The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

2020 Antologi VCT series 1 grup 3

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Aris Wisnu Wardana, 2023-06-26 07:26:56

Antologi VCT series 1 grup 3

2020 Antologi VCT series 1 grup 3

151 Menurut Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 03/M-IND/PER/1/2017 tentang “Pedoman Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis Kompetensi yang Link and match dengan Industri” dijelaskan bahwa praktik kerja industri adalah praktik kerja pada industri atau perusahaan sebagai bagian kurikulum pendidikan kejuruan untuk meningkatkan kompetensi. Dukungan Industri sangat jelas dinyatakan pada peraturan tersebut sebagaimana dijelaskan pada Pasal 10 sebagai berikut: Perusahaan Industri dan kawasan industri memfasilitasi Praktik Kerja Industri untuk peserta didik dan Pemagangan Industri untuk guru produktif. Praktik Kerja Industri dan Pemagangan Industri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan jenjang kualifiikasi dan kompetensi yang akan dicapai Dalam penyelenggaraan Praktik Kerja Industri sebagai mana dimaksud pada ayat (2) perusahaan Industri dan Perusahaan Kawasan Industri menyediakan: teaching factory, work shop, dan laboratorium sebagai tempat Praktik Kerja Industri dan Pemagangan Industri dan instrtuktur sebagai tenaga pembimbing Perusahaan Industri dan Perusahaan Kawasan Industri memberikan sertifikat kepada peserta didik dan guru produktif yang telah menyelesaikan Praktik Kerja Industri dan Pemagangan Industri. Pada Pasal 10 Ayat (4) dinyatakan bahwa “Perusahaan Industri dan Perusahaan Kawasan Industri memberikan sertifikat kepada peserta didik dan guru produktif yang telah menyelesaikan Praktik Kerja Industri dan Pemagangan Industri”. MAKSUD DAN TUJUAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) ➢ Maksud : Praktek Kerja Industri (Prakerin) atau Praktek Kerja Lapangan (PKL) tersebut dimaksudkan agar peserta didik dapat mengerti, memahami, dan mampu mengikuti proses yang diterapkan dalam suatu perusahaan. Diharapkan peserta didik dapat mencoba dan menerapkan apa yang telah di dapatkan secara teori sehingga dapat lebih mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja yang akan dihadapi. ➢ Tujuan : • Untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan atau implementasi dari ilmu atau teori yang selama ini diperoleh di sekolah dan membandingkannya dengan kondisi nyata yang ada di lapangan dan sekaligus menguji ilmu yang diperoleh tersebut; • Untuk melakukan analisis mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukan serta sistem yang berjalan di lapangan;


152 • Untuk melatih peserta didik berpikir secara praktis dan sistematis dalam mengahadapi suatu persoalan dalam bidangnya di lapangan yang sebenarnya; • Menguji kemampuan pribadi dalam tata cara komunikasi baik secara lisan maupun tertulis dalam struktur keorganisasian perusahaan atau instansi terkait; • Menguji kemampuan dan pengetahuan pribadi dalam tata cara hubungan masyarakat di lingkungan kerja dan organisasi; • Menambah pelajaran dan pengalaman kerja yang belum diajarkan di sekolah. MANFAAT PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) Bagi Perusahaan • Perusahaan mendapat tenaga tambahan; • Perusahaan/industri atau jasa dapat memanfaatkan pengetahuan serta keterampilan peserta didik; • Perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Bagi Siswa • Dapat mengerti lingkungan kerja secara nyata; • Mendapatkan kesempatan meningkatkan efisiensi dan produktivitas; • Mendapatkan ilmu baru berdasarkan aktivitas perusahaan; • Memperoleh pengalaman tentang bagaimana dunia kerja yang sesungguhnya, sehingga siswa nantinya akan memiliki profesionalitas yang tinggi dalam bekerja. Bagi Sekolah • Sekolah dapat melakukan hubungan kerja dengan pihak perusahaan/industri; • Dapat diajdikan parameter dalam pencapaian proses kegiatan belajar mengajar yang telah dilakukan di sekolah. PENUTUP Pelaksanaan model pembelajaran di Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI) dapat dilakukan dengan model penyelenggaraan Praktik Kerja Lapangan (PKL), yaitu kegiatan pembelajaran praktik untuk menerapkan, memantapkan, dan meningkatkan kompetensi peserta didik. Pelaksanaan PKL melibatkan praktisi dan ahli yang berpengalaman di bidangnya untuk memperkuat pembelajaran praktik dengan cara pembimbingan. Keberhasilan dan efektifitas penyelenggaraan program Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) sangat bergantung pada kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI). Jalinan kerjasama antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan DU/DI pada umumnya ditujukan untuk menunjang proses pengembangan kompetensi kerja peserta didik guna menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Melalui kerjasama tersebut, kesenjangan kompetensi yang tidak dapat dipenuhi selama proses pendidikan dan pelatihan dapat diminimalisasi.


153 Program PKL sangat penting untuk memberikan bekal kemampuan bagi peserta didik, maka perlu dibuat suatu pedoman, sesuai dengan pernyataan pada Pasal 4 tentang Standar Proses (SP) yang dinyatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran praktik di DU/DI berupa PKL yang diatur lebih lanjut oleh Direktorat Jendral terkait. https://www.youtube.com/watch?v=mpdtfRb-RXU&feature=youtu.be Kasum, S.Pd.I, Guru SMKN 4 Kuningan Nama : Kasum, S.Pd.I TTL : Kuningan, 29 November 1981 Pekerjaan : PNS Alamat Rumah : RT. 003 RW. 003 Dusun Pahing Desa Cikeusal Kec. Cimahi Kab. Kuningan – Jawa Barat 45582, HP/WA 081324981808 Email : [email protected] Blog : kasumsuharma.blogspot.com Instansi : SMK Negeri 4 Kuningan Alamat : Jl. Raya Cikeusik No. 73 Cidahu telp. 0231-8666972 Kuningan 45595 Pengalaman Mengajar : ✓ SMK Al Musyawarin – Plered – Cirebon Tahun 2005 – 2007; ✓ MAK Al Mutawally Cilimus – Kuningan Tahun 2005 – 2007; ✓ SDN 2 Kananga – Cimahi – Kuningan Tahun 2007 – 2009; ✓ SMKN 4 Kuningan Tahun 2009 – sekarang Pengalaman Diklat (1 tahun terakhir) : ✓ Penyusunan Program Aplikasi Pembelajaran Bagi Guru (Play Store) Guru SMK Angkatan 2, tanggal 09 – 12 Juli 2018 di Grand Hotel Lembang, Balai TIKOMDIK Provinsi Jawa Barat; ✓ Workshop Pengembangan Naskah Media Pembelajaran bagi Guru SMA, SMK dan SLB Angkatan 6, tanggal 22 – 24 November 2018 di Hotel Grand Hani Lembang, Balai TIKOMDIK Provinsi Jawa Barat; ✓ Pelatihan Virtual Coordinator Training (VCT) Batch 3, SEAMEO 2019. Moto Hidup : “Berusaha, Bekerja dan Berdo’a”


154 Link youtube https://www.youtube.com/watch?v=mpdtfRb-RXU&feature=youtu.be Bab 33 Transformasikan Kelas dengan Google Classroom Materi oleh Kemisih, S.Pd., S.Kom Belajar ? pastinya sih dilakukan di dalam ruang kelas dalam situasi yang formal. Ada guru yang bertugas untuk mengajari, memberi materi serta arahan. Sistem tatap muka yang selama ini digunakan oleh bapak/ibu guru dalam mengajar sejak di TK hingga di Perguruan Tinggi. Namun untuk saat ini belajar tidak harus dilakukan di dalam ruang kelas. Belajar bisa kita lakukan dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Sistem pembelajaran tersebut dapat disebut sebagai kelas kolaboratif Daring (dalam jaringan). Ada begitu banyak aplikasi yang sudah disediakan secara online, baik yang gratis maupun berbayar. Beberapa aplikasi tersebut adalah : Edmodo, TED (Technology, Entertainment Design), Subtext, Trello, Blackboard Mobile Learn, Portal Rumah Belajar, Ruangguru, Quipper dan masih banyak yang lainnya. Dan dalam artikel kali ini, saya akan membahas kelas Maya (Daring Online) dengan menggunakan Google Classroom. Google Classroom (atau dalam bahasa Indonesia yaitu Ruang Kelas Google) adalah suatu serambi pembelajaran campuran yang diperuntukkan terhadap setiap ruang lingkup pendidikan yang dimaksudkan untuk menemukan jalan keluar atas kesulitan dalam membuat, membagikan dan menggolong-golongkan setiap penugasan tanpa kertas. Perangkat lunak ini telah diperkenalkan sebagai keistimewaan Google Apps for Education lalu itu disudahi dengan pengeluaran kepada khalayak sejak 12 Agustus 2014. Google sudah melakukan pemberitahuan mengenai antarmuka pemrograman aplikasi dari sebuah ruang kelas dan sebuah tombol berbagi untuk situs web sehingga pihak kepengelolaan sekolah beserta para pengembang diperkenankan supaya melakukan penerapan lebih lanjut terhadap Google Classroom. (id.wikipedia.org) Untuk mengakses google classroom, maka kita harus memiliki akun google. Setelah memiliki akun google langkah selanjutnya adalah login dengan menggunakan akun anda untuk masuk ke dalam google. Langkah-langkah membuat kelas maya dengan google classroom adalah sebagai berikut : 1. Login dengan akun google yang sudah dimiliki 2. Klik Google App, kemudian pilih google classroom akan muncul tampilan utama dari google classroom 3. Kemudian klik tanda “+” kemudian pilih Create class (untuk membuat kelas baru) dan Join class untuk masuk ke dalam ke kelas yang sudah ada. 4. Klik/centang pada kotak tulisan “I've read and understand the above notice, and I'm not using Classroom at a school with students”


155 5. Kemudian pilih Continue, dan isikan nama kelas serta deskripsi dari kelas yang akan dibuat. 6. Klik Create 7. Agar siswa dapat masuk ke dalam kelas, guru harus membagikan kode kelas yang telah dibuat kepada siswa. Cara membuat penugasan atau kuis di dalam google classroom : Klik penugasan (classwork), terdapat pilihan seperti pada gambar dibawah ini : Terdapat beberapa pilihan, dan kita bisa memilih sesuai dengan bentuk penugasan yang kita inginkan. Tampilan untuk penugasan “Assignment” Ketikan judul penugasan, kemudian petunjuk pengerjaan dan penugasan dapat mengambil bentuk penugasan yang sudah ada dengan cara melampirkan file, atau mengambil dari Google Drive, Youtube ataupun dari Link (tautan) yang dicantumkan. Jangan lupa untuk mencantumkan skor perolehan, batas waktu pengerjaan dan Topik bahasan yang dijadikan bahan untuk penugasan. Untuk Tampilan Quiz Assignment dan Question sama dengan tampilan penugasan Assignment, hanya saja apabila menggunakan quiz assignment maka guru bisa mentautkan alamat link google form yang telah dibuat. Ataupun menggunakan google form yang sudah tersimpan di google drive. Begitu juga dengan daftar pertanyaan (question). Sedangkan untuk Material, dapat digunakan guru untuk memposting materi yang akan dibahas ataupun yang telah dibahas. Materi tersebut bisa dilampirkan dari file yang sudah dibuat, mengambil dari google drive, dari youtube ataupun dengan cara mencantumkan alamat link yang diinginkan. Dengan google classroom, kelas maya akan terasa lebih menyenangkan. Banyak hal baru yang akan diperoleh, dari cara mengerjakan tugas, mengerjakan kuis untuk ulangan harian yang berbentuk pilihan ganda ataupun uraian, serta penyampaian dan penerimaan materi dari berbagai sumber media yang ada dalam jaringan dapat dengan mudah di dapatkan. Semua bentuk penugasan tidak lagi menggunakan kertas. Guru dengan mudah mendapatkan rekap hasil dari tugas atau kuis/ulangan harian yang dilakukan. Karena dalam pembuatan google form sudah dilengkapi dengan rekap data hasil tersebut dalam bentuk spreadsheet. Sehingga guru dapat dengan cepat mendownload dan mengetahui hasilnya. Untuk lebih jelasnya, yukk … simak cara membuat kuis dengan google form. 1. Masuk ke dalam google class, klik classwork 2. Kemudian pilih Quiz AssignmentIsi Title, Instruction, Point, Due date, dan topic. Kemudian klik Blank Quiz (ini akan menghubungkan kita dengan google form). 3. Kemudian aturlah sesuai keinginan, ganti tulisan blank quiz sesuai dengan judul yang diinginkan. 4. Untuk memilih pertanyaan menjadi short answer atau multiple choice klik pada gambar yang dilingkari merah. Dan untuk menambah klik tanda “+” pada menu yang terdapat disamping kanan, pada gambar yang dilingkari warna biru. 5. Kemudian untuk menjadikan google form tersebut menjadi quiz assignment, maka klik menu setting. 6. Maka akan muncul kotak dialog


156 7. Aturlah menu setting pada menu general, presentation dan quizzes sesuai dengan kebutuhan atau keinginan 8. Kemudian untuk mengaitkan google form dengan dokumen spreadsheet klik menu Responses. 9. Klik Tanda “+” yang berwarna hijau 10. Gantilah tulis Blank Quiz (Responses) dengan nama file yang anda inginkan. Kemudian klik Create. 11. Dan jadilah quiz assignment dengan menggunakan google form. Sebagai guru, tugas kita tidak hanya mengajar di kelas, kitapun dituntut untuk mampu mengembangkan diri, mengembangkan kemampuan baik kemampuan dalam mengelola kelas, kemampuan akan materi serta kemampuan mengikuti perkembangkan teknologi. Karena saat ini perkembangan ilmu teknologi sangat pesat, jangan sampai kita kalah dengan anak didik kita yang demikian cepat menyerap kemajuan teknologi. Jangan sampai lhoo kita dapat julukan “katrok”. Dengan kelas maya (kelas Daring) guru tidak akan pernah meninggalkan kelas (jam kosong) dengan alasan apapun. Karena guru tetap bisa memantau, memberi tugas, memberi materi dari kelas maya yang telah dibuatnya. Pembelajaran akan tetap terintegrasi walau dipisahkan jarak, pembelajaran tetap bisa berjalan, penugasan dan ulangan harian tetap bisa dilaksanakan walau guru yang bersangkutan masih mengikuti tugas diklat diluar kota. Dan siswa tidak akan merasa dirugikan dengan ketidakhadiran guru pada jam pembelajaran. Karena itu, jadilah guru yang melek IT, ayoo … gunakan fasilitas yang ada untuk dapat menciptakan metode pembelajaran yang efektif, kreatif dan keren. Kita tidak butuh peralatan canggih, cukup dengan memiliki android kita bisa menjelajah dunia. Mengakses segala macam informasi. Dan marilah kita gunakan HP Android untuk hal yang lebih bermanfaat, tidak hanya untuk kegiatan chat di Facebook, twitter, ataupun instagram. Atau jangan sampai lhoo …. Punya Android hanya digunakan untuk SMS. Karena itu, marilah kita gunakan Android untuk pembelajaran kelas maya. Hal ini menjadi pendidikan bagi anak didik kita, bahwa begitu banyak manfaat positif dari Android ataupun Jaringan Internet. Demikian pemaparan materi tentang google classroom, semoga dapat memberi manfaat yang positif, mampu menginspirasi dan menjadikan kita siap menghadapi pendidikan 4.0. Apa itu pendidikan 4.0 ? menurut Jeff Borden, Pendidikan 4.0 adalah fenomena yang merespons kebutuhan munculnya industri keempat (4 IR) atau (RI 4) dimana manusia dan mesin diselaraskan untuk mendapatkan solusi, memecahkan masalah dan tentu saja menemukan kemungkinan inovasi baru. Tetap semangat, ayoo … tunjukkan siapa dirimu ! Kamisih, S.Pd, S.Kom, Gueu SMKN 1 Kasreman Ngawi Penulis bernama Kemisih, S.Pd., S.Kom. Lahir di Kota Jepara pada tanggal 12 Juli 1978. Lahir sebagai anak ke dua dari 4 bersaudara. Saat ini berdomisili di Jl. Rajawali No. 19 Beran Ngawi, Jawa Timur. Setelah menamatkan pendidikan di SMEAN Jepara, kemudian melanjutkan studi mengambil jurusan D2 Analist Komputer, kemudian melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan masuk di Fakultas Bahasa dan Sastra Inggris, lulus pada tahun 2003. kemudian karena tuntutan pekerjaan maka kuliah kembali di Sekolah Tinggi Manajamen Informatika dan Komputer (STMIK) Duta


