Status konservasi nasional harimau Sumatera di Indonesia mencerminkan keprihatinan yang serius terhadap kelangsungan hidup spesies ini. Harimau Sumatera termasuk dalam kategori "Kritis" berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/Setjen/PLA.3/2/2018. Penetapan status ini mengindikasikan tingkat risiko tinggi terhadap kepunahan dan menunjukkan perlunya tindakan konservasi yang lebih intensif untuk melindungi harimau Sumatera dan habitatnya. Upaya kolaboratif antara pemerintah, organisasi konservasi, dan masyarakat lokal menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan harimau Sumatera di tingkat nasional. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) memiliki status konservasi internasional yang sangat kritis. Mereka termasuk dalam kategori "Critically Endangered" atau terancam punah secara serius berdasarkan daftar merah IUCN (International Union for Conservation of Nature). Faktor-faktor seperti perusakan habitat, perburuan ilegal, dan konflik dengan manusia telah menyebabkan penurunan drastis dalam populasi harimau Sumatera. Organisasi konservasi dan pemerintah bekerja sama untuk melibatkan masyarakat setempat, melindungi habitat, dan mengurangi ancaman untuk mendukung usaha konservasi harimau Sumatera. 245
Peluang Perbanyakan Panthera tigris sumatrae Peluang perbanyakan harimau Sumatera melibatkan perlindungan habitat, penanggulangan perburuan ilegal, manajemen konflik, pemantauan dan penelitian, pemeliharaan populasi di penangkaran, serta konservasi lanskap. Upaya kolaboratif antara pemerintah, organisasi konservasi, dan masyarakat menjadi kunci untuk meningkatkan populasi harimau Sumatera dan memastikan kelangsungan hidupnya. 246
Sebagai hewan pemangsa utama (top predator), harimau memerlukan wilayah habitat yang luas supaya dapat hidup dan berkembang biak. Oleh karena itu, kepadatan hewan mangsa sebagai sumber pakan merupakan faktor yang sangat penting dalam mendukung keberlanjutan populasi harimau Wilayah jelajah untuk seekor harimau betina adalah sekitar 20, sedangkan untuk harimau jantan sekitar 60-100 Sangat diperlukannya tindakan intensif untuk mencegah terjadinya kasus konflik yang berkepanjangan yang bisa memberikan dampak negatif bagi manusia maupun bagi Harimau Sumatera yang memicu kepunahan bagi satwa ini. Dengan mengmbalikan kearifan lokal masyarakat yang hidup berdampingan dengan satwa liar ini akan menjadikan langkah dimana kegiatan sosial dan perekonomian masyarakat tetap dapat berlangsung tanpa harus merugikan salah satu pihak. Penyadaran kearifan lokal dengan hidup berdampingan dengan satwa liar tentunya tidaklah mudah. Akan tetapi ini dapat dilakukan secara bertahap 247
Organisasi yang mendukung perlindungan dan pelestarian keanekaragaman hayati yaitu World Wide Fund (WWF). WWF adalah Non-Government Organization yang peduli terhadap kelestarian keanekaragaman hayati yang mana WWF juga memiliki lebih dari 5 juta pendukung di seluruh dunia ,WWF juga bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk mengurangi konflik antara manusia-harimau. Harimau dalam bertahan hidup di alam bebas selain berkurangnya populasi harimau juga menghadapi dua ancaman yaitu ancaman yang datang dari pada pedagang ilegal yang mana bagian tubuh dari harimau tersebut di perjual belikan, bagian-bagian tubuh harimau di perjual belikan karena adanya manfaat dari organ tubuh harimau yang dipercaya oleh masyarakat sebagai obat-obatan tradisional, dekorasi,perhiasan maupun jimat yang di jual dengan harga yang sangat tinggi di pasar gelap dan ancaman berikutnya yaitu harimau harus kehilangan habitatnnya karena tingginua laju deforestasi, sedangkan harimau hanya dapat di temukan di pulau Sumatera, Indonesia. Peluang Pemanfaatan Panthera tigris sumatrae 248
