Nama : Apri Julianti NPM : A1M021029 Kelas : 5A TTL : Curup, 23 Juli 2003 Asal : Curup, Pal VII Hobi : Membaca 145
<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<v DESKRIPSI KETAM KENARI (Birgus latro) HABITAT KETAM KENARI (Birgus latro) AKTIVITAS KETAM KENARI (Birgus latro) STATUS KONSERVASI ANCAMAN KEPUNAHAN SPESIES UPAYA PELESTARIAN SPESIES KESIMPULAN POIN PEMBAHASAN 146
Ketam Kenari (Birgus latro) merupakan salah satu hewan yang hidupnya di sekitar pantai dan lebih aktif mencari makan pada malam hari.Ketam kenari adalah salah satu kelompok Decapoda yang banyak menghabiskan waktunya di daratan. DESKRIPSI KETAM KENARI 147
Ketam kenari paling sering ditemukan pada habitat dengan substrat berpasir dan substrat berbatu. Hal ini dapat terjadi karena area berbatu dianggap aman ketam kenari untuk berlindung dan bersembunyi dari predator dengan cara masuk pada celah-celah batu atau lubang-lubang batu karang. Pernyataan tersebut selaras dengan hasil penelitian Serosero (2018: 214) yang menyatakan bahwa ketam kenari banyak ditemukan di daerah dengan tekstur tanah berpasir. Abubakar (2019: 3) menambahkan bahwa habitat yang paling disenangi ketam kenari adalah vegetasi pantai dan semak belukar serta suka menghuni gua atau lubang bebatuan. HABITAT KETAM KENARI 148
Ketam kenari menghindari aktivitas pada siang hari karena menghindari sengatan sinar matahari langsung, tetapi terdapat ketam kenari yang tidak hanya melakukan aktivitas dimalam hari, namun ada juga yang melakukan ativitasnya pada siang hari karena diduga bahwa dilokasi tersebut tidak adanya aktivitas manusia di sekitar habitat yang menjadi tempat tinggal ketam kenari (Supyan, 2015: 128). AKTIVITAS KETAM KENARI 149
Secara hukum, fauna endemik telah dilindungi oleh PP No. 7 tahun 1999 tentang pengawetan satwa. Namun, eksploitasi terhadap fauna sebagai sumber makanan protein hewani terus dilakukan oleh masyarakat. Apabila hal ini terus berlanjut maka akan berdampak pada laju penurunan populasi secara drastis. Berdasarkan status konservasi IUCN Redlist, populasi ketam kenari termasuk kedalam golongan kurang informasi (Data Deficient/DD). STATUS KONSERVASI 150
Hasil riset yang di lakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menyebut bahwa kepiting kenari yang dahulu termasuk hewan terancam kini telah menjadi satwa buru. Yang artinya ketam kenari sudah dikategorikan sebagai satwa liar yang boleh diburu. Hasil tersebut kemudian menjadi dasar bagi KLHK mengeluarkan SK tentang buru kepiting kenari yang diperuntukkan bagi beberapa pengusaha yang mengajukan izin usaha. STATUS KONSERVASI 151
Ketam kenari termasuk hewan yang terancam punah. Hal ini diakibatkan karena beberapa hal, yaitu: Memiliki nilai gizi yang tinggi. Kepiting Kelapa dimanfaatkan sebagai sumber protein hewani oleh masyarakat sekitar pesisir. Kepiting Kelapa memiliki rasa yang enak dan bergizi tinggi. Hasil uji proksimat daging Kepiting Kelapa mengandung protein 21,77%, lemak 0,6%, air 74,43%, karbohidrat 1,43%, dan abu 1,78% (Serosero et al.,2019). STATUS KONSERVASI 152
