DIDI PIANDA, JON DARMAWAN, EKA FIRDAUS, FAISAL,
IRDATUL FITRI, KEMALA HAYANI, KIKI LEDYA, LIA AMALIA
NURINA, RIKA DWITA, SALMA, SRI WARZUKNI, SABARUDIN
SIMBOLON, YUNIAR, YUSRIDAWATI, YUVERNI SELVI
1|Didi Pianda, dkk
BEST PRACTICE:
Karya Guru Inovatif yang Inspiratif
(Menarik Perhatian Peserta Didik)
Copyright © CV Jejak, 2018
Penulis:
Didi Pianda, Jon Darmawan, dkk
ISBN : 978-602-474-313-0
ISBN Elektronik : 978-602-474-314-7
Editor:
Didi Pianda, ST., MSM
Penyunting dan Penata Letak:
Tim CV Jejak
Desain Sampul:
Freepik
Penerbit:
CV Jejak
Redaksi:
Jln. Bojonggenteng Nomor 18, Kec.
Bojonggenteng Kab. Sukabumi, Jawa Barat 43353
Web : www.jejakpublisher.com
E-mail : [email protected]
Facebook : Jejak Publisher
Twitter : @JejakPublisher
WhatsApp : +6285771233027
Cetakan Pertama, September 2018
250 halaman; 14 x 20 cm
Hak cipta dilindungi undang-undang Dilarang
memperbanyak maupun mengedarkan buku dalam
bentuk dan dengan cara apapun tanpa izin tertulis dari
penerbit maupun penulis
2 | Didi Pianda, dkk
SAMBUTAN
KEPALA DINAS PENDIDIKAN ACEH
Saat ini Indonesia mengalami krisis literasi. Hal ini
ditunjukkan data statistic Program for International Student
Assessment (PISA) dimana Indonesia menduduki peringkat 69
dari 76 negara pada tahun 2015 berdasarkan skor membaca siswa.
Lebih dahsyat lagi statistik UNESCO pada tahun 2012
menunjukkan bahwa indeks minat baca di Indonesia sekitar
0,001%.Angka ini memberitahukan kita bahwa dalam setiap 1000
orang hanya satu orang yang memiliki minat baca. Jika minat
baca saja sudah krisis maka minat menulis lebih memprihatinkan
lagi. Oleh Karena itu kami sangat mengapresiasi salah satu
program unggulan Ikatan Guru Indonesia (IGI). Program Satu
Guru Satu Buku (SAGUSAKU) sangat mendukung Dinas
Pendidikan Aceh sehingga tidak salah jika kami mengucapkan
terima kasih karena program ini sudah dijalankan oleh IGI Aceh.
Kami sudah melihat dan membaca beberapa buku karya alumni
sagusaku. Buku yang sangat bagus dan layak untuk dikonsumsi.
Buku kumpulan Best Practice guru karya anggota IGI
Kota Lhokseumawe ini merupakan salah satu buku yang lahir
pasca pelatihan Sagusaku di Lhokseumawe. Buku ini berisi
karya-karya terbaik guru selama proses pembelajaran. Karya best
practice yang disajikan dalam buku ini sangat inovatif. Oleh
karena itu kami sangat mengapresiasi atas ide dan upaya
penulisan buku ini. Sangat jarang kita temukan buku berisi karya
pengalaman terbaik guru yang inovatif seperti ini.
Upaya penulis buku ini dalam mendokumentasikan karya
best practice yang sangat inovatif dan inspiratif ini sangat kami
dukung. Dengan demikian karya penulis buku ini dapat dibaca oleh
guru lain. Harapan kami dapat menginspirasi guru-guru lain
BEST PRACTICE: Karya Guru Inovatif yang Inspiratif (Menarik Perhatian Peserta Didik) | 3
untuk menerapkan karya dalam buku ini pada siswa mereka.
Oleh karena itu kami sangat mengharapkan agar buku ini
mampu menginspirasi guru-guru lain untuk terus menghasilkan
karya yang inovatif, kreatif, dan inspiratif dimasa yang akan
datang. Dengan demikian maka proses pembelajaran akan sangat
menyenangkan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Jika ini sudah terlaksana maka kualitas pendidikan Aceh akan
meningkat.
Dinas Pendidikan Aceh memberikan apresiasi yang
setinggi-tingginya kepada IGI Kota Lhokseumawe karena telah
berperan nyata dalam mengembangkan budaya literasi. Salah
satunya adalah dengan penulisan buku ini. Semoga buku ini
dapat menambah perbendaharaan buku nasional. Kami juga
berharap agar buku ini dapat memotivasi guru-guru Aceh dalam
menghasilkan karya buku. Ternyata menulis buku itu tidak sulit.
IGI Kota Lhokseumawe telah membuktikannya. Semoga buku ini
member manfaat bagi pengarang maupun pembacanya. Selamat
menikmati karya ini. Salam Literasi....
4 | Didi Pianda, dkk
KATA PENGANTAR
Syuku Alhamduliillah atas terbitnya buku antologi karya
guru-guru anggota Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Lhokseumawe.
Buku ini merupakan implementasi kegiatan Satu Guru Satu Buku
(Sagusaku) IGI yang diselenggarakan oleh IGI Kota Lhokseumawe.
Tujuan penulisan buku ini adalah untuk mendokumentasikan dalam
bentuk tulisan hasil karya best practice guru. Selain itu juga bertujuan
untuk menambah perbendaharaan buku terutama buku yang
berkaitan dengan pendidikan.
Buku antologi ini berisi karya-karya Best Practice guru
anggota IGI Kota Lhokseumawe. Ide awal penulisan buku ini
berangkat dari minimnya referensi dalam bentuk buku tentang karya
best practice guru. Berdasarkan diskusi internal anggota IGI Kota
Lhokseumawe, disepakati untuk berkonstribusi dalam memenuhi
minimnya referensi Best Practice tersebut. Setiap anggota IGI Kota
Lhokseumawe yang berminat berkonstribusi dalam penulisan buku
ini wajib mengirimkan karya best practice. Karya best practice yang
dikirimkan harus asli, inovatif, dan kreatif.
Kehadiran buku antologi Best Practice guru anggota IGI
Kota Lhokseumawe ini diharapkan mampu memotivasi dan
menginspirasi guru lain dalam menerapkan pola pembelajaran
sesuai dengan karakteristik siswanya. Selain itu juga diharapkan
mampu menginspirasi guru lain untuk menghasilkan karya buku
sehingga program satu guru satu buku dapat tercapai. Dengan
demikian maka kemampuan literasi guru semakin meningkat.
Lahirnya buku antologi ini tidak terlepas dari berbagai
pihak yang telah membantu baik secara moril maupun materil.
Oleh karena itu kami ucapkan terima kasih kepada berbagai
pihak yang telah membantu diantaranya:
BEST PRACTICE: Karya Guru Inovatif yang Inspiratif (Menarik Perhatian Peserta Didik) | 5
Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang telah bersedia memberi
kata sambutan pada buku ini.
Teman-teman guru anggota IGI Kota Lhokseumawe yang telah
berkonstribusi dalam penulisan buku ini. Demikian juga
dengan anggota IGI Kota Lhokseumawe lainnya yang sudah
saling memberikan motivasi kepada penulis buku ini.
Demikian kata pengantar buku ini dari Ketua IGI Kota
Lhokseumawe. Semoga buku ini mampu memberikan spirit dan
memotivasi pembaca. Kritik dan saran yang bersifat konstruktif
sangat kami harapkan sehingga dapat menyempurnakan buku ini
dimasa yang akan datang.
