The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aziza.nimah, 2022-01-10 01:11:37

Semangat Phinisi

P
P
E
E
H
H
M
M
I
I
N
N
PENGANTAR
Prof. Drs. Hamdan Juhannis, M.A, Ph. D
S
S
A
A
Terus Berlayar Menembus Badai,
“SIRI”
I
I
N
N
S
S
I
I
G
G
A
A
T
T
Optimisme Menggapai
EDITOR
Mundhakir Salman Vinca RestiApriani


SEMANGAT PHINISI
TERUS BERLAYAR MENEMBUS BADAI
OPTIMISME MENGGAPAI “SIRI”
SEMANGAT PHINISI | i


SEMANGAT PHINISI
TERUS BERLAYAR MENEMBUS BADAI OPTIMISME MENGGAPAI “SIRI”
Editor
Pengantar
Tata Letak Ilustrator Penyunting Akhir Penerbit
: Mundhakir Salman & Vinca R. Apriani
: Prof.Drs.H.Hamdan Juhannis M.A,Ph.D
: Ria Rizki Agustina & Andi Ilham Alqadri : Franklin Ginther & Azizatun Ni’mah
: Suwarny Dammar
: Subaltern Inti Media
: 2021
: 978-623-5587-06-6
: [email protected]
Tahun
ISBN
Email
Cetakan Pertama, Juli 2021
Cetakan Kedua, Januari 2022
(Isi di Luar Tanggung Jawab Percetakan)
SEMANGAT PHINISI | ii


SEMANGAT PHINISI | iii SAMBUTAN GENERAL MANAGER PLN UIW
SULSELRABAR
AWALUDDIN HAFID
Ketika meyebut “listrik” maka pasti kita sepakat bahwa energi ini telah menjadi kebutuhan utama entah itu masyarakat yang tinggal diperkotaan maupun masyarakat yang tinggal dipedesaan. Keseharian kita tidak bisa terlepas dari keberadaan listrik, bahkan kemajuan suatu negara salah satu ukurannya adalah sebesar apa konsumsi listriknya.
Listrik telah merasuk ke seluruh sektor kehidupan berbangsa dan bernegara, untuk Industri, kegiatan bisnis, kegiatan pemerintahan, keamanan dan pertahanan negara, telekomonikasi dan transportasi sampai pada kebutuhan rumah tangga, kegiatan sosial dan keagamaan tidak bisa lagi terlepas dari kebutuhan listrik. Oleh karena itu PLN sebagai pemegang Ijin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL) Umum yang terintegrasi memiliki peran yang sangat strategis dan tanggung jawab yang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan ekonomi bangsa.
PLN sadar benar dengan perannya, hal ini telah dibuktikan oleh para insan PLN, istilah kekinian PLNers tanpa kenal lelah dari tahun tahun ke tahun telah meningkatkan keterpenuhan listrik Indonesia, diawal tahun 2021 rasio elektrifkasi telah menyetuh angka 99,28% dan rasio
jumlah desa berlistrik telah mencapai 99,59%.


Disamping peningkatan rasio elektrifikasi dan rasio desa berlistrik, PLN juga telah merealisasikan komitmennya untuk menjamin ketersedian listrik dalam jumlah yang cukup, harga yang terjangkau dengan tingkat keandalan yang tinggi.Seluruh wilayah Indonesia tidak ada lagi sistim kelistrikan besar yang defisit, harga listrik dapat terkendali dan tingkat gangguan semakin kecil.
Untuk menjalankan amanah yang dibebankan negara ke PLN bukan hal yang mudah, melalui buku Semangat Phinisi, Terus Berlayar Menerjang Badai, Optimisme Menggapai “Siri”, yang merupakan kumpulan tulisan dari PLNers PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UIW Sulselrabar), kita mendapatkan gambaran suka dan duka serta aksi aksi heroik PLNers dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam pengabdiannya pada bangsa dan negara melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan dan memberikan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat.
PLNers bersatu padu dan bersinergis dalam satu “Phinisi” PLN dengan tatapan kedepan akan terus berlayar sekalipun harus menerjang badai diantaranya badai pandemi Covid-19 sekarang ini yang melanda dunia dalam menggapai “Siri” kehormatan cita cita luhur bangsa dan negara yaitu kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.
Tentunya buku ini diharapkan menjadi media yang dapat memberikan informasi kepada seluruh stake holders PLN, penghargaan bagi PLNers dan inspirasi bagi yang membaca buku ini.
Selamat kepada seluruh PLNers atas terbitnya buku ini, jaga core value AKHLAK, terus berkarya, jangan pernah lelah melistriki Indonesia dan selalu berikan layanan terbaik untuk bangsa.
Terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb
SEMANGAT PHINISI | iv


SAMBUTAN DIREKTUR BISNIS PLN REGIONAL SULAWESI, MALUKU, PAPUA & NUSATENGGARA
BAPAK SYAMSUL HUDA
Kita sadari bahwa listrik telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat, dimana keberadaannya sangat dibutuhkan. Hampir semua sector dan segmen masyarakat sangat memerlukan listrik dalam aktifitasnya. Listrik juga menjadi salah satu daya tarik bagi investor dalam berinvestasi, dan pendorong pengembangan kawasan maupun pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Listrik bisa menjadi penopang industri pariwisata. Bahkan listrik juga dipergunakan sebagai salah satu tolok ukur kemajuan daerah dan
kesejahteraan masyarakat. Oleh beberapa pemerintah daerah, listrik menjadi andalan dalam penerimaan pendapatan asli daerah.
Dengan keberadaannya yang begitu strategis dan memberi dampak yang cukup besar, maka PLN berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kualitas dan kapasitas memadai, dengan terus melakukan berbagai terobosan untuk memberikan kemudahan dan peningkatan layanan, sehingga mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
Di saat pandemi melanda seluruh dunia dan berdampak merosotnya ekonomi nasional dan rendahnya daya beli masyarakat, sehingga hampir seluruh dunia usaha mengalami gonjangan hebat dan harus melakukan berbagai penyesuaian/ rekalkulasi ulang terhadap kegiatannya, agar tetap survive dan bisa terus memberikan layanan. Dalam kondisi seperti ini PLN dituntut untuk memberikan layanan maksimal pada pelanggan,
SEMANGAT PHINISI | v


kontinuitas pasokan terjaga dan kualitas layanan sesuai TMP. Bahkan PLN menjadi salah satu garda terdepan dalam penanggulangan covid-19 dan menjadi pendorong pemulihan ekonomi nasional, sehingga keberadaannya menjadi demikian vital.
Dalam kondisi seperti ini, PLN harus menyiapkan tenaga yang professional dan kompeten, sehat dan memadai, melakukan berbagai penyesuaian SOP, standarisasi layanan, berbagai terobosan terus dilakukan, berbagai kemudahan layanan diberikan, dan pemanfaatan tehnologi dalam semua aspek kegiatan sehingga kualitas terjamin, efektif dalam pemanfaatan sumber daya dengan produktifitas maksimal.
Pandemic telah mendorong PLN melakukan transformasi untuk menjadi Perusahaan Terkemuka se Asia Tenggara dan #1 Pilihan Pelanggan dalam Solusi Energy, dengan 4 inisiatif strategis Lean, Green, Customer Service dan Inovatif.
Tulisan yang diangkat dalam buku Semangat Phinisi, Terus Berlayar Menerjang Badai, Optimisme Menggapai “Siri”, merupakan wujud komitemen insan PLN yang ada di UIW Sulselrabar dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan ditengah pandemic, dengan berbagai terobosan dan kemudahan yang diberikan, dengan semangat tinggi penuh dedikasi, tangguh dan lincah untuk mencapai prestasi melebihi harapan.
Semoga tulisan ini menjadi inspirasi dan penyemangat segenap insan PLN sebagai bentuk impelemtasi core value AKHLAK, dan perwujudan komitmen bersama agar perusahaan sehat, terus tumbuh dan berkembang sehingga mampu memberikan sumbangsih maksimal bagi bangsa dan negara tercinta, Indonesia.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
SEMANGAT PHINISI | vi


Kata pengantar
PLN : The New Phinisi
Oleh: Prof.Drs.H.Hamdan Juhannis M.A,Ph.D
Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Alauddin Makassar
Buku yang terdiri dari kumpulan tulisan teman-teman awak PLN ini menjadi bukti kepedulian keluarga besar PLN terhadap upaya memperbaiki mindset masyarakat terhadap esensi peran PLN. Dalam tulisan ini, dikisahkan ragam pengalaman empirik para petugas PLN untuk mewujudkan komitmen menerangi negeri ini.
Menurut saya, lahirnya karya ini menjadi produk yang berbeda bagi warga PLN. Hadirnya karya ini membawa citra baru bagi PLN. Kita memahami bahwa orang-orang PLN lebih banyak dikenal sebagai pekerja teknis dibanding sebagai penulis.
Tentu dengan lahirnya kumpulan tulisan ini menunjukkan bahwa di samping sebagai pekerja lapangan, orang-orang PLN bisa juga diandalkan dalam menuangkan pikiran-pikiran yang mencerahkan bagi perubahan mindset masyarakat kita.
Saya mencermati dari kumpulan tulisan ini, betapa terlihat karakter khas bagi para penulisnya dari berbagai daerah di kawasan Pulau Sulawesi. Karakter mereka sangat terbaca dalam membentangkan ide yang sangat kaya dengan contoh- contoh kongkrit dalam upaya membuat PLN semakin kontributif.
SEMANGAT PHINISI | vii