Diburu masyarakat karena memiliki harga jual yang tinggi. Di Ternate misalnya, ketam kenari dijadikan sebagai hidangan restoran dan cukup populer. Satu ekor ketam kenari dijual dengan harga yang tinggi (tergantung besarnya), yakni berkisar antara Rp100.000 hingga Rp300.000 per ekor. Hal ini juga menjadi salah satu yang mendorong adanya perburuan dan itu tentu saja mengancam punahnya ketam kenari jika tidak dikendalikan. ANCAMAN KEPUNAHAN SPESIES 153
Selain itu penurunan spesies ketam kenari, besar penyebabnya adalah juga karena habitat mereka di beberapa wilayah telah mengalami kerusakan. Kerusakan habitat ini memengaruhi jenis pakan sebagai makanan utama mereka yang menurun sepanjang rusaknya habitat ketam ketam kenari. ANCAMAN KEPUNAHAN SPESIES 154
Upaya pelestarian ketam kenari dapat dilakukan dengan cara konservasi habitat ketam kenari. Dengan adanya konservasi, dapat mencega kepunahan ketam kenari. Akan tetapi, sangat sulit untuk melakukan konservasi ketam kenari. Hal ini disebabkan karena harga jual ketam kenari yang tinggi, sehingga sulit mencega perburuan ketam kenari ini dari masyarakat sekitar. Nah karena kesulitan inilah kita harus lebih semangat dalam mencega kepunahan spesies ketam kenari ini. Salah satu hal yang dapat dilakukan dalam mencegah kepunahan hewan ini adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang hewan yang dilindungi dan terancam agar dapat memberikan pemahaman baru masyarakat terutama mengenai ketam kenari UPAYA PELESTARIAN 155
Ketam Kenari (Birgus latro) merupakan salah satu hewan yang hidupnya di sekitar pantai dan lebih aktif mencari makan pada malam hari.Ketam kenari adalah salah satu kelompok Decapoda yang banyak menghabiskan waktunya di daratan. Kepiring kenari memiliki populasi yang hampir punah karena diburu terus oleh manusia untuk di jual atau di konsumsi. Selain itu, kerusakan habitat juga mempengaruhi populasi kepiting kenari. Konservasi merupakan solusi untuk mencegah kepuhanan hewan seperti ketam kenari. Bersosialisasi merupakan salah satu metode konservasi yang diharapkan dapat mengubah pendapat orang dalam memahami spesies langkah KESIMPULAN 156
Abubakar Y. 2014. Study biologi reproduksi sebagai dasar pengolahan kepiting kelapa (Birgus latro) di pulau yoi, kecamatan p. Gebe, maluku utara. Tesis.Jurnal Perairan Tropis. Vol 1/No 2. Serosero, R.H., Sulistiono, Butet, N.A., Riani, E. (2019). Sex Ratio and Growth Pattern of Coconut Crabs Birgus latro (Crustacea, Decapoda, (Cianobitidae) in North Moluccas Province, Indonesia. OmniAkuatik. Vol. 15 (1). Serosero, R.H., Suryani., dan Rina. (2016). Karakteristik Habitat dan Pola Pertumbuhan Kepiting Kenari (Birgus latro) di Pulau Ternate d an Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara. Depik. Vol. 5 (2): 48-56. SUPYAN, 2013. Karakteristik Habitat dan Beberapa Aspek Reproduksi Kepiting Kelapa di Pulau Uta Provinsi Maluku Utara. Tesis Institut Pertanian Bogor. Hal 5-55 DAFTAR PUSTAKA 157
MARI MENGENAL Raja Ambon Burung Nuri Y A N G D I L I N D U N G I Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Aceng Ruyani, M.Si 158
Nama : Fatimah Azzahrah NPM : A1M021031 Kelas : 5A TTL : Prabumulih, 23 Maret 2004Asal : Prabumulih Hobi : Mengedit, membaca, mendengar lagu 159
Burung Nuri Raja Ambon merupakan salah satu burung langka endemik di Maluku. Burung Nuri Raja Ambon ini mempunyai paruh bengkok, mempunyai badan sepanjang 35 cm ini memiliki bulu yang „semarak‟ dan mencolok dengan kombinasi warna merah, hijau, dan biru (Angga, 2018). Karakteristik Alisterus amboinensis 160
