The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Bahasa Melayu Ngabang merupakan satu di antara dialek Melayu yang ada di Kalimantan Barat. Bahasa Melayu Ngabang ini dituturkan di daerah Kabupaten Landak. Dalam perspektif leksikologi dan leksikograf khazanah bahasa Melayu Ngabang belum pernah didokumentasi dengan detail. Kamus daerah akan mengangkat khazanah dan muruah tamadun lokal komunitas bahasa etnik. Oleh karena itu, kamus Bahasa Melayu Ngabang-Bahasa Indonesia merupakan kerja nyata mengenalkan khazanah peradaban lokal masyarakat secara modern. Kekayaan kosakata masyarakat Melayu Ngabang yang lazim digunakan untuk mengekspresikan dan mengkomunikasikan berbagai hal tentang kehidupan sehari – hari terekam dan tersusun sistematis dalam kamus. Secara khusus kamus ini diperuntukkan bagi masyarakat Melayu Ngabang yang ingin memahami bahasa Indonesia dalam bahasa Melayu Ngabang.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Zulkarnain, 2023-11-16 04:26:03

KAMUS MELAYU NGABANG

Bahasa Melayu Ngabang merupakan satu di antara dialek Melayu yang ada di Kalimantan Barat. Bahasa Melayu Ngabang ini dituturkan di daerah Kabupaten Landak. Dalam perspektif leksikologi dan leksikograf khazanah bahasa Melayu Ngabang belum pernah didokumentasi dengan detail. Kamus daerah akan mengangkat khazanah dan muruah tamadun lokal komunitas bahasa etnik. Oleh karena itu, kamus Bahasa Melayu Ngabang-Bahasa Indonesia merupakan kerja nyata mengenalkan khazanah peradaban lokal masyarakat secara modern. Kekayaan kosakata masyarakat Melayu Ngabang yang lazim digunakan untuk mengekspresikan dan mengkomunikasikan berbagai hal tentang kehidupan sehari – hari terekam dan tersusun sistematis dalam kamus. Secara khusus kamus ini diperuntukkan bagi masyarakat Melayu Ngabang yang ingin memahami bahasa Indonesia dalam bahasa Melayu Ngabang.

Keywords: Kamus,Kamus Melayu,Ngabang,Kalimantan Barat

KAMUS BAHASA MELAYU NGABANG-INDONESIA AGUS SYAHRANI DEDE MELDA DEDY ARI ASFAR DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI KALIMANTAN BAAT


KAMUS BAHASA MELAYU NGABANG-INDONESIA Tim Redaksi Veronika Derlina, Titin Sumarni, dan Catur Ambawati Penyusun Agus Syahrani, Dede Melda, dan Dedy Ari Asfar Editor Prima Duantika Perancang Sampul Khozin Arwani Penata letak Mariyadi Diterbitkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat Redaksi Jalan Letjen Sutoyo Nomor 6, Parit Tokaya, Pontianak 78121 telepon: (0561)762096 laman web: www.kalbariana.web.id Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat Cetakan Pertama, Juli 2022 xviii + 241 halaman: 14.5 x 20.5 cm Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Dilarang menggandakan tanpa seizin penerbit. ISBN 978-623-88295-1-4


iii Menyusun kamus bahasa daerah merupakan salah satu bentuk kerja pendokumentasian bahasa agar bahasa yang dikumpulkan tersimpan secara apik dan dapat digunakan dengan mudah oleh masyarakat awam. Kamus daerah akan mengangkat khazanah dan muruah tamadun lokal komunitas bahasa etnik. Oleh karena itu, kamus Bahasa Melayu Ngabang-Bahasa Indonesia merupakan kerja nyata mengenalkan khazanah peradaban lokal masyarakat secara modern. Kekayaan kosakata masyarakat Melayu Ngabang yang lazim digunakan untuk mengekspresikan dan mengomunikasikan pelbagai hal tentang kehidupan sehari-hari terekam dan tersusun sistematis dalam kamus. PRAKATA Bahasa Melayu Ngabang merupakan satu di antara dialek Melayu yang ada di Kalimantan Barat. Bahasa Melayu Ngabang ini dituturkan di daerah Kabupaten Landak. Dalam perspektif leksikologi G D Q  O H N V L N R J U D ¿  N K D ] D Q D K  E D K D V D  0 H O D \ X  didokumentasi dengan detail. Oleh karena itu, kamus Bahasa Melayu Ngabang-Bahasa Indonesia ini hadir ditangan pembaca berkat hasil riset dari tim Indonesia Melestarikan Bahasa Ibu (ILBI) bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak.


iv Secara khusus kamus ini diperuntukkan bagi masyarakat Melayu Ngabang yang ingin memahami bahasa Indonesia dalam bahasa Melayu Ngabang. Namun, kamus ini tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum Melayu Ngabang, tetapi juga oleh pelajarpelajar Melayu Ngabang dalam praktik pembelajaran di sekolah. Selain itu, secara akademik Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Bahasa Indonesia dihasilkan demi kepentingan ilmu pengetahuan dan pelestarian bahasa daerah agar dapat dijadikan rujukan oleh berbagai pihak. Oleh karena itu, Kamus Bahasa Melayu Ngabang ini menjadi usaha nyata dalam membina dan melestarikan ancaman kepunahan bahasa (endangered language) di Pulau Borneo. Dalam proses penyusunan kamus Bahasa Melayu NgabangBahasa Indonesia kosakata bahasa Indonesia dari Kamus Besar Bahasa Indonesia dijadikan salah satu acuan utama untuk diterjemahkan dan dicarikan padanan kata dalam bahasa Melayu Ngabang. Kosakata bidang budaya, lingkungan, hutan, ladang, sungai, binatang, buah-buahan, sayur-mayur, sastra, menjadi prioritas utama dimunculkan. Oleh karena itu, kamus ini sangat bermanfaat bagi penutur Melayu Ngabang masa sekarang yang sudah mulai jauh dari budaya dan ekologi sekitar mereka. Kamus ini juga bermanfaat bagi masyarakat luar untuk mengetahui konsep tradisional dan modern yang leksikal sehari-hari penutur Melayu Ngabang. Penyusunan kamus Bahasa Melayu Ngabang-Bahasa Indonesia ini menggunakan perangkat lunak komputer yang berkaitan dengan komputerisasi perkamusan yang dikenal dengan Toolbox. Mengomputerisasi data dalam format Toolbox memungkinkan data yang dikomputerisasi tercetak dalam bentuk yang rapi dan sistematis. Perangkat lunak ini memudahkan penyusun kamus karena setiap lema yang dimasukkan secara acak dapat menghasilkan kamus berurutan menurut abjad. Kerja keras para informan Melayu Ngabang sangat membantu tim penyusun mewujudkan kamus sederhana ini ke hadapan para


v pembaca. Usaha keras itu menghasilkan sekitar 2011 lema utama yang dilengkapi dengan kalimat contoh. Kamus ini semakin kaya karena dilengkapi juga dengan tata bunyi dalam bentuk fonetik sehingga bermanfaat bagi ahli linguistik dan masyarakat internasional untuk belajar membunyikan bahasa Melayu Ngabang dengan logat yang benar. Penyusunan kamus Bahasa Melayu Ngabang-Bahasa Indonesia hadir di tangan pembaca berkat bantuan dan kerja sama berbagai pihak. Pertama, terima kasih kami ucapkan kepada Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji, S.H., M.Hum. dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat Drs. Sugeng Hariadi, M.M. Kedua, kamus ini tidak akan pernah hadir jika tidak ada usaha dan kesadaran kolektif orang-orang Melayu Ngabang untuk melestarikan dan mendokumentasikan bahasa mereka sendiri. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi usaha keras para narasumber langsung dan tidak langsung saat berkomunikasi dalam bahasa Melayu Ngabang, seperti Ibu Walani, Along Naroboy, Kak Tifani, Ade Norma Handayani, Pak Ya Mustakim, Fenny Budiyanti, Ustazah Fenny Marfahmi, Pak Al Amin, Iyang Wani, Apit Mus, dan Mak Lu Asmah serta terima kasih tak terhingga kepada admin dan warga grup Whatsapp Lintok Ayhonk Jujoh Darit yang kami intip bahasanya secara diam-diam. Akhirul kalam kesempurnaan hanya milik Allah semata. Apabila ada kekurangan, masukan konstruktif pembaca akan sangat kami hargai. Kamus ini diharapkan dapat disempurnakan dalam edisi terbitan berikutnya. Akhirnya, tanggung jawab akademik sepenuhnya menjadi tanggung jawab tim penyusun. Semoga bermanfaat. Pontianak, Juni 2022 Tim Penyusun


vi


vii SAMBUTAN KEPALA DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Bahasa Indonesia merupakan buku penting untuk mengenalkan khazanah bahasa lokal masyarakat Kalimantan Barat. Buku ini menjadi khazanah penting kekayaan Melayu Kalimantan Barat. Kami berharap kamus ini dapat dibaca, dipelajari, dan dijadikan panduan belajar kosakata Melayu bagi masyarakat di Kabupaten Landak dan masyarakat Kalimantan Barat secara umum. Kamus ini pun dapat menjadi bahan ajar penunjang bagi guru-guru di wilayah Kabupaten Landak dalam mengenalkan kosakata khas Melayu Ngabang yang terancam pupus dan jarang digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Kamus ini hadir sebagai bentuk pendokumentasian dan pelestarian bahasa daerah sehingga berfungsi merawat bahasa daerah dari ancaman kepunahan. Kamus ini menjadi implementasi dari Gerakan Literasi Nasional berbahasa Indonesia dan daerah. Saya sangat mengapresiasi penyusun kamus ini yang berkenan menerbitkan hasil risetnya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat. Mudah-mudahan Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Bahasa Indonesia menginspirasi dan menjadi pustaka utama dalam memahami alam, sosial, budaya, dan kehidupan masyarakat Melayu


viii di Kabupaten Landak. Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih kepada para penyusun dan tim administrasi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat yang telah mengusahakan penerbitan kamus ini. Semoga kamus ini menginspirasi kita untuk semakin melestarikan kekayaan khazanah bahasa dan budaya lokal Kalimantan Barat. Pontianak, Juni 2022 Drs. Sugeng Hariadi, M.M.


ix DAFTAR ISI iii iv v vi 1—241 Prakata.................................................................................. Kata Sambutan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat..................................................... Daftar Isi................................................................................ Petunjuk Pemakaian Kamus................................................. Lema Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia A—Y.....


x PETUNJUK PEMAKAIAN KAMUS A. Ejaan Ejaan yang digunakan di dalam Kamus Bahasa Melayu NgabangBahasa Indonesia ini adalah ejaan bahasa Indonesia. Namun, setiap kata yang memerlukan pelafalan dalam Bahasa Melayu Ngabang ditulis secara fonetis. Huruf fonetik didasarkan pada huruf-huruf yang ada dalam International Phonetic Alphabet (IPA). B. Bentuk Susunan Kamus Susunan kata dasar (lema) dan kata turunan (sublema) Kamus Melayu Ngabang-Bahasa Indonesia disusun seperti berikut. 1. Kata Dasar dan Kata Turunan Kata dasar atau bentuk dasar yang menjadi dasar segala bentukan kata diperlakukan sebagai lema atau entri, sedangkan bentuk derivasinya (kata turunan, kata ulang, dan gabungan kata) diperlakukan sebagai sublema atau subentri. Contoh: aher adalah kata dasar dan kata beraher, ngaherek adalah bentuk derivasinya. Dengan demikian, cara menyusunnya adalah sebagai berikut.


