|He is Perfect| "Ngahhhh ahhh hikss ahhh ahhh hikss Seokjinhhh ammpunnhhh..." "Aku sampai ahhh.." 'crot-crot' Seokjin akhirnya mendapatkan pelepasannya, keduanya terengah dibawah guyuran air shower. Tak sampai disitu Seokjin membawa Namjoon keluar dari bilik pembilasan. Meletakkan Namjoon dilantai kamar mandi dan membuatnya menungging. "Tahan tubuhmu jangan sampai tergelincir," 'jleb' "Ngaahhh ahhh ssshhh terlalu dalammm ahhh.." Seokjin menahan pinggang Namjoon, menghujam penis kekarnya dengan cepat dan keras. Sepertinya ia tak puas melakukan sekali saja. Sedangkan Namjoon hanya pasrah karena sudah lemas lagipula ia juga menikmati seks kali ini. 'plok' 'plok' 'plok' 'plok' 200
|He is Perfect| Namjoon semakin menungging kan pantatnya karena keenakan dihujam, dadanya menyentuh lantai kamar mandi. Mulutnya tak berhenti mendesah bahkan kini sampai air liurnya mengalir dari sudut mulut dan matanya menitihkan air mata. "Hikss hikss lebih cepat ahhh ahhh fasterhhh.." "As your wish babe ahh ini lubang terenak yang pernah kucoba.." 'plak-plak' "Akkhhh!!" "Ngaahhh aahhhh hiks hiks enakkhhh ahhh ahhh fasterhhh pleaseeee.." "Sshhh anjing-anjing enak sekali..." "Aahhhh ahhhh aku ingin keluarrhhh ahhh ahhh.." Seokjin menutup lubang penis Namjoon dengan ibu jarinya. Namjoon melenguh merasakan penis dilingkupi rasa hangat namun dia tak suka ketika lubang penisnya ditutup. "Ngghhh andwaeehh ahhh.." "Sekarang kamu mau jadi anak nakal hmmm??" 201
|He is Perfect| "Appoo ingin keluar hiks hhnggg ahhh ahhhh ahhh.." "Tahan sebentar kita keluar bersama sayang.." Seokjin memainkan ujung penis Namjoon, itu membuat getaran nikmat dan geli buat Namjoon tapi juga mempercepat pelepasannya. Tangan Seokjin yang menganggur memilin puting Namjoon dengan gemas, sesekali ditarik puting imut itu. Kepala Namjoon mendongak tak tahan seluruh kenikmatan ini. Pinggul Seokjin bekerja menjadi lebih cepat karena cum nya sudah dekat, tangannya yang memegang penis Namjoon pun mengocok dengan brutal. Namjoon menggila akan hal itu. Mulutnya pun mengeluarkan teriakan kenikmatan. "NGAAHHH AHHH TERLALU UUMMHHH CEPATTHH AHHH AHHH NGGHHH.." 'plok' 'plok' 'plok' 'crot-crot' 'crot-crot' Akhirnya mereka berdua mengeluarkan sperma mereka, yang satu didalam dan satunya di lantai kamar mandi. 202
|He is Perfect| Deru nafas bersahutan, sang dominan melepas penyatuan luar biasa tadi. Matanya berbinar melihat lubang Namjoon mengeluarkan spermanya begitu deras karena tak cukup tertampung. 'clok-clok' "Ahhh sudahhh jangan lagi aahhh ahhh.." Jadi telunjuk dan tengah Seokjin menusuk lubang Namjoon yang pemilik lubang masih menungging dengan lemas. "Aku membantu membersihkan lubang nikmat mu ini, apakah kamu merasakan cairan ku yang keluar?" "Hmmm ngghhh.." Setelah dirasa cukup Seokjin menggendong Namjoon menuju bilik pembilasan tadi. Mandi sekali lagi lalu selesai. Seokjin dengan telaten menghanduki Namjoon lalu memakaikan bathtrobe. Mendudukkan Namjoon di toilet duduk yang sudah ditutup. Sedangkan dirinya sibuk menghanduki dirinya sendiri. Namjoon hanya menatap lemas sang tunangan, berharap tak dihajar lagi. -He is Perfect203
|He is Perfect| Namjoon sedang berbaring tengkurap dengan mengenakan kaos kebesaran tanpa celana dalam maupun luar. Lubangnya sangat sakit apalagi bersentuhan dengan kain. Seokjin sedang keluar membeli obat untuk Namjoon. Sudah 15 menit sang tunangan keluar. Namun belum ada tanda-tanda kembali dari apotek. "Huft lama sekali, ini sangat perih." 'cklek' "Maaf sayang aku lama. Sekarang menungging dengan pelan akan aku obati." "Sshhh pelan itu perih hngg.." "Maaf," Dengan perlahan ia menyapukan jarinya yang terdapat salep ke lubang berkerut Namjoon. Lubang itu terlihat lecet dan memerah. Seokjin mengecup kedua pipi pantat Namjoon, berharap cepat sembuh. "Chaa, sekarang minum obatnya biar cepat sembuh lagi." Dengan perlahan bangun dari tidur, duduk dengan menumpu lutut. Desisan muncul dari bibir Namjoon karena berusaha mempertahankan posisinya. 204
|He is Perfect| Setelah meminum obat, Seokjin mengecup bibir bengkak Namjoon dan setelahnya membantu menidurkan Namjoon dengan posisi tengkurap. "Setelah kering nanti tak akan merasa sakit lagi. Maaf ya membuat mu begini, memang sialan hormon ku." "Gwenchanayo, lagi pula aku menikmati." "Selagi menunggu kering, apakah kamu ingin memakan sesuatu?" "Hmm, aku ingin sekali makan sup ayam yang pedas." "Baiklah akan ku buat kan." "E-eoh, kamu yang membuatnya?" Namjoon memelototkan matanya kearah Seokjin. "Hey, tenang saja aku senang bisa memasakkan makanan untukmu. Lagipula ini juga sebagai permintaan maaf ku sudah membuatmu begini." "Hmmm.." Namjoon bingung ingin menjawab apa jadi ia bergumam. "Ya sudah aku ke dapur dulu," 'Chup' 205
|He is Perfect| Seokjin mengecup lagi bibir bengkak Namjoon dan meninggalkan Namjoon yang merona. |21| Namjoon berbaring sambil men-scroll sosial media miliknya, memantau account milik Billboard dan juga Grammy. Karena beberapa lagu Bangtan Boys menjadi nominasi di Pop Duo/group dan juga no. 1 dari seluruh lagu di dunia. Dia merasa senang karena ia yang memproduseri dan juga menulis nya. Sudah hampir sebulan Namjoon belum sama sekali menulis karena disibukkan dengan wisudanya, Magang di agensi Seokjin dan juga persiapan menjadi Duta Korea Selatan. Apalagi lusa dia harus mulai bekerja bersama anak asuh agensi Abeoji nya karena Unicef menggandeng Bangtan Boys dan juga Namjoon untuk kampanye Love Yourself Love Myself dan pencegahan bullying. 'Drrtt' 206
