SEMANGAT PHINISI | 83 # 1 Punna Stangnga - Stangnga Mundurokko
Oleh AYUB NUR HARDIAWAN - K3L UIW Sulselrabar
Tidak diciptakan laki-laki di tanah Mangkasara (Makassar) untuk lari dari peperangan. Begitulah semboyan yang melekat di dada kami. Peperangan saat ini ialah perang melawan Virus Covid-19. Sebagai penanggung jawab K3L, selain bertanggung jawab mencegah terjadinya Kecelakaan Kerja, Kecelakaan Instalasi dan Kecelakaan Masyarakat Umum, maka kami harus berstrategi dan berperang melawan penyebaran virus Covid- 19 agar seluruh Pegawai dan Tenaga Laih Daya PT PLN (Persero) UIW Sulselrabar sehat selalu untuk melaksanakan tugas kedinasan, termasuk keluarganya.
Diawal penyebaran Virus Covid-19, berbagai kendala harus dihadapi, mulai dari langkahnya handsanitizer dan masker dipasaran untuk memenuhi kebutuhan pegawai kritikal, harga multivitamin semakin melonjak, pasien yang terpapar covid dikucilkan oleh lingkungannya, sampai petugas sebagai garda terdepan dalam mengendalikan virus covid diintai pergerakan dari para tetangga.
Dari berbagai kendala tersebut, kami harus melakukan berbagai langkah terobosan agar pencegahan penularan virus-19 dapat dikendalikan. Langkahnya hand sanitizer dan harga meroket sampai 1 juta rupiah per 1 Liter, kami berinisiatif membuat hand sanitizer sendiri dan didistribusikan ke Unit Pelaksana (Kebetulan di K3L ada pegawai yang mempunyai basic kimia analis). Kami mengirim surat ke seluruh toko bahan kimia di Kota Makassar dengan pertimbangan bahwa PT PLN (Persero) termasuk institusi Garda Terdepan dalam pengendalain dan pencegahan virus covid-19 karena ENERGI LISTRIK sebagai utilitas UTAMA pada pelayanan Kesehatan di rumah sakit.
Alhamdulillah,
dukungan berbagai
melalui komunikasi koordinasi yang baik, dapat diperoleh bahan untuk kebutuhan pembuatan Hand Sanitizer bagi petugas PLN yang harus tetap melayani masyarakat yang ada di Makassar dan unit
unitnya. Termasuk kemudahan untuk bahan desinfektan bagi keperluan kantor PLN yang ada di Makassar dan sekitarnya sehingga operasional layanan tidak terkendala.
Pada saat salah satu ibu dari pegawai terkonfirmasi positif Covid-19 dan meninggal dunia, kami bergerak cepat berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk membantu melakukan pemeriksaan Swab PCR untuk seluruh anggota keluarganya ke rumah sakit yang telah bekerja sama dengan PLN. Hasilnya seluruh keluarga dinyatakan positif sehingga harus isolasi mandiri.
Kami segera melakukan tracking ke seluruh pegawai yang berkontak dengannya serta melakukan test covid, alhamdulillah semua dinyatakan negative.
Selama beliau melakukan isolasi mandiri di rumah, kami memantau perkembangannya secara rutin, memberikan bantuanta vitamin, hand sanitizer, sarung tangan karet dan cairan desinfektan. Setelah isolasi mandiri selama 14 hari dan beliau dinyatakan sembuh, Pak Bachrun selaku Pejabat Pengendali K3L mengunjunginya untuk memberi support dan yang bersangkutan tidak terkucilkan atau menjauh dari komunitas sosial masyarakat.
SEMANGAT PHINISI | 84
dengan pihak, dan
Suatu hari ada pegawai dari UP3 Bulukumba dalam kondisi sakit di Kota Makassar. Setelah mendapatkan informasi dari Pengelola Kesehatan Pegawai bidang SDM bahwa yang pegawai tersebut mengalami demam dan sesak dada gejala klinis seperti gejala Covid-19, segera kami hubungi yang bersangkutan untuk menanyakan kondisinya, serta menawarkan dibawa ke Rumah Sakit tempat rujukan Pegawai dan Tenaga Alih Daya PLN Region Makassar untuk isolasi mandiri. Setelah pegawai tersebut bersedia dibawah ke rumah sakit, Tim K3L (Pak Bachrun dan Pak Ayub) segera menjemputnya dengan menggunakan ambulance kantor PLN lengkap APD Hazmat. Setelah sampai di lingkungan tempat tinggalnya, dengan tenang segera membantunya ke rumah sakit secara agar tetangga tidak gaduh.
Diatas ambulance beliau mengucapkan banyak terima kasih karena ada orang yang mau membantu gejala covid-19. Kami memberikan masker, handsanitizer, sarung tangan karet dan minyak kayu putih sebegai APD di rumah sakit. Keesokan harinya hasil Swab PCRnya keluar dan dinyatakan Positif. Kejadian mengantarkan ke rumah sakit bagi pegawai yang mengalami gejala sakit seperti covid-19 ada tiga pasien, kami antar ke Rumah Sakit menggunakan ambulance kantor. Ini sebagai bentuk tanggung jawab kami di Biro K3L dalam berperang melawan pandemi covid-19.
Penyemprotan cairan desinfektan di kantor secara rutin dilaksanakan untuk memastikan bahwa lingkungan kantor streril untuk tempat bekerja. Kami juga membantu menyemprot desinfektan pada tempat tinggal pegawai jika telah sembuh dari Covid-19 sehingga rumah aman dan terhindari virus covid-19. Tercatat ada sepuluh rumah yang telah disemprot.
Kami juga melakukan pengawasan terhadap aktifitas pegawai yang berpotensi terjadinya penularan seperti sensor ketika masuk ruangan, pengaturan ruang kerja/ ruang rapat, acara acara kantor, menutup
SEMANGAT PHINISI | 85
ruangan jika ada salah satu pegawai dalam ruangan tersebut terkonfirmasi, mengadakan pemeriksaan secara acak, pembatasan tempat olah raga, pengaturan tempat ibadah, update SOP, evaluasi rutin dengan seluruh unit, pengadaan sosialisasi dengan melibatkan instansi terkait, vaksinasi dan berbagai kegiatan lainnya. Semua itu kami lakukan sebagai bentuk tangung jawab K3L menjadi garda terdepan dalam memerangi virus covid-19.
Semoga semua sehat wal afiat dan selamat, layanan masyarakat tetap maksimal dan kondisi normal cepat kembali. Salam dari Biro K3L UIW Sulselrabar. EWAKOOO.
# 2 Sinergi Demi Stimulus
Oleh ANDI ARMIN - ULP Watang Sawito
Tahun 2020 adalah tahun yang cukup berat dilalui oleh hampir seluruh dunia, tidak terkecuali masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, kita sedang dilanda Bencana Pandemi Covid-19 yang lebih dikenal dengan virus Corona.
Penyebaran virus yang semakin meluas ke berbagai wilayah dan jumlah positif terjangkit virus tersebut semakin hari semakin meningkat, sehingga menjadi alasan pemberlakuan physical distancing untuk memperlambat laju penyebaran virus ini.
Kampanye physical distancing telah dilakukan oleh berbagai pihak. Di tingkat pemerintah daerah ataukota, bahkan ada yang sudah memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala besar). Di perkantoran, salah satunya PLN, juga menerapkan hal tersebut dengan memberlakukan Work From Home (WFH). Physical distancing ternyata
SEMANGAT PHINISI | 86
SEMANGAT PHINISI | 87 berdampak pula pada kegiatan perekonomian. Kegiatan perekonomian
warga yg berjalan lesu bahkan ada yang harus terhenti.
Salah satu kategori masyarakat yang terdampak pandemi virus Corona ini adalah masyarakat miskin, sehingga mendorong pemerintah memberikan Stimulus ke kategori tersebut.
Salah satu bentuk stimulusnya adalah pembebasan tagihan listrik untuk pelanggan Tarif Rumah Tanggga Daya 450 VA dan memberikan diskon 50 persen bagi 7 juta pelanggan dengan daya 900 VA bersubsidi. Stimulus ini akan berlaku selama tiga bulan yakni April, Mei, dan Juni 2020. Sesuai dengan aturan yang berlaku, pelanggan PLN yang mendapatkan stimulus ini adalah pelanggan PLN yang terdaftar dalam basis data terpadu – Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (BDT-TNP2K).
PLN ULP Watang Sawitto tentunya siap melaksanakan kebijakan stimulus dari pemerintah dengan baik. Awalnya kami beranggapan semua pelanggan khususnya Tarif Rumah Tangga Daya 450 VA yang tidak masuk dalam BDT-TNP2K tetap akan membayar tagihan rekening. Akan tetapi setelah melakukan penelusuran kami menemukan fakta, bahwa seluruh pelanggan kriteria R1 450 VA mendapatkan pembebasan tagihan listrik. Penyesuaian tarif subsidi berdasarkan BDT-TNP2K memang belum sampai ke pelanggan Daya R1 450 VA, sehingga tidak ada pembeda antara pelanggan yang harusnya mendapat subsidi dan pelanggan yang tidak berhak atas subsidi untuk kategori daya tersebut.
Hal tersebut mengingatkan kami kepada hasil laporan di lapanggan yang menyatakan adanya beberapa pelanggan yang masih menggunakan Daya R1 450 VA, dan selalu masuk kategori Jam Nyala Maksimal. Salah satunya adalah di Asrama Polres Pinrang.
Tahun 2019 unit kerja kami telah melakukan standarisasi MCB di lokasi tersebut yang rata-rata menggunakan MCB yang sudah tidak standar dengan tipe S161 dan menyarankan pengguna untuk melakukan tambah
daya. Namun, hingga April 2020 tidak melakukan tambah daya. Sehingga kami menduga telah terjadi pelanggaran dengan cara mengutak- atik pembatas di lokasi tersebut.
Pemberian Stimulus kepada pelanggan Rumah Tangga Daya 450 VA membuka peluang kepada kami untuk berkomunikasi dan melakukan koordinasi ke pihak Polres Pinrang. Kapolres Pinrang (AKBP Dwi Santoso, S.IK, M.H) membuka lebar peluang bagi kami untuk dapat melaksanakan standarisasi APP, serta melakukan tambah daya ke tarif non subsidi. Khususnya pada pelanggan dalam ruang lingkup Asrama Polres Pinrang yang sudah dapat dipastikan tidak termasuk dalam BDT- TNP2K.
Strategi segera kami susun untuk melakukan eksekusi “Standarisasi APP dan Penyesuaian Tarif daya Subsidi ke Non Subsidi” dengan berbekal surat dari Kapolres.
Tujuan kami adalah agar Kebijakan Stimulus yang dikeluarkan pemerintah tepat Sasaran. Penghuni Asrama Polres Pinrang yang merupakan aparat penegak hukum, tentu menjadi tantangan saat eksekusi lapangan.
Tantangan lainnya adalah Biaya Tambah Daya yang menjadi solusi penyesuaian tarif dari subsidi ke nonsubsidi yang tidak bisa langsung dibayarkan oleh penghuni asrama, sementara biaya tersebut harus dibebankan ke masing-masing penghuni sesuai surat dari Kapolres Pinrang.
Koordinasi juga kami lakukan ke tingkat UP3 Pinrang sebagai suporting hingga ke UIW Sulselrabar sebagai Unit Induk kami untuk memudahkan proses adminisrasi yang menjadi langkah selanjutnya.
Pelaksanaan Eksekusi Lapangan oleh Tim ULP Watang Sawitto berhasil mengeksekusi tiga belas asrama Polres Pinrang. Tentunya tidak mudah
SEMANGAT PHINISI | 88
SEMANGAT PHINISI | 89 dilakukan, butuh perdebatan panjang dengan penghuni yang tidak
bersedia dilakukan standarisasi.
