Gambar 39. Melaksanakan kegiatan pelatihan kepada para
pendamping WBS
4.4 Mengadakan survei kepuasan kepada pendamping setelah
mengikuti pelatihan
a. Hasil kegiatan yaitu hasil survei kepuasan dari pendamping WBS.
b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:
Saya mengadakan survei online kepada para
pendamping untuk mengukur tingkat kepuasan pendamping
terhadap kegiatan pelatihan dan masukan terhadap program
berikutnya. Saya menyampaikan dengan sikap hormat, jelas,
sopan, dan santun saat menginformasikan pengisian survei
kepuasan kepada pendamping. Saya memfasilitasi pendamping
WBS mengikuti pelatihan untuk meningkatkan pengembangan
diri. Kemudian di akhir pelatihan saya menyampaikan hasil
survei secara transparan dan aktual.
164
Akuntabilitas :
1) Saya menerima penilaian terhadap kegiatan pelatihan sebagai
bentuk kepercayaan.
2) Saya menginformasikan pengisian survei kepuasan kepada
pendamping dalam melakukan pembinaan sebagai rekan yang
setara (keseimbangan).
Nasionalisme :
1) Saya menghargai masukan yang diberikan berupa kritik,
saran maupun koreksi atas kegiatan pelatihan yang telah
diikuti wujud penerapan sila ke 5 dan menjunjung tinggi
setiap keputusan sesuai perwujudan sila ke 4.
Etika Publik :
1) Saya menyampaikan dengan sikap hormat, jelas, sopan, dan
santun saat menginformasikan pengisian survei kepuasan
kepada pendamping dalam melakukan pembinaan sebagai
rekan yang setara.
Komitmen Mutu :
1) Saya memfasilitasi pendamping WBS mengikuti pelatihan
untuk meningkatkan pengembangan diri (mutu).
Anti Korupsi:
1) Saya mengadakan survei kepuasan untuk mendapatkan
informasi yang jujur.
2) Sikap saya untuk menyampaikan hasil survei secara
transparan dan aktual menunjukkan berani.
Pada tahapan ini terdapat bukti kegiatan sebagai berikut:
165
Gambar 40. Rekap hasil analisis survei kepuasan kepada pendamping
setelah mengikuti pelatihan program pembinaan fisik
Gambar 41. Lanjutan analisis hasil survei kepuasan kepada pendamping
setelah mengikuti pelatihan program pembinaan fisik
Kegiatan 5. Evaluasi program pembinaan fisik pada WBS
Hasil kegiatan yaitu terlaksananya evaluasi kegiatan.
166
Adapun tahapan pelaksanaannya sebagai berikut:
5.1 Meminta testimoni dari WBS dan pendamping WBS
a. Hasil kegiatan yaitu catatan testimoni dari WBS dan pendamping.
b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:
Saya menerima hasil testimoni yang diberikan sebagai
penilaian terhadap kegiatan yang saya lakukan bentuk
penerapan nilai akuntabilitas indikator kepercayaan. Saya
menerima setiap masukan berupa kritik dan saran sebagai
bahan evaluasi kegiatan berikutnya. Saya menanggapi setiap
masukan dengan tanggapan yang sopan dan santun.
Kemudian saya meminta penilaian testimoni secara jujur tidak
melebih-lebihkan dan tidak menutup-nutupi hasil kegiatan.
Tujuan saya untuk meminta testimoni dari WBS dan
pendamping untuk mengetahui pengaruh atau dampak yang
diterima setelah pelaksanaan kegiatan sebagai perbaikan
kegiatan selanjutnya. Permintaan feedback dari WBS berupa
testimoni pengaruh atau dampak yang diterima setelah
pelaksanaan kegiatan silabi merupakan bentuk perbaikan
berkelanjutan/continuous improvement (Komitmen Mutu).
Selama berkomunikasi dengan WBS dan Pendamping WBS,
saya selalu menerapkan protokol kesehatan dengan tetap
selalu memakai masker (Nasionalisme).
Akuntabilitas :
1) Saya menerima hasil testimoni kepercayaan untuk menjaga
kualitas pelayanan pembinaan pada WBS.
Nasionalisme :
1) Saya menerima kritik dan masukan sesuai sila ke-4.
2) Saya selalu menerapkan protokol kesehatan dengan tetap
selalu memakai masker. (sila ke-2)
167
Etika Publik:
1) Saya menanggapi setiap masukan dengan tanggapan yang
sopan dan santun.
Komitmen Mutu :
1) Sikap meminta feedback untuk perbaikan kegiatan selanjutnya
(perbaikan).
Anti Korupsi:
1) Sikap saya meminta penilaian testimoni termasuk jujur.
Gambar 42. Meminta testimoni kepada pendamping WBS
5.2 Menganalisis survei kepuasan kegiatan pelatihan kepada
pendamping
a. Hasil kegiatan yaitu hasil analisa survei kepuasan pendamping
setelah mengikuti pelatihan.
b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:
Saya menganalisa hasil survei sebagai bahan masukan
untuk perbaikan program berikutnya. Saya menganalisis hasil
survei kepuasan untuk mengukur kefektifan program dengan
memberikan penilaian yang tidak diskriminatif terhadap
penilaian pendamping. Kemudian saya menganalisa hasil
survei kepuasan pendamping setelah mengikuti pelatihan
hingga tuntas dan jujur tanpa menutupi hasil evaluasi.
168
Akuntabilitas :
1) Saya menganalisa hasil survei sebagai bahan masukan untuk
perbaikan program berikutnya merupakan indikator tanggung
jawab.
Nasionalisme :
1) Saya menganalisis hasil survei kepuasan kegiatan pelatihan
kepada pendamping secara adil perwujudan nilai sila ke 5.
Etika Publik:
1) Saya menganalisis hasil survei kepuasan untuk mengukur
kefektifan program dengan memberikan penilaian yang tidak
diskriminatif terhadap penilaian pendamping.
Komitmen Mutu :
1) Saya menganalisis hasil survei kepuasan untuk mengukur
kefektifan program yang berjalan.
2) Sikap saya menganalisis hasil survei sebagai bahan perbaikan
program berikutnya.
Anti Korupsi :
1) Saya menganalisa hasil survei kepuasan pendamping setelah
mengikuti pelatihan hingga tuntas dan jujur tanpa menutupi
hasil evaluasi.
169
Pada tahapan ini terdapat bukti kegiatan sebagai berikut :
Gambar 43. Analisis hasil analisa survei kepuasan kegiatan kepada
pendamping
170
Gambar 44. Lanjutan analisis hasil rekap survei kepuasan kegiatan kepada
pendamping
5.3 Menilai hasil perkembangan WBS setelah mengikuti kegiatan
pembinaan fisik
a. Hasil kegiatan yaitu laporan perkembangan WBS.
b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:
Saya menilai hasil perkembangan WBS setelah
mengikuti kegiatan pembinaan fisik merupakan wujud sikap
responsif sebagai bahan masukan untuk perbaikan program
berikutnya. Saya menilai hasil perkembangan WBS secara jujur
tanpa menutup-nutupi hasil penilaian. Hal ini penerapan nilai
memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap,
cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan
santun.
171
Akuntabilitas :
1) Saya menilai hasil perkembangan WBS setelah mengikuti
pembinaan fisik merupakan wujud nilai integritas yang saya
terapkan.
Nasionalisme :
1) Saya menilai hasil perkembangan WBS secara adil dan
tidak membeda-bedakan perwujudan sila ke-5.
Etika Publik:
1) Saya menilai hasil perkembangan WBS secara jujur
merupakan sikap memberikan layanan kepada publik secara
jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil
guna, dan santun.
Komitmen Mutu :
1) Saya menilai hasil perkembangan WBS setelah mengikuti
kegiatan pembinaan fisik merupakan wujud sikap efektif.
Anti Korupsi :
1) Saya menilai hasil perkembangan WBS secara jujur tanpa
menutupi hasil penilaian.
Pada tahapan ini terdapat bukti kegiatan sebagai berikut:
172
Gambar 45. Laporan penilaian perkembangan WBS dalam program
Obama “Senam Jantung Sehat”
Gambar 46. Laporan penilaian perkembangan WBS dalam program
Obama “Senam Otak”
5.4 Menganalisis hasil kegiatan dan evaluasi dengan metode kualitatif
pada WBS dan pendamping
a. Hasil kegiatan yaitu hasil analisa dan kesimpulan evaluasi.
b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:
Saya menganalisis hasil kegiatan dan evaluasi secara
transparan dalam memberikan laporan kegiatan yang akan
dilaksanakan. Kemudian saya menganalisis hasil kegiatan dan
evaluasi sebagai upaya memastikan kegiatan sesuai dengan
kebutuhan dan memberikan dampak dan perbaikan program
berikutnya.
173
Akuntabilitas :
1) Saya menganalisis hasil kegiatan dan evaluasi merupakan
transparan.
