The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

PENDIDIKAN ISLAM; Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by g-p19193258, 2023-06-24 07:25:52

PENDIDIKAN ISLAM; Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional

PENDIDIKAN ISLAM; Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional

238 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional 5. Kurikulum Pendidikan Agama Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pengembangan kurikulum diatur dalam Pasal 36 undangundang sistem pendidikan nasional yaitu: (1) kurikulum mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, (2) kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik, dan (3) kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. peningkatan iman dan takwa; b. peningkatan akhlak mulia; c. peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik; d. keragaman potensi daerah dan lingkungan; e. tuntutan pembangunan daerah dan nasional; f. tuntutan dunia kerja; g. perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; h. agama; i. dinamika perkembangan global; dan j. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. Dalam Pasal 37 undang-undang system pendidikan menatapkan kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: (1) pendidikan agama; (2) pendidikan kewarganegaraan; (3) bahasa; (4) matematika; (5) ilmu pengetahuan alam; (6) ilmu pengetahuan sosial; g. seni dan budaya; (7) pendidikan jasmani dan olahraga; (8) keterampilan/kejuruan; dan (9) muatan lokal. Kurikulum


239 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan pendidikan tinggi wajib memuat: (1) pendidikan agama; (2) pendidikan kewarganegaraan; dan (3) bahasa. Struktur kurikulum pendidikan agama dalam undangundang ini ditempatkan pada urutan pertama. Berbeda dengan undang-undang sebelumnya yang tidak memuat pendidikan agama atau menempatkan pendidikan agama diurutan berikutnya dalam struktur kurikulumnya. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah saat ini dalam pendidikan agama memberikan sesuatu yang prioritas. Pendidikan agama di lingkungan pendidikan umum walaupun bersifat pelengkap merupakan pendidikan amat penting yang wajib diselenggarakan dan dilaksanakan dalam bentuk mata pelajaran dan prktek ibadah. Oleh karena itu kerangka dasar dan struktur kurikulumnya disesuaikan dengan lingkungan peserta didik dengan prinsip kearifan lokal. Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan Propinsi untuk pendidikan menengah. Kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. Kurikulum pendidikan agama pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan diatur melalui Peraturan Pemerintah


240 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan. Kurikulum pendidikan agama dilaksanakan sesuai Standar Nasional Pendidikan. Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.4 Untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan dilakukan evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi. Standar nasional pendidikan disempurnakan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global. Standar nasional pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. Standar nasional pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdasakan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Salah satu standar nasional pendidikan adalah Standar Isi yang meliputi materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tinkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan/akademik. Kurikulum untuk jenis pendidikan keagamaan formal terdiri atas kelompok mata pelajaran yang ditentukan berdasarkan tujuan pendidikan keagamaan. Prinsip pendidikan agama diajarkan sesuai dengan tahap perkembangan kejiwaan peserta didik. Pendidikan 4 Lingkup standar nasional pendidikan meliputi: (a) standar isi, (b) standar proses, (c) standar kompetensi lulusan, (d) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (e) standar sarana dan prasarana, (f) standar pengelolaan, (g) standar pembiayaan, dan (h) standar penilaian pendidikan.


241 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan agama mendorong peserta didik untuk taat menjalankan ajaran agamanya dalam kehidupan seharihari dan menjadikan agama sebagai landasan etika dan moral dalam kehidupan pribadi, berkeluarga, bermasyarakat berbangsan dan bernegara. Pendidikan agama mewujudkan keharmonisan, kerukunan, dan rasa hormat diantara sesama pemeluk agama yang dianut dan terhadap pemeluk agama lain. Pendidikan agama membangun sikap mental peserta didik untuk bersikap dan berperilaku jujur, amanah, disiplin, bekerja keras, mandiri, percaya diri, kompetitif, kooperatif, tulus, dan bertanggung jawab. Pendidikan agama menumbuhkan sikap kritis, inovatif, dan dinamis, sehingga menjadi pendorong peserta didik untuk memiliki kompetensi dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan/atau olahraga. Pendidikan agama diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, mendorong kreativitas dan kemandirian, serta menumbuhkan motivasi untuk hidup sukses. Satuan pendidikan dapat menambah muatan pendidikan agama sesuai kebutuhan berupa tambahan materi, jam pelajaran, dan kedalaman materi. Implementasi undang-undang sistem pendidikan nasional dijabarkan kedalam berbagai peraturan perundang-undangan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tantang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan nasional, antara lain standar ini. Sebagai pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah tersebut ditetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2008 tentang Standar Isi.


242 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional Standar isi dimaksud mencakup: (1) kerangka dasar dan struktur kurikulum yang merupakan pedomn dalam penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan, (2) beban belajar agi peserta didik pada satuan pendidikan dasar menengah, (3) kurikulum satuan pendidikan yang akan dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan panduan penyusunan kurikulum sebagai bagian tidak terpisahkan dari standar ini, dan (4) kalender pendidikan untuk penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah.5 Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas kelompok mata pelajaran: (1) agama dan akhlak mulia, (2) kewarganegaraan dan kepribadian, (3) ilmu pengetahuan dan teknologi, (4) estetika, dan (5) jasmani, olahraga dan kesehatan. Tabel: 5.2. Cakupan Kelompok Mata Pelajaran Agama KELOMPOK MATA PELAJARAN CAKUPAN Agama dan Akhlak Mulia Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. 5 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2008 tentang Standar Isi.