Pada judul buku ini, terdapat dua kata yang menunjukkan karakter dari ide utama lahirnya buku ini yang menyajikan makna tentang hadirnya PLN sebagai institusi yang pantang menyerah dalam mengemban misi kelistrikannya.
Pertama, adanya kata "Phinisi" sebagai perahu dengan kemampuan mengarungi lautan dengan segala tantangan. PLN ibarat perahu phinisi yang menjalankan misi menuju kepada pulau impian dengan mengembangkan layar programnya, dengan tekad sekali layarnya terkembang pantang surut ke tepian, meskipun badai menghantam begitu hebat.
Badai yang dihadapi oleh PLN, seperti yang tergambar dalam tulisan-tulisan di buku ini, bisa berwujud tantangan medan yang dihadapi untuk menerangi negeri sampai kepada pelosok desa.
Phinisi juga digambarkan sebagai perahu yang awaknya harus saling bekerjasama dan padu dalam menghadapi badai di tengah lautan. Sinergitas jajaran PLN tentunya menjadi keniscayaan dalam upaya untuk mewujudkan negeri yang sudah tersuplai dengan listerik secara merata.
Kedua, judul buku ini menggunakan kata "Siri" pada anak judulnya "Optimisme Menggapai Siri" yang menjadi kata terpenting dari seluruh kata yang membentuk judul. Siri adalah nilai antropologis masyarakat Sulawesi Selatan. Siri menjadi pandangan dan haluan hidup masyarakat Bugis Makassar. Dalam pandangan masyarakat Sulsel, orang berbuat sering dilatari oleh Siri. Siri menjadi motivasi integratif untuk mewujudkan sebuah cita dari prilaku. Jadi siri adalah nilai moral yang paling mendasar yang membentuk etos masyarakat Bugis Makassar.
Dari persepektif di atas, kita bisa menyatakan bahwa saat PLN sebagai lembaga negara bekerja atas nama siri, itu artinya PLN sedang membangun etos kerja warganya. PLN sedang membangun doktrin bahwa upaya menyukseskan seluruh program prioritas PLN adalah bagian dari nilai yang mendasar dari setiap diri yang terkait dengan PLN. Jargon siri yang diusung
SEMANGAT PHINISI | viii


SEMANGAT PHINISI | ix PLN berarti bahwa PLN hadir mempertaruhkan jati diri sesungguhnya
untuk membanggakan bangsa dan negara.
Dua kata ini yang menjadi tema sentral dari seluruh tulisan warga PLN di dalam buku ini, dan semoga bisa menjadi bagian tidak terpisahkan pada seluruh derap langkah keluarga besar PLN. Terakhir, semoga dengan hadirnya buku ini, para pekerja keras lingkup PLN akan semakin terlecut untuk berbuat terbaik bagi negara tercinta ini melalui perjuangan untuk semakin memasyarakatkan produk andalan PLN. Dan khususnya bagi masyarakat luas, hadirnya buku ini akan semakin menyempurnakan pemahaman tentang kiprah PLN dengan seluruh personilnya untuk mempersembahkan yang terbaik bagi kemanusiaan dan kebangsaan. Selamat membaca dan salam L, Listrik untuk Semua.


DAFTAR ISI
SAMBUTAN GENERAL MANAGER PLN UIW SULSELRABAR ............................................................................................................. iii
SAMBUTAN DIREKTUR BISNIS PLN ............................................ v
REGIONAL SULAWESI, MALUKU, PAPUA & NUSATENGGARA............................................................................. v
Kata pengantar.................................................................................... vii TESTIMONI ..................................................................................... xiv BAB 1................................................................................................... 1 MENGABDI MELISTRIKI NEGERI............................................ 1
# 1 Sekali Layar Terkembang, Pantang Sayap Menutup Lapang ........ 3 # 2 Falsafah “Siri Na Pacce”, Dalam Membangun Keunggulan.......... 5
# 3
#4
# 5
#6
#7 Menilik Aset Pembangkit Mikrohidro .......................................... 29 #8 Melistriki, Memerdekakkan dari ................................................... 31 #9 Bertransformasi Jadi Lebih Baik................................................. 35 #10 Keberkahan Di Mattaro Decceng................................................ 37 #11 Willing To Do Willing To Helf ................................................ 42 BAB 2................................................................................................. 47 MELISTRIKI HINGGA KE PELOSOK NEGERI .................... 47
Sistem Kelistrikan Sulselrabar ................................................... 18 Pengalaman Pertama Penuh Makna............................................ 21 Usaha Tak Akan Menghianati Hasil .......................................... 24 Beda, Tak Membuat Minder ....................................................... 26
#1 Andil K3L Jaga Kelistrikan ................................................ 49
SEMANGAT PHINISI | x


#2
#3
#4
#5.
#6.
#7.
#8
#9.
# 10
# 11
#12
BAB 3................................................................................................. 81 TETAP MELAYANI DI KALA PANDEMI............................... 81
Asa Ke Pelosok Desa ........................................................... 50 Berjuang Demi Terang Di Tutar ..................................... 53 Gotong Royong di Kodingareng ...................................... 55 100% Penuh Makna .................................................................. 58 Integritas, Bukan Formalitas...................................................... 62
Never Give Up! – Penakluk Medan .......................................... 65
Mewujudkan Selayar Berbinar .................................................... 68 Lika Liku S i n j a i Benderang ........................................................ 72 Listrik Kini Tak Berjarak di Pulau Battoa................75 Dari Ulurina Menebar Bahagia................................................. 77 Penantian di Bonti..................................................................... 79
# 1 Punna Stangnga - Stangnga Mundurokko..................................... 83 # 2 Sinergi Demi Stimulus................................................................ 86
#3
#4 Tetap Produktif Dari Rumah......................................................... 92
Penyulang Terjaga, Listrik Stabil.................................................. 89
#5
#6
#7
#8
#9
#10
# 11 Hikmah Dibalik Covid-19......................................................... 110
Potret Pejuang Kelistrikan ........................................................... 95 Selamat Tinggal Genset ............................................................... 97 Bersatu Kita Prima ....................................................................... 99 Jualan Dalam Perangkap Pandemi ............................................. 101 Covid-19 Pada Resetting Proteksi ? ............................................ 104
Di Bawah Purnama Dalam Ancaman Corona. ........................ 107
SEMANGAT PHINISI | xi


#12 KSA, Tetap Produktif Dari Rumah ......................................... 111
#13 Pandemi Bertransaksi ............................................................ 113
#14 Terang Dalam Lingkaran Pandemi. ......................................... 117
#15 Rasa Khawatir Tak Buat Target Meleset .................................. 122
#16 Tegak Ditengah Ketidakpastian ............................................... 125
#17 Tetap Optimis Meraih Asa....................................................... 127
#18 Target Adalah Kehormatan .................................................... 131
BAB 4............................................................................................... 143 KEANDALAN SAMPAI KE PELOSOK NEGERI ................. 143
#1 Terang Di Kalumpang ............................................................... 145
#2 20 Jam Non Stop ....................................................................... 147
#3 The Power Of Fastabiqul Khairat .............................................. 151
#4 Semangat Recovery Di Bontoloe................................................ 156
#5 Normal di Tengah Pandemi....................................................... 158
#6 Menerjang Banjir Hadirkan Terang ........................................... 161
#7 Tim PDKB, Pantang Pulang Sebelum Terang............................ 164
#8 Menebar Bahagia Di Pulau Rote............................................... 166
#9 PLT Gubernur Mengapresiasi................................................... 176
BAB 5............................................................................................... 178 TANGGUH DI MEDAN BENCANA ....................................... 178
#1 - Januari 6,2 ................................................................................. 180
#2 Sinergis Unit Gerak Cepat Pulihkan Listrik Mamuju-Majene – sebuah catatan diawal penugasan di................................................. 185
# 3 Dapur Umum Untuk Para Pejuang ......................................... 190
SEMANGAT PHINISI | xii


#4
# 5
#6
#7
#8
# 9
#10
#11
#12
#13 Siap Siaga, Untuk Tugas Negara .......................................... 226
Semangat Dari Pak Direktur.................................................... 192 Pulih 5 Hari, Gubernur Apresiasi............................................. 193 Ringankan Beban, Gratiskan Penyambungan ......................... 195 Menembus Ganasnya Ulumanda .............................................. 196 Goresan Sang Nahkoda ........................................................... 199 Recycle House, Bangkit Dari Keterpurukan .......................... 209 Bandung Bondowoso Bukan Legenda .................................. 210 Lubang Keyakinan................................................................. 218 Kalau Ragu, Pulang Saja......................................................... 225
# 14
BAB 6............................................................................................... 248 SEMAKIN TERUJI UNTUK BERBAKTI ............................... 248
# 1 Bersama Ifan 2020, Millenial Juga Bisa..................................... 250 # 2 Incentive Acquisition Captive Power........................................ 253 #3 Terang Untuk Pra Sejahtera Selayar............................................. 255
Dari Pinrang Untuk Mamuju Terang ..................................... 230
#4
# 5
# 6.
#7 Deaf Barista Untuk Teman Tuli .................................................. 267 #8 SPKLU Pertama Indonesia Timur ............................................. 270 TENTANG EDITOR ....................................................................... 272
Petani Soppeng Yang Bahagia.................................................... 257 Cahaya Sang Naga................................................................... 258 Hadirkan Terang Menuai Untung ........................................... 264
SEMANGAT PHINISI | xiii