Burung Nuri Raja Ambon mengkonsumsi buah, biji, madu, dan pucuk tanaman. Burung ini tinggal di lubang-lubang pada pohon. Perkawinan terjadi sekitar pada bulan Februari hingga Maret, dalam sekali musim kawin biasanya mereka akan menghasilkan tidak lebih dari 3 butir telur sebelum dierami hingga menetas (Angga, 2018). Karakteristik 161
Deskripsi Habitat Habitat burung nuri raja ambon adalah di daerah hutan primer dan sekunder, perkebunan, dan daerah rindang lainnya di dataran rendah dengan ketinggian mencapai 2.100 m di atas permukaan laut. Makanan burung nuri-raja ambon di alam liar adalah buah-buahan, biji-bijian dan kuncup (Latupapua, 2016). 162
CITES mendaftarnya dalam Apendiks II. Ancaman utama terhadap populasi burung maskot Maluku ini adalah berkurangnya habitat akibat menyempitnya luas hutan dan kerusakan hutan. Selain itu juga diakibatkan oleh perburuan liar untuk diperdagangkan. IUCN CITES Populasi burung berbulu indah dan mencolok ini di alam diperkirakan sekitar 70.000 ekor (IUCN Redlist: 1997). Berdasarkan jumlah populasi tersebut, oleh IUCN Redlist dan BirdLife International burung yang dikenal sebagai Amboina King Parrot ini dikategorikan dalam status konservasi Least Concern (Beresiko Rendah) sejak 1988, meskipun pada periode 1994-2000 statusnya pernah dinaikkan menjadi Near Threatened(Hampir Terancam). Status Konservasi 163
IUCN 164
Bisa dikembang-biakan dengan mempeliharanya di area terbuka seperti di siapakan di kebun binatang yang dikhususkan untuk burung yang satu jenis. tempat yang biasa untuk melestarikan hewan ialah di Suaka Margasatwa, cagar alam, hutan lindung (Pattiwael., M. 2023). Peluang Memperbanyak 165
Peluang Pemanfaatan fisik yang menarik, burung nuri ternyata termasuk hewan yang cerdas, lo. Hewan ini bisa dilatih untuk menirukan berbagai suara seperti burung beo. Karena itu, banyak orang yang berminat memiliki hewan ini sebagai peliharaan. Keistimewaan lain dari burung nuri adalah kemampuannya bertahan hidup. 166
Tantangan saat melakukan upaya konservasi dalam pelestarian Burung Nuri Raja Ambon, banyaknya habitat aslinya dirombak menjadi sebuah lahan industri, banyaknya peminat yang menyebabkan burung ini sering diburu dan diselundupkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Menurut (Bima et al., 2022) Penyebab langkanya burung ini berkaitan dengan aktivitas manusia, Ancaman terbesar terhadap kelestarian dihabitatnya adalah kerusakan hutan akibat pembalakan liar, kebakaran hutan, alih fungsi hutan terutama perusakan hutan dan perburuan liar yang tidak terkendali yang mengambil daging dan bulunnya. Burung kuau kerdil memiliki kepekaan yang tinggi terhadap gangguan dan kerusakan habitat alaminya, yang berdampak pada penurunan populasi mereka. Tantangan Konservasi 167
Kesimpulan Jenis burung langka endemik di Provinsi Maluku salah satunya Nuri Raja Ambon, perkawinan terjadi sekitar pada bulan Februari hingga Maret yang keberadaannya terancam punah sehingga harus dilakukan upaya-upaya perlindungan hukum. Burung Nuri Raja Ambon memiliki kombinasi warna merah, hijau, dan biru. mempunyai badan sepanjang 35 cm. Makanan burung nuri-raja ambon di alam liar adalah buah-buahan, biji-bijian dan kuncup. 168
