lain tetap dikembalikan
264 kepada Guru. Karena seberapapun canggihnya, mesin tetaplah mesin. Tidak mempunyai hati yang mampu memberikan pertimbangan dalam menyikapi setiap hal. Mengutip ucapan Bapak Anis Baswedan yang dilansir oleh portal berita online www.merdeka.com saat beliau masih menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, bahwa setting sekolah di Indonesia saat ini masih seperti abad 19, gurunya hidup di abad 20 dan anak-anaknya hidup di abad 21. Dalam artian setiap guru perlu meningkatkan kemampuan dan kreatifitasnya seiring dengan perubahan dan kemajuan zaman. Karena zaman terus maju dan teknologi terus berkembang, maka gaya anak-anak zaman sekarang dalam mempelajari suatu hal tidak akan sama dengan gaya kita saat belajar dahulu. Maju terus Guru Indonesia, pembentuk karakter pejuang Bangsa di masa yang akan datang. Sugiyanto, S.Pd.I Guru SMK Annihayah Karawang Nama :SUGIYANTO, S.Pd.I Tempat, Tanggal Lahir : Bekasi, 13 Februari 1988 Pendidikan Terakhir : Sekolah Tinggi Agama Islam Shalahuddin Al-Ayyubi Jakarta, 2015 Unit Kerja :SMK ANNIHAYAH Karawang No Telepon dan Whatsapp :081959050657 Email : [email protected] // [email protected] Blog : belajar.elmahboob.web.id Link youtube https://www.youtube.com/watch?v=bMbamLiu4lw
265 Bab 61 Membuat kartu tes dengan mail merge Materi oleh Sukiswati,M.Pd Pentingnya Kartu Tes Setiap selesai kegiatan pembelajaran, tugas seorang guru adalah memberikan penilaian. Penilaian hasil belajar bisa berasal dari ulangan harian (UH), PTS, PAS, USBN, UNBK maupun PAT. Dan dalam setiap even yang dilaksanakan secara bersama-sama, pelaksanaan pengambilan hasil belajar tersebut membutuhkan persiapan lebih cepat terutama untuk membuat kartu tes siswa. Kartu tes ini sangat penting keberadaannya sebagai syarat seorang siswa untuk dapat mengikuti tes di kelas. Bahkan bagi sekolah tertentu (biasanya sekolah swasta), kartu tes ini biasa dipergunakan sebagai syarat untuk mengikuti tes. Bila pembayaran SPP sudah lunas biasanya kartu tes bisa diambil, demikian sebaliknya. Sebagai seorang sekretaris, tentu hal ini menjadikan berat bila tidak memiliki kemampuan menggunakan Microsoft Word dengan baik. Tugas pentingnya adalah mempersiapkan seluruh administrasi kegiatan yang salah satu diantaranya membuat kartu tes. Apabila seorang sekretaris tidak menguasai penggunaan komputer, hal itu menyulitkan karena pembuatan kartu tes secara manual akan membutuhkan waktu lama dan kemungkinan kesalahan penulisan lebih besar. Tetapi dengan penggunaan mail merge, akan membantu mempermudah bekerja. Mail Merge Mail merge digunakan untuk membantu kita dalam pembuatan surat yang isi atau informasinya sama, dikirim baik ke perseorangan maupun instansi yang memiliki identitas yang berbeda-beda dalam jumlah banyak. (Catur Hadi Purnomo: 2008). Mail merge sering disebut surat berantai. Manfaat yang sering digunakan adalah untuk membuat surat undangan atau kartu yang biasanya dibuat dengan tujuan dibagikan kepada orang banyak. Juga dapat digunakan untuk membuat sertifikat pelatihan, label, dan amplop. Untuk membuat mail merge diperlukan 2 buah file yaitu: 1. File master
266 Langkah pertama dalam menggunakan mail merge, sebaiknya Anda siapkan terlebih dahulu dokumen yang akan digunakan. Dokumen tersebut bisa berupa surat itu sendiri. (Erwin Sutomo: 2007). File master ini adalah file pokok atau file utama yang akan digunakan sebagai dasar yang akan menjadi surat utama untuk obyek yang akan kita beri. Misalnya surat undangan rapat. Dokumen utama ini isinya sama untuk semua penerima. 2. File data (data source) Sedangkan file data adalah file pendamping dari file master. File ini isinya khusus untuk masingmasing penerima, misalnya nama dan alamat penerima. Data source dapat berupa data di Excel. Di contoh ini data source yang dibutuhkan adalah data berisi nama siswa, kelas, nomor dan ruang kelas. Berikut ini saya akan menyampaikan langkah-langkah pembuatan kartu tes: 1. Buatlah kartu tes di Ms. Word misalnya PTS genap. Simpan dan berilah nama: Kartu PTS. Contohnya seperti di bawah ini: 2. Buatlah file data siswa di excel yang berisi data-data yang dibutuhkan untuk mengisi file master diantaranya adalah nama, kelas, nomor tes dan ruang. Berilah nama Copy of Data PTS Genap.xls. Contohnya: 3. Menggabungkan file master dan file data (data source) dengan langkah sebagai berikut: a. Bukalah file master. Klik di menu utama Mailings, lalu pilih Start Mail Merge, klik Letters, klik Step by Step Mail Merge Wizard b. Muncul step 1 of 6 Pilih Next Starting Document c. Kemudian step 2 of 6 pilih next: Select RecipientsBerlanjut step 3 of 6 pilih next: Write Your Letter. Kemudian di bagian atas kotak dialog sebelah kanan ada tulisan Use an Existing List maka klik Browse untuk memilih file data yang akan kita gunakan. d. Bukalah file data kita yang telah dibuat sebelumnya yaitu Copy of Data PTS Genap. e. Kemudian pilihlah sheet dalam Copy of Data PTS Genap yang akan dijadikan sumber data. Muncul kotak dialog Mail Merge Recipients, klik OK. f. Klik icon insert merge field, masukkan Nama, Ruang, Nomor Tes, Kelas ke sebelah kanan No. Peserta, Nama Peserta, Kelas dan Ruang yang mau diisi.Untuk mengisikan nama di kartu yang kedua klik icon Rules, pilih Next Record. Demikian seterusnya untuk menuju peserta yang ke 3 dan selanjutnya. Klik Preview Result untuk melihat hasilnya g. Kemudian pada step 4 of 6 klik next: Preview Your Letters h. Lanjutkan pada step 5 of 6 next: Complete The Merge. Preview your letters, Anda sudah bisa melihat hasil penggabungan atau merger 2 file master dan data tersebut i. Step 6 of 6 Print j. Menyimpan dan Mencetak Mail Merge Pada tahap terakhir ini, klik tombol Finish & Merge, pilihlah Print Documents, untuk mencetak kartu tes. Muncul 3 pilihan: 1. All untuk mencetak semua surat. 2. Current record untuk mencetak surat pada halaman yang aktif.
267 3. Isi nomor urut data pada kotak From dan To, untuk mencetak surat yang dipilih saja. Jangan lupa menyimpan dokumen baru tersebut. Ketikan from : 1 to 4 jika ingin mencetak peserta nomor 1 sd 4, kemudian klik OK Demikian cara singkat dan sederhana cara membuat kartu tes dengan mail merge. Semoga bermanfaat. Bab 62 Menggambar dengan Q-electric tech Materi oleh Drs. Sunu Waspodo SMK NEGERI 2 Surakarta “ The man behind the Gun” Istilah "A Man Behind The Gun" bukanlah kelakar belaka, namun sering saya temui. Sebagai contoh, saya mempunyai seorang kawan photografer, ia mampu membuktikan istilah tersebut dengan mengajak photografer pemula memotret sebuah objek dan peristiwa serta momen melalui kamera profesionalnya; sementara itu, Ia hanya menggunakan kamera poket (sedangkan photografer pemulanya menggunakan kamera profesional). Hasilnya? Amazing! Hasil pemotretan kawan saya adalah hasil photografi profesional sedangkan photografer pemulanya menghasilkan photografi yang terlampau biasa saja. Dalam buku novel SAMURAI, kita dapat menemukan isyarat A MAN BEHIND THE GUN. Dari buku tersebut kita bisa mendapatkan hikmah bahwa: "KEHEBATAN DAN KEKUATAN SEBUAH SAMURAI BUKANLAH PADA MATERIAL SAMURAI ITU DIBUAT NAMUN PADA SIAPA YANG MEMEGANG DAN MENGGUNAKAN SAMURAI TERSEBUT". Seorang ahli bedah mengatakan: "PISAU AKAN BERMANFAAT UNTUK KEMANUSIAAN, BILA KAMI PARA AHLI BEDAH MENGGUNAKANNYA. TAPI PISAU BISA MENJADI SEBUAH TINDAKAN KEJAHATAN BILA DIGUNAKAN OLEH PARA PENJAHAT UNTUK MERAMPOK DAN MEMBUNUH ORANG LAIN." Dalam beberapa kejadian diatas,dapat disimpulkan sebagai berikut: • Kamera di tangan yang baik akan mengabadikan moment-moment terindah dan makananmakanan terlezat dalam hidup kita. Kamera di tangan yang sebaliknya akan menghasilkan dan menyebarluaskan foto-foto yang tidak layak di pandang mata anak-anak kita.
268 • Senjata di tangan yang baik akan menjadi pembelaan diri dan perlindungan atas nyawa. Senjata di tangan yang sebaliknya bisa jadi menghilangkan nyawa. • Pisau di tangan seorang koki akan menjadi karya seni kuliner yang menggungah selera. Pisau di tangan seorang ahli bedah dapat menyelamatkan nyawa pasien. • Ilmu keuangan di tangan yang baik akan menjadikan hidup lebih tertata. Ilmu keuangan di tangan yang sebaliknya akan merugikan orang lain bahkan negara. • Hipnotis di tangan terapis bisa menjadi metode penyembuhan yang luar biasa. Hipnotis di tangan penjahat akan menguras harta bahkan nyawa korbannya. • Dan masih banyak lagi alat dan teknologi yang bagaikan pisau bermata dua yang betul-betul seimbang manfaat dan mudharatnya. Sebagai guru yang hebat,bukanlah dituntut melalui beberapa indikator yang dimilikinya,antara lain: nilai akademis yang mencapai “Cum laude”*),tingkat kecerdasan otak yang genius maupun kemampuankemampuan lainnya yang diatas rata-rata orang lain. Cum Laude adalah predikat yang diberikan pada ujian di perguruan tinggi. Ada beberapa predikat yang termasuk ke dalam Cum Laude seperti magna cum laude yang berarti lulus dengan banyak pujian dan summa cum laude yang artinya lulus dengan pujian terbanyak. Wikipedia Tetapi,Guru hebat adalah guru yang mampu membenamkan konsep keilmuan di memori siswa secara mendalam, membekas, dan dibawa siswa sampai kapan pun. Inspirasi siswa berkembang dengan kreatif dan inovatif karena didasari oleh konsep yang diterima oleh guru. Selanjutnya,dalam paparan tersebut,disebutkan ciri-ciri guru hebat,ada 5 ciri guru hebat,diantaranya adalah ”Kaya metode dan media.” Guru hebat teramat paham kalau siswa itu mudah jenuh, dinamis, dan kreatif. Menurutnya, mengajar harus menyenangkan, dinamis, dan kreatif. Jalan yang harus ditempuh adalah menerapkan pembelajaran dengan multimetode dan multimedia yang sesuai dengan keinginan siswa. Tantangan diabad ke -21 Dalam debat paslon presiden dan wapres, presiden Jokowi mengutip tentang “Industri four point O(Industri 4.0)”; Sebenarnya apa yang dimaksud dengan revolusi industri industri 4.0 Pengertian industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem cyber-fisik, internet of things (IoT), komputasi awan, dan komputasi kognitif.
