The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Antologi Cerpen Pengabdian Akbar 1 merupakan kumpulan catatan perjalanan para Laskar Dewantara Batch X GEMAPEDIA 2022/2023 yang merepresentasikan berbagai pengalaman, perasaan, dan pembelajaran yang diperoleh selama mengikuti rangkaian kegiatan Pengabdian Akbar 1.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Resta Naura, 2023-04-13 20:30:10

ANTOLOGI CERPEN PENGABDIAN AKBAR 1 GEMAPEDIA

Antologi Cerpen Pengabdian Akbar 1 merupakan kumpulan catatan perjalanan para Laskar Dewantara Batch X GEMAPEDIA 2022/2023 yang merepresentasikan berbagai pengalaman, perasaan, dan pembelajaran yang diperoleh selama mengikuti rangkaian kegiatan Pengabdian Akbar 1.

Keywords: Antologi,Pengabdian Akbar,GEMAPEDIA,Cerpen

250 itu aku dan rekan-rekan ku pertama kali mendapat PDH dan memakainya. Setelah semuanya berkumpul dengan timnya, kami briefing dan doa terlebih dahulu agar kegiatan kali ini berjalan dengan lancar. Oh iya, pada pengabdian ini aku diberi kepercayaan oleh rekan lainnya sebagai ketua tim. Lanjut setelah briefing dan berdoa, aku dan lainnya berangkat ke tempat tujuan yaitu SDN 3 Bambang. Untuk sampai ke SD itu harus menempuh jarak yang jauh karena SDN 3 Bambang berada di pelosok Kabupaten Malang. Perjalanan sudah hampir 1,5 jam an, tibalah kami di SDN 3 Bambang. Aku dan tim bersalam kepada kepala sekolah dan guru - guru SD itu. Setelahnya kami bergegas untuk memulai apel pembukaan. Aku sebagai ketua tim memberikan sambutan saat apel pembukaan itu bersama dengan ketua LO dan Kepala Sekolah SDN 3 Bambang. Selesai apel pembukaan, semuanya langsung bergegas ke kelas masing - masing dan memulai kegiatan belajarnya. Aku diberi kesempatan untuk mengajar kelas V bersama rekan ku. Pukul 9 sudah tiba waktunya untuk anak - anak istirahat. Aku dan rekanku juga ikut beristirahat. Namun kita juga tetap mengawasi mereka. Waktu istirahat telah selesai saatnya untuk


251 memulai kegiatan belajar lagi, namun anak - anak sangatlah susah disuruh untuk masuk kelas. Mereka terus berlari menghilang dari jangkauan kita. Ahh itu membuat aku serta rekanku pusing. Akhirnya semua sudah masuk kedalam kelas dan kita mulai belajarnya. Jam sudah menunjukkan pukul 11 itu artinya waktu belajar telah selesai dan anak - anak pulang. Kami ikut pulang berpamitan dengan guru - guru disana. Dipertengahan jalan kita singgah di tempat makan untuk mengisi tenaga. Sekaligus melakukan evaluasi kegiatan. Setelahnya kita pulang ke rumah masing - masing dan beristirahat. Hari Sabtu tanggal 19 November, hari kedua aku menjadi relawan mengabdi di SDN 3 Bambang. Namun kali ini seolah takdir tidak berpihak pada kita. Hujan mengguyur mulai adzan subuh terdengar. Hingga aku berangkat berkumpul pun hujan tetap setia mengguyur tanah. Karena hujan yang tak henti - henti aku dan tim yang biasanya berangkat pukul 05.30 kini berangkat jam 7 dengan keadaan yang tetap hujan namun tidak deras. Pukul 09.00 kita sudah sampai di SD itu dan bergegas memulai kegiatan belajar karena kami datang yang kesiangan dikarenakan hujan tadi.


252 Kegiatan belajar berjalan seperti hari pertama, namun kali ini dengan waktu yang lebih sedikit. Anak - anak mengikuti kegiatan belajar dengan antusias dan bersemangat. Hingga pukul 11 pun tiba anak - anak pun pulang dan kami juga berpamitan pulang dengan guru - guru disana. Sama halnya dengan hari pertama, saat pertengahan jalan aku dan tim singgah ke tempat makan dan melakukan evaluasi kegiatan hari ini. Selesai dengan evaluasi, kami melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah masing - masing. Namun perjalanan kali ini aku dan tim tidak beruntung lagi. Jalan yang kami lalui ditutup karena ada kegiatan masyarakat. Kami bertanya kepada salah satu warga yang bertugas menjaga jalan disana dan diarahkan ke jalan yang bisa dilalui. Nahasnya jalan yang kami lalui jalan yang kecil di tengah sawah. Jalan yang masih tanah dan tadi pagi hujan terus turun menyebabkan jalannya menjadi lumpur dan sangat licin. Aku sangat hati - hati melewati jalan itu agar tidak terjatuh. Setelah melewati drama perjalanan tadi akhirnya kita semua sampai di kota Malang dan menuju rumah masing - masing. Berlanjut hari ketiga, tanggal 26 November aku mengabdi di SDN 3 Bambang. Aku berkumpul di kampus jam 05.30. Setelah semuanya berkumpul kita briefing dan doa.