243 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Prinsip pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh sekolah-sekolah dan komite sekolah yang bepedoman pada standar kompetensi lulusn dan standar isi serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP). Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip: (1) berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya, (2) beragam dan terpadu, (3) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, (4) relevan dengan kebutuhan kehidupan, (5) menyeluruh dan berkesinambungan, (6) belajar sepnjang hayat, (7) seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.6 Prinsip pelaksanaan kurikulum dengan menegakkan kelima pilar belajar yaitu: (1) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) belajar untuk memahami dan menghayati, (3) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, (5) dan belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses pembelajaran yang aktif kreatif, efektif dan menyenangkan.7 Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum 6 Ibid. 7 Ibid.


244 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional dalam struktur kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan. Muatan local dan kegiatan pengebangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. a. Struktur Kurikulum dan Standar Kompetensi SD/MI Struktur kurikulum pada lembaga pendidikan SD/MI merupakan subtansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun dari kelas I sampai dengan kelas VI. Struktur kurikulum SD/MI disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran. Kurikulum SD/MI memuat 8 mata pelajaran, muatan local, dan pengembangan diri dengan alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 35 menit. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu. Perbandingan mata pelajaran Agama dengan peajaran umum dalam struktur kurikulum SD/MI seperti table: 5.3 di bawah ini. Tabel 5.3. Struktur Kurikulum SD/MI Komponen Kelas dan Alokasi Waktu I II III IV,V dan VI A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 3 2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 3. Bahasa Indonesia 5 4. Matematika 5 5. Ilmu Pengetahuan Alam 4 6. Ilmu Pengetahuan Sosial 3 7. Seni Budaya dan Keterampilan 4 8. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 4 B. Muatan Lokal 2


245 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan C. Pengembangan Diri 2*) Jumlah 26 27 28 32 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Menentukan kelulusan peserta didik ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) meliputi SKL-SP SD/MI/SDLB/Paket A, SMP/Mts/ SMPLB/ Paket B, SMA/MA/SMALB/Paket C dan SMK/MAK. Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) SD/MI/ SDLB/Paket A, dikembangkan berdasarkan tujuan satuan pendidikan. Pendidikan Dasar meliputi SD/MI/SDLB/ Paket A, bertujuan meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKLSP) SD/MI/SDLB/Paket A mencakup 17 SKL, yaitu: (1) menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak, (2) mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri, (3) mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya, (4) menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya, (5) menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif, (6) Menunjukkan kemampuan berfikir logis, kritis, dan kreatif dengan bimbingan guru/pendidik, (7) menunjukan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya, (8) menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan seharihari, (9) menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar, (10) menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan, (11)


246 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, Negara, dan tanah air Indonesia, (12) menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal, (13) menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang, (14) berkomunikasi secara jelas dan santun, (15) bekerjasama dengan kelompok, tolong menolong, dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya, (16) menunjukkan kegemaran membaca dan menulis, dan (17) menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan berhitung. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SKKMP) terdiri dari kelompok-kelompok mata pelajaran: (1) agama dan akhlak mulia, (2) kewarganegaraan dan kepribadian, (3) ilmu pengetahuan dan teknologi, (4) estetika, dan (5) jasmani, olahraga, dan kesehatan. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) dikembangkan berdasarkan tujuan dan cakupan muatan dan/atau kegiatan setiap kelompok mata pelajaran. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia bertujuan membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang maha Esa serta berakhlak mulia. Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/ atau kegiatan agama, kewarganegaraan, kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, jamani, olahraga, dan kesehatan. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SKKMP) untuk kelompok pendidikan agama dan akhlak mulia SD/MI/SDLB/Paket A adalah: (1) menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak, (2) menunjukkan sikap jujur dan adil, (3) mengenal keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan


247 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya, (4) berkomunikasi secara santun yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan, (5) menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan waktu luang sesuai dengan tuntutan agamanya, (6) menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap sesame manusia dan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran (SKL-MP) SD/MI Pendidikan Agama Islam yaitu: (1) menyebutkan, menghafal, membaca, dan mengartikan surat-surat pendek dalam al-Qur’an mulai surat al-Fatihah sampai surat al- ‘Alaq, (2) mengenal dan meyakini aspek-aspek rukun iman dari iman kepada Allah sampai iman kepada qadha dan qadar, (3) berperilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari serta menghindari perilaku tercela, (4) mengenal dan melaksanakan rukun Islam mulai dari bersuci (Thaharah) sampai zakat serta mengetahui tatacara pelaksanaan ibadah haji, dan (5) menceritakan kisah nabi-nabi dan mengambil teladan dari kisah tersebut dan menceritakan kisah tokoh orang-orang tercela dalam kehidupan nabi. b. Struktur Kurikulum dan Standar Kompetensi SMP/MTs/SMPLB Struktur kurikulum pada lembaga pendidikan SMP/MTs merupakan subtansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas VII, VII dan IX. Struktur kurikulum SMP/MTs disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran. Kurikulum SMP/Mts memuat 10 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri dengan alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit. Minggu efektif dalam satu


248 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu. Perbandingan mata pelajaran Agama dengan peajaran umum dalam struktur kurikulum SMP/MTs seperti table: 5.4 di bawah ini. Tabel 5.4. Struktur Kurikulum SMP/MTs Komponen Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2 2 2 2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 3. Bahasa Indonesia 4 4 4 4. Bahasa Inggris 4 4 4 5. Matematika 4 4 4 6. Ilmu Pengetahuan Alam 4 4 4 7. Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4 8. Seni Budaya 2 2 2 9. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2 2 2 10. Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 B. Muatan Lokal 2 2 2 C. Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*) Jumlah 32 32 32 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) SMP/ Mts/ SMPLB/ Paket B, dikembangkan berdasarkan tujuan satuan pendidikan. Pendidikan Dasar meliputi SMP/Mts/SMPLB/Paket B bertujuan meletakkan


