The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aziza.nimah, 2022-01-10 01:11:37

Semangat Phinisi

yang turut serta membantu dalam mensukseskan pencapaian ini. Semoga ULP Mawasangka selalu jaya dan terdepan. ULP Mawasangka, Berakhal, Andal, Terbaik,” ujarnya.
Sontak, seakan tak percaya karena inilah pertama dalam sejarah lunas tanggal 18. Disaat masih memonitor pelunasan harian dan memprediksi rekening tunggakan tanggal 20 Desember, diluar dugaan dan diluar nalar sudah ada yang bisa nihil tanggal 18 Desember. Kok bisa ya ?, banyak yang tidak percaya setelah melakukan croscek di sistem AP2T dan ternyata betul terjadi, barulah mengucapkan selamat. Dan akhirnya rame rame memberikan ucapan selamat..
“Kado yang indah laksana mawar yang merekah. Mewangi semerbak yang menggugah. Dari rajawali ULP Mawasangka yang terbang gagah Wujud kepedulian dan antusiasme yang tak pernah surut dan pantang pulang sebelum Nihil
Semoga semua menjadi lebih berkah,”ungkap Pak Dahniar, MULP Mawasangka.
Tidak kalah seru, dari UIW memberikan apresiasi tinggi. “Sejarah telah mencatat, pena telah menulis, tinta telah tergores di Jumat berkah menjadikan Mawasangka menjadi Nihil Tunggakan Desember 2020 sebelum batas akhir pembayaran. Spektakuler karya sang rajawali mengukir prestasi sebagai wujud penghargaan pada diri yang penuh dedikasi,” sahut Mundhakir.
SEMANGAT PHINISI | 133


SEMANGAT PHINISI | 134
Berikutnya, tanpa basa basi dan laporan di group, ULP Pekkabata Nihil tanggal 19 Desember 2020. ULP Pekkabata adalah pemegang rekor Nihil tanggal 20 selama satu tahun lebih.
Pekkabata ternyata tidak puas dengan pencapaian selama ini dan ambil langkah jitu untuk mempercepatnya.
“Alhamdulillah dengan doa dan kerja keras tim ULP Pekkabata dapat kami tutup tahun 2020 ini dengan nihil diluar kogol 1 di tanggal 19 Desember 2020, terima kasih kepada jajaran manajemen UP3 Pinrang dan UIW sulselrabar serta rekan-rekan se-UP3 Pinrang atas support dan doanya sehingga kami dapat bekerja secara maksimal,” kata mas Muh Solikhin Al Rajabi, MULP Pekkabata.
Sebagai rasa syukur kami kepada Allah Tuhan semesta alam kami wujudkan dengan sedikit berdonasi kepada masyarakat dalam program "Light Up the Dream", semoga menjadi keberkahan dalam menatap tahun 2021.
“Terima kasih kepada bapak Mundhakir dan ibu Rizky sebagai inspirator kami dan seluruh jajaran manajemen yang sudah memberikan support terbaik kepada kami,”tuturnya lagi.
Disusul pak Said, MULP Tellue Boccoe melaporkan. “Alhamdulillah hasil kerja iklas dank eras pejuang nihil Tellu Boccoe, akhirnya gol,”serunya.
Saling bersautan memberikan ucapan selamat untuk memberikan apresiasi kepada Tellue Boccoe atas prestasinya. “Sejarah kembali mencatat, tinta kembali tergores, pena kembali menulis, Pak Said dan Tim TBE menorehkan sejarah di tahun 2020. Rajawali TBE


SEMANGAT PHINISI | 135 memberikan bukti akan kuatnya komitmen dan aktualisasi peng harga
an akan potensi diri nya. Selamat sang rajawali” kata Mundhakir
Tidak berselang lama, disusul oleh Tomoni. Siang ini hari makin cerah, para rajawali makin bergairah, semua terasa indah, komitmen yang dibuat menjadi lebih mudah, sampai tak terasa Piutang sudah punah. Sejarah telah mencatat, tinta telah tergores, pena telah menulis Bang Rizal & Tim Tomoni telah melewati semuanya. Nihil tanpa sisa. Selamat para rajawali atas prestasinya.
Senja menandai pergantian siang dan malam, waktu istirahat setelah berjuang seharian, menuntaskan setiap amanah yang diberikan. Azan berkumandang, piutang tidak ada yang terhutang, Sinjai menunjukkan komitmen tangguhnya seorang pejuang, takkan menyerah sebelum menang. Sejarah telah mencatat, tinta telah tergores, pena telah menulis Bang Andi Selle & Tim Sinjai memiliki DNA rajawali. Selamat para rajawali.
Raha sangat terinspirasi dengan tetangganya. Panasnya lingkungan tidak mengendorkan semangatnya, rintangan yg ada justru makin jitu strateginya. Hadangan yang ditemui menguatkan perjuangannya, hasil yang diperoleh tidak akan mengkhianati prosesnya. Sejarah telah mencatat, tinta telah tergores, pena telah menulis ketangguhan Rajawali Raha menunjukkan jati dirinya komitmen yang dibuat mampu dilampauinya.
Alhamdulillah, srikandi Pangkep menunjukkan kedigdayaannya, kecerdikan, keuletan, ketelitian setiap proses menghantarkan pada prestasi luar biasa. Semangat tinggi yang dimiliki, diiringi eksekusi pasti dari tepatnya strategi, menjadikan semua dapat diraih dengan pasti. Sejarah telah mencatat, tinta telah tergores, pena telah menulis Tim Pangkep dan bu Riri memenuhi komitmennya. Selamat srikandi rajawali.


Unaaha telah memperlihatkan jatidirinya, kembali ke pada rel yang semestinya. Menunjukkan semangat dan komitmen untuk terus kontribusi maksimal menjadi yang terbaik. sejarah telah mencatat, tinta telah tergores, pena telah menulis ketangguhan Rajawali Unaaha dalam menuntaskan komitmen yang dibuatnya. Selamat pak Cris & Tim Unaaha, para rajawali.
Rajawali gunung jadi pembuka, terbang tinggi melihat situasi yang ada, dari balik spatudea dia berada. Terjangan hebat untuk menghabiskan hambatan yang ada, untuk selanjutnya berkata, piutang Malino telah sirna. Sejarah telah mencatat, tinta telah tergores, pena telah menulis bukti eksekusi, eksekusi, eksekusi untuk menghasilkan prestasi. Rajawali gunung Malinau memang beda.
Tim Benu Benua & Cak Ardianto memang luar biasa, dengan gagah kembali menunjukkan eksistensinya. Sebagai tim kuat yang siap memberikan kontribusi nyata, sadar bahwa cash itu sangat bermakna cash is the King. sejarah kembali mencatat, tinta telah tergores, pena kembali menulis Benu Benua pantas kembali ke singgasana, sebagai rajawali yang pegang komitmennya.
Alhamdulillah wa syukurillah. Barakallah Mas Rama & Tim Bantaeng. Kesungguhan yang diwujudkan dengan kerja cerdas dari seluruh tim, bersinergi dan saling kolaborasi, bahu-membahu mampu menuntaskan komitmen yang disampaikan. Sejarah mencatat, tinta tergores dan pena tertulis Bantaeng menunjukkan kelasnya. Dan dengan kerendahan hati, mewujudkan kemudahan dari Allah dengan mensyukurinya melalui kegiatan berbagi, peduli, barakallah, semoga menjadi amal jariah.
Alhamdulillah, Keren bro Ramadhoni Hazli & Tim Palopo Kota. Menutup hari dengan pasti prima, setiap langkah jadi bermakna, dengan keteguhan dan gelora membahana, dekat tekad dan semangat menggelora, mengerahkan seluruh potensi yang ada untuk terus berkontribusi dan memberi warna, mewujudkan komitmen yang
SEMANGAT PHINISI | 136


terpatri didada, Palopo Kota Pasti Prima. Sejarah mencatat, tinta tergores, pena menulis Bro Dhoni & Tim Palopo Kota menunjukkan jatidirinya, sebagai rajawali yang siap dengan segala tantangan yang dihadapi
Alhamdulillah, sesuai prediksi Pak Haji Maskur & Tim Mattirotasi akan memenuhi komitennya. Rajawali tidak akan menodai kesakralannya. Terbang tinggi, menukik tajam menyambar mangsa tanpa peduli rengekan induk ayam yang diketahui tunggakan harus Nihil tanpa alasan. Sejarah mencatat, tinta tergores, pena menulis pak Haji Maskur & Tim Mattirotasi pejuang tangguh yang tahu dimana harus berdiri.
Mas Vincent & Tim Makale memang andalan, semua bisa dijadikan peluang. Hujan yang mengguyur dan masyarakat dalam suasana libur tidak menjadikannya mundur apalagi tarik ulur. Gas semakin kencang, babat habis semua pialang
walaupun banyak aral melintang. Bagi Makale bukanlah alasan pulang, sebelum pelanggan melunasi utang. Sejarah kembali mencatat, tinta telah tergores, pena kembali menulis Makale memenuhi komitmennya sebagai rajawali.
Terbaik Mas Joko Tri & Tim Rantepao. Pemda yang dikhawatirkan bisa diselesaikan dengan komunikasi yang menawan, pelanggan yang bandel bisa tuntas dengan di bredel, rumah kosong mau bayar karena petugas tegas SR dipotong, pelanggan marah mau mengalah karena petugas pandai nahan amarah, ada yang pura-pura lupa dibuatnya tidak berdaya. Semua tuntas karena sinergi dan kolaborasi yang cerdas. Rantepao telah menjelma jadi tim rajawali sejati. Sejarah telah mencatat, tinta telah tergores, pena telah menulis Mas Joko Tri & Tim Rantepao menunjukkan komitmennya.
SEMANGAT PHINISI | 137


