supir aku aja!" ujar Gladys membuat Raja jengah. Mending gue jalan kaki
deh.
"Enggak bisa." jawab Raja datar sambil meneruskan langkahnya.
Gladys melirik bagian depan tas Raja sambil mengerutkan dahinya. Gadis
itu melihat sebuah coklat dengan pita biru muda yang saat ini sedikit
menonjol keluar dari dalam tas Raja dan membuatnya entah kenapa menjadi
kesal. Pasti itu buat pacar kak Raja. Gladys yang tidak rela akhirnya dengan
nekat ia melancarkan aksinya. "Buat aku ya kak!" Gladys menarik coklat itu
tanpa tahu malu lalu berlari keluar begitu saja meninggalkan Raja yang
kebingungan. Apa banget sih.
Raja melirik jam ditangannya sambil berjalan cepat menuju parkiran. Ia
merasa beruntung karena Dirga masih mau meminjamkan motornya secara
bebas untuknya, walaupun sebenarnya ia merasa tidak enak. Tapi untuk
sekarang tak apalah. Jika uang nya sudah terkumpul ia akan mulai mencoba
untuk mencicil motor baru.
Raja mengerutkan dahi saat melihat tasnya sudah terbuka. Cowok itu
langsung merogoh dalam untuk melihat apakah ada barang yang terjatuh atau
tidak. Satu hal yang membuat Raja panik. Coklat untuk Ratu, hilang. Raja
berdecak kesal, ia merasa lesu jadinya.
"Buat aku ya kak!"
Raja membulatkan mata saat baru sadar bahwa coklatnya sudah diambil
oleh bocah menyebalkan yang selalu mengganggunya dengan seenaknya
seharian ini. Sial! Bisa-bisanya gue dikadalin sama anak SMP!. Raja
mengacak rambut kasar. Padahal ia sudah rela untuk tidak makan siang karena
ingin membelikan coklat itu untuk Ratu. Tidak mungkin ia membeli lagi.
Kalau gue beli coklat itu lagi, malam ini gue enggak bisa makan berdua
sama Ratu dong?. Raja menghela napas. "Ikhlasin aja deh Ja! Bulan depan lo
bisa beli lagi kok!" gumam Raja pelan.
Saat Raja ingin naik ke atas motor, tiba-tiba kedua matanya menangkap
sebuah warung kecil yang ada di sebrang tempat ia mengajar. Cowok itu
langsung menyebrang jalan dan berjalan mendekati warung itu cepat. Kedua
matanya langsung berbinar saat mendapatkan apa yang ia cari. Aha! Orang
pinter emang selalu punya jalan!
"Beli..."
"Beli..."
Raja memanggil sang penjual dengan kata "beli" yang biasa anak-anak
kecil pakai saat jajan dengan irama yang sesuai. Tiba-tiba seorang wanita
paruh baya muncul begitu saja dari dalam membuat Raja sedikit terkejut. "Bu
saya beli ini satu. Berapa bu?" tanya Raja sambil menyodorkan produk yang
akan ia beli.
Ibu itu diam. Terpesona akan wajah Raja sejenak. "OMAYGAT
OMAYWAAAAWW ADUH SI ADEN TEH KASEP PISAN EUYYYY!
JADI PENGEN IBU BAWA PULANGG!!!" ujar Ibu warung itu dengan tiba-
tiba dan berlebihan.
Raja menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali. "Makasih Bu.
Jadi ini berapa?" tanya Raja kikuk.
"OHHHH SI ADEN TEH MAU BELI ITU, DUA RIBU AJA DEN
HARGANYA. MAU BELI SATU AJA?" tanya Ibu warung itu membuat Raja
mengangguk malu.
"Iya Bu, satu aja. Ini uangnya" Raja menyodorkan selembar uang dengan
nominal dua ribu rupiah kepada Ibu warung itu.
"KARENA ADEN TEH KASEPP PISAN, IBU GRATISIN SATU LAGI
DEH. NIH IBU KASIH DUA! UDAH AMBIL AJA." Ibu warung itu meraih
tangan Raja lalu memberikan satu lagi produk yang sama kepada Raja sambil
memamerkan senyum semanis mungkin. Rejeki Ibu-Ibu Soleh!
"INI BENERAN BU?!! MAKASIH YA BU!! MAKASIH BANGET!!