TESTIMONI
Brigjen Pol (P) Dr. AA. Mapparessa. MM. MSi.
* Karaeng Turikale VIII Maros.
* Ketua Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara Wilayah Sulawesi Selatan.
Turikale, 9 Juli 2021.
Bertolak dari semboyan "Siri' na pacce", para petugas PLN berjuang bahu membahu, tanpa kenal lelah dan pamrih untuk membantu warga masyarakat, menerangi setiap rumah dan sudut-sudut kota serta kampung demi meningkatkan pelayanan bagi kemanusiaan dan taraf hidup masyarakat. Semangat juang para petugas PLN didasari sebuah keyakinan sebagai abdi masyarakat, menjadi modal dasar dan motivasi untuk memberikan pelayanan terbaik dan optimal kepada warga masyarakat yang mendambakan suatu kehidupan yang layak.
HR Fajar, ST, M.Eng
Pudir 3 Bidang Kerjasama, Perencanaan dan sistem Informasi Politehnik Makassar
Pelaut sejati dilahirkan dari ombak yang ganas.... dan pengabdian PT PLN untuk berkarya dan tetap melayani, tetap berkarya untuk negeri ditengah tengah ombak pandemi, gempa bumi, dan angin taufan mengukuhkan dirinya sebagai institusi BUMN yg berkerakter pelaut.... para pegawai PT PLN adalah nahkoda ulung yang pantang surut ketepian pantai walau ombak mengganas karena layar phinisi sudah berkembang.
SEMANGAT PHINISI | xiv


H IWAN ASAAD AP, M.Si
SEKRETARIS KOTA PAREPARE
“LISTRIK MENDUKUNG INVESTASI DAERAH”
Pemerintah Kota Parepare sangat berterimakasih kepada PLN dalam kerjasamanya dengan kami selama ini. Kami berharap dengan kualitas keandalan jaringan listrik yang bagus, dapat menunjang perekonomian maupun pembangunan di Kota Parepare.
Sebagaimana kita ketahui bersama, merupakan suatu fakta yang tidak terbantahkan bahwa kemajuan suatu daerah berbanding lurus dengan adanya ketersediaan pasokan tenaga listrik yang mencukupi bagi menunjang segenap rangkaian kegiatan pembangunan. Segala sektor maupun bidang yang menjadi andalan dalam menggerakkan ekonomi daerah pada umumnya sangat bergantung pada kemampuannya dalam menyediakan listrik.
Dalam era globalisasi dan teknologi informasi dewasa ini, kebutuhan terhadap listrik mungkin sudah bisa disejajarkan dengan kebutuhan dasar sehari-hari.Untuk
itulah, tenaga listrik mempunyai peran yang sangat penting dan strategis dalam mewujudkan tujuan pembangunan, maka usaha penyediaan tenaga listrik dikuasai oleh negara dan penyediaannya perlu terus ditingkatkan sejalan dengan perkembangan pembangunan agar tersedia tenaga listrik dalam jumlah yang cukup, merata, dan bermutu.
SEMANGAT PHINISI | xv


Energi listrik sangat berpengaruh terhadap laju perkembangan daerah. Listrik adalah salah satu pusat perhatian para investor yang ingin berinvestasi di daerah. Krisis listrik akan menjadi bahan pertimbangan yang cukup berpengaruh. Olehnya itu, PLN dan Pemerintah Kota Parepare harus terus bersinergi dalam upaya menyediakan pasokan energi listrik yang cukup merata dan bermutu. Pemerintah Daerah akan senantiasa mendukung dan selalu siap memfasilitasi hal-hal yang dapat mempercepat proses pembangunan kelistrikan di Kota Parepare.
Kami juga berterima kasih kepada PLN selama ini dalam mendukung program Peduli Lorong yang merupakan program prioritas Pemerintah Kota Parepare. Dalam lima tahun terakhir ini telah berhasil menerangi 903 lorong dengan memasang 5.255 titik mata lampu sehingga capaian peduli lorong periode pertama sudah mencapai 99,98%. Kami sangat berharap sinergitas PLN dengan Pemerintah Daerah akan terus berlangsung sehingga dapat mendukung program pemerintah daerah.
Dr. Ir. H. Ruksamin, M.Si, IPM, ASEAN.Eng
Bupati Konawe Utara
Apresasi dan penghargaan tinggi serta terima kasih kepada segenap jajaran PT PLN Persero khususnya unit Benu Benua yang telah berkontribusi nyata terus menjaga listrik agar tetap.
Dalam kondisi pandemi saat ini, PT PLN terus meningkatkan layanannya kepada masyarakat sehingga terasa sekali manfaatnya, bahkan saat ini ratio elektrifikasi yang semua diangka sekitar 70 % digenjot menjadi 99% selama 2 tahun terakhir, dan hanya tersisa 2 desa yaitu desa pemekaran.
SEMANGAT PHINISI | xvi


Saat terjadi banjir di Konawe Utara, PLN dengan sigap bersinergi dengan semua instansi menyediakan listrik untuk hunian sementara, sehingga bisa dimanfaatkan warga. PLN juga memberi bantuan paket sembako untuk warga serta berkontribusi aktif dalam pemulihan bencana banjir di Konawe Utara 2020.
ANDI MUHAMMAD LUTFI, SE, MM
Wakil Bupati Konawe Kepulauan
Ditengah tengah pandemic covid-19, PLN Persero Unit Induk Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Tenggara menerbitkan dua buku menginspirasi, dengan alur yang bagus dan bahasa yang mudah dimengerti sehingga mampu membawa pembaca seakan akan merasakan semangat juang para insan PLN dalam melayani dan membantu masyarakat membutuhkan listrik.
Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Konawe Kepulauan menyampaiakan apresiasi dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada seluruh insah PLN, dengan segala keterbatasan baik dari sumber daya maupun yg lainnya berjuang untuk masyarakat yang ada di Konawe Kepulauan agar seluruh masyarakat yang ada dapat menikmati salah satu fasilitas negara yaitu PLN
Semoga apa yang dilakukan para insan yang ada di PLN oleh Allah SWT dijadikan suatu pengabdian dan amal jariah yang berguna bagi bangsa dan negara
Apresiasi kepada PLN yang menerbitkan buku, Semangat Phinisi, Tetap Berlayar Menerjang Badai, Optimisme Menggapai Siri. semoga buku ini bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat di Indonesia.
SEMANGAT PHINISI | xvii


BAB 1
MENGABDI MELISTRIKI NEGERI
SEMANGAT PHINISI | 1


SEMANGAT PHINISI | 2
Duami niala sappo, Belo kanukue, unganna panasae
Hanya 2 yang bisa dijadikan teman yaitu hiasan kuku (terbuat dari daun pacar yang disebut "pacci" artinya suci) dan bunga dari nangka (yang disebut lempu artinya lurus)
Maknanya :
Orang bugis dan makassar menjadi tangguh dan berhasil dimana saja dia berada karena menganut 2 prinsip hidup yang dipegang teguh yaitu kesucian hati dan kejujuran


SEMANGAT PHINISI | 3 # 1 Sekali Layar Terkembang, Pantang Sayap Menutup
Lapang
“Sekali Layar terkembang, pantang surut kebelakang”, merupakan peribahasa yang begitu popular. Peribahasa ini bermakna ketika suatu keputusan telah diambil, maka seharusnya tidak ada lagi keragu-raguan. Jadi keputusan itu harus dilaksanakan, hanya satu alasan yang boleh yaitu tidak ada lagi alasan untuk tidak menjalankannya, walaupun harus menghadapi segala kendala yang menghadang.
Sekali Layar Terkembang Pantang Biduk Surut Ke Pantai – Keberanian yang Penuh Perhitungan dan Kearifan (Kualleangi Tallanga Natowalia)
“Kualleangi Tallanga Natowalia” dibawah gambar perahu khas Phinisi
menunjukkan semua itu. Lalu diterjemahkan bebas menjadi : “Sekali Layar Terkembang Pantang Biduk Surut Ke Pantai”. Arti sebenarnya kata “Kualleangi Tallanga Natowalia” adalah “Lebih Kupilih Tenggelam (di lautan) daripada Harus Kembali Lagi (ke pantai)”.
Pepatah masyarakat Bugis-Makassar yang melambangkan keberanian menjalankan sebuah prinsip dengan penuh kearifan dan perhitungan yang matang. Setelah mempertimbangkan berbagai resiko dan melakukan mitigasi baik dari aspek legal,