Lhokseumawe, Juli 2018
Ketua IGI Kota Lhokseumawe
Jon Darmawan, S.Pd.,M.Pd
NTA. 201606210000001
6 | Didi Pianda, dkk
DAFTAR ISI
SAMBUTAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN ACEH................3
KATA PENGANTAR........................................................................5
DAFTAR ISI.......................................................................................7
PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI
PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN PENGGUNAAN
QUPPER SCHOOL SEBAGAI CLASS DIGITAL
DIDI PIANDA, ST., MSM (SMK Negeri 6 Lhokseumawe) ......10
2. PENERAPAN UJIAN SISWA SECARA ONLINE
BERBASIS BLOG
EKA FIRDAUS, S.Kom (SMK Negeri 1 Lhokseumawe)............27
PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING SEBAGAI
METODE UNTUK MENINGKATKAN
PROFESIONALISME GURU DAN MUTU LULUSAN
SISWA DALAM BERWIRAUSAHA
FAISAL, ST., M.Sc (SMK N 4 Lhokseumawe).............................38
4. PEMANFAATAN GEOGEBRA SEBAGAI
MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATERI
GRAFIK FUNGSI SINUS
IRDATUL FITRI, S.Pd (SMA Negeri 1 Lhokseumawe) .............53
PEMBELAJARAN BAHAN AJAR LISTRIK DINAMIS
BERBASIS INKUIRI DAN PROBLEM SOLVING
JON DARMAWAN, M.Pd (SMA Negeri 7 Lhokseumawe) ....... 76
BEST PRACTICE: Karya Guru Inovatif yang Inspiratif (Menarik Perhatian Peserta Didik) | 7
PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI STRATEGI
INDEX CARD MATH BERBASIS KOOPERATIF
KEMALA HAYANI, S. Pd (SMA Negeri 2 Lhokseumawe) ......92
7. PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN MEDIA
LOTRE ION KIMIA MELALUI PENERAPAN
QUANTUM TEACHING
KIKI LEDYA, S.Si.,M.T (SMA Negeri 2 Lhokseumawe)......... 107
EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA
DENGAN MENGGUNAKAN PLICKERS
LIA AMALIA NURINA, S.Pd., M.Pd
(SMK Negeri 1 Lhokseumawe).............................................. 127
PENERAPAN SNAP GAME UNTUK
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHAFAL
VOCABULARY BAHASA INGGRIS PADA SISWA
KELAS III SDS ULUMUDDIN
RIKA DWITA, S.Pd (SD Swasta Ulumuddin) .......................... 147
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN
PENDEKATAN KONTEKSTUAL
SALMA, S.Si (SMK NEGERI 6 Lhokseumawe) ....................... 154
PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN
MENGGUNAKAN MEDIA BALING-BALING GENETIKA
SRI WARZUKNI, S.Si (SMA Negeri 2 Lhokseumawe) ........... 177
12. PEMBELAJARAN NILAI PERBANDINGAN
TRIGONOMETRI DENGAN PENGGUNAAN EDMODO
SEBAGAI DIGITAL CLASS
YUNIAR, M.Pd (SMA Negeri 2 Lhokseumawe)....................... 190
8 | Didi Pianda, dkk
PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
DALAM MENULIS KALIMAT DESKRIPTIF
DENGAN PENERAPAN METODE DISCOVERY LEARNING
YUSRIDAWATI, S.Pd (SMK Negeri 3 Lhokseumawe)............210
PEMANFAATAN SOFTWARE GEOGEBRA
TERHADAP PEMAHAMAN MATEMATIS
DAN MOTIVASI SISWA SMA
YUVERNI SELVY, S.Si., M.Pd
(SMA Negeri 1 Lhokseumawe) ..............................................225
UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN
BERKONSTITUSI MELALUI PENGAYAAN MATERI
PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM PADA PELAJARAN PPKN DI SMA
SABARUDIN, S.H, M.H.I (SMA Negeri 5 Lhokseumawe) .....235
DAFTAR PUSTAKA .....................................................................248
BEST PRACTICE: Karya Guru Inovatif yang Inspiratif (Menarik Perhatian Peserta Didik) | 9
PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI
PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN
PENGGUNAAN QUPPER SCHOOL
SEBAGAI CLASS DIGITAL
DIDI PIANDA, ST., MSM
(SMK Negeri 6 Lhokseumawe)
TENTANG PENULIS
Didi Pianda, adalah lahir di Lhokseumawe, 16
September 1982. Seorang Penulis, Pengajar, dan
Instruktur. Bukunya yang sudah di terbitkan:
Pembelajaran Matematika CTL (2017), Menarik
Perhatian Anak Didik (2017), Meneroka
Sempena#2 (2017), Kumpulan Artikel “Gerakan
Literasi di Bumi Pasai” (2017), Antologi Kopi
“Menemukan Kisah Cinta, Rindu, dan Kenangan
Indah di Balik Secangkir Kopi” (2018)
dan Buku Antologi Cerpen “Ceritaku, Ceritamu Di Negeri Dewantara”
(2018), Optimasi Perencanaan Produksi Pada Kombinasi Produk
dengan Linear Programming (2018), Matematika Kelompok Umum
Untuk SMK/MAK (2018) dan Kinerja Guru: Kompetsensi Guru,
Motivasi kerja dan Kepemimpinan kepala Sekolah (2018). selain aktif
menulis, penikmat kopi ini juga melakukan traveling dan hobi makan
nasi goreng. E-Mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)
yang didukung oleh arus globalisasi yang hebat memunculkan
persaingan dalam berbagai bidang kehidupan pendidikan. Dunia
10 | Didi Pianda, dkk
pendidikan yang akan mencetak generasi muda yang handal dan
berkualitas diharapkan benar-benar menjadi sarana terciptanya
sumber daya yang siap bersaing di berbagai bidang kehidupan
dan menuntut pola berfikir kratif dan bersikap karakter yang baik
terhadap berbagai informasi dan tantangan. Tantangan bangsa
Indonesia ke depan adalah mempersiapkan generasi bangsa yang
menguasai IPTEK serta mampu mentransformasikan dalam
tindakan, dengan penerapannya sebagai pengetahuan.
Pembelajaran matematika yang menggunakan media
teknologi yaitu komputer atau handphone perkembangannya
sangat pesat, begitu banyak pembelajaran matematika dewasa ini
disajikan dengan media interaktif berupa CD pembelajaran dan
media internet (e-learning), namun media yang tersedia dipasaran
kadangkala tidak sesuai dengan kebutuhan kurikulum dan
kebutuhan peserta didik, dengan demikian guru sebagai subjek
pendidikan yang memahami kurikulum dan kebutuhan peserta
didiknya hendaknya mampu menciptakan sendiri media
interaktif bagi peserta didiknya.
Proses pembelajaran di sekolah masih mengalami berbagai
masalah. Pembelajaran matematika selama ini masih berpusat pada
guru sebagai sumber pengetahuan dan sumber satu-satunya. Guru
masih merasa kesulitan dalam menyusun perangkat pembelajaran
sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 yang telah ditetapkan
pemerintah. Guru cenderung menggunakan metode ekspositori yang
masih tradisional berupa ceramah, memberi contoh dan latihan soal
yang ada pada buku teks. Pembelajaran juga kurang mendorong
keaktifan siswa dalam berpikir, sehingga pada akhirnya proses
pembelajaran di kelas masih diarahkan pada kemampuan anak
menghafal informasi.
Proses pembelajaran yang masih konvensional tersebut
dapat menyebabkan berbagai masalah terhadap hasil belajar yang
diharapkan oleh pemerintah dan satuan pendidikan. Pembelajaran
yang kurang melibatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran akan
BEST PRACTICE: Karya Guru Inovatif yang Inspiratif (Menarik Perhatian Peserta Didik) | 11
mengakibatkan kurangnya respon siswa terhadap komponen-
komponen pembelajaran sehingga akan membatasi kemampuan
berpikir siswa dalam menemukan konsep, memahami konsep,
menggunakan prosedur, serta metakognisi yang dibutuhkan
siswa dalam menyelesaikan masalah matematika.
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran wajib
yang ada dalam kurikulum 2013 dan menduduki peranan penting
dalam pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari waktu jam pelajaran
sekolah lebih banyak dibanding pelajaran lain dan termasuk mata
pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional setiap tahunnya,
apalagi tahun 2016 Ujian Nasional di rencanakan dengan
menggunakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
Pembelajaran Matematika diberikan sejak TK sampai dengan
Perguruan Tinggi. Pada tahun ajaran 2016/2017, SMK Negeri 6
Lhokseumawe sudah menerapkan Kurikulum 2013. Berdasarkan
hasil pengamatan dan pengalaman sehari-hari dalam pembelajaran
Matematika di SMK Negeri 6 Lhokseumawe pada materi Eksponen
dan Logaritma, kemampuan peserta didik dalam menguasai materi
pelajaran belum memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari observasi
kegiatan belajar peserta didik dan hasil hasil evaluasi yang diperoleh
peserta didik untuk mata pelajaran matematika masih di bawah
KKM dan kurangnya rangsangan peserta didik untuk melakukan
latihan-latihan. Penulis kemudian melakukan wawancara dengan
beberapa peserta didik dan melakukan refleksi terhadap
pembelajaran yang telah penulis lakukan dan menemukan beberapa
penyebab keadaan tersebut terjadi karena guru (a) memberikan
banyak tugas sehingga membebani peserta didik (b) materi pelajaran
disajikan monoton
tidak memberikan kesempatan memperbaiki tugas karena waktu
yang tidak mencukupi, perkembangan teknologi yang setiap saat
terus berkembang sehingga peserta didik harus update
khususnya ilmu pengetahuan.
12 | Didi Pianda, dkk
Mengingat rendahnya minat, semangat dan hasil belajar
peserta didik, penulis memutuskan untuk melakukan perbaikan
proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar peserta
didik. Perbaikan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan
Qupper School melalui digital kelas (e-learning) yang gunakan
untuk tugas Matematika. Oleh karena itu penulis melaporkan
perbaikan pembelajaran tersebut sebagai kegiatan Best Practice
berjudul: “Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan
Saintifik Dengan Penggunaan Qupper School Sebagai Class
Digital”
Tujuan
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di
atas, maka yang menjadi tujuan dari best practices ini adalah :
untuk mendapatkan suatu cara pembelajaran matematika dengan
Qupper School sebagai class digital melalui saintifik dalam upaya
meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X NKPI 1 pada
SMK Negeri 6 Lhokseumawe.
Manfaat
Best Practices ini diharapkan dapat memberikan manfaat
kepada guru, para siswa, sekolah dan untuk masyarakat, antara
lain:
Bagi Guru, melalui best practices ini guru dapat
meningkatkan professionalnya dalam menjalankan tugas
sebagai guru matematika.
Para Siswa, diharapkan lebih menyenangkan dalam proses
pembelajaran matematika dan hasil belajar matematika
yang lebih baik
Bagi Sekolah, diharapkan dengan adanya best practices ini
akan mampu meningkatkan mutu pendidikan sekolah
khususnya pada pelajaran matematika.
