1001
ANTOLOGI PERTAMA
GOGYOSHI NUSANTARA
Tim Penulis Gogyoshi Nusantara
Cv. Salam Solutions
1001 ANTOLOGI PERTAMA GOGYOSHI NUSANTARA
Penulis : Tim Penulis Gogyoshi Nusantara
ISBN : 978-6828-623-49-6
Editor : Y. P. B. Wiratmoko
Tata Letak : Bintu Syarif
Desain Sampul : Gaza Elsyam
Ukuran buku : 14 x 20 cm, 703 hlm
Cv. Salam Solutions
Redaksi : Jl. Plawangan Bongas. Kecamatan Bongas.
RT/RW 01/01. Kabupaten Indramayu. 45255.
E-mail : [email protected]
Facebook : Salam Pedia
Instagram : salamproductions.ped
Cetakan pertama, 2020
Hak Cipta dilindungi oleh Undang-undang. Dilarang
memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk
dan cara apa pun, baik secara elektronik maupun mekanis,
termasuk memfotokopi, merekam, atau dengan menggunakan
sistem penyimpanan lainnya tanpa izin tertulis dari Penerbit.
Kata Pengantar
Oleh: Y. P. B. Wiratmoko
Gogyoshi adalah puisi lima baris berjudul. Tema apa
pun bisa ditulis dalam wujud gogyoshi. Jenis puisi ini pada
mulanya berasal dari Jepang, kemudian berkembang ke
berbagai negara setelah ditulis dalam bahasa Inggris. Ini
baik sekali, termasuk perkembangannya di Indonesia.
Gogyoshi disukai oleh para penyair karena tidak rumit
aturannya. Selain sajaknya bebas, biasanya gogyoshi
ditulis dalam kalimat-kalimat yang pendek, walaupun
terkadang untuk menuangkan pesan dalam kalimat yang
pendek seperti itu juga tidak mudah, membutuhkan
pengalaman yang cukup. Kalimat pendek kaya makna
sangat diharapkan dalam menulis gogyoshi.
Dalam menulis gogyoshi, tiap penyair punya gaya
bermacam-macam. Hal ini justru bisa memperkaya
penuangan gaya bahasa dalam menulis gogyoshi. Karakter
seorang penulis gogyoshi juga turut memengaruhi hasil
karyanya. Kesederhanaan dan kepolosan dalam
menuangkan kata-kata dalam kalimat-kalimat gogyoshi
juga memiliki daya tarik tersendiri.
Dalam membaca karya gogyoshi, seorang pembaca
bisa merasakan kekayaan makna lewat gaya penuturan
penulisnya dan tiap pembaca tentunya memiliki selera
i
masing-masing. Seperti halnya penulis gogyoshi, pembaca
pun diajak untuk memilih karya gogyoshi sesuai seleranya.
Tema apa saja bisa ditulis dalam bentuk gogyoshi
yang indah seperti tema alam, unek-unek diri penulisnya,
keadaan dan kejadian pada waktu tertentu, gagasan,
angan-angan, sosial, kesusilaan, pendidikan, ke-Tuhan-an,
dan sebagainya bisa diangkat menjadi karya gogyoshi
yang indah.
Dalam buku ini, pembaca bisa menikmati 1001 karya
gogyoshi dari beberapa orang penyair di Indonesia. Ini
bagus sekali, kita bisa mengetahui beraneka macam
gogyoshi dan bisa dijadikan sebagai bahan refkeksi,
permenungan, pencerahan diri dalam membangkitkan
kesadaran bersama yang penuh dengan rasa terbuka,
rendah hati, jauh dari sifat-sifat yang merusak, melainkan
mengajak menunaikan tugas kewajiban yang baik dalam
kehidupan sehari-hari untuk menuju tatanan masyarakat
yang lebih adil, sejahtera, tenang dan damai penuh dengan
rasa persaudaraan dan persatuan dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara yang menjunjung nilai-nilai
kemanusiaan yang lebih adil dan beradab.