249 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKLSP) SMP/Mts/SMPLB/Paket B mencakup 21 SKL, yaitu: (1) menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja, (2) memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri, (3) menunjukan sikap percaya diri, (4) memahami aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas, (5) menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional, (6) mencari dan menarapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis, kritis, dan kreatif, (7) Menunjukkan kemampuan berfikir logis, kritis, kreatif, inovatif, (8) menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya, (9) menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, (10) mendeskripsikan gejala alam dan sosial, (11) memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab, (12) menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan di masyarakat berbangsa, dan bernegara, dalam terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuann Republik Indonesia, (13) menghargai karya seni dan budaya nasional, (14) menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya, (15) menerapkan hidup bersih, sehat bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang, (16) berkomunkasi dan berinteraksi secara efektif dan santun, (17) memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat, (18) menghargai adanya perbedaan pendapat, (19) menunjukkan kegemaran membaca dan menulis


250 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional naskah pendek sederhana, (20) menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggeris sederhana, (21) menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk pendidikan menengah. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SKKMP) terdiri dari kelompok-kelompok mata pelajaran: (1) agama dan akhlak mulia, (2) kewarganegaraan dan kepribadian, (3) ilmu pengetahuan dan teknologi, (4) estetika, dan (5) jasmani, olahraga, dan kesehatan. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) dikembangkan berdasarkan tujuan dan cakupan muatan dan/atau kegiatan setiap kelompok mata pelajaran. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia bertujuan membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang maha Esa serta berakhlak mulia. Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/ atau kegiatan agama, kewarganegaraan, kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, jamani, olahraga, dan kesehatan. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SKKMP) untuk kelompok pendidikan agama dan akhlak mulia SMP/MTs/SMPLB/Paket B adalah: (1) mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja, (2) menerapkan nilai-nilai kejujuran dan keadilan, (3) memahami keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi, (4) berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan, (5) menerapkan hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan waktu luang sesuai dengan tuntutan agamanya, (6) memanfaatkan lingkungan


251 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan sebagai makhluk ciptaan Tuhan secara bertanggung jawab, dan (7) menghargai perbedaan pendapat dalam menjalankan ajaran agama. Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran (SKL-MP) Pendidikan Agama Islam SMP/MTs yaitu: (1) menerapkan tata cara membaca al-Qur’an menurut tajwid, mulai dari cara membaca al-Syamsiah dan al-Qomariyah sampai pada menerapkan hukum bacaan mad dan waqaf, (2) meningkatkan pengenalan dan keyakinan terhadap aspekaspek rukun iman dari iman kepada Allah sampai iman kepada qadha dan qadar serta asma’ul Husna, (3) menjelaskan dan membiasakan perilaku terpuji seperti qanaah dan tasawuh dan menjauhkan diri dari perilaku tercela seperti anaiah, hasad, ghadab dan namimah, (4) menjelaskan tata cara mandi wajib dan shalat-shalat munfarid dan jamaah baik shalat wajib maupun shalat sunnah, (5) memahami dan meneladani sejarah nabi Muhammad dan para sahabat serta menceritakan sejarah masuk dan berkembangnya Islam di nusantara. c. Struktur Kurikulum dan Standar Kompetensi SMA/MA/SMALB Struktur kurikulum pada lembaga pendidikan SMA/MA merupakan subtansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun dari Kelas X, XI dan XII. Struktur kurikulum SMA/MA disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran. Kurikulum SMA/MA memuat 16 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri dengan alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 45 menit. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.


252 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional Pengorganisasian kelas-kelas pada SMA/MA dibagi kedalam dua kelompok, yaitu kelas X merupakan program umum yang diikuti oleh seluruh peserta didik dan kelas XI dan XII merupakan program penjurusan yang terdiri atas program yaitu: (1) Ilmu Pengetahuan Alam, (2) Ilmu Pengetahuan Sosial, (3) Bahasa, dan (4) Keagamaan khusus untuk MA. Perbandingan mata pelajaran Agama dengan peajaran umum dalam struktur kurikulum SMA/MA Kelas X seperti tabel 5.5 di bawah ini. Tabel 5.5. Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas X Komponen Alokasi Waktu Semester 1 Semester 2 A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2 2 2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 3. Bahasa Indonesia 4 4 4. Bahasa Inggris 4 4 5. Matematika 4 4 6. Fisika 2 2 7. Biologi 2 2 8. Kimia 2 2 9. Sejarah 1 1 10. Geografi 2 2 11. Ekonomi 1 1 12. Sosiologi 2 2 13. Seni Budaya 2 2 14. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2 2 15. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2


253 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan 16. Keterampilan Bahasa Asing 2 2 B. Muatan Lokal 2 2 C. Pengembangan Diri 2*) 2*) Jumlah 38 38 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Struktur kurikulum pada lembaga pendidikan SMA/MA Kelas XI dan XII program IPA, IPS, Bahasa dan Keagamaan disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran terdiri atas 13 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri dengan alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 45 menit. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu. Perbandingan mata pelajaran Agama dengan peajaran umum dalam struktur kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII IPA, IPS, Program Bahasa, dan Program Keagamaan, seperti tabel 5.6, tabel 5.7, tabel 5.8,tabel 5.9, di bawah ini. Tabel 5.6.Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII Program IPA Komponen Alokasi Waktu Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt2 Smt 1 Smt2 A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2 2 2 2 2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2 3. Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4. Bahasa Inggris 4 4 4 4 5. Matematika 4 4 4 4 6. Fisika 4 4 4 4 7. Biologi 4 4 4 4


