The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-BOOK KONSERVASI FLORA DAN FAUNA YANG DILINDUNGI (1)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Khairul Hidayah, 2023-12-07 00:37:00

E-BOOK KONSERVASI FLORA DAN FAUNA YANG DILINDUNGI (1)

E-BOOK KONSERVASI FLORA DAN FAUNA YANG DILINDUNGI (1)

Keywords: Flora dan Fauna

Flora dan Fauna yang di Lindungi di Indonesia Fatimah Azzahrah Khairul Hidayah Milzen Adriataspen Tim Penyusun :


Tim Penyusun : Fatimah Azzahrah Khairul Hidayah Milzen Adriataspen Copyright©2023. Authors All rights reserved


Kata Pengantar Puja dan puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya lah penulis dapat menyelesaikan e-booklet Pendidikan Konservasi dengan judul "Flora dan Fauna yang di Lindungi di Indonesia" ini dengan tepat pada waktunya. Maksud dan tujuan dari penulisan e-booklet ini tidak lain untuk memenuhi salah satu dari kewajiban mata kuliah Pendidkan Konservasi serta merupakan bentuk langsung tanggung jawab penulis pada tugas yang diberikan. Pada kesempatan ini, penulis juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Prof. Aceng Ruyani M.Si dan Bapak Dr. Bhakti Karyadi M.Pd selaku dosen mata kuliah Pendidikan Konservasi serta penyusun e-booklet dan anggota kelas 5A yang telah membantu dalam penyelesaian e-booklet ini baik secara langsung maupun tidak langsung. Penulis menyadari bahwa manusia tidak luput dari kesalahan dan kekurangan, serta kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Esa sehingga dalam penulisan dan penyusunannya masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat penulis harapkan dari pembaca dalam upaya evaluasi diri untuk lebih baik kedepannya. Bengkulu, 28 November 2023 Tim Penyusun


Daftar Isi KATA PENGANTAR....................................................................................................................................i DAFTAR ISI..........................................................................................................................................ii Menyelematkan Badak Sumatera dari Perburuan Bebas Manusia....................................................................1 Deskripsi Habitat Anggrek....................................................................................................................12 Identifikasi Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) Di Indonesia..........................................................22 Mengenal lebih dekat tanaman kantong semar.........................................................................................34 Identifikasi bunga Bangkai Raksasa........................................................................................................57 Mengenal status kelangkaan hewan tapir Sumatera.................................................................................69 Bunga Abadi Edelwis............................................................................................................................77 Duyung(dugong dugon) Mamalia Laut yang Dilindungi Pemerintah Indonesia...................................................89 Kajian Ekologi dan Konservasi Exsitu Tanaman Palem Jawa.........................................................................102


Mengenal Hewan Kijang ......................................................................................................................115 Keajaiban Burung Rangkong Penjaga Hutan yang Hebat.............................................................................123 Mengenal Lebih Jauh Kodok Merah yang Dilindungi....................................................................................122 Terancamnya Badak Bercula Satu...........................................................................................................132 Mengenal Lebih Dekat Ketam Kenari yang Dilindungi Pemerintah Indonesia....................................................144 Mari Mengenal Burung Nuri Raja Ambon yang Dilindungi.............................................................................158 Mengenal Habitat Burung Merak Hijau....................................................................................................170 Keajaiban Bawah laut Pari Gergaji Lancip dan Ekosistemnya yang Menajubkan .............................................181 Mengidentifikasi Lutung Budeng yang Hampir Terancam Punah...................................................................194 Mengenal jenis dan kerapatan Musang Linsang serta Mengetahui Lebih Jauh Tentang Konservasi dan Perlindungan Musang Linsang...............................................................................................................205 Komodo merupakan Hewan Lindungan .....................................................................................................215


Lebih Mengenal Burung Walet Gunung .............................................................................................227 Ekologi Harimau Sumatera.............................................................................................................239 Identifikasi Status Konservasi, Habitat dan Peluang Perbanyakan Burung Endemik Sumatera yang Terancam Punah..........................................................................................................................251


BADAK SUMATRA Dicerorhinus sumatrensis Pendidikan Konservasi Menyelamatkan Badak Sumatra dari Perburuan Bebas Manusia 1


Identitas penulis Nama : Nurcahyani Npm : A1M021001 Asal institusi : Universitas Bengkulu No. Hp : 082269209604 Kota Asal : Bengkulu 2