BEST PRACTICE: Karya Guru Inovatif yang Inspiratif (Menarik Perhatian Peserta Didik) | 13
d. Masyarakat, diharapkan peserta didik mampu
mengaplikasikan ilmunya dalam lingkungan masyarakat
yang lebih aktif, kreatif dan inovatif.
STATE OF ART (SOTA)
Penggunaan Quipper School
Tujuan utama pemberian tugas adalah sebagai latihan dan
untuk meningkatkan kompetensi akademis peserta didik. Dengan
mengerjakan tugas diharapkan peserta didik mempelajari
kembali materi yang sudah dipelajari dan melatih kembali apa
yang sudah dipelajari di sekolah. Sayangnya, hanya beberapa
peserta didik saja yang secara bersungguh-sungguh
menyelesaikan tugasnya. Bahkan sebagian peserta didik tidak
perlu berapa nilai yang diperolehnya, yang penting bagi mereka,
soal sudah diselesaikan. Oleh karena itu, guru memutuskan
untuk menggunakan Quipper School yang didirikan Masa
Watanabe di London pada Desember 2010.
Quipper School merupakan layanan e-learning gratis demi
mempermudah tugas para guru, khususnya dalam hal penugasan
kepada peserta didik. Adapun penugasan tersebut dapat berupa
tugas sekolah maupun pekerjaan rumah (PR). Quipper School
memiliki ribuan topik (terdiri dari materi pelajaran dan soal),
untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris,
Matematika, IPA, dan IPS.
Ada beberapa alasan yang mendasari pilihan ini yaitu (a)
menghemat waktu guru, meningkatkan hasil belajar peserta didik
kaya konten yang sesuai dengan kurikulum 2013 (K-13) (c)
fitur dasar tersedia gratis (d) pembelajaran yang menyenangkan,
tampilan yang segar dengan pemberian hadiah berupa koin yang
dapat ditukarkan dengan tema. Peserta didik dapat
menyesuaikan lingkungan belajar yang mereka inginkan. Peserta
didik juga dapat melihat bagaimana proses teman sekelasnya
pada tampilan kronologi.
14 | Didi Pianda, dkk
Langkah-langkah penggunaan Quipper School
Adapun langkah-langkah penggunaan Quipper School
adalah sebagai berikut:
Guru membimbing peserta didik menggunakan internet.
Peserta didik mengakses ke http://learn.quipperschool.com
Peserta didik mendaftar via facebook atau membuat nama
pengguna baru. Peserta didik memasukkan nama dan kata
sandi/password.
Peserta didik memasukkan kode kelas yang diberikan guru
ke dalam kotak yang disediakan.
Peserta didik membaca materi yang berkaitan dengan soal
yang diberikan guru.
Peserta didik mulai mengerjakan tugas dari guru. Nilai
yang sudah keluar akan masuk ke akun guru
Untuk remedial, peserta didik dapat memperbaiki nilainya
agar menjadi lebih baik.
Untuk sistem perbaikan nilai, peserta didik hanya
mengganti poin yang salah, jadi tidak mengerjakan lagi dari
nomor 1 sampai nomor terakhir. Setelah semuanya selesai,
peserta didik akan mendapatkan poin untuk dibelanjakan di
Quipper Shop Setelah semua peserta didik selesai mengerjakan
tugasnya, guru mencetak hasil belajar peserta didik dan peserta
didik menempelkannya di majalah dinding yang terdapat di
halaman sekolah. Hal ini menarik minat peserta didik kelas lain
untuk melihat hasil belajar dan membuat mereka penasaran
terhadap Quipper School. Mereka pun aktif bertanya pada
penulis dan teman yang sudah mengenal Quipper. Timbul
keinginan untuk mengerjakan tugas yang ada di Quipper.
Bahkan, peserta didik yang mendapat nilai tinggi, tidak sabar dan
ingin segera ada tugas baru dari guru.
BEST PRACTICE: Karya Guru Inovatif yang Inspiratif (Menarik Perhatian Peserta Didik) | 15
PELAKSANAAN BEST PRACTICE
Deskripsi dan Ruang Lingkup Best Practice
Bahan dan Alat yang di perlukan dalam Best Practice
Adapun bahan dan alat yang di perlukan dan yang
digunakan dalam Best Practice adalah sebagai berikut
Perangkat Komputer
Perangkat Handphone/ Smartphone
Perangkat Internet (Wifi)
Ruang Belajar Online (Digital Class) dalam hal ini Quipper
School (http://learn.quipperschool.com)
Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD)
Batasan-Batasan
Agar tidak meluas dalam best practice penulis memberikan
batasan-batasan antara lain:
Menggunakan aplikasi Qupper School sebagai ruang
belajar kelas digital serta pemanfaatannya melalui laptop
dan smartphone
Peserta didik kelas X NKPI SMK Negeri 6 Lhokseumawe.
Materi pembelajaran adalah pada Kompetensi Dasar:
Eksponen dan Logaritma
Langkah-langkah Pelaksanaan Best Practice
Pembelajaran matematika pada materi Program Linear
dengan berbantuan IT dengan menggunakan program aplikasi
geogebra ini adalah mengikuti langkah-langkah yang penulis
rangcang melalui rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP),
antara lain sebagai berikut:
16 | Didi Pianda, dkk
Tabel 1. Langkah-langkah Pelaksanaan Best Practice
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Pendahuluan 1. Salah seorang peserta didik 10
Inti memimpin berdoa sebagai wujud menit
rasa syukur kepada Allah SWT 15
menit
2. Guru mengecek kehadiran
peserta didik
3. Sebelum mengeksplorasi
memahami eksponensial dan
logaritma, guru membangun
konteks dengan mengajukan
pertanyaan pada peserta didik
berkaitan dengan
pengalamannya tentang pangkat
dan logaritma
4. Guru mengajukan beberapa
pertanyaan terkait manfaat
pangkat dan logaritma dalam
kehidupan sehari-hari
5. Guru menyampaikan indikator
pembelajaran matematika
Mengamati pembelajaran
• Guru melakukan pembelajaran
uji coba dalam
Quipper School, melalui power
point dengan langsu ke materi
memahami pangkat dan
logaritma.
• Peserta didik mengamati hasil
pembelajaran guru secara
seksama
• Peserta didik sambil mengamati,
peserta didik mencatat, langkah-
BEST PRACTICE: Karya Guru Inovatif yang Inspiratif (Menarik Perhatian Peserta Didik) | 17
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
langkah yang di lakukan guru 10
dalam pembelajaran dengan menit
menggunakan Quipper School.
Menanya
Peserta didik bertanya hal-hal
yang berhubungan dengan
pembelajaran Quipper School
Peserta didik bertanya tentang
materi yaitu memahami pangkat 20
dan logaritma dan cara menit
menjalankan aplikasi Quipper
School dengan bahasa yang benar
dan sopan.
Mengumpulkan informasi
Peserta didik diarahkan untuk
membentuk kelompok diskusi
heterogen yang terdiri dari 5-6 25
orang. Untuk menarik perhatian menit
mereka, guru menyediakan
nama-nama kelompok sesuai
dengan nama tokoh yang
dibagikan.
• Peserta didik menjawab
pertanyaan yang berhubungan
dengan pangkat dan logaritma
Peserta didik mendiskusikan
jawaban pertanyaan yang sesuai
dengan buku teks dengan jujur,
percaya diri, dan menggunakan
18 | Didi Pianda, dkk
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
bahasa Indonesia yang baik dan
benar.
Peserta didik mendiskusikan
beberapa masalah yang di
berikan guru
Mengasosiasi
Peserta didik mempersiapkan
perangkat yang terhubung
dengan internet (laptop dan
komputer CPU)
Peserta didik mengakses ke
http://learn.quipperschool.com
Peserta didik mendaftar via
facebook atau membuat nama
pengguna baru.
Peserta didik memasukkan nama
dan kata sandi/password
Peserta didik memasukkan kode
kelas yang diberikan guru ke
dalam kotak yang disediakan
Peserta didik membaca materi
yang berkaitan dengan soal yang
diberikan guru
Peserta didik mulai mengerjakan
tugas dari guru. Nilai yang
sudah keluar akan masuk ke
akun guru. Untuk remedial,
peserta didik dapat memperbaiki
nilainya agar menjadi lebih baik
dengan memperbaiki jawaban
pada poin yang belum benar.
BEST PRACTICE: Karya Guru Inovatif yang Inspiratif (Menarik Perhatian Peserta Didik) | 19
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Penutup
Mengkomunikasikan
• Masing-masing kelompok
mempresentasikan hasil diskusi
dengan jujur, percaya diri, dan
menggunakan bahasa Indonesia
yang baik dan benar, kemudian
ditanggapi oleh kelompok
peserta didik yang lain dalam
diskusi kelas.
• Guru menugaskan peserta didik
memperbaiki poin yang belum 10
menit
benar di rumah dan memberikan
waktu satu minggu untuk
mengerjakannya.
Guru memberikan kesempatan
pada peserta didik mengajukan
pertanyaan.
