661
Hujan (2)
Kubiarkan cakruk melompong
Tukang sekuteng lewat berkali kali
Apa harus kujaga sendiri
Kampung sepi ini
Dari serangan gerombolan perampok berdasi
(Prasetya Utama)
662
Hujan (3)
Di tengah keramaian kota
Orang orang bertopeng
menggigil karena pagebluk
Kelaparan dan pengangguran
445
Dalam rumah kita sendiri.
#pengangguran. Pras1ut. bgr. 08082020.(Prasetya
Utama)
663
Roda Pedati
Seperti roda pedati
Terkadang di atas
Terkadang di bawah
Begitulah hidup
Entah sekarang atau esok pagi
Pras1ut©Bgr.29082020. (Prasetya Utama)
446
664
Pandangan
Pandangan pertama
Dari mata turun ke hati
Kedua, tidak mau turun ke bawah
Daripada gelisah, cari belut ke sawah
Aku lupa, ke warteg aja
Pras1ut#merdeka*bgr. 16082020. (Prasetya Utama)
665
Buku
Buku ini kubeli
Merogoh uang saku dari kamu
Awalnya tertarik karena judul
Dan covernya, hanya itu
447
Coba ceritakan isinya ah, kamu.
[email protected]. (Prasetya Utama)
666
Masker
Masker di wajahmu aku juga kenakan
Sambil menjaga jarak
Kerja tetap perlu
Entah sampai kapan
Rindu ketemu seperti dulu
©pras1ut.Bgr.02092020. (Prasetya Utama)
448
667
Zebra
Zaman tampak berubah-ubah
Entah baik dan buruk sebaiknya
Bersahabat dengan suka dan duka
Rasakan semua
Aku rasa melalui getar sukma
©pras1ut.Bgr.02092020. (Prasetya Utama)
668
Rapat
Ada yang terbuka
Ada yang tertutup
Pintu itu membuka dan menutup kata-kata
Lorong kembali sepi, gelap malam menelannya
449
Mereka berlabuh ke dunia mimpi
©pras1ut.Bgr.04.09.2020. (Prasetya Utama)
669
Kabut
Pagi masih berkabut
Mereka terbelenggu
Menunggu
Rezeki
Penuh teka-teki
©pras1ut.Bgr.03092020. (Prasetya Utama)
450
670
Kereta Api
Setiap jam lima-pagi
Aku berlari ke stasiun di desa
Menuju setasiun kota
Gerbong kayu jati, lokomotif kayu api
Ke pagelaran, mencari jati-diri
©pras1ut.Bgr. 03.09.2020. (Prasetya Utama)
671
Das Sollen Und Das Sein
Konflik itu tercipta juga perang
Jika seseorang bicara dunia yang seharusnya
Sementara yang lain ngomong realitas dunia
451
Di sana kepentingan tiap kelompok dianggap paling
penting
Ting, ting, tukang bajigur lewat
¢pras1ut.bgr. 05092020. (Prasetya Utama)
672
Pesta (1)
Pesta pernikahan
Penuh suka-cita
Begitu pesta usai
Realitas kehidupan nyata
Ada di depan mata
©pras1ut. bgr. 07092020. (Prasetya Utama)
452
673
Selisih
Selisih itu beda
Beda pendapat
Beda pendapatan
Udrek ulek mak gedabrek
Ketika kebagian lalu diam
©pras1ut. bgr. 08092020. (Prasetya Utama)
674
Tangis
Pada tangis aku bergembira
Mendapat hadiah menang lomba
Sebuah buku cerita
Lembaran-lembaran penuh makna
453
Pecah itu, tangis itu, aku bahagia
#gogyoshi_qoni (Qoni Makhfudhoh). Ngawi, 20072020
675
Pagi Mentari
Lukisan di seberang menatap bahagia
Sorot mata yang menerangkan segala
Bagaimana seorang bisa membaik secepat ini
Kerapuhan kemarin seperti lari
Pagi ini, mentari tersenyum memberkati
#Gogyoshi_qoni.Ngawi, 29072020
454
676
Kelana
Insan melaku di atas bumi
Membawa pikiran masing-masing
Menggendong beban bernama amanat
Mencari cahaya dalam hatinya
Suara Tuhan ada di sana
#gogyoshi_qoni [Ngawi, 16072020]
677
Boneka Adik
Pada tangisan adik meminta
Sebuah boneka brand sepak bola
Dinamakannya si comel
Dia seperti zebra namun, warnanya cokelat
455
Di bajunya ada gambar bendera negara
#gogyoshi_qoni [Ngawi, 16072020]
678
Kopi
Secangkir kopi susu tersaji
Aromanya menguar menyambar-nyambar indera
Gerakan lemah, lalu meminumnya
Suka, kantuk jadi terbang ke entah
Semangatku menerima kelembutan tetesan air dari
pak guru
#gogyoshi_qoni [Ngawi, 17072020]
456
679
Persepsi
Aku memulai pendapat
Bertanya tentang caranya
Dia nampak gusar, tak paham dengan celotehku
Siar-siar sekehendak mau
Aku heran, sebenarnya mau dia apa?