Tidak sedikit tatapan kurang mengenakkan dari penghuni yang kami standarisasi. Biaya Perubahan Daya yang dibebankan kepada penghuni asrama dilakukan dengan mekanisme Cicil (angsuran).
Kami menyadari akan ada keluhan dan perdebatan dengan penghuni asrama Polres Pinrang yang kami Standarisasi dan Lakukan Penyesuaian Tarif Daya di kemudian hari, terutama tagihan listrik yang pastinya akan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya saat menikmati tarif subsidi.
Hal tersebut tentunya akan berakibat pula pada kinerja unit kami terkait penagihan piutang dalam rangka percepatan cash in perusahaan. Namun hal tersebut tidaknya mempengaruhi niat kami agar pemberian subsidi oleh pemerintah benar-benar tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
#3 Penyulang Terjaga, Listrik Stabil
Oleh ANNUGERA DEWANGGA – ULP Kariango
Pandemi Corona memaksa masyarakat berdiam di rumah dan membatasi aktivitas sosial, bahkan untuk pergi ke tempat kerja. Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dan berbagai instansi untuk mengimbau masyarakat untuk melakukan segala kegiatan dari rumah, termasuk belajar, bekerja, dan beribadah.
Hal tersebut jelas akan mempengaruhi pergeseran konsumsi energi listrik yang biasanya lebih terpusat di daerah perkantoran di siang hari dan hari kerja, beralih menuju ke kompleks perumahan, apartemen, dan hunian masyarakat lainnya.
SEMANGAT PHINISI | 90 Hal ini menjadi tantangan bagi kami PLN UP3 Pinrang ULP Kariango
dalam menjaga keandalan keberlanjutan listrik bagi masyarakat luas.
Intinya tidak boleh padam apapun caranya. Untuk itu di tengah keterbatasan kami bertekad untuk tetap bekerja sepenuh hati dengan ikhlas.
Pasokan tenaga listrik ke masyarakat sangatlah penting saat pandemi saat ini. Untuk mendukung hal tersebut, maka harus dilakukan pencegahan hal-hal yang dapat menyebabkan gangguan penyulang sehingga pasokan listrik ke pelanggan tidak terganggu.
Gangguan penyulang di UP3 Pinrang yang disebabkan oleh binatang (burung, tokek, kuskus, monyet dan ular) tercatat kurang lebih 25% dari total gangguan. Gangguan penyulang dengan kategori tidak diketahui, biasanya penyebabnya adalah binatang yang baru ditemukan tiga hari kemudian atau setelah gangguan temporer. Penyebab dominannya adalah burung, tokek dan ular.
Untuk mencegah gangguan penyulang karena binatang telah ada beberapa langkah yang dilakukan di PLN ULP Kariango,yaitu sebagai berikut :
• Pemasangan Tekep Bushing Trafo.
• Pemasangan Tekep FCO.
• Pemasangan Tekep Isolator.
• Pemasangan Ijuk pada tiang.
• Pembersihan sarang burung pada Travers.
Semua langkah di atas lumayan berhasil menurunkan gangguan binatang. Namun, masih ada beberapa gangguan binatang yang belum berhasil ditekan, yaitu akibat binatang tokek dan ular. Pengadaan tekep yang terbatas memaksa kami untuk merancang dan membuat suatu alat
yang dapat berfungsi sebagai penghalang panjat, yang dinamakan RABAZ (RAis BArriers Zinc) agar tokek dan ular tidak dapat naik ke trafo dan isolator yang berpotensi menyebabkan gangguan GFR (Ground Fault Relay).
Kehandalan sistem kelistrikan merupakan salah satu item yang berpengaruh besar pada target Key Performance Indicator (KPI) PT PLN (Persero) UP3 Pinrang, yaitu pada Penjualan Tenaga listrik, Energy Not Serve, SAIDI dan SAIFI.
Sementara itu, gangguan penyulang harus ditekan seminimal mungkin, sehingga target KPI khususnya yang berhubungan dengan kehandalan sistem dapat tercapai.
Dari hasil evaluasi dan pemetaan di lapangan masih banyak penyebab gangguan penyulang yang tidak ditemukan, serta titik-titik rawan binatang yang masih belum ditindak lanjuti. Sehingga diharapkan dengan menggunakan penghalang panjat bisa menjadi solusi binatang, khususnya untuk tokek dan ular
RABAZ mempunyai bentuk dan ukuran berbeda, sesuai dengan penempatannya. Untuk penempatan di tiang dan kabel JTR, ataupun skur bentuk dan ukurannya juga berbeda. Berikut bentuk dan ukuran RABAZ berdasarkan penempatannya.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, 50% titik-titik rawan binatang sudah dipasang perangkap binatang. Dampak yang di timbulkan, angka gangguan penyulang karena binatang semakin berkurangdi bandingkan dengan sebelumnya.
Dalam pelaksanaan setiap kegiatan di buat resume untuk merekap material apa saja yang di gunakan dan lokasi mana saja yang sudah di pasangi RABAZ. Sampai saat ini sudah beberapa lokasi di pasangi perangkap RABAZ , terutama di lokasi yang sering sekali ditemukan binatang di tiang, maupun gardu PLN.
SEMANGAT PHINISI | 91
SEMANGAT PHINISI | 92 Dampak yang di timbulkan pun sangat signifikan, setelah pemasangan
perangkap binatang ini gangguan karena binatang sangat berkurang.
Belum dapat dipastikan kapan pandemi virus Corona akan berakhir. Namun, dengan segala upaya dan kerja sama dari semua pihak, semoga kita semua bisa selamat melalui pandemi ini. Bagi kami insan PLN, ditengah badai pandemi ini kami selalu berupaya untuk menjaga keandalan energi listrik tetap terjaga, apapun caranya.
#4 Tetap Produktif Dari Rumah
Oleh ANDI FITHRI ZAKIAH M – UP3 Makassar Utara
“Mas Ocky, tabe’ sebelum pulang kantor ki bisa tolong di email ke saya file kerjaan? Maaf merepotkan. Kupikir tanggal 2 April masuk mi kantor orang. Ternyata malah seluruhnya bekerja di rumah.”
Demikian bunyi pesan WhatsAppsaya ke Supervisor Pelayanan Pelanggan UP3 Makassar Utara tanggal 27 Maret 2020. Saat itu saya sedang berada di rumah dan mulai melakukan Work From Home (WFH) sejak minggu terakhir Maret 2020.
Tidak ada yang mengira Virus Corona yang datang dari Negeri Cina itu mengakibatkan efek yang sangat dahsyat dan mengubah aktivitas harian manusia. Seiring dengan semakin mewabahnya virus tersebut dan Makassar dikategorikan sebagai zona merah, kantor kami memberlakukan WFH untuk seluruh pegawai yang tidak bekerja di bagian critical.
Aneh sekaligus menyenangkan. Itu yang saya rasakan di awal WFH. Pagi hari dimulai dengan komunikasi internal bersama rekan-rekan di bagian Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan, melalui aplikasi Zoom atau Google
SEMANGAT PHINISI | 93 Meeting. Atasan jilbab, seragam kemeja cuma dikancing bagian atas
karena sudah tidak muat di badan saya yang sedang hamil tua.
Kegiatan selanjutnya adalah bekerja menggunakan laptop. Mahbubah, putri saya yang sebentar lagi akan menjadi kakak, selalu ikut di samping saya.
Awalnya merengek untuk bisa meminjam laptop. Namun, saya selalu berusaha memberikan pengertian bahwa sekarang sedang jam kerja, walau mamanya ada di rumah. Dia hanya boleh ikut pakai laptop ketika saya beristirahat makan siang dan Shalat Dzuhur.
Tanpa terasa WFH sudah berjalan sebulan. 25 April 2020 adalah HPL (Hari Perkiraan Lahir) anak saya yang kedua. Meleset lebih lambat sehari, Siti Aminah Nirwana lahir hari Minggu tanggal 26 April 2020. Saya kemudian mengajukan cuti melahirkan sehari setelahnya.
Alhamdulillah, rekan-rekan di bagian saya sangat kooperatif. Tak lama setelah saya mengajukan cuti, kami mendapat rekan kerja yang baru mutasi dari UP3 Palu bernama Ifah. Manajemen memutuskan selama cuti melahirkan, beliau akan menangani pekerjaan saya. Kami kemudian berkomunikasi intens agar take over pekerjaan berjalan mulus. Komunikasi kami kadang diwarnai tangisan Aminah yang entah ingin minum ASI (air susu ibu) atau menuntut popoknya diganti.
Tiga bulan kemudian saya harus kembali bekerja di kantor. Gamang rasanya meninggalkan anak-anak setelah empat bulan terakhir kami tak terpisahkan di rumah. Terlebih di saat pandemi Covid-19 yang tidak kunjung berhenti. Suami menguatkan saya untuk semangat bekerja dan selalu melakukan protokol kesehatan. Beliau selalu mengingatkan untuk menggunakan masker dan hand sanitizer.
Teman-teman kantor menyambut dengan hangat dan memberikan banyak hadiah untuk kelahiran anak kedua saya. Ingin rasanya berjabat tangan dengan mereka untuk menyampaikan rasa terima kasih atas
SEMANGAT PHINISI | 94 perhatian yang diberikan. Namun, apa boleh buat, kami harus menjaga
jarak untuk mencegah penyebaran Virus Corona.
Keputusan manajemen untuk memberikan kesempatan WFH bagi ibu menyusui membuat hati ini tenang. Tak perlu payah mensterilkan diri setelah pulang dari kantor. Bekerja sambil mengASIhi kerap saya lakoni. Saya selalu menyediakan minuman dan camilan di samping laptop karena menyusui cepat membuat lapar dan haus.
Namun di samping kenikmatan untuk bekerja dari rumah dan bisa tetap dekat dengan putri-putri saya, Ada konsekuensi yang harus dihadapi, yaitu capek luar biasa. Walaupun di rumah, saya tetap harus memberikan performa terbaik sebagai pekerja dan juga sebagai orangtua. Kadang berpikir mungkin semuanya bisa ditangani dengan baik, jika saya bisa membelah diri seperti Amoeba.
Pandemi yang masih berlangsung berimbas ke pencapaian target kinerja kantor. Banyak KPI (key performance indicator) yang belum tercapai di akhir tahun. Mau tidak mau kami harus memutar otak, intens berkomunikasi antar bagian, dan hadir bekerja di kantor agar kinerja bisa tercapai.
Kembali berkantor dan ketat melaksanakan protokol kesehatan menjadi rutinitas terbaru. Ada rasa sayang untuk meninggalkan anak-anak. Ada pula rasa syukur karena di saat ribuan orang terkena PHK (pemutusan hubungan kerja) akibat pandemi, saya masih memiliki pekerjaan untuk menyokong kehidupan keluarga.
Pada akhirnya saya sadar untuk selalu bersyukur atas semuanya. WFH atau WFO (Work From Office), sejatinya saya harus tetap produktif dan berkontribusi, baik sebagai pekerja dan orangtua yang baik. Semoga pandemi ini cepat berlalu, bumi segera pulih, dan kami masih diberi banyak kesempatan untuk bisa berbuat baik.
#5 Potret Pejuang Kelistrikan
Oleh Tim ULP Bau Bau Kota
Sistem kelistrikan di Pulau Buton sudah interkoneksi dengan sebagian wilayah Pulau Muna menggunakan jaringan tegangan menengah (JTM) 20 kV. Bicara soal sistem kelistrikan, sejatinya masih belum cukup dikatakan andal, karena sistem yang masih belum terhubung mengandalkan PLTD. Pemadaman listrik kerap terjadi, akibat defisit daya pembangkit. Namun pertengahan tahun 2019 menjadi titik balik sistem kelistrikan di Baubau, PLTMG berkapasitas total 36 MW telah beroperasi.