Guru menyampaikan rencana
pertemuan selanjutnya yaitu
mengerjakan tugas dengan
menggunakan Quipper School
Hasil Best Practice yang Dicapai
Pembelajaran matematika dengan aplikasi quipper school
sebagai ruang kelas digital (e-learning) melalui pendekatan saintifik.
Pembelajaran tersebut dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 10 Juli
2017. Selama proses pembelajaran berlangsung, dilakukan
pengamatan terhadap aktivitas siswa yang lebih difokuskan pada
siswa malas belajar melalui Digital Class “Quipper School” yang
dipilih. Untuk lebih jelas, berikut ini akan dipaparkan secara rinci
proses pembelajaran yang dilaksanakan beserta
20 | Didi Pianda, dkk
hasilnya. Beberapa hasil yang di capai selama pembelajaran Ā
antara lain: Ā
Ā
Setiap peserta didik memiliki akun Quipper School dalam Ā
proses pembelajaran digital class, sehingga mampu
meningkatkan hasil belajar matematika serta mampu
menguasai teknologi yang saat ini lagi berkembang pesat.
Proses pembelajaran matematika dengan aplikasi Quipper
School ini peserta didik dapat selalu semangat,
termotivasi, menyenangkan dan memiliki keinginan
tauan dalam merubah pola pikir yang kreatif dan inovatif
sesuai dengan perkembangan zaman.
Nilai Penting dan Kebaruan Best Practice yang telah
dilaksanakan
Dalam proses pembelajaran matematika dengan program
aplikasi kelas online (e-learning) “Quipper School” dapat memiliki
nilai-nilai yang sangat penting antara lain :
ĀĀĀ
enyiapan yang mudah “Pengajar dapat menambahkan
siswa secara langsung atau berbagi kode dengan
kelasnya untuk bergabung. Hanya perlu beberapa
menit untuk menyiapkannya”.
ĀĀĀ
emat waktu “Alur tugas yang sederhana dan tanpa
kertas memungkinkan pengajar membuat, memeriksa,
dan menilai tugas dengan cepat, di satu tempat.
ĀĀĀ
eningkatkan pengorganisasian Siswa dapat melihat
semua tugasnya di laman tugas, dan semua materi kelas
secara otomatis disimpan ke dalam folder di “Quipper
School”
ĀĀĀ
eningkatkan komunikasi “Kelas memungkinkan
pengajar untuk mengirim pengumuman dan memulai
diskusi secara langsung. Siswa dapat berbagi sumber
daya satu sama lain atau memberikan jawaban atas
pertanyaan di aliran”.
BEST PRACTICE: Karya Guru Inovatif yang Inspiratif (Menarik Perhatian Peserta Didik) | 21
Terjangkau dan aman “Seperti layanan aplikasi edukasi
lainnya, “Quipper School” tidak mengandung iklan, tidak
pernah menggunakan konten Anda atau data siswa
untuk iklan, dan gratis dan berbayar untuk sekolah”.
Aplikasi “Quipper School” juga hal yang terbaru yang
digunakan oleh pendidik dalam pemecahan masalah
khususnya matematika dan umumnya mata pelajaran
lain.
Hampir semua permasalahan materi dalam matematika
dapat di selesaikan dengan “Quipper School”.
Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat
Adapun Beberapa faktor pendukung dalam proses
pembelajaran matematika dengan program aplikasi geogebra
melalui digital kelas “Quipper School” antara lain : (a) Sekolah
sudah memiliki koneksi internet yang memadai dan (2) Sekolah
sudah memiliki ruang laboratorium komputer.
Adapun Beberapa faktor penghambat dalam proses
pembelajaran matematika dengan program aplikasi geogebra
melalui digital class “Quipper School” antara lain : (a) Tidak semua
siswa mempunyai smart phone. (b). Di lokasi tertentu jaringan
internet kurang memadai. (c). Peserta didik diluar sekolah selalu
memikirkan paket internet agar dapat menghubungkan ke
aplikasi quipper school.
Tindak Lanjut
Adapun tindaklanjut dari best practice pada proses
pembelajaran matematika dengan program aplikasi geogebra melalui
kelas online (e-learning) antara lain: Setiap pengajar
merekomendasikan pembelajaran secara kelas digital khususnya
pada aplikasi “Quipper School” antara lain: (1) Proses setting yang
cepat dan nyaman, (2). Hemat waktu, (3). Meningkatkan kerjasama
22 | Didi Pianda, dkk
dan komunikasi, (4). Penyimpanan data terpusat dan (5).
Berbagi sumber daya yang cepat. Untuk berbagai mata pelajaran.
Dan (6) materi yang mudah di dapatkan.
lain : PEMBAHASAN BEST PRACTICE
Adapun hasil dan pembahasan pada Best Practice antara
Hasil Pembelajaran Pada Best Practice
Penilaian hasil belajar pada materi ekponensial dan
logaritma dengan menggunakan Quipper School dilakukan pada
kompetensi sikap (spiritual dan sosial/ KD 1 dan KD 2),
pengetahuan (KD 3), dan keterampilan (KD 4). Namun dalam
Best Practice ini yang dibahas hanya penilaian KD 3. Penilaian
kompetensi pengetahuan (KD 3) dilakukan melalui pemberian
tugas berupa pilihan ganda untuk mengetahui pemahaman
peserta didik terhadap memahami pangkat rasional. (Soal dan
hasil belajar peserta didik terlampir). Berikut disajikan ringkasan
perbandingan hasil belajar peserta didik pada materi memahami
pangkat rasional sebelum dan sesudah menggunakan Quipper
School.
Tabel 2. Ringkasan Perbandingan Hasil Belajar
Peserta didik Sebelum dan Setelah Pembelajaran Quipper School
No Aspek Sebelum Sesudah
QS QS
1 Nilai tertinggi 80 100
2 Nilai terendah 30 80
3 Nilai rata-rata
4 Nilai peserta didik yang tuntas 67,33 88,48
5 Jumlah peserta didik yang tidak 24 33
9 0
tuntas
6 Tingkat ketuntasan 72,7% 99,9%
Sumber: Hasil Olahan Data Tahun 2017
BEST PRACTICE: Karya Guru Inovatif yang Inspiratif (Menarik Perhatian Peserta Didik) | 23
Sumber: Hasil Olahan Data Tahun 2017
Gambar 1. Diagram Pembelajaran Menggunakan Quipper School
Pembahasan Pada Best Practice
Penggunaan Quipper School mampu menyediakan beragam
topik pembelajaran sekaligus soal dalam bentuk tampilan yang
menarik, bonus koin untuk mengganti latar di akun peserta didik
dan kompetisi antar peserta didik dengan hadiah menarik mampu
meningkatkan minat peserta didik untuk memahami pangkat
rasional. Hal ini sangat berbeda dibandingkan pada pembelajaran
sebelumnya ketika guru memberi tugas kepada peserta didik secara
manual. Hanya beberapa peserta didik saja yang mengerjakan tugas
yang diberikan guru. Penggunaan Quipper School terbukti mampu
menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik. Peserta didik dapat
melihat aktivitas teman sekelasnya, melihat teman yang sudah
mengerjakan tugas dan yang belum, dan melihat nilai yang diperoleh
temannya. Peserta didik akan merasa malu apabila mendapatkan
nilai rendah di bawah KKM karena dia sadar temannya dapat
melihat aktivitasnya. Peserta didik diberi kesempatan satu minggu
untuk
24 | Didi Pianda, dkk
mengerjakan tugas. Setelah para peserta didik mengerjakan serta
mengumpulkan tugasnya, sistem penilaian yang tersedia pada
platform Quipper School akan melakukan analisis data secara
sederhana namun canggih yang akan membantu guru mendapat
gambaran yang jelas tentang pencapaian peserta didik. Sistem
penilaian hanya bersifat membantu, setelah guru secara manual
memasukkan data soal dan jawabannya. Sehingga sistem penilaian
bertugas mencocokkan antara jawaban dari peserta didik dengan
kunci jawaban yang sudah ditentukan guru. Hasil lain yang dapat
diobservasi dalam pembelajaran memahami pangkat rasional dengan
menggunakan Quipper School adalah sebagai berikut: (a) Quipper
School memberikan kesempatan pada peserta didik untuk
memperbaiki nilainya agar menjadi lebih baik ketimbang
sebelumnya. Pada saat memperbaiki, peserta didik belajar kembali.
