The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aziza.nimah, 2022-01-10 01:11:37

Semangat Phinisi

“Tersirat dari wajah para relawan bahwa panggilan itu telah tiba, tim itu telah siap siaga karena mereka adalah abdi masyarakat. Panggilan itu dipenuhi karena sesungguhnya ketulusan dan keikhlasanlah yang melahirkan pengabdian.”
Pukul 08.00 WITA dilaksanakan apel untuk pelepasan para relawan yang dipimpin langsung oleh Ibu Kiki selaku Manager PLN UP3 Pinrang. Diawali dengan Doa bersama dan safety briefing. Dalam arahannya Manager mengingatkan kepada tim relawan agar “Selalu bersemangat dalam mengemban tugas dan tetap selalu melaksanakan protocol kesehatan Covid-19, pergi dalam keadaan sehat dan selamat serta pulang dalam keadaan sehat dan selamat pula.” Kondisi pandemi menjadi tantangan dan harus diperhatikan oleh para relawan. Semua harus tetap antusias dan semangat menerima mandat untuk mengemban misi yang lebih besar yaitu misi kemanusiaan dan menaburkan energy optimisme membangun asa para korban bencana. Pukul 09.00 WITA para relawan PLN Pinrang berangkat menuju provinsi Sulawesi Barat.
Posko Onang Kab. Majene
Jumat, 15 Januari Pukul 12.00 WITA, kami telah tiba diposko PLN ULP Majene untuk melaksanakan sholat Jumat dan makan siang. Rombongan disambut hangat oleh Manager ULP Majene Bapak Bakhtiar. Matanya berbinar terang dan wajahnya terlihat sangat bahagia menyambut para relawan. Namun kesedihan yang mendalam tidak dapat ditutupi karena sebagian pelanggan diunit kerja beliau masih terisolir akibat gempa dan suplai aliran listrik masih terputus. Terlihat kekhawatiran yang sangat mendalam tentang apa yang telah dialami diunit kerjanya.
Beliau begitu antusias membuka percakapan dan selanjutnya memulai briefing untuk memberikan informasi terkait suplai listrik yang masih terputus ke perbatasan kota mamuju dan akses jalan yang juga masih terputus. Beliau menyampaikan suplai listrik terputus diakibatkan tanah longsor yang menimpa jaringan listrik yang mengakibatkan satu tiang
SEMANGAT PHINISI | 233


listrik patah. Tim kami segera bergegas untuk memastikan kebutuhan material dan mengatur strategi penanganannya sehingga segera menormalkan 11 Gardu dengan 500 an pelanggan dapat kembali menikmati listrik. Inilah yang menjadi misi pertama Tim kami.
Kami berangkat menuju lokasi titik pertama, namun ujian dan tantangan menghampiri. Cuaca tiba-tiba berubah dan hujan deraspun mengguyur sehingga kami berteduh sejenak dikantor pelayanan Somba yang masih berjarak sekitar 54 km dari lokasi yang akan dituju. Kami bertemu dengan bapak Rosad Abdul Hapid, Supervisor Teknik ULP Majene yang muda dan energik. Wajahnya terlihat letih karena belum sempat beristirahat sejak kejadian gempa pertama dan kedua, namun tetap semangat
melakukan inventarisasi kerusakan berupa tagging titik ordinat untuk membantu dan memudahkan dalam menemukan titik-titik kerusakan. Terpancar harapan dari pak Rosad agar titik pertama kerusakan pada segmen LBS Onang-Motorized Tubo yang menyebabkan suplai listrik terputus sampai ke perbatasan Kab. Mamuju dapat segera kami atasi.
Kami menjadi Tim Recovery pertama di luar UP3 Mamuju yang tiba dilokasi, dan segera melakukan penangan dengan menyisipkan dua buah tiang untuk menghindari lokasi yang sama pada area longsor. Kami mulai pekerjaan pada pukul 16.30 wita dan alhamdulillah selesai pada pukul 20.00 WITA. Selanjutnya penormalan sistem dilakukan dan 11 Gardu Distribusi yang melayani sekitar 500 pelanggan dapat menikmati listrik kembali. Momen tersebut menambah keyakinan saya dan tim bahwa hidup dan mati itu ada ditangan Allah SWT. Betapa tidak, saat kami melakukan perbaikan dititik pertama ancaman tanah longsor nyata didepan mata. Tumpukan bebatuan besar yang masih menggantung diatas tebing pegunungan tepat diatas lokasi kami bekerja,
SEMANGAT PHINISI | 234


SEMANGAT PHINISI | 235 memberikan isyarat bagi kami untuk tidak lupa memanjatkan doa dan
berserah diri kepada Allah SWT.
Setelah selesai kami bergegas menuju ke posko Onang, posko yang telah ditentukan untuk kami dalam melaksanakan recovery kelistrikan di Kab. Majene. Setibanya diposko kami beristirahat, meskipun dipenuhi rasa was-was akan terjadi gempa susulan yang jauh lebih besar. Diposko tersebut semangat kami meningkat melihat rombongan relawan tim recovery dari UP3 berdatangan. Bagaikan festival konvoy mobil, terlihat mobil-mobil crane yang berasal dari beberapa UP3 terparkir bagaikan robot Transformer yang berbaris. He he he. Sebuah kesyukuran atas nikmat yang tak terukur, melihat betapa banyaknya insan PLN yang terpanggil untuk saling membantu meskipun berbeda unit satuan kerja.
Update Laporan WAG Recovery Mamuju per-pukul 21.00 WITA melaporkan sebanyak 507 dari total 872 Gardu Distribusi telah direcovery dengan estimasi jumlah pelanggan sebanyak 52.336 dari total 90.688 pelanggan dapat menikmati listrik kembali. Persentasi recovery 58% dalam sehari menandakan upaya Tim Recovery PLN di Mamuju begitu luar biasa untuk terus memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.
Menjadi Pengatur lalulintas Dadakan
Sabtu pagi, tanggal 16 Januari 2021, kami segera bergegas untuk melanjutkan pekerjaan. Strategi eksekusi sudah kami rapatkan bersama Assistant Manager PDKB UIW Sulselrabar bapak Nasrul Ansar, pada malam sebelumnya di Posko Onang. Pak Rosad memberikan data data detail sehingga sangat membantu kami untuk percepatan melakukan recovery. Sebanyak 4 tim tergabung dalam kelompok ini. Dari UP3 Pare-pare, UP3 Makassar Selatan, UP3 Makassar Utara dan UP3 Pinrang bersama sama melakukan recovery pada hari ke-dua di- Kecamatan Malunda Kab. Majene.


Daerah ini merupakan daerah terdampak yang paling parah karena titik pusat gempa ada disekitar sini. Banyak banguan dan infrastruktur kelistrikan yang rusak berat. Tiang roboh, travest miring, konstruksi trafo yang rusak, kawat kabel 20 KV lepas dari isolator atau jaringan kerebahan pohon. Berkat kerja sama sama tim dan semangat para insan PLN yang tergabung dalam Relawan Tim Recovery Mamuju, semua dapat diselesaikan dengan cepat. Tanpa adanya Relawan Tim Recovery dari berbagai unit lain, pekerjaan pembenahan tersebut mustahil untuk dilakukan dalam sehari. Tim bergerak melakukan pembenahan sampai pada wilayah Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju. Sekitar 40 Titik lokasi yang telah dibenahi mulai dari Kec. Malunda sampai pada Kec. Tapalang Kabupaten Mamuju.
Sebagian besar penduduk Kec. Malunda mengungsi ketempat yang lebih tinggi menjadikan perkampungan di Kec. Malunda seperti kota mati. Ditambah lagi pada malam hari tanpa penerangan akibat suplai listrik terputus, menjadikan suasana sangat mencekam. Alhamdulillah, perbaikan dapat segera diselesaikan, sebanyak 53 Gardu dinyalakan sehingga sekitar 2.140 pelanggan Kec.Malunda dapat menikmati listrik kembali. Dan akhirnya seluruh wilayah kerja ULP Majene dapat teraliri listrik, kecuali didaerah Kecamatan Ulumanda yang berada didaerah pegunungan masih terisolir karena tidak dapat diakses melalui darat kala itu. Kini masyarakat sudah dapat menikmati listrik meskipun sebagian masyarakat masih memilih untuk mengungsi akibat trauma terjadi gempa beberapa hari sebelumnya.
Setelah seharian melaksanakan recovery di Kec. Malunda- daerah Galung Kec. Tapalang, Pukul 17.00 WITA rombongan tim Recovery bergegas berangkat ke kota Mamuju untuk segera bergabung dengan relawan lainnya. Jaraknya sekitar 50 Km dari posisi terakhir kami berada. Namun kami terjebak dalam kemacetan akibat akses jalan yang baru saja dibuka akibat tanah longsor dan hanya bisa dilalui satu lajur kendaraan. Kemacetan diperparah oleh sikap sebagian masyarakat tidak tertib
SEMANGAT PHINISI | 236