269 Singkatnya, revolusi 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia. Prinsip Rancangan Industri 4.0 Dikutip dari Wikipedia, revolusi industri 4.0 memiliki empat prinsip yang memungkinkan setiap perusahaan untuk mengidentifikasi dan mengimplementasikan berbagai skenario industri 4.0, diantaranya adalah: Interoperabilitas (kesesuaian); kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan manusia untuk terhubung dan saling berkomunikasi satu sama lain melalui media internet untuk segalanya (IoT) atau internet untuk khalayak (IoT). lot,Internet of think Transparansi Informasi; kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan dunia fisik secara virtual dengan memperkaya model pabrik digital dengan data sensor. Bantuan Teknis; pertama kemampuan sistem bantuan untuk membantu manusia mengumpulkan data dan membuat visualisasi agar dapat membuat keputusan yang bijak. Kedua, kemampuan sistem siberfisik untuk membantu manusia melakukan berbagai tugas yang berat, tidak menyenangkan, atau tidak aman bagi manusia. Keputusan Mandiri; kemampuan sistem siber-fisik untuk membuat keputusan dan melakukan tugas semandiri mungkin. Yang menjadi pertanyaan adalah “sudah siapkah kita untuk menyambutnya”?. Menurut kamus besar bahasa indonesia Arti kata nisbi menurut KBBI nisbi [nis·bi] Kata Adjektiva (kata sifat) Arti: hanya terlihat (pasti; terukur) kalau dibandingkan dengan yang lain; dapat begini atau begitu; bergantung kepada orang yang memandang; tidak mutlak; relatif contoh: 'betapa nisbinya moral itu cantik itu nisbi, bergantung kepada yang melihat' Artinya,mau tidak mau,suka atau tidak;baik siap atau tidak siap...niscaya semua akan mengalami dan pasti terjadi. Sejarah Revolusi Industri Revolusi industri yang pertama terjadi pada akhir abad ke-18. Hal ini ditandai dengan ditemukannya alat tenun mekanis pertama pada tahun 1784. Kala itu, industri diperkenalkan dengan fasilitas produksi mekanis yang menggunakan tenaga air dan uap. Peralatan kerja yang awalnya bergantung pada tenaga
270 manusia dan hewan akhirnya digantikan dengan mesin tersebut. Akibatnya, meski jumlah produksi meningkat, banyak orang yang menganggur. Revolusi industri 2.0 terjadi di awal abad ke-20.Kala itu ada pengenalan produksi massal berdasarkan pembagian kerja. Produksi massal ini dimungkinkan dengan adanya listrik dan jalur perakitan. Lini produksi pertama melibatkan rumah potong hewan di Cincinnati, Amerika Serikat, pada 1870. Awal tahun 1970 ditengarai sebagai perdana kemunculan revolusi industri 3.0 yang dimulai dengan penggunaan elektronik dan teknologi informasi guna otomatisasi produksi. Debut revolusi industri generasi ketiga ditandai dengan kemunculan pengontrol logika terprogram pertama (PLC), yakni modem 084–969. Sistem otomatisasi berbasis komputer ini membuat mesin industri tidak lagi dikendalikan manusia. Biaya produksi dapat ditekan oleh karena penerapan hal ini. Nah, awal 2018 hingga sekaranglah zaman revolusi industri 4.0. Industri 4.0 adalah industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Ini merupakan tren otomatisasi dan pertukaran data dalam teknologi manufaktur. Pada era ini, industri mulai menyentuh dunia virtual, berbentuk konektivitas manusia, mesin dan data, semua sudah ada di mana-mana. Istilah ini dikenal dengan nama Internet of Things (IoT). Ada dua hal yang dibahas dalam artikel diatas,yakni pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia indonesia;masih menjadi ancaman serius terhadap tenaga kerja kurang terampil di indonesia yang perlahan-lahan mulai tergeser peranannya. Yang kedua,perlunya revisi thd UU no.13 th 2013 tentang ketenagakerjaan,yang meliputi 3 hal yaitu: 1. Pertama, hubungan industrial, yakni bagaimana hubungan antara pemberi kerja dengan penerima kerja (pekerja) bukan lagi hubungan permanen dan statis, tetapi bersifat pertemanan atau partnership. Dalam hubungan seperti ini, pekerja bisa saja bekerja untuk sejumlah perusahaan yang berbeda. Jadi, dalam hubungan kerja seperti ini, tempat kerjanya tidak mesti monoton di suatu gedung serta waktunya fleksibel. 2. Kedua, employ cost atau gaji pekerja. Perhitungan pembayarannya bisa saja per jam, per hari, per minggu atau per bulan, tergantung dari kesepakatan atau perjanjian dan sesuai tingkat keahlian. Dalam konteks hubungan kerja dan sistem penggajian seperti ini tentu kalau terjadi pemutusan hubungan kerja tidak dikenal yang namanya uang pesangon. 3. Ketiga, peradilan hubungan industrial. Dalam undang-undang yang baru nanti harus diatur perkara seperti apa yang masuk dalam ranah peradilan hubungan industrial. Dalam sebuah pekerjaan instalasi listrik,melalui 3 tahapan yang harus dilakukan,yakni: • Tahap perencanaan,tahap pelaksanaan dan tahap pengujian atau komisioning. • Pada kali ini kita akan fokuskan pada tahap perencanaan,sedangkan tahap pelaksanaan dan komisioning,ditangani oleh seorang pemborong/pelaksana bangunan dan instalasi listrik • Tahap perencanaan,yaitu upaya pihak owner( pemilik bangunan yang akan menghendaki dipasangnya instalasi listriknya)menyampaikan keinginannya kepada pihak konsultan(instalatir/Biro teknik listrik). Lalu pihak konsultan akan mewujudkannya dalam bentuk / berupa gambar rancangan instalasi sesuai dengan keinginan owner.
271 • Misalnya,sebuah pemilik hotel,menghendaki,agar instalasi kamar hotel menjadi sangat hemat dan irit ttp tidak mengurangi efektivitasnya, dalam pemakaian daya listriknya;maka Pihak konsultan membuat beberapa pilihan design,lalu menyodorkan kepada pihak Owner. • Disinilah peranan seorang designer,dalam mewujudkan keinginan owner,harus dapat menyajikan tata rancang lengkap dengan spesifikasinya,yang nanti tiba gilirannya;akan dapat dilaksanakan oleh pemborong/pelaksana instalasi. Peranan konsultan,juga bisa merangkap langsung sebagai pelaksana pekerjaan. • Pada tahap ini,kemampuan perencana,adalah membuat gambar instalasi listrik,baik instalasi single wiring dan gambar pelaksanaan. Disinilah dibutuhkan alat menggambar yang sangat banyak al: meja gambar, penggaris, rapido, kertas, penghapus juga pengetahuan tentang simbol2 listrik. • Dengan adanya aplikasi menggambar dengan komputer,maka seluruh alat-alat tersebut tidak diperlukan lagi,karena sudah memakai aplikasi : Q-electric Tech,yaitu suatu aplikasi yang akan mempermudah pembuatan gambar instalasi listrik yang sudah dilengkapi dengan beberapa simbol-simbol listrik. • Drs. Sunu Waspodo, Guru SMKN 2 Surakarta Nama lengkap : Drs. Sunu Waspodo Tempat tanggal Lahir : surakarta,24-08-1960 Pendidikan : S-1 Fakultas Keguruan Teknik IKIP Yogyakarta/1980-1984 Riwayat pekerjaan : Guru SMKN3 Singaraja Bali 1984-1998 Mutasi ke SMKN Palu 1998-2000 Mutasi ke SMK Kristen 2 Suarakarta 2001-2011 Mutasi ke SMK Negeri 2 suarakarta 2011- sekarang No. W A : 085 625 11 201 Email : [email protected]
272 Bab 63 Menerapkan prinsip pelayanan prima untuk mendorong keberlangsungan usaha Materi oleh Surya Mei Setyowati, SE, S. Pd SMK Nusa Bhakti Semarang Pelayanan Prima (Excellent Service) Produk Sebelum menginjak lebih jauh kita kenali dulu produk dalam Ilmu marketing. Ilmu marketing membagi produk menjadi dua yaitu produk berupa barang dan produk berupa jasa. Produk berupa barang ini bersifat intangible dalam harfiah dikatakan bisa dipegan dan ada wujudnya, sedangkan produk berupa jasa lebih dikenal sebagai produk tangible yaitu produk yang hanya bisa dirasakan. Wujud produk yang berbeda inilah yang memunculkan problematika dalam perjalanan hidup produk itu sendiri. Seperti apakah itu? Akan kita upas secara mendalam berikut ini… Konsep pelayanan prima Segala aspek yang ada dalam kehidupan manusia akan melibatkan dunia marketing. Ilmu marketing merupakan ilmu yang statis menyesuaikan konsidi, dimana, bagaimana, kapan, apa dan untuk siap. Bagaimana bisa? Semua perusahaan menjadikan marketing sebagai ujung tombak dari usahanya. Sadar dan tidak bahkan orang tehnik pun membutuhkan marketing. dalam dunia bisnis marketing bagaikan bunga ditaman, tidak akan indah dan berkembang tanpa marketing. Marketing sendiri memiliki berbagai macam strategi sebagai upayanya mewujudkan keinginan perusahaan. Salah satunya adalah dengan mengembangkan konsep pelayanan prima. Pelayanan prima merupakan suatu rangkaian kegiatan dalam upaya untuk memberikan perhatian dan kepuasan kepada konsumen. Berawal dari kacamata konsumen tadi diharapkan muncul pelanggan-pelanggan yang akan setia terhadap produk kita. Tujuan Pelayanan Prima Banyak sekali hal yang melatar belakangi dilakukannya pelayanan prima Menjaga agar pelanggan merasa dianggap pentingdan diperhatikan segala kebutuhan dan keinginannya Menimbulkan kepercayaan dan kepuasan kepada pelanggan Mempertahankan pelanggan agar tetap setia menggunakan produk yang ditawarkan