253 Lanjut aku dan tim berangkat. Alhamdulillah perjalanan kali ini berjalan dengan lancar tidak ada kendala. Sesampainya aku dan tim, kami langsung bersalaman dengan guru - guru. Pagi ini kami mulai dengan senam pagi terlebih dahulu. Kami menyiapkan anak - anak agar berbaris dengan rapi dan segera dimulai. Senam sudah dilaksanakan, anak - anak lanjut kegiatan belajar. Kegiatan belajar juga sama halnya dengan hari - hari sebelumnya. Pukul sebelas tiba waktunya anak - anak pulang. Aku dan tim menyusul berpamitan dan bergegas pulang. Sama seperti hari - hari sebelumnya kami singgah terlebih dahulu ke tempat makan sekaligus melakukan evaluasi kegiatan pengabdian ketiga hari ini. Setelahnya kami melanjutkan perjalanan menuju rumah masing - masing. Tak terasa sudah hari terakhir aku menjadi relawan mengabdi di SDN 3 Bambang. 3 Desember 2022 seperti hari Sabtu sebelumnya, aku sudah menyiapkan semua yang akan aku bawa dan dibutuhkan untuk hari ini. Karena hari ini, hari terakhir aku dan tim mengabdi di sana kita menyiapkan kenang - kenangan untuk mereka. Pukul 05.30 aku dan tim sudah berkumpul semuanya di kampus dan langsung berangkat ke tempat tujuan.


254 Sama seperti sebelumnya, kami bersalam-salaman dan langsung memasuki kelas masing - masing melakukan kegiatan belajar. Namun hari ini dari pihak kepala sekolah akan ada acara, kami menyelesaikan kegiatan belajar jam 10. Setelahnya kita berkumpul bersama di tengah sekolahan melakukan apel penutupan. Tak lupa kita juga mengambil beberapa foto dengan mereka. Menyenangkan tetapi juga sedih karena harus berpisah dengan mereka. Kami berpamitan dengan guru - guru dan bergegas pulang. Seperti sebelumnya kita berhenti di tempat makan dan melakukan evaluasi. Evaluasi selesai kami melanjutkan perjalanan ke rumah masing - masing. Oh iya, aku dan rekan - rekan ku selama empat minggu ini menyiapkan RPP dan media pembelajaran yang akan digunakan. Saat pembuatan RPP aku dan rekanku tak luput dari revisi. Dari situ aku berfikir, oh begini ya cara membuat RPP dengan baik dan benar. Aku juga belajar cara - cara menghadapi anak - anak saat pembelajaran berlangsung dimana ada yang asik sendiri, tidak memperhatikan guru, keluar masuk kelas, dan masih banyak lainnya. Aku merasa senang bisa mengikuti kegiatan pengabdian ini. Dengan kegiatan ini aku mendapatkan banyak hal yang bermanfaat dan menjadi tantangan yang baru untukku. Di kegiatan ini aku juga bersyukur bisa memberi manfaat bagi adik - adik kelas V dan


255 juga untuk lainnya. Semoga aku bisa mengikuti kegiatan - kegiatan pengabdian selajutnya. Bionarasi : Hallo namaku Salisia Nur Rahma. Aku biasanya dipanggil Salis. Aku saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Malang. Jurusan yang aku ambil adalah jurusan Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. NIM ku yaitu 210311624958. Aku lahir di Trenggalek, 12 November 2002. Alamatku di Trenggalek ada di desa Wonoanti, dusun Kedekan. Dan alamat ku di Malang ada di Jl. Tlagawarna blok A No. 13A.


256 “ Pengalaman Pengabdian Pertama Ku Oleh : Sulistio Rini Ika Pratiwi Pada hari Sabtu pagi dengan udara yang sejuk kami melaksanakan Pengabdian yang bertepatan pada tanggal 12,19,26 November dan 3 Desember tahun 2022 hal pertama yang harus kami buat dan persiapkan sebelum mengajar adalah RPP dan media pembelajaran “membuat RPP dan media pembelajaran sedikit membingungkan,” ucapku. “tidak kak, kita bisa membuatnya dengan membagi tugas dan aku ada ide untuk media pembelajaran yang akan kita pakai” ucap partner ku. Meskipun sedikit membingungkan saya dan partner harus memikirkan bagaimana media pembelajaran yang kami buat bisa menarik perhatian. Kebetulan saya dan teman – teman mengajar di SDN 3 Bambang dan kami berada pada kelompok K. H. Hasyim Asy’ari, jadi setiap kami akan mengajar seperti yang saya sebutkan tadi kami membuat RPP dan media pembelajaran lalu kami akan mempresentasikan secara bergantian dengan teman


257 – teman serta di dampingi LO kami masing – masing untuk memberikan arahan serta bimbingan jika kami terdapat kesalahan dalam penulisan RPP maupun pembuatan media pembelajaran. Sekarang kita mulai cerita pengalaman pengabdian pertama ku pada pertemuan pertama hari Sabtu tanggal 12 November 2022 pada pukul 05.30 kami berkumpul di sasana budaya universitas negeri malang dan hal pertama yang membuat kami senang adalah ketika mengenakan PDH dan terdapat tanda pengenal. “Hai arin, aku gugup banget karena ini pengabdian pertama ku. Kalau kamu pernah ikut pengabdian??? Ucap bunga kepada ku “Hallo bunga, ini juga pengalaman pertama ku dalam pengabdian ini” ucapku. Kami berkumpul untuk berdoa agar perjalanan pada pagi hari ini lancar, di sela-sela kami berdoa tentu pengabdian ini merupakan pengalaman pertama ku begitu pula teman – teman akan tetapi berkat dukungan serta semangat dari kakak – kakak LO kami jadi merasa yakin bahwa setiap pengalaman yang kami dapat akan menjadi pengalaman yang berharga serta mendapat ilmu yang dapat kami terapkan pada masa yang akan datang.