SEMANGAT PHINISI | 237 dengan memaksakan kendaraannya masuk dan saling mencoba untuk
mendahului. Lajur lalulintas terkunci beberapa saat.
Mendadak kami melihat rekan-rekan PLN yang sebelumnya adalah petugas kelistrikan berubah menjadi petugas pengatur lalulintas untuk membantu petugas lainnya dalam mengurai kemacetan. Sungguh insan yang adaptif terhadap situasi dan kondisi. Walhasil kami mampu menembus lajur tersebut dan melanjutkan perjalanan meskipun sempat terjebak selama 6 jam lamanya.
Kota Mamuju
Minggu dinihari tanggal 17 Januari 2021 pukul 01.00 WITA, rombongan kami memasuki Kota Mamuju. Sekilas Kota Mamuju yang sebelumnya ramai nampak seperti kota mati yang tidak berpenghuni. Sungguh listrik telah menjadi kebutuhan primer bagi manusia. Tanpanya kita akan sulit beradaptasi dengan kondisi zaman yang serba butuh energi listrik. Pada pukul 01.20 WITA kami tiba di kantor UP3 Mamuju, sebagai posko utama.
Nampak pemandangan seperti pasar malam pada pelataran dan halaman belakang kantor PLN UP3 Mamuju. Banyak keluarga dari pegawai PLN Mamuju yang memilih untuk mengungsi bersama dikantor PLN, sungguh pemandangan yang mengharukan. Dapat kami rasakan trauma pada mereka sehingga kedatangan kami dapat menjadi obat untuk bisa membangkitkan semangat mereka kembali. Bergegas kami mendirikan tenda darurat di belakang gudang sebagai basecamp dan segera beristirahat untuk persiapan kegiatan esok hari.


Pagi hari, Manager PLN UP3 Mamuju bapak Setiyawan menerima dan menyambut para relawan yang baru tiba di Kota Mamuju. Manager Bagian Jaringan Bapak Asnur Aris dan tim sangat sibuk untuk mempersiapkan, mengatur serta
mengawal progres pekerjaan selama proses recovery berlangsung. Petugas medispun telah disiapkan untuk para relawan serta dapur umum juga telah disiapkan untuk para relawan dan keluarga besar PLN yang mengungsi di halaman belakang kantor PLN UP3 Mamuju.
Nampak pula para pemimpin kami dari jajaran Manajemen Atas dan Menengah turut hadir bersama para relawan. Mereka telah tiba sehari sebelumnya bersama rombongan dan telah melaksanakan audience bersama Gubernur Sulbar terkait progres recovery sistem kelistrikan Mamuju. Dari kantor PLN Pusat ada pak Mochamad Soffin Hadi selaku Vice President DAL OP DIS Regional Sulmapana, dari Kantor PLN UIW Sulselrabar ada Bapak General Manager Awaluddin Hafid yang didampingi oleh Senior Manager SDM dan Umum bapak Mundhakir. Mereka bagaikan panglima perang yang hadir dalam medan pertempuran untuk meracik strategi dan membakar semangat para prajurit yang sedang bertempur dimedan laga.
Beberapa relawan PLN yang berasal dari berbagai daerah juga telah tiba di Kota Mamuju bahkan dari UP3 UIW Sulutenggo pun bergabung menjadi relawan dan bersiap untuk menormalkan beberapa mainline penyulang yang belum beroperasi dikota Mamuju. Bergegas masing- masing dari kami bekerja untuk melaksanakan pembenahan pada beberapa tiang listrik dan trafo yang mengalami gangguan, baik yang rusak maupun hanya berupa pembenahan konstruksi.
Kedatangan tamu Spesial
SEMANGAT PHINISI | 238


Setelah siang hari bertempur bersama rekan-rekan Tim UP3 Pinrang kami berkumpul di tenda untuk saling bercerita, bercanda ria, tertawa tentang pengalaman yang lucu selama menjadi relawan dan bahkan ada juga yang kepojok tenda untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Seperti itulah rutinitas kami setiap malamnya untuk saling menghibur dan menguatkan satu sama lain. Cemilan yang tidak pernah luput adalah kuaci, meskipun jumlahnya banyak dan isinya tidak mengenyangkan tapi kuaci menjadi cemilan favorit teman-teman saat berkumpul atau bermain kartu domino. Tidak lupa disiapkan juga wadah unttuk sampah kulit kuaci agar tidak kotor.
Tiba-tiba pintu tenda kami terbuka, sontak teman-teman semua kaget, tetapi seketika langsung senang dan riang bergembira karena kedatangan tamu yang spesial dari balik tenda. Siapakah tamu spesial itu ? Tamu sangat spesial tersebut
adalah ibu Kiki Manager PLN UP3 Pinrang. Menurut saya, Ibu Kiki adalah manager yang peduli dan dekat dengan pegawai serta Alihdaya. Beliau supel, luwes, peduli dan dekat dengan kami semua. Beliau itu panutan dan ibu kami. Bukan karena usia, tetapi sifat keibuan beliau membuat kami tidak sungkan untuk saling berinteraksi. Kedatangan Ibu Manager untuk memastikan keadaan dan kondisi kami sekaligus sedikit usil ingin berbagi cerita dengan kami selama beberapa hari bertugas. Sontak kami semua menceritakan pengalaman unik disertai gurauan dan canda tawa.
Beliau membawakan bekal dan cemilan yang banyak sampai muncul celetuk dari salah satu rekan kami “Apa ibu sengaja bikin kami betah tinggal setahun disini ? Sekalian saja bu ,diusulkan untuk pembuatan SKnya” sontak kamipun semua tertawa. Setelah beberapa jam berinteraksi dengan kami, Ibu Manager mohon pamit kembali ke
SEMANGAT PHINISI | 239


SEMANGAT PHINISI | 240 Pinrang, kamipun sudah mendapatkan tambahan motivasi untuk bisa
segera menyelesaikan progress pekerjaan yang belum rampung.
Hari ke-Lima, Durian Runtuh
Proses recovery bertepatan dengan musim durian pada saat itu. Sayangnya kami tidak sempat membeli durian karena kesibukan dan memang belum ada pedagang durian yang kami temui, membuat keinginan untuk mencicipi durian Mamuju yang terkenal manis harus dikubur dalam-dalam. Ada pengalaman menarik pada saat kami ditugaskan untuk melaksanakan recovey menyalakan kantor PDAM yang berlokasi didaerah perbukitan. Jaringannya terputus akibat tiang roboh sehingga tim Pinrang bersama Tim Makassar Selatan ditugaskan melakukan penanganan dan penormalan jaringan. Saat pekerjaan hampir selesai dan tinggal menunggu pekerjaan penjumperan/penyambungan kabel oleh TIM PDKB, tiba tiba tanah kembali terguncang. Sontak kami semua kaget. Gempa susulan kembali terjadi, kami semua harus lebih waspada.
Namun kali ini agak ada kondisi yang berbeda. Setelah gempa susulan terjadi, ada durian yang runtuh alias jatuh dari pohonnya. Bukan sekedar istilah kata “Durian Runtuh”, tapi kenyataannya benar-benar ada durian yang runtuh dari pohonnya. Kebetulan lokasi pekerjaan kami terdapat beberapa pohon durian, akhirnya hasrat untuk mencicipi durian terpenuhi. Walaupun jumlahnya sedikit karena hanya beberapa buah yang jatuh, setidaknya keinginan untuk makan durian sudah terpenuhi dan kenikmatan mencicipi durian yang jumlahnya sedikit itu jauh lebih nikmat daripada jumlahnya yang berlebihan.
Malam Terakhir Relawan Tim Recovery
Tidak terasa kami sudah memasuki hari terakhir di Kota Mamuju, Update laporan progress recovery sudah 97 % per-hari Rabu tanggal 20 Januari 2021 pukul 10.00 WITA. Total 851 Gardu distribusi sudah normal dari total 872 yang terdampak. Sebelum mengoperasikan Gardu


Distribusi yang telah dinormalkan, kami ditugaskan untuk menelusuri kesiapan Jaringan Tegangan Rendah dari gardu tersebut yang mensuplai aliran listrik kepelanggan. Tugas ini sesuai SOP PLN, untuk memastikan keselamatan dan keamanan lingkungan dan masyarakat.
Menjelang sore hari setelah bertugas kami kembali basecamp. Ada hal yang membuat saya semakin takjub, yaitu kedatangan tamu yang sangat luar biasa. Tamu tersebut akan sangat jarang kami temui dihari-hari berikutnya, terakhir kali saya bertemu beliau saat berkunjung bersama rekan-rekan Tamu Khusus Direksi ke PLN Disjaya pada momen HLN tahun 2015 sewaktu beliau masih menjabat General Manager Disjaya. Tamu tersebut adalah Bapak Syamsul Huda, Direkur Bisnis Regional Sulmapana, salah satu Direksi PLN. Beliau datang dengan penuh semangat dan harapan untuk para relawan yang telah berhari-hari bertempur dan berjuang untuk para korban bencana. Momen seperti ini akan memperlihatkan kepada kita akan SOLID-nya para insan PLN dimana para punggawa ataupun leader kami dari jajaran tertinggi sampai kelevel bawah akan terus bersama menyemangati dan menaburkan Energi Optimisme untuk terus menerangi negeri dan memberikan pelayanan TERBAIK.
Bapak Syamsul Huda mendatangi tenda-tenda para relawan yang tergabung dalam misi Recovery Mamuju. Beliau sangat berterimakasih kepada para relawan yang berjuang dengan sangat gigih sampai pada hari terakhir. Beliau menyampaikan pesan dan harapan kepada para insan PLN agar terus semangat dalam menjaga keandalan pasokan listik. Saya masih teringat dengan salah satu pesan beliau sewaktu mendatangi basecamp kami. Salah satu pesan dan harapan beliau yang saya ingat adalah “ Harapan saya agar kedepannya PLN tidak ada lagi yang namanya gangguan terkecuali hal seperti ini (Bencana Alam), teman-teman harus tetap semangat dengan harapan bahwa tidak lengkap jika PLN tidak padam jangan menderita dan keringat pada saat PLN padam itu yang sangat berat.” pesan tersebut seakan membakar semangat kita untuk tetap berusaha menjaga kontinuitas pasokan listrik dengan cara terus mencari potensi-potensi
SEMANGAT PHINISI | 241