Tentu hal ini berdampak positif pada minat belajar peserta didik, (b)
Quipper School bisa menjadi pemicu semangat peserta didik untuk
mendapat nilai yang lebih tinggi. Nilai mereka segera muncul setelah
selesai mengerjakan tugas. Mereka sangat senang apabila mendapat
nilai tinggi pada percobaan pertama tanpa remedial. (c) Pemberian
bintang dan koin pada setiap tugas yang berhasil diselesaikan
dengan baik oleh peserta didik, mendorong mereka mencoba
memilih topik pembelajaran yang lain dan dengan senang hati
mereka mengerjakannya tanpa disuruh. (d) Nilai yang diupload di
facebook pada grup peserta didik SMK Negeri 6 Lhokseumawe dan
nilai yang dipajang di mading sekolah yang terdapat di halaman
sekolah mampu menarik perhatian banyak peserta didik untuk
mengenal Quipper School. Ini dapat dilihat dari banyaknya peserta
didik yang menanyakan kode kelas guru dan cara mengerjakan
Quipper School. Secara tidak langsung, peserta didik mau belajar
dengan menggunakan teknologi dan punya motivasi belajar. Quipper
School menyediakan kotak pesan yang menjembatani komunikasi
antara guru dan peserta didik. Pesan ini membuat komunikasi
BEST PRACTICE: Karya Guru Inovatif yang Inspiratif (Menarik Perhatian Peserta Didik) | 25
yang baik untuk membahas tugas dan pelajaran yang belum
dipahami peserta didik
PENUTUP
Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari hasil pembelajaran yang terbaik
(best practice) adadalah sebagai berikut: (a) Pembelajaran matematika
yang menggunakan media IT masih sangat kurang
diimplementasikan di sekolah-sekolah di Indonesia hal ini
disebabkan karena keterbatasan sarana dan prasarana komputer
yang ada di sekolah, (b) Pembelajaran dengan berbasis komputer
akan mendobrak pembelajaran yang menggunakan metode
konvensional, yang berpusat pada guru (Teacher Center) menuju ke
pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (Student Center).
Quipper School merupakan layanan e-learning gratis demi
mempermudah tugas para guru, khususnya dalam hal penugasan
kepada peserta didik. Quipper School menjadi media sekaligus
sumber pembelajaran yang baik untuk lebih memahami pangkat
rasional. Penggunaan Quipper School bisa meningkatkan minat
peserta didik untuk mempelajari dan mengerjakan tugas
matematika, (d) Dengan menggunakan aplikasi Quipper School
untuk mempelajari materi dan menyelesaikan tugas-tugas dapat
meningkatkan hasil belajar peserta didik yang signifikan dalam
memahami pangkat dan logaritma.
Saran-saran
Dari hasil best practice ini disarankan agar guru dapat
mengembangkan pembelajaran dengan metode yang tepat dan
media yang tepat dimasa-masa yang akan datang. Hal ini sesuai
dengan harapan dari Pendidikan dan tuntutan jaman yang
mengharuskan mengintegrasikan TIK dalam pembelajaran di
sekolah dengan misi pemerintah aceh yaitu aceh caroeng.
26 | Didi Pianda, dkk
PENERAPAN UJIAN SISWA SECARA ONLINE BERBASIS BLOG
EKA FIRDAUS, S.Kom
(SMK Negeri 1 Lhokseumawe)
TENTANG PENULIS
Eka Firdaus, S.Kom, MT , lahir di Jakarta, 23
November 1979. Seorang Guru Produktif
Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan Teknik
Komputer Jaringan (TKJ) di SMK Negeri 1
Lhokseumawe. Sudah menikah dan dikaruniai 3
orang anak. Memiliki hobi menulis dan olahraga
terutama badminton. Penulis dapat dihubungi
pada email: [email protected].
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Guru merupakan profesi yang mulia, mereka mengajar
dan mendidik siswa siswi untuk mendapatkan ilmu pengetahuan
sehingga anak-anak didik mereka dapat menjadi manusia yang
baik dan berguna bagi bangsa dan negara. Selain mengajar dan
mendidik, guru juga dituntut untuk mengembangkan
kompetensi diri supaya kualitas dan pengetahuan yang
dimilikinya dapat terus berkembang dan sesuai dengan
perkembangan jaman. Dalam pengembangan diri tersebut, guru
tidak bisa hanya sekedar belajar teori-teori dalam ruangan kelas,
melainkan guru harus berpikir tentang hal-hal yang berkaitan
dengan masalah dalam kehidupan sehari-hari, dan yang
terpenting adalah bagaimana seorang guru harus berpikir secara
mandiri, kreatif, inovatif dan berkualitas.
Internet sudah menjadi kebutuhan primer pada masa
sekarang ini. Seiring perkembangan teknologi sehingga akses
BEST PRACTICE: Karya Guru Inovatif yang Inspiratif (Menarik Perhatian Peserta Didik) | 27
internet semakin cepat dan menjangkau hingga ke pelosok daerah.
Blog sebagai sebuah media untuk berbagi informasi semakin
menjamur dewasa ini. Blog juga dapat digunakan sebagai media
pembelajaran di sekolah untuk menunjang proses belajar mengajar.
Pembelajaran dewasa ini semakin berkembang dengan adanya
pembelajaran secara daring/ online. Dengan adanya whats app,
telegram dan aplikasi chatting lainnya memungkinkan untuk
dilakukannya pembelajaran secara online. Begitu pula dengan blog,
dapat juga digunakan untuk pembelajaran secara online.
Secara etimologi istilah Blended Learning terdiri dari dua
kata yaitu Blended yang berarti campuran dan Learning yang
berarti pembelajaran. Dengan demikian sepintas lalu blended
learning mengandung makna pola pembelajaran yang
mengandung unsur pencampuran atau penggabungan antara
satu pola dengan pola yang lainnya dalam pembelajaran.
Pembelajran digital dapat dibagi menjadi dalam blended learning
yaitu dua unsur utama, yakni pembelajaran di kelas (classroom
lesson) dengan online learning.
Blended learning yaitu metode pembelajaran yang
memadukan pertemuan tatap muka dengan materi online secara
harmonis. Perpaduan antara pembelajaran konvensional di mana
pendidik dan peserta didik bertemu langsung dengan
pembelajaran secara online yang dapat diakses kapan saja dan di
mana saja. Adapun bentuk lain dari blended learning adalah
pertemuan virtual antara pendidik dengan peserta didik. Dimana
antara pendidik dan peserta didik mungkin saja berada di dua
tempat yang berbeda, namun bisa saling memberi feedback,
bertanya, atau menjawab. Semuanya dilakukan secara real time.
Pembelajaran campuran/ blended learning merupakan
kombinasi karakteristik pembelajaran tradisional dan lingkungan
pembelejaran elektronik, blended learning menggabungkan aspek
blended learning / format elektronik , seperti pembelajaran berbasis
28 | Didi Pianda, dkk
web, streaming video, komunikasi audio dengan pembelajaran
tatap muka. Dengan memadukan pembelajaran tatap muka dan
online, diharapkan proses belajar mengajar lebih efektif dan
efesien. SMK Negeri 1 Lhokseumawe Propinsi Aceh mempunyai
6 Lab Komputer yang semuanya terhubung dengan internet.
Melihat aset ini maka pembelajaran secara online mungkin untuk
dilakukan. Penggunaan gadget / smart phone yang terus
berkembang, sehingga hampir semua pelajar sudah memiliki
smart phone dengan sistem operasi android yang selalu terhubung
ke internet.
Tujuan
Pemanfaatan teknologi internet untuk pembelajaran dapat
memberikan efek yang positif sehingga penggunaan internet
yang sehat dapat di implementasikan di sekolah. Dengan adanya
ujian secara online berbasis blog, siswa dapat melaksanakan ujian
di mana saja selama koneksi internet tersedia. Siswa dapat
melaksanakan ujian menggunakan smart phone atau di kedai kopi
yang ada sambungan internet. Adapun tujuan best practice ujian
siswa secara online berbasis blog adalah sebagai berikut :
Untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar dengan
memadukan metode tatap muka dan ujian secara online
berbasis blog
Untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam
pembelajaran
Manfaat
Adapun manfaat dari best practice ini adalah sebagai
berikut :
Bagi Guru
Mengimplementasikan pembelajaran campuran /
blended learning yaitu perpaduan pembelajaran secara
tatap muka dan pembelajaran secara daring /online
BEST PRACTICE: Karya Guru Inovatif yang Inspiratif (Menarik Perhatian Peserta Didik) | 29
Memanfaatkan internet dalam hal ini pemanfaatan
blog sebagai salah satu media pembelajaran
Menyiapkan blog untuk dijadikan referensi
pembelajaran siswa dan untuk melakukan ujian
secara online
Bagi Para Siswa
Dapat menerapkan ujian secara online menggunakan
blog sebagai media pembelajaran
Dapat memanfaatkan teknologi IT dalam
pembelajaran
Bagi Sekolah
Dapat menerapkan blended learning
Dapat menambah interaksi guru dan murid selain di
sekolah juga melalui blog sebagai media pembelajaran
STATE OF ART (SOTA)
Pemanfaatan blended learning dalam pembelajaran dapat
meningkatkan minat siswa dalam belajar. Blended learning dapat
dilaksanakan dengan perkembangan teknologi internet yang
sangat pesat. Pemanfaatan blog sebagai media pembelajaran juga
merupakan suatu inovasi pembelajaran pada generasi milenial
yang sehari hari nya akrab dengan gadget dan social media.
Diharapkan dengan perpaduaan pemebelajaran tatap muka dan
pembelajaran secara daring / dalam jaringan, minat belajar siswa
dapat lebih meningkat.
Penggunaan Google Form
Google form merupakan aplikasi pembuatan formulir secara
online dari perusahaan Google. Sejarah Google dimulai dari proyek
yang dikerjakan oleh Larry Page dan Sergey Brin pada 1996. Saat itu,
kedua mahasiswa pascasarjana di Stanford University itu
berkolaborasi mengembangkan mesin pencari bernama BackRub,
yang dioperasikan menggunakan server di kampus mereka. Pada
1997, Larry dan Sergey mengganti nama BackRub
30 | Didi Pianda, dkk
menjadi Googol. "Googol" merupakan istilah matematika untuk
angka 1 yang diikuti oleh 100 angka nol. Nama ini diambil untuk
menjelaskan misi Google sebagai gudang informasi tak terbatas di
internet. Akan tetapi, para investor rupanya salah mengeja nama
Googol menjadi Google, dan telanjur menuliskannya dalam cek.