Dalam setiap karya sastra termasuk gogyoshi, seorang
penyair akan merasa prihatin jika melihat keadaan,
ketimpangan di masyarakat. Dalam hal seperti ini, dan
penyair yang bijak tidak akan menyulut api kebencian
melainkan himbauan penuh kearifan dan kebijaksanaan
dalam mewujudkan masyarakat yang bersatu, tolong-
menolong, saling melengkapi, dan meneguhkan untuk
selalu bersikap bijak dan positif dalam menghadapi
ii
keadaan masyarakatnya yang jauh dari rasa peduli satu
sama lain.
Karya sastra itu membangun rasa. Demikian juga
gogyoshi. Sebagai puisi lima baris berjudul, gogyoshi juga
tunduk pada keindahan. Siapakah yang tidak menyukai
keindahan? Penyadaran rasa dengan keindahan kata dan
kalimat akan lebih bijak dibanding umpatan.
Meski demikian, terkadang masih kita jumpai pula
kata-kata berang dalam gogyoshi. Itu pun tidak mengapa
selagi masih berorientasi pada hal-hal yang lebih baik.
Sesakit apa pun nasihat, perlulah untuk kita dengar. Sekali
lagi semuanya demi kebaikan bersama.
Memilih 1001 karya gogyoshi dari sekian gogyoshi
tidaklah mudah. Memerlukan kerja keras dan keikhlasan
tersendiri. Gogyoshi Nusantara (Gogyoshinus) adalah
wadah bagi para penyair yang ingin menulis gogyoshi
yang bermanfaat. Untuk menikmati gogyoshi dalam buku
ini, pembaca yang budiman cukup meluangkan waktu
beberapa menit saja untuk membacanya, kemudian
merenungkan sejenak isinya dan nikmati segera sari
patinya. Jangan mengambil porsi berlebih agar tidak
kehilangan khasiatnya. Semoga kolaborasi gogyoshinus
yang indah dalam buku ini bermanfaat sesuai dengan
tujuan penulisannya.
Ngawi, 6 November 2020
Y. P. B. Wiratmoko
iii
Daftar Isi
Kata Pengantar ......................................................................... i
Daftar Isi ................................................................................ iv
Bagian I................................................................................... 1
Bagian II ............................................................................... 70
Bagian III ............................................................................ 138
Bagian IV ............................................................................ 206
Bagian V ............................................................................. 268
Bagian VI............................................................................ 336
Bagian VII........................................................................... 404
Bagian VIII ......................................................................... 472
Bagian IX ............................................................................ 542
Bagian X ............................................................................. 610
Profil Penulis....................................................................... 679
iv
GOGYOSHI 1-100
1
1
Malam Ini
Berarak gemawan pekat melintas
Gelap mengubur semarak sang malam
Cahyamu lenyap jauh tenggelam
Malam ini tak lagi mampu mengumbar senyum
Lunturkan ceria wajah bocah yang menanti
#gogyoshi_Thom. Malang, 03|10|2020 (Albertus
Hariyanto)
2
Batinmu Bergolak
Menatap manja setiap mereka
Senyum palsu manis tertata
Genit rayumu membakar hasrat
2
Batinmu bergolak menjerit meronta
Akankah suci-Mu menyapu anyir nistaku?