SEMANGAT PHINISI | 242 yang dapat menyebabkan terganggunya penyaluran pasokan listrik ke
Pelanggan.
Pada malam hari setelah sholat Isya, seluruh relawan diundang bertemu dan berdiskusi langsung dengan bapak Syamsul Huda terkait pengalaman, kesan dan pesan selama menjadi relawan recovery Mamuju. Setelah mendengar pesan dan pengarahan dari para leader kami dari tingkat Direksi, PLN Pusat dan PLN UIW Sulselrabar, para relawan dipersilahkan untuk memberikan pesan dan kesan selama menjadi relawan. Ada beberapa penggalan pesan dan kesan yang tidak dapat saya lupakan sampai hari ini. Pesan dan kesan tersebut dari Manager Bagian Jaringan PLN UP3 Mamuju bapak Asnur Aris.
Saya mengingat beberapa penggalan pesan dan kesan beliau yaitu : “
Sebagai manusia biasa kami sangat takut akan adanya bencana ini. Ingin rasanya meninggalkan kota ini seperti para pengungsi lainnya, akan tetapi tugas yang lebih besar membuat kami harus bertahan disini meskipun kami masih dihantui rasa trauma bersama keluarga kami dan kami hanya bisa berpasrah diri kepada Allah SWT. Kami sangat berterimakasih kepada para Relawan. Dengan adanya para relawan tentunya membangkitkan semangat dan harapan kami untuk tetap bertahan disini bersama keluarga. Kami tentu tidak bisa memberikan apa-apa atas jasa-jasa para relawan yang telah membantu kami. Saya hanya bisa berdoa kepada Allah SWT semoga para relawan diberikan kesehatan dan pahala yang setimpal atas jasa-jasanya kepada kami.”
Beberapa penggalan pesan dan kesan yang sangat mengharukan juga terekam dalam memori ini. Pesan tersebut berasal dari salah satu relawan perwakilan PLN UP3 Palu. Beliau menyampaikan : “Kami merasakan betul apa yang dirasakan saudara-saudara kami di Mamuju. Kamipun pernah terpuruk akibat bencana yang sama meskipun ditempat kami kerusakannya lebih besar. Kami melihat apa yang telah dilakukan oleh rekan-rekan PLN Mamuju pada saat Gempa di Palu, merekalah Relawan yang pertamakali tiba di kota Palu. Olehnya itu kami tidak dapat membalas apa yang telah dilakukan oleh rekan-rekan relawan kepada kami kecuali membalas kebaikan mereka dengan


doa. Setelah kami mengetahui adanya bencana gempa di-Mamuju, kami bergerak cepat dengan mengerahkan seluruh armada kami untuk segera membantu saudara-saudara kami di Mamuju, ini adalah wujud terimakasih kami atas bantuan teman-teman UIW Sulselrabar kepada kami dan kami tidak akan pernah lupa dengan jasa-jasa kalian.” Sungguh pesan yang sangat mengharukan dari Insan PLN UIW Sulutenggo. Meskipun berbeda satuan kerja Unit Induk Wilayah, tetapi semangat saling membantu dan saling mendoakan tercipta dalam nuansa yang sangat mengharukan. Diakhir acara kami melaksanakan sesi foto bersama dengan Manajemen PLN dan para relawan lainnya.
Misi Yang Terselesaikan
Kamis, 21 Januari 2021 pukul 09.00 WITA kami melaksanakan upacara pelepasan relawan yang dilaksanakan oleh Pemprov SULBAR dipelataran PLN UP3 Mamuju. Bapak gubernur melalui perwakilannya menyampaikan banyak
terimakasih yang tak terhingga kepada para Relawan PLN yang telah ikhlas membantu percepatan penormalan listrik di Provinsi Sulbar. Pihak Pemda sangat terkesan karena awalnya menganggap proses recovery akan memakan waktu yang sangat lama dengan melihat kondisi kerusakan yang parah. Mereka tidak menyangka proses recovery sangat cepat hanya membutuhkan waktu selama enam hari. Harapan mereka bahwa mamuju kembali bangkit dan masyarakat tidak lagi takut kembali kerumah karena pasca gempa kota Mamuju gelap dan mencekam pada malam hari. Selanjutnya pihak Pemda melepas para relawan dan mendoakan para relawan semoga diberikan keselamatan untuk tiba
SEMANGAT PHINISI | 243


SEMANGAT PHINISI | 244 ditempat tujuan dengan selamat dan diberikan pahala yang setimpal dari
Allah SWT tuhan yang maha kuasa.
Sebelum kembali keunit masing-masing para relawan melaksanakan sesi foto bersama setelah upacara dilaksanakan. Nampak kebahagiaan yang terukir dari ekspresi para relawan pada saat sesi foto. Kebahagiaan tergambarkan atas perjuangan mereka dan tentunya tersirat harapan mereka untuk bisa berkumpul kembali bersama keluarga setelah kurang lebih seminggu lamanya bertugas menjadi relawan.
Beberapa pesan dan kesan selama bergabung bersama para relawan yang disampaikan oleh para Leader kami. Berikut pesan yang disampaikan oleh leader kami pasca pelepasan yang saya kutip dari WAG :
“Terimakasih kepada seluruh tim Pinrang, Palopo, Pare, Palu, Kendari Luwuk, Gorontalo, Makassar Utara, Makassar Selatan, PLNT, Icon+ serta seluruh mitra PLN yang telah bersinergi untuk memulihkan listrik kota Mamuju dan Majene. Semoga jadi amal kebaikan buat kita semua krn telah menjadikan SULBAR terang kembali.” (Bapak Setiyawan, MUP3 Mamuju)
“Selamat jalan sahabat terbaik, semoga Allah memberikan keselamatan, kelancaran, keberkahan dan perlindungannya. Terima kasih atas bantuan terbaik dan pengorbanan yg diberikan, semoga menjadi amal sholeh dan mendapatkan balasan berlipat dari Allah SWT. Mohon maaf jika ada salah dan banyak kekurangan kami.” (Bapak Mundhakir, SRM SDM UIW SULSELRABAR)
“Dear all, bangga rasanya menjadi keluarga besar PLN yang kehadirannya sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama kebersamaan dalam menangani recovery pasca bencana, tdk ada pamrih apapun kecuali hanya untuk memenuhi panggilan ingin membantu sesama yg sedang berduka, sangat cepat kerjanya melampaui ekpektasi masyarakat, hari ini relawan kelistrikan gempa Mamuju telah menyelesaikan tugasnya dengan baik mulai dari tim teknis, tim humas, tim logistik, tim kesehatan dr Unit-unit PLN, Anak Perusahaan, Mitra Kerja TBM, CSR dan juga dr PLN Pusat. Tadi pagi Kamis, 21 Jan 2021 secara


resmi Pemprov Sulbar memberi apresiasi dan ucapan terimakasih kepada seluruh relawan PLN dan sekaligus melepasnya untuk kembali ke daerah masing-masing, tks semua relawan atas bantuannya, semoga kerja keras temen2 semua mjd tabungan kebaikan dan mendapatkan imbalan pahala dr Allah SWT, aamiin.” (Bapak Syamsul Huda, Direktur Bisnis Regional Sulmapana).
Kami telah tiba di Kota Pinrang pada sore hari pukul 17.00 WITA. Kami langsung dibawa ke Klinik kesehatan untuk melaksanakan Swab Antigen sebagai salah satu prokes selama masa pandemi. Syukur Alhamdulillah seluruh relawan PLN UP3 Pinrang hasilnya Negatif yang artinya kami langsung dapat berkumpul bersama keluarga.
Kesan dan Pesan Pribadi
“Pengalaman adalah guru yang paling berharga” pepatah tersebut tentunya menggambarkan suatu peristiwa yang telah kita alami. Kejadian gempa tersebut menjadi pelajaran berharga buat saya. Teringat dengan lagu Berita kepada kawan yang dinyanyikan oleh Ebiet G Ade. Salah satu penggalan kalimat yang dapat menjadi pengingat kita :
“Barangkali disana ada jawabnya, mengapa ditanahku terjadi bencana. Mungkin tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga
dengan dosa-dosa.
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita coba kita bertanya pada
rumput yang bergoyang.”
Sungguh lirik lagu yang menggambarkan keadaan alam dan tingkah laku kita sebagai manusia yang ditakdirkan oleh tuhan untuk menjadi khalifah dimuka bumi ini. Tentunya bencana dapat menjadi ujian ataupun hukuman buat kita. Kita hanya bisa berusaha untuk tetap amanah sebagai khalifah dan terus memohon perlindungan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari segala macam marabahaya.
SEMANGAT PHINISI | 245


