Nama : Gina Sonia NPM : A1M021037 Kelas : 5A TTL : Batu Raja, 14 Maret 2023 Asal : Bengkulu Tengah Hobi : Membaca dan Menonton 195
Pokok Pembahasan 1.Nama Spesies 2.Gambar Spesies 3.Deskripsi Habitat 4.Status Konservasi 5.Peluang Perbanyakan 6.Peluang Pemanfaatan 7.Tantangan Konservasi 8.Kesimpulan 9.Daftar Pustaka 196
NaMA ILMIAH : Trachypithecus Auratus NAMA LOKAL : Lutung Budeng 197
Deskripsi Habitat Lutung budeng (Trachypithecus auratus) hidup dihutan dengan berbagai variasi mulai hutann bakau di pesisir, hutan dataran rendah hingga hutan dataran tinggi, terkadang lutung juga mendiami daerah perkebunan, Sebagian waktunya dihabiskan diatas pohon. Habitat lutung adalah di hutan hujan, namun kadangkadang lutung juga sering dijumpai di daerah perkebunan karet, hutan primer pegunungan atau hutan sekunder daerah perbukitan hingga 600 meter dpl. 198
Lutung Jawa merupakan salah satu jenis primata endemik jawa. Menurut IUCN Status Lutung Jawa dimasukkan ke dalam status Konservasi Vulnerable (VU) atau rentan yaitu status konservasi yang diberikan kepada spesies yang sedang menghadapi resiko kepunahan di alam liar pada waktu yang akan dating. CITES memasukkan lutung jawa ke dalam Apendiks II yaitu daftar spesies yang tidak terancam kepunahan, tapi mungkin terancam punah bila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan Status Konservasi 199
Peluang Perbanyakan Menurunnya kondisi reproduksi dapat meyebabkan kelangsungan hidup populasi. Interval beranak lutung budeng adalah satu kali setiap tahun. Lutung tidak ada Batasan yang jelas mengenai musim kawin, rata-rata memiliki keturunan satu ekor setiap kelahiran dengan masa bunting kebuntingaan rata-rata enam bulan. Hal ini juga merupakan salah satu penyebab berkurangnya populasi dari lutung budeng, sehingga sedikit suit untuk untuk lutung budeng memperbanyak populasi Sumber Google.com 200
Peluang Pemanfaatan Lutung budeng ditetapkan untuk dilindungi adalah karena memiliki manfaat atau peran penting dalam suatu ekosistem baik itu sebagai penyerbuk, persebaran biji, membantu kelancaran siklus hara, menjadi habitat bagi spesies lain atau jumlah semakin terbatas, sehingga perlu dilindungi karena adanya peluang manfaat bagi yang lain 201
Populasi lutung jawa diperkirakan mengalami penurunan lebih dari 30% penurunan kuantitas dan kualitas habitat serta tingkat eksplorasi yang tinggi. Perubahan Kawasan hutan menjadi area pertanian dan permukiman menyebabkan hilangnya Sebagian habitat alami, sehingga mengancam kelestarian populasi lutung jawa. Dan penurunan populasi disebabkan oleh fragmentasi habitat, perburuan dan perdagangan illegal. Karena itu diperlukan Upaya konservasi untuk meyelamatkan populasi lutung budeng Tantangan Konservasi 202
Kesimpulan Lutung jawa merupakan jenis primate endemic pulau jawa dan kondisi populasi semakin terancam punah. Lutung budeng sudah dikatergorikan sebagai satwa yang dilindung Negara berdasarkan keputusan Menteri kehutanan dan perkebunan No: 733/Kpts-11/1999 tentang penetapan lutung jawa (Trachypithecus auratus) sebagai satwa dilindungi 203
Daftar Pustaka Rahmawati, E., & Hidayat, J. W. (2017). Kepadatan Populasi Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) di Cagar Alam Kecubung Ulolanang Kabupaten Batang. Proceeding Biology Education Conference, 14(1), 64–69. Rusdi, Muhammad, Tatag Muttaqin, and Nirmala Ayu Aryanti. 2019. “ESTIMASI POPULASI DAN KARAKTERISTIK HABITAT LUTUNG JAWA(Trachypithecus Auratus E. Geoffroy Saint- Hilaire, 1812) DI RESORT BANDEALIT TAMAN NASIONAL MERU BETIRI.” Journal of Forest Science Avicennia 1 (2): 1–12. https://doi.org/10.22219/avicennia.v1i2.7678. Sancang, Leuweung, Kabupaten Garut, and Jawa Barat. 2019. “Karakteristik Habitat Lutung ( Trachypithecus Auratus É . Geoffroy , 1812 ) Pada Vegetasi Hutan Dataran Rendah Blok Cipalawah , Cagar Alam” 5: 399–405. https://doi.org/10.13057/psnmbi/m050243. 204
