The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by homi.suck, 2021-12-04 22:49:33

Nia Dhesti

Nia Dhesti

2) Saya melakukan inovasi dengan menambahkan cara baru
untuk menambah nilai manfaat program pembinaan fisik pada
WBS.

3) Saya menambahkan variasi program pembinaan fisik melalui
senam kesehatan karena perubahan lingkungan saat pandemi
covid-19 untuk meningkatkan ketahanan fisik WBS khususnya
yang komorbid dan rentan sebagai wujud nilai adaptif.

Anti Korupsi :
1) Saya berpikir mandiri dengan mengoptimalkan daya pikir dan

kemampuan yang dimiliki untuk mencari referensi yang
mendukung.
Pada tahapan ini terdapat bukti kegiatan sebagai berikut:

Gambar 10. Rekapitulasi literatur, referensi, dan sumber informasi
mengenai pembinaan fisik yang dapat diterapkan

1.2 Berdiskusi dengan lintas sektor/tenaga ahli dan pendamping
mengenai rancangan kegiatan pembinaan fisik
a. Hasil kegiatan yaitu rekapitulasi rancangan kegiatan pembinaan
fisik yang dapat diadopsi.
b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:
Sebagai upaya untuk mengoptimalisasikan kegiatan
pembinaan fisik di panti, pada tanggal 21 Juli 2021 saya
berkomunikasi langsung dengan psikolog klinis Ibu Alvieni
114

Angelica, M.Psi., Psikolog yang sebelumnya menjadi tenaga ahli
bagi konseling WBS di PSBL Harapan Sentosa 2 sebagai bentuk
nilai akuntabilitas yaitu keseimbangan. Saya melakukan diskusi
dengan tenaga ahli dan pendamping WBS sebagai bentuk
penerapan visi organisasi dalam penyelenggaraan bimbingan fisik
dan menjalin keterpaduan dan kerja sama lintas sektor untuk
menambah referensi variasi kegiatan bimbingan fisik yang dapat
diadopsi di PSBL Harapan Sentosa 2. Diskusi ini sebagai bentuk
menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerja sama dengan pihak
lintas sektor yang merupakan indikator nilai etika publik. Saya
memanfaatkan teknologi komunikasi melalui zoom meeting untuk
berdiskusi tentang rancangan kegiatan dan dengan jujur
menyampaikan kebutuhan dengan mempertimbangkan sumber
daya dan kemampuan panti. Hal ini merupakan penerapan
indikator adaptif dan efisien dari komitmen mutu dengan
melakukan komunikasi dan sharing knowledge melalui media zoom
meeting pada saat PPKM darurat.

Saya menyampaikan maksud dan tujuan dalam komunikasi
dengan mitra lain secara jelas dalam mengemukakan ide inovasi
gambaran kegiatan yang telah selesai saya susun sebelumnya
yang merupakan penerapan nilai akuntabilitas yaitu kejelasan.
Dalam berdiskusi saling menunjukkan sikap saling menghormati
pendapat pendamping masing-masing dan tidak memaksakan
kehendak merupakan nilai nasionalisme indikator sila ke-2 dan ke-
4 dengan disertai rasa semangat bekerja keras untuk kemajuan
panti yaitu nilai nasionalisme sila ke-5. Tahapan kegiatan saya
lakukan disiplin sesuai jadwal dan target yang ditentukan sehingga
saya telah menerapkan indikator disiplin anti korupsi.
c. Kendala

Selama tahapan kegiatan diskusi dengan lintas

115

sektor/tenaga ahli mengenai rancangan kegiatan untuk pembinaan
fisik senam kesehatan, terdapat kendala berupa tidak bisa
melakukan observasi dan praktik secara langsung untuk
memahami gerakan – gerakan dalam program pembinaan fisik
sebagai terapi pada WBS dikarenakan adanya PPKM darurat.
d. Solusi

Pada kegiatan diskusi selanjutnya dengan tenaga ahli
dilakukan melalui pengamatan sosial media, buku panduan teknik
kapasitar gerakan senam dan komunikasi dengan melalui
whatsapp dan media zoom meeting.
Akuntabilitas :
1) Sikap saya menyampaikan maksud dan tujuan dalam

komunikasi dengan mitra lain dengan memaparkan inovasi
untuk menambah variasi senam kesehatan sebagai bentuk
kejelasan.
2) Saya berdiskusi dengan tenaga ahli untuk penyusunan dan
pembuatan rancangan kegiatan pembinaan fisik dengan mitra
potensial sesuai masalah yang diangkat sebagai bagian
upaya keseimbangan.
3) Saya menyampaikan ide gambaran rancangan kegiatan
kepada rekan pendamping yang lain merupakan wujud
indikator kepemimpinan.
Nasionalisme :
1) Saya melakukan diskusi dengan tenaga ahli sesuai
bidang/lintas sektor dengan rasa semangat bekerja keras untuk
kemajuan panti sebagai wujud penerapan sila ke-5.
2) Sikap saling menghormati pendapat pendamping masing-
masing dan tidak memaksakan kehendak sesuai sila ke-2 dan
sila ke-4.

116

3) Saat saya menghubungi psikolog yaitu Ibu Alvieni ternyata
respon beliau sangat baik karena semangat untuk melakukan
kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata
bagi WBS dan berkeadilan sosial sebagai sesama warga
negara yang membutuhkan sesuai penerapan sila ke-5.

Etika Publik :
1) Saya menggunakan bahasa yang santun serta hormat saat

berkomunikasi dengan memelihara dan menjunjung tinggi
standar etika luhur.
Komitmen Mutu :
1) Saya merancang kegiatan silabi pembinaan fisik mungkin
dengan bahasa sederhana dan gerakan yang mudah dipahami
oleh pendamping sehingga lebih efisien.
2) Sikap saya memanfaatkan teknologi komunikasi melalui zoom
meeting untuk berdiskusi tentang rancangan program senam
kesehatan sesuai indikator adaptif.
Anti Korupsi :
1) Saya menerapkan sikap tanggung jawab dalam melakukan
pekerjaan sesuai jadwal dan target yang ditentukan.
Pada tahapan ini terdapat bukti kegiatan sebagai berikut:

Gambar 11. Diskusi dengan psikolog klinis mengenai program terapi
fisik bagi WBS
117

Gambar 12. Rekapitulasi rancangan kegiatan yang dapat diadopsi pada
program pembinaan fisik

1.3 Berkonsultasi dengan pimpinan mengenai rancangan kegiatan
pembinaan fisik
a. Hasil kegiatan yaitu kerangka acuan kegiatan aktualisasi dan
arahan rencana pembinaan fisik yang dilaksanakan.
b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:
Saya akan ke ruangan pimpinan dengan mengetuk pintu,
mengucapkan salam, mengucapkan permisi, dengan bertutur kata
yang sopan dan santun kepada atasan dengan terlebih dahulu
meminta izin dan waktunya untuk berdiskusi. Kemudian saya akan
duduk jika mentor besedia dan mempersilahkan duduk. Kemudian
saya akan menyampaikan maksud dan tujuan saya untuk
mendiskusikan rencana kegiatan aktualisasi saya dengan meminta
arahan dan bimbingan kepada mentor. Ketika saya konsultasi,
saya menyampaikan laporan dengan mengutarakan permasalahan
secara cermat dan apa yang ditemukan dengan jujur agar nantinya
semakin mantap dalam menjalankan program. Dengan demikian
saya telah menerapkan indikator sopan santun pada nilai etika
publik serta indikator sila ke-1 (memberi salam), sila ke-2

118

(mengembangkan sikap hormat menghormati), sila ke-4 (tidak
memaksakan kehendak) dan sila ke-3 (penggunaan bahasa
Indonesia untuk berkomunikasi) pada nilai nasionalisme. Saya
mendapatkan masukan dari mentor untuk memilih sasaran
program senam kesehatan yang lebih spesifik sebagai upaya
perbaikan sehingga hasilnya semakin sesuai dengan kebutuhan
untuk menjaga komitmen mutu. Mentor meminta saya untuk
memastikan bahwa rancangan kegiatan bimbingan fisik yang
dibuat sesuai dengan kebutuhan dari WBS sehingga efektif
nantinya. Sebagai penerapan nilai anti korupsi, saya hadir tepat
waktu sesuai dengan janji temu dengan mentor. Pada akhir
kegiatan saya membuat notulensi kegiatan (kejelasan)
sebagaimana terlampir sebagai wujud akuntabilitas.
Akuntabilitas :
1) Saya meminta arahan dan masukan kepada mentor dan

kemudian saya membuat notulensi hasil bimbingan sebagai
upaya memberi kejelasan.
2) Sikap saya menyelesaikan rancangan kegiatan pada jadwal
kegiatan aktualisasi sebagai wujud tanggung jawab dan
konsistensi tehadap tugas yang diberikan.
Nasionalisme :
1) Sikap saya melakukan konsultasi kepada mentor merupakan
perwujudan sila ke-5 yaitu adanya persamaan derajat tanpa
membeda-bedakan sehingga tidak ada jarak antara bawahan
dan atasan karena bawahan mempunyai hak yang sama untuk
mendapatkan bimbingan, arahan, dan dukungan moril.
2) Saya mengucapkan salam sebelum memasuki ruangan mentor
wujud sila ke-1.