Alhamdulillah, wa syukurillah jalan terjal yang telah dilalui makin menguatkan punggung dan kaki menapak, beban pesimistis sebagaian yang menghantui mampu menguatkan pundak untuk mengangkat. Tak hanya itu rintangan dan hadangan kanan kiri mampu mengeraskan tangan tangan untuk mengepal.
Dengan sinergi, kolaborasi dan semangat membara dalam dada untuk mengeksekusi mengantarkan Sungguminasa ke tangga juara, dan dengan lantang berkata Sungguminasa bisa, Sungguminasa sang juara Sungguminasa telah menjelma sebagai rajawali perkasa, tempat bermayan Raja Gowa. Babak baru telah lahir. Sejarah telah mencatat, tinta telah tergores. Pena telah menulis mulai hari ini Pak Amiruddin & Tim Sungguminasa menancapkan tonggak yang indah dan membanggakan.
Alhamdulillahi Robbilalamin, yang dinanti akhirnya Lunas juga 100% walaupun ada sedikit drama menyangkut rekening ompongnya tapi ikhtiar yang luar biasa dari pasukan ULP Panakukang berbuah manis menjadi ULP pertama di Kota Makassar yang berhasil nihil. Ingin membuktikan bahwa tekad yang kuat, ikhtiar dan disertai doa pasti bisa mewujudkan sejarah baru untuk rekening lunas 100%. Terima kasih pak Dwija, Ikhsan dan Tim ULP Panakukang. Selamat
Alhamdulillah, wa syukurillah, tiada kata yang pantas diucapkan selain kesyukuran, kebahagiaan sesungguhnya setelah menaklukkan target menantang.
Perjuangan sensasional dan emosiaonal berhasil dilalui, kerikil-kerikil tajam tidak melemahkan kaki, cibiran dan rengekan tidak mampu menggoyahkan nurani dengan cerdas, tegas, lugas akhirnya bisa tuntas.
Sinergitas, kolaborasi dan team work yang kuat dan doa tulus dengan bangga mewujudkan mimpi yang telah sangat lama dinanti, yang
SEMANGAT PHINISI | 138


dianggap mustahil untuk diwujudkan. Kini Panankkukang sangat layak menduduki karpet merah juara dan menjelma menjadi rajawali digjaya. Sejarah telah mencatat, tinta telah tergores, pena telah menulis dengan sangat indah Mas Dwija & Tim Panakkukang menjadikan target adalah kehormatan bagi pejuang sejati.
Alhamdulillah wa syukurillah. sejarah telah mencatat, tinta telah tergores, pena telah menulis babak baru di Sulselrabar, nihil tunggakan 2020 ajang pembuktian komitmen para jawara rajawali bahwa target adalah kehormatan.
Alhamdulillah, ULP Panakkukang berhasil nihil tunggakan Desember 2020 berkat kerja keras Tim ULP dan support yang luar biasa dari UP3 Makassar Selatan dan UIW Sulselrabar.Semoga selanjutnya bisa tetap konsisten dan lebih maksimal.
Barakallah Bli Dwija & Tim Panakkukang. Dengan kerendahan hati dan kehalusan budi, prestasi membanggakan pantas disyukuri dengan berbagi masyarakat yang membutuhkan. Kebahagiaan hakiki saat melihat orang lain bahagia dan kebahagiaan berlipat bagi yang melakukannya. Terbaik Panakkukang, semoga Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa merahmati dan meridhoinya
Nihil ULP se Makassar Raya menjadi sejarah baru juga. Jangan ditunda tunda untuk ULP Karebosi dan ULP Daya, Pak Saerul Saguni Manager ULP Karebosi beserta Team dan Pak Sul Sandy Manager ULP Daya beserta Team.
Semoga hari ini menjadi penutup yang manis dari perjuangan teman- teman dalam mencatatkan sejarah pelunasan rekening 100% Tahun 2020.
Kabar baik juga datang dari ULP Mattoangin berhasil mengukir sejarah dengan nihil tunggakan pada 2020. Hal itu bisa diwujudkan atas
SEMANGAT PHINISI | 139


semangat dan tekad untuk mewujudkan komitmen dari Pak Ilyas, mas Rifky bersama timnya, atas kerja keras, monitoring sampai seluruh rekening dapat Lunas 100% sehingga menjadi pelengkap 6 ULP di UP3 Makassar Selatan.
Begitu juga pada Pak Saerul dan Tim ULP Karebosi mengantarkan UP3 Makassar Utara menuju garis finish nihil tunggakan dan sebagai penutup nihil tunggakan se-UIW Sulselrabar.
Daftar ULP Nihil Rekening Listrik Desember 2020 :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.
10. Kalumpang 21 Desember 2020
11. Wangi Wangi 21 Desember 2020
12. Tanete 21 Desember 2020
Mawasangka 18 Desember 2020 Pekkabata 19 Desember 2020 Telluboccoe 20 Desember 2020 Uloe 20 Desember 2020 Patangkai 20 Desember 2020 Paria 20 Desember 2020 Lakawan 20 Desember 2020 Selayar 20 Desember 2020
Majene 20 Desember 2020
13. Wonomulyo 21 Desember 2020
14. Mamasa 22 Desember 2020
15. Pasar Wajo 22 Desember 2020
16. Bombana Desember 2020
17. Enrekang 22 Desember 2020
18. Hasanuddin 23 Desember 2020
19. Sengkang 23 Desember 2020
20. Tomoni 23 Desember 2020
21. Sinjai 23 Desember 2020
22. Rappang 23 Desember 2020
23. Pajalesang 23 Desember 2020
SEMANGAT PHINISI | 140


24. Malili 23 Desember 2020
25. Raha 23 Desember 2020
26. Bau Bau Kota 23 Desember 2020 27. Pasangkayu 23 Desember 2020
28. Polewali 23 Desember2020
29. Pangkep 23 Desember 2020
30. Unaaha 24 Desember 2020
31. Malino 24 Desember 2020
32. Manakarra 24 Desember 2020
33. BenuBenua 24 Desember 2020
34. Kariango 24 Desember 2020
35. Konawe Selatan 24 Desember 2020 36. Kolaka Utara 24 Desember 2020 37. Kalebajeng 25 Desember 2020
38. Takalar 25 Desember 2020
39. Wua Wua 25 Desember 2020
40. Belopa 26 Desember 2020
41. Kolaka 26 Desember 2020
42. Sawitto 26 Desember 2020
43. Jeneponto 26 Desember 2020
44. Panrita Lopi 27 Desember 2020 45. Bantaeng 27 Desember 2020
46. Barru 27 Desember 2020
47. Masamba 28 Desember 2020
48. Soppeng 28 Desember 2020
49. Palopo Kota 28 Desember 2020 50. Tanrutedong 28 Desember 2020 51. Mattirotasi 29 Desember 2020
52. Maros 29 Desember 2020
53. Makale 29 Desember 2020
54. Rantepao 29 Desember 2020
55. Pangsid 30 Desember 2020
56. Sungguminasa 30 Desember 2020 57. Panakkukang 30 Desember 2020
SEMANGAT PHINISI | 141


58. Mattoanging 31 Desember 2020 59. Daya 31 Desember 2020
60. Karebosi 31 Desember 2020
DAFTAR UP3 NIHIL REK LISTRIK BLB DES 2020 :
1. Watampone 23 Desember 2020
2. Bau Bau 23 Desember 2020
3. Mamuju 24 Desember 2020
4. Kendari 26 Desember 2020
5. Pinrang 26 Desember 2020
6. Bulukumba Desember 2020
7. Palopo 29 Desember 2020
8. Parepare 30 Desember 2020
9. Makassar Selatan 31 Desember 2020
10. Makassar Utara 31 Desember 2020
Alhamdulillah, sebanyak 60 ULP telah mencatatkan diri di daftar "Kehormatan" ini sebelum matahari 2020 terbenam.
Para sahabat telah mencatatkan diri dalam sejarah PLN UIW Sulselrabar bahwa dijaman sahabat-sahabatlah UIW Sulselrabar memulai sejarah "Nihil" Tunggakan.
Catatan sejarah ini tidak boleh lagi ternodai, angka "0" atau zero tunggakan selalu terpatri dalam diri. Zero tunggukan harus muncul setiap bulannya, karena hal ini bukan "kemustahilan". Bbukan hanya mimpi, tapi nyata.
Selamat para sahabat, terimakasih, terimakasih dan terima kasih. Selamat Tahun Baru 2021 . Ini bukan lagi prestasi apalagi gengsi tetapi legacy dan aktualisasi diri.
SEMANGAT PHINISI | 142


BAB 4
KEANDALAN SAMPAI KE PELOSOK NEGERI
SEMANGAT PHINISI | 143


SEMANGAT PHINISI | 144
" Battu riawaki Appaenteng"
Dari bawah mulai mendirikan
Makna :
Untuk membangun suatu bangsa, maka dimulai dari membangun masyarakat paling bawah


#1 Terang Di Kalumpang
Oleh Hendra Herianto R. – ULP Kalumpang
Pada saat pembagian SK mutasi, alhamdulillah saya mendapat amanah tanggung jawab sebagai PLT Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kalumpang. Yang terlintas dipikiran saya, pertama kali adalah rasa bangga dan senang, tetapi juga ada rasa takut.
Takut karena ULP Kalumpang, dikenal sebagai ULP yang tiap bulannya nihil saldo tunggakan, serta mempunyai penyulang yang ternyata masuk dalam daftar tiga besar terbanyak gangguannya sewilayah Sulselrabar. Harapan saya ketika nanti sudah di ULP Kalumpang adalah saya tetap mampu mempertahankan predikat nihil tunggakan dan menurunkan gangguan penyulang di sana.
Saya mengumpulkan semua teman-teman pegawai dan teman tenaga alih daya untuk saling berkenalan, kemudian mulai memetakan permasalahan dan bagaimana cara mengatasinya.
Setelah berdiskusi dan melihat data yang ada, permasalahan yang paling besar ada di bidang teknik. Gangguan penyulangnya bisa dibilang tiap hari trip, di mana ini mempengaruhi kinerja semua bagian. Susut bertambah karena hilangnya penjualan kwh, penagihan tunggakan kurang lancar karena keluhan masyarakat akibat sering padam.
“Bagaimana mau bayar listrik kalau sering mati lampu?”
Begitulah keluhan yang datang dari sebagian masyarakat, jika didatangi petugas biller.
Belum lagi keluhan dari pelanggan potensial kami, khususnya yang memiliki tambak dan hotel yang berada di kawasan wisata pantai Tanjung Bira.
SEMANGAT PHINISI | 145


Sebagai upaya untuk mendekatkan dan menjalin komunikasi yang baik terhadap para pelanggan potensial, kami membuat grup WhatsApp yang berisikan info-info seputar kegiatan PLN.
Diantaranya pemeliharaan terencana atau saat terjadi gangguan. Di sana, pelanggan bisa langsung bertanya dan mengkomunikasikan keluhannya kepada kami.
Kemudian untuk persoalan menurunkan gangguan penyulang, saya kumpulkan teman-teman Teknik, Yanggu dan pegawai. Kami berdiskusi untuk mencari tahu apa yang menjadi penyebab terjadinya trip pada penyulang.
Analisa mulai kami lakukan, dengan cara melihat catatan pada jam berapa penyulang tersebut trip, lokasinya di mana, berapa besar arus gangguannya, pada kms berapa dan sebagainya. Dari sana kami kemudian mengambil kesimpulan bahwa pernyebab gangguan pada JTM adalah 70% Binatang.
Bulan pertama. Kami melakukan inspeksi tuntas secara keseluruhan. Ditemukan ada beberapa isolator yang pecah, kemudian pemeriksaan titik hotspot di jumperan Jaringan Tegangan Menengah (JTM), pengukuranArrester dengan menggunakan alat ADD (Arrester default detector), pemasangan pipa/selang dikawat JTM yang menggunakan pengikat kawat, pohon yang mendekati JTM, binatang naik ke JTM melalui kawat skur dan JTR.
Selama tiga bulan kami melakukan kegiatan pemeliharaan secara masive atau lebih dikenal sebagai pemeliharaan terpadu tuntas, dengan membagi tugas. Ada yang bertugas khusus untuk merampal pohon, mengganti isolator yang pecah, memasang pipa pelindung dikawat JTM dengan mengganti pengikat menggunakan top ties, pemasangan perisai binatang di skur dan JTR trafo, perbaikan loss kontak JTM, penyesuaian rating fuselink percabangan dan rekonduktor JTM dari A3Cke A3CS yang rawan pohon dan binatang.
SEMANGAT PHINISI | 146