Namun, apakah permasalahan berhenti sampai disini? Ternyata belum. Pemadaman listrik masih terjadi, akibat pekerjaan pembangunan jaringan-jaringan baru untuk mengevakuasi daya dari PLTMG, sebagai bagian dari proses peralihan dari PLTD ke PLTMG. Apapun alasannya, pelanggan hanya mengerti satu kata yaitu Padam. Komplain pun tak terelakkan. Kami berusaha menjelaskan kondisi PLN yang sebenarnya dan memberi pengertian, dengan bekerjasama dengan rekan-rekan pers dan aktifmenginformasikan kondisi kelistrikan Baubau melalui social media. Kerjasama yang baik, mutlak diperlukan. Ego sektoral harus dikesampingkan.
“Tenang mas, situasi sulit ini pasti bisa kita lalui sama-sama.” Demikian kata Manajer Bagian Perencanaan UP3 Baubau (ANYGRAH DEWANGGA) seolah menjadi penepis keraguan yang terkadang muncul mengganggu fokus kami.
Tidak hanya itu, masih ada beberapa lokasi yang terjadi drop tegangan, imbas dari peralihan pembangkit yang sebelumnya
SEMANGAT PHINISI | 95
mengandalkan operasi PLTD di tengah Kota. Belum lagi masalah pohon, hewan kuskus, dan layang-layang yang tersangkut di Jaringan Tegangan Menengah (JTM) yang mendominasi sebagai faktor utama penyebab gangguan.
Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini, walau risiko di depan mata, pelayanan tidak boleh terhenti. Tagar #StayAtHome, seolah tak berlaku bagi kami, teman-teman di ULP terutama bagian teknik sebagai garda terdepan.
Melakukan inspeksi jaringan, pembenahan titik sambungan pada panel Gardu Distribusi, bahkan harus mengawasi pembangunan Jaringan Listrik untuk melayani Ruangan Khusus Isolasi Pasien Covid-19 di RSUD Kota Baubau. Pembenahan jaringan listrik yang terganggu, juga tidak kenal jarak dan waktu. Terkadang, kami harus menempuh jarak ratusan kilometer untuk membantu rekan-rekan di Kantor Pelayanan, serta merasakan santap sahur bersama di lokasi pekerjaan.
# Suasana Kebersamaan Saat Sahur di Lokasi Pekerjaan
Di tengah gempuran dan halangan yang ada, kami bersyukur dapat bekerjasama dengan rekan- rekan yang sangat antusias dan responsif. Dukungan dari UP3, khususnya K3L yang ikut peduli dalam penyediaan susu, buah-buahan dan suplemen tambahan. Saling membantu layaknya keluarga sendiri.
“Gimana kabar keluarga di Garut, Kang?Si kecil sudah bisa merangkak?”
Obrolan ringan sederhana inilah yang kerap terlontar kepada rekan- rekan saya di kantor. Manusiawi jika ingin segera berkumpul dengan keluarga. Kami tidak akan menyalahkan keadaan. Masihada tanggung jawab yang mesti diemban, demi menjaga pelayanan dan suplai listrik di Pulau Buton agar tetap menyala. Semua tergantung mindset kita masing- masing. Segala permasalahan kami anggap sebagai tantangan, berpegang
SEMANGAT PHINISI | 96
SEMANGAT PHINISI | 97 pada keyakinan dan optimisme yang mengarah pada keberhasilan. Tidak
ada yang bisa terwujud tanpa harapan dan kepercayaan.
#6 Selamat Tinggal Genset
Oleh CHRISTIAN SOWAEI–ULP Unaaha
Negara kita di gegerkan dengan adanya penyebaran Virus Corona atau Covid-19. Sehingga pekerjaan kita sebagai pegawai PLN terhambat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Namun, kami tetap berusaha bekerja dengan baik di tengah pandemi ini, karena listrik harus tetap dijaga agar terus mengalir.
Tim kami tetap turun ke lapangan untuk mengatasi gangguan, dan berusaha memberikan layanan yang terbaik untuk masyarakat agar citra perusahan tetap yang terbaik.
Dalam usaha meningkatkan pendapatan perusahaan kami di ULP Unaaha mendatangi calon- calon pelanggan, khususnya pelanggan penggilingan padi yang kami anggap sudah siap dalam hal investasi. Kami memastikan apakah konstruksi Gedung, mesin-mesin pengering gabah dan penggiling padi sudah siap di operasikan dalam beberapa minggu ke depan, sehingga listrik bisa segera disambungkan agar durasi TMP (tingkat mutu pelayanan) dapat terpenuhi. Kita pun
memahami untuk beralih dari genset ke listrik PLN ini membutuhkan investasi yang cukup besar. Jadi untuk BP (biaya penyambungan) dapat dicicil per bulan selama enam bulan. Hal tersebut yang membuat para pemilik usaha penggilingan padi mau beralih ke listrik PLN.
Dengan menawarkan cicilan pasang baru ini dalam rangka meringankan biaya produksi untuk proses pengeringan gabah dan penggilingan padi, hal ini tentu menjadi tawaran yang menarik bagi para calon pelanggan penggilingan padi di wilayah kerja ULP Unaaha. Seperti yang di rasakan salah satu pelanggan penggilingan padi, Bapak Abdul Hamid yang lokasinya di desa Nambeaboru, Kecamatan Tongauna Utara, Kabupaten Konawe. Penggilingan padinya baru-baru ini telah meninggalkan genset dan beralih ke listrik PLN.
Mereka menyatakan bahwa selama menggunakan listrik dari genset yang mereka miliki untuk proses pengeringan gabah dan penggilingan padi mengeluarkan biaya operasional yang besar. Padahal dalam kondisi Pandemi Covid-19 perputaran uang sangat, sehingga Bapak Abdul sebagai salah satu calon pelanggan padi mengambil alternatif untuk beralih ke listrik PLN dengan menggunakan program cicilan BP yang kami tawarkan. Kendala yang muncul pada saat itu adalah pada saat mempersiapkan material-material untuk proses konstruksi pemasangan instalasi JTM ke calon pelanggan penggilingan padi, yang terhambat akibat kondisi pandemi saat ini. Kami dari Tim PLN ULP Unaaha menyatakan bahwa siap mendukung para pemilik usaha penggilingan padi dengan menyediakan listrik yang handal, apabila mereka beralih ke listrik PLN dan meninggalkan genset.
“Jika menggunakan listrik dari PLN, pengusaha penggilingan padi akan merasakan hemat sekitar50% dari biaya yang biasa dikeluarkan saat menggunakan genset,” tegas Abdul Hamid pemilik salahsatu usaha penggilingan padi dengan daya 105 KVA.
Penawaran cicilan tersebut sedikit demi sedikit membuat kami mencapai target menihilkanpemakaian genset di pengusaha penggilingan padi, walau dalam kondisi pandemi covid-19 ini.
Demikian kami sebagai penulis mengucapkan banyak terima kasih bagi teman-teman tim PLN Unaaha yang selalu kompak. Semoga kami semua
SEMANGAT PHINISI | 98
SEMANGAT PHINISI | 99 selalu dalam lindungan Allah dan di berikan selalu kesehatan yang baik,
Amin.
#7 Bersatu Kita Prima
Oleh FAIRUZ RIZQULLAH – ULP Hasanuddin
Kebutuhan akan tenaga listrik dari pelanggan selalu bertambah dari waktu ke waktu, penyediaan energi listrik yang berkecukupan berperan sangat vital pada pengembangan ekonomi daerah meliputi fasilitas industri, kesehatan dan sektor lainnya. Menurut (Mubarak, 2008) sistem keandalan pada jaringandistribusi sangat besar perannya untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik pada setiap konsumen. Di tengah pandemi Covid 19, khususnya di kabupaten Bone bukan menjadi hambatan kami dalam melistriki negeri.
Saat itu Bulan Ramadan, Rabu, 29 April 2020, RS Tenriawaru. Penyebabnya adalah salah satu trafo arus (CT) pada kubikel ATS terbakar. Setelah datang ke lokasi dan mengecek indikasi yang kami temukan ialah salah satu trafo arus (CT) dalam kondisi hangus dan patah.
Saat itu matahari sudah terik ketika kami melakukan penggantian materialnya dengan yang baru.Pekerjaan tersebut membutuhkan waktu kurang lebih sekitar empat jam untuk menyelesaikannya, karena material yang baru ini berbeda merk dengan yang lama, sehingga perlu ada sedikit penyesuaian untuk menyelesaikannya. Tegangan sudah masuk hingga kubikel pelanggan, tetapi kami tidak masukke kubikel pelanggan karena pihak terkait sudah tidak berada di lokasi RS Tenriawaru dan kembali bermasalah tepatnya pada Minggu, 03 Mei 2020. Kali ini akibat tegangan yang tidak stabil di sisi pelanggan, kami mencoba mencari akar permasalahan dan belum berhasil ditemukan.
Akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan UGB (Unit Gardu Bergerak) untuk menyuplai RS Tenriawaru, sementara menunggu pergantian peralatan yang kami curigai adakeganjilan.
Keesokan harinya, Senin, 04 Mei 2020. Di Pagi hari, kami mengangkut UGB ke lokasi RS Tenriawaru dan menempatkannya dengan sempurna. Pada hari itu juga semua terlibat ,termasuk Manajer Bagian Jaringan UP3 Watampone Nur Ahadiyat dan Manajer ULP Hasanuddin Ramlan Harahap.
Kehadiran manajemen di lokasi membuat semangat kami menjadi membara. Segera setelah itu kami melanjutkan pekerjaan dan memastikan bahwa tegangan benar-benar sudah sesuai standar dan pelanggan bisa menikmati listrik kembali.
Demikian cerita singkat yang bisa saya utarakan. Jangan pernah menyerah terhadap keadaan, kita harus terus berusaha untuk mendapatkan solusi guna mengahadapi hambatan yang kita hadapi.
SEMANGAT PHINISI | 100
#8 Jualan Dalam Perangkap Pandemi
Oleh HADHI BAGUS – UP3 Watampone
Covid 19 lahir di Wuhan, Cina kemudian ditetapkan sebagai Pandemi di awal Maret tahun 2020 oleh WHO. Efeknya luar biasa, terutama di bidang ekonomi dan bisnis. Hotel menjadi sepi pengunjung, toko-toko yang menjual selain bahan pokok tutup, perkantoran sepi karena pegawainya di Work Form Home, pekerja dirumahkan, bahkan di PHK dan masih banyak lagi. Bagaimana dengan PLN UP3 Watampone?
Efek covid 19 sangat besar terhadap sendi-sendi kegiatan bisnis UP3 Watampone. Pemakaiantenaga listrik tiga pelanggan premium yaitu Sallo Mall, Planet Cinema dan Hotel Novena mengalamipenurunan signifikan. Belum lagi nya ke segmen lain, perkantoran mengalami penurunan pemakaianlistrik karena aktivitas WFH. Tarif sosial yang didominasi sekolah, pesantren dan tempat ibadah mengalami penurunan pemakaian hingga 23%, karena tidak adanya kegiatan sehubungan dengan himbauan pemerintah untuk melawan penyebaran covid 19.
Berbicara tentang peningkatan penjualan ada dua hal utama, yaitu penjualan dari pelanggan yang ada dan penjualan dari pelanggan baru. Kalau diibaratkan di dunia militer, dalam peperangan melawan Covid 19 ini, PLN khususnya bagian Transaksi Energi mempunyai dua pasukan utama digarda paling depan. Pertama, Batalyon Kavaleri yaitu KHS SP APP (Sambungan Perumahan Alat Pengukur dan Pembatas) yang dituntut bergerak cepat untuk melayani pemasangan APP (Alat Pengukur dan Pembatas) pelanggan baru dan batalion
SEMANGAT PHINISI | 101
infanteri berangotakan petugas biller, mempunyai spesialisasi pertempuran jarak dekat yang bertugas untuk memastikan pemakaianpelanggan tercatat akurat.