Mengenal jenis dan kerapatan musang Linsang serta mengetahui lebih jauh tentang konservasi dan perlindungan musang linsang Nama Ilmiah : Prionodon Linsang Nama Lokal : Musang LInsang 205
Shela Miftahul Rasyidah A1M021039 5A Curup, 7 September, 2002 Curup, Rejang lebong, Bengkulul. Membaca, Mendengarkan Musik Dosen pengampu : Prof. Dr. Aceng Ruyani, M.Si 206
Point Pembahasan 1. GAMBAR SPESIES MUSANG LINSANG 2. DESKRIPSI HABITAT MUSANG LINSANG 3. STATUS KONSERVASI MUSANG LINSANG 4.PELUANG PERBANYAKAN MUSANG LINSANG 5.PELUANG PEMANFAATAN MUSANG LINSANG 6. TANTANGAN KONSERVASI MUSANG LINSANG 7. KESIMPULAN 8. DAFTAR PUSTAKA 207
Gambar spesies musang linsang Linsang atau Linsang Asia adalah dua spesies musang yang diklasifikasikan dalam subfamili Prionodontinae dalam famili Viverridae. Ada satu genus Asia Tenggara, Prionodon. Kata linsang yang berasal dari Bahasa Jawa (linsang atau wlinsang), dahulunya sering salah diterjemahkan sebagai otter (berang-berang) dalam kamus Bahasa Inggris. Linsang aktif di malam hari, umumnya penghuni pohon soliter. Mereka adalah karnivora, makan tupai dan binatang pengerat lainnya, burung kecil, kadal, dan serangga. Biasanya berukuran sedikit lebih dari 30 cm (1 kaki), dengan ekor yang panjangnya lebih dari dua kali lipat dari itu. Badan panjang, dengan kaki pendek, memberikan penampilan yang rendah. Semua spesies memiliki tubuh kekuningan dengan belangbelang hitam (garis-garis, bercak dan noda), meskipun distribusi dan sifat belangnya bervariasi antar spesies Sumber internet 208
Deskripsi Habitat Musang Linsang Linsang menghuni hutan hujan tropis di dataran rendah dan pegunungan dengan ketinggian hingga 2000 meter dpl. Daerah sebarannya meliputi pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Selain itu dapat dijumpai juga di Malaysia, Brunei Darussalam, hingga bagian selatan Thailand dan Myanmar. Musang Congkok terdapat di daerah pengunungan Aceh dan Sumatera Barat, hewan ini padai naik pohon dengan kaki-kakinya, hewan ini berat menacapai 5 kg dan panjang sekitar 71 cm. Sumber internet 209
Status Konservasi Musang Linsang Seperti berang – berang, Linsang juga termasuk salah satu hewan yang dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999. Sedangkan IUCN Redlist memasukkan hewan karnivora ini dalam status konservasi Least Concern. Sedangkan oleh CITESdidaftar sebagai Appendix II sejak tahun 1975. Musang Linsang termasuk hewan yang habitat nya menurut IUCN menurun atau rendah. 210
Musang linsang sudah termasuk hewan dilindungi. Maka dari itu sedikit sulit untuk memperbanyak musang linsang. Musang linsang juga hidup di hutan hujan tropis di daerah Sumatra , jawa dan Kalimantan. Kehidupan musang linsang yang berada di hutan inilah yang sulit untuk di perbanyak, dan juga musang linsang sudah termasuk kedalam hewan yang telah rendah status konservasinya Peluang Perbanyakan Musang Linsang 211
Tantangan konservasi musang linsang Musang linsang hidup di 01 hutan hujan tropis Musang linsang pemakan 03 karnivora Musang linsang aktif di 02 malam hari Musang linsnag sangat suka tidur diatas pohon bambu atau 04 pohon-pohon rimbun 212