|He is Perfect| "Yeoboseyo?" "Namjoon-ah, apakah kamu sudah mempersiapkan rancangan pidato dengan Unicef?" "Ah, aku belum memikirkannya, Yoongi Hyung. Besok mungkin aku akan memikirkan rancangannya, apakah Hyung sudah?" 'cklek' Seokjin memasuki kamar Namjoon, aroma ayam yang semerbak membuat Namjoon menoleh kearah pintu. Seokjin membawa nampan 1 mangkok berisi sup ayam yang pedas dan juga susu berperisa vanila. "Untuk itu aku belum menulisnya, ini hal diluar pengetahuanku hahaha sungguh sulit. Karena biasanya menulis lirik yang diss jadi susah memikirkan kalimat kampanye yang bisa membangkitkan gairah dan semangat untuk anak muda." "Eoh, coba saja Yoongi Hyung mencari inspirasi di Naver dan minta bantuan ke Jungkook dia kan sangat pintar." "Ah, Namjoon-ie kamu sangat pintar sekali tak salah presiden memilihmu." "Hehehe aku tak sepintar itu Hyungie, emm kututup dulu ya teleponnya karena aku harus sarapan." 207
|He is Perfect| "Mwo, sarapan? Jam segini?" "Ehh— ne~ sudah ya Yoongi Hyungie, annyeong." 'pip' Namjoon langsung menutup panggilannya dengan Yoongi, dadanya bergemuruh takut diinterogasi. Yoongi itu protektif sekali dengan Namjoon, kata Yoongi;Namjoon adalah namja langka yang harus dilindungi, manis karena lesung pipinya, dan juga kecerdasan diatas rata-rata. Karena itulah Yoongi mencintai Namjoon. "Yoongi kenapa menghubungi mu?" Tanya Seokjin yang terdengar cemburu. Ia duduk di samping Namjoon menaruh nampan di meja nakas. "Ah, itu dia bertanya rancangan kalimat pidato untuk kampanye di Unicef. Aku dan anak asuh agensi Abeoji berkesempatan untuk kampanye di Unicef." "Chukae ne, sayang." Seokjin mengelus lembut kepala Namjoon. "Gomawo!" Namjoon tersenyum hingga muncul dimple manisnya. 'chup' 208
|He is Perfect| Seokjin mengecup singkat bibir Namjoon, sang empu yang belum terbiasa hal seperti hanya merona. Seokjin hanya terkekeh dan mulai mengambil mangkok yang berisi request sang pujaan hati. Namjoon membenarkan posisi duduknya, bagian selatannya sudah sedikit membaik. Ia sudah bisa duduk dengan normal. Namjoon yang ingin mengambil sup ayam yang ada ditangan Seokjin, ditarik menjauh sang dominan. "Waeyo?" Tanya Namjoon dengan bibir yang cemberut. "Aku yang akan menyuapimu. Sekarang buka mulutnya, aaa~" Mau tak mau Namjoon membuka mulutnya, menerima suapan sup ayam yang pedas. Namjoon suka sekali makanan yang berhubungan pedas dan berdaging. "Mashita?" "Hmm jinjja Mashita!!" Seokjin menghembuskan nafas dengan lega, ia bangga bisa memasak. Tak sia-sia Dia selalu mengekor eomma-nya ke dapur. Eomma dan Appa nya pun sangat bangga kepada anak laki-lakinya ini bisa memasak dengan enak, kelak kata kedua orangtuanya ia akan membahagiakan pasangannya. Seokjin pun bertekad membuat Namjoon jatuh kepelukannya sekali lagi dan ingin mewujudkan perkataan orangtuanya. Ia 209
|He is Perfect| kali ini takkan memikirkan karir karena seharusnya beberapa tahun yang lalu Seokjin menjadi penerus Appa nya. Diam-diam Seokjin tersenyum senang melihat sang kekasih memakan masakan sederhananya dengan sangat lahap. Ia harap Tuhan memberikan jalan yang mudah untuk menghadapi situasi kali ini. "Aaa~" "Sudah habis Namjoon, sepertinya kamu masih kelaparan ya?" "Eoh, habis eh—Hyung belum sarapan ya?" "Ah, tak apa aku sarapan belakangan saja, sayang." "Mi-mianhae karena Namjoon rakus tidak memikirkan Hyung." Wajah Namjoon terlihat sedih dan ingin menangis. "Sstt, tak apa Hyung malah senang kalau Namjoon makan dengan lahap seperti tadi. Jadi mau lagi sup ayamnya? Hyung membuat agak banyak tadi." 'grep' Namjoon memeluk Seokjin sambil bergumam mengatakan 'iya'. Benar kata Jimin, setelah sesi bercinta Namjoon menjadi lebih manja. Ia senang kalau Namjoon bermanja dengannya daripada Namjoon yang dulu yang takut dan juga galak. 210
|He is Perfect| "Sebentar akan Hyung ambilkan dulu." "Hmm.." Seokjin pun mengecup bibir Namjoon lumayan lama setelahnya mengusap pipi Namjoon dan meninggalkan Namjoon sendirian di kamar. Namjoon tersenyum sambil memegang bibirnya yang sehabis dicium Seokjin. -He is PerfectHubungan Namjoon dengan Seokjin perlahan semakin erat dan juga romantis. Itupun dapat dirasakan oleh orang tua Namjoon. Setelah kejadian lusa kemarin, orang tua Namjoon memergoki Seokjin dan Namjoon tengah berduaan sambil bercumbu di taman belakang mansion. Namwoo dan Junhui senang sekali melihat anaknya dan tunangannya bermesraan. Karena selama hampir setahun keduanya tak pernah melihat Namjoon dan Seokjin bermesraan malah terkesan saling membenci. Padahal mereka juga berakting agar tak dicurigai kedua orang tua mereka berdua. Namjoon dan Seokjin hari ini memiliki jadwal, Namjoon harus menuju gedung Kedutaan untuk rapat bersama Bangtan Boys. Sedangkan Seokjin ada pemotretan untuk brand Cartier dan juga pembahasan untuk Seokjin mengundurkan diri dari syuting bersama Lee Jieun. 211
|He is Perfect| Namjoon mengendarai mobilnya sendiri menuju gedung Kedutaan. Menurunkan kaca mobilnya menyapa security dan security pun mempersilahkan Namjoon memasuki gedung sembari tersenyum. Siapa yang tersenyum menatap malaikat manis seperti Namjoon apalagi Namjoon anak dari CEO sukses di Korea yang bis bersaing dengan agensi Big 3. Namjoon memakirkan mobilnya di basemant dan segera mencari lift. Sungguh hatinya sangat berdebar, bagaimana tidak berdebar ini kali pertamanya ia menjadi duta dan bekerja disana. Semoga saja orang-orang disana sangat ramah. 'Ting' Namjoon menghampiri meja kesekretariatan untuk menanyakan tempat rapat bersama Bangtan Boys. Dengan ramah perempuan yang berada dibalik meja memberi tahu lantai berapa dan letaknya. "Kamsahabnida Noona." "Ne, semoga Namjoon-ssi betah disini ya. Saya senang bisa bekerja di kantor bersama dengan Namjoon-ssi." Yeoja itu tersenyum manis dengan wajah merona, sepertinya suka dengan Namjoon. "Ahaha, ne. Saya permisi dulu." Namjoon membungkukkan badannya dan dibalas hal serupa oleh Yeoja tersebut. Namjoon melangkah dengan cepat menuju lift dan segera menekan lantai 4. Hari ini Namjoon mengenakan setelan semi 212
