210
Tunangan
Janji mereka berdua
Tak mau saling kehilangan
Jari mereka dipasang cincin
Mengucap doa syukur
Tunangan digelarkan
(SB, Gro, 12102020. Stephanus Bambang Nugroho)
211
Pulau Gadung
Terminal bus antarkota ramai tak kenal lelah
Siang malam ada saja orang bepergian
Calo berlomba menarik-narik penumpang
Secara paksa, terkadang menipu, itu dulu
145
Kini sejak corona mereka menghilang, entah ke mana
©Pras1Ut. Bgr. 13102020. (Prasetya Utama)
212
Njlagran
Teman kost tersenyum
Ketika aku pamit keluar
Dia dapat menduga
Ke mana aku pergi
Teman akrab
©Pras1Ut.Bgr.13102020. (Prasetya Utama)
146
213
Ruang dan Waktu
Ruang masa lalu, saat ini, dan masa depan
Ada dalam pikiran
Kurasakan amat dalam, suka-duka tergantung
suasana hati
Ada yang mengukurnya melalui lembaran
Terkadang benar, terkadang tidak
©Pras1Ut.Bgr.13102020. (Prasetya Utama)
214
Gowongan Lor
Setiap memandang wajahnya
Di ruang tamu kost di kota istimewa
147
Ia tenggelam dalam alam bawah sadar menyeruak
mimpi
Ketika kakek mulai menggoreskan kuas
Di atas lembar kanvas kehidupannya
©Pras1Ut.Bgr.13102020. (Prasetya Utama)
215
Prawirodirjan
Rumah kost pertama di kota istimewa
Penduduknya ramah santun kosakata
Jalan kaki menelusuri banyak gang
Panas terik langit bak menganga
Menapak puncak mendaki angan
©Pras1Ut.Bgr.13102920. (Prasetya Utama)
148
216
Ayam Goreng
Sulit mencari warung ayam goreng
Kini, di sini dan di mana-mana
Adanya Warung Fredchiken plus Saos
Coba deh, enak, rasa mak nyus
Pemilik Warteg, hanya nyengir kuda
©Pras1Ut. Bgr. 23102920. (Prasetya Utama)
217
Bisikan Kalbu
Bisikan itu bagai seribu panah menghujam nalar
Mendesak rongga dada didihkan nadi-nadi beku
Membisik merayu menggoda niat
Antara iya dan tidak mengaduk sukma rapuh
149
Tidak, jangan, alunan lembut terngiang mengulang
#gogyoshi_Thom. Malang, 23|10|2020. (Albertus
Hariyanto)
218
12 Pas Siang
Matahari datang menghadap ke bumi
Memandang dengan tegak lurus
Tersenyum simpul dan heran
Lihat manusia di bawah
Tak ada bayangan
(SB, Gro, 23102020. Stephanus Bambang Nugroho)
150
219
Hanya Selembar Kafan
Kemegahan laksana hiasan belaka kala jiwamu
dijemput senja
Kuasa dan pangkat hanyalah sandiwara tak
berujung pangkal
Adakah penggal resah dengarkan sang maut
jatuhkan palu di senja?
Jiwa letihmu 'kan terhening membisu sepi
Dan engkau hanya dililiti selembar kafan
Malang, 21 Oktober 2020. (Beny Kristo)
220
Garis Horizon (3)
Di tengah bidang gambar
Garis lurus mendatar panjang
151
Garis batas pandangan manusia
Tempat letak berbagai titik hilang
Perspektif, kesan pandangan mata
(Stephanus Bambang Nugroho)
221
Sebelum Hariku Berakhir
Daun akan jatuh pada masanya
Dan tak akan diingat dalam sejarah
Hai, engkau!
