Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
sepiritual diri
6. Latih cara mengenang
dan minikmati masa lalu
(mis. prestasi,
pengalaman )
10. Kesiapan Setelah dilakukan tindakan Promosi Harga Diri
Peningkatan Konsep keperawatan…x…jam Observasi
Diri diharapkan konsep diri 1. Monitor verbalisasi
Definisi : Pola membaik dengan kriteria merendahkan diri sendiri
presepsi diri yang hasil: 2. Monitor tingkat harga diri
cukup untuk merasa 1. Verbalisasi kepuasan setiap waktu, sesuai
sejahtera dan dapat terhadap diri meningkat kebutuhan terapeutik
ditingkatkan. 2. Verbalisasi kepuasan Terapeutik
terhadap harga diri 1. Motivasi terlibat dalam
GEJALA DAN TANDA meningkat vervalisasi positif untuk
MAYOR 3. Verbalisasi kepuasan diri sendiri
Subjektif terhadap penampilan 2. Diskusikan persepsi
1. Mengekpresikan peran meningkat negatif diri
keinginan untuk 4. Verbalisasi kepuasan Edukasi
meningkatkan terhadap citra tubuh 1. Jelaskan kepada keluarga
konsep diri meningkat pentingnya dukungan
dalam perkembangan
2. Mengekspresikan 5. Verbalisasi kepuasan
kepuasan dengan terhadap identitas diri positif diri pasien
diri,penampilan meningkat 2. Latih cara berpikir
peran,citra tubuh 6. Verbalisasi keinginan danberprilaku positif
dan identitas untuk meningkatkan Promosi koping
pribadi. konsep diri meningkat Observasi
Objektif 7. Verbalisasi rasa 1. Identifikasi kegiatan
(tidak tersedia) percaya diri meningkat jangka pendek dan
8. Verbalisasi penerimaan
GEJALA DAN TANDA panjang sesuai tujuan
MINOR terhadap kelebihan diri 2. Identifikasi kemampuan
Subjektif
1. Merasa percaya meningkat yang dimiliki
9. Verbalisasi penerimaan 3. Identifikasi sumber daya
diri
2. Menerima terhadap keterbatasan yang tersedia untuk
kelebihan dan diri meningkat memenuhi tujuan
keterbatsan 10. Tindakan sesuai 4. Identifikasi pemahaman
Objektif
Tindakan sesuai perasaan membaik proses penyakit
dengan perasaan dan 5. Identifikasi dampak situasi
pikiran yang
diekspresikan terhadap peran dan
hubungan
6. Identifikasi metode
penyelesaian masalah
7. Identifikasi kebutuahn dan
KONDISI KLINIS keinginan terhadap
TERKAIT
1. Perilaku upaya dukungan sosial
peningkatan Terapeutik
kesehatan 1. Diskusikan perubahan
peran yang dialami
2. Gunakan pendekatan
yang tenang dan
meyakinkan
141
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
3. Diskusikan alas an
mengkritik diri sendiri
4. Diskusikan untuk
mengklarifikasi
keslahpahaman dan
mengevaluasi perilaku
sendiri
5. Diskusikan konsekuensi
tidak menggunakan rasa
bersalah dan rasa malu
6. Diskusikan risiko yang
menimbulkan bahaya
pada diri sendiri
7. Fasilitasi dalam
memperoleh informasi
yang dibutuhkan
8. Berikan pilihan realistis
mengenai aspek-aspek
tertentu dalam perawatan
9. Motivasi untuk
menentukan harapan
yang realistis
10. Tinjau kembali
kemampuan dalam
pengambilan keputusan
11. Hindari mengambil
keputusan saat pasien
verada dibaeah tekanan
12. Motivasi terlibat dalam
kegiatan social
13. Motivasi mengidentifikasi
system pendukung yang
tersedia
14. Damping saat berduka
(mis.penyakit kronis,
kecacatan)
15. Perkenalkan dengan
orang atau kelompok atau
kelompok yang berhasil
mengalami pengalaman
sama
16. Dukung penggunaan
mekanisme pertahanan
yang tepat
17. Kurangi rangsangan
lingkungan yang
mengancam
Edukasi
1. Anjurkan menjalin
hubungan yang memiliki
kepentingan dan tujuan
142
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
yang sama
2. Anjurkan penggunaan
sumber spiritual, jika perlu
3. Anjurkan mengungkapkan
perasaan dan persepsi
4. Anjurkan keluarga terlibat
5. Anjurkan membuat tujuan
yang lebih spesifik
6. Anjurkan keluarga terlibat
7. Anjurkan membuat tujuan
yang lebih spesifik
8. Anjurkan cara
memecahkan maslah
secara konstruktif
9. Latih penggunaan teknik
relaksasi
10. Latih kemampuan social,
sesuai kebutuhan
11. Latih mengembangkan
penilaian objektif
11. Kesiapan Setelah dilakukan tindakan Dukungan Koping Keluarga
Peningkatan Koping keperawatan…x…jam Observasi:
Keluarga diharapkan status koping 1. Identifikasirespon
Definisi : Pola keluarga membaik dengan emosional terhadap
adaptasi anggota kriteria hasil: kondisi saat ini
keluarga dalam 1. Kepuasan terhadap 2. Identifikasi beban
mengatasi situasi perilaku bantuan prognosis secara
yang dialami klien anggota keluarga lain psikologis
secara efektif dan meningkat 3. Identifikasi pemahaman
menunjukan 2. Keterpaparan informasi tentang keputusan
keinginan serta meningkat perawatan setelah pulang
kesiapan untuk 3. Perasaan diabaikan Terapeutik:
meningkatkan menurun 1. Dengarkan masalah,
kesehatan keluarga 4. Kekhawatiran tentang perasaan dan pertanyaan
dan klien. anggota keluarga keluarga
menurun 2. Terima nilai-nilai keluarga
GEJALA DAN TANDA 5. Perilaku mengabaikan dengan cara yang tidak
MAYOR anggota keluarga menghakimi
Subjektif menurun 3. Diskusikan rencana
medis dan perawatan
1. Anggota keluarga 6. Komitmen pada
menetepkan tujuan perawatan/pengobatan 4. Fasilitasi memperoleh
untuk meningkat pengetahuan,
keterampilan dan
meningkatkangaya 7. Komunikasi antara
hidup sehat anggota keluarga peralatan yang diperlukan
2. Anggota keluarga meningkat untuk mempertahankan
menetapkan 8. Perasaan tertekan keputusan perawatan
sasaran untuk (depresi) menurun pasien
meningkatkan 9. Perilaku menyerang 5. Hargai dan dukukng
kesehatan (agresi) menurun mekanisme koping adaptif
Objektif 10. Perilaku menghasut yang digunakan
(tidak tersedia) menurun Edukasi
143
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
GEJALA DAN TANDA 11. Gejala psikosomatis 1. Informasikan kemajuan
MINOR pasien secara berkala
Subjektif menurun
1. Anggota keluarga 12. Perilaku menolak 2. Informasikan fasilitas
perawatan kesehatan
mengidentifikasi perawatan menurun yang tersedia
pengalaman yang 13. Perilaku bermusuhan
mengoptimalkan Kolaborasi
kesejahteraan menurun
2. Anggota keluarga 14. Perilaku individualistik 1. Rujuk untuk terapi
berupaya keluarga, jika perlu
menjelaskan menurun
dampak krisis 15. Ketergantung pada Pelibatan Keluarga
terhadap Observasi:
perkembangan anggota keluarga lain
3. Anggota keluarga 1. Identififikasi kesiapan
mengungkapkan menurun keluarga untuk terlibat
minat dalam 16. Perilaku overprotektif dalam perawatan
membuat kontak
dengan orang lain menurun Terapeutik:
yang mengalami 17. Toleransi membaik 1. Batasi Jumlah
situasi yang sama 18. Perilaku bertujuan Pengunjung
2. Cipatakan hubungan
KONDISI KLINIS membaik terapetik pasien dengan
TERKAIT 19. Perilaku sehat membaik keluarga dalam
1. Kelainan genetik perawatan
3. Diskusikan cara
(mis. sindrome perawatan di rumah
down, fibrosis 4. Fasilitasi keluarga
kistik) membuat keputusan
2. Cedera traumatik perawatan
(mis. amputasi,
cedera spinal) Edukasi
3. Kondisi kronis 1. Jelaskan kondisi pasien
(mis. asma, AIDS, kepada keluarga
penyakit 2. Informasikan tingkat
alzheimer) ketergantungan pasien
kepada keluarga
3. Anjurkan keluarga
bersikap asertif dalam
perawatan
4. Anjurkan keluarga terlibat
dalam perawatan
12. Kesiapan Setelah dilakukan Asuhan Dukungan krlompok pendukung
Peningkatan Koping keperawatan selama Observasi :
Komunitas …x… jam diharapkan 1. Identifikasi masalah
Definisi: Pola adaptasi kesiapan koping komunitas sebenarnya dialami
dan penyelesaian meningkat dengan kriteria kelompok
masalah komunitas 2. Identifikasi kelompok
yang memuaskan hasil :
1. Keterpaparan memiliki masalah yang
untuk memenuhi informasi meningkat sama
tuntutan atau 2. Perasaan diabaikan 3. Identifikasi hambatan
kebutuhan menurun menghadiri sesi kelompok
masyarakat, serta
3. Kepuasan terhadap Terapeutik :
144
Bidang Keperawatan perilaku bantuan 1. Siapkan lingkungan
RSAU dr. Efram Harsana
keluarga lain terapeutik dan rileks
dapat ditingkatkan 2. Sepakati jumlah sesi
untuk meningkat pada
penatalaksanaan 4. Komitmen yangdiperlukan dalam
masalah saat ni dan
mendatang. perawatan/pengobat kelompok
3. Bentuk kelompok dgn
GEJALA DAN TANDA an meningkat
MAYOR : 5. Perasaan tertekan pengalaman dan masalah
Subyektif :
1. Perencanaan aktif atau depresi yang sama
Edukasi :
oleh komunitas menurun
mengenai prediksi 6. Perilaku 1. Anjurkan anggota
stressor
2. Pemecahan mengabaikan kelompok mendengarkan
masalah aktif
oehkomunitas anggota keluarga dan memberi dukungan
saat menghadapi
masalah menurun saat mendiskusikan
Obyektif : 7. Komunikasi antara
1. Terdapat sumber- masalah dan perasaan
sumber daya yang anggota keluarga 2. Anjurkan bersikap jujur
adekuat untuk
mengatasi stressor meningkat dalam menceritakan
8. Perilaku menghasut
GEJALA DAN TANDA perasaan dan masalah
MINOR : menurun 3. Anjurkan relaksasi pada
Subyektif : 9. Perilaku menyerang
1. Besepakat bahwa setiap sesi
komunitas menurun
bertanggung jwab 10. Perilaku menolak
terhadap
penatalaksanaan perawatan menurun
stress 11. Perilaku
2. Berkomunikasi
positif di antara bermusuhan
anggota komunitas
3. Berkomunikasi menurun
positif di antara 12. Perilaku
komunitas
Obyektif : individualistic
1. Tersedia program
untuk rekreasi menurun
2. Tersedia program 13. Toleransi membaik
untuk
14. Perilaku bertujuan
membaik
145
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
relaksasi/bersantai
KONDISI KLINIS
TERKAIT
Penurunan tingkat
penyakit, kecelakaan
atau kekerasan
13. Ketidakberdayaan Setelah dilakukan asuhan Promosi harapan
Definisi: Persepsi keperawatan selama Observasi :
bahwa tindakan …x…jam 1. Identifikasi harapan
seseorang tidak akan diharapkankeberdayaan pasien dan keluarga