DAFTAR PUSTAKA Angga. (2018).Perlindungan Hukum Terhadap Jenis Burung Langka Endemik yang Terancam Punah di Maluku. Jurnal Kosmik Hukum. Vol. 18 No.2. 1. BirdLife International (2008). "Alisterus amboinensis". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2008. International Union for Conservation of Nature. Diakses tanggal 18 June 2009. 2. http://1000warnaindonesia.blogspot.co.id/2015/10/flora-dan-fauna-maluku.html,diakses tanggal 31 Maret 2017. 3. Latupapua, L. 2016. Jenis dan Habitat Burung Paruh Bengkok Pada Hutan Wae Illie Taman Nasional Manusela. Agrologia, Vol. 5, No 2: Hal. 67-77. 4. Pattiwael., M dan Charliany, H. (2023). Pola Sebaran Jenis-Jenis Burung Paruh Bengkok Di Hutan Malagufuk Distrik Makbon Kabupaten Sorong. Median Vol. 15 No 1. 5. 169
MENGENAL HABITAT BURUNG MERAK HIJAU (PAVO MUTICUS) Dosen Pengampu: Prof. Dr. Aceng Ruyani, M.Si. 170
NPM: A1M021033 Nama: Ladya Rotami TTL: Tj Iman, 29 April 2003 Hobi: Voli Kelas: 5A Asal: Kaur 171
POKOK PEMBAHASAN 01 05 02 06 03 08 Gambar Spesies Burung Merak Hijau Peluang Permanfaatan Burung Merak Hijau Tantangan Konservasi burung Merak Hijau kesimpulan Deskripsi Habitat Burung Merak Hijau Status Konservasi Burung Merak Hijau 04 Peluang Perbanyakan Burung Merak Hijau 07 Daftar Pustaka 172
Gambar Spesies Burung Merak Hijau 173
Deskripsi Habitat Burung Merak Hijau Burung Merak Hijau (Pavo muticus) merupakan salah satu burung besar yang berasal dari Indonesia. Persebaran di Indonesia terutama di Taman Nasional (TN) Ujung Kulon di Provinsi Banten; TN Meru Betiri, TN Alas Purwo, dan TN Baluran di Provinsi Jawa Timur (Setio dan Mukhtar 2015). Burung Merak Hijau juga dapat ditemukan di Taman Nasional Alas Purwo pada Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. Letak taman nasional ini di ujung paling timur dari Pulau Jawa dekat pesisir pantai dan berbatasan dengan Pulau Bali. Perlindungan terhadap jenis burung ini dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No.66/KPTS/Um/2/1973; Keputusan Menteri Kehutanan No.301/ Kpts -II/1991 dan PP No. 7 tahun 1999). 174
Status Konservasi Burung Merak Hijau Status Merak Hijau Jawa berdasarkan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wildlife Fauna and Flora) dalam Departemen Kehutanan (2016), merak hijau jawa dikategorikan ke dalam Appendix II, artinya perdagangan jenis burung ini harus dikendalikan, antara lain melalui sistem kuota dan pengawasan (Setio dan Mukhtar 2015). Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pandeglang menyebut populasi merak hijau terancam punah. Disparbud mencatat saat ini populasi burung merak hijau di Indonesia berada di angka 800 ekor. Berdasarkan data statistik IUCN Red List (International Union for Conservation of Nature), Burung Merak Hijau atau Pavo muticus memiliki status yang “terancam punah” tercatat semenjak tahun 2018 (Tambengi,2023). 175