254 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional Komponen Alokasi Waktu Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt2 Smt 1 Smt2 8. Kimia 1 1 1 1 9. Sejarah 2 2 2 2 10. Seni Budaya 2 2 2 2 11. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2 2 2 2 12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2 13. Keterampilan Bahasa Asing 2 2 2 2 B. Muatan Lokal 2 2 2 2 C. Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*) 2*) Jumlah 39 39 39 39 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Tabel 5.7. Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII Program IPS Komponen Alokasi Waktu Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt2 Smt 1 Smt2 A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2 2 2 2 2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2 3. Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4. Bahasa Inggris 4 4 4 4 5. Matematika 4 4 4 4 6. Sejarah 3 3 3 3 7. Geografi 3 3 3 3


255 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Komponen Alokasi Waktu Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt2 Smt 1 Smt2 8. Ekonomi 1 1 1 1 9. Sosiologi 3 3 3 3 10. Seni Budaya 2 2 2 2 11. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2 2 2 2 12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2 13. Keterampilan Bahasa Asing 2 2 2 2 B. Muatan Lokal 2 2 2 2 C. Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*) 2*) Jumlah 39 39 39 39 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Tabel 5.8. Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII Program Bahasa Komponen Alokasi Waktu Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt2 Smt 1 Smt2 A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2 2 2 2 2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2 3. Bahasa Indonesia 5 5 5 5 4. Bahasa Inggris 5 5 5 5 5. Matematika 3 3 3 3 6. Sastra Indonesia 4 4 4 4 7. Bahasa Asing 4 4 4 4


256 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional Komponen Alokasi Waktu Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt2 Smt 1 Smt2 8. Antropologi 2 2 2 2 9. Sejarah 3 3 3 3 10. Seni Budaya 2 2 2 2 11. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2 2 2 2 12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2 13. Keterampilan Bahasa Asing 2 2 2 2 B. Muatan Lokal 2 2 2 2 C. Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*) 2*) Jumlah 39 39 39 39 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Tabel 5.9. Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII Program Keagamaan Komponen Alokasi Waktu Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt2 Smt 1 Smt2 A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2 2 2 2 2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2 3. Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4. Bahasa Inggris 4 4 4 4 5. Matematika 4 4 4 4 6. Tafsir dan Ilmu Tafsir 3 3 3 3


257 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Komponen Alokasi Waktu Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt2 Smt 1 Smt2 7. Ilmu Hadis 3 3 3 3 8. Ushul Fiqih 3 3 3 3 9. Tasawuf/Ilmu Kalam 3 3 3 3 10. Seni Budaya 2 2 2 2 11. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2 2 2 2 12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2 13. Keterampilan Bahasa Asing 2 2 2 2 B. Muatan Lokal 2 2 2 2 C. Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*) 2*) Jumlah 38 38 38 38 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran **) Ditentukan oleh Departemen Agama Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKLSP) SMA/MA/SMALB Paket C, dikembangkan berdasarkan tujuan satuan pendidikan. Pendidikan Menengah meliputi SMA/MA/SMALB Paket C, bertujuan meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKLSP) SMA/MA/SMALB Paket C, mencakup 23 SKL, yaitu: (1) berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja, (2) mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri


258 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional serta memperbaiki kekurangannya, (3) menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku, perbuatan dan pekerjaannya, (4) berpartisipasi dalam menegakkan aturan-aturan sosial, (5) menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global, (6) membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis, kritis, kreatif dan inovatif, (7) Menunjukkan kemampuan berfikir logis, kritis, dan kreatif dan inovatif dalam pengambilan keputusan, (8) menunjukan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri, (9) menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang baik, (10) menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah komplek, (11) menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial, (12) memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab, (13) berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia, (14) mengekspresikan diri melalui kgiatan seni dan budaya, (15) mengekspresikan karya seni dan budaya, (16) menghasilkan kayra kreatif, baik individual maupun kelompok, (17) menjaga kesehatan dan keamanan diri, kebugaran jasmani, serta kebersihan lingkungan, (18) berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun, (19) memahmi hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat, (20) menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain, (21) menunjukkan ketermpilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis, (22) menunjukkan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggeris, (23) menguasai


259 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan komptensi program keahlian dan kewirausahaan baik untuk memenuhi tuntutan dunia kerja maupun untuk mengikuti pendidikan tinggi sesuai dengan kejuruannya. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SKKMP) terdiri dari kelompok-kelompok mata pelajaran: (1) agama dan akhlak mulia, (2) kewarganegaraan dan kepribadian, (3) ilmu pengetahuan dan teknologi, (4) estetika, dan (5) jasmani, olahraga, dan kesehatan. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) dikembangkan berdasarkan tujuan dan cakupan muatan dan/atau kegiatan setiap kelompok mata pelajaran. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia bertujuan membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang maha Esa serta berakhlak mulia. Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/ atau kegiatan agama, kewarganegaraan, kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, jamani, olahraga, dan kesehatan. Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKKMP) SMA/MA/SMALB adalah: (1) berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja, (2) menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dan budaya dalam tatanan global, (3) berpartisipasi dalam penegakkan aturan sosial, (4) memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat, (5) menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain, (6) berkomunikasi dan berinteraksi secara fektif dan santun melalui berbagai cara termasuk pemanfaatan teknologi infomasi yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan, (7) menjaga kebersihan, kesehatan, ketahanan dan


260 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional kebugaran jasmani dalam kehidupan sesuai dengan tuntutan agama, (8) memanfaatkan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan secara bertanggung jawab. Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKKMP) SMA/MA/SMK/MAK/SMALB-A, B, D, E adalah (1) memahami ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan fungsi manusia sebagai khalifah, demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan tekonologi, (2) meningkatkan keimanan kepada Allah sampai qadha dan qadar melalui pemahaman terhadap sifat Allah dan asmau al-husna, (3) berperilaku terpuji seperti husnuzzhan, taubat dan raja’, dan meninggalkan perilaku tercela seperti isyraf, tabzir dan fitnah, (4) memahami sumber hukum Islam dan hukum taklifi serta menjelaskan hokum muamalah dan hukum keluarga dalam Islam, (5) memahami sejarah Nabi Muhammad pada periode Makkah dan periode Madinah serta perkembanan Islam di Indonesia dan di dunia. 6. Pendidik Pendidikan Agama Islam Dalam undang-undang system pendidikan nasional, disebutkan bahwa “Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan” (Pasal 1 angka 5). “Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan” (Pasal 1 angka 6). Pendidik pendidikan agama pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah disediakan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah


261 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan sesuai kewenangan masing-masing berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-undangan. Pendidik pendidikan agama pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat disediakan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan. Dalam hal satuan pendidikan tidak dapat menyediakannya, maka Pemerintah dan/ atau pemerintah daerah wajib menyediakannya sesuai kebutuhan satuan pendidikan. Pendidik di lingkungan pendidikan formal harus memiliki standar kualifiasi akademik dan kompetensi sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Kualifikasi akademik guru pada satuan pendidikan jalur formal mencakup kualifikasi akademik guru sebagai berikut: a. Kualifikasi Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD, Taman Kanak-kanak (TK) dan Raudatul Athfal (RA) harus memiliki kualifikasi akademik minimal diploma IV (D-IV) atau sarjana (S1) dalam bidang pendidikan anak usia dini atau psikologi yang diperoleh dari program studi yang terakreditasi. b. Kualifikasi Guru Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau yang sederajat harus memiliki kualifikasi akademik minimal diploma IV (D-IV) atau sarjana (S1) dalam bidang pendidikan SD/MI (DIV/S1 PGSD/PGMI) atau psikologi yang diperoleh dari program studi yang terakreditasi. c. Kualifikasi Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau yang sederajat harus memiliki kualifikasi akademik minimal diploma IV (D-IV) atau sarjana (S1) program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajrkan/diampu yang


262 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional diperoleh dari program studi yang terakreditasi. d. Kualifikasi Guru Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) atau yang sederajat harus memiliki kualifikasi akademik minimal diploma IV (DIV) atau sarjana (S1) program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajrkan/diampu yang diperoleh dari program studi yang terakreditasi. e. Kualifikasi Guru Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) atau yang sederajat harus memiliki kualifikasi akademik minimal diploma IV (D-IV) atau sarjana (S1) program pendidikan khusus atau sarjana yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajrkan/diampu yang diperoleh dari program studi yang terakreditasi. f. Kualifikasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) atau yang sederajat harus memiliki kualifikasi akademik minimal diploma IV (D-IV) atau sarjana (S1) program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajrkan/diampu yang diperoleh dari program studi yang terakreditasi. Kualifikasi kademik yang dipersyaratkan untuk dapat diangkat sebagau guru dalam bidang-bidang khusus yang sangat diperlukan tetapi belum dapat dikembangkan di perguruan tinggi dapat diperoleh melalui uji kelayakan dan kesetaraan. Uji kelayakan dan kesetaraan bagi seseorang yang memiliki keahlian tanpa ijazah dilakukan oleh perguruan tinggi yang diberi wewenang untuk melaksanakannya. Standar kompetensi guru dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi utama yang terintegrasi dalam kinerja guru. Standar kompetensi guru PAUD/TK/RA, guru kelas SD/MI dan guru mata pelajaran pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan


263 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan SMK/MAK meliputi: kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan professional, seperti pada table 5.10 di bawah ini. Tabel 5.10. Standar Kompetensi Guru TK/PAUD NO KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU TK/PAUD Kompetensi Pedagodik 1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, social, cultural, emosional, dan intelektual. 1.1 Memahami karakteristik peserta didik usia TK/PAUD yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial-emosional, moral, dan latar belakang sosial-budaya. 1.2 Menidentifikasi potensi peserta didik usia TK/PAUD dalam berbagai bidang pengembangan. 1.3 Mengidentifikasi kemampuan awal peserta didik usia TK/PAUD dalam berbagai bidang pengembangan. 1.4 Mengidentifikasi kesulitan peserta didik usia TK/PAUD dalam berbagai Pengembangan. 2. Menguasai teori belajar dan prinsipprinsip pembelajaran yang mendidik. 2.1 Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip


264 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional NO KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU TK/PAUD bermain sambil belajar yang mendidik yang terkait dengan berbagai bidang pengembangan di TK/PAUD. 2.2 Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik bermain sambil belajar yang bersifat holistik, otentik, dan bermakna yang terkait dengan berbagai bidang pengembangan di TK/PAUD. 3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang pengembangan yang diampu. 3.1 Memahami prinsipprinsip pengembangan kurikulum 3.2 Menentukan tujuan kegiatan pengembangan yang mendidik. 3.3 Menentukan kegiatan bermain sambil belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pengembangan. 3.4 Memilih materi kegiatan pengembangan yang mendidik yaitu kegiatan bermain sambil belajar sesuai dengan tujuan pengembangan. 3.5 Menyusun perencanaan


265 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan NO KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU TK/PAUD semester, mingguan, dan harian dalam berbagai kegiatan pengembangan di TK/PAUD 3.6 Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian. 4. Menyelengarakan kegiatan pengembangan yang mendidik 4.1 Memilih prinsip-prinsip perancangan kegiatan pengembangan yang mendidik dan menyenangkan. 4.2 Mengembangkan komponen-komponen rancangan kegiatan pengembangan yang mendidik dan menyenangkan. 4.3 Menyusun rancangan kegiatan pengembangan yang mendidik yang lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas maupun di luar kelas. 4.4 Menerapkan kegiatan bermain yang bersifat holistik, otentik, dan bermakna. 4.5 Menciptakan suasana bermain yang menyenangkan, inklusif, dan demokratis. 4.6 Memanfaatkan media