#gogyoshi_qoni [Ngawi, 17072020]
680
Belajar Luka
Mematahkan kebodohan di sini
Memagut ilmu terperi
Tangisan, ceria, dan imbauan mewarnai
Syukur untuk semua yang terlewati
457
Pada untaian doa hari
#Gogyoshi_qoni.Ngawi, 30072020
681
Hati yang Terbelah
Tepat di dada ini rasa nyeri
Sakit namun, menyehatkan
Menerima bekas luka yang telah terbentuk
Demi hari esok yang lebih baik
Penemuan cinta pada dermaga
#Gogyoshi_qoni. Ngawi, 30072020
458
682
Tersambut Cinta
Wajah kian berseri
Hamparan garam pada luka telah pergi
Iring-iringan nada lara mulai tertawa
Pada bait selaksa bahagia
Menyambut cinta sesungguhnya
#Gogyoshi_qoni. Ngawi, 30072020
683
Terseok Berjalan
Lelaku limbung diterpa angin
Sebatas rasa kian terpejam
Rela menapaki jalanan terjal
Menerima takdir bersua mesra
459
Tetap berjalan meski merangkak
#Gogyoshi_qoni. Ngawi, 30072020
684
Tetap Semangat
Hai jiwa jangan sampai gersang
Tumbuhkan kelembutan hati
Agar nikmatnya masih terasa
Terberkati usaha dan doa
Hasil tak akan mengkhianati
#Gogyoshi_qoni.Ngawi, 30072020
460
685
Hakiki Nurani
Gelap adalah rangkaian kisah
Menyimpan misteri mimpi
Bisikkan pesan-pesan jiwani
Tiada dimengerti saat benderang
Endapan hakiki nurani murni
Banyuwangi, 20 Juli 2020 (Sri Sukanti)
686
Rekah Pagi
Sekulum senyum pandang berseri
Hangat mentari memulai keseharian
Geliat otot peregangan
Himpun semangat galang kekuatan
Suci niat doa munajat terlafalkan
461
Banyuwangi, 21 Juli 2020. (Sri Sukanti)
687
Rahasia Hati
Biar kusimpan sendiri dengan teliti
Rahasia hati nan gelayuti diri
Ungkapan timbulkan kesalahpahaman
Hanya karena beda sudut pandang
'Ku enggan terjadi perselisihan
Banyuwangi, 20 Juli 2020. (Sri Sukanti)
462
688
Tentang Rasa
Rasamu sedang ada di mana?
Membuat kamboja luruh satu per satu
Hingga tangkai pun tak mampu menahan angin
Rasa dalam penantian waktu
Bekal apa yang akan terbawa kelak?
#gogyoshi_ut (Umar Tadjuddin)
689
Demi Masa
Demi masa
Waktu yang mengelilingi kehidupan
Selalu berputar hingga masa berakhir
Entah kapan, namun itu pasti
463
Tak akan terbuang sisa waktu yang ada
#Gogyoshi_Nusantara_ut. Bekasi, 23.07.2020. (Umar
Tajuddin)
690
Segores Rindu
Kusulam rinduku pada sehelai daun
Ketika biru ini kian membuncah
Serupa dedaunan yang menua
Menanti angin berbisik pada rantingnya
Hingga membawanya terbang warna-warni anganku
#dsolihat #vancouverbc. (Dewi Solihat)
464
691
Siapakah Aku Ini
Ada yang ketakutan tentang kematian
Ketika makhluk tak kasat mata meneror
Tak ada yang lebih menakutkan
Saat pemilik kehidupan meninggalkan kita
Siapakah aku ini, duhai Engkau
#Gogyoshinus_Lmc. (Leoni Maria Christine. L.