Hal itu membuat Brin dan Page akhirnya "mentok" menggunakan
nama Google untuk mesin pencari mereka. Google merupakan
salah satu perusahaan digital yang gencar mengakuisisi startup
yang berpotensi. Di antaranya, YouTube, Android, Motorola
Mobility, Pyra Labs yang mengembangkan Blogger, serta Keyhole
Inc yang melahirkan layanan Google Maps dan Google Earth.
Hingga kini, sudah ada ratusan startup (perusahaan rintisan)
yang diakuisisi oleh Google. Sejak 2010, jika dirata-rata, maka
Google telah mengakuisisi lebih dari satu perusahaan setiap
minggu. Dengan Google Form kita dapat membuat soal ujian
untuk siswa secara online seperti pada gambar di bawah ini :
Gambar 2. Ujian menggunakan Google Form
Menghubungkan Google Form dan Blog
Setelah membuat soal ujian dengan menggunakan google
form, kemudian kita hubungkan ke blog penulis di blogspot.com.
Kemudian siswa melakukan ujian secara online pada blog yang
telah di persiapkan seperti gambar di bawah ini :
BEST PRACTICE: Karya Guru Inovatif yang Inspiratif (Menarik Perhatian Peserta Didik) | 31
Gambar 3. Ujian Siswa Secara Online Berbasis BLOG
Pada gambar diatas terlihat bahwa siswa sudah
melaksanakan ujian secara online dan siswa hanya diberikan satu
kali kesempatan untuk melakukan ujian.
Siswa juga dapat melihat skor hasil ujian secara real time
dengan menekan tombol view score seperti gambar di bawah ini :
Gambar 4. Hasil Nilai Ujian Siswa
Analisis dan Evaluasi Hasil Ujian
Guru juga dapat melakukan analisis dan evaluasi ujian
secara online seperti terlihat pada gambar di bawah ini :
32 | Didi Pianda, dkk
Gambar 5. Disribusi Poin Pada Setiap Soal
Gambar 6. Alamat Email Siswa Yang Telah Melaksanakan Ujian
BEST PRACTICE: Karya Guru Inovatif yang Inspiratif (Menarik Perhatian Peserta Didik) | 33
Gambar 7. Analisis Butir Soal Ujian
PELAKSANAAN BEST PRACTICE
Deskripsi dan Ruang Lingkup Best Practice
Bahan dan Alat Yang Di Perlukan Dalam Best Practice
Adapun bahan dan alat yang diperlukan dalam
pelaksanaan Best Practice adalah sebagai berikut:
Laptop
Modem untuk koneksi Internet
Email di www.gmail.com
Blog yang terdaftar pada www.blogger.com. Dalam best
practice ini alamat blog yang penulis gunakan adalah
www.tkjmeetrpl.com
Batasan-Batasan dalam Best Practice
Penerapan ujian online berbasis blog diadakan pada siswa
kelas XI RPL 2 di SMK Negeri 1 Lhokseumawe pada mata
pelajaran Pemograman Web Dinamis. Ujian online telah
dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2017 / 2018.
Langkah-langkah Pelaksanaan Best Practice
Langkah-langkah penerapan ujian siswa secara online
berbasis blog sebagai berikut
Guru menyiapkan soal ujian untuk siswa
34 | Didi Pianda, dkk
Guru membuat soal ujian secara online di Google Form
dengan cara mengakses Google Drive di alamat :
https://www.google.com/drive/
Guru menghubungkan google form yang sudah di buat
dengan blog. Dalam hal ini penulis menggunakan blog
dengan alamat : https://tkjmeetrpl.blogspot.com/
Siswa mengkases ujian secara online dengan alamat :
http://tkjmeetrpl.blogspot.com/2017/08/quiz-
pemrograman-web-dinamis.html
Siswa memasukkan akun gmail masing-masing untuk
dapat melaksanakan ujian
Guru dapat menganalisis hasil ujian siswa dengan akun
google drive, pada halaman tersebut guru dapat melihat skor siswa,
analisis soal dan siswa yang telah mengikuti ujian secara online.
Hasil Yang Dicapai
Pelaksanaan ujian secara online berbasis blog,
mendapatkan hasil yang baik dari nilai yang diperoleh oleh
siswa. Pelaksanaan ujian secara online lebih fleksibel dan siswa
dapat melaksanakan ujian baik di rumah atau di tempat lain baik
menggunakan laptop maupun smartphone.
Nilai Penting Dan Kebaruan Best Practice Yang Telah
Dilaksanakan
Kebaruan dalam best practice ini adalah dengan
memadukan blended learning yaitu pembelajaran campuran
dengan tatap muka di kelas dan pembelajaran secara online
berbasis blog. Dengan berkembangnya teknologi informasi
membuat pembelajaran secara online atau e-learning dapat
diterapkan di sekolah. Hal ini membuat interaksi guru dan siswa
dapat juga terjalin di luar tatap muka di kelas.
BEST PRACTICE: Karya Guru Inovatif yang Inspiratif (Menarik Perhatian Peserta Didik) | 35
Faktor-faktor Pendukung dan Penghambat
Faktor pendukung best practice ini adalah teknologi
informasi dan komunikasi yang sudah sangat memadai untuk
dilakukannya ujian secara online, tersedianya laptop dan smart
phone yang memadai untuk siswa gunakan dalam ujian secara
online. Sedangkan faktor penghambatnya adalah diperlukan
kemampuan guru untuk memadukan teknologi informasi di
dalam pembelajaran secara online, dimana diperlukan waktu bagi
guru untuk mempelajari dan menerapkan ujian secara online
berbasis blog ini.
Tindak Lanjut
Dengan hasil yang baik pada best practice ini maka penulis
berencana untuk menerapkannya pada mata pelaran lainnya dan
menularkan best practice ini kepada guru-guru di SMK Negeri 1
Lhokseumawe untuk bisa melaksanakan ujian yang serupa.
PEMBAHASAN BEST PRACTICE
Hasil Pembelajaran Pada Best Practice
Penerapan ujian siswa secara online berbasis blog dapat
meningkatkan hasil ujian siswa. Ujian secara tertulis yang
dilakukan, menunjukkan hasil yang kurang memuaskan
dibandingkan ujian secara online. Dengan ujian secara online
siswa dapat mencari artikel tentang soal yang di ujian kan di
internet. Dengan waktu ujian yang fleksibel, di mana siswa dapat
menentukan hari ujian dan dimana mereka akan melaksanakan
ujian, apakah di rumah atau di kedai kopi. Tools yang di gunakan
juga beragam, dapat menggunakan smart phone maupun PC atau
Laptop.
Pembahasan Pada Best Practice
Adapun pembahasan pada kegiatan pembelajaran best
practice ini adalah sebagai berikut:
Guru mempersiapkan soal ujian secara online berbasis blog
36 | Didi Pianda, dkk
Guru menyampaikan materi pemograman web dinamis di
kelas
Guru menjelaskan tentang ujian secara online dan
menjelaskan cara melakukan ujian secara online
Guru memberikan alamat web ujian secara online yaitu di
http://tkjmeetrpl.blogspot.com/2017/08/quiz-pemrograman-
web-dinamis.html
Siswa mengikuti ujian secara online
E.PENUTUP
Kesimpulan
Adapun kesimpulan dalam pembelajaran best practice ini
adalah sebagai berikut:
Penggunaan blended learning dapat meningkatkan minat
siswa dalam proses belajar
Penggunaan blog sebagai media pembelajaran sudah
sewajarnya digunakan untuk mendukung proses belajar
mengajar siswa di kelas
Penggunaan smart phone siswa dapat di gunakan untuk
melakukan pembelajaran secara online
Saran-Saran
Adapun sara-saran dalam pembelajaran best practice ini
adalah sebagai berikut
Penerapan ujian secara online hendaknya juga dapat
diterapkan pada mata pelajaran yang lain di SMK Negeri
1 Lhokseumawe dan sekolah sekolah-sekolah lainnya
yang memiliki fasilitas internet
Penerapan blended learning juga dapat diterapkan di SMK
Negeri 1 Lhokseumawe secara umum khususnya dan
juga dapat di terapkan sekolah-sekolah lain
BEST PRACTICE: Karya Guru Inovatif yang Inspiratif (Menarik Perhatian Peserta Didik) | 37
PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING
SEBAGAI METODE UNTUK MENINGKATKAN
PROFESIONALISME GURU DAN MUTU LULUSAN
SISWA DALAM BERWIRAUSAHA
FAISAL, ST., M.Sc
(SMK N 4 Lhokseumawe)
TENTANG PENULIS
Faisal, ST.,M.Sc, saat ini merupakan salah
seorang guru Produktif bidang Mesin di SMK
Negeri 4 Lhokseumawe dengan status guru
Kontrak. Mengawali karir mengajar dengan
merintis Jurusan Teknik Pemesinan di SMK
Negeri 7 Lhokseumawe pada Tahun 2009.