sosial, ekonomi, budaya, norma norma yang berlaku dan sebagainya maka keputusan diambil. Setelah keputusan diambil maka akan dilaksanakan dengan sepenuh hati, dengan segenap jiwa, dengan segala pengorbanan jiwa, harta, kehormatan sampai berhasil atau nyawa taruhannya. Sikap kesatria yang telah lama ditanamkan dalam masyarakat Bugis-Makassar. Maka tidak heran muncul tokoh-tokoh besar yang tangguh, ulet, pantang menyerah, dengan pengorbanan tanpa batas dilahirkan dari masyarakat ini.
Pepatah ini juga membuka catatan lama tentang perantauan orang Bugis-Makassar pada abad XVII. Ada sebagian kalangan berpendapat bahwa motivasi perantauan itu disebabkan oleh “pengalaman pahit” yang dialaminya di negeri sendiri, sehingga mereka bermaksud “membuang diri” beserta kepedihannya di Negeri Rantau yang jauh. Peperangan di lautan tak dapat dihindari dihadapi dengan gagah berani
Walaupun hal ini ditempuh oleh I Mallombassi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin Sombayya Gowa dengan alasan demi menyelamatkan rakyat yang kian menderita.Keberanian adalah suatu keutamaan, namun segalanya memerlukan kearifan dalam berpikir.
Semangat untuk memperbaiki kehidupan menjadikan mereka tidak gentar mengarungi samudra dengan keganasan gelombangnya, membuka hutan nipah muara dengan predator buaya yang siap menerkam setiap waktu, membuka belanta rimba dengan segala keangkerannya, berpeluh keringat ditengah terik matahari pelabuhan atau kerasnya kehidupan, bahkan tokoh ulama besar kebanggaan dan
SEMANGAT PHINISI | 4


diakui dunia mensyiarkan dakwah sampai Afrika Selatan. Ketika keyakinan, kearifan, kebenaran, keputusan telah ditetapkan maka sampai tetes darah penghabisan akan diperjuangkan. Kesatria sejati pembela kebenaran dan kehidupan. Sekali Layar terkembang, pantang sayap menutup lapang.
# 2 Falsafah “Siri Na Pacce”, Dalam Membangun Keunggulan
Oleh : Prof. Dr. H. Aminuddin Salle, S.H, M.H
Menurut C.H. Salam Basjah yang dikutip oleh Mattulada memberi tiga pengertian kepada konsep siri’, yaitu: Pertama ialah malu, kedua, merupakan daya pendorong untuk membinasakan siapa saja yang telah menyinggung rasa kehormatan seseorang, dan ketiga ialah sebagai daya pendorong untuk bekerja atau berusaha sebanyak mungkin (Mattulada, 1995: 62).
Bagi saya pribadi pengertian utama dari Siri’ yaitu Sumber dari Segala Sumber Hukum, yang kedua adalah Penegakan Harkat dan Martabat sebagai manusia Manusia.
Seorang Makassar, Bugis dan juga Mandar dan Toraja teramat malu (Siri’) melakukan suatu kejahatan dan atau pelanggaran hukum, walaupun tak dapat disangkal bahwa hal ini mengalami degradasi. Contoh konkrit seseorang dengan sangat bersemangat menyatakan telah menerobos lampu merah lalulintas dengan
SEMANGAT PHINISI | 5


asumsi bahwa petugas yang sedang berjaga pada waktu itu tak akan mampu mengejarnya. Bagi mereka yang sadar tentang Siri’, justeru akan merasa sangat malu karena perbuatan itu. Bahkan tanpa penjagapun dia tak akan melakukan pelanggaran. Perbuatan melanggar lampu merah lalulintas adalah pelanggaran hukum, melakukan perbuatan tercela atau tidak benar atau anggaukang jama-jamang tannaba (agauk jmjm tnb).
Arti kedua ialah bahwa Siri’ itu sebagai harkat dan martabat yang melekat pada diri manusia ialah perasaan malu yang teramat mendalam yang akan mempertaruhkan nyawa, harta dan segala- galanya demi harkat dan martabat diri, keluarga dan bangsanya. Dalam sejarah sangat terkenal I Maninrori Daeng Tojeng Karaeng Galesong (Aminuddin Salle:2012) telah rela meninggalkan zona nyamannya sebagai Putra Sultan Hasanuddin Raja Gowa karena ketidak setujuannya pada Perjanjian Bongaya yang dianggapnya sebagai tipudaya penjajah Belanda yang telah menginjak harkat dan martabat orang tuanya dan rakyat Gowa (Makassar). Kepergiannya ke Pulau Jawa melakukan perlawanan kepada Kolonial Belanda telah diikuti oleh ribuan pasukan dengan semangat yang sama untuk menegakkan Siri’, menegakkan harkat dan martabatnya. Prinsip yang dipegang teguh ialah kuaelan met aecrk n nipksirik (lebih baik mati berdarah daripada dipermalukan). Prinsip mati berdarah (met aecr) ini sering ditafsirkan dalam pengertian yang sempit, yaitu dipermalukan dalam hubungan dengan kaum perempuannya digoda dan/atau dilarikan oleh lelaki lain yang pada akhirnya menimbulkan peristiwa berdarah. Walaupun hal itu mengandung kebenaran tetapi kasusnya telah mulai berkurang dengan adanya larangan main hakim sendiri (eigenrechting).
SEMANGAT PHINISI | 6


Yang tak kalah pentingnya yang seyogyanya ditegakkan oleh kita semua ialah pemupukan perasaan Siri’ karena tidak dapat melakukan suatu perbuatan baik dan produktif untuk keluarga dan bangsanya. Sejak dahulu kala betapa banyak orang Makassar Bugis merantau yang sebagian besar telah berhasil mengharumkan nama suku ini dengan berbekal pesan leluhur: elb tnmi guliku, ttt bybyku, kuaelan tlG ntoalia. yang artinya: begitu kemudi telah terpasang, layar telah mengembang maka pantang surut keburitan. Makna dari pesan leluhur ini ilah begitu telah berniat untuk pergi berlayar mencari kehidupan yang lebih baik maka pantang kembali, bahkan lebih baik mati daripada kembali ke asalnya (bandingkan dengan Mattulada, 1995: 62).
Selain itu dalam tulisan lontarak terdapat petuah-petuah atau ungkapan-ungkapan yang berkenaan dengan konsep siri’, antara lain:
1. Siritaji nakitau, artinya hanya siri’lah , maka kita dinamakan manusia. Maksudnya seseorang yang tidak mempunyai siri’, maka ia tidak ada artinya sebagai manusia (layak disebut binatang), karena sikap orang yang tidak mempunyai siri’ seperti perbuatan binatang (tidak punya rasa malu).
2. Sirikaji tojeng, siritaji tojeng, artinya hanya siri’ itu adalah kebenaran. Maksudnya perasaan siri’ atau malu karena melakukan perbuatan yang tercela, hal tersebut dianggap benar oleh hukum manapun (agama, adat dan negara).
3. Karaeng, siri’ kuji ki atai, artinya Tuanku, hanya karena siri’ maka tuan memperhamba saya. Maksudnya kedudukan (status
SEMANGAT PHINISI | 7


SEMANGAT PHINISI | 8 sosial) seseorang sangat mempengaruhi sikap orang lain dalam
kehidupan sosialnya.
4. Punna taenamo siri’ku, manna kupannobokangki, taenamo nalantanglantang, artinya manakala tidak ada lagi siri’ ku, maka sekalipun aku menikamkan kerisku kepada tuan, tidaklah menjadi dalam lagi. Maksudnya apabila seseorang sudah tidak memiliki perasaan malu, maka orang tersebut sudah tidak mempunyai kehormatan dan kekuatan di hadapan orang lain.
5. Kaanne buttaya Gowa majarremi nikasirikang, artinya bahwasanya negeri Gowa ini telah ditekadkan guna membela siri’. Maksudnya bahwa kerajaan Gowa atau wilayah Gowa merupakan daerah yang sangat menjunjung dan menghargai falsafah siri’ (Marzuki, 1995: 38).
Dalam pemahaman masyarakat Suku Makassar, kejayaan dan kebesaran suatu negeri bergantung kepada empat hal pokok, yaitu adat kebiasaan (Ada’), persamaan hukum (Rapang), undang- undang (Bicara), aturan mengenai strata sosial (Wari), dan aturan syariat Islam (Sara). Ada’ sebagai pranata sosial yang mengatur segala aspek kehidupan dan kehidupan dan tata kelakuan sangat dihormati, dijunjung tinggi dan dipertahankan dengan teguh.
Pada Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Komando Daerah Kepolisian (KOMDAK) Sulselra bekerjasama Universitas Hasanuddin, bertempat di ruang Gubernur Sulawesi Selatan pada tanggal 11 sd 13 Juli 1977 dengan tema “Mengolah Masalah Siri’ di Sulawesi Selatan Guna Peningkatan Ketahanan Nasional dalam Menunjang Pembangunan Nasional.” Adapun hasil seminar tersebut memberikan konsep dan batasan tentang siri’ antara lain:


1. Siri’ dalam sistem budaya adalah pranata pertahanan harga diri, kesusilaan dan hukum serta agama sebagai salah satu nilai utamanya yang mempengaruhi dan mewarnai alam pikiran, perasaan dan kemauan manusia. Sebagai konsep budaya, ia berkedudukan regulator dalam mendinamisasi fungsi-fungsi struktrur dalam kebudayaan.
2. Siri’ dalam sistem sosial, adalah mendinamisasi keseimbangan eksistensi hubungan individu dan masyarakat untuk menjaga kesinambungan kekerabatan sebagai dinamika sosial terbuka untuk beraluh peranan (bertransmisi), beralih bentuk (bertranformasi), dan ditafsir ulang (re-interpretasi) sesuai dengan perkembangan kebudayaan nasional, sehingga siri’ dapat ikut memperkokoh tegaknya filsafat bangsa Indonesia, Pancasila.
3. Siri’ dalam sistem kepribadian, adalah sebagai perwujudan konkrit didalam akal budi manusia yang menjunjung tinggi kejujuran, keseimbangan, keserasian, keimanan dan kesungguhan untuk menjaga harkat dan martabat manusia (Moein, 1990: 42).
Dari pengertian siri’ tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa siri’ adalah suatu sistem nilai sosial, budaya dan kepribadian yang merupakan pranata pertahanan harga diri dan martabat manusia sebagai individu dan anggota masyarakat.
MITHOLOGI SIRI’
Bagi kalangan pemerhati budaya Makassar Bugis teramat terkenal mitos Tu Manurung sebagai penolong keterpurukan bumi dan segala isinya. Konon, pada masa lalu bumi ini diliputi keadaan peperangan yang tidak berkesudahan, manusia saling membunuh
SEMANGAT PHINISI | 9


antara satu dengan lainnya, yang berkuasa menindas yang rakyat dikuasainya, pengusaha memeras langganannya, manusia individu saling bertikai. Musim tiada menentu, tanaman tidak tumbuh, hasil perikanan sangat menurun. Pada waktu tidak ada tatanan sehingga perhubungan antara laki-laki dan perempuan tidak beraturan, bahkan menjadi biang perkelahian dan pertempuran. Dalam istilah Makassar disebut dengan keadaan siker juku, atau siaer bael (Bugis). Di Eropah disebut dengan keadaan homo humuny lupus.
Dalam keadaan seperti itu penguasa bumi dan langit (edwt) merasa khawatir akan kepunahan manusia sehingga tidak ada lagi yang akan menyembahnya. Oleh sebab itu maka diutuslah kepercayaan edwt untuk mengamankan keadaan itu yang dikenal dengan tu mnur. Bekal yang dibawa untuk mengamankan keadaan yang serba kacau itu ialah sebuah benda simbolik yang berbentuk empat persegi sama sisi (s) yang belakangan ini dinamakan benda Appaka Sulapa’ (apk sulp) yang telah terbit hak ciptanya oleh Kementerian Hukum dan HAM RI atas nama Prof Dr H Aminuddin Salle, S.H.,M.H.
Benda Appaka Sulapa’ inilah penulis nyatakan menjadi symbol pemersatu manusia. Dari benda yang berbentuk persegi sama sisi sebagai asal kata Siri’ sebagai sumber tatanan hidup atau dengan kata lain sumber dari segala sumber hukum, atau harkat dan martabat manusia sebagaimana diuraikan pada awal tulisan. Dari benda yang berbentuk persegi sama sisi (s) ini pulalah bersumber sifat sipakatau yang berarti menempatkan manusia pada harkat dan martabatnya sebagai manusia. Juga terkandung makna
SEMANGAT PHINISI | 10


SEMANGAT PHINISI | 11 sipakalabbiri’, sipalebbi’ dengan makna saling memuliakan antara
manusia yang satu dengan manusia lainnya.
Menurut mythos, dengan ditaburkannya atau dengan diperlihatkannya benda Appaka Sulapa’ ini sertamerta tercipta tatanan yang harmonis, manusia saling mengasihi sehingga alam menjadi subur kembali.
Benda Appaka Sulapa’ ini demikian sakralnya sehingga dijadikan asesori utama pada setiap ritual perkawinan, sunatan dan pesta adat lainnya. Hanya saja tidak begitu banyak yang mengetahui makna filosofis dan motivasi yang terkandung di dalamnya.
BENDA APPAKA SULAPA’ SEBAGAI SYMBOL KEPEMIMPINAN
Arti lain yang sarat makna ialah keberadaan huruf s dalam makna empat persegi sama sisi. Ada istilah pemimpin yang paripurna apabila memiliki empat karakter yaitu jujur, berani, cerdas, kaya, yang dalam istilah popular disebut dengan manusia bersegi empat. Keempat karakter ini wajib dimiliki oleh pemimpin..
Teringat sejarah kepergian ke Pulau Jawa I Maninrori Kraeng Tojeng Karaeng Galesong karena tidak setuju Perjanjian Bongaya. Sewaktu beliau dating pamit kepada orang tuanya yaitu Sultan Hasanuddin, beliau
dibuntuti oleh mata-mata Belanda. Sang mata-mata bertanya


tatkala beliau selesaimenhadap: “Mau kemana kamu Maninrori?”. Beliau menjawab, saya akan melanjutkan perjuangan, dengan memuali dari Marege (Australia). Sang mata-mata dengan segera melaporkan kabar itu kepada pemimpin Kolonial Belanda. Pimpinan Kolonial memerintahkan kepada seluruh pasukan colonial agar menutup rapat rute ke Marege (Australia), dan menenggelamkan kapal pasukan I Maninrori. Seminggu kemudian I Maninrori tiba di tujuannya dengan aman karena berhasil mengelabui pasukan Belanda karena kecerdasan I Maninrori, selain keberaniannya.
Dengan kecerdasan selain keberaniannya, I Maninrori juga berhasil mengelabui Pasukan Belanda yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan Pasukan Makassar pada pertempuran di Pulau Jawa. Pasukan Belanda dibuatnya kocar-kacir pada saat diserang pada tengah malam akibat kecerdasan I Maninrori. Setiap pasukan Makassar dilengkapi dengan suluh bermata dua puluh, sehingga dengan jumlah pasukan yang sedikit tetapi dengan jumlah sumbuh suluh yang banyak sehingga teramat banyak kelihatan di waktu malam. Kecerdasan I Maninrori berhasil mengelabui Pasukan Belanda, sehingga ada banyak pasukan Belanda yang tewas bukan karena senjata tetapi karena ketakutan melihat jumlah pasukan yang dikiranya sangat banyak.
Sosok I Maninrori Karaeng Tojeng Karaeng Galesong telah memadukan secara sangat baik keempat karakter itu. Tidaklah mengherankan, dan bukan suatu kebetulan jika kuburan asli almarhum sewaktu kami menziarahinya berkali-kali sebeum “renovasi”, kuburan itu berbentuk empat persegi sama sisi. MasyaAllah.
SEMANGAT PHINISI | 12


Keempat karakter ini memiliki keunggulan yang mendapatkan prioritas sesuai kondisi real yang terjadi pada era kepemimpinan yang bersangkutan. Pada masa perang maka yang dibutuhkan adalah pemimpin yang memilik sifat berani, pada masa perundingan maka pemimpin yang dibutuhkan adalah yang cerdas, dan seterusnya.
Jujur adalah karakter yang mestinya tumbuh dan berkembang baik dari dalam hati sanubari seorang manusia yang wajib dimiliki kelak kalau menjadi pemimpin. Dalam istilah Makassar disebutkan: kyu lbusukji bji niper perw bl. yang artinya hanya kayu luruslah yang bagus untuk dijadikan peralatan rumah, karena dengan memakai kayu bengkok maka keadaan rumah menjadi tidak kokoh dan tak elok dipandang mata. Seorang pemimpin yang jujur tidak akan tega membohongi rakyatnya, apalagi menghianatinya. Pemimpin yang jujur pasti berani menyatakan yang benar dan berani pula menyalahkan yang memang salah.
Berani menurut konsep kepemimpinan Makassar adalah karakter yang wajib dimilik seorang pemimpin, yang bukan saja keberaniannya menerima berita yang baik, tetapi juga berani mendengarkan berita yang kurang menyenangkan. Pemimpin yang berkarakter berani juga siap memimpin di depan tetapi dalam keadaan tertentu siap memimpin dari belakang.
Cerdas menurut konsep kepemimpinan Makassar yaitu prit, bukan hanya terbatas pada kemampuan intellectual tetapi kemampuan meramalkan keadaan yang akan terjadi pada masa mendatang. Pemimpin yang memiliki karakter prit tidak akan kehilangan akal sehat dalam menghadapi situasi sesulit
SEMANGAT PHINISI | 13


SEMANGAT PHINISI | 14 bagaimanapun. Baginya setiap pertanyaan pasti ada jawabannya,
dan setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
Kaya memiliki kemampuan untuk menghasilkan materi bagi diri dan warganya. Dalam banyak keadaan maka pemimpin itu tidak memerlukan kekayaan yang berlimpah akan tetapi yang diperlukan ialah bahwa pada setiap kali memerlukan materi maka materi itu akan diperolehnya tanpa kesusahan yang berarti. Contoh konkkrit ialah dalam membangun Kampung Adat dan Budaya Balla. Barakkaka ri Galesong justeru terbangun dan memperlihatkan hasil pada saat pendirinya sudah pensiun.
Adapun pengertian pacce secara harfiah, yaitu pacce berarti perasaan pedis, perih atau pedih (Limpo, 1995: 91). Sedangkan menurut istilah, antara lain: pacce adalah suatu perasaan yang menyayat hati, pilu bagaikan tersayat sembilu apabila sesama warga masyarakat atau keluarga atau sahabat ditimpa kemalangan (musibah) (Moein, 1990: 33).
Pacce ini berfungsi sebagai alat penggalang persatuan, solidaritas, kebersamaan rasa kemanusiaan dan memberi motivasi pula untuk berusaha sekalipun dalam keadaan yang sangat pelik dan berbahaya (Limpo, 1995: 91). Dari pengertian di atas bahwa pacce dapat memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa, membina solidaritas antara manusia agar mau membantu seseorang yang mengalami kesulitan.