Nard).(Mks,20072020)
692
Berita
Dalam derai hujan malam
Ada gerimis tertahan di retina mata
Hingga malam menyeret pagi
465
Tetiba berita kepergianmu menggema
Oh, sang pemilik hujan bulan Juni
#Gogyoshinus_Lmc. ( Mks,20072020 )
693
Tangis
Indah cericit burung pagi hari
Ungkap syukur pada-Mu, duhai
Di antara kidung mazmur pagi
Tangisku tertahan di kelopak mata
Tali-tali dosaku Kau-lepas
#Gogyoshi_Lmc. (Mks,22072020)
466
694
Pada Senja
Raga-raga letih kembali pulang
Menjumpa sanak dan kerabat
Seusai mencangkul sesuap
Pada bidang-bidang hidup yang terjal
Tiada keluh selain pasrah
#AB_JE_Kaki Merapi, 22 Juli 2020. (Alfred B. Jogo
Ena)
695
Pada Malam
Tanya terus menggantung
Pada bibir yang kurang baca
Pada budi yang kurang asah
467
Pada telinga yang kurang dengar
Tentang hidup berlalu tanpa isi
#AB_JE_Kaki Merapi, 21 Juli 2020. (Alfred B. Jogo
Ena)
696
Ada Waktu Jenuh
Pada malam yang menjelma pekat
Kopi kehilangan diri dalam bayangan
Bibir yang memagut cangkir
Terkelupas memori bersama
Lelehan sisa manisnya janji
#AB_JE_Kaki Merapi, 19 Juli 2020. (Alfred B. Jogo
Ena)
468
697
Senja Berkerudung Mega
Merah merona membalut cakrawala
Meniti awan mencari pelangi
Menabur senandung cinta
Mengukir bahagia membuai jiwa
Membumbung anugrah kuterima.
#Gogyoshi-end (Endang Wuryani), (Lereng Muria, 22
Juli 2020)
698
Senyum
Untukmu tautan rinduku
Berbinar indah di bola mata
Tanpa kata juga suara
469
Menyimpan berjuta tanda
Untuk ungkapkan cinta
#Gogyoshi-end. (Lereng Muria,10 Agustus 2020).
(Endang Wuryani)
699
Bunga Rampai 1
Bersama bulan
Ikuti tiap irama
Merajut rasa asa
Di ruang hening pencinta
Tercatat dalam bougenvile rampai
#Gogyoshi_JF. Jambi, 18072020. (Jono Fadli)
470
700
Bunga Rampai 2
Di mata pena
Narasi bertakhta mega
Mengungkap hadir pencinta
Bercerita tentang bulan dan bintang
Dan rampai tetap berlanjut
#Gogyoshinus_JF.Jambi, 20072020. (Jono Fadli)
471
GOGYOSHI 701-800
472
701
Bunga Rampai 3
Pada saatnya
Rembulan berubah nuansa warna
Tatkala mata lelah menatap
Tentukan hakiki jalan pencinta
Di rampai masih ada jeda ulang
#Gogyoshinus_JF. Jambi, 24072020. (Jono Fadli)
702
Musafir
‘tuk: Mulyadi Pakpahan
Menyusuri lorong waktu
Bulan redup dibias sinar lampu merkuri
Wajahmu diterpa angin hujan badai
473
"Engkau akan ke mana, kawan?"
Mimpimu tertinggal dalam kenangan
#gogyoshi_iwoe (Iwoe Banyu Gesang). Cawang,
220720
703
Serumpun Bambu
Tak lerai satu-satu meski dihantam taufan dan badai
Musafir berteduh dari terik matahari, perjalanan
masih panjang
Bak gesekan dawai biola tubuh-tubuh ramping
rambut lebatmu dimainkan embusan angin
Sehari dalam ribuan musim aku tertidur pulas dalam
naungan-Mu
Aku terhibur terkesima dalam irama takdir-MU
#gogyoshi_iwoe. Rumah Awan, Pinang ranti (RAP)
19720.(Iwoe Banyu Gesang)
474
704
Dia yang Selalu Menghampiri
Senja Di Ujung Jpo Uki
‘tuk: Mulyadi Pakpahan
Andai saja di masa remaja kita tidak dipertemukan-
Nya
Aku rasa di hari tua kita menyusut cerita tentang
senja yang jingganya di bundel para penyair
Senja kita lain selalu pendar dalam asap mobil
kendaraan bermotor dan kepulan asap arang tukang
sate
Di sela cerita kenangan kita, kamu berteriak
memanggil penumpang untuk memenuhi bangku
angkot, Uki-Cilangkap
Senja kita lain tak ada romantisnya hanya suara
pelan yang kudengar dari perutmu yang kosong