mempengaruhi hasil teratasi dengan kriteria hasil dalam pencapaian hidup
secara signifikan, : Terapeutik :
persepsi kurang 1. Verbalisasi mampu 1. Sadarkan bhawa kondisi
control pada situasi melaksanakan yang dialami memiliki
saat ini atau yang aktivitas meningkat nilai penting
akan datang 2. Verbalisasi 2. Libatkan pasien secara
keyakinan tentang aktif dlam perawatan
PENYEBAB : kinerja peran 3. Pandu mengingat kembali
1. Program meningkat kenangan yang
perawatan yang 3. Berpartisipasi dalam menyenangkan
kompleks atau perawatan Edukasi :
1. Anjurkan
jangka panjang meningkat
2. Lingkungan tidak 4. Perasaan mengungkapkan
mendukung diasingkan menurun perasaan terhadap
5. Pernyataan kurang
perawatan kondisi dengan realistis
3. Interaksi control menurun 2. Anjurkan
6. Pernyataan rasa
interpersonal tidak mempertahankan
memuaskan malu menurun hubungan
3. Anjurkan
GEJALA DAN TANDA mempertahankan
MAYOR : hubungan terapeutik
Subyektif : dengan orang lain
1. Menyatakan 4. Latih menyusun tujuan
frusasi aau tidak yang sesuai dengan
mampu harapan cara
melaksanakan 5. Latih
aktivitas mengembangkan spiritual
sebelumnya diri
Objektif :
1. Bergantung pada
orang lain
146
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
GEJALA DAN TANDA
MINOR :
Subjektif :
1. Merasa diasingkn
2. Menyatakan
keraguan tentang
kinerja peran
3. Menyatakan
kurang control
Objektif :
1. Tidak
berpartisipasi
dalam perawatan
2. Pengsingan
KONDISI KLINIS
TERKAIT : yang
1. Diagnosis
tidak terduga atau
baru
2. Peristiwa traumatis
3. Diagnosis penyakit
kronis
4. Diagnosis penyakit
terminal
5. Rawat inap
14 Ketidakmampuan Setelah dilakukan asuhan Dukungan Koping Keluarga
koping keluarga keperawatan selama Observasi :
Definisi : Perilaku ….x…. jam diharapkan 1. Idenrespon emosional
orang terdekat ( status koping keluarga terhadap kondisi saat ini
2. Identifikasi beban
anggota keluarga atau teratasi dengan kriteria hasil
orang berarti) yang : prognosis secara
membatasi 1. Kepuasan terhadap psikologis
kemampuan dirinya perilaku bantuan 3. Identifikasi Pemahaman
dank lien untuk anggota keluarga tentang keputusan
beradaptasi dengan lain meningkat perawatan etelah pulang
masalah kesehatan 2. Keterpaparan Terapeutik :
yang dihadapi klien informasi meningkat 1. Dengarkan masalah,
3. Perasaan diabaikan perasaan dan pertanyaan
PENYEBAB : menurun keluarga
1. Huungan keluarga 4. Kekhawatiran 2. Terima nilai nilai keluarga
ambivalen tentang anggota dengan cara yang tidak
2. Pola koping yang keluarga menurun menghakimi
147
Bidang Keperawatan 5. Perilaku 3. Diskusikan rencana
RSAU dr. Efram Harsana medis dan perawatan
mengabaikan
berbeda diantara 4. Fasilitas pengungkapan
klien dan orang anggota keluarga
terdekat perasaan antara pasien
3. Resistensi menurun
keluarga terhadap 6. Komitmen pada dan keluarga atau antar
perawatan/pengob anggota keluarga
atan yang perawatan 5. Hargai dan dukung
kompleks
4. Ketidakmampuan /pengobatan mekanisme koping adaptif
orang terdekat yang digunakan
mengungkapkan meningkat 6. Fasilitasi pengambilan
perasaan 7. Komunikasi antara
keputusan dalam
GEJALA DAN TANDA anggota keluarga
MAYOR merencanakan perawatan
Subjektif meningkat jangka panjang, jika perlu
1. Merasa diabaikan 8. Perasaan tertekan 7. Fasilitasi anggota
Objektif
1. Tidak memenuhi menurun keluarga melalui proses
9. Gejala psikosomatis kematian dan berduka,
kebutuhan anggota
keluarga menurun jika perlu
2. Tidak toleran 10. Perilaku menolak 8. Fasilitasi memperoleh
3. Mengabaikan
anggota keluarga perawatan menurun pengetahuan,
11. Perilaku
GEJALA DAN TANDA ketrampilan, dan
MINOR individualistic
Subjektif peralatan yang diperlukan
1. Terlalu khawatir menurun
12. Perilaku untuk mempertahankan
dengan anggota keputusan perawatan
keluarga overprotektif
2. Merasa tertekan pasien
Objektif menurun 9. Bersikap sebagai
1. Perilaku 13. Toleransi membaik
menyerang 14. Perilaku bertujuan pengganti keluarga untuk
2. Perilaku
menghasut membaik menenangkan pasien dan
3. Tidak 15. Perilaku sehat
berkomitmen atau jika keluarga tidak
4. Perilaku menolak membaik dapat memberikan
5. Perawatan yang
mengabaikan perawatan
kebutuhan dasar 10. Berikan kesempatan
klien
berkunjung bagi anggota
keluarga
Edukasi :
1. Informasikan kemajuan
pasien secara berkala
2. Informasikan fasilitas
perawatan kesehatan
yang tersedia
Kolaborasi :
1. Rujuk untuk terapi
keluarga, jika perlu
148
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
6. Menunjukan
gejala
psikososmatis
7. Perilaku
bermusuhan
perilaku
individualistic
8. Upaya
membangun
hidup bermakna
terganggu
9. Perilaku sehat
terganggu
10. Ketergantungan
anggota keluarga
meningkat
11. Realitas
kesehatan
anggota keluarga
terganggu
15 Koping Defensive Setelah dilakukan asuhan Promosi harga diri
Definisi : Proyeksi
evaluasi diri untuk keperawatan selama Observasi:
melindungi diri dari 1. Identifikasi
ancaman terhadap ….x…. jam diharapkan budaya,
harga diri
status koping membaik agama, ras, jenis kelamin
PENYEBAB :
1. Konflik antara dengan kriteria hasil : dan usia terhadap harga
1. kemampuan
persepsi diri dan diri
system nilai memenuhi peran 2. Monitor verbalisasi yang
2. Takut mengalami
kegagalan sesuai usia merendahkan diri sendiri
3. Takut mengalami 3. Monitor tingkah harga diri
penghinaan meningkat
4. Takut terhadap
dampak situasi 2. perilaku koping setiap waktu, sesuai
yang dihadapi
5. Kurangnya rasa adaptif meningkat kebutuhan
percaya kepada 3. verbalisasi
orang lain Terapeutik :
6. Kurang kemampuan 1. Motivasi terlibat dalam
kepercayaan diri
7. Kurangnya mengatasi masalah verbalisasi positif untuk
meningkat diri sendiri menerima
4. verbalisasi 2. Motivasi
pengakuan masalah tantangan atau hal baru
3. Diskusikan pernyataan
meningkat
5. verbalisasi tentang harga diri
4. Diskusikan kepercayaan
kelemahan diri
meningkat terhadap penilaian diri
5. Diskusikan pengalaman
6. perilaku asertif
meningkat yang meningkatkan harga
7. partisipasi
social diri
149
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
dukungan system meningkat 6. Diskusikan persepsi
pendukung 8. tanggung jawab diri
(support system) negative diri
8. Harapan yang tidak meningkat 7. Diskusikan alasan
realistis 9. orientasi realitas
mengkritik diri atau rasa
meningkat bersalah
8. Diskusikan
10. minat mengikuti penetapan
GEJALA DAN TANDA perawatan tujuan realistis untuk
MAYOR /pengobatan mencapai harga diri yang
Subjektif : meningkat lebih tinggi bersama
1. Menyalahkan 11. kemampuan 9. Diskusikan
orang lain membina hubungan keluarga untuk
2. Menyangkal
meningkat menetapkan harapan dan
adanya masalah 12. verbalisasi
3. Menyangkal batasan yang jelas
rasionalisai 10. Berikan umpan balik
kelemahan diri
4. Merasionalisasi kegagalan menurun positif atas peningkatan
13. hipersensitif terhadp
kegagalan mencapai tujuan
kritik 11. Fasilitas lingkungan dan
Objektif : 14. perilaku
aktivitas yang
1. Hipersensitif
penyalahgunaan zat meningkatkan harga diri
terhadap kritik
menurun Edukasi :
15. perilaku
1. Jelaskan kepada
GEJALA DAN TANDA permusuhan keluarga pentingnya
MINOR menurun dukungan dalam
16. perilaku superior
Subjektif : perkembangan konsep
1. Meremehkan orang menurun positif diri pasien
2. Anjurkan mengidentifikasi
lain
Objektif : kekuatan yang dimiliki
1. Melemparkan 3. Anjurkan
tanggung jawab mempertahankan kontak
2. Tawa permusuhan mata saat berkomunikasi
3. Sikap superior dengan orang lain
4. Anjurkan membuka diri
terhadap orang lain
4. Tidak dapat terhadap kritik negative
5. Anjurkan mengevaluasi
membedakan
realitas minat perilaku
5. Kurang 6. Ajarkan cara mengatasi
mengikuti bullying
7. Latih peningkatan
perawatan/pengob
atan tanggung jawab untuk diri
6. Sulit membangun
sendiri
atau 8. Latih kemampuan positif
mempertahankan diri
9. Latih cra berfikir dan
hubungan
berperilaku positif
150
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
KONDISI KLINIS 10. Latih meningkatkan
kepercayaan pada
TERKAIT kemampuan dalam
1. Penyakit kronis menangani situasi
2. Penyalahgunaan
zat
3. Attention-
deficit/hyperactivity
disorder
4. Gangguan perilaku
5. Oppositional
defiant disorder
6. Delirium
7. Demensia
8. Gangguan
amnestic
16 Koping Komunitas Setelah dilakukan asuhan Edukasi kesehatan
Tidak Efektif keperawatan selama Observasi :
Definisi : Pola ….x…. jam diharapkan 1. Identifikasi kesiapan dan
adaptasi aktivitas status koping komunitas kemampuan menerima
komunitas dan membaik dengan kriteria informasi
penyelesaian masalah hasil : 2. Identifikasi faktor yang
yang tidak 1. Keberdayaan dapat meningkatkan dan
memuaskan untuk komunitas menurunkan motivasi
memenuhi tuntutan meningkat perilaku hidup bersih dan
atau kebutuhan 2. Perencanaan sehat
masyarakat. komunitas Terapeutik :
PENYEBAB : meningkat 1. Sediakan materi dan
1. Paparan bencana 3. Pemecahan
media pendidikan
(alam atau buatan masalah komunitas
kesehatan
manusia) meningkat daya 2. Jadwalkan pndidikan
4. Sumber
kesehatan sesuai
2. Riwayat bencana komunitas ksespakatan
(alam atau buatan 3. Berikan kesempatan
manusia) meningkat
5. Partisipasi untuk bertanya
3. Ketidakadekuatan masyarakat Edukasi :
sumber daya untuk
pemecahan meningkat 1. Jelaskan faktor resiko
6. Kegiatan komunitas yang dapat
masalah memenuhi harapan mempengaruhi kesehatan
4. Ketidakcukupan anggotanya 2. Ajarkan perilaku hidup
sumber daya meningkat bersih dan sehat
7. Komunikasi positif 3. Ajarkan strategi yang
masyarakat (mis.
