The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Editor
Novi Anoegrajekti
Ayoeningsih Dyah Woelandhary
Ariesa Pandanwangi




Kata Pengantar
Prof. Dr. Endang Caturwati, M.S.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by agung_gumelar, 2022-04-20 18:46:11

Antologi Puisi KEPAK SRIKANDI 214 Suara Hati Perempuan

Editor
Novi Anoegrajekti
Ayoeningsih Dyah Woelandhary
Ariesa Pandanwangi




Kata Pengantar
Prof. Dr. Endang Caturwati, M.S.

MAAF…Bapak Ibuku,… Suamiku,…Anak-anakku,…
keluargaku,…sahabatku,...
Sesama dan Semesta…atas segala kurang dan salahku…
KuMAAFkan Bapak Ibuku,… Suamiku,…Anak-anakku,…
keluargaku,…sahabatku,...
Sesama dan Semesta…atas segala kurang dan salah yang ada…
Karena ALLAH YANG MAHA KUASA dan BAIK akan
meMAAFkan orang-orang yang telah…
meminta MAAF atas kekurangan dan kesalahannya.

214 Suara Hati Perempuan | 261

Ilustrasi: Luki Lutvia

BERSYUKUR

Kala kubuka mata di pagi hari…Sujud Syukur kupanjatkan…
Jantungku masih berdetak.
Napasku masih berembus.
Darahku masih mengalir.
Pikirku masih memimpin dengan semangat.

Kala kuturunkan kakiku dari atas dipan…Puji Syukur kuucapkan…
Kakiku masih dapat menopang.
Tanganku masih dapat mengayun.
Tubuhku masih dapat tegap

Kala kubangunkan indraku …Puji syukur kuhaturkan…
Mataku masih dapat melihat dengan terang.
Telingaku masih dapat mendengar nada-nada merdu.
Hidungku masih dapat mencium harumnya bunga.

262 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi

Kulitku masih dapat merasakan semilirnya embusan angin.
Lidahku masih dapat mengecap asin, manis, gurih, dan pahit.

Puji Syukur ya Allah…atas penyertaan-Mu, dalam menjaga

istirahatku semalam

Berkati apa yang akan kulakukan, menuju ke arah rencana-Mu saja.

Puji Syukur kudaraskan selalu…atas semua yang telah kuterima

dari-Mu…Amiin.

214 Suara Hati Perempuan | 263

BABAHAN HAWA SANGA

Dua Mata saya yang dapat melihat eloknya dunia…
Jagalah agar tetap dapat melihat kenyataan yang indah.

Dua telinga saya yang dapat mendengar
merdunya suara…
Jagalah agar tetap dapat mendengar nada-nada
dari surga.

Ilustrasi: Sri
Rahayu Saptawati

Dua lubang hidung saya yang dapat mencium harumnya wangi…

Jagalah agar tetap dapat mencium semerbak karya segar

ciptaan-NYA.

Satu mulut saya yang dapat merasakan lezatnya makanan…
Jagalah agar tetap dapat merasakan asin, manis, gurih dan pahit.

Satu lubang depan saya yang dapat memberi puncak nikmat…
Jagalah agar tetap dapat mendatangkan nikmat seutuhnya.

Satu lubang belakang saya yang dapat membuang toksin tubuh…
Jagalah agar tetap dapat menyehatkan seluruh tubuhku .

TERIMA KASIH YAAA...ALLAH...

264 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi

Berhati 9 lubang yang ada pada tubuhku…
Agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya…
Kendalikan nafsu babahan hawa sanga yang ada
Untuk menghantar pada keutamaan hidup

214 Suara Hati Perempuan | 265

Ilustrasi: Luki Lutvia

PILIHAN

Besar dan beragamnya jagat ini…membuat manusia menjadi
bingung…
Yang ini besar…yang ini kecil…
Yang ini panjang …yang ini pendek…
Yang ini gelap… yang ini terang…
Yang ini bersih… yang ini kotor…
Yang ini utuh…yang ini sebagian…
Yang ini bergerak…yang ini diam…
Yang ini sulit…yang ini mudah…
Yang ini hitam putih… yang ini…
Yang ini…yang ini…
Rwa Bhineda akan selalu hadir … menjaga keseimbangan dan
keselarasan menjalani hidup…
Membuka hati…rela menghormat… sabar menanti…Laku telu
menuju kedamaian…

266 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi

Ilustrasi: Niken Apriani

SEHAT & BAHAGIA

Seroja…Sehat rohani dan jasmani
Selaba… Sehat lahir dan batin
Seapie… Sehat akal pikiran dan emosional
Sereek… Sehat religi dan ekonomi
Selingso… Sehat lingkungan sosial
Selinga… sehat lingkungan alam
Bersama SEHAT…kita kuat menuju BAHAGIA…
SEHAT dan BAHAGIA merupakan pilihan yang dapat
dikondisikan…
SEHAT dan BAHAGIA dua kata yang VIRAL saat ini…

Yogya 12 Maret 2022

214 Suara Hati Perempuan | 267

Wanda Listiani

GION KYOTO

Hujan menemaniku di Kyoto
Tiba di stasiun Gion-shijo kulihat Maiko
Gemerlap malam lampu di gang
Maiko bergegas jalan pulang

Kyoto, 19 Desember 2019

Ilustrasi: Gilang Cempaka

KAWAN TIBA

Kau tiba
Angin pun senandung
Riang tak terkira

Kota pun berkata,
“Kita bicara
Lama … “
Ilustrasi: Gilang Cempaka

Yogyakarta, 13 September 2021

268 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi

Ilustrasi: Luki Lutvia

NEGERI SEPATU

Demi cita-cita idealis
Bersama jalan pikiran sederhana
Mereka bicara populis
Berkisah negeri utopia
Katamu, “Jauh lebih hebat negeri sepatu”
Di mana sepasang sepatu
Sepanjang masa
Selalu bersama …

Bandung, 17 September 2021

214 Suara Hati Perempuan | 269

Ilustrasi: Risca Nogalesa Pratiwi

DAUN GELISAH

Kau tanya, “Aku sedang apa?”
Aku lagi bicara dengan daun dan bunga
Kau tertawa
Seolah aku tak biasa

Banyak pikiran di kepala
Hanya daun yang tahu rasanya
Ketika bibir tak lagi tertawa
Bunga sibuk menghibur dan semerbak bicara

Kau pun bertanya, “daun tak pernah
punya masalah?”
Kata siapa, daun kadang gelisah
Berkeluh kesah ketika basah

270 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi

“Bagaimana dengan bunga?”
Kumbang membuatnya bahagia
Sekali waktu angin menerpa
Berguguran kelopaknya pun bikin lara

Kau mengangguk, hingga berjumpa
Kumbang tua
“Sudah berapa lama menghisap madu?”
Tidak lama
Aku hanya ingin menyapa hingga
Berbunga

Tegallalang, 6 Oktober 2021

214 Suara Hati Perempuan | 271

Ilustrasi: Risca Nogalesa Pratiwi

AKU MELIHAT OMA

Senja di Janati, taman menghias halaman
Air tanah menyapa ingatan
Embuskan kesegaran
Terbayang diriku riang di antara hujan

Menari begitu lama
Tertawa gembira

Tiba ku di pojok rumah
Gemericik air ikut mengguyur basah
Seisi rumah

“Oma …”, sahutku dengan mata berbinar-binar
Lalu Oma pun tersenyum, “hadapi dan tuntaskan Nak, kelak
dirimu kan bersinar …”

272 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi

Sekejap Oma menghilang
Hujan pun berhenti, tidak bilang
Kulihat pelangi datang
Merenung di kala bimbang

Jatinangor, 5 Maret 2022

214 Suara Hati Perempuan | 273

Winantuningtyas

Ilustrasi: Gilang Cempaka

RAMADHAN BULAN KEBERKAHAN

_Bagai Mawar mekar yang selalu dirindukan,
_Kehadiranmu yang penuh makna dan harapan,
_ Dalam hening malam gelap, tenang, haru terasakan,
_ Terukir indah untaian kata ibadah terangkai di buku kebaikan_
Kehadiran Ramadhan disambut dengan sukacita,
Tumpuan harapan semoga Allah sang pemilik semesta,
Melimpahkan sepenuh berkah sebagai karunia,
Syukur, sabar, dan istighfar untuk menggapainya,
Bagian dari ikhtiar, marilah kita saling memaafkan,
_Agar ibadah terasa khusyuk dan do’a tersampaikan,
_ Semangat syukur terus terjaga agar tak sia-sia Ramadhan
berlalu,
Bersholawat bersama menggetarkan qolbu,

274 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi

_ Meraih Ridho, kasih sayang dan Allah memampukan,
_ Bersujud, Bersimpuh luruh di haribaan-Nya Tuk mohon
pengampunan,
_ Perintah sholat telah langsung Allah sampaikan_
Maka jangan sampai sekalipun kita tinggalkan,

Lima waktu sehari semalam wajib kita tunaikan
_Jangan sampai terlewat apalagi terabaikan,
_ Tidak ada alasan kesibukan duniawi tak layak untuk
melalaikan,
Jangan sampai ada nikmat Allah yg kita dustakan,

_Tak cukup hanya kagum atas ciptaan nan menakjubkan,
_Rawat, pelihara dan suburkan sepenuh keikhlasan,
Dialog dengan yang maha agung tak terbayangkan,
Semoga kita dapat memanfaatkan kesempatan yang masih diberikan
Allahu Akbar, Alhamdulillah, Wasyukurilah, atas nikmat Allah
dengan seluruh ciptaan-Nya,
Semoga Rahmat, Ridho dan kasih sayang Allah menyertai kita, ...
Masya Allah.
Allahumma sholli wasallim wabarik’ala sayyidina Muhammad
wa’ala’alihi washohbihi ajma’in...aamiin..Yaa Rabbal Aalamiin..