KALAU GITU SAYA PAMIT DULU YA BU!!" ujar Raja senang lalu pamit
sambil mencium punggung tangan Ibu warung itu dengan sopan. Rejeki orang
ganteng!
Ibu warung itu menatap kepergian Raja sambil menahan getaran dalam
dadanya. "UMUR BOLEH TUA TAPI JIWA TETAP MUDA!!" ujar Ibu
warung itu sambil melemparkan kedipan genit ke arah Raja yang sudah
hampir tidak terlihat itu.
***
"RAJAAA!!!" teriak Ratu saat melihat Raja sudah berdiri dengan manis di
depan caffe tempat ia bekerja. Gadis itu berjalan menghampiri Raja dengan
senyum yang lebar.
"Enggak usah teriak-teriak segala. Emangnya ini hutan!" ujar Raja
membuat Ratu menyengir.
"Abisnya Ratu kangen sama Raja!" ujar Ratu tidak tahu malu lagi.
Emangnya kenapa?! Kan Raja itu pacar Ratu! Kalian sirik ya?!! Makanya
cari pacar sana wlekk!
Raja tertawa geli. "Baru juga beberapa jam enggak ketemu. Dasar lebay!"
ujar Raja sambil mengacak rambut Ratu.
"Raja darimana? Kok masih pake tas?" tanya Ratu sambil mengerutkan
dahi.
"Dari Warkop. Belum sempet pulang makanya masih pake tas." jawab Raja
bohong.
Ratu membulatkan mulutnya. "Terus sekarang kita mau kemana? Mau
langsung pulang atau pacaran dulu?" tanya Ratu polos membuat Raja makin
mengacak rambutnya gemas. Dasar bucin!
"Makan dulu deh. Disana kayaknya ada nasi goreng enak!" ujar Raja
sambil menunjuk ke arah penjual nasi goreng di pinggir jalan yang tidak jauh
dari lokasi mereka berdua saat ini. Ia benar-benar kelaparan.
Ratu mengangguk semangat. "Iya ayok! Ratu juga udah laper banget nih!
Ayok Raja!" Ratu menarik tangan Raja dengan terburu-buru membuat Raja
menggeleng heran. Dasar si buntel! Giliran soal makan aja langsung
semangat!
Mata Raja berbinar ria saat menatap sepiring nasi goreng yang sudah ada
dihadapannya saat ini. Bersama senyum lebar, ia pun segera melahapnya
dengan tidak sabar. Akhirnya cacing di perut gue enggak ngedumel lagi!.
Raja benar-benar kelaparan. Sejujurnya ia adalah tipe orang yang tidak biasa
untuk melewatkan makan siang, tapi mulai sekarang ia harus belajar untuk
membiasakannya. Semangat Jaja!
Ratu menatap Raja dengan tertegun. Tidak biasanya Raja makan dengan
lahap seperti sekarang ini. Raja kayak udah enggak makan berhari-hari
aja!. Ratu mengambil satu sendok nasi goreng itu lalu menyuapi ke mulutnya
sendiri. Gadis itu mengerutkan dahinya. Perasaan rasa nasi gorengnya
biasa aja, Raja lebay banget deh. Ratu menuangkan segelas air putih lalu
menyodorkannya kepada Raja. "Raja, makan yang pelan dong! Nanti Raja
keselek!" ujar Ratu yang hanya dibalas dengan anggukan Raja.
Setelah mereka berdua selesai makan. Ratu dengan inisiatif langsung
membuka dompetnya dan mengeluarkan selembar uang dua puluh ribu rupiah.
"Raja, biar Ratu yang bayar aja ya! Tadi siang kan Raja udah bayarin Ratu
makan." ujar Ratu membuat Raja mendengus kesal.
"Enggak." Raja mengambil selembar uang itu lalu memasukannya kembali
ke dalam tas Ratu. "Buat apa lo punya gue, Ratu." kata Raja. Cowok itu lalu
berdiri dan menghampiri Bapak nasi goreng lalu membayarnya dengan
segera.
"Buntel, ayok!" Raja memanggil Ratu keras untuk beranjak. Tercetak jelas
wajah Ratu saat ini sudah memerah karena mendengar Raja memanggilnya
dengan sebutan "buntel" dihadapan banyak orang. Raja benar-benar
mengajaknya perang!