Kesimpulan Prionodon linsang merupakan salah satu jenis musang dengan berat mencapai 5 kg dan panjang sekitar 71 cm. Hewan yang bernama latin Prionodon linsang ini memiliki tubuh langsing dan berukuran sedang dengan panjang 35- 40 cm, ekornya sepanjang 30-35 cm dan berat tubuh mencapai 700 gram. Seperti berang – berang, Linsang juga termasuk salah satu hewan yang dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999. Sedangkan IUCN Redlist memasukkan hewan karnivora ini dalam status konservasi Least Concern. Sedangkan oleh CITES didaftar sebagai Appendix II sejak tahun 1975. Musang Linsang termasuk hewan yang habitat nya menurut IUCN menurun atau rendah 213
Daftar Pustaka Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (2018), Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MenLHK/Setjen/Kum.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MenLHK/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (PDF), Berita Negara RI Tahun 2019 Nomor 32, Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Septiyan. A. R, Kapsul. M., 2016, Jenis kerapatan musang di Kawasan air terjum rampah menjangan kecamatan loksado kabupaten hulu sungai selatan. Jurnal prosiding seminar nasional lahan basah.3(892) Wozencraft, W. C. (2005-11-16). Wilson, D. E., and Reeder, D. M. (eds), ed. Mammal Species of the World (edisi ke-3rd edition). Johns Hopkins University Press. ISBN 0-8018-8221-4. 214
KOMODO (VARANUS KOMODOENSIS) MERUPAKAN HEWAN LINDUNGAN Helpani Desiria Br Ginting A1M021041 215
Apa sih itu komodo..? 216
Komodo atau lengkapnya biawak komodo, adalah spesies biawak besar yang terdapat di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Hewan ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora. Menurut Santoso (2012) menyatakan bahwa Komodo merupakan salah satu fauna sisa peninggalan zaman purba yang masih hidup hingga sekarang. Reptil berukuran besar, langka dan terancam punah ini dilidungi oleh Undang-Undang Perburuan dan Perlindungan Binatang liar tahun 1931. 217
Topik Pembahasan Habitat Asli Biawak Komodo (Varanus komodoensis) Status konservasi Internasonal dan Nasional Peluang Perbanyakan (Varanus komodoensis) Peluang Pemanfaatan Biawak Komodo (varanus komodoensis) Tantangan Konservasi Biawak Komodo (varanus komodoensis) 218
Habitat Komodo Komodo yang memiliki nama ilmiah Varanus komodoensis, merupakan satwa endemik yang hanya ditemukan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tipe ekosistem yang ditemukan merespon bentang alam karst yaitu daerah dengan ketersediaan air tanah yang sedikit dan lapisan tanah yang tipis. Tipe ekosistem pulau Komodo ini yaitu ekosistem hutan bakau, ekosistem hutan ekoton dan ekosistem hutan bukit yang terdiri dari ekosistem hutan sabana atau savanna woodland dan ekosistem hutan legong (Blegur 2017). Keadaan alam yang kering menjadikan keunikan tersendiri, seperti Padang Savana yang luas, sumber air yang terbatas dan suhu yang cukup panas yang ternyata merupakan habitat yang disenangi oleh sejenis binatang purba yaitu biawak komodo (Varanus komodoensis). Sebagian besar Savana dengan pohon lontar (Borassus flabelitwr ) yang khas. 219
220
Status Konservasi Status konservasi biawak komodo dalam IUCN terancam punah. Status berubah dari rentan menjadi terancam punah pada tahun 2021: bagaimana suatu daerah terjadi pada populasi kecil dan translasi serta dampak perubahan iklim Sejaka tahun 1990-an pemerintah Indonesia telah menetapkan status perlindungan untuk Komodo melalui UU no 5 tahun 1999. dalam perdagangan satwa internasional, Komodo dimasukkan kedalam appendix/ratifikasi CITES, yagng artinya tidak boleh ada perdagangan internasional sama sekali. Pemanasan global dan kenaikan air laut turut menjadi ancaman bagi keberlangsungan hidup Komodo. Dan diprediksi akan mengurangi 30% populasi dalam 45 tahun ke depan. Selain krisis iklim, factor manusia menjadi ancaman yang tidak kalah serius. 221