266 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional NO KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU TK/PAUD dan sumber belajar yang sesuai dengan pendekatan bermain sambil belajar. 4.7 Menerapkan tahapan bermain anak dalam kegiatan pengembangan di TK/PAUD. 4.8 Mengambil keputusan transaksional dalam kegiatan pengembangan di TK/PAUD sesuai dengan situasi yang berkembang. 5. Memanfaatkan teknlogi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik. 5.1 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas kegiatan pengembangan ang mendidik. 6. Menfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki 6.1 Menyediakan berbagai kegiatan bermain sambil belajar untuk mendorong peserta didik mengembangkan potensinya secara optimal termasuk kreativitasnya. 7. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik. 7.1 Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik dan santun, baik secara lisan maupun tulisan. 7.2 Berkomunikasi secara


267 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan NO KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU TK/PAUD efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik dengan bahasa yang khas dalam interaksi pembelajaran yang terbangun secara siklikal dari (a) penyiapan kondisi psikologis peserta didik, (b) memberikan pertanyaan atau tugas sebagai undangan kepada peserta didik untuk merespons, (c) repsons peserta didik, (d) reaksi guru terhadap respons peserta didik, dan seterunya. 8. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar 8.1 Memahami prinsipprinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai dengan karakteristik lima mata pelajaran SD/MI 8.2 Mentukn aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik lima mata pelajaran SD/MI 8.3 Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. 8.4 Mengembangkan


268 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional NO KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU TK/PAUD instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar 8.5 Mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagai tujuan 8.6 Menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagai tujuan 8.7 Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar. 9. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. 9.1 Menggunakan informasi hasil penilain dan evaluasi untuk menentukan ketuntasan belajar. 9.2 Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan. 9.3 Mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangku kepentingan 9.4 Memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. 10. Melakukan tindakan reflektif untuk 10.1 Melakukan refleksi


269 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan NO KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU TK/PAUD peningkatan kualitas pembelajaran terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. 10.2 Memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan lima mata pelajaran SD/MI 10.3 Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran lima mata pelajaran SD/MI. 11. Bertindak sesuai dengan norma agama dan hukum, sosial, dan kebudayaan nasional indonesia. 11.1 Menghargai peserta didiktanpa membedakan keyakinan yang dianut, suku,adat-istiadat, daerah asal,dan gender. 11.2 Bersikap sesuai dengan nor-ma agama yang dianut, hukum dan norma sosial yangberlaku dalam masyarakat,serta kebudayaan nasional Indonesia yang beragam. Kompetensi Kepribadian 12. Menampilkan dirisebagai pribadi yangjujur, berakhlak mu-lia, dan teladan bagipeserta didik danmasyarakat. 12.1 Berperilaku jujur, tegas, dan manusiawi. 12.2 Berperilaku yang mencer-minkan ketakwaan, dan akhlak mulia. 12.3 Berperilaku yang dapat di-teladani oleh peserta didikdan anggota


270 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional NO KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU TK/PAUD masyarakat disekitarnya. 13. Menampilkan dirisebagai pribadi yangmantap, stabil, de-wasa, arif, dan berwi-bawa. 13.1 Menampilkan diri sebagaipribadi yang mantap dan stabil. 13.2 Menampilkan diri sebagaipribadi yang dewasa, arif,dan berwibawa. 14. Menunjukkan etoskerja, tanggungjawab yang tinggi, rasabangga menjadi gu-ru, dan rasa percayadiri. 14.1 Menunjukkan etos kerja dantanggung jawab yang tinggi. 14.2 Bangga menjadi guru danpercaya pada diri sendiri. 14.3 Bekerja mandiri secara profesional. Kompetensi Sosial 15. Menjunjung tinggikode etik profesiguru. 15.1 Memahami kode etik profesi guru. 15.2 Menerapkan kode etik pro-fesi guru. 15.3 Berperilaku sesuai dengan kode etik guru. 16. Bersikap inklusif, bertindak objektif,serta tidak diskri-minatif karena per-timbangan jenis ke-lamin, agama, ras,kondisi fisik, latar be-lakang keluarga, danstatus sosial eko-nomi. 16.1 Bersikap inklusif dan objektifterhadap peserta didik, temansejawat dan lingkungansekitar dalam melaksanakanpembe lajaran. 16.2 Tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta


271 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan NO KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU TK/PAUD didik, te-man sejawat, orang tua pe-serta didik dan lingkungansekolah karena perbedaanagama, suku, jenis kelamin,latar belakang keluarga, danstatus sosialekonomi. 17. Berkomunikasi secara efektif, empatik,dan santun dengansesama pendidik,tenaga kependidik-an, orang tua, danmasyarakat. 17.1 Berkomunikasi dengan te-man sejawat dan komunitasilmiah lainnya secara santun,empatik dan efektif. 17.2 Berkomunikasi denganorang tua peserta didik danmasyarakat secara santun,empatik, dan efektif tentangprogram pembelajaran dankemajuan peserta didik. 17.3 Mengikutsertakan orang tuapeserta didik dan masyarakatdalam program pembelajarandan dalam mengatasi kesulit-an belajar


272 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional NO KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU TK/PAUD peserta didik. 18. Beradaptasi di tem-pat bertugas di seluruh wilayah Repu-blik Indonesia yangmemiliki keragam-an sosial budaya. 18.1 Beradaptasi dengan ling-kungan tempat bekerja dalamrangka meningkatkan efektivi-tas sebagai pendidik, terma-suk memahami bahasa dae-rah setempat. 18.2 Melaksanakan berbagai pro-gram dalam lingkungan kerjauntuk mengembangkan danmeningkatkan kualitas pen-didikan di daerah yang bersangkutan. 19. Berkomunikasi de-ngan komunitasprofesi sendiri danprofesi lain secaralisan dan tulisanatau bentuk lain. 19.1 Berkomunikasi dengan temansejawat, profesi ilmiah, dankomunitas ilmiah lainnyamelalui berbagai media dalamrangka meningkatkan kualitaspendidikan. 19.2 Mengkomunikasikan hasil-hasil inovasi pembelajarankepada komunitas profesisendiri secara lisan dantulisan atau bentuk lain.