Alhamdulillah, setelah semua usaha yang dilaksanakan, mulai dari membuat group WhatsApp “INFO PLN KALUMPANG”, para pelanggan potensial kami bisa mengerti dan memahami kondisi yang ada di PLN ULP Kalumpang. Angka grafik gangguan penyulang Sapolohe,menurun dan sudah tidak berada lagi dalam gangguan penyulang 10 besar, bahkan 50 besar terbanyak. Keluhan pelanggan sudah jarang terdengar lagi.
Terima Kasih teman-teman semua yang sudah bekerja cerdas, kerja ikhlas. Sekarang tugaskami adalah mempertahankan apa yang sudah kita kerjakan, yaitu dengan membuat group Mandor line, yang tugasnya setiap hari melihat kondisi JTM yang berada dalam pengawasannya.
#2 20 Jam Non Stop
Oleh Agus Dwi Setyawan – ULP Sengkang.
Minggu 5 Januari 2020 , saya masih ingat betul tanggal itu. Sore hari yang cerah, saya sekeluarga menikmati short trip di Pantai Akkarena, Makassar setelah minggu-minggu sebelumnya harus stand by kelistrikan karena Natal dan Tahun Baru.
Pukul 15.38 WITA kami asyik santai bermain pasir pantai, ketika awan gelap tiba-tiba datang bersama angin kencang mirip badai kecil. Bahkan, anak saya yang bungsu sampai terlempar terguling. Untung saja ada warga yang menolong. Kami pun bergegas masuk ke dalam mobil. Dalam pikiran saya saat itu adalah “semoga kondisi kelistrikan aman”.
Jam 5 sore lebih sedikit, saya mendapat telepon dari operator di ULP Sengkang mengabarkan bahwa tiga dari lima penyulang kami tumbang
SEMANGAT PHINISI | 147


SEMANGAT PHINISI | 148 karena angin kencang. Tanpa berpikir panjang saya dan keluarga
langsung kembali ke Sengkang.
Sepanjang perjalanan saya terus berkomunikasi dengan tim Sengkang untuk mengetahui update terbaru. Telepon pun tidak berhenti berdering, panggilan masuk dan WhatsApp dari beberapa Pelanggan, Wartawan, LSM, Kepala Dinas, Kapolres bahkan Bupati Pemda Wajo. Untung ada istri yang saya dikte untuk mengetik pesan di WhatsApp koordinasi dengan tim Sengkang agar saya tetap bisa fokus untuk menyetir mobil.
Perjalanan 200 Km lebih kembali ke Sengkang, karena harus memutar lewat Parepare. Takutnya jika dipaksakan lewat Pegunungan Buludua, khawatir terjebak longsor dan pohon tumbang. Rupanya gangguan kelistrikan terjadi dimana-mana, perjalanan Maros sampai Pangkep listrik padam, Barru sampai Parepare juga padam.
Terlihat mobil-mobil dan rekan-rekan PLN sibuk memperbaiki kondisi kelistrikan sambil ditonton oleh banyak masyarakat yang berharap listrik segera menyala. Lewat jam 7 Malam, perjalanan saya terhenti di daerah Lainungan, Sidrap, karena macetyang disebabkan pohon tumbang ke tengah jalan.
Kondisi gelap gulita karena listrik juga padam disepanjang Kabupaten Sidrap sampai daerah Tanrutedong, Kecamatan Dua Pitue yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Wajo.
Sambil terus berkoordinasi dengan rekan-rekan di Sengkang dan meminta bantuan tim dari UP3 Watampone.


Alhamdulillah, jam setengah 10 malam sudah tiba di Sengkang. Kondisi saat itu setengah kota sudah menyala yang artinya satu penyulang sudah beres, selain itu satu pelanggan premium ULP Sengkang punya sudah
menyala yaitu Sallo Mall yang dari tadi tidak berhenti menelepon sepanjang perjalanan.
Wajar memang jika pelanggan premium marah, karena mereka sudah membayar biaya listrik di atas pelanggan reguler, sehingga harus menjadi prioritas ketika menyala. Tentunya, selain objek vital nasional saya terima, dan maklum dengan kemarahan mereka, serta meminta maaf sambil mengusahakan segera normal.
Setelah saya tiba di rumah dinas langsung mengambil jas hujan dan bergabung dengan tim gangguan yang sudah ada di lokasi.
Sungguh ladang amal ,pahala yang luar biasa bagi teman-teman pahlawan kelistrikan di lokasi. Dua tiang beton patah terkena pohon asam yang tumbang. Tim Rampal, Yanggu, KHS Jaskonhar dan teman- teman teknik lainnya sudah berada di lokasi, tanpa kenal lelah bergantian memotong pohon tumbang yang terkena jaringan double circuit penyulang Sompedan ABG.
Kondisi saat itu hujan gerimis, terkadang diselingi hujan lebat. Jam 1 dini hari alhamdulillah tim UP3 Watampone yang dikomandani MB Jaringan datang dengan mobil crane dan membawa tiang beton.
Crane mengangkat pohon asam yang tumbang menimpa jaringan, agar kabel jaringan tegangan menengah bisa terbebas, lalu memancang tiang baru untuk menggantikan tiang lama yang patah. Setelah tiang
SEMANGAT PHINISI | 149


SEMANGAT PHINISI | 150 pengganti berdiri, dilanjutkan memasang travers dan isolator. Crane
kemudian bergerak untuk meluruskan tiang lain yang miring.
Tanpa disadari mentari sudah terbit dari timur, betul-betul pekerjaan yang menguras tenagadan pikiran.
Tim secara bergantian bekerja memperbaiki sistem kelistrikan secara non stop. Jam 9pagi, hari Senin 6 Januari 2020 ternyata setelah ditelusuri ada penampang kabel TM yang terlepasdari isolator di 5 tiang. Kami akhirnya membagi tim sesuai jumlah tangga yang ada untuk dipanjat satuper satu tiang. Jam 11.00 wita, alhamdulillah pekerjaan sudah selesai.
Sebelum kami nyalakan listriknya untuk dua penyulang yang sudah diperbaiki. MB Jaringan melakukan survey dan analisa sepanjang jaringan tersebut, ternyata ada satu pohon asam yang sudah tua dan lapuk apabila tumbang pasti kena lagi ke jaringan PLN.
Tanpa pikir panjang, kami berkoordinasi dengan Kepala Lingkungan, Kapolsek dan BLHD agar dapat dilakukan penebangan untuk pohon asam yang sudah lapuk tersebut. Bekerja sama dengan masyarakat sekitar untuk bahu-membahu menebang pohon asam tersebut.
Alhamdulillah pukul 13.57 WITA pekerjaan sudah selesai, listrik sudah menyala dan dapat dinikmati oleh pelanggan. Sungguh perjuangan yang luar biasa untuk pahlawan kelistrikan dalam melayani pelanggan, agar tetap dapat menikmati listrik. Pekerjaan recovery yang membutuhkan waktu kurang lebih 20 jam secara non stop.
Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini dan di masa mendatang, listrik merupakan kebutuhan primer dalam pola kehidupan manusia, semua kegiatan sebagian besar memerlukan tenaga listrik. Tetap bersemangat kawan-kawan petugas PLN, pahlawan kelistrikan yang jasanya besar dan sering dilupakan. Tetap bersabar dan kuat, walau sering mendapat cacian.


#3 The Power Of Fastabiqul Khairat
Oleh Ali – UP2D Makassar
Seperti ini perpanjangan tangan kami. Modal tenaga dan program telekomunikasi agar Palu bisa tersenyum kembali. Menjadi terang lagi bagai mentari.
Pasangkayu, 3 Oktober 2018. Pasca gempa dan Tsunami yang terjadi di Palu, setiap unit PLN di seluruhIndonesia bahu membahu membangun kelistrikan Palu kembali.
Dengan mengirimkan personil, peralatan, donasi, dan berbagai macam kebutuhan, tak terkecuali kami di UP2D Makassar. Saya sempat kebingungan ketika ditugaskan kesana.
“Kami bisa apa?. Kami cuman pengatur distribusi. Distribusinya nggak ada, jaringannya hancur semua, tiangnya pada patah, terus mau apa?“.
Hal itu yang sempat terbersit dibenak saya, saat kami berdua dari tim Fasilitas Operasi (Fasop) ditugaskan kesana. Berbekal instruksi sederhana yaitu membangunkan infrastruktur telekomunikasi agar beban dan kondisi terakhir bisa dimonitor di perbatasan
wilayah UIW Sulselrabar, mulai dari Mamuju sampai Pasangkayu.
Persiapan material seperti mic untuk PC, radio voice dan antena dilakukan dengan cepat. Begitu pula dengan perancangan topologi telekomunikasi dan kami siap berangkat.
Perjalanan ditempuh selama 12 jam perjalanan darat, tibalah kami di ULTG Mamuju, di GI Mamuju.
SEMANGAT PHINISI | 151