Kejadian gempa tersebut menurut saya menjadi salah satu ujian kita sebagai mahluk sosial, betapa tidak kejadian tersebut diluar kendali kita, akan tetapi hal positif apa yang kita lakukan setelah bencana itu datang. Yah sebagai mahluk sosial hati nurani kita tidak akan bisa berbohong untuk melahirkan rasa prihatin dan peduli terhadap para korban yang ditimpa bencana. Ujian yang terberatpun akan datang kepada kita, untuk bisa berkonstribusi ataupun tergerak memberikan doa, berkonstribusi secara finansial ataupun terjun langsung untuk menjadi relawan membantu sesama.
Pengalaman menjadi Relawan Tim Recovery akan menjadi guru buat pribadi ini untuk bisa memaknai arti “pengabdian dan keikhlasan”.
Atas pengalaman itu saya sangat berterimakasih kepada leader kami :
• Bapak Syamsul Huda, Direg SULMAPANA beserta rombongan PLN Kantor Pusat.
• Bapak Awaluddin Hafid, GM PLN UIW Sulselrabar beserta rombongan.
• Bapak Setiyawan, MUP3 Mamuju dan seluruh jajarannya, dan
• Ibu Rizky Ardiana Bayuwerti, MUP3 Pinrang.
Saya tidak pernah menyangka bahwa para leader kami sungguh membakar semangat ini untuk bisa segera menyelesaikan tugas demi MAMUJU TERANG.
Atas pengalaman itu pula saya berterimakasih kepada para Relawan TIM Recovery PLN UP3 Pinrang :
• Bapak Baso Nurahman, MB Jaringan sekaligus ketua tim
• Pak Hayya, UP3 Pinrang
• Pak Muh. Fathur, ULP Sawitto
• Pak Azis Machmud, Alihdaya Yantek PT Lakawan
• Pak Subriyadi, Alihdaya Yantek PT Lakawan
• Pak Rahmat, Alihdaya Yantek PT Lakawan
SEMANGAT PHINISI | 246


• Pak Arianto. L, Alihdaya Yantek PT Lakawan
• Pak Muh. Nur Soadikin, Alihdaya Yantek PT Lakawan
• Pak Agum Irawan, Alihdaya Yantek PT Lakawan
• Pak Tako Besi, Alihdaya Yantek PT Lakawan
• Pak Ismail, Alihdaya Yantek PT Lakawan
• Pak Nasrul, Alihdaya Yantek PT Lakawan
• Pak Amri, Alihdaya Driver PT Almira
Saya tidak pernah mengira akan dapat bergabung bersama supertim yang hebat dan teruji serta menjadi bagian dari kisah heroik yang telah mereka torehkan. Pengalaman itu telah menjadi guru buat pribadi ini untuk semakin memberikan rasa bangga mengabdi di perusahaan yang sangat peduli dan tanggap terhadap bencana alam. Pengabdian Insan PLN sebagai abdi masyarakat adalah sebuah takdir yang terbaik buat kita. Kedewasaan kita akan teruji seperti air yang mengalir penuh riak, melewati kerikil dan bebatuan. Biarlah pengalaman dan takdir itu terus mengalir dan menjadi guru buat pribadi ini. Meskipun dalam pengabdian ini penuh dengan liku, itulah skenarionya. Tapi yakinlah bahwa kita sebagai abdi masyarakat ditakdirkan untuk tetap menghidupkan dan menyuburkan kehidupan yang lain dan sampai kapanpun akan tetap dibutuhkan dalam hidup ini.
SEMANGAT PHINISI | 247


BAB 6
SEMAKIN TERUJI UNTUK BERBAKTI
SEMANGAT PHINISI | 248


SEMANGAT PHINISI | 249
" Ejapi nikana doang"
Seekor udang baru dapat dimakan setelah dimasak dan berubah warna menjadi merah
Makna :
Orang Makassar tak terbuai dengan andai-andai dan keberhasian semu dan pencapaian dinilai jika memang hasilnya nampak terlihat. Mereka mengutamakan karya dan ingin dikenal sebagai pekerja keras


SEMANGAT PHINISI | 250 # 1 Bersama Ifan 2020, Millenial Juga Bisa
Oleh KHAIRUNNISA & SONIA TIKIMIDIA – UP3 Makassar utara
Pembentukan Tim Ranger yang
bertepatan dengan Raker Semester II
UP3 Makassar Utara 25 Desember 2020,
menjadi titik awal bagi kami, anak muda
Makassar Utara untuk membuat
Gebrakan Millenial. Bagai cinta yang
berbalas, Pak Rahmat Manager Bagian
Pemasaran memberikan tantangan
untuk Program Kerja pertama Tim
Ranger yaitu dengan menciptakan
pemasaran yang kreatif sehubungan
dengan promo Gebyar Kemerdekaan yakni Tambah Daya Super Wow dan Super Merdeka UMKM/IKM. Dimana untuk Tambah daya Super Wow sendiri, ditargetkan 1568 pelanggan dan Super Merdeka UMKM/IKM 257 pelaggan.
Mendapatkan tantangan yang luar biasa, membuat kami memutar otak bagaimana menyusun sebuah strategi pemasaran yang kreatif ditengah Pandemi Covid-19 yang dapat menjangkau semua kalangan, meningkatkan penjualan danpendapatan, serta kepuasan customer dengan melibatkan platform media social yang sedang digandrungi ini.
Seperti kejatuhan durian, saya Khayrunnisa mendapatkan sebuah ide dalam renungan malam untuk membuat sebuah web series guna mempromosikan program tersebut. Dengan membaca beberapa referensi mengenai beberapa jenis pemasaran dan ternyata yang paling pas dengan teknik Pemasaran Viral ( Viral Marketing).


Strategi dan proses penyebaran pesan elektronik ini yang menjadi saluran untuk mengkomunikasikan informasi suatu produk kepada masyarakat secara meluas dan berkembang, melalui jaringan internet.
Kontennya bisa bermacam-macam, bisa berupa foto, video, artikel, dan lain-lain.
SEMANGAT PHINISI | 251
Strategi marketing viral adalah bentuk komunikasi yang mengandalkan jejaring sosial untuk menghasilkan minat pada produk atau layanan
mereka.
Marketing viral lebih fokus pada membangun pesan yang
menarik dan efektif. Harapannya dengan menggunakan metode inimampu menginspirasi emosi yang menimbulkan promosi dari mulut
ke mulut, daripada sekadar mengiklankan produk.
Video merupakan alat pemasaran online yang sangat baik. Salah satunya adalah karena video memungkinkan Anda untuk mengekspresikan konsep dengan cara yang sederhana dan orisinal, dan melibatkan
pengguna secara langsung, baik secara audio maupun visual.
Selain itu kita juga harus memahami beberapa atribut penting dari viral marketing itu sendiri seperti Timing, Humor, Aksebilitas, Storytelling,
Consumability dan Shareability.
Dengan beberbekal pengetahuan dari internet, serta pengalaman saya menjadi asisten co-produser web series Tetanggaku Idolaku. Hal tersebut menjadi faktor pendorong bagi saya untuk memulainya. Adapun
tahapan produksi yang kami lalui adalah sebagai berikut :
Pra Produksi
Tahap dimana menyusun script, mencari sponsor, pemilihan pemain
dan reading. Semua tahap tersebut dilakukan hanya dalam satu hari dan
melibatkan rekan-rekan pegawai PLN Makassar Utara, baik sebagai
pemain, maupun kru produksi.


Tahapan pengambilan gambar di beberapa lokasi yang sudah menjadi
sponsor dalam drama ini.
SEMANGAT PHINISI | 252
Produksi
Dalam proses pengambilan gambar, banyak suka dan duka yang terjadi. Terlebih lagi kami semua masih tergolong baru dalam dunia ini. Namun, dengan semangat yang tinggi, tiga lokasi dapat diselesaikan dalam satu
hari.
Pasca Produksi
Tahapan editing, pembuatan promosi, posting media sosial Instagram dan Youtube, serta memberikan kuis di setiap penayangannya untuk
menarik minat masyarakat.
Adapun Manfaat dari Viral Marketing Ifan 2020 ini, selain menambah
Pengalaman,
Hal ini menjadi sesuatu yang baru bagi kami, untuk memulai sebuah web series, tanpa background yang mempuni di bidang ini. Namun, dengan keberanian untuk memulai suatu langkah, kami tim Ranger bisa menyelesaikan tantangan menggunakan web series dalam usaha
meningkatkan Citra Perusahaan
Semenjak penayangan Ifan 2020, follower media sosial Makassar Utara mengalami peningkatan sejumlah kurang lebih 150an selama penayangan. Setiap episode memperoleh banyak viewers, yang selama ini tidak pernah diraih sebelumnya, untuk episode pertama sebanyak 1398 tayangan, episode kedua sebanyak 1.293 tayangan dan episode ketiga
sebanyak 1.548 tayangan.
Viral Marketing Ala Millenial Ifan 2020 menjadi awal mula bagi kami, Tim Ranger PLN UP3 Makassar Utara untuk menciptakan kreasi baru