214 Suara Hati Perempuan | 275

Ilustrasi: Siti Wardiyah

KARYA INDAH CAKRAWALA

_Ketika kesempatan mengudara itu tiba,
_Tiada lintasan pandang yang terlewati...terlena,
_ Tak cukup takjub bauran warna-warni di ujung cakrawala,
_ Mencoba merangkai kata, wakili rasa merenda untaian nada,

_Cerminan hati, sarat makna, tersekat tanpa kata,
_Betapa agung ciptaan yang maha kuasa,
_ Nikmat Tuhan yang tiada dapat diingkari,
_Gemuruh qolbu menggugah pikir mengiris hati,
_ Ladang bersyukur sepenuh waktu pada Illahi Rabbi,
Memandang Cakrawala luas tak terbatas...
Hati bergetar, berdentum hujan deras...
Tiba-tiba do’a bersama berkumandang....
Kepasrahan terdengar seperti sedang berdendang...

276 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi

Mohon ampunan-Mu ya Allah....
Mohon perlindungan-Mu Yaa Allah...
Kabulkan do’a kami yaa Allah,
Selamatkan kami Yaa Allah
Sampaikan kami di tempat tujuan,
Untuk dapat ibadah dilanjutkan...
Jakarta, 22 Maret 2022

214 Suara Hati Perempuan | 277

Ilustrasi: Sri Rahayu Saptawati

SENYUMANMU “IBU”

_ Senyumanmu Ibu ikhlas penuh kelembutan,
_Meski acapkali kau dijadikan ikon kelemahan,
_ Kehadiranmu senantiasa diharapkan dibutuhkan,
_ Di masa waktu lampau keberadaanmu dinafikan dan layak
dikesampingkan,
_ Senyumanmu Ibu, tetap tersungging,
_ Meski selalu dianggap hanya sebagai konco wingking,
_ Tak pernah berkurang baktimu pada keluarga yang terkadang
harus berjuang,
_ Kau tetap jaga senyuman tanpa keluh walau selayang,

_ Bumi berputar, siklus kehidupan silih berganti,
_ Peranmu maju, cerdasmu, kiprahmu, tampilanmu tak lagi dikebiri,
_ Dengan senyuman kau tunjukkan multitalentamu,
_ Terkadang tak terduga sukses peranmu karena tekad dan
keberanianmu,

278 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi

_ Kini di keheningan dalam do’a yang kau panjatkan,

_ Ada asa yang terpendam dalam relung-relung kalbu tak

terungkapkan,

_ Akankah di akhir kehidupan nanti, kau dapat meraih kasih sayang

dan Ridho-Nya,

_ Bayangan senyumanmu ibu akan tetap ada meski tiada lagi karya,

_ Pada dunia ini yang sangat fana hanya sementara,

_ Do’a ananda dan kami semua, kau ibu terus dapat tersenyum

bahagia selamanya,

Aamiin...aamiin..

214 Suara Hati Perempuan | 279

Yudiaryani

Ilustrasi: Luki Lutvia

PERANG

Perang.
adalah pemaksaan kehendak dan ketakutan pada ketiadaan
daya pikir dihempaskan oleh nafsu amarah hanya karena
hilangnya rasa dicintai
kehendak berdemokrasi terkalahkan oleh kepentingan
segolongan
keserakahan dan ambisi menumpuk dalam kekuasaan

Perang,
adalah ruang antara hidup dan mati
dan menjadi satu-satunya alasan untuk hidup
perang memang dibutuhkan untuk menyibak semak-semak
agar ular beludak  menampakkan wajahnya
perang dirancang para dewa dengan segala pernik dramaturginya
temanya ada. alurnya jelas, kehendakpun kuat mencipta konflik
tidak penting bagi para dewa siapa kalah siapa menang
manusia menunggu giliran panggilannya

280 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi

Perang,
diiringi nyanyian surga dan gerlap indah warna-warni
keemasan busana
gemerincing logam saling beradu gerak kepasrahan lingkaran
darvish
cahaya menyinari langit mencabut nyawa membabi buta
layaknya panggung pertunjukan meledakkan pembunuhan
aroma membumbung dengan altar persembahan berbuih mantra

Mengapa kau ingin berperang?
apa yang kau perjuangkan?
apa yang kau lihat? kekuatan?
kekuatan itu selalu berbahaya
menarik orang-orang jahat
dan merusak orang-orang baik
kekuatan hanyalah untuk mereka
yang siap untuk merendah saat memilikinya.

O… dewa yang maha pengampun yang bertakhta di langit
menunggu malaikat menghantar roh para pejuang dan di sana
mereka berpesta ria
betapa anehnya masa lalu
hidup tak pernah berarti selain kematian
nyawapun seharga koin bermuka dua
saling berbunuhan dan kemudian berpesta pora bersama
namun perang mendekatkan manusia pada pilihan kebebasan
meskipun hanya ilusi

214 Suara Hati Perempuan | 281

Ilustrasi: Farida Wahyu

SISYPHUS

Mengapa berkecamuk amarah
drama yang sebenarnya sedang terjadi
tetaplah merasakan keindahan tragedi penyempurnaan
inisiasi pendewasaan yang menakutkan sekaligus mendebarkan

“I am  the virus!,” teriak Oedipus gagah, manusia tak
terkalahkan
di tengah rintihan doa harapan rakyatnya
tersungkur karena kehendak tak terbatas
merangkak menuju gerbang  liminal yang sunyi, gelap, sendiri 
tak ada yang ditakuti
tak ada yang mampu mengingatkan

pedang berkelebat menebas leher
menebar mencipta rasa takut
meskipun mata tak mampu lagi melihat
tetapi jantung berdegup kencang
tanda sesuatu mengerikan terjadi

282 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi

Sang Sisyphus lirih berdialog dengan dirinya “why me?”
sambil mendorong terus batu cadas
yang  tak pernah berhenti bergulir
diangkatnya kembali dan didorongnya berulang
batu di gunung melukai tubuhnya
keringat dan darah bercampur berbau anyir
mata tergores ranting membutakan
menusuk dan merajam pikiran, jantung, hati
tak terampunkan
lidah kelu tak mampu berucap
bukti nyata keyakinan bisa jatuh berkeping

Namun Sisyphus berusaha melawan
mencari siasat dan strategi
menepis godaan yang menghalanginya
mencapai puncak gunung

Sisyphus menjadi sosok yang kuat
dalam penderitaannya
berani melanjutkan hidup
melegenda sebagai sumber ide
penguat yang tak pernah berakhir

214 Suara Hati Perempuan | 283

Ilustrasi: Luki Lutvia

HAMLET

Hidup bukanlah alur lurus
tanpa bilur kemudahan dan keberhasilan
kematian demi kematian
mewarnai perjuangan manusia
terus mempertahankan hidupnya

Manusia unggul ketika menyadari
bahwa dirinya sedang ditarik gravitasi bumi
syarat menjadi jatuh terhempas
ke dalam pengetahuan dan pengalaman
manusia tak berdaya melangkah keluar
terbuai kebenaran yang nyata

Pengalaman yang mempribadi
Menjadikannya menemukan arah sebaliknya
ibarat anak panah siap diluncurkan
busur panah meregang ke belakang
anak panah melesat kencang

284 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi

Hamlet pun  hanya mampu berbisik
di tengah keriuhan pesta dansa to be or not to be
begitu menggelisahkan
berhasilkah saya
pola ritus terjadi berulang
inilah perjalanan manusia menjadi sujana
Adalah kembaran kita
demikian kata Artaud, “theatre and it’s double.”
bayangan hitam yang tidak pernah bisa menjauh
melekat erat dalam dialog tak bersambung
tidak akan pernah bisa kita kejar dan sentuh
“double digital,” kata Dixon
menari dan berkelindan dalam kegelapan malam
sepi penuh keterpanaan menakutkan
Namun Arifin menutupnya dengan  indah
“dia ada jauh di lubuk hati kita”, gali dan dengarkan!