#gogyoshi_Thom. Malang, 03|10|2020. (Albertus
Hariyanto)
3
JERO MANGKU
Sambil nginang
Jero Mangku menggurat rasa
Di atas papan bingkai lukisan
Pesanan para pelukis
Membingkai kehidupan
©Pras1Ut.Bgr.04102020. (Prasetya Utama)
3
4
Temanku
Setiap hari ia berkeliling pantai Sanur
Menawarkan dagangannya
Kepada nelayan-nelayan
Sepulang menjaring ikan
Ia selalu melukis perahu
©Pras1Ut.Bgr.04102020. (Prasetya Utama)
5
ANTONIO BLANCO
Ilham datang ketika gerimis mengoyak sepi
Di kaki gunung
Ia selalu melukis gerimis
Percikan warna-warni kehidupan
4
Di atas kanvas, dekat cermin retak
©Pras1Ut.Bgr.04102020. (Prasetya Utama)
6
Masih Ndadari
Sesore sampai malam
Ada tamu hujan di bumiku
Jam sudah di angka dua pagi buta
Kuhiirup udara dingin di luar rumah
Di atasku bulan masih ndadari
(SB, Gro, 04102020). (Stephanus Bambang Nugroho)
5
7
Joged Bumbung
Sore Terminal Ubung sepi
Ia menepis sepi melempar semua prasangka
Tetap bersolek, wajah berseri menarikan gerak tubuh
Di atas panggung Tari Bumbung,
Mengolah gerak kehidupannya sendiri
©Pras1Ut. Bgr. 04102020. (Prasetya Utama)
8
Mencari Ide
MIsa t'lah kuikuti Sabtu sore
Hari Minggu kucoba mencari ide
Banyak ilham yang datang
Hanya satu yang kupilih
6
Istirahat
(SB, Gro, 04102020). (Stephanus Bambang Nugroho)
9
Makan Lagi
Makan bisa membahayakan
Salah persepsi memaknai makan
Hancurlah sang sehat di raga
Makan enak, atau enak makan?
Selamat pagi, Berkah Dalem
(SB, Gro, 04102020). (Stephanus Bambang Nugroho)
7
10
Pencuri Berprotokol
Dalam PSBB ini, terdapat komunitas
Paling disiplin, menjalankan protokol
Sesuai anjuran, ke mana saja, selalu
Pakai masker, pakai sarung tangan
Selalu jaga jarak sang pencuri
(SB, Gro, 03102020).(Stephanus Bambang Nugroho)
11
Nggleleng
Di meja pojok, lelaki, makan bubur
Ngobrol sana-sini, gelegar suaranya
Fikfif ngomongnya, tinggi, berdiri, pergi
Tolak pinggang, kunikmati, buburku
8
Nggeleleng, lucu, kata batinku
(SB, Gro, 04102020). (Stephanus Bambang Nugroho)
12
Selalu Damai Di Jiwa
Lautan pagi ini indah nan cerah
Namun tidak secerah hatiku
Manakala selesaikan tugas sambil bersungut-sungut
Secercah harap, harus berdamai dengan langit
jiwaku
Berkeyakinan keriangan pagi mendekapku lembut
Malang, 4/10/20. (Mistiani)
9
13
On The Right Track
Di bumi saat ini
Ribuan jalur bersilangan
Ribuan rambu berserakan
Ingat Tuhan, berdoa, berserah, bersyukur
On the right track selamanya
#gogyoshi_gro. (Stephanus Bambang Nugroho)
14
Deformatif
Seorang wanita cantik, temperamental
Mau dikatakan sadis, kok cantik
Mau dikatakan kejam, kok cantik
Berubah, masih kelihatan dasar aslinya
10
Si wanita cantik, disebut si deformatif
(SB, Gro, 02102020). (Bambang Nugroho)
15
Ibadah
Mengusap wajah melihat mimbar
Begitu berat minggu ini
Sapaan Firman jadi kekuatan
Tinggal mau mencari apa
Memang tak semuanya indah
#gogyoshi_dd_rumah bluesku, 04102020. (Door Deo)
11
16
Sanggar Wahyu - Ii
Dua hari yang lalu aku bernyanyi
Lantunkan lagu sendu diiringi melody Rudy
Tatapan binar mata para undangan ke arahku
Bibirnya, tangannya, tubuhnya ikut berlenggok
