The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

MODUL AJAR MATA PELAJARAN TATA HIDANG KELAS 11 SMK TATA BOGA CREDITS, EDITOR, AUTHOR: KELOMPOK 2, S1 PENDIDIKAN TATA BOGA 2021 A, UNIVERSITAS NEGRI SURABAYA

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by hanifahsaniinahm, 2022-12-18 23:23:04

kELOMPOK 2_MODUL TATA HIDANG

MODUL AJAR MATA PELAJARAN TATA HIDANG KELAS 11 SMK TATA BOGA CREDITS, EDITOR, AUTHOR: KELOMPOK 2, S1 PENDIDIKAN TATA BOGA 2021 A, UNIVERSITAS NEGRI SURABAYA

C3 MODUL TATA HIDANG

A. KONSEP LINEN RESTORAN

Linen merupakan barang yang berasal dari kain dan digunakan untuk
keperluan operasioanal dalam pelayanan makanan. Linen digunakan di meja hidang,
ukurannya di sesuaikan dengan ukuran meja serta fungsinya. Pada saat ini variasi
bahan linen yang tersedia semakin banyak, dimulai dari kain berkualitas baik seperti
irish linen, kapas, sampai dengan linen berbahan sintetik seperti nylon dan viscose.
Kualitas linen yang digunakan bergantung pada kelas konsumen, harga yang
dibayarkan, jenis menu yang dihidangkan, dan jenis pelayanan yang ditawarkan.
namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan linen, yaitu: (1)
linen tidak mudah luntur ketika dicuci, (2) tahan terhadap pencucian dengan mesin
cuci, (3) tahan terhadap proses penghilangan noda (University, 2015).

B. FUNGSI LINEN RESTORAN

Penggunaan linen restoran yang berbagai macam, dengan jenis bahan pembuatan
yang berbeda digunakan bukan tanpa alasan, penggunaan linen restoran dalam
operasional pelayanan makanan dan minuman berfungsi untuk:

1. Meredam bunyi peralatan makan

Peralatan makan yang terbuat dari bahan porselen, logam, ataupun kaca
apabila saling bersentuhan pasti akan menimbulkan suara yang bising, hal ini
bisa mengganggu kenyamanan tamu ketika sedang menyantap makanan.
Oleh karena itu linen tebal seperti moulton digunakan sebagai peredam suara
peralatan makan, sehingga suara yang dihasilkan tidak akan mengganggu
kenyamanan tamu.

2. Mencegah peralatan makan bergeser karena permukaan meja yang licin

Tidak seperti meja yang memiliki permukaan licin, linen yang dipakai
memiliki tekstur yang agak kasar, hal ini berfungsi untuk menahan peralatan
makan agar tidak bebas bergerak. Peralatan yang diletakkan di area meja

86

C3 MODUL TATA HIDANG

yang licin akan mengganggu ketika sedang menyantap hidangan, karena
posisi alat hidang yang terus berubah.
3. Hiasan/dekorasi meja dan ruang makan
Linen memiliki bentuk yang bervariasi, terkadang berwarna, memiliki motif,
dan bisa dibentuk sehingga dengan pengunaan linen area makan akan
terlihat lebih menarik, dan selera makan tamu akan meningkat melihatnya.
Ada pula linen yang memang sengaja dibentuk dan digunakan sebagai hiasan
ataupun untuk fungsi lainnya, contohnya adalah skirting, napkin.
4. Menyerap cairan makanan
Beberapa jenis linen yang digunakan memiliki kemampuan untuk menyerap
air, sehingga air tidak akan mengotori meja secara langsung, ataupun
mengotori meja tamu.
5. Alat komunikasi antara tamu dengan pramusaji
Jenis linen yang digunakan sebagai alat komunikasi tamu dengan pramusaji
adalah napkin. ketika tamu ingin pergi ke restroom dan akan melanjutkan
makan, maka napkin bisa diletakkan di punggung kursi, sehingga pramusaji
paham bahwa tamu sedang pergi sebentar dan tidak akan melakukan clear-
up peralatan makan tamu.

87

C3 MODUL TATA HIDANG

C. JENIS LINEN

1. Moulton/Silence cloth

Gambar 4. 2: Molton/ silence cloth
Sumber: hnctowel.co.id

Linen ini terbuat dari kain flanel yang memiliki ukuran lebih kecil dari table cloth.
Pemasangannya ada di bawah table cloth dan memiliki fungsi sebagai:

- Meredam bunyi peralatan makan
- Menahan panas alat di atas meja, sehingga melindungi meja dari

kerusakan akibat panas
- Mencegah table cloth agar tidak mudah tergelincir
- Menyerap cairan makanan ataupun minuman yang tumpah
- Membuat penampilan meja menjadi lebih rapi.
2. Table cloth

Gambar 4. 3: table cloth polos
Sumber: visionlinens.com

88

C3 MODUL TATA HIDANG

Linen ini terbuat dari katun dengan tujuan untuk menyerap cairan. Memiliki berbagai
motif, tetapi untuk perjamuan banquette harus digunakan table cloth berwarna
putih baik yang polos maupun bermotif. Ukuran dan bentuknya disesuaikan dengan
meja yang digunakan, dengan catatan ketika dibentangkan di atas meja, masih tersisa
25- 30 cm dari permukaan meja. Table cloth tidak boleh menggantung terlalu banyak
agar tidak mengganggu kaki tamu. Pemasangan linen ini perlu diperhatikan agar
simetris, rapi, tanpa adanya lipatan (Tangian, 2015).
Ukuran table cloth yang umum ditemui:

⮚ 137 cm x 137 cm (54 inch x 54 inch) sesuai untuk meja bulat dengan
diameter 1 m ataupun untuk meja persegi dengan ukuran 76cm

⮚ 183 cm x 183 cm (72 inch x 72 inch) sesuai untuk meja dengan ukuran
1m.

⮚ 183 cm x 244 cm (72 inch x 72 inch) sesuai untuk meja berbentuk
persegi panjang.

⮚ 183 cm x 137 cm (72 inch x 54 inch) sesuai untuk meja berbentuk
persegi panjang.

Dalam pemasangan table cloth, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
1. Semua meja yang terbuat dari kayu, seluruh permukaannya harus
tertutup dengan table cloth
2. Warna dari table cloth harus menyesuaikan dengan warna ruangan
3. Ukuran dari table cloth menyesuaikan dengan ukuran meja
4. Hotel dengan jumlah restoran yang lebih dari satu memiliki warna
table cloth yang berbeda-beda untuk mempermudah dalam
pengaturan linennya.