Ratu melipatkan kedua tangannya. Saat ini ia dan Raja sedang berjalan
kaki menuju tempat parkir yang biasa Raja gunakan. "Raja nyebelin!" Ratu
merajuk. Gadis itu mengerucutkan bibirnya membuat Raja menjadi sangat
gemas. Cute overload!
Tiba-tiba Ratu memekik kesakitan saat Raja mencubit pipinya yang
padahal terasa pelan. "ADUH SAKIT!" Ratu meringis membuat Raja curiga.
Raja menyibakan rambut Ratu segera. Matanya membelalak saat melihat
merahnya pipi Ratu yang ia yakini adalah bekas tamparan. "Siapa yang
ngelakuin ini?" tanya Raja dingin. Benar-benar dingin.
Ratu gelagapan. "Ini.. ini Ratu tadi nabrak tiang waktu jalan." jawab Ratu
yang sangat jelas bohongnya. Benar-benar bodoh!
"Gue tanya sekali lagi. Siapa yang ngelakuin ini, Ratu?!" Raja meninggikan
suaranya.
Ratu menunduk lesu. Tidak ingin membuat Raja marah, akhirnya ia
menceritakan kepada Raja apa yang ia dan Rinai lakukan tadi siang, dari
awal sampai akhir dengan sejelas-jelasnya dan sejujur-jujurnya. Ratu
menatap Raja dengan takut-takut. Cowok itu benar-benar marah, Ratu sadar
jelas saat mendapatkan kedua tangan Raja tengah mengepal kuat sekarang.
"Maaf." satu kata mencelos begitu saja dari bibir Ratu. Gadis itu benar-
benar sangat menyesali tindakannya siang tadi.
Raja hanya diam sambil memijat pelipisnya dengan lelah. Cowok itu tidak
mengerti kenapa Ratu bisa melakukan tindakan hal senekat itu tanpa
mementingkan keamanannya sendiri. Bagaimana kalau-kalau Sergio ada
disana? Raja tidak bisa membayangkannya lagi!. Raja mencoba
menurunkan amarahnya. Ia sudah berjanji kepada Ratu untuk merubah sifat
tempramentalnya itu. "Jangan ulangin lagi." kata Raja mencoba untuk sabar.
Ratu mendongak seketika. Raja enggak marah? Serius nih? Apa Raja lagi
kesambet? Idih amit-amit jangan sampe!. Ratu berdeham. "Raja enggak
marah?" tanya Ratu hati-hati.
"Marah." jawab Raja singkat membuat Ratu kembali menunduk lesu.
"Maaf, Raja."
"Janji enggak akan ngulangin lagi?" Raja menjulurkan jari keligkingnya pas
di depan wajah Ratu. Cowok itu tersenyum tipis.
Ratu kembali mendongakan kepalanya dan menatap Raja dengan sorot
berbinar dari kedua matanya. "Janji!" jawab Ratu sambil tersenyum lebar. Ah
ia makin cinta Raja!
Raja melepaskan julurannya. Cowok itu membuka tas ranselnya lalu
merogoh dalam untuk mengambil sebuah hadiah untuk Ratu yang sudah ia beli
dari si Ibu warung yang genit itu. "Ini." Raja menyodorkan dua buah coklat
dengan label gambar ayam di pinggirnya kepada Ratu dengan sedikit malu.
"Buat lo. Maaf kalau menurut lo itu terlalu murah." ujar Raja kelu.
Ratu meraih kedua coklat itu sambil berjingkrak seperti anak kecil
membuat Raja heran. "RAJAAA!! RATU ITU SUKA BANGET SAMA
COKLAT INI!!! YAAAMPUN RATU SENENG BANGET!! UDAH LAMA
BANGET RATU ENGGAK MAKAN SI COKLAT AYAM!" ujar Ratu
senang membuat Raja ber-oh ria. Oh, jadi namanya coklat ayam. Iya juga
sih , kan ada gambar ayamnya. Ah kudet lo Ja! BIASA MAKAN COKLAAAT
DARI BELGIA LANGSUNG SIH!!
"Syukur deh kalau lo seneng." kata Raja senang.
Ratu mengangguk cepat. "Seneng banget! Makasih Raja!" ujar Ratu
kembali sambil membuka bungkus coklat tersebut dengan tidak sabar. Ratu
sayang Raja!