2) Sikap saya memberi laporan bentuk tanggung jawab dalam
menjalankan program pembinaan fisik secara berkala.
Etika Publik :
1) Saya menganalisis hasil kegiatan dengan memberikan
informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada
pihak lain yang memerlukan informasi.
2) Saya menganalisis hasil kegiatan secara profesional
berpedoman pada kriteria penilaian yang telah ditetapkan.
Komitmen Mutu :
1) Saya menganalisis hasil kegiatan dan evaluasi sehingga dapat
melihat capaian dan catatan untuk perbaikan program
berikutnya.
Anti Korupsi :
1) Saya menyampaikan hasil dari penilaian kegiatan yang saya
sajikan dalam jujur dan transparan apa adanya.
Tabel 9. Penilaian Program Obama “Senam Jantung Sehat”
No Nama WBS Pertemuan Total
123 4 5 6 7 8
1 Sakdiyah 234 6 7 8 9 11 50
2 Mini Juarsih 6 7 9 10 12 14 16 17 91
3 Santi TG 679 10 12 13 14 18 89
4 Maria 578 9 11 12 16 17 85
5 Heni 7 9 10 12 13 14 18 19 102
6 Gunduyung 6 8 10 11 12 17 18 19 101
7 Rini Toba 457 9 10 11 14 19 79
8 Yornis 7 9 10 13 15 16 18 19 107
9 Sinta Q 7 9 10 11 14 17 18 19 105
10 Ayen 7 8 10 12 13 15 17 19 101
Rata-rata 578 10 11 12 15 18
skor
174
Tabel 10. Kriteria Penilaian Program Obama “Senam Jantung Sehat”
No Nama WBS Total Penilaian Kriteria Penilaian:
1 Sakdiyah nilai Kurang
2 Mini Juarsih 50 Cukup Skor 1-50 = Kurang
3 Santi TG 91 Cukup Skor 51-100 = Cukup
4 Maria 89 Cukup Skor 101-152 = Baik
5 Heni 85
6 Gunduyung 102 Baik
7 Rini Toba 101 Baik
8 Yornis 79 Cukup
9 Sinta Q 107 Baik
10 Ayen 105 Baik
101 Baik
Berdasarkan pada tabel 11, menunjukkan bahwa terdapat 10 orang WBS
yang mengikuti program senam jantung sehat diantaranya mendapat penilaian
baik sebanyak 5 orang antara lain Heni, Gunduyung, Yornis, Sinta Qiuqiu, dan
Ayen. Sedangkan terdapat 4 orang yang mendapat penilaian cukup baik yaitu
Mini Juarsih, Santi TG, Maria, dan Rini Toba. Sebanyak satu orang yang
bernama Sakdiyah mendapat penilaian kurang baik dikarenakan kondisinya baru
saja pulih setelah menjalani isolasi akibat terpapar virus covid-19.
Persentase Penilaian Senam Jantung
Sehat 10 WBS
Kurang
Baik 10% Cukup
50% 40%
Kurang Cukup Baik
Gambar 47. Diagram persentase hasil penilaian WBS dalam program
Obama “Senam Jantung Sehat”
175
Gerakan Rata-rata Nilai Senam Jantung Sehat 10 WBS
19
18
17
1165
14
13
1112
10
9
87
6
5
43
2
1
0
Gambar 48. Penilaian perkembangan WBS dalam program Obama “Senam
Jantung Sehat”
Hasil penilaian WBS dalam program senam jantung sehat menunjukkan
peningkatan jumlah hapalan gerakan selama delapan kali pertemuan. Hal ini
ditunjukkan pada gambar 49, dimana sebesar 50% WBS memiliki nilai baik dalam
menghapal gerakan, sebesar 40% memiliki nilai cukup baik, dan sebesar 10%
memiliki nilai kurang menghapal gerakan.
Tabel 11. Kriteria Penilaian Program Obama “Senam Otak”
No Nama WBS Total Penilaian Kriteria Penilaian:
1 Sakdiyah nilai Kurang Skor 1-10 = Kurang
2 Mini Juarsih 10 Cukup Skor 11-21 = Cukup
3 Santi TG 15 Cukup Skor 22-32 = Baik
4 Maria 11 Cukup
5 Heni 16 Cukup
6 Gunduyung 19 Cukup
7 Rini Toba 11 Cukup
8 Yornis 12
9 Sinta Q 26 Baik
10 Ayen 25 Baik
24 Baik
176
Tabel 12. Penilaian Program Obama “Senam Otak”
No Nama WBS Pertemuan Total
23 4
1 4 10
6 15
1 Sakdiyah 12 3 5 11
8 16
2 Mini Juarsih 23 4 8 19
5 11
3 Santi TG 12 3 6 12
8 26
4 Maria 13 4 8 25
8 24
5 Heni 23 6
6 Gunduyung 12 3
7 Rini Toba 12 3
8 Yornis 46 8
9 Sinta Q 46 7
10 Ayen 36 7
Rata-rata skor 23 5 7
Berdasarkan pada tabel 12, menunjukkan bahwa terdapat 10 orang WBS
yang mengikuti program senam otak diantaranya mendapat penilaian baik
sebanyak 3 orang antara lain Yornis, Sinta Qiuqiu, dan Ayen. Sedangkan
terdapat 6 orang yang mendapat penilaian cukup baik yaitu Mini Juarsih, Santi
TG, Maria, Heni, Gunduyung, dan Rini Toba. Sebanyak satu orang yang
bernama Sakdiyah mendapat penilaian kurang dikarenakan kondisinya baru saja
pulih setelah menjalani isolasi akibat terpapar virus covid-19.
Persentase Penilaian Senam Otak 10
WBS
Baik Kurang
30% 10%
Cukup
60%
Kurang Cukup Baik
Gambar 49.Diagram persentase hasil penilaian WBS dalam program
177
Gerakan Obama “Senam Otak”
Rata-rata Nilai Senam Otak 10 WBS
8
7
6
5
4
3
2
1
0
Pertemuan ke Pertemuan ke Pertemuan ke Pertemuan ke
1234
Gambar 50. Penilaian perkembangan WBS dalam program Obama
“Senam Otak”
Hasil penilaian WBS dalam program senam otak menunjukkan
peningkatan jumlah hapalan gerakan selama empat kali pertemuan. Hal ini
ditunjukkan pada gambar 51, dimana sebesar 30% WBS memiliki nilai baik
dalam mengikuti gerakan, sebesar 60% memiliki nilai cukup baik, dan
sebesar 10% memiliki nilai kurang dalam mengikuti gerakan.
Kegiatan 6 Pelaporan program pembinaan fisik pada WBS
Hasil kegiatan yaitu tersusunnya laporan kegiatan pembinaan.
Adapun tahapan pelaksanaannya sebagai berikut:
6.1 Menyusun laporan hasil evaluasi pelaksanaan program
pembinaan fisik
a. Hasil kegiatan yaitu laporan evaluasi kegiatan.
b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:
Saya menyusun laporan hasil evaluasi kegiatan sesuai
dengan jadwal yang telah ditentukan dan menerima masukan
178
baik dari rekan sejawat, pendamping, dan pihak lain. Saya
menerapkan konsistensi dalam memberikan laporan kegiatan
yang akan dilaksanakan sebagai bentuk transparansi kegiatan
terkait proses pelaksanaan kegiatan aktualisasi dalam
melaporkan segala sesuatu yang terjadi selama pelaksanaan
tanpa mengurangi satu apapun (anti korupsi) sehingga dapat
dilihat perubahan sebelum dan sesudahnya (mutu). Saya
bekerja keras (nasionalisme, sila ke-5 dan anti korupsi) dalam
menyusun laporan secara mandiri (anti korupsi) serta bersikap
profesional demi pelayanan yang semakin baik ke depannya
untuk WBS (etika publik).
Akuntabilitas :
1) Saya menyusun laporan hasil evaluasi kegiatan dan
melaporkan kepada pimpinan secara berkala (konsisten).
2) Saya meminta validasi berupa tanda tangan pimpinan dalam
menyusun laporan hasil evaluasi kegiatan sebagai bukti
transparansi.
Nasionalisme :
1) Saya menerima masukan baik dari rekan sejawat, pendamping,
dan pihak lain menerapkan sila ke-4 yaitu mengutamakan
musyawarah dalam mengambil keputusan untuk
kepentingan bersama.
Etika Publik:
1) Saya menyusun laporan dengan profesional sesuai data dan
fakta yang ada. (memberikan informasi secara benar)
Komitmen Mutu
1) Saya melaporkan segala sesuatu yang terjadi selama
pelaksanaan tanpa mengurangi satu apapun sehingga
dapat dilihat perubahan sebelum dan sesudahnya. (mutu)
Anti Korupsi:
179
1) Saya bekerja keras dalam menyusun laporan hasil evaluasi
kegiatan berdasarkan data yang saya peroleh agar terlihat
hasil selama program pembinaan.