258 Lalu kami berangkat bersama menuju SDN 3 Bambang sesampainya kami disana langsung di sambut dengan sangat baik oleh adik – adik SDN 3 Bambanga beserta guru yang ada, mereka terlihat bersemangat serta melihat wajah mungil yang sangat – sangat lucu dan menggemaskan, jadi setelah kami sampai di sekolah kami langsung mengadakan upacara pembukaan sebagai tanda bahwa Pengabdian Akbar 2 telah dimulai. Upacara telah usai kami memasuki kelas masing – masing sebagai infomasi saja kebetulan saya dan partner mengajar di kelas tiga (3) begitu masuk kelas kami disambut dengan keramaian kelas yang terlihat mereka sangat semangat untuk mulai belajar lalu kami memulai dengan salam dan memperkenalkan diri begitu pula sebaliknya adik – adik diminta untuk memperkenalkan diri mereka. “Assalamualaikum Wr.Wb, selamat pagi adik – adik semuanya, perkenalkan nama kakak sulistio rini ika partwi kalian bisa panggil kak arin” ucapku “Hallo semuanya perkenalkan nama kakak Rama, salam kenal semuanya” ucap partner “Waalaikumsalam Wr.Wb, selamat pagi kak” jawab seluruh adik – adik kelas 3 “Sekarang adik– adik siap untuk belajar bersama kakak” ucapku bersama partner


259 “Siapp kak” ucap adik– adik kelas 3 sambil berteriak dengan keras. Pada saat itu total anak yang masuk ada 11 orang sedangkan jumlah total anak kelas 3 ada 13 orang tentu sangat disayangkan ketika melihat bahwa tidak semua anak masuk pada hari itu tetapi tidak apa – apa karena pada pertemuan selanjutnya ia rajin masuk sekolah. Setelah kami mengetahui nama mereka begitu pula mereka mengetahui nama kami langsung memulai pembelajaran sesuai dengan materi yang akan kami bahas yaitu kewajiban dan hakku dalam bertetangga. Kami telah merancang materi yang akan dipelajari namun terdapat siswa yang membuat fokus kami teralihkan yaitu ketika teman – teman sebaya nya menulis dan membaca ia hanya termenung sambil melihat buku temannya yang ternyata siswa tersebut belum bisa memahami membaca maupun menulis hal ini membuat kami sedikit terkejut dengan fakta yang ada. Namun kita datang ke sekolah mereka sebagai seorang guru jadi kita berusaha semaksimal mungkin agar anak tersebut dapat mengikuti pembelajaran hari ini bersama dengan teman sebaya nya. Pembelajaran kita mulai meski sedikit gugup tetapi anak – anak dapat memahami mengenai materi yang kami bahas dan mereka jadi lebih bersemangat belajar ketika kami


260 perlihatkan media pembelajaran dengan media pembelajaran ini tentu mempermudah anak – anak untuk mengetahui secara langsung dan bukan hanya membayangkannya saja. Namun kelas yang kami ajar berisi anak – anak dengan karakteristik dan kemapuan yang berbeda – beda tentu terdapat anak yang langsung menangkap materi yang kami ajarkan begitu pula terdapat anak yang sedikit lambat dalam memahami hal tersebut. Dari sini kami paham bahwa kita tidak bisa menyamaratakan setiap anak, mereka yang lambat dalam memahami materi bukan karena mereka tidak pandai tapi cara mereka memahami materi dengan cara yang berbeda dan setiap anak pasti mempunyai potensi masing – masing tetapi tergantung bagaimana cara kita untuk mengembangkan potensi setiap anak tersebut dengan tepat. Lalu pembelajaran telah usai dan kami berkumpul dengan teman – teman serta kakak LO untuk evaluasi pembelajaran hari ini tentu pada evaluasi ini kelas 3 masih terdapat kekurangan yang perlu untuk diperbaiki seperti masih terdapat anak – anak yang keluar kelas dengan ijin ke kamar mandi padahal mereka hanya berkeliling, lalu kurangnya siswa untuk fokus dalam pembelajaran dan terdapat anak - anak yang bertengkar. Lalu berlanjut pada pertemuan kedua pada hari Sabtu tanggal 19 November 2022 saya tidak


261 dapat mengikuti pengabdian karena terdapat tugas pendidikan kewarganegaraan tentunya hal ini sangat disayangkan karena tidak dapat bertemu dengan anak – anak dan partner mengajar kelas sendiri. Lanjut pada pertemuan yang ketiga pada hari Sabtu tanggal 26 November 2022 pada hari itu berganti saya yang mengajar sendiri dan merasakan apa yang dirasakan partner saya karena mengajar sendirian bukan hal yang mudah kita perlu untuk menghandle semua anak – anak dan tentunya kita harus meminta kerja sama dengan anak – anak agar tetap fokus pada pembelajaran. Di mulai pada pagi hari yang sudah terasa jalan cukup ramai dengan udara yang sejuk kami berangkat bersama untuk mengajar di SDN 3 Bambang lalu kami melakukan senam pagi bersama – sama setelah senam kami masuk ke kelas untuk memulai pembelajaran hal pertama jangan lupa untuk mengucapkan salam dan berdoa setelah itu kami presensi dan saya sangat bersyukur karena semua murid pada hari itu masuk tanpa ada yang bolos sekolah tentunya saya melihat wajah – wajah baru dan mulai berkenalan setelah itu saya dan anak – anak siap untuk memulai pembelajaran. Materi yang akan kita bahasa kali ini adalah kewajiban dan hakku sebagai warga negara dengan menjelaskan materi serta menunjukkan media pembelajaran tidak terasa