Habitat Badak Sumatra Habitat badak sumatera berkisar antara hutan rawa dataran rendah hingga hutan pegunungan, walaupun secara umum hewan langka ini lebih menyukai hutan yang memiliki vegetasi lebat namun banyak ditemukan di hutan dataran rendah sekunder yang mempunyai sumber air, peneduh dan makanan yang tumbuh rendah. selain menghuni pulau Sumatra badak Sumatra ini juga menghuni pulau KalimantanTimur yang keberadaannya tercatat daerah Kutai Barat dan Mahakam Ulu(Anggara & Setiawan, 2019). 3


Kelangkaan populasi badak sumatera yang berjumlah kurang dari 200 ekor ini menjadi kekhawatiran banyak pihak yang berusaha menyelamatkan badak tersebut agar tetap bertahan dan terus berkembang. Salah satu upaya pemerintah dalam melindungi satwa tersebut adalah dengan menjamin konservasi di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang terletak di kabupaten Tanggamus(Marsum & Dewi, 2020). Selain Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Taman Nasional Way Kambas juga merupakan taman nasional dipulau sumatra yang di jadikan sebagai lahan konservasi badak sumatra, zulfi arsan selaku koordinator tim Dokter Hewan SRS TNWK mengemukakan bahwa pada tanggal 30 september 2023 ini telah lahir bayi badak sumatra dari induk yang bernama ratu, bayi badak yang di lahirkan berjenis kelamin betina dengan berat 27 kg. 4


Peluang perbanyakan Kelangkaan populasi badak sumatera yang berjumlah kurang dari 200 ekor ini menjadi kekhawatiran banyak pihak yang berusaha menyelamatkan badak tersebut agar tetap bertahan dan terus berkembang. Salah satu upaya pemerintah dalam melindungi satwa tersebut adalah dengan menjamin konservasi di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang terletak di kabupaten Tanggamus(Marsum & Dewi, 2020). Selain Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Taman Nasional Way Kambas juga merupakan taman nasional dipulau sumatra yang di jadikan sebagai lahan konservasi badak sumatra, zulfi arsan selaku koordinator tim Dokter Hewan SRS TNWK mengemukakan bahwa pada tanggal 30 september 2023 ini telah lahir bayi badak sumatra dari induk yang bernama ratu, bayi badak yang di lahirkan berjenis kelamin betina dengan berat 27 kg. 5


Ciri-ciri badak sumatra Badak sumatra memiliki morfologi sebagai berikut: Tinggi badak sumatera diukur dari telapak kaki sampai bahu antara 120-135 cm, panjang dari mulut sampai pangkal ekor antara 240- 270 cm. 1. 2.Berat tubuhnya dapat mencapai 909 kg. 3.Tubuhnya tidak berambut kecuali dibagian telinga dan ekornya. Tubuhnya gemuk dan agak bulat, kulitnya licin dan berambut jarang, menarik perhatian dengan adanya dua lipatan kulit yang besar. 4. Lipatan pertama melingkari pada paha diantara kaki depan, dan lipatan kedua di atas abdomen dan bagian lateral. 5. Di atas tubuhnya tidak ada lipatan, jadi lipatan kulit tampak nyata dekat kaki belakang dan lipatan bagian depan dekat kedua culanya. 6. Cula bagian depan (anterior) di atas ujung dari moncongnya jauh lebih besar dari cula bagian belakang (pasterior). 7. Badak sumatera merupakan badak terkecil dan jenis yang paling primitif dari kelima jenis 8. badak yang masih hidup di dunia namun tergolong hewan dilindungi(Djuri, 1814). 9. 6


Peluang pemanfaatan badak Sumatra Keberadaan badak berdampak kepada alam yaitu dapat menyebarkan benih untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Badak merupakan satwa pemakan semak dan pucuk daun sehingga merangsang tumbuhnya pucuk-pucuk baru, dengan pucuk daun baru dapat menyerap karbon dioksida lebih banyak dari pucuk tua, dan dapat mengurangi polusi udara . 7