273 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan NO KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU TK/PAUD Kompetensi Profesional 20. Menguasai materi,struktur, konsep, danpola pikir keilmuanyang mendukungmata pelajaran yangdiampu. 20.1 Menguasai konsep dasarmatematika, sains, bahasa,pengetahuan sosial, agama, seni, pendidikan jas-mani, kesehatan dan gizisebagai sarana pengem-bangan untuk setiap bidangpengembanga n anak TK/PAUD. 20.2 Menguasai penggunaan berbagai alat permainan untukmengembangk an aspekfisik, kognitif, sosialemosio-nal, nilai moral, sosial budaya, dan bahasa anak TK/PAUD. 20.3 Menguasai berbagai per-mainan anak. 21. Menguasai standarkompetensi dan kom-petensi dasar matapelajaran/bidang pe-ngembangan yangdiampu. 21.1 Memahami kemampuananak TK/PAUD dalam setiap bidang pengembangan. 21.2 Memahami kemajuan anakdalam setiap bidang pengembangan di TK/PAUD.


274 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional NO KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU TK/PAUD 21.3 Memahami tujuan setiapkegiatan pengembangan. 22. Mengembangkanmateri pembela-jaran yang diampusecara kreatif. 22.1 Memilih materi bidang pengembangan yang sesuaidengan tingkat perkembangan peserta didik. 22.2 Mengolah materi bidang pengembangan secara kreatifsesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. 23. Mengembangkankeprofesionalansecara berkelan-jutan dengan mela-kukan tindakanreflektif. 23.1 Melakukan refleksi terhadapkinerja sendiri secara terusmenerus. 23.2 Memanfaatkan hasil refleksidalam rangka peningkatankeprofe sionalan. 23.3 Melakukan penelitian tindakankelas untuk peningkatankeprofe sionalan. 23.4 Mengikuti kemajuan zamandengan belajar dari berbagaisumber. 24. Memanfaatkan tek-nologi informasi dankomunikasi untukberkomunikasi danmengembangkandiri. 24.1 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasidalam berkomunikasi.


275 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan NO KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU TK/PAUD 24.2 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasiuntuk pengembangan diri. Tabel 5.11. Standar Kompetensi Guru Kelas SD/MI NO. KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI SD/MI Kompetensi Pedagodik 1. Menguasai karak-teristik peserta didikdari aspek fisik, mo-ral, sosial, kultural,emosional, dan intelektual. 1.1 Memahami karakteristik pe-serta didik usia sekolah dasaryang berkaitan dengan aspekfisik, intelektual, sosialemosional, moral, spiritual, dan latarbelakang sosialbudaya. 1.2 Mengidentifikasi potensi pe-serta didik usia sekolah dasardalam lima mata pelajaranSD/MI. 1.3 Mengidentifikasi kemampuanawal peserta didik usia seko-lah dasar dalam lima matapelajaran SD/MI. 1.4 Mengidentifikasi kesulitanpeserta belajar usia


276 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional NO. KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI SD/MI sekolahdasar dalam lima mata pela-jaran SD/MI. 2. Menguasai teori bela-jar dan prinsip-prinsippembelajaran yangmendidik. 2.1 Memahami berbagai teoribelajar dan prinsipprinsippembelajaran yang mendidikterkait dengan lima matapelajaran SD/MI. 2.2 Menerapkan berbagai pen-dekatan, strategi, metode,dan teknik pembelajaran yangmendidik secara kreatif dalamlima mata pelajaran SD/MI. 2.3 Menerapkan pendekatanpembelaja ran tematis, khususnya di kelaskelas awal SD/MI. 3. Mengembangkankurikulum yang terkaitdengan mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu. 3.1 Memahami prinsipprinsippengembangan kurikulum. 3.2 Menentukan tujuan lima matapelajaran SD/MI. 3.3 Menentukan pengalamanbelajar yang sesuai untukmencapai tujuan lima matapelajaran SD/MI


277 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan NO. KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI SD/MI 3.4 Memilih materi lima matapelajaran SD/MI yang terkaitdengan pengalaman belajardan tujuan pembelajaran. 3.5 Menata materi pembelajaransecara benar sesuai denganpendekatan yang dipilih dankarakteristik peserta didikusia SD/MI. 3.6 Mengembangkan indikatordan instrumen penilaian. 4. Menyelenggarakanpembelajaran yangmendidik. 4.1 Memahami prinsipprinsipperancangan pembelajaranyang mendidik. 4.2 Mengembangkan komponen-komponen rancangan pembelajaran. 4.3 Menyusun rancangan pembel-ajaran yang lengkap, baik un-tuk kegiatan di dalam kelas, la-boratorium, maupun lapangan. 4.4 Melaksanakan pembelajaranyang


278 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional NO. KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI SD/MI mendidik di kelas, di la-boratorium, dan di lapangan. 4.5 Menggunakan media pem-belajaran sesuai dengankarakteristik peserta didik danlima mata pelajaran SD/MIuntuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh. 4.6 Mengambil keputusan transak-sional dalam lima mata pela-jaran SD/MI sesuai dengansituasi yang berkembang. 5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. 5.1 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran. 6. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. 6.1 Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi belajar secara optimal. 6.2 Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik, termasuk