di masa yang akan datang, untuk meyajikan konten PLN yang di
SEMANGAT PHINISI | 253
pasarkan dengan cara Millenial.
# 2 Incentive Acquisition Captive Power.
Oleh Eko Ridwan, Yuli Ashanianis & Sonia Tikamidia
Semen Tonasa adalah salah satu pelanggan VVIP PLN UP3 Makassar Utara UIW Sulselrabar yang memiliki captive power atau pembangkit tenaga listrik sendiri. Kondisi Semen Tonasa saat itu adalah memiliki beberapa PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) berkapasitas 2x35 MW dan 2x25 MW.
Pada tahun 2018, PT. Semen Tonasa pernah meminta untuk dilakukan Back Up pada saat mereka melakukan overhaul untuk menjaga pasokan listrik mereka. Namun, pemakaian mereka terus menurun pada tahun 2020 dan berlanjut di Maret 2021. Dari sekitar 6 juta kWh menjadi hanya kurang lebih 800.000 kWh atau di bawah energi minimum sekitar 2,1 juta. Sebagai salah satu dari pelanggan tegangan tinggi yang menyumbang pendapatan kWh terbesar, tentu hal ini tidak boleh dibiarkan.
PLN meluncurkan Program Incentive Acquisition Captive Power untuk menarik pelanggan-pelanggan yang memiliki pembangkit tenaga listrik sendiri, untuk kembali menggunakan pasokan listrik dari PLN. Tentunya hal ini merupakan pengembangan-pengembangan yang dibuat untuk tetap memberikan layanan terbaik, sekaligus upaya agar tetap bertahan dan meningkatkan penjualan di masa pandemi.


Tim PLN UIW Sulselrabar menggunakan pendekatan yang tidak asing dalam dunia marketing yaitu Customer Path atau konsep 5A yaitu Aware, Appeal, Ask, Act dan Advocate untuk memasarkan Program Incentive Acqusition Captive Power kepada PT. Semen Tonasa, Tbk.
Fase Aware adalah saat di mana kita membuat pelanggan tahu bahwa tepatnya di awal Februari 2020, PLN memiliki penawaran menarik, berupa diskon jika Semen Tonasa mau mematikan PLTU-nya dan beralih ke listrik PLN. Beberapa strategi yang kita lakukan pada fase ini adalah meminta waktu presentasi proposal pada jajaran manajemen, diskusi non formal di warung kopi dan komunikasi via telepon, juga melalui WhatsApp.
Fase Appeal adalah fase di mana PT Semen Tonasa Tbk. mulai tertarik dengan kata insentif. Pelanggan mulai mengkaji seberapa besar insentif ini bermanfaat bagi perusahaannya. Mengingat data BPP(Biaya Pokok Penyedia) PLTU mereka yang kita pegang saat itu berkisar 1000 – 1100 rupiah per kwh. Hal ini tentu saja jauh lebih mahal dari harga penawaran kita. Perpindahan fase dari Aware ke Appeal ini dilalui dengan sangat cepat. Karena penawaran harga, maupun skema PLN sangat menarik bagi pelanggan.
Yang ketiga adalah Fase Ask, fase ini adalah di saat manajemen PT Semen Tonasa mulai berminat dan memberikan feedback, berupa negosiasi harga. Fase ini sedikit rumit di sisi kita, karena seperti kita ketahui untuk persetujuan harga, PLN UIW harus berkoordinasi dengan PLN Regional sehingga respons yang kita berikan relatif lambat. Proses pemberian jawaban ini terkatung-katung hingga hampir satu tahun.
Sampai pada awal Maret 2021, harapan kita untuk bisa memberikan respon kepada Semen Tonasa mulai terbuka. Dengan keterlibatan tim
SEMANGAT PHINISI | 254


Priority Account Excecutive (PAE), dan dukungan Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan, Pak Bob Saril, maka kita bisa memberikan feedback, sekaligus membuka kembali peluang diskusi untuk menetapkan harga kerja sama.
Fase Act, dimulai pada pertengahan Maret 2021 dengan ditandangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PT PLN (Persero) dengan PT Semen Tonasa. Hal ini merupakan titik akhir perjuangan akuisisi captive power yang sudah kita jalankan dari setahun lalu. Namun, juga merupakan titik awal kita untuk mengakuisisi pelanggan dengan captive power yang lain.
Fase Advocate, fase ini adalah tahapan di mana pelanggan berkenan mengajak atau merekomendasikan produk layanan kita kepada pelanggan yang lain. Hal ini ditandai dengan berkenannya Direktur Utama PT Semen Tonasa, Tbk memberikan testimoni positif terhadap Program Insentif Akuisisi Captive Power ini.
Hal ini tentu saja menjadi gairah baru bagi insan PLN untuk melakukan inovasi-inovasi yang memberikan layanan terbaik kepada pelanggan, guna meningkatkan penjualan pendapatan kWh di masa yang akan datang.
#3 Terang Untuk Pra Sejahtera Selayar
SEMANGAT PHINISI | 255
Oleh SUdirman Tahir – UIW Sulselrabar
PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Sulawesi, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) memberikan bantuan sambungan listrik


SEMANGAT PHINISI | 256
Bantuan diserahkan oleh SRM SDM PLN UIW Sulselrabar, Bapak Mundhakir kepada masing masing perwakilan disaksikan oleh Anggota DPR Komisi VI Bapak Rafsel Ali, Sekretaris Kabupaten Kepulauan Selayar Bapak Dr. Ir. H. Marjani Sultan, M.Si, Kepala Dinas dan
gratis kepada 546 Keluarga Pra Sejahtera di kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Bantuan sambungan listrik tersebut berasal dari program Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli. Program TJSL PLN Peduli ini merupakan program PLN yang salah satunya menghadirkan listrik hingga ke seluruh pelosok negeri, sekaligus meningkatan Rasio Elektifikasi di Sulawesi Selatan yang telah mencapai 99,99%.
Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian keluarga dengan memanfaatkan listrik sebagai penggerak usaha rumah tangga.
Selain bantuan tersebut, PLN Peduli (TJSL) telah menyerahkan bantuan diantaranya:
1. Bantuan
2. Bantuan
3. Bantuan
4. Bantuan
5. Bantuan
6. Bantuan
7. Bantuan
Dive)
PJU Pemkab Selayar,
Sembako Yayasan Al Jihaad
Pembangunan Masjid Pondok Pesantren Hidayatullah Pembangunan Masjid Besar Miftahussalam
Kapal dan Alat Tangkap Ikan
Pipanisasi Air Bersih
Layanan Transportasi Laut untuk Wisata Bahari (Marine


SEMANGAT PHINISI | 257 Instansi di lingkungan Kabupaten Selayar, Tokoh Masyarakat dan tokoh
pemuda di gedung Pertemuan Kabupaten Selayar.
Bantuan tersebut diharapkan bisa menjadi pendorong berbagai pihak untuk lebih peduli mengoptimalakn sumber daya yang ada di Kepulauan Selayar, mengembangkan perekomian masyarakat, mendorong industri kreatif bagi kemajuan dan kemakmuran masyarakat Selayar.
#4 Petani Soppeng Yang Bahagia
Oleh Franklin Ginter-ULP Soppeng
Melalui program Electrifying Agriculture, PLN terus melayani kebutuhan listrik bagi para petani, salah satunya di Desa Panincong, Kelurahan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Dengan menggunakan listrik, petani memperoleh manfaat dari segi operasional, efisiensi, dan produktivitas.
Syamril salah seorang petani di tempat tersebut mengaku dengan hadirnya listrik di sawahnya dapat menghemat biaya operasional. Sebelumnya, untuk mengoperasikan pompa air untuk mengairi sawahnya, ia membutuhkan rata-rata 3 (tiga) kilo gram (kg) tabung gas dengan biaya sebesar Rp 58.000 per hari.
Menurutnya, apabila menggunakan listrik mereka hanya membutuhkan Rp30.000, untuk membeli token listrik dan menyalakan pompa airnya dalam satu hari penuh.


SEMANGAT PHINISI | 258
# 5 Cahaya Sang Naga
Oleh Andhika – MB SAR Bulukumba
PLN terus mendukung program Electrifying Agriculture, khususnya dalam mendongkrak penghasilan petani buah naga di Desa Sukamaju yang dikenal dengan nama 'Cahaya untuk Sang Naga'.
Cahaya untuk Sang Naga merupakan upaya elektrifikasi pertanian buah naga yang dapat meningkatkan produksi di luar musim panen, dengan cara memberikan aliran listrik di malam hari dan di setiap pohon untuk membantu proses panen Buah Naga agar hasilnya lebih cepat dan lebih baik.
Upaya ini dapat memberikan dampak yang besar bagi petani buah naga. Salah satunya yang diungkapkan salah seorang petani buah naga,
"Penghematan yang saya dapat adalah Rp28.000, setiap harinya, artinya estimasi dalam satu tahun saya bisa menghemat sampai Rp 10.220.000," tutur Syamril.
Untuk melayani sebanyak 13 petani dengan total daya 41.200 Volt Ampere (VA) di Desa Panincong, PLN membangun jaringan listrik sepanjang dua kilometer sirkuit (kms) Jaringan Tegangan Rendah (JTR) dan memancang 20 tiang.
Dengan adanya program Electrifying Agriculture, PLN berharap dapat menggenjot produktivitas pertanian karena dengan hadirnya listrik biaya operasional petani bisa menjadi lebih murah.