Istirahat , rekreasi, meningkat dapat digunakan untuk
dukungan social) 8. Program rekreasi meningkatkan perilaku
5. Tidak adanya meningkat hidup bersih dan sehat
151
Bidang Keperawatan 9. Program relaksasi
RSAU dr. Efram Harsana
meningkat jawab
system 10. Tanggung
masyarakat
komunitas terhadap
GEJALA DAN TANDA
MAYOR penatalaksanaan
Subjektif :
1. Mengungkapkan stress meningkat
11. Insiden masalah
ketidakberdayaan
komunitas kesehatan dalam
Objektif :
1. Komunitas tidak komunitas menurun
meenuhi harapan 12. Kerentanan
anggotanya
2. Konflik masyarakat komunitas menurun
meningkat 13. Tingkat kejadian
3. Insiden masalah
masyarakat tinggi ( penyakit menurun
mis. Pembunuhan,
pengrusakan, 14. Tingkat stress
terorisme,
perampokan, menurun
pelecehan
penggangguran,
kemiskinan, dan
penyakit mental)
GEJALA DAN TANDA
MINOR
Subjektif :
1. Mengungkapka
n kerentanan
komunitas
Objektif :
1. Partisipasi
masyarakat
kurang
2. Tingkat
penyakit
masyarakat
meningkat
3. Stress
meningkat
KONDISI KLINIS
152
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
TERKAIT
1. Insiden kekerasan
tinggi
2. Tingkat penyakit
tinggi
3. Sedikitnya
kesempatan atau
lkasi untuk
interaksi
komunitas
17 Koping Tidak Efektif Setelah dilakukan asuhan Dukungan Pengambilan
Definisi : keperawatan selama ..x… Keputusan
Ketidakmampuan jam diharapkan status Observasi :
menilai dan merespon koping membaik dengan 1. Identifikasi Persepsi
stressor dan kriteria hasil : Mengenai Masalah Dan
ketidakmampuan 1. Kemampuan Informasi Yang Memicu
menggunakan sumber memenuhi peran Konflik
sumber yang ada sesuai usia Terapeutik
untuk mengatasi meningkat 1. Diskusikan Kelebihan
masalah. 2. Perilaku koping Dan Kekurangan Dari
adaptif meningkat Setiap Solusi
PENYEBAB : 3. Verbalisasi 2. Fasilitasi Melihat Situasi
1. Ketidakpercayaan kemampuan Secara Realistic
terhadap mengatasi masalah 3. Motivasi Mengngkapkan
kemampuan diri meningkat Tujuan Perawatan Yang
mengatasi 4. Verbalisasi Diharapkan
masalah ‘ 4. Fasilitasi Pengambilan
2. Ketidakadekuatan pengakuan masalah
system pendukung meningkat Keputusan Secara
3. Ketidakadekuatan 5. Verbalisasi
Kolaboratif
kelemahan diri 5. Hormati Hak Pasien
strategi koping meningkat asertif Untuk Menerima Atau
4. Ketidakcukupan 6. Perilaku social
Menolak Informasi
persiapan untuk meningkat 6. Fasilitasi Menjelaskan
7. Partisipasi
mengahdapi Keputusan Kepada Orang
stressor meningkat Lain Jika Perlu
5. Ketidakteraturan 8. Tanggung jawab diri
7. Fasilitasi Hubungan
atau kekacauan meningkat Antara Pasien Keluarga,
9. Orientasi realitas
lingkungan Dan Tenaga Kesehatan
6. Disfungsi system meningkat
Lainnya
keluarga 10. Minat mengikuti
7. Krisis situasional Edukasi :
8. Krisis maturasional perawatan 1. Informasikan Alternative
9. Kerentanan
/pengobatan Solusi Secara Jelas
personalitas 2. Berikan Informasi Yang
meningkat
11. Kemampuan Diminta Pasien
153
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
10. Ketidakpastian membina hubungan Kolaborasi :
meningkat 1. Kolaborasi Dengan
12. Verbalisasi
GEJALA DAN TANDA Tenaga Kesehatan Lain
rasionalisai
MAYOR Dalam Memfasilitasi
kegagalan menurun
Subjektif : 13. Hipersensitif terhadp Pengambilan Keputusan
1. mengungkapkan
kritik
tidak mampu 14. Perilaku
mengatasi penyalahgunaan zat
masalah menurun
15. Perilaku
Objektif
1. Tidak mampu permusuhan
memenuhi menurun
16. Perilaku superior
peran yang
menurun
diharapkan
2. Menggunakan
mekanisme
koping yang
tidak sesuai
GEJALA DAN TANDA
MINOR
Subjektif :
1. Tidak mampu
memenuhi
kebutuhan
dasar
2. Kekhawatiran
kronis
Objektif
1. Penyalahguna
an zat
2. Memanipulas
orang lain
untuk
memenuhi
keinginannya
sendiri
3. Perilaku tidak
asertif
4. Partisipasi
social kurang
KONDISI KLINIS
TERKAIT
154
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
1. Kondisi
perawatan
kritis
2. Attention
deficit/hyperac
tive disorder
3. Gangguan
perilaku
4. Oppositional
defiant
disorder
5. Gangguan
kecemasan
perpisahan
6. Delirium
7. Demensia
8. Gangguan
amnestic
9. Intoksikasi zat
10. Putus zat
18 Penurunan Koping Setelah dilakukan asuhan Promosi Koping
Keluarga keperawatn selama Observasi :
Definisi : …x… jam diharapkan 1. Identifikasi kegiatan
Ketidakadekuatan status koping keluarga jangka pendek dan
atau ketidakefektifan membaik dengan kriteria panjang sesuai tujuan
dukungan, rasa hasil : 2. Identifikasi kemampuan
yang dimiliki
nyaman , bantuan dan 1. Kepuasan terhadap
motivasi orang perilaku bantuan 3. Identifikasi sumber daya
terdekat yang anggota keluarga yang tersedia untuk
dibutuhkan klien untuk lain meningkat memenuhi tujuan
mengelola atau 2. Keterpaparan 4. Identifikasi pemahaman
mengatasi masalah informasi meningkat proses penyakit
kesehatannya. 3. Perasaan diabaikan 5. Identifikasi dampak situasi
menurun terhadap peran dan
PENYEBAB : 4. Kekhawatiran hubungan
1. Situasi tentang anggota 6. Identifikasi metode
penyerta yang keluarga menurun openyelesaian masalah
mempengaruhi 5. Perilaku 7. Identifikasi kebutuhan dan
orang terdekat mengabaikan keinginan terhadap
2. Krisis anggota keluarga dukungan social
perkembangan menurun pada Terapeutik :
6. Komitmen 1. Diskusikan perubahan
yang dihadapi peran yang dialami ‘
perawatan 2. Gunakan pendekatan
orang terdekat
3. Kelelahan /pengobatan
meningkat
155
Bidang Keperawatan 7. Komunikasi antara yang tenang dan
RSAU dr. Efram Harsana
anggota keluarga meyakinkan
orang terdekat 3. Diskusikan alasan
dalam meningkat
memberikan 8. Perasaan tertekan mengritikdiri sendiri
dukungan 4. Fasilitasi dalam
4. Disorganisasi menurun
keluarga 9. Gejala psikosomatis memperoleh informasi
5. Perubahan
peran keluarga menurun yang dibutuhkan
6. Tidak 10. Perilaku menolak 5. Berikan pilihan realistis
tersedianya
informasi bagi perawatan menurun mengenai aspek tertentu
orang terdekat 11. Perilaku
7. Kurangnya dalam perawatan
saling individualistic 6. Motivasi untuk
mendukung
8. Tidak menurun menentukan harapan
cukupnya 12. Perilaku
dukungan yang realistis
yang diberikan overprotektif 7. Motivasi terlbat dalam
klien kepada
orang terdekat menurun kegiatan social
9. Orang terdekat 13. Toleransi membaik 8. Kurangi rangsangan
kurang
terpapar 14. Perilaku bertujuan lingkungan yang
informasi
10. Salahnya/tidak membaik sehat mengancam
paham 15. Perilaku
informasi yang Edukasi :
didapatkan membaik 1. Anjurkan keluarga terlibat
orang terdekat 2. Anjurkan penggunaa
11. Orang terdekat
terlalu focus spiritual jika perlu
pada kondisi 3. Anjurkan mengungkapkan
diluar keluarga
12. Penyakit perasaan dan persepsi
kronis yang 4. Anjurkan membuat tujuan
mengahbiskan
kemamouan yang spesifik
dukungan 5. Latih penggunan
orang terdekat
13. Krisis teknikrelaksasi
situasional 6. Latih ketrampilan social
yang dialami 7. Latih mengembangkan
orang terdekat
penilaian obyektif
156
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
GEJALA DAN TANDA
MINOR
Subjektif :
1. Klien
mengeluh