262 pembelajaran telah selesai kemudian saya menutup pembelajaran hari ini begitu selesai kami berkumpul untuk melakukan evaluasi dalam evaluasi ini tentu banyak kekurangan serta catatan yang perlu untuk saya perbaiki dalam mengajar. Tidak terasa pada hari Sabtu tanggal 03 Desember 2022 merupakan pertemuan terakhir kami mengajar di SDN 3 Bambang seperti biasa kami berangkat pagi akan tetapi dengan perasaan sedih karena hari ini merupakan pertemuan terakhir namun kami harus tetap fokus dan memulai pembelajaran serta melakukan review karena mereka akan melaksanakan ujian setelah itu kami bersama – sama membuat keterampilan mozaik dengan gambar yang diisi dengan beras yang berwarna – warni lalu tidak terasa kami harus melakukan upacara penutupan dan salam – salaman serta kami harus berpamitan kepada anak – anak . Selama 4 pertemuan ini banyak sekali ilmu yang saya ambil serta pengalaman – pengalaman yang sangat luar biasa. Dengan saya melakukan kegiatan pengabdian ini saya menjadi yakin bahwa saya harus berhasil dan saya harus berusaha agar ilmu yang saya dapatkan bisa bermanfaat serta ilmu tersebut dapat saya berikan atau saya ajarkan kepada adik – adik yang akan saya ajar kelak. “Maafin kakak yha kalo selama 4


263 pertemuan ini kakak ada salah dan Terimakasih banyak adik – adik karena sudah menerima kakak dengan baik dan mau belajar bersama, kalian harus belajar dengan rajin dan tidak boleh bertengkar” ucapku “Terimakasih kak hadiahnya dan kami senang karena bisa belajar bersama kakak” ucap adik – adik sambil memeluk dan menangis. Bionarasi : Nama saya Sulistio Rini Ika Pratiwi dengan NIM 210141601226 Fakultas Ilmu Pendidikan Prodi Pendidikan Luar Sekolah tempat tanggal lahir di Nganjuk, 23 Mei 2003 alamat rumah ku Jl. Gotong Royong no.16 Ds.Pelem Kec.Kertosono Kab.Nganjuk. No.Hp 0857 4980 2618. Ini pertama kalinya saya membuat cerpen tentu saya bingung konsep seperti apa yang akan saya buat, jadi saya membuat cerpen dengan apa yang saya alami agar pembaca dapat merasakan pengalaman saya dalam pengabdian serta pengalaman pertama saya dalam membuat cerpen.


264


265 “ Belajar Menjadi Lebih Baik Oleh : Rosita Rezalia Oliviasari Pada suatu pagi di SDN 3 Bambang, Dini melihat sahabatnya, Ara, masuk kelas dengan raut wajah gembira. "Ini kan hari Senin, kamu kok seneng banget?" Ucap Dini penuh kebingungan. Ara mendatangi kursi sebelah Dini, lalu melemparkan ekspresi mengejek, "Rahasia!" "Kasih tahu dong, Ara! Kamu punya mainan baru ya? Jahat banget nggak kasih tahu aku!" Dini memukul bahu Ara berulang kali, dia merasa dikhianati mengingat persahabatan mereka sudah terjalin sejak kelas 1, sekitar 3 tahun yang lalu. Ara berusaha menghindari pukulan meskipun percuma, namun itu tidak menghentikan keinginannya untuk menggoda sahabatnya, "Aduh ... Iya iya, nanti aja deh aku cerita di kantin!"


266 Ucapan itu berhasil membuat Dini luluh dan kembali duduk di kursinya, "Awas ya kalau bohong traktir mi ayam!" Ara hanya membalas dengan tawaan kecil. Setelah mengikuti dua mata pelajaran, waktu istirahat datang. Dengan tidak sabar, Dini menarik tangan Ara menuju kantin. "Apa? Ada apa? Masa aku nggak masuk satu hari aja udah ketinggalan sih?" Dini memberikan tatapan sinis, walaupun wajahnya masih saja menggemaskan. "Salah siapa nggak masuk sekolah, padahal Sabtu kemarin seru banget!" Ara menjulurkan lidahnya mengejek Dini yang semakin emosi. "Kamu kan tau, Din Sabtu kemarin kakakku khitan jadi-" Dini berhenti berbicara ketika Ara menjulurkan jari telunjuk di depan bibirnya, isyarat menyuruhnya diam. "Jadi apa? Yang khitan kakakmu kok kamu yang nggak masuk sekolah sih, alasan aja kamu!" Celoteh Ara dengan nada sedikit naik. Dini menarik nafas panjang, "Ya ... Maaf deh, aku emang males sekolah kemarin. Ada apa sih?"


267 "Ada kakak-kakak dari GEMAPEDIA dateng ke sekolah kita!" Senyum Ara kembali merekah lebar. "GEMAPEDIA? Apa itu?" Dini mendekatkan kursinya, menandakan ia sangat antusias. Ara tersenyum licik, "Makan dulu yuk, laper banget nih!" "Ara, sengaja banget ya bikin kepo!" Dini hanya bisa menggelengkan kepala melihat sahabatnya berdiri dan berjalan mendatangi ibu penjual mi ayam langganan mereka. Setelah menunggu beberapa menit, dua mangkuk mi ayam pesanan mereka akhirnya datang. Ara nampak bersemangat, berbeda dengan Dini yang makan sambil mengomel kesal, "Nggak enak tahu makan sambil kepo!" "Hahaha, habisin dulu baru ngomong!" Dini tidak memiliki pilihan selain menuruti Ara. Dalam sekejap mi ayam itu sudah berpindah ke perut kedua gadis itu, beberapa menit kemudian Ara akhirnya buka suara, "Masih kepo sama GEMAPEDIA nggak nih?" Dini mengangguk, sepertinya ia kekenyangan. "GEMAPEDIA itu sebuah organisasi dari kampus UM, ada banyak kakak-kakak baik yang bakal ngajar di sekolah kita