Tantangan konservasi badak Sumatra Penurunan jumlah populasi badak sumatra tersebut disebabkan oleh faktor eksternal dan intrinsik badak sendiri. Ancaman luar tersebut seperti perburuan liar dan penurunan mutu habitat. Kondisi ini menyebabkan badak sulit bertemu dan kawin sehingga mempengaruhi perkembangbiakannya. Selain itu, populasi kecil memperbesar terjadinya perkawinan dengan kerabat dekat (in-breeding). Sementara ancaman intrinsik bisa disebabkan oleh dua hal, pertama karena perilaku perkawinan alamiah dan kedua karena gangguan reproduksi. Proses perkawinan badak Sumatera hanya terjadi pada keadaan birahi dan masa subur betina. Sayangnya masa subur hewan mamalia tersebut sangat singkat. Pertemuan jantan dan betina di luar masa kawin justru menimbulkan perkelahian yang dapat berakibat fatal bagi salah satu atau keduanya. Sementara gangguan reproduksi terjadi karena badak betina yang lama tak kawin menyebabkan munculnya tumor dan kista, hal inilah yang menghambat konservasi dan perkembangbiakan badak Sumatra. 8


Menghimbau Masyarakat untuk tidak membuka lahan perkebunan secara liar supaya tidak merusak habitat asli badak Sumatra. 1. Memberitaukan manfaat badak kepada Masyarakat bahawa di alam liar badak Sumatra sangat penting sebagai penunjang ekosistem alam 2. Memberitaukan kepada Masyarakat bahwa cula badak tidak memiliki manfaat apapun dalam aspek Kesehatan. Karena badak banyak diburu untuk diambil culanya, supaya badak tetap Lestari pihak pemerintah meberikan sosialisasi kepada Masyarakat bahwa cula badak tidak memiliki manfaat untuk Kesehatan dan memberikan alternatif lain kepada Masyarakat dengan membangun rumah sakit disekitar wilayah tersebut. 3. Cara menyelamatkan Badak Sumatra dari Perburuan Bebas Manusia 9


kesimpulan Badak sumatra merupakan jenis badak terkecil didunia yang hanya memiliki tinggi sekitar 120-135cm. Badak Sumatra merupakan salah satu hewan yang dilindungi oleh pemerintah indonesia karena populasi dari badak itu sendiri kurang dari 200 individu dan tergolong kedalam hewan yang sangat terancam punah. Pemerintah telah melakukan konservasi guna mengembangbiakkan hewan tersebut yang terdapat pada Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang terletak di kabupaten Tanggamus dan Taman Nasional Way Kambas. Badak sulit dikembangbiakkan karena sulitnya menyamakan habitat asli dengan buatan, serta singkatnya masa birahi badak betina, badak hanya bisa dikawinkan semasa badak betina birahi apabila tidak dikawinkan pada saat itu juga maka ditakukan badak akan saling serang dan melukai kedua badak tersebut. Badak harus dilindungi demi kelestarian alam dan lingkungan, karena peranan badak dalam ekosistem cukup penting dalam pertumbuhan pucuk daun guna penyerapan karbon dioksida. . 10


DAFTAR PUSTAKA Anggara, H., & Setiawan, A. (2019). Dinamika Daya Dukung Habitat Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) di Areal Pengembangan Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas. Jurnal Sylva Lestari, 7(1), 62. Djuri, S. (1814). BADAK SUMATERA (Di cerorhinus s umatrensis). Haerudin, R., Mochammad, S., & Widodo, S. (2016). Status Kritis Dua Jenis Badak Di Indonesia. Jurnal Biologi, 6(1), 73–83. Marsum, & Dewi, L. K. (2020). Peran Pengawasan Dalam Meningkatkan Kinerja Pada Kegiatan Konservasi Pelestarian Badak Sumatera Di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Kabupaten Tanggamus. JISIP: Jurnal Ilmu Sosial Dan Politik, 3(01), 17–35. 11


Deskripsi Habitat Anggrek 12


Nama : Bella Trisky Amanda NPM : A1M021003 Kelas : 5A TTL : Curup, 01 Januari 2003 Asal : Rajang Lebong Hobi : Memasak Biodata 13


Potensi Perkembangan Anggrek di Indonesia Nama Ilmiah : Orchidaceae Nama Lokal : Anggrek 14


Keberadaan anggrek epifit di alam sangat bergantung pada komponen hutan sebagai habitatnya yaitu inang atau menempel pada kayu, sehingga anggrek cocok dan hidup pada kondisi lingkungan yang sejuk, kelembaban yang tinggi dan ternaungi dari sinar matahari. Menurut Sutiyoso dan Sarwono (2005) anggrek epifit merupakan anggrek yang menempel inang pohon baik yang masih hidup ataupun mati yaitu pada batang, dahan dan ranting. Sedangkan anggrek terestrial tumbuh liar di alam dan sangat bergantung pada komponen hutan sebagai habitatnya yaitu tanah. Apabila komponen tersebut terganggu, maka dapat mengancam kelestarian dari tanaman anggrek terestrial (Arkadyah dan Lita 2019). 15