mengikutiku
Ah, kiranyaa aku telah melintasi senandung rindu di
Sanggar Wahyu
Malang, 4/10/20. (Mistiani)
17
Hans
Entah siapa nama belakangnya, aku lupa
Lukisan-lukisan di dinding rumahnya
12
Semua wajah cantik istrinya
Mengapa? Aku juga ingin tahu
Di Ubud, hanya dia yang kusuka
©Pras1Ut.Bgr. (Prasetya Utama)
18
Sejak
Sejak pagebluk sepi
Tengah hari semakin sepi
Apalagi malam hari
Ada juga yang menari
Di atas derita pandemi
©Pras1Ut.Bgr.04102020. (Prasetya Utama)
13
19
Pandemi
Teoritis, pandemi ada setelah epidemi
Pandemi ini penuh misteri mendunia
Bersoraklah dan berorasilah, tapi jangan
Bersorak dan berorasi di atas penderita
Pandemi, Tuhan tidak tidur
(SB, Gro, 04102020). (Stephanus Bambang Nugroho)
20
Selamat Jalan Saudaraku
(Terkasih ibu Hartati Pontoh Monsangi)
Memang semua ada akhirnya
Perjalanan pengabdian adalah tugas
Tantangan irama hidupmu
14
Janji dan sumpah tak terkhianati
Tiba sudah di pemberhentian
#gogyoshinud_rumah bluesku, 04102020. (Door Deo)
20
Pengharapan Hanya Padanya
Tak kita tahu kapan berakhir pagebluk ini
Hari-hari dijadikan petak teka-teki
Gonjang-ganjing berita jadi tolok ukur iman
Sejenak tengok ke belakang
Pengharapan hanya pada-Nya
#gogyoshinus_gresik ongkep, 02102020. (Door Deo)
15
21
Panas Gerimis
Matahari sore masih bersinar, panas
Berkolaborasi dengan tarian gerimis
Anak-anak sedang bermain, berlarian
Tertawa ria, dengan rambut basah, aneh
Kata mereka, panas kok gerimis
(SB, Gro, 04102020). (Stephanus Bambang Nugroho)
22
Anak Kecil dan Sepedanya
Pernah kulihat, lucu
Anak kecil bersepeda
Jatuh di pojok jalan
Bangun, sepeda dimarahinya
16
Ditendang, aduh, sakit kakinya
(SB, Gro, 04102020). (Stephanus Bambang Nugroho)
23
Menggendong
Anak, menggendong adiknya
Melihat layangan putus, spontan
Melepaskan gendongannya
Lari mengejar layangan, adiknya jatuh
Hanya kaget bengong heran dan ketawa
(SB, Gro, 04102020). (Stephanus Bambang Nugroho)
17
24
Solidaritas
Dunia akan berubah
Berubah dengan tatanan baru
Berupa kebiasaan baru
Perubahan yang penuh solidaritas
Manusia, beranikah berubah?
(SB, Gro, 04102020). (Stephanus Bambang Nugroho)
25
Senyum
Senyum adalah damai
Tersenyumlah, musuh tidak pernah ada
Apa pun bentuk wajah manusia
Dikolaborasikan dengan senyuman
18
Akan membawa aura perdamaian
(SB, Gro, 04102020). (Stephanus Bambang Nugroho)
26
Bocah dan Sepeda
Lima bocah perempuan
Istirahat setelah bermain sepeda
Mereka selesai memeras pakaiannya
Sehabis bersepeda berhujan-hujan
Dunia bocah bermain sepeda bahagia
(SB, Gro, 04102020). (Stephanus Bambang Nugroho)
19
27
Pancasila Sakti
Kukibarkan
Merah Putihku
Memori Oktober
Satu sembilan enam lima
Pancasila sakti
(SB, Gro, 04102020). (Stephanus Bambang Nugroho)
28
Ayunan
Kita asyik bermain ayunan sampai sore
Kamu lupa, ya?
Sampai kota sudah
Nongkrong di Angkringan sampai fajar
20
Entahlah, dunia serasa milik berdua, gerimis tak
mau reda
©Pras1Ut.Bgr.04102020. (Prasetya Utama)
29
Komunikasi Online
Menuju dunia baru
Melakukan komunikasi kontemporer
Menggunakan alat baru
Meninggalkan komunikasi alami?