2) Saya menyusun laporan hasil evaluasi secara mandiri
dengan melakukan perekapan dan pengumpulan data yang
telah diperoleh selama kegiatan.
3) Saya melaporkan segala sesuatu yang terjadi selama
pelaksanaan tanpa mengurangi satu apapun. (jujur)
Pada tahapan kegiatan ini terdapat bukti pelaksanaan
kegiatan sebagai berikut:
180
Gambar 51. Laporan evaluasi program pembinaan fisik Obama
181
6.2 Merekapitulasi testimoni dan evaluasi dari WBS dan pendamping
WBS
a. Hasil kegiatan yaitu rekapitulasi testimoni dan evaluasi.
b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:
Saya meminta feedback dari WBS berupa testimoni dan
evaluasi dari pendamping terhadap pengaruh atau dampak yang
diterima setelah pelaksanaan kegiatan silabi untuk peningkatan
mutu program. Kemudian saya melakukan evaluasi untuk
merekap testimoni secara jujur tanpa menutup-nutupi hasil
evaluasi untuk dilaporkan kepada pimpinan. Pembuatan laporan
rekapitulasi indikator yang menunjukan perbedaan sebelum dan
sesudah semua kegiatan pembinaan dilaksanakan.
Akuntabilitas :
1) Saya menerapkan sikap integritas dalam merekapitulasi
testimoni dan evaluasi dari WBS dan pendamping.
Etika Publik :
1) Saya merekap testimoni secara jujur tanpa menutup-nutupi
hasil evaluasi profesional dalam menjalankan tugas (pasal 5
UU ASN No. 5 tahun 2014).
Komitmen Mutu :
1) Saya merekapitulasi testimoni dan evaluasi dengan meilihat
indikator yang menunjukan perbedaan sebelum dan
sesudah semua kegiatan pembinaan dilaksanakan untuk
peningkatan mutu program.
Anti Korupsi :
1) Saya bersungguh-sungguh dalam mengerjakan perekapan
testimoni dan evaluasi hingga tuntas kerja keras.
Pada tahapan ini terdapat bukti kegiatan sebagai berikut:
182
Gambar 52. Rekapitulasi testimoni pendamping WBS
Gambar 53. Rekapitulasi testimoni WBS
6.3 Melaporkan hasil evaluasi kegiatan kepada pimpinan
a. Hasil ksegiatan yaitu tersampaikannya laporan hasil evaluasi
kegiatan kepada pimpinan.
b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:
183
Saya akan ke ruangan mentor dengan mengetuk pintu,
mengucapkan salam, mengucapkan permisi, dan menanyakan
kesedian waktu beliau untuk melakukan diskusi. Kemudian saya
akan duduk jika mentor besedia dan mempersilahkan duduk.
Kemudian saya akan menyampaikan maksud dan tujuan saya
untuk melaporkan hasil evaluasi kegiatan. Laporan saya
sampaikan kepada mentor sebagai bentuk konsistensi, dan
btanggung jawab pelaksanaan tugas (akuntabilitas).
Akuntabilitas:
1) Saya menyusun laporan evaluasi kegiatan sebagai bentuk
pertanggungjawaban untuk mengukur keefektifan program
sebagai bentuk transparansi kegiatan.
2) Saya mengumpulkan laporan evaluasi kegiatan secara
konsisten sesuai jadwal rencana.
Nasionalisme:
1) Saya melaporkan hasil evaluasi kegiatan sebagai bentuk
pertanggungjawaban terhadap sila ke-4 yaitu keputusan yang
diambil harus dapat ddipertanggungjawabkan secara moral.
2) Saya menunjukkan sikap saling menghormati antara atasan
dan bawahan saat menghadap pimpinan (sila ke-2).
3) Saya mengucapkan salam sebelum memasuki ruangan
pimpinan. (sila ke-1)
Etika Publik:
1) Saya mempertanggungjawabkan hasil evaluasi dan kegiatan
kepada Ka Panti Kasubag TU, Ka Satpel Pembinaan Sosial
menerapkan prinsip menghargai komunikasi, konsultasi,
dan kerjasama.
2) Saya menyampaikan informasi dengan benar dalam
pengumpulan laporan evaluasi kegiatan.
184
Komitmen Mutu :
1) Saya melaporkan ketercapaian target, jumlah, dan tingkat
kepuasan hasil kegiatan menerapkan prinsip efisien.
Anti Korupsi:
1) Saya melaporkan hasil evaluasi kegiatan kepada Ka Panti,
Kasubag TU, dan Ka Satpel Pembinaan Sosial dengan jujur
dan transparan apa adanya.
2) Saya disiplin hadir sesuai dengan waktu yang telag
ditetapkan.
Pada kegiatan ini terdapat bukti pelaksanaan kegiatan yaitu
sebagai berikut:
Gambar 54. Melaporkan hasil evaluasi kegiatan program pembinaan fisik
WBS kepada mentor
B. Capaian Pelaksanaan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar PNS
Hasil dari pelaksanaan seluruh kegiatan aktualisasi ini adalah
telah terlaksananya program pembinaan fisik pada WBS selama masa
pandemi dengan variasi senam kesehatan diantaranya senam jantung
sehat dan senam otak. Melalui program Obama diharapkan
merupakan salah satu cara untuk meminimalisir gangguan psikotik
yang dialami WBS seperti melamun, berdiam diri, bermalas-
malasan, halusinasi, dan sebagainya. Selain itu, dengan adanya
185
senam kesehatan Obama selama masa pandemi diharapkan dapat
meningkatkan ketertarikan, semangat WBS serta partisipasi
kehadiran WBS yang menderita komorbid pada kegiatan yang lebih
produktif. Indikator jangka panjang yang diharapkan adalah WBS
dapat menjalankan fungsi sosialnya selama proses resosialisasi di
lingkungan panti atau saat nanti reunifikasi kembali ke
keluarga/masyarakat.
Pelayanan kesehatan di masa pandemi saat ini juga
dibutuhkan karena merupakan salah satu hak mendasar yang dimiliki
khususnya pada Warga Binaan Sosial yang direhabilitasi di panti.
Pada saat silabi pembinaan di panti, terdapat beberapa WBS yang
memang memiliki keterbatasan yaitu memiliki komorbid sehingga
tingkat partisipasinya rendah terutama saat mengikuti kegiatan
pembinaan fisik. Hal ini menyebabkan WBS tersebut sering
mengantuk, mengalami gangguan konsentrasi, lemas, menarik diri,
halusinasi, penurunan produktivitas kurang bersemangat, melamun,
tidak fokus, dan berbicara sendiri.
Kegiatan pembinaan fisik seperti senam di panti sudah berjalan
sebelumnya di panti, tapi belum ada kegiatan senam kesehatan yang
khusus menjangkau WBS dengan penyakit komorbid seperti
penyakit hipertensi dan diabetes melitus khususnya selama masa
pandemi covid-19. Hasil dari kuesioner awal kepada 24 pendamping
WBS sebagai responden terhadap efektivitas kegiatan pembinaan
fisik pada WBS selama pandemi yaitu sebanyak 85% pendamping
menilai Kegiatan bimbingan fisik yang diterapkan di panti belum
berjalan optimal selama pandemi dalam meningkatkan partisipasi
WBS, sebanyak 73,4% pendamping menilai setuju kegiatan
bimbingan fisik selama pandemi ini belum cukup meningkatkan
kemampuan kognitif WBS (Warga Binaan Sosial) terutama yang
menderita komorbid, dan sebanyak 73,7% setuju setuju apabila
186
kegiatan bimbingan fisik misalnya (senam jantung sehat, senam
otak) diikutkan dalam kegiatan bimbingan fisik sehingga
meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan WBS. Kegiatan
pembinaan fisik yang telah dilakukan WBS di PSBL HS 2 Cipayung
adalah senam relaksasi di pagi dan siang hari selama 1,5 jam setiap
harinya. Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung
melakukan penanganan terhadap permasalahan WBS penyandang
psikotik melalui program terpadu dengan pembedaan kategori
permasalahan gangguan jiwanya yaitu klaster 1 untuk stabilisasi 1,
klaster 2 untuk stabilisasi 2, klaster 3 untuk fase stabilisasi 3. Kegiatan
ini diikuti oleh 410 WBS dari semua klaster secara massal. Jumlah WBS
yang mengikuti program pembinaan fisik sebelum program Obama
dengan kategori komorbid dan tidak komorbid dapat dilihat pada gambar
57 di bawah ini:
Jumlah WBS yang mengikuti bimbingan
fisik sebelum program Obama
270
300
200 120
100 3 17
0
Ikut Tidak ikut Ikut Tidak ikut
Komorbid Tidak komorbid
Gambar 55. Jumlah WBS yang mengikuti bimbingan fisik sebelum
program Obama
Pada diagram tersebut, menunjukkan sebanyak 20 WBS yang
memiliki komorbid hipertensi dan diabetes melitus yang mengikuti
bimbingan fisik sebanyak 3 orang dan yang tidak mengikuti sebanyak 17
orang. Sedangkan pada WBS yang tidak memliki komorbid yang
mengikuti bimbingan fisik sebanyak 120 orang dan yang tidak mengikuti
sebanyak 270 orang. Sedangkan pada gambar 58 di bawah ini
187
menunjukkan adanya peningkatan signifikan dengan jumlah WBS yang
mengikuti bimbingan fisik setelah program menjadi sebanyak 12 orang
dan jumlah WBS non komorbid menjadi 240 orang.