Taukah kamu??

89

C3 MODUL TATA HIDANG

Hotel dan restoran umumnya menggunakan table cloth berbagai warna pada outlet-
outletnya sebagai bahan identifikasi dan kemudahan dalam pengaturan linen.
penggunaan table cloth terkadang juga menyesuaikan dengan event tertentu
(Katsigris & Thomas, 2009). contohnya:

1. Hari kemerdekaan atau peringatan negara gunakan warna merah,
putih, dan biru

2. Perayaan natal dan tahun baru menggunakan warna merah dan hijau
3. Perayaan hari besar di italia menggunakan warna merah, putih, dan

hijau
4. Perayaan valentine menggunakan warna merah atau merah muda

dan putih
5. Perayaan pernikahan atau hari ibu menggunakan warna putih dan

merah muda
6. Perayaan thanks giving menggunakan warna hijau
3. Slip cloth

Gambar 4. 4: Slip cloth
Sumber: batasketik.com
Linen ini dikenal juga dengan nama taplak meja. Ada 2 jenis slip cloth, yang pertama
adalah slip cloth polos, yang kedua adalah slip cloth bermotif. Penggunaan salah satu
jenis slip cloth disesuaikan dengan dekorasi ruangannya, apabila ruangannya
memiliki dekorasi yang cukup banyak, maka slip cloth polos bisa digunakan, dan

90

C3 MODUL TATA HIDANG

sebaliknya apabila ruangannya dekorasinya polos, slip cloth bermotif bisa digunakan,
mengapa? Fungsi linen ini sebagai pelindung taplak meja, artinya apabila ada
makanan yang jatuh, maka kotorannya tidak akan langsung mengotori taplak meja,
selain itu juga sebagai penutup taplak meja yang sedikit kotor. Ukuran dari linen ini
umumnya 1x1 m.

4. Table mat/doily mat

Gambar 4. 5: Table mat
Sumber: mydesirehouse.com
Linen yang digunakan sebagai alas piring 1 orang. Linen ini digunakan sebagai
pengganti table mat dan table cloth. Fungsinya sama dengan table cloth, namun table
mat bisa dibersihkan dengan mudah, dan pemasangannya membutuhkan waktu
yang singkat. Variasi penggunaan table mat dapat digunakan apabila ingin
menonjolkan meja dengan motif dan ukiran yang indah. Bahannya sendiri terbuat
dari kain, rotan, kertan, dan lain sebagainya.

Gambar 4. 6: Table mat sebagai alat promosi

91

C3 MODUL TATA HIDANG

Sumber: foursquare.com
Selain menunjukan motif meja yang menarik, table mat juga bisa dijadikan sebagai
alat promosi produk dalam usaha kuliner.

5. Napkin

Gambar 4. 7: Napkin/ Serbet
Sumber: crownlinen.com

Serbet makan merupakan linen yang terbuat dari kain katun atau damask dan
digunakan ketika makan. Linen biasanya memiliki tekstur rada kaku sehingga bisa
dibentuk menjadi berbagai bentuk yang menarik. Ukuran napkin yang umum
digunakan di restoran ataupun hotel adalah 50x50 cm, namun ukuran standar dari
napkin itu sendiri adalah 40x40 cm untuk napkin berbahan kain, namun ada juga
napkin yang terbuat dari kertas dengan ukuran 36 x 36 cm sampai dengan 42 x 42
cm. Napkin umumnya ditempatkan di dalam water goblet, di atas show plate,
ataupun di sebelah kiri cover. Linen satu ini memiliki fungsi yang beragam, yaitu:

- Sebagai hiasan di meja
napkin biasanya dilipat menjadi bentuk-bentuk yang menarik, sehingga selain untuk
keperluan operasional pelayanan makanan, napkin juga akan membuat tampilan
ruang makan menjadi lebih menarik.

- Mengelap mulut ketika selesai makan

92

C3 MODUL TATA HIDANG

Sebagai kain yang digunakan oleh tamu ketika makan, napkin bisa
dimanfaatkan untuk menghilangkan kotoran yang ada di mulut ketika
makan, penggunaannya dengan cara membawa napkin dengan jari
menuju mulut. .
- Menutup pangkuan, sehingga remahan makanan yang jatuh tidak akan
langsung mengotori baju.
Dalam pelayanan makan, napkin ditempatkan dipangkuan tamu dalam
bentuk lipatan segitiga, tujuannya adalah untuk menutupi pangkuan
tamu, sehingga baju tamu tidak akan kotor ketika ada makanan yang
terjatuh.
Dalam pelayanan makan non formal, lebih disarankan menggunakan linen berwarna
daripada linen putih, dengan pertimbangan kebersihan linen ketika proses melipat
linen.
6. Dust towel

Gambar 4. 8: dust towel
Sumber: batasketik.com
Linen ini umumnya digunakan untuk crumbling. Fungsinya adalah untuk
membersihkan debu serta remahan makanan di atas meja dan kursi.

93

C3 MODUL TATA HIDANG

7. Glass towel

Gambar 4. 9: Glass towel
Sumber: edukasitatahidang.com
Glass towel digunakan dalam polishing. Fungsinya sebagai alat untuk mengelap
peralatan hidang seperti show plate, fork, spoon, knife, berbagai jenis gelas dan
peralatan lain yang ada di side board. Towel ini berbeda dengan serbet biasa, karena
kain ini tidak meninggalkan kainnya ke peralatan makan.
8. Arm towel/ servicecloth/ waiter cloth

Gambar 4. 10: Arm towel
Sumber: dusttexhonolulu.com
Linen ini merupakan salah satu bagian dari seragam waiter yang fungsinya untuk
menjaga tangan waiter agar tidak terkena panas hidangan yang disajikan kepada
tamu dan meresap air yang tumpah ketika menuangkan air ke dalam gelas, sehingga
pakaian kerja waiter akan tetap terjaga kebersihannya. Waiter cloth dalam
operasionalnya harus dilipat dan ditempatkan di atas pergelangan tangan, dan tidak

94

C3 MODUL TATA HIDANG
boleh ditempatkan di area pundak, di sekitar leher, ataupun di dalam kantong baju
karena dikhawatirkan waiter cloth terkena keringat ataupun kotoran di area itu,
Waiter cloth yang digunakan harus diperhatikan kebersihannya, sehingga ketika
waiter cloth sudah kotor, maka harus segera diganti dengan yang baru.

