C. GGC – TAG – GTA
D. TTA – GCT – AGC
E. UUA – GCT - AGC
10. Rantai sense GCT – GGC – CCT – TCG
Rangkaian asam amino yang dikodekan oleh
potongan molekul DNA adalah ….
A. Arginin – Prolin – Histidin – Glisin
B. Arginin – Prolin – Glisin – Valin
C. Arginin – Prolin - Glisin – Serin
D. Arginin – Prolin – Serin – Histidin
E. Arginin – Prolin – Serin – Glisin
➢ Penilaian Diri
Berikan tanda centang (V) pada kolom ya atau kolom tidak.
No Penilaian Diri Ya Tidak
1. Apakah Ananda sudah dapat
menganalisis struktur
kromosom setelah baca
modul ini?
2. Apakah Ananda sudah dapat
menganalisis jumlah
kromosom setelah baca
modul ini?
3. Apakah Ananda sudah dapat
menganalisis bentuk
kromosom setelah baca
modul ini?
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 86
4 Apakah Ananda sudah dapat
menganalisis struktur DNA –
RNA setelah baca modul ini?
5. Apakah Ananda sudah dapat
merumuskan urutan proses
sintesis protein kaitannya
dengan kode genetic setelah
baca modul ini?
➢ Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Untuk mengukur tingkat pemahaman setelah mempelajari
materi modul ini. Kerjakan latihan soal obyektif .Untuk satu
soal jawab benar mendapat skor 10, jawab salah score 0.
Rumus Nilai hasil score = jumlah skor benar X 100%
100
Tabel Kriteria Pemahaman
Persentase Kriteria Keterangan
Nilai Tingkat
Pemahaman
< 60 % kurang Belum tuntas
60 % - 70 % cukup Belum tuntas
80 % - 89 % baik Tuntas
90 % - 100 Amat baik Tuntas
%
Keterangan : Jika belum tuntas, harap baca
kembali materi dan kerjakan soalnya.
87 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
Pembelajaran 4a
PEMBELAHAN SEL
Kompetensi Dasar
3. 4 Menganalisis proses pembelahan sel sebagai dasar
penurunan sifat dari induk kepada keturunannya
4.4 Menyajikan hasil pengamatan pembelahan sel pada sel
hewan maupun tumbuhan
Tujuan Pembelajaran
1) Membedakan proses pembelahan mitosis dan meiosis
2) Menjelasklan Keterkaitan proses pembelahan sel
dengan pewarisan sifat
Uraian Materi
Reproduksi sel dapat diartikan sebagai kemampuan sel
untuk dapat memperbanyak dirinya dengan cara membelah
diri. Perbedaan pada pembelahan sel terjadi karena
perbedaan antara sel autosom dan sel gonosom. Perbedaan
tersebut meliputi fungsi dari sel-sel tersebut meliputi fungsi
dari sel-sel tersebut dan Jumlah sel anakan yang dihasilkan.
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 88
Gambar 4.1 Pembelahan Amitosis
Pembelahan sel dibedakan menjadi tiga, yaitu amitosis,
mitosis, dan meiosis. Pembelahan amitosis merupakan
pembelahan secara langsung (pembelahan biner) tanpa
melalui tahapan pembelahan dan pembentukan kromosom,
seperti pada oranisme prokariotik (bakteri, alga biru dan
protozoa) sedangkan pembelahan mitosis dan meiosis
merupakan pembelahan secara tidak langsung atau melalui
tahapan pembelahan (interfase, profase, metaphase,
anafase dan telofase. .
Mitosis dan meiosis merupakan bagian dari siklus sel
dan hanya mencakup 5–10% dari siklus sel terjadi pada
interfase, fase dimana sel mempersiapkan diri sebelum
pembelahan yang terdiri dari periode G1 (Grow Primer), S
(Sintesis), dan G2 (Grow Sekunder). Pada periode G1
merupakan periode yang paling aktif terjadi selama 9 jam,
selain terjadi pembentukan senyawa-senyawa untuk
replikasi DNA, juga terjadi replikasi organel sitoplasma
sehingga sel tumbuh membesar, dan kemudian sel
89 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
memasuki periode S selama 10 jam yaitu fase terjadinya
proses replikasi DNA. Setelah DNA bereplikasi, selama 2
jam sel tumbuh (G2) mempersiapkan segala keperluan
untuk pemisahan kromososm, dan selanjutnya diikuti oleh
poses pembelahan inti (M) serta pembelahan sitoplasma
(C). Selanjutnya sel hasil pembelahan memasuki
pertumbuhan sel baru (G1).
Gambar 4.2 Siklus Sel
A. Pembelahan Mitosis
Pembelahan mitosis tejadi pada sel eukariotik memiliki
ciri-ciri antara lain pada sel somatik atau sel tubuh,
terjadi satu kali pembelahan, jumlah kromosom sel
sama dengan sifat sel induk sehingga sifat sel anak
sama dengan sifat sel induk, Jumlah sel anakan ada
dua buah, memiliki fase; profase, metaphase, anafase,
dan telofase. Tujuan pembelahan mitosis untuk
pertumbuhan dan mengganti sel-sel yang telah rusak
serta penyembuhan luka.
1. Profase
Pada fase ini, nucleolus dan membranya melebur.