Kupersembahkan pribadi bersumber hati
Sebagai selimut hari
#gogyoshi_wars.23/10/2020. (Agustinus Warsito)
152
222
Garis Horizon (2)
Sebuah garis tanpa batas,
Dampak bertemunya langit bumi,
Garis mendatar sejajar mata manusia,
Batas pandangan mata manusia,
Hadirlah garis cakrawala
(SB, Gro, 23102020. Stephanus Bambang Nugroho)
223
Garis Horizon (1)
Menjelang sore
Di pantai Kuta Bali
Menanti sunset hadir
Bertemu langit dan bumi
153
Garis horizon terjadi lagi
(SB, Gro, 23102020.Stephanus Bambang Nugroho)
224
Langitku
Luas tak terbatas
Di atas berjuta insani
Beragam nuansa warna
Indah selama dunia berputar
Langitku, langitnya sesamaku
(SB, Gro, 23102020. Stephanus Bambang Nugroho)
154
225
Ratapan Anak Jalanan
Ada anak semata wayang, yatim piatu, dan anak
jalanan
Anak jalanan
Meratap sendu di hulu hati kita
Ratapnya telah tiada
Bundaku, sudi hapuskan air6mata duka di cekung
pipi mungilnya
Malang, 23 Oktober 2020. (Beny Kristo)
226
Senyuman Matahari
Hari pagi datang
Awan mendung berlalu
Mobilitas para insan terekam
155
Bersama pantomim sang surya
Senyuman matahari, menghias bumi
(SB, Gro, 23102020. Stephanus Bambang Nugroho)
227
Pieta Di Pojok Sunyi
Di sudut pojok paling sunyi, ada replika "pieta"
simbol sang Bunda berduka, "mater dolorosa"
Ada timangan paling duka di relung dada sang
Bunda berbasuh aliran darah beramis dosa.
Bunda membisu, sunyi hanya asa agung bernyala di
dada duka bersahut
"Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku sesuai
sukamu."
Di dada Bunda Sang Putra hendak melabuhkan lesu
sunyinya, "Mater dolorosa, mater mea!"
Malang, 22 Oktober 2020. (Beny Kristo)
156
228
Antara Fakta dan Imajinasi
Si kembar siam, tunas rahim gelisahmu, tak pernah
dapat kaurangkul dalam mimpi
Dan kau perlu berbesar hati, bertahan dalam bara
api rindu tak bertepi
Sering gelisahmu lahir kembali tak ragu bermimpi
sekali lagi
Menjembatani fakta dan imajinasi, sulitnya bagai
menyatukan ujung kedua loh hati.
Sesungguhnya, keduanya hendak bersanding di meja
perjamuan bernama kehidupan
Malang, 24 Oktober 2020. (Beny Kristo)
157
229
Bulu Matamu Bunga Bakung
Bulu matamu bunga bakung
Memutih menyongsong senja
Jangan teteskan air matamu
Jika malam tiba
Bisa kaupandang bintang-bintang
#gogyoshi_ypb/01112020. (Y. P. B. Wiratmoko)
230
Damai
Jadikanlah damai
Akal dan pertimbanganmu
Kendalikan hasrat dan nafsumu
Nikmati sebuah melodi
158
Harmoni, alami, sejuk di hati
#gogyoshi_ypb. 01112020. Y. P. B. Wiratmoko)
231
Berdengung
Bunyi sirene
Berombak-ombak
Berdengung ke seluruh kota
Berduyun rakyat ke alun-alun
Bersama melihat kampanye Pilkada
(SB, Gro, 24102020. Stephanus Bambang Nugroho)
159
232
Impian
Mendung menggelayut di langit
Membungkus hari menjadi redup
Pikiran melayang pada impian yang belum juga
kugenggam
Pada rentang waktu yang sudah teramat panjang
Mungkinkah semua itu masih bisa kupegang?