9. Tray cloth

Gambar 4. 11: Tray cloth
Sumber: blarney.com
Tray cloth umumnya dipasang sebagai alas tray untuk mengantarkan hidangan
kepada tamu. Fungsinya adalah supaya tray tidak licin dan apabila ada makanan
berkuah ataupun minuman yang tumpah tidak langsung mengotori tray. Linen ini
terbuat dari kain flannel dengan ukuran yang bervariasi, sesuai dengan bentuk tray
yang digunakan.
10. Sarung kursi

Gambar 4. 12: Sarung kursi
Sumber: bp-guide.id

95

C3 MODUL TATA HIDANG
Sarung kursi umumnya dipakai untuk menghias kursi sehingga tampak lebih rapi dan

menarik serta disesuaikan dengan warna table cloth serta hiasan lainnya, sehingga
tampak seragam. Umumnya sarung kursi dipakai untuk acara-acara besar di
hotel/restoran dan ukurannya menyesuaikan dengan ukuran kursi. Selain sebagai
hiasan, sarung kursi juga dipakai untuk melindungi sandaran kursi agar tidak cepat
kotor.

11. Skirting

Gambar 4. 13: Skirting
Sumber: id.aliexpress.com
Skirting merupakan sebuah kain panjang yang digunakan untuk menutup sekeliling
ataupun setengah dari bagian meja dengan tujuan agar kaki meja tidak nampak dari
depan. Skirting umumnya terbuat dari kain satin ataupun kain batik panjang.
12. Buffet cloth

Gambar 4. 14: Buffet cloth
Sumber: indiamart.com

96

C3 MODUL TATA HIDANG

Linen ini digunakan untuk melapisi meja buffe yang memiliki ukuran lebih panjang
daripada meja tata hidang pada umumnya. Ukuran dari table cloth ini bervariasi,
menyesuaikan dengan panjang meja yang digunakan. Ukuran minimal untuk linen ini
adalah 2m x 4m.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan buffet cloth:

● bagian tengah kain buffet cloth harus berada tepat di bagian tengah
meja

● ketika meja buffet ditata dalam 1 garis yang sama, maka lebihan kain
meja tidak boleh berada di depan pintu masuk, karena akan terlihat
langsung oleh tamu ketika memasuki ruangan

● lebihan kain yang jatuh di samping meja, maka panjangnya harus
sama dan rata, terutama pada bagian depan meja dimana bagian
tersebut terlihat langsung oleh tamu.

● Ukuran buffet cloth adalah 2mx4m, namun bisa lebih panjang lagi
tergantung panjang dari meja buffetnya

Gambar 4. 15: Satin cloth
Sumber: Pinterest.com
Ekstra kain yang berada di atas buffet cloth adalah satin cloth. Kain ini ditempatkan
di bagian depan meja buffet, dengan tujuan untuk menutupi kaki meja dan membuat
meja menjadi lebih indah. Linen ini memiliki berbagai pilihan warna yang menarik.

97

C3 MODUL TATA HIDANG

D. PENGGUNAAN DAN PENGAWASAN LINEN

Penggunaan linen tidak bisa dilakukan secara sembarangan, namun ada beberapa
hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dan pengawasan linen (Cousins,
2010), yaitu:

● Penggunaan linen bukan sebagai kain pembersih

Gambar 4. 16: Membersihkan meja menggunakan dust towel
Linen memiliki fungsi yang beragam, dan penggunaan setiap linen harus sesuai
dengan fungsinya masing-masing. Apabila linen tidak berfungsi sebagai alat
pembersih, maka sudah seharusnya linen tersebut tidak digunakan untuk fungsi
cleaning, hal ini diatur untuk mencegah terbentuknya kotoran yang pada akhirnya
mengakibatkan linen tidak bisa digunakan untuk fungsinya masing-masing.

● Penyimpanan dilakukan sesuai dengan jenis dan ukurannya

Gambar 4. 17: Penyimpanan item
Sumber: goodhousekeeping.com
Linen harus disimpan dalam satu rak khusus tempat penyimpanan linen dengan
memperhatikan ukuran dan jenis linennya. Hal ini dilakukan untuk mempermudah
dalam perhitungan linen. Apabila tidak tersedia rak penyimpanan khusus, maka linen
harus disimpan dalam lemari kecil yang tertutup untuk mencegah debu mengotori
linen.

98

C3 MODUL TATA HIDANG
● Adanya stok linen

Gambar 4. 18: Stock linen
Sumber: ilmuperhotelan.my.id
Stok linen biasanya digunakan pada situasi tertentu, dan biasanya linen ini bisa
digunakan dengan sepengetahuan direktur di F&B service. Stok linen ekstra ini
umumnya disimpan di area service, sehingga mempermudah aksesnya ketika ada
situasi darurat, contohnya adalah ketika tamu datang lebih banyak dari perkiraan.
● Setiap linen yang kotor harus dicatat

Gambar 4. 19: Pembersihan linen
Ketika kegiatan pelayanan makanan telah selesai dilakukan maka linen kotor harus
dihitung kemudian selanjutnya ditukarkan dengan linen yang bersih. Dengan
pertimbangan biaya laundry yang mahal, maka apabila ada tablecloth yang memiliki
sedikit kotoran, slip cloth bisa ditempatkan di atasnya untuk kegiatan pelayanan
makanan berikutnya.

99

C3 MODUL TATA HIDANG
● Alternatif untuk linen sekali pakai

Gambar 4. 20: Reversible table cloth
Sumber: thecloseoutconnection.com
Linen yang digunakan dalam restoran sebagian besar merupakan linen sekali pakai,
contohnya seperti napkin, tablecloth, dan table mat. Namun seiring dengan
perkembangannya, sekarang terdapat linen yang bisa digunakan 2 kali. Seperti
tablecloth yang bisa dibalik, dan bisa digunakan bergantian setiap sisinya karena
pada bagian dalam tablecloth terdapat lapisan polietiler yang mencegah cairan yang
tumpah, menembus sampai sisi bagian bawah. Dengan inovasi ini maka table cloth
bisa digunakan 2 kali dengan tetap memperhatikan kondisi dan kebersihan linennya.
Penggunaan linen 2 kali akan menekan biaya laundry, sehingga keuntungan yang
diperoleh akan lebih banyak.