Kromosom (pembawa benang-benang DNA) terdiri atas
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 90
dua kromatid. Benang spindel mengatur diri sedemikian
rupa hingga menyerupai bentuk pancaran (aster)
2. Metafase
Fase ini kromosom mulai terikat di bidang ekuator
bidang spindel (bidang pembelahan) melalui sentromer.
kromatid/ kromosom memgatur diri pada bidang
equator/ pembelahan
3. Anafase
Pada fase ini kedua kromatid berpisah menuju kutub
yang berlawanan. Membran sel melekuk, pada akhir
anafase
4. Telofase
Fase tahap ini ditandai dengan kromosom / kromatid
telah sampai di kutub-kutub yang berlawanan, membran
nukleus dan nukleolus mulai tampak, kromosom
menipis dan memanjang menjadi kromatin dan terjadi
sitokinesis (Membran plasma melekuk, dan sel
membelah menjadi 2
Sumber www.cnx.org
Gambar 4.3 Tahapan Mitosis
B. Pembelahan
Meiosis
Pembelahan meiosis memiliki ciri-ciri, antara lain terjadi
pada sel kelamin, terjadi 2 kali pembelahan, yang terdiri
dari meiosis I (interfase, profase I, metaphase I, anafase
I, dan telofase I) serta meiosis II (profase II, metaphase
II, anafase II, dan telofase II), tujuan pembelahan
meiosis untuk mempertahankan Jumlah kromosom
keturunan agar sama dengan induknya, Jumlah sel sel
91 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
anak empat buah.
Meiosis I
1. Profase I
Merupakan tahap dengan waktu terlama
Dibedakan atas:
a) Leptoten : kromatin menjadi kromosom
b) Zigoten : kromosom homolog berpasangan
c) Pakiten : kromosom homolog bereplikasi
d) Diploten : kromosom homolog saling menjauh
e) Diakinesis: Membran inti dan anak inti menghilang
Gambar 4.4 Profase I Sumber www.cnx.org
2. Metafase I
Kromosom homolog mengatur diri di bidang equator /
pembelahan, setiap kromosom berikatan dengan
benang spindel pada bagian sentromer
3. Anafase I
Fase ini ditandai dengan kromosom homolog berpisah
dan bergerak menuju kutub-kutub yang berlawanan
4. Telofase I
Fase ini ditandai dengan kromosom haploid telah
sampai di kutub-kutub yang berlawanan, membran
nukleus dan nukleolus terbentuk kembali, terjadi
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 92
sitokinesis, dihasilkan dua sel anakan yang bersifat
haploid
Interkinesis
Merupakan fase diantara pembelahan meiosis 1 ke
meiosis 2, pada tahap ini tidak ada replikasi materi
genetik dan kondisinya mirip dengan tahap interfase.
Gambar 4.5 Meiosis I Sumber www.cnx.org
Meiosis II
1. Profase II
Tahap awal fase pembelahan sel yang ditandai dengan
membran nukleus dan nukleolus menghilang mepasang
sentriol memisah menuju kutub-kutub dan benang
spindel memancar dari sentriol berbentuk aster
2. Metafase II
Fase ini ditandai dengan kromosom memgatur diri pada
bidang equator, dan benang spindel tidak mengikat
kromosom pada bagian sentromer
93 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
3. Anafase II
Fase ini ditandai dengan kedua kromatid berpisah
menuju kutub yang berlawanan dan membran sel
melekuk, pada akhir fase anafase
4. Telofase II
Fase ini ditandai dengan kromosom telah sampai di
kutub sel, membran nukleus dan nukleolus mulai
tampak, kromosom menjadi benang kromatin dan terjadi
sitokinesis (pembagian membran plasma) Sel telah
selesai melakukan pembelahan
Dari satu sel induk yang diploid, dihasilkan 4 sel anak
yang haploid
Peristiwa meiosis ditujukan untuk proses pembentukkan
sel kelamin
Gambar 4.6 Tahapan Meiosis Sumber cnx.org
II
C. Pengaruh Kegagalan Mitosis dan Meiosis terhadap
Kelainan pada Makhluk Hidup
Gangguan replikasi DNA atau sintesis protein saat
mitosis pada embrio akibat ibu terpapar agen teratogenik
dapat menyebabkan cacat pada bayi yang dilahirkan.Gagal
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 94
berpisah (nondisjunction) dapat terjadi pada autosom
maupun gonosom, yang dapat menyebabkan dihasilkannya
gamet abnormal yang memiliki kekurangan kromosom dan
gamet yang kelebihan kromosom. Gagal berpisah pada
gonosom dapat menyebabkan sindrom Klinefelter dan
sindrom Turner. Gagal berpisah pada autosom dapat
menyebabkan kelainan seperti sindrom Down dan sindrom
Edward.
Penugasan 1
SIKLUS SEL
Pada tahap interfase terdiri dari 3 tahap seperti pada gambar
di bawah ini, jelaskan fase di bawah ini?
a. Tahap 1:
b. Tahap 2:
c. Tahap 3:
MITOSIS
a. Perhatikan gambar tahapan pembelahan secara
mitosis di bawah ini! Kemudian urutkan dengan benar
tahapan-tahapan mitosis pada gambar!
95 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
b. Lengkapilah tabel berikut ini !
