Semua orang mulai menyusun teori teori mereka, dalam sekejab, akun twitter milik Cyrene menjadi topik hangat dan itu membuat Cyrene pusing karena banyaknya mention yang ditujukan padanya. Kehebohan yang terjadi benar benar belum mereda bahkan setelah hari berganti pun, mereka masih belum selesai dengan teori mereka. Mereka bertanya tanya, benarkah Major Dayton yang selama ini mereka kenal adalah seorang Lycan? Klan yang sangat dihormati, dan terkenal dengan powernya yang luar biasa? Lalu kenapa? Kenapa selama ini Cyrene bersembunyi dibalik Loi? "Sayang, kenapa mereka berisik sekali? Aku malas menanggapinya" kata Cyrene yang mengaduh kepada Ares dengan manja seperti anak kecil. "Biarkan saja sayang, tidak perlu ditanggapi." "Kasihan dedenya kalo kamu mikir hal tidak penting seperti itu" kata Ares sambil mengusap perut Cyrene dengan lembut.
"Tumben dad ngga main kasar hahah"
—----- Setelah konfirmasi yang diberikan soal identitas Loi yang sebenarnya, setiap langkah yang Cyrene ambil di akhir masa SMAnya selalu mengundang tatapan tidak percaya. Tidak ada satupun dari mereka yang berani mengusik hal sekecil apapun tentang Cyrene. Walaupun kini usia kandungan Cyrene yang telah melewati 3 bulan dan itu mulai sedikit terlihatpun, tidak ada siapapun yang berani mengusiknya. Apalagi, adanya 3 laki laki yang siap menerkam siapapun yang membahayakan wanita mereka, membuat mereka benar benar tidak berani berkutik, dan mengomentari hal sekecil apapun dari Cyrene Lycan. Bagi Cyrene ini adalah angin segar untuknya. Dia bisa berjalan dengan begitu nyaman sebagai Cyrene. Sebagai dirinya sendiri. Selama ini, Cyrene selalu bersembunyi. Dibalik tembok mansionnya, ataupun dibalik nama Daytonnya. Tapi sekarang, Cyrene telah berhasil. Ia berhasil menghancurkan belenggu belenggu yang mengikatnya. Dan Cyrene kini bebas mengepakkan sayapnya. Cyrene tidak akan lari lagi. Cyrene tidak akan pernah bersembunyi lagi. Walaupun takdir masih terus akan mengejarnya, Cyrene akan menghadapinya.
Dan Cyrene, akan menghadapinya sebagai seorang Lycan. "Dad, jika setelah ini akan ada banyak tantangan yang datang, daddy janji sama Iren kita hadapi ini bersama ya?" "Jangan sembunyikan Iren lagi, dan daddy yang harus menghadapai semuanya sendiri" "We're Lycan. And u told me Grandpa have said that-" "-Lycan are stronger together" "So dad, let's face all of this together" "I'm your daughter" "I'm Lycan" "You right baby" "We're Lycan. And We're stronger together" Lycan, END.
[OVA 1 : Bumil]
Yak, kesibukan mereka dengan urusan sekolah memang sudah selesai, Ujian mereka berjalan dengan sempurna. Kompetisi mereka pun, kini sudah berkurang drastis, begitu pula dengan misi mereka. Tapi, kesibukan yang baru telah muncul sekarang. Dan itu berkali kali lipat lebih berat dibandingkan kesibukan harian mereka. Usia kandungan Cyrene yang semakin bertambah, membuat keinginan Cyrene juga semakin beragam. Rasanya, ga habis habis masa nyidamnya Cyrene.
Dan para suami, mau tidak mau memang harus selalu menuruti dan mewujudkan semua keinginan calon anak mereka. "Babe, ini ayamnya mau diapain?" Tanya Leon yang kini berhasil mendapatkan ayam hutan, setelah satu hari lamanya mereka menunggu "Dimasak, tapi yang masak kamu ya babe" "Hahh??? Babe aku ngga pernah masak ayam ginian, gatau cara ngolahnya biar bisa dimakan" "Ya dimasak apa aja terserahh babe, please yaa?" "Bibi, bisa masakin buat nyonya Cyrene kalau nyonya mau" "Maunya Leon yang masak, biar Leon aja bi" "Hhahhhh…. Yaudah bibi kasih tau aja caranya biar saya yang masakin" "Baik tuan" Saat Leon sedang sibuk didapur dengan ayam hutan permintaan Cyrene, Ares dan Rain sedang duduk bersama Cyrene yang masih asik makan buah potong seperto kebiasaanya. Jangan kira mereka sedang duduk bersantai, tidak.
