The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Berisi materi pokok semester 1 dan 2 Biologi kelas 12 SMA

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Eny Suryaningsih, 2022-02-06 21:14:13

MODUL BIOLOGI KLS 12 SMA

Berisi materi pokok semester 1 dan 2 Biologi kelas 12 SMA

Keywords: MODUL BIOLOGI

E. Test Cross dan Back Cross

1. Test Cross
Uji silang adalah perkawinan individu F1 dengan induknya
yang bersifat homozigot resesif. Persilangan ini bertujuan
untuk mengetahui apakah individu induk bersifat homozigot
atau heterozigot.

Contoh persilangan dalam uji silang sebagai berikut.

Tikus hitam disilangkan dengan induk tikus putih
menghasilkan keturunan 50% tikus hitam dan 50% tikus
putih, bersifat heterozigot atau homozigotkah genotipe tikus
hitam tersebut?

2. Back Cross

Perkawinan balik adalah perkawinan antara individu F1
dengan salah satu induknya. Persilangan ini bertujuan
untuk mencari genotipe induk.

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 136

Penugasan 1
Imitasi Persilangan Monohibrid

Tujuan :

1. Membuktikan adanya prinsip segregasi dan berpasangan
secara bebas.

2. Membuktikan perbandingan Mendel 1 : 2 : 1 (untuk ratio
genotip) dan 3 : 1 (untuk ratio fenotip)

137 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII

Alat dan Bahan:

❖ 50 bulir beras
merah*)

❖ 50 bulir beras
putih*)

❖ 2 buah wadah Gambar beras merah
Keterangan: dan beras putih

*) Bisa diganti
LangdkeanhgaKnebrjijai-:bjijian

atau benda lain yang
✓ Steiarspekdaina d2abnuah wadah, beri label 1 dan 2 (nomor 1

dmiibeamrautnkagnkitnekmapnat bagi gamet jantan dan nomor 2
diibaratkan tempat bagi gamet betina

✓ Ambilah 25 bulir beras merah, dan 25 bulir beras putih
kemudian masukkan ke dalam wadah 1.

✓ Ambilah 25 bulir beras merah, dan 25 bulir beras putih
kemudian masukkan ke dalam wadah 2.

✓ Aduklah beras pada masing-masing wadah supaya
beras tercampur rata.

✓ Ambilah secara acak 1 bulir beras dari wadah 1 dan 1

bulir beras dari wadah 2, pertemukan dan catat dalam
tabulasi.
✓ Dengan cara yang sama lakukan terus sampai bulir-bulir

beras yang berfungsi sebagai gen ini habis.
✓ Hitung perbandingan yang diperoleh baik perbandingan

genotip maupun fenotip setelah sebelumnya

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 138

ditentukkan terlebih dahulu lambang gen dari setiap bulir
beras dan fenotip yang dikendalikannya.

Hasil Percobaan : Tabulasi Frekuensi

Pasangan Gen
Merah – Merah
(MM)
Merah – Putih
(Mm)
Putih – Putih
(mm)

Pertanyaan :
1. Berapa perbandingan genotip dan fenotip yang anda

peroleh ?
2. Buatlah diagram persilangan antara tanaman berbunga

merah (MM) dengan tanaman berbunga putih (mm)
sampai turunan kedua (F2). Bila dalam turunan kedua
dihasilkan 10.000 tanaman baru, ada beberapa batang
yang berbunga merah dan beberapa batang yang
berbunga putih ?
3. Kesimpulan apa yang anda tentukan dari percobaan ini
?

Penugasan 2
Imitasi Persilangan Dihibrid

Tujuan :
Membuktikan perbandingan Mendel (Perbandingan fenotip
F2) 9: 3 : 3 : 1

139 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII

Alat dan Bahan:

❖ 50 bulir beras
merah*)

❖ 50 bulir beras
putih*)

❖ 50 biji kacang Gambar kacang hijau
hijau*)

❖ 50 biji kacang
Kedelai*)

❖ 4 buah wadah Gambar kacang kedelai
Keterangan:

*) Bisa diganti
Cdaetnagtaann:biji-bjijian
Baetarausbmenedrahlaminenghasilkan warna merah (M)
Byearnagstpeurstiehdmiaednagnhasikan warna putih (m)
memungkinkan
Kacang hijau menghasilkan buah bulat (B)

Kacang kedelai menghasikan buah kisut (b)

Langkah Kerja:
✓ Siapkan 4 buah wadah, berilah label nomor 1, 2 , 3 dan

4 (nomor 1 dan 3 diibaratkan tempat gamet jantan,
sedangkan nomor2 dan 4 diibaratkan tempat gamet
betina).
✓ Ambilah 25 bulir beras merah, dan 25 bulir beras putih
kemudian masukkan ke dalam wadah 1.

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 140

✓ Ambilah 25 bulir beras merah, dan 25 bulir beras putih
kemudian masukkan ke dalam wadah 2.

✓ Ambilah 25 biji kacang hijau, dan 25 biji kacang kedelai
kemudian masukkan ke dalam wadah 3.

✓ Ambilah 25 biji kacang hijau, dan 25 biji kacang kedelai
kemudian masukkan ke dalam wadah 4.

✓ Aduklah beras dan kacang pada masing-masing wadah
supaya beras tercampur rata.

✓ Ambilah secara acak 1 bulir beras dari wadah 1 dan 1
bulir beras dari wadah 2, 1 biji kacang dari wadah 3 dan
1 biji kacang dari wadah 4, pertemukan dan catat dalam
tabulasi.

✓ Dengan cara yang sama lakukan terus sampai bulir-bulir
beras yang berfungsi sebagai gen ini habis.

Hasil Percobaan :

No Kombinasi model gamet Genotip Fenotip Tabulasi Frekuensi

1 MB - MB MMBB
2 MB – Mb / Mb – MB MMBb

3 MB – mB / mB – MB MmBB

4 MB –mB /Mb –mB /mB - Mb MmBb

5 Mb – Mb / Mb - Mb MMbb
6 Mb – mb / mb – Mb Mmbb
7 mB – Mb MmBB

8 mB – mb / mb – mB MmBb
9 mb – mb Mmbb

Jumlah

141 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII

Pertanyaan :
1. Dalam persilangan tersebut, berapa macamkah

kombinasi yang terbentuk?
2. Berapa perbandingan genotip dan fenotip yang anda

peroleh ?
3. Berikan kesimpulan dari percobaan yang anda lakukan !