214 Suara Hati Perempuan | 285

Ilustrasi: Farida Wahyu

RAGNAROK

Hidup adalah soal penderitaan
kita tidak bisa lepas darinya
itulah yang sebenarnya
yang paling penting adalah
bagaimana kita menghadapi kebenaran
dan manusia akan mengetahuinya sendiri

Di mana sesama saudara akan berperang kembali
dan dunia akan hancur
Midgard akan direnggut oleh peperangan
selama tiga kali musim semi
para ayah akan membantai putranya
kakak beradik akan bermandikan darah satu sama lain
para ibu akan meninggalkan pria mereka
dan merayu putra mereka sendiri

286 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi

Fimbulvetr,
musim dingin dalam musim dingin
akan menggenggam dan mencekik Midgard
Fenrir,
sang serigala akan merebut matahari dengan rahangnya dan
menelannya
dia akan memerciki asgard dengan darah
lalu para pejuang dan para dewa di Valhalla
akan bersama-sama melawan para raksasa dan ular-ular
yang dilepas kepada Midgard

Odin dan serigala akan menjadi yang pertama maju
dan pertempurannya akan menakutkan
dan akhirnya serigala akan menelan semua dewa.
itu adalah waktunya kematian Odin
lalu dunia akan terbakar
dan para dewa akan mati
matahari akan menjadi gelap
dan tak akan ada bintang di langit
bumi akan tenggelam ke dalam laut

Kenapa kau tinggalkan Islandia
aku pergi saat terlalu banyak kesedihan
aku terkurung dalam kesedihan
aku merasa ditinggalkan para dewa
aku memanggil mereka tetapi
aku tak dengar suara mereka
dunia tak masuk akal

214 Suara Hati Perempuan | 287

semua yang kukira nyata
mulai menghilang dan hancur
berubah bentuknya
dan jiwaku sakit sekali lagi
Ragnarok,
itu hanya cerita
hanya cerita yang kita miliki
(Saga the Vikings)

288 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi

Ilustrasi: Yunisa Fitri Andriani

KETUKAN

Sejak kapan jeruji membelah antara kau dan aku
bertanya dan bersapa pun tidak tapi kau singgah semaumu sendiri
sepi dan tak ada tanda-tanda kewujudan
jika kutahu kau akan datang tak akan aku izinkan kau buka pintu pagar
tak akan kutarik senyum manisku seraya menyilahkan kau duduk
begitu nekatnya kau masuk sambil petantang-petenteng duduk di serambi
sandal sepatupun tak kau buka tak kau lihat tanda silang
bahwa tak seorang asingpun boleh masuk

Begitu jumawanya kau tumpangkan kaki
dan ketuk-ketukkan jari-jarimu
tanda menuntut pelayanan
surat kabar di meja
kau bolak-balik entah kau baca atau tidak

Aku intip di balik tirai
tatap matamu memandang jendela

214 Suara Hati Perempuan | 289

namun kau seolah tak melihatku
wajahmu yang putih bulat dengan hidung mancung
daun telinga runcing mulut menyeringai
bagaikan sosok pencabut nyawa
mengerikan

Tetap tak kulepas pandangan mataku
terus aku ikuti solah tingkahmu
hingga kepala terkulai di sofa panjang
kudengar dengkuran panjang
berjingkat aku meninggalkanmu

berjam berlalu tak kudengar apapun di teras
sepi kusibak tirai
tak seorangpun
terhenyak
siapa dia
datang tak diundang
pergi tanpa pamit

Heran kurebahkan tubuhku
kubuka gadget dan kubaca peristiwa
sentuhan lembut di layar 5 inchi berselancar
membawaku ke alam kantuk 
provinsi X bertambah 2530 meninggal 309 dan sembuh 758
provinsi Y bertambah 10106 meninggal 2307 sembuh 511
provinsi Z bertambah 5350 meninggal 433 sembuh 1508
bayangan samar bendera merah putih
sirene ambulans  meraung peti jenazah diturunkan 

290 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi

semburat warna jingga di langit membawa kepedihan
malam terlalu panjang
sampai kapan kegilaan ini berakhir

214 Suara Hati Perempuan | 291

BIODATA

Ariesa Pandanwangi, Dosen Tetap di Program
Sarjana Seni Rupa Murni, Universitas Kristen
Maranatha. Ketertarikannya mempelajari tentang
gambar, difokuskan pada penelitiannya tentang
batik, yang baru dimulai pada tahun 2002. Kini
mengajar Metlit dan Seminar, Batik Kreatif dan
juga lukis wastra. Penelitiannya baru 7 kali memperoleh hibah
dari Ristekdikti, selain itu pernah memperoleh hibah dari
pemerintah China, dan pernah memperoleh hibah dari beasiswa
unggulan untuk pamerannya di Museum Setagaya Jepang.
Penghargaan yang pernah diperoleh dari Lions Club International
dalam bidang pengabdian, dosen peneliti terbaik dari Universitas
Kristen Maranatha, dan beberapa kali sebagai dosen berprestasi
dari fakultas ataupun dari program studinya. Aktif berkarya seni
dan melakukan pameran. Bukunya yang sudah terbit adalah buku-
buku tentang batik, buku puisi, dan buku kumpulan cerpen. Aktif di
beberapa komunitas seni sebagai founder ataupun sebagai pengurus.
Tahun 2020 mendirikan ASEDAS bersama dengan rekannya lintas
negara dan berlanjut hingga kini tahun 2022 diselenggarakan di
Thailand bekerja sama dengan 3 universitas di sana.

Arleti Mochtar Apin, pernah berkuliah di prodi
Pendidikan Desain Tekstil pada program S-1 dan
S-2 dari ITB (2001) dan mulai mengajar desain
tekstil dari tahun 1992 (STISI hingga sekarang
di ITHB di bidang DKV). Penulis juga aktif
berkegiatan sosial dalam bidang pendidikan,
budaya, dan sejarah di Bumidega. Selain itu, penulis juga menjadi
peneliti dan pengamat budaya secara mandiri serta aktif
berpameran di dalam dan luar negeri. Pameran yang menjadi
highlight, yaitu pada tahun 2017 yang bertajuk “Pameran Sejarah
Kemendikbud” di Galeri Nasional Jakarta; “Pameran Pahlawan
Perempuan Indonesia” di Galeri Medco, Jakarta; “Pameran 22

292 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi

Ibu, The Power of Silence” di Galeri Equilibrium, Bandung;
“Pameran Mahasiswa dan Dosen ITHB” di PVJ, Bandung;
“Pameran Internasional Batik Tamarin” di New Delhi Galery,
India; “Pameran Internasional Batik Tamarin” di Aligarh Muslim
University Galery, India. Perhatiannya terhadap bidang tulis
menulis dibuktikannya dengan banyaknya tulisan yang dimuat di
jurnal nasional ataupun internasional. Buku-bukunya sudah terbit
terkait dengan pengembangan batik yang kini ditekuninya.

Atridia Wilastrina, lahir di Bandung 8
Desember 1963. Dosen di Program Studi Desain
Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain di
Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia.
Sekretaris Program Studi Desain Interior dengan
latar belakang pendidikan terakhir S2 di
Universitas Trisakti Jakarta, Indonesia. Aktif
berorganisasi dan sebagai pengurus dalam Himpunan Desainer
Interior Indonesia (HDII) dan Komunitas 22 Ibu. Aktif mengikuti
beberapa pameran, baik dalam skala Nasional maupun Internasional
seperti di Bali, Jakarta, Bandung, Sukabumi, Garut, Malaysia, Belanda,
Praha, Belgia, dan Jepang serta sebagai trainer workshop yang
difokuskan pada pemberian pelatihan batik dengan material Gutta
Tamarind yang ramah lingkungan di berbagai pelosok daerah serta
permintaan dari beberapa Kedutaan Besar Indonesia di luar negeri.
Penulis juga aktif melakukan penelitian, menulis buku, dan jurnal.