xi aher n. akhir. baim paling aher datang ‘baim paling akhir datang’ beraher v. berakhir. udah beraher cerita e ‘sudah berakhir ceritanya’ ngaherek [ŋahereʔ] v. mengakhiri. rika ngahere’ pacaran ngan aku ‘rika mengakhiri pacaran dengan aku’ 2. Kata Ulang atau Bentuk Ulang Kata ulang atau bentuk ulang di dalam Kamus Bahasa Melayu Ngabang—Bahasa Indonesia ini diatur atau disusun sebagai berikut. a) Bentuk kata yang seolah-olah merupakan bentuk ulang, seperti pada kata aba-aba, acak-acak, alang-alang, ubun-ubun, umbol-umbol diperlakukan sebagai lema. b) Kata ulang yang menunjukkan jamak dalam hal proses diperlakukan sebagai sublema. Contoh: adek [adeʔ] n. 1) adik. ade’ nangis ‘adik menangis’ 2) panggilan suami untuk istrinya. ade’ pegi kemane ‘adik pergi kemana’ adek-adek [adeʔ-adeʔ] n. memiliki banyak adik. ade’-ade’ rani gek bemain ‘adik-adik rani sedang bermain’ adek beradek [adeʔ beradeʔ] n. saudara. sono ade’ berade’ ngan budi ‘Sono bersaudara dengan budi” 3. Gabungan Kata a) Gabungan kata atau kelompok kata yang mempunyai makna otonom dan tidak bisa dipisahkan dengan kata yang mengikutinya diperlakukan sebagai lema. Contoh: kakaktue [kakaʔtue] n. burung kakak tua. die ade piara kaka’tue ‘dia ada pelihara burung kakak tua’ kelamak kelemek [kelamaʔ kelemeʔ] ki. lelet. jalan nyan nda’ usah kelama’ keleme’ beh ‘jalan itu jangan lelet’


xii b) Gabungan kata atau kelompok kata yang tidak berderivasi diperlakukan sbg sublema. Letaknya langsung di bawah lema yang berkaitan dan disusun berderet ke samping secara berurutan menurut abjad. Unsur pertama gabungan kata itu ditulis mengikuti kata yang diacu. Contoh: asam n. buah asam. asam bacang [asam bacaŋ] n. asam bacang (mangifera foetida). asam kalimantan n. asam berkulit tebal dan berwarna coklat memiliki daging tebal warna jingga dan berserabut. asam kedeper n. asam berkulit hijau dan berukuran kecil memiliki rasa asam biasanya digunakan untuk sambal. asam kumbang [asam kumbaŋ] n. asam raba atau mangipera sp; buah ini memiliki warna kulit warna hitam atau keunguunguan, berserat halus, rasa daging buah manis asam, berorama wangi. asam payak asam payaʔ. n. asam paya; asam kelubi. asam pedas n. masakan asam pedas. c) Gabungan kata atau kelompok kata yang dibentuk dari kata turunan atau sublema diperlakukan sebagai sublema dan diletakkan di bawah kata turunan tersebut. Unsur pertama kata turunan itu dituliskan mengikuti kata yang diacu. Contoh: ade [ade] v. 1) ada. ade dina ke sinun ‘ada dina ke sana’ 2) hadir. ari ade ari tok ‘ari hadir hari ini’ berade n. orang kaya. dimas orang berade ‘dimas orang kaya ngade-ngade v. mengada-mengada. anton ngomong ngade-ngade soal ina ‘anton ngomong mengada-ada tentang ina’ ngadekan [ŋadekan] v. mengadakan. imoh ngadekan acara semalam ‘imoh mengadakan acara kemarin’


xiii C. Tanda Baca 1. Cetak Miring Huruf-huruf yang dicetak miring digunakan untuk menuliskan label kelas kata, dan contoh pemakaian lema atau sublema dalam kalimat. Contoh: a) Label Kelas Kata adj (adjektiva), adv (adverbia), n (nomina), num (numeralia), p (partikel), pron (pronomina), dan v (verba), ki (kiasan). b) Informasi leksikon/lema yang menggunakan istilah asing, seperti Syn (sinonim), Variant (bentuk variasi), dan See (lihat, bandingkan). 2. Cetak Tebal a) Huruf yang dicetak tebal adalah lema dan sublema. Contoh: cantel v. cantel; sangkut. seloar udah kena’ cantel ‘celana sudah kena cantel’ becantel v. bercantel. jaket e becantel ke lawang ‘jaketnya bercantel di pintu’ nyantel [ɲantel] v. mencantel. die nyantel baju ke sian ‘dia mencantel baju di situ’ b) Huruf yg dicetak tebal menunjukkan gabungan kata. Contoh: baju n. baju. baju kembang [baju kembaʔ] n. gaun. baju koko n. baju yang dipakai untuk salat bagi laki-laki. baju kurong [baju kuroŋ] n. gamis’ 3. Koma (,) a) Tanda koma dipakai untuk menandai bagian-bagian pemerian sebagai pilihan bentuk kata.Contoh:


xiv todong [todoŋ] v. 1) mengarahkan senjata (pistol dsb) sbg ancaman untuk merampok, merampas, dsb. tuak2 [tuaʔ] n. sudah masak atau sampai waktunya untuk dipetik (ttg buah-buahan, dsb). 4. Titik Koma (;) a) Titik koma (;) dipakai untuk memisahkan bentuk-bentuk kata yang bermakna sama atau hampir sama (sinonim) yang terdapat pada penjelasan makna. Contoh: tumbang [tumbaŋ] v. 1) tumbang;patah. batang bedakah tumbang ‘batang banyak patah’ 2) — ki. jatuh; patuh (tt negara,kekuasaan, dsb). orde lama’ tumbang diganti era reformasi orde lama tumbang diganti era reformasi’ tunggu [tuŋgu] v. tunggu; menanti. dodi tunggu santi ke rumah dodi tunggu santi di rumah’ b) Titik koma (;) dipakai untuk memisahkan sublema yang memiliki bentuk fonetik sebelum penjelasan makna sebuah sublema yang tidak diikuti kelas kata. Contoh: aek [aeʔ] n. air. ae’ e jernih ‘airnya jernih’ aek besar [ae’ besar] n. sungai. uma’ mande’ ke ae’ besar ‘Ibu mandi ke sungai’ aek blek [aeʔ bleʔ] n. air kaleng (coca cola,sprite, dll). tania belikan ae’ ble’ ‘tania belikan air kaleng’ aek idup n. air putih yang masih mentah. ambe’kan ae’ idup ke dalam ember ‘ambilkan air mentah dalam ember aek kemeh [aeʔ kemeh] n. air kencing. bawu ae’ kemeh ke sian nyan ‘bau air kencing di situ’ aek kobok [aeʔ koboʔ] n. air cuci tangan. mane ae’ kobo’ te’


xv ‘mana air cuci tangan tadi’ aek mati [aeʔ mati] n. air minum yang sudah dimasak. uma’ masa’ aek mati ‘ibu masak air minum’ aek tawar [aeʔ tawar] n. air jampi-jampi atau air yang sudah dibacakan doa. minta ae’ tawar ke ne’ dara ‘minta air doa ke nenek dara’ aek pasang [aeʔ pasaŋ] n. banjir. semalam ae’ pasang di ngabang ‘kemarin banjir di ngabang’ 5. Tanda Kurung ((...)) Tanda kurung ((...)) dipakai untuk menunjukkan bahwa kata atau bagian kalimat yang terdapat di dalam penjelasan yang diapit oleh tanda kurung itu merupakan keterangan penjelas bagi kata-kata atau pernyataan yang terdapat di depannya. Contoh: acara n. 1) kegiatan yang dipertunjukkan, disiarkan, atau diperlombakan; program (televisi, radio, dsb). acik [aciʔ] n. sebutan untuk anak bungsu (baik paman, bibi). 6. Tanda Kurung Siku ([...]) Tanda kurung siku ([...]) dipakai untuk lafal kata yang mengandung unsur bunyi fonetik agar tidak terjadi kesalahan di dalam melafalkan kata. Contoh: yak [yaʔ] adv. kata yang digunakan untuk menekankan makna kata yang di depannya dan dapat bermakna saja. warang [waraŋ] n. besan. 7. Tanda Petik Tunggal (‘...’) Tanda Petik Tunggal (‘...’) dipakai untuk mengapit contoh kalimat terjemahan dalam bahasa Indonesia.


xvi sundok [sundoʔ] n. kunci pintu atau jendela. apa’ beli sundo’ ‘bapak beli kunci’ sueh adj. sial. sueh mang idup macam to’ ‘sial memang hidup seperti ini’ 8. Tanda Pisah (‘— ’) Tanda Pisah (‘— ’) dipakai untuk menandakan bentuk polisemi yang mengandung kelas kata berbeda dengan kelas kata penjelasan makna yang pertama. Contoh: tulak [tulaʔ] v. dorong. udin tula’ ani ke parit ‘udin dorong ani ke parit betulak [betulaʔ] 1) v. berdorong. sida’ e main betula’ ‘mereka main berdorong’ 2) — v. berlayar. toni betula’ ke jawa semalam ‘toni berlayar ke jawa kemarin 3) — ki. berbeda. die bedua’ betula’ belakang ‘dia berdua berbeda’ 9. Tanda Titik (.) Tanda titik (.) dipakai untuk menandai kelas kata dan makna. contoh: semak [semaʔ] adj. dekat rinso n. detergen (sebutan atau panggilan lokal untuk detergen). 10. Tika Atas atau Superskrip a) Tika atas atau superskrip (1 ...,2 ...,3 ...) dipakai untuk menandai bentuk homonim yang homograf dan homofon. Tanda ini diletakkan di depan kata lema yang memiliki bentuk homonim, setengah spasi ke atas. Contoh:


xvii salon1 n. pengeras suara. abang beli salon baru “Abang beli pengeras suara baru’ salon2 n. salon. uma’ pegi ke salon ‘Ibu oergi ke salon’ 11. Angka Arab Angka Arab yang diiringi kurung 1), 2), 3) dipakai untuk menandai makna polisemi (yaitu arti kesatu, arti kedua, arti ketiga, dan seterusnya). Contoh: ampun n. 1) ampun. die minta ampun ‘dia minta ampun’ 2) kata yang menyatakan rasa kesal dan heran. minta ampun benar miet tingkah kawu to’ ‘minta ampun sekali melihat tingkah kamu ini’ D. Label dan Singkatan Kata 1) Label Kelas Kata Setiap lema ditandai kelas kata. Di sini digunakan huruf dan suku kata atau singkatan (akronim) yang menadainya. Huruf-huruf tentang fungsi tersebut adalah: adj adjektiva (kelas kata yang menjelaskan nomina atau pronomina) adv adverbia (kelas kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia, atau kalimat) n nomina (kelas kata benda) num numeralia (kelas kata bilangan) p partikel (meliputi kata depan, frasa preposional, kata sandang, kata seru, kata sambung, dan ucapan salam) v verba (kelas kata kerja) pron pronomina (kelas kata yang digunakan sebagai kata ganti orang) ki kiasan


xviii 2) Singkatan Kata dl/dlm dalam dr dari dsb dan sebagainya kpd kepada krn karena pd pada sbg sebagai tt tentang ki kiasan E. Ortografi Fonem Dapat dijelaskan bahwa dalam kamus ini fonem-fonem tertentu secara ortografis ditulis dengan lambang fonetik sebagai berikut. ʔ Konsonan plosif glotal tidak bersuara, seperti menyebut kata tidak ɲ Konsonan nasal palatal; melambangkan konsonan /ny/ ŋ Konsonan nasal velar; melambangkan konsonan /ng/ e Vokal depan, seperti dalam menyebut kata enak F. Derivasi Lema Lema dan derivasinya (sublema) adalah sebagai berikut. 1) Lema pokok. 2) Gabungan kata dari bentuk dasar (diurut sesuai abjad). 3) Bentuk ulang (bentuk dasar, dwipura). 4) Afiks (prefiks, sufiks, dan simulfiks).