tentang respon
orang tedekat
pada masalah
kesehatan
Objektif :
1. Orang terdekat
menarik diri
dari klien
2. Terbatasnya
komunikasi
orang terdekat
dengan klien
GEJALA DAN TANDA
MINOR
Subjektif :
1. Orang terdekat
menyatakan
kurang
terpapar
informasi
tentang upaya
mengatasi
masalah klien
Objektif :
1. Bantuan yang
dilakukan
orang terdekat
menunjukkan
hasil yang
tidak
memuaskan
2. Orang terdekat
berperilaku
protektif yang
tidak sesuai
dengan
kemampuan
157
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
klien
KONDISI KLINIS
TERKAIT
1. Penyakit
alzheimer
2. Aids
3. Kelainan yang
menyebabkan
paralisis
permanen
4. Kanker
5. Penyakit
kronis
6. Penyalahguna
an zat
7. Krisis keluarga
8. Konflik
keluarga yang
belum
terselesaikan
19 Penyangkalan Tidak Setelah dilakukan asuhan Promosi kesadaran
Efektif keperawatan selama diriObservasi :
Definisi : Upaya …..x…. jam diharapkan 1. Identfikasi keadaan
mengingkari penerimaan meningkat emosional saat ini
pemahaman atau dengan kriteria hasil : 2. Identifikasi respon yang
makna suatu peristiwa 1. Verbalisasi ditunjukkan berbagai
secara sadar atau penerimaan situasi
tidak sadar untuk meningkat Terapeutik :
menurunkan 2. Verbalisasi 1. Diskusikan nilai-nilai yang
kecemasan atau perasaan yang berkontribusi terhadap
ketakutan yang dapat dialami meningkat konsep diri
menyebabkan 3. Perilaku mencari 2. Diskusikan tentang pikiran
gangguan kesehatan. perawatan , perilaku atau respon
meningkat terhadap kondisi
PENYEBAB : 4. Menyusun 3. Diskusikan dampak
1. Kecemasan perencanaan masa penyakit pada konsep diri
2. Ketakutan 4. Ungkapkan penyangkalan
depan meningkat
terhadap
5. Kemampuan tentang kenyataan
kematian
menghargai diri 5. Motivasi dalam
158
Bidang Keperawatan sendiri meningkat meningkatkan
RSAU dr. Efram Harsana 6. Hubungan positif
kemampuan belajar
3. Ketakutan
terhadap meningkat Edukasi : mengenali
perpisahan 7. Koping meningkat 1. Anjurkan
8. Pembuatan
4. Ketakutan pikiran dan perasaan
mengalami
kehilangan keputusan tentang diri
kematian 2. Anjurkan
meningkat menyadari
5. Ketidakefektifa
n strategi 9. Marah menurun bahwa setiap orang unik
koping 10. Menarik 3. Anjurkan mengungkapkan
diri
6. Ketidakpercay
aan terhadap menurun perasaan meminta
kemampuan 11. Perasaan kesepian 4. Anjurkan
mengatasi
masalah menurun bantuan orang lain
5. Anjurkn mengidentifikasi
7. Ancaman 12. Pikiran tentang
terhadap
realitas yang kehilangan menurun perasaan bersalah
tidak
menyenangka 6. Anjurkan mengubah
n
pandangan diri sebagai
GEJALA DAN TANDA
MAYOR korban
Subjektif : 7. Ajarkan cara membuat
1. Tidak prioritas hidup
mengakui 8. Latih kemampuan positif
dirinya
mengalami yang dimiliki
gejala atau
bahaya
Objektif :
1. Menunda
mencari
pertolongan
pelayanan
kesehatan
GEJALA DAN TANDA
MINOR
Subjektif :
1. Mengaku tidak
takut dengan
kematian
159
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
2. Mengaku tidak
takut dengan
penyakit kronis
3. Tidak
mengakui
bahwa
penyakit
berdampak
pada pola
hidup
Objektif :
1. Melakukan
pengobatan
sendiri
2. Mengalihkan
sumber gejala
ke organ lain
3. Berperilaku
acuh tak acuh
saat
membicarakan
peristiwa
penyebab
stress
4. Menunjukkan
afek yang
tidak sesuai
KONDISI KLINIS
TERKAIT
1. Penyakit
kronis
2. Intoksikasi zat
3. Putus zat
4. Penyakit
alzeimer ‘
5. Penyakit
terminal
20 Perilaku Kesehatan Setelah dilakukan tindakan Promosi Perilaku Upaya
Cenderung Beresiko keperawatan selama ..x… Kesehatan
Definisi : Hambatan jam diharapkan perilaku Observasi :
kemmapuan dalam kesehatan membaik 1. Identifikasi perilaku upaya
mengubah gaya dengan kriteria hasil : kesehatan yang dapat
hidup/perilaku untuk 1. Penerimaan ditingkatkan
160
Bidang Keperawatan terhadap perubahan Terapeutik :
RSAU dr. Efram Harsana
status kesehatan 1. Berikan lingkungan yang
memperbaiki status
kesehatan meningkat mendukung kesehatan
2. Kemampuan
PENYEBAB : 2. Orientasi pelayanan
1. Kurang
terpapar melakukan tindakan kesehatan yang dapat
informasi
2. Ketidakadekua pencegahan dimanfaatkan
tan dukungan
social masalah kesehatan Edukasi :
3. Self efficacy
yang rendah meningkat 1. Anjurkan persalinan
4. Status sosio- 3. Kemampuan
ekonomi ditolong oleh tenaga
rendah
5. Stressor peningkatan kesehatan
berlebihan kesehatan 2. Anjurkan menggunakan
6. Sikap negative
terhadap meningkat air bersih
pelayanan 4. Pencapaian 3. Anjurkan mencuci tangan
kesehatan
7. Pemilihan pengendalian dengan air bersih dan
gaya hidup
tidak sehat kesehatan sabun
(mis. Merokok, meningkat 4. Anjurkan menggunakan
konsumsi
alcohol jamban sehat
berlebihan ) 5. Anjrkan memberantas
GEJALA DAN TANDA jentik dirumah seminggu
MAYOR :
Subjektif : (-) sekali
Objektif : 6. Anjurkan makan sayur
1. Menunjukkan dan buah setiap hari
penolakan
terhadap 7. Anjurkan melakukan
perubahan
status aktivitas fisik setiap hari
kesehatan 8. Anjurkan tidak merokok di
2. Gagal dalam rumah
melakukan
tindakan
pencegahan
masalah
kesehatan
161
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
3. Menunjukkan
upaya
peningkatan
sttaus
kesehatan
yang minimal
GEJALA DAN TANDA
MINOR
Subjektif : (-)
Objektif :
1. Gagal
mencapai
pengendalian
yang optimal
KONDISI KLINIS
TERKAIT
1. Kondisi baru
terdiagnosis
penyakit
2. Kondisi
perubahan
gaya hidup
baru akibat
penyakit
3. Tumor otak
4. Gangguan
kepribadian
dan psikotik
5. Depresi
21. Resiko distress Setelah dilakukan Tindakan Dukungan perkembangan
spiritual keperawatan …x… jam Spititual
FAKTOR RESIKO : di harapkan terjadi Terapeutik:
1. Perubahan peningkatan terhadap 1. Sediakan lingkungan
dukungan spiritual
yang tenang untuk refleksi
hidup Kriteria hasil diri
2. Perubahan 1. Meningkatnya 2. Fasilitasi mengidentifikasi
lingkungan verbalisasi makna masalah spiritual
3. Bencana alam 3. Fasilitasi mengidentifikasi
4. Sakit kronis dan tujuan hidup
5. Sakit fisik 2. Meningkatnya hambatan dalam
6. Penyalahguna
verbalisasi pengenalan diri
4. Fasilitasi mengeksplorasi
kemampuan
an zat didalam makna keyakinan terkait
7. Kecemasan hidup pemuliahan tubuh, pikiran
162
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
8. Perubahan 3. Membaiknya dan jiwa
dalam ritual perilaku marah 5. Fasilitasi hubungan
agama
terhadap tuhan persahaban dengan
9. Perubahan 4. Membaiknya
dalam praktik orang lain dan pelayanan
spiritual kemampuan
beribadah keagamaan
10. Konflik Edukasi
spiritual
1. Anjurkan membuat
11. Depresi
12. Ketidakmampu komitmen spiritual
berdasarkan keyakinan
an memaafkan
13. Kehilangan dan nilai
14. Harga diri 2. Anjurkan berpartisipasi
rendah dalam kegiatan ibadah
15. Hubungan (hari raya, ritual) dan
buruk meditasi
16. Konflik rasial Kolaborasi
17. Berpisah
1. Rujuk pada pemuka
dalam system
pendukung agama/kelompok agama,
18. Stress
jika perlu
KONDISI KLINIS 2. Rujuk kepada kelompok
TERKAIT :
pendukung, swabantu,
Penyakit
kronis (mis. atau program spiritual,
Arthritis
rheumatoid,skl jika perlu
erosis
multiple)
Penyait
terminal (mis.