100

C3 MODUL TATA HIDANG

RANGKUMAN
Linen merupakan barang-barang yang berbahan dasar kain dan digunakan dalam
operasional pelayanan makanan dan minuman. Linen yang digunakan dalam
pelayanan makanan sangat bervariasi, namun ada beberapa jenis linen yang umum
digunakan dalam pelayanan makanan dan minuman, yaitu molton, table cloth, slip
cloth, glass towel, skirting, napkin, dust towel, arm towel, dan tray cloth.
Linen berasal dari bahan pembuatan yang berbeda-beda, memiliki sifat yang
berbeda, dan ukuran yang berbeda pula, hal ini memengaruhi fungsi dari setiap jenis
linen dalam pelayanan makanan dan minuman. Fungsi linen secara umum adalah:

1. Meredam bunyi alat makan.
2. Mencegah peralatan makan bergeser.
3. Dekorasi meja dan ruangan.
4. Menyerap cairan makanan.
5. Alat komunikasi tamu dengan waiters.
Jenis linen yang digunakan dalam operasional pelayanan makanan dan minuman:
1) Molton → jenis linen yang berbahan flanel ataupun kain tebal lainnya dengan

ukuran lebih kecil dari table cloth. Fungsi utamanya untuk meredam bunyi
peralatan makanan dan minuman.
2) Table cloth → linen dari kain katun dengan ataupun tanpa motif dan
berfungsi untuk menyerap cairan makanan ataupun minuman. Dalam
pemasangannya harus ada lebihan kain sepanjang 25 – 30 cm dari ujung
meja.
3) Slip cloth → linen yang dikenal dengan istilah taplak meja, memiliki 2 macam
variasi yaitu polos dan bermotif dan dipasang di atas table cloth. Fungsinya
untuk menutupi kotoran pada table cloth.

101

C3 MODUL TATA HIDANG

4) Napkin → linen yang digunakan oleh tamu, berbahan dasar katun atau
damask. Fungsinya untuk melindungi pakaian agar tidak kotor, mengelap
mulut, dan sebagai alat komunikasi dengan waiters.

5) Waiter cloth → linen yang digunakan oleh waiters dalam operasional
pelayanan makanan dan minuman, fungsinya untuk menjaga tangan agar
tidak terkena panas ketika menyajikan makanan ke meja tamu.

6) Tray cloth → linen yang berfungsi untuk mengalasi tray yang licin, sehingga
peralatan makan dan minum tidak bergeser ketika dibawa.

7) Dust towel → linen yang digunakan untuk membersihkan remahan makanan
ataupun kotor di meja makan selama pelayanan makanan dan minuman.

8) Glass cloth → linen yang berfungsi untuk mengkilapkan alat makan dan
minum, terutama yang berjenis glassware. Glass cloth tidak meninggalkan
bekas kain pada alat makan.

9) Table mat → linen yang digunakan sebagai alat makan (cover) 1 orang,
menggantikan table cloth dan slip cloth. Berfungsi untuk menonjolkan
ukiran/motif meja makan.

10) Buffet cloth → linen yang digunakan untuk menutup meja buffet yang
memiliki ukuran lebih besar dari meja makan biasa. Ukuran minimalnya 2m x
4m.

11) Sarung kursi → linen yang digunakan untuk menutupi kursi, sebagai hiasan
dan mencegah punggung kursi agar tidak cepat kotor.

12) Skirting → linen yang berfungsi menutupi kaki meja, sehingga meja tampak
lebih cantik.

102

C3 MODUL TATA HIDANG
Linen dalam pelayanan makanan memerlukan aturan dalam penggunaannya.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan linen antara lain:
1. Linen digunakan sesuai dengan fungsinya
2. Penyimpanan linen harus seragam, menyesuaikan
dengan jenis dan ukurannya
3. Adanya stok linen ekstra di restoran
4. Setiap linen yang kotor harus dicatat
5. Adanya alternatif pengganti linen sekali pakai

103

C3 MODUL TATA HIDANG

Kegiatan!

Sebagai latihan, coba centang pilihan “ya” atau “tidak” pada pernyataan-pernyataan
di bawah ini!

Pernyataan Ya Tidak

Moulton harus dipasang menyesuaikan dengan
bentuk meja

Dalam memasang table cloth tidak boleh lebih
panjang dari 30 cm

Penggunaan table mat saja efektif dalam
pelayanan makanan

Penggunaan napkin yang rumit akan membuat
pelayanan lebih baik

Glass towel bisa diganti dengan serbet biasa

104

C3 MODUL TATA HIDANG

Latihan Soal!
A. Pilihan Ganda
Jawablah pertanyaan di bawah dengan menyilang salah satu jawaban
benar!

1. Linen adalah...
a. Kain yang digunakan sebagai sarana komunikasi antara pramusaji dengan
tamu
b. Segala jenis peralatan dari kain yang digunakan dalam kegiatan
operasional pelayanan makanan
c. Kain yang berwarna warni dan digunakan sebagai dekorasi ruang makan
d. Segala jenis kain yang digunakan dalam table set up
e. Segala jenis peralatan dapur yang terbuat dari kain

2. Dari pernyataan berikut ini, manakah yang benar?
a. Linen memiliki ukuran yang seragam
b. Linen memiliki ukuran yang beragam tergantung dari fungsinya
c. Linen memiliki ukuran yang beragam tergantung dari ukuran meja
d. Linen memiliki ukuran yang beragam tergantung dari bentuknya
e. Linen memiliki ukuran yang beragam tergantung dari luas ruangannya

3. Jenis linen yang harus dipasang untuk mencegah rusaknya plitur meja adalah
a. Table mat
b. Table cloth
c. Silence cloth

105

C3 MODUL TATA HIDANG

d. Skirting
e. Napkin
4. Apabila tamu telah menyelesaikan makan, maka letak napkin yang tepat
adalah...
a. Di bagian punggung kursi
b. Di pangkuan tamu
c. Di bagian kiri cover
d. Di bagian tengah cover
e. Di bagian bawah kursi
5. Jenis linen yang bisa digunakan sebagai dekorasi adalah...
a. Arm cloth, silence cloth, napkin
b. Napkin, skirting, glass towel
c. Slip cloth, table cloth, napkin
d. Table mat, slip cloth, silence cloth
e. Tray cloth, table mat, skirting
6. Penggunaan silence cloth utamanya berfungsi untuk....
a. Meredam bunyi alat makan
b. Mencegah alat makan bergeser
c. Menyerap cairan dari makanan yang tumpah
d. Memperjelas warna table cloth
e. Melindungi meja
7. Posisi slip cloth yang tepat adalah...