|He is Perfect| formal; kemeja putih yang digulung sedikit ujungnya, celana hitam, dan sepatu pantofel. Tas kerja yang ia sampirkan di pundaknya. Setelah keluar dari lift kata Noona tadi ruangan rapat di sebelah kiri dari 3 ruangan. Namjoon mematai gedung luas ini dari sebalik kacamata miliknya. Namjoon mengetuk sambil membuka. Sudah ada Jungkook didalamnya tapi sendirian. "Jungkook-ssi?" "Ne, annyeong hase—oh Namjoon-ie!! Kukira staff agensi." "Jungkook sendirian, hyung-deul dimana?" "Mereka belum sampai, sepertinya aku yang terlalu awal kesini." Jungkook terkekeh, outfit Jungkook kali ini kemeja hitam yang dimasukkan kedalam celana warna coklat tetapi memakai sepatu sneake hitam putih. "Ow, oke-oke aku juga sepertinya." "Woah!!' "Annyeong yereobun!!" "Haishh sangat berisik kalian." "Wah, terkejut aku ternyata kalian." Namjoon mengelus dadanya sambil ber-woah. 213
|He is Perfect| "Biasa mereka selalu berisik, untung saja Jungkook sudah datang duluan kalau tidak." "Ah, Yoongi Hyung kalimat mu menusuk hatiku, akhh!" 'pletak' "Awwhh, Hyung jahat." Taehyung mencebik sambil mengelus kepalanya yang habis dipukul Yoongi. "Makanya jangan aneh-aneh dengan Yoongi Hyung." Hoseok ikut mengelus kepala alien Daegu. "Lihat Namjoon, tampan sekali!!" "Biasa aja Hoseok Hyung." "Pasti tampan lah, Namjoon kan Duta negara kita ini." Jawab Yoongi dengan tersenyum tipis. "Ekhem-ekhem.." "Uhh, bagaimana dengan teks pidato nya, Namjoon." "Oh, aku sudah menulisnya. Coba kalian lihat, mungkin kalian ada tambahan. Karena kita dari pihak yang berbeda aku menambahkan namaku dan juga group kalian, jadi terkesan bukan Aku saja yang membawa nama saat berpidato." 214
|He is Perfect| "Ahh, saranghae Namjoon-ie. Kamu sangat pintar sekali jadi suka!!" Jungkook memeluk Namjoon sedangkan yang dipeluk hanya terkekeh. "Hei, awas nanti tunangannya marah." Tegur Hoseok. "Aku juga suka Namjoon-ie, sexy brain." Taehyung memeluk Namjoon juga tapi sambil mengecup pipi Namjoon. "Eww, Taehyung jangan aneh-aneh ya." Yoongi menatap tajam Taehyung. "Apa sih Hyung, suka-suka Taetae dong." "Hah, kalian ya dari kampung halaman yang sama tapi suka sekali bertengkar." Namjoon menggelengkan kepalanya. "Annyeong haseyo." Ketua kedutaan Korea bersama dengan beberapa staff agensi menatap keributan yang dilakukan oleh kelima orang tersebut. Langsung saja Yoongi sebagai leader mengambil posisi disamping Namjoon. Member Bangtan Boys pun ikut berjajar disamping Namjoon dan mulai menyapa. "Sepertinya sedang seru yang kalian bahas tadi." "Jeosonghabnida, karena keributan tadi. Kami hanya membahas rancangan pidato yang dibuat oleh Namjoon." Jelas Yoongi dengan wajah datar. 215
|He is Perfect| "Eoh, seperti yang kuharapkan Namjoon pasti cepat." "Ini bukan apa-apa, hehe." "Ya sudah mari kita bahas rancangan pidato untuk kampanye kalian di Unicef 3 Minggu yang akan datang." |22| 18.30 KST Apartemen Seokjin Namjoon baru saja pulang, apartemen milik tunangannya masih gelap dan sunyi. Perlahan berjalan lampu otomatis menyala, Namjoon menuju kamar milik Seokjin dan dirinya. 216
|He is Perfect| Kemarin Seokjin mengatakan bahwa Namjoon harus tidur bersamanya, Namjoon menurut saja. Namjoon mulai ritual membersihkan badannya dari keringat dan debu. Otaknya lumayan terkuras karena memikirkan kalimat pidato yang harus berbahasa inggris, dikarenakan Bangtan Boys tidak fasih berbahasa inggris ia akan menulis ulang pidato dan juga membacakan pidato nya. Namjoon merasakan segar ketika air dingin dari shower membasahi kepalanya yang sudah mengepul dari pagi tadi. Dia memilih mandi di bilik pembilasan agar cepat dan bisa memasakkan makanan untuk Seokjin. "Aku ingin memasak apa ya hari ini?" Namjoon yang sudah mandi dan berpakaian segera menuju dapur. Membuka kulkas melihat persediaan bahan makanan. Namjoon mengambil wortel, bawang bombai, jamur kancing, daun bayam, dan juga 2 butir telur yang sudah dibersihkan. Lalu membuka laci yang berada diatas untuk mengambil mie bihun. Namjoon memutuskan memasak japchae, karena tubuhnya sudah lelah dan ingin memasak yang cepat. Pertama-tama ia merebus mie bihun, setelah itu memotong bombai menjadi tipis. Lalu memotong wortel, semua sayur sudah ia potong tinggal menyiapkan bumbu japchae. Namjoon memecahkan 2 telur ke dalam mangkok dan mulai memberi garam dan penyedap rasa sedikit lalu mengaduk. 217
|He is Perfect| Matanya melihat Mie bihun yang sudah mengembang, langsung mematikan kompor dan meniriskan air rebusan. Mie bihun tadi ia masukkan ke dalam mangkok stainless, memasukan bumbunya dan mengaduk. Lalu ia mulai mengambil teflon dan memasukan sedikit minyak, mulai menggoreng telur. Setelah matang Namjoon memotong telur itu seukuran korek api tapi agak lebar. Namjoon menuangkan minyak kembali ke teflon yang ia gunakan tadi dan mulai menumis wortel dan bawang bombai. Menambah sendiri bumbu, ketika sudah harum aromanya ia mulai memasukan mie bihun, jamur kancing, daun bayam. Ini sangat sederhana Namjoon suka seperti ini daripada ditambah paprika. Setelah itu memasukan potongan telur yang telah ia masak tadi. -He is PerfectSeokjin baru tiba di apartemen dan langsung mencium aroma harum nan gurih. Ia berjalan menuju dapur dan melihat sang pujaan hati yang sibuk memasak. Senyum tersungging di bibir tebalnya. Seperti ini kah rasanya ketika pulang melihat yang tercinta sedang sibuk memasak untuk dimakan mereka berdua. Seokjin pun mendekat dengan perlahan dan langsung memeluk tubuh Namjoon. Mengecup tengkuk sang kekasih. "Ah, Hyung kamu mengagetkan ku." 218