119

3) Saya menunjukkan sikap saling menghormati ketika
menyampaikan paparan kegiatan yang akan saya
aktualisasikan selama latsar kepada mentor wujud sila ke-2.

4) Saya menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
dalam berkomunikasi wujud sila ke-3.

5) Saya tidak memaksakan kehendak akan pendapat saat
berkonsultasi mengenai rancangan kerangka acuan kegiatan
pembinaan fisik pada WBS sesuai wujud sila ke-4.

Etika Publik :
1) Saya melakukan konsultasi ke pimpinan dengan bertutur kata

yang sopan dan santun kepada atasan dengan terlebih
dahulu meminta izin dan waktunya untuk berdiskusi.
2) Saya juga melaksanakan tugas dengan disiplin dan cermat
sesuai pasal 5.
Komitmen Mutu :
1) Saya berkonsultasi dengan atasan sehingga rancangan
semakin mantap untuk dilakukan di panti menerapkan prinsip
efektif, efisien, dan responsif terhadap perubahan terutama
selama pandemi.
2) Saya mendapatkan masukan dari mentor untuk memilih
sasaran program senam kesehatan yang lebih spesifik sebagai
upaya perbaikan sehingga hasilnya semakin sesuai dengan
kebutuhan.
Anti Korupsi :
1) Ketika saya konsultasi dengan pimpinan, saya menyampaikan
laporan dengan permasalahan yang ditemukan dengan jujur
dan menyampaikan ide rancangan kegiatan pembinaan fisik
sebagai wujud telah menunjukkan sikap berani melakukan
perubahan di lingkungan kerja meskipun baru CPNS.

120

2) Saya hadir tepat waktu sesuai dengan janji temu dengan
mentor sesuai nilai disiplin.

Gambar 13. Konsultasi dengan mentor mengenai Kerangka Acuan
Kegiatan program pembinaan fisik WBS

1.4 Melakukan revisi sesuai arahan, evaluasi dan koreksi pada
rancangan kegiatan pembinaan fisik
a. Hasil kegiatan yaitu hasil revisi/draft kerangka acuan kegiatan
pembinaan fisik.
b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:
Sebelum melakukan revisi, saya menghubungi rekan-rekan
pendamping sebelumnya melalui WA. Kemudian saya
menanyakan kesediaan rekan-rekan dengan bahasa yang sopan
untuk membahas rancangan kegiatan yang telah saya susun. Saya
ingin bekerja sama dengan sesama pendamping dengan
menanyakan pendapat dan masukan dari tim. Dalam menyusun
rancangan kegiatan saya menggunakan fasilitas kantor yang
mendukung sesuai dengan kebutuhan pada proses penyusunan
bahan dan materi tanpa pemborosan dan berlebih-lebihan apalagi
untuk kepentingan pribadi. Saya mencetak draft kerangka acuan
kegiatan dengan sedetail mungkin dan bahasa yang mudah
dipahami. Selanjutnya pada 23 Juli 2021, saya melakukan revisi
sesuai poin catatan saat konsultasi. Perbaikan yang dilakukan tidak
banyak dan terdapat beberapa poin tambahan mengenai evaluasi
121

kegiatan yang ditambahkan.
Saya bertanggung jawab dalam menindaklanjuti masukan

yang diberikan dan berusaha bertanggung jawab melaksanakan
tugas sesuai arahan pimpinan. Kemudian dengan tetap
menerapkan protokol kesehatan ketat selama menghadap
pimpinan, saya tetap menggunakan masker. Selanjutnya saya
memperbaiki dengan melakukan revisi sesuai arahan, evaluasi dan
koreksi atas rancangan silabi sesuai nilai komitmen mutu. Saya
telah menuntaskan revisi tugas sesuai arahan pimpinan. Setelah
draft rancangan Kerangka Acuan Kegiatan program pembinaan
fisik pada WBS tersedia, saya berkoordinasi dengan Ka Panti, Ka
Satpel Pembinaan Sosial dan Ka Subag TU pada 21 sampai 22 Juli
2021 untuk mendapatkan validasi persetujuan rancangan kegiatan
yang saya ajukan. Selanjutnya saya menyerahkan dan melaporkan
rancangan yang telah diperbaiki kepada Ka Satpel Pembinaan
Sosial, dan Mentor/Ka Subag TU sebagai wujud nilai
akuntabilitas.
Akuntabilitas :
1) Saya menyerahkan dan melaporkan hasil revisi rancangan

kegiatan dengan penuh tanggung jawab dan integritas
sesuai hasil yang diharapkan pimpinan.
Nasionalisme :
1) Saya meminta bantuan rekan-rekan pendamping dalam
penyusunan rancangan kegiatan pembinaan fisik yang berarti
saya mengamalkan nilai sila ke-5 yaitu kekeluargaan dan
kegotongroyongan sehingga semangat kekeluargaan
semakin tumbuh di lingkungan kerja.
2) Saya menggunakan masker saat menghadap mentor untuk
menyerahkan Kerangka Acuan Kegiatan yang telah selesai

122

direvisi wujud penerapan sila ke-2 menghormati hak orang lain
guna meminimalisir angka penyebaran covid-19.
Etika Publik :
1) Saya bekerja sama dengan sesama pendamping untuk
membuat kerangka acuan kegiatan pembinaan fisik dengan
menanyakan pendapat dan masukan dari tim dengan etika
yang baik, sopan, serta hormat dan profesional.
2) Saya melakukan revisi Kerangka Acuan Kegiatan sesuai
dengan arahan mentor untuk mempertanggungjawabkan
tindakan dan kinerja kepada publik.
Komitmen Mutu :
1) Saya mencetak draft kerangka acuan kegiatan dengan sedetail
mungkin, bahasa yang mudah dipahami dan tidak
menghabiskan banyak waktu dan biaya sebagai wujud
penerapan efisien.
Anti Korupsi :
1) Saya menggunakan fasilitas kantor yang mendukung sesuai
dengan kebutuhan pada proses penyusunan bahan dan media
tanpa pemborosan dan berlebih-lebihan apalagi untuk
kepentingan pribadi. Hal demikian berarti saya telah
menerapkan sikap sederhana.

Gambar 14. Revisi Kerangka Acuan Kegiatan pembinaan fisik

123

1.5 Menyusun jadwal kegiatan pembinaan fisik
a. Hasil kegiatan yaitu jadwal kegiatan pelaksanaan program
pembinaan fisik.
b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:
Setelah menyelesaiakan kerangka acuan kegiatan program
pembinaan fisik yang saya susun, dilanjutkan membuat jadwal
rencana kegiatan program sesuai dengan arahan pimpinan. Saya
merancang jadwal dengan menyesuaikan jadwal rutinitas silabi
yang sudah dibuat panti. Saat saya menyusun jadwal saya bekerja
sama dengan rekan pengolah pembinaan sesuai nilai sila ke-4
yaitu mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan
golongan dan kerja sama rekan pendamping karena mereka yang
mengetahui bagaimana proses pembinaan fisik pada WBS
dampingannya sesuai nilai keseimbangan pada indikator
akuntabilitas. Kemudian, saya meminta izin untuk bertemu
dengan Ka Satpel Pembinaan Sosial dengan menanyakan waktu
luang beliau terlebih dahulu sesuai wujud sila ke-2 yaitu
mengembangkan sikap saling tenggang rasa. Saya mengetuk
pintu, dan memberi salam sebelum masuk ruangan perwujudan
indikator bersikap hormat, sopan, tanpa tekanan nilai etika publik.
Saya meminta pertimbangan Kasatpel Pembinaan Sosial sebagai
penanggung jawab kegiatan silabi dengan bahasa yang sopan
mengenai jadwal yang saya buat. Selanjutnya, saya menyusun
jadwal sebagai bentuk pemberian pelayanan fisik kepada WBS
secara tepat dan akurat dan proporsional untuk WBS yang
memenuhi kriteria. Rencana jadwal kegiatan ini dibuat sebelum
menghadap ke pimpinan untuk permohonan arahan/bimbingan dan
persetujuan pelaksanaan kegiatan sesuai indikator perbaikan
komitmen mutu.