268 selama sebulan ke depan." Penjelasan Ara membuat mata Dini terbelalak, "Jadi kita belajar bareng kakak-kakak itu?" "Iya setiap hari Sabtu, makanya masuk dong!" Ara menjitak kepala Dini. Dini memegangi jidatnya yang memerah, "Siap! Aku bakal masuk kelas terus deh." Ara senang karena berhasil membujuk temannya rajin masuk sekolah. Tidak terasa, hari Sabtu kembali tiba. Dini menepati perkataannya dan datang dengan semangat, ia dapat merasakan suasana kelas menjadi lebih ceria dari biasanya, "Wah, hari ini semuanya semangat ya." Ara menyeringai, "Percaya deh, Din pelajarannya pasti seru banget!" Tak lama kemudian, sepasang pemuda dan pemudi berseragam biru datang menghampiri ruang kelas 4 itu. Semua anak bergegas duduk di kursinya masing-masing dan memperhatikan keduanya. "Assalammualaikum, selamat pagi adik-adik!" Ucap sang kakak perempuan yang diiringi sapaan balik oleh seluruh


269 murid. Setelah itu, kakak laki-laki menunjuk salah seorang murid untuk memimpin doa. "Wah, Alhamdulillah Kakak lihat hari ini semuanya masuk ya. Kakak ada yang belum kenal nih, halo nama kamu siapa?" Kakak itu mendatangi tempat duduk Dini dan menepuk pundaknya. Dini menjawab, "Dini, Kak." "Oke, perkenalkan nama kakak Amalia. Bisa dipanggil Kak Lia ya. Mulai hari ini kita akan jadi teman belajar! Hari Sabtu kemarin kenapa tidak masuk sekolah, Dini?" Senyum Kak Lia membuat Dini ikut tersenyum juga. Rosita Rezalia, [24/12/2022 23:33] "Maaf, Kak kemarin saya ada acara keluarga." Mendengar jawaban Dini, Kak Lia mengangguk. "Kalau namaku Rio, panggil Kak Rio ya!" Kak Rio yang sedang menyiapkan media pembelajaran tiba-tiba menyahut. Sontak pandangan seisi kelas terpusat padanya, "Kak Rio bawa apa itu? Pasti seru!" Ucap salah seorang murid laki-laki yang juga ketua kelas, Budi namanya.


270 "Hari ini kita akan belajar mengenai wawancara! Ada yang tau apa itu wawancara?" Tidak disangka, banyak anak yang mengangkat tangan berniat menjawab pertanyaan Kak Lia dengan semangat. Kak Rio membuka kotak media pembelajaran, "Ini adalah surat berisi pertanyaan yang akan Kakak bagikan untuk kalian. Kalian harus menanyakan pertanyaan ini kepada teman sebangku kalian masing-masing." Kelas pada hari itu berjalan dengan lancar dan penuh riang gembira. Sepulang sekolah, Dini mewawancarai Ara begitu juga sebaliknya. Mereka jadi memahami materi wawancara dengan cara yang menyenangkan dan berkesan. Setelah pembelajaran selesai, Dini dan Ara membereskan peralatan belajar mereka. Kemudian Dini bergumam, "Kalau pelajaran seru, aku jadi semangat. Setelah ini aku akan mengutamakan untuk selalu masuk kelas dan tidak bolos!" Kak Lia dan Kak Rio tidak sengaja mendengar kalimat tersebut, mereka tersenyum bangga dan mengucapkan terima kasih kepada Dini karena sudah berniat merubah diri menjadi lebih baik.


271 Bionarasi : Namaku Rosita Rezalia Oliviasari, biasa dipanggil Rosi atau Rosita. Aku adalah mahasiswi Universitas Negeri Malang, jurusan KSDP dan prodi PGSD angkatan 2021. Aku tinggal di Malang dan juga lahir di kota ini pada 23 Maret 2003. Untuk mengenalku lebih dekat bisa follow instagram-ku @rositarezalia. Tak kusangka, proses membuat cerpen ini sangat menyenangkan.


272 “ Dinanti Setiap Sabtu Oleh: Diana Galuh S Setiap hari Sabtu selama bulan November saya dan teman teman selalu dinanti akan kehadirannya untuk mendampingi adik adik SDN Dadapan 03 Wajak. Jika kita ingin belajar, maka haruslah mengajar terlebih dahulu. Mulai sekarang aku harus bisa memahami dan percaya, memang benar bahwa dengan mengajar kita bisa mendapatkan banyak hal, termasuk hal baru yang belum didapatkan sama sekali sebelumnya. Di SDN Dadapan 03 Wajak, tempat dimana aku berkesempatan mengajar sekaligus belajar. Di sana aku bertemu dan mencoba banyak hal baru, aku merasa tempat ini begitu berbeda hingga membuat aku nyaman. Aku merasa tertarik untuk lebih mengenal tempat tersebut sekaligus adik adik yang sekolah disana. Menjadi salah satu orang yang diamanahi dalam keikutsertaan untuk mendidik dan menginspirasi anak anak penerus bangsa merupakan hal yang sangat luar biasa bagiku.