Status Konservasi Anggrek Status konservasi Anggrek adalah IUCN. Keberadaan anggrek di alam terus mengalami penurunan yang disebabkan oleh kerusakan habitat dan eksploitasi yang berlebih (Wulanesia, 2017). Upaya konservasi yang dilakukan selama ini sering mengalami kesulitan dikarenakan data dan informasi belum cukup memadai sebagai dasar pengelolaan, tidak terkecuali pada kawasan konservasi (Setyawati 2010). Semakin meluasnya kerusakan hutan akan mengakibatkan jenis-jenis tersebut menjadi terancam kepunahan (Hamid, 2013). 16


Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh UGM menyatakan bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman jenis anggrek yang cukup banyak. Namun sangat disayangkan usaha pelestarian terhadap tanaman yang ditetapkan sebagai puspa pesona nusantara ini masih sangat rendah. Apabila tidak ada pihak yang benar-benar focus melakukan konservasi maka anggrek tidak bisa diselamatkan apalagi ditambah dengan kegiatan illegal logging serta kebakaran hutan. Atas dasar fenomena tersebut, Fakultas Biologi UGM bekerja sama dengan berbagai pihak, antara lain, sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, lembaga penelitian, dan instansi pemerintah untuk melakukan riset terhadap tanaman anggrek. Fakultas Biologi berusaha untuk menjadi center of excellent bagi pelestarian tanaman anggrek di wilayah tropis. Berbagai upaya yang telah dikembangkan, antara lain, identifikasi anggrek, budidaya, kultur jaringan tumbuhan, persilangan anggrek lokal, dan membuat tanaman transgenik anggrek. Peluang Perbanyakan 17


1.Meningkatkan Kualitas Udara Beberapa tanaman dengan kinerja terbaik dalam penelitian awal adalah anggrek dendrobium. Tim NASA menemukan bahwa anggrek dendrobium dapat menghilangkan senyawa seperti formaldehida, toluena, dan xilena dari udara. 2. Mengurangi stress Ada beberapa jenis bunga anggrek yang dapat mengobati rasa stres, seperti Aerides odorata, Vanda tricolor, Dendrobium crumenatum, dan Phalaenopsis violacea. Spesies bunga-bunga anggrek ini memiliki aroma yang harumnya menenangkan. 3. Meningkatkan Penglihatan Daun dan bunga anggrek kaya akan Vitamin C dan E. Mengonsumsinya setiap hari dapat meningkatkan penglihatan dan mencegah penyakit terkait mata. Daun dan bunga anggrekdapat dikonsumsi dengan cara memasaknya bersama sayuran atau menjadi jus. Peluang Pemanfaatan 18


Dalam meningkatkan upaya konservasi tanaman anggrek ini sendiri memiliki banyak tantangan, Adapun beberapa tantangan yang dimaksud sebagai berikut : 1. Kurangnya kesadaran untuk menjaga keberlangsungan tanaman anggrek ini sendiri 2. Maraknya aktivitas illegal loging yang dilakukan manusia 3. Terjadinya kebakaran hutan yang bisa mengubah struktur habitat 4. Pengaruh perubahan iklim Tantangan Konservasi 19


Dari beberapa hal yang dikemukakan dapat disimpulkan bahwa anggrek merupakan salah satu jenis tanaman atau flora Indonesia yang memiliki status konservasi terancam punah. Hal ini terjadi karena beberapa factor yang Sebagian besar disebabkan oleh manusia dan ada juga Sebagian kecil yang disebabkan oleh factor alam. Maka dari itu perlu untuk kita meningkatkan kesadaran dalam pentingnya menjaga kelestarian flora dan fauna yang bahkan menjadi puspa pesona nusantara ini untuk keberlangsungan keseimbangan alam kedepannya. KESIMPULAN 20


Daftar Pustaka Baiduri, Nadia dan Fitriani.2019. KEANEKARAGAMAN JENIS DAN HABITAT ANGGREK (ORCHIDACEAE) DI BUKIT LAWANG. JURNAL BIOLOGICA SAMUDRA. 1 (2): 22-27, (2019 Demina, Monika,dkk.2020.Characters of Epiphyte and Terrestrial Orchids Habitats in Kantumilena Village, Yokari District, Jayapura Regency. Jurnal Kehutanan Papuasia. 6 (1) : 62 – 70 (2020) Sarinah dan Ratna Herawatiningsih.2018. JENIS - JENIS ANGGREK (Orchidaceae) DI HUTAN SEKUNDER PADA AREAL IUPHHK HTI PT BHATARA ALAM LESTARI KABUPATEN MEMPAWAH. JURNAL HUTAN LESTARI.Vol. 6 (3) : 499 – 509 21