Ayoeningsih Dyah Woelandhary,

menyelesaikan pendidikan S1 dan Pascasarjana

di FSRD ITB, mendapat beasiswa dari Ford

Fondation dengan predikat Cum Laude. Saat ini

menjadi Kaprodi di Program Studi Desain

Komunikasi Visual (DKV) Universitas

Paramadina Jakarta. Aktif dalam kegiatan seni

dan budaya, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dan

mendapat hibah riset dari Kemristek-Dikti, Ford Fondation dan

lainnya, serta aktif dalam kegiatan seminar dan konferensi, juga

aktif dalam beberapa kegiatan pameran, kuratorial skala Nasional

dan Internasional.

214 Suara Hati Perempuan | 293

Belinda Sukapura Dewi, saat ini bekerja
sebagai staf pengajar di Program Studi Seni
Rupa Murni, Universitas Kristen Maranatha,
Bandung. Aktif mengikuti pameran sejak di
bangku kuliah di ITB. Aktivitasnya selain
menjalankan Tridharma sebagai dosen, juga
bersinergi kreatif bersama perempuan dari lintas institusi melalui
wadah komunitas seni. Beberapa kali terpilih sebagai dosen
terbaik dalam bidang pengajaran di kampusnya. Penulis juga aktif
meneliti dan berkarya seni. Karyanya kerap dipamerkan di dalam
dan luar negeri. Selain itu, beberapa bukunya juga sudah terbit
terkait dengan batik.

Daruni, lulusan S1 Jurusan Tari ISI Yogyakarta,
S2 di Jurusan Ilmu-ilmu Humaniora Program
Pascasarjana UGM. Dosen tetap di Jurusan Tari
FSP ISI Yogyakarta sejak 1986. Aktif melakukan
penelitian dan perancangan, Pembicara di
berbagai Seminar di dalam dan di luar negeri
(pembicara dan moderator) menulis tentang seni pertunjukan di
Jurnal Resital, Jurnal Joged, Jurnal Ekspresi, Jurnal Fenomen,
Jurnal Panggung, Surat Kabar Seni, dan Bali Arts Magazine,
serta beberapa Buku. Melakukan pementasan dan kolaborasi
teater, tari, karawitan di dalam dan di luar negeri antara lain di
Portugal (3 Kali), Amerika (Los Angeles, 2009), Jepang (3 Kali),
Singapore (4 kali), Malaysia (3 Kali), Thailand (2013), Vietnam
(Ho Chi Minch, dan Hanoi 1995). Kolaborasi bersama Yokohama
Boat Theatre (tinggal di Yokohama dan Tokyo selama 3 bulan).
Mengikuti Indonesian Arts Education Residence Fellowship di
UCLA, program Spring Quarter (tinggal 3 bulan di LA USA).
Mengikuti program SPAFA di NUS (tinggal 1 bulan di Singapore).
Mengikuti program Scheme for Academic Mobility Exchange
mengajar di Osaka City University (residensi 3 bulan di Osaka
Jepang, 2017). Alamat: Jogonalan Lor 202, Tirtonirmolo,Yogyakarta
55181. Email: [email protected].

294 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi

Dini Birdieni, alumni Seni Rupa UPI Bandung,
ketika SMA anggota Paskibra Kodya Bandung.
Kini berprofesi sebagai Guru Peminatan Animasi
di SMKN 14 Bandung. Pernah mengikuti
pelatihan singkat perfilman dan animasi di
Jakarta, pelatihan digital processing di
Yogyakarta, hingga memperoleh sertifikasi jurusan animasi yang
membutuhkan waktu selama setahun dengan bolak-balik Bandung
Yogyakarta. Berkat prestasinya terpilih untuk mengikuti pelatihan
Animasi di China selama 1 bulan, juga prestasi lain yang diukirnya
adalah pameran-pameran karya seni yang dapat diakses oleh
publik nasional dan mancanegara. Di luar sisi akademiknya, aktif
dalam komunitas 22 ibu dan kerap memberikan pelatihan kelas
kreatif salah satunya batik lilin dingin.

Dyah Limaningsih Wariyanti, menyelesaikan
S2 di STSI Bandung, S1 di FKIP UNPAS jurusan
Bahasa Indonesia dan Sarjana Muda jurusan
Teater, ASTI Bandung. Pernah mengajar mapel
Seni Budaya dan mapel Bahasa Indonesia.
Menulis Penelitian Tindakan Kelas, Jurnal
Pendidikan, Kumpulan Puisi, Buku Jejak Langkah, dan Biografi.
Aktif di berbagai organisasi sosial di antaranya menjadi pengurus
MGMP Bahasa Indonesia Kota Bandung, PGRI Jawa Barat,
Perupa 22 Ibu dan Citra Srikandi Indonesia. Menjadi penata
busana sejak SMP berlanjut sebagai penata busana untuk kegiatan
pertunjukan di SMA, ASTI, UNPAS, STSI, dan berbagai event,
di dalam negeri dan luar negeri. Penata busana patung lilin untuk
R. A. Kartini, penata busana beberapa kegiatan di Diknas Kota
Bandung, penata busana untuk pertunjukan teater yakni Sanggar
Kita, Studi Klub Teater Bandung, STSI Bandung penata busana
tari di Ajang Kreasi Seni Hapsari sampai sekarang. Bersama
Perupa 22 Ibu mengikuti pameran bertajuk “Pameran Sejarah
Kemendikbud” di Galeri Nasional Jakarta, “Pameran Pahlawan
Perempuan Indonesia” di Galeri Medco Jakarta, Pameran Perupa 22
Ibu “The Power of Silence” di Galeri Equilibrium, Bandung, “Sang

214 Suara Hati Perempuan | 295

Subjek” di Bentara Budaya Bali, “Narasi Mitos & Legenda Indonesia”
di Museum Basuki Abdulah, “The Myth Story of Nusantara with
Gutta Tamarind Batik” di Galeri Sejarah di Bandung.

Een Herdiani, lahir di Kota Ciamis, 06 Juli
1967. Merupakan dosen tetap di Institut Seni
Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Bidang Tari
menjadi konsentrasinya dimulai sejak SMKI,
ASTI, STSI, hingga UGM dan UNPAD. Tahun
2012 dipercaya menjadi Pembantu Ketua I STSI
Bandung (kini ISBI). tahun 2013 Menjadi Ketua STSI Bandung,
dan Tahun 2014 menjadi Rektor ISBI Bandung hingga tahun
2022, dan tahun 2020 menjadi GB Bidang Sejarah Tari. Aktivitas
meneliti dan menulis buku tari serta membuat karya tari masih
dijalankannya. Di samping itu, sering menjadi duta seni ke
berbagai negara dengan program pertunjukan seni, workshop,
seminar, dan atau menjadi dosen tamu. Aktif di berbagai organisasi,
baik organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan, seni,
maupun dalam bidang kemasyarakatan. Mendapat penghargaan
CSR Indonesia Award kategori “Insan Budaya Prima sebagai
Tokoh Budaya Nasional versi Majalah CSR Indonesia” tahun 2021.
Mendapat penghargaan sebagai “Pelopor Seni Budaya” dalam
ajang Alumni UGM Award tahun 2021.

Ela Yulaeliah, lahir di Kuningan pada tanggal
24 Februari 1966. Tinggal di Jalan Parangtritis
Km. 4,5 No. 37 Saman RT. 11 Yogyakarta.
Menyelesaikan studi S-1, lulus tahun 1990 di
Program Studi S-1 Etnomusikologi Fakultas
Kesenian ISI Yogyakarta. Lulus Program
Pascasarjana tahun 2000 di Program Studi Pengkajian Seni
Pertunjukan dan Seni Rupa, Ilmu-ilmu Humaniora, Universitas
Gadjah Mada Yogyakarta. Sampai sekarang menjadi Tenaga
Pengajar di Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Seni
Pertunjukan ISI Yogyakarta. Beberapa karya ilmiah atau jurnal di

296 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi

antaranya: (1) The Jaipongan Drumming Strokes in Lagu Gede In
Sundanese Gamelan, dalam Harmonia Journal of Arts, Research
and Education 21 (1) 2020, 43-49, p–ISSN 241–1683 e–ISSN
2541–2426; (2) Tepak Kendang Jaipong dalam Kesenian
Campursari, dalam Jurnal Panggung, Jurnal Seni dan Budaya,
Vol. 31, No. 2, ISBI Bandung, 2021. Karya Seni di antaranya: (1)
Penata Musik TATALU dalam acara penutupan Seminar
Internasional APSE 29 Agustus 2017 di ISI Yogyakarta, link
YouTube MrLEIZluaCYMt61d6r_CjnyYj_QZEkC/vie; (2)
Penata Musik berjudul Akhir Zaman, dalam acara Merajut Nada-
nada Nusantara #2 (2021), dipentaskan secara daring di Jurusan
Etnomusikologi FSP ISI Yogyakarta bekerja sama dengan
Perguruan Tinggi yang tergabung dalam APSEI (Asosiasi Prodi
Etnomusikologi Indonesia). Link YouTube https://www.youtube.
com/watch?v=0sHRJGNY9s8&t=1379s.