279 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan NO. KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI SD/MI kreativitasnya. 7. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik. 7.1 Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik dan santun, baik secara lisan maupun tulisan. 7.2 Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik dengan bahasa yang khas dalam interaksi pembelajaran yang terbangun secara siklikal dari (a) penyiapan kondisi psikologis peserta didik, (b) memberikan pertanyaan atau tugas sebagai undangan kepada peserta didik untuk merespons, (c) respons peserta didik, (d) reaksi guru terhadap respons peserta didik, dan seterusnya. 8. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. 8.1 Memahami prinsipprinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai dengan karakteristik lima mata pelajaran SD/MI. 8.2 Menentukan aspek-


280 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional NO. KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI SD/MI aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik lima mata pelajaran SD/MI. 8.3 Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. 8.4 Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. 8.5 Mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan mengunakan berbagai instrumen. 8.6 Menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagai tujuan. 8.7 Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar. 9. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. 9.1 Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan


281 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan NO. KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI SD/MI ketuntasan belajar. 9.2 Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan 9.3 Mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangku kepentingan. 9.4 Memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. 10. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. 10.1 Melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. 10.2 Memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan lima mata pelajaran SD/MI. 10.3 Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran lima mata pelajaran SD/MI.


282 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional NO. KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI SD/MI Kompetensi Kepribadian 11. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia. 11.1 Menghargai peserta didik tanpa membedakan keyakinan yang dianut, suku, adat-istiadat, daerah asal, dan gender. 11.2 Bersikap sesuai dengan norma agama yang dianut, hukum dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat, serta kebudayaan nasional Indonesia yang beragam. 12. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. 12.1 Berperilaku jujur, tegas, dan manusiawi. 12.2 Berperilaku yang mencerminkan ketakwaan dan akhlak mulia. 12.3 Berperilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik dan anggota masyarakat di sekitarnya. 13. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa. 13.1 Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap dan stabil. 13.2 Menampilkan diri sebagai pribadi yang dewasa, arif, dan berwibawa.


283 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan NO. KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI SD/MI 14. Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri. 14.1 Menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab yang tinggi. 14.2 Bangga menjadi guru dan percaya pada diri sendiri. 14.3 Bekerja mandiri secara profesional. 15. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. 15.1 Memahami kode etik profesi guru. 15.2 Menerapkan kode etik profesi guru. 15.3 Berperilaku sesuai dengan kode etik guru. Kompetensi Sosial 16. Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi. 16.1 Bersikap inklusif dan objektif terhadap peserta didik, teman sejawat dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran. 16.2 Tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta didik, teman sejawat, orang tua peserta didik dan lingkungan sekolah karena perbedaan agama, suku, jenis kelamin, latar belakang keluarga, dan status sosial-ekonomi.


284 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional NO. KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI SD/MI 17. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat. 17.1 Berkomunikasi dengan teman sejawat dan komunitas ilmiah lainnya secara santun, empatik dan efektif. 17.2 Berkomunikasi dengan orang tua peserta didik dan masyarakat secara santun, empatik, dan efektif tentang program pembelajaran dan kemajuan peserta didik. 17.3 Mengikutsertakan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam program pembelajaran dan dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik. 18. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya. 18.1 Beradaptasi dengan lingkungan tempat bekerja dalam rangka meningkatkan efektivitas sebagai pendidik, termasuk memahami bahasa daerah setempat. 18.2 Melaksanakan berbagai program dalam lingkungan kerja untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan


285 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan NO. KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI SD/MI di daerah yang bersangkutan. 19. Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain. 19.1 Berkomunikasi dengan Teman sejawat, profesi ilmiah, dan komunitas ilmiah lainnya melalui berbagai media dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. 19.2 Mengkomunikasikan hasil-hasil inovasi pembelajaran kepada komunitas profesi sendiri secara lisan dan tulisan atau bentuk lain. Kompetensi Profesional 20. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. Bahasa Indonesia 20.1 Memahami hakikat bahasa dan pemerolehan bahasa. 20.2 Memahami kedudukan, fungsi, dan ragam bahasa Indonesia. 20.3 Menguasai dasar-dasar dan kaidah bahasa Indonesia sebagai rujukan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. 20.4 Memiliki keterampilan berbahasa Indonesia (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) 20.5 Memahami teori dan genre sastra Indonesia.


286 Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kebijakan Pendidikan Nasional NO. KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI SD/MI 20.6 Mampu mengapresiasi Karya sastra Indonesia, secara reseptif dan produktif. 20.7 Menguasai pengetahuan konseptual dan prosedural serta keterkaitan keduanya dalam konteks materi aritmatika, aljabar, geometri, trigonometri, pengukuran, statistika, dan logika matematika. 20.8 Mampu menggunakan matematisasi horizontal dan vertikal untuk menyelesaikan masalah matematika dan masalah dalam dunia nyata. 20.9 Mampu menggunakan pengetahuan konseptual, prosedural, dan keterkaitan keduanya dalam pemecahan masalah matematika, serta. penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. 20.10 Mampu menggunakan Alat peraga, alat ukur, alat hitung,


287 Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan NO. KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI SD/MI dan piranti lunak komputer. IPA 20.11 Mampu melakukan observasi gejala alam baik secara langsung maupun tidak langsung. 20.12 Memanfaatkan konsep-konsep dan hukum-hukum ilmu pengetahuan alam dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari. 20.13 Memahami struktur ilmu pengetahuan alam, termasuk hubungan fungsional antar-konsep, yang berhubungan dengan mata pelajaran IPA. IPS 20.14 Menguasai materi keilmuan yang meliputi dimensi pengetahuan, nilai, dan keterampilan IPS. 20.15 Mengembangkan materi, struktur, dan konsep keilmuan IPS. 20.16 Memahami cita-cita, nilai, konsep, dan prinsip-prinsip


Click to View FlipBook Version