Malaikat pun juga tahu
(SB, Gro, 04102020). (Stephanus Bambang Nugroho)
21
30
Halilintar
Menjelang malam
Terdengar senandung halilintar
Cerah segan hujan tak hendak
Ingat halilintar, ingat kampungku
Rasa manis gorengan 'ndhog gludhug'
(SB, Gro, 04102020). (Stephanus Bambang Nugroho)
31
Ndhog Gludhug
Dulu di kampungku, Bayeman Magelang
Sering kunikmati gorengan harmonis
Adonan tepung, ketela jendral, gula pasir
Vanily, 'ndhog gludhug' brandingnya
22
Dua kusikat, terbitlah kenyang
(SB, Gro, 04102020). (Stephanus Bambang Nugroho)
32
Lho!
Hadap kiri, lho!
Hadap kanan, lho!
Hadap belakang, lho!
Hadap depan, lho!
Serentak, 'lho! 'kita ini seragam ya?
(SB, Gro, 04102020). (Stephanus Bambang Nugroho)
23
33
Sepuluh Wajah
Sang Raja duduk di singgasana
Adik-adik, anak-anak dan menantu
Semua menghadap juga staf dan pengawal
Bagaimana situasi dan kondisi?
Semua pakai masker, cuma gajah makan sampah di
mana-mana!
©Pras1Ut. Bgr. 04102020. (Prasetya Utama)
34
Plong
Mumet
Migran
Vertigo
24
Hadir solotip
Plong!
(SB, Gro, 04102020). (Stephanus Bambang Nugroho)
35
Hujan Malam
Hari t'lah malam, jendela belum kututup
Terdengar tarian nyanyian hujan
Kolaborasi mereka
Membuat manusia terbius ngantuk
Tidur bermimpi panjang hujan malam
(SB, Gro, 04102020). (Stephanus Bambang Nugroho)
25
36
Hujan Di Malam Hari
Tak ada bulan dan bintang
Hujan malam datang tak diundang
Komposisi garis lurus vertikal
Berkilat karena sinar lampu jalan
Sepi campur dingin, rasa asli alami
(SB, Gro, 04102020). (Stephanus Bambang Nugroho)
37
Gaple
Agar tidak tidur sore
Mereka main gaple
Catur dan ding dong
Yang enggak dong
26
Mlompong
©Pras1Ut.Bgr.04102020. (Prasetya Utama)
38
Mercon
"Apa itu!” teriak Kakek
Suara mirip bom meledak
Padahal itu ulah keliru cucunya
Mencampur arang-garam-mesiu
Ingin buat mercon sendiri
©Pras1Ut.Bgr.04102020. (Prasetya Utama)
27
39
Demograb
Aku dengar grab demo
Agar eksis harus demo tunjukkan eksistensi
Kepentingan memang harus diperjuangkan
Keadilan juga perlu ditegakkan
"Grab perlu cari makan, jangan patahkan capitnya”
#gogyoshi. Mksr.05.10.20. (Lumie Lumiera)
40
Tokek Pilkada
Tunda, tidak
Tidak, tunda
Tunda, tidak
Tidak, tunda
28
Monolog tokek asimetri
(SB, Gro, 05102020). (Stephanus Bambang Nugroho)
41
DEMOTOK
Aku biasa melihat yang demo-tok, digetok
Digetok asap, air, pentungan, popor senapan bahkan
peluru
Rakyat yang dipandang lalat pengganggu mereka
ingin dibasmi tumpas
Sedang dengung lalat bisa tunjukkan barang yang
busuk
Kenapa bukan yang busuk saja yang disingkirkan
agar lalat bubar dan negeri menjadi bersih dan sehat?