Peluang Perbanyakan Burung Merak Hijau Untuk dapat bertahan hidup dan berkembang biak, terdapat kebutuhan dasar burung merak hijau yang wajib dipenuhi dalam pengelolaan penangkaran burung tersebut. Kebutuhan dasar burung merak hijau antara lain adalah kebutuhan pakan dan air, sinar matahari yang cukup, tempat bertengger, tempat mengais, tempat bersembunyi dan bertelur. Hal ini sesuai dengan kebiasaan dan perilaku alami burung ini. Oleh karena itu, untuk mencegah penurunan populasi dan juga kepunahan Merak Hijau, diperlukan fasilitas konservasi yang menunjang dan mendukung keberlangsungan hidup Merak Hijau. Selain itu juga membantu penelitian mengenai perilaku Merak Hijau yang selama ini belum dilakukan, juga menjadi tempat untuk meneliti jenis, merawat, merehabilitasi, melindungi merak dari perburuan liar, serta mengkonservasi habitat Merak Hijau sehubungan dengan dampak pembangunan pemukiman, sehingga terjadi penurunan lahan hijau yang menjadi habitat Merak Hijau (Aliyah,2014). 176
Peluang Permanfaatan Burung Merak Hijau Burung merak dapat dimanfaatkan sebagai tempat Pengembangan Kawasan Penangkaran Burung Merak untuk Mendukung Revitalisasi Kesenian Reyog dan Menunjang Pembangunan Pariwisata di Kabupaten Ponorogo, hal ini dikarenakan pada beberapa daerah hutan di Jawa Timur masih terdapat populasi burung merak. Namun demikian, sebaran alami burung Merak di habitat aslinya (in-situ) pada saat ini sangat terbatas. Oleh karena itu guna menjaga kesinambungan supply bahan untuk pembuatan topeng Dhadhak Merak memerlukan suatu kebijakan intervensi dengan menyelenggarakan konservasi burung merak secara ex-situ, yaitu suatu kegiatan konservasi dengan menyediakan habitat buatan yang mirip dengan habitat alami burung merak. Sehingga dapat menunjang pembangunan pariwisata yang dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dengan pengembangan suatu kawasan penangkaran tersebut (Nugroho,2014). 177
Tantangan Konservasi burung Merak Hijau Sejak awal abad XX populasi merak hijau mengalami penurunan drastis akibat pengurangan luas habitat dan perburuan yang menyebabkan kepunahan lokal beberapa populasi. Pengaruh herbivora juga berdampak besar terhadap merak yaitu bisa bersifat langsung dengan kehadiran yang bersifat mengganggu dan memaksa untuk menjauh dari sumber gangguan tersebut. Sumber gangguan ini terutama berasal dari manusia, hewan ternak,dan predator (Hernowo et al. 2011). Pengaruh juga dapat tidak langsung yaitu melalui perubahan habitat, akibat oleh perumputan dan pemakanan daun-daunan baik oleh hewan ternak maupun oleh herbivora besar. Kehadiran hewan ternak juga memengaruhi sumber merak, terutama tempat berlindung dan pakan yang berupa biji-bijian. Ilyaset al. (2004) melaporkan bahwa pada lokasi dengan kerapatan ternak yang rendah memiliki kerapatan merak yang tinggi. Hubungan merak dan sapi lebih bersifat kompetisi untuk sumber daya yang terbatas (Pudyatmoko,2019). 178
Kesimpulan Habitat Burung Merak Hijau (Pavo muticus) adalah berasal dari Indonesia. Persebaran di Indonesia terutama di Taman Nasional (TN) Ujung Kulon di Provinsi Banten; TN Meru Betiri, TN Alas Purwo, dan TN Baluran di Provinsi Jawa Timur (Setio dan Mukhtar 2015). Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pandeglang menyebut populasi merak hijau terancam punah. Disparbud mencatat saat ini populasi burung merak hijau di Indonesia berada di angka 800 ekor. Untuk mencegah penurunan populasi dan juga kepunahan Merak Hijau, diperlukan fasilitas konservasi yang menunjang dan mendukung keberlangsungan hidup Merak Hijau. Burung merak dapat dimanfaatkan sebagai tempat Pengembangan Kawasan Penangkaran Burung Merak untuk Mendukung Revitalisasi Kesenian Reyog dan Menunjang Pembangunan Pariwisata di Kabupaten Ponorogo, hal ini dikarenakan pada beberapa daerah hutan di Jawa Timur masih terdapat populasi burung merak. Akan tetapi tantangan konservasi burung merak ini adalah dengan adanya kehadiran hewan ternak juga memengaruhi sumber merak, terutama tempat berlindung dan pakan yang berupa biji-bijian. 179