Tahapan Nomor sel Ciri yang Tampak
Mitosis dalam
gambar
Interfase
Profase
Metafase
Anafase
Telofase
MEIOSIS
a. Perhatikan gambar tahapan pembelahan meiosis, dan
lengkapi tabel berikut
No Gambar Nama Fase Pembelahan Sel
dan Keterangan
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 96
1 Nama fase pembelahan:
2 Keterangan:
3
No Gambar Nama fase pembelahan:
4 Keterangan:
Nama fase pembelahan:
Keterangan:
Nama Fase Pembelahan Sel
dan Keterangan
Nama fase pembelahan:
Keterangan:
Nama fase pembelahan:
Keterangan:
5
Nama fase pembelahan:
Keterangan:
6
97 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
Nama fase pembelahan:
Keterangan:
7
Nama fase pembelahan:
Keterangan:
8
b. Perbedaan Mitosis dan Meiosis
No Aspek yang Pembelahan Pembelahan
Dibandingkan
Mitosis Meiosis
1 Jumlah
pembelahan
2 Jumlah sel
anak
3 Sifat sel anak
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 98
4 Tempat terjadi
5 Tujuan
Penugasan 2
1. Akar bawang yang bermitosis
Tujuan:
Membuat preparat kromosom ujung akar bawang untuk
mengamati tahapan mitosis dengan metode usap.
Pertumbuhan pada organisme
bersel banyak terjadi karena adanya
pembesaran sel
dan pertambahan
jumlah sel.
Pertambahan
Gambar bawang jumlah sel terjadi
Bombay yang telah karena sel dapat
tumbuh akarnya berkembangbiak dengan jalan
membelah diri yang berlangsung
secara mitosis atau meiosis. Pada tahun 1858, Rudolph
Virchow menemukan bahwa sel-sel baru dapat muncul dari
sel-sel yang sudah ada sebelumnya melalui dua cara, yaitu
mitosis dan meiosis.
Pada tumbuhan, jaringan meristem (jaringan yang
selalu membelah) pada umumnya dapat ditemukan pada
embrio yang sedang tumbuh, ujung pucuk (shoot apical
meristem; SAM), ujung akar (root apical meristem; RAM),
kambium pembuluh (yang menghasilkan pertumbuhan
99 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
sekunder xilem dan floem), bagian yang mengalami luka,
dan sebagainya.
Alat dan Bahan:
❖ Larutan Fiksasi Carnoy (6 : 1 : 3, etanol absolut : asam
asetat glasial : kloroform)
❖ 1 % toluidine blue
❖ HCl 1 N
❖ Akuades
❖ Pipet tetes
❖ Kertas saring/ tissue
❖ Mikroskop cahaya
❖ Objek glass
❖ Cover glass
❖ Pisau/ cutter
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 100
Prosedur laboratorium:
✓ Potong akar bawang, kira-kira 5 mm dari
bagian ujungnya, letakkan di atas dua
sampai tiga tetes HCL 1 N pada kaca objek,
✓ lalukan kaca di atas api bunsen selama 2-3
detik (jangan sampai larutan mendidih) dan
serap sisa larutan dengan kertas saring./
tissue
✓ Teteskan larutan Carnoy ke atas potongan
akar dan biarkan selama 4 menit.
✓ Beri satu tetes 0,5 % toluidine blue ke atas
potongan ujung akar dan lewatkan kembali
ke atas api Bunsen (jangan sampai
mendidih).
✓ Teteskan air untuk melarutkan kelebihan
pewarna dan serap dengan kertas saring/
tisue.
✓ Tutup sampel dengan kaca penutup
dengan hati-hati agar tidak ada gelembung
udara yang terperangkap, kemudian ketuk
kaca penutup dengan ujung pensil sampai
sel tersebar.
✓ Amati preparat di bawah mikroskop dan
gambarlah setiap tahapan mitosis yang
ditemukan.
101 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
Pertanyaan
Perhatikan Praktikum Pembelahan Mitosis pada akar
bawang merah berikut
https://www.youtube.com/watch?v=3ysATVemtRo
1. Mengapa akar bawang dipilih sebagai sampel dalam
pengamatan mitosis
2. Jelaskan susunan dan fungsi benang spindel dalam
pembelahan sel
3. Sel tumbuhan tidak memiliki sentriol, jelaskan
bagaimana sel tumbuhan tetap membelah meskipun
tanpa sentriol
Rangkuman
Pada organisme uniseluller, pembelahan sel
dengan cara pembelahan biner dengan tujuan untuk
perkembangbiakan, sedangkan pada organisme
multiseluller pembelahan sel bertujuan untuk pertumbuhan.
Ada dua acara pembelahan sel yaitu dengan pembelahan
mitosis dan meiosis yang memiliki persamaan yaitu melalui
tahapan-tahapan pembelahan.
Perbedaan penbelahan mitosis dengan meiosis sebagai
berikut:
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 102
Jika dilihat dari jumlah kromosom yang melakukan
pembelahan dibandingkan dengan jumlah kromosom sel
yang melakukan pembelahan, perbedaannya sebagai
berikut:
Evaluasi Pembelajaran antara
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Perhatikan tabel berikut ini!