106

C3 MODUL TATA HIDANG

a. Di atas table cloth dengan dilayangkan secara diagonal
b. Di atas table cloth dengan dilayangkan secara horizontal
c. Di atas table mat dengan dilayangkan secara diagonal
d. Di bawah table mat dengan dilayangkan secara horizontal
e. Di atas silence cloth menggantikan table cloth
8. Linen yang digunakan oleh pramusaji dalam pelayanan makanan adalah..
a. Napkin, arm towel, table mat
b. Arm towel, tray cloth, glass towel
c. Dust towel, glass towel, napkin
d. Glass towel, slip cloth, dust towel
e. Table mat, slip cloth, napkin
9. Panjang table cloth yang tepat adalah
a. Lebih panjang 40-50 cm dari ujung meja
b. Lebih panjang 15-25 cm dari ujung meja
c. Lebih panjang 25-30 cm dari ujung meja
d. Lebih panjang 30-35 cm dari ujung meja
e. Lebih panjang 35-45 cm dari ujung meja
10. Ukuran standar napkin adalah
a. 40x40cm
b. 50x50cm
c. 60x60cm
d. 30x30cm

107

C3 MODUL TATA HIDANG
e. 70x70cm

B. Isian Singkat!
1. Perlengkapan operasional pelayanan makanan adalah...
2. Jenis kain yang digunakan untuk silence cloth harus memiliki sifat...
3. Table mat digunakan untuk... dan ...
4. Jenis linen yang digunakan untuk menutupi kotoran pada taplak meja

adalah...
5. Ukuran linen meja disesuaikan dengan...
C. Uraian!

1. Bagaimana perbedaan dari meja yang diberikan mouton dengan meja
yang tidak dipasang mouton?

2. Apa yang harus diperhatikan ketika memasang table cloth?

108

C3 MODUL TATA HIDANG
3. Bagaimana urutan pemasangan linen meja yang benar?

4. Berapa jenis linen yang umumnya dipasang di atas meja?

5. Apakah ada jenis linen yang memiliki lebih dari 1 fungsi, sebutkan dan
jelaskan fungsinya!

109

1 MODUL TATA HIDANG

BAB 5

LIPATAN SERBET

Tujuan Pembelajaran Gambar 5. 1: Lipatan napkin
Sumber: republicmasterchefs.com
1. Peserta didik mampu menjelaskan lipatan
serbet.

2. Peserta didik mampu menjabarkan tujuan
dari lipatan serbet

3. Peserta didik mampu memahami tentang
fungsi dari lipatan serbet

4. Peserta didik mampu memaparkan tentang
fungsi dari lipatan serbet

5. Peserta didik mampu mengklasifikasikan
jenis-jenis lipatan serbet.

6. Peserta didik mampu menunjukkan jenis-
jenis bahan yang digunakan untuk lipatan
serbet.

7. Peserta didik mampu menentukan teknik
yang tepat dalam pembuatan lipatan serbet.

PENGANTAR

Pada suatu perjamuan makan di restoran ataupun hotel umum digunakan
beberapa jenis kain yang dikenal dengan istilah linen. Linen sendiri telah kita pelajari
pada bab sebelumnya. Salah satu jenis linen yang umum digunakan itu memiliki
bentuk apik dengan warna yang menarik, kain tersebut dikenal dengan istilah
napkin/ serbet makan. Pada bab ini kita akan mempelajari tentang napkin.

By. Alfiani Nailul Marom (21050394002)
[email protected]
Universitas Negeri Surabaya

110

C3 MODUL TATA HIDANG

A. KONSEP LIPATAN SERBET

Napkin adalah kain yang ada dua atas meja yang digunakan untuk menyeka mulut
dan jari ketika makan. Umumnya napkin ditempatkan di atas show plate dalam
keadaan terlipat dan ditemui pada acara jamuan makan. Lipatan serbet adalah
merupakan seni melibat serbet menjadi berbagai bentuk yang indah untuk
mempercantik meja makan. Selain sebagai dekorasi pada meja makan, napkin yang
dibentuk juga akan menambah selera makan tamu yang melihatnya. Umumnya
serbet memiliki ukuran sebesar 50x50cm atau 40x40cm dengan berbagai warna
yang berbeda. Penggunaan setiap warna napkin disesuaikan dengan warna utama
pada dekorasi di ruangan ataupun meja.

Napkin terbuat dari kertas ataupun kain dengan ukuran yang bervariasi. Pada
umumnya napkin yang baik terbuat dari bahan damas ataupun bahan yang mudah
dilipat, serbet makan yang terbuat dari kertas umumnya dipergunakan pada acara
perjamuan makan non formal. Ukuran serbet berbeda-beda ditentukan oleh
kegunaannya pada acara perjamuan makan. Untuk serbet yang digunakan dalam
acara makan siang ataupun makan malam umumnya menggunakan napkin yang
berukuran 45x45cm atau 50x50cm. Untuk serbet berukuran 35x35cm yang
umumnya dikenal dengan nama serbet jari, digunakan pada makan pagi ataupun
acara-acara santai seperti minum teh ataupun coktail.

B. TUJUAN LIPATAN SERBET

Pasti kalian bertanya-tanya kenapa serbet dalam pelayanan makan harus dilipat
sedemikian rupa hingga membentuk suatu yang menarik, padahal fungsinya hanya
untuk mencegah remahan makanan mengotori baju dan membersihkan makanan di
bibir. Namun napkin yang dibentuk menjadi berbagai bentuk yang menarik
merupakan suatu nilai tambah keindahan ruang makan, dengan adanya variasi linen
yang menarik di atas meja, maka tamu yang akan makan akan bersemangat.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa lipatan napkin ini berfungsi untuk menarik

111

C3 MODUL TATA HIDANG
perhatian tamu pada area makan, dan nafsu makannya akan bertambah dengan
adanya rasa senang melihat persiapan yang baik pada area makannya,

C. FUNGSI LIPATAN SERBET

Lipatan napkin memiliki banyak fungsi pada acara perjamuan makan, yaitu:
1. Menghias meja makan

Gambar 5. 2: Napkin sebagai dekorasi
sumber: Pinterest.com

serbet makan atau napkin umumnya dibentuk menjadi berbagai jenis bentuk yang
indah sebelum ditempatkan di atas show plate pada meja makan di acara perjamuan
makan. Dengan adanya napkin yang memiliki bentuk yang bervariasi, maka
keindahan dalam ruang makan akan meningkat yang akan berpengaruh pada
peningkatan nafsu makan tamu.