157 Bangsa Surakarta yang sekarang berubah menjadi Universitas Duta Bangsa Surakarta. Mengambil Jurusan Sistem Informasi, lulus pada tahun 2014. Saat ini bekerja sebagai Guru di SMK Negeri 1 Kasreman Ngawi. Pernah mengikuti kegiatan Lomba Inovasi Pendidikan Karakter di Kesharlindung Dikmen pada tahun 2017 dan lolos masuk sebagai finalis. Memiliki hobi menulis fiksi maupun non fiksi. Link youtube https://www.youtube.com/watch?v=xqbP8eZUqWY Bab 34 Blended Learning Materi oleh Kennedy Luthfi, S.Pdp Model pembelajaran yang jumlahnya sangat banyak selayaknya dipilih oleh guru dengan mempertimbangkan berbagai aspek serta faktor pendukung dan penghambat ketika mengimplementasikannya di sekolah. Bahkan model pembelajaran yang bervariasi tersebut bisa di kombinasikan penerapannya antara model yang satu dengan model yang lainnya. Di era digital sekarang ini proses pembelajaran secara garis besar dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara online dan offline. Secara Online artinya proses pembelajarannya yang dilakukan secara elektronik dengan menggunakan media berbasis computer serta jaringannya dan dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun tanpa dibatasi jarak, ruang dan waktu. Belajar online ini di Indonesia dikenal dengan nama daring (dalam jaringan). Dalam pembelajaran ini guru dan peserta didik dapat melakukan kesepakatan untuk menetapkan waktu dan materi ajar yang akan disampaikan. Pembelajaran secara offline atau tatap muka atau face-to-face (f2f) yang juga dikenal dengan nama luring (luar jaringan) adalah pembelajaran dengan perangkat atau instrumen yang digunakan dalam proses belajar mengajar untuk menunjang keberhasilan pembelajaran tanpa membutuhkan koneksi internet. Dalam hal ini, untuk mengikuti perkembangan zaman yang berderet maju membawa kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, media offline disajikan dengan berbasis komputer ataupun gadget. Kedua cara pembelajaran ini yaitu online dan offline dapat dikombinasikan oleh guru dengan melakukan kedua-duanya sehingga peserta didik tidak terlalu terkejut dengan perkembangan teknologi yang terus berjalan. Pada saat-saat tertentu dapat dilakukan pembelajaran online sebagai wahana latihan dan bekal setelah nanti mereka menyelesaikannya pendidikannya. Kombinasi kedua cara ini disebut dengan model pembelajaran Blended Learning. Blended Learning terdiri dari kata blended (kombinasi/campuran) dan learning (belajar). Istilah lain yang sering digunakan adalah hybrid course (hybrid = campuran/kombinasi, course = mata kuliah). Makna asli sekaligus yang paling umum blended learning mengacu pada belajar yang mengkombinasi atau mencampur antara pembelajaran tatap muka (face to face = f2f) dan pembelajaran berbasis komputer (online dan offline). Thorne (2003) menggambarkan blended learning sebagai "It represents an opportunity to integrate the innovative and technological advances offered by online learning with the interaction and participation offered in the best of traditional learning.


158 Menurut Semler (2005) yang dikutip Sevima (2018): “Blended learning combines the best aspects of online learning, structured face-to-face activities, and real world practice. Online learning systems, classroom training, and on-the-job experience have major drawbacks by themselves. The blended learning approach uses the strengths of each to counter the others’ weaknesses.” Tujuan utama pembelajaran blended adalah memberikan kesempatan bagi berbagai karakteristik pebelajar agar terjadi belajar mandiri, berkelanjutan, dan berkembang sepanjang hayat, sehingga belajar akan menjadi lebih efektif, lebih efisien, dan lebih menarik (Dwiyogo, 2019). Mengapa Blended Learning? Manfaat dari penggunaan e-learning dan juga blended learning dalam dunia pendidikan saat ini adalah e-learning dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kebutuhan dari kepuasan siswa. Dengan blended learning secara online peserta didik dapat mengkaji lebih dalam apa yang menjadi ketidakpuasannya ketika menerima pelajaran dari gurunya sehingga mereka dapat mengkajinya dari berbagai sumber baik dari internet, buku (hard copy) atau melalui tanya jawab online dengan komunitas yang relevan dengan bahan kajian. Hal lain dari manfaat blended learning adalah dapat memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran. Peserta didik tidak perlu mengadakan perjalanan menuju tempat pelajaran disampaikan, e-learning bisa dilakukan dari mana saja baik yang memiliki akses ke Internet ataupun tidak. E-learning juga efektif dalam pembelajaran karena memberikan kesempatan bagi peserta didik secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajar. Peserta didik bebas menentukan kapan akan mulai, kapan akan menyelesaikan, dan bagian mana dalam satu modul yang ingin dipelajarinya terlebih dulu. Seandainya, setelah diulang masih ada hal yang belum ia pahami, peserta didik bisa menghubungi instruktur, nara sumber melalui email, chat atau ikut dialog interaktif pada waktu-waktu tertentu. Kelebihan Blended Learning Berdasarkan perkembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran, saat ini tidak ada metode pembelajaran tunggal yang ideal untuk semua jenis pembelajaran pelatihan, karena setiap teknologi memiliki keunggulan masing-masing. Teknologi cetak memiliki keunggulan yang sangat fleksibel sebagai sumber belajar, dapat dibawa ke mana-mana tanpa menggunakan listrik. Sedangkan komputer mempunyai keunggulan pembelajaran yang lebih interaktif dapat berupa teks, gambar, film, animasi dan dapat dikonversi dalam berbagai bentuk digital, tetapi mobilitasnya terbatas karena bergantung kepada catu daya listrik. Pada kasus tertentu pembelajaran melalui audio lebih efektif dibandingkan dengan video. Jadi masing-masing teknologi mempunyai keunggulan untuk tujuan belajar tertentu, untuk karakteristik bidang tertentu. Demikian juga metode pembelajaran untuk siswa di Sekolah Dasar dapat efektif, tetapi tidak untuk mahasiswa pascasarjana, metode pembelajaran yang berbeda untuk karakteristik pembelajar yang berbeda. Untuk memenuhi semua kebutuhan belajar dengan berbagai karakteristik orang yang belajar maka pendekatan melalui blended learning adalah yang paling tepat. Dengan blended leaning memungkinkan pembelajaran menjadi lebih profesional untuk menangani kebutuhan belajar dengan cara yang paling efektif, efisien, dan memiliki daya tarik yang tinggi.


159 Keuntungan yang diperoleh dengan manfaat pembelajaran berbasis blended bagi lembaga pendidikan atau pelatihan menurut Dwiyogo adalah: • memperluas jangkauan pembelajaran/pelatihan; • kemudahan implementasi; • efisiensi biaya; • hasil yang optimal; • menyesuaikan berbagai kebutuhan pebelajar, dan • meningkatkan daya tarik pembelajaran. Labih jauh Dwiyogo memaparkan bahwa pembelajaran berbasis blended learning mengkombinasikan antara tatap muka dan e-learning tinggi paling tidak memiliki 6 (enam) unsur, yaitu: • tatap muka • belajar mandiri, • aplikasi, • tutorial, • kerjasama, • evaluasi. a. Pembelajaran Tatap muka (face-to-face) Pembelajaran tatap muka dilakukan seperti yang sudah dilakukan sebelum ditemukannya teknologi cetak, audio visual, dan komputer, pengajar sebagai sumber belajar utama. Pengajar menyampaikan isi pembelajaran, melakukan tanya jawab, diskusi, memberi bimbingan, tugastugas kuliah, dan ujian. Semua dilakukan secara sinkron (synchronous), artinya semua pebelajar belajar isi pembelajaran pada waktu dan tempat yang sama. b. Pembelajaran Mandiri Dalam pembelajaran tatap muka, untuk mengakomodasi perbedaan individual kemudian berkembang dengan memberikan tugas belajar mandiri melalui pembelajaran menggunakan modul, sekarang di sekolah digunakan Lembar Kerja Siswa. Tujuannya tentu agar siswa yang berlainan karakteristik kecerdasannya akan belajar sesuai dengan kecepatan belajarnya. c. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning = PBL) Aplikasi dalam pembelajaran berbasis blended learning dapat dilakukan melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Melalui pembelajaran berbasis masalah, pembelajar akan belajar berdasarkan masalah yang harus dipecahkan, kemudian melacak konsep, prinsip, dan prosedur yang harus diakses untuk memecahkan masalah tersebut. d. Pembelajaran Tutorial Program pembelajaran berbasis komputer memerlukan kegiatan tutorial tatap muka, namun sifat tutotial berbeda dengan pembelajaran tatap muka konvensional. Pada tutorial, pembelajar yang aktif untuk menyampaikan masalah yang dihadapi, seorang pengajar akan berperan sebagai tutor yang membimbing.


160 e. Pembelajaran Kolaborasi (Cooperative Learning = CL) Kerjasama atau kolaborasi merupakan salah satu ciri penting pembelajaran masa depan yang lebih banyak mengedepankan kemampuan individual, namun kemampuan ini kemudian disinergikan untuk menghasilkan produk, karena produk masa depan, apalagi produk komputer baik berupa perangkat keras maupun perangkat lunak yang kompleks, diperlukan pendekatan interdisipliner. Oleh karena itu produk masa depan adalah produk yang dihasilkan dari kegiatan kolaborasi. Keterampilan kolaborasi harus menjadi bagian penting dalam pembelajaran berbasis blended learning. f. Evaluasi Evaluasi pembelajaran berbasis blended learning tentunya akan sangat berbeda dibanding dengan evaluasi pembelajaran tatap muka. Evaluasi harus didasarkan pada proses dan hasil yang dapat dilakukan melalui penilaian evaluasi kinerja belajar pembelajar berdasarkan portofolio. Demikian pula penilaian perlu melibatkan bukan hanya otoritas pengajar, namun perlu ada penilaian diri oleh pembelajar, maupun penilai pembelajar lain (penilaia teman sejawat). g. Penutup Agar para pengajar di Indonesia sensitif terhadap perkembangan pengetahuan tentang pembelajaran masa depan, diperlukan serangkaian kegiatan secara inklusif maupun eksklusif, massal maupun terbatas oleh pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas pengajar. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat dilakukan melalui seminar, pelatihan, dan lokakarya dengan baik secara sentralisasi maupun desentralisasi untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dalam pembelajaran, meliputi teknologi cetak, teknologi audio, teknologi audio visual, teknologi komputer, dan teknologi telepon seluler. Pembelajaran yang memanfaatkan semuanya itu apabila dikemas menjadi satu kesatuan dengan kombinasi yang berprinsip sinergi, maka pembelajaran tersebut menjadi berkualitas karena mampu memfasilitasi sumber belajar yang beragam. Semoga kebangkitan pembelajaran yang sensitif terhadap perkembangan teknologi segera terwujud sehingga lulusan Lembaga Pendidikan akan semakin siap menghadapi tuntutan Revolusi Industri 4.0.


161 Kennedy Lutfum S.Pd, Guru SMKN 1 Lahat Sumatra Selatan Saya adalah pemilik nama lengkap Kennedy Luthfi, S.Pd. dilahirkan di sebuah kota kecil nan sejuk dan dingin di bawah kaki Gunung Dempo yang suasana alamnya saat itu masih sangat asri yaitu Kota Pagaralam, Kec. Pagaralam, Kab. Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Buah cinta Ayahanda H. Daud Berais (Alm) dan Ibunda Hj. Siti Sundari ini dilahirkan pada tanggal 23 Maret 1970 merupakan anak kelima dari tujuh orang bersaudara. Satu diantaranya telah menghadap Sang Maha Kuasa sehingga saat ini memiliki lima orang saudara kandung. Langkah kecilnya di dunia Pendidikan di mulai dari sekolah pada tingkat dasar di SD Xaverius Pagaralam dan tamat tahun 1983. Selepas itu melangkahkan kakinya ke SMP Negeri 2 Pagaralam yang berjarak lebih kurang 3 km dari tempat tinggal dengan jalanan yang mendaki dan berbatuan serta ditempuh dengan jalan kaki secara berombongan. Pada tahun 1986 SMPN 2 Pagaralam memberikan ijazah sebagai Tanda Tamat Belajar di institusi tersebut. Tanpa mengalami kesulitan karena seleksinya dengan nilai NEM (Nilai Ebtanas Murni) dan saya mencukupi persyaratan untuk masuk ke sekolah negeri. Sehingga setelah ijazah dan NEM di tangan saya mendaftar sendiri bersama teman-teman yang lolos seleksi ke sekolah dimaksud yaitu SMA Negeri 1 Pagaralam pada tahun 1986 itu. Pada saat itu sekolah ini satu-satunya sekolah negeri yang ada di kota Pagaralam. Dengan demikain untuk masuk SMAN 1 Pagaralam di saring dengan seleksi yang cukup ketat. Maklum saja peminatnya juga berasal dari lain diluar kota Pagaralam. Pada tahun 1989 sayapun menamatkan Pendidikan di SMAN 1 Pagaralam ini. Usai menamatkan Pendidikan di SMAN 1 Pagaralam saya mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru. Saat itu nama seleksinya adalah SIPENMARU (Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru) di ibukota provinsi Sumatera Selatan yaitu kota Palembang. Lagi-lagi saya berangkat bersama teman-teman yang akan mengikuti seleksi dan tinggal dengan saudara kandung yang terlebih dahulu kuliah di Palembang. Alhasil, IKIP Padang (saat ini bernama UNP) pada tahun 1989 berkenan menerima saya sebagai mahasiswanya pada Fakultas Pendidikan Teknik dan Kejuruan (FPTK) dengan Jurusan Pendidikan Teknik Mesin. Ini untuk pertama kalinya jauh dari orang tua dalam waktu yang lama di kota yang sama sekali tidak saya kenal sebelumnya. Nampak semburat muka orang tua saya yang sulit saya baca maknanya. Yang pasti meski berat Ia merelakan saya untuk belajar disana secara mandiri disertai beberapa pesan untuk senantiasa di pegang. Pada tahun 1995 saya mengabarkan kepada kedua orang tua saya sebuah kabar gembira bahwa mereka mendapatkan undangan dari IKIP Padang untuk menghadiri wisuda putranya. Bagi orang tua saya keberhasilan saya menyelesaikan Pendidikan S.1 adalah sebuah kebahagiaan yang luar biasa karena di kampung saya pada saat itu sangat sedikit yang melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi hingga selesai.