124

Akuntabilitas :
1) Saya menyusun jadwal kegiatan silabi aktivitas pembinaan fisik

telah disesuaikan dengan jadwal rutinitas kegiatan panti lainnya
menerapkan aspek kejelasan.
2) Saya menyusun jadwal saya bekerja sama dengan rekan
pengolah pembinaan dan rekan pendamping karena mereka
yang mengetahui bagaimana proses pembinaan fisik pada
WBS dampingannya sesuai nilai keseimbangan.
3) Saya menjelaskan kendala dalam menyusun jadwal
pembinaan fisik dan solusi yang sudah saya lakukan secara
jujur sesuai indikator transparansi.
Nasionalisme :
1) Saya menyusun jadwal secara proporsional dengan
mempertimbangan kapasitas WBS sesuai penerapan sila ke
2 yaitu mengembangkan sikap tidak semena-mena
terhadap orang lain.
2) Saya tidak memaksakan kehendak mengenai penyusunan
jadwal pembinaan ketika mengajukan kepada Ka Satpel
Pembinaan yaitu indikator sila ke-4 tidak boleh memaksakan
kehendak kepada orang lain.
3) Saya menyusun jadwal yang mana saya bekerja sama dengan
rekan pengolah pembinaan sesuai nilai sila ke-4 yaitu
mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan
golongan.
4) Saya meminta izin untuk bertemu dengan Ka Satpel
Pembinaan Sosial dengan menanyakan waktu luang beliau
terlebih dahulu sesuai wujud sila ke-2 yaitu mengembangkan
sikap saling tenggang rasa.

125

Etika Publik :
1) Saya menyusun jadwal pelaksanaan pembinaan fisik sebagai

bentuk pemberian pelayanan fisik kepada WBS secara tepat
akurat sesuai kemampuan yaitu menciptakan lingkungan
kerja non diskriminatif.
2) Saya mengetuk pintu, dan memberi salam sebelum masuk
ruangan perwujudan indikator bersikap hormat, sopan dan
tanpa tekanan.
Komitmen Mutu :
1) Saya menyusun jadwal kegiatan pembinaan fisik yang
disesuaikan dengan target WBS yang berusia pra lansia
sehingga menyesuaikan kapasitas mereka dalam
pelaksanaannya (adaptif).
2) Saya mencatat masukan dan arahan yang diberikan oleh
mentor untuk perbaikan kegiatan selanjutnya.
Anti Korupsi :
1) Saya menyusun jadwal secara adil dengan
mempertimbangkan rutinitas kegiatan silabi yang sudah
terjadwal.
Pada tahapan ini terdapat bukti kegiatan sebagai berikut:

Gambar 15. Konsultasi dengan Kasatpel Pembinaan Sosial
mengenai persetujuan jadwal pembinaan fisik

126

Gambar 16. Jadwal pelaksanaan program Obama yang sudah disetujui

Kegiatan 2. Sosialisasi kegiatan pelaksanaan pembinaan fisik pada
WBS ke para pendamping

Pendamping WBS memiliki tugas fungsi dalam memonitor dan
mengevaluasi perkembangan WBS yang menjadi dampingannya, baik
perkembangan fisik, mental, spiritual, sosial dan ketrampilan WBS.
Pendamping WBS juga berperan dalam melakukan konseling dalam
mengatasi permasalahan yang dialami WBS. Sosialisasi program
pembinaan fisik ditujukan kepada Pendamping WBS karena Pendamping
WBS merupakan fasilitator kegiatan pembinaan yang menggantikan peran
instruktur eksternal selama pandemi. Hasil kegiatan yaitu terlaksananya
kegiatan sosialisasi pembinaan fisik pada WBS ke para pendamping.
Rangkaian tahapan kegiatan sosialisasi kepada para pendamping WBS
dilakukan pada 26 hingga 30 Juli 2021 sesuai jadwal rencana, dengan
tahapan sebagai berikut:
Adapun tahapan pelaksanaannya sebagai berikut:
2.1 Berkonsultasi dengan pimpinan untuk mengadakan sosialisasi

program pembinaan fisik
a. Hasil Kegiatan yaitu persetujuan kegiatan sosialisasi pada

pendamping WBS.

127

b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:
Sebelum melakukan sosialisasi, saya membuat jadwal temu

dengan mentor terlebih dahulu untuk berkonsultasi. Saya hadir
tepat waktu sebagai implementasi nilai anti korupsi. Saya akan ke
ruangan mentor dengan mengetuk pintu, mengucapkan salam,
mengucapkan permisi, dan menanyakan kesedian waktu beliau
untuk melakukan diskusi (bersikap sopan; nilai etika publik).
Kemudian saya akan duduk jika mentor besedia dan
mempersilahkan duduk. Selanjutnya, saya akan menyampaikan
maksud dan tujuan saya untuk mendiskusikan kegiatan aktualisasi
saya mengenai sosialisasi program pembinaan fisik dan bersedia
menerima arahan dan masukan. Saya menyampaikan sejauh
mana tahapan kegiatan yang saya lakukan secara konsisten
(akuntabilitas) merupakan tanggung jawab tugas aktualisasi
Latsar CPNS. Saya mendengarkan masukan mentor dengan tidak
memaksakan kehendak (sila ke-4) yang merupakan wujud nilai
nasionalisme. Mentor menyambut baik kegiatan sosialisasi
kepada tim pendamping karena tim pendamping merupakan
sumber daya penting pembinaan kepada WBS. Selain itu, dalam
proses sosialisasi, mentor mengingatkan untuk meminta Kepala
Satpel Pembinaan Sosial berperan serta dalam mengundang para
pendamping (sila ke-2). Saran mentor kemudian saya tindaklanjuti
sebagai perbaikan (komitmen mutu) untuk tahapan kegiatan ini.
Saya meminta izin dan menanggapi pertanyaan maupun masukan
mentor dengan sopan serta menyampaikan informasi dengan
benar. Selesai kegiatan saya membuat notulensi sebagai wujud
akuntabilitas kegiatan.

128

Akuntabilitas :
1) Saya berkonsultasi dan melaksanakan sosialisasi sesuai

arahan pimpinan kemudian membuat notulensi sebagai bentuk
upaya memberi kejelasan.
2) Sikap saya menunjukkan konsistensi dalam memberikan
laporan kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai bentuk
tanggung jawab seorang ASN terkait proses pelaksanaan
rancangan aktualisasi.
Nasionalisme :
1) Saya mengucapkan salam sebelum masuk ruangan pimpinan
(sila ke-1).
2) Saya berkonsultasi sebelumnya kepada pimpinan dengan
hormat sebelum melakukan kegiatan sosialisasi sesuai sikap
saling menghormati (sila ke-2).
3) Saya menghadap pimpinan dengan menggunakan Bahasa
Indonesia yang baik dan benar sesuai wujud sila ke-3 dan tidak
memaksakan kehendak (sila ke-4) pada pimpinan.
Etika Publik :
1) Saya berkonsultasi dengan pimpinan untuk mengadakan
kegiatan sosialisasi dengan sikap hormat, jelas, sopan, dan
santun kepada pimpinan.
2) Saya menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama
saat mendengarkan saran dan masukan dari mentor.
Komitmen Mutu :
1) Saya menindaklanjuti saran mentor untuk melibatkan Ka Satpel
Pembinaan Sosial sebagai upaya perbaikan atau
penyempurnaan kegiatan bimbingan fisik yang telah
berlangsung sebelumnya dengan tujuan meningkatkan
perkembangan dari aspek fisik dan mutu pelayanan kesehatan
yang berkualitas.

129

Anti Korupsi :
1) Saya datang tepat waktu sesuai dengan waktu yang telah

ditetapkan saat berkonsultasi dengan mentor (disiplin).
Pada kegiatan ini terdapat bukti pelaksanaan kegiatan yaitu
sebagai berikut:

Gambar 17. Konsultasi dengan mentor untuk melakukan sosialisasi
program Obama pada pendamping

2.2 Menyampaikan undangan sosialisasi
a. Hasil kegiatan yaitu undangan sosialisasi program pembinaan fisik
yang telah diterima pendamping WBS.
b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:
Saya mulai menyusun undangan sosialisasi dengan
menggunakan bahasa yang baik, sopan, dan mudah dimengerti.
Kemudian saya melakukan koordinasi dengan Kasatpel
Pembinaan Sosial mengenai undangan yang telah saya buat.
Selanjutnya, undangan yang telah disetujui dibagikan kepada
seluruh pendamping di grup WA. Undangan disampaikan oleh Ka
Satpel Pembinaan Sosial yaitu Bapak Hanny Desto ke seluruh
pendamping WBS pada hari Senin, 26 Juli 2021. Saya melibatkan
pendamping dan Ka Satpel Pembinaan Sosial dan Ka Satpel
Pelayanan Sosial dalam kegiatan sosialisasi untuk memenuhi
capaian target dan hasil kerja yang memuaskan dan efektif.
130

Akuntabilitas :
1) Saya membuat undangan sosialisasi pada pendamping

mengenai kejelasan waktu dan tempat kegiatan sosialisasi
diadakan.
1) Saya membuat undangan sosialisasi untuk disampaikan oleh
Ka Satpel Pembinaan Sosial melalui grup whatsapp sebagai
wujud nilai transparansi.
Nasionalisme :
1) Saya menyampaikan undangan sosialisasi dengan itikad baik
untuk bermusyawarah mengenai program bimbingan fisik yang
akan diadakan (sila ke-4).
2) Saya bekerja keras agar undangan sosialisasi dapat
tersampaikan dengan tuntas (sila ke-5).
Etika Publik :
1) Dalam menyampaikan undangan sosialisasi dengan sikap
hormat, jelas, sopan santun saya menghargai setiap
pendapat dengan meminta kerjasama pendamping untuk
mengikuti kegiatan sosialisasi sesuai pasal 4.
2) Saya memberikan informasi secara benar dan tidak
menyesatkan kepada para pendamping mengenai program
pembinaan fisik.
Komitmen Mutu :
1) Saya melibatkan pendamping dalam kegiatan sosialisasi untuk
memenuhi capaian target dan hasil kerja yang memuaskan
dalam memberikan pelayanan (efektif).
Anti Korupsi :
1) Saya hadir sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan
(disiplin).