Jumlah WBS yang mengikuti bimbingan fisik
setelah program Obama
250
200
150 240
150
100
Ikut Tidak ikut
50 8 Tidak komorbid
Tidak ikut
12
0
Ikut
Komorbid
Gambar 56. Jumlah WBS yang mengikuti bimbingan fisik setelah
program Obama
Perbandingan WBS Sebelum dan Setelah
Mengikuti Program
300
250
200
150 270 240
100
50 120 150
0 3 17 12 8
Ikut Tidak Ikut Tidak Ikut Tidak Ikut Tidak
ikut ikut ikut ikut
Komorbid Tidak komorbid Komorbid Tidak komorbid
Sebelum program Obama Setelah program Obama
Gambar 57. Perbandingan jumlah WBS yang mengikuti bimbingan fisik
sebelum dan setelah program Obama
Terdapat 20 warga binaan sosial yang tercatat menderita riwayat
kronis yaitu komorbid hipertensi dan diabetes melitus. Sebelum
188
mengikuti program Obama, terdapat 3 WBS komorbid yang aktif mengikuti
bimbingan fisik, sedangkan setelah mengikuti program terdapat
peningkatan sebanyak 12 WBS komorbid yang aktif mengikuti program.
Sementara untuk WBS non komorbid sebelum mengikuti program,
terdapat sebanyak 120 WBS yang aktif melakukan gerakan bimbingan fisik
dan setelah mengikuti program terdapat 240 WBS yang aktif melakukan
gerakan bimbingan fisik. Jumlah warga binaan sosial yang terlalu banyak
dan keterbatasan pendamping dalam memonitor keaktifan gerak senam
peserta, menyebabkan hanya kurang dari 50% WBS yang ikut bergerak
mengikuti instruktur senam seperti yang terlihat pada diagram gambar 1.
Oleh karena itu perlu adanya kegiatan peningkatan kemampuan motorik
dan kognitif melalui senam kesehatan yaitu senam jantung sehat dan
senam otak pada WBS yang diikutkan dalam kegiatan pembinaan fisik.
Adapun perbandingan jumlah dari rencana dan realisasi capaian
aktualisasi dari setiap kegiatan dapat dilihat dalam tabel 14 berikut ini:
Tabel 12. Perbandingan Rekapitulasi Nilai-nilai Dasar PNS
Nilai-Nilai Dasar PNS
No Kegiatan Akuntabilita Nasionalism Etika Komit Anti
s e Publik men Korupsi
Mutu
RA PA RN PN R PE R PK RA PA
E K KK
1. Penyusun 10 14 8 6 11 68
an 17 6 6
program
pembinaa
n fisik
2. Sosialisasi 11 12 8 14 6 9 79 6 9
program 13 15 17 8 9
pembinaa 10 7 10 4 5 56 7 7
n fisik
55 7 8
3. Pelaksana 8
an
program
pembinaa
n fisik
4. Pelatihan 7
program
pembinaa
189
Nilai-Nilai Dasar PNS
No Kegiatan Akuntabilita Nasionalism Etika Komit Anti
s e Publik men Korupsi
Mutu
RA PA RN PN R PE R PK RA PA
E K KK
5. n fisik 5 52 4 45 55 4 4
6. pada 4 42 6
Total pendampi 45 58 34 68 34 22 3 5
ng
Evaluasi
program
pembinaa
n fisik
Pelaporan
program
pembinaa
n fisik
30 38 3 38 33 41
0
Keterangan : PE = Pelaksanaan penerapan nilai Etika Publik RK
= Rencana penerapan nilai Komitmen Mutu PK
RA = Rencana penerapan nilai Akuntanilitas RAK = Pelaksanaan penerapan nilai komitmen mutu
PA = Pelaksanaan penerapan nilai akuntabilitas PAK = Rencana penerapan nilai Anti Korupsi
RN = Rencana penerapan nilai Nasionalisme = Pelaksanaan penerapan Nilai Anti Korupsi
PN = Pelaksanaan penerapan nilai Nasionalisme
RE = Rencana penerapan nilai Etika Publik
Berdasarkan tabel 14 di atas, terdapat penambahan nilai-nilai dasar
PNS dalam realisasi dibandingkan dengan perencanaanya. Berikut ini uraian
perubahan capaian nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan setiap kegiatan
aktualisasi yang dilakukan:
1. Kegiatan 1 : Penyusunan program pembinaan fisik Obama
a. Waktu
Rencana aktualiasi kegiatan 1 dilaksanakan dari tanggal 20
sampai dengan 23 Juli 2021, realisasinya sudah sesuai rancangan
aktualisasi yaitu pada tanggal 20 Juli sampai dengan 23 Juli 2021.
b. Rencana Penerapan Nilai-Nilai Dasar PNS dan Realisasinya
1) Nilai Akuntabilitas
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai akuntabilitas sebanyak 10 kali dengan
indikator transparansi, kejelasan, keseimbangan,
kepemimpinan, konsistensi, tanggung jawab, dan
190
integritas. Namun pada saat implementasi ada perubahan
jumlah menjadi 14 kali dengan penambahan indikator
kejelasan, transparansi, dan tanggung jawab tahapan
pertama mencari literatur dan bahan pembuatan rancangan
kegiatan pembinaan fisik dan tahapan kelima menyusun
jadwal kegiatan pembinaan fisik. Pada saat merencanakan,
saya kurang menggali nilai-nilai yang akan saya terapkan
pada saat aktualisasi, namun ketika pelaksanaan aktualisasi
nilai akuntabilitas ini telah menginternalisasi sehingga ketika
diimplementasikan saya menjadi lebih tahu bagaimana
membedakan tiap indikator yang ada pada nilai
akuntabilitas. Hal inilah yang mengakibatkan perubahan
pada indikator nilai akuntabilitas setelah
mengimplementasikannya.
2) Nilai Nasionalisme
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai nasionalisme sebanyak 8 kali dengan
indikator penerapan sila ke-2, sila ke-3, sila ke-4, dan sila
ke-5. Pada saat implementasi penerapan nilai nasionalisme
ini dilakukan sebanyak 17 kali dengan penambahan indikator
sila ke-1, sila ke-2, sila ke-3, sila ke-4, dan sila ke-5 pada
tahapan kedua berdiskusi dengan tenaga ahli dan
pendamping, tahapan ketiga berkonsultasi dengan
pimpinan, tahapan keempat melakukan revisi sesuai arahan,
koreksi, masukan dan tahapan kelima menyusun jadwal
kegiatan pembinaan fisik. Penambahan indikator sila ke-1
yaitu etika saat mengucap salam sebelum memasuki
ruangan mentor, dan ketika menggunakan masker saat
menghadap mentor dan rekan sejawat berarti saya telah
menerapkan nilai nasionalisme yaitu sila ke-2. Pada saat
191
merencanakan saya tidak terpikir jika penggunaan masker
memiliki nilai ANEKA di dalamnya. Hal ini yang
mengakibatkan perubahan karena saya semakin memahami
nilai-nilai dasar PNS yang dapat diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari.
3) Nilai Etika Publik
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai etika publik sebanyak 6 kali dengan
indikator (1) melaksanakan tugas dengan cermat dan
disiplin, (2) menghargai komunikasi, konsultasi, dan
kerjasama, (3) memelihara dan menjunjung tinggi
standar etika luhur, (4) mendorong kesetaraan dalam
pekerjaan, (5) menciptakan lingkungan kerja non
diskriminatif. Saat implementasi tidak terdapat
penambahan indikator nilai etika publik tetap dilaksanakan
sebanyak 6 kali namun dengan penambahan indikator
mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerja kepada
publik saat melakukan revisi KAK mengenai program
pembinaan fisik pada tahapan keempat.
4) Nilai Komitmen Mutu
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai komitmen mutu sebanyak 6 kali dengan
indikator mutu, responsif, efektif, dan efisien. Namun pada
saat impelementasi penerapan nilai komitmen mutu
dilaksanakan sebanyak 11 kali dengan penambahan
indikator perbaikan yaitu saat konsultasi dengan pimpinan,
saya mendapat masukan untuk memilih sasaran program
pembinaan fisik secara lebih spesifik yaitu WBS komorbid
yang memiliki riwayat hipertensi dan diabetes melitus
sehingga hasilnya semakin sesuai dengan kebutuhan.