#gogyoshi_wars.2020. Agustinus Warsito)
233
Kini Sepedaku Dolan-Dolan Lagi
Lama nian sepeda tak dolan-dolan
Dua ban luar dan dalam diganti
Rangka sepeda diolah lagi
160
Dipasang menjadi rapi
Sepedaku baru lagi
(SB, Gro, 24102020. Stephanus Bambang Nugroho)
234
Panas Terik
Pagi cerah indah alami
Siang jadi berubah warna
Hilang cerah di sekitar, di bumi
Mendung telah menutup langit
Panas terik datang tak diundang
(SB, Gro, 24102020. (Stephanus Bambang Nugroho)
161
235
Jatinegara (3)
Seorang pegawai restorasi kereta lewat
"Nanti bawa bocah ini ke kursiku!" katanya
"Ya, pak, sesudah ngantar pesanan," jawabnya
Penumpang sepi, kereta tetap melaju
Bocah ini akan diinterogasi, mungkin diturunkan di
pemberhentian berikutnya
©Pras1Ut. Bgr. 24102020. (Prasetya Utama)
236
Jatinegara (2)
Karcis, karcis, karcis
Seorang penumpang diam saja
Jari telunjuk mengarah pada diriku
162
Kondektur marah, kumisnya bergerak
Penumpang harus beli karcis, dalam hati ingat anak
lelakinya.
©Pras1Ut.Bgr.24102020. Prasetya Utama)
237
Cover Kembali Ke Jakarta
Ke Jakarta aku
Kan kembali
Walaupun apa
Yang kan terjadi
Aduh, Jakarta itu di mana sih?
(SB, Gro, 24102020. Stephanus Bambang Nugroho)
163
238
Tik Tok (1)
Tok, tik tok
Tik tok, tik tok
Tik tok, tik tok, tik tok
Tok, tik tok, tik tok, tik tok
Suara sepatu kuda
(SB, Gro, 24102020. Stephanus Bambang Nugroho)
239
Cover Balonku
Hijau, kuning, kelabu
Merah muda dan biru
Meletus balon hijau
Dor!
164
Ya sudahlah
(SB, Gro, 24102020. Stephanus Bambang Nugroho)
240
Cover Malam Minggu
Sepatu Baru
Baru saja
Dibeli
Sebentar, aku dibelikan sepatu di mana ya?
Di Pasar Pagi? Di Pasar Baru? Aku lupa.
(SB, Gro, 24102020. Stephanus Bambang Nugroho)
165
241
Pasar Gelap
Suatu waktu tempo dulu
Para desainer tekstil kaget
Dibuat shock dada sesak napas
Diisukan desainer hendak dibubarkan
Pasar gelap, jual karya desain kiloan
(SB, Gro, 24102020. Stephanus Bambang Nugroho)
242
Kali Besar
Kubilang jalan besar
Dia bilang jalan raya
Kubilang kali besar
Dia bilang, sebentar ya
166
Oh, kali besar ada di kota.
(SB, Gro, 24102020.Stephanus Bambang Nugroho)
245
Mutiara Palsu
Bila cintamu
Sekadar mutiara palsu
Yang mampu dibeli
Dengan harta
Masihkah ada arti setia
(Muhammad Khalid bin Zainul. 24.10.2020. Kota
Singa)
167
246
Kembali Ke Maskerku
Masker
Sederhana
Sangat multiguna
Berdamai dengan corona
Kembali ke maskerku, di sana
(SB, Gro, 23102020. Stephanus Bambang Nugroho)
247
Kuterkenang
Kuamati bekas kampusku
Ketika saat pertama ketemu
Kuingat akhir MOSMA malam itu
Kuantar naik becak berdua gadis itu
168
Kuterkenang gadis sekampus denganku
(SB, Gro, 23102020. Stephanus Bambang Nugroho)
248
Sore Kunanti
Aku bangun
Dari tidur siangku
Siulan hawa sore hari
Sayup kurasakan di tubuhku
Cerah sejuk sore kunanti tiba
(SB, Gro, 23102010. Stephanus Bambang Nugroho)
169
249
Pesan Sakti Simbah
Pakdheku, membawa peti mati
Buat siapa peti itu? tanya simbah
Peti ini buat simbok, jawab pakdheku