|He is Perfect| "Kamu sedang asik memasak, tak tahu kalau aku sudah pulang, sayang." 'Chuu' Seokjin membalikkan badan Namjoon dan mencumbu Namjoon. Tangannya mematikan kompor listrik miliknya. Membawa Namjoon ke sisi wastafel yang kosong dan menaikkan tubuh Namjoon agar terduduk diatas meja. Badan Seokjin berada diantara kedua kaki Namjoon. 'cplak-cplak' "Hmmmppp ngghhh mmpphhh..." Tangan Namjoon meremas rambut hitam Seokjin, permainan bibir mereka semakin panas. Tangan Seokjin meraba pinggang Namjoon dan merengsek masuk kedalam kaos kebesaran milik Namjoon. "Ngghhh Hyungghh aahhh sshhh.." 'cplak-cplak' "Hmmm ngaahhh ahhh andwaeehh.." Tangan Namjoon menjauhkan tangan Seokjin yang mulai meraba dadanya. Kalau tidak dihentikan bisa-bisa Dia berakhir di bawah kungkungan Seokjin. 219
|He is Perfect| Seokjin yang tak rela pun melepaskan cumbuannya dan tangannya pun keluar dari kaos Namjoon. Tak lupa ia mengecup singkat bibir Namjoon yang sudah sedikit bengkak. 'cup' "Hyung jangan main cium-cium." Manja Namjoon, dia sedang mendusel kan kepalanya di leher Seokjin. "Hyung suka dan rindu kepada dirimu." "Hyung rindu atau bergairah? Opsi kedua lebih cocok ke Hyung malahan." "Itu sudah tahu tapi Hyung juga rindu Namjoon. Oh, tadi kamu memasak japchae ya?" "Iya, Aku baru pulang dari kantor kedutaan. Hanya sempat memasak itu karena sudah lelah, mianhae." "Ey, kenapa meminta maaf Hyung tak masalah mau di masakan apa. Yang terpenting ketika Hyung ke rumah sudah ada Namjoon, karena Namjoon ada charger Hyung." "Huh, dasar perayu ulung." Namjoon menjauhkan tubuhnya dari Namjoon, bibirnya mencebik dan menolehkan kepalanya kearah lain. "Meskipun perayu Namjoon mencintai Hyung kan?" Alis Seokjin naik turun menggoda Namjoon. 220
|He is Perfect| "Uh-hm, apa iya?" "Intinya Namjoon mencintai Hyung selamanya." Seokjin terkekeh sembari memeluk erat Namjoon, sedangkan yang dipeluk hanya dia dengan raut muka sendu. Seokjin melepas pelukannya dan mengambil masakan Namjoon memindahkannya ke piring besar. Mengambil sumpit lalu kembali ke tempat Namjoon ia dudukan tadi. Seokjin yang tersenyum menatap Namjoon yang murung, seketika senyumannya luntur. "Sayang?" Namjoon langsung menatap Seokjin dan memaksakan senyumannya. Seokjin merasa hatinya diremas, seketika teringat ucapan Namjoon beberapa hari yang lalu dan ucapannya tadi membuat Namjoon murung. Seokjin pun meletakkan piring berisi japchae buatan Namjoon di samping Namjoon. Kedua tangannya menangkup wajah manis Namjoon, menyatukan dahi Namjoon dengan dahinya. Namjoon tak menolak malah menatap mata kelam Seokjin yang sedang menatap sendu dirinya. "Hyung?" Cicit Namjoon, Seokjin mendekatkan bibirnya ke bibir Namjoon. Hanya ciuman lembut tanpa nafsu namun menyalurkan rasa sayang dan juga rasa tak ingin kehilangan. Namjoon menikmati ciuman lembut kali ini dan meresapinya apa yang Seokjin rasakan. Kedua matanya memanas dan pada 221
|He is Perfect| akhirnya pertahanan dirinya runtuh. Satu tetes, dua tetes, hingga banyak tetesan air mata keluar dari kedua mata Namjoon. Author pun ikut menangis saat menulis—plak abaikan. Seokjin merasakan ciuman ini asin, ternyata Namjoon menangis. Ibu jarinya langsung menyapu air mata milik Namjoon yang sedang menangis dalam diam. "Na-namjoon uljima, jangan tangisi aku. A-aku memang bodoh dan biadab." "Hiks mianhae hiks-hiks Hyung mianhae.." "Jangan meminta maaf, harusnya aku yang meminta maaf atas kesalahan ku selama ini. Hyung berjanji akan memprioritaskan dirimu dan mencintai Namjoon selamanya. Ucapan Hyung tak main-main Namjoon, apapun yang Hyung inginkan harus terwujud." Namjoon menatap Seokjin yang terlihat buram karena air matanya yang keluar. Tangannya meraih badan Seokjin dan memeluknya erat, sangat erat tak ingin kehilangan sang terkasih. Seokjin pun memeluknya sembari mengelus punggung Namjoon dengan lembut. Kepalanya ia dongakkan agar air matanya tak jatuh, sedari tadi ia menahan air matanya agar tak meluncur. 222
|He is Perfect| Malam itu menjadi titik terendah Namjoon karena 3 Minggu yang akan datang saat kampanye di Unicef dengan Bangtan Boys seharusnya merasa senang dan bangga namun itu akan menjadi hari terakhir janji mereka sebagai sepasang tunangan. Namjoon berjanji tak akan jatuh cinta tapi perlakuan Seokjin membuatnya bimbang akan keputusannya ini. Setelah beberapa menit, mereka pun kembali tenang. Seokjin melepaskan pelukannya menatap wajah sembab Namjoon. Menyibakkan poni Namjoon dan mengusap jejak air mata Namjoon. Mengecup bibir Namjoon dengan penuh perasaan setelahnya ia pergi ke lemari es untuk mengambil air dingin. Memberikannya kepada Namjoon untuk diteguk sekaligus menenangkan sang kekasih. Seokjin pun ikut meminum namun dari bekas Namjoon yang masih tersisa air dingin di gelas. Seokjin mengambil kimchi dan rumput laut yang berada di dekat kompor berada dibelakangnya. Menyumpit kimchi lalu rumput laut dan membalutnya dengan bihun, lalu menyuapkannya kepada Namjoon. Namjoon menerima suapan dari Seokjin dan mengunyah dengan pelan, tak buruk rasanya malah semakin membaik. Seokjin pun menyuapkan ke dirinya sendiri. Malam itu berakhir dengan makan malam dengan Capjay. 223
|He is Perfect| |23| Dua Minggu berlalu dengan cepat, karena kesibukan Namjoon sebagai Duta muda Korea Selatan yang diusia ke 19 tahunnya. Mulai dari ikut sosialisasi di sekolah dasar hingga Universitas nya sendiri lalu mengikuti rapat tentang pembahasan program pendidikan bersama menteri pendidikan. Belum lagi wawancara di beberapa talkshow, tentang kehidupannya dan juga sebagai anak CEO sukses. "Bintang tamu malam ini, Kim Namjoon!!" "Annyeong haseyo, Kim Namjoon imnida." "Namjoon-ssi bagaimana rasanya menjadi Duta untuk negara tercinta kita ini?" "Ah, sebenarnya dulu saya juga pernah menjadi duta saat diusia 14 tahun, mungkin ini adalah keajaiban yang diberikan yang kuasa Presiden memilih saya untuk menjadi duta kembali namun posisi ini sangat diperlukan untuk memperkenalkan budaya Korea Selatan bersama Idol grup 224