192
5) Nilai Anti Korupsi
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai anti korupsi sebanyak 6 kali dengan
indikator mandiri, jujur, adil, sederhana, berani, dan
disiplin. Namun pada saat implementasi ada perubahan
jumlah sebanyak 8 kali dengan penambahan indikator
tanggung jawab, saat melakukan tahapan kedua berdiskusi
dengan tenaga ahli yaitu psikolog Ibu Alvieni karena waktu
itu diberlakukan PPKM darurat, maka saya membuat janji
untuk bertukar informasi mengenai metode terapi fisik yang
diterapkan dalam program melalui zoom meeting agar
pertemuan tetap dapat berlangsung sesuai dengan jadwal
yang ditentukan.
2. Kegiatan 2 : Sosialisasi program pembinaan fisik
a. Waktu
Rencana aktualiasi kegiatan dilaksanakan dari tanggal 26
sampai dengan 30 Juli 2021, realisasinya tanggal 26 sampai dengan
30 Juli 2021. Target sosialisasi program sudah sesuai dengan
jadwal.
b. Rencana Penerapan Nilai-Nilai Dasar PNS dan Realisasinya
1) Nilai Akuntabilitas
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai akuntabilitas sebanyak 11 kali dengan
indikator kejelasan, kepemimpinan, konsistensi,
tanggung jawab, dan transparansi. Namun pada saat
implementasi ada perubahan jumlah menjadi 12 kali dengan
penambahan indikator transparansi yaitu saat saya
membuat undangan sosialisasi untuk disampaikan oleh Ka
Satpel Pembinaan Sosial melalui grup whatsapp. Meskipun
dari segi jumlah capaian nilai akuntabilitas meningkat, akan
193
tetapi ada indikator yang berubah yaitu transparansi diganti
tanggung jawab pada saat mempersiapkan bahan dan
peralatan sosialisasi. Pada saat merencanakan, saya kurang
menggali nilai-nilai yang akan saya terapkan pada saat
aktualisasi, namun ketika pelaksanaan aktualisasi nilai
akuntabilitas ini telah menginternalisasi sehingga ketika
diimplementasikan saya menjadi lebih tahu bagaimana
membedakan tiap indikator yang ada pada nilai
akuntabilitas. Hal inilah yang mengakibatkan perubahan
pada indikator nilai akuntabilitas setelah
mengimplementasikannya.
2) Nilai Nasionalisme
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai nasionalisme sebanyak 8 kali dengan
indikator penerapan sila ke-2, sila ke-3, sila ke-4, dan sila
ke-5. Pada saat implementasi penerapan nilai nasionalisme
ini dilakukan sebanyak 14 kali dengan penambahan indikator
sila ke-1, sila ke-2, sila ke-3, sila ke-4, dan sila ke-5 pada
tahapan keempat mengucapkan salam dan berdoa sebelum
memulai sosialisasi, sikap saling menghormati pendapat
masing-masing pendamping, tidak memaksakan kehendak,
dan bekerja keras agar kegiatan bermanfaat dan tuntas pada
saat memaparkan sosialisasi program yang telah disetujui
kepada pendamping. Penambahan indikator sila ke-2 ketika
menggunakan masker membuka sesi diskusi, masukan, dan
tanya jawab selama sosialisasi berarti saya telah
menerapkan nilai nasionalisme yaitu mengembangkan
sikap saling menghormati sesama manusia. Pada saat
merencanakan saya tidak terpikir jika penggunaan masker
memiliki nilai ANEKA di dalamnya. Hal ini yang
194
mengakibatkan perubahan karena saya semakin memahami
nilai-nilai dasar PNS yang dapat diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari. Meskipun cakupan nilai nasionalisme
meningkat, pada tahapan ketiga mempersiapkan bahan dan
peralatan sosialisasi yang mendukung selama sosialisasi
yang sebelumnya merupakan indikator sila ke-3 saya ganti
menjadi wujud penerapan sila ke-5 yaitu mewujudkan
kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
3) Nilai Etika Publik
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai etika publik sebanyak 6 kali dengan
indikator (1) melayani dengan sikap hormat, sopan, dan
tanpa tekanan dan (2) menghargai komunikasi,
konsultasi, dan kerjasama. Saat implementasi terdapat
penambahan indikator nilai etika publik dilaksanakan
sebanyak 9 kali namun dengan penambahan indikator
memberikan informasi secara benar dan tidak
menyesatkan kepada pihak lain pada saat menyampaikan
undangan sosialisasi kepada pendamping dan memaparkan
kegiatan sosialisasi yang telah disetujui kepada
pendamping. Pada tahapan ketiga mempersiapkan bahan
dan peralatan sosialisasi terdapat indikator sopan santun
yang diganti dengan menjalankan tugas secara professional
dan tidak berpihak. Hal ini karena indikator tersebut dinilai
lebih sesuai saat mengimplementasikan nilai ANEKA.
4) Nilai Komitmen Mutu
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai komitmen mutu sebanyak 7 kali dengan
indikator mutu, responsif, efektif, dan efisien. Namun pada
saat impelementasi penerapan nilai komitmen mutu
195
dilaksanakan sebanyak 9 kali dengan penambahan indikator
perbaikan yaitu pada saat menindaklanjuti saran mentor
untuk melibatkan Ka Satpel Pembinaan Sosial untuk
melibatkan pendamping dalam program pembinaan fisik
pada WBS sehingga meningkatkan mutu pelayanan
kesehatan yang berkualitas. Pada tahapan keempat yaitu
memaparkan kegiatan sosialisasi yang telah disetujui
kepada pendamping, saya menerima masukan, saran yang
meningkatkan kefektivitasan program pembinaan fisik dan
wadah mendapat masukan dari pendamping untuk
perbaikan kegiatan.
5) Nilai Anti Korupsi
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai anti korupsi sebanyak 6 kali dengan
indikator peduli, jujur, kerja keras, sederhana, dan
disiplin. Namun pada saat implementasi ada perubahan
jumlah sebanyak 9 kali dengan penambahan indikator
tanggung jawab, saat melakukan tahapan keempat saya
hadir tepat waktu pada saat pelaksanaan sosialisasi untuk
meminimalisir gangguan teknis. Pada tahapan ketiga, saya
menyiapkan bahan dans peralatan sosialisasi secara
mandiri dengan memanfaatkan sarana prasarana yang
disediakan kantor.
3. Kegiatan 3 : Pelaksanaan program pembinaan fisik pada WBS
a. Waktu
Rencana aktualiasi kegiatan 3 dilaksanakan dari tanggal 2
Agustus sampai dengan 22 Agustus 2021, realisasinya tanggal
berlangsung lebih lama mulai tanggal 30 Juli sampai dengan 22
Agustus 2021. Pelaksanaan program pembinaan maju dari jadwal
dikarenakan ada lockdown sementara di panti dikarenakan adanya
196
PPKM darurat dan beberapa pendamping WBS serta WBS yang
menjadi sasaran program sejumlah 5 orang yang terinfeksi virus
covid-19. Kegiatan menjadi maju lebih awal 3 hari karena
menyesuaikan dengan waktu mentor serta menunggu kebijakan
Kepala Panti terkait pelaksanaan kegiatan WBS selama PPKM. Hal
ini juga membuat jadwal pelaksanaan pembinaan fisik pada WBS
dihentikan sementara waktu dan kemudian dilakukan modifikasi
jadwal untuk membatasi pergerakan atau perkumpulan WBS.
b. Rencana Penerapan Nilai-Nilai Dasar PNS dan Realisasinya
1) Nilai Akuntabilitas
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai akuntabilitas sebanyak 8 kali dengan
indikator transparansi, kejelasan, keseimbangan,
konsistensi, tanggung jawab, dan kepedulian. Namun
pada saat implementasi ada perubahan jumlah menjadi 13
kali dengan penambahan indikator keadilan pada tahapan
kedua saat melakukan identifikasi untuk menetapkan kriteria
WBS yang menjadi sasaran program dengan pertimbangan
dari perawat dan pendamping masing-masing. Pada
tahapan ketiga, saya menghubungi pendamping untuk
melaksanakan program menyesuaikan jadwal WBS secara
berkelompok. Hal ini menerapkan indikator keseimbangan
dan kepedulian saya menyusun program yang manfaatnya
dapat dirasakan WBS untuk meningkatkan daya tahan tubuh
dan melatih kemandirian selama masa pandemi covid-19.
Saya juga melakukan diskusi saat meminta feedback pada
tahapan keempat secara terbuka kepada masing-masing
pendamping wujud saya menerapkan transparansi. Hal
inilah yang mengakibatkan perubahan pada indikator nilai
akuntabilitas setelah mengimplementasikannya.