Kanker)
Retardasi
mental
Kehilangan
ekstremitas
Suddent infant
death
syndrome
(SIDS)
Kelahiran mati,
kematian
janin,
keguguran)
kemandulan
22 Resiko harga diri Setelah dilakukan Tindakan Promosi Harga Diri
rendah kronis keperawatan …x… jam di Observasi :
harapkan terjadi 1. Monitor verbalisasi
163
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
FAKTOR RESIKO : peningkatan positif merendahkan diri sendiri
1. Gangguan 2. Monitor tingkat harga diri
terhadap diri sendiri
psikiatrik setiap waktu, sesuai
2. Kegagalan Kriteria Hasil kebutuhan terapeutik
1. Penilaian terhadap Terapeutik :
berulang 1. Motivasi terlibat dalam
3. Ketidaksesuai diri sendiri menjadi vervalisasi positif untuk
diri sendiri
an budaya positif 2. Diskusikan perepsi
4. Ketidaksesuai 2. Mampu menerima negative diri
Edukasi
an spiritual penilaian positif
5. Ketidakefektifa 1. Jelasakan kepada
terhadap diri sendiri keluarga pentingnya
n koping 3. Postur tubuh dukungan dalam
perkembangan positif diri
terhadap menampakan wajah pasien
4. Perasaan malu
kehilangan 2. Latih cara berfikir
6. Kurang menurun danperilaku positif
5. Perasaan bersalah
mendapat
berkurang
kasih sayang
7. Kurang
keterlibatan
dalam
kelompok/mas
yarakat
8. Kurang
penghargaan
dari orang lain
9. Ketidakmampu
an
menunjukan
perasaan
10. Perasaan
kurang
didukung
orang lain
11. Pengalaman
traumatic
KONDISI KLINIS
TERKAIT :
Penyakit
kronis
Penyakit
degenerative
Gangguan
perilaku
Gangguan
perkembangan
Gangguan
mental
Penyalahguna
an zat
Gangguan
164
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
mood
Trauma
Pasca
pembedahan
Kehilangan
fungsi tubuh
23 Resiko harga diri Setelah dilakukan Tindakan Promosi Harga Diri
rendah situasional keperawatan …x… jam Observasi
di harapkan terjadi 1. Monitor verbalisasi
FAKTOR RESIKO : peningkatan terhadap merendahkan diri sendiri
1. Gangguan perasaan positif terhadap 2. Monitor tingkat harga diri
gambaran diri diri sendiri. setiap waktu, sesuai
2. Gangguan kebutuhan terapeutik
Kriteria Hasil
fungsi 1. Meningkatnya Terapeutik
3. Gangguan 1. Motivasi terlibat dalam
penilaian diri positif
peran sosial 2. Dapat menerima verbalisasi positif untuk
4. Harapan tidak
penilaian positif diri sendiri
realistis terhadap diri sendiri 2. Diskusikan persepsi
5. Kurang 3. Mengekspresikan negatif diri
pemahaman postur tubuh dengan Edukasi
terhadap menampakan wajah 1. Jelaskan kepada keluarga
situasi 4. Perasaan malu pentingnya dukungan
6. Penurunan menurun dalam perkembangan
kontrol 5. Berkurangnya positif diri pasien
terhadap perasaan bersalah 2. Latih cara berpikir
lingkungan danberprilaku positif
7. Penyakit fisik
8. Perilaku tidak
sesuai dengan
nilai setempat
9. Kegagalan
10. Perasaan tidak
berdaya
11. Riwayat
kehilangan
12. Riwayat
pengabaian
13. Riwayat
penolakan
14. Riwayat
enganiayaan
(mis, fisik,
psikologis,
seksual)
15. Transisi
perkembangan
KONDISI KLINIS
TERKAIT :
165
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
1. Cedera
traumatis
2. Pembedahan
3. Kehamilan
4. Kondisi baru
terdiagnosis(
mis. Diabetes
mellitus)
5. Stroke
6. Penyalahguna
an zat
7. demensia
24 Resiko Setelah dilakukan Tindakan Promosi Harapan
ketidakberdayaan keperawatan …x… jam Observasi
di harapkan terjadi pola 1. Identifikasi harapan
FAKTOR RESIKO : persepsi yang cukup untuk pasien dan keluarga
1. Perjalanan merasa sejahtera dalam pencapaian hidup
penyakit yang Kriteria Hasil Terapeutik
berangsur 1. Verbalisasi terhadap 1. Sadarkan bahwa kondisi
lama atau kepuasan terhadap yang dialami memiliki nilai
tidak dapat diri sendiri penting
diprediksi meningkat 2. Pandu mengingat kembali
2. Harga diri 2. Verbalisasi kenangan yang
rendah yang kepuasan terhadap menyenangkan
berlangsung harga diri meningkat 3. Libatkan pasien aktif
lama 3. Meningkatnya dalam keperawatan
3. Status verbalisasi 4. Kembangkan rencana
ekonomi kepuasan terhadap perawatan yang
rendah penampilan peran melibatkan tingkat
4. Ketidakmamp 4. Meningkatnya pencapaian tujuan
uan mengatasi verbalisasi sederhana sampai
masalah kepuasan teradap dengan kompleks
5. Kurang 5. Berikan kesempatan
citra tubuh
dukungan 5. Meningkatnya kepada pasien dan
sosial verbalisasi keluarga terlibat dengan
6. Penyakit yang kepuasan terhadap
identitas diri dukungan kelompok
melemahkan 6. Ciptakan lingkungan yang
secara 6. Verbalisasi memudakan
progresif keinginan mempraktikankebutuhan
7. Marginalisasi meningkatkan spiritual
sosial konsep diri Edukasi
8. Kondisi 7. Verbalisasi rasa 1. Anjurkan mengungkapkan
terstigma percaya diri perasaan terhadap
9. Penyakit meningkat kondisi dengan realistis
terstigma 8. Meningkatnya 2. Anjurkan
10. Kurang verbalisasi mempertahankan
terpapar penerimaan
informasi terhadap kelebihan
11. Kecemasan
166
Bidang Keperawatan diri hubungan (mis,
RSAU dr. Efram Harsana 9. Meningkatnya
menyebutkan nama orang
KONDISI KLINIS verbalisasi
TERKAIT yang dicintai)
penerimaan 3. Anjurkan
1. Diagnosis
yang tidak terhadap mempertahankan
terduga atau
baru keterbatasan diri hubungan terapeutik
10. Membaik nya
2. Peristiwa dengan orang lain
traumatis tindakan sesuai 4. Latih menyusun tujuan
3. Diagnosis perasaan yang sesuai dengan
penyakit kronis
harapan
4. Diagnosis 5. Latih cara
penyakit
terminal mengembangkan spiritual
5. Rawat diri
6. Latih cara mengenang
dan menikmati masa lalu
(mis, prestasi,
pengalaman)
25 Sindrom pasca Setelah dilakukan Tindakan Dukungan proses berduka
trauma keperawatan …x… jam Observasi :
Definisi : Respon di harapkan ketahanan 1. Identifikasi kehilangan
maladaptif yang personal meningkat dengan yang dihadapi
berkelanjutan kriteria hasil : 2. Identifikasi proses
terhadap kejadian Kriteria hasil berduka yang alami
trauma. 1. Meningkatnya 3. Identifikasi sifat
verbalisasi yang ketertarikan pada benda
PENYEBAB : positif yang hilang atau orang
1. Bencana 2. Mengungkapkan
2. Peperangan yang meninggal
3. Riwayat strategi koing yang 4. Identifikasi reaksi awal
efektif terhadap kehilangan
korban 3. Meningkatnya Terapeutik :
1. Tunjukan sikap menerima
perilaku verbalisasi perasaan
4. Menunjukan harga dan empati
kekerasan 2. Motivasi agar mau
4. Kecelakaan diri yang positif
5. Saksi 5. Mampu mengambil mengungkapkan
pembunuhan tanggung jawab perasaan kehilangan
6. Mampu mencari 3. Motivasi untuk
GEJALA DAN TANDA dukungan emosional menguatkan dukunga
MAYOR : 7. Dapat menganggap keluarga atau orang
Subyektif : kesulitan sebagai terdekat
1. Mengungkapk tantangan 4. Fasilitasi melakukan
an secara kebiasaan sesuai dengan
berlebihan budaya, agama dan
atau norma sosial.
menghindari 5. Fasiltasi
pembicaraan mengekspresikan
kejadian perasaan dengan cara
yang nyaman
167
Bidang Keperawatan (mis.membaca buku,
RSAU dr. Efram Harsana menulis, menggambar
atau bermain)
trauma Edukasi
2. Merasa 1. Jelasakan kepada pasien
dan keluarga bahwa sikap
cemas mengingkari, marah tawar
3. Teringat menawar seperti dan
menerima adalah wajar
kembali dalam menghadapi
kejadian kehilangan
traumatis 2. Anjurkan mengidentifikasi
Obyektif : ketakutan terbesar pada
1. Memori masa kehilangan
lalu terganggu 3. Anjurkan
2. Mimpi buruk mengekspresikan
berulang perasaan tentang
3. Ketakutan kehilangan
berulang 4. Anjurkan melewati proses
4. Menghindari berduka secara bertahap
aktivitas,
tempat atau 168
orang yang
membangkitka
n kejadian
trauma.
GEJALA DAN TANDA
MINOR :
Subyektif :
1. Tidak percaya
pada orang
lain
2. Menyalahkan
diri sendiri
Obyektif :
1. Minat
berinteraksi
dengan orang
lain menurun
2. Konfusi atau
disosiasi
3. Gangguan
interpretasi
realitas
4. Sulit
berkonsentrasi
5. Waspada
berlebihan
6. Pola hidup
terganggu
7. Tidur
terganggu
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
8. Merusak diri
sendiri (mis.
Mengkonsums
i alcohol,
penggunaan
zat, percobaan
bunuh diri,
tindakan
kriminal)
KONDISI KLINIS
TERKAIT
1. Korban
kekerasan
2. Post traumatic
stress disorder
(PTSD)
3. Korban
bencana alam
4. Multiple
personality
disorder
5. Korban
kekerasan
seksual
26 Waham Setelah dilakukan Tindakan Manajemen waham
Definisi: Keyakinan keperawatan …x… jam Observasi :
1. Monitor waham yang
yang keliru tentang isi di harapkan status orientasi
pikiran yang membaik: isinya membahayakan diri
dipertahankan secara Kriteria Hasil sendiri orang lain dan
kuat atau terus 1. Meningkatnya lingkungan
menerus namun tidak verbalisasi waham 2. Monitor efek terapeutik
sesuai dengan 2. Meningkatnya dan efek samping obat
kenyataan. perilaku waham
PENYEBAB : 3. Perilaku sesuai Terapeutik :
1. Faktor 1. Bina hubungan
realita membaik
4. Membaiknya isi interpersonal saling
biologis: piker sesuai realita percaya
kelainan 5. Meningkatnya 2. Tunjukan sikap tidak
genetic/keturu pembicaraan menghakimi secara
nan, kelainan konsisten
neurologis 3. Diskusikan waham
(mis. dengan berfokus pada
Gangguan perasaan yang mendasari
system limbic, waham(‘’anda terlihat
gangguan seperti sedang merasa
ganglia ketakutan’’)
basalis, tumor 4. Hidari perdebatan tentang
otak) keyakinan yang keliru,
2. Faktor nyatakan keraguan sesuai
169
Bidang Keperawatan fakta
RSAU dr. Efram Harsana 5. Hidari memperkuat