Alhamdulillah kami sudah terbiasa dan tidak merasa lama, kemudian disana setelah melakukan pengujian pada telekomunikasi eksisting dengan radio voice, ternyata kami menemukan kendala yaitu Dispatcher UP2D tidak dapat mendengar suara dengan baik dari Gardu Induk (GI) Mamuju.
Hal ini dikarenakan pengaruh topologi posisi gardu induk mamuju ke link di UP3 Mamuju terhalangi oleh bukit.
Kami melakukansetup perangkat mic external dan aplikasi Zello ke PC di GI Mamuju sebagai pengganti radio voice, lalu melakukan training singkat ke operator dan supervisor GI untuk menggunakan aplikasi ini. Hal yang sama juga di lakukan di UP3 Mamuju. Alhamdulillahdari GI Mamuju, UP3 Mamuju, dan UP2D Makassar akhirnya dapat terhubung dengan menggunakan radio voice.
Saat kami akan bergerak ke ULP Pasangkayu, salah seorang rekan kerja di UP3 Mamuju menginfokan kepada kami bahwa ada kemungkinan terjadinya penjarahan pada mobil yang bergerak dari Mamuju ke Pasangkayu tanpa pengawalan.
Saat itu karena kondisi chaos, para pengungsi yang membutuhkan bantuan kabarnya nekat berbuat apa saja, termasuk menjarah kendaraan yang melintas. Teman saya menawarkan agar kami bergerak beriringan pada malam hari, bersamaan dengan tim bantuan yang bergerak membawa bantuan logistik dan material, serta tim lain dari UP3 Se- Sulawesi danluar Sulawesi yang berkumpul di UP3 Mamuju.
Sore harinya, satu persatu Tim dari berbagai macam UP3 berdatangan. Timkemudian diberi pengarahan oleh Tim dari UIW Sulselrabar. Saat diberi pengarahan, tim gabungan tersebut menemukan kendala dengan komunikasi, karena signal belum tersedia. Tim mengumpulkan perangkat HT (handy talky), namun tidak dapat melakukan konfigurasi perangkat HT masing-masing, karena beda merk dan tidak ada kabel untuk konfigurasi. Kami kemudian melakukan konfigurasi satu per satu
SEMANGAT PHINISI | 152


SEMANGAT PHINISI | 153 perangkat HT, sehinggadapat berkomunikasi dalam satu frekuensi yang
sama.
# Mengkonfigurasi Ragam Handy Talky
Tim relawan dari berbagai UP3 yang berkumpul di UP3 Mamuju untuk berangkat ke Pasangkayu
Malam harinya tim berangkat beriringan hingga tiba subuh hari di Pasangkayu. Alhamdulillah karena pengawalan dari Kepolisian Mamuju, kami tiba di Pasangkayu dengan selamat dan melanjutkan misi untuk menginstalasi perangkat radio voice di ULP Pasangkayu.
Namun, ternyata ULP Pasangkayu padam karena dari sisi transmisi belum menerima tegangan dari gardu induk pasangkayu.
Disana, saya bertemu dengan seorang teman angkatan saya yang ditempatkan di Pembangkitan Tello. Dia juga diinstruksikan ke Pasangkayu untuk mengaktifkan kembali PLTD Pasangkayu yang sudah lama tidak beroperasi, agar dapat dioperasikan sementara menunggu transmisi pulih.
Ternyata dia telah tiba sehari sebelumnya dan langsung memperbaiki mesin PLTD yang telah lama tidak dioperasikan. Alhamdulillah, usahanya membuahkan hasil dan ULP akhirnya mendapatkan supply listrik sementara dari PLTD.
Sementara supply PLTD normal, tim UP3 Mamuju memutuskan untuk memprioritaskan jaringan kantor ULP dan jaringan yang mengarah ke perbatasan Pasangkayu - Donggala untuk mensupply salah satu Rumah Sakit disana.
Namun kendala dari tim UP3 adalah tidak mengetahui cara konfigurasi proteksi perangkat recloserdisana, sehingga apabila tegangan diteruskan ke arah Donggala maka akan menyebabkan trip.


Saat itu saya berada di lokasi dan pernah mengkonfigurasi proteksi recloser tersebut.Akhirnya kami membagi menjadi dua tim, rekan saya menginstalasi radio voice dan sayaikut bersama tim UP3 Mamuju (Bapak Hidayat dan Bapak Arif) ke lokasi perbatasan Pasangkayu – Donggala di ULP Sarjo.
Dalam perjalanan kami melihat banyak rumah yangroboh dan jalan aspal yang rusak terbelah. Dalam radius ini saja, sudah banyak kerusakanyang dapat dilihat, apalagi di episentrum gempa dan tsunami di Palu.
Sepanjang jalan, kami melakukan perampalan jaringan yang terlihat ditumbuhi tanaman merambat. Setiba di lokasi ternyata saya kurang beruntung, karena recloser mati total.
Pada supply VT recloser ter-jumper pada jaringan donggala, sementara tegangan berada pada sisi jaringan pasangkayu, dan baterai recloser ternyata sudahberkarat serta patah pada soketnya.
Saya mencoba mengakali untuk menyalakan RTU (remote Terminal Unit) ? dengan menarik kabel SR (Samungan Rumah) ? dan men-jumper dari inverter mobil, namun ternyata gagal.
Alhasil jumper harus dilakukan langsung pada jaringan untuk menyalakan RTU dan mengkonfigurasi proteksinya, tetapi harus kembali dipadamkan sesaat dari PLTD. Namun,karena kebutuhan tegangan saat itu di ULP Pasangkayu, hal tersebut tidak dilakukan. Saya akhirnya hanya memberikan softcopy manual book dan instruksi singkat yang ditulis tangan untuk mengoperasikan recloser tersebut.
Sore hari, saya diantar ke GI Pasangkayu karena rekan saya telah selesai untuk menginstalasi perangkat Voice di ULP dan melanjutkan instalasi voice juga di sana. ‘
SEMANGAT PHINISI | 154


Kami tiba saat magrib dan kondisi GI gelap gulita. Berdasarkan info dari operator GI bahwa baterai cadangan GI habis karena belum menerima tegangan dari sisi transmisi selama 5 hari terakhir.
Semua perangkat PC dan panel untuk kontrol kubikel SAS mati. Kami beruntung karena masih ada signal handphone untuk berkomunikasi. Tidak lama kemudiantegangan sisi transmisi masuk, namun operator terkendala karena SAS adalah sistem yang baru diaplikasikan di sana Sistem tersebut selalu dioperasikan dalam kondisi PC yang hidup, dan tidak pernah dimatikan.
Saat itu yang saya lakukan adalah menghubungi vendor SAS untuk dapat membantu kami mengoperasikan tanpa bantuan PC. Vendor memandu operator untuk mengoperasikan manual dari switchyard, tetapi gagal.
Saya kemudian teringat, bulan lalu mengikuti training SAS dan yang terpasang di sini sama dengan yang pernah saya pelajari.
Setelah melakukan pengecekan dan menerapkan apa yang saya pelajari, akhirnya malam itu SAS di GI beroperasi kembali danbisa dilakukan control trafo. GI kembali hidup dan satu kota pada malam itu telah kembalikelistrikannya. Setelah itu kami melakukan instalasi perangkat voice dan Alhamdulillah, tidak lama kemudian dari GI Pasangkayu, ULP Pasangkayu, dan UP2D Makassar telah dapat saling berkomunikasi untuk penormalan jaringan yang efektif.
Kami pulang kembali ke Makassar. Dan dalam perjalanan pulang kami, tidak terhitung jumlah truk bantuan yang melintasi kami, siang dan malam disepanjang perjalanan. Belum lagi sangat banyak tempat persinggahan yang disiapkan masyarakat untuk para pengungsi dan tim relawan yang beristirahat.
# Masyarakat dusun sekitar yang menjadikan rumahnya sebagai tempat persinggahan pengungsi
SEMANGAT PHINISI | 155


MasyaAllah, betapa begitu banyak orang yang berlomba dalam melakukan kebaikan. Baik dari kami sebagai insan PLN, maupun masyarakat umum yang tidak segan-segan memberikan sumbangsih lebih. Saya semakin yakin bahwa tidak ada kebetulan dalam hidup, kehadiran kami disana untuk memberikan bantuan pastilah sudah diatur dan ditakdirkan oleh Allah SWT. Tugas manusia untuk terus berikhtiar dan saling membantu,serta berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan, karena itu akan dicatat sebagai amal perbuatan disisi-Nya, InsyaAllah.
#4 Semangat Recovery Di Bontoloe
Oleh DWI SUPRIYANTO – UP3 Makassar Selatan
Di awal tahun 2019 , kondisi Cuaca untuk wilayah Sulawesi Selatan, khususnyadaerah Kota Makassar dan Kabupaten Gowa sedang kurang bagus. Berhari-hari dilanda hujan dan angin kencang yang membuat permukaan tanah semakin tergerus dan mengakibatkanlongsor.
Saat itu saya sedang memonitor via HT , ketika DCC? menginformasikan Penyulang Parang Banoa dan Penyulang Lanna Trip permanen.
Tidak lama mendengar informasi tersebut, saya segera berkomunikasi dengan Rayon Kalebajeng dan Rayon Malino menayakan informasi kondisi cuaca di Malino dan Kalebajeng.
Merekamelaporkan bahwa banyak tiang-tiang kita yang jatuh, bahkan patah terkena longsor. Saya segera menginformasikan kepada atasan tentang kondisi yang terjadi di Rayon Malino danKalebajeng.
Atasan saya memerintahkan untuk penanganan recovery di dua rayon tersebut.Setelah mempersiapkan tim baik, dari Area Makassar Selatan ataupun Tim Rayon Malino dan Kalebajeng. Kami dan Tim Area bergegas ke gudang untuk mempersiapkan material, yang sekiranya
SEMANGAT PHINISI | 156


SEMANGAT PHINISI | 157 dibutuhkan untuk proses recovery , dengan armada mobil bak terbuka
dan crane.
Mobil bak terbuka diisi dengan kabel, isolator tumpu, isolator aspan dan berbagai material penunjang seperti traves dan schoen sementara mobil crane membawatiang besi.
Kami dan tim bergegas bergerak ke Malino, melalui jalur Poros Malino. Benarsaja di tengah-tengah perjalanan kami, terlihat bongkahan batu besar, serta pasir yang menutup akses jalan. Setelah sampai di Bontoloe, kami membagi beberapa kelompok dengan strategi dari sisi pangkal harus masuk terlebih dahulu untuk mengecek dan mendata berapa jumlah tiang yang harus dipancang dan berapa gardu yang harus menyala.
Mobil crane kami ternyata terjebak di lumpur, sehingga kami harus saling bahu-membahu untukmeloloskan mobil tersebut dari kubangan lumpur. Segera setelah material tiang besi sampai, kami pun segera melakukan pemancangan tiang yang sudah direncanakan titiknyasebagai pengganti yang patah dan tim yang lain memasang pembesiannya, serta menarik penampang kabel.
Dengan sikap dan semangat gotong royong, serta kekompakan, dibutuhkan waktutiga hari untuk daerah Bontoloe dan Sapaya kembali menyala.
Sulitnya medan, serta di beberapa titik jembatan yang hanyut terbawa oleh derasnya air menjadi halangan yang cukup berat untuk pekerjaan kami.
Namun kami berusahan agar warga di daerah Bontoloe dan Sapaya tidak merasakangelap gulita total selama proses recovery tersebut, di setiap masjid kami siapkan genset untuk membantu penerangan.
Kami dan tim bahagia melihat normal kembali sistem kelistrikan di Bontoloe dan Sapaya. Recovery Penyulang Parangbanoa dan Penyulang