197
2) Nilai Nasionalisme
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai nasionalisme sebanyak 15 kali dengan
indikator penerapan sila ke-1, sila ke-2, sila ke-3, sila ke-
4, dan sila ke-5. Pada saat implementasi penerapan nilai
nasionalisme ini dilakukan sebanyak 17 kali dengan nilai
nasionalisme yang saya terapkan adalah mengenai
penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran
virus covid-19 selama melaksanakan dprogram pembinaan
fisik Obama pada WBS dan saat meminta feedback kepada
pendamping WBS yang merupakan penerapan sila ke-2
yaitu mengembangkan sikap saling menghormati
sesama manusia. Protokol kesehatan yang diterapkan
dalam bentuk kewajiban pemakaian double masker bagi
seluruh peserta, mengatur tempat duduk secara berjarak,
dan membatasi durasi kegiatan.
3) Nilai Etika Publik
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai etika publik sebanyak 5 kali dengan
indikator (1) melayani dengan sikap hormat, sopan, dan
tanpa tekanan, (2) menghargai komunikasi, konsultasi,
dan kerjasama, (3) mendorong kesetaraan dalam
pekerjaan, (4) mengutamakan kepemimpinan
berkualitas tinggi, dan (5) menciptakan lingkungan kerja
yang non diskriminatif. Saat implementasi terdapat
penambahan indikator nilai etika publik dilaksanakan
sebanyak 6 kali namun dengan penambahan indikator yang
sama yaitu pada saat saya meminta pendapat dari
pendamping agar dibuat jadwal instruktur kegiatan
198
pembinaan yang lebih terstruktur sebagai upaya
mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
4) Nilai Komitmen Mutu
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi saya
merencanakan nilai komitmen mutu sebanyak 5 kali dengan
indikator efektif, mutu, responsif, dan perbaikan. Saat
implementasi, nilai komitmen mutu dilakukan sebanyak 6 kali
dengan penambahan indikator inovatif pada saat saya
menemukan cara-cara baru yang meningkatkan
kemanfaatan program pembinaan yaitu dengan melatih
sepuluh orang WBS sasaran program se bagai kader selama
pembinaan fisik rutin berjalan di panti.
5) Nilai Anti Korupsi
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai anti korupsi sebanyak 7 kali dengan
indikator yaitu disiplin, adil, sederhana, tanggung jawab,
dan jujur. Saat implementasi nilai anti korupsi dilaksanakan
sebanyak 7 kali dengan indikator yang sama sesuai
rancangan.
4. Kegiatan 4: Pelatihan program pembinaan fisik pada pendamping
a. Waktu
Rencana aktualiasi kegiatan 4 dilaksanakan dari tanggal 9
Agustus sampai dengan 13 Agustus 2021, realisasinya
dilaksanakan dalam rentang waktu yang lebih lama dari jadwal yaitu
pada tanggal 2 Agustus sampai dengan 16 Agustus 2021. Kegiatan
pelatihan pembinaan fisik dengan para pendamping maju menjadi
seminggu di awal mengingat saat PPKM dilakukan WFH dan WFO
sehingga perlu menyesuaikan dengan ketersediaan waktu para
pendamping. Pelatihan program pembinaan fisik berbeda dari
jadwal menyesuaikan jadwal instruktur senam per kontingen
199
pendamping (9 putaran) agar lebih terorganisir dan diikuti secara
teratur oleh semua pendamping.
b. Rencana Penerapan Nilai-Nilai Dasar PNS dan Realisasinya
1) Nilai Akuntabilitas
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai akuntabilitas sebanyak 7 kali dengan
indikator transparansi, kejelasan dan kepercayaan.
Namun pada saat implementasi ada perubahan jumlah
menjadi 10 kali dengan penambahan indikator konsisten
pada tahapan pertama saat menyampaikan laporan secara
berkala kepada mentor. Pada tahapan ketiga, terdapat
penambahan indikator tanggung jawab yaitu saya dan
pendamping bertanggung jawab terhadap hasil pelatihan
program pembinaan fisik kepada WBS. Saya
menginformasikan pengisian survei kepuasan pendamping
dalam melakukan pembinaan sebagai rekan yang setara.
Hal ini sesuai dengan penerapan indikator keseimbangan.
Hal inilah yang mengakibatkan perubahan pada indikator
nilai akuntabilitas setelah mengimplementasikannya.
2) Nilai Nasionalisme
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai nasionalisme sebanyak 7 kali dengan
indikator penerapan sila ke-2, sila ke-4, dan sila ke-5. Pada
saat implementasi penerapan nilai nasionalisme ini
dilakukan sebanyak 10 kali dengan penambahan nilai
nasionalisme yang saya terapkan adalah mengenai
penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran
virus covid-19 pada saat melakukan konsultasi kepada
pimpinan untuk mengadakan pelatihan sesuai wujud sila ke-
2 yaitu mengembangkan sikap saling menghormati
200
sesama manusia. Protokol kesehatan yang diterapkan
dalam bentuk kewajiban pemakaian double masker bagi
seluruh peserta, mengatur tempat duduk secara berjarak,
dan membatasi durasi kegiatan. Saya menerima masukan
mentor dengan tidak memaksakan kehendak yaitu membuat
jadwal pelatihan cukup seminggu sekali karena adanya
pembatasan kegiatan selama PPKM darurat dan karena
beban kerja pendamping yang juga memiliki tugas tambahan
lain di panti tidak semua bisa dilibatkan selama pelatihan.
Hal ini sesuai dengan penerapan sila ke-4 dan memulai
pelatihan dengan doa bersama sesuai kepercayaan dan
keyakinan masing-masing sesuai wujud sila ke-1.
3) Nilai Etika Publik
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai etika publik sebanyak 4 kali dengan
indikator (1) melayani dengan sikap hormat, sopan, dan
tanpa tekanan, (2) menjalankan tugas secara
professional dan tidak berpihak (3) melaksanakan
tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan
berintegritas, (4) memberikan layanan kepada publik
secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya
guna, berhasil guna, dan santun. Saat implementasi
terdapat penambahan indikator nilai etika publik
dilaksanakan sebanyak 5 kali namun dengan penambahan
indikator yang sama yaitu pada tahapan ketiga yaitu saya
bekerja sama dan saling mendukung dengan rekan
pendamping dalam melakukan kegiatan pelatihan
pembinaan fisik sebagai rekan yang setara sebagai upaya
mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
201
4) Nilai Komitmen Mutu
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai komitmen mutu sebanyak 5 kali dengan
indikator yaitu mutu, adaptif, dan perbaikan. Saat
implementasi nilai anti korupsi dilaksanakan sebanyak 5 kali
dengan indikator yang sama sesuai rancangan.
5) Nilai Anti Korupsi
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai anti korupsi sebanyak 7 kali dengan
indikator yaitu disiplin, kerja keras, berani, tanggung
jawab, peduli, dan jujur. Saat implementasi nilai anti
korupsi dilaksanakan sebanyak 8 kali dengan penambahan
indikator peduli pada saat saya menyelenggarakan pelatihan
dilakukan sebagai wujud penerapan sikap peduli terhadap
upaya menyelenggarakan pembinaan fisik yang optimal
kepada WBS.
5. Kegiatan 5 : Evaluasi program pembinaan fisik
a. Waktu
Rencana aktualiasi kegiatan 5 dilaksanakan dari tanggal 16
Juli sampai dengan 18 Agustus 2021, realisasinya sesuai dengan
pelaksanaan pelaporan yaitu tanggal 16 Agustus sampai dengan 18
Agustus 2021.
b. Rencana Penerapan Nilai-Nilai Dasar PNS dan Realisasinya
1) Nilai Akuntabilitas
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai akuntabilitas sebanyak 5 kali dengan
indikator yaitu kepercayaan, tanggung jawab, integritas,
dan transparansi. Saat implementasi nilai akuntabilitas
dilaksanakan sebanyak 5 kali dengan indikator yang sama
sesuai rancangan.
202
2) Nilai Nasionalisme
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai nasionalisme sebanyak 2 kali dengan
indikator yaitu sila ke-4 dan sila ke-5. Saat implementasi
nilai nasionalisme dilaksanakan sebanyak 4 kali dengan
penambahan indikator sila ke-2 mengenai penerapan
protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus covid-19
pada saat meminta testimoni kepada WBS dan pendamping
WBS yaitu mengembangkan sikap saling menghormati
sesama manusia. Protokol kesehatan yang diterapkan
dalam bentuk kewajiban pemakaian double masker dan
mengatur jarak antar peserta. Pada tahapan ketiga yaitu
saat menilai hasil perkembangan WBS setelah mengikuti
pembinaan fisik, saya menilai secara adil dan mengakui
persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban sesama
manusia.