Endang Caturwati, adalah Dosen dan Guru
Besar Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI)
Bandung. Lulusan S3 Universitas Gadjah Mada,
Ilmu Budaya. Alumni Lemhannas PPSA (2012).
Penelitian-penelitian mengenai Seni Pertunjukan,
Pendidikan Seni, dan Budaya & Kearifan Lokal.
Reviewer Penelitian Nasional Kemenristek-Dikti (1997-sekarang).
Ka. Pusat LPPM STSI Bandung, (2008-2011), Direktur
Pascasarjana STSI Bandung (2009-2012), Ketua STSI (2012-
2013) sekarang ISBI Bandung, Direktur Kesenian Kemdikbud
(2013-2017). Aktif di beberapa Komunitas Seni, antara lain
‘Perempuan Pendidik Seni’, Hapsari ‘Ajang Kreativitas Seni
Tradisi Indonesia’, Citra Srikandi Indonesia (CSI), Dosen di
beberapa perguruan tinggi. Menulis Buku Ajar dan Teks, Puisi &
Lagu, serta Artikel Jurnal Nasional & Internasional. Karya
bukunya, antara lain Ronggeng di Tatar Sunda; Tari di Tatar
Sunda; Sinden di Atas dan di Balik Panggung; Seni & Ketahanan
Budaya. Karya Tarinya, antara lain, Balebat, Astungkara,
Kelangan, Kembang Ligar, dan Purbasari & Purbararang. Karya
Lagunya, antara lain ‘Kasih tak Bertepi’, ‘Di Ambang Biru’, dan

214 Suara Hati Perempuan | 297

‘Kanyaah Indung Bapak’. Kini sebagai Ketua Klaster Ilmu
Sosial-Humaniora di Asosiasi Profesor Indonesia (API), Ketua
Umum Hapsari Citra Indonesia (HCI), dan Ketua Umum Citra
Srikandi Indonesia (CSI).

Enok Wartika adalah seseorang yang konsisten
mendalami Ilmu Komunikasi. Pendidikan S1,
S2, dan S3 ditempuh di kampus yang sama yaitu
Fakutas Ilmu Komunikasi Universitas
Padjadjaran Bandung. Sejak tahun 2005, berkarir
sebagai staf pengajar di Jurusan Teater Sekolah
Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung, dan mulai tahun 2011
sampai sekarang, fokus sebagai pengajar tetap di prodi yang
sesuai dengan latar belakang keilmuan, kompetensi dan minat
penulis yaitu Program Studi Televisi dan Film Institut Seni
Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Enok Wartika telah banyak
terlibat dalam sejumlah penelitian dan kajian yang berkaitan
dengan Ilmu Komunikasi, media dan Budaya. Beberapa di
antaranya, yaitu Pengembangan Model komunikasi Pariwisata
Heritage Kota Bandung, tahun 2020-2021, Pengemasan Model
Komunikasi Berbasis Multimedia dalam Program Konservasi
dan Revitalisasi Seni Budaya Lokal di Jawa Barat, tahun 2018-
2019; Metode Promosi Pagelaran Kesenian Tradisional di Balai
Pengelolaan Budaya Jawa Barat dalam Program Pelestarian Aset
Budaya Lokal, tahun 2015-2016; Desain Informasi “Bandung
Heritage” dalam Program Penyelamatan Aset Cagar Budaya di
Kota Bandung, tahun 2013; dan Kajian Komunikasi Interkultural
Mahasiswa Darmasiswa (Asing) dalam Pembelajaran Seni, tahun
2012. Dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan,
berbagai pertemuan ilmiah dalam bentuk seminar, konferensi,
dan diskusi ilmiah telah banyak diikuti, baik dalam skala lokal,
nasional maupun internasional.

298 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi

Erni Suryani, sehari-hari bekerja sebagai guru
Seni Budaya di SMPN 35 Bandung. Di luar
aktivitas mengajar aktif berkarya seni dan
bergabung dengan beberapa komunitas yaitu
Komunitas 22 Ibu, Persatuan Guru Pelukis
Bandung dan Pupuhu (Alumni Seni Rupa IKIP
Bandung). Bersama dengan komunitas tersebut aktif mengikuti
pameran dan kegiatan lainnya baik di kota Bandung maupun di
luar kota Bandung.

Fani Dila Sari, lahir di Pariaman, 10 November
1989, kini tinggal Bersama keluarganya di Aceh.
Pendidikan terakhirnya adalah Magister (S2),
memiliki pengalaman berorganisasi di Teater
Sakata, Komunitas Seni Tanda Tanya, Citra
Srikandi Indonesia, DW ISBI Aceh, dan juga
sebagai Koord. Penjamin Mutu Pendidikan. Aktif dalam penciptaan
karya seni sebagai sutradara, memiliki segudang prestasi sebagai
Pembaca Puisi Terbaik Dies Natalis ISI Padang Panjang, Aktor
Terbaik Dies Natalis ISI Padang Panjang, Juara Lomba Baca Puisi
se-SUMBAR di Bukittinggi, Juara Lomba Dongeng Bahasa Minang
dan masih banyak lagi. Aktif sebagai pembicara di berbagai PT
ataupun sebagai narasumber keilmuan.

Herlinda Mansyur, yang akrab dipanggil
“Linda”, lahir 56 tahun yang lalu di Padang
Sumatera Barat. Menyelesaikan studi S1 Bidang
Tari di STSI Denpasar (1990) dan Pascasarjana
(S2) bidang Penciptaan Seni Tari di STSI Surakarta
(2003) dan menjadi dosen tetap di Jurusan
Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas
Negeri Padang. Terlibat sebagai penari baik nasional maupun
internasional, di samping sebagai penari juga sebagai koreografer
dengan melahirkan beberapa karya di antaranya: “Setitik Cahaya
2006”, “Wajah-wajah Topeng 2006”, “Manusia dan Peradaban
2008”, “Dunia Dalam Galau 2010”, “Pantulan Cahaya Purdah
2016” dll.

214 Suara Hati Perempuan | 299

Hirwan Kuardhani, staf pengajar di Jurusan
Teater FSP ISI Yogyakarta. Aktif di LTP
(Lembaga Teater Perempuan) dan memimpin
lembaga Seni Senjoyo Budhoyo. Membuat
bentuk pertunjukan Teater Boneka Potehi
Gagrag Baru, dan Wayang Gocinda (Golek Cina
Sunda). Senang menulis dan membaca puisi,
tembang, menulis lakon di antaranya: Topeng Panji Jayengsari
(FKI, 1998), Topeng Tua (2007), Pilihan Pembayun (APB
Singapore, 2015). Menulis lakon dan menyutradarai di antaranya:
Manggalayuda Sie Jin Kwie (World Puppet Carnival, 2015),
Angkara Siluman Kelabang (TBS, 2015), Hanoman The Envoi
(APF, 2016), The Legend Of Roro Jonggrang (APB, Sanghay
2017), Sun Go Kong Mendapat Pelajaran (Imlek Museum Hakka
2018). Menulis beberapa buku: Toni Harsono Maecenas Potehi
dari Gudo (2012), Mengenal Wayang Potehi di Jawa (2013),
Mengenal Teater Boneka Potehi dan Budaya Tionghoa Peranakan
di Indonesia (2017, 2021), Persebaran Teater Boneka Potehi di
Beberapa Negara Asia (2017, 2021).

I.G.P.A Mirah Rahmawati, lahir di Denpasar,
27 September 1982. Menyelesaikan pendidikan
S2 Kajian Budaya di Universitas Udayana dan
pada saat ini tengah menyelesaikan S3 di Institut
Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Mirah merupakan
founder Komunitas Srikandi Bali (KSB), yaitu
komunitas perupa perempuan Bali yang bergerak
dalam bidang inklusi untuk memotivasi dan memberikan
kesempatan berkesenian bagi perempuan Bali dan membantu
teman-teman disabilitas dalam berkesenian. Komunitas ini telah
melaksanakan pameran dan workshop seni. Mirah aktif
berpameran seni lukis sejak umur 12 Tahun sampai saat ini.
Memiliki hobi di bidang seni rupa dan menulis, aktif sebagai
sukarelawan untuk perkembangan seni anak berkebutuhan
khusus. Meraih beberapa penghargaan di bidang seni dan
mendapatkan penghargaan dari UNESCO (1996), Shankar’S
India (1997) dan Internasional Painting Competition di Hebei
China. Mengikuti pertukaran seniman muda dalam rangka Youth
Art Exchange IACA di New York (1996). Aktif sebagai illustrator
dan memberikan workshop seni Art Theraphy (2018) untuk anak

300 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi

berkebutuhan khusus. I.G.P.A Mirah Rahmawati berprofesi
sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi keguruan swasta di
Bali dan aktif membina sanggar di Museum Sidik Jari di Denpasar.