Lanna menjadi pengalaman yang tidak pernah terlupakan, betapa berat medan yang mesti kami tempuh. Serta usaha yangkami lakukan untuk tetap menjaga pasokan listrik disana, meskipun pakaian kami dari kering hingga basah sampai kering lagi.
#5 Normal di Tengah Pandemi
Oleh ROSAD ABDUL HAMID – ULP Pasangkayu
Kami bertugas di PT PLN Persero ULP Pasangkayu Kantor Pelayanan Babana yang berada di Kabupaten Mamuju Tengah, di mana sistem kelistrikan kami di supplay dari Gardu Induk (GI) Mamuju baru Asuhan Penyulang Kuo, Recloser Barakkang.
Tugas kami adalah menormalkan listrik setelah padam karena terjadinya gangguan di jaringan listrik. Demi kenyamanan pelanggan, penormalan aliran listrik setelah padam, harus sesegera mungkin kami atasi,
Pada pertengahan April lalu, terjadi
gangguan aliran listrik malam hari yang
mengakibatkan sebagian Kabupaten
Mamuju Tengah padam sementara (trip temporer). Trip temporer Recloser Barakkang sudah terjadi beberapa kali padam dengan kategori trip temporer degan indikasi fuse saver Salugatta selalu membaca gangguan, sehingga untuk Section fuse saver Salugatta yang melayani beberapa Desa diantaranya Desa Tinali, Salugatta, Pontanakayyang, Lembah Hada, Bojo dan Pasapadikategorikan Trip Permanen.
SEMANGAT PHINISI | 158


Adapun pelaksanaan penanganan gangguan, kami telusuri secara bertahap dan dimasukkan tegangan per section supaya diketahui section mana yang terjadi gangguan.
Section yang pertama kami telusuri adalah section fuse saver Salugatta sampai Percabangan Pontanakayyang. Setelah ditelusuri dan dinyatatakan aman, ketika dicoba masukan tegangan untuk section tersebut berhasil, sehingga tegangan listrik bisa masuk dan menyala untuk Desa Tinali, Salugatta dan sebagian Desa Barakkang.Section yang kedua yang kami telusuri yaitu section Pontanakayyang sampai Percabangan Lembah Hada, Penormalan aliran listrik yang kami lakukan di sini sedikit berbeda.
Informasi yang kami dapat untuk daerah Pontanakayyang di kategorikan zona merah, karenasudah banyak yang Positif Corona di Desa tersebut. Sehingga akses untuk ke Desa tersebut dibatasidengan portal setiap Desa, dan dilakukan pengecekan suhu tubuh, diharuskan cuci tangan dan kendaraan disemprot disinsfektan. Portal terpasang di Desa Pontanakayyang, Lembah Hada, Bojo, dan Pasapa. Dikarenakan setiap Desa terhubung satu sama lain, maka kami harus mengunjungi setiap portal. Kendaraan kami di semprot disinsfektan, cuci tangan dan di cek suhu tubuh berkali-kali. Setelah koordinasi dengan Operasi Distribusi ? dan Posko Covid setempat, kami diperbolehkan masuk dengan tetap menjaga jarak aman dan tidak berinteraksi dengan masyarakat setempat.
Kami pun masuk menelusuri menggunakan APD lengkap. Setelah ditelusuri penyebab gangguan yang didapat adalah dahan pohon sawit yang kena jaringan. Tinggi pohon tersebut melebihi jaringan TM, sehingga mengharuskan kami menggunakan eggrek yang panjangnya sekitar 14 meteruntuk mengamankan dahantersebut.
Setelah dahan sawit aman dari jaringan dan Percabangan Lembah Hada sudah lepas. Kami kemudian memasukkan tegangan sampai
SEMANGAT PHINISI | 159


Percabangan Lembah Hada, tegangan berhasil masuk sampai Percabangan Lembah Hada yang berarti listrik di Desa Pontankayyang menyala. Section selanjutnya adalah section Lembah Hada sampai Percabangan Rawa Indah, Setelah di telusuri dan dinyatakan aman. Kami masukkan Percabangan Lembah Hada sampai Percabangan Rawa Indah yang berarti Desa Lembah Hada dan Desa Bojo menyala.
Section terakhir yang harus kami telusuri adalah section Percabangan Rawa indah sampai Pasapa ujung. Waktu itu hari sudah larut malam disertai hujan deras, sementara kondisi jalan yang kamu lalui berbatu dan berlumpur. Kendaraan roda empat tidak mungkin kami gunakan untuk melanjutkan penelusuran karena dikhawatirkan kandas di tengah jalanan. Penelusuran terpaksa kamitunda besok pagi, dengan menggunakan motor berjenis trail untuk memudahkan melewati jalan terjal tersebut.
Keesokan paginya kami melanjutkan penelusuran, seperti biasa sebelum melewati portal, kendaraan kami disempot disinsfektan, wajib cuci tangan dan cek suhu tubuh.
Dalam perjalanan menuju Desa Pasapa, kami bertemu dengan Kepala Desa. Beliau menyampaikan informasi dari warga, bahwa tadi malam ada yang menyala – nyala di kabel jaringan PLN yang terletak diujung jaringandekat trafo. Setelah kami sampai di sana, kami menemukan bahwa terdapat dahan sawit yang patahdan menyentuh bushing trafo yang menyebabkan trip jaringan. Tindakan berupa pemangkasan pohon segera dilakukan, bahu membahu dengan bantuan warga.
Tak lupa kami sosialisasikan tentang bahayapohon terhadap jaringan PLN. Alhamdulillah, setelah itu tegangan aman masuk sampai ujung jaringan, dan kami pun bisa pulang dengan selamat dan sehat.
SEMANGAT PHINISI | 160


#6 Menerjang Banjir Hadirkan Terang
Oleh H Syamsuddin – MULP Masamba
Dalam pertemuan antara PLN dengan Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, pasca banjir bandang di Masamba, beliau tak lupa di sela-sela pembicaraan sering berterima kasih atas kecepatan teman-teman PLN memulihkan pasokan listrik. Ini disampaikan, karena perempuan pertama bupati di Sulsel ini menyaksikan sendiri dilapangan kondisi jaringan yang berantakan dan disalah satu titik yang cukup parah di Desa Balebo, dimana jembatannya terputus. Beliau sempat mampir melihat dan memberi support dan vitamin penyemangat teman yang bahu membahu berusaha menyeberangi sungai untuk mobilisasi material ke seberang sungai.
Bahkan, ada momen dimana harus menyeberangkan tiang besi 13 meter yang cukup berat melintasi derasnya air sungai. Ini menjadi pertaruhan nyawa petugas pelayanan teknik (yantek). Momen ini menjadi pengalaman sensasional yang tidak terlupakan.
Ada cerita mendebarkan hadir sesaat sebelum kejadian Banjir Bandang. Ketika itu penyulang trip, setelah ditelusuri ditemukan pencabangan terindikasi gangguan permanen ke arah pencabangan Balebo yang menyuplai ke beberapa desa ke arah pengunungan.
Indikasi gangguan permanen tersebut dilaporkan warga bahwa ada jaringan kabel PLN roboh, dan setelah sampai di dilokasi tiang beton jaringan Jaringan Udara Tegangan Menengah (JUTM) 20 kv roboh dan patah akibat tergerus air sungai saat itu intensitas hujan sangat tinggi.
SEMANGAT PHINISI | 161


Teman-teman pelayanan Teknik (yantek) Masamba bersama Tim dari Palopo dengan peralatan Mobil Crane berusaha memulihkan sistim di Desa Maipi. Pekerjaan dimulai sekitar jam 13:00 ba'da Dzuhur hingga Magrib tetapi belum selesai.
Saat itu teman-teman sudah sepakat dan bertekad untuk menuntaskan pekerjaan dan berburu waktu yang sudah gelap selepas Magrib. Dengan waktu yang tersisa sedikit tersebut makin memacu adrenalin untuk menyelesaikan pekerjaan perbaikan jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM).
Setelah istirahat sejenak sholat magrib dilanjutkan pekerjaan ditengah guyuran hujan, "Qadarullah" salah satu teman pengawas yang bertugas mengawasi kondisi sekitar melihat ada gejala peningkatan permukaan air. Tak hanya itu, bibir sungai sedikit demi sedikit tergerus, sehingga segera menginformasikan agar pekerjaan segera dihentikan dengan pertimbangan keselamatan petugas.
Teman segera menghentikan pekerjaan dan bergegas meninggalkan lokasi Desa Maipi. Dalam perjalanan pulang dihadapkan dengan air sungai yang sudah naik hingga bibir jalan, karena jalan tersebut mengikuti aliran sungai. Disuatu titik jalan kami dihadang dengan pohon tumbang yang cukup besar, dimana dalam kondisi normal kami tidak akan mampu menggesernya.
Namun dalam kondisi terdesak dan dipicu rasa khawatir yang tinggi, kami turun dari kendaraan untuk bersama-sama memotong dengan memotong menggunakan Chain Saw popular dengan panggilan senso kemudian menggeser pohon.
Dan alhamdulillah pohon tersebut dapat disingkirkan untuk dilewati mobil. Belum lama perasaan khawatir kami hilang muncul lagi kekhawatiran saat melewati jembatan penghubung Desa Maipi dengan Desa Balebo yang sudah ditutupi air sungai dan sudah bergetar akibat terjangan air deras sungai.
SEMANGAT PHINISI | 162


“Yang kami khawatirkan adalah Mobil Crane yang cukup besar dan berat. Setelah antri menyeberangkan kendaraan dan kami dapat melewatinya. Beberapa saat setelah kami lewati jembatan tersebut diberitakan bahwa jembatan tersebut terputus. Allahu Akbar, Alhamdulillah tak putus putusnya kami bersyukur atas pertolongan Allah kepada kami, hingga keesokan harinya setelah kejadian banjir bandang ada yang memberitakan bahwa petugas PLN yang bekerja di Desa Maipi mungkin ikut hanyut atau terjebak banjir bandang,” ucap MULP Masamba Bapak H Syamsuddin.
Bisa jadi yang memberitakan itu adalah yang menyaksikan kami bekerja hingga malam kejadian tersebut. Jika bukan karena pertolongan Allah, kami lambat meninggalkan lokasi sudah bisa dipastikan ikut menjadi korban atau tidak terjebak dalam waktu lama.
Cerita diatas merupakan kejadian lapangan yang dialami langsung teman-temen yantek PLN ULP Masamba dan menjadi sejarah hidup yang tidak terlupakan, karena berburu gemuruh air. Rupanya itulah hulu awal banjir bandang yang menggemparkan se-Indonesia dan menjadi pengalaman tersendiri bagi kami.
“Semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita semua. Apabila kita bekerja dengan hati yang ikhlas melayani pelanggan, Insha Allah akan melindungi dan menghindarkan kita dari Bahaya,"tuturku.
Ibu Bupati mengucapkan terima kasih sekali atas kesigapan petugas PLN. Juga terima kasih atas kepedulian PLN, dimana bantuan sembako, tenda dan berbagai keperluan pengungsi diberikan padahal saat itu petugas PLN yang lain sedang melakukan perbaikan jaringan.
SEMANGAT PHINISI | 163