Pernyataan yang menunjukkan perbedaan
pembelahan mitosis dengan meiosis adalah …
No Pembelahan Pembelahan Benar Salah
mitosis Meiosis
Bertujuan Bertujuan
untuk untuk
mengurangi pertumbuhan,
jumlah pertambahan
A kromosom jumlah sel,
menjadi dan
setengahnya mengganti
sel-sel yang
rusak
103 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
Pembelahan Pembelahan
B hanya satu dua kali
kali
Jumlah Jumlah
kromosom kromosom sel
sel anakan anakan sama
C berbeda dengan
dengan kromosom
kromosom induknya
induk
2. Pembelahan mitosis
Urutan tahapan mitosis yang benar adalah…
A. 2 – 3 – 4 – 1 C. 3 – 4 – 1 – 2 E. 2 – 3
–1–4
B. 1 – 2 – 4 – 3 D. 1 – 2 – 3 – 4
3. Perhatikan gambar di samping!
Pada gambar siklus sel,
replikasi kromosom terjadi pada
fase…
Berikan Alasan….
4. Berikut gambar pembelahan sel pada hewan secara
meiosis.
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 104
Tahapan yang ditunjuk pada gambar A, B, dan C
adalah…
A. Profase I B. Metafase I C. Anafase I D. Telofase
I E. Metaphase II
5. Pada tahapan-tahapan pembelahan meiosis I . berikut,
yang menunjukkan terjadinya reduksi kromosom sel
anak adalah … .
6. Gambar tahap- tahap pembelahan sel.
Pasangan gambar tersebut sesuai dengan fasenya!
No Fase Pembelahan
1 Interfase
2 Profase
3 Metafase
105 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
4 Anafase
5 Telofase
7. Berikut aktivtias yang berlangsung dalam proses mitosis
sel
1) Kromosom memendek dan menebal, sentriol
membelah dan bergerak ke kutub yang berlawanan
2) Kromosom beristirahat, dan terjadi sitokinesis
3) Membrane inti menghilang, kromosom di susun di
bidang tengah oleh benang spindle
4) Dua kromatid bergerak ke kutub-kutub yang
berlawanan
Urutan tahapan pembelahan sel yang benar adalah …
8. Perhatikan gambar dibawah ini!
Fase anaphase 1 ditunjukkan oleh gambar…
A. A B. B C. C D. D E.E
9. Berikut tahapan pembelahan meiosis
1) Kromosom homolog melekat satu sama lain
2) Terbentuk tetrad atau bivalen
3) Kemungkinan terjadi saling tukar menukar gen
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 106
4) Kromosom homolog mengatur diri pada bidang
equator
5) Kromosom homolog terpisah
Ciri tahapan pembelahan profase I ditunjukkan oleh
nomer …
A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5
10. Hasil dari pembelahan mitosis adalah….
Pernyataan Benar Salah
A 2 sel anak dengan
jumlah kromosom sama
dengan sel induk
B 2 sel anak dengan
jumlah kromosom
setengah dari sel induk
C 2 sel anak dengan
jumlah kromosom
setengah dari sel induk
107 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
Pembelajaran 4b
GAMETOSIS
Kompetensi Dasar
3. 4 Menganalisis proses pembelahan sel sebagai dasar
penurunan sifat dari induk kepada keturunannya
4.4 Menyajikan hasil pengamatan pembelahan sel pada sel
hewan maupun tumbuhan
Tujuan Pembelajaran
1) Menjelaskan proses gametogenesis pada hewan dan
manusia
2) Menjelaskan proses gametogenesis pada tumbuhan
Uraian Materi
Gametogenesis adalah proses pembentukkan sel-
sel gamet, yang terjadi secara meiosis di dalam alat
perkembangbiakan. Perkembangan sel germinal diploid
(2n) menjadi haploid (n). Gametogenesis terjadi pada
organisme dewasa. Pada hewan dan manusia proses
pembentukan sprema disebut spermatogenesis yang
terjadi di testis dan proses pembentukan ovum disebut
oogenesis yang terjadi di ovarium, sedangkan pada
tumbuhan gametogenesis terjadi di benang sari dan
putik.
1. Gametogenesis pada hewan dan manusia
Spermatogenesis
Spermatogenesis merupakan proses pembentukkan
sperma yang terjadi dalam testis yang menghasilkan
empat sperma haploid. Spermatogenesis diawali
dengan sel germinal laki-laki mengalami pembelahan
dan menghasilkan spermatogonium, kemudian
membentuk spermatosit primer. Setiap spermatosit
primer membelah menjadi dua spermatid sekunder,
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 108
dan masing-masing akan menjadi empat spermatid
yang kemudian akan mengalami pematangan serta
berkembang menjadi sel sperma. Spermatozoa atau
sel sperma adalah gamet jantan matang yang
bereproduksi secara seksual pada banyak organisme.
Oogenesis
Oogenesis merupakan proses pembentukkan ovum
yang terjadi dalam ovarium yang menghasilkan satu sel
telur haploid. Oogenesis adalah proses pembentukan
oogonium menjadi besar sebelum membelah secara
meiosis, sel ini disebut oosit primer yang berukuran
besar karena mengandung komponen sitoplasmik lebih
banyak. Dua oosit sekunder (hasil pembelahan meiosis
I) berbeda ukuran dan fungsi. Satu ukuran oosit
sekunder memiliki ukuran yang lebih besar akan
melakukan meiosis II dan menghasilkan satu sel telur
yang fungsional dan satu badan kutub yang
berdegenerasi. Satu sel oosit sekunder lain yang
berukuran lebih kecil juga mengalami degenerasi
(mati). Sehingga oogenesis akan menghasilkan empat
sel haploid, tatapi hanya satu sel yang fungsional
menjadi sel telur dan tiga badan polar yang
berdegenerasi.