131

2) Saya menyampaikan undangan sosialisasi melalui media WA
untuk mengurangi penggunaan kertas sebagai bentuk
penerapan aspek sederhana.

c. Kendala
Selama tahapan kegiatan menyampaikan undangan

sosialisasi kepada pendamping WBS, terdapat kendala berupa
tidak tersampaikannya undangan secara personal dikarenakan
sudah melalui Grup whatsapp Pendamping WBS, sehingga
beberapa Pendamping WBS melewatkan informasi undangan yang
disampaikan.
d. Solusi

Saya mengingatkan kembali secara personal kepada
pendamping yang terlambat hadir mengikuti sosialisasi dan
membagikan informasi yang kurang jelas seputar materi program
aktualisasi yang akan dijalankan di panti.
Pada tahapan ini terdapat bukti kegiatan sebagai berikut:

Gambar 18. Screenshoot undangan sosialisasi disampaikan oleh Kasatpel
Pembinaan Sosial kepada pendamping melalui grup whatsapp

2.3 Mempersiapkan bahan dan peralatan sosialisasi
a. Hasil kegiatan yaitu materi paparan dalam bentuk video dan PPT.
132

b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:
Setelah undangan sosialisasi tersampaikan, saya berusaha

menyusun paparan dengan jelas sesuai dengan tujuan kegiatan,
menyampaikan tujuan, langkah-langkah kegiatan, metode, serta
apa saja yang diharapkan dari pendamping WBS untuk
mensukseskan program Obama sehingga untuk meningkatkan
pelayanan yang optimal. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai pada
komitmen mutu. Penyusunan bahan paparan juga saya
konsultasikan dengan mentor untuk mendapat persetujuan sebagai
bentuk akuntabilitas yaitu tanggung jawab dalam menjalankan
tugas.

Dalam menerapkan nilai etika publik, saya menjalankan
tugas secara professional, mengerjakan tugas bagi WBS sehingga
manfaatnya dapat dirasakan oleh WBS nantinya (sila ke-5). Saya
mengerjakan materi paparan secara mandiri dan bekerja keras
dalam menyelesaikan paparan tersebut sesuai dengan jadwal yang
telah ditetapkan. Hal tersebut sesuai dengan penerapan nilai-nilai
anti korupsi.
Akuntabilitas :
1) Saya mempersiapkan bahan dan peralatan sosialisasi dengan

sebaik-baiknya sebagai wujud tanggung jawab dalam
menjalankan tugas.
Nasionalisme :
1) Saya mempersiapkan bahan dan peralatan yang mendukung
selama kegiatan sosialisasi agar kegiatan berjalan lancar dan
bermanfaat bagi perkembangan WBS merupakan kegiatan
dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan
berkeadilan sosial sila ke-5.

133

Etika Publik :
1) Saya menjalankan tugas secara profesional memanfaatkan

bahan dan peralatan yang ada secara optimal agar materi yang
dipaparkan tersampaikan pendamping WBS berjalan lancar.
Komitmen Mutu :
1) Saya menyusun paparan materi sosialisasi dengan jelas sesuai
dengan tujuan kegiatan sebagai upaya meningkatkan mutu.
Anti Korupsi :
1) Saya bekerja keras mempersiapkan bahan dan peralatan
kegiatan sosialisasi sehingga meningkatkan pemahaman
pendamping mengenai kegiatan yang diadakan.
2) Saya menyiapkan bahan dan peralatan secara mandiri dengan
memanfaatkan sarana prasarana yang sudah disediakan
kantor.

Gambar 19. Materi paparan video sosialisasi program pembinaan fisik

134

Gambar 20. Daftar hadir sosialisasi program pembinaan fisik

2.4 Memaparkan sosialiasi kegiatan yang telah disetujui pada
pendamping
a. Hasil kegiatan yaitu paparan program pembinaan fisik yang akan
diterapkan dalam bentuk PPT.
b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:
Setelah semua bahan dan peralatan sosialisasi lengkap,
kegiatan sosialisasi dibuka dengan salam dan berdoa bersama
menurut kepercayaan masing-masing. Sebelumnya, saya hadir
tepat waktu dalam kegiatan ini sesuai dengan waktu yang telah
ditetapkan, mempersiapkan kebutuhan selama sosialisasi (anti
korupsi) sehingga meminimalisir kendala teknis nantinya saat
evaluasi berlangsung (efektif; komitmen mutu). Saya
memaparkan kegiatan sosialisasi dengan menerapkan 5S
(senyum, sapa, salam, sopan, santun) kepada rekan
pendamping. Saya memaparkan program pembinaan fisik yang
akan dilaksanakan dengan maksud memberi kejelasan detail
rangkaian program bimbingan fisik yang akan saya laksanakan di
panti dan meminta masukan dan kesediaan pendamping untuk aktif
dalam mendukung kegiatan demi meningkatkan pelayanan

135

kesehatan yang berkualitas bagi WBS selama pandemi. Selama
kegiatan sosialisasi, kami menerapkan sikap saling menghormati
(sila ke-2), mendengarkan dengan baik masukan pendamping
dengan tidak memaksakan kehendak (sila ke-4). Saat hendak
menyampaikan pendapat atau memberikan tanggapan, saya
meminta izin dan menanggapi pertanyaan maupun masukan
dengan hormat serta menyampaikan informasi dengan benar
(etika publik). Kegiatan sosialiasi merupakan wadah mendapat
masukan dari pendamping untuk perbaikan kegiatan Matahari
Sehat. Banyak masukan yang tentunya sangat baik untuk
peningkatan efektivitas kegiatan sesuai yang terlampir pada
notulensi (komitmen mutu). Notulensi dari kegiatan ini terlampir.
Rancangan kegiatan pembinaan fisik harus diketahui pendamping
agar pendamping dapat meningkatkan mutu pelayanan kepada
WBS.
Akuntabilitas :
1) Saya menyampaikan hasil kegiatan yang telah disetujui kepada

pendamping sebagai bentuk transparansi informasi.
2) Saya memaparkan kegiatan pembinaan fisik yang akan

dilaksanakan dengan maksud memberi kejelasan kepada
pendamping mengenai maksud dan tujuan dalam kegiatan,
meminta masukan, dan kesediaan untuk aktif berpartisipasi
dalam kegiatan.
Nasionalisme :
1) Saya berdoa terlebih dahulu sebelum memulai kegiatan
sosialisasi (sila ke-1).
2) Saya menunjukkan sikap saling menghormati selama
mengikuti kegiatan sosialisasi (sila ke-2).
3) Saya mendengarkan dengan baik masukan pendamping
dengan tidak memaksakan kehendak (sila ke-4).

136

4) Saya bekerja keras agar kegiatan berjalan tuntas dan
bermanfaat sesuai sila ke-5.

Etika Publik :
1) Saya memaparkan sosialisasi kegiatan yang telah disetujui

dengan menerapkan 5S (senyum, sapa, salam, sopan,
santun) kepada rekan pendamping.
2) Saya meminta izin dan menanggapi pertanyaan maupun
masukan dengan hormat serta menyampaikan informasi
dengan benar.
Komitmen Mutu :
1) Saya menerima masukan, saran yang nantinya akan
meningkatkan efektivitasan program pembinaan fisik.
2) Kegiatan sosialiasi merupakan wadah mendapat masukan dari
pendamping untuk perbaikan kegiatan.
Anti Korupsi :
1) Saya hadir tepat waktu pada pelaksanaan sosialisasi untuk
meminimalisir gangguan teknis (tanggung jawab).
2) Saya hadir tepat waktu sesuai yang telah disepakati bersama
(disiplin).
c. Kendala

Adanya pemberlakukan PPKM darurat sehingga pendamping
tidak dapat hadir sesuai jadwal mengingat diberlakukannya WFH
dan WFO.
d. Solusi

Menyampaikan hasil kegiatan kepada pendamping yang
berhalangan hadir secara personal agar tetap mengetahui program
pembinaan fisik yang akan dijalankan.