psikodimanik gagasan waham
(mis. Isolasi 6. Sediakan lingkungan
sosial,
hipersensitif) aman dan nyaman
3. Maladaptasi 7. Berikan aktivitas rekreasi
4. Stress
berlebihan dan pengalihan sesuai
kebutuhan
GEJALA DAN TANDA 8. Lakukan intervensi
MAYOR : pengontrolan perilaku
Subyektif : waham (mis.limit setting,
Mengungapkan isi pembatasan wilayah,
waham pengekangan fisik, atau
Obyektif : seklusi)
Edukasi
1. Menunjukan 1. Anjurkan mengungapkan
perilaku sesuai dan memvalidasi waham
isi waham (uji realitas) dengan orang
yang dipercaya (emberi
2. Isi pikir tidak asuhan/keluarga)
sesuai realitas 2. Anjurkan melakukan
rutinitas harian secara
3. Isi konsisten
pembicaraan
sulit 170
dimengerti
GEJALA DAN TANDA
MINOR :
Subyektif :
1. Merasa sulit
berkonsentrasi
2. Merasa
khawatir
Obyektif :
1. Curiga
berlebihan
2. Waspada
berlebihan
3. Bicara
berlebihan
4. Sikap
menentang atau
permusuhan
5. Wajah tegang
6. Pola tidur
berubah
7. Tidak mampu
mengambil
keputusan
8. Flight of idea
9. Produktifitas
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
kerja menurun
10. Tidak mamu
merawat diri
11. Menarik diri
171
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
NO DIAGNOSA TUJUAN DAN KRITERIA INTERVENSI (SIKI)
KEPERAWATAN HASIL
(SDKI) (SLKI)
1. Gangguan tumbuh Setelah dilakukan Perawatan Perkembangan
kembang Tindakan keperawatan Observasi:
Definisi: Kondisi individu 1. Identifikasi
…x… jam di harapkan
mengalami gangguan status perkemangan pencapaian tugas
kemampuan bertumbuh dan membaik dengan kriteria:
berkembang sesuai dengan perkembangan anak
kelompok usia. Kriteria Hasil 2. Identifikasi isyarat
perilaku dan
PENYEBAB : 1. Meningkatnya fisiologis yang
1. Efek
ketidakmampuan fisik keterampilan atau ditunjukkan bayi
2. Keterbatasan
lingkungan perilaku sesuai (mis.lapar, tidak
3. Inkonsistensi respon
4. Pengabaian usia. nyaman)
5. Terpisah dari orang 2. Dapat melakukan
tua /orang terdekat Terapeutik:
6. Defisiensi stimulus kemampuan 1. Pertahankan
GEJALA DAN TANDA perawatan diri sentuhan seminimal
MAYOR :
Subyektif : (-) dengan baik mungkin pada bayi
Obyektif : 3. Meningkatmya
premature
1. Tidak mampu respon sosial 2. Berikan sentuhan
melakukan 4. Meningkatnya
keterampilan atau yang bersifat
kontak mata
5. Kemarahan gentledan tidak
menurun ragu-ragu
6. Regresi menurun 3. Meminimalkan nyeri
7. Afek membaik 4. Meminimalkan
8. Pola tidur
kebisinganruangan
membaik 5. Pertahankan
lingkungan yang
mendukung
perilaku khas sesuai perkembangan
usia ( fisik, bahasa, optimal
motorik, psikososial) 6. Motivasianak
2. Pertumbuhan fisik berinteraksi dengan
terganggu anak lain
7. Sediakan aktivitas
GEJALA DAN TANDA yang memotivasi
MINOR : anak berinteraksi
Subyektif : (-) dengananaklainnya
Obyektif : 8. Fasilitasi anak
1. Tidak mampu berbagi dan
melakukan perawatan bergantian/bergilir
diri sesuai usia 9. Dukungan
2. Afek datar mengekspresikan
3. Respon sosial lambat diri melalui
4. Kontak mata terbatas penghargaan positif
5. Nafsu makan atau umpan balik
menurun atas usahanya
6. Lesu 10. Pertahankan
kenyamanan anak
11. Fasilitasi anak
172
Bidang Keperawatan melatih keterampilan
RSAU dr. Efram Harsana
pemenuhan
7. Mudah marah
8. Regresi kebutuhan secara
9. Pola tidur terganggu
mandiri )mis.makan,
(pada bayi)
sikat gigi, cuci
tangan, memakai
baju)
12. Bernyanyi bersama
anak lagu-lagu yang
disukai
13. Bacakan cerita
ataudongrng
14. Dukung partisipasi
anak disekolah,
ekstrakurikuler dan
aktivitas komunitas
15. Edukasi
16. Jelaskan orang tua
dan atau pengasuh
tentang milestone
perkembangan anak
dan perilaku anak
17. Anjurkan orang tua
menyentuh dan
menggendong
bayinya
18. Anjurkan orang tua
berinteraksi dengan
anaknya
19. Ajarkan anak
keterampilan
berinteraksi
20. Ajarkan anak
teknikasertif
Kolaborasi
1. Rujuk untuk
konseling, jika perlu
Promosi perkembangan
anak
Observasi:
1. Identifikasi
kebutuhan khusus
anak dan
kemampuan
adaptasi anak
173
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
Terapeutik:
1. Fasiliitasi hubungan
anak dengan teman
sebaya
2. Dukunganakberinter
aksidengan anak
lain
3. Dukunga
mengekpresikan
perasaannya secara
positif
4. Dukungan dalam
bermimpi atau
berfantasi
sewajarnya
5. Dukung pastisipasi
anak di sekolah,
ekstrakulikuler dan
aktivitas komunitas
6. Berikan mainan
yang sesuai dengan
usia anak
7. Bernyanyi Bersama
anak lagu-lagu yang
disukai anak
8. Bacakan
dongeng/cerita
untuk anak
9. Diskusikan Bersama
remaja tujuan dan
harapannya
10. Sediakan
kesempatan dan
alat-alat untuk
menggambar,
melukis dan
mewarnai
11. Sediakan mainan
berupa puzzle dan
maze
Edukasi
1. Jelaskan nama-
nama benda objek
yang ada
dilingkungan sekitar
2. Ajarkan pengasuh
milestones
perkembangan dan
174
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
perilaku yang
dibentuk
3. Ajarkan sikap
kooperatif, bukan
kompetisi diatara
anak
4. Ajarkan anak cara
meminta bantuan
dari anak lain, jika
perlu
5. Ajarkan Teknik
asertif pada anak
dan remaja
2 Resiko gangguan Setelah dilakukan Promosi perkembangan
perkembangan Tindakan keperawatan anak
FAKTOR RESIKO : …x… jam di harapkan Observasi :
status perkembangan
1. Ketidakadekuatan membaik 1. Identifikasi
nutrisi Kriteria Hasil kebutuhan khusus
2. Ketidakadekuatan 1. Meningkatnya anak dan
kekuatan prenatal keterampilan kemampuan
3. Usia hamil dibawah perilaku sesuai adaptasi anak
15 tahun usia Terapeutik :
4. Usia hamil diatas 35 2. Mampu 1. Fasilitasi hubungan
tahun melakukan anak dengan teman
5. Kehamilan tidak
perawatan diri sebaya
terencana 3. Meningkatnya 2. Dukung adan
6. Kehamilan tidak
respon social interaksi dengan
diinginkan 4. Meningkatnya
7. Gangguan endokrin orang lain
8. Prematuritas kontak mata 3. Dukung cara
9. Kelainan 5. Kemarahan
mengekspresikan
genetik/kongenital menurun
10. Kerusakan otak (mis. 6. Regresi menurun perasaannya
7. Afek membaik
Pendarahan selama 8. Pola tidur dengan positif
4. Dukung cara
periode pascanatal, membaik berimajinasi dan
penganiayaan, berfantasi
kecelakaan) sewajarnya
11. Penyakit kronis 5. Dukung partisipasi
12. Infeksi anak disekolah,
13. Efek saming terapi ekstrakulikuler dan
(mis. Kemoterapi, aktivitas komunitas
terapi radiasi, agen 6. Berika mainan yang
farmakologis) sesuai dengan usia
14. Penganiayaan (mis.
anak
Fisik, psikologi, 7. Diskusikan bersama
seksual) remaja tujuan dan
15. Gangguan
harapanya
pendengaran 8. Sediakan
16. Gangguan
175
Bidang Keperawatan kesempatan alat alat
RSAU dr. Efram Harsana untuk menggambar
melukis dan
penglihatan mewarnai
17. Penyalahgunaan zat 9. Sediakan mainan
18. Ketidakmampuan berupa puzzle dan
maze
belajar
19. Anak adopsi Edukasi
20. Kejadian berencana 1. Jelaskan nama
21. Ekonomi lemah nama benda objek
yang ada
KONDISI KLINIS TERKAIT dilingkungan sekitar
1. Hipertiroidisme 2. Ajarkan pengasuh
2. Sindrom gagal milestones
perkembangan dan
tumbuh perilaku yang
3. Leukemia dibentuk
4. Defisiensi hormone
pertumbuhan
5. Demensia
6. Delirium
7. Kelainan jantung
bawaan
8. Penyakit kronis
9. Gangguan
kepribadian
3 Resiko gangguan Setelah dilakukan Dukungan perkembangan
pertumbuhan Tindakan keperawatan spiritual
FAKTOR RESIKO : …x… jam di harapkan Terapeutik :
terjadi peningkatan
1. Ketidakadekuatan terhadap dukungan 1. Sediakan
nutrisi spiritual lingkungan yang
2. Penyakit kronis tenang untuk refleksi
Kriteria Hasil diri
3. Nafsu makan tidak 1. Verbalisasi
terkontrol makna dan tujuan 2. Fasilitasi
4. Prematuritas hidup meningkat mengidentifikasi
5. Terpapar teratogen 2. Meningkatmya masalah spiritual
6. Ketidakadekuatan verbalisasi 3. Fasilitasi
nutrisi maternal kepuasan mengidentifikasi
7. Proses infeksi terhadap makna hambatan dalam
8. Proses infeki hidup pengenalan diri
maternal 3. Membaiknya 4. Fasilitasi
9. Perilaku makan perilaku marah mengeksplorasi
maladpatif kepada tuhan keyakinan terkait
10. Penyalahgunaan zat 4. Verbalisasi pemulihan
11. Kelainan tubuh,pikiran dan
genetic/kongenital jiwa
176
Bidang Keperawatan perasaan marah 5. Fasilitasi hubungan
RSAU dr. Efram Harsana persabatan dengan
menurun orang lain dan
12. Penganiayaan 5. Perasaan takut pelayanan
(mis.fisik, psikologi, keagamaan
seksual) menurun
6. Kewaspadaan Edukasi
13. Ekonomi lemah 1. Anjurkan membuat
berlebihan komitmen spiritual
KONDISI KLINIS TERKAIT berdasarkan
1. Hipertiroidisme menurun keyakinan dan nilai
2. Sindrom gagal 7. Perilaku merusak 2. Anjurkan
tumbuh berpartisipasi dalam
3. Leukemia diri menurun kegiatan ibadah (
4. Defisiensi hormone 8. Perasaan takut hari raya, ritual)
pertumbuhan mediasi
5. Demensia menurun
6. Delirium 9. Verbalisasi Kolaborasi
7. Kelainan jantung 1. Rujuk pada pemuka
bawaan perasaan agama kelompok
8. Penyakit kronis agama jika perlu
9. Gangguan bersalah 2. Rujuk kepada
kepribadian kelompok
menurun pendukung
10. Mimpi buruk swabantu atau
program spiritual,
menurun jika perlu
11. Kemampuan
beribadah
membaik
177
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
Kategori : Rasional
Subkategori : Interaksi Sosial
No Diagnosa Keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi
SDKI SLKI SIKI