162 Ketika secara hukum saya dinyatakan resmi menyandang Sarjana Pendidikan dengan bukti upacara wisuda berupa foto kenangan, ijazah S.1, Akta IV dan Transkrip nilai yang kesemuanya sudah di tangan, kemudian pada tahun 1995 saya kembali ke kampung halaman untuk meneruskan hasil jerih payah selama mengikuti Pendidikan. Langkah pertama yang saya lakukan adalah menjadi guru honorer di SMAN 2 Pagaralam dan SMPN 4 Pagaralam selama 5 tahun (1995 s.d. 2000). Bersama suka dukanya sebagai guru honorer selanjutnya saya mengikuti seleksi penerimaan PNS yang dibuka untuk jurusan Guru Teknik Mesin. Ternyata saya diberi amanah dengan lolos seleksi pada tahun 2000. Pertama kali bertugas sebagai CPNS pada tahun 2000 adalah guru di SMKN 2 Muara Enim, Sumsel sampai pada tahun 2011. Pada tahun 2011 mutasi ke SMKN 1 Lahat, Sumsel dan bertugas disini sampai sekarang. Pada tahun 2017 LPMP Provinsi Sumatera Selatan mempercayakan kepada saya untuk menjadi narasumber sebagai Instruktur Kabupaten dalam Diklat Implementasi Kurikulum 2013 yang tempat pelaksanaanya di Asrama Haji Palembang Sumatera Selatan. Pada tahun 2017 ini juga MGMP Teknik Mesin Kab. Lahat Prov. Sumatera Selatan menugaskan kepada saya sebagai sekretarisnya hingga sekarang. Beriring dengan itu beberapa bulan kemudian dilaksanakan Musyawarah Nasional membentuk MGMP Teknik Mesin Indonesia (selanjutnya disingkat MGMP Tekmindo) di Yogyakarta. Dalam munas saya diberi tugas sebagai Pengurus MGMP Tekmindo pada bidang Humas sampai sekarang.


163 Bab 35 Mudahnya Belajar Majas dengan AMI (Aplikasi Majas Indonesia) Materi oleh Lerry Alfayanti, M. Pd. SMK Bina Utama Kendal Pendidikan adalah suatu proses menumbuhkembangkan eksistensi peserta didik yang memasyarakat, membudaya, dalam tata kehidupan yang berdimensi lokal, nasional, dan global (Tilaar, 1999: 28). Adapun menurut (Mudyahardjo, 2002:46) pendidikan dapat diartikan sebagai keseluruhan pengalaman belajar setiap orang sepanjang hidupnya yang berlangsung tidak dalam batas usia tertentu tetapi berlangsung sepanjang hidup sejak lahir hingga mati. Dunia pendidikan di Indonesia telah menerapkan kurikulum 2013 atau K-13 selama kurang lebih 6 tahun ini. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang berorientasi pada aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif. Hal tersebut diharuskan tercapai pada semua mata pelajaran baik di sekolah dasar maupun sekolah menengah. Tidak terkecuali pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMA dan SMK. Tujuan Tujuan dari K-13 adalah “mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia (Permendiknas Nomor 70 Tahun 2013)”. Tujuan tersebut mengimplikasikan bahwa dalam kegiatan pembelajaran perlu dilakukan penyeimbangan ketiga aspek tersebut yang terintegrasi ke dalam berbagai lintas mata pelajaran dan lintas jenjang pendidikan dalam rangka menghasilkan lulusan yang bermartabat. Lulusan yang bermartabat akan tercipta dari terpenuhinya standar kompetensi lulusan (SKL). Salah satu indikator yang terdapat dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMK yaitu pemahaman dan penguasaan majas. Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMK, khususnya untuk kelas XII merasa prihatin terhadap hasil penguasaan dan pemahaman siswa pada majas Indonesia. Majas itu sendiri memiliki definisi yakni gaya bahasa atau pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu yang membuat sebuah karya sastra semakin hidup, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis. Majas digunakan dalam penulisan karya sastra, termasuk di dalamnya puisi dan prosa. Umumnya puisi dapat mempergunakan lebih banyak majas dibandingkan dengan prosa. Dari hasil UNBK diperoleh hasil bahwa penguasan dan pemahaman siswa terhadap majas masih rendah. Hal tersebut dibuktikan dengan siswa banyak yang tidak dapat menjawab dengan benar soal-soal yang berkaitan dengan majas. Siswa mengalami kesulitan untuk membedakan jenis-jenis majas yang memang sangat banyak jenisnya. Faktor lain yang menjadi pengaruh penguasaan dan pemahaman siswa rendah yaitu kurangnya motivasi siswa karena banyaknya jenis majas yang harus dipahami. Faktor guru juga membawa pengaruh bagi penguasaan dan pemahaman siswa terhadap majas. Tidak sedikit guru yang tidak mampu menghafal semua jenis majas karena bukan hanya menghafal jenis, namun juga harus mampu memahami makna dan membedakan tiap-tiap jenisnya serta penerapannya dalam karya sastra.


164 Hal-hal di atas menjadi penyebab rendahnya tingkat penguasaan dan pemahaman terhadap majas atau gaya bahasa. Bagaimana untuk mengatasi hal tersebut? Apa solusi yang dapat ditawarkan? Tentunya, di era revolusi industri 4.0 ini pemanfaatan kemajuan teknologi dapat menjadi alternatif untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di atas. Seperti halnya yang telah saya lakukan di SMK Bina Utama Kendal dengan cara membuat aplikasi pembelajaran yang khusus untuk belajar majas. Aplikasi tersebut bernama AMI (Aplikasi Majas Indonesia). Mengapa AMI dapat menjadi solusi dari permasalahan rendahnya penguasaan dan pemahaman majas siswa SMK Bina Utama? Hal tersebut sesuai dengan karakter dari pembelajaran 4.0 yaitu dimana manusia dan teknologi diselaraskan untuk kemungkinankemungkinan baru atau lebih dikenal dengan era digital yang merujuk kepada beberapa tren yaitu: a. Pembelajaran dapat dilaksanakan dimana saja dan kapan saja. b. Pembelajaran dilaksanakan secara personal. c. Peserta didik memiliki kesempatan dalam menentukan materi yang akan dipelajari. d. Pembelajaran melalui pengalaman langsung. e. Pembelajaran berupa aplikasi praktik. f. Pembelajaran dievalusi. g. Pembelajaran modular Dengan AMI diharapkan siswa dapat belajar majas di mana saja dan kapan saja karena sangat mudah untuk diaplikasikan. Untuk mendapatkan aplikasi tersebut para peserta didik dapat langsung mengunduhnya di play store. Berikut langkah-langkah untuk mengunduh AMI: Selanjutnya fitur-fitur yang terdapat dalam AMI (Aplikasi Majas Indonesia) yaitu sebagai berikut: Selain tampilan fitur soal, AmI (Aplikasi Majas Indonesia) ini juga dilengkapi dengan penghitungan skor siswa serta uraian pembahasan sehingga siswa dapat langsung mengetahui letak kesalahan dari jawaban mereka. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur audio seperti murotal Alquran. Hal tersebut bertujuan agar siswa tidak merasa bosan ketika belajar tentang materi majas yang ada di dalam aplikasi. Ketika malas untuk membaca maka siswa dapat mendengarkan materi secara langsung di fitur materi sesuai dengan jenis majas yang ingin dipelajari. Dengan adanya aplikasi tersebut maka belajar majas akan lebih mudah dan menyenangkan. Selamat mencoba.


165 Bab 36 Antologi produk kreatif kewirausahaan teknik komputer dan jaringan Materi oleh Lia Ulfa, S.ST Smkn 1 kopang lombok tengah NYB Produk kreatif yang diangkat pada antologi ini adalah tentang antena kaleng sebagai penguat sinyal wifi. Dimana antena tutup kaleng, bahan- bahannya terdiri atas : 1. kaleng biskuit bulat hongguan atau merek lain, 2. pipa L ¾ inci, 3. Pipa ¾ inchi sepanjang 1.5 meter, 4. mur dan baut ukuran 1 inchi, 5. Lem pipa pvc 1 buah. 6. Bor listrik, 7. Cutter, 8. Kabel utp, 9. Kabel extention. 10. usb male dan female, 11. Isolasi elektrik, 12. Usb adapter, 13. Aluminum koil secukupnya. 14. tang potong. Cara membuat : 1. Kaleng dibolong menggunakan bor listik ukuran 1 inchi 2. Pipa L dibor menggunakan bor pipa listrik ukuran 1 inchi 3. Pipa L disambung dengan pipa lurus ukuran ¾ inchi menggunakan lem pipa 4. Kaleng disambung dengan L pipa menggunakan baut lalu dieratkan dengan mur 5. Kemudian setting kabel utp disambung dengan kabel extention usb male diujung kanan dan female diujung kiri atau sebaliknya. 6. Kemudian dieratkan dengan isolasi elektrik 7. Selanjutnya kaleng dilobang menggunakan bor listrik kemudin dirapikan menggunakan tang potong, ukuran lobang daripada kaleng yg dilobangin sebesar usb adapter yang akan diancapkan, tinggi 15 cm dari ujung kaleng terbuka, sampai ketengah posisi usbadaptet. 8. Kemudian lilitkan aluminium koil sepanjang kaleng dengan tinggi kaleng 15 cm, kemudian dilanjutkan keseluruh kaleng dengan tujuan menutupi kaleng agar terhindar dari korosi yang mengakibatkan kaleng berkarat dan kropos, ketika ditaruh diluar rumah atau ditancapkan diluar rumah. 9. Kemudian setting usb adapter yang terhubung ke laptop atau PC, menggunakan slot male sedangkan slot female terhubung ke usb adapter. 10. Lalu pada pc atau laptop setting di control panel atau biasanya sudah terdeteksi otomati usb slot usb. 11. Test menggunakan wifi baik menggunakan hp sebagai induk data untuk akses internet ataupun wifi yang tersedia disekolah, apakah sinyal sama atau naik dengan menggunakan alat ini.


166 12. Tancapkan alat ini diluar gedung sebisa mungkin tinggi dan mengarah kepada sumber koneksi internet atau ke acess pont, antena grid bahkan antena omni yang ada disekolah. 13. Jika sudah mendapatkan sinyal maksimal berarti alat yang dibuat dikatakan berhasil. Antologi tentang antena kaleng ini telah saya praktekkan langsung dengan siswa binaan saya, dan sebagai bahan PTK untuk bisa memenuhi angka kredit dalam pengusulan DUPAK (Dokumen Penilain Angka Kredit), karena termasuk karya inovatif kategori sederhana sebagai alat penunjang pelajaran Produk Kreatif Kewirausahaan. Antologi ini memang penulis sadari kesederhannannya, dilain waktu disempurnakan demi tiada kata terlambat untuk membuat sesuatu demi sebagai seorang guru yang memiliki motto” penjaga tol langit dengan Revolusi Industri 4.0”.


167 Bab 37 Keterbacaan Skills Passport SMK PJJ Jawa Barat Materi oleh Lismaryani Bertin Pendidikan adalah hak bagi setiap warga negara. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat berupaya untuk memenuhi kewajibannya untuk memberikan hak pendidikan warga Jawa Barat dengan mendirikan SMK Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). SMK PJJ dirancang dengan metode belajar jarak jauh berbasis LMS dan modul cetak dan praktek industri dengan mengembangkan model tutorial. Tutorial praktek melibatkan beberapa pihak yaitu: Sekolah Penyelenggara, Guru, Peserta Didik, Mitra Kerja sebagai penyedia tempat praktik/praktikum dan Tutor Industri. Permasalahan yang kemudian muncul adalah bagaimana kegiatan tutorial praktek dengan pembimbingan oleh tutor industri dapat terlaksana untuk mewujudkan proses pembelajaran yang efektif dan benar-benar mencerminkan kondisi yang sebenarnya serta mampu mewujudkan lulusan SMK PJJ yang kompeten. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 119 tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui penerapan prinsip-prinsip teknologi pendidikan/pembelajaran.(pasal 1 ayat 1). PJJ jenjang pendidikan dasar dan menengah bertujuan meningkatkan perluasan dan pemerataan akses pendidikan, serta meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan dasar dan menengah. PJJ mempunyai karakteristik terbuka, belajar mandiri, belajar tuntas, menggunakan teknologi informasi dan komunikasi pendidikan, dan/atau menggunakan teknologi pendidikan lainnya. Pelaksanaan pembelajaran SMK PJJ meliputi: a. belajar mandiri dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar; b. tutorial dengan berbagai sarana komunikasi sinkronus atau asinkronus; c. penugasan, pengumpulan, dan penilaian tugas, baik secara online maupun offline; d. latihan dan ujian dengan memanfaatkan beragam jenis dan alat penilaian; e. praktikum dengan bimbingan tutor. SMK PJJ memiliki muatan kurikulum praktik sebagai proses pelatihan kompetensi kejuruan. Pelaksanaan praktik kejuruan bagi siswa SMK PJJ dapat dilakukan di bengkel atau laboratorium sekolah penyelenggara atau di TKB Industri. Untuk menjembatani guru dengan tutor industri disusun modul yang memuat panduan dan kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran praktik. Daftar kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran praktik ini dinamakan skills passport. Dengan menandatangani skills passport tutor industri menyatakan bahwa peserta didik telah melaksanakan praktikum dan mencapai kompetensi yang dipersyaratkan dalam dokumen. Skills passport memudahkan kontrol ketercapaian kompetensi siswa saat praktik di TKB industri.


168 1. Skills Passport Paspor keterampilan atau skills passport adalah surat pengakuan atas kompetensi yang telah dikuasai oleh pemiliknya. Dengan demikian paspor keterampilan ini dapat digunakan sebagai: a. Bukti atau pengakuan atas kemampuan yang dikuasai oleh pemiliknya; b. Bahan pertimbangan utama bagi pemakai tenaga kerja (DU/DI dalam memilih pelamar kerja atau mempromosikan karyawan yang telah mempunyai kemampuan yang dibutuhkan; c. Piranti baik bagi pekerja maupun pengusaha dalam merencanakan peningkatan keterampilan maupun penambahan keterampilan baru secara sistematis dan diakui. (http://www.geocities.ws/smkkorpri_duri/kerangkadasarbagian1.htm) Skills passport pada SMK PJJ Jawa Barat memuat pasangan kompetensi dasar pada kompetensi inti 3 (pengetahuan) dan kompetensi inti 4 (keterampilan) serta indikator pencapaian kompetensi untuk setiap kompetensi dasar. Dalam penyusunan skillspassport dilibatkan perwakilan industri untuk menyesuaikan indikator yang telah disusun oleh guru dengan lingkup kerja di industri. 2. Keterbacaan Kamus Besar Bahasa Indonesia menyatakan bahwa keterbacaan itu merupakan  “ … perihal dapat dibacanya teks secara cepat, mudah dimengerti, dipahami, dan mudah pula diingat”. Tahun 2005 Departemen Pendidikan Nasional memaknai  keterbacaan sebagai perihal kemudahan baca bagi siswa. Keterbacaan merupakan alih bahasa dari readability. Bentukan readability merupakan kata turunan yang dibentuk oleh bentuk dasar readable, artinya dapat dibaca atau terbaca. Konfiks ke-an pada bentuk keterbacaan mengandung arti hal yang berkenaan dengan apa yang disebut dalam bentuk dasarnya. Oleh karena itu, kita dapat mendefinisikan "keterbacaan" sebagai hal atau ihwal terbaca-tidaknya suatu bahan bacaan tertentu oleh pembacanya. Jadi, "keterbacaan" ini mempersoalkan tingkat kesulitan atau tingkat kemudahan suatu bahan bacaan tertentu bagi peringkat pembaca tertentu. Keterbacaan (readability) merupakan ukuran tentang sesuai-tidaknya suatu bacaan bagi pembaca tertentu dilihat dari segi tingkat kesukaran/kemudahan wacananya. Mencermati pandangan para pakar sebelumnya, dapat dinyatakan bahwa keterbacaan itu mempersoalkan tingkat kesulitan dan atau tingkat kemudahan-baca suatu bahan bacaan tertentu bagi pembaca tertentu. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa kajian keterbacaan sasaran utamanya adalah wacana, bukan pembaca wacananya. Dupuis dan Askov (1982) sebagaimana dikutip Isna Sulastri mengedepankan empat faktor penentu tingkat keterbacaan sebuah wacana. Keempat faktor tersebut adalah 1. faktor kebahasaan  dalam  teks, 2. latar  belakang  pengetahuan  pembaca, 3. minat pembaca,  dan 4. motivasi pembaca. 