273 Konsep A3 dalam Pelayanan Prima Perusahaan dalam melaksanakan pelayanan prima akan menggunakan konsep A3 yaitu attitude, attention dan action. Konsep attention mengharuskan kita memiliki penampilan sopan dan serasi, memberikan pelayanan dengan pikiran positif, sehat dan logis. Dalam hal ini konsep love at the first sight sangat terbukti, bagaimana tidak? Pelanggan akan lebih merasa nyaman puas dan yakin jika dilayani oleh seorang marketing yang berpakaian sopan rapi bahkan wangi. Selain itu juga difokuskan melayani pelanggan dengan sikap menghargai, sehingga pelanggan merasa puas. Konsep attention sendiri diartikan dengan mendengarkan dan memahami kebutuhan pelanggan, mengamati perillaku pelanggan serta mencurahkan perhatian kepada pelanggan. Perhatian disini yang dimaksud adalah memberikan perhatian secara maksimal kepada pelanggan tanpa membedakan. Perhatian tersebut berupa mempelajari perilaku pelanggan yang beraneka ragam. Ada pelanggan yang sok tau, ada pelanggan yang pilih-pilih, ada pelanggan santai, ada pelanggan yang pasif dan langsung menuju ke pembelian. Dengan memahami berbagai karakteristik pelanggan tadi diharapkan seorang marketing bisa lebih leluasa mengeksplor kemampuannya untuk menarik perhatian pelanggan dan memberikan kepuasan tersendiri bagi pelanggan. konsep action diwujudkan dalam bentuk nyata untuk meyakinkan dan memberikan jaminan kepada pelanggan. Hal-hal kecil akan sangat berarti dalam konsep action, seperti memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada pelanggan merupakan salah satu terapan konsep pelayanan prima. Diharapkan dengan action yang diberikan dengan berbagai macam variasinya tergantung dari perilaku pelanggan yang dihadapi maka akan memunculkan kenyamanan pelanggan, kepuasan pelanggan. Tujuan pendek dari pelayanan prima adalah mengarahkan pada pembelian akan tetapi pelayanan prima merupakan usaha jangka panjang dari perusahaan agar produk mereka tetap terus digemari oleh pelanggan dan diharapkan muncul pelanggan-pelanggan baru. Mulai dari peluncuran produk ang disesuaikan dengan minat konsumen, disesuaikan dengan target market yang sebenarnya tujuannya adalah agar produk yang diluncurkan bisa diterima oleh masyarakat. Diawali dengn mencoba, merasa puas dilanjutkan dengan melakukan pembelian, dilanjutkan lagi dengan pembelian selanjutnya dan selanjutnya. Pada tahap inilah yang dikatakan bahwa suatu produk telah berhasil diterima oleh pelanggan. Konsep utama dari pelayanan prima adalah mewujudkan tujuan jangka panjang perusahaan yaitu pembelian berkelanjutan. Dengan pembelian berkelanjutan inilah yang akan mewujudkan perusahaan yang going concern karena produk yang dihasilkan telah merasuk kehati pelanggan. Surya Mei Setyowatim SE, S.Pd, Guru SMK Nusa Bhakti Semarang Nama Lengkap : Surya Mei Setyowati, SE, S. Pd Tempat/ Tanggal Lahir : Semarang, 3 Mei 1983 Pendidikan Terakhir : ✓ S-1 Akuntansi UNNES ✓ S-1 Pendidikan Ekonomi IKIP Veteran
274 Riwayat Pekerjaan : ✓ Guru Bisnis daring dan Pemasaran (2007- sekarang) SMK Nusa Bhakti Semarang ✓ Waka Humas SMK Nusa Bhakti Semarang Nomer Telp : 085799882021 Bab 64 Penggunaan hyperlik untuk efektivitas saat audit pelaporan dana kas kecil/pettycash Materi oleh Suryanti, S.Pd, SMK Negeri 2 Kediri Mendengar istilah hyperlink bukanlah hal yang asing bagi pembaca terutama para pendidik yang selalu menggunakan aplikasi PPt pada saat menyampaikan materi kepada siswa-siswinya. Hyperlink (https://www.maxmanroe.com>internet) merupakan suatu cara untuk menghubungkan suatu bagian di dalam slide, file dokumen, program, atau halaman web, dengan bagian yang lainya pada bidang tersebut. Dengan memanfaatkan hyperlink pada saat presentasi akan memudahkan pemateri maupun peserta mengikuti topik yang berlangsung. Bagi pemateri, menggunakan hyperlink sangat efektiv terutama jika topik yang akan dipresentasikan terdiri dari beberapa file/dokumen yang saling berkaitan dan harus ditampilkan dengan cepat tanpa membuka file satu persatu. Bagi pembaca, tentunya dengan penyampaian topik yang bagus dari pemateri, pembaca akan merasa tertarik dan memperhatikan setiap tampilan materi yang disampaikan. Berkaitan dengan manfaat dari aplikasi hyperlink inilah, tentunya sangat cocok digunakan oleh seorang pemegang kas kecil atau junior cashier pada saat akan menyampaikan laporan dana kas kecil yang dikelolanya kepada atasan atau pengawas keuangan melalui presentasi. Perlu diketahui bahwa materi pelaporan dana kas kecil merupakan salah satu Kompetensi Dasar yang dipelajari di program keahlian Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) yang pada kurikulum SMK tahun 2006 dikenal dengan jurusan Administrasi Perkantoran/Sekretaris.Materi Pelaporan dana kas kecil merupakan KD 3.13 dan 4.13 yang diberikan di kelas XII OTKP semester ganjil. Sebagai penerapan KD 4.13 siswa harus mampu melaporkan pengelolaan dana kas kecil tidak hanya secara manual tetapi juga secara elektronik. Dana kas kecil atau dikenal dengan istilah petty cash (https://wwwakuntansionline.id>petty_cash) adalah sejumlah uang yang dicadangkan oleh perusahaan dan digunakan untuk pembayaran sejumlah pengeluaran yang relatif kecil dan rutin dilakukan, dengan tujuan untuk memperlancar tugas-tugas pimpinan.Petty cash dikelola oleh sekretaris atau staf kantor yang ditunjuk. Pengelolaan dana kas kecil atau petty cash dilakukan melalui 3 prosedur yaitu pembentukan dana kas kecil, penggunaan dana kas kecil dan pengisian kembali dana kas kecil. Lebih jelas dapat dilihat pada alur berikut ini. a. Alur pembentukan dana kas kecil b. Alur penggunaan dana kas kecil Ketiga alur diatas merupakan prosedur yang dilakukan sekretaris atau staf kantor dalam mengelola petty cash. Untuk efektivitas dalam penyampaian laporan pengelolaan dana kas kecil kepada perusahaan,
275 maka penggunaan hyperlink pada slide presentasi sangat membantu memudahkan pemaparan rangkaian kegiatan tersebut. Adapun uraian penggunaan hyperlink PPT dari alur kegiatan pengelolaan dana kas kecil di atas sebagai berikut: 1. Pembentukan dana kas kecil Soal yang diberikan kepada siswa dalam bentuk kasus seperti dibawah ini dan siswa berperan sebagai pemegang kas kecil, diminta untuk mengelola dana yang sisihkan oleh perusahaan, (gambar yang ditampilkan merupakan hasil kerja siswa kelas XII Apk atas nama Selvia Rosa Resita). Dana kas kecil dibentuk dari Bendahara perusahaan untuk bagian Kepegawaian setiap bulan sebesar Rp 1.500.000,-.Pada saat menerima dana, pemegang kas kecil menerima bukti transaksi berupa kuitansi atau cek. Untuk memudahkan pemaparan, pada slide pembentukan dana (gambar 1: panah biru) kita hyperlink ke bukti transaksi berupa kwitansi (gambar 2). Langkah hyperlink diawali dengan memblock kalimat/kata yang kita inginkan, pilih icon insert klik hyperlink dan pilih file yang akan kita hyperlinkkan kemudian tekan Ok. Untuk langkah hyperlink pastinya pembaca sudah paham semua, jadi tidak perlu dijabarkan secara detail disini. Setelah dihyperlink, kalimat yang kita hyperlink akan berubah warna. Setelah menerima bukti transaksi berupa kuitansi, langkah selanjutnya (sesuai alur pembentukan) adalah kita catat ke bukti kas masuk (gambar 3). Artinya kuitansi kita hyperlinkkan dengan bukti kas masuk. Setelah dicatat pada bukti kas masuk, langkah selanjutnya adalah dibukukan ke dalam buku kas , langkah ini juga dilakukan hyperlink dari bukti kas masuk ke buku kas kecil (disini penulis menggunakan buku kas sistem imprest). Perlu diketahui pembukuan dana kas kecil ada 2 metode yaitu sistem imprest dan sistem fluktuatif. Pencatatan pada Buku kas sistem imprest dapat dilihat pada panah biru di bawah 2. Penggunaan dana kas kecil Dana kas kecil setelah dibentuk akan digunakan untuk pengeluaran-pengeluaran yang sifatnya rutin dan mendadak untuk memperlancar tugas-tugas pimpinan/kepala bagian. Contoh soal pengeluaran sebagai berikut: Seperti pada pembentukan dana kas kecil sebelumnya, setiap terjadi transaksi maka harus dibuktikan dengan bukti transaksi dan alurnya sama yaitu dicatat pada bukti kas keluar dan di bukukan pada Buku Kas Kecil sistem imprest (seperti gambar alur pembentukan dana diatas) dan tentunya harus dihyperlink. Setelah mendapat bukti transaksi berupa kuitansi kemudian dicatat pada bukti kas keluar seperti dibawah ini.
276 Melalui hyperlink dari bukti kas keluar dibukukan ke dalam buku kas kecil sistem imprest berikut. 3. Pengisian kembali dana kas kecil Sesuai alur pengisian dana kas kecil diatas, jika dilakukan pengisian maka sebelumnya harus dibuatkan formulir pengajuan dana kas kecil. Sehingga dari soal pengisian (transaksi tanggal 10) kita hyperlinkkan ke formulir pengajuan yang telah dibuat. Setelah mengajukan formulir ke bendahara perusahaan untuk pengisian dana kas kecil, maka kita akan menerima kembali sejumlah dana yang diajukan dan mendapat bukti transaksi berupa kuitansi. Sama seperti alur pengisian, bukti transaksi akan kita catat ke bukti kas masuk tentunya juga menggunakan proses hyperlink. Setelah itu dicatat pada buku kas kecil sistem imprest seperti di bawah ini. Langkah terakhir adalah pembuatan Laporan mutasi dana kas kecil (Gambar 14), sebagai rekapitulasi terjadinya pembentukan, penggunaan dan pengisian kembali dana kas kecil. Begitu seterusnya prosedur pengelolaan dana kas kecil yang dilakukan oleh pemegang kasa kecil atau sekretaris setiap periode. Untuk memudahkan pemaparan pada saat audit, sangat tepat jika pemegang kas kecil mengaplikasikan hyperlink pada presentasinya yaitu dengan menghubungkan file-file dalam format Ms word maupun Ms excell untuk ditampilkan pada slide Power Point yang akan disampaikan. Demikian pemaparan materi Penggunaan Hyperlik Untuk Efektivitas Saat Audit Pelaporan Dana Kas Kecil /Petty Cash, semoga bermanfaat.