273 Pengalaman ini di mulai pada awal bulan November 2022, disetiap Sabtunya. Pengalaman mengajar ini aku tak seorang diri, aku bersama teman teman dari berbagai macam prodi yang berbeda beda. Mereka yang sangat membantuku dalam kegiatan mengajar disini. Dalam satu kelas ada dua pengajar, dan total pengajar yang mengabdi di SDN 03 Dadapan ini ada 12 orang dengan LO masing-masing kelas berjumlah satu orang. Disini, aku dan teman mengajar ku mendapat amanah mengajar kelas dua. Di kelas dua ini, jumlah muridnya ada enam orang. Di kelas dua ini menurutku tantangan baru, dengan enam orang siswa yang memiliki kepribadian yang berbeda. Ada murid yang aktif dan ada murid yang pemalu. Dengan perbedaan kepribadian antara murid tersebut, membuatku dan partnerku harus lebih inovatif lagi agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan lancar, harus lebih kreatuf lagi juga agar materi bisa diterima dengan baik. Beberapa cara yang kita lakukan diantaranya dengan membuat media pembelajaran yang semenarik mungkin, dan tentunya juga sesuai dengan materi yang akan kami sampaikan. Seringkali juga kami ajak bermain untuk merefresh pikiran di sela sela pembelajran agar tidak merasa bosan atau jenuh.


274 Kami harus bisa mengondisikan kelas,karena satu ruang kelas dibagi menjadi dua kelas dalam pembelajarannya. Hal ini perlu dilakukan karena ini sangat mempengaruhi kegiatan pembelajaran. Sering kali kelas dua tidak fokus karena melihat atau mendengar pembelajaran dari kelas satu, begitu sebaliknya. Kegiatan pengabdian disini menurutku begitu berkesan, di hari terakhir sekaligus berpamitan tak lupa kami memberikan bingkisan sebagai tanda kenang kenangan kami dengan harapan adik adik di SDN Dadapan 03 Wajak selalu semangat belajar dan meraih cita cita. Banyak hal baik yang aku dapat selama pengabdian berlangsung, Bionarasi : Diana Galuh Septyasari, lahir di Kota Malang pada tanggal 20 September 2001. Bertempat tinggal di Jl. Simpang Piranha Atas, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Jawa Timur. Penulis merupakan anak pertama dari dua bersaudara yang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Malang, Fakultas Ilmu Pendidikan, Departemen Pendidikan Luar Sekolah (PLS). Penulis pernah mengikuti perlombaan cipta dan baca puisi.


275 “ Mempercayai Manusia Oleh : Esther Yohana S Aku merasa senang namun merasa sangat terpuruk pada umur 17 tahun ini. Memiliki kepercayaan dengan manusia ternyata sangat berbahaya. Lebih baik waspada dari pada berakhir dengan menyedihkan. Aku, Bonie, seorang gadis desa yang baru saja pindah ke kota besar, umur ku terbilang masih sangat muda namun bukan berarti seorang pemudi yang tidak tau apa-apa. Bagi sebagian orang umur 17 tahun masih terbilang sangat muda, namun bagiku ini adalah tahun kebebasan yang sangat berarti. Menjadi seorang gadis dewasa yang bisa bebas kemana saja tanpa adanya larangan orang tua merupakan impianku sejak kecil. Pergi ke mall dengan teman sepuasnya, bisa membeli apapun, rasanya suatu kebahagiaan yang tiada bandingannya. Suatu malam disebuah kafe, akhirnya aku merayakan hari dimana yang aku tunggu-tunggu itu. Ya! Perayaan sweet seventeen. Semua temanku menghadiri ulang tahunku walaupun aku masih baru menjadi siswa di sekolah SMA


276 Kristen Petra 5 Surabaya dikelas 11 IPS 3. Aku sangat merasa bahagia seakan-akan terbang dilangit angkasa. Aku berpikir bahwa teman sekelasku sangat terbuka untuk menerima diriku, terutama 3 orang gadis yang bernama Yuri, Nessy dan Corla. Mereka sangat terlihat peduli denganku. Seiring berjalannya waktu kami berempat semakin kompak dan akrab, lalu genk kami diberikan nama somplak. Tapi, ternyata ekspektasi ku salah. Aku kira senyum yang mereka tampilkan saat itu menandakan bahwa mereka menyayangi diriku. Aku segampang itu untuk mempercayai seseorang. Sebulan setelah perayaan 17 tahun ku, mereka, Yuri, Nessy dan Corla menghianati ku dengan sebuah tuduhan yang tidak masuk akal. Mereka menyebarkan berita hoax ke seluruh kelas 11 bahwa aku adalah penyebab satu angkatan terkena blacklist dalam pertandingan basket sehingga tidak dapat mengikuti DBL tahun ini. Bagaimana bisa mereka tega dan melakukan hal semacam itu? Aku pun tidak menyangka hal ini bisa terjadi padaku. Tentu aku langsung membantah berita tersebut, namun apa daya, aku kalah banyak dari mereka. Tapi aku tidak menyerah begitu saja, aku berusaha mencari bukti-bukti yang ada untuk memperkuat bahwa berita itu adalah hoax. Aku menyelidiki semua berita yang ada dan menanyakan kepada


277 semua orang. Namun, tidak ada satupun yang dapat membantuku. Kecewa, nangis bahkan menyalahkan diriku sendiri. Rasa ingin mengakhiri hidup sudah muncul dibenakku. Tetapi, ternyata Tuhan tidak membiarkan ku terpuruk sendirian. Dia mengirimkan aku seorang lelaki yang menemukan bukti bahwa diriku bukanlah penyebab dari adanya blacklist ini. Namanya Tian, seorang anak basket yang berbadan tinggi dan memiliki rambut hitam yang tebal. Aku mengetahui namanya, namun tidak terlalu dekat ataupun kenal. Akhirnya dia membantu diriku untuk membantah semua tuduhan ini dengan menempelkan semua bukti yang ada di papan pengumuman kelas 11. Tak membutuhkan waktu yang lama, namaku akhirnya bersih dari segala tuduhan yang ada. Aku sangat bersyukur Tian dapat membantu diriku, dia seperti malaikat yang dikirimkan Tuhan untukku. Seiring berjalannya waktu, aku dan Tian semakin dekat. Dekat bagaikan kepompong, Tian akhirnya menjadi sahabatku. Bertukar pikiran, bercanda tawa dan menghabiskan waktu bersama walaupun kami berbeda kelas.