Peluang Perbanyakan Menurut Santosa (2012) perbandingan jumlah Jantan potensial reproduksi terhadap jumlah betina potensial reproduksi pada Komodo selama pengamatan ditemukan 51 individu komodo jantan dan 17 individu Komodo betina dari kelas umur dewasa dengan perbandingan sebesar 3 : 1. Dengan demikian dipastikan akan terjadi persaingan yang cukup tinggi dalam memperebutkan individu betina oleh individu jantan pada saat musim kawin. Hal ini merupakan kondisi alami yang terjadi pada komodo untuk menghindari ledakan populasi sehingga populasinya dapat stabil. Angka kelahiran dari jumlah tetasan terhadap total individu sebesar 11,27%. Nilai tersebut menyatakan bahwa tingkat kelahiran komodo cukup tinggi. Hal ini dikarenakan sudah adanya pengelolaan terhadap sarang komodo dengan melakukan pemagaran terhadap sarang komodo. Angka kematian Komodo sebesar 4,23% yang ditemukan pada tetasan komodo sebanyak 6 individu. 222
Pemanfaatan biawak komodo 1. Melawan Penyakit MRSA Darh dari hewan komodo ternyata memiliki khasiat untuk melawan penyakit superbug seperti MRSA. MRSA yang merupakan singkatan dari Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus adalah salah satu jenis penyakit berat yang bisa menyebabkan infeksi. Ada sekitar ribuan orang yang meninggal dunia akibat MRSA setiap tahun dan sampel darah komodo yang digunakan sebagai bahan utama obat RDGN-1 dipercaya bisa menyembuhkan banyak penyakit berat. Para ilmuwan percaya jika darah komodo bisa melawan penyakit yang terjadi pada manusia dari mulai membersihkan luka sampai saluran jantung. 2. Membunuh Bakteri dan Menyembuhkan Luka Dalam darah komodo mengandung peptida yang berguna untuk membunuh bakteri sekaligus mempercepat proses penyembuhan luka. Peptida sendiri merupakan molekul yang terbentuk dari 1 sampai 50 asam amino dan jika lebih maka molekul tersebut akan berubah menjadi protein. Ketika ada dalam tubuh manusia, maka peptida tersebut akan bertindak sebagai antibiotik sehingga bisa digunakan untuk pengobatan. 223
Pemanfaatan biawak komodo 3. Meningkatkan Kekebalan Tubuh Dari sebuah studi yang dipublikasikan Journal of Proteome dikatakan jika dalam darah komodo mengandung beberapa zat yang bisa dimanfaatkan manusia untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah serangan virus dan juga infeksi karena kandungan anti mikroba dalam darah komodo. Dalam penelitian, empat peptida yang terkandung dalam darah komodo berpotensi menjadi penangkal antibiofilm yakni ketika bakteri yang berkumpul dalam tubuh akan membuat tubuh manusia kebal terhadap antibiotik. Untuk itu, darah komodo menjadi salah satu alternatif yang bisa digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia. 4. Obat Anti Pembekuan Darah Dari hasil analisa berbagai spesies kadal termasuk juga komodo, para ilmuwan dari Macau, Australia, Hong Kong, Inggris dan Amerika dalam University Queensland mengungkapkan jika bisa komodo yang selama ini paling ditakuti karena mengandung bakteri yang mematikan ternyata bisa tersebut juga dikembangkan sebagai obat anti pembekuan darah yang dikenal dalam istilah kedokteran sebagai antiblood clots dimana penemuan tersebut sudah dipublikasikan di the Journal Toxins. Pembekuan darah sendiri bisa menyebabkan berbagai penyakit berbahaya mulai dari stroke, serangan jantung, solusi kanker dan masih banyak lagi yang bisa berujung kematian bagi penderita. Bisa komodo tersebut ternyata memiliki mekanisme kerja obat yang serupa dengan pengencer darah. 224