109 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
Gambar 4.7 Spermatogenesis Gambar 4.8
Oogenesis
2. Gametogenesis pada tumbuhan
Mikrosporogenesis
Mikrosporogenesis adalah pembentukan mikrospora
(serbuk sari/polen) di kantong sari. Mikrosoprogenesis
menghasilkan empat mikroposa yang haploid. Tahapan
pembentukan mikrospora dalah sebagai berikut:
a)Sel induk spora (mikrospora) membelah secara
meiosis menghasilkan 4 sel mikrospora (n) yang
menempel menjadi satu.
b)Masing-masing mikrospora memisah dan
berkembang menjadi butir serbuk sari.
c) Nukleus mengalami kariokinesis I (pembelahan
mitosis tanpa pembelahan sitoplasma) menghasilkan
nukleus generatif dan nukleus tabung.
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 110
d)Nukleus generatif mengalami kariokinesis II menjadi
nukleus sperma I dan nukleus sperma II.
Makrosporogenesis
Makrosporogenesis merupakan proses pembentukan
gamet betina yang terjadi di putik dan menghasilkan
delapan makrospora yang
haploid..Megasprosogenesis di mulai dari pembelahan
meiosis I dan meiosis II sel induk makrospora dikloid.
Pada tumbuhan Angiospermae hanya satu makrospora
yang fungsional, sedangkan tiga lainnya mengalami
degenerasi (mati), Makrospora yang haploid
mengalami tiga kali pembelahan mitosis berturut-turut
menghasilkan 8 sel makrospora di dalam gametofit
betina. Tahapan pembentukan makrospora adalah
sebagai berikut:
a) Sel induk megaspora
(megasporosit)
membelah secara
meiosis menghasilkan
4 megaspora (n).
b) Hanya 1 sel
megaspora yang Gambar 4.8 Makrospora
fungsional, 3 lainnya
akan berdegenerasi
(mati).
c) Nukleus megaspora mengalami 3 kali kariokinesis
menghasilkan 8 nukleus (n). Nukleus tersimpan di
dalam sel kantong embrio yang memiliki bukaan
(mikropil).
111 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
d) Delapan nukleus menempatkan diri: satu inti di dekat
mikropil menjadi ovum (n); dua inti yang mengapit
ovum disebut sinergid dan akan mati; dua inti
bergabung menjadi fusi nukleus polar (2n); tiga inti di
daerah kalaza (berseberangan dengan mikropil)
disebut antipoda.
Gambar 4.9 Gambar 4.10 Makrosporogenesis
Mikrosporogenesis
Pembuahan ganda pada Angiospermae:
• Pembuahan ke-1: ovum (n) + nukleus sperma I (n) ➔
zigot (2n) ➔ embrio (2n)
• Pembuahan ke-2: fusi nukleus polar (2n) + nukleus
sperma II (n) ➔ endosperma (3n)
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 112
Penugasan 1
Gametogenesis pada Manusia
1. Lengkapi Gambar Spermatogenesis berikut ini
2. Lengkapi Gambar Oogenesis berikut ini
113 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
3. Apakah perbedaan antara spermatosit I dengan
spermatosit II, oosit I dengan oosit II
4. Berapa banyak kromosom sel yang dihasilkan oleh
spermatogenesis dan oogenesis
5. Tuliskan secara berurutan tahap-tahap pembentukan
sperma dan ovum
6. Secara teori hasil akhir dari spermatogenesis yakni 4
sperma fungsional, dan hasil akhir oogenesis yakni 1
ovum fungsional yang siap dibuahi. Tetapi dalam
kenyataannya terjadi bayi kembar, mengapa demikian?
Penugasan 2
Gametogenesis pada Tumbuhan
1. Lengkapi gambar gametogenesis pada tumbuhan
berikut
Gambar A
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 114
Gambar B
2. Apa perbedaan pembuahan Angyospermae dengan
pembuahan Gymnospermae
Perbedaan Angyospermae Gymnospermae
Biji
Pembuahan
Ovarium
Alat
reproduksi
Rangkuman
Gametogenesis adalah proses pembentukkan sel-sel
gamet, yang terjadi secara meiosis di dalam alat
perkembangbiakan. Gametogenesis terjadi pada organisme
dewasa. Pada hewan dan manusia gametogenesis terjadi di
testis dan ovarium.
a. Spermatogenesis
Merupakan proses pembentukkan sperma yang terjadi
di dalam testis
115 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
Tahapan spermatogenesis adalah:
b. Oogenesis
Merupakan proses pembentukan sel telur (ovum) yang
terjadi di dalam ovarium
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 116
Perdedaan Spermatogenesis dengan Oogenesis adalah
sebagai berikut
Gametogenesis pada tumbuhan tingkat tinggi terbagi
menjadi mikrospogenesis untuk tumbuhan jantan dan
makrosporogenesis untuk tumbuhan betina.