137

Gambar 21. Sosialisasi program Obama kepada pendamping

2.5 Menyampaikan peran dan tugas pendamping
a. Hasil kegiatan yaitu dokumentasi foto kegiatan dan paparan PPT
mengenai peran dan tugas pendamping WBS.
b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:
Saat melakukan kegiatan sosialisasi, saya menyampaikan
secara detail melalui paparan presentasi power point peran dan
tugas pendamping terkait program yang akan saya jalankan dan
memberi penjelasan apabila ada yang tidak paham tentang
rancangan kegiatan. Saya menjalin kerja sama dan kolaborasi
dengan para pendamping WBS untuk kelancaran program
pembinaan fisik dengan menyampaikan program dan juga jenis
kegiatan yang akan dilakukan dengan jelas, sopan dan Bahasa
Indonesia yang mudah dimengerti oleh semua petugas. Saya
memberdayakan sumber daya yang ada dengan mengoptimalkan
peran para pendamping WBS agar terlibat dan aktif dalam
pembinaan fisik untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada
WBS.
Akuntabilitas :
1) Saya menyampaikan peran dan tugas pendamping sebagai
bentuk penyampaian tanggung jawab dengan memberi
penjelasan apabila ada yang tidak paham tentang rancangan
kegiatan dan transparansi kegiatan ke pendamping WBS.

138

Nasionalisme :
1) Saya menyampaikan peran dan tugas pendamping sebagai

bentuk keseimbangan antara hak dan kewajiban
pendamping sesuai penerapan sila ke 5.
Etika Publik :
1) Saya menjalin kerja sama dan kolaborasi dengan para
pendamping WBS untuk kelancaran program pembinaan fisik
dengan menyampaikan program dan jenis kegiatan yang akan
dilakukan dengan jelas.
2) Saya melayani dengan sikap hormat, sopan dan mudah
dimengerti ke semua petugas.
Komitmen Mutu :
1) Saya memaparkan peran dan tugas pendamping harus
diketahui pendamping agar dapat meningkatkan mutu
pelayanan kepada WBS.
Anti Korupsi :
1) Saya memberdayakan sumber daya yang ada dengan
mengoptimalkan peran para pendamping WBS agar terlibat
dan aktif dalam pembinaan fisik merupakan wujud sikap peduli.
c. Kendala

Pada saat memaparkan kegiatan sosialisasi, tidak dapat
dihadiri oleh semua pendamping yang diundang karena
diberlakukannya WFH (Work From Home) bagi petugas. Selain itu,
mengingat masa PPKM waktu kegiatan yang membuat adanya
perkumpulan dibatasi hanya 30 menit.
d. Solusi

Menyebarkan paparan selama sosialiasi kemudian menemui
satu per satu pendamping yang berhalangan hadir untuk
menjelaskan kegiatan aktualisasi. Saya juga membuka ruang

139

diskusi informal di luar waktu sosialisasi sekiranya ada masukan
untuk pelaksanaan kegiatan aktualisasi.
Pada tahapan kegiatan ini terdapat bukti kegiatan sebagai berikut:

Gambar 22. Menyampaikan peran dan tugas pendamping saat sosialisasi
program pembinaan fisik

2.6 Membuka sesi diskusi, masukan, tanya jawab
a. Hasil kegiatan yaitu notulensi sesi diskusi, masukan, dan tanya
jawab
b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:
Saat melakukan sosialisasi, saya membuka kegiatan diskusi
dengan sikap hormat, jelas, sopan santun, dan menggunakan
Bahasa Indonesia yang baik. Saya menanggapi masukan dan
menjawab pertanyaan dari peserta yang masih bingung terhadap
program. Saya jujur menyampaikan hal-hal yang menjadi kendala
dalam penerapan program bimbingan untuk menerima masukan,
saran, maupun kritik yang membangun demi tercapainya tujuan
bersama. Terdapat dua pertanyaan dari peserta yang telah
ditanggapi pada saat pelaksanaan sosialisasi dan satu masukan
dari peserta yang perlu ditindaklanjuti. Pertanyaan dan masukan
telah dirangkum dalam notulensi sosialisasi sebagai wujud
indikator kejelasan mengikuti kegiatan sosialisasi. Selama
tahapan kegiatan diskusi dan tanya jawab, perlu diwaspadai
kegiatan berkerumun atau mengumpulkan beberapa orang dalam

140

satu ruangan sehingga semua peserta yang hadir tidak lupa
dihimbau agar tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat
memakai double masker, mengatur tempat duduk secara
berjarak, dan membatasi durasi kegiatan (Nasionalisme).
Akuntabilitas :
1) Saya menanggapi masukan dan menjawab pertanyaan dari

peserta agar memberi kejelasan pemahaman para
pendamping dan merangkum notulensi kegiatan untuk
dilaporkan kepada pimpinan.
2) Saya memimpin jalannya diskusi sebagai wujud sikap
kepemimpinan.
Nasionalisme :
1) Saya menerapkan protokol kesehatan secara ketat memakai
double masker, mengatur tempat duduk secara berjarak,
dan membatasi durasi kegiatan sesuai sila ke-2 yaitu
mengembangkan sikap saling mencintai sesama
manusia.
2) Saya menerima masukan berupa kritik, saran, maupun koreksi
atas paparan sosialisasi merupakan penerapan sila ke-4.

Etika Publik :
1) Saya membuka kegiatan diskusi dengan sikap hormat, jelas,

sopan, dan santun.
Komitmen Mutu :
1) Saya memfasilitasi pendamping WBS yang masih bingung

terkait program (responsif).
Anti Korupsi :
1) Saya jujur menyampaikan hal-hal yang menjadi kendala dalam

penerapan kegiatan bimbingan untuk menerima masukan,

141

saran, maupun kritik yang membangun demi tercapainya tujuan
bersama.
Pada tahapan kegiatan ini terdapat bukti kegiatan sebagai berikut:

Gambar 23. Notulensi kegiatan sosialisasi program Obama kepada
pendamping

Kegiatan 3. Pelaksanaan program pembinaan fisik pada WBS
Hasil kegiatan yaitu pelaksanaan kegiatan pembinaan fisik pada WBS yang
berlangsung mulai pada tanggal 30 Juli sampai dengan 22 Agustus 2021
dengan tahapan sebagai berikut:
3.1 Konsultasi mengenai pelaksanaan kegiatan bimbingan fisik

kepada Kasatpel Pembinaan Sosial
a. Hasil kegiatan yaitu persetujuan pelaksanaan kegiatan pembinaan

fisik oleh Kasatpel Pembinaan Sosial.
b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:

Pada tanggal 30 Juli 2021, saya menghubungi Bapak Hanny
Desto selaku Kasatpel Pembinaan Sosial dan menanyakan waktu
luang beliau untuk konsultasi dan meminta arahan terkait
pelaksanaan program pembinaan fisik. Saya datang ke ruangan
Kasatpel Pembinaan Sosial sebagai penanggung jawab kegiatan
pembinaan. Saya datang dengan mengetuk pintu, mengucapkan
salam, mengucapkan permisi, dan menanyakan kesediaan waktu
beliau untuk melakukan diskusi. Kemudian saya akan duduk jika

142

Bapak Desto besedia dan mempersilahkan duduk. Kemudian saya
akan menyampaikan maksud dan tujuan saya untuk
menyampaikan izin pelaksanaan program kegiatan bimbingan fisik
serta meminta arahan dan masukan terkait pelaksanaan kegiatan.
Saya meminta izin sebelum pelaksanaan kegiatan agar mendapat
dukungan dari pimpinan dan berjalan lancar sesuai rencana. Saya
menyampaikan permohonan izin dengan hormat kepada Ka Satpel
Pembinaan (Nasionalisme). Selama menghadap, saya selalu
menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker dan
menjaga jarak aman (Nasionalisme). Saya meminta izin sebelum
pelaksanaan kegiatan agar mendapat dukungan dari Ka Satpel
Pembinaan (Komitmen Mutu). Saya mengutamakan konsultasi
dan koordinasi sebelum pelaksanaan kegiatan (Etika Publik).
Saya melaksanakan kegiatan sesuai arahan Ka Satpel Pembinaan
(Akuntabilitas).
Akuntabilitas :
1) Saya berkonsultasi kepada Kasatpel Pembinaan Sosial dengan

memberi kejelasan maksud dan tujuan dalam pelaksanaan
kegiatan bimbingan fisik sesuai arahan pimpinan.
2) Saya menerapkan konsistensi dalam memberikan
perkembangan laporan kegiatan aktualisasi.
3) Saya melaksanakan kegiatan sesuai arahan Ka Satpel
Pembinaan (tanggung jawab).
Nasionalisme :
1) Saya melakukan konsultasi dengan sikap saling menghormati
(sila ke-2) dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik
dan benar sesuai sebagai wujud sila ke-3 dan tidak
memaksakan kehendak wujud penerapan sila ke-4.
2) Saya selalu menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai
masker dan menjaga jarak aman (sila ke-2).