Namun, dengan adanya covid 19 pasukan di garda terdepan pun menjadiyang paling rentan dan berisiko terinfeksi. Bayangan menjadi pesakitan di medan pertempuran semakin besar. Hari demi hari pemikiran tercurah ke upaya mengatur strategi agar kegiatan pembacaan meter dan penyambungan baru tetap maksimal demi mendapatkan tambahan kWh.
Tanggal 24 Maret 2020 PLN Pusat mengeluarkan surat mengenai penangguhan sementara pembacaan meter digantikan metode rata- rata. Perintah sudah jelas tinggal mengatur strategi, agar metode ini mendekati angka konsumsi energi listrik pelanggan bulan Maret 2020.
Setelah berdiskusi dengan Supervisor TE (Transaksi Energi) disepakati metode rata-rata berdasarkan konsumsi listrik harian dengan memperhatikan kemungkinan pola pemakaian pelanggan per tarif pada kondisi pandemi, dan melakukan sosialisasi pencatatan mandiri melalui media Whatsapp. Proses billing rekening April dimulai, tetapi ada hal yang terjadi di luar perkiraan. Proses merata-ratakan pemakaian pelanggan memakan waktu sampai tengah malam dari hari pertama sampai hari ketujuh.
Begitu melihat hasil penjualan rekening listrik bulan April 2020 mengalami kenaikan sebesar4% dari bulan sebelumnya, rasa lega sudah bisa kami rasakan, walaupun masih belum bisadiungkapkan karena perhitungan angka susut belum selesai. Kami terkejut ketika mendapat laporanangka produksi naik 6% dan angka susut 8,59%. Rasa lega yang sempat muncul mendadaklenyap.
Setelah dilakukan evaluasi didapat kesimpulan, bahwa metode rata-rata berdasarkan konsumsi listrik harian kurang efektif dikarenakan gap
SEMANGAT PHINISI | 102
nya terlalu jauh dengan konsumsi listrik pelanggan,terutama tarif rumah tangga di mana sebagian masyarakat ikut melakukan gerakan “dirumah aja”
Segera kami berdiskusi kembali dan di peroleh kesimpulan, bahwa kami harus melakukan kembali pembacaan meter ke lapangan. Selanjutnya muncul pertanyaan krusial. Apakah rekan-rekan biller mau membaca dalam kondisi seperti ini, apalagi sudah ada lokasi dipastikan masuk zona merah Apa saja yang perlu disiapkan untuk meminimalkan risiko penularan Covid 19 kepada pasukan infanteri?
Tentu saja APD (Alat Pelindung Diri) seperti masker, penutup kepala, sarung tangan dan vitamin untuk kesehatan serta keselamatan petugas biller, wajib disiapkan sebelum periode baca di mulai. Kondisinya, APD yang tersedia jumlahnya masih jauh dari cukup untuk kebutuhan selama tujuh hari baca meter, sementara anggaran masih belum jelas. Disaat deadlock muncul ide dari Supervisor TE, bagiamana kalau kami mengumpulkan donasi
untuk membeli APD. Ide tersebut tentu saja, langsung saya setujui.
H-4 sebelum pencatatan, ,APD sudah datang, selanjutnya tinggal memastikan kesiapan pasukan biller. Keesokan harinya kami mengumpulkan para biller atau petugas pencatatan meter untuk membagikan APD, sekaligus memberikan motivasi supaya tetap semangat dalam bekerja. Prediksi awal bahwa beberapa biller akan takut untuk melakukan tugasnyadi daerah zona merah, tetapi hal tersebut tidak terbukti. Semua biller siap untuk melakukan tugasnya.
Setelah melakukan penyerahan APD dan vitamin kepada petugas biller. Kami juga berinisiatif untuk memberikan vitamin kepada petugas KHS SP APP. Tentu saja mereka juga ikut gembira dan makin bersemangat untuk bekerja.
SEMANGAT PHINISI | 103
Hasil monitoring evaluasi penjualan rekening Mei setelah proses billing yakni, penjualan pelanggan pasca bayar secara total mengalami peningkatan sebesar 1,96% yang didominasi pelanggan rumah tangga dan pelanggan seluler (tarif B).
Kinerja susut distribusi pun turun signifikan dari 8,02 % pada bulan Maret menjadi 7,07 % (atau 7,66%, jika token stimulus hanya dihitung 50%) pada bulan April. Hal ini berarti gap atau selisih antara kwh yang sudah diproduksi dengan kwh yang dijual menjadi lebih kecil.
Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa dalam kondisi pandemi, peluang peningkatan penjualan dapat dilakukan dengan menangkap peningkatan konsumsi pemakaian tenaga listrik pelanggan yang ada, seperti peningkatan kebutuhan konsumsi listrik pelanggan rumah tangga akibatprogram #DirumahAja.
Peningkatan pemakaian listrik pelanggan selular karena kebutuhan lalu lintasdata, kenaikan pemakaian pelanggan industri pangan, alat kesehatan dan obat-obatan. Hal tersebutadalah potensi yang harus dapat dimaksimalkan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada untukmempertahankan kondisi keuangan perusahaan di masa-masa seperti ini.
#9 Covid-19 Pada Resetting Proteksi ?
Oleh YANUARDHI – UP2D
Perkenalkan, Saya Yanuardhi, saat ini bertugas di Unit Pelaksana Pengatur Distribusi atau biasa disebut UP2D. Satu-satunya unit di PLN Sulselrabar yang menangani masalah keandalan jaringan distribusi berbasis SCADA.
SEMANGAT PHINISI | 104
Tupoksi UP2D memang sangat berbeda dengan unit kebanyakan, kami lebih berkecimpung di masalah teknis yaitu pengaturan (peralatan) jaringan distribusi dengan menggunakan teknologi SCADA. Jika berbicara pengaturan jaringan distribusi, tentunya kami juga mengatur masalah koordinasi proteksi peralatan dari sisi hulu distribusi yaitu PMT hingga ke hilir baik GH, Recloser maupun LBS Sectionaliser.
Berkaitan dengan masalah koordinasi proteksi, pada tanggal 24 April 2020, saya bertandang ke Hotel Fourpoint. Hotel Fourpoint adalah salah satu pelanggan premium platinum daya 4MW yang ada di Makassar. Beberapa hari sebelumnya, kami sempat berdiskusi dengan teman-teman UP3 Makassar Selatan untuk melakukan resetting koordinasi proteksi, baik di sisi PLN maupun di sisi pelanggan. Dikarenakan pelanggan ini bermohon untuk turun daya sementara karena efek pandemi Covid-19.
Resetting proteksi GH Fourpoint
Pada saat resetting ini, saya sempat berdiskusi dengan Pak Zulkarnaen, selaku Director of Engineering di Four Point Hotel, Makassar.
“Saya sudah lama nggak pulang mas, biasanya sebulan sekali saya pulang ke Surabaya”. Beliau membuka pembicaraan. Pak Zulkarnaen ini kebetulan asli orang Surabaya.
“Lho, kenapa Pak?” tanya saya.
SEMANGAT PHINISI | 105
“Sampeyan kan tahu kondisi sekarang, saya terakhir pulang itu dua minggu lalu. Sampai di Makassar, saya langsung diisolasi oleh pihak hotel, jadi saya tinggal di hotel selama seminggu sendirian di kamar,”ujarnya.
Beliau pun melanjutkan obrolan dan sempat sharing kepada saya bahwa Hotel Four Point sangat merasakan dampak dari pandemi ini. Segala efisiensi dilakukan mulai dari turun daya listrik ke PLN, pemotongan 50% gaji,
pemotongan layanan perusahaan mulai dari kesehatan maupun tunjangan, bahkan yang membuat saya sedih adalah para casual di Four Point sudah dirumahkan sejak awal April 2020. Beliau menambahkan lagi bahwa para staff behind the desk mereka, bagian administrasi, per - Mei 2020 nanti akan dirumahkan, alias mereka tidak bekerja lagi. Itu semua untukmengurangi beban operasional perusahaan.
Untuk tetap mendapatkan pemasukan, mereka bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan untuk penggunaan kamar di Four Points, sebanyak 200 kamar sebagai tempat isolasi para ODP. Luar biasa memang, demi “menyambung hidup” mereka mengambil risiko besar. Risikopara pegawai dan lingkungan kerja mereka terpapar virus corona. Naudzubillah, semoga tidak terjadi.
“Luar biasa ya Pak dampaknya ke ekonomi dan usaha, apalagi sampai berani mengambil risiko besar seperti itu.” Saya tentu saja prihatin dan sedih dengan penuturan beliau.
“Kita harus pintar mengatur strategi dan mengambil keputusan meskipun itu mungkin menyakitkan sebagian pihak. Harus survive Mas!” Beliau menjawab dengan semangat.
SEMANGAT PHINISI | 106
Dari obrolan ini, saya begitu terpukul. Betapa kita harus bersyukur, karena di PLN ini sangat beruntung. Masih dipertahankan perusahaan, mendapatkan penghasilan, dan masih dipercaya untuk berkarya, memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dalam hal kelistrikan agar semakin andaldan kontinu.
Untuk itu kita wajib memberikan yang terbaik untuk perusahaan, Dengan memberi yang terbaik praktis kita memberi yang terbaik untuk diri kita sendiri.
Tim proteksi UP2D melakukan resetting koordinasi proteksi di GH Pelanggan Four Point Hotel bersama Pak Zulkarnaen, Director of Engineering Four Points Hotel.
#10 Di Bawah Purnama Dalam Ancaman Corona.
Oleh MUHAMMAD ZAQI MUBAROK–ULP Pekkabata.
Pada tahun 2020 ini, dunia diguncang oleh wabah penyakit bernama Covid-19 yang telah meresahkan masyarakat dunia. Penyakit ini tidak hanya menyerang kesehatan, akan tetapi semua aspek kehidupan masyarakat seperti pendidikan, pekerjaan, bisnis, dan lain – lain. Tidak terkecuali bagi kami insan PLN, yang senantiasa bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.Di tengah wabah penyakit ini, berbagai kebijakan dibuat dan diterapkan untuk melindungi seluruh insan PLN yang bertugas. Baik, di dalam kantor maupun di luar kantor. Namun, apakah PLN mengesampingkan Mutu pelayanannya? Tentu saja tidak.
PLN tetap memperhatikan mutu pelayanan terhadap masyarakat, sesuai dengan salah satu pesan Direktur Utama PLN Bapak Zulkifli Zaini yaitu Pelayanan Prima. Di mana seluruh insan PLN dituntut
SEMANGAT PHINISI | 107
untuk menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Baik , di sisi administratif, maupun keandalan jaringan yang dimiliki. Seperti halnya yang dialami oleh Bapak Jumaing yang bertanggung jawab sebagai Mandor Line dari salah satu kawasan terluar dari ULP Pekkabata, UP3 Pinrang, UIW Sulselrabar. Daerah tersebut bernama Bakaru, dengan segala keindahan pemandangan pegunungannya.
Akan tetapi, dibalik keindahan itu terdapat jalanan yang terjal dan tidak adanya signal GSM disana. Dengan bermodalkan motor dan senter, Pak Jumaing melaksanakan tugasnya dengan semangat setiap harinya dalam menjaga jaringan tetap andal. Hingga suatu hari, tepatnya 18.00 WITA terjadi sebuah insiden pada Gardu Induk yang berada di kawasan tersebut.