Dosen pengampu: Prof. Dr. Aceng Ruyani, M.Si IDENTIFIKASI MACAN TUTUL JAWA (Panthera Pardus melas) di indonesia yang terancam punah 22


Nama: Tri Naya Susana Npm:A1M021005 Kelas:5A TTL:Bengkulu,13Oktober 2002 Asal: kota bengkulu Hobi:memasak 23


NAMA ILMIAH: Panthera pardus Melas NAMA LOKAL: MACAN TUTUL Sumber Google.com 24


1. GAMBAR SPESIES MACAN TUTUL 2. DESKRIPSI HABITAT MACAN TUTUL 3. STATUS KONSERVASI MACAN TUTUL 4.PELUANG PERBANYAKAN MACAN TUTUL 5.PELUANG PEMANFAATAN MACAN TUTUL 6. TANTANGAN KONSERVASI MACAN TUTUL 7. KESIMPULAN 8. DAFTAR PUSTAKA POINT PEMBAHASAN 25


STATUS KONSERVASI MACAN TUTUL Macan tutul jawa (Panthera pardus) merupakan satwa endemik Pulau Jawa yang dilindungi oleh Pemerintah Indonesia. Macan tutul jawa memiliki status konservasi vulnerable atau rentan yang ditetapkan oleh The International Union for Conservation of Nature (IUCN) karena populasinya yang terus menurun (WWF, 2018). Macan tutul jawa secara hukum dilindungi di Indonesia, yang tercantum di dalam UU No. 5 tahun 1990 dan PP No.7 tahun 1999. Dikarenakan hilangnya habitat hutan serta penangkapan liar, daerah sebaran dan populasi hewan ini semakin menyusut(Santoso & Restanto, 2021) Sumber Google.com 26


GAMBAR SPESIES MACAN TUTUL JAWA Macan tutul (bahasa Latin: Panthera pardus) atau Harimau Bintang adalah salah satu dari empat kucing besar. Hewan ini dikenal juga dengan sebutan harimau dahan karena kemampuannya memanjat. Pada mulanya, orang berpikiran bahwa macan tutul adalah hibrida dari singa dan harimau, sehingga muncul nama "leopard" di kalangan peneliti Eropa awal. Macan tutul jawa (P. p. melas) adalah fauna identitas Jawa Barat dan termasuk hewan yang terancam punah di Indonesia. Macan tutul berukuran besar, dengan panjang tubuh antara satu sampai dua meter. Spesies ini pada umumnya memiliki bulu berwarna kuning kecokelatan dengan bintik-bintik berwarna hitam. Bintik hitam di kepalanya berukuran lebih kecil. Macan tutul betina serupa, dan berukuran lebih kecil dari jantan. Macan tutul adalah hewan penyendiri, yang saling menghindari satu sama lain. Spesies ini lebih aktif di malam hari. Karena tingkat kematian anak yang tinggi, betina biasanya mempunyai satu sampai dua anak, yang tinggal bersama induknya sampai macan muda berumur sekitar antara satu setengah sampai dua tahun. Macan rutul merupakan pemburu oportunitis, yang menggunakan segala kesempatan untuk mendapatkan mangsanya. Mereka memakan hampir segala mangsa dari berbagai ukuran. Mangsa utamanya terdiri dari aneka hewan menyusui, binatang pengerat, ikan, burung, (RUSTIADI, 2015) Sumber Google.com 27


DESKRIPSI HABITAT MACAN TUTUL JAWA Macan tutul menempati berbagai tipe habitat dengan toleransi yang tinggi ter-hadap variasi iklim dan makanan (Gug-gisberg, 1975; Lekagul and McNeely, 1977). Hal ini karena macan tutul meru-pakan spesies yang sangat mudah ber-adaptasi sehingga mereka ditemukan di setiap tipe hutan, savana, padang rumput, semak, setengah gurun, hutan hujan tro-pis berawa, pegunungan yang terjal, hutan gugur yang kering, hutan konifer sampai sekitar pemukiman (Cat Spe-cialist Group, 2002). Di Jawa Tengah macan tutul jawa hidup di hutan tanaman jati (Tectona grandis L.f.), hutan tanaman pinus (Pinus spp.), hutan tanaman campuran dan hutan alam, baik di dataran rendah maupun di pegunungan. Hutan pinus merupakan tipe hutan tanaman di mana paling banyak ditemukan macan tutul jawa di Provinsi Jawa Tengah (43,8%) meskipun hutan ini menempati proporsi kedua (36,3%) se-telah hutan jati (55,3%) (Gunawan et al., 2009). Hal ini menimbulkan dugaan bah-wa hutan pinus memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki tipe hutan (Gunawan et al., 2012) Sumber Google.com 28