1 Gangguan Interaksi Setelah dilakukan tindakan Modifikasi Perilaku
Keterampilan Sosial
Sosial keperawatan 3x24 jam Observasi :
Identifikasi penyebab
Definisi : diharapkan interaksi sosial
kurangnya
Kuantitas dan/atau kualitas meningkat keterampilan sosial
Identifikasi fokus
hubungan sosial yang Kriteria Hasil : pelatihan keterampilan
kurang atau berlebih 1. Perasaan nyaman sosial
Terapeutik :
Penyebab : dengan situasi sosial Motivasi untuk berlatih
1. Defiensi bicara keterampilan sosial
2. Hambatan meningkat Beri umpan balik
2. Perasaan mudah positif (mis : pujian
atau penghargaan)
perkembangan/matur menerima atau terhadap kemampuan
sosialisasi
asi mengkomunikasikan Libatkan keluarga
3. Ketidaan terdekat selama latihan
perasaan meningkat keterampilan sosial,
4. Perubahan 3. Responsif pada orang jika perlu
Edukasi :
neurologis (mis : lain meningkat Jelasakn tujuan
kelahiran, prematur, 4. Perasaan tertarik pada melatih keterampilan
sosial
distres fetal, orang lain meningkat Jelaskan respond an
konsekuensi
persalinan cepat atau 5. Minat melakukan keterampilan sosial
Anjuran
persalinan lama) kontak emosi mengungkapkan
5. Disfungsi sistem meningkat perasaan akibat
masalah yang dialami
keluarga Anjurkan
6. Ketidakteraturan atau mengevaluasi
pencapaian setiap
kekacauan interaksi
Edukasi keluarga
lingkungan untuk dukungan
7. Penganiayaan atau
pengabaian anak
8. Hubungan orang tua-
anak tidak
memuaskan
9. Model peran negatif
10. Implusif
11. Perilaku menetang
12. Perlilaku agresif
13. Keengganan
berpisah dengan
orang terdekat
Gejala dan Tanda Mayor
Subjektif :
1. Merasa tidak nyaman
dengan situasi sosial
178
Bidang Keperawatan keterampilan sosial
RSAU dr. Efram Harsana Latih keterampilan
2. Merasa silut sosial secara bertahap
menerima atau Promosi Sosialisasi
mengkomunikasikan Observasi :
perasaan Identifikasi
Objektif : kemampuan
1. Kurang responsif melakukan interaksi
dengan orang lain
atau tertarik pada Identifikasi hambatan
orang lain melakukan interaksi
2. Tidak berminat dengan orang lain
melakukan kontak Terapeutik :
emosi dan fisik Motivasi meningkatkan
Gejala dan Tanda Minor keterlibatan dalam
Subjektif : suatu hubungan
Sulit mengungkapkan Motivasi kesabaran
kasih sayang dalam
Objektif : mengembangkan
Gejala cemas berat suatu hubungan
Kontak mata kurang Motivasi berpartisipasi
Ekspresi wajah tidak dalam aktivitas baru
responsif dan kegiatan
Tidak kooperatif dalam kelompok
bermain dan berteman Motivasi berinteraksi
dengan sebaya diluar lingkungan (mis
Perilaku tidak sesuai : jalan-jalan, ketoko
usia buku)
Diskusikan kekuatan
dan keterbatasan
dalam berkomunikasi
dengan orang lain
Diskusikan
perencanaan kegiatan
dimasa depan
Berikan umpan balik
positif dalam
perawatan diri
Berikan umpan balik
positif pada setiap
peningkatan
kemampuan
179
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
Edukasi :
Anjurkan berinteraksi
dengan orang lain
secara bertahap
Anjurkan ikut serta
kegiatan sosial dan
kemasyarakatan
Anjurkan berbagi
pengalaman dengan
orang lain
Anjurkan
meningktakan
kejujuran diri dan
menghormati hak
orang lain
Anjurkan penggunaan
alat bantu (mis :
kacamata dan alat
bantu dengar)
Anjurkan membuat
perencanaan
kelompok kecil untuk
kegiatan khusus
Latih bermain peran
untuk meningkatkan
keterampilan
komunikasi
Latih
mengekspresikan
marah dengan tepat
2 Gangguan Komunikasi Setelah dilakukan tindakan Promosi Komunikasi :
Verbal keperawatan 1x8 jam Devisit Visual
Definisi : diharapkan kemampuan Observasi :
Penurunan, perlambatan, komunikasi verbal Periksa kemampuan
atau ketiadaan meningkat pengelihatan
kemampuan untuk Kriteria Hasil : Monitor dampak
menerima,memproses,
1. Kemampuan berbicara gangguan
mengirim, dan/atau meningkat pengelihatan (mis :
menggunakan sisitem 2. Kemampuan risiko cidera, depresi,
tombol mendengar meningkat kegelisahan,
Penyebab : 3. Kesesuaian ekspresi kemampuan
1. Penurunan sirkulasi wajah/tubuh meningkat melakukan aktivitas
4. Kontak mata meningkat sehari-hari)
180
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
serebral 5. Afasia menurun Terapeutik :
Fasilitasi peningkatan
2. Gangguan 6. Disfasia menurun
stimulasi indra lainnya
neuromuskuler 7. Apraksia menurun (mis : aroma, rasa,
tekstur makanan)
3. Gangguan 8. Disleksia menurun Pastikan kacamata atau
lensa kontak berfungsi
pendengaran 9. Afonia menurun dengan baik
10. Dislalia menurun Sediakan pencahayaan
4. Gangguan cukup
11. Pelo menurun Berikan bacaan
musculoskeletal dengan huruf besar
12. Gagap menurun Hindari penataan letak
5. Kelainan palatum 13. Respons perilaku lingkungan tanpa
6. Hambatan fisik (mis : memberitahu
membaik Sediakan alat bantu
terpasang 14. Pemahaman (mis : jam, telepon)
trakheostomi, intubasi, Fasilitasi membaca
komunikasi membaik surat kabar atau media
krikotiroidektomi) informasi lainnya
Gunakan warna terang
7. Hambatan individu dan kontras di
lingkungan
(mis : ketakutan, Sediakan kaca
pembesar, jika perlu
kecemasan, merasa Edukasi :
Jelaskan lingkungan
malu, emosional, pada pasien
Ajarkan pada keluarga
kurang privasi) cara menbantu cara
8. Hambatan psikologis pasien berkomunikasi
Kolaborasi :
(mis : gangguan Rujuk pasien pada
terapis, jika perlu.
psikotik, gangguan Promosi Komunikasi
Devisit Bicara
konsep diri, harga diri Observasi :
Monitor kecepatan,
rendah, ganggaun tekanan, kuantitas,
volume dasn diksi
emosi) bicara
9. Hambatan lingkungan Monitor proses
kognitif, anatomis, dan
(mis : ketidakcukupan fisiologis yang
informasi, ketiadaan
orang terdekat,
ketidaksesuaian
budaya, bahasa asing)
Gejala dan Tanda Mayor
Subjektif : (-)
Objektif :
Tidak mampu berbicara
atau mendengar
Menunjukkan respon
tidak sesuai
Gejala dan Tanda Minor
Subjektif : (-)
Objektif :
Afasia
Disfasia
Apraksia
Disleksia
181
Bidang Keperawatan berkaitan dengan
RSAU dr. Efram Harsana bicara
Monitor frustasi,
Disartria marah, depresi atau
Afonia hal lain yang
Dislalia menganggu bicara
Pelo Identifikasi perilaku
Gagap emosional dan fisik
Tidak ada kontak mata sebagai bentuk
Sulit memahami komunikasi
Terapeutik :
komunikasi Gunakan metode
Sulit mempertahankan komunikasi alternatif
(mis : menulis,
komunikasi berkedip, papan
Sulit menggunakan komunikasi dengan
gambar dan huruf,
ekspresi wajah atau isyarat tangan, dan
tubuh computer)
Tidak mampu Sesuaikan gaya
menggunakan ekspresi Komunikasi dengan
wajah atau tubuh kebutuhan (mis :
Sulit menyusun kalimat berdiri di depan
Verbalisasi tidak tepat pasien, dengarkan
Sulit menggunakan dengan seksama,
kata-kata tunjukkan satu
Disorientasi orang, gagasan atau
ruang, waktu pemikiran sekaligus,
Defisit penglihatan bicaralah dengan
Delusi perlahan sambil
menghindari teriakan,
gunakan komunikasi
tertulis, atau meminta
bantuan keluarga
untuk memahami
ucapan pasien.
Modifikasi lingkungan
untuk meminimalkan
bantuan
Ulangi apa yang
disampaikan pasien
Berikan dukungan
psikologis
Gunakan juru bicara,
182
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
jika perlu
Edukasi :
Anjurkan berbicara
perlahan
Ajarkan pasien dan
keluarga proses
kognitif, anatomis dan
fisiologis yang
berhubungan dengan
kemampuan berbicara
Kolaborasi :
Rujuk ke ahli patologi
bicara atau terapis
3 Gangguan Proses Setelah dilakukan tindakan Dukungan Koping
Keluarga keperawatan 3x24 jam Keluarga
Definisi : kemampuan untuk berubah Observasi:
Perubahan dalam dalam hubungan atau Identifikasi respon
hubungan atau fungsi fungsi keluarga membaik emosional terhadap
keluarga Kriteria Hasil : kondisi saat ini
1. Adaptasi keluarga Identifikasi beban
Penyebab :
1. Perubahan status terhadap situasi cukup prognosis secara
kesehatan anggota meningkat psikologis
2. Kemampuan keluarga Identifikasi
keluarga
2. Perubahan finansial berkomunikasi secara pemahaman tentang
keluarga terbuka diantara keputusan perawatan
3. Perubahan status anggota keluarga setelah pulang
cukup meningkat Terapeutik :
sosial keluarga
4. Perubahan interaksi Dengarkan masalah,
perasaan dan
dengan masyarakat pertanyaan keluarga
5. Krisis perkembangan
6. Transisi Terima nilai-nilai
keluarga dengan cara
perkembangan yang tidak menghakimi
7. Peralihan pengambil
Diskusikan rencana
keputusan dalam medis dan perawatan
keluarga Fasilitasi memperoleh
8. Prebuhan peran pengetahuan,
keterampilan dan
keluarga peralatan yang
9. Krisis situasional diperlukan untuk
10. Transisi situasional mempertahankan
keputusan perawatan
Gejala dan Tanda Mayor pasien
Subjektif : (-)
Objektif :
Keluarga tidak mampu
183
Bidang Keperawatan Hargai dan dukung
RSAU dr. Efram Harsana mekanisme koping
adaptif yang
beradaptasi terhadap digunakan
situasi
Tidak mampu Edukasi :
berkomunikasi secara Informasikan
terbuka diantara
anggota keluarga kemajuan pasien
Gejala dan Tanda Minor secara berkala
Subjektif : Informasikan fasilitas
Keluarga tidak mampu perawatan kesehatan
mengungkapkan yang tersedia
perasaan secara Kolaborasi :
leluasa
Objektif Rujuk untuk
Keluarga tidak mampu terapi keluarga,
memenuhi kebutuhan jika perlu
fisik/emosional/spiritua
l anggota keluarga
Keluarga tidak mampu
mencari atau
menerima bantuan
secara tepat