Rangkuman

Makhluk hidup memiliki sifat tersendiri yang membedakan
antara satu dengan lainnya. Sifat yang dimiliki oleh setiap
makhluk hidup ada yang dapat diturunkan dan ada yang
tidak dapat diturunkan. Pewarisan sifat dari generasi ke
generasi berikutnya akan mengikuti pola tertentu yang khas
bagi setiap makhluk hidup.

Fenotipe induk dapat ditentukan dengan langkah sebagai
berikut:
• Menentukan genotipe keturunannya yang homozigot

resesif
• Memisahkan dan meletakkan alel-alel keturunannya

yang homoigot resesif tersebut di kedua induknya

Ratio Fenotip (F2) Hibrida Normal Menurut Mendel

Monohibrida 3: 1 (Hukum Dominasi penuh) n= 1, jumlah
gamet = 2
Dihibrida 9: 3: 3: 1 n= 2, jumlah gamet = 4

(n) = jenis sifat berbeda (hibridanya).
Intermediat 1 : 2 : 1 ——> sifat sama dominan

Back Cross merupakan perkawinan antara F2 dengan
salah satu indukaya.
Test Cross merupakan perkawinan antara F2 dengan
induk atau individu yang homozigot resesif

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 142

Evaluasi Pembelajaran

1. Bila keturunan kedua dari monohybrid mempunyai
perbandingan fenotip sama dengan genotipnya, maka
hibridisasi itu bersifat….

2. Gen batang tinggi (T) dominan terhadap gen batang

rendah (t). Jika disilangkan antara tanaman batang

tinggi homozigot dengan tanaman batang rendah. F1

nya disilangkan dengan induk yang homozigot resesif.
Pola persilangan tersebut adalah…

A Dominansi C. Kodominan E. intermediet

B. Test cross D. Back cross

3. Seorang peneliti menyilangkan galur murni kacang kapri

berbiji bulat warna kuning (BBKK) dan biji keriput warna

hijau (bbkk). Persilangan dilakukan sampai mendaapat

keturunan F2 yang menghasilkan biji sejumlah 3200

buah. Secara berurutan, jumlah biji bulat warna kuning

dan biji keriput warna hijau adalah... .

A. 200 B. 600 C.1200

D.1800 E. 2000

4. Pada tikus gen K berbulu coklat dominan terhadap gen

k berbulu putih. Gen P berekor pendek dominan

terhadap gen p berekor panjang. Tikus coklat berekor

pendek heterozigot disilangkan sesamanya, akan

menghasilkan keturunan dengan perbandingan fenotipe


A. coklat pendek : coklat panjang : putih pendek : putih

panjang = 9:3:3:1

B. coklat pendek : coklat panjang : putih pendek : putih

panjang = 3:3:3:1

143 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII

C. coklat pendek : coklat panjang : putih pendek : putih
panjang = 6:2:3:11

D. coklat pendek :: putih pendek : putih panjang = 9 : 3
:4

E. coklat pendek : putih panjang = 9 : 7

5. Pernyataan dibawah ini merupakan pola hereditas tipe
gen kodominan

Pernyataan Benar Salah

Warna bunga (MM = merah,

A mm = putih, dan Mm =

merah muda)

B Golongan darah manusia A,
B, AB dan O

Warna bulu ayam (BB =

C hitam, bb = putih, Bb =

Andalusia)

6. Mangga besar-masam galur murni disilangkan dengan

mangga kecil manis. Diketahui besar dominan terhadap

kecil dan masam dominan terhadap manis. F1

disilangkan sesamanya menghasilkan buah sebanyak

480 biji. Buah yang memiliki sifat besar-manis galur
murni sebanyak ….

A. 120 B. 30 C. 270 D. 90

E. 270

7. Suatu tanaman jagung yang homozigot untuk daun kisut
dan batang tinggi dibastarkan dengan tanaman jagung

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 144

normal batang pendek. Turunan pertama semuanya

berbatang tinggi berdaun kisut. Bila turunan pertamanya

dibastarkan dengan tanaman yang berdaun normal

berbatang pendek diperolah keturunan sebagai berikut:

• 44 tanaman jagung berdaun kisut batang tinggi

• 38 Tanaman jagung berdaun normal, batang pendek

• 10 tanaman jagung berdaun kisut, batang pendek

• 8 Tanaman jagung berdaun normal, batang tinggi

Berdasarkan data di atas, berapa persen kombinasi

parental?

A. 82% B.. 38 % C. 100% D. 44%

E.18%

8. Persilangan antara tanaman ercis berbatang tinggi-biji
bulat homozigot dengan tanaman ercis berbatang
pendek-biji kisut menghasilkan F1 yang semuanya
berbatang tinggi-biji bulat. Sifat batang tinggi (T)
dominan terhadap batang pendek (t) dan sifat bulat (B)
dominan terhadap sifat kisut (b). Apabila F1 disilangkan
dengan induknya yang bersifat homozigot dominan
maka keturunan F2 yang dihasilkan adalah . . .

A. 100% batang tinggi-biji bulat
B. 5% batang tinggi-biji kisut
C. 0% batang pendek-biji bulat
D. 25% batang pendek-biji kisut
E. 5% batang panjang-biji kisut

9. Seorang petani buah menyilangkan tanaman apel
berbuah lebat rasa asam dengan apel berbuah sedikit
rasa manis. Semua tanaman F 1 berbuah lebat rasa
manis. Selanjutnya tanaman F1 disilangkan dengan

145 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII

sesamanya dan dihasilkan tanaman F2 sebanyak 480

tanaman. Banyaknya tanaman yang memiliki fenotip
berbuah sedikit rasa manis sejumlah……. tanaman

A. 30 B. 90 C. 120 D. 270

E. 360

10. Tanaman ercis memiliki sifat biji bulat (B), biji keriput (b),
batang tinggi (T) dan batang pendek (t). Jika tanaman
ercis biji bulat batang tinggi heterozigot disilangkan
dengan ercis biji bulat (heterozygot) batang pendek,
maka persentase keturunan yang bersifat biji bulat
batang pendek adalah…