Berkembang biak dengan cara beranak. Macan tutul jantan akan berkelana mencari pasangan dalam teritorinya masing-masing. Macan betina umumnya memiliki anak 2-6 ekor setiap kelahiran, Masa bunting berlangsung kurang lebih 110 hari.oleh karena itu peluang perbanyakan macan tutul banyak karena memiliki masa kehamilan yang terbilang singkat.tetapi macan tutul ini tidak dapat dipelihara atau dikembangkan secara sembarangan perlu perizinan dari (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) (Owen et al., 2010). PELUANG PERBANYAKAN MACAN TUTUL Sumber Google.com 29


PELUANG PEMANFAATAN MACAN TUTUL Macan tutul jawa merupakan salah satu karnivora besar di Jawa yang memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sebagai predator pengendali populasi mangsa. Selain pada ekosistemnya, macan tutul jawa pun berperan menjaga kesehatan manusia dari vektor-vektor penyakit. Sumber Google.com 30


Tantangan dari konservasi macan tutul adalah konflik manusia-satwa liar. Macan tutul dianggap sebagai salah satu predator teratas di wilayah jelajahnya, dan mereka memainkan peran penting dalam kelangsungan keanekaragaman hayati. Akibat luasnya wilayah jelajah, macan tutul berkonflik dengan manusia, terutama di wilayah yang pemeliharaan ternaknya tumpang tindih dengan wilayah jelajah macan tutul . Macan tutul sering menyerang ternak yang sedang merumput di dalam dan sekitar kawasan hutan . Selain itu, mereka menimbulkan risiko terhadap kehidupan manusia di dalam pemukiman manusia. Rusaknya penghidupan masyarakat setempat sering kali membuat marah para pemilik ternak, yang mungkin akan melakukan balas dendam Karena pemeliharaan ternak merupakan sumber pendapatan bagi masyarakat setempat, pemangsaan macan tutul membuat marah masyarakat setempat, sehingga meningkatkan keinginan untuk membalas dendam di antara masyarakat yang terkena dampak (Jayanti, 2010). TANTANGAN KONSERVASI MACAN TUTUL 31


Macan tutul Jawa adalah subspesies langka dan endemik yang hanya ditemukan di Indonesia, khususnya di pulau Jawa. Mereka memiliki penyebaran geografis yang sangat terbatas.Populasi macan tutul Jawa terancam punah, dan mereka masuk dalam kategori "Kritis" dalam Daftar Merah IUCN (International Union for Conservation of Nature). Perlindungan dan pelestarian habitat alami mereka, serta upaya untuk mengurangi konflik dengan manusia, sangat penting untuk kelangsungan hidup mereka. KESIMPULAN 32


DAFTAR PUSTAKA Gunawan, Hendra, Lilik B Prasetyo, Ani Mardiastuti, and Agus P Kartono. 2012. “HABITAT MACAN TUTUL JAWA ( Panthera Pardus Melas Cuvier 1809 ) DI LANSEKAP HUTAN TANAMAN PINUS ( Habitat of Javan Leopard ( Panthera Pardus Melas Cuvier 1809 ) in Pine Plantation Forest Landscape * Oleh / By : Macan Tutul Jawa ( Panthera Pardus Melas Cuvi,” 49–67. Jayanti, Dewi. 2010. “Persepsi Masyarakat Terhadap.” Journal of Visual Languages & Computing 1 (2): 7–24. Owen, Cailey, Sophie Niemann, and Rob Slotow. 2010. “Copulatory Parameters and Reproductive Success of Wild Leopards in South Africa.” Journal of Mammalogy 91 (5): 1178–87. https://doi.org/10.1644/09-MAMM-A-256.1. RUSTIADI, AYI. 2015. “Macan Tutul Jawa (Panthera Pardus Melas Cuvier, 1809) Dan Mangsa Potensialnya Di Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango” 1 (7): 236– 41. https://doi.org/10.13057/psnmbi/m010211. Santoso, Budi, and Wahyono Restanto. 2021. “Monitoring Macan Tutul Jawa (Panthera Pardus Melas Cuvier, 1809) Dengan Kamera Trap Di Cagar Alam Nusakambangan Timur Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.” Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology 4 (1): 1–10. https://doi.org/10.21580/ah.v4i1.7923. 33