Mikrosporogenesis menghasilkan empat mikrospora yang
haploid dan kemudian 2 mikrospora bergabung menjadi inti
vegetatif (inti tabung) dan 2 mikrosropa menjadi inti generatif
1 (inti sperma 1) dan inti generative 2 (inti sprema 2).
Makrosporogenesis menghasilkan 8 makrospora yang
haploid yang kemudian menjadi 3 inti antipoda, 2 inti melebur
menjadi inti kandung Lembaga sekunder, dan 2 inti sinergid
serta 1 inti ovum.
117 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
Perdedaan Mikrosporogenesis dengan Makrosprogenesis
adalah sebagai berikut:
Evaluasi
1. Perhatikan gambar oogenesis berikut!
Bagian yang bernomor 1, 2 dan 3 secara berurutan
adalah ...
2. Perhatikan gambar pembelahan meiosis serbuk sari
berikut:
Pasangkan bagian-bagian yang ditunjuk oleh 1,2,3, dan
4 dengan benar!
No Bagian
1 Tabung polen-polen
2 Inti vegetative
3 Mikrospora
4 Inti generative
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 118
3. Hasil dari meiosis 1 sel induk spermatozoa adalah….
4. Hasil dari oogenesis adalah…..
A. 4 sel ovum C. 3 sel ovum dan 1 badan polar
E. 4 badan polar
B. 2 sel ovum D. 1 sel ovum dan 3 badan polar
9. Perhatikan gambar proses gametogenesis dibawah ini!
Reduksi kromosom
berlangsung pada
tahapan….
5. Menurut skema spermatogenesis berikut ini, fase yang
masih bersifat diploid adalah …
A. 1 dan 2
B. 1 sampai 3
C. 1 sampai 4
D. 3 sampai 5
E. 4 dan 5
119 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
6. Perhatikan gambar berikut !
Pernyataan Benar Salah
A Nomor 1 dan 2 yang
mengandung
kromosom haploid (n)
B Nomor 2 dan 3 yang
mengandung
kromosom haploid (n)
C Nomor 3 dan 4 yang
mengandung
kromosom haploid (n)
7. Perhatikan gambar berikut!
Pasangkan bagian yang ditunjuk untuk proses
pembentukan zygot merupakan peleburan antara
nomor…
1 Inti generatif 4 Antipoda
2 Inti generatif 5 Ovum
2 Inti vegetatif 6 kandung Lembaga
sekunder
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 120
1 Inti vegetatif 7 Ovum
8. Perhatikan gambar berikut ini!
Tempat terjadinya pembelahan meiosis dan hasil
mitosis secara berurutan adalah..
A. 1 dan 2
B. 2 dan 3
C. 3 dan 4
D. 4 dan 5
E. 5 dan 6
10. Di bawah ini adalah proses meiosis pada jantan:
Secara berturut-turut, peristiwa meiosis 1 dan meiosis 2
adalah nomor….
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4
121 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
Penilaian Diri
Berilah tanda centang (√) pada kolom “ya” atau ”tidak” yang
paling menggambarkan kemampuan dirimu. Lakukan
dengan jujur!
NO KEMAMPUAN DIRI YA TIDAK
1 Apakah kamu memahami tahapan
pembelahan sel mitosis?
2 Apakah kamu memahami tahapan
pembelahan sel meiosis?
3 Apakah kamu memahami proses
gametogenesis pada hewan?
4 Apakah kamu memahami proses
gametogenesis pada tumbuhan?
Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Setelah kamu mengerjakan evaluasi dan mengisi
penilaian diri, selanjutnya cocokan jawabanmu pada soal
evaluasi dengan kunci jawabab. Untuk mengetahui tingkat
pemahaman atau ketuntasan pada pembelajaran ini
gunakan rumus berikut:
Skor jawaban benar yang
diperoleh
Rumus tingkat pemahaman =
X 100%
100
Kriteria Tingkat Pemahaman 122
90% - 100% = Amat Baik
80% - 89% = Baik
60% - 79% = Cukup
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
< 60% = Kurang
Batas minimal tingkat pemahaman adalah “Baik” dan kamu
dapat melanjutkan ke pembelajaran selanjutnya. Jika
tingkat pemahamanmu “cukup” atau “kurang” silahkan
mempelajari Kembali bagian yang belum dimengerti dalam
pembelajaran ini dan ulangi mengerjakan Latihan soal.
123 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
Pembelajaran 5a
HEREDITAS MENURUT MENDEL
Kompetensi Dasar
3.5 Menerapkan prinsip pewarisan sifat makhluk hidup
berdasarkan hukum Mendel
4.5 Menyajikan hasil penerapan hukum Mendel dalam
perhitungan makhluk hidup di bidang pertanian dan
peternakan
Tujuan Pembelajaran
3) Memahami pewarisan sifat menurut hukum Mendel
4) Menyusun skema persilangan monohybrid dan dihibrid
5) Menjelaskan pola pewarisan sifat menurut Mendel
Uraian Materi
Genetika adalah ilmu tentang penurunan sifat dari
induk kepada keturunan (hereditas) serta segala seluk
beluknya secara ilmiah. Penurunan sifat induk kepada
keturunannya melalui gamet dengan mengikuti aturan-
aturan tertentu. Orang yang dianggap sebagai "Bapak
Genetika" adalah Johan Gregor Mendel (1822-1884). Orang
yang pertama mempelajari sifat-sifat menurun yang
diwariskan dari sel sperma adalah Haeckel (1868). Setiap
organisme ditentukan oleh sepasang faktor, satu dari induk
jantan sisanya dari induk betina, sepasang faktor memiliki
bentuk alternatif sesamanya, disebut alel, jika pasangan
faktor terdiri dari dua gen yang berbeda, maka salah satunya
bersifat dominan dan yang lain resesif. Alel dominan
dilambangkan huruf kapital, resesif dengan huruf kecil.