Sejarah Awal Siri’ dan Pacce Siri’ na pacce merupakan budaya yang telah melembaga dan dipercaya oleh suku Makassar. Untuk menggali sejarah tentang siri’ na pacce, maka tulisan-
tulisan tentang falsafah atau petuah-petuah tersebut dapat kita lihat pada tulisan lontarak. Sejarah lahirnya huruf lontarak ialah dibuat oleh Daeng Pamatte ketika ia diperintahkan oleh Karaeng Tumapakrisik Kallonna didasari oleh kebutuhan kerajaan untuk dapat berkomunikasi secara tulis menulis dan agar peristiwa- peristiwa kerajaan dapat dicatat dalam tulisan.
Walaupun sejarah suku Makassar mulai tercatat pada masa Karaeng Tumapakrisik Kallonna, namun budaya siri’ sudah menjadi adat istiadat dan falsafah hidup mereka sejak dahulu. Adapun pandangan suku Makassar tentang siri’ dapat kita lihat dari beberapa istilah yang berkaitan dengan siri’. Beberapa istilah tentang siri’ dan maknanya, antara lain: sirik (siri’) sebagai harga diri atau kehormatan; mappakasiri’, artinya dinodai kehormatannya; ritaroang sirik (siri’), artinya ditegakkan kehormatannya; passampo sirik (siri’), artinya penutup malu; tomasiri’na, artinya keluarga pihak yang dinodai kehormatannya; sirik (siri’) sebagai perwujudan sikap tegas demi kehormatan tersebut; sirik (siri’) sebagai pernyataan sikap tidak serakah (mangowa); sirik (siri’) naranreng, artinya dipertaruhkan demi kehormatan; siriksirik (siri’-siri’), artinya malu-malu; palaloi siriknu (siri’nu), artinya tantang yang melawan; passirikia, artinya bela kehormatan saya; napakasirikka (napakasiri’ka), artinya saya dipermalukan; tau tena sirikna (siri’na), artinya orang tak ada malu, tak ada harga diri (Moein, 1990: 10).
SEMANGAT PHINISI | 15


Pada dasarnya siri’ dan pacce merupakan suatu falsafah yang tidak dapat dipisahkan, karena antara satu dengan yang lainnya mempunyai keterkaitan makna dan hubungan, sehingga dalam hal pembagian siri’ dan pacce, keduanya saling berkaitan erat. Pembagian siri’ dapat dikategorikan dalam dua hal, yaitu siri’ berdasarkan penyebab timbulnya perasaan (dorongan), dan berdasarkan jenis atau bentuknya.
Siri’ dibagi berdasarkan penyebab timbulnya perasaan tesebut, yaitu:
1. Sirik (siri’) yang berasal dari pribadi manusia yang merasakannya/ bukan kehendaknya (penyebabnya dari luar). Jadi, siri’ ri-pakasirik, maksudnya dipermalukan oleh orang lain.
2. Sirik (siri’) yang berasal dari pribadi orang itu sendiri (penyebab di dalam) disebut sirik ma sirik (siri’ ma siri’), maksudnya malu yang berasal dari dirinya/keluarganya (Moein, 1990: 33).
Siri’ dapat dikategorikan dalam empat (jenis) golongan, yaitu siri’ yang dalam hal pelanggaran kesusilaan; siri’ yang berakibat kriminal, siri’ yang dapat meningkatkan motivasi untuk bekerja, dan siri’ yang berarti malu-malu (Limpo, 1995: 87).
Pada jenis siri’ ketiga ialah siri’ yang dapat memberikan motivasi untuk meraih sukses, misalnya bila orang lain mampu berhasil mengapa kita tidak, sehingga suku Makassar kadang merantau ke daerah mana saja dan sesampainya di daerah tersebut mereka bekerja keras untuk meraih kesuksesan, sebab mereka akan malu bila pulang ke kampung halaman tanpa hasil. Ada beberapa syair orang Makassar yang sesuai dengan jenis siri’ tersebut, antara lain:
SEMANGAT PHINISI | 16


Takunjunga bangunturu’, nakugunciri’ gulingku, kualleanna tallanga na toali’a, artinya tidak begitu saja ikut angin buritan dan kemudian saya putar kemudiku, lebih baik tenggelam daripada balik haluan. Bajikangngangi mateya ripa’rasanganna tauwa nakanre gallang-gallang na ammotereka tangngerang wassele, artinya lebih baik mati di negeri orang dimakan cacing tanah daripada pulang kampung tanpa membawa hasil (Limpo, 1995: xviii-xix).
Maksud kedua syair tersebut ialah apabila masyarakat suku Makassar sudah bertekad untuk meraih kesuksesan di negeri orang atau bertekad memperoleh kehidupan yang lebih layak, maka apapun rintangan yang menghadang akan tetap dihadapinya sampai keinginan mereka berhasil diperoleh.
Selain pembagian siri’ di atas, maka pacce dapat dibagi berdasarkan penyebab timbulnya perasaan (dorongan) dan berdasarkan jenis atau bentuknya. Pacce dibagi berdasarkan penyebab timbulnya perasaan atau dorongan tersebut, yaitu:
1. Perasaan pacce karena melihat keluarga atau orang lain terkena musibah. Perasaan pacce seperti ini terkadang mendorong kita untuk memberikan bantuan kepada orang tersebut.
2. Perasaan pacce karena melihat keluarga atau teman teraniaya. Perasaan pacce ini mendorong kita untuk melakukan tindakan pembalasan terhadap orang yang melakukan penganiayaan tersebut, bahkan yang lebih parah, terkadang pembalasan tersebut langsung dilaksanakan tanpa berpikir atau mengetahui penyebab terjadinya pemukulan/ penganiayaan tersebut.
SEMANGAT PHINISI | 17


SEMANGAT PHINISI | 18 Pacce berdasarkan jenis atau bentuknya, antara lain:
1. Pacce yang berakibat kriminal. Pacce semacam ini misalnya ketika melihat keluarga atau temannya dipukul, maka timbul perasaan pedih dan keinginan untuk membalas perlakuan tersebut, sehingga terjadi perkelahian (kriminal).
2. Pacce yang memberikan dorongan untuk menolong. Pacce semacam ini misalnya ketika melihat keluarga, tetangga mengalami musibah, maka timbul perasaan atau keinginan untuk membantu.
3. Pacce yang dapat meningkatkan motivasi untuk bekerja. Pacce semacam ini misalnya ketika keluarga dalam keadaan susah, maka timbul perasaan ingin bekerja untuk menghidupi keluarga tersebut.
Dari pembagian siri’ dan pacce tersebut di atas, maka dapat dipahami bahwa antara siri’ dan pacce memiliki persamaan sifat yang memberikan dorongan hidup bagi masyarakat suku Makassar. Siri’ diterjemahkan sebagai dorongan untuk berusaha dan bekerja demi memperoleh kehidupan yang lebih baik, dan mendapatkan kehormatan.
# 3 Sistem Kelistrikan Sulselrabar
Kelistrikan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (Sulselbar) saat ini ditopang dari Sistem Sulawesi bagian Selatan dengan daya mampu 2.200 Megawatt (MW) dan beban puncak 1.300 MW. Sedangkan di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo yang ditopang dari Sistem Sulawesi Bagian Utara


daya mampu 598 MW dengan Beban Puncak 411 MW. Masih tersedia cadangan sebesar 600 MW di Sistem Selatan dan 180 MW yang bisa dioptimalkan dalam melayani masyarakat maupun dunia usaha.
Kondisi surplusnya daya listrik tentu membuat dunia usaha yang hendak berinvestasi di pulau Sulawesi tidak perlu khawatir. Apalagi, dipastikan ketersediaan day aini akan terus bertambah seiring akan masuknya beberapa pembangkit yang saat ini sedang dalam proses akhir pembangunan dan siap masuk ke sistem Sulawesi bagian Selatan maupun Sulawesi Bagian utara.
Demikian juga para investor yang menanamkan investasinya di Sulawesi Tengah juga akan dapat dilayani dari cadangan tersebut, karena saat ini juga sudah terhubung dengan Sistem Sulawesi Bagian Selatan. Dengan cadangan energi yang sangat besar ini, memungkinkan PLN untuk lebih meningkatkan layanannya kepada masyarakat termasuk masyarakat yang berada di daerah paling ujung.
PLN UIW Sulselrabar saat ini melayani 3,26 juta pelanggan yang berada di Propinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan
Sulawesi Barat, didukung 2.265 kilometer distribusi
25.150 KMS, tegangan rendah
trafo distribusi isolated (terpisah dilayani dengan PLTS dengan
jaringan transmisi sirkuit (KMS), jaringan tegangan menengah
jaringan distribusi 26.325 KMS, kapasitas 3.066 MVA. Untuk daerah dari sistem Sulawesi) pembangkit diesel dan
kapasitas 20,14 MW.
SEMANGAT PHINISI | 19