aba-aba abun, berabun Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia 1 A - a aba-aba [aba-aba] n. perintah. apa’ bere’ aba-aba lomba bala karong ‘bapak memberi perintah lomba balap karung’ abang [abaŋ] n. 1) kakak lakilaki. abang andi arito’ pulang ke ngabang ‘abang andi hari ini pulang ke ngabang’ 2) panggilan kepada orang laki-laki yang lebih tua yang kenal atau tidak. abang nyan orang mane ‘abang itu orang mana’ 3) panggilan istri kepada suami. abang ana’ dire’ kemane ‘abang anak kita ke mana’ abang-abang [abaŋ-abaŋ] n. 1) saudara laki-laki yang lebih tua dalam bentuk jamak. abang-abang pegi kemane ‘abang-abang per - gi kemana’ 2) panggilan ke - pada orang laki-laki yang lebih tua atau tidak di kenal (jamak). abang-abang mao’ kemane ‘abangabang mau ke mana’ abang-abangan [abaŋ-abaŋan] n. menyerupai (purapura menjadi abang). abang-abangan ja’ same die nyan ‘abang-abangan saja sama dia itu’ berabang [berabaŋ] v. memiliki abang. die berabang nda’ beade ‘dia memiliki abang tidak memiliki adik’ abis [abis] adv. 1) habis. abis gule dibuange ‘habis gula dibuangnya’ 2) selesai. abis dah acara e ‘selesai sudah acaranya’ 3) tamat. pilem e dah abis ‘filmnya sudah tamat’ berabis v. mengeluarkan semua hartanya (uang, tenaga, dan waktu). pak jojon berabis ngobate ana’ e yang sakit nyan ‘pak jojon berhabis mengobati anaknya yang sakit itu’ ngabise [ŋabiseʔ] v. menghabisi. ani ngabise’ kueh ‘ani menghabisi kue’ abon n. abon. uma’ molah abon ‘ibu membuat abon’ abu n. sisa pembakaran. ine’ nyapu sisa abu ke dapor’ ‘nenek menyapu sisa abu ke dapur’ abun, berabun v. kegiatan membakar kulit bawang pada sore hari ketika anak lahir, cuaca tidak baik, dst. ineʔ


2 Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia acak-acak adat berabun semalam ‘nenek membakar kulit bawang kemarin’ acak-acak [acaʔ-acaʔ] adv. pura-pura. aca’-aca’e kawu jadi antu ‘pura-puranya kamu jadi hantu’ acap1 v. banjir. acap dah rumahe ‘banjir sudah rumahnya’ acap2 adv. kerap, sering. tiap ade masalah acap die minta’ duit ‘setiap ada masalah masalah sering dia minta uang’ acar n. acar. nyaman acar nyan ‘enak acar itu’ acara n. 1) kegiatan yang dipertunjukkan, disiarkan, atau diperlombakan; program (televisi, radio, dsb). ade acara ape di tepi nyan ‘ada acara apa di tv itu’ 2) suatu kegiatan yang dilakukan di dalamnya biasa terdapat perjamuan makan dan minum, ‘rumah saya ada acara arisan sama makan bubur pedas’. rumah aku ade acara arisan same makan bubor pedas acik [aciʔ] n. sebutan untuk anak bungsu (baik paman, bibi). aci’ age’ main guli ‘Acik sedang main kelereng’ acoh [acoh] v. acuh. die suke acoh ngan orang ‘dia suka acuh dengan orang’ ngacohek [ŋacoheʔ] v. mengacuhkan. die suke ngacohe’ aku ‘dia suka mengacuhkan aku’ acon [acon] n. sebutan untuk anak bungsu (baik paman, bibi). acon iso’ datang ‘acon (paman atau bibi) besok datan acong [acoŋ] v. acung. siape yang bise acong tangan ‘siapa yang biasa acung tangan’ ngacongkan [ŋacongkan] mengangkat tangan. aku mao’ ngacongkan tangan lo’ ‘Aku mau mengacungkan tangan dulu’ adang [adaŋ] v. hadang. adang ja’ die ke jalan ‘hadang saja dia ke jalan’ ngadang [ŋadaŋ] v. menghadang. die ngadang jalan ‘dia menghadang jalan’ adap v. hadap. makan ja’ dolo’ yang die adap ‘makan saja dulu yang dia hadap’ ngadap [ŋadap] v. menghadap. die udah ngadap apa’ ‘dia sudah menghadap ayah’ adat n. 1) kebiasaan atau tabiat yang berdasarkan kebiasaan baik. die semalam kena adat ke kampong ‘dia semalam kena adat ke kampung’ 2) aturan (perbuatan dsb) yg lazim diturut atau dilakukan sejak dahulu kala. semalam


ade adok Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia 3 ade acara adat potong rambut ‘kemarin ada acara adat potong rambut’ 3) wujud gagasan kebudayaan yg terdiri atas nilai-nilai budaya, norma, hukum, dan aturan yg satu dng lainnya berkaitan menjadi suatu sistem. nda’ usah buang uras ke sian ‘jangan buang sampah ke situ’ beradat adj. sopan santun. ani nyan beradat ngan orangtue ‘ani itu sopan dengan orangtua’ ngadat [ŋadat] v. memberi sanksi adat. pak RT gek ngadat tono malam to’ ‘pak RT memberi sanksi adat kepada tono malam ini’ ade [ade] v. 1) ada. ade dina ke sinun ‘ada dina ke sana’ 2) hadir. ari ade ari tok ‘ari hadir hari ini’ berade n. orang kaya. dimas orang berade ‘dimas orang kaya ngade-ngade v. mengadamengada. anton ngomong ngade-ngade soal ina ‘anton ngomong mengada-ada tentang ina’ ngadekan [ŋadekan] v. mengadakan. imoh ngadekan acara semalam ‘imoh mengadakan acara kemarin’ adek [adeʔ] n. 1) adik. ade’ nangis ‘adik menangis’ 2) panggilan suami untuk istrinya. ade’ pegi kemane ‘adik pergi kemana’ adek-adek [adeʔ-adeʔ] n. memiliki banyak adik. ade’-ade’ rani gek bemain ‘adik-adik rani sedang bermain’ adek beradek [adeʔ beradeʔ] n. saudara. sono ade’ berade’ ngan budi ‘Sono bersaudara dengan budi” adel [adel] adj. 1) adil. sona adel bagi kueh ‘sona adil bagi kue 2) berpihak pada yang benar. caca adel dalam bere’ nasehat ‘Caca adil dalam memberi nasihat’ ngadelek [ŋadeleʔ] v. mengadili. hakim ngadele’ kasus nyuri ‘hakim mengadili kasus mencuri’ adoh [adoh] p. aduh; ungkapan rasa heran, sakit, dan takjub. adoh sakit kaki kula ‘aduh sakit kaki saya’ ngadoh [ŋadoh] v. mengaduh. nata ngadoh kesakitan ‘nata mengaduh kesakitan’ adok [adoʔ] v. aduk. uma’ ado’ adonan kueh ‘Ibu aduk adonan kue’ adokan [adoʔan] n. adukan. ado’an semen e ancur kena’ ujan ‘adukan se-


4 Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia adu aek mennya hancur kena hujan’ ngadok [ŋadoʔ] v. mengaduk. faiz ngado’ kueh ‘faiz mengaduk kue’ adu v. 1) adu; (adu, beradu), bertanding, berebut menang (dalam pertandingan, perlombaan, dll). die kena’ adu ‘dia kena adu’ 2) berkelahi. ade orang beradu ke sinun ‘Ada orang berkelahi ke sana’ adu domba n. membuat orang berselisih. lisa adu domba dire’ ‘lisa adu domba kita’ beradu v. beradu. lila age’ beradu main bulutangkis ‘lila sedang bertanding main bulutangkis’ ngadu [ŋadu] v. 1) mengadu; memberitahu. dina ngadu ngan apa’ e ‘dina mengadu dengan bapaknya’ 2) menghasut. renta ngadu aku ngan kawu ‘renta menghasut aku dengan kamu’ pengadu [peŋadu] n. pengadu. dita nyan pengadu ‘dita itu pengadu’ aek [aeʔ] n. air. ae’ e jernih ‘airnya jernih’ aek besar [ae’ besar] n. sungai. uma’ mande’ ke ae’ besar ‘Ibu mandi ke sungai’ aek blek [aeʔ bleʔ] n. air kaleng (coca cola,sprite, dll). tania belikan ae’ ble’ ‘tania belikan air kaleng’ aek idup n. air putih yang masih mentah. ambe’kan ae’ idup ke dalam ember ‘ambilkan air mentah dalam ember aek kemeh [aeʔ kemeh] n. air kencing. bawu ae’ kemeh ke sian nyan ‘bau air kencing di situ’ aek kobok [aeʔ koboʔ] n. air cuci tangan. mane ae’ kobo’ te’ ‘mana air cuci tangan tadi’ aek mati [aeʔ mati] n. air minum yang sudah dimasak. uma’ masa’ aek mati ‘ibu masak air minum’ aek tawar [aeʔ tawar] n. air jampi-jampi atau air yang sudah dibacakan doa. minta ae’ tawar ke ne’ dara ‘minta air doa ke nenek dara’ aek pasang [aeʔ pasaŋ] n. banjir. semalam ae’ pasang di ngabang ‘kemarin banjir di ngabang’ aek sasi [aeʔ sasi] n. air berkabonasi lokal. ke sinun maseh ade jual ae’ sasi ‘ke sana masih ada jual air berkabonasi’ beraek [beraeʔ] v. berair.


agah ajab Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia 5 ke rumah dina tanah e berae’ ‘ke rumah dina tanahnya berair’ beraek-aek [beraeʔ-aeʔ] v. berair-air. berae’-ae’ mate e nonton pilem beh ‘berair-air matanya nonton film’ agah v. agah; dipandang untuk menghibur. agah ade’ e nyan ‘agah adiknya’ ngagah [ŋagah] v. memandang muka anak kecil untuk diajak tertawa atau tersenyum. tahan rinto ngagah ian ‘betah rinto mengajak tertawa rian’ agak [agaʔ] adj. cenderung; mirip. aga’ same muke e ‘cenderung sama mukannya’ agak1 [agaʔ] v. hampiri, datangi. aga’ beh ratna ke sinun ‘datangilah Ratna ke sana’ ngagak [ŋagaʔ] v. menghampiri; mendatangi. boy ngaga’ umak ke rumah ‘boy menghampiri ibu ke rumah’ agas n. sejenis nyamuk kecil. die kena’ gigit agas ‘dia kena gigit sejenis nyamuk kecil’ agek [ageʔ] 1) adv. lagi; sedang. age’ dimane kini to’ ‘lagi di mana sekarang ini’ 2) tambah. ma’, age’ nasi e ‘bu, tambah nasinya’ agek-agek [ageʔ-ageʔ] adv. lagi-lagi (melakukan berulang-ulang). age’-age’ main keresik nyan ‘lagilagi main pasir itu’ agong [agoŋ] adj. agung; besar; mulia. ade tamu agong datang ‘ada tamu agung datang’ ngagongkan [ŋagongkan v. mengagungkan. uma’ ngagongkan die ngan urang lain ‘ibu mengagungkan dia dengan orang lain’ keagongan [keagoŋan] n. keagungan; kemuliaan. keagongan Allah nda’ ade batase ‘keagungan Allah tidak ada batasnya’ aher n. akhir. baim paling aher datang ‘baim paling akhir datang’ beraher v. berakhir. udah beraher cerita e ‘sudah berakhir ceritanya’ ngaherek [ŋahereʔ] v. mengakhiri. rika ngahere’ pacaran ngan aku ‘rika mengakhiri pacaran dengan aku’ aherat n. akhirat. kela’ ke aherat dire’ baro’ tau’ ‘nanti di akhirat kita baru tahu’ aip adj. aib. nda’ usah buka aip urang ‘jangan buka aib orang’ ajab n. azab; siksa. kena ajab suke ngakal ‘kena azab suka membohong’