|He is Perfect| Bantan Boys. Rasanya saya tak menyangka saja bisa bekerja sama dengan idol grup luar biasa ini, mereka dicintai oleh fans dibelahan dunia melalui lagu trilogi mereka." "Namjoon-ssi, Anda juga terkenal loh. Diusia 19 tahun anda bisa lulus S3 dan terkenal sebagai julukan anak emas Korea Selatan. Anda sangat menginspirasi anak-anak muda di negara ini. Apalagi anda adalah atlet Taekwondo yang selalu memenangkan medali emas." "Ah begitu kah? Saya sungguh tersanjung. Saya tak terlalu memperhatikan sekitar, karena saya fokus untuk pendidikan dan bekerja sampingan." "Memang lumrah jika usia muda anak sekolah memiliki pekerjaan sampingan. Saya pernah mendengar berita bahwa anda adalah anak dari CEO terkenal K-Star Entertainment yang menaungi Bangtan Boys, apakah itu betul?" "Sebenarnya ini masih dirahasiakan namun di saat pelantikan saya sebagai Duta ada salah satu reporter mengetahui pembicaraan Abeoji dan petinggi negara. Saya memang anak dari Kim Namwoo, CEO K-Star Entertainment." Benar Namjoon berusia 19 tahun karena kecerdasan otaknya ia bisa menyelesaikan studi hingga S3, untuk umur Seokjin sendiri sudah 24 tahun. Lumayan jauhkan jarak usia mereka, namun yang lebih tua akan lebih mengerti sang muda dan lebih peka. Rasa sayang akan menjadi lebih besar. 225
|He is Perfect| Kehidupan mereka semakin romantis dan manis, tak lupa gairah mereka juga memengaruhi sang manis yang menjadi lebih manja. Dalam seminggu mereka bisa melakukannya 3-5 kali, hormon Seokjin memang tinggi tapi sebalik dari itu Seokjin memang ingin membuat Namjoon mengandung anak dari darah dagingnya. Pasti terkejut Namjoon bisa mengandung. Seperti yang dikatakan Yoongi sang Leader Bangtan Boys, Namjoon memang istimewa. Seokjin tahu ketika Jimin memberitahunya. "Kim, kau sudah melakukan berapa kali?" "Apanya, Min?" "Tck, tak usah berpura-pura polos! Jawab saja!" "Oh maksudmu bercinta dengan Namjoon." "Huh, jangan diperjelas Seokjin. Oh my God." "Semenjak kami membuat janji kami melakukan 5 ronde lalu seminggu ini berapa ronde ya? 1, 2, 3, emm—" "Yak, michosseo?!! Sialan kau Kim! Lalu Namjoon bagaimana apa langsung menerima atau kau paksa?" "Ohoho, tenang saja Namjoon selalu menerimanya dengan tulus lagi pula dia menikmati. Kau tak tau betapa binalnya Namjoon ketika mengendaraiku sshh aigoo—" 226
|He is Perfect| "Yak-yak hentikan perkataan mu, sungguh gila aku mendengarnya." "Memang kenapa kau bertanya tentang hal itu? Ah, apa kau ingin—" "Yak, shut up! Aku ingin mengatakan sesuatu tentang hal itu, ini rahasia kita jangan bocorkan ke orang lain. Arraseo?!" "Ne arraseo.." "Namjoon itu istimewa, Kim. Bukan hanya aku saja yang tahu ini, member Bangtan Boys tahu karena semenjak dari trainee mereka selalu bersama dan kau tahu bukan aku dari dulu dekat dengan Namjoon karena dulu kami ketua dan wakil dewan sekolah. Dengar ini baik-baik, Namjoon bisa mengandung, jadi kumohon tolong jaga Namjoon jangan permainkan dia apalagi sifat mu itu. Namjoon sangat menjaga harga dirinya maka dari itu dia mengikuti Taekwondo dan selalu menjadi kebanggaan Atlet." "Hah? Bi-bisa mengandung. Jinjja?! Aku sangat senang Ya Tuhan." "Ah Kim kau menakutiku. Jangan bilang selama melakukan kau tak pernah menggunakan pengaman?" "Aku tak pernah menggunakannya, aku berpikir kita sama-sama Namja jadi ya aman-aman saja, aku pernah mendengar kasus itu. Tapi hanya 0.1% di dunia." 227
|He is Perfect| "Kim?" "Ya?" "Sebenarnya aku dan Namjoon juga sama." "Eoh, aku sungguh terkejut. Karena itu sangat langka, Min." "Aku juga tak menyangka, hah kuharap aku menemukan cinta sejatiku diusia ini aku belum menemukan kekasih. Terkadang aku iri melihat kalian tapi yah bagaimana." "Bukankah kau suka sekali dengan Yoongi? Kenapa tak meminta bantuan kepada dia?" "Kim, kau tahu Yoongi sangat suka dengan Namjoon yang perfect. Mana bisa aku bersaing dengan Namjoon, he is perfect. You know?" -He is Perfect- "Kamu sangat sempurna, Namjoon-ie!" "Ah, saya tak sesempurna itu. Banyak sekali kekuranganku, Taemin-nim." "Kamu terlalu merendah, Namjoon-ssi. Saya salut dengan dirimu yang diusia muda sudah sukses dan pasti kamu akan ikut menyukseskan agensi Namwoo-nim." 228
|He is Perfect| "Semoga saja, kamsahabnida atas pujiannya, Jackson-nim." "Ah~ ternyata memang tampan dan manis anaknya Namwoo-nim. Bukan bualan belaka!" "Ehm, Saya tidak setampan itu apalagi dibandingkan dengan aktor Seokjin-ssi. Saya kalah, Suho-nim." "Sepertinya sedang asik sekali perbincangan dengan anak kesayangan saya?" "Ah~majja, kapan lagi kami bisa bertemu dan saling berbicara dengan Duta muda negara kita ini." Ucap CEO muda yang terkenal di kalangan Big 3, Jackson Wang. "Sepertinya anda sangat tertarik dengan Namjoon-ssi, Wang-nim?" Goda CEO paling kaya dan termasuk pemilik agensi kalangan Big 3 Suho. "Siapa yang tak tertarik dengan Namjoon-ie, Suho-ssi? Saya pun tertarik kok." Gelak tawa dari Taemin terdengar. "Jakkaman, anda memanggil Namjoon-ssi dengan Namjoon-ie seolah-olah Anda sudah dekat sekali?" Heran Jackson, dia merasa agak cemburu sebenarnya. "Kami memang dekat, Namjoon yang pintar pernah bekerja di agensi ku dan kami sering bertemu untuk urusan kerja dulu." Jawaban Taemin terdengar sombong. 229