Mereka sedang sibuk menelfon kesana kemari, dan menyiapkan satu lagi keinginan Cyrene yang sedikit merepotakan. —---- "Sayang, bikin zoo lucu kan ya?" "Sayang, bikin zoo kan ga gampang izinnya harus resmi, hewan hewannya juga susah" Mendengar penjelasan Ares, Cyrene dengan tiba tiba merubah mimik wajahnya yang sebelumnya begitu eksaitit menjadi sedih. Ares hanya bisa menghela nafas ketika mengingat istrinya ini menjadi sangat sensitif setelah kandungannya lebih dari 4 bulan. Dan ia begitu manja padanya. Tapi hanya padanya. "Yang lain saja mau sayang?" Tawar Ares sambil mengusap rambut Cyrene lembut, dan hanya gelengan kecil yang menjadi jawabannya. "Kalau Iren mau pelihara hewan, kita pelihara ikan saja mau ngga?" Usul Rain yang ikut duduk mendekati Cyrene. "Benerann?? Boleh ya?" Kata Cyrene kembali dengan mata berbinarnya menanggapi kalimat Rain "Iya boleh, nanti kita siapin akuarium" "Mmmmm, tapii aku mau yang begini"
Mata Ares dan Rain mendadak terbelalak ketika melihat gambar yang Cyrene tunjukkan melalui handphone nya. "Yaaa Tuhannn" "Sayang ini serius?" "Seriuss. Aku mau ada anak hiunya. Harus ada hiunya" "Boleh kan sayang?" Cyrene benar benar menggunakan jurus pamungkasnya sekarang, ia memohon kepada Ares dengan puppy eyesnya membuat Ares sama sekali tidak mampu menolak. "Res!" Panggil Rain menyadarkan Ares dari terpaku nya dia pada tatapan Cyrene.
"Uh, iya baiklah" "Yayyy" "Hadeeh" Rain cuma bisa geleng geleng ketika Ares benar benar menyetujui permintaan Cyrene. Ares memang lemah jika soal tatapan Cyrene. —----- 2 bulan berlalu, mereka sedikit dibuat hidup tenang. Selama pembangunan akuarium besar mereka, Cyrene benar benar tidak meminta hal hal yang aneh lagi. Paling paling, Cyrene hanya meminta makanan yang sedikit nyeleneh namun itu masih bisa mereka handle dengan baik. "Bayinya sehat, tuan tuan. Nyonya Cyrene juga sehat. Apa tuan semua ingin tau jenis kelaminnya?" "Ah, tidak perlu dok. Biarkan itu jadi kejutan saja" jawab Cyrene "Ah, baiklah jika demikian" "Nyonya harus rutin minum vitaminnya ya? Agar semakin kuat" "Iya dok baik" Disepanjang perjalanan, Cyrene begitu eksaitit seperti balita yang terlalu banyak makan permen. Sejak tadi ia sudah membayangkan bagaimana ia akan
duduk didepan akuarium besarnya, dan melihat ikan ikan cantik itu berenang kesana kemari. Ya, pembngunan akuarium Cyrene memang sudah selesai, dan hari ini adalah hari dimana Cyrene bisa melihatnya untuk pertama kali. "Waaaahhhhh" Itu responnya ketika melihat akuarium besar di hadapannya. Sedangkan tiga laki laki yang mendampinya tersenyum lebar memandangi mata Cyrene yang berbinar indah memantulkan cahaya biru dari air dihadapannya. —------ Baru saja para suami itu bernafas lega untuk beberapa waktu. Mereka kira, permintaan Cyrene dengan akuarium besarnya adalah yang paling aneh. Tapi tunggu, siksaan mereka masih tersisa 3 bulan lagi. Dan semakin besar perut Cyrene, semakin besar pula keinginannya. Bukan hanya ketiga suaminya. Tapi, kini daddynya juga tidak terlewat untuk Cyrene repotkan.
"Boys, siapkan kartu kalian. Dan berharaplah ini akan menjadi nyidam Iren yang paling aneh" Daddy menyempatkan dirinya untuk bertemu dengan ketiga menantunya, membicarakan keinginan Cyrene yang tidak main main anehnya. Dan ketiga menantu yang kini duduk bersamanya memasang ekspresi wajah yang sama. Pening tentu saja "Dad, dulu mommy nyidam apa waktu ngandung Iren? Kenapa dia jadi balas dendam begini?" Tanya Rain. "Hmm, padahal dulu mommynya tidak aneh. Dia hanya minta daging anak rusa" "Yakin hanya itu dad?" Tanya Ares tidak percaya "Hmm iya, tapi dia pengennya rusa huemul yang langka" "Hahh sudah kuduga" "Dan…" "Dia pengennya disajikan utuh, makannya juga harus di dubai" Tiga laki laki lebih muda itu kaget tidak percaya, rusa huemul habitatnya di amerika selatan, dan dia harus dibawa ke dubai? Astagaaa
"Tidak heran dad, kenapa Iren sekarang nydamnya sampai begini" kata Leon pasrah.