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 146

Pembelajaran 5b

PENYIMPANGAN SEMU HUKUM MENDEL

Kompetensi Dasar
3. 5 Menerapkan prinsip pewarisan sifat makhluk hidup

berdasarkan hukum Mendel
4.5 Menyajikan hasil penerapan hukum Mendel dalam

perhitungan makhluk hidup di bidang pertanian dan
peternakan
Tujuan Pembelajaran
1) Memahami penyimpangan semu hukum Mendel.
2) Menjelaskan pola pewarisan sifat menurut Mendel
Uraian Materi

Penyimpangan semu hukum Mendel ada beberapa
macam, misalnya polimeri, kriptomeri, epistasis dan
hipostasis, gen komplementer, gen dominan rangkap, serta
inhibiting gene.
A. Interaksi Antar Alel

Jika terdapat lebih dari satu pasang alel pada satu lokasi
maka disebut sebagai alel ganda

1. Alel Ganda pada Manusia

Contohnya adalah pada golongan darah sistem ABO

Gen IA dominan terhadap IO,

IAIA atau IAIO
memunculkan
golongan darah A

147 Gen IB dominan terhadap IO

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII

IBIB atau IBIO
memunculkan
golongan darah B

Gen IO bersifat resesif, IOIO memunculkan golongan
darah O

Gen IA dan IB bersama (IAIB) memunculkan golongan
darah AB

2. Alel Ganda Pada Hewan

Warna rambut kelinci dengan hierarki dominansinya
yaitu warna penuh abu-abu (C) > chinchilla (cch) >
himalayan (ch) > albino (c).

B. Interaksi Genetik

1. Atavisme

Adalah interaksi beberapa gen yang menghasilkan

sifat baru.

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 148

Terjadi pada bentuk jengger ayam ras (negeri).

P1 : Rose >< Pea

Genotip : RRpp >< rrPP

F1 : RrPp

Fenotip F1 : Walnut

P2 : RrPp >< RrPp

Gamet F2 : RP, Rp, rP, rp RP, Rp, rP, rp

F2 :

Perbandingan fenotip F2 = Walnut : Rose : Pea :
Bilah

9 :3 : 3 : 1

149 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII

2. POLIMERI
adalah pembastaran heterozigot dengan banyak sifat
beda yang berdiri sendiri-sendiri tetapi mempengaruhi

bagian yang sama dari suatu organisme.

P1 : Merah >< Putih

Genotip : M1M1M2M2 >< m1m1m2m2

Genotip F1 : M1m1M2m2

Fenotip F1 : Merah muda

P2 : M1m1M2m2 >< M1m1M2m2

Gamet F2 : M1M2, M1m2, m1M2, m1M2 M1M2,
M1m2, m1M2, m1m2

F2 :

Perbandingan Fenotip F2 = Merah : Putih

15 : 1

KRIPTOMERI

adalah pembastaran heterozigot dengan adanya sifat
yang "tersembunyi" (Kriptos) yang dipengaruhi oleh
suatu keadaan, pada bunga Linaria maroccana adalah
pH air sel

P1 : Merah >< Putih

Genotip : AAbb >< aaBB

F1 : AaBb

Fenotip F1 : Ungu

P2 : AaBb >< AaBb

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 150

Gamet F2 :AB, Ab, aB, ab AB, Ab, aB, ab
F2 :

Perbandingan Fenotip F2 = Ungu : Merah : Putih

9: 3 : 4
EPISTASIS
adalah faktor pembawa sifat yang menutup pemunculan
sifat yang lain sekalipun sifat tersebut dominan

HIPOSTASIS
adalah faktor yang tertutupi oleh faktor lain.

P1 : Hitam >< Kuning

Genotip : HHkk >< hhKK

F1 : HhKk

Fenotip F1 : Hitam

P2 : HhKk >< HhKk

Gamet F2 : HK, Hk, hK, hk HK, Hk, hK, hk

F2 :

151 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII

Perbandingan Fenotip F2 = Hitam : Kuning : Putih

12 : 3 : 1

GEN KOMPLEMENTER

Adalah interaksi antar gen-gen dominan yang saling
melengkapi dalam mengekspresikan suatu sifat.

Contoh: karakter bunga Lathyrus odoratus

P1 : Putih >< Putih

Genotip : CCpp >< ccPP

F1 : CcPp

Fenotip F1 : Ungu

P2 : CcPp >< CcPp

Gamet F2 : CP, Cp, cP, cp CP, Cp,
cP, cp

F2 :

Perbandingan Fenotip F2 = Ungu : Putih = 9 :
7

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 152

Penugasan 1
1. Perhatikan gambar warna rambut pada kelinci berikut

ini!
a. Berilah keterangan gambar tersebut

Gambar (a) tipe kelinci…..
Gambar (b) tipe kelinci…..
Gambar (c) tipe kelinci…..
Gambar (d) tipe kelinci…..
b. Peristiwa apa yang menyebabkan
perbedaan warna rambut pada
kelinci tersebut?

2. Perhatikan gambar jengger ayam berikut ini!
a. Berilah keterangan
gambar tersebut
Gambar (a) tipe
jengger…….
Gambar (b) tipe
jengger…….
Gambar (c) tipe
jengger…….
Gambar (d) tipe
jengger…….
b. Peristiwa apa yang
menyebabkan
perbedaan bentuk
jengger tersebut?

153 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII

3. Perhatikan gambar berikut ini!

Gambar A Gambar
B

a. Peristiwa penyimpangan semu Hukum Mendel apa
yang ditunjukkan oleh gambar A?

b. Peristiwa penyimpangan semu Hukum Mendel apa
yang ditunjukkan oleh gambar B?

c. Dari kedua gambar di atas apa yang menjadi

perbedaan variasi warna?

Penugasan 2

Penyimpangan Semu Hukum Mendel
Baling-Baling Genetika

Penyimpngan Semu

Hukum Mendel (Kriptomeri,
Polimeri, Epitasis dan
Hipostasis) Genotipe maupun

fenotipe yang dihasilkan oleh
Mendel akan terpenuhi jika
setiap sifat hanya ditentukan

oleh alel dalam satu lokus. Alel

dalam setiap lokus

bersegregasi ebas dengan

lokus lain, dan gen-gen
terdapat pada inti.