|He is Perfect| "Owh, jadi yang dimaksud Namjoon kalau kamu bekerja di agensi milik Taemin-ssi?" Suho menatap Namjoon dan Taemin secara bergantian. "Bekerja sampingan di agensi milik Taemin-nim tidak, saya lulus dari universitas memang bekerja disana. Untuk bekerja sampingan Saya lakukan di Agensi milik Abeoji." "Apakah menjadi sekretaris?" "Hey, mana mungkin jadi sekretaris. Pasti jadi penanggung jawab tim ide, kan Namjoon pintar." "Direktur maybe, kan Namjoon sudah bergelar S2 saat bekerja sampingan." "Ah, bukan sebagai itu. Anak saya menjadi produser sekaligus penulis lirik lagu. Saya tak menyangka anak saya sering keluar masuk di acara penghargaan Korea manapun." Abeoji Kim mengelus kepala Namjoon dengan sayang, beliau bangga memiliki anak seperti Namjoon. "Hah?!" Pekik ketiga CEO yang terkenal itu. "Saya tak pernah tahu?" Taemin melongo tak percaya, dan kedua CEO itu pun terkejut karena tak pernah ada nama Namjoon. "Anda sekalian tak akan pernah tahu nama anak saya, karena dia memakai samaran. Runch Randa itulah nama panggung anak saya." 230
|He is Perfect| "Wah itu yang ingin saya rekrut dari dulu, tapi karena aku tak tahu asal usulnya itu jadi angan-angan saya." "Betul itu, Suho-ssi. Saya ingin meminta Runch Randa membuat lagu untuk anak asuh saya." Jakcson memang ingin sekali meminta bantuan ke Runch Randa namun ya itu tak diketahui dengan jelas Produser itu. "Tak heran ketika saya melihat laporannya sebagai asisten manager Seokjin terlihat sistem pelaporan produser." "Ah, maaf waktu itu saya sedang mendapat projek banyak dan jadinya terlihat campur aduk." Namjoon membungkukkan badannya dihadapan Taemin. "Eh, tak usah meminta maaf yang itu sudah berlalu. Lagi pula laporan mu sangat bagus meskipun harus menghadapi Seokjin." "Hah, memang Seokjin-ssi kenapa, Taemin-ssi?" "Tak ada apa-apa." Malam ini ada makan malam antar agensi besar dengan presiden namun Namjoon lah yang menyambutnya karena presiden akan telat datang. Ada sesuatu hal katanya. "Selamat malam para CEO-nim." "Selamat malam juga, Presiden-nim." 231
|He is Perfect| "Maaf untuk keterlambatan saya, karena harus mengurus beberapa berkas kenegaraan tadi." "Gwenchanayo, kami tidak merasa lama karena ditemani Namjoon-ssi." "Namjoon-ah, terimakasih ya telah menggantikan saya." "Jangan berterimakasih kepada saya, Presiden. Memang presiden kan banyak hal yang harus diurus. Saya senang bisa berbincang-bincang dengan CEO agensi seperti mereka." "Selalu saja kamu merendahkan diri, Namjoon. Saya senang mendengar itu. Kalau begitu mari kita makan malam sambil berbincang. Namjoon juga ikut." "Ayo Namjoon-ie, presiden memperbolehkan dirimu ikut." Ajak Taemin juga. "Ini bagus untuk kedepannya, agar kamu mengerti car menjalankan agensi dengan baik." Jackson menambahkan. Namjoon menatap ayahnya meminta persetujuan. "Ikutlah, Abeoji senang ada yang menemani." -He is PerfectSudah 3 jam mereka berbincang dengan serius, Namjoon agaknya paham pembicaraan ini. Sesekali ia ikut berbicara dan mendapat decakan kagum dari ketiga CEO agensi big 3. 232
|He is Perfect| Namjoon menjadi lupa dengan janji Seokjin yang akan makan malam di resto jepang. Karena Namjoon kemarin ingin memakan yang berbau Jepang. 'Drrtt' Namjoon melihat ponselnya dan muncul nama Seokjin di panggilan. Namjoon pamit ingin mengangkat telepon dan segera agak menjauh dari meja makan. "Yeoboseyo?" "Namjoon kamu dimana sayang?" "Mianhae, Hyung aku masih di resto dekat sungai Han. Ada rapat dengan petinggi negara dan agensi Big 3." "Aku akan menyusulmu kesana, kita makan malam disana ya?" "Apakah tak apa?" "Tak apa sayang, nanti akan kubicarakan dengan presiden. Lagi pula kita sudah bertemu sekali bukan dengan presiden saat makan malam?" "Ne, hmm lagi pula aku tidak nafsu makan tadi. Karena keasikan mendengar usulan presiden." "Astaga sayang jangan menyakitimu dirimu.." 233
|He is Perfect| "Mianhae.." "Ya sudah kututup dulu teleponnya, dalam 10 menit aku sampai disana." "Cepat sekali?!" "Sudah tenang saja, aku tidak jauh dari restoran itu. Kututup dulu teleponnya, bye." "Bye.." 234
|He is Perfect| |24| "yeoboseyo, sayang aku sudah di restoran." "Langsung saja naik kelantai dua, tempat pertama kali kita makan malam bersama Presiden. Aku menunggu Hyung didekat tangga." Panggilan yang berdurasi singkat pun tertutup, Namjoon dengan cemas menunggu sang tunangan. "Sayang?" "Hyung!" Namjoon memeluk Seokjin dengan erat, Seokjin meraih wajah Namjoon dan mencium sekilas bibirnya. Namjoon 235
|He is Perfect| mengalungkan tangannya ke leher Seokjin, dan sang dominan memegang pinggang Namjoon. "So pretty, my sweet heart." Mata Seokjin menatap berbinar Namjoon yang mengenakan kemeja putih dengan jas dan dasi hitam panjang, poni menutupi dahinya. "Thank you, Hyung." "Kajja kita ke presiden meminta ijin pada beliau agar aku bisa berkencan denganmu sayang." "Hmm!" Seokjin merangkul pinggang Namjoon, sang empu hanya berjalan dalam diam. Diam-diam dia mengagumi Seokjin yang selalu tampil menawan dan tampan. Kemeja hitam dan kaca mata ber-frame hitam membingkai wajah tegasnya. "Permisi?" "Oh, Seokjin-ssi? Ada apa ya kemari?" Ucapan Presiden membuat keempat CEO tersebut terkejut. "Apakah saya bisa membawa Namjoon untuk makan malam berdua di suatu tempat, Saya tahu bahwa ini sudah diluar jam kerja Namjoon." Tanya Seokjin dengan pelan namun tegas. "Ah, boleh saja. Saya yang mengajaknya tadi, betul kata Seokjin ini sudah diluar jam kerja Namjoon. Seharusnya jadwal Namjoon selesai tadi sore, tapi saya ada kepentingan." 236