169 Dalam hubungannya dengan faktor kebahasaan  seperti  yang diungkap Askov tersebut,  Isna Sulastri mengutip Nuttal (1989) merincinya menjadi dua faktor utama, yakni (1) kekomplekan ide dan bahasa yang terdapat dalam wacana serta (2) jenis kata yang  digunakan dalam wacana tersebut. Tingkat keterbacaan biasanya dinyatakan dalam bentuk tingkat kelas. Oleh karena itu, setelah melakukan pengukuran keterbacaan sebuah wacana, orang akan dapat mengetahui kecocokan materi bacaan tersebut untuk tingkat kelas tertentu Pengukuran keterbacaan sebuah wacana umumnya dilakukan dengan menggunakan Formula Fry. Dengan memetakan hasil pengukuran pada grafik akan ditemukan keterbacaan wacana tersebut untuk tingkat kelas pembaca. Fry mendasarkan kajiannya pada dua faktor utama, yaitu     (1) panjangpendeknya kalimat dan (2) tingkat kerumitan kata atau panjang pendeknya kata. Banyak pakar mengakui bahwa Formula Fry merupakan  satu metode pengukuran yang cocok digunakan untuk menentukan tingkat keterbacaan wacana tanpa melibatkan pembacanya. Di samping itu, Fry juga dapat menentukan  kelayakan sebuah wacana bagi tingkat kelas  tertentu  dilihat dari sudut  keterbacaannya. Secara singkat Formula Fry meliputi langkah-langkah berikut: Pilih bagian wacana lalu hitung 100 kata dalam wacana tersebut Hitung jumlah kalimat dalam 100 kata tersebut. Jika kalimat terakhir terpenggal oleh penghitungan 100 kata, maka kalimat terakhir tersebut dihitung sebagai a/b kalimat dengan a= jumlah kata yang termasuk dalam 100 kata dan b= jumlah kata dalam kalimat terakhir. Jumlah kalimat adalah jumlah kalimat utuh ditambah angka pecahan a/b (Y). Hitung jumlah suku kata pada 100 kata lalu kalikan jumlah suku kata tersebut dengan 0,6. Hasilnya adalah jumlah suku kata (X). Petakan jumlah kalimat pada sumbu Y dan jumlah suku kata pada sumbu X grafik Fry lalu perhatikan terdapat pada ruang manakah titik temu koordinatnya. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran keterbacaan skills passport dengan Formula Fry. Duapuluhdelapan (28) skills passport diambil sebagai sampel dan memberikan hasil sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Pengukuran Keterbacaan dengan Formula Fry Berdasarkan data hasil analisis menggunakan formula Fry ditemukan bahwa 64,29 atau 18 sampel skillspassport terkategori invalid. Istilah invalid pada grafik Fry mengacu pada area yang menunjukkan suatu wacana memiliki kalimat yang sangat panjang atau kata-kata yang sangat panjang. Kalimat yang sangat panjang dicirikan oleh rendahnya jumlah kalimat yang terdapat dalam 100 kata. Sedangkan katakata yang sangat panjang ditunjukkan oleh jumlah suku kata yang terdapat dalam 100 kata. Sebagaimana terlihat pada grafik, jumlah maksimal suku kata yang dapat diidentifikasi dengan grafik Fry adalah 172 suku kata dalam 100 kata-kata.


170 Temuan invalid ini tidak lepas dari karakter kalimat dan kata-kata yang digunakan dalam skillspassport. Jika ditelusuri kata-kata kerja operasional dalam skillspassport adalah kata kerja bentukan yang diperoleh melalui pemberian awalan dan akhiran terhadap kata-kata kerja operasional yang diadopsi dari bahasa Inggris atau terjemahannya yang umumnya telah memiliki banyak suku kata. Kata bentukan ini menyumbangkan banyak suku kata sehingga diperoleh lebih dari 286 suku kata dalam 100 kata-kata. Meskipun telah dikonversi dengan 0,6 hasil akhir melebihi 172 sukukata. Adapun sepuluh (10) skills passport yang dapat diukur dengan Grafik Fry ini menunjukkan keterbacaan oleh tingkat (grade) antara 2 hingga 15 dengan rincian 4 skills passport terbaca oleh tingkat 2 hinga 6, 2 skills passport terbaca oleh tingkat 7 hingga 9 dan 4 skills passport terbaca oleh tingkat 10 hingga 15. Memperhatikan hasil pengukuran keterbacaan skills passport di atas dapat disimpulkan bahwa skills passport yang telah disusun oleh guru-guru SMK PJJ mayoritas mengandung kata-kata rumit dan panjang. Mengingat skills passport digunakan oleh siswa dan tutor industri maka perlu dilakukan perumusan ulang kalimat-kalimat dalam skills passport agar lebih sederhana, mudah dibaca dan dipahami. Lismaryani Bertin, Guru SMK Nama : Lismaryani Bertin TTL : Tasikmalaya 3 September 1968 Pendidikan : ✓ Sekolah Analis kimia ITB ✓ S-1 Pendidikan Kimia ✓ S-2 Manajemen Pendidikan Islam Kompetensi Keahlian : Kimia Analisis Riwayat Pekerjaan : ✓ Guru SMKN 13 Kota Bandung (2000-2016) ✓ Dosen Politeknik TEDC (2008-2010) ✓ Pengawas SMK (2016-sekarang) No HP : 081322248360 e-mail : [email protected]


171 Bab 38 Mengenal Gaya Belajar (Learning Style) Pada Siswa Materi oleh SMK Hidayatus Sholihin Bagi seorang pelaku pendidikanpenting untuk memahami gaya belajar pada anakdalam hal ini saya sebut sebagai pebelajar. Perlu kita sepakati bersama bahwasannya gaya belajar itu unik pada setiap individu. Gaya belajar ini bisa digunakan sebagai modal anak untuk belajar. 1.Definisi Gaya BelajarGaya belajar dapat dipahami sebagai cara yang digunakan untuk mengolah informasi dalam proses belajar. Gaya belajar tiap-tiap pebelajar cenderung berbeda, tergantung pada karakteristik individual yang berasal dari faktor biologis maupun sosiologis. Faktor biologis menyangkut bakat dan spesifikasi kemampuan, sedangkan faktor sosiologis berasal dari interaksi antara individu dengan lingkungannya. Kedua faktor tersebut membentuk karakteristik unik pada tiap diri yang menentukan jenis gaya belajar yang dimiliki(Bastable, 2002:74). Dunn dan Dunn dalam Dunn & Griggs (1998:11)menjelaskan tentang gaya belajar bahwa, gaya belajar adalah cara dimana individual melaksanakan kegiatan belajar, yang dapat dimulai dari kegiatan berkonsentrasi, belajar, internalisasi, dan mengingat informasi dan kemampuan akademis. Lebih lanjut, Dunn dan Dunn (1972)mengusulkan model gaya belajar (Learning-Style Model) yang didasarkan pada pemikiran bahwa gaya belajar antara satu individu dengan individu lain berbeda karena adanya beragam faktor yang mempengaruhi individu, antara lain faktor biologis, faktor lingkungan, faktor emosional, faktor sosiologis, faktor psikologis, faktor kognitif, dan faktor pembelajaran.Allen, Scheve, & Nieter (2011:9) mengartikan gaya belajar sebagai cara yang dipilih oleh seseorang untuk berpikir, berproses, dan memahami informasi, yang mempengaruhi proses belajar orang tersebut. Penjelasan ini menegaskan bahwa gaya belajar adalah suatu hal yang bersifat individual, yang secara sadar diinginkan untuk diterapkan karena memiliki dampak positif terhadap proses perolehan dan pemahaman informasi. Berdasarkan keseluruhan pemaknaan atas gaya belajardiatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa gaya belajar (learning style) merupakan modalitas belajar atau bentuk pola tindakan, pola pikir, pola pengolahan informasi yang dimiliki oleh setiap manusia pada umumnya dan pebelajar pada khususnya, yang mengacu pada karakteristik diri sesuai dengan bakat biologis, faktor emosional, faktor sosiologis, faktor psikologis, faktor kognitif, faktor lingkungan, dan faktor pembelajaran. 2.KENAPA GURU HARUS MEMAHAMI GAYA BELAJARKenapa guru harus memahami gaya belajar?pada dasarnya kuncidari pertanyaan ini sudah terurai dalam pembukaan antologi ini. Kenapa guru harus memahami gaya belajar karena terdapat hubungan gaya belajar denganrancangan pembelajaran. Memahami gaya belajar, dapat membantu efisiensi pembelajaran, sehingga siswa dapatmendapatkan kesempatan belajar sesuai dengan gaya belajarnya.Pada dasarnya gaya belajar dapat dimodifikasi dan dikembangkan.Friedman dan Alley dalam Bastable (2002:74) mengungkapkan beberapa pertimbangan-pertimbangan tentang hubungan gaya belajar dengan rancangan pembelajaran, antara lain: 1. Gaya belajar yang dimiliki oleh setiap pebelajar merupakan suatu hal yang dapat diidentifikasi untuk dijadikan dasar perumusan pendekatan pembelajaran yang tepat.


172 2. Ketidaksesuaian antara pendekatan pembelajaran dengan gaya belajar pebelajar akan berdampak pada efisiensi kegiatan belajar. 3. Pengajar memiliki peran penting dalam membantu pebelajar untuk mengidentifkasi gaya belajar yang paling tepat sesuai dengan karakteristik tiap pebelajar. 4. Pembelajar harus mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan gaya belajar yang paling tepat sesuai dengan pilihan masing-masing pebelajar (taruna). 5)Gaya belajar merupakan suatu hal yang dapat dimodifikasi dan dikembangkan, Pengajar perlu merancang kegiatan belajar yang dapat mendorong perkembangan gaya belajar pebelajar.3.Jenis-Jenis Gaya BelajarSetiap individu memiliki gaya belajar yang beragam. Berdasarkan gaya belajar atau modalitas belajar yang dimiliki mereka dapat menangkap informasi dan menyelesaikan tantangan belajar dengan baik, hal tersebut benar adanya karenagaya belajar berkaitan erat dengan karakteristik.Penting bagi setiap individu untuk mengetahui gaya belajarnya masing-masing.Gaya belajar dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa aspek penerimaan informasi pada level individual. Gaya belajar visual: Gaya belajar visual dipahami sebagai kecenderungan seseorang untuk memilih dan menggunakan indra penglihatan untuk memproses informasi. Karakteristik umum dari orang yang memiliki gaya belajar visual antara lain:a.Teratur, dan menjaga kerapian b.Cepat dalam berbicarac.Mampu merencanakan dan mengatur dengan baik untuk kepentingan jangka panjangd.Teliti, dan mudah berkonsentrasi karena tidak mudah terganggu oleh kebisingane.Mengingat dengan gambar, lebih suka membaca daripada dibacakan; .pembaca cepat dan tekun, serta ciri yang paling utama adalah lebih mudah mengingat segala sesuatu yang dilihat daripada didengar.Membutuhkan gambaran dan tujuan menyeluruh Gaya belajar audiotori: Gaya belajar audio merupakan cara seseorang dalam memproses informasi dengan lebih mengedepankan kemampuan pendengarannya. Karakteristik umum dari orang yang memiliki gaya belajar audio antara lain: • Sulit untuk berkonsentrasi; • Berbicara dengan pola berirama; • Mempunyai kemampuan berbicara yang lebih baik daripada kemampuan menulis; • Senang membaca dengan keras; • Menggerakkan bibir/bersuara saat membaca; • Belajar dengan cara mendengarkan; • Berdialog secara internal dan eksternal; 3)Gaya belajar kinestetik : Gaya belajar kinestetik merupakan cara seseorang dalam memproses informasi dengan lebih mengedepankan perolehan informasi melalui indra peraba. Seseorang dengan gaya belajar kinestetik belajar dengan cara bergerak, bekerja, dan menyentuh. Karakteristik umum dari orang dengan gaya belajar kinestetik antara lain : a. Pelan dalam berbicara; b. Aktif bergerak daripada duduk; c. Menggunakan bahasa tubuh untuk memperjelas ucapan; d. Menghafal dengan cara berjalan dan melihat; e. Menyentuh untuk mendapatkan perhatian lawan bicara;


173 f. Berdiri berdekatan, dan bergerak saat berinteraksi dengan orang lain; g. Belajar dengan melakukan; h. Menunjuk tulisan saat membaca; i. Mengingat sambil berjalan dan melihat. Berdasarkan temuan beberapa ahli diatas dapat diketahui bahwa karakteristik individu beragam dari jenis gaya belajar. Namun, dalam bidang psikologi dan pendidikan lebih umum yang digunakan sebagai acuan pertimbangan dalam pengambilan keputusan yaitu gaya belajar visual, audio, dan kinestetik. PenggunaanMetode danMedia Pembelajaran berdasarkan Gaya Belajar yang dimiliki Siswa Berdasarkan karakteristik gaya belajar, Deporter memberikan rekomendasi penggunaan metode dan media dalam pembelajaran diantaranya yaitu:a.Siswa yang memiliki gaya belajar Visual , guru dapat menggunakan metode ceramah dan dengan disertai pembuatan peta pikiran/peta konsep untuk membantu pemahaman pebelajarselain itu dapat pula menggunakan media pembelajaran berupa Buku, majalah, Poster, Komputer/LCD, Kolase, Flow chart, Highlighting, kata kunci yang dipajang di sekeliling kelas, tulisan dengan warna menarik.b.Siswa yang memiliki gaya belajaraudio, guru dapat menggunakan metode tanya jawab, bermain peran, kerja kelompok, teknik mnemonics; media yang dapat digunakan dalam pembelajaran yang dapat melibatkan musik.c.Siswa yang memiliki gaya belaja kinestetik, guru dapat menggunakan tehniksimulasi,praktik disertai dengan memberikan tugas –tugas proyek dan portofolio. Selain itu dapat menggunakan media-media yang relevan dengan metode tersebut diatas5.Cara Mengetahu gaya belajar siswaBerdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwasaanya gaya belajar individu unik, artinya individu satu dan yang satunya dapat memiliki gaya belajar yang berbeda-beda sesuai dengan bawaanya atau lingkungannya atau gen yang mempengaruhinya. Dalam presentasi VCT 3 pernah ada yang mempertanyakan, gaya belajar ini kapan sebaiknya di ketahui oleh guru? Jawabannya yaitu diawal pembelajaran, baik awal tahun pelajaran atau awal pembelajaran suatu bab. Adapun cara mengetahui gaya belajar siswa dapat diketahui dengan cara:1. Pengamatan selama KBM2. Menjawab Quisioner yang ada dalam link https://goo.gl/forms/dwlEbZMWdnq1Z7wp2 atau langsung menggunakan pedoman yang ada berikut ini.