6 Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia ajak akua ngajab [ŋajab] v. menyiksa; memberi azab. die suke ngajab uma’ e ‘dia suka menyiksa ibunya’ ajak [ajaʔ] v. ajak. desi aja’ novi bemain ‘desi ajak novi bermain’ ngajak [ŋajaʔ] v. mengajak. dian ngaja’ mande’ ‘dian mengajak mandi’ ngajake [ŋajaʔe] v. mengajaki. pina ngaja’e main ke utan ‘pina mengajak main di hutan’ ajal n. ajal, batas usia yang diberikan Allah,; saat mati. udah ajal e ‘sudah ajalnya’ ajan v. azan. udah waktu e ajan ‘sudah waktunya azan’ ngajanek [ŋajaneʔ] v. mengazankan. pino ngazane’ ana’ e baro’ laher ‘pino mengazankan anaknya baru lahir’ ajat n. hajat. dira ade ajat kalau lulus ‘dira ade hajat jika lulus’ aji n. haji. hani udah haji ‘hani sudah haji’ beaji v. berhaji. elsa beaji taun nun ‘elsa berhaji tahun lalu’ akak [akaʔ] n. 1) kakak untuk saudara kandung perempuan. aka’ iso’ datang ‘kakak besok datang’ 2) panggilan untuk laki-laki atau perempuan yang dianggap lebih tua. aka’ dina iso’ datang ‘kakak dina besok datang’ beakak [beakaʔ] v. berkakak. die beaka’ nda’ beabang ‘dia berkakak tidak berabang’ akal n. 1) akal. die banya’ akal ‘dia banyak akal’ 2) tipu daya; muslihat; bohong. akal e ja’ nyan ‘bohongnya saja itu’ beakal v. berakal. beakal dewi unto’ bawa bekal ‘berakal dewi untuk bawa bekal’ ngakal [ŋaka] v. membohongi. dina ngakal uma’ ‘dina membohongi ibu’ pengakal [peŋakal] n. pembohong. die pengakal ‘dia pembohong’ akeng [akeŋ] n. 1) kakek. akeng ge’ baca koran ‘kakek sedang baca koran’ 2) sebutan sebutan bagi orang laki-laki yg sudah tua sekali (sebaya kakek). melas miet akeng nyan ‘kasihan melihat kakek itu’ akeng-akeng [akeŋ-akeŋ] n. kakek-kakek. akengakeng nyan bekebon ‘kakek-kakek itu berkebun’ akrap adj. akrab; dekat. fuad akrap ngan dimas ‘fuad akrab dengan dimas’ akua n. sebutan lokak semua


alah amak Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia 7 air mineral yang ada dalam kemaasan. belikan aku akua botol ‘belikan aku air mineral botol’ alah pron. alah. alah die nyan mane mao’ ke rumah dire’ ‘alah dia itu mana mau ke rumah kita’ alang-alang1 [alaŋ-alaŋ] adv. setengah-setengah. alangalang begawe nyan ‘setengah-setengah kerja itu’ alang-alang2 [alaŋ-alaŋ] n. ilalang. bedakah alang-alang sian ‘banyak ilalang di situ’ aleh v. alih; pindah; tukar. aleh pilem nyan ‘alih film itu’ aleh-aleh p. sebagai pengganti. aleh-aleh na’ ke masjid tau e ke pasar ‘alih-alih mau pergi ke mesjid tahunya ke pasar’ beraleh v. beralih. die beraleh ke kamar atas ‘dia beralih ke kamar atas’ ngaleh [ŋaleh] v. mengalih. dita ngaleh buku te’ ‘dita mengalih buku tadi’ alem adj. 1) alim; berilmu; terutama dlm hal agama islam. die alem ‘dia alim’ 2) saleh. die nyan alem sembahyang lima waktu ‘dia itu alim solat lima waktu’ alga n. kasur empuk yang terbuat dari busa dan pegas. apa’ belikan ade’ alga baru ‘ayah belikan adik kasur empuk baru’ alis n. alis. alis die kena’ cukor ‘alis dia kena cukur’ allah n. Allah: maha pencpta. Allah ciptakan dunia ‘Allah yang ciptakan dunia’ almanak [almanaʔ] n. kalender. ade jual almana’ keh ‘ada jual kalender kah’ alok [aloʔ] n. penumbuk; cobek. uma’ bere’ alo’ ke ine’ ‘ibu beri penumbuk kepada nenek’ along [aloŋ] n. 1) panggilan untuk kakak atau abang kandung untuk anak pertama. along bemain bola ‘kakak’abang pertama bermian bola’ 2) panggilan untuk kakak atau abang anak pertama untuk orang lain. duit along jato’ ‘uang kakak/abang jatuh’ alu n. 1) panggilan untuk anak kedua saudara kandung. alu ge’ demam ‘alu sedang demam’ 2) panggilan kepada anak kedua untuk orang lain. alu dede nangis ‘aluu dede nangis 3) panggilan untuk anak kedua sebagai bibi. alu pegi ngajar ‘alu pergi mengajar atau kerja’ ama n. bapak; panggilan untuk orangtua laki-laki kandung. ade ama ke sian ‘ada bapak ke situ’ amak [amaʔ] n. hama pada


8 Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia amanah ambor hewan; kutu hewan. bedakah ama’ mano’ nyan ‘banyak kutu ayam itu’ beamak [beamaʔ] v. berkutu; berhama. pusat berama’ ‘pusarnya berkutu’ amanah n. amanah. die uda bere’ amanah nyan ‘dia sudah beri amanah itu’ ambang, ngambang1 [ambaŋ, ŋambang] 1) adj. dalam keadaan kebingungan. dewi ngambang mao’ mileh ‘dewi bingung mau milih’ 2) keadaan berkunang-kunang atau mau pingsan; pusing. pala e ngambang ‘kepalanya pusing’ ambang, ngambang2 [ambaŋ, ŋambaŋ] v. terapung; melayang. ngambang mayat ke ae’ besar ‘terapung mayat di sungai’ ambek [ambeʔ] v. ambil. ade’ ambe’ kueh ‘adik ambil kue’ ambek langkah seribu ki. pontang-panting. apa’ e datang langsong ambe’ langkah seribu ‘bapaknya datang langsung lari pontang-panting berambek [berambeʔ] v. berambil. makan beh maseh berambe’ ‘makan saja masih berambil’ ngambek [ŋambeʔ] v. mengambil. die ngambe’ kueh ‘dia mengambil kue’ ngambekek [ŋambeʔeʔ] v. mengambilkan. rian ngambe’e’ kueh ‘rian mengambilkan kueh’ ambin v. gendong dari belakang. ambin ade’ nyan ‘gendong dari belakang adik itu’ berambin v. bergendong dari belakang. die pegi sekolah berambin ngan aka’ e ‘dia pergi sekolah bergendong dengan kakaknya’ ngambin [ŋambin] v. menggendong dari belakang. along ngambin ade’ ‘kakak/abang pertama menggendong adik’ amblas v. amblas. oto nyan amblas ‘mobil itu amblas’ ambor1 adj. boros. ambor ja’ duit nyan ‘boros saja pakai uang itu’ ngambor [ŋambor] v. menghambur. die ngambor duite ‘dia menghambur duitnya’ ambor4 v. ambur. die kena ambor beras kuning ‘dia kena ambur beras kuning’ berambor v. 1) berambur. berambor beras ke lantay ‘berhambur beras di lantai 2) berjalan (pergi, lari ke berbagai arah). berambor orang pegi pas dengar kebakaran ‘berhamburan


ambor, ngambor amplas Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia 9 orang pergi ketika dengar kebakaran ngambor [ŋambor] v. menabur; menghambur. ine’ ngambor umpan mano’ ‘nenek menghambur umpan ayam’ ambor, ngambor2 [ambor, ŋambor] v. jemur; menjemur. uma’ ngambor padi ke depan rumah ‘ibu menjemur padi ke depan rumah’ ambor, ngambor3 [ambor, ŋambor] ki. menyengat. ngambor ude’ minyak wangi to’ ‘menyengat sekali parfum ini’ amis n. bau amis atau anyir. darahe amis ‘darahnya amis’ amoi [amoy] n. panggilan kepada anak perempuan etnis cina. amoy mao’ kemane ‘amoi mau kemana’ amok [amoʔ] n. amuk. die kena’ amo’ warga ‘die kena amuk warga’ beramok [beramoʔ] v. beramuk. sarah beramo’ ngan dina ke jalan ‘sarah beramuk dengan dina di jalan’ ngamok [ŋamoʔ] v. mengamuk. pani ngamo’ nda’ kena belikan bakso ‘pani mengamk tidak dibelikan bakso’ pengamok [peŋamoʔ] n. pengamuk. dari bia’ jadi pengamo’ ‘dari kecil jadi pengamuk’ ampak [ampaʔ] adj. hampa; kosong. isi padi taun to’ ampa’ ‘isi padi tahun ini hampa’ ampas n. sisa barang yang diambil sarinya atau perasan. ambe’ ampas nior ‘ambil ampas kelapa’ ampau [ampaw] n. hadiah atau pemberian uang pada saat hari raya. aku bedakah dapat ampaw ‘aku banyak dapat ampau’ amper adv. hampir. amper lupa’ semalam ‘hampir lupa kemarin’ amper-amper adv. hampirhampir. amper-amper nda’ pegi ‘hampir-hampir tidak pergi’ ngamperek [ŋampereʔ] v. menghampiri. die ngampere’ aku semalam ‘dia menghampiriku aku kemarin’ amplas n. ampelas; kertas yang berlapis serbuk kaca dsb untuk melicinkan kayu, besi, dsb. apa’ minta’ belikan amplas ‘bapak minta belikan ampelas’ ngamplas [ŋamplas] v. menggosok atau melicinkan. aku na’ ngamplas besi ‘aku mau mengampelas


10 Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia ampoh ancor besi’ ampoh1 v. terkena banjir. ampoh rumah ine’ ‘terkena banjir rumah nenek’ ngampohek [ŋampoheʔ] v. membanjiri; menggenangi. udah ngampohe’ geretak ‘sudah membanjiri jembatan’ ampoh2 adj. ampuh; mujarab. ampoh obat nyan ‘mujarab obat itu’ ampol n. paru-paru pada ayam atau sapi. buang ampol mao’ nyan ‘buang ampol ayam itu’ ampun n. 1) ampun. die minta ampun ‘dia minta ampun’ 2) kata yang menyatakan rasa kesal dan heran. minta ampun benar miet tingkah kawu to’ ‘minta ampun sekali melihat tingkah kamu ini’ ampunek [ampuneʔ] v. ampuni. ampone’ die nyan ‘ampuni dia itu’ anai-anai [anay-anay] n. rayap. anay-anay makan baju ade’ ‘rayap makan baju adik’ anak [anaʔ] n. 1) anak. ana’ e baro’ laher ‘anaknya baru lahir’ 2) binatang yang masih kecil. ana’ iti’ baro’ bise bejalan ‘anak itik baru dapat berjalan’ 3) pohon kecil yg tumbuh pd umbi atau rumpun tumbuh-tumbuhan yg besar. ana’ pisang udah uma’ ambe’ ‘anak pisang itu sudah ibu ambil’ 4) orang yg berasal dr atau dilahirkan di (suatu negeri, daerah, dsb). die ana’ medan ‘dia anak medan’ anak ampang [anaʔ ampaŋ] n. anak haram. ana’ ampang semalam nangis ‘anak haram kemarin nangis’ anak biak [anaʔ biaʔ] n. anak kecil. ana’ bia’ nyan pintar ‘anak keci itu pintar’ anak muda [anaʔ muda] n. tokoh utama dalam film; pahlawan. siape ana’ muda e nyan ‘siapa tokoh utamanya itu’ beranak [beranaʔ] v. melahirkan. desi berana’ ari dolo’ nyan ‘desi melahirkan beberapa hari lalu’ nganakek [ŋanaʔeʔ] v. melahirkan. dina ngana’e’ ke rumah sakit ‘dina melahirkan di rumah sakit’ ancing [anciŋ] adj. bau air kencing. ancing ude’ kamar to’ ‘bau air kencing sekali kamar ini’ ancor adj. 1) hancur. ancor oto e kena’ pangkong ‘hancur mobilnya kena pukul’ 2) tidak tampak wujudnya. udah ancor benar oto e ‘sudah hancur sekali mobilnya’ 3) — ki. sangat sedih (tt hati).