|He is Perfect| "Kamsahabnida Presiden, kalau begitu saya pamit undur bersama Namjoon." Mereka berdua pun membungkukkan badan dan lantas pergi dari sana. "Aku sungguh terkejut Seokjin dan Namjoon-ie sekarang dekat, padahal dulu mereka sering bertengkar ketika di agensi." Taemin sungguh terkejut dengan perubahan Seokjin, apakah mereka menjadi sahabat karena Namjoon mengundurkan diri dari agensi. "Wow, ternyata bisa ribut juga mereka berdua." Suho terkekeh mendengar penuturan Taemin. "Pasti mereka sekarang berteman, seperti itulah pertemanan anak laki-laki jaman sekarang." "Aniyo, itu bukan pertemanan tapi ada sesuatu di antara mereka berdua." Ucap datar Jackson, ia merasa yakin jika mereka berdua memiliki hubungan. "Ah, itu hanya pertemanan saja, Jackson-ssi. Hiraukan saja mereka berdua." Kim Namwoo mencoba mengalihkan pembicaraan tentang anaknya dan menantunya. "Namwoo-nim, saya tahu seseorang yang memiliki hubungan. Terlihat di mata keduanya saling mencintai apalagi Seokjin yang terlihat posesif, merangkul pinggang Namjoon. Mana ada pertemanan seperti itu. Karena saya penyuka hubungan sejenis, saya tahu gerak-gerik Seokjin." 237
|He is Perfect| "Jackson-ssi, anda terlalu serius untuk masalah ini. Sepertinya anda menyukai Namjoon." Canda Suho dan membuat Jackson menatap tajam Suho. "Mari kita lanjutkan perbincangan kita mengenai, wajib militer untuk artis." Presiden hanya tutup mulut karena ini masalah pribadi Namjoon jadi ia tak bisa membeberkan. -He is PerfectSeokjin membawa Namjoon ke restoran Jepang yang sudah ia reservasi pagi tadi. Seokjin berkata kepada manajer restoran ini sangat rahasia dan tak boleh mengambil foto secara diam-diam atau tidak ia akan memproses hukum ketika ada foto tentang dirinya dan Namjoon tersebar. Restoran yang terlihat klasik dan ketika masuk kita akan merasakan wisata jaman dulu yang masih mengenakan lampu temaram kuning. Lalu di setiap meja menggunakan lilin khusus. Namjoon kagum dengan restoran Jepang pilihan Seokjin kali ini. Meskipun hampir seperti gaya orang barat namun ornamen tetap dari negara matahari terbit. Makanan dengan cepat tersaji, ada berbagai macam jenis sushi. Mata nya berusaha mencari ramen bertopping Naruto, sedari kemarin ia seperti ingin sekali memakan ramen setelah menonton cuplikan pendek tentang Naruto makan di kedai ramen ichiraku. 238
|He is Perfect| "Sayang, kau mencari apa?" Seokjin merasa Namjoon celingak-celinguk mencari sesuatu. "Ramen Naruto, aku ingin sekali makan itu dari kemarin." Namjoon menatap Seokjin dengan bibir yang maju ke depan. "Astaga sayang, kenapa tidak dari kemarin jika ingin makan ramen hm?" "A-aku tak ingin mengganggu Hyung, jadi aku menahan meskipun hampir sempat meneteskan ludah." "Aigoo... Harusnya kamu bilang saja, jangan takut mengganggu ku aku akan menundanya sebentar hanya untuk dirimu. Sebentar aku pesankan ya sayang?" Namjoon mengangguk kepalanya dengan lucu, Seokjin memanggil waiters untuk memesan ramen yang bertopping Naruto. Tak lama kemudian Ramen datang, mata Namjoon langsung berbinar. Seporsi besar ramen bertopping Naruto. Sepertinya Seokjin ingin melihat Namjoon benar-benar menikmati ramen. "Ittadakimashu!!" Seru Namjoon seperti anak kecil. Menyumpit mie lalu melahapnya banyak-banyak, terlihat wajah Namjoon yang senang. Seokjin memotret Namjoon yang bahagia makan ramen dengan diam-diam. 'slurp-slurp' 239
|He is Perfect| Namjoon menyeruput kuah ramen dengan sangat menikmatinya. Entah kenapa nafsu makannya akhir-akhir ini meningkat, agak takut dengan bobotnya yang akan bertambah nantinya. "Sudah kenyang?" "Uhm." Namjoon menggelengkan kepalanya. "Ingin sushi Maki, Sushi Nigiri, Sushi Inarizushi, Chirashi, Gunkan, Uramaki, Futomaki Sushi, Sashimi, Hosomaki Temaki Sushi, atau ramen lagi?" "Yang Chirashi saja Hyung, Namjoon belum kenyang padahal sudah memakan yang bertepung dan lemak. Mungkin makan Chirashi jadi kenyang kan ada nasinya." "Oh tidak nasi kare saja itu kan lebih banyak nasinya, sayang?" "Emm, dua-duanya boleh tidak?" "Namjoon gwenchanayo?" "Gwenchanayo, akhir-akhir ini Namjoon selalu melebihi porsi makan. Namjoon takut jadi gendut dan tidak menarik lagi." Ujar Namjoon dengan sedih, Seokjin mengelus pipi Namjoon dengan lembut. 240
|He is Perfect| "Sayang, Hyung akan senang jika Namjoon makan lebih banyak. Hyung tahu kamu selalu diet dan makan dibatasi. Kurasa jika pipimu tembam pasti imut." "Apakah benar Hyung?" "Iya sayang," "Kalau Namjoon gendut apa Hyung mencari wanita atau lelaki lain?!" Namjoon bertanya namun nada nya tidak lembut, membuat Seokjin terkesiap menatap Namjoon yang wajahnya suram. "Sayang, dengarkan Hyung ya? Hyung itu mencintai Namjoon apa adanya, entah Namjoon gendut atau kurus ataupun lainnya. Jangan takut kalau dirimu berubah sayang.." "Jinjja?" "Ya sayang, sekarang Namjoon makan dulu Chirashi nya biar Hyung pesankan nasi kare-nya." "Uhm." Namjoon pun akhirnya melahap Chirashi dengan hati yang senang. Ah iya, kenapa Namjoon sensitif ya? Pikir Seokjin. Ia segera memanggil waiters dan memesan nasi kare 2 porsi, ia sepertinya membutuhkan yang panas dan pedas untuk merilekskan pikirannya. -He is Perfect241
|He is Perfect| Jam 10 malam mereka berdua baru pulang dari restoran Jepang dan mereka memasuki apartemen dengan Namjoon yang manja. Menduselkan wajahnya pada ceruk leher Seokjin, sedangkan sang empu malah senang jika Namjoon manja seperti itu. Saat sampai dikamar Namjoon menerjang tubuh Seokjin dikasur mereka. Dengan posisi Namjoon diatas tubuh Seokjin. Sang dominan memegang pinggang ramping Namjoon sedangkan Namjoon semakin menduselkan wajahnya ke ceruk leher. Menghirup dalam-dalam aroma maskulin milik Seokjin. "Sayang, kenapa hm?" "Namjoon hanya ingin mencium aroma milik Hyung." "Namjoon jadi tambah manja ya?" Namjoon segera mendudukkan dirinya diatas tubuh Seokjin dengan raut marah. "Hyung tidak suka ya jika Namjoon begini?! Namjoon pulang saja ke rumah bilang ke eomma Abeoji jika Hyung tidak sayang Namjoon." "Eh-eh, sayang bukan begitu maksudku. Hyung hanya heran saja dan Hyung malah suka jika Namjoon begini." "Hiks.. hiks.. huwee.." 242