SEMANGAT PHINISI | 259
Lukman mengatakan, produksi buah naga semakin meningkat selama menggunakan 500 lampu pada buah naganya.
Terbukti, sebelum memakai lampu, petani membutuhkan waktu enam bulan untuk sekali panen. Namun dengan adanya lampu, petani hanya butuh waktu sebulan saja. Jadi saat ini, untuk sekali panen petani di Desa Sukamaju bisa lebih cepat enam kali dari biasanya.
Selain dapat mempercepat proses produksi, pemakaian lampu untuk buah naga juga bisa menambah pendapatan serta kualitas hingga lima kali.
Semula untuk sekali panen, produksi buah naga bisa mencapai 3 ton dengan harga Rp10 juta untuk di jual, tapi setelah menggunakan lampu bisa menghasilkan 5 ton dengan harga Rp50 juta sehingga dapat di ekspor hingga Malaysia.
PLN Dongkrak Penghasilan Petani Buah Naga Lewat 'Cahaya untuk Sang Naga'
PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat terus mendukung program Electrifying Agriculture, khususnya dalam mendongkrak penghasilan petani buah naga di Desa Sukamaju yang dikenal dengan nama 'Cahaya untuk Sang Naga'.
Melalui CSR PLN Peduli, PLN UIW Sulselrabar memberikan bantuan sebesar Rp70 juta, dalam bentuk 500 Lampu guna meningkatkan produktivitas buah naga kepada Bupati Sinjai, Andi


SEMANGAT PHINISI | 260
# Kisah Buah Naga Di Bumi Panita Kitta
Bermula dari kegiatan forum milenial yang diadakan PLN UIW Sulselrabar pada Bulan September 2019, dengan mengundang beberapa Narasumber salah satunya adalah tamu undangan dari PLN UID JATIM
Seto Ghadista Asapa di Desa Sukamaju, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai.
General Manager PLN UIW Sulselrabar, Awaluddin Hafid mengatakan, elektrifikasi pertanian buah naga ini untuk meningkatkan produksi buah naga di luar musim panen, dengan cara memberikan aliran listrik di malam hari dan di setiap pohon untuk membantu proses panen Buah Naga agar hasilnya lebih cepat dan lebih baik.
Program ini dapat memberikan dampak yang besar bagi petani buah naga. Salah satunya yang diungkapkan salah seorang petani buah naga, Lukman mengatakan, produksi buah naga semakin meningkat selama menggunakan lampu.
“Sebelum memakai lampu, biasanya membutuhkan waktu enam bulan untuk sekali panen. Namun dengan adanya lampu, kami hanya membutuhkan waktu sebulan saja. Jadi sekarang untuk sekali panen kami bisa lebih cepat enam kali dari biasanya," ungkap Lukman.
Selain dapat mempercepat proses produksi, pemakaian lampu untuk buah naga juga bisa menambah pendapatan hingga lima kali.
"Alhamdulilah, biasanya untuk sekali panen, produksi buah naga bisa mencapai 3 ton dengan harga Rp10 juta untuk di jual, tapi setelah menggunakan lampu bisa menghasilkan 5 ton dengan harga Rp50 juta," tutupnya.


SEMANGAT PHINISI | 261 yang ketika itu hadir sebagai pembicara adalah Mas Tegar Hasadi MSB
Pemasaran UID Jatim.
Topik pembicaraan sangat menarik sampai pada titik dimana diskusi Buah Naga Banyuwangi yang dapat panen setiap bulan menyentak pikiran saya.
Kok, bisa ya hanya dengan berbekal cahaya lampu Buah Naga dapat panen secara “Unlimited”. Saat itu juga saya putuskan untuk ijin atasan Ibu Yuswastuty Manajer UP3 Bulukumba untuk belajar langsung dari UID Jatim minimal melihat antusiasme teman – teman UID Jatim dalam melistriki Kebun Buah Naga. Ternyata benar sesampaianya di UID Jatim, Mas Tegar beserta stafnya memberikan banyak informasi mengenai Buah Naga menggunakan cahaya lampu, bahkan sampai ada bukunya yang saya bawa.
Sesampainya kembali di Kabupaten Sinjai, saya langsung menggali informasi mengenai ada tidaknya petani Buah Naga di Kabupaten ini. Bahkan, beberapa kelompok kepemudaan juga tak luput membantu mencarikan informasi tersebut dan hasilnya memang ada petani buah naga tetapi hanya musiman, No Problem bagi saya dan tim ULP Sinjai ketika itu, kami akan coba melakukan probing, edukasi bahkan memberikan contoh bahwa ini sudah ada dan terbukti berhasil.
Setelah beberapa kali bertemu dengan petani buah naga, akhirnya dapat satu petani yang tergerak untuk mengikuti cara yang sudah dilakukan oleh petani buah naga di Banyuwangi.
Kami mengajak untuk berkolabarasi, bahwa kami siap membantu mencarikan pasar yang nantinya akan digunakan untuk menjual produksi Buah Naga made by Sinjai di provinsi Sulawesi Selatan.
Butuh waktu 3 bulan untuk berdiskusi, sharing, bahkan sampai akhirnya petani tersebut mulai mencoba menggunakan Cahaya lampu dari PLN


untuk beberapa pohon Buah Naga di kebunnya, dan belum sampai hasil pada titik memuaskan Pandemi Covid melanda Republik. Rencana yang sebelum pada Bulan April 2020 mulai dicoba gagal total. Mengingat masa panen Buah Naga secara masif ada pada Bulan April – Agustus setiap tahun.
Sejenak kami berpikir, bahwa jika hanya menjual produk Buah Naga pada masa pandemic kecil kemungkinan berhasil. Mengingat mobilisasi petani yang kecil ketika masa tersebut ,dan tentunya kepastian petani buah naga untuk menggunakan Cahaya Lampu secara full pada pada kebunnya juga akan kecil. Work From Home, stay at Home, bahkan pelarangan ke luar kota dilakukan pada masa tersebut sehingga jelas
Petani Buah Naga yang biasa menjual produk ke luar Kabupaten Sinjai akan terkikis penghasilannya dan memberikan dampak secara tidak langsung bagi keberhasilan penggunaan energi listrik untuk Buah naga.
Tidak habis akal , saya mencoba untuk berdiskusi dengan Bupati dan Wakil Bupati Sinjai mengenai hasil pertanian pada masa pandemi, dan tercetus ide bahwa kebun Buah Naga yang disinari cahaya lampu dapat sebagai kegiatan “Education Tourism” .
Kegiatan belajar sekaligus jalan – jalan bahkan Ibu Wakil Bupati Sinjai sangat mendukung kegiatan tersebut dengan melakukan promosi di beragam media di kabupaten Sinjai, minimal kegiatan kami dapat di lihat oleh masyarakat luas dan tentunya dengan alam Kabupaten Sinjai yang subur dapat menarik calon Sarjana untuk dapat memulai usaha berkebun.
Pada Bulan Oktober 2020, mulai ada titik terang kelanjutan penggunaan Cahaya lampu di Kabupaten Sinjai, Pak Lukman petani buah naga di
SEMANGAT PHINISI | 262


SEMANGAT PHINISI | 263 Kecamatan Tellulimpoe mulai berminat menggunakan Cahaya Lampu
untuk pohon Buah naga secara masif dikebun 1 hektar miliknya.
Sebelum memulai usaha tanaman buah naga, Pak Lukman dulunya adalah petani pohon karet. Pertama kali mencoba menanam buah naga ia lakukan di lahan teras rumahnya sekitar 10 pohon dengan niat hanya coba-coba. Dan ternyata hasilnya lebih dari yang dibayangkan buah yang dihasilkan cukup besar dan manis.
Dari situlah dia memberanikan diri untuk menebang seluruh pohon karetnya untuk dijadikan tanaman buah naga, luas lahan yang dipakai untuk tanaman buah naga seluas 1 hektare yang terletak di Desa Sukamaju, Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sinjai yang dimana desa ini terkenal dengan penghasil buah naga tersebar di Kabupaten Sinjai.
Dengan perawatan dan pemeliharaan yang rutin mulai dari tahun 2016 sampai dengan sekarang tanamannya berjumlah 2.000 pohon dengan bobot 1 buah bisa menyentuh berat 3 Kg/buah. Hasil panennya per bulan sekarang sekitar 2 ton/bulan dan dijual di Kota Makassar sampai di Ekspor ke Malaysia.
Sebelum memakai teknik penyinaran lampu, frekuensi panen buah naganya hanya terjadi 6 bulan saja selama setahun yaitu dari bulan April – Agustus atau pada saat periode musim panas dengan hasil panen perbulan sekitar 2 Ton. Jadi setahun hanya sekitar 12 Ton, dan akhirnya mulai Bulan Februari 2021, Pak Lukman menggunakan metode ini pada kebun buah naga satu hektar miliknya.
Tentunya keinginan Pak Lukman untuk meningkatkan produksi buah naga nya terjawab setelah menggunakan teknik ini. Menurut Pak Lukman petani buah naga setelah menggunakan metode penyinaran selama 6 bulan, frekuensi panen meningkat bahkan 1 bulan bisa dua kali panen serta buah yang dihasilkan lebih besar dan manis.