Ieke Sartika Iriany, lahir di Bandung pada
tanggal 5 Juli 1958. Bekerja di Kopertis Wil. IV
Jabar dpk FISIP UNIGA dan memiliki jabatan
akademik sebagai Guru Besar Sosiologi di
Pascasarjana Universitas Garut. Saat ini tinggal
di daerah Tarogong Kaler Kabupaten Garut.
Menempuh pendidikan S1 di Fakultas Sospol
Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial UNPAD (lulus tahun 1982),
melanjutkan ke jenjang S2 di jurusan Ilmu Sosial Program
Pascasarjana UNPAD (lulus tahun 1988), dan menuntaskan
jenjang S3 di jurusan Ilmu Sosial Program Pascasarjana UNPAD,
Program Doktor (S3) lulus tahun 2000. Kemudian, melanjutkan
ke jenjang Profesi di Universitas Terbuka, Akta Mengajar V
(1884-1985). Judul artikel atau buku yang telah diterbitkan, di
antaranya ialah: (1) Implementasi Kebijakan Sistem Zonasi
Penerimaan Peserta Didik Baru di Kabupaten Garut (Jurnal
Pembangunan dan Kebijakan Publik Vol. 11, No. 02, Tahun
2020); (2) Peningkatan Kualitas Membaca dan Menulis Siswa
Sekolah Dasar melalui Studi Club (Journal Bantenese: Jurnal
Pengabdian Masyarakat (Volume 3, Issue 2)); (3) Social Change
on the Revolution 4.0 Era in Higher Education (International
Joint Seminar 2020); (4) Perempuan Indonesian Dulu dan Kini
(Book Chapter 2020); dan (5) Tubuh, Media dan Kreativitas
Perspektif Sosiologis (Book Chapter 2020).

Kurniasih Zaitun, yang memiliki nama kecil
Tintun, salah satu Dosen tetap pada Program
Studi Teater Fakultas Seni Pertunjukan di Institut
Seni Indonesia Padangpanjang Sumatera Barat.
Menjalani Studi Seni Teater di ASKI (sekarang
ISI Padangpanjang) tahun 1998 s.d. 2002.
Kemudian melanjutkan studi S-2 di Pascasarjana ISI Surakarta
pada tahun 2006 s.d. 2008. Pertama kali mengenal dunia teater di
Ruang Pendidik INS Kayutanam, Sumatra Barat, pada tahun

214 Suara Hati Perempuan | 301

1995. Diawali menjadi seorang pembaca dan penulis puisi serta
aktor teater dan juga beberapa film. Hingga akhirnya juga
mencipta berbagai karya yang disutradarai dan dipertunjukkan di
beberapa kota di Indonesia dan beberapa negara, hingga saat ini.
Manajemen Pertunjukan menjadi spesifikasi lain di luar kerja
penyutradaraan dan keaktoran yang digeluti. Kerja manajemen
Pertunjukan dan mengelola event seni bertaraf nasional, maupun
internasional dilakukannya dengan banyak seniman dan lembaga
seni di dalam maupun luar negeri. Dalam kumpulan puisi yang
diterbitkan Citra Srikandi Indonesia, karya-karya puisi Tintun
merespons dan terinspirasi dari kondisi saat ini sekaligus menjadi
tema puisi “Pandemi”.

Lesh Dewika, gemar menulis, menggambar dan
melukis sejak kecil. Aktif menulis fiksi dan
nonfiksi seperti Karya Tulis Ilmiah mulai SMP
hingga di Universitas dan beberapa kali menjadi
juara LKTM sampai ke tingkat nasional ketika
menjadi mahasiswi jurusan Sastra Inggris di
Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Mulai aktif menulis
kembali sejak 2017 dengan buku nonfiksi pertamanya yang
dipublikasikan yaitu “Kreatif Menggambar & Menulis Cerita
Pendek” (2017). Sedangkan buku fiksi pertamanya yang
dipublikasikan adalah novel Benang Merah (2020) dan berlanjut
dengan novel keduanya Labirin Ungu (2021) yang masuk dalam
Trilogi Warna Rasa, Kumpulan Cerpen “SENYUM” (2022) dan
karya terakhir adalah Antologi Puisi 22 Perempuan Bulan Bung
Karno 2022. Dirinya juga menjadi salah satu founder dari Komunitas
Ngulik Literasi. Saat ini sedang mempersiapkan novel ketiganya,
selain sehari-hari sebagai pengajar Bahasa Inggris lukis & gambar,
freelancer layouter, dan editor. Buku yang telah diterbitkan sebagai
editor adalah “The Secret of Flight Attendant” (2018) dan “Derap
Langkah Sang Generasi” (2019). Ia pun juga seorang perupa dan
sering berpameran nasional dan internasional sejak 2015 dan kini
sejak 2021 sebagai Art & Creative Director di VIBE Center
Indonesia yaitu sebuah Konsultan untuk Social Development
Project Design & Literasi yang berbasis di Lombok, NTB.

302 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi

M. Heni Winahyuningsih, lahir di Madiun dari
pasangan guru: M. Siswanto dan Mg. Suparmi di
tanggal 22 Maret 1964. Setahun setelah lahir
pindah ke Yogyakarta dan pada akhirnya di kota
inilah tumbuh kembang sampai sekarang.
Pendidikan formal sejak TK - perguruan tinggi
dijalani diYogyakarta pula. Di samping pendidikan
formal, diikuti juga berbagai sanggar seni untuk menyalurkan
minat dan bakatnya. Minat di dunia tari inilah yang membawanya
berkarir di dunia pendidikan seni, serta memberinya banyak
kesempatan untuk berkarya di dalam dan di luar negeri, baik
sebagai penari, penata tari, peneliti, dan instruktur atau guru tari.
Sejak tahun 1990 ia resmi berkarir sebagai dosen di Jurusan Tari ISI
Yogyakarta, dengan beberapa tugas tambahan yang pernah diemban,
antara lain: sekretaris Prodi, Kaprodi, Direktur Program Due Like,
Kepala UPT Penjaminan Mutu, dan Pembantu Dekan FSP.

Mulyaningsih, dosen tetap program Pascasarjana
Administrasi Publik Universitas Garut. Bidang
Ilmu administrasi diperoleh dari pendidikan IKP
S1 Pendidikan Ekonomi Perusahaan, S2
Administrasi Bisnis, dan S3 Administrasi Publik.
Awal mengajar tahun 1989 di ASMTB Bandung
pernah mengisi posisi pimpinan 18 tahun sehingga tahun 2014
sampai sekarang di UNIGA ini menuntun saya pada berbagai
pengalaman bukan saja sebagai dosen, tetapi juga berkiprah di
dunia usaha dengan memperoleh penghargaan; The Winner
Award as The Best Education The Year 2012, dan Indonesia
Leaders of Quality Award dengan The Most Inspired Leaders &
Best Profesional Of The Year 2018 bergabung di CSI, Pengurus
Pusat Ketua Organisasi dan Kelembagaan PDRI, Anggota
PROMAPI, ABPTSI, IAPA, dan Ketua PIAP (Perkumpulan
Ilmuwan Administrasi Pubik), mengikuti beberapa seminar
nasional dan internasional antara lain di Tsukuba University &
Meijo University Jepang, Wittenborg University Belanda,
National Institute of Advanced Studies Bengaluru India, Kuala
Lumpur, National University Singapore, Berlin University, Japan,
Burca yang sudah dituangkan dalam buku sebanyak 8 buah.