Insiden tersebut terjadi akibat adanya kerusakan pada kubikel Gardu induk Bakaru yangmenyebabkan tiga penyulang yang menyuplai tenaga listrik di kawasan Bakaru padam. Segera setelah adanya pemberitahuan gangguan terjadi, semua bagian di bidang teknik dari ULP dan UP3 saling berkoordinasi untuk mencari solusi.
Begitu pula Pak Jumaing yang sudah standby di GI untuk berkoordinasi dengan pihak Gardu Induk. Akhirnya solusi untuk mengisolasi gangguan sekaligus mengalirkan tenaga listrik menuju tiga penyulang yang padam berhasil diperoleh.
Proses pekerjaanyang dilakukan memakan waktu yang cukup panjang hingga jam 03.00 WITA penyulang kembali teraliri listrik.
Akan tetapi, gangguan tidak berhenti di sana. Keesokan harinya, saat cuaca sedang hujan deras disertai angin tepatnya jam 17.05 WITA, penyulang satu dan tiga kembali trip. Saat itu Pak Jumaing segera menelusuri jaringan untuk mencari penyebab gangguannya.
SEMANGAT PHINISI | 108
Dengan banyaknya pepohonan yang tinggi, kemungkinan adanya ranting terjatuh mengenai jaringan. Alangkah kagetnya beliau, ketika melihat jaringan tertimpa pohon tumbang, disertai robohnya tiang TM (double circuit).
Saat itu beliau melihat dan mengamati kondisi tiang dan jaringan yang terkena pohon tersebut, sehingga didapatkan material apa saja yang dibutuhkan untuk menormalkan jaringan kembali. Di tengah terpaan hujan malam, beliau bersiap dan menunggu ketersediaan material berikut dengan personil yang dibutuhkan. Akan tetapi, karena keterbatasan material tiang pada malam itu tidak dapat terpenuhi, akhirnya keesokan paginya tim dari ULP Pekkabata dan UP3 Pinrang baru dapat terjun ke lokasi.
Pagi itu, seluruh tim tiba di lokasi, Pak Jumaing sudah memulai proses perbaikan sedikit demi sedikit untuk mempercepat pekerjaan. Dengan tibanya tim dari ULP Pekkabata dan UP3 Pinrang, akhirnya pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat pada jam 17.00 WITA.
Dari pengalaman yang dialami oleh Pak Jumaing, dapat kita jadikan sebuah contoh dalam memenuhi tanggung jawab yang telah diberikan.
Dalam keadaan apa pun, termasuk di saat pandemi, malam hari ataupun cuaca yang tidak mendukung, beliau tetap menjalankan tugasnya.
Tidak mengenal keluh kesah, meskipun bekerja malam hingga pagi dan berlanjut kembali hingga matahari kembali akan terbenam pada hari berikutnya. Tidak ada pekerjaan yang tidak terselesaikan, jika ada tekad. Tidak ada rintangan yang tidak dapat dilewati. jika ada keyakinan. Pantang menyerah dan tak kenallelah membuat kita kuat dalam menghadapi tugas dan rintangan apa pun.
SEMANGAT PHINISI | 109
# 11 Hikmah Dibalik Covid-19
Oleh NURUL ASMA – ULP Kalumpang
Covid 19, saat ini menjadi trending topic di seluruh dunia, dalam beberapa bulan terakhir ini. Dalam waktu sekejap, pandemi ini mengubah kebiasaan dunia, termasuk cara kerja di PLN tercinta. Saya adalah seorang staff yang ditempatkan di salah satu Unit Layanan Pelanggan, yang terletak di daerah kawasan wisata.
Covid 19, membuat kebiasaan kerja di unit kami berubah, terutamadi bagian saya yaitu transaksi energi.
Di awal pandemi ini masuk ke Indonesia, PLN telah melakukan beberapa tindakan pencegahan penyebaran virus. Diantaranya meniadakan pencatatan meter yang dilakukan oleh biller, diganti dengan pencatatan by system menggunakan metode rata-rata tiga bulan terakhir. Hal ini wajar dilakukan mengingat para biller sangat berpotensi tertular dan menularkanvirus tersebut. Bayangkan saja, mereka harus bertemu lebih dari 15 ribu pelanggan dalam setiap bulannya. Namun, penyesuaian terhadap kebijakan ini membutuhkan waktu.
Kami menerapkan verifikasi secara berlapis dalam melakukan billing agar tidak terjadi kesalahan. Pertama dengan menerapkan verifikasi by system (AP2T), by verifikator, dan selanjutnya di verifikasi lagi oleh staf.
Inisiatif lain yang kami gunakan untuk menyesuaikan dengan kebijakantersebut antara lain yaitu berdasarkan daerah dan golongan pelanggan. Misalnya pada daerah wisata, karena daerah tersebut telah melakukan penutupan daerah wisata sehingga untuk tarif Bisnis dan semua yang berada di daerah tersebut, tidak bisa dihitung menggunakan metode rata-rata pemakaian, karena jelas untuk pemakaian pelanggan
SEMANGAT PHINISI | 110
SEMANGAT PHINISI | 111 daerah terebut turun. Usaha mereka tutup, bahkan bisa mencapai E-
min sehingga mengurangi complain pelanggan terhadap tagihan listrik.
Pada bulan selanjutnya muncul kebijakan baru yaitu pencatatan mandiri. Pelanggan dapat langsung melakukan pencatatan sendiri dengan mengirim foto dan id pelanggan ke nomor yang telah disediakan oleh PLN Pusat. Munculnya kebijakan baru tentunya membutuhkan effort lagi untuk penyesuaian. Kami segera melakukan sosialisasi ke pelanggan dengan melakukan pembagian brosur, pengumuman ke masjid-masjid dan broadcast via whatsapp ke seluruh Kepala Desa atau Lurah dantokoh masyarakat, serta tetap melakukan verifikasi secara berlapis pada saat proses penghitungan rekening.
Yang saya yakini dengan hal ini, Perubahan itu membuat kita semakin kreatif dan inovatif .Tanpa perubahan kita akan mati dan COVID 19 memaksa kita untuk dapat mengikuti perubahan dalam waktu singkat. Semoga hal ini menjadi berkah untuk kita semua. Amiin
#12 KSA, Tetap Produktif Dari Rumah
Oleh SYAIFUL – UP3 Bau-Bau
Pandemi Covid-19 yang terjadi pada awal tahun 2020 telah “memaksa” kita untuk melakukanupaya-upaya pencegahan penularan dan terpapar virus tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memaksimalkan pengaturan kerja dengan sistem Work From Home (WFH) bagi karyawan “non kritis” atau karyawan yang sifat pekerjaannya lebih cenderung ke administratif. Bagian Keuangan, SDM dan Administrasi (KSA) sendiri merupakan salah satu bagian di UP3 yang hampir seluruh pegawainya melaksanakan WFH, karena pekerjaan yang sifatnya administrative tersebut.
Pekerjaan administratif rutin yang ada di bagian KSA adalah proses verifikasi dokumen tagihan dari vendor yang telah direncanakan untuk dibayar diantaranya adalah dokumen tagihan vendor Tenaga Alih Daya.
Pekerjaan ini sangat penting dan harus terus berjalan, karena jika tidak maka akan berdampak negatif ke PLN dan mitra. Dampak negatif yang dapat timbul bagi PLN adalah tidak tercapainya kinerja penyerapan anggaran, sedangkan dampak negatif bagi mitra/vendor adalah dapat menimbulkan kesulitan finansial atau likuiditas yang pada akhirnya dapat berdampak kepadakinerja pelayanan PLN.
Agar proses verifikasi dokumen tagihan dari mitra kerja tetap dapat berjalan dengan baik, maka Bagian KSA menginisiasi dan membuat SOP khusus untuk penanganan dokumen tagihan dari vendor. Dalam SOP tersebut diatur tentang mekanisme/alur dokumen dari vendor yang akan diverifikasi danpetugas-petugas yang terlibat di dalamnya yang secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut :
Mitra/Vendor memasukkan dokumen tagihan ke Satpam, kemudian satpam men”steril”kan dokumen tersebut dengan menggunakan oven listrik. Setelah itu, dokumen tagihan dibawa ke user untuk diverifikasi. Dari user dokumen di bawa ke bagian keuangan untuk diverifikasi terkait persyaratan bayar. Proses pemindahan dokumen tagihan dari user ke bagian keuangan dan kembali ke kantor dilaksanakan oleh Driver yang disiapkan khusus untuk mengantar dokumen-dokumen tersebut. Kendaraan dan APD disiapkan khusus. Dokumen tagihan yang diterima dan diserahkan terlebih dahulu disterilasasi dengan cara dimasukkan ke dalam oven listrik pada suhu sekitar 60 derajat celcius selama kurang lebih 5 menit. Hingga akhirnya disahkan oleh Manager UP3 Bapak Agus Susanto untuk selanjutnya dikirimke kantor Wilayah.
Dengan adanya SOP penanganan dokumen ini maka pekerjaan rutin yang sifatnya administratif di bagian KSA, dapat tetap berjalan
SEMANGAT PHINISI | 112
SEMANGAT PHINISI | 113 sebagaimana mestinya dan seluruh staf tetap sehat dan produktif
walaupun sedang melaksanakan WFH.
Pada akhirnya, mari kita berdoa semoga kita semua keluarga PLN bersama-sama dapat menjadi lulusan-lulusan terbaik dalam menghadapi ujian pandemi Covid-19 ini.
#13 Pandemi Bertransaksi
Oleh TAUFIK CAHYA J.P. - UP3 Palopo
Sudah hampir tiga bulan lebih, masa pandemi kita alami bersama pada saat tulisan ini dibuat.Perubahan cepat dalam kehidupan sosial sudah mulai terbiasa kita alami, mulai dari anak-anak yangsekolah di rumah, orang dewasa yang bekerja dari rumah (work from home/WFH) dengan gawai yang terhubung jaringan internet, sampai pertemuan melalui video conference yang tidak jarang waktunya sering bertabrakan.
Tentu ada yang senang, ada pula yang bosan, bahkan stres kehilangan pekerjaan. Lalu tentu saja fenomena keluhan pelanggan di media sosial yang tidak terima dengan lonjakan tagihan listriknya.
Bagian Transaksi Energi Listrik (TEL), tentunya bertanggung jawab dalam “menentukan” besaran pendapatan utama PLN, yaitu melalui pendapatan penjualan tenaga listrik. Tugas bagian TEL antara lain melakukan pemrosesan rekening listrik, Proses ini di awali dengan maintenance alat ukuruntuk meningkatkan akurasi, lalu pembacaan kWh meter atau APP, setelah itu dilakukan billing. Selain itu TEL juga bertugas untuk melakukan penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL) sampai dengan survei Basis Data Terpadu untuk penentuan warga yang berhak menerima bantuan subsidi listrik dari pemerintah.
SEMANGAT PHINISI | 114 Proses panjang dan berkesinambungan ini tentunya dapat berjalan
dengan sinergi antar bagian dan stakeholder PLN.
Mas Galang, Supervisor Pemeliharaan kWh Meter PLN UP3 Palopo bertanggung jawab ataskeandalan alat ukur transaksi. Mulai dari pelanggan tegangan rendah sampai pelanggan potensial Tegangan Menengah 20
kV yang menggunakan sistem Automatic Meter Reading (AMR). Di tengah keterbatasan sumber daya yang ada, serta gangguan suplai aliran tenaga listrik yang terganggu akibatkejadian bencana alam seperti longsor, pohon tumbang bahkan petir.