Dosen Pengampu: Prof. Dr. Aceng Ruyani, M.Si “MENGENAL LEBIH DEKAT TANAMAN Kantong Semar (Nepenthes Sp.), tAnaman karnivora YANG TERANCAM PUNAH 34


Nama: Vazella Lavenia Lorenza NPM: A1M021007 Kelas: 5A 35


Pokok Pembahasan: 1. Deskripsi Habitat Kantong Semar 2. Status Konservasi 3. Peluang Perbanyakan 4. Peluang Pemanfaatan 5. Tantangan Konservasi 36


Deskripsi Habitat Kantong Semar Tanaman kantong semar adalah salah satu tanaman yang terancam punah keberadaanya. Hal tersebut terjadi karena habitatnya yang dirusak seperti dijadikan untuk pertambangan, konversi menjadi lahan pertanian, dan juga bisa jadi karena bencana alam. Bunga kantong semar atau nepenthes merupakan sejenis tanaman karnivora yang terkenal karena memiliki perangkap berbentuk seperti kantong. Kantong semar dengan nama latin Nepenthes adalah tumbuhan yang termasuk golongan insektivora. Tumbuhan insektivora adalah tumbuhan yang memakan serangga dan hewan kecil, di mana tumbuhan insektivora dapat mengeluarkan cairan (enzim tripsin dan pepsin) yang berfungsi untuk menjebak mangsanya. Warna daun kantong semar, umumnya berwarna hijau dan kekuningan, bahkan terkadang daun berwarna merah sampai keunguan. Bentuk daun kantong semar rata-rata lanset (Ovatus) dan lonjong (Oblongos). Batang kantong semar merambat menyerupai batang tanaman anggur dan tanaman vanili. Warna batangnya umumnya berwarna hijau, terkadang berwarna ungu tua atau merah. Ketebalan batang kantor semar 0-3 mm. 37


Definisi Lainnya Mengutip di buku Kumpulan Materi Ajar Kreatif oleh Nanda Hidayati, kantong semar memiliki daun yang berbentuk seperti piala, di mana bagian dalam daun tersebut mengeluarkan nektar (cairan manis pembuat madu) untuk memancing serangga datang mendekatinya. Di dinding daun juga dilapisi lilin, menyebabkan serangga yang datang akan jatuh terpeleset masuk ke dalam perut kantong semar dan sulit untuk keluar. Serangga yang sudah di dalam perut kantong semar selanjutnya mengalami proses pencernaan.Pada proses mencerna serangga, kantong semar dibantu oleh dua macam cairan (enzim), yakni enzim kitinase yang berfungsi untuk memecah kerangka keras miliki serang dan asam fosftase yang bertugas menyerap kandungan fosfor yang ada di dalam serangga seperti dikutip dari Candrajiwa Indonesia, GLOSARIUM (Kamus Ringkas) 2021 oleh Budhi Setiano Purwowiyoto. 38


STATUS KONSERVASI Mengutip dari jurnal KAJIAN KANTONG SEMAR DI HUTAN LINDUNG GUNUNG MAHAWU oleh Anggel Ulundeda, Dkk. Kantong semar merupakan salah satu keanekaragaman hayati yang dilindungi karena menjadi kekayaan Indonesia.Kantong semar menjadi floral yang dilindungi di Indonesia, karena mengalami tekanan akibat eksploitasi yang berlebihan dan kerusakan habitat. kerusakan habitat yang terjadi diantaranya, bencana alam, pertambangan, dan konversi menjadi lahan pertanian. Pemerintah memberikan status konservasi tanaman kantong semar termasuk tanaman yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang No.5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya serta Peraturan Pemerintah No. 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Dilansir dari situs Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, menurut data IUCN Red List, sedikitnya 27 spesies mengalami ancaman kepunahan. Bahkan 4 diantaranya merupakan spesies dengan status Critically Endangered (kritis) dan empat lainnya berstatus Endangered (terancam). Berdasarkan P.106 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi di Indonesia, 3 jenis merupakan tumbuhan yang dilindungi yaitu Nepenthes gymnamphora Nees, Nepenthes lingulata. Jenis kantong semar yang dilindungi IUCN Red List karena berstatus Critical endangered yaitu Nepenthes sumatrana. 39