214 Suara Hati Perempuan | 303

Niken Apriani, Kepala Sekolah SMP Negeri 13
Cimahi, juga seorang guru seni budaya, inovator
dan pengembang material batik dari bahan
bubuk biji asam jawa. Eksplorasinya sudah
dimulai sejak tahun 2009 menjelang
kelululusannya di kampus UPI. Perjalanan
panjang dan eksplorasinya kini membuahkan
hasil, inovasinya semakin banyak dimanfaatkan oleh para guru
nyaris di semua sekolah di Jawa Barat, menggunakan material
tersebut sebagai bagian dari metri yang dikembangkan dari
kurikulum seni budaya kepada siswanya. Niken yang tergabung
dalam Komunitas 22 Ibu, sebuah komunitas yang mensinergikan
energi kreatif perempuan Indonesia, bersama-sama mengeksplorasi,
memperkenalkan teknik batik gutta tamarin ke berbagai penjuru
Nusantara juga ke luar negeri. Aktivitas yang dilakukan Niken
adalah mensosialisasikan batik gutta tamarind atau dikenal dengan
istilah batik lilin dingin, memberikan workshop, pameran di dalam
dan luar negeri (China, Malaysia, India, Jepang, Stockholm,
Praque) serta memenuhi undangan dari berbagai media kaca.

Nina Fajariyah, lahir di Jakarta, 18 Agustus
1982. Darah seni mengalir dari kakek buyutnya,
Agus Djaya dan Otto Djaya, dua tokoh penting
PERSAGI. Sejak kanak, Nina telah menyukai
seni lukis, sastra, dan teater. Dia menamatkan
kuliah seni rupa di Universitas Negeri Jakarta
(UNJ). Dia pernah bergabung bersama Teater
Kosong pimpinan Radhar Panca Dahana. Profesinya sebagai guru
seni rupa di SMAN 72 Jakarta. Aktif berpameran dalam negeri
dan luar negeri Karya lukisnya dipakai sampul buku, a.l:
Mengunyah Geram: Seratus Puisi Melawan Korupsi (KPK,
2017), Pesona Antologi Puisi 7 Negara (Yayasan Gerson Poyk,
2017), Romansa Gayo dan Bordeaux (novel karya Win Wan Nur,
2018). Petualang Sbang (Buku puisi karya Wayan Jengki Sunarta,
2018). Notes Going Home (buku puisi karya Angga Wijaya,
2019). Cerita anak kakek dan si Manis (karya Wayan Sunarta,
2021). Kritik Satra Bali dan NTT (Badan Bahasa 2021). Aktif di
Komunitas Perupa 22 Ibu, yang konsen menggarap lukisan batik
dengan teknik gutha tamarin.

304 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi

Ninon Syofia, lahir di Solok tanggal 11 Mei
1961. Lulusan ASKI Padangpanjang tahun 1985,
di tahun yang sama langsung diangkat menjadi
tenaga pengajar atau PNS di ASKI Pp dan sampai
sekarang menjadi Staf Pengajar pada Program
Studi Seni Tari Institut Seni Indonesia
Padangpanjang. Kemudian melanjutkan pendidikan S1 di Jurusan
Seni Tari STSI Denpasar tahun 1990-1991 dan tahun 2010
menamatkan pendidikan Magister di ISI Pp bidang Pengkajian
Seni Tari. Ninon banyak terlibat dalam kegiatan Penciptaan dan
Penelitian karya tari di tingkat daerah dan nasional. Kegiatan
ilmiah dilakukan sebagai narasumber pada kegiatan Seminar,
Instruktur pada Workshop/Pelatihan di tingkat daerah. Beberapa
tulisan ilmiah populer juga dipublikasikan di media cetak dan
jurnal ilmiah.

Novi Anoegrajekti, lulus pendidikan S1 (1989)
Fakultas Sastra Universitas Jember, Sastra
Indonesia; S2 (1994) Fakultas Sastra Universitas
Gadjah Mada, Sastra Indonesia dan Jawa; S3
(2006) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya,
Culture Studies. Pekerjaan yang dilakukan yaitu
Dosen FIB Universitas Jember (2003‒2015); dosen luar biasa
pada FBS Universitas Negeri Jakarta (2008‒2010); dosen luar
biasa pada Program Pascasarjana Universitas Tarumanegara
Jakarta (2011‒2015); Pemimpin Redaksi Jurnal LITERASI
Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jember (2013‒2017); Ketua
Pusat Penelitian Budaya Etnik dan Komunitas, Lembaga
Penelitian, Universitas Jember; dan mulai 2016 sebagai Ketua
HISKI Komisariat Jember. Menyandang jabatan profesor dalam
bidang ilmu susastra sejak 1 Januari 2016.Aktif sebagai pembicara
dalam berbagai kegiatan ilmiah regional, nasional, dan
internasional bidang sastra, budaya, dan kajian perempuan.
Minatnya pada pengkajian perempuan dan seni pertunjukan telah
menghasilkan beberapa penelitian yang didanai oleh DP2M Dikti,
Toyota Foundation, Ford Foundation, Japan Foundation, dan
LPDP. Publikasi buku dalam lima tahun terakhir: Potensi Budaya

214 Suara Hati Perempuan | 305

Using dan Industri Kreatif (2018), Sastra dan Perkembangan
Media (2018), Teori Kritis dan Metodologi: Dinamika Bahasa,
Sastra, dan Budaya (2019), Modul Narasi Seblang (2019), Modul
Film Dokumenter Ritual Seblang Banyuwangi (2019), Ritual
Agraris dan Bahari (2020), Modul Cerita Rakyat (2020), Sastra
Pariwisata (2020), Modul Batik Gandrung (2020), Modul
Manajemen Industri Kreatif (2020), Sastra Rempah (2021), dan
Ekowisata Bahari (2022).

Nuning Yanti Damayanti, selain mengajar di
FSRD ITB, aktif dalam kegiatan kebudayaan,
penelitian seni dan budaya Indonesia,
melaksanakan Pengabdian Masyarakat di
sejumlah wilayah Indonesia dari Sumatra hingga
Papua. Perjalanannya melanglang buana
mancanegara memicu Nuning sebagai perempuan
perupa di Indonesia untuk selalu aktif menulis Essay yang dimuat
dalam buku ilmiah populer, prosiding dan jurnal (2002-2021),
sedangkan karya Puisi, Prosa, Cerita Pendek, dan Fabel yang
ditulisnya kadang dimuat kolom “Khazanah” media masa Pikiran
Rakyat Indonesia, juga menjadi bagian dari Antologi Puisi dan
Cerpen. Beberapa di antaranya “Soneta Cinta 2 Negara, Indonesia
Malaysia” (2021), “Renung” (2021), “Senarai Asa Perempuan”
(2021), “Cerita Dibalik Dunia Hewan” (2021), “Setanggi” (2021),
“Cerita Fabel Pembentuk Karakter Baik” (2020), “Roncean Syair
Perempuan” (2020), “Jantung Kata” (2019), “Bintang Pagi” (2018),
“Bunga Yang Berserak” (2014), “Negeri Terluka” (2004), “Buku
Harian Burung Dara” (1996), “Mein Traouma” (1995),
“Mundinglaya Dikusumah-Lalayang Salakadomas” (1991), “Der
Fuchs & Der Wulf” (1989), “Java” (1988). Beberapa puisinya
terpilih dimuat dalam Buku Pembelajaran Bahasa dan Sastra
Indonesia Kelas X (2013-2020). Nuning juga berperan aktif dalam
Komunitas 22 Ibu, komunitas perempuan pendidik seni yang
melakukan berbagai kegiatan kesenian khususnya pameran seni
rupa dan workshop serta pelatihan inovasi batik Tamarin ke
berbagai wilayah Indonesia bekerja sama dengan berbagai instansi
terkait.

306 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi

Nurlina Syahrir, Produser,Art Space Conceptor,
Koreografer dan Penari, Dosen Jurusan Tari,
FSD Universitas Negeri Makassar, Doktor di
bidang Manajemen dan Seni Pertunjukan Institut
Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, dengan judul
disertasi “Pakarena Sere Jaga Nigandang,
Identitas Budaya dan Perempuan Makassar”. Lulus (S-2)
Magister Humaniora, Universitas Gadjah Mada, 1996. Tahun
2009-2010 terpilih mengikuti program Sandwich-like di
California Institute of the Arts (CalArts) Los Angeles, USA.
Selaku direktur pengembangan dan pelestarian budaya Makassar,
aktif melakukan penelitian, menulis buku, dan menulis di berbagai
jurnal. Sebagai penari berguru pada tokoh-tokoh tari tradisi Mak
Coppong, Munasiah Najamuddin, Dg. Manda, Sirajuddin
Bantang, Elis Patasik, A. Ummu Tunru, A. Abu Bakar Hamid.
Aktif berkolaborasi bersama seniman Indonesia; Suprapto Suryo
Darmo, BRA Gusti Murtiyah, Rusinih (Solo), Nungki
Kusumastuty, Wiwiek Sipala (Jakarta), Ni Sekar Riani (Bali),
Diana Buttler (US), Basri B Sila, Serang Dakko, Dg. Mile, Hamrin
Samad, dan Chaeruddin Hakim (Makassar).