|He is Perfect| Seokjin langsung mendudukan dirinya dan menyandarkan punggungnya di heardboard sambil memeluk Namjoon yang tiba-tiba saja menangis. "Baby.. sayangnya Hyung.. kenapa menangis jangan buat Hyung khawatir, ne?" "Namjoon takut Hyung berbohong dan berbuat jahat lagi." "Sayang, Hyung tak akan berbohong apalagi jahat. Namjoon-ie jinjja johayo eoh aniyo Namjoon-ie jinjja saranghae." 'cup' 'cup' 'cup' Seokjin mengecup kening, kedua pipi Namjoon, hidung, dan yang terakhir bibir Namjoon lumayan lama. Namjoon menatap Seokjin dengan senyum manis layaknya anak kecil, lalu memeluk Seokjin dengan erat. "Hehe, Nado saranghae!!" Seokjin merasakan hatinya menghangat setelah mendengar penuturan Namjoon tadi. Sekian lama ia menanti ucapan tulus dari bibir manis Namjoon. Tak dipungkiri Seokjin juga masih merasa aneh dengan Namjoon yang tiba-tiba sangat manja. 243
|He is Perfect| Di hari-hari sebelumnya Namjoon memang terkesan galak namun masih memiliki hati yang baik dan tulus. Untuk setelah bercinta barulah Namjoon akan sangat manja tapi itu berlaku seharian saja. Lantas Namjoon sangat manja kenapa? Apakah ada hal sesuatu yang menjadi trigger nya? Tapi untuk saat ini berita tentang dirinya hanya tentang lagu solonya yang hampir melalui lagu ciptaan Runch Randa yang dibawakan oleh Bangtan Boys. Tunangannya yang hebat bisa membuat lagu yang bersaing di kancah Internasional dan lagu buatannya pun bisa bersaing lalu apa yang terjadi sebenarnya? "Sshh Namjoon.." "Hmm.." Namjoon menghisap kulit leher Seokjin lalu menggigit ringan hingga muncul warna merah. "Hyungghh.." Namjoon menatap sayu Seokjin dan terlihat kabut nafsu di mata Namjoon. "Wae baby?" Tanya Seokjin dengan deep voice nya, dia ikut terangsang dengan tatapan Namjoon. "I want your dick fill my hole dengan sperma Hyung hingga meluber hnggghh.." Namjoon memaju mundurkan pantatnya diatas penis Seokjin yang perlahan tegak. "Soft or rough?" 244
|He is Perfect| "Rough hnggghh.." "Shit, kamu sangat binal sekali sayang hmm.." "Hanya denganmu Hyungghh.." |25| "Hmmmppp ngghhh mmpphhh.." 'cplak-cplak' 245
|He is Perfect| "Hyungghh aahh.." Seokjin melumat dengan kasar bibir Namjoon, si manis mendesah senang. Tangan Seokjin membuka kancing kemeja Namjoon dan langsung membuangnya sembarangan. Menjilat lalu menghisap sedikit menggigit dengan gemas nipple Namjoon yang terlihat sedikit berisi dari sebelumnya. Namjoon meremas rambut hitam Seokjin dan menekan ke arah dadanya. Namjoon tiba-tiba saja mendorong Seokjin namun dia menungging dengan kepala menghadap penis Seokjin yang masih terbalut celana bahan warna hitam. Mengigit resleting celana Seokjin dengan giginya, Seokjin yang melihatnya semakin bernafsu bagaimana binalnya tunangannya itu. Tangan mungil Namjoon menarik semua celana yang melekat di Seokjin. Jangan lupakan kekuatan Namjoon, dia atlet kebanggaan Taekwondo! "Sshh sayangkuuu, kenapa kamu binal sekali hmmm?" Seokjin mendesah lirih saat penisnya dikulum oleh Namjoon. Kulumannya begitu nikmat dan cepat, tangan Seokjin meremas rambut Namjoon sambil membantu memaju mundurkan kepala Namjoon. "Hhnmm!!" 246
|He is Perfect| "Ahh sebentar lagi aku keluar sayang. Siap-siap terima spermaku ini.." 'crot-crot' Namjoon langsung menelan habis sperma milik Seokjin namun beberapa ada yang meluber disisi bibirnya. Bibirnya merah merona dan mengkilap akibat air liur dan sperma milik Seokjin. "Look you so sexy damn." Umpat Seokjin melihat Namjoon. "Sekarang menungginglah akan aku kabulkan permintaanmu tadi, rough right?" "Hngg hancurkan aku Hyungghh.." "Shit!" Namjoon langsung melepas apa yang masih melekat didirinya dan menungging dengan seksinya. Lubangnya sudah basah mungkin terangsang disaat melayani penis Seokjin tadi. 'plak-plak' "Hnggghh masukkan Hyungghh.." Seokjin menggesekkan ujung penisnya di bibir lubang kenikmatan Namjoon yang berkedut-kedut. Mempermainkan kekasih hatinya itu. "Apanya yang dimasukkan sayang?" 247
|He is Perfect| "Penis Hyungghh—AKHHH!!" Seokjin langsung melesakkan penisnya di lubang Namjoon. Namjoon merasakan lubangnya pedih namun juga nikmat. Seokjin langsung memaju mundurkan penisnya dengan cepat dan dalam. Membuat Namjoon mendesah semakin keras di kamar kedap suara nya. "Akkhh ahhh Hyungghh aahhh ammpunnhhh ngghhh ngahhhh.." "Ahh so tight," 'plak-plak' Seokjin suka memukul pantat Namjoon hingga memerah karena itu sangat cantik dan menggairahkan. Karena pukulan dan genjotan Seokjin yang tak kira-kira, Namjoon cum dengan banyaknya. "Ahhh ahhh enakkhhh ngahhh nyahhh.." "Siapa suruh, kamu keluar hah?" "Aku tak tahan ngghh aahh ahh.." "Jangan harap ampun kali ini, sayanghh.." 'plak-plak' 248
|He is Perfect| Suara benturan keras antara kulit pantat Namjoon dan selangkangan Seokjin menjadi melodi indah setelah desahan milik Namjoon. Tangan Namjoon meremas kasar sprei kasur. Dadanya turun ke kasur hingga pantatnya menungging semakin tinggi. Bibirnya tak berhenti mendesah sesekali diiringi dengan teriakan nikmat. Air liurnya dan air matanya membanjiri kasur yang ia tiduri. "Enak hmm, enak aku genjot sayang?" "Ngaahh enak enak ahh ahh aku mau keluar annghhh ngghh.." Seokjin menutup lubang penis Namjoon dengan ibu jarinya sedangkan tangannya yang menganggur memilin puting Namjoon. Habis sudah kenikmatan Namjoon diterima bertubi-tubi. "Janganhhh ditutup hikss ahhh ahhh Hyungghh.." "Teruslah menangis sayang, kau terlihat semakin seksi." "Ahhh ahhh ahhh fasterhhh hiks ahhh.." "Sebentar lagi aku sampai, kita keluar bersama." Seokjin semakin mempercepat gerakannya dan tangannya yang menutupi lubang penis Namjoon berganti mengocoknya dengan cepat. 249