Raja memandang Ratu sambil tersenyum. Ternyata kebahagiaan itu tidak
bisa diukur dengan sebuah nilai yang diberikan. Bahagia ya bahagia saja. Itu
yang Raja rasakan saat ini. Ratu benar-benar mengajarkan dirinya arti dari
sebuah kesederhanaan dan ketulusan. Melihat gadis itu tengah tersenyum
lebar hanya karena sebuah coklat dengan harga dua ribu rupiah yang ia
berikan, membuat hatinya langsung menghangat. Ratu, Ratu, bagaimana bisa
gue enggak jatuh cinta sama lo?.
——————————————————————
NEXT PART MAU KAPAN??
——————————————————————————
FOLLOW INSTAGRAM @WATTPADRERE DAN @RERETRSS
JOIN GROUP LINE RUR? BUKA PROFILE WATTPAD AUTHOR
DAN KLIK LINKNYA! YUK KITA SERU-SERUAN BARENG PARA
TOKOH!
JANGAN LUPA BACA SEQUEL ELANG! BUKA DAN FOLLOW
PROFIL AUTHOR!
JANGAN LUPA TONTON VIDEO KECIL DARI RAJA UNTUK RATU
DI INSTAGRAM @wattpadrere
FOLLOW INSTAGRAM
@wattpadrere
@reretrss
@raja.gemilang
@ratusetiawijaya
@elang.gunturr
@fara.aradila
@raja.gemilang
@angkasa_laksmana
@nadiaa_saraswatii
@senjaalana
@rinaihujann
@raya_indahh
@anggi_ppitaloka
@rinduserunii
@dirga_margantara
@panca.kstria
@diba_saidira
@aldimahesa_
@ristisekaar
@sila_putriana
@sherina.halim
@aksaraprabudi
@helen_adisti
@jehavictoria
@gamal_kusuma
@bimaorlandoo_
@jiroofernando
@gengtempur
@garudacheerleader
Post bagian mana yang paling kalian suka di part ini di instastory, dan
tag @wattpadrere untuk author repost ❗
JANGAN LUPA UNTUK FOLLOW INSTAGRAM RAJA UNTUK
RATU @wattpadrere ! ! Disana author akan sering-sering post spoiler
bagi yang enggak sabar liat part selanjutnya! ❤
I love u xoxo
SEQUEL ELANG GUNTUR
JANGAN LUPA BACA SEQUEL ELANG GUNTUR ❗❗❗❗❗❗❗❗❗❗❗❗❗❗❗❗
BUKA PROFIL AUTHOR DAN JANGAN LUPA FOLLOW ❤
53. KEJUTAN SEDERHANA DARI RAJA
You're just too good to be true
I can't take my eyes off you
You'd be like heaven to touch
I wanna hold you so much
At long last love has arrived
And I thank God I'm alive
You're just too good to be true
Can't take my eyes off you
Pardon the way that I stare
There's nothing else to compare
The sight of you leaves me weak
There are no words left to speak
But if you feel like I feel
Please let me know that is real
You're just too good to be true
I can't take my eyes off you
I need you baby
And if it's quite all right
I need you baby
To warm the lonely nights
I love you baby
Trust in me when I say okay
Oh pretty baby
Don't let me down I pray
Oh pretty baby
Now that I've found you stay
And let me love you, oh baby
Let me love you
Can't Takes My Eyes Of You-Cover By Joseph V
[JANGAN LUPA FOLLOW KARENA ADA BEBERAPA PART YANG AKAN
DIPRIVATE & VOMMENT YA, KARENA ITU BERHARGA BANGET BUAT
AUTHOR ❤ DAN JANGAN LUPA PUTAR MULMED YANG SUDAH
AUTHOR SEDIAKAN UNTUK KALIAN, SELAMAT MEMBACA SEMUA
❤]
53. KEJUTAN SEDERHANA DARI RAJA
"MAU SAMPE KAPAN LO LIATIN ITU SI BERI-BERI RAJA
GEMILANG?" tanya Panca. Cowok itu melipatkan kedua tangannya sambil
berdecak kesal. Pasalnya sudah hampir setengah jam lebih mereka
menghabiskan waktu di salah satu toko boneka yang ada disebuah mall tanpa
ada sedikitpun niatan untuk beranjak. Cowok itu mengamati Raja yang sedari
tadi masih kebingungan memilih dua teddy bear dengan warna baju yang
berbeda. . Gue laper Jaja Marjan!! AH SI BERI-BERI INI BIKIN REPOT
AJA!!