Oh malah kamu duluan lho, kata simbah
Belum ada satu tahun, pakdheku wafat
(SN, Gro, 23102030. Stephanus Bambang Nugroho)
250
Gerimis Senja Hari
Sedari siang sang terang tersipu enggan menyapa
Sembunyi di balik punggung mulus awan-awan nakal
Dihiraukannya panggilan merindu rerumputan
kembang
170
Temanilah dia, bisik sang siang pada awan
Sampai senja berlalu gerimis tak henti hingga
tenggelamkan rerumputan
#gogyoshi_Thom. Malang, 23|10|2020. (Albertus
Hariyanto)
251
Mimpi Senang
Berteduh di depan toko
Pengemis tidur pulas
Hujan pun reda
Terjaga sambil tersenyum
Puji Tuhan hari ini aku mimpi senang
(SB, Gro, 23102020. Stephanus Bambang Nugroho)
171
252
Oseng Godhong Gandhul
Setiap pekan dari desa
Budhe datang ke rumah kota
Oleh-oleh khusus tak lupa bawa
Oseng-Oseng daun pepaya pedas
Masakan pahit, nikmat kenangan lama
(SB, Gro, 24102020. Stephanus Bambang Nugroho)
253
Nggaya
Kuingatlah diriku, waktu dulu
Keliling-keliling kota, waktu dulu
Berkendara Lambreta, waktu dulu
Nggaya di jalanan besar, waktu dulu
Waktu kini sungguh malu, waktu dulu
172
(SB, Gro, 24102020. Stephanus Bambang Nugroho)
254
Mbagusi
Rambut berjambul
Bercelana blue jeans
Bersiul jalan ngalor-ngidul
Gaya tangan bertolak pinggang
Bangga banget dikatakan mbagusi
(SB, Gro, 24102020. Stephanus Bambang Nugroho)
255
Lupa
Kutenun benang-benang serak dari sini
173
Kau tenun benang-benang serak dari sana
Sesekali berdendang lagu romantis
Kita menenun hampir dekat
Di tengah-tengah saling bertaut, lupa, kemarin kita
putus
Sleman, 25102020. (Genoveva Dian)
256
Tanda Tamat
Acap kita berdebat
Mengasah lidah bersilat
Kemudian emosi berangkat
Tapi terlambat
Cinta terlanjur pekat
Sleman, 25102020. (Genoveva Dian)
174
257
Bucin
Tuhan, seperti inikah mati jantung
Tapi masih mengedarkan darah?
Beginikah memisahkan rindu dari dua senja yang
biasa bercumbu
Tapi masih menyisakan getar?
Tuhan, inikah kematian perlahan yang dinamai cinta?
Sleman, 19102020. (Genoveva Dian)
258
Topeng
Runduk
Setiap aksara pernah agung bersabda
Pongah jemawanya bernapas perangai palsu
175
Dan kita mengabdi
Pada sebenarnya cinta namun sembunyi
Sleman, 19102020. (Genoveva Dian)
259
Masih Padamu
Percuma saja kaupancang benang pisah warna-warni
Jika tertinggal di sini bongkahan hatimu
Benangmu bak pelangi rusuh dan liar
Tapi tak mampu sudahi gerimis
Rasa itu
Sleman, 19102020. (Genoveva Dian)
176
260
Jangan Bercanda, Sayang
Sudahlah, jangan lagi bercanda
Kita tak lagi sedang menertawakan mendung
Sudahlah, nikmati hujan yang sebentar lagi mampir
Dia acap gila
Tapi kita, lebih lagi
Sleman, 20102020. (Genoveva Dian)
261
Samudra
Samudra laut lepas
Laut bebas perahu kandas
Karang hentikan gelombang pasang
Kerang tertinggal cangkang
177
Nelayan terhempas cadas
©Pras1Ut.Bgr.25102020. (Prasetya Utama)
262
Akar
Akar serabut tunggang akar
Batang tercerabut daun ambyar
Badai, hujan dan banjir
Bau anyir korban cengkeraman
Jaring-jaring kekuasaan.