174 Bab 39 Virtual coordinator Indonesi batch 3 grup 48 pembuatan aplikasi poket book menggunakan aplikasi APPGEYSER untuk mempersiapkan guru-guru di era revolusi4.0 Materi oleh Muhammad Julistia Dinata, S.Pd SMK Karsa Mulya Palangka Raya Era globalisai yang saat ini pertumbuhan dan perkembangan satang lah pesat baik dari pertumbuhan ekonomi, perkembangan teknologi sangatlah pesat. Perkembangan teknologi tidak hanya di bidang otomotor, robotic, computer dan lain – lain namun juga perkembaaganteknologi juga merambat ke sector dunia pendidikan baik pendidikan formal maupunnon formal. Kemajuan perkembangan teknologi di bidang pendidikan sangatlah penting karena di era revorusi industry 4.0 sangat membantu dalam kemajuan dunia pendidikan. Pada era sekarang ini sudah era revolusi industry 4.0 dimana revolusi telah berubau dari era revolusi industry 1.0 sampai revolusi industry 4.0 dari era lawas menjadi era modern dan jua dari era non teknologi cangih dampai teknologi cangih saat ini. Era pendidiak sekarang telah berubah sesuai dengan kemajuan zaman, dimana zaman dahulu pendidikan menggunakan tatap muka face to face, banyaknya buku cetak yang banyak dibawak dalam tas. Era revolusi industry sangatlah berperan penting dalam kemajuan pendididkan dikarnakan kemajuan teknologi dapat memudahkan dan melacarkan proses pendidikan itu sendiri. Era sebelum revolusi industry 4.0 pembelajaran hanya berfokus di satu tempat namun sekarang pembelajaran dapat dilakukan dimanapun berada, oleh sebab itu pembelajaran dapat dilakukan secara online dan tidak berfokus satu tempat saja. Virtual Coordinator Indonesia adalah salah satu untuk memanfatkan teknologi didunia pendidiakn. Virtual Coordinator Indonesia yang di selengarakan oleh SEAMEO dan SEAMOLEC sangat membatu guruguru yang berrefolusi menjadi guru Revolusi industry 4.0. pembelajara Virtual Coordinator Indonesia memiliki tugas yang sangat relepan dalam menciptakan guru yangmemiliki jiwa revolusi industry 4.0. guru –guru diberikan tugas yang sangat komplek yaitu belajar secara online. Virtual Coordinator Indonesia guru juga harus memanfaatkan tenologi android yang dapat mengurangin beban para siswa/i salah satunya buku cektak. Zaman sekarang siswa/i 100% tidak lepas dari namanya penggunaan gadget, oleh sebab itu guru yang memiliki jiwa revolusi industry 4.0 harus dapat melihat peluang teknologi yang dapat dimanfaatkan salah satunya para guru sudah harus bisa membuat Aplikasi Poket Book sendiri sesuai dengan mata pelajaran yang diampuh. Pembuatan aplikasi dapat dilakuan menggunakan software maupun secara online salah satunya menggunakan APPGEYSER.


175 Dari web tersebut para guru dapat membuat aplikasi poket book berbasis android secara mudah, dikarenakan dalam web tersebut sudah ada fitur – fitur yang mewadahi aplikasi yang ining dibuat, oleh sebab itu fitur didalam software tersebut web tersebut hanya menyediakan dalam bentuk tamplet sehingga mempermuda para guru untuk membuatnya. Namun dalam pembuatan aplikasi poket book ada beberapan yang harus di siapkan dan harus mengenal terlebih dahulu fitur di APPSGEYSER dikarnakan untuk mempermudah dalam pembuatan plikasi poket book itu sendiri, dalam software tersebut dilakukan secara online dan juga membuat akun untuk memperlancar dalam proses pembuatan, setelah selesai pembuatan para guru menyiapakan modul, atau materi yang akan di bluding menjadi aplikasi AppsGeyser adalah sebuah tools online (Web) gratis yang memungkinkan setiap penggunamya untuk megembangkan aplikasi atau game mobile dalam format kustom Android. Terdapat berbagai macam kategori aplikasi dan game yang bisa kita buat disini dimulai dari aplikasi messenger, website, map, untuk game sperti flappy brid, basket, shooting, jump dan banyak lagi. AppsGeyser sendiri mulai menjadi populer sebagai salah satu Game Maker Online terbaik karena menyajikan kemudahan berupa tampilan yang user friendly sehingga para pengguna akan merasa lebih mudah dalam menciptakan aplikasi buatannya.Selain menyajikan kemudahan pada penggunaannya, AppsGeyser juga memberikan izin untuk semua aplikasi atau game Android yang dikembangkan melalui platform mereka entah itu untuk didistribusikan ataupun dimonetisasi.  mendistribusikan atau melakukan pertukaran secara online pengguna bisa melakukannya melalui AppsGeyser App Marketplace atau di Google Play Store. Sedangkan untuk memonetisasi aplikasi atau game AppsGeyser bisa mnggunakan AdMob atau program periklanan lainnya yang mendukung versi mobile. Namun, walaupun demikian kita juga harus tahu hal lainnya dari website AppsGeyser ini. Contohnya seperti kelebihan dan kekurangan apa saja yang di milikinya. Lewat Virtual Coordinator Indonesia membagi pengalam terkait pembuat aplikasi poket book yang sangat muda dapat juga di masukan kedalam PlayStore, dimana aplikasi, tidak ada kata terlambat untuk belajar di Virtual Coordinator Indonesia ini kita dapat berbagi belajar satu sama lain dan menambah saudara sesuai bhineka tunggal ika. Semoga Lewat Virtual Coordinator Indonesia kita dapat menjalin kebersamaanwalau pun berbeda dari segi mana pun (Bhenika Tunggal Ika).


176 Muhammad Julistia Dinata, S.Pd, Guru SMK Karsa Mulya Nama : Muhammad Julistia Dinata, S,Pd Jenis Kelami : Laki – Laki Pendidikan Terakhir : S-1 Pendidikan Teknik Mesin, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung Perkerjaan : ✓ Guru Produktif SMK Karsa Mulya (2018 – Sekarang) ✓ Tutor PKBM Luthfillah (2018 – Sekarang) ✓ Dosen Diploma Duta Komputer (2019 – Sekarang) Riwayat Perkerjaan: ✓ Guru Produktif Teknik Alat Berat dan Teknik Kendaraan Ringan, SMK PGRI 2 Lahat (2016 – 2018) ✓ Asisten Instruktur Mekanik Junior Mobil, Balai Latihan Kerja Lahat (2018) ✓ Instruktur Instalasi Penerangan Rumah Sederhana, Balai Latihan Kerja Lahat (2018) ✓ Asesor LSK Teknik Sepeda Motor APTO (2017-2018) ✓ Asesor P1 Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (2017-2018) ✓ Asesor P2 Teknik Sepeda Motor dan Mobil (Otomotif) (2018)


177 Bab 40 Gizi Untuk Remaja Materi oleh Mukti Utami, S.Pd. M.Par. SMK Negeri 3 Pati Remaja merupakan usia yang sangat istimewa dibandingkan usia yang lain. Usia remaja merupakan usia puncak kebugaran. Sehingga membutuhkan zat gizi yang seimbang dalam konsumsi sehari-hari. Masa remaja adalah fase pertumbuhan yang unik karena tidak hanya terjadi pertumbuhan dan perkembangan fisik yang cepat, tetapi juga perkembangan mental. Perkembangan fisik terjadi karena mulai matangnya sistem hormonal dalam tubuh sehingga perubahan tinggi badan dan berat badan berlangsung sangat cepat. Kecepatan pertumbuhan fisik masa remaja adalah yang kedua tercepat setelah masa bayi dan balita. Kira-kira 20 % tinggi badan (BB) dan 50 % berat badan (BB) dicapai selama masa remaja. Oleh karena itu dibutuhkan asupan yang cukup guna menjamin pertumbuhan yang optimal. Remaja putri pada usia 10-13 tahun dan remaja putra pada usia 12-15 tahun berada dalam masa pubertas. Terjadi pertumbuhan dan berat badan disertai perkembangan fisiologis dan mental. Perkembangan ini akan berkurang mendekati umur 19 tahun. Pubertas pada perempuan terjadi lebih awal dibandingkan anak lelaki, yaitu pada usia 8 sampai 13 tahun. Pubertas pada anak harus terjadi dalam tahapan yang timbul secara berurutan. Pada perempuan, pubertas diawali dengan tumbuhnya payudara diikuti dengan tumbuhnya rambut pubis (rambut kemaluan) dan diakhiri dengan menstruasi. Selain terjadi pertumbuhan tanda-tanda seks sekunder juga terdapat fenomena pacu tumbuh. Pada fase pubertas terjadi percepatan pertumbuhan, tinggi badan anak akan bertambah lebih cepat. Pada masa pubertas maka pertambahan tinggi badan maksimal pada anak perempuan adalah 9 cm/tahun, dengan total pertambahan tinggi badan selama pubertas sekitar 20-25 cm. Pada anak perempuan, pacu tumbuh ini dimulai bersamaan dengan mulainya pertumbuhan payudara. Terjadinya menstruasi menunjukkan bahwa pertambahan tinggi badan anak sudah mendekati akhir. Pubertas pada anak lelaki mulai lebih lambat dibandingkan dengan anak perempuan. Anak lelaki mulai pubertas antara usia 9 tahun sampai 14 tahun. Tanda awal pubertas pada anak lelaki bukanlah tumbuhnya kumis atau rambut pubis atau mimpi basah atau tumbuhnya jakun, tapi ditandai dengan mulai berubahnya volume testis. Tahapan pubertas pada anak lelaki ini juga harus berjalan secara berurutan. Pubertas dimulai dengan pertambahan volume testis kemudian disusul dengan pertumbuhan rambut pubis, kemudian dilanjutkan dengan pacu tumbuh. Timbulnya jerawat, adanya jakun dan kumis menunjukkan bahwa pubertas sudah mencapai tahapan yang lanjut. Terjadinya mimpi basah ini menunjukkan mulai aktifnya proses pembentukan sperma, hal ini merupakan cara alami tubuh mengeluarkan timbunan sperma yang terbentuk terus menerus. mimpi basah ini terjadi pada tahap


178 akhir pubertas. Seperti halnya pada perempuan, anak lelaki saat pubertas juga mengalami pacu tumbuh di mana terjadi pertambahan tinggi badan maksimal sekitar 10 cm/tahun. Remaja yang memperoleh konsumsi pangan yang memenuhi kecukupan gizi semenjak masa anak-anak akan memiliki perkembangan tubuh yang baik. Makanan sehat tentu yang mengandung semua unsur gizi seimbang sesuai kebutuhan tubuh, baik protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air. Sumbernya dipilih sealami mungkin. Kurangnya perhatian pada makanan yang dikonsumsi dapat menimbulkan masalah bagi remaja seperti obesitas, kurang gizi kronis, anemia gizi, dan kekurangan gizi mikro lain. Kebutuhan gizi remaja sanagat tinggi terutama pada protein untuk menjamin pertumbuhan, sedangkan energi untuk memenuhi kebutuhan aktifitas fisiknya. Kecukupan kalori dan protein sebanyak 2.500 - 2.800 kalori per hari dan mengandung 48-55 gram protein per hari. Disarankan benyak mengkonsumsi makanan berserat. Hindari makanan yang mengandung lemak jenuh. Mulailah mengkonsumsi susu yang rendah lemak dan makanan yang mengandung kedelai serta membatasi karbohidrat yang tidak sehat. Susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan. Masa remaja/masa adolesensi adalah suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan individu.Masa ini merupakan periode transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa ditandai dengan percepatan perkembangan fisik,mental,emosional dan social. WHO batasan usia remaja adalah 10 sampai 20 tahun. WHO membagi kurun usia dalam dua bagian, yaitu : 1. Remaja awal (10 - 14 tahun) 2. Remaja akhir (15 - 20 tahun). Untuk hidup dan meningkatkan kualitas hidup, setiap orang memerlukan lima kelompok zat gizi, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam jumlah cukup, tidak berlebihan dan tidak juga kekurangan. Di samping itu, manusia memerlukan air dan serat untuk memperlancar berbagai proses metabolisme dalam tubuh. Bahan makanan dikelompokkan berdasarkan fungsi utama zat gizi di dalamnya, yang dalam ilmu gizi dipopulerkan dengan ‘Tri Guna Makanan’. Sejak tahun 2014, Kementerian Kesehatan melalui Peraturan Menteri Kesehatan No. 41 memperkenalkan ‘Tumpeng Gizi Seimbang’ sebagai pedoman masyarakat dalam mengatur pola konsumsi per hari. Tumpeng Gizi disusun berdasarkan peranan masing-masing jenis makanan, dalam menyeimbangkan asupan zat gizi sehari-hari Kebutuhan asupan untuk remaja : 1. Karbohidrat


179 Karbohidrat merupakan sumber energi utama dalam makananm, selain juga sebagai sumber serat makanan. Jumlah yang dianjurkan adalah 55-70 % dari kebutuhan kalori 2. Lemak Tubuh manusia khususnya remaja memerlukan lemak dan asam lemak esensial untuk pertumbuhan dn perkembangan normal. Pedoman makanan diberbagai negara termasuk Indonesia (gizi seimbang) menganjurkan konsumsi lemak tidak lebih dari 30 % dari energi total dan tidak lebih dari 10 % berasal dari lemak jenuh 3. Protein Pada masa remaja dibutuhkan protein lebih banyak dibandingkan masa dewasa dan manula. Protein berguna untuk membangun sel-sel jaringan tubuh manusia. Protein yang dibutuhkan untuk pembentukan otot dan perkembangan jaringan tubuh. Kebutuhan protein untuk remaja10-15 % Factor yang mempengaruhi gizi remaja : 1. Kebiasaan makan yang buruk 2. Pemahaman gizi yang keliru 3. Kesukaan yang berllebihan terhadap makanan tertentu 4. Masuknya produk-produk makanan baru 5. Konsumsi makanan 6. Pendidikan dan pengetahuan 7. Jenis kelamin 8. Sosial ekonomi 9. Aktifitas fisik Masalah gizi pada remaja : 1. Remaja kurang zat besi 2. Remaja sadar akan tinggi badan 3. Remaja kurus atau kurang energi kronis 4. Kegemukan atau obesitas 10 pesan gizi seimbang : 1. Nikmati anekaragam makanan dan perhatikan keamanan 2. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan 3. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi 4. Biasakan mengonsumsi anekaragam makanan pokok 5. Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak 6. Biasakan sarapan 7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman


180 8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan 9. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir 10. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal Mukti Utami, S.Pd, M.Par Guru SMKN 3 Pati Nama Lengkap : Mukti utami, S.Pd. M.Par Tempat, tanggal lahir : Pati, 12 Oktober 1970 Pendidikan : ✓ D3 Pendidikan Guru Kejuruan Gizi. IPB (1992-1995) ✓ S-1 UST. Yogjakarta (2006-2007) ✓ S-2 Stiepari (2009-2010) Riwayat Pekerjaan : Guru SMK Negeri 3 Pati (1996-sekarang) Nomor WA : 081575491766 Alamat email :[email protected]