Guru yang lahir pada tanggal 22 Juni 40
Tahun silam telah mengenyam pendidikan
mulai SD Negeri 2 Cunda, SMP Negeri Cunda
dan STM Negeri Langsa jurusan Mesin
Produksi. Selanjutnya pendidikan S1 dicapai
pada Universitas Malikussaleh
Fakultas Teknik Jurusan Mesin. Pada tahun 2011 memperoleh kesempatan
mengikuti beasiswa S2 untuk guru SMK berprestasi pada Sekolah
Pascasarja Universitas Gadjah Mada dengan minat studi Magister
Teknologi untuk Pengembangan Berkelanjutan (Technology for Sustainable
Development) dan memperoleh gelar M.Sc pada tahun 2013.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Upaya peningkatan sistem pendidikan dengan
bergantinya era KTSP dan beralih ke Kurikulum 2013 (K13),
memberi warna baru pada sistem pendidikan Indonesia.
Perubahan kurikulum ini harus dilakukan guna peningkatan
dengan mengadopsi kebutuhan yang berkembang dalam
38 | Didi Pianda, dkk
masyarakat dan kebutuhan peserta didik, khususnya tingkat Sekolah
Menengah.Perubahan sistem pendidikan berdampak pula terhadap
manajemen dan sistem pendidikan SMK.Pendidikan berkarakter
menjadi isu utama dalam kurikulum 2013.Bahkan di antara alasan
utama perubahan kurikulum 2013 adalah alasan karakter. Jargon
karakter tersebut juga tertuang dalam Undang-Undang Sisdiknas
No. 20 Tahun 2003.
Mengacu pada pada isi Undang-Undang Sisdiknas No. 20
Tahun 2003Pasal 3 mengenai tujuan pendidikan nasional dan
penjelasan pasal 15 yang menyebutkan bahwa pendidikan
kejuruan merupakan pendidikan menengah yang
mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja di bidang
tertentu, maka idealnya SMK telah dapat menjawab
keeksistensinya dalam rangka menyiapkan tenaga kerja terampil
yang siap pakai untuk mengisi pasar kerja yang ada dan
mengurangi jumlah pengangguran putus sekolah bagi lulusan
yang tidak meneruskan ke jenjang Perguruan Tinggi.
Sebagaimana Salah satu tujuan khusus pendidikan menengah
kejuruan adalah menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia
produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan
yang ada sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan
kompetensi dalam program keahlian yang dipilihnya.
Diperlukan berbagai pendekatan metode pembelajaran yang
efektif agar mampu menghasilkan mental dan ketrampilan siswa
yang mumpuni.Selain itu, pendekatan metode pembelajaran ini juga
sebagai upaya penyiasatan dari keterbatasan media belajar atau
praktek sehingga seluruh siswa tidak terabaikan haknya untuk
memperoleh pembelajaran.Sebagaimana dapat dipahami jika tidak
seluruh SMK yang ada memiliki sarana praktek yang memadai, baik
di sekolah swasta maupun sekolah negeri.Ketersediaan media
praktek (mesin-mesin) tidak seimbang dengan rombel siswa. Hal ini
juga dialami di sekolah penulis, dimana pada jurusan Teknik
Pemesinan hanya memiliki 2 Unit
BEST PRACTICE: Karya Guru Inovatif yang Inspiratif (Menarik Perhatian Peserta Didik) | 39
Mesin Bubut konvensional, 1 Unit Mesin Frais, 1 Unit CNC Milling
dan beberapa mesin pendukung lainnya.Keterbatasan sarana mesin
perkakas tersebut diperlukan metode efektif guna memaksimalkan
sarana yang ada dengan tetap tercapai tujuan dari pembelajaran.Dari
beberapa metode yang ada, penulis mencoba melakukan metode
Project Based Learning (PBL), dimana model pembelajaran ini
bertujuan untuk pembelajaran yang memfokuskan pada
permasalahan komplek yang diperlukan peserta didik.Harapan
besarnya adalah siswa mampu dan percaya diri meluahkan ide
design manufacturenya dengan menciptakan alat-alat teknologi tepat
guna mulai konsep dalam bentuk desain gambar teknik, memahami
dan terampil menggunakan mesin perkakas dan peralatan
pendukung bengkel pemesinan, melakukan pabrikasi dan mampu
mempresentasikan karyanya.
Permasalahan
Sejalan dengan latar belakang diatas, perubahan KTSP
menjadi K13 terdapat hal yang baru dan ada yang hilang dari sistem
semula, seperti halnya Mulok (Muatan Lokal) pada jurusan
produktif.Dimana dulu Mulok ini sebagai alternatif mata pelajaran
yang menutupi kekurangan pada mata pelajaran produktif lainnya.
Permasalahan dari hal ini adalah ketidaksediaan sarana praktek
(khususnya mesin perkakas) yang memadai sehinggadidapatkan
permasalahan serius dibengkel seperti siswa tidak terkontrol dengan
baik dan ada sekumpulan siswa yang tidak melakukan proses belajar
sepanjang waktu dalam bengkel karena harus menunggu antrian
panjang dalam menggunakan mesin yang ada dan bukan tidak
mungkin sebagian siswa malah bolos keluar area belajar karena
kejenuhan tidak memperoleh haknya belajarnya dengan baik. Yang
pada akhirnya tidak akan dicapai target dan indikator belajar. Jika
kondisi ini tidak ditanggulangi secara tepat. Kemudian akan menjadi
permasalahan juga sekiranyaguru kurang pandai mensiasati
dengankemampuan
40 | Didi Pianda, dkk
improvisasi dan memilih metode yang dilakukan untuk
pembelajaran di bengkel.
STRATEGI PEMECAHAN MASALAH
Metode pembelajaran yang efektif harus dipahami dan
dipraktekkan oleh guru pengampu mapel, khususnya saat memberi
pelajaran praktek di bengkel.Strategi yang penulis terapkan guna
mensiasati kekurangan sarana praktek khususnya mesin perkakas
dengan perimbangan dengan rombel yang ada adalah metode
pembelajaran proyek.Terdapat beberapa metode pembelajaran yang
telah ada, seperticooperative learning, Contextual Teaching and Learning
(CTL), learning cycle model dan juga Student Team Achievement Division
(STAD). Dalam penerapannya penulis telah melakukan (walaupun
belum sempurna) metode Project Based Learning (PBL). Kegiatan
pembelajaran PBL di bengkel lebih efektif dilakukan pada siswa
kelas XI dan kelas XII, karena pemahaman penggunaan dan
ketrampilan dalam mengoperasikan alat perkakas pemesinan
telahlebih mampu sehingga lebih cepat dalam menerima setiap
konsep proyek yang diberikan oleh guru dan tim kerja mereka.
Penulis sebagai guru produktif pemesinan membimbing sebagai
fasilitator peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang
mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum,
memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk menggali
konten (materi) dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna
bagi dirinya, dan melakukan eksperimen secara kolaboratif.
Langkah pembelajaran dalam PBL adalah sebagai berikut;
Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek. Tahap ini
sebagai langkah awal agar peserta didik mengamati lebih
dalam terhadap pertanyaan yang muncul dari fenomena
yang ada.
BEST PRACTICE: Karya Guru Inovatif yang Inspiratif (Menarik Perhatian Peserta Didik) | 41
Mendesain perencanaan proyek. Sebagai langkah nyata
menjawab pertanyaan yang ada disusunlah suatu
perencanaan proyek bisa melalui percobaan simulasi.
Menyusun jadwal sebagai langkah nyata dari sebuah proyek
sesuai dengan waktu yang tersedia dan sesuai dengan target.
Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek, peserta
didik mengevaluasi proyek yang sedang dikerjakan.
Menguji hasil proyek dan mengevaluasi kegiatan sesuai
dengan indikator yang diharapkan.
Mengingat bahwa masing-masing peserta didik memiliki
gaya belajar yang berbeda, maka pembelajaran berbasis proyek
memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk
menggali konten (materi) dengan menggunakan berbagai cara
yang bermakna bagi dirinya, dan melakukan eksperimen secara
kolaboratif.Pembelajaran Berbasis Proyek dapat dikatakan
sebagai operasionalisasi konsep pendidikan berbasis produksi
yang dikembangkan di Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK).Dengan pembelajaran “berbasis produksi” peserta didik di
SMK diperkenalkan dengan suasana dan makna kerja yang
sesungguhnya di dunia kerja.Dengan demikian model
pembelajaran yang cocok untuk SMK adalah pembelajaran
berbasis proyek (Project Based Learning).
Kolaborasi kompetensi dalam satu proyek dapat
dilakukan peserta didik dalam tim kerja, sehingga tidak terdapat
kekosongan waktu dan pekerjaan yang disebabkan pula karena
keterbatasan alat praktek.Dalam satu kesempatan belajar materi
Teknik Pemesinan Bubut, dibuat kelompok kerja yang tidak
tertumpu pada pengoperasian mesin bubut dengan waktu yang
bersamaan. Kelompok kerja akan dibagi dalam kolaborasi materi,
sepertiGambar teknik manufaktur, Teknik pemesinan gerinda,
Dasar teknik mesin dan Teknologi mekanik, mekanika mesin dan
elemen mesin. Kolaborasi materi tersebut akan memudahkan
suatu proyek dijalankan.