Proyek yang direncanakan dengan mendadak itu telah dimulai, dan itu benar benar membuat Cyrene bahagia. Diatas penderitaan suami dan daddynya hahaha. —----- Bulan terakhir kehamilan Cyrene, rasanya tak habis habis siksaan bagi para suami. Terutama Ares. Entah kenapa, Cyrene memperlakukan Ares berbeda. Jika kemarin Cyrene begitu manja kepada Ares hingga membuat dua suami lainnya iri, kini justru sebaliknya.
Akhir akhir ini, Cyrene begitu membenci Ares, bahkan duduk di sampingnya saja Iren tidak mau apalagi tidur dengannya. "Jangan deket deket Ares!" Protes Cyrene yang kini duduk di kursi penumpang mobil Ares. "Sayang, kan aku nyetir gimana caranya jauh jauh?" "Udahh, biar Leon aja yang anterr" "Sayang kita mau ke mama lho, masa gitu aja dianter Leon?" "Pokoknya mau sama Leon aja, kamu jangan duduk disamping aku" "Kenapa sih sayang? Parfumku aneh? Biasanya kamu suka parfum ini" "Nggaaa. Aku ngga mau deket kamu" Ares menghela nafasnya panjang, apalagi sekarang? Ia harus bagaimana lagi menghadapi istrinya ini? Semua keinginannya selalu ia penuhi, tapi satu ini? Arghh rasanya berat. Bagaimana Ares bisa jauh jauh dari istri maungnya ini?. "Iya baiklah" —--- Tidak hanya sampai disitu, saking bencinya Cyrene pada Ares, ia sering sekali menggigit lengan Ares.
Entah apa yang terjadi, tapi Cyrene akan merasa lega setelah menggigit lengan suami Laisnya itu. Ketika Cyrene ingin, ia akan mencari Ares. Setelah menggigitnya, Iren tinggalkan begitu saja Ares yang kesakitan. "Kamu kenapa sih darl? Kenapa kamu suka gigit Ares?" Tanya Rain yang kini duduk bersamanya dan bertanya heran. "Gatau, rasanya sebeeelll banget" "Ya sebelnya kenapa?" Tanya Leon yang gregetan. "Gatauu, saking sebelnya sampe pen aku bunuh" Tentu saja Rain juga Leon terkejut. Apa apaan Cyrene ini? Masa tega ia membunuh suaminya sendiri? "Serem banget kamu darl" "Babe, astaga" —--- "Ares dimana babe?" Tanya Cyrene kepada Leon yang sedang berada di dapur membuatkan susu untuk Cyrene. "Tuh, lagi nonton tv"
Kata Leon merujuk ke Ares yang sedang duduk di kursi pijat dengan tenang menikmati acara Tv malam yang sebenarnya sangat membosankan. Cyrene pun berjalan menghampiri suaminya itu tanpa basa basi. "Aaaakkkk" Teriakan kencang dari Ares yang tiba-tiba mengagetkan Leon dan dengan segera ia menuju ke ruang tengah. Leon jelas takut, bagaimana jika Cyrene benar benar serius dengan kata katanya? Dan apa yang ia lihat saat ini, membuat Leon mematung, dan membelalakkan matanya. "Makasih susunya babe" kata Cyrene sambil mengambil alih gelas susu di tangan Leon yang mematung, dan berlalu meninggalkan ruang tengah, bertingkah seolah tidak melakukan apapun. "Gapapa Res?" Tanya Leon panik "Sakit woy, kenapa Iren tiba tiba gigit leherku sih?" "Darahnya masih keluar Res" Leon cukup ngeri melihat bekas gigitan Cyrene di ceruk leher Ares. Itu pasti sangat ngilu. "Tuhannn, ini anak siapa sih?" Kesal Ares.
—---- "Selamat tuan, nyonya, putra anda lahir dengan selamat" "Mana?" Kata Cyrene lemas. "Babe, kamu masih lemes" "Iya darl, kamu istirahat dulu" "Res, bawa anakku kesini dong" pintanya "Tidak masalah tuan, akan baik jika bayinya segera dikenalkan dengan asinya" "Sayang, dia mirip banget sama kamu" kata Ares menatap bayi digendongannya yang benar benar tampan.
"Of course He's the next Lycan" "Hasil tes dna nya akan keluar besok pagi tuan, nyonya" "Baik sus terimakasih" Keempatnya begitu bahagia, putra mereka sangat tampan dan ia sungguh memiliki fitur Iren pada dirinya. Dan itu, membuat ketiganya tidak bisa mengalihkan pandangan mereka dari putra mereka.
END OF THE OVA