Rekan-rekan Supervisor TEL di semua Unit Layanan Pelanggan (ULP) tetap bersemangat melakukan kunjungan dan pemeriksaan fisik ke lokasi pelanggan walaupun terkadang lokasinya jauh. Namun, hal tersebut tetap harus dilaksanakan dengan menjaga jarak dan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker dan sarung tangan. Alhamdulillah, puji syukur proses pengiriman data angka meter secara otomatis sejumlah 756 pelanggan berhasil 100% dipertahankan setiap bulannya. Ketersediaan dan akurasi data tersebut sangatlah penting, karena menjadi dasar hitungan pundi-pundi pendapatan perusahaan. Dan sebagaibentuk kepercayaan pelanggan terhadap PLN dengan mencantumkan hasil pencatatan yang sesuai dalam invoice.
Untuk mendukung program pemerintah dalam pencegahan penularan virus Corona dan menjaga kesehatan para petugas biller, PLN UP3 Palopo memutuskan untuk tidak melaksanakan kunjungan ke pelanggan untuk pembacaan kWH meter. Pak Anton, Supervisor TEL PLN UP3 Palopo, segera merancang untuk melakukan proses perhitungan tagihan listrik agar mendapatkan hasil akurat. Selain itu, dilakukan sosialisasi kepada pelanggan untuk meningkatkan
partisipasi mereka agar mengirimkan angka kWH meter secara mandiri melalui media WhatsApp (Pencatatan meter mandiri) dilakukan secara massive. Pesan dan flyer tentang cater (pencatatan mater) mandiri disebarkan di akun media sosial (Instagram, Facebook, WhatsApp Grup) korporat, media lokal dan akun pemerintah setempat.
Antusiasme pelanggan pun meningkat, sebuah inovasi baru dari PLN dalam pengiriman angka kWH meter secara mudah oleh pelanggan. Terbukti di hari kelima saat proses pengiriman cater mandiri, jumlah pelanggan yang aktif mengirimkan foto cater mandiri tertinggi se- Wilayah Sulselrabar. Hasil proses billing pun menggembirakan, hal ini dapat dilihat dari tren positif pertumbuhan pemakaian energi listrik sebesar 8,05%, dibanding dengan tahun 2019.
Sejak masa WFH berakhir, Pak Muharram, pegawai senior di Bagian TEL berpesan kepada saya. Bahwa beliau ingin segera melanjutkan aktivitas Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik atau yang sering disebut P2TL. Semangat dan kerja keras beliau menjadi inspirasi bagi karyawan yang masih muda untuk terus berkontribusi terhadap perusahaan. Ditemani oleh Pak Hasri dan Mbak Devy secara bergantian, Pak Muharam tetap menjalankan kegiatan P2TL tersebut setiap hari dengan hasil yang memuaskan.
Sebagai perusahaan penyedia tenaga listrik, PLN pun harus tetap efisien dalan penyaluran energi listriknya. Salah satu indikator kinerja tersebut adalah Susut Distribusi. Pada awal bulan Mei, kabar baik disampaikan oleh Mas Pras Supervisor Pengendalian Susut PLN UP3 Palopo). PLN UP3 Palopo berhasil hijrah ke zona hijau, dengan angka persentase susut single digit. Bagi sebagian unit mungkinini hal yang biasa. Namun, bagi kami ini adalah tantangan luar biasa dalam penyaluran energi listrikmengingat keterbatasan teknis, serta luasnya wilayah kerja secara geografis.
Sekitar dua bulan yang lalu, PLN UP3 Palopo mendapatkan tugas dari pemerintah untuk melakukan survei pencocokan Basis Data
SEMANGAT PHINISI | 115
Terpadu (BDT). Survey ini adalah untuk mendapatkan dataterakhir kondisi warga yang Nomor Induk Kependudukan-nya (NIK) yang berhak mendapatkan subsidi listrik. Sebanyak 3.342 NIK yang akan di survey, jumlah tersebut adalah yang terbesar di unitwilayah Sulawesi selatan. Pak Anton sebagai PIC kegiatan tersebut dan dengan dukungan penuh superteam ULP, serta para stakeholder PLN berhasil menyelesaikan kegiatan survey tersebut di tengah pandemi ini.
Manfaat secara langsung dari kegiatan survey BDT sebelumnya dapat dirasakan saat bantuanlistrik gratis dan diskon bagi pelanggan Tarif Rumah Tanggan 450VA/900VA diberikan pemerintahmelalui PLN. Pada bulan April 2020, sekitar 144 ribu pelanggan pasca bayar dan pra bayar di wilayah kerja PLN UP3 Palopo mendapatkan bantuan sekitar 3,1 juta kWh. Untuk pelanggan prabayar diberikan token listrik secara langsung yang dapat diunduh melalui aplikasi WhatsAPP dan diserahkan langsung kepada pemerintah setempat. Selain bantuan dari pemerintah, para karyawan/karyawati PLN juga ikut memberikan bantuan berupa bingkisan sembako melalui Yayasan Baitul Maal (YBM-PLN) yang diketuai oleh Mas Irwansyah yang diantar secara langsung ke rumah warga yang membutuhkan.
Apabila kita menghitung kerugian atas dampak pandemi Covid-19 tentu tidak sedikit. Namun dalam kondisi seperti ini, kita semua diuji bagaimana merespons atas setiap keadaan dan usaha nyata untuk bertahan dan memberikan manfaat bagi sesama. Sebagai manusia, tugas kita adalah berusaha dan terus berdoa kepada Allah SWT. Berbagai macam tantangan, hambatan dan rintangan akan terasa mudah .Tentu bukan karena kita kuat, tetapi karena Allah SWT mudahkan itu semua. Yakin dan percayalah, banyak berkah dibalik musibah.
SEMANGAT PHINISI | 116
#14 Terang Dalam Lingkaran Pandemi.
Oleh Muh Rizal - ULP TOMONI.
Sejak Presiden Jokowi mengumumkan adanya pasien positif Covid-19 di wilayah Depok, Jawa barat, hampir semua Rumah Sakit di seluruh Indonesia melakukan persiapan untuk menghadapi virus ini, Termasuk RS Lagaligo yang di tanggal 10 Maret 2020 yang juga melaksanakan simulasi penanganan pasien Covid-19.
Kami sebagai insan PLN menyatakan kesiapan untuk mendukung dan menjamin supply listrik ke semua fasilitas kesehatan yang ada, dengan memastikan supply ke RS Lagaligo berlangsung baik.Beberapa aktifitas kami antara lain adalah memeriksa ROW pohon di penyulang yang men- supply RS tersebut dan juga melakukan pemeriksaan instalasi RS Lagaligo. Kondisinya tidak begitu baik, karena salah satu genset RS Lagaligo rusak, sehingga hanya satu unit dengan daya 250 kVA yang siap menyokong kebutuhan Rumah Sakit di saat supply dari PLN terganggu. Padahal daya yang dibutuhkan RS Lagaligo adalah 555 kVA.
Di tengah pandemi covid-19 dan kondisi cuaca yang tidak menentu, PLN sebagai penyedia jasa layanan kelistrikan tetap berkewajiban menjaga kontinuitas supply listrik ke seluruh pelangganPLN. Tentu saja kami juga memiliki kekhawatiran tertular Covid-19 seperti masyarakat lainnya, apalagi para petugas yang sering berada di lapangan.
Risiko tersebut kami minimalkan dengan memastikan petugas menggunakan APD, menjagajarak dan meningkatkan imunitas tubuh. Sayangnya, di awal masa darurat covid-19 di Indonesia, kami kesulitan mendapatkan APD Covid-19 yang memadai. Toko – toko dan apotek sudah kehabisan stokmasker dan sarung tangan, sehingga masih ada beberapa petugas PLN yang harus bertugas tanpa mengenakan APD lengkap sembari menunggu kiriman APD dari UP3 Palopo.
SEMANGAT PHINISI | 117
Selepas Shalat Magrib di kantor, sebelum pulang ke kontrakan saya mampir di warung langganan untuk makan malam. Seperti biasa saya memesan menu favorit saya, nasi ayam bakar rica-
rica dan cah kangkung. Sembari menunggu pesanan datang, saya menyempatkan mengecek WhatsApp (WA) danmembalas beberapa pesan.
Cuaca di Tomoni yang awalnya mendung, disertai hujan gerimis tiba – tiba berubah menjadihujan deras disertai angin kencang dan petir. Kondisi cuaca seperti ini yang sering dikhawatirkan rekan- rekan bagian Jaringan karena tidak jarang menjadi awal mula penyebab gangguan jaringan listrik.
Tidak lama setelah itu, saya menerima WhatsApp dari operator pelayanan gangguan (yanggu). Recloser Kasintuwu di asuhan
Penyulang Mangkutana trip permanen pukul 18:24 WITA. Hal yang dikhawatirkan benar-benar terjadi. Petugas di PLTMH Salunoa pun segera keluar untuk mencari penyebab gangguan, walaupun di tengah cuaca buruk.
Beberapa menit kemudian, petugas menemukan sebuah pohon tumbang di Desa Kasintuwu yang menimpa jaringan. Desa yang terletak dekat dengan perbatasan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah ini memang masuk dalam wilayah hutan lindung sehingga tidak jarang didapati kasus pohontumbang yang akhirnya menimpa jaringan PLN.
# Pohon Tumbang di Desa Kasintuwu
Ponsel saya kembali memunculkan notifikasi WA dari operator Yanggu. Penyulang Tampina yang melayani pelanggan di ULP
SEMANGAT PHINISI | 118
Tomoni dan ULP Malili trip permanen pukul 19:06 WITA. Penyulang tersebut juga menjadi backup atau penyulang kedua yang men-supply pelanggan premium kami, RSUD Lagaligo. Petugas Yanggu (Pelayanan Gangguan) ULP Tomoni pun segeramenelusuri Penyulang Tampinna untuk menemukan penyebab gangguan.
Keadaan ini benar – benar membuat saya tidak tenang, apalagi ketika tiba – tiba lampu di warung tersebut padam yang artinya Penyulang Tomoni yang men-supply daerah tersebut trip. Tepat pukul 19:19 WITA penyulang ketiga yang tumbang malam ini. Saya pun bergegas ke kantor.
Tidak butuh waktu lama untuk sampai dikantor, lima menit perjalanan saja dengan menggunakan mobil. Di ruang bidang Teknik, Piket Operator Yanggu sibuk berkomunikasi dengan Operator Yanggu UP3 Palopo. Tidak lama berselang, kembali datang berita buruk. Penyulang Wotu, yang men-supply RS Lagaligo, trip permanen pada pukul 19:36 WITA. Penyulang keempat yang down malam itu.
Dengan kondisi seperti ini, di mana Penyulang Wotu sebagai supply utama RS lagaligo dan Penyulang Tampinna sebagai backup, keduanya trip permanen, artinya tidak ada yang men-supply RS Lagaligo. RS tersebut memiliki backup Genset 1x250 kVA, tetapi belum cukup medukung seluruh kebutuhan Rumah Sakit. Tim Petugas Yanggu Kantor Pelayanan Lanosi pun segera melakukan penelusuran di Penyulang Wotu.
SEMANGAT PHINISI | 119
Di tempat lain, Tim Yanggu ULP
Tomoni melakukan penelusuran
pada Penyulang Tampinna
melaporkan adanya dua pohon
tumbang yang menimpa jaringan.
Melihat kondisi kerusakan, petugas
memprediksi gangguan tidak dapat
diselesaikan dalam waktu singkat.
Segera piket Operator UP3 Palopo
mengoordinasi untuk melokalisir gangguan. Kemudian dilakukan manuver pada PenyulangTampinna yang men-supply ULP Tomoni dan ULP Malili sehingga sebagian besar pelanggan ULPMalili sudah dapat menikmati listrik.
Petugas Yanggu ULP Tomoni dialihkan untuk menelusuri Penyulang Tomoni. Tidak membutuhkan waktu lama, petugas menemukan adanya ranting pohon di atas jaringan PLN, kemungkinan disebabkan angin kencang tadi. Setelah dibersihkan dan dipastikan jaringan aman sampai diujung, piket operator meminta UP3 Palopo untuk memasukkan tegangan ke Penyulang Tomoni. Setelah sekitar 1 (satu) jam 10 menit, pada pukul 20.29 WITA Kecamatan Tomoni dan sekitarnya pun kembali terang.