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 154

Pada Kasus-kasus tertentu,
perbandingan fenotif 9 : 3 : 3 : 1 tidak
terpenuhi tetapi menghasilkan
perbandingan fenotif yang berbeda,
misalnya 9: 3 : 4 atau 12 : 3 : 1 atau
15 : 1. Munculnya perbandingan
yang tidak sesuai ini dinamakan
penyimpangan semu hukum
Mendel.

Alat dan Bahan

❖ Kardus 1 lembar
❖ Sedotan
❖ Penggaris
❖ Gunting
❖ Spidol
❖ Jarum Pentul

A. Kriptomeri

Tujuan:
- Memahami Kriptomeri
- Memahami penyimpangan semu hukum Mendel
- Membuktikan bahwa pada peristiwa kriptomeri diperolah
rasio fenotif F2 = 9 : 3 :4

155 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII

Kriptomeri adalah gen
dominan yang seolah-olah
tersembunyi apabila berdiri sendiri
dan pengaruhnyaakan tampak
apabila bersama-sama dengan gen
lainnya. Kriptomeri pertama kali
ditemukan oleh Correns, Hasil
temuannya menyilangkan antara
bunga Linnaria marocanamerah
dengan putih dihasilkan F1
seluruhnya berwarna ungu.

A = gen yang menyebabkan adanya antosianin (pigmen

yang menyebabkan warna merah)

a = gen yang menyebabkan tidak adanya antosianin

B = gen yang menyebabkan suasana basa

b = gen yang menyebabkan suasana asam

• Antosianin dalam suasana asam akan

menunjukkan warna merah

• Antosianin dalam suasana basa akan

menunjukkan warna ungu

Bila ada:
A● B●= Ungu
A●bb = Merah
aab●. = Putih

aabb = Putih

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 156

Langkah Kerja:
✓ Buatlah baling-baling genetika seperti gambar

berikut:

✓ Putarlah baling-baling tersebut lalu catat tangan

baling-baling yang saling berhadapan pada lembar
pengamatan
✓ Ulangi putaran tersebut paling sedikit 20 kali.

Data Hasil Pengamatan: Tabulasi Frekuensi
Genotipe Fenotipe
AABB
AABb
AaBB
AaBb
AAbb
Aabb
aaBB
aaBb
aabb

157 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII

Analisis Data Pengamatan :
1. Berapa macam kombinasi gen dan genotype yang

muncul dalam persilangan tersebut?
2. Dari hasil percobaanmu dapatkah kamu menunjukkan

factor manakah yang tersembunyi? Disebut apakah
peristiwa tersebut?
3. Buatlah diagram persilangan dari kegiatan yang kamu
lakukan
4. Tuliskan perbandingan genotipe F2nya
5. Berapa perbandingan fernotipe yang muncul pada
F2nya?
6. Buatlah kesimpulan dari percobaan di atas

B. POLIMERI

Tujuan:
▪ Memahami Polimeri
▪ Memahami penyimpangan semu hukum Mendel
▪ Membuktikan bahwa pada peristiwa kriptomeri

diperolah rasio fenotif F2 = 15 : 1

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 158

Disini beberapa pasang

Langkah Kerja: gen akan mempengaruhi
✓ Buatlah baling-baling
genetika seperti sifat tertentu.

gambar berikut: Contohnya jika ada:

Gen H = akan

menghasilkan warna

hitam (meskipun

dibelakangnya h semua)

Gen hh = akan

menghasilkan warna

putih

✓ Putarlah baling-baling tersebut lalu catat tangan
baling-baling yang saling berhadapan pada lembar
pengamatan

✓ Ulangi putaran tersebut paling sedikit 20 kali.

Data Hasil Pengamatan: Tabulasi Frekuensi
Genotipe Fenotipe
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
H1H1H2H2
H1H1H2h2
H1H1h2h2
H1h1H2H2
H1h1H2h2
H1h1h2h2
h1h1H2H2

159

h1h1H2h2
h1h1h2h2

Analisis Data Pengamatan :
1. Berapa macam kombinasi gen dan genotype yang

muncul dalm persilangan tersebut?
2. Buatlah diagram persilangan dari kegiatan yang kamu

lakukan
3. Tuliskan perbandingan Fenotipe F2nya
4. Buatlah kesimpulan dari percobaan di atas

C. EPISTASIS DAN HIPOSTASIS

TUJUAN
▪ Memahami Epistasis-Hipostasis
▪ Memahami penyimpangan semu hukum Mendel
▪ Membuktikan bahwa pada peristiwa Epistasis-

Hipostasis diperolah rasio fenotif F2 = 12 : 3 :1

Epistasis adalah interaksi di mana sebuah gen
mengalahkan pengaruh gen lain yang bukan alelnya.
Gen yang mengalahkan disebut ”epistasis”
dan gen yang dikalahkan disebut
”hypostasis”. Pada peristiwa epistasis,
paling sedikit harus ada 2 pasang gen yang
terlibat. Gen pada lokus yang satu
berinteraksi dengan gen pada lokus lain.
Dari hasil interaksi tersbut diperoleh fenotip
yang tidak akan diperoleh jika gen-gen

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 160

tersebut bekerja sendiri-sendiri. Interaksi
epistasis sama sifatnya dengan kondisi
dominan resesif, perbedaannya adalah
kondisi dominan-resesif berlaku bagi gen
sealel.
Langkah Kerja:

✓ Buatlah baling-baling genetika seperti gambar
berikut:

✓ Putarlah baling-baling tersebut lalu catat tangan
baling-baling yang saling berhadapan pada lembar
pengamatan

✓ Ulangi putaran tersebut paling sedikit 20 kali.

Data Hasil Pengamatan: Tabulasi Frekuensi
Genotipe Fenotipe
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
HHKK
HHKk
HHkk
HhKK
HhKk
Hhkk
hhKK
hhKk
hhkk

161

Analisis Data Pengamatan :
1. Berapa macam kombinasi gen dan genotype yang

muncul dalm persilangan tersebut?

2. Buatlah diagram persilangan dari kegiatan yang kamu
lakukan

3. Tuliskan perbandingan Fenotipe F2nya

4. Buatlah kesimpulan dari praktikum di atas!

Rangkuman

Penyimpangan semu merupakan persilangan Dihibrid,
angka-angka Perbandingan diatas merupakan Hasil
penggabungan dari angka yang dikemukakan oleh Mendel,

oleh sebab itu disebut penyimpangan semu Hukum
Mendel

Sebenarnya masih mengikuti hukum Mendel alel

berinteraksi.
Golongan darah manusia merupakan bagian yang sudah
tidak dapat diubah jenisnya.