277 Suryanti, S.Pd Suryanti, S.Pd lahir di Kediri, 10 Agustus 1970 bertempat tinggal di Desa Ngino Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri. Gelas Sarjana diperoleh dari belajar di IKIP Malang (sekarang UNM) FPIPS Program Pendidikan Administrasi Perkantoran tahun 1994. Dari tahun 2015 sampai saat ini bekerja di SMK Negeri 2 Kota Kediri pada Program keahlian Administrasi Perkantoran. Karir yang pernah dilewati sebagai guru diawali tahun 1994-1997 mengajar Administrasi Perkantoran di SMK Hasanuddin Pare, tahun 1997-2014 mengajar Administrasi Perkantoran di SMK Bhakti Mulia Pare, tahun 2008-2015 mengajar Ekonomi di SMA Negeri 1 Pare. Pernah menjabat sebagai Kepala Perpustakaan di SMK Negeri 2 Kediri dari tahun 2017-2018. Sertifikat sebagai guru profesional diperoleh 2 kali yaitu tahun 2011 sebagai guru profesi mata pelajaran Ekonomi dan tahun 2016 sebagai guru profesi mata pelajaran Administrasi Perkantoran. Di bidang organisasi keagamaan aktif sebagai anggota DPD bidang peranan wanita dan kesejahtera an keluarga dari tahun 2011 sampai sekarang. Buku yang pernah ditulis dan disimpan diperpustakaan, yaitu Tahun 2008 Modul Mengaplikasikan keterampilan dasar komunikasi., tahun 2010 Buku Praktek Kearsipan 1 dan 2, Karya ilmiah (PTK) yang pernah disusun berjudul: Tahun 2012 : Penggunaan Vidio Interaktif Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Pada Materi Kewirausahaan Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Pare Tahun 2017 : Implementasi Metode Pembelajaran STAD Menggunakan Job Sheet untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Bidang Keahlian Administrasi Perkantoran Materi Mengelola Dana Kas Kecil Pada Siswa Kelas XI APk 4 SMK Negeri 2 Kediri Tahun Pelajaran 2016/2017 Tahun 2018 : Penerapan Model E-Arsip Pembelajaran Menggunakan Aplikasi Microsoft Access Pada Materi Kearsipan Elektronik Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X OTKP 2 SMK Negeri 2 Kediri Tahun Pelajaran 2017/2018
278 Bab 65 Solusi Penyimpanan Digital Tanpa Batas Materi oleh : Suryo Adhi Wibowo, S.Pd. SMK Negeri 1 Lebakbarang Kabupaten Pekalongan Melalui kegiatan Virtual Coordinator Training (VCT) Batch 1, saya diberi kesempatan untuk bergabung dengan guru-gur hebat untuk menyiapkan sebuah kegiatan pertemuan guru secara daring untuk peningkatan kualitas dan mutu guru di seluruh Indonesia. Pertemuan daring melalui Video Conference sering saya ikuti melalui kegiatan Pelatihan dalam Jaringan yang diselenggarakan Seamolec dan sepenuhnya saya sebagai peserta yang seringnya pasif dalam kegiatan dalam vicon tersebut. Dalam VCT Batch 1 ini saya merasakan hal yang sangat luar biasa untuk bisa tampil sebagai presenter, host, maupun moderator. Dalam tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman saya sebagai presenter atau penyaji dalam kegiatan Video Conference. Masih teringat dalam ingatan saya, saat itu saya harus menjadi penyaji dalam sesi 5 yaitu sekitar pukul 15.30 WIB bersama-sama dengan Bapak Doddy Indrajati dari SMK Negeri 1 Kaliwungu. Kali ini saya menyajikan materi tentang penggunaan One Drive yang merupakan salah satu fasilitas dalam Office 365 agar dapat digunakan oleh Guru baik dalam pembelajaran maupun Administrasi. Salah satunya adalah Administrasi Penilaian yaitu pembuatan Raport. Office 365 untuk Pendidikan adalah kumpulan layanan yang memungkinkan Anda untuk bekerja sama dan berbagi tugas sekolah. Layanan ini tersedia gratis bagi para pengajar yang saat ini bekerja di lembaga akademis dan para siswa yang sedang menempuh pendidikan di suatu lembaga akademis. Layanan menyertakan Office Online (Word, PowerPoint, Excel, dan OneNote), penyimpanan OneDrive tak terbatas Tipsalat tentang penyimpanan tak terbatas OneDrive, situs SharePoint, dan Yammer. Saat ini, SMK Negeri 1 Lebakbarang tempat saya bertugas telah 2 tahun menggunakan Office 365 baik untuk kegiatan administrasi sekolah maupun untuk pembelajaran. Salah satu fasilitas yang kami gunakan adalah OneDrive sebagai media penyimpanan di awan sebesar 1 Terabyte per user. Hal ini kami peroleh karena SMK saya berlanggaran Office 365 For Education A1 for Faculty dan Office 365 For Education A1 for Student atas bantuan Mas Yuche (SMA N 1 Pati) selaku Microsoft Innovative Educator Expert alias Trainer dari Microsoft.
279 Dalam presentasi ini, gagasan yang ingin disampaikan adalah bagaimana mengintegrasikan seluruh fitur atau fasilitas dalam Office 365 supaya dapat digunakan untuk mendukung efektifitas proses administrasi penilaian tengah semester Gasal. Tahapan prosedur Administrasi Penilaian Tengah Semester yang dilakukan yaitu sebagai berikut : 1. Pembuatan Legger Nilai Langkah pertama yang dilakukan adalah membuat legger nilai dengan menggunakan Microsoft Excel secara luring. Legger ini merupakan daftar nilai induk semua mata pelajaran yang diajarkan di tiap kelas. SMK Negeri 1 Lebakbarang memiliki 2 (dua) kompetensi keahlian yaitu Teknik Sepeda Motor dan Akuntansi. Oleh karena itu, penulis membuat dua file legger nilai untuk masing-masing kompetensi keahlian. 2. engunggahan Legger Nilai ke One Drive Untuk mengunggah file legger nilai, penulis menggunakan akun [email protected] . Dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Membuka portal office di www.portal.office.com . 2. Memasukkan username dan password 3. Langkah berikutnya adalah menggunakan one drive 4. Gambar ikon OneDrive diklik, maka kita akan diarahkan ke situs OneDrive 5. Mengunggah file di OneDrive 6. Menginformasikan tautan file legger nilai ke semua guru 7. Setelah mengunggah di OneDrive, maka langkah berikutnya adalah memberitahukan tautan file. Dengan menggunakan salah satu penyedia tautan untuk memperpendek alamat tautan, maka dihasilkan tautan yaitu untuk Kompetensi Keahlian TSM diakses pada alamat https://goo.gl/KKTGhE sedangkan untuk Kompetensi Akuntansi diakses pada alamat https://goo.gl/de3Hok 8. Pengisian Legger secara Daring 9. Selanjutnya adalah pengisian nilai pada legger yang telah dibagikan dalam batas waktu tertentu. Pengisian menggunakan akun masing-masing guru. 10. Pengunduhan Legger 11. Setelah semua guru mengisikan nilai pada legger, maka langkah selanjutnya adalah mengunduh legger nilai tersebut. Kemudian dipisah per kelas untuk nantinya diproses lebih lanjut dalam pengolahan raport. 12. Pembuatan Raport 13. Dalam proses pembuatan raport cetak ini menggunakan aplikasi Microsoft Word dan Microsoft Excel. Dengan menggunakan fasilitas mail merge maka dapat dihasilkan raport yang siap cetak secara efektif dan efisien. Raport untuk Akuntansi Raport untuk TSM
280 Hasil yang dicapai dalam metode ini yaitu: Proses pengumpulan nilai menjadi lebih cepat dan terarah karena menggunakan sistem kolaborasi yaitu mengerjakan satu pekerjaan secara bersama-sama sesuai dengan bagian masing-masing. Berdasarkan pengalaman, dikarenakan ada alasan tidak bertemu dengan petugas pengumpul maka nilai tidak jadi dikumpulkan. Dengan adanya sistem seperti ini maka tidak ada alasan lagi bagi guru untuk terlambat mengumpulkan. Dengan adanya sistem dalam jaringan, maka proses pengumpulan tidak bergantung pada personal, melainkan pada sistem komputer. Apabila sistem penilaian ini dapat dilakukan secara efektif dan efisien, maka pelayanan nilai terhadap peserta didik pun dapat dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan maksimal Tertib administrasi penilaian guru dapat diarsipkan dengan baik sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan akan segera dapat dicari. Beberapa keuntungan yang dapat didapatkan dengan metode ini adalah file legger nilai tidak mudah hilang, karena tersimpan di awan (internet), dapat diakses sewaktu waktu secara daring. Guru secara otomatis “dipaksa” untuk menguasai teknologi. Dengan demikian One Drive memang digunakan sebagai media penyimpanan tanpa batas. Profil penulis Nama : SURYO ADHI WIBOWO, S.Pd. Tempat lahir : Semarang Tanggal lahir : 26 September 1981 Instansi : SMK Negeri 1 Lebakbarang Saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah urusan Kurikulum di SMK Negeri 1 Lebakbarang. Link youtube https://www.youtube.com/watch?v=n-fAExKb1R0
281 Bab 66 Literasi pendidikan Materi oleh Susi Alawiyah SMK Negeri 5 Kab. Tangerang Hasrat untuk Mengubah Diri Ketika aku masih muda serta bebas berpikir dengan khayalanku, aku bermimpi untuk mengubah dunia Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku, Kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah, maka cita-cita itupun kupersempit dan kuputuskan hanya untukmengubah negeriku. Namun tampaknya itu pun tiada hasilnya. Kini, sementara berbaring di tempat tidur menjelang kematianku, baru kusadari Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku sendiri, maka lewat memberi contoh membaca setiap hari sebagai panutan, mengembangkan literasi sebagai pijakan, dan menjadi contoh budi pekerti sebagai teladan mungkin murid-murid dan keluargaku bisa kuubah, Berkat inspirasi dan dorongan mereka, kemudian aku menjadi mampu memperbaiki negeriku dan siapa tahu, bahkan aku juga bisa mengubah dunia. cf. An Anglican Bishop (1100 A.D), as writen in the crypts of Westminter Abby (Quoted & published by House of Ideas, 1997)
282 KONSEP LITERASI Pengertian Literasi: Kemahirwacanaan Literasi yang berarti melek huruf/gerakan pemberantasan buta huruf (Echols&Shadily, 1990) Secara luas dimaknai sebagai kemampuan berbahasa yang mencakup kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, serta kemampuan berpikir yang menjadi elemen di dalamnya. Menurut Teale dan Sulzby, konsep pengajaran literasi diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Tompkins (1991:18) mengemukakan bahwa literacy merupakan kemampuan menggunakan membaca dan menulis dalam melaksanakan tugas-tugas yang bertalian dengan dunia kerja dan kehidupan di luar sekolah. Wells mengemukakan bahwa literacy merupakan kemampuan bergaul dengan wacana sebagai representasi pengalaman, pikiran, perasaan, dan gagasan secara tepat sesuai dengan tujuan. Seseorang disebut literate apabila ia memiliki pengetahuan yang hakiki untuk digunakan dalam setiap aktivitas yang menuntut fungsi literasi secara efektif dalam masyarakat dan pengetahuan yang dicapainya dengan membaca, menulis, dan arithmetic memungkinkan untuk dimanfaatkan bagi dirinya sendiri dan perkembangan masyarakat (UNESCO). Wells mengemukakan bahwa untuk menjadi literate yang sesungguhnya seseorang harus memiliki kemampuan menggunakan berbagai tipe teks secara tepat dan kemampuan memberdayakan pikiran, perasaan, dan tindakan dalam konteks aktivitas sosial dengan maksud tertentu. Landasan • Pengajaran literasi yang berdimensi praktik sosial • Pengajaran literasi yang berdimensi proses sosial • Teori Rosenbalt • Teori perkembangan literasi ‘emergent literacy’ • Teori pemerolehan bahasa ‘language acquisition’ • Teori skemata ‘schema’ • Mengarahkan guru-guru untuk menyajikan pengajaran membaca pemahaman pada perspektif yang lebih luas, yakni pengajaran literasi. • Teori Perkembangan Literasi • Kemampuan membaca dan menulis berkembang secara bersamaan dan bersifat interaktif • Proses komunikasi tidak lagi diajarkan secara diskrit. • Teori Pemerolehan Bahasa • Berlangsung terus menerus melalui interaksi dan pengalaman sosial Cara bagaimana anak-anak memperolehh bahasa:
283 • Pada waktu mereka memiliki keperluan yang berarti dan nyata • Melalui interaksi dengan teman sebaya dan orang dewasa • Dengan menggunakan perkiraan bahasa secara nyata • Dengan kecepatan yang berbeda-beda meskipun mereka berangkat dari tahap perkembangan yang sama • Struktur-struktur itu dibentuk dan dihubungkan dengan struktur-struktur yang lainnya. • Skemata adalah struktur-struktur yang mewakili konsep-konsep umum yang terekam dalam memori. • Mengonstruksi pengetahuan baru dengan pengetahuan. Prinsip Pendidikan Literasi Literasi melibatkan interpretasi Penulis/pembicara dan pembaca/pendengar berpartisipasi dalam tindak interpretasi. Literasi melibatkan kolaborasi Kerjasama antara dua pihak yakni penulis/pembicara dan pembaca/pendengar. Kerjasama yang dimaksud itu dalam upaya mencapai suatu pemahaman bersama. Literasi melibatkan konvensi Konvensi/kesepakatan kultural (tidak universal) yang berkembang melalui penggunaan dan dimodifikasi untuk tujuan-tujuan individual. Literasi melibatkan pengetahuan kultural Membaca dan menulis atau menyimak dan berbicara berfungsi dalam sistem sistem sikap, keyakinan, kebiasaan, cita-cita, dan nilai tertentu. Literasi melibatkan pemecahan masalah Melibatkan upaya membayangkan hubungan-hubungan di antara kata-kata, frase-frase, kalimat-kalimat, unit-unit makna, teks-teks. Literasi melibatkan refleksi dan refleksi diri Memikirkan apa yang telah mereka katakan, bagaimana mengatakannya, dan mengapa mengatakan hal tersebut. Literasi melibatkan penggunaan bahasa Mensyaratkan pengetahuan tentang bagaimana bahasa itu digunakan baik dalam konteks lisan maupun tertulis. Ciri Pembelajaran Literasi Tiga R, yakni :
284 • Responding • Revising • Reflecting Melibatkan kedua belah pihak, baik guru maupun siswa. Siswa memberi respon pada tugas-tugas yang diberikan guru. Demikian pula guru memberi respon pada jawaban-jawaban siswa agar mereka dapat mencapai tingkat ’kebenaran’ yang diharapkan. Revising Mencakup berbagai aktivitas berbahasa. Menyusun sebuah laporan kegiatan, revisi dapat dilaksanakan pada tataran perumusan gagasan, proses penyusunan, dan laporan yang tersusun. Reflecting Berkenaan dengan evaluasi terhadap apa yang sudah dilakukan, apa yang dilihat, dan apa yang dirasakan ketika pembelajaran dilaksanakan Secara spesifik lagi, refleksi dapat dibagi ke dalam dua, yaitu: • Sudut pandang bahasa reseptif (mendengarkan dan membaca) • Sudut pandang bahasa ekspresif (berbicara dan menulis) Perbandingan Orasi dan Literasi: ➢ ORASI Sifatnya hampir universal, individual normal. Diperoleh tanpa banyak pelatihan formal, sepanjang kehidupan seseorang. Secara khas melibatkan kontak secara langsung, bersemuka (face to face). Sering melanggar aturan tata bahasa yang sifatnya formal. Diproduksi dalam periode waktu yang tepat. Kemungkinan lebih cepat dilupakan, tetapi dapat juga bertahan lebih lama bergantung daripada emosional reaksi dari penyimak. Dipercaya untuk mengajui kesalahan kekurangan dalam kaitannya engan susunan penyampaian lisan. Bertujuan untuk melakukan perubahan secara cepat terutama berkaitan dengan mode arah pembicaraan, dan lain-lain. Menyiratkan kesanggupan untuk memproduksi kata-kat lebih sedikit. Bertujuan menghubungkan gagasan bersama secara bebas
285 ➢ LITERASI Jauh dari universal dan sering kurang dikembangkan dengan baik. Diperoleh melalui pembelajaran dan usaha keras, diperoleh setelah penguasaan bahasa lisan. Pengiriman pesan kepada penerima melalui pemindahan yang leluasa dalam bentuk tertulis, tidak bersemuka. Menuntut ketaatan aturan kebahasaan. Diproduksi dalam periode waktu yang lambat. Bisa bertahan lebih lama (melalui penerbitan), dapat diubah-ubah sebelum disampaikan kepada pembaca. Dipercaya untuk mencerminkan pengetahuan, ketepatan pribadi, kepercayaan, dan sikap. Bertujuan untuk mempertahankan yang lebih tradisional dan menghindari mode yang tidak formal. Menyiratkan kesanggupan untuk memproduksi kata-kata yang lebih banyak. Bertujuan menghubungkan gagasan bersama dalam suatu struktur yang kompleks. MODEL-MODEL LITERASI • Literasi terhadap Teks Tertulis (Cetakan) • Belajar Literasi di Rumah • Teale mengemukakan beberapa aktivitas yang melibatkan literasi sebagai berikut: • Kegiatan rutin sehari-hari • Pertunjukkan • Kegiatan yang terkait dengan kegiatan sekolah • Meniru kegiatan bekerja yang dilakukan orang dewasa • Aktivitas untuk tujuan religius • Aktivitas memperluas pengetahuan • Aktivitas mengapresiasi sastra • Belajar literasi di sekolah • Memperoleh Literasi melalui Teks Teertulis (cetakan) Lilian Kanz (1988) menyebutkan selain pegetahuan dan keterampilan dalam tipe belajar, ada juga dua kategori lain, yaitu : • Disposisi à kebiasaan berpikir • Perasaan à tanggapan emosional siswa • Peristiwa Literasi, Kunci Literasi • Peristiwa literasi merupakan situasi interpretatif. Peristiwa literasi ditandai dengan adanya : • Interaksi sosial yang memusat pada satu bagian tulisan
286 • Adanya keterlibatan dalam proses • Peristiwa Literasi, Kunci Literasi • Peristiwa literasi merupakan situasi interpretatif. Peristiwa literasi ditandai dengan adanya : • Interaksi sosial yang memusat pada satu bagian tulisan • Adanya keterlibatan dalam proses • Pengembangan Gerakan Literasi Di Sekolah • Prinsip-Prinsip Praktik Literasi • Perkembangan literasi berjalan sesuai tahap perkembangan yang dapat diprediksi. • Program literasi yang baik bersifat berimbang • Program literasi terintegrasi dengan kurikulum • Kegiatan membaca dan menulis dilakukan kapanpun • Kegiatan literasi mengembangkan budaya lisan • Kegiatan literasi perlu mengembangkan kesadaran terhadap keberagaman • Strategi untuk Menciptakan Budaya Literasi yang Positif di Sekolah • Mengkondisikan lingkungan fisik ramah literasi • Mengupayakan lingkungan sosial dan afektif sebagai model komunikasi dan interaksi yang literat • Mengupayakan sekolah sebagai lingkungan akademik yang literat • Tahap Gerkan Literasi Sekolah • Pembiasaan kegiatan membaca yang menyenangkan di ekosistem sekolah • Pengembangan minat baca untuk meningkatkan kemampuan literasi • Pelaksanaan pembelajaran berbasis literasi Sesi Tanya Jawab ➢ LITERASI Literasi dalam konteks GLS merupakan kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan informasi secara cerdas . KOMPONEN LITERASI ➢ Literasi Dini (Early Literacy) kemampuan untuk menyimak, memahami bahasa lisan, dan berkomunikasi melalui gambar dan tutur yang dibentuk oleh pengalaman berinteraksi dengan lingkungan sosial di rumah. ➢ Literasi Dasar (Basic Literacy) kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung (counting) berkaitan dengan kemampuan analisis untuk memperhitungkan (calculating), mempersepsikan informasi (perceiving), mengomunikasikan, serta menggambarkan informasi (drawing) berdasarkan pemahaman dan pengambilan kesimpulan pribadi. ➢ Literasi Perpustakaan (Library Literacy) Kemampuan memahami cara membedakan bacaan fiksi dan nonfiksi, memanfaatkan koleksi referensi dan periodikal, memahami Dewey Decimal System, menggunakan katalog dan indeks, hingga memiliki
287 pengetahuan dalam memahami informasi ketika sedang menyelesaikan sebuah tulisan, penelitian, pekerjaan, atau mengatasi masalah KOMPONEN LITERASI ➢ Literasi Media (Media Literacy) kemampuan mengetahui berbagai bentuk media yang berbeda seperti media cetak, media elektronik (media radio, media televisi), media digital (media internet), dan memahami tujuan penggunaannya Literasi Teknologi (Technology Literacy) kemampuan memahami kelengkapan yang mengikuti teknologi seperti peranti keras (hardware), peranti lunak (software), serta etika dan etiket dalam memanfaatkan teknologi. kemampuan memahami teknologi untuk mencetak, mempresentasikan, dan mengakses internet. ➢ Literasi Visual (Visual Literacy) pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan literasi teknologi dengan memanfaatkan materi visual dan audio-visual secara kritis dan bermartabat. GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS) TUJUAN GLS • Menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat. • Sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. • Prinsip-prinsip Literasi Sekolah • Sesuai dengan tahapan perkembangan peserta didik berdasarkan karakteristiknya • Dilaksanakan secara berimbang; menggunakan berbagai ragam teks dan memperhatikan kebutuhan peserta didik • Berlangsung secara terintegrasi dan holistik di semua area kurikulum • Kegiatan literasi dilakukan secara berkelanjutan • Melibatkan kegiatan kecakapan berkomunikasi lisan • Mempertimbangkan keberagaman • Strategi Membangun Budaya Literasi • mengondisikan lingkungan fisik ramah literasi • mengupayakan lingkungan sosial dan afektif • mengupayakan sekolah sebagai lingkungan akademik yang literat • Tiga Tahap Pelaksanaan Literasi Sekolah • Penumbuhan minat baca melalui kegiatan 15 menit membaca (Permendikbud 23/2015) • Pembiasaan • Meningkatkan kemampuan literasi melalui kegiatan menanggapi buku pengayaan (ada tagihan nonakademik)
288 • Pengembangan • Meningkatkan kemampuan literasi di semua mata pelajaran: • menggunakan buku pengayaan dan strategi membaca di semua mata pelajaran (ada tagihan akademik) Bab 67 Aplikasi sekolah berbasis android Materi oleh Titik Rusyanti, S.Pd Dimulai dari keterbatasan pengalaman, pengetahuan, informasi dicoba tuangkan dalam bentuk narasi yang sederhana, mari bersama belajar mengeksplorasi kelebihan android dan pemanfaatannya dibidang pendidikan. Besar harapannya untuk bisa dijadikan referensi tambahan bagi netter pemula, demi beradaptasi dengan lingkungan teknologi yang serba futuristik. Menurut wikipedia android adalah sistem operasi berbasis linux yang dirancang untuk layar sentuh seperti telepon pintar dan komputer tablet. Android merupakan bagian dari alat yang dilengkapi dengan sistem operasi dari smartphone atau dengan kata lain telepon pintar, dimana sebuah mobile platform pertama yang lengkap dan tidak berbayar dipopulerkan dengan menggunakan Software Development Kit (SDK) dengan mengembangkan aplikasi yang powerful serta memiliki fitur lengkap. Smartphone banyak digunakan oleh masyarakat usia produktif Indonesia, dengan demikian perkembangan teknologi android sangat pesat sehingga dengan mudah memberi dampak langsung positif dan negatifnya pada sisi dunia pendidikan. DiIndonesia khususnya dibidang pendidikan memanfaatkan dunia digital melalui aplikasi yang memudahkan penggunanya dalam mengelola sistem pendidikan. Salah satu layanan sekolah dengan memanfaatkan teknologi andraid seperti informasi akademik, media pengenalan fasilitas, dan produk sekolah lainya. Sekolah akan mengemas dan menyajikan semenarik mungkin untuk lebih memikat penggunanya. Cara ini dapat menghalau keterbatasan jarak dan waktu melalui media smartphone, fitur yang disediakan dapat memudahkan pengguna mencari informasi tentang sekolah. Melihat peluang diatas sekolah mengeksplorasi diri dalam bentuk membuat aplikasi yang bisa dinikmati seluruh penggunanya . Pemberi layanan saat ini menuntut para penganutnya untuk berlaku dinamis. Melihat posisi dalam memetakan Indonesia sebagai pengguna internet terbesar se-Asean, dilansir emarketer pengguna internet aktif akan mencapai 120 juta dan akan menjadi Top 5 dunia sebagai pengguna internet. Inovasi dilakukan.