#gogyoshi_iwoe.Cawang-UKI, Juli 2020.(Iwoe Banyu
Gesang)
475
705
Pada Temaram Lampu Taman
Kota
Untuk: VF (RIP)
Gesekan dawai biola mengalun dalam ruang hatiku
Syahdu instrumen lagu leaving on the jet plane
merambat di antara sepi malam setelah hujan
Mungkin, untuk ribuan kali aku singgahi taman ini
Memunguti kenangan dalam guguran dedaunan
Temaram lampu membias wajahmu rinduku entah
untuk siapa
#gogyoshi_iwoe. Cijantung, 2018.(Iwoe Banyu Gesang)
476
706
Mimpi Kemarin Malam
Di larung sepi malam rebah aku pada dadamu
Hanya satu malam kemarin kita beranjak dewasa
seperti pengantin di atas pelaminan
Aku tambatkan sekumpulan rindu pada lekuk
tubuhmu
Puisi paling romantis membuncah pecah dalam
desah napas kita
Sungguh sayang, setelah malam itu mimpiku
menjauh pergi dan tak kembali
#gogyoshi_iwoe.Rumah Teduh, Halim 020820. (Iwoe
Banyu Gesang)
477
707
Panduan Cahaya
Di celah relung
Cahaya kasih menyusup kalbu
Engkau pelita hidup
Nukil kitab nubuat
Kukuh tiang kehidupan
Nun_22720. (Nunik Tyas)
708
Permata Manikam
Terbang tinggi
Paralayang jelajah
Hamparan pemandangan bukit ngarai
Permai negeri manikam
478
Khatulistiwa terbentang
Nun_20720.(Nunik Tyas)
709
Kodrat
Hidup adalah perjalanan
Persimpangan adalah pilihan
Tujuan haruslah kepastian
Jangan lupakan asal
Semoga tak ada sesal
#gogyoshinus_ba (Bang Akil). Dukuh, 21072020
479
710
Meredamkan
Aku coba menapak makna
Pada terjalnya kata-kata
Bukan untuk dibanggakan
Walau wujudnya kebanggaan
Sampai aku mengerti jiwa
#gogyoshinus_ba. Dukuh, 21072020. (Bang Akil)
711
Jangan Heran
Aku dan burung
Satu sangkar bumi
Kebebasan yang berbeda
Kicau dan kata sama makna
480
Walau tak
ada yang mengerti jiwa
#gogyoshinus_ba. Dukuh, 21072020.(Bang Akil)i
712
Menunggu Giliran
Kemarin dia
Hari ini kamu
Esok siapa
Perjalanan pasti
Menuju keabadian
#gogyoshinus_ba. Dukuh, 23072020. (Bang Akil)
481
713
Rotasi
aku berkata kepada dia
Dia berkata pada temannya
Temannya temanmu berkata kepadaku
Benar ternyata bumi itu bulat
Berputar tak kau temukan ujung dan pangkal
#gogyosinus_ba. Dukuh, 31082020. (Bang Akil)
714
Jauh Dan Dekat
Hanya sekadar hitungan jarak
Kau terasa begitu dekat
Ketika rindu selalu melekat
Waktu pun terasa lambat
482
Jarum jam seakan berhenti berdetak
#Gogyoshi_UNw, (Umi Nawal) 220720
715
Beku dan Kaku
Matahari tertutup awan kelabu
Pagi ini terasa beku
Hangat api berada di tungku
Aku masih enggan beranjak dari bangku
Tanpa peregangan ototku terasa kaku
#Gogyoshi_UNw,210720. (Umi Nawal)
483
716
Reses
Rebahkan jasmani
Seimbangkan jiwa
Lupakan sejenak hiruk-pikuk
Untuk mengumpulkan tenaga
Tuk menghadapi hari esok yang melelahkan
#gogyoshi_HSj. Sukabumi, 21 Juli 2020. (Hery
Sujatmo)
717
Lembar Terakhir
Tak lebih dan tak kurang
Berjuang dalam 30 hari
Habis cuma tak lebih dari 15 hari
484
Menghilang tersisa
Lembar terakhir ini bisa kubelikan apa
#gogyoshinus_HSj.Sukabumi, 30 Juli 2020. (Hery
Sujatmo)
718
Sumbang
Ingin bernyanyi, nadaku sumbang
Ikut terjun di dunia politik bingung
Suara yang mana akan kusumbangkan
Jadi, kutulis saja puisi
Biarpun sumbang, tapi tetap kusumbangkan
#gogyishinus_HSj. Sukabumi, 08-08-2019. (Hery
Sujatmo)
485
719
Kikuk
Terbata-bata membaca situasi jaman
Kikuk menentukan langkah
Seperti gagu ungkapkan rasa
Tertatih tatih dan meraba-raba langkah selanjutnya
Seperti inikah keadaan sekarang ?