112

C3 MODUL TATA HIDANG
2. Menutupi pangkuan saat makan

Gambar 5. 3: Cara tutupi pangkuan
Sumber: twitter.com

Ketika tamu sudah duduk, maka waiter akan membuka serbet untuk selanjutnya
diletakkan di atas pangkuan tamu. Tujuannya adalah untuk menutupi pangkuan
tamu dari makanan yang kemungkinan jatuh ketika acara makan dimulai dan bisa
mengotori baju tamu. Bentuk napkin yang diletakkan dalam pangkuan adalah
segitiga sama sisi, dengan bagian paling lebar berada di dekat pinggang.

3. Membersihkan mulut

Gambar 5. 4: Bersihkan tepi bibir dengan napkin
Sumber: encrypted-tbn0.gstatic.com

Ketika ada makanan yang mengotori mulut tamu, napkin bisa digunakan untuk
membersihkannya. Caranya adalah dengan memegang bagian ujung segitiga napkin
di pangkuan, kemudian dililitkan pada jari lalu dibawa ke mulut untuk membersihkan

113

C3 MODUL TATA HIDANG
kotoran yang ada. Cara membersihkannnya juga harus diperhatikan, tidak boleh
digosok-gosok, melainkan hanya ditepuk-tepuk bagian luar bibir yang dirasa kotor.
4. Sebagai bahasa isyarat

Gambar 5. 5: isyarat ketika selesai makan
Sumber: encrypted-tbn0.gstatic.com

Gambar 5. 6: isyarat pergi sebentar
Sumber: encrypted-tbn0.gstatic.com
Napkin juga bisa dijadikan sebagai bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan
waiter selama perjamuan makan, hal ini berkaitan dengan posisi penempatan napkin
ketika perjamuan makan berlangsung. Ketika tamu ingin pergi ke toilet, napkin bisa
dilipat kemudian ditempatkan di bagian punggung kursi, dengan cara ini waiter akan
tahu bahwa tamu meninggalkan acara perjamuan makan sebentar dan akan kembali
lagi nanti dan ketika tamu sudah menyelesaikan perjamuan makan, napkin bisa
ditempatkan di bagian kiri cover.

114

C3 MODUL TATA HIDANG

D. SYARAT NAPKIN YANG BAIK

Dalam pemilihan napkin, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk
mengetahui apakah suatu napkin baik digunakan ataupun tidak, syarat-syarat
tersebut antara lain:

a) Bahan napkin mudah menyerap air
Napkin digunakan untuk mencegah remahan makanan mengotori baju ketika
makan, jadi apabila ada makanan cair ataupun minuman yang jatuh, napkin
akan langsung menyerap cairannya.

b) Napkin bersih dan licin
Napkin yang bersih berhubungan dengan higienitas dalam pelayanan,
terlebih lagi napkin juga digunakan untuk membersihkan kotoran yang ada di
mulut dalam artian lain napkin akan langsung bersentuhan dengan tubuh.

c) Napkin tidak dikanji
Napkin yang dikanji akan terlalu kaku, hal ini akan mempersulit ketika proses
laying napkin pada pelayanan makanan.

d) Napkin mudah untuk dibersihkan
Napkin merupakan linen yang digunakan oleh tamu, dengan jumlah tamu
yang banyak dan terus berganti, maka pembersihan napkin harus dilakukan
dengan cepat.

E. JENIS LIPATAN SERBET

Lipatan serbet memiliki bentuk yang bermacam-macam. Umumnya napkin yang
memiliki lipatan sederhana digunakan pada pelayanan makan sehari-hari, namun
ada juga jenis lipatan tertentu yang lebih rumit digunakan untuk pertemuan khusus
seperti pernikahan, acara makan malam formal, ataupun acara makan siang formal
(Cousins, 2010).

115

C3 MODUL TATA HIDANG

Menurut cara peletakannya ada 3 macam menurut (Sutariani, 2020), yaitu:
a. Standing napkin
Napkin yang penempatannya secara berdiri di atas meja ataupun show plate.
Contoh dari lipatan ini adalah:

Tabel 5. 1: contoh standing napkin

Gambar 5. 7: bishop hat

Gambar 5. 8: Gambar 5. 9: Gambar 5. 10: the Gambar 5. 11:

small candle crown antrium lily

candle light

content.instructables.com calinen.com img.sndimg.com calinen.com lookaside.fbsbx.com

b. Underliner napkin

Napkin yang ditempatkan dalam keadaan datar di atas show plate. Contoh
napkin folding yang berjenis underliner adalah:

116

C3 MODUL TATA HIDANG

Tabel 5. 2: Contoh underliner napkin

Gambar 5. 12: the Gambar 5. 13: snow Gambar 5. 14: pin Gambar 5. Gambar 5. 16: the
15:
rose flake
french

wheel diamond

thesprucecrafts.c i.ytimg.com i2.wp.com napkinfoldingguid img.sndimg.com
om e.com

c. On the glass napkin

Napkin yang ditempatkan di atas water goblet. Napkin yang termasuk jenis
ini adalah:

Tabel 5. 3: Contoh on the glass napkin

Gambar 5. 17: fan Gambar 5. 18: twin Gambar 5. 19: lily Gambar 5. 20: Gambar 5. 21:

goblet candle four finger candle fan

goblet

calinen.com napkinfoldingguide. .napkinfoldingguide. i.ytimg.com amesbostonhotel.
com com com

Menurut lipatannya, napkin dapat dibedakan menjadi 2 bentuk dasar yaitu:

117

C3 MODUL TATA HIDANG

a. Lipatan square
Lipatan ini memiliki bentuk dasar segi empat, yaitu lipatan yang jika diliat
akan memiliki bentuk layaknya persegi. Contoh dari lipatan dasar ini adalah:

Tabel 5. 4: contoh lipatan square

Gambar 5. 22: Gambar 5. 23: sail Gambar 5. 24: Gambar 5. 25: Gambar 5. 26: rose

bishop hat boat diamond banana

content.instructa pinterest.com napkinfoldingguide calinen.com thesprucecrafts.co
bles.com .com m

b. Lipatan triangle

Lipatan yang memiliki bentuk dasar segitiga, artinya apabila dilihat maka
dapat digambar pola bentuk segitiga pada lipatannya. Contoh dari lipatan
dasar segitiga adalah:

Tabel 5. 5: Contoh lipatan triangle

Gambar 5. 27: Gambar 5. 28: Gambar 5. 29: Gambar 5. 30: Gambar 5. 31: the

triangle rosebund the crown the cone french

bp.blogspot.com luigisnapkins.wdfiles. calinen.com studipariwisata.c
img.sndimg.com
com
om

118

C3 MODUL TATA HIDANG

F. BAHAN PEMBUATAN LIPATAN SERBET

Napkin / serbet makan umumnya dibuat dari bahan kertas ataupun kain-kain
dengan berbagai pilihan warna, dimana dalam pemilihan jenis warnanya disesuaikan
dengan warna dari taplak meja. Bahan yang digunakan untuk membuat lipatan
serbet harus diperhatikan. Pilih bahan yang kaku namun mudah dibentuk. Jangan
gunakan kain berbahan katun karena lebih susah untuk dilipat dan tidak bisa
bertahan lama karena kurang kaku. Bahan yang bagus bila digunakan untuk
membuat lipatan serbet adalah kain damas. Kain ini merupakan jenis kain yang
memiliki motif tenunan, mudah dibentuk dan glossy membuat tampilannya menjadi
lebih mewah. Namun ada juga restoran yang menggunakan napkin berbahan kertas
khususnya family restoran, beberapa pertimbangan yang dilakukan dalam pemilihan
napkin kertas dalam operasional pelayanan makanan dan minuman adalah (1)
kemudahan dalam penggunaannya, (2) mudah dalam penyimpanan karena
membutuhkan area yang lebih kecil dari napkin kain, (3) aman dan higienis, (4) bisa
menjadi media pengiklanan dengan mencetak logo/nama dari usaha makanan, dan
(5) lebih murah daripada napkin kain (Katsigris & Thomas, 2009). Ukuran umum dari
napkin adalah 45x45 cm ataupun 50x50 cm yang digunakan untuk makan siang dan
makan malam. Namun ada juga napkin yang berukuran lebih kecil, digunakan pada
saat sarapan dengan ukuran 35x35 cm ataupun 40x40 cm.

Tips membuat lipatan napkin yang rapi (University, 2015):

a. Lipatan yang dibuat tidak terlalu tinggi, karena akan menghalangi tamu untuk
berkomunikasi

b. Lipatan yang terlalu banyak kurang efektif jika diterapkan dalam pelayanan
makanan, karena napkin akan cepat kotor

c. Napkin berukuran lebih besar (50x50) lebih umum digunakan karena mudah
dilipat dan hasil lipatannya lebih baik

119

C3 MODUL TATA HIDANG

d. Sebelum melipat napkin, harus dipastikan terlebih dahulu bahwa napkin
berbentuk simetris

e. Napkin yang kaku dan halus lebih baik digunakan khususnya pada jenis
lipatan standing napkin, karena bisa berdiri dengan kokoh.

Dalam menentukan bahan untuk membuat napkin ada beberapa hal yang harus
diperhatikan (Al-Ikhlash, 2020), yaitu:

a) Pastikan napkin dalam keadaan bersih
Karena napkin difungsikan sebagai alat untuk membersihkan mulut, maka
kebersihannya harus terjaga dengan baik. Pilih kain yang mudah dibersihkan
dan memiliki warna yang cerah. Pada saat melipat serbet, pastikan tempat
yang menjadi alas bersih, sehingga tidak ada noda ataupun kotoran yang
menempel. Ketika napkin kotor harus segera dibersihkan.

b) Napkin memiliki ukuran yang simetris
Napkin yang baik adalah napkin yang memiliki bentuk persegi sempurna. Sisi
bagian dalam dan luarnya harus bisa dibedakan dengan penempatan jahitan
napkin pada bagian dalamnya. Pilih napkin yang halus dan kaku agar mudah
dibentuk dan disetrika, dengan ini maka lipatan yang dihasilkan akan rapi.

c) Pilih napkin yang modelnya sederhana
Jenis lipatan yang dipilih harus disesuaikan dengan keadaan area makan.
Apabila area makan ramai maka pilih lipatan yang sederhana, sehingga
pengerjaannya hanya akan memakan waktu yang singkat, hal ini
berhubungan dengan efektifitas dalam pemanfaatan waktu.

d) Dalam pembuatan lipatan, pastikan setiap tahapan lipatan dibuat dengan
baik

120

C3 MODUL TATA HIDANG

Lipatan yang dibuat dengan baik, akan menghasilkan bentuk akhir yang jelas
dan kokoh, hal ini akan membuat penampilan keseluruhan ruang makan
menjadi lebih menarik.
e) Hindari jenis lipatan yang rumit
Lipatan yang rumit membutuhkan waktu yang lebih lama untuk melipatnya,
sehingga kurang efektif bila diaplikasikan dalam pelayanan makanan. Selain
itu lipatan yang rumit juga sulit untuk dibuka lipatannya.

G. TEKNIK PEMBUATAN LIPATAN SERBET

Pembuatan napkin memerlukan beberapa langkah pelipatan. Banyak sedikitnya
jumlah lipatan mempengaruhi hasil dari lipatan napkin. Namun yang perlu diingat
bahwa lipatan sederhana ataupun rumit hasilnya tergantung pada ketepatan pada
proses pelipatannya. Ada banyak jenis teknik lipatan napkin yang diterapkan dalam
pelayanan makanan baik dalam bentuk lipatan napkin yang rumit ataupun yang
sederhana. Lipatan napkin yang sederhana lebih umum digunakan dalam pelayanan
makanan dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut (Cousins, 2010):

1. Napkin yang dilipat sederhana lebih higienis karena lebih sedikit disentuh
oleh tangan.

2. Lipatan rumit memerlukan waktu yang lebih lama daripada lipatan
sederhana.

3. Apabila lipatan dilakukan dengan benar dan sesuai dengan tema ruangan
maka napkin akan terlihat cantik baik itu untuk lipatan sederhana ataupun
rumit.