“Rasa bangga, haru dan takjub akan sikap manajemen dan pegawai PLN dalam menanggapi setiap kejadian perlu diapresiasi dan menjadi contoh bagi institusi lainnya, kata Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani.
#7 Tim PDKB, Pantang Pulang Sebelum Terang
Oleh Haryadi Kasim – PDKB Makassar Selatan
Masih jelas teringat Covid-19 masuk di Indonesia di awal tahun 2020, dibulan Maret "Lock Down" di seluruh Indonesia, seluruh aktifitas kita dibatasi, tidak bisa pulang kampung, ibadah di rumah masing-masing, belajar dari rumah, karyawan di WFH-kan. Namun ada karyawan yang tidak pernah merasakan WFH, siapakah dia? Jawabnya adalah tim Pekerjaan Dalam Bertegangan (PDKB).
Dalam masa pandemi, konsumsi listrik oleh pelanggan PLN tidak berkurang, malah mengalami peningkatan karena semua kegiatan yang dilakukan dari rumah. Hari-hari kami lalui dengan penuh kehati-hatian, dengan tim kami sendiripun kami menjaga jarak, apalagi dengan warga masyarakat sekitar, kami selalu menjaga protokol kesehatan, demi keselamatan dan kesehatan rekan kerja kami dan terpenting juga anak dan istri kami yang menunggu dirumah.
Masa pandemi Covid-19 ini dapat dikatakan tidak berpengaruh bagi tim kami dari segi pekerjaan, karena kami menyadari kontinuitas pasokan listrik ke pelanggan harus tetap terjaga, disamping itu target kinerja kamipun harus tetap tercapai.
SEMANGAT PHINISI | 164


tanggal 23-27 November 2020.
Tentunya sebelum acara bakti PDKB ini dimulai, seluruh peserta telah mengikuti rapid test dan dinyatakan negatif. Tim PDKB adalah tim yang solid dan selalu siap kapan dan dimanapun dia berada, rela meninggalkan keluarga jika sewaktu-waktu dia dibutuhkan.
Tanggal 14 Januari 2021 terjadi gempa di Mamuju dengan kekuatan 5,9 SR yang mengakibatkan 1.241 GD terdampak dari kejadian ini, tim PDKB pun diberangkatkan tanggal 15 Januari 2021 ke Mamuju untuk membantu proses pemulihan kelistrikan di lokasi tersebut.
Baru-baru ini diadakan bakti PDKB semester 1 tahun 2021 di UP3 Watampone, sebanyak 7 regu PDKB dilibatkan dalam kegiatan ini, acara ini dilaksanakan tanggal 7-11 Juni 2021, sebanyak 127 titik mampu direalisasikan, sekitar 258.724,43 kWh mampu diselamatkan atau setara dengan Rp293.910.950,25. Semoga acara bakti PDKB di UP3 Watampone mampu menurunkan angka gangguan dan meningkatkan kehandalan pada jaringannya, tidak hanya di Watampone, hal ini juga berlaku bagi seluruh unit yang dikunjungi PDKB untuk melakukan bakti.
Kami adalah jiwa-jiwa terpanggil yang selalu siap siaga, Bekerja sesuai SOP adalah tanggung jawab mutlak kami,
SEMANGAT PHINISI | 165
Meskipun masa pandemi, kami tetap ikut dalam Bakti PDKB semester 1 tahun 2020 yang diadakan di UP3 Kendari tepatnya di ULP Kolaka tanggal 15-19 Juni 2020 dan Bakti PDKB semester 2 tahun 2020 yang diadakan di UP3 Bulukumba


SEMANGAT PHINISI | 166 Menjaga jaringan agar pasokan listrik tetap dinikmati oleh pelanggan adalah
tujuan utama kami.
Kami sadar saat ini negara kita sedang mengalami masa yang sulit. Kami sadar virus corona mebahayakan jiwa kami.
Kami sadar bekerja di luar rumah itu sangat berbahaya untuk saat ini. Tapi kami sadar negara saat ini sangat membutuhkan kami.
Di PDKB kami terbiasa bekerja di bawah tekanan, tantangan, berbahaya dan penuh resiko serta Mengancam jiwa kami setiap saat, ditambah lagi bahaya Virus Covid-19 yang kami tidak mengetahui apa dan bagaimana keberadaannya.
Bisa saja dia menempel di badan kami, kami bawa pulang ke kantor bahkan sampai ke rumah. namun kami sadar akan tugas dan tanggung jawab kami jauh lebih besar untuk menjaga pasokan listrik bagi masyarakat. Kami sangat bangga menjadi bagian dari PLN untuk menjaga Indonesia tetap terang hingga melewati badai virus Corona ini. Tetap sehat Indonesiaku.
#8 Menebar Bahagia Di Pulau Rote
Oleh Nasrun Ansar – PDKB UIW Sulselrabar
Siklon tropis merupakan sistem tekanan rendah non-frontal yang berskala sinoptik yang tumbuh di atas perairan hangat dengan wilayah perawanan konvektif dan kecepatan angin maksimum. Setidaknya mencapai 34 knot pada lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya, serta dapat bertahan setidaknya enam jam. Dampak langsung


SEMANGAT PHINISI | 167
dengan kecepatan rata rata 85 KM/jam dan telah meluluhlantakkan wilayah propinsi NTT, khususnya Kota Kupang bagian barat, Kabupaten
Badai siklon tropis yang dinamai Seroja ini telah menerjang Kota Kupang Propinsi NTT pada Senin (5/4/2021) dini hari. Badai ini berlangsung kurang lebih selama sembilan jam dengan curah hujan yang tinggi diserta angin yang kencang
Rote-Ndao dan Kabupaten Sabu.
Badai yang menerjang Kota Kupang membuat sejumlah rumah warga, tempat usaha, dan fasilitas publik mengalami kerusakan, bahkan sampai ada yang ambruk. Pohon besar dan tiang listrik banyak yang tumbang dan menutupi badan jalan. Sistem kelistrikan di NTT juga lumpuh
akibat banyaknya infrastruktur kelistrikan yang mengalami kerusakan.
Upaya perbaikan dan pemulihan yang dilakukan oleh PT. PLN (persero) wilayah NTT banyak mengalami kendala. Pada sistem transmisi 70 KV terdapat 2 buah tower yang roboh. Untuk sistem distribusi 20 KV ditemukan banyak Jaringan Tegangan Menengah yang putus tertimpa pohon, trafo distribusi banyak yang jatuh dan sambungan ke rumah/pelanggan banyak sekali yang terputus.
Untuk percepatan pemulihan system di NTT tersebut, Direktur Bisnis Regional Sulmapana Bapak Syamsul Huda menginstruksikan agar unit unit PLN dalam Wilayah Regional Sulmapana segera bergerak membantu pemulihan sistem kelistrikan di NTT.
PLN UIW Sulselrabar merespon cepat dan langsung bergerak dengan membentuk tim tanggap darurat bencana untuk NTT, melalui Surat
dari siklon tropis yakni angin kencang, hujan lebat hingga ekstrem, gelombang tinggi dan gelombang pasang dengan intensitas cukup tinggi.


Tugas No. 0040.STg/DIS.01.01/C160000/2021, General Manager UIW Sulselrabar menugaskan Tim Tanggap Darurat Bencana NTT untuk segera bertolak ke NTT dalam rangka membantu pemulihan sistem ketenagalistrikan pasca bencana badai siklon tropis seroja.
Tim Tanggap Darurat NTT diambil dari pegawai yang sudah terlatih dan sebelumnya pernah terlibat
langsung dalam pemulihan
kelistrikan pasca bencana
gempa bumi yang terjadi di Majene-Mamuju Sulawesi Barat (Januari 2021) dan dalam pemulihan paska bencana Gempa Bumi di Palu (2018).
Tim Tanggap Darurat NTT terdiri dari 19 orang dengan Ketua tim ; Yance Ferdinand, Sekretaris ; Yusra, Koordinator PDKB ; Nasrul Ansar, Logistik ; Parulian dan 15 anggota tim PDKB perwakilan masing masing UP3 dibawah Unit Induk Wilayah Sulselrabar ; M. Bagus Susilo, Gatot P Aji, Irfan Kurniawan, Nurul Sofiansyah, Aswar, Muh Suaib, Nur rachmat, Darmawan Yusuf, Muh Ramadhan, Alif kasbar Munardi, Hermadi, Meldrick, Viktor, Suhufriadi dan Reza Anugrah
Selain Tim tanggap darurat dari Unit Induk Wilayah Sulselrabar, dari Makassar juga dikirimkan Tim tanggap darurat dari dari Unit Induk Pembangkit dan Penyaluran Sulawesi untuk percepatan perbaikan system transmisi 70 KV di NTT.
Untuk mempersiapkan keberangkatan ke NTT, pada hari Rabu pagi tanggal 07 April 2020, dilakukan Rapid Antigen di poliklinik PT PLN UIW Sulselrabar untuk memastikan semua anggota tim yang akan berangkat tidak terkonfirmasi covid 19 (negative covid) sekaligus sebagai persyaratan penerbangan ke NTT. Selain itu anggota tim juga mempersiapkan dan memilih peralatan standar yang harus dibawa ke NTT, mengingat tidak semua peralatan dapat dibawa ke NTT.
SEMANGAT PHINISI | 168