Golongan darah diatur oleh 3 macam alel yaitu IA, IB dan Io.

Akan tetapi, karena sel hanya dapat menampung dua
macam alel maka genotip yang dapat dihasilkan juga
bervariasi, misalnya:

Genotip IA IA dan IA I0 fenotipnya adalah golongan darah A.

Genotip IB IB dan IB I0 fenotipnya adalah golongan darah B.

Genotip IA IB fenotipnya adalah golongan darah AB.

Genotip I0 I0 fenotipnya adalah golongan darah O.

Penyimpangan Semu Hukum Mendel, terdiri dari
Persilangan :

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 162

1. Atavisme, Perbandingan F2 = 9 : 3 : 3 : 1
Penyimpangan Semu bukan pada perbandingan F2,
tetapi
Pada generasi F1 = 100% Walnut, yang berbeda dengan
kedua induknya. Dan F2 = Dihasilkan bentuk pial baru
yaitu Walnut dan Single

2. Polimeri, Perbandingan F2 = 15 : 1 = ( 9 + 3 + 3 ) : 1
3. Kriptomeri, Perbandingan F2 = 9 : 3 : 4 = 9 : 3 : ( 3 + 1

)
4. Epistasis dan Hipostasis, Perbandingan F2 = 12 : 3 : 1 =

(9 + 3) : 3 : 1
5. Gen Komplementer, Perbandingan F2 = 9 : 7 = 9 : ( 3 +

3+1)

Evaluasi

1. Dari persilangan ayam walnut (Sumpel) genotif RrPp

dengan ayam berpial pea (biji) genotif rrPp,

kemungkinan akan diperoleh keturunan Walnut rose :

pea : bilah dengan perbandingan....

A. 1 : 1 : 3 : 3 C. 3 : 1 : 3 : 1 E. 3 :

3:1:1

B. 1 : 3 : 3 : 1 D. 3 : 1 : 1 : 3

2. Pada gandum gen H (hitam) epistasis terhadap gen K

(kuning). Apabila kedua gen H dan K tidak muncul,

gandum memperlihatkan fenotip putih. Bila gandum

hitam (HHkk) disilangkan dengan gandum kuning

(hhKK), kemudian F1-nya disilangkan sesamanya,maka

akan dihasilkan gandum hitam, kuning dan putih dengan
rasio …

A. 12 : 1 : 3 C. 9 : 4 : 3 E. 12 : 3 : 1

163 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII

B. 9 : 3 : 4 D. 3 : 1 : 12

3. Tanaman air Linaria maroccana mempunyai pasangan
gen sebagai berikut
Gen A = membentuk antosianin dominan terhadap gen
a= tidak membentuk antosianin
Gen B = bereaksi basa (ungu) dominan terhadap gen b
= bereaksi asam (merah)
Apabila tanaman berbunga ungu (AaBb) disilangkan
dengan tanaman bunga merah (Aabb). Ratio fenotip
keturunannya adalah ... .

Pernyataan Benar Salah

A ungu : merah = 3 : 1

B ungu : merah : putih = 4 :
2:2

C ungu : merah : Putih = 9 :
3:4

4. Suatu persilangan polimeri antara gandum dengan

genotip M1m1M2m2 dengan gandum genotip m1m1M2m2

Menghasilkan 400 anakan. Jumlah anakan yang
memiliki warna putih adalah….

A. 25 B. 50 C. 200 D. 75

E. 375

5. Kelinci chincilia (wkw) disilangkan dengan kelinci

himalaya (whw). wk dominan terhadap wh. w (putih) maka
rasio fenotip turunannya yang putih pada F2 adalah …

A. 0 % B. 25 % . C. 50 % D. 75 %

E. 100 %

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 164

6. Kelinci betina normal dengan genotip Wchw dikawinkan
dengan kelinci jantan himalaya dengan genotp Whw.
Rasio fenotip F1 nya adalah …

A. Cincila : Himalaya : albino = 1 : 2 : 1

B. Cincila : Himalaya : albino = 2 : 1 : 1

C. Cincila : Himalaya : albino = 1 : 1 : 2

D. Cincila : Himalaya : albino = 2 : 2 : 1

E. Cincila : Himalaya : Albino = 1 : 2 : 2

7. Gandum berkulit hitam (HhKk) disilangkan dengan
gandum berkulit kuning (hhKk), hitam epistasis terhadap
kuning. Dari persilangan tersebut didapatkan
perbandingan fenotip ....
A. hitam semua C. 4 hitam, 4 kuning E. . 2 hitam,
4 kuning, 2 putih
B. kuning semua D. 4 hitam, 3 kuning, 1 putih

8. Pasangkan suatu persilangan penyimpangan semu

hukum Mendel dengan rasio keturunan F2

Persilangan Rasio

Kriptomeri 9:7

Polimeri 9:3:3:1

Attavisma 15 : 1

Epistasis-Hipostasis 12 : 3 : 1

Gen Komplementer 9 :3 : 4

9. Suatu persilangan tanaman kacang kulit hitam (Hhkk)
dengan tanaman kacang kulit kuning (hhKk)

165 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII

menghasilkan keturunan tanaman kacang dengan kulit
berwarna hitam, kuning, dan putih. Apabila gen H
(hitam) epistasis terhadap K (kuning) yang hipostatis

dan interaksi antara sesama gen resesif menghasilkan
warna putih, persilangan tersebut akan menghasilkan
keturunan dengan rasio hitam : kuning : putih sebesar .

...

A. 1 : 1 : 1 C. 1 : 2 : 1 E. 2 : 1 : 2

B. 1 : 1 : 2 D. 2 : 1 : 1

10. Pada peristiwa epistasis dan hipostasis, jika gandum
berkulit hitam (Hhkk) diserbukkan dengan gandum
berkulit kuning (hhKk) akan dihasilkan tanaman gandum
berkulit....
A. 100% hitam
B. 100% kuning
C. hitam : kuning = 50% : 50%
D. hitam : kuning : putih = 25% : 50% :25%
E. hitam : kuning : putih = 50% : 25% : 25%

Penilaian Diri
Berilah tanda centang (√) pada kolom “ya” atau ”tidak” yang
paling menggambarkan kemampuan dirimu. Lakukan
dengan jujur!