278 Aku merasa aku tidak akan dikhianati kali ini, namun diriku salah. Aku dikhianati kembali. Aku tidak menyangka Tian ternyata memiliki rasa kepada dan memiliki hubungan dengan Nessy, sehingga Nessy menyuruh Tian untuk tidak berteman dengan ku bahkan berkomunikasi sedetik pun. Selama ini aku merasa dibohongi. Apa maksud dari semua kejadian ini? Kenapa mereka bersandiwara seakan-akan mereka adalah penolong bagiku? Aku menyalahkan diriku kembali, bagaimana bisa aku terlalu mudah untuk mempercayai orang lain? Sulit bagiku untuk menerima kenyataan pahit yang terus berulang kembali. Aku duduk merenung di susut kamar, berpikir tenang, berusaha menemukan solusi dari masalah yang telah terjadi. Ternyata, serigala berbulu domba itu banyak, untuk dapat mempercayai seseorang dapat dilihat dari hasil atau dampak yang dia berikan. Aku harus tidak mempercayai seseorang sepenuhnya sedikitpun jangan menaruh suatu ekspektasi padanya, karena mereka belum tentu adalah orang baik seperti kelihatannya, namun kita harus menilai dari perilaku dan tindakannya. Disisi lain aku merasa kesal, sedih dan menyalahkan diriku sendiri. Namun, aku sadar semua atas seizin Tuhan hal ini dapat terjadi. Aku merasa bersyukur dan berterima kasih, aku bisa mendapat pelajaran yang sangat berharga ini.


279 Bionarasi : Nama penulis adalah Esther Yohana S, dengan NIM 210242628024. Beliau berasal dari Fakultas Sastra tepatnya departemen Sastra Jerman dengan program studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin. Penulis lahir di Pekanbaru pada tanggal 15 Juni 2003. Beliau bertemoat tinggal di Jl. Suntai 1 Pekanbaru.


280 “ Struggle of The Dreams Oleh : Salma Fidila Rahmawati “Dalam formulir keanggotaan ini, selanjutnya mengisi hobi, yaitu kegiatan yang suka dilakukan diwaktu luang dan bermanfaat. Coba sebutkan hobi kalian!” “Aku suka bermain sepak bola bersama kakak dan temanteman, Kak.” Ucap Zaky, anak paling aktif di kelas. Pasti pola asuh orang tuanya bagus sehingga membentuk kepercayaan dirinya. “Kak! Aku suka menari, tapi mama suka marah-marah kalo lihat aku menari, katanya menari tidak pantas untuk laki-laki dan cuman buat perempuan.” Adu Marfel. Aku memegang pundaknya, “Berarti hobi Marfel menari. Menari mengeluarkan keringat, membuat senang, dan terhibur sehingga bermanfaat untuk kesehatan.” Beralih ke meja di kiri Marfel, aku mendekati gadis yang begitu pemalu bahkan semenjak aku menginjakkan kaki di kelas ini. “Kalau Dinda hobinya apa?”


281 “Dia kan bodoh Kak, mana punya hobi?” ejek Marfel. “Marfel tidak boleh seperti itu ya, jangan mem-bully teman sendiri.” Peringatku. Marfel beranjak menuju bangku Dinda, “Maaf ya Din? Becanda doang, tulisanmu bagus.” Ucap Marfel memancing atensiku beralih pada selarik tulisan rapih di buku Dinda. “Dinda suka menulis?” tanyaku yang dianggukinya. “Kalau begitu Dinda bisa belajar menulis cerita pendek, puisi, pantun. Jadikan sebagai hobi. Oh iya! Kebetulan kakak membawa brosur lomba tingkat SD untuk hari ibu 3 minggu lagi, ada bidang olahraga, kepenulisan, dan seni. Kalau kalian tertarik, nanti kakak bicarakan kepada para guru sepulang sekolah. Lalu kita persiapkan setiap hari Sabtu, disamping itu kalian latihan sendiri di rumah, oke?” Good luck! Mereka setuju untuk mengikutsertakan siswanya dengan pertimbangan bahwa ajang perlombaan tersebut bagus untuk mengasah keterampilan siswa. Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa tersisa tiga hari menuju ajang perlombaan.


282 Zaky menghampiri Dinda dengan keringat membasahi rambut hingga bajunya. Menyadari kehadirannya, Dinda menyodorkan sebotol air mineral dan handuk. “Sudah bilang ke bapakmu?” Tanya Zaki duduk di samping Dinda dan menyeka keringatnya. Seperti biasa ia menemani Zaki berlatih sepak bola karena Marfel tidak bisa lantaran berlatih menari di kamar rahasianya. Dinda menggelengkan kepala. Sekilas memori kemarin terlintas. “Bapak, Dinda buatkan teh.” Sambutnya sepulang bapaknya dari ladang, “Bapak sibuk?” tanyanya sembari meletakkan lembaran cerpen yang ia tulis di meja. “Tolong baca dan nilai karya tulisku, kalau bapak setuju tanda tangan di sini, Dinda mau ikut lomba.” Belum lama dibaca, dibantingnya helaian kertas itu ke lantai, “APA INI?! Siapa yang mengajarimu tulisan sampah ini Din? Bapak itu mau kamu belajar rajin dan menjadi dokter! Kamu pikir bapak capek-capek kerja di ladang panas dan hujan buat kamu habiskan waktumu menulis ini HAH?” hardiknya sembari menuang secangkir tehnya ke lembar formulir. Diambilnya kertas-kertas yang berceceran di lantai dan merobek-robeknya. Tanpa hati, ia melenggang pergi.