289 Aplikasi sederhana tidak berbayar yang disediakan untuk pengguna smartphone dipendidikan seperti; sarana penghubung komunikasi yang baik antar peserta didik, orang tua, guru sekolah dapat mengakses aplikasi ‘SIAP online’, membaca lebih mudah, murah dan nyaman tidak lagi harus pergi ke perpustakaan, membaca bisa mengkses aplikasi ‘Qbaca’, untuk yang ingin lihat hasil riset serta memperoleh materi akademis yang berkualitas diIndonesia dapat menggunakan aplikasi ‘Qjurnal’, Belajar bahasa inggris aktif dan interaktif bisa mengadopsi aplikasi ‘English Bean’, bagi yang kesulitan belajar dengan pelajaran tertentu seperti kimia, fisika, biologi serta materi-materi sain dapat mengakses ‘Science Challange’. Bermula dari aplikasi sederhana yang tidak berbayar sekolah dari ujung Sumatera Selatan menyajikan aplikasi digital untuk mengakses kegiatan akademik dan non akademik diluar dari website resmi sekolah. Ketertarikan terhadap smartphone yang canggih serta multiguna, menjadikan peluang yang sangat potensial dibidang pemanfaatan kecanggihan smartphone bagi sebagian pengguna aplikasi android baru oleh warga net disekolah. Aplikasi sekolah muncul dengan fitur sederhana mengikuti perkembangan digital yang murah, mudah dan tanpa berbayar dengan sebutan ‘SMK Belga Online Center’, dalam aplikasi ini menyajikan aktifitas siswa dan siswi di sekolah SMKN 1 Belitang III. Apresiasi dan rasa syukur atas hadirnya aplikasi sederhana dalam memberikan layanan terbaik dan memudahkan netter dalam menjalankan aktivitas kerjanya. Rangkaian aplikasi sederhana yang terdapat pada aplikasi ‘SMK Belga Online Center’ terdiri dari lima fitur. Dalam fitur tersebut merangkum keempat program keahlian sekolah seperti Teknik Kendaraan Ringan, Akuntansi, Tata Niaga dan Teknik Informatika, aplikasi hadir berupa fitur: Be-Auto, Be-Bank, Be-Shop, Pro-Us dan About-Us. Menu pertama berupa layanan otomotif baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. Disini menyajikan ‘Layanan Darurat’ untuk kendaraan yang mogok diperjalanan, layanan berikutnya memungkinkan untuk cuci, perawatan ringan, tune up, ganti oli dan aki kendaraan, dan layanan penyedia sparepart. Bantuan darurat dapat dilakukan dengan menghubungi bagian mekanik, tim mekanik akan datang. Selain jasa online khusus untuk Belga Auto disediakan layanan on call bagi keperluan emergency khusus untuk keluarga besar SMKN 1 Belitang III. Kedua jasa perbankan dimulai dari layanan jasa kuangan bagin setor atau tarik tunai dari bank dalam negeri, menu lainya untuk pembayaran transaksi-transaksi berbayar seperti, pembayaran dana kuliah, BPJS, Listrik, pulsa, asuransi dan lainnya. Layanan ini merupakan paduan kerjasama antara Bank Sumsel Babel Cabang Belitang dan Bank Negara Indonesia. Belga Shop merupakan layanan reseller dari berbagai online shop yang sudah bekerjasama dengan siswa-siswi dalam rangka jual beli online. Pada menu ini menyajikan layanan penjualan reseller barang kebutuhan sehari-hari baik produk makanan, kosmetik sampai dengan elektronik lainya. Menu ini menguhungkan link penjualan siswa langsung kepada pembeli. Layanan menu keempat memuat produk unggulan sekolah berupa produk buatan hasil ekstrakurikuler seperti, pagar besi, teralis, dan kotak sampah. About Us, merupakan sajian menu kelima sebagai penutup mengenai pemaparan tentang sekolah. Mengulas tentang SMK BELGA ONLINE CENTRE yang memayungi empat Program Keahlian di SMKN 1 Belitang III. Aplikasi sederhana sekolah berbasis android dengan nama SMK BELGA ONLINE CENTRE diharapkan dapat menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat sekitar dalam usahanya memenuhi kebutuhan
290 sehari-hari nnya. Program aplikasi ini terintegrasi dengan link pada aplikasi Appy Pie yang membantu memudahkan pengguna.Harapan besar aplikasi sederhana sekolah berbasis android sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemajuan dalam dunia pendidikan. Teknik pembuatan aplikasi dapat diunduh dan dilihat sumber data diatas, untuk pemanfaatan secara maksimal dalam pengelolaannya dapat diikuti lanjutan dari tuisan ini pada edisi berikutnya dalam catatan Bisnis Online. Rusyanti, S.Pd, Waka Humas SMKN 1 Balitang Kab. OKU Timur Terlahir dilokasi hasil kebijakan pemeritahan tentang keluarga transmigran asal Jawa Tengah. Titik Rusyanti S.Pd CAAT tumbuh dan berkembang di lingkungan yang pluralistik ditanah Sumatera kala itu sebutan untuk wilayah seberang Pulau Jawa, pada tanggal 18 Juni 1980 dari pasangan Paimin HS dan Lasinah di Desa Jati Baru Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan. Menyelesaikan pendidikan dasar pada SD Negeri 1 Jati Baru 1992, SMP pada SMP PGRI 8 Bandar Lampung pada tahun 1996, pendidikan menengah lanjutan diselesaikan di SMA Persada Bandar Lampung pada tahun 1999, sedang pendidikan tinggi diselesaikan di tiga perguruan tinggi, Perguruan Teknokrat Bandar Lampung pada jurusan Bahasa Inggris, Akademi Akuntansi Lampung (A2L) program studi Akuntansi serta Universitas Muhamadiyah Metro program studi pendidikan dunia usaha Pada tahun 2006 dan menyandang Sarjana Pendidikan, kelengkapan pendidikan sangat membantu penulis pada pekerjaan yang sekarang bersentuhan dengan pendidikan. Pada tahun 2018 penulis mengambil setifikasi keahlian akuntansi (Certified Associate Accounting Technician). Penulis saat ini bertekun pada pekerjaan tenaga pendidik dan mempunyai tugas tambahan sebagai Waka Humas pada SMK Negeri I Belitang III kabupaten OKU Timur Propinsi Sumatera Selatan. Buku pertama terbit pada tahun 2018 berjudul ‘Akuntansi Lembaga Instansi Pemerintah’. Untuk berhubungan secara langsung kepada penulis bisa menghubungi No HP 081379947766 atau melalui email: [email protected]. Link youtube https://youtu.be/vRA_9I0Kq7w
291 Bab 68 Belajar dipijak Materi oleh Tiurma Ida Juniaty Pembelajaran adalah upaya menciptakan kondisi dengan sengaja agar tujuan pembelajaran dapat dipermudah pencapaiannya (Sudarsono) dalam (Prawidilaga, 2008:2). Dalam kegiatan pembelajaran perlu dipilih strategi yang tepat agar tujuan pembelajaran dapat dicapai. Strategi tersebut dapat melalui penggunaan media pembelajaran. Guru dapat menggunakan media pembelajaran meskipun berbentuk alat yang murah dan efisien tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Kegiatan pembelajaran dibuat dengan tujuan untuk memfasilitasi peserta didik mencapai kompetensi yang mencerminkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat diperlihatkan oleh seseorang setelah menempuh proses pembelajaran. Richey (2001) dalam (Pribadi, 2011: 12) mendefinisikan kompetensi adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang memungkinkan seseorang dapat melakukan aktivitas secara efektif dalam melaksanakan tugas dan fungsi pekerjaan sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Berdasarkan pengamatan penulis, masalah yang dihadapi dalam proses pembelajaran pada kelas XII Akomodasi Perhotelan 4 adalah rendahnya nilai peserta didik dalam pembelajaran pada mata pelajaran housekeeping (Tata Graha) yang dilaksanakan di ruang praktik/ laboratorium. Banyak peserta didik yang tidak fokus di dalam proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan rendahnya pengetahuan dan pemahaman mereka mengenai materi yang diajarkan, sehingga berpengaruh terhadap kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. Kegiatan pembelajaran yang menarik dapat meningkatkan nilai-nilai peserta didik. Tetapi kenyataan yang ada sebagian besar peserta didik menganggap mata pelajaran tata graha sebagai mata pelajaran yang rumit dan kurang menarik pada sesi teori. Seorang peserta didik harus menguasai teori mengenai mata pelajaran tersebut barulah mereka dapat menerapkannya pada saat pratik. Pada mata pelajaran Tata Graha, peserta didik juga mengalami kesulitan karena banyaknya istilah-istilah asing yang digunakan di pelajaran ini.