DAFTAR PUSTAKA Aliyah, I., Nugroho, PS, & Yudana, G. (2019). Model pengembangan kawasan penangkaran burung merak untuk mendukung revitalisasi kesenian reyog dan mendukung pembangunan pariwisata di Kabupaten Ponorogo. Jurnal Pedesaan dan Pembangunan , 5 (2). Nareswari, N. D., Samsudewa, D., & Ondho, Y. S. (2017). Tingkah laku reproduksi merak hijau (Pavo muticus) pada umur yang berbeda di UD. Tawang Arum Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 12(1), 94-101. Pudyatmoko, S. (2019). Habitat dan Interaksi Spatio-Temporal Merak Hijau dengan Sapi dan Herbivora Besar di Taman Nasional Baluran. Jurnal Ilmu Kehutanan, 13(1), 28-37. Takandjandji, M., & Sawitri, R. POPULASI BURUNG MERAK HIJAU (Pavo muticus Linnaeus, 1766) DI EKOSISTEM SAVANA, TAMAN NASIONAL BALURAN, JAWA TIMUR (Population Phoenix Birds (Pavo muticus Linnaeus, 1766) in Savanna Ecosystem, Baluran National Park, East Java). Tambengi, B. F. P. (2023). Fasilitas Konservasi Merak Hijau di Banyuwangi. eDimensi Arsitektur Petra, 11(1), 01-08. 180
Keajaiban Bawah Laut: Pari Gergaji Lancip dan Ekosistemnya yang Menakjubkan Bawah laut menyimpan keajaiban unik yang belum banyak diketahui. Intip keindahan pari gergaji lancip serta keanekaragaman ekosistemnya. DOSEN PENGAMPU: Prof.Dr. Aceng Ruyani,M.Si 181
Meiredo Marliansa A1M021035 182
PARI GERGAJI LANCIP Pari gergaji merupakan ikan bertulang rawan pipih (elasmobranchii) dengan moncong sangat panjang dan memiliki 16-32 buah gigi pada setiap sisinya. Pari gergaji memiliki insang yang terletak di bagian bawah tubuh, sedangkan hiu gergaji memiliki insang yang terletak di samping tubuhnya (Baharuddin,2020). Lain itu, tubuh pari gergaji cenderung lebih besar hingga ukuran maksimal mencapai 7 meter, sedangkan hiu gergaji relatif kecil dengan ukuran maksimal hanya mencapai 1,5 meter. Salah satu penentu keberhasilan konservasi ikan pari gergaji adalah sumberdaya manusia yang dapat dilihat dari pengetahuan dan perspektifnya terhadap keberadaan ikan pari gergaji. Masyarakat pesisir dituntut untuk memiliki pengetahuan dan perspektif yang baik terhadap ikan pari gergajisehingga dengan pengetahuan dan perspektif yang baik dapat bermanfaat dalam kegiatan konservasi (Baharuddin,2020). Nelayan penangkap hiu menyatakan bahwa setiap tahun daerah penangkapan yang dituju semakin jauh dan hasil tangkapan semakin berkurang dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan salah satuindikasi terjadinya penurunan populasi hiu. Permintaan serta harga jual hiu yang tinggi memicu IUU fishing terhadap hiu sehingga mempengaruhi terancamnya eksistensi hiu termasuk hiu Koboi (Oceanic Whitetip Shark). IUU fishing ini mencakup overfishing, by catch, dan shark finning. Overfishing merupakan suatu bentuk penangkapan ikan secara berlebihan sehingga populasi ikan semakin lama semakin berkurang dan akhirnya tidak ada lagi yang dapat ditangkap (Yasmin,2022). Dalam pengertian yang luas, Bycatch (Hasil Tangkapan Sampingan) mencakup semua hewan yang bukan merupakan sasaran utama dan benda-benda tidak hidup (sampah/debris) yang tertangkap ketika melakukan operasi penangkapan. Shark finning adalah aktivitas perburuan dan penangkapan hiu di laut lepas oleh para nelayan. Setelah diburu, hiu-hiu tersebut hanya dipotong dan diambil organ siripnya saja, sementara bagian tubuh lainnya (95%) secara utuh dibuang kembali ke laut (Iskandar,2022). 183