Pasangan faktor akan saling berpisah selama pembentukan
gamet
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 124
Mendel mempelajari hereditas pada tanaman kacang
ercis (Pisum sativum) dengan alasan:
1. Memiliki pasangan-pasangan sifat yang menyolok.
2. Biasanya melakukan penyerbukan sendiri (Self
polination).sehingga lebih mudah di dapat galur murni
3. Dapat dengan mudah diadakan penyerbukan silang.
4. Segera menghasilkan keturunan.
5. Terdapat jenis-jenis dengan sifat beda yang mencolok
seperti tampak pada gambar berikut:
Gambar 5.1 Tanaman Kapri dengan perbedaan sifat yang mencolok
Sumber : Campbell, et al.2012
Dalam mempelajari hereditas perlu dipahami tentang
prinsip-prinsip hereditas itu sendiri, yaitu meliputi:
125 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
A. dominasi, yaitu gen-gen yang memiliki pengaruh kuat
terhadap gen lain. Gen yang pengaruhnya lemah
disebut gen resesif.
B. hukum Mendel I dan hukum Mendel II. Hukum
Mendel I (hukum Segregasi) menyatakan bahwa pada
waktu pembentukan gamet, dua gen yang berpasangan
akan dipisahkan disegregasikan ke dalam sel-sel
gametnya. Adapun hukum Mendel II (hukum
Berpasangan/Pemilihan secara Bebas) menyatakan
bahwa pasangan gen pada waktu pembentukan gamet
akan memisah dan membentuk kombinasi dengan
salah satu anggota gen lain secara acak.
A. Hukum I Mendel
“bahwa pada Tiap sifat dari makhluk hidup
pembentukan gamet, dikendalikan oleh sepasang
faktor keturunan yang
dua gen yang dikenal dengan nama gen.
berpasangan akan Sepasang gen ini satu
dipisahkan ke dalam berasal dari induk jantan
dua sel atau gamet yang lainnya dari induk
secara bebas” betina. Gen yang sepasang
ini disebut se alel atau satu
alel, gen yang se alel akan
memisah pada waktu
gametogenesis (dikenal
dengan prinsip segregasi secara bebas) dan akan
kembali berpasangan-pasangan pada proses fertilisasi
(dikenal dengan prinsip berpasangan secara bebas).
Persilangan Monohibrid dibedakan menjadi 2 yaitu :
1. Persilangan Monohibrid Dominan Penuh
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 126
➢ Merupakan persilangan satu sifat beda, dimana
sifat resesif terkalahkan atau tertutupi oleh sifat
dominan
➢ Bila ada dua gen (gen resesif dan gen dominan)
yang bersama-sama, maka sifat resesif tidak
muncul.
Persilangan antara mawar berbunga merah
dominan (MM) dengan mawar berwarna putih
resesif (mm) dapat dibuat bagan sebagai berikut::
P1 : MM x mm
(merah) (putih)
Gamet : M m
F1 : Mm
(merah)
Kemudian F1 disilangkan dengan sesamanya,
hingga didapatkan :
P2 : Mm x
Mm
(merah)
(merah)
Gamet : M, m
M, m
F2 : MM, Mm, Mm, mm
Bagan hasil persilangan (F2)
127 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
Perbandingan Genotipe F2 = MM : Mm : mm
1:2:1
Perbandingan Fenotipe F2 = Merah : Putih
3:1
Persentase F2 adalah :
Genotipe : MM : Mm : mm
1: 2 :1
25% : 50% : 25%
Fenotipe : Merah : Putih
3: 1
75% : 25%
2. Persilangan Monohibrid Intermediet
➢ Merupakan persilangan satu sifat beda, yang
sifat kedua induknya sama kuat sehingga
memunculkan sifat baru pada keturunannya.
➢ Bila ada dua gen (gen resesif dan gen dominan)
yang bersama-sama, maka tidak akan ada yg
muncul baik dominan maupun resesif tapi akan
muncul sifat baru.