3) Nilai Etika Publik
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai etika publik sebanyak 4 kali dengan
indikator diantaranya (1) melayani dengan sikap hormat,
sopan, dan tanpa tekanan, (2) membuat keputusan
berdasarkan prinsip keahlian, (3) menciptakan
lingkungan kerja non diskriminatif, dan (4) memberikan
layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat,
akurat, berhasil guna, berdaya guna, dan santun. Saat
implementasi nilai etika publik dilaksanakan sebanyak 5 kali
dengan penambahan indikator menjalankan tugas secara
profesional dan tidak memihak pada tahapan kegiatan ketiga
yaitu menilai hasil perkembangan WBS setelah mengikuti
program pembinaan fisik.
203
4) Nilai Komitmen Mutu
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai komitmen mutu sebanyak 5 kali dengan
indikator yaitu efektif dan perbaikan. Saat implementasi
nilai komitmen mutu dilaksanakan sebanyak 5 kali dengan
indikator yang sama sesuai rancangan.
5) Nilai Anti Korupsi
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai anti korupsi sebanyak 4 kali dengan
indikator yaitu jujur. Saat implementasi nilai anti korupsi
dilaksanakan sebanyak 4 kali sesuai dengan rancangan
aktualisasi.
6. Kegiatan 6 : Pelaporan program pembinaan fisik
a. Waktu
Rencana aktualiasi kegiatan 6 dilaksanakan dari tanggal 16
Agustus sampai dengan 22 Agustus 2021, realisasinya sesuai
dengan pelaksanaan pelaporan yaitu tanggal 16 Agustus sampai
dengan 22 Agustus 2021.
b. Rencana Penerapan Nilai-Nilai Dasar PNS dan Realisasinya
1) Nilai Akuntabilitas
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai akuntabilitas sebanyak 4 kali dengan
indikator yaitu konsistensi, integritas, dan transparansi.
Saat implementasi nilai akuntabilitas dilaksanakan sebanyak
4 kali dengan indikator yang sama sesuai rancangan.
2) Nilai Nasionalisme
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai nasionalisme sebanyak 2 kali dengan
indikator yaitu sila ke-4. Saat implementasi nilai
nasionalisme dilaksanakan sebanyak 6 kali dengan
204
penambahan indikator sila ke-2 mengenai penerapan
protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus covid-19
pada saat melaporkan hasil evaluasi kegiatan kepada
pimpinan yaitu mengembangkan sikap saling
menghormati sesama manusia. Protokol kesehatan yang
diterapkan dalam bentuk kewajiban pemakaian double
masker dan mengatur jarak antar peserta.
3) Nilai Etika Publik
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai etika publik sebanyak 3 kali dengan
indikator diantaranya (1) melayani dengan sikap hormat,
sopan, dan tanpa tekanan, (2) memberikan informasi
secara benar dan tidak menyesatkan dan (3) menghargai
komunikasi, kerjasama, dan konsultasi. Saat
implementasi nilai etika publik dilaksanakan sebanyak 4 kali
dengan penambahan indikator menjalankan tugas secara
profesional dan tidak memihak pada tahapan kegiatan ketiga
yaitu menyusun laporan hasil evaluasi kegiatan pembinaan
fisik dan tahapan kedua merekapitulasi testimoni dan
evaluasi dari WBS dan pendamping.
4) Nilai Komitmen Mutu
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai komitmen mutu sebanyak 2 kali dengan
indikator yaitu mutu dan efisien. Saat implementasi nilai
komitmen mutu dilaksanakan sebanyak 2 kali dengan
indikator yang sama sesuai rancangan.
5) Nilai Anti Korupsi
Pada saat merancang kegiatan aktualisasi, saya
merencanakan nilai anti korupsi sebanyak 3 kali dengan
indikator yaitu disiplin, kerja keras, dan jujur. Saat
205
implementasi nilai anti korupsi dilaksanakan sebanyak 5 kali
sesuai dengan penambahan indikator mandiri yaitu pada
saat menyusun laporan hasil evaluasi secara mandiri
dengan melakukan perekapan dan pengumpulan data
yang telah diperoleh selama kegiatan.
C. Kualitas dan Kemanfaatan Aktualisasi
Kualitas pelaksanaan aktualisasi yang dilakukan dapat diukur dari
penyelesaian setiap tahapan kegiatan yang direncanakan pada rancangan
aktualisasi. Kualitas dari kegiatan aktualisasi ini juga diperkuat dukungan
penuh dari mentor maupun rekan sejawat, sehingga membantu peserta
untuk mendapatkan informasi yang diperlukan untuk menyelesaikan
kegiatan aktualisasi ini dengan baik.
Adapun manfaat aktualiasasi nilai-nilai dasar PNS ini dapat dirasakan
oleh peserta, organisasi, pimpinan, dan rekan sejawat, dan sebagaimana
berikut:
1. Bagi Peserta
Kegiatan aktualisasi memberikan manfaat bagi peserta yaitu:
a. Meningkatkan pemahaman dan pengaktualisasian nilai-nilai dasar,
peran dan kedudukan PNS serta menjadikan habituasi selama
bekerja guna mewujudkan PNS yang berkarakter dan profesional.
b. Meningkatkan kompetensi diri dalam melaksanakan tugas
pelayanan dan rehabilitasi sosial yang secara khusus membantu
meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pada WBS di PSBL
Harapan Sentosa 2.
c. Meningkatkan kemampuan komunikasi dalam melakukan
koordinasi dengan Ka Panti, Ka Satpel Pembinaan Sosial, dan Ka
Subag TU, melakukan kolaborasi dengan pendamping WBS, dan
menjalin kerja sama lintas sektor.
2. Bagi Pimpinan
Kepala Panti, Ka Satpel Pembinaan Sosial, Ka Satpel Pelayanan
206
Sosial dan Ka Subag TU (Mentor) sangat mendukung kegiatan
aktualisasi, dari awal pemilihan isu, penentuan gagasan kreatif, dan
pelaksanaan kegiatan. Dra. Tuti Sulistyaningsih selaku Kepala PSBL
Harapan Sentosa 2 mengapresiasi kegiatan untuk mengoptimalkan
pembinaan fisik senam kesehatan bagi WBS karena selama ini belum
ada program terapi fisik terutama yang bermanfaat dalam
meningkatkan ketahanan fisik WBS komorbid diakibatkan
ketidaktersediaan instruktur selama pandemi covid-19.
“Sebaiknya dibuat jadwal rutin untuk program pembinaan fisik
supaya WBS lebih dilibatkan dan aktif berpartisipasi menjadi kader bagi
teman-temannya yang lain.” ujar Pak Hanny Desto (Ka Satpel
Pembinaan)
“WBS yang menderita komorbid seperti hipertensi dan diabetes
selama ini cenderung pasif dalam mengikuti kegiatan, agar diikutkan
sebagai kader sehingga mendukung mereka hidup mandiri
menjalankan aktivitas sehari-hari di panti.” ujar Bu Titin Sumarni (Ka
Satpel Pelayanan Sosial)
3. Bagi Pendamping WBS dan WBS
Kegiatan aktualisasi memberikan manfaat bagi Pendamping
WBS dan WBS yaitu:
a. Adanya variasi kegiatan pembinaan fisik yang bermanfaat dalam
meningkatkan ketahanan fisik sesuai kapasitas dan kemampuan
WBS
b. Kader WBS yang dapat diberdayakan menjadi instruktur senam
pada saat pembinaan fisik berlangsung sehingga dapat mengajari
teman-temannya yang lain.
c. Adanya jadwal instruktur senam bagi pendamping WBS untuk
mengawasi, mendampingi, dan memonitor pembinaan fisik .
207
d. Adanya variasi kegiatan pembinaan fisik pada WBS yang menderita
penyakit kronis hipertensi dan diabetes dan sebagai terapi fisik
preventif bagi WBS yang tidak menderita penyakit kronis
e. Program pembinaan fisik dapat digunakan untuk melatih
kemandirian dan menunjang produktivitas WBS yang menderita
penyakit kronis hipertensi dan diabetes selama masa pandemi
Covid-19
f. Melibatkan partisipasi pendamping WBS dalam mengoptimalkan
program pembinaan fisik pada WBS selama masa pandemi Covid-
19 supaya lebih interaktif dan mendukung percepatan penyaluran
dan reunifikasi WBS
4. Adanya Bagi Organisasi PSBL Harapan Sentosa 2
Kegiatan dan tahapan kegiatan aktualisasi memberikan
kontribusi terhadap Visi Misi Organisasi PSBL HS 2 sebagai berikut:
a. Pembinaan fisik dapat meningkatkan kualitas pelayanan
kesehatan Warga Binaan Sosial di Panti Sosial Bina Laras
Harapan Sentosa 2 Cipayung.
b. Meningkatkan partisipasi dan minat WBS dalam mengikuti
kegiatan pembinaan fisik selama masa pandemi sehingga
mempercepat pemulangan atau penyaluran WBS untuk
mendapatkan pembinaan yang lebih baik.
c. Mendukung WBS agar mampu hidup mandiri dan normatif
sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya.
d. Kegiatan koordinasi antar stakeholder yang terkait de ngan
kegiatan pembinaan sosial, yaitu Ka Panti, Ka Satpel Pembinaan
Sosial, dan Ka Subag TU sebagai bentuk kontribusi terhadap misi
organisasi yaitu menjalin keterpaduan dan kerja sama lintas
sektor.