283 Tak kuasa menahan tangisnya, Dinda mengambil sobekansobekan berisi imajinasi yang ia rakit sepenuh hati berharihari. Tibalah hari yang telah ditunggu-tunggu. Di dalam kelas, telah ada Zaky yang ditemani ibunya. Marfel yang telah siap dengan kostum dan riasan Gatot Kacanya, dan Dinda yang duduk diam di bangkunya. “Din ayo siap-siap berangkat.” Ajakku. “Maaf Kak, aku kayaknya nggak ikut, aku nggak enak badan.” Aku mengernyitkan dahi. “Dinda beneran sakit? Tapi Dinda sudah berlatih keras selama ini.” Ia mulai menangis dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Sobekan cerpennya dan…lembar formulir yang tak lagi terbaca. Hatiku mencelos. Aku seakan mendapat jawaban kenapa Dinda memiliki sifat rendah diri. Aku memeluknya, berusaha menenangkan, hingga Bu Aruna menghampiri kita. Beliau menyodorkan secarik formulir yang telah ditandatangani.


284 “Dinda percaya Dinda bisa kan?” Tanya beliau yang dijawabnya dengan anggukan. Sembari menyeka air matanya. “Kalau begitu Dinda tetap bisa ikut lomba. Tulis imajinasi Dinda. Ibu guru percaya Dinda bisa.” 120 menit berlalu, lombapun selesai. Para peserta telah mengerahkan usaha terbaik yang mereka bisa. Tinggal menunggu pengumuman. Pak Jaron mengajak untuk mencari makanan pengusir gugup di food-court. Meskipun begitu, doa tak pernah berhenti terlafal dalam hati mereka. Hingga panggilan pengumuman mengumpulkan seluruh peserta beserta para guru pendamping. Harap-harap cemas, mereka berharap ada namanya yang terpanggil. “Kategori cerpen, juara pertama Lupita Marie (MI Assalam); juara kedua Dinda Talita (SDN 3 Pajaran); juara...kepada nama-nama tersebut dimohon maju.” “Kategori tari, juara pertama Putri Lestari (SD Bina Jaya); juara kedua...juara harapan Agung Marfelio (SDN 3 Pajaran), silahkan maju.” “Olahraga sepak bola, kategori team pemenang…selamat SD Pelita Bangsa; kategori team terbaik…kategori pemain terbaik


285 Zaky Ananta (SDN 3 Pajaran). Nama-nama tersebut dimohon maju.” Senyum kebahagiaan dengan tangan bergetar memegang piala kemenangan mereka terabadikan dalam potret yang diambil ponsel Pak Jaron. Kamipun kembali ke sekolah dimana lainnya sudah menunggu untuk melaksanakan apel perpisahan sebagaimana hari ini terakhir mengajar di SD kecil ini. Ketiga anak itu berdiri di sampingku. Kulihat mata Dinda dan Zaky berkaca-kaca. “Sabtu depan kakak sudah tidak di sini ya?” Tanya Marfel. Aku mengangguk. “Kenapa sih Kakak tidak di sini saja? Kan seru kita belajar dan bermain bareng-bareng!” ucap Zaky. Aku tersenyum. “Kan kakak masih harus balajar juga di kampus.” “Tapi nanti Kakak ke sini lagi ya? Janji?” Tanya Marfel. Aku menggeleng, “Nanti pasti ada kakak-kakak baru yang datang. Kalian harus rajin juga seperti ini ya?”


286 “Tidak mau! Kita maunya sama Kakak! Tidak usah masuk saja ya kalau tidak sama Kakak?” ajak Zaky kepada Marfel dan diangguki. “Heeii tidak boleh begitu, kalau kalian pintar nanti bisa cepat kuliah dan ketemu kakak.” Aku mengalihkan pandanganku ke Dinda yang sedari tadi terdiam, kentara sekali sedang menahan tangis, “Din….” Panggilku memecahkan isaknya, “Terima kasih telah mengubah kami, berusaha untuk kami, maaf kami sering nakal dan merepotkan.” Ucapnya lirih. Bu Aruna menghampiri kita, kulepas rangkulanku pada Dinda, “Ada hadiah untuk Dinda dan Marfel.” Di belakang beliau ada seorang wanita dan pria paruh baya. “Maaaa!/Bapak!” teriak Dinda dan Marfel menghampiri orang tuanya. “Maafkan Bapak Din, selama ini Bapak egois, tidak memikirkan perasanmu. Melarangmu melakukan apa yang kamu sukai. Sekarang kamu telah berhasil membuktikan. Lanjutkan nak, Bapak mendukungmu. Bapak bangga.”


287 “Maafkan Mama Marfel, menari tidak hanya untuk lelaki, ayahmu dulu juga penari. Tapi suatu ketika ia mengalami tragedi hingga lumpuh seperti sekarang. Karena itu, mama takut kamu mengalami hal sama. Benar, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Mama percaya suatu saat kamu bisa menjadi penari handal seperti ayahmu.” Dan begitulah cerita ini berakhir, bahwa semua memiliki sebuah alasan tersendiri. Sekuat apapun batu, terkikis tetesan air. Jerih payah menggapai mimpi takkan pernah menghianati hasil. Bionarasi : Salma Fidila Rahmawati (NIM.220221602519) lahir di Trenggalek, 16 Juni 2004. Saat ini berdomisili di Batu Jajar, Klojen, Malang karena tengah menjalani studinya di UM, Fakultas Sastra Inggris, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Mulai terjun di wattpad dan ajang lomba menulis cerpen dibimbing Guru Bahasa Indonesia SMP hingga SMA. salma.fidila.2202216@students.


288


Click to View FlipBook Version