NO KEMAMPUAN DIRI YA TIDAK
1 Apakah kamu memahami tahapan

pembelahan sel mitosis?
2 Apakah kamu memahami tahapan

pembelahan sel meiosis?
3 Apakah kamu memahami proses

gametogenesis pada hewan?

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 166

4 Apakah kamu memahami proses
gametogenesis pada tumbuhan?

Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Setelah kamu mengerjakan evaluasi dan mengisi
penilaian diri, selanjutnya cocokan jawabanmu pada soal
evaluasi dengan kunci jawabab. Untuk mengetahui tingkat

pemahaman atau ketuntasan pada pembelajaran ini
gunakan rumus berikut:

Skor jawaban benar yang

diperoleh
Rumus tingkat pemahaman =

X 100%

100

Kriteria Tingkat Pemahaman

90% - 100% = Amat Baik

80% - 89% = Baik

60% - 79% = Cukup

< 60% = Kurang

Batas minimal tingkat pemahaman adalah “Baik” dan kamu
dapat melanjutkan ke pembelajaran selanjutnya. Jika tingkat
pemahamanmu “cukup” atau “kurang” silahkan mempelajari
Kembali bagian yang belum dimengerti dalam pembelajaran
ini dan ulangi mengerjakan Latihan soal.

167 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII

Pembelajaran 6a
POLA-POLA HEREDITAS

Kompetensi Dasar
3. 6 Menganalisis pola-pola hereditas pada makhluk hidup
4.6 Menyajikan hasil penerapan pola-pola hereditas dalam

perhitungan peluang dari persilangan yang melibatkan
peristiwa pautan dan pindah silang
Tujuan Pembelajaran
6) Menerapkan konsep gen letal, pautan, pautan sex,
pindah silang dan gagal berpisah
7) Menerapkan pola-pola hereditas dalam perhitungan
peluang dari persilangan yang melibatkan peristiwa
pautan dan pindah silang
Uraian Materi

Prinsip pewarisan sifat yang diajukan Mendel berlaku
bagi banyak ciri dan sifat yang diturunkan. Akan tetapi, pola
pewarisan sifat yang ada di alam lebih beraneka ragam. Di
antaranya penentuan (determinasi) jenis kelamin dan gen
pautan seks.

Orang yang mula-mula mendalami hal pola-pola
hereditas adalah W.S. Sutton dari Amerika Serikat. Menurut
Sutton bila ada gen-gen yang mengendalikan dua sifat beda
bertempat pada kromosom yang sama, gen-gen itu tak dapat
memisalkan diri secara bebas lebih-lebih bila gen-gen itu
berdekatan lokusnya, maka akan berkecenderungan untuk
selalu memisah bersama-sama peristiwa ini disebut linkage
(pautan). Ada kalanya kromosom yang memisah tidak
membawa seluruh gen yang dimiliki tetapi hanya sebagian
saja yang terbawa sedangkan sisanya dipenuhi oleh

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 168

kromosom pasangannya. Peristiwa ini disebut crossing-over
(pindah silang).

A. Pindah Silang
Kejadian ini diteliti oleh Morgan, determinasi seks

adalah penentuan jenis kelamin suatu organisme yang
ditentukan oleh kromosom seks (gonosom). Untuk lalat buah
dikenal 1 pasang kromosom seks yaitu kromosom X dan
kromosom Y.
Individu jantan terjadi jika terdapat komposisi kromosom
seks XY sedang betina jika komposisinya XX. Hal ini
sebaliknya terjadi pada burung yaitu jantan adalah XX
sedangkan betinanya XY.
Pindah silang adalah bertukarnya gen-gen yang terdapat
dalam suatu kromosom dengan gen-gen yang terletak pada
kromosom lainnya yang sehomolog maupun yang bukan
homolog. Pindah silang menyebabkan terjadinya
rekombinan (RK). Nilai pindah silang (Nps) dapat diketahui
dari perbandingan antara jumlah rekombinan dengan jumlah
seluruh keturunan yang dihasilkan.

B. Pautan Seks (Seks Linkage)
Pautan adalah ikatan dua gen atau lebih yang terletak pada
kromosom yang sama dan selalu memisah bersama sama.
Pautan dibedakan menjadi dua : Pautan pada autosomal
dan pautan pada kromosom seks.
Pautan autosomal/pautan gen menurut Morgan adalah gen–
gen yang terletak pada kromosom yang sama tidak dapat

169 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII

bersegrasi secara bebas dan cenderung diturunkan
bersama. Misalnya : persilangan pada lalat buah. Abu abu
sayap normal dengan lalat buah hitam sayap vestigial, bila
gen BV, dan bv terletak pada kromosom yang sama.

Pautan seks adalah suatu sifat yang diturunkan yang
tergabung dalam gonosom. Gen yang ada dalam setiap
makhluk hidup sangat banyak,sedangkan kromosom yang
ada hanya sedikit. Hal tersebut mengakibatkan di dalam satu
kromosom terdapat lebih dari satu gen.

Sebagai contoh adalah lalat buah betina mata merah
(dominan) dikawinkan dengan lalat buah jantan mata putih
(resesif) F1 semua bermata merah. Tetapi pada F2 semua
yang bermata putih adalah jantan. Hal ini menunjukan
bahwa sifat "bermata putih" merupakan sifat yang terpaut

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 170

pada kromosom Y Seks linkage dipelejari oleh Thomas Hunt
Morgan.
C. Gagal berpisah (Non Disjunction)

Peristiwa
gagal
berpisah
dari
kromosom
seks pada
waktu
pembelaha
n sel yang
diteliti
pertama
kali oleh
Calvin B.
Bridges.

Non-disjunction pada lalat buah
(Drosophila melanogaster) Parental :

XX >< XY

Gamet : XX, X, O X dan Y Filial yang terbentuk :

Gamet X Y
XX XXX XXY
X XX XY
O XO OY

XXX = betina super XXY = betina fertile XX = betina
normal XO = jantan steril OY = jantan
XY = jantan normal
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
171

mati
Kesimpulan:
a. Kromosom Y bukan merupakan kromosom yang

membawa gen kejantanan, buktinya XXY = betina,
sedangkan XO = jantan.
b. Kromosom Y = membawa gen kesuburan, buktinya
XXY = subur (fertil), sedangkan XO = mandul (steril)
c. Kromosom X membawa gen kehidupan, buktinya OY =
mati (letal).