Secara keseluruhan, harimau Sumatera menghadapi tantangan serius terkait perusakan habitat, perburuan ilegal, dan konflik manusia-harimau. Status kritis mereka sebagai spesies terancam punah menandakan perlunya tindakan konservasi yang segera dan efektif. Upaya-upaya seperti perlindungan habitat, penegakan hukum yang kuat, manajemen konflik yang bijaksana, dan pendekatan edukatif bersama masyarakat adalah kunci untuk memastikan kelangsungan hidup harimau Sumatera. Kolaborasi lintas sektor dan kesadaran global juga diperlukan untuk menghadapi tantangan ini dan menjaga keberlanjutan ekosistem di mana harimau Sumatera berperan penting. Kesimpulan 249
DAFTAR PUSTAKA 250
Identifikasi Status Konservasi, Habitat, Dan Peluang Perbanyakan (Polyplectron Chalcurum) Burung Endemik Sumatera yang Terancam Punah Nama Ilmiah : Polyplectron Chalcurum Nama Lokal : Kuau Kerdil Sumatra Dosen pengampu: Prof.Dr.Aceng Ruyani,M.Si 251
Nama : Ani Sumarningsih NPM : A1M021047 Kelas : 5A TTL : Panca mukti, 01 Juli 2003 Alamat : desa, Talang pauh, kec. Pondok kelapa, Kab. Bengkulu Tengah Hobi : Memasak 252
Point Pembahasan 1.Gambar spesies kuau kerdil Sumatra 2.Deskripsi habitat kuau Kerdil Sumatra 3.Status konservasi kuau kerdil Sumatra 4.Peluang perbanyakan kuau kerdil Sumatra 5.Peluang pemanfaatan kuau kerdil Sumatra 6.Tantangan konservasi kuau kerdil Sumatra 7.Kesimpulan 8.Daftar pustaka 253
1. Gambar spesies kuau kerdil sumatra Kuau Kerdil Sumatra adalah salah satu jenis burung tanah yang merupakan burung endemik (burung yang hidup dan penyebarannya terbatas) dipulau Sumatra. Burung kuau kerdil memiliki tubuh yang memanjang, dengan kepala kecil serta ekor Panjang berpalang hitam. Burung kuau kerdil Jantan umumnya lebih besar dari burung kuau kerdil betina, serta memiliki corak ungu mengkilap diujung ekor. Burung kuau kerdil memiliki sifat yang pemalu, sehingga saat mencari makan pun burung kuau kerdil sendirian dan diam-diam berjalan diantara tumbuhan yang lebat. Sumber. www.Goggle.com 254
2. Deskripsi habitat kuau Kerdil Sumatra Menurut (Alfila & Radhi, 2019) Habitat burung kuau kerdil yakni dikawasan hutan, mulai dari dataran rendah sampai pada ketinggian sekitar 1.300 meter diatas permukaan laut. Burung kuaukerdil jarang dijumpai dihutan sekunder dan bekas tebangan sampai ketinggian 1.300 meter dpl. Sumber. www.Goggle.com Sumber. www.Goggle.com 255
3.Status konservasi kuau kerdil Sumatra Menurut (Damara et al., 2022) Status burung kuau kerdil dalam daftar merah dari international union for the conservation of nature (IUCN) terancam punah sehingga termasuk hewan yang dilindungi bukan punah.Sedangkan status nasional burung kuau kerdil sumatra yakni risiko rendah atau menurun. Oleh karena itu status burung ini di indonesia adalah dilindungi oleh pp no 7 th 1999 dan PERMENHUT No 57 th 2008. Upaya perlindungan kuau kerdil juga digalakkan oleh organisasi burung internasional yang merupakan sebuah wadah berisi para peneliti burung yang memasukkan kuau kerdil dalam daftar burung yang harus dilindungi. Sumber. www.Goggle.com Sumber. www.Goggle.com 256