Upaya PLN Bulukumba dalam menggarap Petani Buah Naga dengan memanfaatkan layanan Strike UP, layanan ini memenangkan Inovasi WOW Diamond Kategori Diamond Strategy and Exceution yaitu kWh Prabayar “PLN Merdeka” yang sudah tidak dimanfaatkan dengan tarif Layanan Khusus dengan total 2 x 5.500 VA, sehingga petani lebih dimudahkan dan diuntungkan dengan tidak ada biaya penyambungan dan rekening minimum dan tentunya di Pihak PLN, mengingat tidak ada faktor Investasi pada layanan ini.
Keberhasilan Program penggunaan cahaya lampu pada Petani Buah Naga di Kabupaten Sinjai tidak terlepas dari dukungan para pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai, dan tentunya Support full Bapak Mundhakir SRM SDM UIW Sulselrabar, Ibu Yuswastuty dan Bapak Leandra Agung selaku Manajer UP3 Bulukumba yang tidak henti – hentinya menanyakan kabar kelanjutan Buah Naga. Semoga semakin banyak petani yang menggunakan teknik ini di provinsi Sulawesi Selatan khususnya.
# 6. Hadirkan Terang Menuai Untung
Oleh NOVIA DEWANTY – ULP Lakawan
Senja telah berganti pagi, namun kebisingan ini tidak berhenti. Suara knalpot racing menemani semua aktifitas. Pagi yang cerah, angin segar menerpa seluruh tubuh hingga rasa dinginnya merasuk ke tulang.
Saya bersyukur bisa berkesempatan menikmati tugas sebagai insan PLN dengan ditempatkan di daerah yang kondisinya sangat bagus utamanya dari sisi pertaniannya.
SEMANGAT PHINISI | 264


Ya, saat ini saya berada di Kabupaten Enrekang. Daerah ini begitu mashur sebagai penghasil bawang merah terbesar kelima di Indonesia yang menguasai pasar Sulawesi dan Bagian Timur.
Kota berjuluk Masenrempulu ini masuk dalam wilayah kerja PLN ULPLakawan. Disini, kami dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan listrik para petani bawang yang dimanfaatkan untuk kebutuhan pompanisasi, penyiraman hingga untuk
penghalang hama.
Cukup sulit meyakinkan para petani beralih dari genzet ke listrik. Namun, karena usaha yang sudah dilakukan para senior sebelumnya untuk melakukan pendekatan kepada para petani bawang akhirnya mereka menggunakan listrik demi memangkas biaya operasional saat masa tanam.
Banyak produk PLN yang ditawarkan yaitu Gebyar Petani Bawang hingga ON-ION yang cukup menarik perhatian petani, walaupun dalam prosesnya cukup sulit untuk meyakinkan pemikiran mereka yang masih konservatif. Pelan tapi pasti, satu per satu percaya melihat kesuksesan salah satu pengusaha tani bawang yang beralih untuk menggunakan motor listrik (pompanisasi) dengan menggunakan produk BP (Biaya Penyambungan) Cicil mulai daya 10.600 VA keatas. Merubah mindset dan membuat parapetani itu percaya adalah tugas tersulit kami saat itu.
Pada awal tahun 2019, beberapa kebun bawang menemukan cara untuk mengurangi kupu- kupu (hama) dengan cara yang sederhana, yaitu dengan menarik perhatian kupu-kupu akan sinar UV sehingga kupu-kupu akan mendekat kearah pantulan lampu dan terjebak masuk dalam ember.
SEMANGAT PHINISI | 265


SEMANGAT PHINISI | 266 Masalahnya hanya bagaimana memasang instalasi di kebun-kebun petani
bawang? Dengan lokasi yang jauh dari jaringan?
Banyak permohonan pasang baru yang masuk, tetapi kami kewalahan hingga beritaini terdengar oleh media. Saat itu komoditas bawang merah di Enrekang sedang naik daun.Akhirnya dengan support Manajer UP3 Pinrang, kami kemudian turun langsung melihat keadaan, serta memetakan kebutuhan dan kendala di lapangan seperti apa. Saya bersama bidang teknik bergegas menuju lokasi tersebut, di Desa Tondok Kelurahan Lakawan.
Di sana para petani bawang sudah berkumpul meminta agar ada jaringan masuk. Dengan adanya listrik, beban operasional petani untuk pestisida dapat ditekan. Manfaat lainnya yaitu menghemat, bahkan menghilangkan biaya pestisida, serta dapat mengurangi bahaya menghirup racun pestisida yang menyebabkan penyakit mulai dari gangguan pernapasan, pencernaan, kanker hingga kematian.
Semua kendala dapat teratasi dengan baik. Para petani benar-benar menikmati manfaat menggunakan listrik, untuk kegiatan penyiraman dengan pompa motor listrik, penyinaran untuk
menghalangi hama, hingga mengeringkan menggunakan lampu/kipas saat.
Banyaknya pasokan listrik dan sesuai dengan misi PLN yaitu menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, serta mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.


Kedatangan kami ke lapangan mendapatkan apresiasi, serta membuka peluang bagi petani untuk dapat terus produktif dengan kualitas terbaik dan harga yang bersaing. Hal ini kami lakukan untuk dapat bersinergi, selalu memberikan energi positif kepada masyarakat dan senantiasa mampu menghadapi segala tantangan dengan situasi yang tidak terduga. Saya bersyukur dapat hadir dan cepat beradaptasi dalam kondisi apapun meski sulit hidup terus berjalan,hadapi dan jalani. Tetap “Bersemangat Jadi Juara” yang menjadi tagline UP3 Pinrang.
#7 Deaf Barista Untuk Teman Tuli
Oleh Eko Wahyu Prasongko – UIW Sulselrabar
Bang Restu dengan sabar menjelaskan proses untuk menghasilkan cita rasa kopi yang enak. Dimulai sejak pemilihan biji kopi, mengukur takaran, proses penggilingan, cara melipat kertas saringan, cara menuangkan air panas, waktu penuangan pertama, penuangan kedua sampai pada pemindahan hasil racikan kopi ke dalam gelas. Semua antusias mendengarkan penjelasan Bang Restu Faisal dan Mas Giant dari Makassar Kopi Community.
Mbak Fadillah dengan cekatan menterjemahakan ke dalam bahasa gerakan tangan agar mudah dipahami peserta Teman Tuli. Setiap tahapan Bang Restu mengulanginya agar semua peserta lebih faham.
Mas Bambang juga tidak kalah sibuknya. Dengan melihat gerakan tangan dan mimik Mbak Angga, Mas Bambang ikut menggerakkan tangan dan beberapa tambahan gerakan taambahan agar lebih mudah dipahami para peserta. Sebagai senior dari peserta komunitas Teman Tuli, Mas Bambang berusaha terus menyemangati peserta lainnya.
SEMANGAT PHINISI | 267


Saat pembukaan dihari pertama, Mas Bambang mewakili peserta lainnya juga sangat antusias memberikan sambutan dengan diterjemahkan oleh Mbak Angga. Dan pada sesi praktek dihari kedua, Mas Bambang juga terus mendampingi peserta. Sepertinya Mas Bambang berusaha keras agar seluruh peserta lebih faham, tetap semangat, tetap bahagia dan hasil prakteknha enak serta bisa mengembangkannya.
Tidak sampai disitu, Mas Bambang juga minta tanggapan dari pihak PLN yang ikut hadir (pak Mundhakir) yang sempat mencicipi kopi hasil racikan,. Bagaimana rasa kopi tadi pak ? saat disampaikan kalau hasil
racikan peserta kualitasnya bagus, rasanya enak, dan citra rasa kopinya sangat kuat sehingga layak untuk di jual ke khalayak. Ada peluang untuk melanjutkan kegiatan ini dengan kerjasama berbagai pihak, sehingga potensi yang dimiliki Teman Tuli bisa dikembangkan dan lebih mandiri. Mendengar penjelasan tersebut Mas Bambang tampak berseri seri dan bahagia sekali. Malah kemudian mengajak foto bersama seluruh peserta dari Teman Tuli.
Melihat antusiasme peserta mengikuti setiap sesi, dan dengan bahagia menjalani praktek, menjadikan para pendamping dan panitia makin percaya diri. Apalagi saat peserta dari Malinau menyampaikan kalau kegiatan ini bisa dikaitkan dengan para petani kopi di Malinau. Dia juga minta agar pendamping dan panitia dari PLN bersedia berkunjung dan diskusi dengan petani kopi Malinau, sehingga terbina sinergi yang saling menguntungkan. Petani lebih professional dalam mengolah kebun kopinya sehingga hasilnya lebih baik, kualitas terjaga dan harga bisa terkendali. Pengusaha kopi bisa mendapatkan kontinuitas pasokan dengan kualitas sesuai harapan dan harga yang wajar sehingga semua diuntungkan.
SEMANGAT PHINISI | 268