D. GEN LETAL
Gen yang menyebabkan kematian individu (in vivo) jika alel
gen tersebut berada dalam keadaan "homozigot". Ada dua
jenis gen lethal, yaitu lethal dominan dan lethal resesif.
Lethal dominan menyebabkan kematian dalam keadaan
homozigot dominan.

Contoh: persilangan antara tikus kuning dengan
sesamanya

p : tikus kuning x tikus kuning
Kk Kk

F : KK : tikus kuning (lethal)
2Kk : tikus kuning
kk : normal

Rasio fenotif yang hidup antara tikus kuning : normal = 2 : 1
karena tikus kuning homozigot dominan selalu lethal.

Lethal resesif menyebabkan kematian dalam keadaan
homozigot resesif.

Contoh: persilangan antara jagung berdaun hijau dengan
sesamanya

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 172

p : jagung berdaun hijau x jagung berdaun hijau
Hh Hh

F : HH : berdaun hijau
2Hh : berdaun hijau
hh : berdaun pucat (albino) – lethal

Dari pesilangan di atas hanya tiga yang kemungkinannya
dapat hidup yaitu yang bergenotif HH dan Hh. Sedangkan
yang bergenotif hh mati karena tidak dapat membentuk
klorofil.

Penugasan 1
1. Perhatikan gambar penurunan sifat pada Droshophila

melanogaster berikut ini!
Dari gambar
tersebut,
tentukanlah
a. Peristiwa
yang
terjadi…….
b. Genotipe
keturunannya
c. Persentase
fenotipe
keturunannya

173 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII

2. Perhatikan gambar penurunan sifat pada Droshophila
melanogaster berikut ini!

Dari gambar tersebut di atas tentukanlah
a. Peristiwa yang terjadi
b. Genotipe dan fenotipe keturunannya
c. Nilai pindah silang

Penugasan 2
GAGAL BERPISAH (NON DISJUNCTION)

Penyimpangan lain dari Hukum Mendel yaitu pada waktu
meiosis perangkat kromosom pada saat menuju ke kutub
masing-masing tidak memisah sempurna. Hal ini terjadi
karena kromosom tersebut saling melilit dan gagal
berpisah.

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 174

Tujuan

Memahami peristiwa gagal berpisah serta mengetahui
bagaimana gamet yang terbentuk dan individu lain yang
terjadi karena pada gametogenesis mengalami gagal
berpisah

Alat dan Bahan: Gambar rangkaian alat simulasi gagal
berpisah yang telah jadi
❖ 1Triplek/ papan ukuran ±
20 cm X 30 cm

❖ 4 paku kecil
❖ 6 paku paying
❖ 5 karet gelang
❖ 6 kardus bekas ukuran 2

cm X 2cm
❖ Palu

Langkah Kerja :
✓ Rangkailah alat dan bahan tersebut seperti gambar

dibawah ini

175 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII

Pertanyaan
1. Berdasarkan gambar tersebut di atas:

a. Sel sedang mengalami pembelahan, fase apakah
itu?

b. Berapa buah kromosom pada sel tersebut? Ada
berapa macam kromosom?

2. Geserlah masing-masing model kromosom tersebut ke
kutub I dan II
a. Jika sel itu membelah, berapa buah kromosomkah
terdapat pada masing-masing sel?
b. Samakah jumlahnya pada masing-masing sel?
Mengapa demikian?

3. Berdasarkan gambar seperti dibawah ini:

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 176

a. Kromosom manakah yang tidak dapat berpisah?
b. Jika sel itu membelah, sebutkan kromosom yang

terdapat pada masing-masing sel?
Bandingkan dengan sel hasil pembelahan pada
nomor 2. Apakah perbedaannya?
4. Apakah semua kromosom dapat mengalami gagal
berpisah? Kromosom apa saja?
5. Jika waktu meiosis kromosom mengalami gagl berpisah,
bagaimana akibatnya bagi individu yang terbentuk?
6. Tentukanlah gamet dari Drosophila jantan betina jika
mengalami gagal berpisah kromosom seksnya

Rangkuman
Pindah silang/Crossing over. Merupakan pembentukan sel
kelamin terjadi selama pembelahan meiosis. Tempat
persilangan dua kromatid disebut kiasma, yang
menghasilkan gamet berbeda dengan induknya, sehingga
disebut gamet rekombinasi.Gamet dengan sifat sama
dengan induknya (gamet parental) tidak mengalami pindah
silang sehingga dibentuk dalam jumlah banyak.

177 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII

Tautan merupakan
peristiwa dimana
terdapat lebih dari
satu gen yang
mengendalikan sifat
berbeda dalam suatu
kromosom.

Menurut Sutton, gen dalam suatu kromosom tidak dapat
diturunkan secara bebas karena cenderung memisah
bersama-sama.

Individu dengan genotipe AaBb cenderung membentuk dua
macam gamet saja yaitu AB dan ab. Gagal berpisah terjadi
saat berlangsung meiosis pada anafase, ada kemungkinan
kromosom tidak dapat memisah sehingga disebut kromosom
nondisjunction. Gagal berpisah mengakibatkan sel anak
kelebihan atau kekurangan kromosom (sel aneuploid).
Gagal berpisah dapat terjadi pada kromosom kelamin
(gonosom) dan kromosom tubuh (autosom).

Gen lethal merupakan gen yang menyebabkan kematian
individu yang memilikinya bila dalam keadaan homozigot.
Ada dua jenis gen lethal, yaitu lethal dominan dan lethal
resesif.

Evaluasi Pembelajaran

1. Dari persilangan lalat buah abu-abu sayap panjang

heterozigot dengan lalat buah hitam sayap pendek,

didapatkan keturunan 400 ekor, di antaranya turunan itu

ditemukan lalat abu-abu sayap pendek 30 ekor, dan lalat

hitam sayap panjang 20 ekor. Persentase gen yang

mengalami pindah silang adalah ........