T PELUANG PERBANYAKAN Salah satu cara untuk menjaga kelestarian kantong semar, khususnya spesies Nepenthes rafflesiana adalah dengan konservasi ex situ. Konservasi tumbuhan secara ex situ adalah upaya pelestarian, penelitian dan pemanfaatan tumbuhan secara berkelanjutan yang dilakukan di luar habitat aslinya. Perbanyakan bibit bunga kantong semar dapat dilakukan : (1) Biji, biji didapat dengan cara menyerbuki bunga betina dengan pollen dari bunga jantan. Tanaman yang diperbanyak dari biji baru akan menjadi dewasa pada umur 3-4 tahun. (2) Stek dapat dilakukan dengan cara memotong batang tanaman dewasa yang telah memanjang.Nepenthes umumnya mengeluarkan anakan setelah tanaman menjadi dewasa. Anakan dipisah dari induknya sebaiknya jika ia telah memiliki akar sendiri (Mufti Perwira Putra, 2007). 40


T PELUANG PEMANFAATAN Kantong semar memiliki beberapa manfaat, antara lain manfaat ekologi kantong semar digunakan sebagai pengendali hama. Manfaat medis terdapat pada cairan kantong semar yang masih tertutup sebagai obat mata, obat batuk, mengecilkan pori-pori dan kulit yang terbakar. Batang kantong semar digunakan sebagai tali pengikat sangkar burung dan pagar. Serta, manfaat estetika untuk digunakan sebagai tanaman hias, seperti dikutip dari jurnal Keanekaragaman Jenis Kantong Semar (Nepenthes spp.) di Kawasan Pelestarian Plasma Nutfah (KPPN) PT. Muara Sungai Landak Kabupaten Mempawah oleh Waironius Jefri,dkk. 41


TANTANGAN KONSERVASI . Kerusakan ekosistem hutan akibat pembalakan liar atau penebangan secara liar, kebakaran hutan dan alih fungsi lahan hutan yang membuat tumbuhan kantong semar semakin terancam menjadi salah satu masalah yang serius bagi keberadaan tumbuhan kantong semar. Hal ini yang menjadi tantangan dalam konservasi kantong semar. Astiani, D., & Herawatiningsih, R. (2018) 42


KESIMPULAN Tanaman kantong semar adalah salah satu tanaman yang terancam punah keberadaanya. Hal tersebut terjadi karena habitatnya yang dirusak seperti dijadikan untuk pertambangan, konversi menjadi lahan pertanian, dan juga bisa jadi karena bencana alam. Bunga kantong semar atau nepenthes merupakan sejenis tanaman karnivora yang terkenal karena memiliki perangkap berbentuk seperti kantong. Dan pemerintah telah menetapkan Nepenthes sebagai tanaman yang dilindungi karena terancam punah yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Salah satu cara untuk menjaga kelestarian kantong semar, khususnya spesies Nepenthes rafflesiana adalah dengan konservasi ex situ. Kantong semar memiliki beberapa manfaat, antara lain manfaat ekologi kantong semar digunakan sebagai pengendali hama. 43


DAFTAR PUSTAKA Astiani, D., & Herawatiningsih, R. (2018). Keanekaragaman jenis kantong semar (Nepenthes spp.) di berbagai kondisi tutupan hutan sekunder desa Bukit Batu kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah. Jurnal Hutan Lestari, 6(2). Jeffri, W., & Rafdinal, M. T. (2017). Keanekaragaman Jenis Kantong Semar (Nepenthes spp.) di Kawasan Pelestarian Plasma Nutfah (KPPN) PT. Mua ra Sungai Landak Kabupaten Mempawah. Jurnal Protobiont, 6(2). Mudiaris, M. (2015). Strategi Pengembangan Tanaman Bunga Kantong Semar (Nepenthes) Di Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah (Studi Kasus Yagiza Nursery) (Doctoral dissertation, Universitas Pasir Pengaraian). Mufti Perwira Putra, 2007. Budidaya Kantong semar-Berpengawal-Semut. http://www.tempo.co/read/news. Diakses 6 Juni 2014 Ulundeda, A., Lasut, M. T., & Pangemanan, E. F. (2021, December). KAJIAN KANTONG SEMAR DI HUTAN LINDUNG GUNUNG MAHAWU. In COCOS (Vol. 8, No. 8). 44


Click to View FlipBook Version