292 Tata graha merupakan suatu departemen yang ada di suatu hotel yang mayoritas menggunakan istilah dalam bahasa Inggris. Jadi setiap peserta didik harus mempelajari semua istilah-istilah tersebut dengan benar untuk memudahkan mereka kelak bekerja di industri perhotelan. Sebagai seorang guru produktif perhotelan, penulis selalu berharap agar proses pembelajaran dapat berkualitas. Untuk itu penulis sudah menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Semua strategi yang diterapkan memang memberi hasil positif. Namun, belum konsisten merubah pemahaman peserta didik mengenai materi secara mutlak. Peserta didik selalu lupa dengan apa yang telah dipelajarinya, ketika diminta untuk mengulang materi yang terdahulu, mereka tidak bisa menjawab sehingga membuat guru harus mengulang kembali materi yang telah diberikan agar peserta didik kembali ingat dan dapat meneruskan pembelajaran pada materi berikutnya, padahal semestinya hal tersebut tidak perlu dilakukan apabila mereka mengingat materi tersebut. Apabila hal ini terjadi terus menerus, dapat dipastikan target pencapaian materi pembelajaran tidak akan tercapai. Sebagai seorang guru, penulis terus mencari solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan tersebut. Hingga akhirnya menemukan satu solusi yang tepat yaitu menciptakan strategi pembelajaran DIPIJAK untuk diberikan kepada peserta didik. Strategi DIPIJAK ini digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan penguasaan peserta didik mengenai materi pembelajaran. Strategi pembelajaran ini dapat meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai materi pembelajaran menjadi lebih baik dan mengurangi kecenderungan peserta didik untuk lupa mengenai materi pelajaran yang telah diberikan, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. Indikator keberhasilan dalam pembelajaran strategi pembelajaran DIPIJAK adalah manakala peserta didik mampu memahami, menguasai dan terampil pada materi pelajaran yang telah diberikan sehingga kelak saatnya mereka bekerja, mereka telah kompeten dibidang perhotelan. Strategi pembelajaran DIPIJAK merupakan akronim dari DIPILIH, DIJELASKAN dan DIPRAKTIKKAN, adalah suatu urutan pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik di dalam kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran housekeeping. Hal pertama yang dilakukan oleh guru adalah menentukan pokok dari materi pelajaran yang dianggap sulit oleh peserta didik, lalu guru membuat istilah-istilah yang ada di dalam mata pelajaran Tata graha tersebut sesuai urutan kompetensi dasar yang ada di kurikulum. Setelah didapat lalu dibuatlah satu persatu kata-kata dari pokok-pokok materi pelajaran tersebut. Setiap kata itu lalu dimasukkan ke dalam satu tempat. Setiap peserta didik akan memilih satu dari beberapa kata tersebut. Hal itu dilakukan tanpa melihat tulisan tersebut. Setelah memilih tulisan tersebut dan melihat kata yang tertera lalu para peserta didik akan membentuk kelompok dengan peserta didik yang lain yang memperoleh kata yang sama. Setelah terbentuk kelompok, maka peserta didik dari setiap kelompok yang mendapat nomor pertama akan menjelaskan mengenai materi dari tulisan tersebut, sementara peserta lain dari kelompoknya akan memperhatikan. Setelah dijelaskan maka dilanjutkan dengan mempraktikkan apa yang telah dijelaskan tadi, begitu seterusnya sampai seluruh peserta didik mendapat bagiannya. Pada awal diberikan strategi pembelajaran DIPIJAK ini banyak peserta didik yang saling menertawakan satu sama lain karena hampir semuanya tidak bisa menjelaskan, tetapi mereka dapat mengerjakan apa yang tertulis disitu. Karena mayoritas peserta didik lebih menyukai praktik atau kerja langsung tanpa merasa perlu
293 untuk mempelajari teori dan pengetahuan mengenai materi dari mata pelajaran tata graha. Padahal seluruh kegiatan praktik harus dimulai dari pemahaman dan penguasaan materi pelajaran sehingga pada saat melaksanakan kegiatan praktik peserta didik dapat langsung menerapkan teori dan pengetahuan yang telah mereka pahami dan kuasai, dan hal tersebut dapat membuat proses pembelajaran lebih efisien dan efektif. Setelah beberapa penjelasan dan pengulangan serta beberapa contoh, akhirnya mereka memahami maksud dari strategi pembelajaran pembelajaran ini. Secara tidak disadari mereka menyukai pembelajaran seperti ini. Pemilihan kata ini dimulai pada awal pembelajaran, lalu dilanjutkan dengan penjelasan oleh masing-masing peserta didik sesuai dengan kata pilihannya dan diakhiri dengan mempraktikkannya. Pada akhir pembelajaran seluruh poin yang didapat oleh peserta didik akan ditayangkan sambil memberi pengarahan untuk tindak lanjut. Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan penulis, permasalahan yang muncul pada proses pembelajaran baik pembelajaran teori di kelas maupun praktik di laboratorium adalah berkaitan dengan pemahaman dan penguasaan kompetensi. Penerapan strategi pembelajaran DIPIJAK dapat mengontrol peserta didik, sebab peserta didik dapat menilai diri dari hasil poin yang mereka peroleh. Pada konteks ini diberi pemahaman kepada peserta didik bahwa target yang dicapai peserta didik adalah menjadi peserta didik yang berkualitas dengan ciri peserta didik berkualitas adalah peserta didik yang mendapat poin. Perolehan poin merupakan indikator keberhasilan peserta didik sehingga peserta didik harus meraihnya. Apabila peserta didik mendapat poin kurang, maka mereka harus menunggu giliran berikutnya untuk kembali menjelaskan dan mempraktikkan materi yang terdapat dari kata yang telah dipilihnya tadi pada awal pembelajaran. Peserta didik akan terbantu untuk merefleksikan dirinya melalui poin-poin yang didapatnya. Oleh karena strategi pembelajaran DIPIJAK ini dimulai setiap awal pembelajaran dan akhir pembelajaran, sehingga setiap peserta didik terus menerus mengetahui tingkat kualitas yang didapatkannya. Dengan demikian secara otomatis peserta didik dapat terus memacu dirinya untuk dapat meraih poin yang tinggi. Karena kegiatan ini berulang secara terus menerus maka akan menjadi kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap pada diri peserta didik yang akan meningkatkan pemahaman dan penguasaan pada peserta didik. Dengan meningkatnya pemahaman dan penguasaan materi pembelajaran pada peserta didik berarti peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Dengan meningkatnya kualitas proses pembelajaran secara otomatis dapat meningkatkan kualitas dan hasil belajar peserta didik. Penerapan strategi pembelajaran DIPIJAK yang dilakukan secara terus menerus, secara otomatis peserta didik terpola untuk terus menerus mengingat apa yang akan mereka jelaskan dan kerjakan nanti sehingga secara tidak langsung meningkatkan hasil belajar. Meningkatnya hasil belajar peserta didik, maka proses pembelajaran berjalan berjalan dengan baik sehingga menghasilkan peningkatan kualitas peserta didik. Adapun hasil dari penerapan strategi pembelajaran DIPIJAK ini dapat dilihat dari indikator keberhasilan bahwa hasil belajar, pemahaman dan penguasaan materi pembelajaran, kualitas hasil praktik, nilai Kompetensi Kejuruan semuanya meningkat. Kendala-kendala yang dihadapi dalam melaksanakan strategi yang dipilih adalah: ➢ Dari segi peralatan.
294 Untuk menerapkan strategi pembelajaran DIPIJAK perlu ada peralatan pendukung yang lengkap, antara lain guest amenities, guest supplies, bed, linen bed, trolley, cleaning equipment, cleaning supplies, harus mengetahui cara penataan dan penggunaanya. Terkadang semua keperluan tersebut ada beberapa yang habis terpakai oleh guru lain yang menyebabkan penerapan program ini terganggu. Guru yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran hanya satu orang. Padahal jumlah siswa adalah 30 orang dan terbagi atas 6 kelompok dengan 5 anggotanya masing-masing. Jadi disini guru harus ekstra bekerja untuk terus berkeliling mengawasi kegiatan yang dilakukan oleh setiap kelompok. Idealnya adanya team teaching untuk pembelajaran praktik sehingga semua peserta didik dapat lebih terawasi dan apabila ada kesulitan dapat saling membantu. Adapun faktor- faktor pendukung dari kegiatan ini adalah : • Adanya dukungan dari guru-guru/teman sejawat yang mengajar mata pelajaran yang sama. • Adanya alat, bahan dan linen yang lengkap untuk dipergunakan pada saat praktik. • Adanya keinginan/semangat dari para peserta didik untuk meningkatkan hasil belajar dengan maksimal. Dengan adanya faktor-faktor pendukung tersebut, penulis memanfaatkannya untuk meningkatkan hasil belajar para peserta didik di kelas XII AP 4. Adapun link untuk power point materi Belajar DIPIJAK https://youtu.be/hOF-jQradNM , Tiurma Ida Juniaty, Guru SMKN 6 Palembang Penulis bernama Tiurma Ida Juniaty, Penulis menyelesaikan pendidikan di SD Xaverius VIII, SMP Xaverius V, dan lanjut ke SMKK Negeri Palembang. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) jurusan Hotel Manajemen di Nusa Dua Bali. Kembali Ke Palembang dan melanjutkan kuliah di FKIP Universitas Sriwijaya jurusan Bahasa Inggris dan terus ke jenjang S2 di Pascasarjana Universitas Sriwijaya pada program studi Teknologi Pendidikan. Sekarang penulis merupakan pendidik di SMKN 6 Palembang yang mengajar pada bidang keahlian Perhotelan. Link youtube https://www.youtube.com/watch?v=ptMt2H9-Eow&t=917s
295 Bab 69 Penelitian dan pengembangan bagi guru Materi oleh Nanik Wulandari,M.Pd SMK NEGERI 1 TRUCUK KLATEN Mengapa guru harus meneliti? Pertanyaan ini mungkin masih berada dalam benak Bapak Ibu Guru yang sampai saat ini belum pernah melakukan penelitian. Guru sebagai agen perubahan merupakan suatu keharusan bahwa kita harus mengikuti perkembangan dunia yang dikatakan era milenial, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat. Di saat kita hanya mengajar menggunakan metode lama, mungkin sudah tidak sesuai lagi untuk peserta didik kita yang notabene generasi Z atau generasi Net dengan kemampuannya menjelajah dunia. Apa yang sekarang diperlukan oleh peserta didik, maka gurulah yang paling mengetahui hal tersebut dan yang mampu mengembangkannya. Jenis penelitian yang sudah umum dilakukan oleh guru adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) , dimana guru memiliki kendala selama melaksanakan kegiatan belajar mengajar dan berusaha menerapkan pendekatan, metode maupun teknik pembelajaran yang berbeda dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas pembelajarannya yang pada akhirnya mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Banyak guru yang PTK-nya tertolak pada saat dinilaikan untuk memperoleh angka kredit, diantaranya terjadi karena lemahnya bukti yang ada dalam tindakannya dan kurang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Untuk itu pemerintah mulai menggerakkan jenis penelitian selain PTK bagi guru, diantara adalah Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) atau lebih sering dikenal dengan istilah R n D. R n D adalah suatu proses atau langkah- langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang sudah ada sebelumnya. Penelitian ini berbentuk siklus yang diawali dengan adanya analisis kebutuhan (need analysis) dari permasalahan yang membutuhakan