andal angah Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia 11 ancor ati e pas laki e pegi ‘hancur benar hatinya ketika suaminya pergi’ ancor lebor adj. hancur sekali. ancor lebor rumahe kena’ gempa ‘hancur sekali rumahnya kena gempa’ ngancor aek [ŋancor aeʔ] n. sedekah untuk orang yang sudah meninggal. uma’ molah ngancor ae’ ke rumah ‘ibu membuat acara sedekah di rumah’ ngancorek [ŋancoreʔ] v. menghancurkan. danang ngancore’ rumah e ‘danang menghancurkan rumahnya’ pengancor [peŋancor] n. penghancur. die nyan pengancor acara to’ ‘dia itu penghancur acara ini’ andal adj. 1) mampu. andal die begawe ‘mampu dia bekerja’ 2) jagoan. andal die main guli ‘jagoan dia main kelereng’ 3) kuat, ‘kuat dia jika mengambil air ke sumur sana’. andal die kalau ngambe’ ae’ ke sumor nun ngandalek [ŋandaleʔ] v. menaruh harapan atau kepercayaan yang sangat penuh. ngandale’ die nyare’ duit ke rumah to’ ‘mengharapkan dia mencari uang di rumah ini’ andel v. 1) andil; ikut serta. andel uga’ keh semalam ‘ikut sertakah kemarin’ 2) arisan dapat berupa uang atau barang, biasanya andel ini digunakan ketika ada yang akan punya hajat. aku andel beras pas kawenan lina ‘aku memberikan/arisan beras ketika nikahan lina’ andeng [andeŋ] n. 1) panggilan untuk anak ketigasaudara kandung. andeng ge’ demam ‘andeng sedang demam’ 2) panggilan kepada anak ketiga untuk orang lain. andeng dede nangis ‘andeng dede nangis 3) panggilan untuk anak ketiga sebagai bibi atau paman. andeng pegi bemain ‘andeng pergi bermain’ andok [andoʔ] n. handuk. dimas beli ando’ baru ‘dimas beli handuk baru’ berandok [berandoʔ] v. berhanduk. die berando’ ke warong ‘dia berhanduk ke warung’ ngandokek [ŋandoʔeʔ] v. menghanduki. die ngando’e’ pala’ e ‘dia menghanduki kepalanya’ androk [androʔ] n. rok; pakaian bawah untuk perempuan. uma’ beli andro’ ‘ibu beli rok’ angah [aŋah] n. 1) panggilan untuk anak keempat atau


12 Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia angat angit kedua. angah pulang ari to’ ‘angah pulang hari ini’ 2) panggilan kepada anak keempat atau kedua untuk orang lain. angah mainlah ke rumah ‘angah mainlah ke rumah’ 3) panggilan untuk bibi atau paman. angah nanda pegi iso’ ‘bibi/paman nanda pergi besok’ angat [aŋat] adj. hangat. uma’ minta’ ae’ angat ‘ibu minta air hangat’ ngangatek [ŋaŋateʔ] v. menghangatkan; memanaskan. abi na’ ngangate’ nasi’ ‘abi mau memanaskan nasi dulu anggok [aŋgoʔ] n. angguk; gerakan menundukkan kepala (tanda setuju, mengantuk, dsb). anggo’ kepala’ nyan ‘angguk kepala itu’ beanggok [beaŋgoʔ] v. berangguk. beanggo’ pala’e soale nganto’ ‘berangguk kepalanya karena mengantuk’ nganggok [ŋaŋgoʔ] v. mengangguk. die nganggo’ kena panggel ‘dia mengangguk kena panggil’ nganggok-anggok [ŋaŋgoʔaŋgoʔ] v. menganggukangguk. sarah nganggo’-anggo’ ‘sarah mengangguk-angguk’ anggor [aŋgor] n. buah anggur. beli anggor lo’ ‘beli buah anggur dulu’ anggus [aŋgus] v. gigit. anggus buah nyan ‘gigit buah itu’ nganggus [ŋaŋgus] v. menggigit. dienganggus buah nyan tade’ ‘dia menggigit buah itu tadi’ teanggus [teaŋgus] v. tergigit. lidahe teanggus ‘lidahnya tergigit’ angin [aŋin] n. angin (gerakan udara yang berhembus). angin berembus kencang ‘angin berembus kencang’ angin puting beliong [aŋin putiŋ belioŋ] v. angin puting beliung. ade angin puting beliong semalam ‘ada angin puting beliung kemarin’ angin ribut [aŋin ribut] n. angin ribut; angin kencang. abis ruboh rumah urangkena’ angin ribut ‘habis roboh rumah orang kena angin ribut’ berangin [beraŋin] v. ada angin bertiup. usah bawa die keluar ge’ berangin ‘jangan bawa dia keluar sedang berangin’ nganginek [ŋaŋineʔ] v. mengangini. uma’ ngangine’ baju ‘ibu mengangini baju’ angit [aŋit] adx. bau yang kurang


angka anok Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia 13 enak pada badan. angit ude’ badan kau to’ ‘angit sekali badan kamu itu’ angka1 [aŋka] n. angka. die age’ nulis angka ‘dia sedang menulis angka’ angka2 [aŋka] n. togel; main judi. die suke beli angka ‘dia suka beli togel’ angkat [aŋkat] v. 1) angkat; naikkan; tinggikan. kau angkat nda’ barang nyan ‘kamu angkat tidak barang itu’ 2) mengambil untuk dijadikan anak. sarma na’ dijadikan ana’ angkat ‘sarma mau dijadikan anak angkat’ ngangkat [ŋaŋkat] v. 1) mengangkat. dimas sorang ngangkat kayu nyan ‘dimas sendiri mengangkat kayu itu’ 2) menaikkan derajat. dendi ngangkat derajat orangtue e ‘dendi menaikan derajat orang tuanya’ 3) mengambil; menjadikan; mengakui sebagai anak; saudara,dsb. die udah ngangkat kau sebagai anak ‘dia sudah menjadikan kamu sebagai anak’ angse [aŋse] n. angsa. ardi piara angse ‘ardi pelihara angsa’ angsor [aŋsor] v. angsur. utang nyan kau angsor ‘utang itu kamu angsur’ berangsor [beraŋsor] v. berangsur. maya bayar utang berangsor ‘maya bayar utang berangsur’ ngangsor [ŋaŋsor] v. mengangsur. ngangsor bayar utang nyan mengangsur bayar utang itu’ angus [aŋus] v. 1) hangus; terbakar smapai hitam. angus ikan uma’ nyan ‘hangus ikan ibu itu’ 2) terbakar sampai habis. rumahe angus tebakar ‘rumahnya hangus terbakar’ 3) — ki. batal. angus tiket bis punye maya ‘hangus tiket bis punya maya’ anjang [anjaŋ] n. 1) panggilan untuk kakak atau abang anak keenam. anjang nangis semalam ‘kakak/abang nangis kemarin’ 2) panggilan untuk menyebut anak keenam. anjang na’ kemane ‘anjang mau ke mana’ anjong1 [anjoŋ] angkat. anjong tas nyan ‘angkat tas itu’ nganjong [ŋanjoŋ] v. mengangkat. die nganjong tas pas banjer ‘dia mengangkat tas ketika banjir’ anjong2 [anjoŋ] v. memberikan pujian. suke benar die kena’ anjong nyan ‘suka sekali dia kena puji itu’ anok1 [anoʔ] n. 1) anu; yg tidak disebutkan namanya (orang,


14 Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia anok antare benda, dsb). ano’ beli kueh ‘anu beli kue 2) (untuk menyebutkan) sesuatu yg namanya terlupa atau tidak. rumah ano’ nyan udah jadi ‘rumah anu itu sudah jadi’ anok2 [anoʔ] p. ano’lah benda nyan ‘anulah benda itu’ nganok [ŋanoʔ] v. mengerjakan. kau ge’ ngano’ ape ‘kamu sedang mengerjakan apa’ anok3 [anoʔ] n. punya; milik. ano’ siape pensil nyan ‘punya siapa pensil itu’ anos, nganos [anos, ŋanos] v. 1) istirahat. die nganos dolo’ ‘dia istirahat dulu’ 2) libur; cuti. die nganos begawe hari to’ ‘dia libur bekerja dulu hari ini’ antah1 n. antah; padi atau gabah di dalam beras atau nasi. bedakah ude’ antah nyan ‘banyak sekali antah itu’ antah2 adv. tidak tahu. antah kemane die te’ ‘tidak tahu kemana dia tadi’ antah berantah n. antah berantah. ke antah berantah nun kali e ‘ke antah berantah sana’ antam v. 1) hantam. antam ja’ die pakay batu ‘hantan saja dia pakai batu’ 2) menghabiskan dengan sekaligus. kena antam die semalam ‘kena hantam dia kemarin’ 2) asal berbuat (memukul, mengkritik, dsb) saja; . kena antam die pas debat semalam ‘kena hantam dia ketika debat kemarin berantam v. berhantam. sida’ e berantam semalam ‘mereka berhantam kemarin’ antar v. antar. dea antar bekal ‘dea antar bekal’ beantar v. berantar. rama maseh beantar ke sekolah ‘rama masih berantar ke sekolah ngantar [ŋantar] v. mengantar. sali ngantar uma’ ke pasar ‘sali mengantar ibu ke pasar’ ngantarek [ŋantareʔ] v. mengantarkan. dila ngantare’ nasi semalam ‘dila mengantarkan nasi kemarin’ antaran n. antaran; barangbarang untuk pernikahan. emas nyan barang antaran ‘emas itu termasuk antaran’ antare n. 1) antara. bingung antare mande’ ngan nda’ ‘bingung antara mandi atau tidak’ 2) jarak (ruang, jauh) di sela-sela dua benda. rumah e antare rumah dina ngan rafi ‘rumahnya antara rumah dina dengan rafi’ 3) waktu


antena anyun Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia 15 yg menyelang dua saat atau peristiwa; . die pegi antare sida’ pegi begawe ‘dia pergi antara kalian pergi kerja’ beantere v. berantara. rumahe berantare tige meter dari jalan ‘rumahnya berantara tiga tiga meter dari jalan’ antena n. antena. antena e rusa’ ‘antenannya rusak’ antik [antiʔ] n. antik; barang kuno tapi bernilai tinggi. anti’ kalong uma’ nyan ‘antik kalung ibu itu’ antok [antoʔ] v. antuk; saling bertabrakan kepala; menyakiti kepala dengan menghantamkan kepala pada benda keras. kena’ anto’ kepala’ e ke dinding ‘kena antuk kepalanya di dinding’ berantok [berantoʔ] v. berantuk. sakit pala’ beranto’ semalam ‘sakit kepala berantuk kemarin ngantok [ŋantoʔ] v. mengentakkan kepala ke dinding. die nganto’ pala’ e ‘dia mengentak kepalanya’ terantok [terantoʔ] v. terantuk; terbentur dengan kepala. pala’ e teranto’ ke semen ‘kepala terbentur di semen’ antu n. 1) hantu. sekolah nyan ade antu ‘sekolah itu ada hantu’ 2) — ki. rupanya buruk sekali. muke e macam antu ‘mukanya mirip hantu’ antu aek [antu aeʔ] n. hantu yang hidup di air. ade antu ae’ ke sian ‘ada hantu air di situ’ berantu v. berhantu. batang kayu nyan berantu ‘pohon itu berhantu’ ngantuek [ŋantueʔ] v. menghantui. malar ade ja’ ngantue’ dina ‘sering ada yang menghantui dina’ antus adj. 1) jinak. antus kucing e ‘jinak kucingnya’ 2) ungkapan untuk anak yang tidak rewel. antus e na’bia’ nyan ‘tidak rewel anak kecil itu’ anyer [aɲer] adj. anyir atau bau amis. anyer ude’ tempat to’ ‘bau amis sekali tempat ini’ anyi [aɲi] panen. ubi udah kena’ anyi ‘ubi sudah kena panen’ nganyi [ŋaɲi] v. memanen. semalam ine’ nganyi padi ‘kemarin nenek memanen padi’ anyun n. ayun. ade’ naik anyun ‘adik naik ayun’ beanyun [beaɲun] v. berayun. die tido’ maseh benayun ‘dia tidur masih berayun’ ngayun [ŋayun] v. mengayun. leteh dari semalam nganyune ‘capek dari kemarin