42 | Didi Pianda, dkk
Peserta didik dalam satu rombel praktikum dapat dibagi 5
– 7 grub dengan setiap grub terdiri atas 3 sampai 4 siswa. Hal ini
dilakukan agar terfokusnya media praktek pada mesin perkakas
yang belum memadai jumlahnya, dalam hal ini mesin
perkakas.Dengan demikian, setiap grub memiliki tanggung jawab
kerja sesuai materi kompentensi alternatif sambil menunggu
giliran menggunakan mesin bubut.Tidak terjadi siswa yang
mengganggur pada saat praktek dengan durasi waktu yang
panjang di bengkel, karena setiap peserta didik telah
bereksplorasi dengan proyek yang diberikan.Pada Gambar 1
ditampilkan kegiatan siswa dalam menjalankan proyek yang
diberikan. Proyek produk ini pada akhirnya akan dirakit utuh
yang berupakan karya cipta antara kelompok kerja.
Gambar 8. Kreativitas dan inovasi siswa dalam proyek
Implementasi Strategi Pemecahan Masalah
Animo dan motivasi siswa merupakan modal dasar
sebagai pembuka materi pembelajaran dengan inspirasi dan
motivasi yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan
wawasan luas dan menyampaikan permasalahan sebagai
BEST PRACTICE: Karya Guru Inovatif yang Inspiratif (Menarik Perhatian Peserta Didik) | 43
tantangan kepada peserta didik berupa suatu konsep teknologi
tepat guna bagi masyarakat umum dengan batasan ; (1) Mudah
dikerjakan rancang bangun, (2) Kesediaan material, (3) Rancang
bangun yang ekonomis, (4) Mudah pengoperasiannya, dan (5)
Berdaya guna, proyek yang akan dikerjakan merupakan jawaban
dan solusi dari masalah tersebut.
Dalam pelaksanaan yang telah dilakukan, siswa telah
mampu merancang mesin perajang rumput gajah, mesin
penghancur es batu, mesin pengasah batu akik, mesin perajang
ubi dan lain-lain dengan bimbingan guru.Guru berperan sebagai
fasilitator membimbing siswa dengan ide dan kreatifitasnya
mencapai target penyelesaian permasalahan. Fasilitator akan
mengiringi semua siswa/ rombel untuk fokus dalam materi
proyek yang diberikan dengan fase seperti skema berikut.
Start Up Phase Development Phase End Phase
Memberi inspirasi Mendamping Observasi
Memotivasi Refleksi
Mengesahkan
Gambar 9. Skema guru sebagai fasilitator dalam PBL
Peserta didik diberi kebebasan mencetuskan konsep suatu
proyek rancang bangun manufaktur.Kemudian mendesain sketsa
proyek dan proses untuk menentukan solusi atas tantangan yang
diajukan untuk pada akhirnya menciptakan suatu produk. Langkah
proses peserta didik untuk menjalani hal tersebut, mereka
bertanggung jawab dengan memahami skema berikut.
Memahami apa yang Bagaimana Mampu
akan dikerjakan melakukannya
Gambar 10 Jatidiri peserta didik dalam proyek
44 | Didi Pianda, dkk
Mekanisme pelaksanaan PBL dalam pembelajaran di
bengkel mesin, guru menfasilitasi pembentukan kelompok dan
tanggung jawab kerja setiap kelompoknya, seperti kelompok
dibagi atas :
Kelompok pengontrol/ mengawasi terhadap Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) yang bertugas sebagai penjamin
terlaksananya K3 terhadap operator, alat kerja dan lingkungan
kerja.
Kelompok desain yang menggambar bentuk dan dimensi
rancangan mesin yang akan dibuat, kelompok ini bekerja lebih
awal sebelum proyek lain dilakukan, namun revisi dan
evaluasi konsep desain tetap dilakukan.
Kelompok operator mesin bubut.
Kelompok pabrikasi menggunakan alat pengelasan.
Kelompok operator penyediaan material rancangan.
Kelompok perakit dan penganalisa.
Dalam pelaksanaan proyek peserta didik secara kolaboratif
bertanggung jawab untuk mengekspolarasi ketrampilannya bersama
tim kerja dan mengelola setiap kendala dari pekerjaan untuk
mendapatkan solusi masalah hingga proses evaluasi dijalankan
secara kontinyu. Peserta didik secara berkala melakukan refleksi dan
memberi feedback dengan gurunya atas aktivitas yang sudah
dijalankan dengan cara jelang akhir pembelajaran setiap kelompok
mempresentasikan hasil dan progress pelaksanaan pembelajaran
proyek yang telah dilalui hari ini.Produk akhir aktivitas belajar akan
dievaluasi secara kualitatif; dan situasi pembelajaran diciptakan
toleran terhadap kesalahan dan perubahan. Maksudnya adalah jika
didapatkan dalam proses pembuatan produk rancangan kekurangan
dari perencanaan awal, maka akan dilakukan perubahan atau
modifikasi yang diperlukan, sehingga siswa diberi kesempatan
untuk memperbaikinya.
BEST PRACTICE: Karya Guru Inovatif yang Inspiratif (Menarik Perhatian Peserta Didik) | 45
Hasil Yang Dicapai
Tahapan PBL yang dilakukan akan berdampak terhadap
kepercayaan diri bagi peserta didik. Eksplorasi kreatifitas dan
inovasi yang mereka lakukan dirasakan berdayaguna bagi
masyarakat karena proses manufaktur dari proyek yang
dilakukan berbentuk teknologi tepat guna, seperti mesin-mesin
rancangan yang telah disebutkan di atas.Setiap siswa memiliki
tanggung jawab dan merasakan ikut merasa andil dalam produk
hasil yang dirancang.Hal tersebut tercetus dalam bentuk
penguasaan materi dalam presentasi pada setiap prosesnya.
Hasil memuaskan yang diperoleh dari penerapan
pembelajaran PBL ini yang telah dilakukan, siswa tidak memiliki
waktu luang untuk tanpa kegiatan dalam proses praktek, tidak
didapati siswa yang menganggur di jam praktek. Dan hal ini
tidak dilakukan secara terpaksa, karena siswa sangat termotivasi
untuk merancang mesin dari konsep mereka yang nantinya akan
bermanfaat bagi orang lain dengan waktu yang telah ditargetkan.
Setiap produk rancangan yang telah selesai kemudian produk
tersebut diuji keberhasilannya, maka sumringah dan kepuasan
sangat terlihat dari wajah-wajah siswa. Bahkan mereka tidak
terlalu memikirkan nilai yang akan diberikan gurunya
dibandingkan kelegaan atas keberhasilan bersama merancang
mesin teknologi tepat guna. Namun demikian, reward dari guru
sebagai pemberi inspirasi dan motivasi dalam hal ini penulis
lakukan adalah memberi tantangan yang lebih dengan
mengikutkan siswa dalam event lomba inovasi teknologi tepat
guna yang rutin dilakukan di daerah setiap tahunnya, seperti
ditampilkan pada gambar berikut ini
46 | Didi Pianda, dkk
Gambar 11 Kegiatan even Teknologi Tepat Guna hasil produk
siswa dalam pembelajaran PBL
Keberhasilan dari proses pembelajaran PBL sebagai
metode efektif menyiasati keterbatasan media praktek pada
awalnya juga membangun jiwa kewirausahaan dengan memberi
inspirasi agar siswa dapat menciptakan alat dan mesin teknologi
tepat guna.Siswa termotivasi untuk mengulangi kegiatan
pembelajaran PBL dengan modifikasi dan rancangan
lainnya.Pada Gambar.5 salah satu hasil produk siswa berupa
Mesin Teknologi Tepat Guna.
BEST PRACTICE: Karya Guru Inovatif yang Inspiratif (Menarik Perhatian Peserta Didik) | 47
Gambar 5 Produk siswa berupa mesin TTG
Hasil produksi rancangan siswa tersebut, setiap kegiatan
pameran yang diselenggarakan Pemerintah Kota Lhokseumawe
selalu diikutkan dan dipamerkan pada khalayak masyarakat.
Kendala-kendala yang Dihadapi
Dalam setiap pelaksanaan tentunya akan dihadapkan
dengan konsekuensi yang dapat menjadi kendala di lapangan.
Kendala-kendala tersebut seperti :
Dalam kegiatan memproduksi mesin teknologi tepat guna,
kadangkala didapatkan kekurangan bahan material dalam
konstruksi rancangan dan sekolah tidak langsung dapat
memenuhi kebutuhan material praktek tersebut. Hal ini
berpengaruh terhadap target langkah proses dan waktu
pekerjaan yang terputus.
Kadang kala dalam rombel sebanyak 25 – 30 siswa tidak
semua memiliki semangat dan benar-benar dapat dibimbing
seiring dengan skema yang diberikan, sehingga siswa tersebut
dapat mengalih kefokusan siswa lainnya dalam kegiatan
pelaksanaan proyek pembelajaran.
Guru mengalami sedikit kesulitan pada proses pengawasan
seluruh siswa dalam rombel karena tidak adanya team teaching
dalam kegiatan pembelajaran di bengkel.
Pembelajaran PBL memerlukan banyak waktu yang harus
disediakan untuk menyelesaikan permasalahan yang komplek,
48 | Didi Pianda, dkk