296 pemecahan dengan suatu produk tertentu. Kemudian produk yang dihasilkan diuji keefektifannya dalam pembelajaran. Serangkaian pengujian produk dilakukan mulai dari uji skala terbatas, uji lapangan, dan uji skala luas , sehingga diharapkan produk yang dihasilkan valid dan dapat diterima dengan baik oleh calon pengguna . Tujuan Penelitian dan Pengembangan (R n D) bagi guru diantaranya adalah: 1. Menghasilkan rancangan produk yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dilakukan melalui uji ahli 2. Menguji keefektifan produk sebagai fungsi validasi, dilakukan melalui uji coba terbatas, pada target dimana produk akan digunakan untuk pembelajaran 3. Menguji efisiensi, kemenarikan, dan kemudahan produk, dilakukan melalui uji coba lapangan, pada target yang lebih luas dimana produk akan digunakan untuk pembelajaran Adapun bidang kajian Penelitian dan Pengembangan (R n D) bagi guru meliputi: 1. Mengembangkan perencanan pembelajaran à produknya berupa RPP. Guru yang akan mengembangkan perencanaan pembelajaran harus memahami tentang kurikulum, silabus, program tahuan dan program semester. 2. Mengembangkan Praktik Pembelajaran (KBM) Produk yang dikembangkan dalam Kegiatan Belajar Mengajar dapat berupa a. Mengembangkan materi pembelajaran à produknya berupa Bahan Ajar (Buku Teks, Modul, LKPD, Bahan Ajar Interaktif, dan lain- lain) b. Mengembangkan model pembelajaran à produknya berupa model pembelajaran lengkap misalnya: model DL (Discovey Learning), model PBL (Problem Based Learning), model (Project Based Learning), dikembangkan mulai RPPnya, sintaknya, alat evaluasinya. c. Mengembangkan teknik pembelajaran à Misalnya teknik Jigsaw yang di padukan dengan teknik lainnya (harus ada kebaruannya, dibanding Jigsaw yang ada) d. Mengembangkan media/ alat peraga à produknya berupa alat peraga dilengkapi dengan manual alatnya. e. Mengembangkan Instrumen Penilaian à produknya berupa instrumen penilaian lengkap dengan rubrik penilaian dan pedoman penskoran. Guru dapat mengembangkan instrumen penilaian untuk 3 ranah (pengetahuan, ketrampilan dan sikap) Untuk melakukan Penelitian dan Pengembangan (R n D) guru dapat memilih salah satu dari metode yang sudah banyak dikembangkan para ahli. Jenis- jenis metode Penelitian dan Pengembangan (R n D) diantaranya adalah:
297 1. Model DICK and CAREY 2. Model 4 D THIAGARAJAN 3. Model BORG and GALL 4. Model SUGIYONO Guru bisa memilih salah satu model pengembangan yang diinginkan dengan memperhatikan karakteristik produk yang akan dikembangkan dan kemampuan peneliti. Hampir semua model pengembangan memiliki prinsip yang sama, hanya tahapannya ada yang diringkas dan ada yang diuraikan. Contoh Model Pengembangan 4D Thiagarajan dapat dilihat pada gambar berikut: Guru dapat mengembangkan produk hanya sampai langkah ke 3 atau kengkap sampai tahap ke 4, dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Sebagai gambaran sederhana saya akan mengembangankan Buku Pintar TDPLK (Teknik Dasar Pekerjaan Laboratorium Kimia) Berbasis SETS (Sains, Environment, Technology and Society) dengan mode 4D Thiagarajan, maka prosedur pengembangannya dapat dilihat pada diagram berikut: Demikian uraian singkat tentang Penelitian dan Pengembangan (R n D) Bagi Guru semoga bermanfaat. Pra Penelitian Define (Pendefinisian) Analisa Kebutuhan, Kurikulum dan Materi Penyusunan Silabus dan RPP Pemilihan format berdasarkan kriteria Buku Pintar Desain Awal Buku Pintar Draft Awal Validasi Ahli (Ahli Materi dan Media, teman sejawat) Design (Pendefinisian) Revisi I Develop (Pengembangan) Draft I Uji coba kecil Revisi II Draft II Uji coba sesungguhnya Analisis Hasil Revisi III BUKU PINTAR TDPLK BERBASIS SETS Disseminate (Penyebaran) Setuju Tidak Setuju Tri Nanik Wulandari, S.Pd., M.Pd, Guru SMKN 1 Trucuk Klaten Nama Lengkap : TRI NANIK WULANDARI, S.Pd., M. Pd NIP : 19710203 200501 2 006 NUPTK : 7535749651300022 Tempat/ Tanggal Lahir : Klaten/ 3 Februari 1971 Alamat Rumah : Sumberagung RT 14/ RW 06, Burikan, Cawas, Klaten, 57463 Unit Kerja : SMK Negeri 1 Trucuk Klaten Alamat Unit Kerja : Jl. DPU Ngaran Mlese, Sabranglor, Trucuk, Klaten, 57467 Mapel yang diampu : Produktif Kimia Industri Pangkat/ Golongan : Penata Tk I/ IIId Riwayat Pendidikan : ✓ SD Negeri III Nanggulan, Cawas, Klaten Lulus Tahun 1984 ✓ SMP Negeri 1 Cawas, Klaten Lulus Tahun 1987 ✓ SMA Negeri Grabag, Magelang Lulus Tahun 1990
298 ✓ Pendidikan Kimia IKIP Negeri Semarang Lulus Tahun 1995 ✓ Pasca Sarjana UNS Surakarta Lulus Tahun 2015 Riwayat Pekerjaan : ✓ Tahun 1995 – 2005 : Guru di SMA Negeri 1 Cawas Klaten ✓ Tahun 1995 – 2005 : Guru dI SMA Muhammadiyah 1 Klaten ✓ Tahun 2005 – Sekarang : Guru di SMK Negeri 1 Trucuk Klaten Bab 70 Kupas soal listening comprehention SMK Materi oleh Wanteya Pramediastuti, S.Pd Ujian Nasional adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan. Proses pemantauan evaluasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan pada akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan. Selain itu ujian nasional dilaksanakan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik, merupakan salah satu dasar pertimbangan dalam seleksi penerimaan ke jenjang pendidikan selanjutnya, sekaligus pemetaan capaian program pendidikan secara nasional.. Salah satu mata pelajaran yang diujikan di tingkat SMK pada Ujian Nasional adalah Bahasa Inggris. Ada sedikit perbedaan antara soal yang diujikan di jenjang SMP, SMA, dan SMK. Jenjang SMP tidak mengukur kompetensi listening tapi untuk jenjang SMA dan SMK ada kompetensi listening yang harus di kuasai oleh peserta didik. Oleh karena itu disini penulis berusaha memaparkan tentang soal listening comprehention UN SMK. Ada beberapa persiapan yang harus kita lakukan sebelum mengajarkan ke peserta didik dalam menghadapi soal Listening Ujian Nasional SMK, antara lain Kita harus cek SKL, kisi-kisi yang diberikan oleh pemerintah. Yang kedua kita harus memahami bahwa soal Listening UN SMK terdiri dari 15 nomor dari keseluruhan soal 50 nomor. Dari 15 nomor tersebut dibagi menjadi 4 bagian / 4 part yang masingmasing memiliki tingkat kesulitan dan perintah sendiri-sendiri. Yang ketiga kita harus menekankan bahwa konsentrasi sangat dibutuhkan ketika mengerjakan listening. Apa yang didengar dan apa yang diminta oleh soal meliputi percakapan pendek/ monolog, Intisari / informasi spesifik yang di bicarakan, cara meresponan kita n, cari gambar yang sesuai percakapan. Baiklah akan kita bahas satu persatu bagian dari soal listening comprehention UN SMK.
299 Part 1 Dalam soal berbentuk gambar, siswa akan diminta mengamati apa yang sedang dilakukan seseorang atau binatang atau benda pada gambar, serta mendengarkan sengan seksama apa yang diutarakan pembicara pada rekaman yang diputar. Rekaman akan diputar dua kali. Untuk menentukan jawaban dalam soal bergambar, langkah yang bisa kita lakukan antara lain: • Kenali subjek pada gambar laki-laki atau perempuan. • Berjumlah tunggal atau jamak. • Dapatkan informasi yang tampak pada gamnar mengenai apa yang sedang dilakukan / apa yang dikenakan. • Tentukan lokasi dan waktu. Part 2 Pada bagian ini akan ditemukan percakapan yang berisi tentang meminta / memberikan saran. Ungkapan ini biasa digunakan ketika seseorang mempunyai masalah atau sedang berada dalam kesulitan, atau ketika seseorang sedang kebingungan. Tanggapan berupa pemberian saran biasanya sangat berkaitan dengan masalah yang diungkapkan sebelumnya. Part 3 (short conversation) Anda akan mendengar percakapan pendek antara dua orang yaitu laki-laki dan perempuan. Selain itu di lembar soal / layar monitor akan tampak soal beserta 4 opsi pilihan ganda. Dalam situasi ini, percakapan dapat berisi tentang kegiatan yang sedang dilakukan, fakta-fakta umum, kebaisaan, kegiatan sehari-hari dan lain sebagainya. Untuk menjawab soal yang menanyakan topic dari suatu percakapan, ketahui siapa yang berbicara dan infomasi apa yang diberikan. Untuk menjawab soal yang berkaitan dengan waktu, perhatikan dengan baik informasi yang diberikan dan pahami konteks pertanyaan. Part 4 (Short talk) Pada bagian ini anda anka mendengar sebuah teks singkat. Biasanya berupa teks procedure. Kata kunci yang merupakan ciri khas teks procedure adalah adanya keterangan yang menyatakan langkah/urutan (sequential step) seperti first, then, next, after that. Untuk menjawab soal yang menanyakan informasi yang terdapat didlaam teks simak dan dengarkan dengan baik informasi yang diberikan. Kalau yang ditanyakan topic dari sebuah teks maka dapat diketahui dari kalimat pertama dalam teks tersebut. Wanteya Pramediastuti, S.Pd, Guru SMK PGRI 8 Ngawi Nama lengkap : Wanteya Pramediastuti, S.Pd
300 Tempat Tgl Lahir: Ngawi, 07 Juli 1985 Pendidikan terakhir: S1 / A IV Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Jember Riwayat Perkerjaan: Guru Bahasa Inggris di SMK PGRI 8 NGAWI (2008-sekarang) Nomor WA : 085736542060 Alamat e-mail : [email protected] Materi ini telah presentasikan pada Hari Jumat, 08 Maret 2019 sesi 7 Dengan moderator Ibu Siti Herawati dan Moderator Ibu Tanti Yulita Link Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=LQwwgsJsPIM Bab 71 Inovasi pemberdayaan pertanian Materi oleh Wiwiek Sulistyaningrum, S.P Ketika saya menjadi presenter Virtual Coordinator Training batch 3 VCI 48 Kalimantan Tengah, pada materi pertama saya mengangkat sebuah judul Inovasi Pemberdayaan Pertanian , selain karena latar belakang pendidikan saya di bidang pertanian, saya juga bertugas di SMK pertanian dan berdomisili di sekitar wilayah pertanian. Kondisi Umum Wilayah Kalimantan Tengah Kalimantan khususnya Kalimantan Tengah, sebagai daerah yang beriklim tropis, wilayah Provinsi Kalimantan Tengah rata-rata mendapat sinaran matahari sekitar 56,18% per tahun, dimana kondisi udara relatif cukup panas yaitu pada siang hari mencapai 33°C dan malam hari 23°C. Sementara ratarata intensitas curah hujan per tahun relatif tinggi yaitu mencapai 331,68 mm (https://dishut.kalteng.go.id/page/37/kondisi-daerah). Wilayah Kalimantan Tengah mempunyai lahan pasang surut yang cukup luas sehingga peluang untuk pengembangan padi pasang surut sangat potensial. Namun, sebagian besar lahan di wilayah Kalimantan Tengah terdiri dari lahan gambut dengan tingkat keasaman tanah yang tinggi, sehingga perlu upaya berkelanjutan untuk mengatasi keasaman tanah dengan penghematan biaya agar tidak memberatkan petani. Kelebihan dan Kelemahan Pupuk Hayati Lahan Gambut Salah satu alernatif pemecahan masalah tersebut dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk pembuatan pupuk hayati lahan gambut. Pertanian organik merupakan sistem pertanian yang bertujuan untuk tetap menjaga keselarasan (harmoni) dengan sistem alami, dengan memanfaatkan dan mengembangkan semaksimal mungkin proses-proses alami dalam pengelolaan usaha tani (Kasumbogo