A. 62,5% B. 37,5% C. 3,75% D.

1,25% E. 12,5% 178

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII

2. Pada Drosophila melanogaster, tubuh kelabu sayap

panjang dominan terhadap tubuh hitam sayap pendek.

Dalam suatu eksperimen diperoleh keturunan sebagai

berikut: Tubuh kelabu sayap pendek 944 Tubuh hitam

sayap panjang 965 Tubuh hitam sayap pendek 185

Tubuh kelabu sayap panjang 206 Maka nilai pindah

silangnya ...

A. 17% B. . 41% C. . 42% D. 58%

E. 83%

3. Jika persilangan antara DDLL dengan ddll menghasilkan

F1 semuanya DdLl dan setelah dilakukan test cross

diperoleh data sebagai berikut : DL = 897; Dl = 104; dL

= 96; dl = 903. Dari data tersebut dapat diperkirakan jarak
D dengan L adalah …

A. 10 unit B. 20 unit C. 30 unit D.. 40

unit E. 50 unit

4. Suatu individu bergenotipe AaBbCc. Jika dalam
meiosisnya ada pautan antara gen A-B dan a-b maka
kemungkinan macam gamet yang terbentuk…
A. ABC, ABc, abC, abc C. ABC, Abc, abC, abc E.
ABC, Abc, AbC, ABc
B. Abc, ABc, abc, abC D. Abc, aBc, abc, ABc

5. Individu bergenotip AaBbCcDd jika antara gen C dengan

D terjadi pautan berapakah jumlah gamet yang akan

dihasilkan?

A. 2 B. 4 C. 6 D. 8

E. 12

179 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII

6. Perhatikan gambar berikut!

Berdasarkan gambar tersebut, terjadi peristiwa ... .

7. Pada individu trihibrid AaBbCc jika membentuk gamet
akan mempunyai jenis gamet

1) ABC 3) aBC 5) AbC 7) abC
2) ABc 4) aBc6) Abc 8) abc
Jika suatu individu bergenotip AaBbCc, dimana A dan B
saling bertaut maka jenis gamet yang tidak mungkin
terbentuk… .
A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5 F. 6

G. 7 H. 8

8. Pada persilangan tanaman jagung heterozigot Gg

dengan sesamanya dimana G menentukan

pembentukan pigmen hijau, sedangkan g tidak

membentuk pigmen sehingga tidak mampu

berfotosintesis, maka keturunan yang diharapkan hidup

adalah ... .

A. 25% B. 40% C. 50% D. 60%

E. 75%

9. Jika gen pembawa sifat A terdapat pada kromosom
yang sama dengan gen B berarti … .

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 180

A. Gen A dan B tertaut seks D. Gen A dan B
tertaut autosom E. Gen A

B. Gen A memiliki alel gen B
dominan terhadap gen B

C. Gen A terpaut dengan gen B

10. Pasangkan pernyataan berikut dengan huruf yang
tersedia di samping

1. peristiwa dua gen P = Letal

atau lebih yang

terletak pada

kromosom yang

sama dan tidak dapat

memisah secara

bebas pada waktu

pembelahan meiosis.

2. Peristiwa gagalnya Q =Lingkage
satu kromosom atau
lebih untuk berpisah ke
arah kutub yang
berlawanan pada saat
anafase meiosis I

3. Gen yang R =Crossing over

mengakibatkan

kematian jika dalam

keadaan homozigot

4. Gen-gen yang terletak S =Non disjunction

pada kromosom

lainnya yang

181 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII

sehomolog maupun
yang bukan homolog.

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 182

Pembelajaran 6b

HEREDITAS PADA MANUSIA

Kompetensi Dasar
3. 6 Menganalisis pola-pola hereditas pada makhluk hidup
4.6 Menyajikan hasil penerapan pola-pola hereditas dalam

perhitungan peluang dari persilangan yang melibatkan
peristiwa pautan dan pindah silang
Tujuan Pembelajaran
1) Mengidentifikasi cacat, penyakit, kelaianan, dan pola
pewarisannya pada manusia
2) Mengaplikasi perhitungan ratio terjadinya pewarisan
sifat pada manusia
Uraian Materi
A. Cacat atau Penyakit Menurun yang Tidak terpaut
Kromosom Seks.
Beberapa cacat dan kelainan menurun yang tidak
terpaut kromosom seks atau bersifat autosomal, antara
lain : albinisma, polidaktili, fenilketonuria, diabetes
melitus, thalassemia, detinogenesis imperfecta, retinal
aplasial, katarak, dan botak

183 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII

Kelainan dan penyakit yang
disebabkan alel resesif autosomal

• Albino
• Anemia sel sabit
• Fibrosis sistik
• Galaktosemia

Kelainan dan penyakit yang

disebabkan alel dominan autosomal
• Akondroplasia
• Brakidaktili
• Huntington

1. Albinisma

Albinisma merupakan

peristiwa kurangnya

pigmen tubuh sehingga

menyebabkan seseorang

menderita albino. Albino

merupakan kelainan

genetika yang ditandai

adanya abnormalitas
pigmentasi kulit dan

organ tubuh lainnya serta penglihatan yang sangat

peka terhadap cahaya. Ketiadaan pigmen pada
penderita albino disebabkan ketidakmampuan tubuh
membentuk enzim pengubah asam amino tirosin

MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 184

menjadi beta 3,4 dihidroksifenilanin yang merupakan
bahan pigmen melanin.

Contoh : persilangan antara penderita albino dgn
genotip aa, dan orang normal dgn fenotip AA atau

Aa.

Diagram perkawinan.

1. Pria albino (aa ) menikah dgn wanita normal
homozigot (AA)

P : AA >< aa

{ normal } {

Albino }

Gamet : A a

F1 : Aa { normal }

KET : Aa ( normal heterozigot ) = 50 %

aa ( albino ) = 50%

2. Pria albino (aa ) menikah dgn wanita normal

homozigot (AA)

P : AA >< aa

{ normal } {

Albino }

Gamet : A a

F1 : Aa { normal }

KET : Aa ( normal heterozigot ) = 50 %

aa ( albino ) = 50%

3. Wanita normal heterozigot ( Aa ) menikah dengan

pria normal heterozigot.

P: Aa >< Aa

{ normal } { normal }

185 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII


Click to View FlipBook Version