181 Bab 41 Soal Online Dengan Google Forms Materi oleh Ni Ketut Alit Aryanti, S.T. SMK Negeri 1 Denpasar Proses pengukuran keberhasilan dalam sebuah proses pembelajaran dapat diukur dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya uraian maupun pilihan, pertanyaan-pertanyan yang diberikan kepada para peserta pembelajaran inilah yang sering kita sebut dengan ujian, dimana proses ujian dilakukan dengan menyusun pertanyaan secara sistematis yang kemudian kita sebut dengan soal. Pada umumnya sebelum teknologi internet berkembang dan diserap oleh dunia pendidikan, proses penilaian dilakukan dengan menggunakan kertas atau dengan unjuk kerja. Dimana soal diketik dalam sebuah kertas untuk kemudian diperbanyak dan disebarkan kepada peserta pembelajaran secara manual, tentu hal ini memiliki beberapa kelemahan, diantaranya : 1. Membutuhkan tenaga manusia yang lebih untuk mengetik soal dan memperbanyak soal. 2. Membutuhkan sumber daya kertas dan tinta yang lebih banyak karena soal harus dicetak dan diperbanyak. 3. Meninggalkan residu yaitu kertas soal ujian maupun lembar jawaban yang sudah digunakan. 4. Membutuhkan ruang yang lebih untuk menyimpan arsip soal dan lembar jawaban, serta membutuhkan waktu yang lama saat arsip soal dan arsip lembar jawaban dibutukan kembali. Berdasarkan kelemahan diatas maka teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk mengubah bagaimana supaya soal dibuat dengan tidak mengkonsumsi sumber daya yang berlebih dan tidak meninggalkan residu serta mudah dalam proses penyimpanan dan penggunaan kembali. Internet adalah salah satu teknologi yang bisa digunakan untuk membuat soal yang mampu menangani kelemahan-kelemahan yang telah disebutkan diatas. Berdasarkan masalah diatas pada materi ini akan dibahas bagaimana membuat soal online google forms. Google forms Google forms merupakan salah satu produk dari google dari kategori produk google docs pada gogle drive. Google forms merupakan webbase application yang memberikan layanan untuk membuat form input untuk berbagai kepentingan seperti, membuat survey, buku tamu, pengumpulan data, dll. Berdasarkan dari fungsi dan fitur yang dimilikinya sebagai aplikasi pembuat form (Form Generator), maka kita bisa memanfaatkan untuk membuat soal online yang bisa digunakan dalam membantu mengukur keberhasilan proses pembelajaran peserta didik. Agar pekerjaan membuat soal online dapat berjalan dengan baik sehingga tidak ada langkah-langkah yang terlewat dan soal bisa dikerjakan serta digunakan oleh peserta didik serta bisa memberikan informasi yang berguna dari hasil analis soal yang telah dibuat, maka sebelum membuat soal online dengan Google Forms terlebih dahulu kita lakukan tahap-tahap persiapan yaitu menyiapkan email google untuk mengakses layanan google forms.


182 Pembuatan soal online dengan google forms Google forms pada dasarnya berfungsi untuk membuat form isian yang dapat digunakan untuk kepentingan pendataan, survey, pengumpulan data, dan aktifitas sejenisnya, namun dari fungsi dasar tersebut kita bisa memanfaatkan fitur-fitur yang ada untuk membantu penilaian proses pembelajaran yaitu untuk membuat soal online. Dengan memodifikasi fungsi dasar google forms menjadi aplikasi pembuat soal dan penilaian online, maka kita bisa membuat soal online dengan berbagai jenis bentuk soal, seperti : • Soal pilihan ganda • Soal jawaban ringkas • Soal essay • Soal penugasan Untuk membuat soal online dengan tipe soal apapun, proses memulainya adalah sama, perbedaannya adalah pada proses pembuatan soal berdasarkan jenis soal. Berikut adalah langkah-langkah memulai google forms : 1. Untuk mengakses google forms kita harus sign in ke google drive, jadi kita harus memiliki akun google 2. Untuk membuat soal baru (form sebagai soal online), klik tombol New pada sudut kanan atas dibawah logo google drive (lihat gambar 2), kemudian pilih more → Google forms → pilih blank form. 3. Setelah membuat form, selanjutnya kita bisa memilih jenis soal yang akan dibuat sesuai dengan kebutuhan Sampai pada langkah ini anda sudah siap untuk membuat soal-soal baru dengan berbagai jenis tipe soal, seperti pilihan ganda , jawaban ringkas, essay dan sebagainya. Langkah 1 (satu) sampai dengan 3 (tiga) merupakan langkah awal yang harus dilakukan setiap akan membuat soal ulangan online, tahap selanjutnya akan berbeda tergantung dari jenis soal yang dibuat. Untuk lengkapnya dapat dilihat pada channel youtube saya dengan link berikut: https://youtu.be/JrygY9x05l0 Demikian materi yang dapat saya sampaikan mengenai cara memanfaatkan salah satu fitur google yaitu google forms untuk membantu proses pembelajaran dengan memodifikasi fungsi dasar dari google forms menjadi soal online. Semoga tulisan ini bermanfaat.


183 Ni Ketut Alit Aryanti, S.T, Guru SMN1 Denpasar Bali Nama Lengkap: Ni Ketut Alit Aryanti, S.T. Tempat/ tanggal lahir: Punggul/10 Maret 1984 Pendidikan terakhir: S-1 Teknik Elektro. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (2006-2010) Riwayat pekerjaan: Guru Honor di SMK Negeri 1 Denpasar (2011- 2017) Guru Kontrak Provinsi Bali di SMK Negeri 1 Denpasar (2017- sekarang) Nomer wa : 0818552418 Alamat email : [email protected] // [email protected]


184 Bab 42 Teknik dasar pengolahan makanan Materi oleh Ni Made Dewi Kurniawati,S.S1 Pengertian Pengolahan Makanan Pengolahan makanan adalah kumpulan metode dan teknik yang digunakan untuk mengubah bahan mentah menjadi makanan atau mengubah makanan menjadi bentuk lain untuk konsumsi oleh manusia atau oleh industri pengolahan pangan.  Mekanisme Pengolahan Bahan Makanan/Pangan Persiapan Bahan Makanan/Pangan, merupakan penyiapan semua bahan makanan yang diperlukan sebelum dilakukan pengolahan, proses persiapan bahan makanan yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu suatu kegiatan yang spesifik dalam rangka mempersiapkan bahan makanan dan bumbu -bumbu sebelum dilakukan kegiatan pemasakan. Pengolahan Bahan Makanan/Pangan, merupakan suatu rangkaian/kegiatan mengubah (memasak) bahan makanan mentah menjadi makanan yang siap dimakan. Proses pengolahan bahan makanan dilakukan oleh juru masak mulai dari membersihkan bahan makanan seperti mencuci, memotong, sampai pada proses memasak. Distribusi dan Penyajian Makanan/Pangan, merupakan proses pendistribusian dan penyajian makanan dilakukan setelah semua proses dalam pengolahan selesai, dan makanan pun siap disajikan. Teknik Dasar Pengolahan Makanan/Pangan Teknik dasar pengolahan makanan adalah mengolah bahan makanan dengan berbagai macam teknik atau cara. Adapun teknik dasar pengolahan makanan dibedakan menjadi 2 yaitu, teknik pengolahan makanan panas basah (moist heat) dan teknik pengolahan panas kering    (dry heat cooking ). 1. Teknik Pengolahan Makanan Panas Basah ( Moist Heat) Teknik pengolahan makanan panas basah adalah mengolahan makanan dengan bantuan cairan. Cairan tersebut dapat berupa kaldu ( stock ), air, susu, santan dan bahan lainnya. Teknik pengolahan makanan panas basah ini memiliki berbagai cara di antaranya : a. Teknik Boiling Boiling adalah mengolah bahan makanan dalam cairan yang sudah mendidih. Untuk melakukan teknik boiling ada syarat tertentu yang harus dipenuhi, yaitu sebagai berikut: • Cairan harus mendidih • Alat perebus disesuaikan dengan cairan dan jumlah bahan makanan yang akan diolah. • Alat perebus harus ditutup agar menghemat energi. • Buih yang ada diatas permukaan harus dibuang untuk mencegah bersatunya kembali dalam cairan sehingga memengaruhi mutu makanan.


185 • Teknik boiling dapat dilakukan pada beberapa bahan makanan seperti, daging segar, daging awet, telur, pasta, sayuran, dan tulang. b. Teknik Poaching Selain teknik boiling, dikenal juga teknik poaching dalam pengolahan makanan. Poaching adalah merebus bahan makanan dibawah titik didih dalam menggunakan cairan yang terbatas jumlahnya. Proses poaching berlangsung sedikit lama dan suhu dalam air berkisar 83 0C – 95 0C. Untuk melakukan poaching, perlu memperhatikan syarat berikut ini : • Suhu poaching dibawah titik didih berkisar 830C – 950C  • Cairan yang digunakan sesuai dengan banyaknya bahan makanan. • Makanan harus tertutup dari cairan. • Peralatan untuk poaching harus bersih dan tidak luntur. • Teknik dasar pengolahan poaching, dapat dilakukan untuk mengolah berbagai jenis makanan seperti daging, unggas, otak atau pankreas binatang, ikan, buah-buahan, dan sayur. c. Teknik Braising Teknik braising adalah teknik merebus bahan makanan dengan cairan sedikit, kira-kira setengah dari bahan yang akan direbus dalam panci penutup dan api kecil secara perlahan-lahan. Untuk melakukan teknik braising, perlu memperhatikan beberapa hal, diantaranya sebagai berikut : • Teknik merebus dalam cairan yang sedikit. • Bahan yang diolah harus dipotong rapi dan sama besarnya. • Dalam pengolahan daging daging, caranya memasukan daging dalam braising pan, lalu siram dengan kaldu secukupnya, jangan sampai terendam seluruhnya. • Jika menggunakan sauce pan, caranya cairkan mentega dalam sauce pan, lalu masukkan daging dan balik hingga warnanya kecoklatan. Untuk sayuran aduk sambil dibolak – balik. • Jika proses pengolahan dalam oven, braising pan ditutup rapat dan masukan dalam oven. Apabila diolah diatas kompor ( perepian ), posisi braising pan tertutup. Syarat –syarat menggunakan teknik braising ,yaitu sebagai berikut : • Teknik ini cocok menggunakan daging bagian paha. • Daging disaute dengan mentega hingga warnanya kecoklatan. • Cairan pada proses braising dipakai untuk saus pada saat menghidangkan. • Selama proses braising berlangsung, boleh ditambah cairan bila telah berkurang. d. Teknik Stewing Stewing (menggulai) adalah mengolah bahan makanan yang terlebih dahulu ditumis bumbunya, dan direbus dengan cairan yang berbumbu dengan api sedang. Pada proses stewing ini, cairan yang dipakai yaitu susu, santan, dan kaldu. Cairan dapat dikentalkan sebelum atau selama proses stewing berlangsung. Dalam pemberian garam, sebaiknya dimasukkan pada akhir stewing, karena dalam dagin dan sayur sudah terkandung garam. Untuk mengolah makanan dengan teknik ini, perlu memperhatikan beberapa hal, diantaranya sebagai berikut :


186 • Daging harus diblansir terlebih dahulu dalam air mendidih, agar kotorannya hilang • Potongan bahan disesuaikan dengan jenis yang akan diolah. • Saus untuk stewingdikentalkan dengan memakai tepung maizena. • Pengolahan daging dengan teknik ini harus sering diaduk, sedangkan pada ikan mengaduknya hati-hati karena ikan mudah hancur. e. Steaming Steaming adalah memasak bahan makanan dengan uap air mendidih. Teknik ini bisa dikenal dengan mengukus. Bahan makanan diletakkan pada steamer atau pengukus, kemudian uap air panas akan mengalir ke sekeliling bahan makanan yang sedang dikukus. Untuk melakukan teknik ini perlu memperhatikan beberapa syarat berikut : • Alat pengukus harus dipanaskan terlebih dahulu diatas air hingga mendidih dan mengeluarkan uap. • Kapsitas alat pengukus harus disesuaikan dengan jumlah bahan yang dikukus. • Makanan harus dibungkus apabila tidak membutuhkan sentuhan uap air langsung. • Air untuk mengukus harus mencukupi. Jika air kukusan habis, makanan yang dikukus akan beraroma hangus. • Untuk hasil yang baik, waktu pengukusan harus tepat. f. Teknik Simmering Simmering (merebus dengan api kecil) Teknik simmering ini adalah teknik memasak bahan makanan dengan sauce atau  bahan cair lainnya yang dididihkan dahulu baru api dikecilkan di bawah titik didih dan direbus lama, dimana dipermukaannya muncul gelembung – gelembung kecil. Temperatur panas sekitar 185 – 205˚F atau 85 – 96˚C. g. Blanhcing Blanhcing adalah memasak makanan dengan cepat. Blanching biasanya dilakukan dengan air panas tetapi bisa juga dengan menggunakan minyak panas. Makanan yang telah di-blanching harus disiram dengan air dingin, untuk menghentikan proses pemasakan lebih lanjut. Tujuan blanching adalah membuang kulit atau bagian luar yang tidak perlukan, memudahkan membuang kotoran yang melekat pada bahan, membuat tekstur bahan makanan menjadi lebih kental, membunuh atau menghentikan reaksi enzim makanan. 2. Teknik Pengolahan Panas Kering ( Dry Heat Cooking) Teknik pengolahan panas kering ( dry heat cooking ) adalah mengohah makanan tanpa bantuan cairan. Misalnya deep frying, shallow frying, roasting, baking, dan grilling. a. Deep frying


187 Deep frying adalah mengolah makanan dengan menggoreng menggunakan minyak dalam jumlah banyak. Pada teknik ini yang digoreng betul-betul tenggelam dalam minyak dan meperoleh hasil yang krispi atau kering. Terdapat 4 cara styledeep fat frying yang populer, yaitu : 1. Cara Perancis ( A’la Fraincaise, French Style) 2. Cara Inggris ( A’la Englaise, English Style) 3. Cara Only ( Al Only, Only Style) 4. Cara menggoreng polos b. Shallow Frying Shallow frying adalah proses mengoreng yang dilakukan dengan cepat dalam minyak goreng yang sedikit. Untuk melakukan teknik ini, perlu memperhatikan beberapa syarat, yaitu sebagai berikut : Dalam menggoreng, menggunakan minyak goreng berbentuk cairan: minyak kelapa, minyak salad, minyak jagung, atau minyak zaitun. Selama proses menggoreng, menggunakan minyak yang sedikit. Saat menggoreng, pastikan minyak telah panas sesuai suhu yang diinginkan. Proses menggoreng dilakukan dengan cepat. Terdapat 2 cara dalam pengolahan shallow frying, yaitu cara pan frying dan sauteing. Pan frying merupakan cara menggoreng dengan minyak sedikit dan mempergunakan frying pan. Makanan yang dimasak dengan cara ini, antara lain telur mata sapi, daging, ommelet scrambled eggs, serta unggas yang lunak dan dipotong tipis. Sauteing adalah mengolah bahan makanan dengan menggunakan sedikit minyak sambil diaduk dan dilakakukan sacara cepat. Teknik ini sering dilakukan pada masakan cina, dan dipakai sebagai teknik penyelesaian pada sayuran kontinental. Pada pengolahan sayuran Indonesia disebut oseng-oseng (tumisan). Bahan makanan yang dimasak dengan cara ini, antara lain onion chopped (bawang bombay cincang),daging, sayuran, dan bumbu. c. Roasting       Roasting adalah teknik mengolah bahan makanan dengan cara memanggang bahan makanan dalam bentuk besar didalam oven. Roasting bentuk seperti oven. Sumber panasnya berasal dari kayu bakar, arang, gas, listrik, atau micriwave oven. Waktu meroasting sumber panas berasal dari seluruh arah oven. Selama proses meroasting berjalan, harus disiram lemak berulaang kali untuk memelihara kelembutan daging dan unggas tersebut. Untuk melakukan teknik ini, perlu memperhatikan beberapa syarat, yaitu sebagai berikut : • Pada saat pengolahan harus dibolak-balik agar matangnya merata. • Daging jenis lain jangan sering dibolak-balik untuk mencegah pengerutan. • Jika pada saat meroasting makanan menjadi kering, perlu dibasahi permukaannya dengan lemak atau cairan lemak yang keluar dari makanan tersebut.