Setelah semuanya dirasakan lengkap, pada hari Kamis pagi tanggal 08 April 2021 jam 08:00 tim berangkat dari Bandara Sultan Hassanuddin Makassar menuju Kupang NTT dengan transit di Surabaya. Keberangkatan Tim Tanggap Darurat Bencana NTT dari PLN UIW Sulselrabar dilepas Oleh General Manager UIW Sulselrabar Bapak Awaluddin Hafid beserta Senior Manager SDM Bapak Mundhakir dan Senior Manager Distribusi Bapak Muhammad Taqwa.
Tim Tanggap Darurat NTT tiba di Bandara Eltari Kupang pada hari Kamis jam 03:00 WITA, disambut oleh pegawai dari Unit Induk Wilayah NTT untuk selanjutnya diantarkan ke penginapkan di Asrama Haji Kupang, sekaligus sebagai lokasi Base Camp seluruh tim relawan. Di basecamp tersebut ada tim dari PLN Wilayah Maluku (2 regu), PLN Wilayah Papua (2 regu), PLN Wilayah Suluttenggo (2 regu), PLN Wilayah NTB (2 regu), PLN Distribusi Bali (3 regu), PLN Distribusi Jatim (5 regu), PLN Distribusi Jateng, UIKL Sulawesi dan dari anak perusahaan PLN, PT Haleyora
Pada malam harinya, dengan dipimpin oleh Manajer UP3 Kupang, diadakan rapat untuk membahas rencana perbaikan jaringan listrik bertempat di ULP Kupang. Dalam rapat tersebut dibahas mengenai kondisi sistim kelistrikan yang masih padam, jenis gangguan yang terjadi pada lokasi yang masih padam dan pembagian regu yang akan melaksanakan perbaikan pada lokasi tersebut.
Tim tanggap darurat UIW Sulselrabar dibagi menjadi 2 regu dan mendapat lokasi pembenahan jaringan di daerah Bakunase dan Batuplat. Rapat berlangsung hingga pukul 10:00 malam.
Sekembalinya dari rapat di kantor PLN UP3 Kupang, pak Yance selaku Ketua Tim Tanggap Darurat UIW Sulselrabar dan pak Nasrul Ansar selaku Koordinator PDKB melakukan briefing kepada seluruh anggota Tim UIW Sulselrabar, terkait rencana pekerjaan pada keesokan harinya, agar semua dapat berlangsung dengan efektif, efisien, maksimal hasilnya dan selamat semua petugasnya.
SEMANGAT PHINISI | 169


Pada hari Jumat, 09 April 2021 pukul 08:00, dilaksanakan apel dalam rangka Pemulihan System Ketenagalistrikan yang dipimpin langsung oleh Bapak Syamsul Huda, Direktur Bisnis Regional Sulmapana dan didampingi Bapak Bargowo W Jatmiko, General Manager UIW NTT.
Dalam sambutannya
Bapak Syamsul Huda
menyampaikan bahwa
selaku insan PLN,
dimanapun PLN
membutuhkan, kita harus
siap. Dengan semangat
tinggi dan penuh
tanggung jawab melaksanakan tugas yang diberikan termasuk membantu memulihkan daerah/ wilayah yang terdampak gangguan akibat bencana alam.
Semua kegiatan dilaksanakan sesuai SOP dan tidak boleh melupakan keselamatan dan Kesehatan kerja serta menjaga lingkungan dimana kita bekerja.
Setelah selesai mengikuti apel pagi, seluruh tim segera mempersiapkan diri dan untuk menuju lokasi yang sudah ditentukan untuk melaksanakan perbaikan jaringan.
Dengan didampingi petugas setempat, tim bergerak menuju UP3 Kupang untuk mengambil material yang dibutuhkan dilokasi pekerjaan. Setelah semua material yang diperlukan siap, tim segera berangkat berpencar ketitik lokasi yang sudah disepakati, tim UIW Sulselrabar bergerak kearah Bakunase.
Di sepanjang perjalanan menuju Bakunase, terdengar teriakan teriakan masyarakat “Semangat PLN.... Semangat PLN”. Rupa rupanya kedatangan tim tim relawan ini sudah diketahui masyarakat luas dan sangat dinantikan. Mereka sangat mengharapkan perbaikan segera
SEMANGAT PHINISI | 170


SEMANGAT PHINISI | 171 dilakukan dan listrik dirumahnya cepat dinyalakan karena sudah hampir
1 minggu listriknya padam.
Setelah sampai di lokasi dimaksud (daerah Bakunase), Tim 1 dan Tim 2 UIW Sulselrabar melakukan briefing sejenak, berdoa, membagi tugas dan segera bertindak cepat untuk memperbaiki Jaringan Tegangan Menengah yang mengalami kerusakan.
Ada JTM yang Putus, ada yang lepas dari isolator dan ada juga yang tumbang tiangnya, sehingga membutuhkan bantuan mobil crane. Dengan dibantu masyarakat, saling bahu membahu untuk memperbaikinya, kami dapat menyelesaikan 19 titik gangguan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) di section Bakunase sampai Batuplat.
Pekerjaan di section ini dapat diselesaikan sampai dengan jam 17:00 WITA. Begitu selesai dilaksanakan, hasilnya segera dilaporkan ke posko penanggulangan bencana di UP3 Kupang via WhatsApp grup. Pada malam harinya, dilakukan evaluasi terkait progress pekerjaan masing- masing tim di UP3 Kupang.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk melihat efektifitas dan kendala yang dihadapi, sekaligus persiapan untuk pekerjaan besok hari nya serta material material yang dibutuhkan dalam proses pekerjaan besoknya.
Di hari kedua pelaksanaan, tanggal 10 April 2021, tim mengawali dengan briefing dan doa pagi, Tim 1 dan tim 2 UIW Sulselrabar berangkat menuju section Liliba – Penfui.
Jalur ini merupakan penyulang backup untuk bandar Eltari Kupang, Karena kerusakan sangat parah dengan volume sangat banyak. Pekerjaan dilaksankan bersama-bersama sama tim Papua dan Tim Bali. Berjibaku bersama untuk menyelesaikan section Liliba – Penfui ini, dan Alhamdulillah bisa dinyalakan pada sore harinya. Segera dilaporkan ke posko penanggulangan bencana di UP3 Kupang.


Pada malam harinya
dilakukan rapat koordinasi
membahas progress masing
masing tim dan persiapan
pekerjaan untuk keesokan
harinya. Rapat kali ini
dipimpin oleh Bapak Soffin
Hadi, VP Distribusi
Regional Sulmapana. Dari
rapat tersebut tim 1 dan tim 2 UIW Sulselrabar mendapatkan penugasan pada section Bakunase – Labat.
Keesokan hari setelah sarapan pagi dan menikmati kopi panas untuk penambah selera, tim 1 dan tim 2 UIW Sulselrabar melakukan briefing dan doa pagi.
Selanjutnya bergerak ke UP3 Kupang untuk mengambil material yang dibutuhkan dalam perbaikan pekerjaan pada section Bakunase – Labat.
Dilokasi ini tim melakukan pembenahan jaringan 20 KV. Dikarenakan beberapa titik tiangnya roboh dan patah ditimpa pohon besar, tim membutuhkan bantuan mobil Cran untuk pembenahan konstruksi.
Dengan dukungan penuh dari dari UP3 Kupang, kami berhasil menyelesaikan section Bakunase – Labat dan langsung dinyalakan pada jam 19:00 WITA ucapan terima kasih diteriakkan masyarakat disepanjang perjalanan pulang.
Kami merasa bahagia dan turut bangga, hasil jerih payah hari ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Tidak lupa kegiatan hari ketiga segera kami laporkan ke posko penanggulangan bencana di ULP Kupang Via WhatsApp.
Setelah mengikuti rapat koordinasi di ULP Kupang pada malam harinya, Pak Yance dan Pak Nasrul Ansar menginformasikan bahwa tim 1 dan
SEMANGAT PHINISI | 172


tim 2 UIW Sulselrabar diberikan kepercayaan untuk membantu PT PLN (persero) ULP Rote dalam rangka memperbaiki jaringan ketenagalistrikan pasca bencana siklon tropis seroja, ULP Rote terletak di Kabupaten Rote Ndao, kabupaten paling selatan di Republik Indonesia dengan jarak tempuh 4 jam perjalan laut menggunakan fery. Tim 1 dan tim 2 UIW Sulselrabar diminta mempersiapkan peralatannya untuk diberangkatkan ke Pulau Rote besok 12 April 2021.
Pagi harinya tim 1 dan tim 2 UIW Sulselrabar bergerak dari Kota Kupang menuju Pelabuhan Fery Bolok untuk menyeberang ke Pulau Rote. Dikarenakan alasan teknis, kapal fery baru diberangkatkan jam 11:00 WITA dari jadwal seharusnya jam 08:00 WITA, Setelah 4 jam perjalanan dilaut, tibalah kami tiba di Pulau Rote pada pukul 15:00 WITA dan disambut oleh Manager ULP Rote.
Perjalanan dilanjutkan dengan mobil selama satu jam lebih dengan menempuh jarak sekitar 30 kilometer. Selanjutnya kami diantarkan ke sebuah rumah yang menjadi basechamp selama di Pulau Rote
Kondisi Sistem kelistrikan di ULP Rote pasca badai siklon tropis seroja tidak jauh berbeda dengan Kota Kupang. Jaringan listrik masih banyak yang padam, banyak tiang yang roboh akibat angin kencang dan tertimpa pohon. Kejadian ini hampir merata diseluruh Pulau Rote.
Malam hari setelah tiba, dilakukan rapat pembahasan sistim kelistrikan ULP Rote Bersama Manager ULP Rote Bapak Sabinus Tawur dan Supervisor Teknik ULP Rote Bapak Swarjana P Arya. Selanjutnya dilakukan pemetaan titik titik lokasi yang akan dibenahi. Target utama di Pulau Rote adalah menyalakan Rote Bagian Barat, dimana daerah ini merupakan daerah wisata yang banyak dikunjungi oleh turis manca negara maupun domestic
SEMANGAT PHINISI | 173


Pagi Jam 07:00 WITA
waktu Rote, tim 1 dan tim 2 UIW Sulslerabar bergerak ke ULP Rote untuk mengambil material kebutuhan pekerjaan hari itu, Selanjutnya bersama sama tim Pemeliharaan Jaringan ULP Rote kami bergerak kearah barat ULP Rote.
Sesampai dilokasi kami segera melakukan perbaikan yang mengalami kerusakan terutama jaringan 20 KV. Lokasi berada dipesisir pantai dan menurut informasi warga, badai yang terjadi disini sangat kencang, terbukti dengan banyaknya rumah warga yang rusak serta banyaknya pohon tumbang menimpa jaringan listrik dan banyak konduktor yang terlepas dari isolator.
Volume pekerjaan disini sangat banyak, karena hampir pada setiap tiang ada perbaikan yang harus dilakukan, baik pada sisi Jaringan Tegangan Menengah, Jaringan Tegangan Rendah maupun sambungan kerumah rumah pelanggan.
Cuaca di Pulau Rote terbilang cukup panas bagi kami, ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim dari UIW Sulselrabar. Semangat tim sangat tinggi dan tidak berkurang sedikitpun meskipun sedang menjalankan Ibadah Puasa, “Pantang Pulang Sebelum Menyala” menjadi slogan yang
terus ada dibenak kami. Berbagai
kesulitan berhasil dilalui.
Setelah hari pertama berhasil menyelesaikan pekerjaan perbaikan jaringan didaerah Batutua, pada hari kedua dan ketiga tim UIW Sulselrabar menyusuri daerah wisata Nembrala. Banyak pohon tumbang mengenai jaringan sehingga membutuhkan
SEMANGAT PHINISI | 174