143

Etika Publik :
1) Saya melakukan konsultasi mengenai pelaksanaan kegiatan

kepada pimpinan dengan sopan santun dalam berkomunikasi,
menyampaikan informasi dengan benar.
2) Saya mengutamakan komunikasi, konsultasi dan kerjasama
sebelum pelaksanaan kegiatan.
Komitmen Mutu :
1) Saya melakukan konsultasi mengenai sebelum pelaksanaan
kegiatan agar mendapat dukungan dari pimpinan sebagai
bentuk upaya perbaikan atau penyempurnaan atas gagasan
yang telah dituliskan sebelumnya.
Anti Korupsi :
1) Saya disiplin saat hadir menghadap pimpinan untuk konsultasi
mengenai pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang
telah ditetapkan.

Gambar 24. Melakukan konsultasi mengenai pelaksanaan program
pembinaan fisik

3.2 Melakukan identifikasi dan klasifikasi kriteria WBS yang menjadi
sasaran program
a. Hasil kegiatan yaitu adanya list kriteria pemilihan WBS yang
menjadi sasaran program.
b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:
Saya meminta izin sebelum pelaksanaan kegiatan agar
144

mendapat dukungan dari pimpinan dan berjalan lancar sesuai
rencana. Saya melakukan diskusi dengan rekan pendamping WBS
dan menyampaikan pendapat terkait kriteria pemilihan WBS
dengan sopan santun dalam menyampaikan pendapat yaitu
menghargai komunikasi dan standar etika sehingga setiap
keputusan yang dibuat mempertimbangkan kemampuan WBS.
Saya melakukan identifikasi dengan prinsip kesetaraan tanpa
diskriminasi yang mencerminkan nilai etika publik. Selanjutnya,
saya memastikan pendamping dapat menyesuaikan kebutuhan
program dengan keahlian yang dimiliki dengan melihat
kesesuaian pendidikan pun kinerja serta beban kerja keseharian
pendamping sehingga mutu tetap terjaga. Penerapan nilai anti
korupsi terlihat dari saya yang menerapkan sikap jujur dan kerja
keras dalam melakukan identifikasi. Saya melakukan identifikasi
dan mengklasifikasikan WBS sesuai kriteria yang menjadi sasaran
program dengan menerapkan prinsip keseimbangan yaitu
kesesuaian antara kapasitas sumber daya dengan keahlian yang
dimiliki. Dalam pemilihan WBS saya melaksanakan prinsip
transparansi yaitu terbuka dalam proses diskusi dan penetapan
kriteria.
Akuntabilitas :
1) Saya melakukan identifikasi dan mengklasifikasikan WBS

sesuai kriteria yang menjadi sasaran program dengan
menerapkan prinsip keseimbangan.
2) Saya melakukan pemilihan WBS dengan prinsip transparansi
yaitu terbuka dalam proses diskusi dan penetapan kriteria.
3) Saya menetapkan kriteria menyesuaikan kapasitas WBS wujud
indikator keadilan.

145

Nasionalisme :
1) Saya menunjukkan sikap menghormati pendapat pendamping

dalam melakukan pemilihan kriteria WBS yang akan diikutkan
pada program menerapkan (sila ke-2).
2) Saya menentukan proses pemilihan WBS berdasarkan hasil
musyawarah mufakat prinsip sila ke-4.
Etika Publik :
1) Saya menyampaikan pendapat terkait kriteria pemilihan WBS
dengan sopan santun dalam menyampaikan pendapat yaitu
menghargai komunikasi dan standar etika.
2) Saya membuat keputusan dengan mempertimbangkan
kemampuan WBS (prinsip pertimbangan keahlian).
3) Saya melakukan proses pemilihan dengan tidak melakukan
diskriminatif dan berpihak dalam identifikasi dan pemilihan.
Komitmen Mutu :
1) Saya memastikan pemilihan WBS sesuai dengan kebutuhan
pelaksanaan kegiatan ke depannya sehingga mencapai mutu
yang berkualitas.
Anti Korupsi :
1) Saya menetapkan pemilihan dengan adil dalam proses
penyusunan kriteria dan pemilihan dan melaporkan hasil
secara jujur.
c. Kendala

Dalam menetapkan kriteria untuk pemilihan WBS yang
diikutkan program, mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan
WBS, dan masukan dari pendampingnya karena setiap WBS
memiliki karakteristik yang berbeda.
d. Solusi

Saya akan menyesuaikan dengan membuat kriteria inklusi
yang bisa diikutkan program dan kriteria eksklusi yang tidak dapat

146

diikutkan program pada masing-masing klaster dengan memetakan
kebutuhan secara khusus.
Pada tahapan kegiatan ini terdapat bukti kegiatan sebagai berikut:

Gambar 25. Identifikasi dan Klasifikasi Warga Binaan Sosial Sesuai Kriteria
Program Obama

Gambar 26. Identifikasi dan Klasifikasi Warga Binaan Sosial Klaster I dan
II Terpilih Sesuai Kriteria Program Obama
147

Berdasarkan hasil identifikasi dengan tim perawat panti dan
pendamping WBS klaster 1, Warga Binaan Sosial klaster 1 memiliki
kecenderungan kekambuhan gejala psikotik yang masih tinggi, sehingga
dengan mempertimbangkan kemampuan dan kondisi kesehatan masing-
masing WBS klaster 1 (sesuai kriteria eksklusi sasaran program pada
gambar 28) maka tidak ada warga binaan sosial pada klaster ini yang
memenuhi kriteria untuk diikutkan program Obama. Berdasarkan hasil
identifikasi dengan tim perawat panti dan pendamping WBS klaster 2,
terdapat 3 orang WBS klaster 2 sebanyak 30% yang memenuhi klasifikasi
dari kriteria inklusi program Obama yaitu Sakdiyah, Mini Juarsih, dan Santi
TG. Sedangkan setelah berdiskusi dengan tim perawat,
mempertimbangkan kondisi WBS an Lidya Ulfa yang memiliki ketahanan
fisik rentan karena kategori berumur lansia yaitu 62 tahun sehingga belum
terpilih menjadi sasaran program Obama.

Gambar 27. Identifikasi dan Klasifikasi Warga Binaan Sosial Klaster III
Terpilih Sesuai Kriteria Program Obama
Berdasarkan hasil identifikasi dengan tim perawat panti dan

pendamping WBS klaster 3, terdapat 7 orang WBS klaster 2 sebanyak
70% yang memenuhi klasifikasi dari kriteria inklusi program Obama yaitu
Maria, Heni, Gunduyung, Sulastri, Yornis Malolo, Ayen, dan Sinta Qiuqiu.
Sedangkan setelah berdiskusi dengan tim perawat, mempertimbangkan

148

kondisi WBS an Sulastri yang belum stabil kesehatan mentalnya setelah
selesai menjalani isolasi di panti, sehingga belum terpilih menjadi sasaran
program Obama.

Gambar 28. Melakukan identifikasi dan klasifikasi kriteria WBS yang
menjadi sasaran program dengan tim perawat

3.3 Melaksanakan program Olah Gerak Badan Masa Pandemi pada
WBS yang terpilih secara kelompok
a. Hasil kegiatan yaitu terlaksananya program Obama pada WBS
secara kelompok sesuai masing-masing klasternya.
b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:
Saya melaksanaan pembinaan fisik sesuai jadwal yang telah
ditentukan kemudian melaporkan secara berkala kepada pimpinan
atas proses berjalannya program pembinaan fisik kepada
kelompok WBS khususnya yang memiliki komorbid hipertensi dan
diabetes melitus. Saya memulai kegiatan dengan hadir terlebih
dahulu (disiplin; anti korupsi) dari waktu yang ditentukan.
Saya memastikan bahwa tempat dan peralatan untuk
pelaksanaan program sudah tersedia sehingga efektif dalam
pelaksanaannya. Saya menghubungi pendamping klasternya
untuk turut bersama-sama memberikan edukasi mengenai senam
kesehatan kepada WBS sehingga membantu WBS untuk
mengetahui manfaat program. Saya membuka kegiatan
penyuluhan dengan doa (sila ke-1; nasionalisme) dilanjutkan

149

dengan memberikan informasi dengan ramah, tidak
diskriminatif, serta sungguh-sungguh untuk kemajuan WBS
sebagai wujud kepedulian terhadap WBS yang merupakan bagian
dari warga negara yang terlantar (mengutamakan kepemimpinan
berkualitas tinggi; etika publik dan adil; anti korupsi). Saya
bekerja sama dan saling mendukung dengan sesama pendamping
dalam melakukan pembinaan sebagai rekan yang setara.
Akuntabilitas :
1) Saya melaksanaan kegiatan pembinaan fisik sesuai jadwal

yang telah ditentukan dengan bertanggung jawab melaporkan
secara berkala kepada pimpinan atas proses berjalannya
pembinaan fisik kepada WBS secara berkelompok.
2) Saya menghubungi rekan pendamping WBS yang saya latih
mengutamakan prinsip keseimbangan.
3) Saya melaksanakan kegiatan pembinaan fisik sebagai
bentuk kepedulian terhadap peningkatan kemampuan
WBS.
Nasionalisme :
1) Saya menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
penerapan sila ke-3.
2) Saya memulai dan mengakhiri kegiatan dengan berdoa
bersama sama sesuai agama dan kepercayaan masing-masing
penerapan sila ke-1.
3) Saya melaksanakan kegiatan pembinaan fisik untuk
kepentingan dan kemajuan banyak WBS penerapan sila ke-5.
Etika Publik :
1) Saya menyampaikan rancangan kegiatan dengan ramah,
sopan, menghargai setiap pertanyaan yang diberikan kepada
WBS dan bekerja secara profesional. (mendorong
kesetaraan dalam pekerjaan)

150

2) Saya memberikan informasi dengan ramah, tidak diskriminatif,
serta sungguh-sungguh untuk kemajuan WBS sebagai wujud
kepedulian terhadap WBS yang merupakan bagian dari warga
negara yang terlantar (mengutamakan kepemimpinan
berkualitas tinggi).