Raja menatap sebuah boneka yang ada dikedua tangannya saat ini dengan
berbinar. "GUE ANGKUT YANG INI AJA CA!! AHHHHH LUCU
BANGET DAH ANAK GUE!!" ujar Raja sambil tersenyum puas. Si buntel
pasti seneng banget!
Panca menghela napas lega. Dari tadi kek Ja!. Tiba-tiba kedua mata Panca
menangkap sebuah boneka yang visualnya sangat mirip dengan sang ketua
SAKGAR. "JA!! JA!! LIAT!! ADA ANAKNYA SI SASA!!" ujar Panca
sambil menepuk-nepuk pundak Raja.
Raja menoleh dan mengikuti arah telunjuk Panca. "WAHH BENER CA!!
ANAKNYA SI ANGKASA KENAPA BISA KESASAR SAMPE KESINI
YA CA?!" ledek Raja.
"MAKLUM JA, EMAK BAPAKNYA LAGI ENGGAK AKUR DI
RUMAH." kata Panca membuat Raja tergelak.
"AWAS KEDENGERAN SI DOI! BISA DIBOTAKIN LANGSUNG LO!!"
ujar Raja membuat Panca bergidik.
"Udah ah! Gue mau bayar anak gue dulu! Lo tunggu sini!" perintah Raja yang
dibalas dengan anggukan Panca. Mereka berdua saat ini sudah seperti
seorang Bapak dan anak yang sedang mencari mainan bersama-sama. Astaga
bisa-bisa mereka berdua diledeki habis-habisan oleh anggota SAKGAR
yang notabenenya adalah pasukan mereka sendiri bila terlihat sedang
menghabiskan waktu di toko boneka yang dekorasinya berwarna serba
merah muda ini.
Raja berjalan mendekat menuju meja kasir untuk membayar boneka yang ia
beli. Cowok itu merogoh saku lalu membuka dompetnya dengan perasaan
senang. Uang yang ia pakai saat ini untuk membeli hadiah ulang tahun Ratu
adalah hasil dari kerja kerasnya sendiri. Walaupun tubuhnya sempat merasa
sakit-sakit karena kewalahan bekerja, tapi akhirnya semuanya terbayar
dengan rasa puas yang seimbang. Semua ini untuk lo buntel!
"Kak Raja!"
Raja menoleh seketika. Cowok itu langsung memicingkan mata sinis
kepada seorang gadis yang saat ini ada di depannya. Ngapain ini bocah alay
ada disini?!. "Iya." kata Raja datar dan singkat.
"KAK RAJA BELI BONEKAAA???" ujar Gladys sambil memandang
sebuah totebag yang ada di satu tangan Raja dengan berbinar. Wah pasti Kak
Raja mau beliin untuk Glad!
"Iya." jawab Raja singkat kembali. "CAAA AYOK CABUT!!" teriak Raja
yang segera disahuti oleh Panca. Cowok itu langsung keluar dari toko
tersebut tanpa mengucapkan kata pamit sekalipun kepada Gladys hingga
membuat gadis itu mendengus kesal.
Gladys melipatkan kedua tangannya sambil mengerucutkan bibirnya. Kak
Raja nyebelin banget sih! Tapi boneka itu kira-kira untuk siapa ya?
Jangan-jangan untuk pacarnya kak Raja lagi?! Enggak!! Enggak boleh!!.
Gladys pun akhirnya memutuskan untuk membuntuti Raja dan Panca dari
belakang dengan diam-diam. Gadis itu memang tidak sengaja bertemu Raja
hari ini. Benar-benar hari yang beruntung!. Niatnya yang hari ini hanya
ingin berjalan-jalan sambil mencari buku ternyata bisa menjadi seberuntung
ini, seperti sedang memenangkan lotre saja.
Raja dan Panca memutuskan untuk mampir sebentar ke sebuah foodcourt
yang ada di dalam mall tersebut. Mereka berdua harus segera mengisi
amunisi sebelum melancarkan aksi paket satu malam nanti. "Ayok Ca!" Raja
mengajak Panca berkeliling untuk melihat-lihat macam menu makanan yang
ada di dalam foodcourt sambil mengusap-usap perutnya yang lapar. Cowok
itu lalu meletakan ransel beserta totebag berisi anaknya dengan Ratu di atas
meja dengan hati-hati dan tidak lupa untuk berpamitan sejenak. Tunggu Ayah
ya Nak!!!
