Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
orng lain atau
destruksi
orang lain
241
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
16. Impulsif
17. Ilusi
242
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
18. Resiko Perlambatan Setelah dilakukan Dukungan mobilisasi
Pemulihan tindakankeperawatan 3
Pascabedah x 24 jam resiko Observasi :
Definisi : adalah perlambatan pemulihan 1. Identifikasi
adanya nyeri
beresiko mengalami pasca operasi dapat atau keluhan fisik
teratasi dengan kriteria lainnya
pemanjangan jumlah hasil:
2. Identifikasi
hari pasca bedah untuk Kenyaman toleransifisik
memulai dan
an
melakukan aktivitas meningkat melakukan
sehari –hari. Selera pergerakan
makan 3. Monitor frekuensi
FAKTOR RESIKO :
meningkat jantung dan
1. Skor klasifikasi Mobilitas meningkat tekanandarah
status fisik Kemampua sebelum memulai
American mobilitas
Society of n 4. Monitor kondisi
melanjutka umum selama
Anesthesiologis npekerjaan melakukan
ts (ASA)>3 meningkat mobilisasi
Kemampuan
2. Hiperglikemi
3. Edema di lokasi bekerjameningkat Terapeutik :
Kemampuan 1. Fasilitasi aktivitas
pembedaan mobilisasi dengan
4. Prosedur perawatan alat bantu(
diri mis.pagartempat
pembedahan meningkat tidur)
ekstensif (luas) Waktu 2. Fasilitasi
5. Usia ekstrem penyembuh melakukan
6. Riwayat anmenurun pergerakan, jika
Area luka perlu
perlambatan operasi 3. Libatkan
penyembuhan membaik
luka
7. Gangguan keluargauntuk
mobilitas
8. Malnutrisi membantu
pasien dalam
meningkatkan
pergerakan
9. Obesitas
10. Infeksi luka Edukasi :
perioperatif 1. Jelaskan tujuan
danprosedur
11. Mual/muntah mobilisasi
persisten 2. Anjurkan
melakukan
12. Respon
emosional mobilisasi
pasca operasi 3. Ajarkan mobilisasi
13. Pemanjangan sederhana yang
proses operasi harusdilakukan
(mis.duduk
14. Gangguan ditempat tidur,
psikologis
243
Bidang Keperawatan dudukdisisi tempat
RSAU dr. Efram Harsana tidur, pindah dari
tempat tidur ke
pasca operasi kursi)
15. Kontaminasi
bedah
244
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
16. Trauma
luka
operasi
17. Efek agen
farmakologis
245
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
19. Resiko Termoregulasi Setelah dilakukan Edukasi Termoregulasi
tidak efektif tindakankeperawatan 3 x
24 jam resiko Observasi :
Definisi : adalah termoregulasi tidak efektif 1. Identifikasi
dapat teratasi dengan kesiapan dan
beresiko mengalami kriteria hasil: kemampuan
menerima informasi
kegagalan Menggigil menurun
Kulit merah Terapeutik:
mempertahankan suhu 1. Sediakan materi
menurun dan media
tubuh dalam rentang Kejang menurun pendidikan
Akrosianosis kesehatan
normal. 2. Jadwalkan
menurun pendidikan
FAKTOR RESIKO : Konsumsi oksigen kesehatan sesuai
1. Cedera otak kesepakatan
menurun 3. Berikan
akut Piloereksi menurun kesempatan untuk
2. Dehidrasi Vasokontriksi perifer bertanya
3. Pakaian yang
menurun Edukasi:
tidak Kutis memorata 1. Ajarkan kompres
hangat jika demam
sesuai untuk menurun 2. Ajarkan cara
Pucat menurun pengukuran suhu
suhu Takikardi menurun 3. Anjurkan
Takipnea menurun penggunaan
lingkungan Bradikardi menurun pakaian yang dapat
4. Peningkatan Dasar kuku sianotik menyerap keringat
area menurun 4. Anjurkan tetap
Hipoksia menurun
permukaan Suhu tubuh memandikan
pasien, jika
tubuh membaik memungkinkan
Suhu kulit membaik 5. Anjurkan pemberian
terhadap rasio Kadar glukosa antipiretik, sesuai
indikasi
berat darah membaik 6. Anjurkan
Pengisian kapiler menciptakan
badan lingkungan yang
5. Kebutuhan membaik nyaman
Ventilasi membaik 7. Anjurkan
oksigen Tekanan darah memperbanyak
minum
meningkat membaik 8. Anjurkan
6. Perubahan laju penggunaan
pakaian yang
metabolisme longgar
7. Proses
9. Anjurkan minum
penyakit
analgesik jika
(mis. Infeksi) merasa pusing,
8. Suhu sesuai indikasi
10. Anjurkan melakukan
lingkungan pemeriksaan darah
jika demam>3
ektrem
9. Suplai lemak 246
subkutan tidak
memadai
10. Proses
penuaan
11. Berat badan
ektrem
12. Efek agen
farmakologis
(mis.