Tantangan Konservasi Dilansir dari the Guardian, karena tekanan manusia, hutan perlahan-lahan ditebang, menghilang dan lebih parahnya lagi terkena kebakaran degradasi yang kian lama semakin memburuk (Kristyona, 2022). Selain dari manusia yang menjadi tantangan konservasi biawak Komodo ini adalah pemanasan gelobal yang membuat lahan atau pulau Komodo menjadi lebih sempit akibat naiknya volume air 225
Santosa, Y; Raden Y. Z. M; Dede A.R. 2012. Pendugaan Paramenter Demografi Dan Bentuk Sebaran Spasialbiawak Komodo Di Pulau Rinca, Taman Nasionalkomodo. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. Vol. 17 No. 02 Blegur, W.A; Tjut S. D; Su R. 2017. Vegetasi Habitat Komodo dalam Bentang Alam Riung dan Pulau Ontoloe di Nusa Tenggara Timur. Jurna lurnal.ugm.ac.id. Vol 31. No 1 Kristyono, A.B; Benny P. 2022. Balai Konservasi Komodo Di Loh Liang, Pulau Komodo. JURNAL eDIMENSI ARSITEKTUR Vol. X, No. 1 Daftar Pustaka 226
LEBIH MENGENAL BURUNG WALET GUNUNG (Aerodramus hirundinaceus) Nama Ilmiah : Aerodramus hirundinaceus Nama local : Walet Gunung Davina Shava Ferlia (A1M021043)_5A 227
BIODATA Nama : Davina Shava Ferlia TTL : Curup, 25 Juli 2003 Alamat : Curup, Timbul Rejo, Merpati Putih, No 36 Motto : Jadilah versi yang terbaik dari dirimu Hobi : Membaca, nonton Instagram : Vinaachh 228
Deskripsi burung wallet dan habitatnya Burung walet gunung ( Aerodramus hirundinaceus ) merupakan spesies burung walet dalam famili Apodidae. Burung walet gunung merupakan burung walet berukuran sedang, panjang 11–13 cm. Bagian atasnya berwarna coklat tua dan bagian bawahnya berwarna abu-abu pucat. Ekornya sedikit bercabang. Seperti genus lainnya, ia berkembang biak di gua, membangun sarang tumbuhan seperti pakis, akar kecil dan rerumputan, atau lumut , yang disatukan dengan air liur . Puncak musim kawin terjadi pada bulan Oktober hingga Desember, tetapi terdapat sarang yang dihuni hampir sepanjang tahun. Penyebaran secara mengelompok terjadi apabila individu– individu selalu ada dalam kelompok dan sangat jarang terlihat sendiri secara terpisah (Michael, 1994). Sebaran burung walet yang banyak di gunung halimun salak ini dimungkinkan karena habitat burung walet lebih menyukai di tempat yang memiliki vegetasi rapat dengan cahaya yang tidak terlalu terang. Menurut Peterson (1980) penyebaran jenis-jenis burung sangat dipengaruhi oleh kesesuaian tempat hidupnya, kompetisi dan beberapa faktor lainnya. (Novira et al., 2023). 229
DAERAH PERSEBARAN WALET GUNUNG 230
Stratus konservasi yang dikeluarkan oleh IUCN (International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources, Serikat Antarbangsa untuk Konservasi Alam) adalah LC (stabil) paling sedikit kekhawatiran. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 dan Peraturan Menteri LHK Nomor 106 Tahun 2018 sebagai database status konservasi burung yang teridentifikasi dilindungi 231
Peluang memperbanyak wallet gunung Walet tidak dapat dipaksa untuk dipelihara di tempat terkurung. Meskipun gedung pemeliharaan walet cukup luas, tetapi walet tetap tidak dapat bertahap hidup. Melainkan Ketika melakukan budidaya walet, hal yang pertama harus dilakukan adalah mempersiapkan tempat mereka untuk membuat sarangnya. Siapapun bisa melakukan budidaya burung walet di area khusus, seperti gedung tua yang tidak terpakai atau rumah khusus untuk burung walet membuat sarangnya di sana. Membuat habitat asli di mana kondisi pencahayaannya dibuat seminimal mungkin agar burung walet lebih mudah beradaptasi. Usahakan untuk membuat tempat semirip mungkin dengan habitat asli mereka. 232