Peran Pari Gergaji Lancip dalam MenjagaKeseimbangan Ekosistem Bawah Laut Pari gergaji lancip memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem bawah laut. Sebagai predator puncak, pari gergaji lancip membantu mengendalikan populasi hewan di tingkat yang sehat. Mereka memangsa ikan, krustasea, dan hewan kecil lainnya, sehingga membantu mengatur populasi mereka. Selain itu, pari gergaji lancip juga berkontribusi dalam proses daur ulang nutrien dengan memakan bangkai hewan yang mati di dasar laut. Hal ini membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan kesehatan lingkungan bawah laut (Ghaisani,2022). 184
Keunikan Pari Gergaji Lancip 1 Bentuk tubuhnya unik Dalam satu sisi kepala, pari gergaji lancip memiliki mata, mulut, dan insang. Sementara di sisi lain, terdapat sejumlah gigi runcing seperti gergaji. 2 Makanan favoritnya Memakan ikan dan hewan laut kecil lainnya dengan gigi gergajinya yang mematikan. 3 Daya tangkap indra penciuman dan pendengaran sangattinggi Hal ini memungkinkannya untuk melakukan aktivitas berburu dan mudah menghindari bahaya. 4 Terancam punah Populasinya semakin menurun akibat aktivitas manusia seperti perburuan dan hilangnya habitat alaminya 185
Keanekaragaman Ekosistem Bawah Laut Korall Menyediakan tempat hidup bagi beragam jenis ikan dan biota laut lainnya Memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem Kepiting Mempunyai beragam bentuk tubuh dan warna yang unik Makanan dari berbagai jenis ikan dan hewan laut kecil lainnya Cumi-Cumi Dapat berubah warna dan tekstur kulitnya menyesuaikan dengan lingkungan sekitar. Predator cerdik dan tangkas dalam membela diri dengan melepaskan tinta hitam penuh racun. 186
Adaptasi Pari Gergaji Lancip di Lingkungan Bawah Laut Pergerakan Cepat Pari gergaji lancip memiliki bentuk tubuh yang aerodinamis untuk membantunya bergerak cepat dan lincah. Sistem Penciuman yang Pevoehansif Dalam mencari mangsanya, pari gergaji lancip menggunakan indra penciumannya yang lebih pevoehansif daripada ikan lainnya. Refleks dan Kecepatan Tangkapan yang Tinggi Untuk berhasil menangkap mangsanya, pari gergaji lancip memiliki refleks yang sangat cepat dan gigi gergajinya yang tajam. 187
Perlindungan Pari Gergaji Lancip dan Ekosistem Bawah Laut Konservasi Para ilmuwan dan aktivis lingkungan bekerja keras untuk melestarikan keunikan dan keanekaragaman ekosistem bawah laut, melindungi pari gergaji dan spesies lainnya dari kepunahan. Pendidikan Masyarakat Orang tua, sekolah, dan media harus membantu meningkatkan kesadaran masyarakat agar melindungi ekosistem bawah laut serta memanfaatkannya secara bertanggung jawab. Tindakan Individu Setiap orang harus bertanggung jawab menjaga alam di sekitar mereka dan memperlakukan laut dan biota laut dengan baik. 188