Pletak! Panca menjitak kepala Raja. "BURUAN BAMBWANGG!! PAKE
ACARA PAMITAN SEGALA LAGI KE SI BERI-BERI!! LO ENGGAK
DENGER APA PELIHARAAN GUE YANG ADA DI DALEM PERUT
UDAH JERIT-JERIT DARI TADI?! UDAH AYOK! ANAK LO JUGA
ENGGAK BAKALAN KABUR JAJA MARJAN!" ujar Panca kesal.
Sedangkan Raja hanya menggaruk tengkuknya sambil cengegesan. Dasar lu
ye bucin kuadrat!
Saat Raja dan Panca beranjak mencari makanan, dari kejauhan Gladys pun
mengamatinya. Setelah kedua cowok itu lengah, dengan tergesa-gesa Gladys
langsung berjalan mendekati tempat duduk Raja dan Panca. Gadis itu
langsung mengambil totebag Raja yang berisikan hadiah untuk Ratu,
pacarnya dengan cepat. Tak mau sampai ketahuan, akhirnya Gladys langsung
pergi begitu saja dengan senyuman puas yang mengiringinya. Kemarin coklat,
sekarang boneka?! Apa sih mau kak Raja?!
Setelah memesan makanan, Raja dan Panca berjalan kembali menuju
mejanya untuk menunggu pesanan tersebut diantar. Raja yang sudah tidak
sabar bertemu dengan anaknya pun berjalan dengan cepat membuat Panca
menggeleng heran. Wah gawat! Ini anak bucinnya udah level waspada nih!!
Raja memekik sambil membelalakan mata saat melihat totebag berisi
Beri-Beri tidak ada di atas meja. Itu berarti, anaknya telah hilang. HILANG
GENG HILAAANGGG!!!!!!!!!!!!! HILAAAANGGGGGG WOY
HILANGGGGGG!!!!!!!!!
"CAAA ANAK GUA ILANG CA!!!!" panik Raja membuat Panca langsung
ikut mencari si Beri-Beri sampai ke kolong meja sekalipun. Tapi hasilnya
nihil.
"AYOK CA KITA HARUS NGELAPOR POLISI!! GUA ENGGAK
TERIMA CA!! AWAS AJA TUH MALING KALAU SAMPE KETEMU
GUE KARUNGIN TERUS GUE BUANG KE LAUT SEKALIAN!!" ujar
Raja emosi.
"LO SARAP? MANA MAU POLISI NGURUSIN HAL BEGINIAN JA?!
LAGIAN EMANG SALAH KITA YANG TELEDOR LETAKIN SI BERI-
BERI SEMBARANGAN." ujar Panca. "GUE ENGGAK BECUS JADI
SEORANG PAMAN JA.... MAAFIN OM BERI-BERI..." ujar Panca dengan
sendu dibuat-buat.
Raja langsung terduduk lesu. Cowok itu menenggelamkan wajahnya di
kedua lengannya. "Beri....." lirih Raja. Tunggu-tunggu, Raja nangis??!!!
Panca memicingkan kedua mata. "WOY JAJA MARJAN JANGAN
BILANG LO SEKARANG LAGI CRYING CRYING!! GUA TINGGAL LO
JA KALAU SAMPE BENER!!!!!" ujar Panca sambil mengguncang pundak
Raja.
"Anak gue abis diculik orang Ca! Gimana bisa gue enggak nangis?!!" ujar
Raja sedikit tersedu-sedu.
Panca berdecak kesal. "LO EMANG KAMPRET YA JA!!! SUMPAH JA
LO BIKIN MALU!! DIEM WOY JA!!" ujar Panca kesal.
"Biasanya juga kalau lo bikin malu, gue diem aja Ca." lirih Raja. Iya juga
sih.
Panca menarik lengan Raja hingga cowok itu berdiri. "Ayok kita beli lagi.
Pake uang gue dulu aja." ujar Panca mencoba memberikan solusi.