Rasio pelanggan yang telah dilayani PLN (ratio elektrifikasi) di Sulselrabar saat ini 99,11%, dimana masyarakat yang belum terlayani berada di pulau-pulau kecil maupun dipegunungan yang belum tersedianya akses untuk masuknya jaringan listrik ke lokasi tersebut.
Di tengah pandemic covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia, PLN terus memaksimalkan layananannya agar tetap dapat memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Saat pandemi ini, masyarakat, dunia usaha maupun layanan publik sangat membutuhkan ketersediaan listrik dengan kualitas dan kontinuitas yang memadai.
Agar bisa maksimal PLN dituntut harus memperbaiki Standar Operasional (SOP), menyiapkan sarana, memperbaiki sistem dengan digitalisasi, menyiapkan SDM kompeten agar senantiasa siap dan tetap sehat dengan protokol kesehatan yang ketat. Tujuannya agar layanan kepada masyarakat tetap sesuai dengan Tingkat Mutu Layanan (TMP) yang telah ditetapkan dan memenuhi ekspektasi pelanggan.
Pandemi dan kehidupan normal baru (new normal) menjadi tantangan dan peluang baru untuk terus berbenah, dengan berbagai terobosan dan pemanfaatan teknologi serta membangkitkan semangat untuk memberikan layanan lebih bagi masyarakat.
SEMANGAT PHINISI | 20


#4 Pengalaman Pertama Penuh Makna
Oleh : ACHMAD FATHAN MAARIF – UP2D MAKASSAR
Sebagai calon pegawai yang saat itu masih berstatus siswa prajabatan atau On theJob Training di Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Makassar pekerjaan keluar kantor selalu menarik buat saya. Unit kerja saya, merupakan unit yang mengatur sistem kelistrikan 20 KV di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Sebagai orang yang masih cukup awam di bidang distribusi tenaga listrik, saya banyak mempelajari hal-hal baru, khususnya di bidang Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA).
SCADA merupakan sistem kendali industri berbasis komputer yang dipakai untuk pengontrolan suatu proses, seperti proses industry, manufaktur, pabrik, produksi, generator tenaga listrik.
Suatu siang, saya mendapat kabar bahwa akan ditugaskan keluar daerah. Saya tentusenang bukan kepalang. Oleh Mbak Rosi, saya diberitahu akan membantu beliau untuk menangani pekerjaan di Kabupaten Bone. Setelah mencari tahu dimana letak daerah tersebut, saya kemudian membantu beliau untuk menyiapkan administrasi, serta perlengkapan yang akan dibawa.
Hari keberangkatan pun tiba. Minggu Siang, tepatnya 30 Juni 2019, saya bersama beberapa rekan yakni mbak Rosi, Pak Agung dan Pak Amin berangkat menuju Bone.
SEMANGAT PHINISI | 21


Sore hari menjelang maghrib, kami tiba di Watampone, pusat kota Kabupaten Bone. Hamparan perkebunan, rumah panggung, serta hawa yang sejuk menyambut kedatangan kami. Setelah beristirahat, keesokan paginya kami berangkat menuju lokasi pekerjaan.
Pekerjaan dilakukan di salah satu kampung yang bernama Salapanrenge, Desa Otting, Kabpaten Bone. Kami mendapati sedikit permasalahan untuk mencapai titik pekerjaan tersebut, mulai dari tersesat karena kurang paham daerah, bahkan kehilangan sinyal pada gawai.
Sesampainya di lokasi pekerjaan, saya bertemu dengan rekan- rekan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Uloe, Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Watampone yang sudah tiba di tempat. Kami pun bekerja sama menjalankan tugas sesuai dengan kewenangan yang diberikan.
Pekerjaan pemasangan Load Break Switch (LBS) Salapanrenge pun dimulai. Pak Agung dengan sigap mengarahkan dan mengawasi pemasangan fisik pole-mounted LBS Salapanrenge yang lokasinya berada di salah satu halaman warga. Saya dan Mbak Rosi pun mempersiapkan dan mengawasi pekerjaan pemasangan perangkat komunikasi SCADA, yaitu radio data dan antenanya.
SEMANGAT PHINISI | 22


Ketika sudah masuk waktu ibadah shalat Dzuhur dan makan siang, saya bersama Syam, rekan dari ULP Uloemeninggalkan lokasi pekerjaan untuk shalat.
Awalnya saya kebingungan kenapa Syam sangat terburu-buru sekali menuju ke rumah makan. Ternyata rumah makan tersebut adalah satu-satunya yang terdekat, jika kehabisan, tentulah kami harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk makan.
Sekembalinya kami ke lokasi pekerjaan, pekerjaan pemasangan LBS masih berlangsung. Sehingga menyebabkan masyarakat harus merasakan listrik padam untuk sementara waktu. Namun, yang membuat saya takjub adalah keramahan masyarakat di sana. Tidak ada teguran, cacian ataupun pertanyaan mengapa rumahnya padam.
Meskipun sempat turun hujan, kami bersyukur pekerjaan tetap dapat diselesaikan dengan baik dan sesuai rencana. Setelah merapikan dan membersihkan kembali lokasi pekerjaan, kami pamit kepada rekan PLN ULP Uloe dan warga sekitar.
Pengalaman bertugas dan bekerja di luar daerah, tentu saja sangat berharga buat saya. Mulai dari ramahnya masyarakat sekitar, kerjasama tim dan rekan kerja yang baik,serta kondisi daerah yang berbeda dari Makassar. Semoga kelak bisa terus berkarya bersama PLN, menimba pengalaman dan ilmu-ilmu baru, dan turut serta dalam usaha melistriki Indonesia tercinta ini.
SEMANGAT PHINISI | 23


# 5 Usaha Tak Akan Menghianati Hasil
Oleh Kautzar R.S. Odja. – ULP Mattirotasi
Beberapa waktu lalu, saat saya diamanahi sebagai Supervisor Teknik ULP Mattirotasi UP3 Parepare. Dimana salah satu tugasnya mengamankan penjualan yang berfokus pada pelaksanaan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL).
Tentu dalam menjalankan amanah ini bukan perkara mudah, namun sangat disyukuri semua berjalan dengan baik. Meski tidak dipungkiri untuk mencapai hal itu, ada saja kerikil yang dihadapi.
Kerikil itu tak menjadi begitu sulit, sebab ada dukungan seluruh tim yang patuh dan istiqomah terhadap SOP.
Kejadian itu bermula ketika ada pelanggan exs P2TL belum menyelesaikan tagihan susulannya, padahal proses administrasi sudah sampai ditahap akhir. Bahkan surat peringatan dua sudah dilayangkan.
Agar pelanggan menyelesaikan segala tunggakannya, maka segala upaya negosiasi persuasif dilakukan. Salah satunya dengan mengunjungi rumah pelanggan.
Namun sayangnya, harapan semua bisa selesai cepat dengan jalan tersebut pupus. Itu dikarenakan sejak awal pelanggan tidak ingin menyelesaikan tagihannya.
Beragam alasan dilontarkan dengan nada tinggi, dengan membanding-bandingkan masalah P2TL lain yang tidak
SEMANGAT PHINISI | 24


sebanding. Kondisi yang dihadapi ini tak membuat saya surut bersama tim, apalagi nilai tagihan yang cukup besar mencapai Rp18 juta harus diselesaikan pelanggan tersebut.
Termasuk dalih yang disampaikanke petugas PLN, jika posisinya sebagai pemilik yang baru sehingga dia tak memiliki kewajiban melunasi tunggakan.
Beruntung ditengah suasana yang kian alot tersebut, ada secercah harapan. Hal itu bermula dari tutur kata pelanggan sangat erat dengan bahasa agama. Melihat peluang tersebut, saya berasumsi jika pelanggan itu dipastikan sebenarnya memiliki itikad baik untuk menyelesaikan.
Pertemuan pertama deadlock, tak ada kata sepakat. Akhirnya, pertemuan kedua dilakukan dengan kondisi lebih percaya diri. Walaupun, Ketika bertandang ke rumah pelanggan tersebut masih saja jawaban ketus disampaikan.
“Mau apa lagi?”, dengan nada datar pelanggan membalas salam saya.
Setelah beliau tenang, kami kembali memberikan penjelasan dengan memberi contoh pelanggan dengan masalah serupa, menyampaikan detail terkait kebijakan angsuran yang bisa diberikan, hingga menjelaskan lebih banyak dari sudut pandang agama tentang kewajiban membayar hutang tanpa kesan menggurui.
Alhamdulillah, setelah proses panjang dan alot, akhirnya beliau bersedia untuk menyelesaikan tanggung jawab tagihan susulannya dengan tetap sesuai SOP. Bahkan, pada kesempatan
SEMANGAT PHINISI | 25