Sedasi)
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
20. Termoregulasi tidak Setelah dilakukan Regulasi Temperatur
efektif tindakankeperawatan 3 x
Definisi : adalah 24 jam termoregulasi tidak Observasi :
kegagalan efektif dapat teratasi 1. Monitor suhu bayi
mempertahankan suhu dengan kriteria hasil: sampai stabil (36,5 -
tubuh dalam rentang 37,5)
normal. Menggigil menurun
Kulit merah 2. Monitor suhu tubuh
PENYEBAB :
menurun anak tiap dua
1. Stimulasi otak Kejang menurun jam,jika perlu
akut Akrosianosis 3. Monitor tekanan
darah, frekuensi
2. Fluktuasi suhu menurun pernapasan dan nadi
lingkungan Konsumsi oksigen 4. Monitor warna dan
suhu kulit
3. Proses menurun 5. Monitor dan catat
penyakit (mis. Piloereksi menurun tanda dan gejala
Infeksi) Vasokontriksi perifer hipotermia atau
hipertermia
4. Proses menurun
penuaan Kutis memorata Terapeutik :
5. Dehidrasi menurun 1. Pasang alat
6. Ketidaksesuaia Pucat menurun
Takikardi menurun pemantau suhu
n pakaian Takipnea menurun kontinu, jika perlu
untuk suhu Bradikardi menurun 2. Tingkatkan asupan
lingkungan Dasar kuku sianotik cairan dan nutrisi
7. Peningkatan yang adekuat
kebutuhan menurun 3. Bedong bayi segera
oksigen Hipoksia menurun setelah lahir untuk
8. Perubahan laju Suhu tubuh mencegah
metabolisme kehilangan panas
9. Suhu membaik 4. Masukakan bayi
lingkungan Suhu kulit membaik BBLR ke dalam
ekstrem Kadar glukosa plastik segera
10. Ketidakadekua setelah lahir (mis.
tan suplai darah membaik Bahan polythylene,
lemak Pengisian kapiler polyurethane)
subcutan 5. Gunakan topi bayi
11. Berat badan membaik untuk mencegah
ekstrem Ventilasi membaik kehilangan panas
12. Efek agen Tekanan darah pada bayi baru lahir
farmakologis
(mis. sedasi) membaik 6. Tempatkan bayi baru
GAJALA MAYOR lahir dibawah radiant
warmer
S : (-) 7. Pertahankan
O: kelembaban
inkubator 50% atau
1. Kulit dingin/ lebih untuk
hangat mengurangi
kehilangan panas
2. Menggigil karena proses
3. Suhu tubuh evaporasi
8. Atur suhu inkubator
sesuai kebutuhan
9. Hangatkan terlebih
247
Bidang Keperawatan dahulu bahan-bahan
RSAU dr. Efram Harsana yang akan kontak
dengan bayi (mis.