Peluang memperbanyak wallet gunung Dengan kata lain burung wallet bukan diambil dan dipelihara dirumah, melainkan membiarkan dia hidup dialam habitat aslinya, tanpa mengusik dan mengganggu. Bagi yang bertanya mengenai berapa lama walet membuat sarang? Burung walet bisa membangun sarangnya kapan saja asalkan syarat lingkungan telah memenuhi, seperti suhu dan kelembaban iklim yang tepat. Selain itu, pasokan makanan juga harus memenuhi supaya air liur burung walet, bahan utama pembuat sarang, melimpah dan menghasilkan sarang yang tebal dan berkualitas. 233
PELUANG PEMANFAATAN BURUNG WALLET GUNUNG Burung Walet akan menjadi dewasa dalam waktu empat tahun. Setelah dewasa, mereka akan berkembang biak dan membangun sarang lagi untuk menampung telur. Sarang inilah yang menjadi sasaran utama bagi peternak burung walet. Cara memanen burung walet harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah burung walet keluar dari rumahnya. Idealnya, berapa lama waktu untuk memanen sarang walet adalah 2 hingga 3 bulan (tergantung dari berapa banyak sarang yang sudah dihasilkan dan perkembangbiakan burung waletnya). Oleh karena itu, ada beberapa cara yang harus diperhatikan untuk mengambil sarangnya. Yang pertama, Realfoodfam bisa mengambil sarang setelah burung walet selesai bertelur dan menetaskan anaknya. Namun, cara panen ini membuat kualitas sarang burung walet tidak terlalu bagus. Akan tetapi, cara ini dapat membuat walet bisa berkembang biak dengan cepat, sehingga mampu meningkatkan populasi mereka. Cara yang terakhir yakni dengan memanen sarang sebelum burung walet bertelur. Kelebihan cara ini yakni kualitas sarang bagus, dan produksi banyak. Namun, tidak ada peremajaan dan dalam jangka panjang kualitas sarang akan menurun karena menipisnya air liur burung walet. 234
PELUANG PEMANFAATAN BURUNG WALLET GUNUNG Sarang walet mengandung lima mineral yang sudah diketahui seperti kalsiuam, besi, phosphor, kaliuam dan natriuam karena alasan kesehatan inilah yang menyebabkan harga sarang burung walet sangat tinggi di pasaran dunia. Sumber : Detik.com 235
TANTANGAN KONSERVASI Kondisi populasi habitat burung wallet alami yang ada di gua wilayah Dusun Pasir Putih mengalami penurunan jumlah populasi, salah satu gua tempat hidupnya populasi burung wallet habitat alami telah punah, dikarenakan kurang baiknya system pengelolaan dan pengusahaan burung wallet habitat alami oleh penender sebelumnya dan kurangnya keterlibatan masyarakat serta pengontrolan oleh pemerintah sesuai surat kontrak Pengelolaan dan Pengusahaan Gua Sarang Burung Walet Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu Kabupaten Bima Nomor : 03.3/025/369/03.4/2017 yang termuat dalam BAB III pasal 4 (b) poin 2 tentang melakukan monitoring dan pengawasan terhadap pengelolaan dan pengusahaan gua sarang burung walet yang dilakukan oleh pemerintah sebagai pihak pertama tidak dijalankan sepenuhnya. Sehing penender CV. Samudra Matahari sebagai pengelola dan pengusahaan sarang burung walet (colla calia) yang masih aktif melakukan perawatan dengan baik untuk keberlangsungan dan kelestaria populasi burung wallet (Bajo et al., 2022). 236