#gogyoshinus_HSj.Sukabumi, 6 Agustus 2020. (Hery
Sujatmo)
720
Dogfood
Rasa ayam bakar
Rasa daging B2
Penuh vitamin tidak bikin ngantuk
486
Semangat pedagang menawarkan barang
dalam batin, apakah dia sudah mencicipi?
#gogyoshinus_HSj. Sukabumi, 08 September 2020.
(Hery Sujatmo)
721
Unmei No Akai Ito
Apa yang terjadi
Biarlah terjadi
Hanya bisa pasrah dan bertawakal
Aku hanya bisa berkata
Unmei no akai ito
#gogyoshinus_HSj. Sukabumi, 26 Agustus 2020.
(Hery Sujatmo)
487
722
Mentari Pagi
Kala mentari masih malu menunjukkan wajahnya
Namun jiwa mulai bergejolak menarik raga
Memuncak ego memenuhi ambisi dunia
Sontak sinar mata memancarkan cahaya
Semangat pagi dan mengucap syukur pada Yang
Kuasa
#gogyoshinus_rc.Kendal 26.08.2020. (Regina Clarinta)
723
Titipan
Teman, di dunia ini tidak ada yang abadi
Hidup enak, berlimpah harta benda
Semua hanya akan membius sementara
488
Jika Tuhan berkehendak "sudah cukup anak-Ku"
Yaa, ikhlaskan, hanya bisa mengucap syukur
kesempatan yang diberikan
#gogyoshi_rc.Kendal, 04-09-2020. (Regina Clarinta)
724
Gadis Desa
Polos ayu parasmu
Lembut, halus tutur katamu
Rambut ikal panjang tergerai
Dengan busana yang sopan sederhana
Wahai, gadis desa impian
#gogyoshi_rc.Kendal, 04-09-2020. (Regina Clarinta)
489
725
Sendu
Terdiam dalam sepi
Tak mampu mengucap sepatah kata pun
Hanya pandangan kosong, pikiran melayang entah
ke mana
Kulihat embun di pelupuk mata itu
Wajah yang sendu menyayat kalbu
#gogyoshi_rc. Kendal, 04-09-2020. (Regina Clarinta)
726
Ibu
Wahai pintu surgaku, mungkin saat ini aku belum
bisa
Membuatkan segelas susu hangat untukmu
490
Tapi aku tak akan berhenti memohom pada Tuhanku
Untuk kelak menempatkanmu
Di tempat yang di bawahnya mengalir sungai susu
untukmu
#gogyoshi_sr. (S. Rocker's)
727
Perut
Senja berkaca d atas Brantas
Burung berpulang ke sarang menyambut malam
Tak sedikit pun merisaukan tentang perutnya esok
Cukuplah untuk hari ini isi perutnya dan
keluarganya
Karena esok adalah jaminan sang pencipta
#gogyoshi_sr. (S. Roker's) 31/08/20
491
728
Ingat
Waktu sangat singkat
Lakukan amal ta'at
Ajal semakin mendekat
Kanan kiri ada malaikat
Yang tidak pernah lupa mencatat
#gogyoshi_sr. (S. Roker's) 03/09/20
729
Menanam Budi Pekerti
Galilah tanah yang liat
Karena di kedalaman biji akan selamat
Tentunya jika berakar batangnya akan kuat
Terpaan hinaan akan terasa nikmat
492
Kelak berbuah dan bermanfaat
#gogyoshi_sr. (S. Roker's) 02/09/20
730
Aku
Inilah aku tercipta bersama segala kekuranganku
Diturunkan di tempat di mana aku tidak pernah
berada sebelumnya
Mencari dan bertanya di mana jati diriku
Karena tanpa mengetahui diriku
Aku tak'kan menemukan di mana Tuhanku
#gogyoshi_sr. (S. Roker's) 29/08/20
493
731
Perjalanan Ke Surga
Sapi sudah terlalu letih
Domba selalu merintih
Jeda sejenak
Belati dan parang tajam menanti
Detik-detik menjelang eksekusi
#Gogyoshy Nusantara #Smrnd 310720 (Siti Yatmini)
732
Muhasabah
Menekur langkah yang terlampaui
Menyadari segala kekurangan pada diri
Memperbaiki kesalahan yang pernah terjadi
Kadang kutengok sekedar evaluasi
494