SEMANGAT PHINISI | 175 pembenahan. Pekerjaan dilakukan sampai dengan jam 17:00 WITA.
Karena belum selesai maka dilanjutkan keesokan harinya.
Pada malam harinya, bertempat di ULP Rote dilakukan evaluasi atas pekerjaan pekerjaan yang sudah dilakukan. Dari rapat tersebut didapat informasi, bahwa Jaringan Tegangan Menengah yang sudah dikerjakan sudah dapat dinyalakan. Tentunya ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi tim kami, karena jerih payah kami terbalaskan dengan menyalanya pelanggan disana.
Keesokan harinya kami bergerak ke titik lokasi baru, yaitu Rote Barat Daya. Lokasi ini merupakan daerah pesisir pantai dimana tingkat kesulitan hampir sama dengan lokasi Batutua dan Nembrala. Di daerah ini tim mengalami kesulitan terhadap cuaca panas ekstrim, Meskipun daerah pesisir pantai, namun hembusan angin hampir tidak terasa. Dan bersyukur sekali kami dapat menyelesaikan semua jaringan listrik yang terganggu dilokasi itu.
Dihari kedelapan di Pulau Rote, kami mendapat bantuan satu regu sebanyak 12 personil yang dikirim dari UIW Sulselrabar, yang dikomandoi oleh Bapak Agus Salim untuk selanjutnya bersama sama kami melakukan perbaikan jaringan kelistrikan di Pulau Rote.
Tim tanggap darurat UIW Sulselrabar bersama dengan teman-teman dari ULP Rote bahu membahu untuk memperbaiki kerusakan jaringan listrik. Pada tanggal 18 April 2021, sistem kelistrikan di Pulau Rote bagian barat 100% menyala. Untuk perbaikan sisa Sambungan Rumah dilaksanakan oleh tim ULP Rote.
Setelah berjibaku bersama tim ULP Pulau Rote untuk memulihkan sistem kelistrikan Pulau Rote bagian barat, pada tanggal 19 April 2021 atau setelah 8 hari tim di Pulau Rote, tim PLN UIW Sulselrabar kembali Kupang untuk melanjutkan penerbangan ke Makassar, Sulawesi Selatan.


Penugasan ke NTT menjadi suatu pengalaman tersendiri bagi kami tim tanggap darurat UIW Sulselrabar. Kami dapat mengenal saudara – saudara kami dari berbagai daerah, dengan berbagai perbedaan dan bisa dipersatukan dalam suasana dan kondisi yang melahirkan persaudaraan, “Jayalah PLNku”
#9 PLT Gubernur Mengapresiasi
Oleh Ria Rizky Agustina – UIW Sulselrabar
SEMANGAT PHINISI | 176
PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulselrabar mengirimkan personel untuk membantu proses pemulihan sistem kelistrikan pasca cuaca ekstrem yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten dan Kota di Nusa Tenggara Timur.
Tim yang diberangkatkan merupakan tenaga teknik dengan kompetensi khusus pemeliharaan Jaringan Tegangan Rendah serta Jaringan Tegangan Menengah serta Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) guna membantu percepatan pemulihan kelistrikan di sejumlah wilayah Kabupaten dan Kota di Nusa Tenggara Timur.
Tim PDKB ini terdiri dari gabungan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) di Wilayah Sulselrabar yakni, Palopo, Makassar Selatan, Makassar Utara, Kendari, Mamuju dan Parepare.


SEMANGAT PHINISI | 177
Prioritas dalam penanganan pasca bencana alam antara lain pemulihan kelistrikan di sejumlah layanan publik seperti rumah sakit, tempat penampungan pengungsi, instalasi air bersih, serta objek vital lainnya.
Pihaknya akan berusaha
semaksimal mungkin agar warga Kupang dan sekitarnya dapat kembali menikmati akses listrik.
Awaluddin berharap Tim PDKB ini dapat mengutamakan Kesehatan dan Keselamatan kerja (K3) di setiap pekerjaan percepatan pemulihan pasokan listrik karena kesehatan dan keselamatan jiwa adalah yang utama.
Atas kepedulian tersebut PLN UIW Sulselrabar menerima piagam penghargaan kemanusiaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait dukungan dan bantuan PLN dalam memulihkan sistem kelistrikan pasca bencana badai siklon tropis seroja yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten dan Kota di Nusa Tenggara Timur.
Penyerahan piagam penghargaan secara simbolis diserahkan oleh Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, ST kepada General Manager PLN UIW Sulselrabar, Awaluddin Hafid, pada Senin (10/5), di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.
Penghargaan ini bukan tanpa alasan. Tercatat PLN sudah memberikan bantuan diantaranya, Bantuan YBM (Yayasan Baitul Maal) PLN UIW Sulselrabar Rp60 juta, serta bantuan memulihkan sistem kelistrikan pasca Banjir Bandang yakni, pinjaman 25 unit genset dan bantuan relawan sebanyak 31 orang


BAB 5
TANGGUH DI MEDAN BENCANA
SEMANGAT PHINISI | 178


SEMANGAT PHINISI | 179
" Ku alleangi tallanga na toalia "
Lebih baik tenggelam daripada Kembali
Makna :
Pantang bagi orang makassar untuk menyerah dalam mencapai tujuan yang diinginkan


#1 - Januari 6,2
Oleh Asnur Aris – MB Jaringan Mamuju
Kamis 14 januari 2021, seperti biasa kami dalam rutinitas kantor berlantai 4 di PLN UP3 Mamuju, sekitar pukul 14.35 WITA tiba-tiba kami dikejutkan oleh guncangan gempa berkekuatan 5,9SR, kami pun berhamburan keluar gedung dan berkumpul di halaman kantor.
Dengan kejadian itu, beberapa penyulang mengalami trip. Sebagai insan PLN di Bagian Jaringan, saya dan tim kemudian melakukan koordinasi ke UP2D Makassar dan semua ULP asuhan UP3 mamuju untuk mengetahui penyulang apa saja yang terdampak gempa dan masih mengalami pemadaman.
Hasil koordinasi kami, ternyata ada 2 Gardu induk yang terdampak, yaitu Gardu Induk Mamuju dan gardu Induk Majene. Di Gardu Induk Mamuju, ada 3 Penyulang yang mengalami trip, yaitu Penyulang Sudirman, Penyulang Binanga dan Penyulang Galung.
Sedangkan di Gardu Induk Majene ada 1 penyulang yang trip yaitu Penyulang Banggae. Penyulang yang trip Permanen ada 2, yaitu Penyulang Galung dan Penyulang Banggae, penyulang lain trip temporer. Dengan sigap tim teknik ULP Manakarra dan ULP Majene
serta tim UP3 Mamuju dipimpin oleh Surpervisor Pemeliharaan, Soul Arseto terjun menyisir dan memperbaiki serta melokalisir gangguan yang terjadi.
SEMANGAT PHINISI | 180


Sekitar pukul 23.00 wita, Penyulang Galung berhasil diperbaiki dan disupplay kembali tegangan 20kV. Kecuali 1 percabangan ke daerah Ulumanda karena kendaraan tidak bisa masuk akibat longsor menutupi akses jalan, adapun Penyulang Banggae masih proses pekerjaan karena ada tiang yang rebah ke rumah warga.
Saya dan bapak Setyawan Manajer UP3 Mamuju beserta tim Operasi distribusi standby di ruang opdist lantai 2 gedung UP3 mengatur proses percepatan recovery sistem yang terdampak gempa 5,9SR.
Setelah mendapat informasi dari Pak Seto panggilan akrab supervisor pemeliharaan, dari lapangan bahwa proses recovery Penyulang Galung dihentikan malam itu dan akan dilanjutkan kembali esok harinya. Kami pun balik ke rumah untuk beristirahat sambil menyusun rencana eksekusi recovery daerah Ulumanda yang tertutup longsor. Saya tiba di rumah sekitar pukul 00.30 WITA dan mendapati keluarga sudah tetidur.
Sekitar pukul pukul 02.28 WITA, kami tiba-tiba terbangun dalam kondisi panik karena guncangan gempa susulan yang terjadi 6,2SR. G
Perasaan takut menyelimuti diri, menganggap malam itu adalah malam terakhir kami hidup didunia ini karena dahsyatnya guncangan yang terjadi.
Perabot rumah berhamburan, lemari rebah ke lantai, ditambah dengan gelap yang pekat akibat listrik yang padam. Suara teriakan dari tetangga terdengar saling sahutan karena panik.
SEMANGAT PHINISI | 181
empa bumi dengan magnitudo M 5.9. Gempa bumi ini disusul oleh
gempa bumi lebih besar (M 6.2) kembali melanda daerah ini 13 jam kemudian. BMKG menyatakan bahwa gempa bumi pertama berepisenter pada koordinat 118.89oBT dan 2.99oLS, sementara gempa bumi kedua berpusat di 118.94oBT dan 2.98oLS dengan kedalaman
episenter masing-masing 18 km


Setelah guncangan gempa mulai berhenti, saya dan keluarga serta seluruh tetangga pun meninggalkan rumah karena khawatir akan terjadi gempa susulan dan datangnya tsunami.
Rencana awal ingin langsung menuju kantor PLN UP3 Mamuju namun terjebak kemacetan oleh pengungsi lainnya, akhirnya saya terhenti di Stadion Manakarra. Stadion ini yang kemudian menjadi posko utama korban bencana gempa di
Mamuju.
Kejadian gempa susulan 6,2SR ini, menyebabkan 3 Gardu induk yang terdampak, yaitu Gardu Induk
Mamuju (Semua penyulang), Gardu Induk Mamuju baru (Penyulang Keang) dan Gardu Induk Majene ((Penyulang Somba dan (Penyulang Banggae).
Dengan bermodalkan Handy Talky (HT), dari stadion Manakarra saya mengkoordinir teman-teman teknik, baik dari UP3 Mamuju maupun dari ULP Manakarra.
Target awal adalah pengecekan kondisi Gardu Induk Mamuju, memastikan Gardu Induk (GI) dalam kondisi bertegangan, setelah tim UP3 ke GI Mamuju, dengan berkoordinasi dengan pihak Tragi Mamuju, ternyata GI dalam kondisi padam karena transmisi dalam kondisi trip dan Trafo#2 GI Mamuju mengalami pergeseran dudukan akibat guncangan gempa.
Sambil menunggu GI Mamuju tersupply tegangan 150kV, Tim UP3/ULP kami arahkan untuk menelusuri setiap penyulang dengan prioritas yang menyuply pusat pengungsian dan lokasi-lokasi VIP (Telkom, PDAM, BTS dll) dari GI ke ujung jaring, dalam proses penelusuran tersebut ditemukan banyak tiang dan trafo distribusi yang tumbang ketanah.
SEMANGAT PHINISI | 182


Click to View FlipBook Version