SEMANGAT PHINISI | 26 tersebut beliaupun meminta maaf dan berterima kasih atas
pelayanan, sertakomunikasi tulus yang kami berikan.
Dari kejadian di atas, ada banyak hal berharga bisa dipetik sebagai pelajaran bahwa untuk memperjuangkan sesuatu jangan berhenti. Karena, kadang harapan itu ada di detik-detik terakhir.
Asalkan gigih berjuang, semuanya bisa berbuah manis dan menghasilkan solusi terbaik karena usaha tak akan menghianati hasil.
#6 Beda, Tak Membuat Minder
Oleh Muthmainah Asheri – UPT MANADO.
Menjadi sebuah kebanggaan bagi saya bisa bekerja di perusahaan milik negara PT PLN. Tentu, posisi saya saat ini menjadi impian banyak semua orang utamanya bagi mereka yang merupakan fresh graduate.
Betapa tidak perusahaan ini memberikan banyak pengalaman berharga, tidak saja jaminan kesejahteraan yang tentunya mumpuni.
Bisa bergabung tentu hal luar biasa, apalagi pekerjaan ini sangat linear dengan disiplin


ilmu yang saya miliki yakni lulusan Teknik Sipil dari salah satu Politeknik terbaik di Makassar dan sudah bekerja sebagai kontraktor.
Momentum awal bergabung Februari 2019 tentu menjadi hal yang tak akan saya lupakan seumur hidup. Kabar bahagia itu datang, saya dinyatakan lulus sebagai salah satu calon pegawai PT. PLN (Persero).
Resikonya tentu ada, sebab saya harus berpindah kota dari kota yang telah lama saya diami kota anging mammiri ke kota Manado. Walau masih dalam satu pulau, yakni pulau Sulawesi.
Semua itu tentu harus saya terima, karena sebelum dinyatakan lulus telah ada komitmen untuk siap ditempatkan dimana saja.
Saya ditempatkan di PT. PLN (Persero) UPT Manado yang berlokasi di Tomohon, sebagai Assistant Engineer Pengendalian Konstruksi.
Mulanya, bekerja dengan orang-orang berlatar belakang pendidikan yang berbeda mulai memunculkan ketakutan tersendiri. Apalagi dikantor ini sama sekali tidak ada pegawai dengan latar belakang pendidikan yang sama, bahkan saya menjadi satu-satunya pegawaiperempuan di sana.
Bahkan kerap terlintas dipikiran, apakah saya mampu mengemban tugas dan tanggung jawab yang diberikan pada saya. Namun saya percaya Allah selalu punya caranya sendiri, seperti janjinya bahwa selalu ada jalan keluar di setiap masalah.
SEMANGAT PHINISI | 27


Bersyukur lambat laun saya merasa nyaman, sebaliknya juga saya merasa sangat dihargai sehingga hal tersebut membuat saya nyaman dan makin percaya diri.
Termasuk ketika dalam melakukan pekerjaan, demi meyakinkan diri apakah tugas yang diberikan sesuai harapan. Maka, saya bertanya ke atasan apakah beliau yakin dengan hasil pemeriksaan saya. Dan beliau menjawab yakin, dengan apa yang saya kerjakan.
Mulai saat itu, saya semakin semangat untuk mencari ilmu baru meskipun harus menghubungi teman- teman lama, menghubungi teman-teman yang sedivisi hanya untuk memastikan apa yang saya kerjakan sudah sesuai. Akhirnya karena keadaan jugalah yang membuat saya makin berkembang dengan banyak belajar dan banyak tahu.
Rupanya menjadi satu-satunya ternyata tidaklah buruk. Kini, saya merasa bangga dengan pengetahuan yangsaya dapatkan, dengan kepercayaan yang diberikan rekan- rekan kerja. Saya berjanji akanselalu menjaga kepercayaan yang mereka berikan.
Yang juga membuat saya semakin betah adalah rekan- rekan kerja bahkan atasan saya yang tidak malu untuk bertanya, saling bertanya dan berbagi ilmu. Hal seperti inilah yang saya dambakan pada sebuah lingkungan kerja.
Saya sekarang paham mengapaPLN menjadi incaran banyak jobseeker di luar sana. Ternyata bukan hanya sekedar gaji tinggi yang didapatkan di sini, pengalaman dan hal positif yang saya dapatkan saat bekerjajuga tak terhingga nilainya. Terima kasih teman- teman UPT Manado, Terima kasih PLN.
SEMANGAT PHINISI | 28


#7 Menilik Aset Pembangkit Mikrohidro
Oleh Nuirdha Rakhma Novianti – UIW Sulselrabar
Di tahun 2017, PLN Unit Induk Wilayah Sulselrabar masih membawahi unit-unit pembangkitan. Ketika itu saya masih bertugas di Sektor Bakaru (sekarang menjadi Unit Pelaksana Pengendalian dan Pembangkitan Bakaru). Salah satu pengalaman terbaik selama bekerja di sana adalah ketika diberikan tugas melakukan inventarisasi aset di Sulawesi Barat Bersama tim, tepatnya aset PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro).
Akses menuju PLTM yang terletak di pegunungan cukup menantang, makanya dibutuhkan keahlian tingkat tinggi bagi pengendara agar bisa mencapai lokasi tersebut.
Pengendara harus lincah memainkan setir, karena jalan yang berkelok-kelok dan tidak jarang ada tikungan tajam. Belum lagi jalan rusak sepanjang berkilo-kilo meter, dan jalan sempit yang hanya bisa dilalui satu mobil, yang manadi satu sisi gunung dan di sisi lainnya jurang. Penumpang pun harus kuat mental, bila tidak,makanan yang sudah dicerna di dalam perut dapat keluar kembali.
SEMANGAT PHINISI | 29


Sesampainya di pak supir belum Beliau harus bendungan yang jauh dan akses kalah
yang digunakan bertenaga besar harus melewati membuat ban
PLTM, ternyata bisa beristirahat. mengantar kami ke letaknya cukup jalannya tidak menantang. Mobil pun harus yang karena tidak jarang jalan yang bisa mobil selip.
SEMANGAT PHINISI | 30
Ini adalah bendungan PLTM yang kami datangi. Saya yang baru pertama kali berkunjung ke sana cukup was-was melihat tempat setinggi itu. Yang kami lakukan adalah mengecek aset tersebut, apakah masih berfungsi dengan baik dan masih lengkap, kemudian mendokumentasikannya.
Cara kami mendokumentasikan aset yang besar dan tidak bisa ditempeli nomor aset adalah dengan mendokumentasikan aset tersebut. Saya memegang nomor aset, kemudian juru foto akan memposisikan kertas tersebut di bawah aset yang dibidik. Tujuannya adalah supaya memudahkan identifikasi saat menyusun laporan inventarisasi aset.
Setiap kegiatan yang dilakukan harus dipertanggung jawabkan, termasuk kegiatan inventarisasi aset ini. Setelah mengecek fisik dan kondisi aset di lapangan, kami perlu memindahkan hasil catatan manual ke dalam dokumentasi digital berupa laporan. Proses penyusunan ini pun ada tantangannya tersendiri mengingat jumlah aset yang mencapai ribuan.


Tanggung jawab kami sebagai salah satu pengelola aset memang tidak mudah. Mulai dari keberangkatan menuju lokasi aset, hingga saat kembali ke kantor diharuskan menyusun laporannya. Namun itu semua tetap harus dilakukan, demi menjaga aset salah satu BUMN terkaya di Indonesia ini.
Salam dari kami, pejuang kelistrikan di tanah rantau.
#8 Melistriki, Memerdekakkan dari Kegelapan
Oleh Yoga Yuniar Bahrul Musthafa
UP2K SULTRAdalam perjalanan menuju Desa Watuwoha, Kolaka Timur
Ketika dinyatakan menjadi bagian dari insan PLN, nurani saya berkata tentu pekerjaan ini tak akan mudah. Pekerjaan ini tentu sebuah pengabdian besar, dengan segala resiko yang harus dijalani.
Salah satunya bisa dipastikan akan menghabiskan sebahagian hidup berada dilapangan, dengan tekad besar bagaimana bisa menghadirkan listrik bagi masyarakat. Agar mereka semua bisa merdeka dari gelap, dan merasakan terangnya negeri ini. Terangnya rumah mereka, terangnya lingkungan mereka karena saya hadir menjalankan tugas untuk itu.
Tekad besar itu terus hadir bersama 30 rekan seperjuangan, ketika kali pertama saya menerima penugasan tersebut di satu ruangan PLN UIW Sulselrabar.
SEMANGAT PHINISI | 31


Penuh rasa haru, bahagia, canda, lara bercampuk aduk. Ada tatapan penuh asa dan harapan menghiasi setiapsudut ruangan, kala itu.
Ingatan saya kembali menerawang dimasa-masa tersebut saat membuka lagi galeri Instagram, terlebih ketika memandangi foto pada saat jam makan malam. Teringat, saat itu semua bercerita tentangangan – angan dan rasa optimis dalam menjalankan tugas baru tersebut.
Tak terasa semua kenangan itu bisa dilewati dengan baik, bahkan setelah kurang lebih dua tahun berada di perusahaan listrik negara ini kian tergambar jelas betapa besar keinginan perusahaan ini dalam mendistribusikan listrik untuk masyarakat.
Banyak hal baru yang saya temukan tentnag tujuan mulia dari PLN untuk negeri ini. Rupanya, menghadirkan listrik untuk negeri bukan perkara membalikkan telapak tangan dengan mudah. Tapi, semua upayadiperhitungkan secara akurat dan mengedepankan aspek efisiensi. Terlebih unit pelaksana yang saya tempati sekarang, sedang membangun jaringan listrik menuju desa – desa di provinsi Sulawesi Tenggara.
Setidaknya dalam satu tahun di 2019, telah dibangun 490,84 kms Jaringan Tegangan Menengah (JTM), 401,223 kms Jaringan Tegangan Rendah (JTR), dan 9550 kVa Gardu untuk memenuhi kebutuhan listrik dari 11.891 calon pelanggan di desa – desa yang belum pernah sama sekali merasakan listrik, bahkan sejak negara ini merdeka.
SEMANGAT PHINISI | 32


Click to View FlipBook Version