16 Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia anyut ape mengayunya’ anyunan [aɲunan] n. ayunan. apa’ molah anyunan ke depan rumah ‘bapak membuat ayunan di depan rumah’ anyut [aɲut] v. 1) hanyut; terbawa arus banjir; ombak; dll. udah anyut leme’ uma’ dibawa’ ae’ pasang ‘sudah hanyut kasur ibu dibawa air pasang’ 2) habis; hilang; lenyap. anyut semue benda ke rumah to’ ‘hilang semua benda di rumah ini’ beranyut [beraɲut] v. berhanyut. die beranyut dari ulu ke ilek ‘dia berhanyut dari hulu ke hilir’ nganyutek [ŋaɲuteʔ] v. 1) menghanyutkan; membawa mengalir. die ngayute’ kayu dari ulu ‘dia menghanyutkan kayu dari hulu’ 2) — ki. membawa diri (berangan-angan). salma nganyute’ cerita nyan ‘salma menhanyutkan certia itu’ aok [aoʔ] p. 1) iya. ao’ benar nyan ‘iya benar itu’ 2) kata untuk memberi penekanan pd sesuatu. ao’, iso’ aku datang ‘iya, besok saya datang’ aok beh [aoʔ beh] p. iya lah. ao’ beh iso’ aku pegi ‘iyalah besok saya pergi’ aor n. bambu. ade aor sebelah rumah nyan ‘ada bambu sebelah rumah itu’ apak [apaʔ] n. bapak; ayah panggilan untuk orangtua lakilaki kandung. apa’ beli obat ‘ayah beli obat’ apal v. hafal. dewi udah apal pekalian ‘dewi sudah hafal perkalian’ ngapal [ŋapal] v. menghafal. dira ngapal puisi ‘dira menghafal puisi’ apalan n. hafalan. banyak apalan surah ke sekolah ‘banyak hafalan surah ke sekolah’ apam n. ine’ molah apam ‘nenek membuat kue apam’ apam pinang n. martabak manis. beli apam pinang lo’ ‘beli martabak manis dulu’ ape pron. 1) apa. ape dipolah ‘apa yang dibuat’ 2) kata tanya untuk menanyakan nama (jenis, sifat) sesuatu:. ape benda to’ ‘apa barang ini’ 3) kata tanya untuk menanyakan pertalian kekeluargaan. ape ubongan sida’ bedua nyan ‘apa hubungan kalian berdua itu’ ape akal pron. apa akal; bagaimana. ape akal barang udah jadi ‘apa akal sudah terjadi’


apel apong Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia 17 ape boleh buat pron. apa boleh buat; sudah tidak ada jalan lagi. ape boleh buat die udah mati ‘apa boleh buat dia sudah mati ape-ape n. apa-apa; segala apapun. ape-ape diambe’ ‘apa-apa diambil’ ngape [ŋape] pron. mengapa. ngape tade’ rama nangis ‘mengapa tadi rama nangis’ apel1 n. buah apel. ade’ makan apel ‘adik makan apel’ apel2 n. upacara. ari to’ apel ke kantor bupati ‘hari ini upacara di kantor bupati’ apel bendera n. apel dl upacara penaikan atau penurunan bendera (untuk menghormati penaikan atau penurunan bendera kebangsaan); . sida’ pegi apel bendera keh kela’ ‘kalian pergi upacara bendera kah nanti’ apel3 v. dikunjungi oleh pacar atau orang yang menyukai di rumah. rina kena’ apel tade’ malam ‘rina dikunjungi oleh pacar tadi malam ngapel [ŋapel] v. mengunjungi pacar ke rumahnya. andi ngapel cewe’ e ‘adi mengunjungi pacarnya’ api n. api. tangane angus kena’ makan api ‘tangannya hangus kena lalap api’ beapi v. berapi; berisi (mengandung) api; mengeluarkan api. rumah e berapi semalam ‘rumahnya berapi kemarin’ beapi-api ki. bersemangat sekali; bergelora; berkobar-kobar (tt semangat, gairah). die beapi-api ngomong semalam dia berapi-api berbicara kemarin’ ngapi [ŋapi] v. mengapi, menyala-nyala (berkobarkobar) menyerupai ap. nda’ usah suke ngapi orang ‘jangan suka mengapi orang’ apit n. 1) panggilan untuk anak keenam saudara kandung. apit ge’ demam ‘apit sedang demam’ 2) panggilan kepada anak keenam untuk orang lain. apit dede nangis ‘apit dede nangis 3) panggilan untuk anak keenam sebagai bibi atau paman. apit pegi ngajar ‘bibi/paman pergi mengajar atau kerja’ apong [apoŋ] v. apung. dire’ lewat jembatan apong ‘kita lewat jembatan apung’ ngapong [ŋapong] v. mengapung. balon nyan ngapong ke ae’ ‘balon itu mengapung di air’


18 Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia apukat arau terapong [terapoŋ] v. terapung kayu terapong ke ae’ ‘kayu terapung di air’ apukat n. alpukat. die makan apukat ‘dia makan alpukat’ apus v. 1) hapus. die apus papan tulis ‘dia hapus papan tulis’ 2) diampuni. semoga kena apus segala dosa ‘semoga kena ampuni segala dosa’ ngapus [ŋapus] v. menghapus. rita ngapus papan tulis ‘rita menghapus papan tulis’ terapus v. terhapus. udah terapus pesan te’ ‘sudah terhapus pesan tadi’ pengapus [peŋapus] n. penghapus. apa’ beli pengapus baru ‘ayah beli penghapus baru’ arak1 [araʔ] n. arak, minuman berakholol. andi minum ara’ ‘andi minum arak’ arak2 [araʔ] v. arak; berjalan bersama-sama dng beriringiring. dimas kena’ ara’ keliling kampong ‘dimas kena arak keliling kampung’ bearak [bearaʔ] v. berarak. rami orang beara’ penganten ‘ramai orang berarak pengantin ngarak [ŋaraʔ] v. mengarak. apa’ pegi ngara’ penganten ‘ayah pergi mengarak pengantin’ aral n. rintangan; halangan. bedakah aral na’ jadi urang sukses ‘banyak rintangan mau jadi orang sukses’ aral melintang [aral melintaŋ] ki. banyak kendala. ade ja’ aral melintang kalau na’ pegi ‘ada banyak kendala jika mau pergi’ arang [araŋ] n. arang; sisa pembakaran berwarna hitam. ade sian arang ‘ada di situ arang’ bearang [bearaŋ] v. berarang; memiliki arang. kuali uma’ udah bearang ‘wajan ibu sudah berarang’ arap n. harap; mohon, hendaklah. arap sabar semue ‘harap sabar semua’ arap-arap v. selalu berharap atau dinanti. arap-arap dea datang malam to’ ‘harap-harap dea datang malam ini’ ngarap [ŋarap] v. mengharap. ngarap rahma ja’ begawe ke rumah to’ ‘mengharap rahma saja kerja di rumah ini’ arau [araw] v. ganggu. nda’ usah suke araw orang ‘jangan suka ganggu orang’ ngarau [ŋaraw] v. mengganggu. die suke ngarau orang main ‘dia suka mengganggu orang


are arok Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia 19 main’ are n. sejenis beringin; pohon besar berakar tunggang, dari cabang -cabangnya keluar akar gantung yang menurut mitos lokal diidentikkan sebagai tempat tinggal kuntilanak. randi nebang kayu are ‘randi menebang pohon beringin’ aret [n] arit. dian beli aret ari dolo’ nyan ‘dian beli arit kemarin itu’ ngaret [ŋaret] v. mengarit; menyabit rumput. tita ngaret rumput ‘tita mengarit rumput’ ari1 n. 1) hari. ari udah malam ‘hari sudah malam’ 2) waktu selama jam kerja. die begawe lima ari ‘dia bekerja lima hari’ ari dolok [ari doloʔ] n. kemarin. ari dolo’ nyan sarma kawen ‘kemarin itu sarma nikah’ ari tok [ari toʔ] n. hari ini. ari to’ sida’ e pegi ke rombo’ ‘hari ini mereka pergi ke air terjun’ ari nyan [ari ɲan] n. hari itu. ari nyan sida’ e ketemu ‘hari itu mereka ketemu’ beari-ari v. berhari-hari. beari-ari pegi bermain ‘berhari-hari pergi bermain arian n. harian. along begawe arian ‘abang/ kakak bekerja harian’ pengari [peŋari] v. mengerjakan lahan padi secara bersama-sama. iso’ ade pengari ke ume iyang ‘besok ada mengerjakan lahan padi di ladang bibi’ ari2 v. adu domba. malar kena’ ari sida’e nyan ‘sering kena adu domba mereka itu’ ngari [ŋari] v. mengadu domba. suke die ngari kawane bekelahi ‘suka dia mengadu kawannya berkelahi pengari [peŋari] n. orang yang suka mengadu domba. pengari die nyan ‘orang yang suka mengadu domba dia itu’ ari3 n. ari; lapisan tipis pada kulit. pala’ bedakah kulit ari ‘kepala banyak kulit ari’ ari-ari n. ari-ari. ari-ari e udah dicuci ‘ari-arinya sudah dicuci’ arimau [arimaw] n. harimau. arimaw lepas dari kandang ‘harimau lepas dari kandang’ arisan n. arisan. aku ikut arisan ‘aku ikut arisan’ arok [aroʔ] v. goreng dan ada juga goreng tanpa minyak. uma’ age’ buat nasi aro’ ‘ibu sedang membuat nasi goreng’ ngarok [ŋaroʔ] v. menggoreng dengan minyak atau tanpa