Mksr. 05.10.20 #Gogyoshi_ll. (Lumie Lumiera)
29
42
Demo Masak
Banyak suami bercerita gemes
Izinkan istri ikut demo masak
Berharap pulang dapat makanan enak
Istri pulang justru bawa panci, oven dan mixer
Sebentar lalu merajuk manja minta dibayarkan
Mksr. 05.10.20. Gogyoshi Inspiring by, ADj. (Lumie
Lumiera)
43
Demoralisasi
Aku dengar ada yang demo
Menuntut hak bebas berekspresi
Telanjang, kenapa juga terlarang
30
Azasinya, setiap hak harus dilindungi
Lucunya, para pejuang hak azasi tak mau kenal dan
mau tahu, apa itu "kewajiban azasi" manusia
Mksr 05.10.20 #Gogyoshi_Ll. (Lumie Lumiera)
44
Jeruk
Kakek, pensiunan polisi baheula, selalu sibuk di
kebunnya
Semua jenis jeruk di tanam di kebun yang tidak
begitu luas
Kalau liburan aku main ke sana, menikmati buah
jeruk keprok matang di pohon
Segar dan sehat. "Ingat," kata Kakek
"Jangan petik buah yang belum matang!" Aku
mengangguk
©Pras1Ut. Bgr. 05102020. (Prasetya Utama)
31
45
Aku dan Dia
Aku dan dia
Awalnya bermusuhan
Setelah mulai tua
Berteman
Malam berganti siang
#GogyoshiNus_ADjaH. 05102020. (Achmad Djaelani)
46
Demoplay
Aku melihat orang-orang demo play untuk
pengadaan barang di sebuah lembaga
Barang jualannya jugalah disebut terbaik dari yang
terbaik
32
Bersertifikat dan berstandar ini itu sebagai uji bukti
kwalitas, maka pilihlah
Oalaaa, tak perlu segitunya juga pak, asal banyak fee
itulah yang terpilih terbaik
Orang saja cukup demo play dengan janji palsu pun
sudah bisa dipilih jadi ini itu asal beri fee besar di
serangan fajar
Mksr. 05.10.20. (Lumie Lumiera)
47
MONOLOG HAM
Dia melanggar HAM
Telah melakukan bullying
Korban menjadi gila
Mohon dia dihukum
Monolog orang gila di depan cerminnya
(#gogyoshinus_sb. (Stephanus Bambang Nugroho)
33
48
Mentari Siang
Seperti kemarin juga, mentari itu rahim
Kesedihan dan kebahagiaan dilahirkan
Dipersembahkan di atas altar kehidupan
Siang ini panas
Masih kucium bau tubuhmu
GOGYOSHINUS_doordeoboyohot, 05102020. B
g(Door Deo)
49
Daring
Dialog seorang anak dengan ortunya
"Papa, Mama, aku tahu arti daring"
"Pintar sayang," balas ortunya
34
"Lha artinya apa sayang?"
"Di rumah saja," kata anaknya penuh bangga dan
ceria
(SB, Gro, 05102020). (Stephanus Bambang Nugroho)
50
Rapat
Bila ada rapat mataku mulai tak bersahabat
Ngantuk lagi, ngantuk lagi ditambah gigi mulai
cekut cekut
Kucubit jemariku tuk mengusir rasa kantukku
Tirai mentari redup, perut keroncongan, lengkap
penderitaan
Prosa rasaku menyisakan tanya, bilakah ini berakhir?
(Malang, 05/10/20). (Mistiani)
35
51
Democrazy
Aku kemarin ikut rapat
Ketua terpilih bingung susun pengurus
Banyak titipan semakin bingung
Begitulah jika aklamasi, pilih ketua sarat rekayasa
Democrazy hasilnya bisa bikin crazy
Mksr. 5.10.20. Gogyoshi. (Lumie Lumiera)
52
Dialog Logis
Celana dan kursi kosong, berdialog
Hai Kursi, mengapa kau kosong?
Lho, Celana, kamu kok juga kosong?