4. Peluang perbanyakan kuau kerdil Sumatra Menurut (Kebijakan & Pidana, 2022) Burung kuau kerdil memiliki Siklus reproduksi yang lama, populasinya jarang, endemik,habitat terbatas sehingga persebarasan burung kuau ini terbatas. Dari segi penelitian telah melakukan penelitian terhadap data populasi dan penyebaran pada habitat alami mengingat data yang ada saat ini sangat terbatas Sehingga peluang perbanyakannya kecil atau sedikit. Sedangkan dari sisi perlindungan masih perlu Upaya penyadaran dan pemberitahuan kepada Masyarakat sekitar dan pemanfaatan Lestari yang dilakukan oleh Masyarakat diperlukan sistem insentif. Penemuan burung kuau dibeberapa wilayah ini menjadi pengingat bahwa Upaya dan perhatian yang tepat, beberapa spesies yang dianggap punah masih dapat diselamatkan, dan peneliti merencanakan untuk memindahkan burung tersebut kehabitat alaminya yang lebih luas, dimana ia dapat hidup bebas dan berkontribusi pada pelestarian spesies ini. 257
5. Peluang pemanfaatan kuau kerdil Sumatra Burung kuaukerdil memiliki tubuh yang indah dan spesifik, bahkan berat burung kuau Jantan bisa mencapai 11 kg dan Panjang hingga 2 meter. Sehingga Masyarakat yang sengaja memburu burung tersebut mereka manfaatkan sebagai sumber makanan serta bulu dari burung kuau diambil dan dijadikan kerajinan. Hingga penangkapan burung kuau ini telah menjadi komoditas perdagangan illegal yang terus mengancam keberadaanya.. Menurut (Ariesta, 2020) Burung kuau kerdil juga dimanfaatkan sebagai maskot, karena burung kuau kerdil Sumatra memiliki peranan penting sebagai simbol identitas provinsi Sumatra barat. Penetapaan burung kuaukerdil sebagai maskot provinsi menunjukan kebanggan dan kesadaran akan pentingnya menjaga keberadaan burung dan habitatnya. Sumber. www.Goggle.com 258
6.Tantangan konservasi kuau kerdil Sumatra Menurut (Bima et al., 2022) Penyebab langkanya burung ini berkaitan dengan aktivitas manusia, Ancaman terbesar terhadap kelestarian dihabitatnya adalah kerusakan hutan akibat pembalakan liar, kebakaran hutan, alih fungsi hutan terutama perusakan hutan dan perburuan liar yang tidak terkendali yang mengambil daging dan bulunnya. Burung kuau kerdil memiliki kepekaan yang tinggi terhadap gangguan dan kerusakan habitat alaminya, yang berdampak pada penurunan populasi mereka. Sumber. www.Goggle.com 259
7.Kesimpulan Burung kuau kerdil Sumatra adalah burung tanah yang memiliki warna khas coklat gelap yang merupakan salah satu jenis satwa endemik Sumatra yang dilindungi. Habitat burung kuau kerdil yakni dikawasan hutan, burung kuau kerdil termasuk burung yang terancam punah sehingga termasuk hewan yang dilindungi bukan punah. Siklus reproduksi yang lama, populasinya jarang, endemik, sehingga persebarasan burung kuau ini terbatas. Penyebab langkanya burung ini juga berkaitan dengan aktivitas manusia, terutama perusakan hutan dan perburuan liar. 260
Daftar Pustaka Alfila, I., & Radhi, M. (2019). Perilaku Satwa Liar Pada Kelas Mamalia. Jurnal OSF Preprints, 1–10. Ariesta, O. (2020). Perancangan Maskot Isi Padangpanjang Sebagai Media Branding. Jurnal Bahasa Rupa, 3(2), 104–116. https://doi.org/10.31598/bahasarupa.v3i2.490 Bima, S., Izmiarti, & Nofrita. (2022). Jurnal biologi universitas andalas. Jurnal Biologi Universitas Andalas, 10(2), 70–77. https://doi.org/10.25077/jbioua.10.2.53-59.2022 Damara, K. A., Harianto, S. P., Iswandaru, D., & Setiawan, A. (2022). Status Perlindungan Burung Yang Diperdagangkan Di Kota Bandar Lampung. Jurnal Belantara, 5(2), 219–231. https://doi.org/10.29303/jbl.v5i2.896 Kebijakan, A., & Pidana, H. (2022). DILINDUNGI SECARA ILLEGAL ( Studi di Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera ) SKRIPSI Oleh : ABDUL RAHMAN NASUTION FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MEDAN AREA MEDAN DILINDUNGI SECARA ILLEGAL ( Studi di Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera ) SKRIPSI Oleh : Diajukan Untuk Melengkapi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Hukum Pada Fakultas Hukum Universitas Medan Area. 261