20 Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia aron, ngaron asal minyak. uma’ ngaro’ beras ‘ibu menggoreng beras tanpa minyak’ aron, ngaron adj. aron. nasi’ udah kena’ aron ‘nasi sudah kena aron’ ngaron [ŋaron] v. mengaron. uma’ ngaron nasi’ ‘ibu mengaron nasi’ arong,ngarong [aroŋ] v. 1) arung, mengarung. ae’ besar nyan udah kena’ arong sida’ e ‘sungai itu sudah kena arung mereka’ 2) — ki. menempuh. arong idup to’ harus sabar ‘menempuh hidup ini harus sabar’ ngarong [ŋarong] v. die age’ ngarong ae’ ‘dia sedang mengarung air’ ngarongek [ŋaroŋeʔ] v. mengarungi. diah ngaronge’ ae’ pasang ‘diah mengarungi banjir’ arus n. arus. arus e deras ude’ ‘arusnya deras sekali’ asah v. asah. dita asah lading ‘dita asah pisau’ berasah v. berasah; sudah ditajamkan. lading ke rumah udah berasah ‘pisau di rumah sudah berasah’ ngasah [ŋasah] v. 1) mengasah; menajamkan. sardi ngasah parang ‘sardi mengasah parang’ 2) — ki. mengasah bakat; kemampuan. die ge’ ngasah bakat nyanyi e ‘dia sedang mengasah bakat menyanyinya’ pengasah [peŋasah] n. alat untuk mengasah. pengasah e bagus ‘pengasahnya bagus’ asak [asaʔ] adj. asak; penuh; padat. asa’ ja’ kesian ‘asak saja di situ’ beasak [beasaʔ] v. berasak; berdesak-desakan. ke pasar beasa’ rami urang ‘di pasar berdesakdesakan ramai orang’ ngasak [ŋasaʔ] v. memenuhi; mengisi agar padat. eka ngasa’ semen ke lobang nyan ‘eka mengisi semen di lubang itu’ asak-asak [asaʔ-ɑsaʔ] adj. batal; tidak dapat apa-apa. asa’- asa’ pegi ke rumah uma’, ari lalu ujan ‘batal pergi ke rumh ibu, tiba-tiba hujan’ asal1 n. 1) asal. asal e dari mane ‘asalnya darimana’ 2) keadaan (tempat, wujud, rupa, dsb) yg semula; pangkal permulaan. rumahe dibalike’ ke asal ‘rumahnya dibalikan asal


asal asap Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia 21 asal usol n. asal usul; keturunan; silsilah. asal usol e darimane ‘asal usulnya darimana’ berasal v. berasal. ani berasal dari jawa ‘ani berasal dari jawa’ asal2 adj. sembarangan; seenaknya saja. sarah begawe asal ja’ ‘sarah bekerja sembarangan saja’ asal-asal v. seenaknya. die molah kueh asal-asal ‘dia membuat kue seenaknya’ ngasal [ŋasal] v. menjawab dengan sembarangan. suke ngasal die ngisi soal nyan ‘suka sembarangan dia mengisi soal itu’ asal3 pro. 1) dengan syarat; apabila. rumah to’ boleh dijual tapi bagi rate ‘rumah ini boleh dijual,tetapi bagi rata’ 2) pokoknya; yang penting. biar pelan asal selamat ‘biar pelan asal selamat’ asam n. buah asam. bedakah asam jato’ ke sinun ‘banyak asam jatuh di situ’ asam bacang [asam bacaŋ] n. asam bacang (mangifera foetida). beli asam bacang ke pasar ‘beli asam bacang ke pasar’ asam kalimantan n. asam berkulit tebal dan berwarna coklat memiliki daging tebal warna jingga dan berserabut. bedakah asam kalimantan ke sinun ‘banyak asam kalimantan ke sana’ asam kedeper n. asam berkulit hijau dan berukuran kecil memiliki rasa asam biasanya digunakan untuk sambal. die ade jual asam kedeper ‘dia ada jual asam kedeper’ asam kumbang [asam kumbaŋ] n. asam raba atau mangipera sp; buah ini memiliki warna kulit warna hitam atau keunguunguan, berserat halus, rasa daging buah manis asam, berorama wangi. asam kumbang ge’ bebuah ‘asam kumbang sedang berbuah’ asam payak asam payaʔ. n. asam paya; asam kelubi. caca suke makan asam paya’ ‘caca suka makan asam payak’ asam pedas n. masakan asam pedas. uma’ masa’ asam pedas paten ‘ibu masak asam pedas paten’ asap n. asap; uap yang dapat terlihat yang dihasilkan dr pembakaran. rumahe bedakah asap ‘rumahnya banyak asap’ beasap


22 Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia asar asoh — v. kantore berasap dari semalam ‘kantornya berasap dari kemarin’ ngasapek [ŋasapeʔ] v. mengasapi. api nyan ngasape’ rumah ‘api itu mengasapi rumah’ asar n. solat ashar. udah keh asar te’ ‘sudahkah solat ashar tadi’ asbak [asbaʔ] n. tempat abu rokok. rumah aku nda’ ade asba’ roko’ ‘rumah aku tidak ada asbak rokok’ beasbak [beasbaʔ] v. berasbak; memiliki asbak. rumah beasba’ ‘rumahnya memiliki asbak’ asel n. 1) hasil. bedakah asel e dari motong ‘banyak hasilnya dari menyadap karet’ 2) akibat; kesudahan (dr pertandingan, ujian, dsb. asel e tim landak yang menang ‘hasilnya tim landak yang menang’ beasel v. 1) berhasil. die udah beasel ‘dia sudah berhasil’ 2) — n. orang kaya. die udah jadi orang beasel ‘dia sudah jadi orang berhasil’ ngaselek [ŋaseleʔ] v. menghasilkan. jagong nyan udah ngasele’ duit ‘jagung itu sudah menghasilkan duit’ asi1 adv. boleh; dapat. asi macam ngan kawan ‘boleh seperti itu dengan teman’ ngasi [ŋasi] adj. penurut. ngasi die omongan dire’ ‘penurut dia dengan omongan kita’ asi2 n. air susu ibu. die nyan dibere’ asi ‘dia itu diberi asi’ asli n. 1) asli. emas e nyan asli ‘emasnya itu asli’ 2) tempat asal. die asli orang ngabang ‘dia asli orang ngabang’ aso adj. pelan. aso die bejalan ‘pelan dia berjalan’ aso-aso adj. pelan-pelan. aso-aso ja’ begawe nyan ‘pelan-pelan bekerja itu’ asoh v. 1) asuh. die kena’ suroh asoh ade’ ‘dia kena suruh asuh adik’ ngasoh [ŋasoh] v. mengasuh. die ngasoh ana’ aku ‘dia mengasuh anak aku’ 2) — ki. membimbing (membantu, melatih, dsb) supaya dapat berdiri sendiri (tt orang atau negeri). die ngasoh kegiatan pramuka nyan ‘dia membimbing kegiatan pramuka itu’ asohan n. asuhan. die asohan ine’ e ‘dia asuhan neneknya’ pengasoh [peŋasoh] n. pengasuh. udah lama’ die jadi pengasoh ‘sudah lama


asok Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia 23 dia jadi pengasuh’ asok [asoʔ] n. anjing. lucu aso’ e ‘lucu anjingnya’ ason [ason] n. panggilan utuk anak bungsu (baik paman atau bibi). ason ge’ nangis ‘ason (paman atau bibi) sedang nangis asut v. hasut. rama asut dita biar kelahi ‘rama hasut dita agar kelahi’ ngasut [ŋasut] v. menghasut. suke ngasut pangane ‘suka menghasut temannya’ teasut v. terhasut. rina teasut ngan ani ‘rina terhasut dengan ani’ pengasut [peŋasut] n. penghasut. dari dolo emang pengasut ‘dari dulu memang penghasut’ ati1 n. 1) hati. ati aku udah sehat ‘hati aku sudah sehat’ 2)daging dr hati sbg bahan makanan (terutama hati dr binatang sembelihan). uma’ molah sambal ati ‘ibu membuat sambal hati’ 3) jantung. ati e bedebar-debar cowo’ e na’ datang ‘hatinya berdebardebar cowoknya mau datang’ 4) sesuatu yg ada di dl tubuh manusia yg dianggap sbg tempat segala perasaan batin dan tempat menyimpan pengertian (perasaan dsb. cukup aku simpan dalam ati ‘cukup aku simpan dalam hati’ ati kecik [ati keciʔ] n. perasaan sebenarnya. ati keci’ e die salo’ ngan apak e ‘perasaan sebenarnya dia rindu dengan bapaknya’ beati v. berhati. die beati bait ‘dia berhati baik’ ati, ati-ati2 v. hati-hati; ingatingat; waspada. ati-ati ke jalan ‘hati-hati di jalan’ ator v. atur. ator ja’ semue e ‘atur saja semuanya’ ngator [ŋator] v. mengatur. dewi ngator ade’ makan ‘dewi mengatur adik makan’ terator v. teratur. tido’ e terator kini to’ ‘tidurnya teratur sekarang’ atoran n. aturan. rumah e penoh atoran ‘rumahnya penuh aturan’ pengator [peŋator] n. pengatur. sarah udah jadi pengator dari dolo’ ‘sarah sudah jadi pengatur dari dulu’ aus adj. haus. diana aus kena’ panas ‘diana haus kena panas’ keausan adj. citra keuasan dari semalam ‘citra kehausan dari kemarin’


24 Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia awas ayon awas v. 1) awas; dapat melihat baik-baik; tajam penglihatan. maseh awas mate ine’ miet lobang jarum ‘masih awas mata nenek melihat lubang jarum’ 2) hati-hati. awas ade ular ‘hati-hati ada ular’ 3) melarang dengan mengancam. awas ja’ kalau kawu pegi ‘awas saja jika kamu pergi’ ngawas [ŋawas] v. mengawas. candra ngawas dina begawe ‘candra mengawas dina bekerja’ ngawasek [ŋawaseʔ] v. mengawasi. tomi ngawase’ rumah e ‘tomi mengawasi rumahnya’ pengawas [peŋawas] n. pengawas. iso’ aku jadi pengawas ‘besok aku jadi pengawas’ awik [awiʔ] n. selimut. ratih beli awi’ ‘ratih beli selimut’ beawik [beawiʔ] v. berselimut. tejo tido’ beawi’ ‘tejo tidur berselimut’ ngawikek [ŋawiʔeʔ] v. menyelimuti. ali ngawi’e’ falih ‘ali menyelimuti falih’ ayah1 v. awasi. udah kena ayah pukat nyan ‘sudah kena awasi pukat itu’ ngayah [ŋayah] v. mengawasi. andi ngayah pukat ‘andi mengawasi pukat’ ayah2 n. panggilan untuk orang tua laki-laki kandung. ayah udah pulang ‘ayah sudah pulang ayak [ayaʔ] v. ayak; menapis dengan pengayak. radit ge’ aya’ tepong ‘radit sedang ayak tepung’ ngayak [ŋayaʔ] v. mengayak. rina nyuroh ngaya’ tepong ‘rina menyuruh mengayak tepung’ pengayak [peŋayaʔ] n. pengayak; alat untuk mengayak. pengaya’ e koyak ‘pengayaknya robek’ ayan n. penyakit ayan; epilepsi. die nyan ayan ‘dia itu ayan’ ayap1 n. panggilan untuk kakak yang pertama. ayap makan nasi ‘kakak makan nasi’ ayap-ayap n. panggilan untuk kakak-kakak anak pertama bentuk jamak. ayap-ayap ge’ bejalan ‘kakak-kakak sedang berjalan’ ayap2 v. hilang. entah kemane ayap duit te’ ‘entah dimana hilang duit tadi’ ngelayap [ŋelayap] v. jalan kemana-mana. die nyan suke ngelayap ‘dia itu suka jalan kemana-mana’ ayok [ayoʔ] p. ayo. ayo’ dire’ pegi ‘ayo kita pergi’ ayon n. 1) panggilan untuk anak


ayong ayun Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia 25 kelima saudara kandung. ayon ge’ demam ‘ayon sedang demam’ 2) panggilan kepada anak kelima untuk orang lain. ayon tono datang ‘ayon tono datang’ 3) panggilan untuk anak kelima sebagai bibi atau paman. ayon musa semalam pegi ‘bibi/paman musa kemarin pergi’ ayong [ayoŋ] n. keluarga. ayong dimas datang dari meliau ‘keluarga dimas datang dari meliau’ ayong buroh [ayoŋ buroh] n. keluarga dekat. maseh ayong buroh e uma’ ‘masih keluaga dekat ibu’ ayong jujoh [ayoŋ jujoh] n. masih ada hubungan keluarga. maseh ayong jujoh sebelah apa’ ‘masih ada hubungan keluarga pihak bapak’ ayun n. ayun. ade’ naik ayun ‘adik naik ayun’ beayun v. berayun. die tido’ maseh beayun ‘dia tidur masih berayun’ ngayun [ŋayun] v. mengayun. leteh dari semalam ngayune ‘capek dari kemarin mengayunya’ ayunan n. ayunan. apa’ molah ayunan ke depan rumah ‘bapak membuat ayunan di depan rumah’