5. Bagi Organisasi Pemrov DKI Jakarta
Kegiatan dan tahapan kegiatan aktualisasi memberikan
208
kontribusi terhadap visi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yaitu
“Jakarta kota maju, lestari, dan berbudaya yang warganya terlibat
dalam mewujudkan keberadaban, keadilan dan kesejahteraan bagi
semua”. Adanya kegiatan pembinaan fisik yang sesuai dengan
kapasitas dan kemampuan WBS merupakan bentuk keterlibatan
warga yaitu saya, pendamping WBS, Satpel Pembinaan Sosial, Ka
Subag TU dan Ka Panti dalam mewujudkan keadilan dan
kesejahteraan bagi WBS sebagai sasaran subyek aktualisasi.
Optimalisasi program pembinaan fisik yang tepat sasaran
dengan mempertimbangkan kapasitas WBS usia pra lansia akan
mendukung terwujudnya merupakan penerapan misi pertama yaitu
“Menjadikan Jakarta kota yang aman, sehat, cerdas, berbudaya,
dengan memperkuat nilai-nilai keluarga dan memberikan ruang
kreativitas melalui kepemimpinan yang melibatkan, menggerakkan
dan memanusiakan.” Saya diberikan ruang kreatif dalam
berkontribusi menciptakan terapi fisik melalui senam kesehatan dan
diberikan wewenang dalam menggerakkan dan melibatkan
Pendamping WBS selama kegiatan aktualisasi, serta
memanusiakan WBS dengan kebutuhan khusus.
Selain itu, kegiatan aktualisasi sebagai bentuk kontribusi misi
kedua “Menjadikan Jakarta kota yang memajukan kesejahteraan
umum melalui terciptanya lapangan kerja, kestabilan dan
keterjangkauan kebutuhan pokok, meningkatnya keadilan sosial,
percepatan pembangunan infrastruktur, kemudahan investasi dan
berbisnis, serta perbaikan pengelolaan tata ruang”. Bentuk keadilan
sosial disini adalah adanya program pembinaan fisik bagi WBS yang
memiliki komorbid penyakit hipertensi dan diabetes yang telah
disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan WBS, sehingga
terjadi kesetaraan penerimaan pelayanan dan rehabilitasi sosial
oleh WBS.
209
Kegiatan koordinasi dengan pimpinan dan rekan kerja,
kolaborasi dengan aktor terkait, serta kerja sama lintas sektor dalam
aktualisasi, berkontribusi dalam misi ketiga “Menjadikan Jakarta
tempat wahana aparatur negara yang berkarya, mengabdi,
melayani, serta menyelesaikan berbagai permasalahan kota dan
warga, secara efektif, meritokratis dan berintegritas”.
210
BAB VI
RENCANA TINDAK LANJUT
A. Penetapan Isu Lanjutan/Alternatif
Untuk penetapan rencana tindak lanjut, peserta akan mencoba
menyelesaikan permasalahan belum optimalnya pembinaan fisik pada
WBS selama masa pandemi covid-19 di panti dengan mengembangkan
solusi Pengembangan Variasi Silabi Melalui Pembinaan Keterampilan
Bagi WBS di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2.
B. Gagasan Kreatif Pemecahan Isu lanjutan
Kegiatan pembinaan yang ada di panti saat ini, belum
mendukung stimulasi perkembangan motorik dan kemampuan
kognitif pada WBS dikarenakan adanya pembatasan jenis kegiatan,
ketidaktersediaan instruktur pembinaan, dan terbatasnya anggaran
pembinaan selama pandemi. Padahal gangguan psikotik WBS
seperti halusinasi, melamun, tidak fokus, berbicara sendiri, sedih
dan mudah marah, dapat diminimalisir melalui partisipasi WBS
dalam kegiatan pembinaan sosial yang efektif. Oleh karena itu,
diperlukan pengembangan variasi silabi melalui pembinaan
keterampilan dengan mengoptimalkan media dan bahan yang ada
seefisien mungkin sehingga meningkatkan produktivitas WBS
menjadi lebih mandiri dan terampil. Pembinaan melibatkan peran
serta seluruh ASN, Pendamping WBS, Satpel Pembinaan, Satpel
Pelayanan, Pekerja Sosial, Penyuluh Sosial dan pihak terkait lainnya
dalam bentuk kolaborasi dan koordinasi dalam mewujudkan
peningkatan perkembangan aspek fisik, psikologis, sosial, mental
spiritual dan keterampilan WBS agar mampu hidup normatif.
C. Rencana Aktualisasi Nilai-nilai Dasar PNS lanjutan
Rencana aktualisasi lanjutan ini dapat dilihat dengan rinci dalam
tabel 15 berikut ini:
211
Tabel 15. Rencana Tindak Lanjut Penerapan Nilai-Nilai Dasar PNS
RENCANA TINDAK LANJUT PENERAPAN NILAI-NILAI DASAR PNS
PESERTA LATSAR ANGKATAN 91 KELOMPOK 1
Nama : Nia Dhesti Arindita
Instansi : Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2
Isu yang diangkat : Belum optimalnya pembinaan fisik pada
Gagasan Kreatif WBS selama masa pandemi di panti
: Pengembangan variasi silabi melalui
pembinaan keterampilan pada WBS
Kegiatan/ Tahapan Penerapan Nilai-Nilai
No Kegiatan Output Dasar PNS Waktu
Minggu
1. Kegiatan 1: Penyusunan Tersusunnya Akuntabilitas: Pertama
Bulan
panduan silabi pembinaan panduan Kejelasan maksud dan November
2021
keterampilan pada WBS silabi tujuan dalam
Tahapan Kegiatan: pembinaan komunikasi, diskusi
a. Mengumpulkan keterampilan (keseimbangan)
literatur, referensi, dan
sumber informasi Nasionalisme:
pembuatan panduan Sikap saling
silabi keterampilan menghormati (sila ke-2)
b. Berkonsultasi dengan
pimpinan Etika Publik:
Sopan santun dalam
c. Berdiskusi dengan berkomunikasi, benar
rekan sejawat
d. Berkoordinasi dengan
lintas sektor untuk Komitmen Mutu:
Memastikan panduan
mengadopsi media dan media dicetak
sesuai kebutuhan dan
silabi menjadi karakteristik (efisien)
keterampilan yang
menarik
e. Menyusun bahan dan
media keterampilan Anti Korupsi:
Jujur menyampaikan
kebutuhan, sederhana
212
No Kegiatan/ Tahapan Output Penerapan Nilai- Waktu
Kegiatan Nilai
Dasar PNS
Kegiatan 2: Sosialisasi Terlaksananya Akuntabilitas: Minggu
2. pada pendamping WBS kegiatan Kejelasan maksud Kedua
Tahapan Kegiatan: sosialisasi dan tujuan dalam Bulan
a. Meminta arahan pada komunikasi November
pimpinan untuk pendamping 2021
mengundang para WBS Nasionalisme:
pendamping - Memulai acara
b. Menyusun bahan dengan doa (sila k -
sosialisasi 1)
c. Menyampaikan - Sikap saling
sosialisasi pada menghormati (sila
pendamping ke-2)
d. Menyampaikan - Tidak
peran dan tugas memaksakan
pendamping kehendak dan
e. Membuka sesi menerima
diskusi, masukan, masukan (sila ke-
dan tanya jawab 4)
f. Menindaklanjuti
hasil diskusi Etika Publik:
Sopan santun dalam
berkomunikasi,
menyampaikan
informasi dengan
benar
Komitmen Mutu:
Sebagai wadah
mendapat masukan
juga dari pendamping
(perbaikan)
Anti Korupsi:
Disiplin dengan hadir
tepat waktu pada
pelaksanaan
sosialisasi
Kegiatan 3: Pembinaan Terlaksananya Akuntabiitas: Minggu
3. kepada WBS kegiatan Bertanggung jawab Ketiga
Tahapan Kegiatan: pembinaan terhadap hasil November
a. Membuat desain kepada WBS pembinaan WBS sd Minggu
dan media lain (tanggung jawab) Kedua
yang diperlukan Bulan
b. Mengidentifikasi Nasionalisme: Desember
jenis keterampilan - Memulai kegiatan 2021
yang akan dengan berdoa
diterapkan pada bersama sesuai
WBS dengan agama dan
213