Spesies Lain dalam Ekosistem Pari Gergaji Lancip IkanKepala Merah Salah satu jenis ikan yang paling sering ditemukan di sekitar terumbu karang. Nama populer di Indonesia adalah istiophoridae atau sailfish. Ikan Kuda Besi Mempunyai bentuk tubuh yang panjang dan ramping. Merupakan satu-satunya anggota famili syngnathidae yang hidup terbuka di laut. Kepiting Bernapas Udara Terkenal karena dapat berjalan di atas air, seperti layaknya kadal sekalipun mereka adalah binatang laut. Namun, mereka bernapas udara dan menggunakan paruparu book. Kupu-kupu Laut Spesies yang indah, lemah lembut, dan yang unik. Merekalah yang memberikan warnawarni pada terumbu karang. Mereka melodius dalam bentuk birama dan motif tari yang tak terlupakan - sebuah simbol dasar tambang emas Misool di Papua Barat. 189
Ancaman Terhadap Ekosistem Bawah Laut 1 Pencemaran Laut Surplus bahan kimia, limbah domestik, dan limbah industri mematikan kehidupan laut dan terumbu karang. 2 Perubahan Iklim Perubahan suhu air dan peningkatan level air laut berkontribusi pada kerusakan terumbu karang dan habitat binatang laut lainnya. 3 Overfishing Kegiatan overfishing atau penangkapan ikan secara berlebihan sangat merugikan bagi ekosistem bawah laut. 190
Upaya Pelestarian Ekosistem Bawah Laut Menentukan Batas Tempat Penangkapan Ikan Memastikan ikan yang diperbolehkan ditangkap tidak mengarah pada hilangnya populasi spesies yang lebih rentan seperti pari gergaji. Regulasi Pencemaran Laut Menerapkan pengaturan ketat untuk membatasi jumlah bahan kimia dan limbah yang dibuang ke laut. 3 Program Restorasi Terumbu Karang Mengembalikan terumbu karang yang rusak atau mengumpulkan spesies lain yang dapat membantu mengembalikan keanekaragaman ekosistem bawah laut. 191
Kesimpulan dan Pesan Penting Melindungi Ekosistem Bawah Laut Bagi manusia, laut merupakan sumber kehidupan yang penting dan sekaligus merupakan tanggung jawab kita untuk menjaganya dengan baik. Jangan Mengabaikan PeranKita Memahami dan tahu cara melindungi serta menjaga keberlangsungan hidup para spesies yang ada di dalamnya adalah tanggung jawab kita sebagai penghuni bumi. Konservasi Lingkungan Bawah Laut Perlindungan spesiesspesies serta ekosistemnya dapat menjamin ketersediaan sumber daya bagi generasi mendatang, dan juga sebagai dasar keberlangsungan hidup makhluk hidup ke depannya. 192
DAFTAR PUSTAKA Baharuddin, S. R. (2020). PENGATURAN DAN PERLINDUNGAN HUKUM IKAN HIU JENIS OCEANIC WHITETIP SHARK DALAM KERANGKA HUKUM INTERNASIONAL DAN IMPLEMENTASINYA DI INDONESIA (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin). Iskandar, A., Muslim, M., Hendriana, A., & Wiyoto, W. (2020). Jenis-Jenis Ikan Indonesia yang Kritis dan Terancam Punah. Jurnal Sains Terapan: Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian, 10(1), 53-59. Ghaisani, N. F. (2022). Pengaruh Musim Penangkapan Terhadap Hasil Tangkapan Gill Net Dasar Hiu di sekitar Perairan Pulau Lanjukang Makassar (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin). Yasmin, N. S. (2022). Perancangan Informasi Jenis-Jenis Hiu Di Indonesia Melalui Media Buku Ensiklopedia (Doctoral dissertation, Universitas Komputer Indonesia). 193
Mengidentifikasi Lutung Budeng (Trachypithecus Auratus) Yang Hampir Terancam Punah Dosen Pengampu : Prof. Dr. Aceng Ruyani,M.Si 194