26 Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia babak baca babak1 [babaʔ] v. buka; sibah. baba’ ja’ ro’ nyan biar diliet urang ‘buka saja rok itu agar dilihat orang’ ngebabak [ŋebabaʔ] v. membuka; menyibak. tahan die ngebaba’ tudong nasi nyan ‘tahan dia membuka tudung nasi itu’ tebabak [tebabaʔ] v. terbuka; tersibak. tebaba’ ja’ seloar e ‘terbuka saja celananya’ babak2 [babaʔ] n. babak; bagian dari permainan. siape menang baba’ pertama ‘siapa menang babak pertama’ babang [babaŋ] n. ampela ayam. uma’ beli babang mano’ ‘ibu beli ampela ayam’ babat1 v. tebas. babat ja’ semue rumput nyan ‘tebas saja semua rumput itu’ ngebabat [ŋebabat] v. 1) menebas. selesai die ngebabat rumput ke kebon ‘selesai dia menebas rumput di kebun’ — ki. menghabiskan; menyikat habis (makanan dsb); 3 Olr mengalahkan lawan-lawan (dl pertandingan. die ngebabat semue kueh ade’ e ‘dia menghabiskan semua kue adiknya’ babat2 n. babat; perut besar pada binatang seperti sapi. ratih molah sambal babat sapi ‘ratih membuat sambal babat sapi’ baca v. 1) baca. apa’ baca koran ‘bapak baca koran’ 2) mengucapkan. akeng baca doa ‘kakek mengucapkan doa’ 3) mengetahui; meramalkan. salma udah baca cuaca arito’ ujan ‘salma sudah meramalkan cuaca hari ini hujan’ 4) memperhitungkan; memahami:. sardi udah baca permainan to’ ‘sardi sudah meperhitungkan permainan ini’ baca-baca v. 1) membaca sesuatu dng sambil lalu. baca-baca ja’ buku nyan ‘baca-baca saja buku itu’ 2) membaca surah-surah atau pengajian ketika akan ada pesta seperti pernikahan, khitanan dll. udah mule keh baca-baca te’ ‘sudah mulaikah bacabaca tadi’ B - b


bacang bagi Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia 27 ngebaca [ŋebaca] v. membaca. ade’ ngebaca buku ‘adik membaca buku’ tebaca v. terbaca. tulisane tebaca aku ‘tulisannya terbaca aku’ bacang [bacaŋ] n. asam bacang (mangifera foetida; . ine’ suke makan bacang ‘nenek suka makan bacang’ badak [badaʔ] n. badak. ke utan ade bada’ ‘ke hutan ada badak’ badal n. bentol pada kulit dan berwarna merah. abis tuboh e kena badal ‘habis tubuhnya kena bentol’ badal-badal n. bentolbentol pada kulit. tubohe badal-badal ‘tubuhnya bentol-bentol’ badek [badeʔ] n. parang berukuran pendek dan kecil. apa’ ngasah bade’ ‘bapak mengasah parang kecil’ badi n. 1) badi; pengaruh buruk (dr orang mati, binatang yg terbunuh, pohon keramat, dsb). die kena badi semut ‘dia kena badi semut’ 2) kelakuan yg luar biasa (mirip hewan dsb) yg diperoleh pd saat dilahirkan. die kena badi ikan dari laher ‘dia kena badi ikan dari lahir’ 3) zat yg menularkan penyakit. tuboh nyan badi kalau kena’ debu ‘tubuhnya badi jika kena debu’ baga adj. 1) bodoh. baga ude’ ndak tahu nulis ‘bodoh sekali tidak tahu menulis’ 2) tidak memiliki pengetahuan (pendidikan, pengalaman. dire’ jangan mao’ baga kena’ die ‘kita jangan mau bodoh kena dia’ baga-baga adj. sangat bodoh. baga-baga jadi urang ‘sangat bodoh jadi orang’ bagi1 v. 1) beri. bagi kueh nyan ‘beri kue itu’ 2) — n. pembagian dalam pembelajaran mtk. dua bagi dua ‘dua bagi dua’ bagi-bagi v. saling berbagi. makan nyan bagi-bagi ‘makan itu saling berbagi’ bebagi v. berbagi. bebagi makan kueh nyan ‘berbagi makan kue itu’ ngebagi [ŋebagi] v. membagi; memberi. uma’ ngebagi limau ke lina ‘ibu memberi jeruk kepada lina’ tebagi v. terbagi. kaseh sayang e udah tebagi ‘kasih sayangnya sudah terbagi’ bagian n. bagian. bagian tanah nyan untok radit ‘bagian tanah itu untuk radit’ pembagian n. pembagian. pembagian beras


28 Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia bahari baik semalam dibere’e’ ‘pembagian beras kemarin diberikan’ bahari n. sore. bahari kela’ dire’ pegi ‘sore nanti kita pergi’ bahari-bahari n. soresore. bahari-bahari nyan rumah e kecurian ‘sore-sore itu rumahnya kecurian’ kebaharian adj. kesorean kebaharian na’ bejalan ‘kesorean mau berjalan’ bahase n. 1) bahasa. eni pakay bahase jawa ‘eni menggunakan bahasa jawa’ 2) — ki. perkataan mengandung nasihat. macam bahase orangtue ‘seperti bahasa orangtua’ bahel adj. nakal. toto bahel benar beh ‘toto nakal sekali’ bahenol adj. bahenol; seksi. caca nyan orange bahenol ‘caca itu orangnya seksi’ bahlol adj. bodoh dalam ungkapan kasar. bahlol ude’ keh ‘bodoh sekali kah’ baholak [baholaʔ] n. dahulu. model rambut macam nyan udah jeman bahola’ ‘model rambut seperti itu sudah zaman dahulu’ bahwe p. bahwa. kawu tau keh bahwe aku yang menang ‘kau taukah bahwa aku yang menang’ baikbaiʔ adj. 1) baik. die nyan baik ‘dia itu baik’ 2)mujur; beruntung (tt nasib); menguntungkan (tt kedudukan dsb). nasib e baik ude’ ‘nasibnya baik sekali’ 3) berguna; manjur (tt obat dsb). daun kates nyan baik untuk obat darah tinggi ‘daun pepaya itu berguna untuk obat darah tinggi’ 4) tidak jahat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur. dira dari keluarga baik ‘diara dari keluarga baik’ 5) — v. sembuh; pulih (tt luka, barang yg rusak, dsb). udah bai’ keh ‘sudah baik kah’ baik-baik [baiʔ-baiʔ] adj. 1) baik-baik; tidak jahat; terhormat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur. darma nyan urang bai’-bai’ ‘darma itu orang baik-baik’ 2) hatihati. bai’- bai’ ke jalan ‘hati-hati di jalan’ bebaikan [bebaiʔan] v. berbaikan; berdamai. die udah bebaikan ‘dia sudah berdamai’ ngebaikek [ŋebaiʔeʔ] v. memperbaiki. rama ngebaike’ lemari ‘rama memperbaiki lemari’ tebaik [tebaiʔ] v. terbaik. die tebai’ dalam kelas ‘dia terbaik dalam kelas’


bait bak Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia 29 perbaikek [perbaiʔeʔ] v. perbaikan. tati perbai’e’ rumah ‘tati perbaiki rumah’ bait adj. 1) baik. die nyan bait ‘dia itu baik’ 2) mujur; beruntung (tt nasib); menguntungkan (tt kedudukan dsb). nasib e bait de’ ‘nasibnya baik sekali’ 3) berguna; manjur (tt obat dsb). daun kates nyan bait untuk obat darah tinggi ‘daun pepaya itu berguna untuk obat darah tinggi’ 4) tidak jahat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur. dira dari keluarga bait ‘diara dari keluarga baik’ 5) — v. sembuh; pulih (tt luka, barang yg rusak, dsb). udah bai’ keh ‘sudah baik kah’ bait-bait adj. 1) baik-baik; tidak jahat; terhormat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur. darma nyan urang bai’-bai’ ‘darma itu orang baik-baik’ 2) hati-hati. baitbait ke jalan ‘hati-hati di jalan’ ngebait [ŋebait] v. memperbaiki. rama ngebait lemari ‘rama memperbaiki lemari’ tebait v. terbaik. die tebait dalam kelas ‘dia terbaik dalam kelas’ pebaitek [pebaiteʔ] v. perbaikan. tati pebaite’ rumah ‘tati perbaiki rumah’ baja n. besi. lemari nyan tebuat dari baja ‘lemari itu terbuat dari besi’ baju n. baju. uci makai baju baru ‘uci memakai baju baru’ baju kembang [baju kembaʔ] n. gaun. cante’ baju kembang e ‘cantik baju kembangnya’ baju koko n. baju yang dipakai untuk salat bagi laki-laki. baju koko e kotor ‘baju kokonya kotor’ baju kurong [baju kuroŋ] n. gamis. apa’ belikan uma’ baju kurong ‘ayah belikan ibu gamis’ bebaju v. berbaju atau menggunakan baju. darma bebaju mirah ‘darma berbaju merah’ ngebajuek [ŋebajueʔ] v. membajukan; memakai baju. pani ngebajue’ rian ‘pani memakaikan baju rian’ bak1 [baʔ] n. 1) tempat untuk menampung air di dalam kamar mandi. ba’ belom diisi’ ae’ ‘bak belum diisi air 2) kotak besar (tempat sampah, dsb). ba’ sampah udah rusa’ ‘bak sampah sudah rusak’ bak2 [baʔ] p. kata depan untuk menyatakan perbandingan; bagaikan. muke e ba’


30 Kamus Bahasa Melayu Ngabang-Indonesia bakat balang bidadari ‘mukanya seperti bidadari bakat n. keahlian bawaan. bakat die ngegambar ‘bakat dia menggambar’ bebakat v. berbakat. die bebakat nyanyi ‘dia berbakat nyanyi’ bakau [bakaw] n. mangrove; bakau. apa’ ngebibit bakaw ‘bapak membibit bakau’ baki n. nampan kecil untuk membawa air minum atau kue. mane baki uma’ te’ ‘mana nampan ibu tadi’ bakol n. bakul. bakol e rusa’ ‘bakulnya rusak’ bakong [bakoŋ] n. sejenis enceng gondok. di kolam bedakah bakong ‘di kolam banyak sejenis enceng gondok’ bakwan1 n. kue bakwan. uma’ age molah ba’wan ‘ibu sedang membuat bakwan’ bakwan1 n. karet hasil sadapan yang dibentuk bulat. semalam apa’ jual ba’wan ‘kemarin bapak jual karet sadapan’ bal1 n. bola. dimas main bal ‘dimas main bola’ bal2 n. 1) satuan ukuran jumlah (bahan pakaian dsb). uma’ beli baju dua bal ‘ibu membeli baju dua bal 2) karung. udah berbal-bal datang gule e sudah berkarung-karung datang gulanya bal3 n. bungkusan yg terbuat dr bahan lunak, tidak kaku, berbentuk kotak. kueh e ke dalam bal ‘kuenya di dalam bungkusan’ bala1 n. bencana; malapetaka; cobaan. ade ja’ bala nimpa e ‘ada saja malapetaka menimpanya’ bala2 n. mereka. ade tade’ bala ke sian ‘ada saja mereka ke situ’ balae n. mereka. balae pegi ngael ‘mereka pergi memancing’ balak [balaʔ] n. keren; mantap. bala’ gaya e pegi undangan ‘keren gayanya pergi kondangan’ balak-balak [balaʔ- balaʔ] v. bergaya tidak sesuai kondisi; berlagak. gaya e bala’- bala’ depan orang ‘gayanya berlagak depan orang’ balang [balaŋ] adj. 1) batal. umaʔ balaŋ ke pasar ‘ibu batal ke pasar’ 2) gagal; tidak berhasil. die udah balaŋ jadi polisi ‘dia sudah gagal jadi polisi’ balang-balang [balaŋ-balaŋ] v. cegah; menahan. rian ndaʔ maoʔ dibalaŋ‑balaŋ pegi ke rumah ineʔ ‘rian tidak mau dicegah pergi ke rumah nenek’


Click to View FlipBook Version