fluktuatif Selimut, kain
248
Bidang Keperawatan bedongan stetoskop)
RSAU dr. Efram Harsana 10. Hindari meletakan
GEJALA MINOR bayi di dekat jendela
S : (-) terbuka atau di area
O: aliran pendingin
ruangan atau kipas
1. Piloereksi angin
2. Pengisian
11. Gunakan matras
kapiler >3
detik penghangat, selimut
3. Tekanan hangta, dan
darah penghangat ruanagn
meningkat untuk menaikkan
4. Pucat suhu tubuh, jika perlu
5. Frekuensi 12. Gunakan kasur
napas pendingin, water
meningkat circulating blankets,
6. Takikardia ice pack atau gel pad
7. Kejang dan intravaskuler
8. Kulit cooling
kemerahan cathetedzation untuk
9. Dasar kuku menurunkan suhu
sianotik tubuh
13. Sesuaikan suhu
lingkungan dengan
kebutuhan pasien
Edukasi :
1. Jelaskan cara
pencegahan heat
exhaustion dan heat
stroke
2. Jelaskan cara
pencegahan
hipotermi karena
terpapar udara dingin
3. Demontrasikan
teknik perawatan
metode kanguru
(PMK) untuk bayi
BBLR
Kolaborasi :
1. Kolaborasi
pemberian
antipirektik,jika perlu
249
Bidang Keperawatan Setelah dilakukan Manajaemen Hipertermia
RSAU dr. Efram Harsana tindakankeperawatan 3 x
24 jam diharapkan Observasi :
21. Hipertermia hipertermia dapat teratasi 1. Identifikasi
Definisi : adalah suhu dengan kriteria hasil: penyebab
meningkatkan di atas hipertermia (mis.
rentang normal tubuh Menggigil menurun Dehidrasi, terpapar
Kulit merah lingkungan panas,
PENYEBAB : pengguanaan
menurun inkubator)
1. Dehidrasi Kejang menurun 2. Monitor suhu tubuh
2. Terpapar Akrosianosis 3. Monitor kadar
elektrolit
lingkungan menurun 4. Monitor haluaran
panas Konsumsi oksigen urine
3. Proses 5. Monitor komplikasi
penyakit (mis. menurun akibat hipertermia
Infeksi, Piloereksi menurun
kanker) Vasokontriksi perifer Terapeutik :
4. Ketidaksesuai 1. Sediakan
n pakaian menurun lingkungan yang
dengan suhu Kutis memorata dingin
lingkungan 2. Longgarkan atau
5. Peningkatan menurun lepaskan pakaian
laju Pucat menurun 3. Basahi dan kipasi
metabolisme Takikardi menurun permukaan tubuh
6. Respon Takipnea menurun 4. Berikan cairan oral
trauma Bradikardi menurun 5. Ganti linen setiap
7. Aktivitas Dasar kuku sianotik hari atau lebih
berlebihan sering jika
8. Penggunaan menurun mengalami
inkubator Hipoksia menurun hiperhidrosis
Suhu tubuh (keringat berlebih)
GEJALA DAN TANDA dahi, leher, dada,
membaik abdomen, aksila)
MAYOR Suhu kulit membaik 6. Hindari pemberian
S : (-) Kadar glukosa antipirektik atau
O: aspirin
darah membaik 7. Berikan oksigen,
1. Suhu tubuh Pengisian kapiler jika perlu
diatas nilai
normal membaik Edukasi :
Ventilasi membaik 1. Anjurkan tirah
GEJALA DAN Tekanan darah baring
TANDA MINOR membaik Kolaborasi :
S : (-) 1. Kolaborasi
O: pemberian cairan
dan elektrolit
1. Kulit merah intravena, jika perlu
2. Kejang
3. Takikardi
4. Takipnea
5. Kulit terasa
hangat
250