4 Isolasi Sosial Setelah dilakukan tindakan Promosi Sosialisasi
Definisi : keperawatan 3x24 jam Observasi :
Ketidakmampuan untuk diharapkan keterlibatan Identifikasi
membina hubungan yang sosial meningkat kemampuan
erat, hangat, terbuka, dan Kriteria Hasil : melakukan interaksi
dengan orang lain
interdependen dengan 1. Minat Interaksi
orang lain meningkat Identifikasi hambatan
2. Verbalisasi sosial melakukan interaksi
Penyebab : dengan orang lain
1. Keterlambatan menurun
3. Verbalisasi Terapeutik :
perkembangan Motivasi meningkatkan
2. Ketidakmampuan ketidakamanan
menjalin hubungan ditempat umum keterlibatan dalam
yang memuaskan menurun suatu hubungan
3. Ketidaksesuain minat 4. Perilaku menarik diri Motivasi kesabaran
dengan tahap menurun dalam
mengembangkan
perkembangan suatu hubungan
4. Ketidaksesuain nilai- Motivasi berpartisipasi
dalam aktivitas baru
nilai dengan norma dan kegiatan
5. Ketidaksesuain kelompok
perilaku sosial
dengan norma
6. Perubahan
184
Bidang Keperawatan Motivasi berinteraksi
RSAU dr. Efram Harsana diluar lingkungan (mis
: jalan-jalan, ketoko
penampilan fisiks buku)
7. Perubahan status
Diskusikan kekuatan
mental dan keterbatasan
8. Ketidakadekuatan dalam berkomunikasi
dengan orang lain
sumber daya persinal
(mis : disfungsi Diskusikan
terbuka, perencanaan kegiatan
pengendalian diri dimasa depan
buruk)
Gejala dan Tanda Mayor Berikan umpan balik
Subjektif : positif dalam
perawatan diri
Merasa ingin sendirian
Merasa tidak aman di Berikan umpan balik
positif pada setiap
tempat umum peningkatan
Objektif : kemampuan
Menarik diri Edukasi :
Tidak Anjurkan berinteraksi
berminat/menolak dengan orang lain
berinteraksi dengan secara bertahap
orang lain atau Anjurkan ikut serta
lingkungan kegiatan sosial dan
Gejala dan Tanda Minor kemasyarakatan
Subjektif : Anjurkan berbagi
pengalaman dengan
Merasa berbeda orang lain
dengan orang lain Anjurkan
meningktakan
Merasa asyik dengan kejujuran diri dan
pikiran sendiri menghormati hak
orang lain
Merasa tidak Anjurkan penggunaan
mempunyai tujuan alat bantu (mis :
yang jelas kacamata dan alat
bantu dengar)
Objektif : Anjurkan membuat
perencanaan
Afek datar kelompok kecil untuk
Afek sedih kegiatan khusus
Riwayat ditolak Latih bermain peran
Menunjukan untuk meningkatkan
permusuhan 185
Tidak mampu
memenuhi harapan
orang lain
Kondisi difabel
Tindakan tidak berarti
Tidak ada kontak mata
Bidang Keperawatan keterampilan
RSAU dr. Efram Harsana komunikasi
Latih
Perkembangan mengekspresikan
terlambat marah dengan tepat
Tidak bergairah/lesu
5 Kesiapan Peningkatan Setelah dilakukan tindakan Promosi Antisipasi
Menjadi Orang Tua keperawatan 3x24 jam Keluarga
Definisi : kesiapan peningkatan Observasi :
Pola pemberian lingkunag menjadi orang tua Identifikasi
bagi anak atau anggota membaik kemungkinan krisis
keluarga yang cukup untuk Kriteria Hasil : situasi atau masalah
memfasilitasi pertumbuhan 1. Bounding attachment perkembangan serta
dan perkembangan serta meningkat dampaknya pada
kehidupan pasien dan
dapat ditingkatkan 2. Perilaku positif
Gejala dan Tanda Mayor menjadi orang tua keluarga
Subjektif : meningkat Identifikasi metode
Mengekpresikan 3. Interaksi perawatan pemecahan masalah
keinginan untuk bayi meningkat yang sering digunakan
meningkatkan peran keluarga
menjadi orang tua Terapeutik :
Objektif : Fasilitasi dalam
Tampak adanya memutuskan strategi
dukungan emosi dan pemecahan maslah
pengertian pada anak yang dihadapi
atau anggota keluarga keluarga
Gejala dan Tanda Minor Libatkan seluruh
Subjektif : anggota dalam upaya
Anak atau anggota antisipasi masalah
keluarga lainya kesehatan, jika
mengeskpresikan memungkinkan
kepuasan dalam Lakukan kunjungan
lingkungan rumah kepada keluarga
Anak atau anggota secara berkala, jika
keluarga perlu
mengungkapkan Buat jadwal aktivitas
harapan yang realistis bersama keluarga
terkait msalah
Objektif : kesehatan yang
dihadapi
Kebutuhan fisik dan Edukasi :
emosi anak/anggota
keluarga terpenuhi Jelaskan
perkembangan dan
perilaku yang normal
186
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
kepada keluarga
Kolaborasi :
Kerjasama dengan
tenaga kesehatan
terkait lainnya, jika
perlu
Promosi Pengasuhan
Observasi:
Identifikasi keluarga
risiko tinggi dalam
program tindak lanjut
Monitor status
kesehatan anak dan
status imunisasi anak
Terapeutik :
Dukung ibu menerima
dan melakukan
perawatan prenatal
secara teratur dan
sedini mungkin
Lakukan kunjungan
rumah sesuai dengan
tingkat risiko
Fasilitasi orang tua
dalam memiliki
harapan yang realistis
sesuai tingkat
kemampuan dan
perkembangan anak
Fasilitasi orang tua
dalam menerima
transisi peran
Berikan bimbingan
antisipasi yang
diperlukan sesuai
dengan tahapan usia
perkembangan anak
Fasilitasi orang tua
dalam mendapatkan
dukungan, dan
berpartisipasi dalam
parent group programs
Fasilitasi orang tua
187
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
dalam mengembangan
dan memelihara
system dukungan
sosial
Sediakan media untuk
mengembangkan
keterampilan
pengasuhan
Fasilitasi orang tua
mengembangkan
keterampilan sosial
dan koping
Fasilitasi mengatur
penitipan anak, jika
perlu
Fasilitasi penggunaan
kontrasepsi
Edukasi :
Ajarkan orang tua
untuk menanggapi
isyarat bayi
6 Kesiapan Peningkatan Setelah dilakukan tindakan Dukungan Koping
Proses Keluarga keperawatan 3x24 jam Keluarga
Definisi : kemampuan untuk berubah Observasi :
Pola fungsi keluarga yang dalam hubungan atau Identifikasi respon
cukup untuk mendukung fungsi keluarga membaik emosional terhadap
kesejahteraan anggota Kriteria Hasil : kondisi saat ini
keluarga dan dapat 1. Adaptasi keluarga Identifikasi beban
ditingkatkan terhadap situasi prognosis secara
Gejala dan Tanda Mayor meningkat psikologis
Identifikasi
Subjektif : 2. Adaptasi keluarga
Mengekspresikan terhadap perubahan pemahaman tentang
keinginan untuk meningkat keputusan perawatan
setelah pulang
meningkatkan dinamika 3. Aktivitas mendukung
keluarga pertumbuhan anggota Terapeutik :
Objektif : keluarga meningkat Dengarkan masalah,
Menunjukan fungsi perasaan dan
keluarga dalam pertanyaan keluarga
memenuhi kebutuhan Terima nilai-nilai
fisik, sosial, dan keluarga dengan cara
psikologis anggota yang tidak menghakimi
keluarga Diskusikan rencana
188
Bidang Keperawatan medis dan perawatan
RSAU dr. Efram Harsana Fasilitasi memperoleh
Menunjukan aktivitas pengetahuan,
untuk mendukung keterampilan dan
keselamatan dan peralatan yang
pertumbuhan anggota diperlukan untuk
keluarga mempertahankan
keputusan perawatan
Peran keluarga pasien
felksibel dan tepat Hargai dan dukung
dengan tahap mekanisme koping
perkembangan adaptif yang
digunakan
Terlihat adanya respek Edukasi :
dengan anggota
keluarga Informasikan
kemajuan pasien
Gejala Tanda Mayor secara berkala
Subjektif : (-)
Objektif : Informasikan fasilitas
Keluarga menunjukan perawatan kesehatan
yang tersedia
minat melakukan
aktivitas hidup sehari Kolaborasi :
hari yang positif
Terlihat apa adanya Rujuk untuk terapi
kemampuan keluarga keluarga, jika perlu
untuk pulih dari kondisi
sulit
Tampak
keseimbangan antara
otonom dan
kebersamaan
Batas-batasan
anggota keluarga
dipertahankan
Hubungan dengan
masyarakat terjalin
positif
Keluarga beradaptasi
dengan perubahan
7 Ketegangan Peran Setelah dilakukan tindakan Edukasi Pada
Pemberi Asuhan keperawatan 3x24 jam Pengasuh
Definisi : diharapkan pemberian Observasi :
Kesulitan dalam asuhan membaik Identifikasi
melakukan peran pemberi Kriteria Hasil : pemahaman dan
asuhan dalam keluarga 1. Kemampuan memberi kesiapan peran
asuhan meningkat pengasuh
189
Bidang Keperawatan
RSAU dr. Efram Harsana
Penyebab : 2. Kemampuan merawat Identifikasi sumber
1. Beratnya penyakit dukungan dan
pasein meningkat kebutuhan istirahat
penerima asuhan 3. Kekawatiran dirawat pengasuh
2. Kronisnya penyakit
kembali menurun Terapeutik :
penerima asuhan 4. Kekawatiran Berikan dukungan
3. Pemberi asuhan
kelanjutan perawatan pada pengasuh
kurang mendapatkan selama pasien
menurun mengalami
waktu istirahat dan kemunduran
rekreasi Dukung keterbatasan
4. Persaingan pengasuh dan
komitmen peran diskusikan dengan
pasien
pemberi asuhan Fasilitasi pengasuh
5. Ketidakadekuatan untuk bertanya
Edukasi :
lingkungan fisik
Jelaskan dampak
dalam pemeberian ketergantungan anak
asuhan pada pengasuh
6. Keluarga atau
Ajarkan pengasuh
pemberi asuhan jauh mengeksplorasi
dari kerabat lain kekuatan dan
7. Kompleksitas dan kelemahannya
jumlah aktivitas
Ajarkan pengesuh
pemberi asuhan cara memberi
Gejala dan Tanda Mayor dukungan perawatan
diri (mis : mandi,
Subjetif : BAB/BAK
berpakaian/berhias,
Khawatir klien akan makan/minum)
kembali dirawat di
rumah sakit Promosi Pengasuhan
Observasi :
Khawatir tentang
kelanjutan perawatan Identifikasi keluarga
berisiko tinggi dalam
klien program tindak lanjut
Khawatir tentang Monitor status
ketidakmampuan kesehatan anak dan
status imunisasi anak
pemberi asuhan dalam
Terapeutik :
merawat klien
Objektif : (-) Dukung ibu menerima
Gejala dan Tanda Minor dan melakukan
perawatan prenatal
Subjektif : (-)
Objektif :
Sulit melakukan dan
menyelesaikan tugas
merawat klien
190