121

C3 MODUL TATA HIDANG

Tabel 5. 6: Langkah melipat the pyramid
1. The Pyramid

No. Langkah-langkah Gambar 5. 32: the pyramid
Gambar

Letakkan napkin dalam keadaan terbalik
1

(bagian jahitan di atas)

Lipat napkin secara diagonal ke arah kanan
2

bawah hingga membentuk segitiga

Lipat bagian kanan atas menuju bagian
3

tengah

Lipat juga bagian kiri menuju bagian tengah,
4 pada tahap ini napkin telah berbentuk belah

ketupat

122

C3 MODUL TATA HIDANG

Balik napkin, sekarang lipatan berada di
5

bawah
Lipat napkin ke arah bawah membentuk
6
segitiga terbalik
7 Tegakkan napkin dengan melipat sisi-sisinya

123

C3 MODUL TATA HIDANG

Tabel 5. 7: Langkah melipat the diamond
2. The Diamond

Gambar 5. 33: the diamond

No. Langkah-langkah Gambar

Letakkan napkin dalam keadaan terbalik
1

(bagian jahitan di atas)

Lipat napkin secara horizontal ke arah
2

bawah.

Lipat kembali bagian kiri napkin ke arah
3

kanan membentuk persegi.

Lipat bagian sisi terbuka paling luar bagian
4 kanan bawah secara diagonal ke arah kiri

atas.

124

C3 MODUL TATA HIDANG
Lipat sisi terbuka kedua dari bagian kanan

5 bawah menuju kiri atas dengan menyisakan
jarak dari lipatan pertama.

Lipat kembali sisi terbuka ketiga dengan
6 arah yang sama dan menyisakan jarak dari

lipatan kedua.
Lipat sisi terakhir ke arah kanan dengan
7

menyisakan jarak dari lipatan ketiga.
Lipat ujung kiri dan kanan napkin ke arah
8

belakang.

125

C3 MODUL TATA HIDANG

Tabel 5. 8: Langkah melipat the arrow
The Arrow

Gambar 5. 34: the arrow Gambar
No. Langkah-langkah

Letakkan napkin dalam keadaan terbalik
1

(bagian jahitan di atas)

Lipat napkin secara horizontal ke arah
2

bawah.

Lipat ujung kanan atas napkin ke arah
3

tengah bawah.

Lipat juga bagian kiri atas napkin ke arah
4 tengah bawah, sekarang terbentuk segitiga

sama sisi

126

C3 MODUL TATA HIDANG
Lipat sisi terbuka bagian kanan secara

5 diagonal ke arah atas luas mengikuti batas
ujung lipatan.

Lipat juga sisi terbuka kiri secara diagonal
6

seperti pada langkah sebelumnya
Tarik bagian kanan dan kiri ke arah atas
7

membentuk anak panah

127

C3 MODUL TATA HIDANG

Tabel 5. 9: Langkah melipat the cone

The Cone

Gambar 5. 35: the cone Gambar
No. Langkah-langkah

Letakkan napkin dalam keadaan terbalik
1

(bagian jahitan di atas)

Lipat napkin secara diagonal ke arah kanan
2

atas membentuk segitiga sama sisi.

3 Lipat bagian kiri napkin ke atas segitiga.

Lipat juga bagian ujung kanan napkin ke
4 atas, sekarang napkin menjadi bentuk belah

ketupat

128

C3 MODUL TATA HIDANG

Balik napkin, sekarang lipatan berada di
5

bawah
Lipat ujung bawah napkin sebanyak 1/3
6

bagiannya ke arah atas.
Lipat ujung kanan dan kirinya ke arah
7

belakang

129

C3 MODUL TATA HIDANG

Tabel 5. 10: Langkah melipat the french
The French

Gambar 5. 36: the french

No. Langkah-langkah Gambar

Letakkan napkin dalam keadaan terbalik
1

(bagian jahitan di atas)

Lipat napkin secara diagonal ke arah kanan
2

bawah hingga membentuk segitiga

Lipat bagian ujung atas napkin ke arah kiri
3

agak menyerong ke bawah secara diagonal.

Ambil ujung bagian kanan kemudian lipat
4

ke arah kiri dan agak menyerong ke tengah.

130

C3 MODUL TATA HIDANG

Tabel 5. 11: Langkah melipat the sail

The Sail

Gambar 5. 37: the sail Gambar
No. Langkah-langkah

Letakkan napkin dalam keadaan terbalik
1

(bagian jahitan di atas)

Lipat napkin secara horizontal ke arah
2

bawah

Lipat bagian kanan atas menuju bagian
3

tengah

Lipat juga bagian kiri menuju bagian tengah,
4 pada tahap ini napkin membentuk segitiga

sama sisi

131

C3 MODUL TATA HIDANG

Tegakkan napkin dengan membalik sisinya,
5

rapikan

Tabel 5. 12: Langkah melipat the slide

The Slide

Gambar 5. 38: the slide Gambar
No. Langkah-langkah

Letakkan napkin dalam keadaan terbalik
1

(bagian jahitan di atas)

Lipat napkin secara horizontal ke arah
2

bawah

Lipat bagian kiri ke arah kanan membentuk
3

persegi

132

C3 MODUL TATA HIDANG

Posisikan ujung napkin yang terbuka
4

berada di kiri atas.
Lipat bagian kiri atas napkin ke arah kanan
5

bawah secara diagonal
Ambil ujung pertama napkin yang terbuka
6

kemudian lipat 4/5 bagiannya ke atas.
7 Balik napkin
8 Lipat napkin secara vertikal ke arah kanan

Tegakkan napkin dengan garis lipatan
9

sebagai puncak

133

C3 MODUL TATA HIDANG

Tabel 5. 13: Langkah melipat the crown
The Crown

Gambar 5. 39: the crown Gambar
No. Langkah-langkah

Letakkan napkin dalam keadaan terbalik
1

(bagian jahitan di atas)

Lipat napkin secara diagonal ke arah kanan
2

bawah hingga membentuk segitiga

Posisikan napkin dengan puncak segitiga
3

berada di atas

Lipat ujung kanan napkin ke arah puncak
4

segitiga secara diagonal

134

C3 MODUL TATA HIDANG

Lipat pula ujung kirinya ke arah puncak
5 secara diagonal, sekarang napkin

membentuk belah ketupat

6 Balik napkin secara berhati-hati

Lipat bagian bawah napkin ke atas dengan
7

menyisakan 1/3 area di atas.

Lipat kembali ujung napkin yang dibalik tadi
8 ke bawah, tepat di bagian bawah tengah

napkin

Satukan ujung kanan dan kirinya dengan
9 memasukan salah satu ujungnya ke bagian

ujung yang lain

Tegakkan napkin kemudian buka secara
10 perlahan sisi napkin hasil lipatan

sebelumnya, rapikan.

135


Click to View FlipBook Version