Dihari ketiga, dilaksanakan ujian sertifikasi bagi seluruh peserta. Ujian dilaksanakan dalam bentuk tertulis untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta terhadap pengolahan kopi dan sesuai materi yang diberikan pembimbing. Kemudian ujian praktek untuk seluruh peserta. Penilaian terdiri dari tehnik pouring (manual growing), aroma dan rasa.
Mas Restu Faisal dan Mas Giant Pallacuba dari Makassar Kopi Community selaku pembimbing sangat senang dan berterima kasih sekali atas pelaksanaan kegiatan ini untuk bisa menyemangati dan memberdayakan Teman Tuli serta bekerjasama dengan lainnya dapat mengoptimalkan keunggulan lokal terutama di Sulawesi Selatan.
Plt Gubernur Sulawesi Selatan dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Sosial Propinsi Sulawesi Selatan Drs. Muh Abbas Hasan Ambarala menyampaikan ““Kami mengapresiasi yang sangat tinggi kepada PLN di wilayah ini atas kepeduliannya dalam upaya pembangunan manusia, khususnya bagi penyandang disabilitas.”
Kegiatan pelatihan sertifikasi dan
pemberian alat barista bagi anak
disabilitas tuna rungu, merupakan
gagasan yang sangat inovatif. Dan
ini merupakan kerja nyata dalam
membantu pemerintah dalam
memberikan pelayanan terbaik bagi
masyarakat, kata pak Pj Gunernur
Sulawesi Selatan, H Andi Sudirman Sulaiman, ST.
Kegiatan pelatihan dan sertifikasi pengolahan kopi dilaksanakan oleh PLN UIW Sulselrabar sebagai bentuk tanggung jawab social (CSR) dalam pemberdayaan masyarakat sehingga bisa tumbuh, berkembang dan lebih mandiri. Kegiatan kali ini dilaksanakan di Hotel Fourpoint by Sheraton Makassar dengan pendamping dari Makassar Copi Community.
SEMANGAT PHINISI | 269


#8 SPKLU Pertama Indonesia Timur
Oleh Yanuardhi – MB REN UP3 Makassar Selatan
Demi mendukung terwujudnya era Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia. PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulselrabar melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Makassar Selatan meresmikan pengoperasian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yg berlokasi di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Mattoanging, Jl. Monginsidi No 2 pukul 14.00 - 16.00 WITA (10/06/2021).
Hadir dalam acara tersebut, Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Bapak Andi Sudirman Sulaiman, Direktur Niaga, dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua, dan
Nusa Tenggara PLN, Bapak Syamsul Huda, serta para Pimpinan Perusahaan, Pemilik Kendaraan Listrik, dan Pemerintah Daerah setempat.
SPKLU Mattoanging sudah dilengkapi dengan teknologi Fast Charging 25 kW sehingga memungkinkan pelanggan melakukan pengisian daya hanya dengan waktu 30 menit saja sudah dapat menempuh jarak 100 km. SPKLU ini berada di pusat kota, mudah terjangkau dari pusat bisnis, pusat perbelanjaan, penginapan, rumah sakit dan tempat wisata. Pengguna SPKLU pun dapat memanfaatkan skuter listrik milik PLN sebagai fasilitas pendukung yang memudahkan ke lokasi kerja atau beraktivitas di sekitar SPKLU. Selain itu, SPKLU ini terintegrasi dengan Aplikasi Charge.IN yang merupakan aplikasi pertama pendukung
SEMANGAT PHINISI | 270


SEMANGAT PHINISI | 271 ekosistem kendaraan listrik di Indonesia yang memudahkan pelanggan
dalam pemantauan transaksi pengisian daya kendaraan listrik.
Dalam laporannya, General Manager PLN UIW Sulselrabar, Pak Awaluddin Hafid mengatakan, SPKLU ini dibangun pada tahun 2018, dikonsep dan digagas oleh PLN UP3 Makassar Selatan dengan penggunaan teknologi Fast Charging, kemudian tahun 2020 dikembangkan dengan penerapan aplikasi Charge.IN yang terintegrasi. Tahun ini kita bisa meresmikan SPKLU yang pertama di Kota Makassar dan di Sulawesi Selatan, atau bahkan di Indonesia Timur.
Bapak Syamsul Huda selaku Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara PLN berharap, hadirnya SPKLU ini akan mendukung terwujudnya Electrifying Lifestyle di kalangan masyarakat, dan mendukung para pengusaha penyedia kendaraan listrik dalam menyediakan kendaraan listrik. Penggunaan kendaraan listrik juga akan mendukung Pemerintah dalam meminimalisir penggunaan bahan bakar fosil, mengingat ketersediannya yang sangat terbatas dan juga mengurangi emisi karbon di udara serta tidak menimbulkan polusi suara.
Dalam sambutannya, Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menambahkan, selain tanpa emisi dan suara, penggunaan kendaraan listrik lebih hemat jika dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar minyak. Pihaknya akan sangat mendukung langkah - langkah yang dilakukan PLN guna mendorong penggunaan kendaraan listrik di Sulawesi Selatan.
THE END


SEMANGAT PHINISI | 272 TENTANG EDITOR
Mundhakir Salman, lahir di Boyolali, Jawa Tengah dari pasangan Bapak H Damanhuri dengan Alm Ibu Natijatul Ulumiah, anak ke- 4 dari 8 bersaudara. Sempat mengenyam pendidikan di SDN I Musuk, SMPN1 Musuk, SMAN 1 Boyolali, STIE Tarakan, Unv.Trisakti dan Paskasarjana YPUP Makassar.
Mengawali karir di PLN Cabang Tarakan, Kalimantan Utara, kemudian berpindah ke Tanjung Selor, Berau, Samarinda, Berau, Balikpapan, Solok-Sumbar, Demak, Surakarta dan Makassar. Penempatan di unit operasional layanan menjadikan banyak bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat dan memberikan pengalaman yang sangat mengesankan, sehingga sangat sayang kalau dilewatkan begitu saja, padahal bisa jadi menjadi salah satu bahan referensi untuk pegawai pegawai milenial berikutnya jika dijadikan literalisasi.
Beberapa pengalaman dituangkan dalam buku seperti : Terang di Beranda Negeri, 100 Hari Menapaki Area Demak (bersama Pranawa.E), Disiplin Eksekusi_Merubah Emprit Menjadi Rajawali (Tim DJTY), Light Up The Dream, Listrik Untuk Menyalakan Mimpi. Motto hidupnya, “Setiap kehadiran harus memberi manfaat dan nilai tambah bagi sekitarnya.”
Contact : [email protected] ; [email protected] ; @mundhakirsolo


Perempuan kelahiran 1 April bernama lengkap Vinca Resti Apriani ini, mengawali karirnya di Rayon Bogor Kota di bawah UP3 Bogor, kemudian bergabung di PLN Unit Induk Pembangkitan XII (PLN UIP SULUTENGGO), dan saat ini ditempatkan di UP3 Makassar Utara.
Menulis, merupakan salah satu hobi yang sudah lama ditinggalkan oleh lulusan Sistem Informasi - Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ini, dan baru ditekuni kembali pada tahun 2019.
Beberapa karya beliau sudah ditebitkan menggunakan nama pena, baik dalam bentuk novel solo dan antologi bersama komunitas menulis yang diikutinya.
Di sela-sela waktu luang yang dimilikinya, perempuan berzodiak Aries ini menuliskan ide di buku tulis, ataupun ponsel yang kemudian dikembangkan menjadi novel atau cerita bersambung bila sempat. Atau melakukan hobi lainnya seperti membaca salah satu buku dari sekian banyak tumpukan buku yang dimilikinya. Hal tersebut dilakukannya karena dia percaya, “Penulis yang baik adalah pembaca yang baik.” Maka untuk bisa menuangkan isi pikiran dalam bentuk tulisan, tentu saja seseorang harus banyak membaca untuk memperkaya kosakatanya. Penulis bisa dihubungi di [email protected]
SEMANGAT PHINISI | 273


Optimisme Menggapai “SIRI”
Tulisan yang diangkat dalam buku Semangat Phinisi Terus Berlayar Menerjang Badai, Optimisme Menggapai “Siri”, merupakan wujud komitmen insan PLN yang ada di UIW Sulselrabar dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan di tengah pandemic. Semoga tulisan ini menjadi inspirasi dan penyemangan segenap insan PLN sebagai bentuk implementasi core value AKHLAK, dan perwujudan Komitmen Bersama agar perusahaan sehat, terus tumbuh dan berkembang sehingga mampu memberikan sumbangsih maksimal bagi bangsa dan negara tercinta, Indonesia.
SYAMSUL HUDA -
Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi Maluku Papua dan Nusa Tenggara
Semoga dengan hadirnya buku ini, para pekerja keras lingkup PLN akan semakin terlecut untuk berbuat yang terbaik bagi negara tercinta ini melalui perjuangan untuk semakin memasyarakatkan produk andalan PLN. Dan khususnya bagi masyarakat luas, hadirnya buku ini akan semakin menyempurnakan pemahaman tentang kiprah PLN dengan seluruh personilnya untuk mempersembahkan yang terbaik bagi kemanusiaan dan kebangsaan. Selamat membaca dan salam L, Listrik untuk Semua.
HAMDAN JUHANNIS
Rektor Universitas Islam negeri Sultan Alauddin Makassar
ISBN 978 - 623- 5587- 05- 9


Click to View FlipBook Version