Komitmen Mutu :
1) Saya memastikan pemilihan WBS sesuai dengan kebutuhan

pelaksanaan kegiatan ke depannya sehingga mencapai mutu
yang berkualitas.
2) Saya melaksanaan pembinaan fisik diikuti oleh kelompok WBS
menerapkan prinsip efektif dengan memastikan pelaksanaan
kegiatan berjalan sesuai dengan prosedur dan standar.
Anti Korupsi :
1) Saya memastikan pelaksanaan kegiatan silabi sesuai dengan
jadwal yang telah ditentukan dan hadir tepat waktu selama
kegiatan berlangsung (disiplin).
2) Saya memperlakukan WBS dengan adil selama kegiatan
pembinaan.
3) Saya menggunakan anggaran seefisien mungkin perwujudan
prinsip (sederhana).
Pada tahapan kegiatan ini terdapat bukti kegiatan sebagai berikut:

Gambar 29. Melaksanakan program Obama pada WBS yang terpilih
secara kelompok

151

Gambar 30. Melaksanakan program Obama senam jantung sehat
dan senam otak pada WBS

Gambar 31. Daftar hadir program Obama pada WBS yang terpilih secara
kelompok

Gambar 32. Daftar tim pendamping WBS

152

3.4 Meminta feedback dari WBS dan pendamping
a. Hasil Kegiatan:
• Notulensi kegiatan
• Catatan masukan dari WBS dan pendamping
b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:
Selama program pembinaan fisik berlangsung, saya
meminta feedback kepada pendamping WBS sebagai SDM yang
paling mengetahui kondisi WBS (keseimbangan; akuntabilitas
dan menjunjung kesetaraan; etika publik). Proses diskusi dil
akukan secara terbuka antar pendamping di masing-masing
klaster, hasilnya pun diberitahu saat diskusi dengan tim
pendamping untuk mewujudkan adanya transparansi sebagai
salah satu indikator nilai akuntabilitas. Dalam proses diskusi kami
berbicara dengan santun dan hormat (etika publik) serta
musyawarah mufakat (sila ke-4; nasionalisme). Saya
menindaklanjuti masukan dari pendamping agar program lebih baik
berupa pengaruh atau dampak yang diterima setelah pelaksanaan
program pembinaan fisik (adaptif).
Akuntabilitas :
1) Saya menjaga kualitas dalam pelaksanaan program
pembinaan fisik pada WBS mempertimbangkan feedback dari
sesama pendamping WBS dan dilaksanakan dengan penuh
tanggung jawab.
2) Saya meminta feedback sebagai bentuk keseimbangan.
3) Saya melakukan diskusi saat meminta feedback dari
pendamping secara terbuka antar pendamping di masing-
masing klaster agar transparansi.

153

Nasionalisme :
1) Saya menghargai dengan mengembangkan sikap saling

tenggang rasa setelah pelaksanaan bimbingan fisik sebagai
wujud sila ke-2.
2) Selama meminta feedback berupa masukan, saran, perbaikan
dilakukan dengan musyawarah mufakat. (sila ke-4).
Etika Publik :
1) Saya menyampaikan dengan sikap hormat, jelas, sopan, dan
santun saat meminta feedback dalam pelaksanaan kegiatan
pembinaan fisik.
2) Saya meminta pendapat dari pendamping sebagai upaya
mendorong keseteraan dalam pekerjaan.
Komitmen Mutu :
1) Saya bersikap responsif dengan menindaklanjuti masukan
pendamping agar program lebih baik berupa pengaruh atau
dampak yang diterima setelah pelaksanaan kegiatan
pembinaan.
2) Saya menemukan cara-cara baru yang meningkatkan
kemanfaatan program pembinaan setelah mendapat masukan
dari pendamping (inovatif).
Anti Korupsi :
1) Saya melaksanakan tanggung jawab dalam menindaklanjuti
hasil pelaksanaan pembinaan fisik.

Gambar 33. Meminta feedback dari pendamping WBS

154

Gambar 34. Meminta feedback dari pendamping WBS, rekan penyuluh
sosial, dan pekerja sosial

Gambar 35. Hasil notulensi kegiatan feedback dari pendamping WBS
Kegiatan 4. Pelatihan pembinaan fisik pada pendamping
Hasil Kegiatan yaitu terlaksananya kegiatan pelatihan pada
pendamping WBS. Rencana aktualiasi kegiatan 4 dilaksanakan dari tanggal
9 Agustus sampai dengan 13 Agustus 2021, realisasinya dilaksanakan
dalam rentang waktu yang lebih lama dari jadwal yaitu pada tanggal 2
Agustus sampai dengan 16 Agustus 2021. Kegiatan pelatihan pembinaan
fisik dengan para pendamping maju menjadi seminggu di awal mengingat
saat PPKM dilakukan WFH dan WFO sehingga perlu menyesuaikan dengan
ketersediaan waktu para pendamping. Adapun tahapan pelaksanaannya
sebagai berikut:

155

4.1 Melakukan konsultasi kepada pimpinan untuk mengadakan
pelatihan
a. Hasil Kegiatan:
• Dokumentasi foto saat mengajukan konsultasi
• Catatan notulensi dengan mentor
b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:
Saya akan menghubungi untuk membuat janji temu dengan
pimpinan. Saya hadir tepat waktu sesuai dengan janji temu dengan
pimpinan sebagai implementasi nilai anti korupsi. Sebelum masuk
saya mengetuk pintu, mengucapkan salam, serta duduk saat sudah
dipersilahkan (etika publik). Kemudian saya menjelaskan maksud
dan tujuan konsultasi kepada pimpinan, serta menyampaikan
laporan secara konsisten sudah sejauh mana saya mengerjakan
aktualisasi. Saya menyampaikan maksud dan tujuan untuk
meminta izin mengadakan pelatihan kepada pendamping,
kemudian mencatat hal-hal yang diinformasikan oleh pimpinan,
serta meminta foto bersama dengan sopan sebagai bukti kinerja.
Saya menerapkan sikap menghormati atasan (etika publik),
mendengarkan masukan pimpinan dengan tidak memaksakan
kehendak (sila ke-4) yang merupakan wujud nilai nasionalisme.
Pimpinan menyambut baik kegiatan pelatihan kepada para
pendamping WBS karena tim pendamping merupakan sumber
daya penting pembinaan kepada WBS. Saat melakukan konsultasi,
saya selalu menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker
dan menjaga jarak aman (sila ke-2). Poin yang menjadi catatan
saat melakukan konsultasi:
1) Ka Satpel Pembinaan: Pembinaan fisik misalnya senam
kesehatan menambah variasi kegiatan selama pandemi dapat
dilaksanakan saat kegiatan senam pagi dan relaksasi siang.
2) Ka Subbag TU: Agar pelaksanaannya dikoordinasikan

156

dengan Ka Satpel Pembinaan dan Pendamping WBS.
3) Ka Panti: Dalam rancangan silabi harap memperhatikan

prokes pencegahan penyebaran virus COVID-19 selama
kegiatan silabi.
Akuntabilitas :
1) Saya meminta foto sebagai bukti kinerja dan membuat
notulensi kegiatan sebagai bukti menunjukkan implementasi
indikator transparansi.
2) Saya mencatat hal-hal yang diinformasikan oleh pimpinan
sebagai upaya memberi kejelasan untuk mengadakan
pelatihan pembinaan fisik kepada pendamping.
3) Saya menyampaikan laporan kepada pimpinan secara
konsisten sudah sejauh mana tahapan kegiatan dijalankan.
Nasionalisme :
1) Saya selalu menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai
masker dan menjaga jarak aman wujud sila ke-2 yaitu
mengembangkan sikap toleransi sesama manusia.
2) Saya melakukan diskusi untuk kelancaran kegiatan sila ke-4.
3) Saya mendengarkan masukan pimpinan dengan tidak
memaksakan kehendak (sila ke-4).
Etika Publik :
1) Saya menerapkan sikap menghormati, bahasa yang sopan
kepada pimpinan saat melakukan konsultasi untuk
mengadakan pelatihan.
Komitmen Mutu :
1) Saya konsultasi untuk meminta izin sebelum pelaksanaan
kegiatan agar mendapat dukungan dari pimpinan sebagai
bentuk upaya adaptif menyesuaikan kegiatan pembinaan di
tengah pandemi covid-19.