Kesimpulan! Burung walet gunung ( Aerodramus hirundinaceus ) merupakan spesies burung walet dalam famili Apodidae. Walet habitat aslinya di sekitaran pegunungan tepatnya didalam goagoa. Untuk status konservasinya LC (STABIL). Walet dimaanfaatkan dan diburu sarangnya yang terbuat dari liur untuk dibuat berbagai hal yang bernilai ekonomis, tetapi hal tersebutlah yang membuat produksi wallet menurun karena ada oknum yang bekerja secara curang tidak perduli apakah hal tersebut merusak ataupun tidak. 237
DAFTAR PUSTAKA Bajo, D., Kecamatan, P., & Kabupaten, S. (2022). Jurnal PenKoMi : Kajian Pendidikan & Ekonomi. 5(1), 66–73. Novira, R., Sajiman, S. U., Praditya, D. I., Kurnia, T. D., & Pakuan, U. (2023). Burung Yang Terdapat Di Kawasan Jalur Pendakian Kawah Ratu Taman Nasional Gunung Halimun Salak ,. 1(4), 203–210. Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 449/Kpts-II/1999 tentang Pengelolaan Burung Walet (Collocalia spp) di Habitat Alami (In-Situ) dan Habitat Buatan (Ex-Situ) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 tentang pengelolaan Keuangan Desa. Michael, P. 1994. Metoda Ekologi Untuk Penelitian Ladang Laboratorium. Jakarta: Universitas Indonesia Press. 238
Dosen Pengampu: Prof.Dr. Aceng Ruyani,M.si Dr. Bhakti Karyadi,M.Pd (Panthera tigris sumatrae) EKOLOGI HARIMAU SUMATRA 239
Nama : SISKA SILVIANA BR GULTOM NPM : A1M021045 Kelas : A TTL : Bengkulu, 12 Mei 2002 240
Deskripsi Habitat 01 02 03 04 06 Status Konservasi Peluang Perbanyakan Peluang Pemanfaatan Tantangan Konservasi 0 1 0 2 0 3 0 6 0 4 EKOLOGI HARIMAU SUMATERA (Panthera tigris sumatrae) 241
Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan satu dari enam sub-spesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered). Perusakan habitat dan perburuan hewan mangsa telah diketahui sebagai faktor utama yang menyebabkan turunnya jumlah harimau secara dramatis di Asia. Hewan mangsa 1. yang sulit dijumpai dan berkurangnya tempat hidup bagi harimau sudah merupakan suatu indikasi akan berkurangnya jumlah mereka. Ancaman lain yang membahayakan kelangsungan hidup dan keberadaan. 2. Habitat Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) 242
Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) adalah spesies harimau yang endemik di Pulau Sumatera, Indonesia. Ini berarti harimau Sumatera hanya ditemukan secara alami di wilayah hutan hujan yang ada di pulau Sumatera dan tidak dapat ditemukan di tempat lain di dunia. Harimau Sumatera mendiami hutan hujan dan ekosistem terkait di pulau Sumatera. Mereka biasanya hidup di berbagai tipe habitat seperti hutan hujan dataran rendah, hutan pegunungan, dan hutan rawa gambut. 1. Habitat dan Wilayah Panthera tigris sumatrae 243
konservasi harimau Sumatera mencakup perubahan dramatis dalam jumlah jenis harimau di Indonesia, dengan harimau Jawa dan harimau Bali yang telah punah. Saat ini, fokus konservasi terpusat pada harimau Sumatera, yang menghadapi penurunan populasi karena perubahan habitat dan konflik dengan manusia. Penanggulangan konflik melibatkan pendidikan dan pelatihan berbasis konservasi untuk masyarakat setempat. Habitat harimau Sumatera di bagian tengah Sumatera, seperti kawasan Rimbang-Baling, menjadi koridor vital dengan tinggi keanekaragaman hayati. Upaya konservasi melibatkan pengelolaan kawasan konservasi dan lindung, seperti Suaka Margasatwa Bukit Rimbang-Bukit Baling dan Cagar Alam Bukit Bungkuk, serta Hutan Lindung Bukit Batabuh. Perlindungan habitat ini menjadi kunci untuk menjaga kelangsungan hidup harimau Sumatera. 1. Status Konservasi Panthera tigris sumatrae 244