Sementara itu di tempat lain, satu – satunya jalan agar RS Lagaligo dapat segera di supply PLN adalah dengan menemukan penyebab gangguan di Penyulang Wotu dan segera mengatasinya. AndiMattalata (Spv. Teknik), Muh. Nawir (Staff Teknik) dan Muh. Syaiful (Pejabat K3L) yang malam itumasih berada di kantor, ikut bergabung dengan Tim Yanggu Lanosi untuk membantu pemulihan Penyulang Wotu.
Setelah beberapa menit melakukan penelusuran jaringan Penyulang Wotu, Tim Yanggu Lanosi menemukan ada pohon tumbang yang menimpa jaringan. Mengetahui kondisi ini, segera SupervisorTeknik memanggil dan mengerahkan Tim KHS Pemeliharaan Jaringan untuk
SEMANGAT PHINISI | 120
SEMANGAT PHINISI | 121 membantu pemulihan di titik gangguan. Beruntung kerusakan di titik
gangguan itu tidak begitu parah.
Tim Yanggu Lanosi yang sedang tidak bertugas ikut membantu melakukan penelusuran dengan menggunakan kendaraan pribadi masing – masing. Berbekal parang dari rumah,mereka membantu membersihkan beberapa pohon yang roboh di jaringan PLN. Pada pukul 21:34 WITA, setelah menyelesaikan perbaikan jaringan yang rusak akibat tertimpa pohon dan memastikan semua pohon yang menyentuh jaringan PLN sudah dibersihkan, Penyulang Wotu kembali ON setelah hampir dua jam padam.
Tim pun segera berpindah ke Penyulang Tampina. Masih ada dua pohon tumbang yang menanti. Untungnya tidak ada tiang yang patah, sehingga hanya dilakukan perbaikan pada Kabel Tegangan Menengah dan aksesoris jaringan yang bermasalah.
Semua tim dikerahkan untuk segera menyelesaikan gangguan tersebut, bahkan rekan – rekandari bidang lain pun ikut membantu dan memberikan support-nya. Muh. Wozali, Supervisor Transaksi Energi) dan Risky Tri Prahesti, Supervisor Pelayanan Pelanggan ikut membantu dengan membawakan air minum, nasi bungkus, serta memberikan semangatnya untuk rekan – rekan di lapangan.
Dengan kerja sama dan semangat yang luar biasa, Alhamdulillah, pada pukul 00:13 WITA gangguan pada Penyulang Tampinna dapat diselesaikan, setelah padam hampir selama empat jam dan gangguan di Recloser Kasintuwu selesai pada pukul 01:18 WITA setelah padam hampir selama enam jam. Proses Recovery kedua penyulang tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama karena keterbatasan personel akibat gangguan empat penyulang di waktu yang hampir bersamaan. Tim pundapat kembali ke rumah masing – masing untuk beristirahat.
Peristiwa apapun bisa terjadi dalam kehidupan kita, seperti Pandemi Covid-19 yang bisa datang membawa banyak hal buruk. Mulai dari
kekhawatiran terjangkit penyakit tersebut, bahkan mengakibatkan perekonomian lumpuh. Namun, yang terpenting bagaimana cara kita menyikapi kejadian tersebut. Bagaimana kita merespons hal tersebut agar tetap dapat memberikan yang terbaikuntuk Perusahaan dan pelanggan – pelanggan kita.
#15 Rasa Khawatir Tak Buat Target Meleset
Oleh Ramadani Wibisono – ULP Bantaeng
PLN ULP Bantaeng adalah salah satu ULP dibawah unit kerja PLN UP3 Bulukumba.
Diarea ini jumlah pelanggan mencapai 50.711, terdiri dari pelanggan pasca bayar 23.082 dan pelanggan prabayar sebesar 27.629 pelanggan. Dari jumlah pelanggan tersebut dicatatkan omzet setiap bulan mencapai Rp24 miliar sampai dengan Rp28 miliar setiap bulannya.
Untuk kabupaten Bantaeng pada bulan Maret statusnya masuk daerah kuning yang artinyaharus berhati-hati, sementara kami harus memenuhi target-target kinerja yang sudah ditanda tangani dalam kontrak kinerja antara PLN UP3 Bulukumba dengan PLN ULP Bantaeng.
Tantangannya adalah bagaimana tetap dapat mengejar target, sementara aktifitas-aktifitas yang memerlukan interaksi kepada pelanggan sangat dibatasi.
SEMANGAT PHINISI | 122
Salah satu target yang membutuhkan effort lebih karena adanya wabah corona ini adalah kinerja Rasio Tunggakan. Di mana target yang diberikan untuk tunggakan listrik di ULP Bantaeng, tidak boleh melebihi Rp30 juta setiap bulan.
Manajemen PLN ULP Bantaeng melakukan rapat khusus terkait pencapaian kinerja rasio tunggakan ini. Semua bagian terlibat dalam rapat ini yang diharapkan dapat memberikan solusi bagaimana mencapai target kinerja rasio tunggakan. Semua petugas biller yang merupakan garda terdepan sangat cemas dengan hal ini karena takut tertular virus Corona ini.
Akhirnya hasil rapat diputuskan bahwa kinerja rasio piutang tetap harus dimaksimalkan, tentunya dengan skema-skema khusus dan tetap memperhatikan aspek kesehatan. Semua petugas diberikan alat APD Lengkap (masker, sarung tangan dan vitamin) setiap hari untuk memperkuat daya tahan tubuh.
Pada tanggal 21 pagi kertas TUL dibagikan kepada Biller per RBM, (Rute Baca Meter), harapannya petugas bisa lebih efisien waktu, karena tidak terpencar-pencar daerah penagihannya. Manajemen PLN ULP Bantaeng juga tidak tinggal diam di kantor. Manajer ULP dan seluruh supervisor ikut melakukan pemutusan di lapangan. Harapannya adalah para biller lebih semangat melakukan penagihan, karena dari manajemen PLN juga turun langsung. Setiap sore dilakukan update tunggakan per Biller, sehingga dapat mengetahui biller mana yang masih besar tunggakannya dan dicarikan solusi.
Tanggal 30 malam saldo tunggakan ULP Bantaeng masih 1.053 pelanggan dengan besaran tunggakan Rp 204.494.851. Para Bller sudah pesimis dengan nilai sebanyak itu mustahil untuk dicapai. Akhirnya pada malam itu,Manajemen ULP Bantaeng melakukan rapat evaluasi dengan memanggil koordinator Biller. Di situ ditemukan masalah beberapa kolektor yang masih menahan pembayaran listrik,
SEMANGAT PHINISI | 123
SEMANGAT PHINISI | 124 padahal pelanggan sudah membayar. Selain itu disepakati bahwa tanggal
31 maret dilakukan gebrast untuk rupiah terbesar.
Dengan niat utama adalah untuk ibadah dan mengamankan
pendapatan PLN, semua tim bergerak.
Manajemen PLN Bantaeng meminta bantuan kepada Polres Bantaeng untuk mendampingi kami dalam bertugas untuk mendatangi para kolektor nakal, dengan ancaman akan diputus serentak untuk pelanggan-pelanggan yang sudah bayar di loketnya tapi belumdicetak. Dan alhamdulillah semua kolektor akhirnya mencetak tagihan listrik pelanggan.
Tanggal 31 Maret pukul 16.00 WITA update tunggakan masih menunjukkan tunggakan pelanggan sebanyak 300 pelanggan dengan tagihan sekitar Rp40.000.000.
Melihat saldo tunggakan tersebut, kami masih berkeyakinan PLN Bantaeng bisa mencapai target nihil tunggakan. Petugas biller pun semakin semangat untuk mendatangi pelanggan-pelanggan yang menunggak. Kami percaya dengan pepatah “Usaha tidak akan mengkhianati hasil”. Biller menagih sampai malam. Dan akhirnya pada sekitar pukul 23.30 PLN ULP Bantaeng berhasil mencapai Target Nihil Tunggakan diluar Kogol 1.
Kami sangat bersyukur mempunyai tim yang solid, bahu membahu mencapai kinerja. Tentusaja yang paling penting ALLAH SWT masih memberikan kemudahan dan kesehatan kepada petugas-petugas PLN yang berada di garda depan. Sehingga target tunggakan nihil dapat dicapai pada bulan Maret 2020 di tengah wabah virus Corona.
Semoga bulan mempertahankan Rasio Piutang
bulan selanjutnya PLN Bantaeng dapat kinerja tunggakan nihil sehingga KPI
dapat dicapai.
#16 Tegak Ditengah Ketidakpastian
Oleh RAMADANI WIBISONO – ULP Bantaeng
Hari kemarin adalah kenangan, hari ini adalah anugerah, hari esok adalah misteri. Sama seperti virus Corona, yang tiba-tiba masuk ke setiap penjuru dunia tanpa adanya izin dan salam. Hari itu, ditengah semangat kami dalam mengembalikan kinerja terbaik di antara semua ULP di wilayah kerjaPT PLN (Persero) UP3 Bulukumba. PLN ULP Bantaeng menghadapi situasi yang sangat sulit karena adanya virus ini. Predikat kinerja terbaik yang sebelumnya selalu kami raih secara berturut-turut pada semester 2 tahun 2018 dan semester 1 2019 harus tergantikan oleh PLN ULP Tanete Pada semester 2tahun 2019.
Target-target kinerja yang sudah di breakdown oleh UP3 Bulukumba kepada PLN ULP Bantaeng sangat menantang, penjualan tenaga listrik ditarget tumbuh 18% dari tahun 2019, Rasio piutang ditarget 0,17%, layanan khusus ditarget tumbuh 50 % dari tahun 2019, Susut ditarget 2%, Gangguan rata rata, jumlah gangguan rata-rata dan energy tidak terjual harus turun drastic lebih 50%.
Dengan target yang sudah sangat menantang, ditambah dengan pandemi COVID-19 ini terasa semakin sulit bagi kami dalam mencapai target dan mengambil alih kinerja terbaik se-UP3 Bulukumba. Program kerja yang telah disusun secara matang oleh seluruh tim PLN ULP Bantaeng, tiba-tiba terasa seperti khayalan semu belaka yang mustahil untuk terealisasikan.
Perasaan cemas dan khawatir menyelimuti hati dan pikiran para pegawai, tenaga alih daya, dan tenaga KHS yang mana beberapa dari kami harus bekerja di luar kantor, berinteraksi dengan para pelanggan, bertemu dengan beberapa orang, bekerja sama dengan para pekerja di unit lain, dan masih banyak lagi. Ketakutan selalu terngiang-ngiang di pikiran kami, namun kami ingat bahwa kehidupanmemang tidak mudah.
SEMANGAT PHINISI | 125
Bukankah setelah adanya kesulitan pasti selalu ada kemudahan?. Secercah semangat kembali merasuki relung hati kami, meskipun rasionya sangat sedikit.
Di awal Maret, kami melakukan rapat khusus terkait usaha mencapai target kinerja yang telahditetapkan.
Denganmemberikan motivasi kepada seluruh pegawai, tenaga alih daya dan tenaga KHSagar menggantikan pikiran negatif dan ketakutan mereka, dengan sebuah pikiran-pikiran positif yang dapat menumbuhkan semangat baik, dari fisik maupun ketenangan jiwa.
Tentunya kami menyiapkansegala fasilitas sebagai bentuk perhatian kepada para karyawan yang menjadi ujung tombak lapangan, agar merasa aman dalam menghadapi pandemi COVID-19. dengan menyiapkan beberapa APD (Alat Pengaman Diri) lengkap untuk petugas yang berada di garda terdepan.