Nurwani, merupakan koreografer berdarah
minang, lahir di Pariaman 13 Juni 1966. Riwayat
pendidikan yang pernah ia tempuh di antaranya
D3 di ASKI Padangpanjang (1986-1989), S1
STSI Denpasar (1990-1992) S2 UGM (2000-
2003), S3 Universitas Erlangga (2012-2016).
Nurwani juga merupakan dosen di Prodi Seni Pertunjukan dan
Prodi Pendidikan Tari Universitas Negeri Medan (UNIMED)
sejak tahun 1994-sekarang., selain mengajar di S1, juga mengajar
di Pasca Program Studi Antropologi Sosial, Program Studi
Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan USU. Selama
pengabdiannya di Universitas Negeri Medan, Nurwani dipercayai
sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Tari dari tahun 2007-
2015, seterusnya 2016-2020 menjadi ketua Prodi Seni Pertunjukan.
Selama pengabdiannya telah mendapatkan penghargaan sebagai
Ketua Program Studi terbaik di lingkungan Universitas Negeri

214 Suara Hati Perempuan | 307

Medan pada tahun 2019. Di samping prestasi akademik Nurwani
juga menorehkan jejak dalam bidang kesenimanan. Sebagai
seorang perempuan, ia selalu mengasah perasaan dan pikiran dan
mewadahinya dalam sebuah karya seni. Seni telah mengubah
hidupnya menjadi perempuan tangguh, selalu gigih untuk
mencoba dan belajar dalam setiap proses kesenimanannya. Karir
kesenimanan telah ia torehkan dengan melahirkan beberapa karya
tari dan telah mempertunjukkan di berbagai event, baik nasional
maupun internasional. Karya-karya yang dilahirkan di antaranya
Ratak (1992) Isi Denpasar, Cawan Ritual pada Festival Tari se-
Sumatera dan Kalimantan barat di Padangpanjang (1997), Garih
Warih di Taman Budaya Medan (2005), Andam Nan Manyentak
(2007), Sijundai pada Festival Teater Tradisi Sumut (2010), Ratok
Lareh Pangulu #1 ditampilkan di ISI Padangpanjang (2018),
Taman budaya Jambi (2018), Ratok Lareh Pangulu #2 ditampilkan
pada Festival Muara Singapura, Festival Selat Malaka/Malaysia
(2019). Nurwani juga salah satu Koreografer terbaik yang
memperoleh dana Hibah DRPM Dikti pada tahun 2018 dan Tahun
2019. Dalam perjalanannya kekaryaan selalu mengangkat dan
menghadirkan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau. Karya-
karya yang dihadirkan merupakan bentuk apresiasinya atas
budaya yang dimilikinya dan selalu berkeinginan untuk
memberikan apresiasi kepada masyarat luas. Dengan
kekonsistenannya yang ia tekuni dan hadirkan dalam dunia
koreografer membuat ia dikenal sebagai koreografer Minangkabau.

Pola Martiana, lahir di Yogyakarta 11 Maret
1967. Menempuh pendidikan formal di Sekolah
Menengah Musik Negeri Yogyakarta (SMMN
Yogyakarta). Pada tahun 1987 menempuh
pendidikan S1 di Institut Seni Indonesia jurusan
Musik Sekolah dengan Mayor Vocal. Semasa
studi S1, Penulis juga mengajar di SMMN Yogyakarta sebagai
guru PNS. Tahun 1989, mengikuti Bintang Radio di Denpasar
Bali dan meraih juara II serta berhak mewakili Bali pada tingkat
Nasional di Jakarta. Tahun 1997, Penulis pindah ke Bandung dan

308 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi

menjadi guru di SMKI, yang sekarang berganti nama menjadi
SMKN 10 Bandung dan mengajar jurusan Musik Populer serta
menjadi Ketua Program Studi. Penulis mendapatkan beasiswa
untuk mengambil pendidikan S2 di Institut Seni Indonesia yang
diberikan oleh Kemendikbud. Semasa S2, penulis membuat
Komposisi Musik Roro Mendut-Pranatjitra yang merupakan
perpaduan musik klasik dan gamelan. Penulis berhasil
menyelesaikan S2 dengan predikat Cumlaude. Tahun 2000-2013
Penulis menjadi dosen di Sekolah Tinggi Musik Bandung dan
menjabat sebagai ketua program S1. Kemudian pada tahun 2014,
menulis buku berjudul Sejarah Musik dan membuat jurnal ilmiah
berjudul Panggung Dari Tari ke Musik: Pembentukan Musik
Suita Pada Era Musik Barok yang rampung digarap pada tahun
2015. Penulis menjadi salah satu penulis pada buku berjudul
Perempuan Indonesia Dulu dan Kini dengan subjudul Latifah
Kodijat Marzoeki: Pemikiran Pedagogi Musik dari Ibu Para
Pemain Piano Indonesia. Pada tahun 2018, penulis menyelesaikan
studi S3 di fakultas Ilmu Budaya UNPAD Bandung dengan
disertasi berjudul Tekstur Musik Mang Koko Sebagai Bentuk
Kreativitas Adaptasi Budaya.

Rani Siti Fitriani, lahir pada 2 Oktober 1975.
Pendidikannya di SDN Pajagalan 47/III
Bandung, SMPN 3 Bandung, SMAN 1
Bandung, program Sarjana Sastra Indonesia,
Magister Linguistik Unpad predikat cum laude,
dan Doktor Linguistik Unpad dengan IPK 3,90
dan predikat sangat memuaskan. Penggagas, Pendiri, dan Ketua
Umum, Komunitas Dosen penulis dan Peneliti Indonesia
(Kodepena), dengan 18.634 anggota Facebook Kodepena,
Persaudaraan Wanita Inspiratif Indonesia (PWII) kegiatan
keilmuan, sosial, dan kolaborasi di dalam dan luar negeri, dan
International Collaborative Community dengan pengurus dan
anggota dari berbagai negara, profesi, agama, dan budaya. Dosen
Tetap Magister PB Indonesia Pascasarjana Universitas Pasundan
juga pemilik dan Direktur Penerbitan, Percetakan, dan Pelatihan

214 Suara Hati Perempuan | 309

Menulis Semiotika. Pengurus Ikapi Jawa Barat Bidang
Pengembangan Produksi Perbukuan Buku Pendidikan Tinggi,
Direktur Eksekutif Rumah Literasi ICMI Muda se-Indonesia, dan
aktif menjadi penulis, peneliti, editor, reviewer, untuk buku dan jurnal
juga pembicara untuk berbagai kegiatan bidang linguistik, penerbitan,
penulisan, BIPA, dan sebagainya. Pun pemilik Ligua Leather.

Rasmida, lahir di Agam, 11 Desember 1967,
Dosen dan Ka. Prodi Program Studi Seni Tari
dan juga sebagai Ketua PPID ISI Padangpanjang.
Aktif di beberapa organisasai dan sebagai
koreografer Sumatera Barat telah menciptakan
karya tari lebih kurang 61 karya tari yang telah
ditampilkan baik tingkat regional, Nasional maupun Internasional
di antaranya: Malaysia, Singapura, Canada, Belanda, Thailand,
India, dan Turkey.

Ratnadewi, lahir di Purwokerto. Menempuh
pendidikan S1 dari Jurusan Teknik Elektro,
Universitas Kristen Maranatha, Bandung pada
tahun 1993. Menempuh pendidikan S2 dari
Jurusan Sistem Informasi Telekomunikasi,
Institut Teknologi Bandung, pada tahun 1999.
Menempuh pendidikan S3 dari Program Studi Teknik Fisika,
Institut Teknologi Bandung, pada tahun 2006. Saat ini mengajar
di Program Studi Teknik Elektro dan Program Studi Magister
Teknik Informatika, Universitas Kristen Maranatha. Ketertarikan
bidang ilmu yaitu teknik elektro, pengolahan sinyal, pengolahan
citra, kriptografi, optimasi, dan kecerdasan buatan. Bersama
rekan-rekan menulis buku-buku mengenai teknik elektro, batik,
kedokteran, dan budaya. Bersama rekan dosen bekerja sebagai
editor buku dan reviewer jurnal. Penelitian bersama pada saat ini
terkait pengolahan citra dan kecerdasan buatan, bekerja sama
dengan kedokteran, seni rupa, maupun mandiri. Email:
[email protected].

310 | Antologi Puisi: Kepak Srikandi


Click to View FlipBook Version