36
Hai kursi aku akan dipakai cewek cantik
Lho, Celana, aku akan ditempati menteri
(SB, Gro, 05102020). (Stephanus Bambang Nugroho)
53
Kelapa Tua
Beda dengan kelapa muda, kelapa tua tidak pecah
jika jatuh dari pohonnya
Beda dengan kelapa tua, kelapa muda jika jatuh dari
pohonnya tak bisa tumbuh
Tapi manusia bukan kelapa
Kelapa juga tak pernah mimpi menjadi manusia
Beda dengan kelapa, semakin tinggi kedudukan
manusia tak selamanya bawa banyak manfaat,
malah hanya bikin kerusakan
Mksr. 05.10.20. Gogyoshi. (Lumie Lumiera)
37
54
Pipa
Kakek duduk di depan teras rumah ingat jaman
normal dulu
Ia menyedot pipa setelah memasukkan tembakau
dan menyulutnya dengan korek api
Tak banyak keinginan kecuali semua anaknya kerja
di angkatan
Ia nampak bahagia dengan pipa dan secangkir kopi
Nampaknya jaman tidak normal ini masih lama.
©Pras1Ut. Bgr. 05102020. (Prasetya Utama)
55
Mutasi Genetik
Gimana ya menjelaskannya
Kijang emas jelmaan raksasa
38
Dapat mutasi genetik dalam sekejap!
Shinta tergoda, Rama kelabakan
Kok dia tidak tahu, kalau itu jebakan?
©Pras1Ut. Bgr. 05102020. (Prasetya Utama)
56
Panggung
Dunia panggung sandiwara
Panggung besar ada di dunia
Panggung kecil dalam diri manusia
Keduanya saling bersinergi
Agar hidup lebih berarti
#gogyoshi_OssO. 05/10/2020. (Cak OssO)
39
57
Jalan Baru
Ada masalah
Ada jalan
Ada masalah baru
Ada jalan baru
Ada jalan di setiap masalah
#gogyoshi_OssO. 05/10/2020. (Cak Osso)
58
Terlalu Banyak
Terlalu banyak impian
Terlalu banyak harapan
Terlalu banyak khayalan
Hidup terlalu banyak berharap
40
Dan sang waktu jadi cepat berlalu
#gogyoshi_OssO. 05/10/2020. (Cak OssO)
59
Mata Dewa
Tajam menatap dunia
Dengan sinar merah menyala
Seakan dia berkata
Aku tetap mengawasimu
Meski saat gelap duniamu
#gogyoshi_OssO. 05/10/2020.(Cak OssO)
41
60
Terus MELAJU
Tak pernah kurencanakan
Semua hanya berjalan
Sesuai yang Dia-tuliskan
'Ku hanya mengupayakan
Agar selalu di jalan yang benar
#gogyoshi_OssO. 05/10/2020. (Cak Osso)
61
Rondho Bolong
Rondho bol ong
Ron dhobol ong
Ro ndhobol ong
Ron dho bolong
42
Daun berlubang-lubang
(SB, Gro, 06102020). (Stephanus Bambang Nugroho)
62
Teratai
Akarnya menghisap lumpur
Daunnya tidak basah di atas air
Bunganya indah menggapai langit
Radikal, ya cerita tentang akar
Simbol "manunggaling kawula-Gusti"
©Pras1Ut.Bgr.06102020. (Prasetya Utama)
43
63
Pikiran
Dapatkah kami menyaring semua nafsu, ketamakan,
kebingungan, kemabukan kendengkian
Dalam alam pikirannya serta menimbang menjadi
keputusan berbuat yang selaras
Kepentingan kita yang sedang menderita pandemi,
tanpa gaduh dan lenguh
Aduh, aku tersandung lagi dalam jaringan
jebakannya Sang Maha Guru yang dulu mengajari
tentang konflik yang tak pernah usai di padang
gurun
Maafkanlah aku
©Pras1Ut. Bgr. 06102020. (Prasetya Utama)
44