Persilangan antara mawar berbunga merah (MM)
dengan mawar berwarna putih (mm) dapat dibuat
bagan sebagai berikut::
P1 : MM X mm
(merah) (putih)
Gamet: M m
F1 : Mm
(merah muda)
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 128
Kemudian F1 disilangkan dengan sesamanya,
hingga didapatkan :
P2 : Mm x
Mm
(merah muda)
(merah muda)
Gamet : M, m
M, m
F2 : MM, Mm, Mm, mm
Bagan hasil persilangan (F2)
Perbandingan Genotipe F2 = MM : Mm : mm
1: 2 : 1
Perbandingan Fenotipe F2 = Merah : Merah muda
: Putih
1: 2 :1
• Persentase F2 adalah :
• Genotipe : MM : Mm : mm
1: 2 :1
25% : 50% : 25%
• Fenotipe : Merah : Merah Muda : Putih
1: 2 :1
25% : 50% : 25%
129 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
B. Hukum II Mendel
Persilangan antara dua
“bahwa pada individu dengan dua sifat
pembentukan diri dari
suatu pasangan akan beda disebut juga
secara bebas
berkelompok dengan persilangan dihibrid. Pada
gen gen lain yang
berasal dari pasangan persilangan tersebut
lain”
Mendel menyilangkan
tanaman ercis dengan biji
yang mempunyai dua sifat
beda, yaitu bentuk dan
warna biji.
Persilangan Dihibrid akan menghasilkan perbandingan
fenotipe dan genotipe yang berbeda dengan
persilangan monohibrid.
1. Menentukan Genotipe dan Fenotife
Kedua sifat beda ditentukan oleh gen-gen seperti
contoh sebagai berikut :
B = gen yang menentukan biji bulat.
b = gen yang menentukan biji keriput.
K = gen yang menentukan biji berwarna kuning.
k = gen yang menentukan biji berwarna hijau.
Genotipe (sifat tak tampak ) disimbolkan dengan huruf
besar dan huruf kecil
Huruf besar menunjukan sifat Dominan (kuat)
Huruf kecil menunjukan sifat Resesif (lemah)
Fenotipe (sifat yang tampak) ditentukan berdasarkan
bentuk, warna, ukuran, tekstur, rasa dan sifat lain yang
dapat dilihat/dideteksi oleh panca indra.
2. Homozigot dan Heterozigot
Homozigot adalah genotipe yang memiliki pasangan
gen sama.
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 130
Contoh : DD, RR, hh, nn (dan lain sebagainya)
Homozigot Dominan adalah genotipe yang pasangan
gen dominan (huruf besar), contoh : DD, RR, GG, HH,
NN (dan lain sebagainya)
Homozigot Resesif adalah genotipe yang pasangan gen
resesif (huruf kecil), contoh : dd, rr, gg, hh, nn (dan lain
sebagainya)
Heterozigot adalah genotipe yang pasangan gen
berbeda
Contoh : Dd, Gg, Hh, Nn, Mm (dan lain sebagainya)
3. Menentukan Jumlah Gamet
Menentukan banyaknya gamet, genotip, dan fenotip
dalam suatu persilangan merupakan langkah awal yang
harus kita lakukan dalam membuat diagram
persilangan.
Jumlah macam gamet dari induk dapat dihitung
menggunakan rumus 2n (baca: 2 pangkat n) dengan n
merupakan jumlah pasangan alel heterozigot yang
bebas memisah
Teknik dalam
mencari macam
gametnya adalah
dengan Diagram
Anak Garpu.
Langkah -
langkahnya
adalah sebagai
berikut: MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
131
Contoh Genotipe AaBb maka akan menghasilkan jenis
dan jumlah gamet sebagai berikut ini :
Contoh Persilangan Dihibrid
▪ Disilangkan kacang ercis berbiji bulat dan berwarna
kuning (BBKK) dengan tanaman kacang ercis berbiji
kisut dan berwarna hijau (bbkk)
▪ Bentuk dan hasil Persilangannya adalah sebagai
berikut ini :
P1 : BBKK x bbkk
(bulat-kuning) (kisut-hijau)
Gamet : BK bk
F1 : BbKk
(bulat-kuning)
P2 : BbKk x BbKk
(bulat-kuning) (bulat-
kuning)
Gamet : BK BK
Bk Bk
bK bK
bk bk
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 132
Perbandingan Fenotipe F2 = 9 : 3 : 3 : 1
Persentase Fenotipe F2 = 56,25% : 18,75% :
18,75% : 6,25%
133 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII
• Menghitung Fenotipe Hasil Keturunan dengan
Diagram Anak Garpu (Cabang/Bracket
Contoh: penyilangan ercis biji bulat kuning heterozigot
(BbKk) dengan sesamanya
BbKk >< BbKk
Memasangkan setiap alel pada
kedua induk yang sealel,
menghitung jumlahnya,
menggabungkan dengan pasangan
alel lainnya yang bukan sealel, dan
mengalikan koefisiannya.
Jumlah BB = 1 KK = 1
Bb = 2 Kk = 2
bb = 1 kk = 1
MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII 134
Kesimpulan dari persilangan dihybrid adalah
1. Menghasilkan F2 berjumlah 16
2. Menghasilkan F2 dengan 4 jenis fenotipe
3. Menghasilkan F2 dengan 9 jenis genotipe
C. Alel
Alel mencakup gen-gen
pada lokus yang sama di
kromosom
✓ Individu homozigot
memiliki simbol yang
sama (misalnya BB,
bb)
✓ Individu heterozigot
memiliki pasangan
alel dengan simbol
berbeda (misalnya
Bb)
D. Perkawinan Resiprok
Perkawinan resiprok merupakan perkawinan kebalikan
dari yang semula dilakukan.
Persilangan ini bertujuan untuk membuktikan induk
jantan dan induk yang betina memiliki kesempatan yang
sama dalam pewarisan sifat.
135 MODUL BIOLOGI SMA KELAS XII