©Pras1Ut.Bgr.25102020. (Prasetya Utama)
178
263
Bercanda
Masih muda bercanda
Baik dalam duka ketawa
Bahagia bersama
Entah mendung atau pun hujan
Menyambut secawan harapan
©Pras1Ut.Bgr.25102020. (Prasetya Utama)
264
Menabur Debu
Menderu bising suaramu lantang buyarkan hening
Mesin-mesin itu pongah menghantam rerimbun daun
Bukit lembah hijauku hilang rata tak tersisa
Sesaat lagi ocehan peksi tak lagi hiasi asri alam
179
Dengan angkuhmu kautaburkan debu asap pada
bumiku
#gogyhosi_Thom.Malang, 25|10|2020. (Albertus
Hariyanto)
265
Cetot
Sore-sore ingat cetot goreng
Sambil ngopi ngemil sendiri
Langit mendung kelabu
Bangun tidur siang, ingat Ibu
Cemas kalau anaknya belum belajar
©Pras1Ut.Bgr.25102020. (Prasetya Utama)
180
266
Sang Kebenaran Di Manakah
Engkau
Ketika kepalsuan, kemunafikan merajai lini
kehidupan, manusia pun berlantang swara
dari tubir kegelapan, "Hai sang kebenaran, di
manakah engkau?"
Ketika virus hoaks ganas merajai seluruh lini
kehidupan, wajah tulus sang kebenaran bagai dibalut
sehelai selendang kepalsuan.
"Sesungguhnya, siapa dan apakah yang sirna
di dalam era gelap gulita ini
Sang kebenarankah ataukah sang kepalsuan?"
Dan camkan, sungguh, wajah tulus sekeping mentari
kebenaran, tak pernah terhalau oleh silaunya
gumpalan gemawan kepalsuan!
Malang, 25 Oktober 2020. (Beny Kristo)
181
267
Hari Minggu
Kudengar azan subuh selesai
Kubangun dan merenung
Kutahu ini hari Minggu
Kuingin ke Gereja
'Ku tak bisa lagi
(SB, Gro, 25102020. (Stephanus Bambang Nugroho)
268
Ngetrend
1980-an, ibu-ibu demam kursus bahasa
"Globalisasi, globalisasi, globalisasi"
Berulang di koran, radio dan televisi
182
40 tahun kemudian
Semua perubahan tergulung ke dalam sepi
©Pras1Ut.Bgr.25102020. (Prasetya Utama)
269
Globalisasi
Globalisasi, bagai mantra dan doa-doa di ujung senja
Nyaris menelan keberadaan diri
Akibatnya ya sekarang ini
Corona
Menimbulkan demam luar dalam
©Pras1Ut.Bgr.25102020. (Prasetya Utama)
183
270
Senyuman Palsu
Dadaku sesak setiap melihat hadirmu
Jiwaku berontak, untuk apa engkau ada?
Senyum palsu itu jelas terlihat dari sudut mata
julingmu
Begitu piawainya kau masuki relung lemahku
Akankah ada secuil kesadaran hampirimu?
#gogyoshi_Thom. Malang, 24|10|2020. (Albertus
Hariyanto)
271
Ada Daun-Daun Jatuh
Ada daun-daun rindu jatuh berderai serak-menyerak
menyinggahi rahim bunda bumi
184
Ada duri-duri daun kesumat berlompatan pagut
memagut menusuk duka sang bu
Ada lagi daun kuning putih ungu hijau merah turut
gugur berderai, sebelum musim gugur
Kini, meranggas sunyi reranting sang bunda
ditinggal pergi buah-buah rahimnya
Dan bundaku pun balik bertanya "anak anaku,
mengapa tega berjatuhan?"
Malang, 24 Oktober 2020. (Beny Kristo)
272
Menjemput Rindu 5
Kupacu cepat melesat di tol trans Jawa
Menembus gelap rindu malam
Melecut semangat memanggil surya pagi
Masih seperti dulu aroma kota rinduku
Selamat pagi Solo, kota kelahiranku.
185
#gogyoshi_mct. Solo-241020-dini hari. (Mctanto
Suharto)
273
Hikmah
Hikmah sepi dan ngopi pagi hari
Memori terulang kembali
Pojok stasiun memanjakan angan
Sampai ketinggalan kereta
Lupa stasiun tujuan
©Pras1Ut. Bgr. 23102020. (Prasetya Utama)
186
274
Selamat Pagi
Pagi-pagi sahabatku menawari kopi
Maturnuwun, terimakasih
Ngopi dulu ah
Memang seger sumyah
Bikin otak kemepyar, kawan, met pagi!