188 • Daging ditusuk dengan alat pengukur tingkat kematangan daging untuk mengetahui tingkat kematangan daging. • Daging utuh tidak berlemak, perlu dilarding. d. Baking Baking adalah pengolahan bahan makanan didalam oven dengan panas dari segala arah. Dalam teknik baking ini ada yang menggunakan loyang yang berisi air didalam oven, yaitu bahan makanan diletakkan dalam loyang. Contoh : puding karamel, hot puding franfrurt. Untuk melakukan teknik ini perlu memperhatikan beberapa syarat yaitu sebagai berikut : • Sebelum bahan dimasukkan, oven dipanaskan sesuai suhu yang dibutuhkan. • Makanan didalam oven harus diletakkan dengan posisi yang tepat. • Selama proses baking, suhu harus terus diperiksa. • Kualitas makanan akan bergantung pada penanganan selama proses baking. • Sebelum diangkat dari oven, periksa kembali makanan. • Penerapan teknik dasar baking dajpat dilakukan pada berbagai bahan makanan, diaantaranya kentang, roti, sponge, cake, biskuit, ikan, sayuran. e. Grilling          Grilling adalah teknik mengolah makanan diatas lempengan besi panas (gridle) atau diatas pan dadar (teflon) yang diletakkan diatas perapian. Suhu yang dibutuhkan untuk grill sekitar 2920C. Grill juga dapat dilakukan diatas bara langsung dengan jeruji panggang atau alat bantu lainnya. Dalam teknik ini, perlu diberikan sedikit minyak baik pada makanan yang akan diolah mauoun pada alat yang digunakan. Untuk melakukan teknik ini perlu memperhatikan beberapa syarat, yaitu sebagai berikut : • Memilih bagian daging yang berkualitas dan empuk. Daging direndam dengan bumbu(dimarinade) sebelum  • Kemudian mengolesi permukaan gridle dan bahan makanan dengan minyak goreng untuk menghindari lengket. • Pergunakan jepitan untuk membalik makanan. • Penerapan teknik dasar grilling dapat dilakukan pada berbagai bahan makanan diantaranya daging, daging cincang,ikan, dan ayam.


189 Bab 43 CSM – media belajar bahasa yang mengasyikkan Materi oleh : Nif’atul Aula, S.Pd, M.Pd SMK NEGERI 4 Bondowoso Dalam pembelajaran Bahasa Inggris ada empat aspek keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa yaitu keterampilan membaca, mendengarkan, berbicara dan menulis. Keempat keterampilan tersebut secara garis besar dibedakan sebagai ketrampilan reseptive yang meliputi ketrampilan membaca dan medengarkan. Sedangkan dua ketrampilan yang lain yaitu ketrampilan berbicara dan menulis disebut sebagai keterampilan memproduksi output atau kita sebut ketrampilan productive. Penerapan keterampilan dalam pengajaran Bahasa Inggris tidak jauh berbeda dengan yang terdapat dalam proses pengajaran Bahasa Indonesia yaitu dimulai dari mendengarkan (listening), selanjutnya berbicara (speaking), membaca (reading) dan yang terakhir menulis (writing). Aspek keterampilan yang terakhir ini yakni menulis, merupakan bentuk keterampilan yang bisa dikatakan lebih sedikit sulit sebab keterampilan menulis membutuhkan setidaknya satu atau dua jenis ketrampilan yang lain yaitu membaca, mendengarkan, dan berbicara. Tingkat kemampuan siswa dalam ketrampilan menulis juga banyak dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya tingkat kemampuan membaca yang masih rendah sehingga siswa juga terkendala dalam menyusun bahan tulisan. Disamping itu, salah satu factor yang berpengaruh juga adalah tingkat kemauan siswa untuk belajar menulis dikarenakan menulis adalah kegiatan yang sedikit menjemukan sebab mereka harus mencurahkan ide mereka dalam bentuk tulisan dan kemudian mengeditnya sehingga layak untuk dibaca. Untuk mencapai keempat ketrampilan tersebut, banyak cara yang bisa dilakukan baik oleh siswa maupun guru selaku fasilitator. Untuk meningkatkan ketrampilan membaca misalnya, guru bisa mulai dari menyajikan teks pendek berupa cerita, naskah ataupun lirik lagu dengan memperhatikan tingkat kemmapuan siswa dan dilakukan secara bertahap dari level termudah sampai membaca yang membutuhkan critical thinking. Untuk meningkatkan kemampuan listening, bisa dilakukan dengan mengkolaborasikan audio video sehingga lebih memudahkan siswa untuk memahami konteks kalimat yang didengar. Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan menonton film tanpa subtitle ataupun dengan mendengarkan atau melihat klip lagu favorit berbahasa Inggris. Untuk speaking bisa dilakukan hal sama seperti pada kemampuan listening, sedangkan untuk ketrampilan menulis bisa dimulai dengan mengajak siswa menuangkan ide dalam bentuk tulisan seseuai dengan topik yang mereka sukai ataupun menuangkan pengalaman mereka dalam bentuk tulisan sederhana. Semua cara diatas membutuhkan bentuk strategi pembelajaran yang pastinya menuntut ketepatan dan kesesuain dengan kemampuan siswa dan juga kebutuhan serta kemajuan jaman.


190 Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi, pola pembelajaran juga mulai menyesuaikan dengan tantangan dan kebutuhan siswa di abad 21. Penggunaan teknologi menurut beberapa hasil penelitian dapat memberikan dampak yang positif diantaranya meningkatnya minat belajar siswa. Jika dibandingkan dengan proses kegiatan belajar mengajar yang konvensional tanpa adanya pemanfaatan teknologi, antusiasme siswa juga cenderung pasif dan proses KBM terkesan monoton. Untuk itu diperlukan adanya sentuhan teknologi dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan sehingga yang akan tercipta bukan hanya suasana belajar yang lebih menyenangkan akan tetapi juga mampu mengenalkan dan memfasilitasi siswa untuk peka dan berdaptasi dengan kemajuan jaman. Hal ini tentunya sejalan dengan apa yang saat ini sedang terjadi yaitu revolusi industry 4.0 dimana kita harus mampu memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan hidup manusia. Di kalangan para siswa, kemajuan pesat teknologi juga berdampak pada pola pikir dan tindakan mereka. Pada era terdahulu, para remaja diusianya banyak yang menyukai bahan bacaan seperti komik karena lebih mudah untuk di pahami dan terkesan lebih asik dibaca karena terdapat kombinasi gambar yang bisa mewakili imajinasi mereka dibandingkan hanya membaca text yang tidak ada sentuhan gambar sama sekali. Kebiasaan siswa membaca komik dalam bentuk buku (baca : edisi cetak), lambat laun mulai berkurang dengan kehadiran komik digital sebagai kompensasi dari kemajuan teknologi. Hal ini jika tidak disadari maka akan berdampak pada hal-hal yang lebih banyak bersifat negative. Untuk itulah diperlukan cara pemanfaatan teknologi yang tepat agar bisa dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung kegiatan proses belajar mengajar selain juga penerapannya bisa mengakomodasi kebutuhan dan minat siswa dalam proses KBM. Ada banyak aplikasi dan software baik yang berbayar maupun gratisan yang bisa dimanfaatkan untuk media pembelajaran baik secara langsung atau hanya bersifat mendukung. salah satu software tidak berbayar adalah Cartoon Story Maker (CSM) atau lebih sering juga dikenal sebagai aplikasi komik digital. Aplikasi ini sendiri adalah software offline yang dapat digunakan untuk membuat kartun 2 dimensi. CSM ini dilengkapi dengan beberapa template karakter dan background yang bisa digunakan dengan mudah bahkan bagi para pemula. Template karakter yang disedikan pun sangat beragam dengan berbagai macam ekpresi dan gaya sehingga pengguna kan dimudahkan ketika membuat sebuah tulisan atau cerita dengan karakter yang dipilih. Disamping itu, software ini juga memberikan kebebasan bagi pengguna untuk mengunggah poto diri dengan berbgai macam ekspresi sesuai dengan kebutuhan cerita. Pengguna juga dimanja dengan berbagai latar atau background yang cantik misalnya di dalam kelas, di pertokoan, di taman ataupun bisa mengunggah poto tempat yang disukai dan sesuai dengan kebutuhan latar cerita. Dan menariknya lagi, tampilan gambar yang ada bisa didukung dengan menambahkan suara baik berupa rekaman ataupun file audio lain seperti lagu atau music untuk melengkapi cerita yang disajikan. Untuk pemanfaatan SCM ini sangat mudah dioperasikan dan bisa diaplikasikan pada semua computer atau laptop yang sudah terinstal Windows XP, Vista dan Windows 7 (semua membutuhkan '.net framework 2.0'. Ini adalah standar pada 'Vista' dan Windows 7, dan umum di XP). Selain itu juga dibutuhkan sound card dan resolusi layer minimal minimal 800 x 600.


191 Seperti yang kita ketahui bahwasanya pemanfaatan media kartun sebagai salah satu sarana pembelajaran banyak memberikan sisi positif. Laksmi Dewi dari UPI Bandung dalam tulisannya menyebutkan bahwa kelebihan media kartun diantaranya menjadikan proses pembelajaran dan pengajaran berlangsung dalam suasana yang gembira dan secara tidak langsung dapat menyampaikan pesan secara menarik. Kartun juga diyakini dapat digunakan dalam berbagai aspek kemahiran berbahasa. Sementara untuk Cartoon Story Maker sendiri selain bisa memberikan manfaat dari penggunaan media kartun juga mampu membekali siswa dengan kemampuan IT yang menjadi bekal mereka untuk menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Banyak manfaat yang diperoleh oleh siswa dan guru ketika mereka memanfaatkan software Cartoon Story Maker ini. Guru dapat menyajikan materi dalam bentuk komik digital ataupun dikonversi dalam bentuk video, sehingga siswa lebih tertarik untuk bisa memperhatikan materi atau topik yang diajarkan. Selain itu, dengan pemanfaatan CSM guru juga dapat menjadikannya sebagai sarana untuk sekaligus memberikan evaluasi pada siswa terkait dengan materi atau topik yang diajarkan. Semisal guru menyediakan naskah atau storyboard yang digunakan siswa untuk membuat cerita. Guru dapat memberikan penugasan pada siswa untuk menceritakan pengalamannya dalam bentuk recount text misalnya tapi dikemas dalam bentuk komik sehingga siswa tidak merasa jenuh atau bosan karena harus menuangkan ide atau pengalamannya dalam bentuk paragraph atau narasi. Dengan penugasan ini guru juga sebenarnya bisa menyisipkan penilaian untuk speaking dengan meminta siswa mengucapkan kalimat yang dituliskan dalam balon kata menjadi bentuk rekaman audio dan bisa didengarkan ketika cerita diputar. Cara lain yang bisa digunakan oleh guru dalam memanfaatkan CSM adalah guru bisa membuat sebagian cerita misalnya pada KD yang berkaitan dengan jenis teks Narrative, guru menugaskan siswa melanjutkan cerita yang sudah diberikan di frame awal (CSM bisa dibuka per halaman yang disebut dengan istilah frame). Tutorial dari pemanfaatan software CSM bisa dilihat pada tautan ini https://youtu.be/HElPg5WMmfk. Dari pemaparan yang diberikan tentang penggunaan software Cartoon Story Maker, harapannya para guru akan termotivasi untuk lebih mengembangkan dan mengupgrade kemampuannya khususnya yang berkaitan dengan kemampuan digital atau IT. Hal ini juga akan menjawab tantangan Pendidikan di abad 21 dan tentunya dengan semakin kompetennya para pendidik, maka harapannya siswa juga akan semakin kompeten dan siap bersaing dalam kancah global.


192 Nifatul Aula, S.Pd, M.Pd Guru SMKN 4 Bondowoso Nama : Nif’atul Aula, S.Pd, M.Pd Tempat/Tanggal Lahir : Gresik, 18 November 1980 Pendidikan Terakhir : S2 Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Malang (2009) Riwayat Pekerjaan : ✓ Guru di SMKN 2 Bondowoso (2009 – 2012) ✓ Guru di SMKN 4 Bondowoso (2012 – sekarang) Kontak HP : 085231813191 Email : [email protected] Link youtube https://youtu.be/HElPg5WMmfk.


193 Bab 44 Menerapkan Disiplin Pegawai Materi oleh Noor Hanifah, S.Pd., M.Pd. SMK NEGERI 1 GIANYAR, BALI Disiplin adalah idaman, dambaan yang diharapkan oleh orang tua, guru, dosen, atasan, teman, sanak family dan masyarakat pada umumnya. Disiplin adalah suatu kebiasaan yang dapat diterapkan dengan sejak dari dalam kandungan, lahir, tumbuh dari anak-anak, dewasa bahkan sampai dengan orang tua, semua memerlukan perilaku disiplin disetiap kegiatan. Barangkali disiplin ini merupakan suatu kata yang mudah diucapkan tetapi tidak semudah dilaksanakan, karena terkesan kaku atau saklek. Namun tidak demikian halnya dengan tujuan penerapan disiplin sebenarnya, dengan disiplin dapat membantu pencapaian tujuan hidup secara teratur, terukur dan tertib. Dalam tulisan ini akan saya kemukakan “Bagaimana Menerapkan Disiplin Pegawai”. Pertama yang dapat saya sampaikan disini Definisi Disiplin Pegawai Negeri Sipil adalah kesanggupan Pegawai Negeri Sipil untuk mentaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundangundangan dan/atau peraturan kedinasan yang apabila tidak ditaati atau dilanggar dijatuhi hukuman disiplin. Maksud dari uraian diatas adalah seorang Pegawai Negeri Sipil seyogyanya dapat menerapkan segala aturan/peraturan yang telah menjadi pedoman dalam bertingkah-laku menjalankan tugas dan kewajibannya sesuai dengan tugas pokok dan gungsinya masing-masing. Dengan demikian jika PNS (Pegawai Negeri Sipil) itu melanggan aturan yang telah ada maka sanksilah yang akan diterima. Untuk mengatur pegawai dalam kinerjanya pegawai perlu diatur dalam Dasar Hukum Disiplin Pegawai yaitu : • Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Sipil; • Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 21 Tahun 2010 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil; • Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2004 tentang Larangan Pegawai Negeri Sipil Menjadi Anggota Partai Politik; • Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil. Selanjutnya Apakah Manfaat dari Menerapkan Disiplin Pegawai? Manfaat yang diharapkan dalam menerapkan disiplin pegawai adalah untuk mewujudkan PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang handal, professional dan bermoral sebagai penyelenggara pemerintahan yang menerapkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik (good governence). Oleh karenanya PNS sebagai unsur Aparatur Negara dituntut untuk setia dan taat pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan pemerintah serta bersikap disiplin, jujur, adil, transparan dan akuntabel dalam melaksanakan tugas.