Dengan adanya fasilitas berupa APD lengkap, semangat kami tumbuh menjulang tinggi dan semakin mantap dalam mencapai kinerja-kinerja yang telah ditetapkan.
Tugas kami dalam menjaga kehandalan pasokan listrik yang didasarkan dengan niat ikhlas untuk melayani masyarakat tanpa mengharapkan imbalan, serta tak lupa kami pun selalu berdoa kepada Allah agar senantiasa diberikan keselamatan dan kesehatan di setiap pekerjaan yang dilakukan.
Dalam rapat kerja periode Triwulan I 2020 PLN ULP Bantaeng berhasil menduduki kembalisinggasananya yang sempat tergantikan, yaitu menjadi peringkat 1 dari 7 ULP sebagai pencapaian kinerja terbaik.
Kinerja gangguan penyulang kami turun setiap bulan, yang tentunya kinerjatingkat gangguan juga semakin membaik. Meskipun penjualan
SEMANGAT PHINISI | 126
secara total mengalami penurunan dikarenakan produksi pelanggan Tegangan Tinggi (PT Huadi mengalami penurunan secara drastis), tapi growth di luar Huadi naik menjadi 9,90% dibanding tahun lalu.
ULP Bantaeng juga dapat menyambung pelanggan baru sebanyak 510 pelanggan pada bulan April 2020. Semoga realisasi kinerja ini bertahan sampai dengan akhir semester, bahkan sampai dengan akhir tahun 2020.
Target kinerja ini dapat kami capai berkat kerja keras dan semangat yang membara dari semua pihak di ULP Bantaeng, walaupun mereka harus bertaruh nyawa akibat virus corona yang kami sendiri bahkan tidak tahu ciri-ciri fisiknya. Semoga dengan ini kami tidak hanya terus bertumbuh kembang dan menghasilkan ide-ide yang cemerlang. Namun, juga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat layaknya tumbuhan yang terus tumbuh ke atas, kemudian berbunga hingga menghasilkan buah yangdapat dimanfaatkan kita semua.
#17 Tetap Optimis Meraih Asa
Oleh ANDHIKA PRADANA – ULP Sinjai
Tahun 2020, ini terasa berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya. Kegiatan pada awal tahun,Rapat Kerja dan Employee Gathering terasa tidak ada artinya. Rencana dan target kinerja yang sudahsejak awal kami siapkan bersama teman – teman ULP, seperti angin lalu ketika Pandemik COVID-19 menyelimuti masyarakat Indonesia.
Pada Bulan Februari sebelum Pandemi terjadi, seperti biasa kami di ULP Sinjai mengadakan Raker sekaligus Employee Gathering, kami optimis target penjualan dapat tercapai dengan masuknya Premium Government (pelanggan premium khusus kantor Pemerintahan Daerah) dengan
SEMANGAT PHINISI | 127
total 15 pelanggan, yang dapat terealisasi pada tahun 2020.Bahkan teman – teman teknik sudah menyiapkan penanganan gangguan secara cepat dan tepat, jikalau terjadi bencana banjir dan tanah longsor yangsering terjadi di Kabupaten Sinjai.
Namun, pada Bulan Maret 2020 pemerintah mengumumkan Darurat COVID-19, dan dampaknya terasa bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Tidak ada mitigasi, tidak ada persiapan.Semua target dan realisasi kinerja tak mungkin dicapai. Kondisi ini dialami hampir sebagian besar pegawai dan alih daya yang sudah mulai takut untuk bekerja, takut untuk melayani gangguan, dan sebagainya. Segala macam ketakutan terasa menumpuk menjadi satu, padahal APD K3 sudah kamisiapkan semua.
Memang benar apa yang dikatakan Budayawan Emha Ainun Nadjib, yang mengatakan bahwa ada virus yang jauh lebih berbahaya daripada COVID-19, yaitu virus pikiran negatif yang merasuk pada diri seseorang.
Kondisi ketakutan yang muncul pada diri teman – teman, harus segera direduksidan dihilangkan. Jika sebelumnya saya
mendelegasikan pencapaian kinerja pada semua supervisor ULP, saat ini saya meminta agar semua koordinator alih daya juga ikut berpikir kreatif di tengah badai Covid-19.
Jika gagal mengatasi suatu permasalahan, cari opsi solusi yang lain, dan jika masih gagal cari kembali, sampai ketemu solusinya. Koordinasi dengan semua teman – teman Kantor pelayanan juga berubah, yang biasanya bertemu langsung kini menggunakan aplikasi Video Conference.
SEMANGAT PHINISI | 128
Sering saya sampaikan kepada semua teman – teman ULP, bahwasanya someday, kita semua akan dipanggil menghadap kehadiratNya. Bekal apa yang bisa kita pertanggungjawabkan kelak dihadapanNya? Inilah moment kita semua untuk melayani pelanggan, bukan hanya sepenuh hati tetapi sepenuh jiwa. Pada Bulan April 2020, mulai terlihat kembali gairah teman – teman untuk bekerja, bahkan koordinator Biller yang sebelumnya takut untuk keluar pemutusan dan mencatat meter, sudah mulai aktif kembali bekerja setelah kami treatment secara khusus.
Untuk Teman – teman pelayanan teknik, saya mengakui luar biasa semangatnya meski gaji dari vendor setiap bulan terlambat.
Pada Bulan ini pula, kami dapat kabar yang luar biasa dari Manajer UP2K Sulsel Bapak Alamsyah Anwar dan Manajer UP3 Bulukumba Bapak agus Susanto bahwa enam dusun di Kabupaten Sinjai bakal di energize pada bulan April 2020, dan menyusul 12 Dusun pada Bulan Mei 2020.
Alhamdulillah, dengan estimasi 500 calon pelanggan yang bakal masuk, dari Energize Dusun dapat mensubstitusi harapan yang sempat pupus yaitu Premium Government. Memang semenjak Covid-19 ini terjadi, hampir semua Bisnis danIndustri “tiarap”, Pemerintah Daerah pun sama, akibat Pandemik ini membuat pendapatan asli daerahnya merosot.
Probing? yang telah dijadwalkan berubah menjadi hanya layanan kesehatan yang dapat di Probing guna meningkatkan penjualan KWh. Saya bersyukur, RSUD Sinjai sendiri telah menjadi pelanggan premium Silver 640 kVA pada Bulan Januari 2020.
Memang mental yang menentukan kualitas pada diri seseorang. Meski skill bagus, tetapi tidak ditunjang dengan mental yang positif dan optimis hasilnya hanya omong kosong belaka.
SEMANGAT PHINISI | 129
SEMANGAT PHINISI | 130
Pada Bulan Maret – April 2020, kami semua hanya fokus membenahi mental, dari saya sendiri, supervisor, staf hingga alih daya. Kami berfokus menjadikan semua
teman – teman di ULP Sinjai ini menjadi manusia yang bermental tangguh. Semua pekerjaan pada masa Pandemi COVID-19 ditunjang oleh APD K3berupa masker, hand sanitizer, tempat cuci tangan pada mobil Yantek, sehingga tidak ada kata menyerah pada keadaan. Hasilnya dapat dilihat pada rekaman data kinerja pada Bulan Januari – April 2020.
Pada Bulan April 2020, justru kinerja semakin membaik. Susut meski masih prediksi mencapai angka 3,11 (Susut terendah dari tahun – tahun sebelumnya), bahkan gangguan penyulang dan recloser semakin menurun, dan nantinya target kami menjadi Zero Gangguan.
Untuk penjualan KWh meningkat, berkat beredarnya anjuran pemerintah untuk Stay at Home dan Energize 6 Dusun di Kabupaten Sinjai. Penjualan KWh Rumah Tangga meningkat menutupi penjualan KWh segmen Bisnis dan Industri yang menurun. Melihat pencapaian kinerja di atas, meski pada kondisi yang memburuk sekalipun, masih ada cara atau celah yang bisa digunakan untuk lebih meningkatkan pencapaian kinerja menjadi lebih maksimal, kalau perlu bukan lagi berpikir “Out of the Box” tetapi “ NO BOX” sekalipun.
Vivere Pericoloso disadur dari Pidato Presiden pertama Indonesia Ir Soekarno, “Hidup Berbahaya” jika dulu musuhnya jelas, sedangkan saat ini musuhnya tidak nampak yaitu Covid-19.
#18 Target Adalah Kehormatan
Oleh Nurkawali — UIW Sulselbar
“Luar Biasa, untuk hadiah akhir tahun Desember 2020 semoga seluruh ULP dan UP3 se Sulselrabar bisa NIihil Non Kogol 1, kami yakin dengan semangat yang luar biasa bisa diwujudkan. “Ayo semangat Ewako”, begitu sapaan awal bulan Desember dari Pak Ismail Deu untuk menyemangati seluruh ULP & UP3 mewujudkan Nihil tunggakan 2020.
“Ayo Bapak dan Ibu agar dipastikan pelanggan nunggak posisi sudah diputus dilapangan, target UIW Sulselrabar Nihil per 31 Desember 2020”, sahut pak Nurkawali selaku penanggung jawab Administrasi Pelanggan.
Untuk mewujudkan mimpi tersebut, seluruh ULP & UP3 membuat komitmen Nihil pada Desember 2020. Dimulai ULP Pekkabata yang membuat target tanggal 20 Desember 2020, diikuti Bombana 25 Desember 2020, Kolaka 30 Desember 2020, Kalibajeng 30 Desember 2020, Sinjai 27 Desember 2020, Wonomulyo 21 Desember 2020, Pasangkayu 25 Desember 2020, Uloe 20 Desember 2020, Malinau 25 Desember 2020, Telluboccoe 23 Desember 2020 dan seterusnya hingga 60 ULP semua membuat komitmen utk Nihil paling lambat 31 Desember 2020.
SEMANGAT PHINISI | 131
“Sang Rajawali menunjukkan akan kuatnya sambaran cakar emas, ampuhnya kepakan sayap baja, tajamnya mata pengintai dan tingginya
semangat sang penakluk. akan tergores, pena
Sejarah akan mencatat, Tinta akan menulis Sulselbar
tambahan Mundhakir.
dilakukan pagi dan sore efektifitas penagihan Pelunasan harian juga
dengan hari sebelumnya periode sama pada bulan masing unit memberikan disajikan, dilakukan evaluasi
SEMANGAT PHINISI | 132
Nihil
Monitoring
untuk
dan pemutusan. dibandingkan antara maupun dengan berikutnya. Masing- respon atas data yang dan support yang dibutuhkan.
2020”,
harian melihat
Tanda-tanda terwujudnya mimpi mulai nampak. Seluruh sub unit pelaksana sudah mulai mengatur strategi, menata personel dan melengkapi berbagai sarana untuk mewujudkannya.
Gelora didada menutup 2020 dengan pencapaian spektakuler. Semangat Phinisi terus berlayar menerjang badai untuk menggapai “Siri” makin membara. Tahun ini harus ada yang istimewa, begitu kira-kira yang tergambar dalam pikiran para punggawa. Sekarang saatnya atau tidak sama sekali, sungguh luar biasa.
Kejutan awal diberikan, ketika Mbak Septiananda dari ULP Mawasangka melaporkan.
“Assalamualaikum wr wb. Alhamdulillah berkat kerja keras dan kerja cerdas seluruh bidang dan SDM ULP Mawasangka dan UP3 Bau-Bau, terukir sejarah baru untuk ULP Mawasangka yang mampu nihil sebelum ada tunggakan pada tanggal hari Jum’at, 18 Desember 2020. Terima kasih sebesar besarnya atas seluruh kerjasama tim yang sangat baik dan dukungan dari seluruh Manajemen UIW Sulselrabar dan UP3 Bau Bau