©Pras1Ut.Bgr.23102020. (Prasetya Utama)
275
Cerah Pagi Buta
Ada bulan sabit
Di atas, jauh di sana
Berjalan menuju barat
Azan subuh sudah selesai
187
Cerah pagi buta, yang dirindu
(SB, Gro, 23102020. Stephanus Bambang Nugroho)
276
Kaya Raya
Pagi-pagi ingat sebuah isi dongeng
Seseorang hidup menderita berdoa agar menjadi
kaya, terkabul
Setiap yang disentuh akan jadi emas
Terserah emasnya akan dijual atau untuk bersenang-
senang
Lupa, lupa judulnya, kini setiap yang disentuh jadi
penyakit, misteri
©Pras1Ut.Bgr.23102020. (Prasetya Utama)
188
277
'Ku Ingin Ketemu
Suka duka
Hadir setiap saat
'Ku duduk agak ngantuk
'Ku terjaga ada sosok lewat
Teman lamaku, kuingin ketemu
(SB, Gro, 23102020. Stephanus Bambang Nugroho)
278
Ave Maria
Ave Maria
Kembali ke masa lalu
Nenekku mengajariku
Bersenandung lagu itu
189
Ave, Ave, Ave Maria, Ave, Ave, Ave Maria
(SB, Gro, 20102020. Stephanus Bambang Nugroho)
279
Kopiku
Aku tahu kopi
Aku suka kopi
Aku minum kopi
Semua kopi-kopi itu
Kusebut kopiku
(SB, Gro, 22102020. Stephanus Bambang Nugroho)
190
280
Serakah
Jika segumpal nafsu menindih aliran nurani
Suci putih kalbu tak lagi mampu redakan hasrat
Aku aku dan hanya ada aku
Teriakan itu menggelegar pekakkan telinga
Tamak serakahmu menikam jiwa-jiwa yang letih
#gogyoshi_Thom. Malang, 22|10|2020. (Albertus
Hariyanto)
281
Istriku
Ibu bagiku
Ibu bagi anak-anakku
Ibu bagi harmoni keluargaku
191
Isteriku, sepanjang segala masa
Aku mencintaimu
(SB, Gro, 22102020. Stephanus Bambang Nugroho)
282
Doa Senja Sang Kodok
Prekkk, prekkk, bumm, bumm, prekkk, bumm
Riuh reriang swara alam berhiaskan sendu, diiringi
decak-decak kagum doa sang kodok bertalu bersahut
Seluruh isi alam bersunyi diri, hilang ombak hilang
riak, bersantun bersujud syukur
Sang gemawan bersepoi sendu di atas sana, seolah
turut beringsut manja, seiring merdu swara prekkk,
bumm, prekkk, bumm
"Selamat datang senjaku senyap!"
Malang, 22 Oktober 2020. (Beny Kristo)
192
283
Romeo dan Juliet
Kutonton film itu
Lima puluh tahun lalu
Menyesal hati waktu itu
Harapan happy end berlalu
Hanya film imaji, kini kutahu itu
(SB, Gro, 22102020. Stephanus Bambang Nugroho)
284
Gema Integiritas dan Cinta
Keduanya adalah alunan petikan melodi kasih ilahi,
digemakan dawai bala malaekat surgawi
Keduanya pun, ekspresi keutuhan citra sang ilahi
sebagai simbolisasi kesempurnaan sejati
193
Integritas adalah ekspresi dari bahasa cinta, dan
cinta adalah ekspresi riak air sungai yang mengalir
dari rahim sang keutuhan
Dan keutuhan serta kasih akan mengalirkan bertubi
gema suci kehendak sang ilahi
Mari kita sehati sejiwa, gemakan nilai-nilai luhur
dari rahim sang integritas dan cinta
Malang, 25 Oktober 2020. (Beny Kristo)
285
Gambar Kartunku
Mereka tertawa ria
Melihat gambar gores kartunku
Sungguh lucu, katanya
Kartunku lucu?
Aku heran
(SB, Gro, 26102020. Stephanus Bambang Nugroho)
194