194 Berikut akan dijelaskan mengenai Tujuan Menerapkan Disiplin Pegawai : • Untuk lebih terjaminnya ketertiban dan kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi PNS (Pegawai Negeri Sipil); • Mendorong peningkatan kinerja dan perubahan sikap dan perilaku PNS (Pegawai Negeri Sipil); • Meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab pegawai; • Mempercepat proses perubahan kearah peningkatan profesionalisme dalam bekerja. Dari uraian diatas dapat kita jabarkan antara lain, dengan sikap disiplin pegawai akan dapat memperlancar pelaksanaan tugas/pekerjaannya serta fungsinya sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil). Dimana kedudukan PNS adalah sebagai pegawai pemerintah yang bertugas melayani masyarakat dari semua lapisan dengan segala konsekuensi pekerjaan yang digeluti. Dengan sikap disiplin seperti datang pada waktunya akan dapat mendorong peningkatan kinerja dan perubahan sikap dan perilaku PNS. Mengapa disiplin dikatakan dapat mendorong peningkatan kinerja, karena dengan disiplin waktu misalny pegawai akan merasa dibatasi gerakannya dengan waktu yang tersedia sehingga ketika kesadaran dengan jumlah waktu yang disediakan dan dimanfaatkan dengan maksimal pegawai tersebut timbul semangat dan keikhlasan dalam melaksanakan kegiatan. Sehigga apa yang dikerjakan dengan senang hati dan semangat tinggi akan dapat menghasilkan hasil kerja yang maksimal. Peningkatan sikap disiplin dan tanggungjawab terhadap pekerjaan dapat diperoleh dari sikap keseharian, kontinuitas pekerjaan sehari-hari dan perlu dicontohkan oleh semua stake holder didalam organisasi dan secara Bersama-sama sehingga peningkatan kedisiplinan dan tanggungjawab pegawai sebagaimana yang diharapkan dapat tercapai secara simultan dan menyeluruh. Tindak lanjut setelah tercapai upaya peningkatan sikap disiplin dari setiap anggota organisasi selaku PNS (Pegawai Negeri Sipil) maka akan didapatlah proses perubahan kearah profesionalisme dalam bekerja. Sikap profesionalisme di dalam bekerja ini adalah dimana seorang pegawai dengan cara yang efisien dan efektif dapat melayani masyarakat sesuai dengan keahliannya dan dapat ditempuh dalam waktu yang relative singkat dengan hasil pelayanan yang maksimal, sehingga konsumen terlayani dengan maksimal dan merasa puas akan pelayanan yang diberikan. Selain peraturan yang perlu ditaati PNS, dalam melaksanakan tugasnya pegawai memiliki kewajiban antara lain : • Mengucapkan sumpah/janji PNS; • Mengucapkan sumpah/janji jabatan; • Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pemerintah; • Menaati segala ketentuan peraturan perundang-undangan; • Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian, kesadaran dan tanggung jawab; • Menjunjung tinggi kehormatan negara, Pemerintah dan martabat PNS;


195 • Mengutamakan kepentingan negara dari pada kepentingan sendiri, seseorang dan/atau golongan; • Memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan; • Bekerja dengan jujur, tertib, cermat dan bersemangat untuk kepentingan negara; • Melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan, keuangan dan materiil; • Masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja; • Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan; • Menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya; • Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat; • Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas; • Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier; • Mentaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Selain Kewajiban PNS, perlu saya sampaikan juga larangan bagi PNS yang dapat diuraiakan sebagai berikut : • Menyalahgunakan wewenang; • Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain; • Tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau Lembaga atau organisasi internasional; • Bekerja pada perusahaan asing, konsultan asing, atau Lembaga swadaya masyarakat asing; • Memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan atau meminjamkan barang-barang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah. Demikianlah uraian saya dalam menerapkan Disiplin Pegawai Negeri Sipil yang dapat saya sampaikan, semoga dapat memperluas wawasan pembaca dan bermanfaat. Noor Hanifah, S.Pd, M.Pd Guru SMKN 1 Gianyar, Bali Nama Lengkap : Noor Hanifah, S.Pd., M.Pd. Tempat/Tanggal Lahir : Kudus, 30 Juli 1964 Pendidikan Terakhir : S2 Administrasi Pendidikan, Undiksha Singaraja, 2009. Riwayat Pekerjaan : ✓ Guru SMK Tahun 1987 – sekarang; ✓ Dosen Universitas Terbuka Tahun 2009 – sekarang Instansi : SMK Negeri 1 Gianyar, Bali Nomor WA : 0812 4608 254


196 Bab 45 MAGASING (Matematika Gampang Asyik dan Menyenangkan) Materi oleh Nova Candraningtiyas, S.Si Antologi Virtual Coordinator Indonesia 2019 SMK Negeri 2 Sukorejo Kab. Pasuruan Jawa Timur Matematika sampai sekarang masih sering dinobatkan sebagai mata pelajaran yang dianggap susah oleh sebagian peserta didik. Dilansir dari kompasiana.com, bagi kebanyakan peserta didik, matematika adalah mata pelajaran yang dianggap sulit. Ini terbukti dari survey yang dilakukan oleh Programme for International Student Assessment (PISA) di bawah Organization Economic Cooperation and Development (EOCD) yang dilakukan pada 65 negara di dunia tahun 2012 lalu, mengatakan bahwa kemampuan matematika peserta didik di Indonesia menduduki peringkat bawah dengan skor 375. Ada beberapa hal yang mendasari persepsi peserta didik bahwa matematika susah. Diantaranya adalah penyampaian materi dianggap membosankan, bentuk soal dan hasil jawaban sebagian besar hanya berupa angka atau bilangan atau variabel, untuk memecahkan satu soal bisa dengan banyak rumus yang dipakai, merasa tidak ada korelasi langsung dengan kehidupan sehari-hari, takut tidak bisa mengerjakan, persepsi turun-temurun dari kakak kelas sebelumnya tentang susahnya mempelajari matematika Direktur Seameo Qitep in Mathematics, Prof Drs Subanar, PhD mengatakan, kendala dalam mempelajari matematika sebenarnya disebabkan lantaran masyarakat, guru, hingga mahasiswa memandang ilmu tersebut hanya sebatas berhitung. "Apakah matematika itu, orang sudah berusaha menjawabnya ribuan tahun yang lampau. Secara etimologis, matematika berarti máthẽma yang berarti belajar atau ilmu," paparnya dikutip dari laman Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Selasa (8/11/2016). Lebih lanjut, tutur Subanar, sekira 500 tahun sebelum masehi (SM) matematika dipahami sebagai ilmu mengenai bilangan-bilangan dan menghitung dengan bilangan-bilangan. Barulah ketika pada masa Isaac Newton (1643-1727) dan GW Leibnitz (1646-1716) secara independen berkembang kalkulus. Subahar menjelaskan, dengan kalkulus para matematikawan dapat mempelajari hal-hal yang bersifat dinamis, seperti pergerakan, planet, gaya tarik bumi, penerbangan di angkasa, aliran zat cair, penyebaran penyakit, fluktuasi hargam, dan lain sebagainya. Sehingga, pada akhirnya matematika dikenal sebagai ilmu mengenai bilangan, bangun, pergerakan, perubahan, dan ruang. Untuk memberikan kemudahan-kemudahan belajar matematika, ada beberapa macam cara yang berkembang, salah satunya adalah metode yang diperkenalkan oleh Pofesor Yohanes Surya, fisikawan Indonesia. Prof. Yohanes Surya Ph.D. mengajarkan bagaimana belajar Matematika secara praktis dan menyenangkan. Dengan metode GASING (gampang, asyik dan menyenangkan), beliau mengajarkan juga bagaimana cara mengoptimalkan otak kanan yang selama ini mungkin sering diabaikan sehingga Matematika terkesan sebagai pelajaran menakutkan dan harus dihindari.


197 “Matematika dianggap sebagai pelajaran yang menakutkan itu tidak benar dan mindset itu harus diubah sebab Matematika itu gampang dan menyenangkan. Matematika adalah ilmu pasti yang menyenangkan karena selalu ada jawabannya asalkan tahu bagaimana penyelesaiannya”, ungkap Prof. Yohanes Surya pada acara pemecahan rekor dunia, Guinness World Records, belajar Matematika serentak dalam satu kelas dengan peserta terbanyak yaitu 2.905 orang peserta yang terdiri dari siswa sekolah, guru, dan kepala sekolah di Palembang tahun 2015. Dari sinilah kemudian berkembang istilah MAGASING (Matematika Gampang Asyik dan Menyenangkan). Prof. Yohanes Surya memberikan pemahaman menghitung Matematika dengan membalikkan kebiasaan menghitung. Jika selama ini kita diajarkan menghitung penjumlahan dari belakang, beliau justru memulainya dari depan. Dan semua peserta membuktikan bahwa menghitung dari depan jauh lebih cepat dan gampang. Dengan bimbingan Prof. Yohanes Surya, Ph.D telah terbukti bahwa murid dari pelosok Papua yang kemampuan berhitungnya masih sangat rendah, ternyata dalam 6 bulan – 1 tahun saja mereka sudah bisa menguasai materi Matematika untuk kelas 1 sampai dengan kelas 6 SD. Ini sebagai salah satu bukti bahwa Matematika itu bisa dipelajari dengan gampang, asyik dan menyenangkan. Selain itu, Magasing juga membangun siswa untuk menjadi pembelajar mandiri yang cerdas, berpikir saintifik, kritis, kreatif, percaya diri serta membangun siswa untuk memiliki kecerdasan kosa kata yang baik, cerdas angka & rasional, cerdas ruang/tempat/gambar, cerdas interpersonal & intrapersonal. Pembelajaran Magasing ini dibuat berurutan dari konsep yang termudah hingga yang tersulit. Magasing bukan sekedar drilling saja, tetapi siswa dapat dengan mudah memahami matematika dan menemukan sendiri caranya. Siswa diajarkan kongkritnya dahulu sebelum abstrak, siswa memahami konsep matematika dan bereksplorasi dengan menggunakan alat peraga. Dengan metode Magasing, jika anak telah mengenal bilangan dan nilai tempat hingga banyak maka penjumlahan berapapun digitnya akan dikuasai. Jadi metode gasing mengenal istilah titik kritis untuk setiap bab atau topik atau materi. Titik kritis tersebut meliputi penjumlahan, perkalian, pengurangan dan pembagian. Pada pembahasan kali ini akan diuraikan titik kritis pada tahap penjumlahan PENJUMLAHAN CORET METODE MAGASING Kotak TeksKotak Teks Dengan mencongak, sedikit demi sedikit soal matematika ini diberikan yang menghasilkan penjumlahan 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9. Kemudian beralih ke perhitungan mendatar atau menurun, misal : • 7+ 7 = • 6 + 9 = • 9 + 8 + 7 = • 4 + 5 + 9 + 8 + 2 + 1 + 3 + 7 + 6 + 5 + 8 = Jika sudah cepat dalam hal mencongak, pasti dapat menjawab cepat soal matematika di atas. Di Magasing "Jika angka yang dijumlah lebih dari 10, coret".


198 Nova Candraningtiyas, S.Si Huru SMKN 2 Sukorejo Pasuruan Nama Lengkap: Nova Candraningtiyas, S.Si Tempat/ tanggal lahir: Surabaya, 16 November 2018 Pendidikan terakhir: S-1 Matematika Fakultas MIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya (2001-2006) Riwayat pekerjaan: ✓ Guru SMK Darut Tauhid Bangil Pasuruan (2006- 2010) ✓ Guru SMK Negeri 2 Sukorejo Pasuruan (2010- sekarang) Alamat email. : [email protected]


199 Bab 46 Keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium science dan computer Materi oleh Nurin Kusumawati SMKN 8 PANDEGLANG Perdana mengawali penulisan antologi dalam rangka peningkatan kompetensi guru dalam menulis, saya mencoba mengisahkan awal jejak saya selama berperan sebagai nara sumber selama kegiatan VCT (Virtual Coordinator Training) yang telah diselenggarakan oleh SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization) dengan tema Keselamatan dan Kesehatan Kerja di laboratorium Science dan Komputer.Proses selama berperan menjadi nara sumber dapat dilihat di https://m.youtube.com/watch?v=-ZO-sDVdCmQ&t=17s Kesehatan dan Keselamatan Kerja di laboratorium science dan computer sangat penting diperhatikan dan diterapkan sebelum praktikum, selama proses praktikum, dan setelah praktikum berlangsung. Praktikan perlu memahami hal-hal yang perlu diperhatikan selama di laboratorium. Laboratorium adalah suatu tempat dimana peserta didik melakukan percobaan. Bekerja di laboratorium tak akan lepas dari berbagai kemungkinan terjadinya bahaya dari berbagai jenis bahan kimia baik yang bersifat sangat berbahaya maupun yang bersifat berbahaya. Selain itu, peralatan yang ada di dalam Laboratorium juga dapat mengakibatkan bahaya yang tak jarang berisiko tinggi bagi Praktikan yang sedang melakukan praktikum jika tidak mengetahui cara dan prosedur penggunaan alat yang akan digunakan . Beberapa ketentuan perundang-undangan yang berkaitan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja antara lain: Undang-undang No. 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja. “Tiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan, kesehatan, kesusilaan, dan pemeliharaan moral kerja serta perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia dan moral agama”. Undang-undang nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Undang-undang ini mengatur tentang keselamatan kerja di segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air, maupun di udara yang berada di wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. Di dalam peraturan ini tercakup tentang ketentuan dan syarat-syarat keselamatan kerja dalam perencanaan, pembuatan, pengangkutan, peredaran, perdagangan, pemakaian, penggunaan, pemeliharaan, dan penyimpanan bahan, produk teknis, dan alat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan. Tujuan umum dari dikeluarkannya undang-undang ini adalah agar setiap tenaga kerja dan orang lain yang berada di tempat kerja mendapat perlindungan atas keselamatannya, dan setiap sumber-sumber produksi dapat dipakai dan digunakan secara aman dan efisien sehingga akan meningkatkan produksi dan produktifitas kerja. Menurut keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Kep. 463/MEN/1993 Adalah “upaya perlindungan untuk tenaga kerja dan orang lainnya di tempat kerja agar selalu dalam keadaan selamat dan sehat, serta agar setiap sumber produksi dapat digunakan secara aman dan efisien.”


200 Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan perlindungan tenaga kerja dari segala aspek yang berpotensi membahayakan dan sumber yang berpotensi menimbulkan penyakit akibat dari jenis pekerjaan tersebut, pencegahan kecelakaan dan penserasian peralatan kerja, dan karakteristik pekerja serta orang yang berada di sekelilingnya. Sarana penunjang yang membantu kegiatan praktikum diantaranya: • Bak cuci • instalasi listrik • Meja kerja • Emergency Alarm • Alat pemadam kebakaran • 2 pintu ( masuk/keluar dan darurat ) • Terdapat toilet yang memadai • Dinding dan lantai mudah dibersihkan • Ventilasi • Jas Laboratorium • Jenis masker Laboratorium • Kacamata pelindung • Sarung tangan steril • Sepatu Karet Laboratorium • Penutup kepala Hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu melakukan praktikum di  Laboratorium Science dan Computer : • Melindungi petugas/ Praktikan • Melakukan sterilisasi yang cukup sebelum mencuci alat/membuang sisa specimen. • Menyediakan tempat tersendiri untuk peralatan yang digunakan dan telah terkontaminasi dengan bakteri. • Menyediakan tempat untuk sampah terkontaminasi dan tidak terkontaminasi. • Gunakan sarung tangan dengan tepat Diharapkan adanya antologi ini dapat dijadikan bahan acuan kegiatan praktikum di Laboratorium Science dan Computer. Semakin tinggi pelayanan kesehatan dalam kegiatan laboratorium dapat menjamin kegiatan praktikum peserta didik. Semoga dengan adanya antologi ini dapat bermanfaat bagi pihak akademisi untuk menentukan rencana pendidikan di wilayah Banten.


Click to View FlipBook Version