157

Anti Korupsi :
1) Saya meminta izin untuk pelaksanaan kegiatan pelatihan, saya

menanyakan kesediaan pimpinan untuk bertemu dan
mengadakan janji hadir tepat waktu sebagai upaya
menghargai waktu.

Gambar 36. Konsultasi dengan mentor dan Kasatpel Pembinaan Sosial

Gambar 37. Hasil notulensi konsultasi mengenai pelatihan program
pembinaan fisik
158

4.2 Menentukan jadwal untuk mengadakan pelatihan kepada
pendamping WBS
a. Hasil kegiatan yaitu tersusunnya jadwal kegiatan pelatihan.
b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:
Saya menghubungi rekan-rekan pendamping WBS
sebelumnya melalui WA. Hal ini sesuai dengan indikator
keseimbangan. Kemudian saya menanyakan kesediaan rekan-
rekan pendamping dengan bahasa yang sopan untuk membahas
pelatihan program pembinaan fisik yang telah saya susun. Saya
ingin bekerja sama dengan sesama pendamping dengan
menanyakan pendapat dan masukan dari tim. Saya mengadakan
pelatihan bersama kegiatan senam kesehatan menyesuaikan
jadwal instruktur senam pendamping WBS tiap klaster. Pelatihan ini
untuk meningkatkan pengembangan kompetensi diri pendamping
mengenai manfaat program untuk meningkatkan pelayanan
kesehatan bagi WBS. Kemudian saya melaksanakan kegiatan
pelatihan sesuai jadwal yang ditentukan bersama sesuai
perencanaan awal. Saya menghormati setiap keputusan dalam
menentukan jadwal pelatihan yang dibuat bersama.
Akuntabilitas :
1) Saya menyampaikan maksud tujuan untuk menyusun jadwal
pelatihan kepada pendamping merupakan indikator kejelasan.
2) Saya menginfokan jadwal kegiatan pelatihan kepada
pendamping di whatsapp grup kerja dan mading informasi
sebagai bentuk transparansi.
Nasionalisme :
1) Saya menghormati setiap keputusan dalam menentukan
jadwal pelatihan yang dibuat bersama sesuai penerapan sila
ke 2 dan menjunjung tinggi setiap keputusan sila ke 4.

159

Etika Publik :
1) Saya menyusun jadwal pelatihan menyesuaikan dengan jadwal

rutinitas senam pagi dan relaksasi siang sehingga
melaksanakan tugas dengan bertanggung jawab dan
berintegritas.
Komitmen Mutu :
1) Saya meningkatkan pengembangan kompetensi diri
pendamping melalui jadwal pembinaan fisik yang selesai
disusun bersama untuk meningkatkan pelayanan kesehatan
WBS selama masa pandemi (adaptif).
Anti Korupsi :
1) Saya melaksanakan kegiatan pelatihan sesuai jadwal yang
ditentukan bersama sesuai perencanaan (tanggung jawab).
c. Kendala

Saya tidak dapat menemukan waktu khusus secara formal
untuk menentukan pelatihan bersama dengan seluruh pendamping
dalam satu tempat karena kesibukan para pendamping yang
berbeda-beda. Adanya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan
Masyarakat sehingga pendamping tidak dapat hadir sesuai jadwal
mengingat diberlakukannya WFH dan WFO.
d. Solusi

Saya menyusun jadwal ulang per klaster dengan
menyempatkan waktu luang mengadakan janji temu kepada para
pendamping dengan diskusi yang informal namun terdapat
keterwakilan pendamping di setiap klasternya. Saya juga membuka
ruang diskusi informal di luar waktu pelatihan sekiranya ada
masukan untuk pelaksanaan kegiatan aktualisasi.
Pada tahapan ini terdapat bukti kegiatan sebagai berikut:

160

Gambar 38. Jadwal instruktur senam pelatihan program Obama

4.3 Melaksanakan kegiatan pelatihan kepada para pendamping WBS
a. Hasil kegiatan yaitu terlaksananya pelatihan program pembinaan
fisik kepada para pendamping WBS.
b. Keterkaitan substansi mata pelatihan agenda 2:
Saya mengadakan pelatihan kepada pendamping
merupakan wujud sikap gotong royong demi kemajuan bersama
demi meningkatkan fungsi pengembangan aspek fisik WBS. Saya
memahami informasi kegiatan pelatihan yang ada sebagai upaya
perbaikan terhadap kegiatan yang sebelumnya berlangsung.
Kegiatan pelatihan program pembinaan fisik selalu dibuka dengan
berdoa bersama untuk kelancaran kegiatan sesuai dengan agama
dan kepercayaan masing-masing WBS sesuai dengan nilai
nasionalisme (sila ke-1). Saya bekerja sama dan saling
mendukung dengan sesama pendamping dalam melakukan
pelatihan sebagai rekan yang setara (mendorong kesetaraan) pun
menetapkan kegiatan sesuai dengan target yang disepakati pula
oleh pendamping dan pimpinan. Saya memastikan pelaksanaan
pelatihan sesuai dengan prosedur dan standar yang telah
ditetapkan (komitmen mutu). Saya hadir tepat waktu sesuai
dengan yang telah ditetapkan, mempersiapkan kebutuhan selama

161

pelatihan sehingga pelaksanaannya lebih efektif. Selain itu, saya
juga bekerja keras (sila ke-5) dalam melaksanakan tugas sebagai
bentuk kepedulian kepada WBS upaya menyelenggarakan
pembinaan fisik yang optimal kepada WBS (etika publik). Kegiatan
pelatihan semata-mata saya lakukan untuk memberikan pelayanan
secara tanggap, tepat, akurat, berdaya guna untuk WBS demi
kemajuan WBS secara khusus dan panti secara umum (sila ke-5).
Saya memberdayakan sumber daya yang ada dengan
mengoptimalkan peran para pendamping WBS agar terlibat dan
aktif dalam kegiatan pelatihan.
c. Kendala

Kendala saat pelaksanaan kegiatan silabi adalah
bersamaan adanya masa PPKM darurat. Selain itu, pada Bulan Juli
dan Agustus terdapat beberapa Pendamping WBS dan WBS yang
terinveksi COVID-19, sehingga dilakukan lockdown parsial di
lingkungan panti.
d. Solusi

Selama kegiatan silabi, saya mengikuti sesuai arahan Ka
Satpel Pembinaan, yaitu membatasi interaksi dalam kegiatan
maksimal 30 menit dengan menerapkan protokol kesehatan, selalu
menghimbau Pendamping WBS agar selalu memakai masker
ganda selama kegiatan, dan menjaga jarak aman dengan WBS,
untuk melindungi WBS dari paparan virus covid-19 (Nasionalisme).
Akuntabilitas :
1) Saya menyampaikan maksud dan tujuan pelatihan dengan

memberikan demonstrasi gerakan bimbingan fisik beserta
manfaatnya secara jelas ke pendamping.
2) Saya dan pendamping bertanggung jawab terhadap hasil
pelatihan program pembinaan fisik.

162

3) Saya mendokumentasikan dalam bentuk foto dan video
sebagai bukti transparansi.

Nasionalisme :
1) Saya memulai kegiatan pelatihan dengan berdoa bersama

sesuai keyakinan dan kepercayaan masing-masing (sila ke-1).
2) Saya melakukan kegiatan pelatihan bersungguh-sungguh

untuk kepentingan dan kemajuan WBS bersama sesuai sila ke-
5.
Etika Publik :
1) Saya bekerja sama dan saling mendukung dengan rekan
pendamping dalam melakukan pembinaan fisik sebagai rekan
yang setara (mendorong kesetaraan).
2) Saya melakukan pelatihan program kepada pendamping untuk
memberikan pelayanan secara tanggap, tepat, akurat,
berdaya guna demi kemajuan WBS.
Komitmen Mutu :
1) Saya memastikan pelaksanaan pelatihan sesuai dengan
prosedur dan standar yang telah ditetapkan.(mutu)
2) Saya memahami kegiatan pelatihan yang ada sebagai upaya
perbaikan terhadap kegiatan yang sebelumnya berlangsung.
Anti Korupsi :
1) Saya melaksanakan kegiatan pelatihan sesuai jadwal yang
ditentukan bersama sesuai perencanaan (tanggung jawab).
2) Saya hadir tepat waktu saat mengadakan kegiatan pelatihan
kepada para pendamping.
3) Saya menyelenggarakan pelatihan dilakukan sebagai wujud
sikap peduli terhadap peningkatan kualitas kesehatan kepada
WBS.

163


Click to View FlipBook Version