"ENGGAK!!" tolak Raja cepat. "Gue enggak mau Ca! Gue enggak mau
beliin kado untuk pacar gue sendiri dengan pake uang orang. Emangnya gue
laki-laki apaan?!" ujar Raja sambil melipatkan dada. Buntel, gue harus apa
dong?
Raja meraih tas ranselnya lalu memakainya di satu pundaknya. "Lo makan
sendiri aja Ca. Gue pulang duluan." ujar Raja lesu lalu berjalan begitu saja
meninggalkan Panca yang terlihat kebingungan.
Panca pun langsung menyusul Raja seketika. JAJA JAJA!! MANA BISA
GUE NELEN NASI KALAU LO LAGI KAYAK GINI?!. "Udah cari kado lain
aja yang semampu lo Ja. Gue yakin kok, apa yang lo kasih pasti si Ratu bakal
terima." ujar Panca sambil menepuk pundak Raja kecil.
Raja berjalan dengan lesu. Cowok itu merutuki dirinya sendiri yang tidak
becus menjaga anaknya, Beri-Beri. Jadi percuma dong gue kerja jor-joran
sampe subuh kemarin? Yaudahlah Ja, bukan rejeki lo.
Tiba-tiba langkah kaki Raja langsung terhenti saat melihat sebuah game
center yang jaraknya tidak jauh darinya saat ini. Ting! Otak Raja langsung
berjalan saat itu juga. Cowok itu langsung berlari terburu-buru menuju game
center tersebut membuat Panca semakin bingung. Orang pinter memang
selalu banyak akalnya!
Raja mengeluarkan uang selembar sepuluh ribu rupiah dalam dompetnya
lalu membeli koin permainan dengan segera. Semangat Ja!!!!!!!!. Cowok itu
langsung berjalan mendekati mesin boneka yang saat ini rasanya sudah
memanggil-manggil dirinya untuk segera kesana. Kemari Raja.. Kemari
Raja...
"WOY JAJA MARJAN!! LO NGAPAIN BUANG-BUANG DUIT BUAT
BELI KOIN SEGALA SIH?! WAH LO KADANG BEGO JUGA YA JA!!
JANGAN BILANG LO MAU MAININ SI MESIN CAPIT?? SAMPE
ANGKASA BOTAK JUGA LO ENGGAK AKAN BISA MENANG JA!!
LENYAP DEH CEBAN LO!!" cerocos Panca tidak henti sambil
menyenderkan tubuhnya disamping mesin boneka tersebut.
"Siapa tahu berhasil Ca." jawab Raja membuat Panca mendengus. Cowok
itu sekarang tengah mengamati kumpulan boneka yang ada di dalam mesin
tersebut untuk dia pilih nantinya.
"JAA!! LO KAYAK ENGGAK PERNAH MAIN MESIN CAPIT AJA
SIH??!! GUE KASIH TAHU YA SAMA LO, MAINAN INI TUH SEBELAS
DUA BELAS SAMA KAYAK SI SILA!! SAMA-SAMA SUKA NIPU!!!!"
ujar Panca menggebu-gebu. Kok lo jadi bawa-bawa Sila Ca? Masih Galau?
"Emang enggak pernah Ca. Ini pertama kalinya." jawab Raja tidak mau
bertele-tele. Cowok itu pun langsung merogoh saku kemejanya untuk
mengeluarkan koin yang sudah dibelinya tadi.
Panca menghembuskan napas kasar. "GUE AJA YANG UDAH BERIBU-
RIBU KALI MAIN SAMA SI CAPIT INI, SATU KALI AJA GUE ENGGAK
PERNAH DIKASIH MENANG JA!! APALAGI LO YANG MASIH
NEWBIE!! BUANG-BUANG DUIT LO JA!!" ujar Panca sambil melipatkan
dada.
Raja tidak menggubris ucapan Panca sama sekali. Cowok itu langsung
memasukan koin ke dalam mesin tersebut. Pelan-pelan Raja menggerakan
tuasnya sambil menimang-nimang teknik apa yang harus ia gunakan saat ini.
"OKE!!! GUE AKAN DAPETIN LO BLUBLU!!" ujar Raja membuat Panca
mengerutkan kening. Blublu?
Panca yang melihat keseriusan Raja akhirnya ikut menjadi tegang juga.
"PELAN-PELAN JAAA!!! ARAHIN KE KANAN DIKIT!!" ujar Panca yang
malah memecahkan konsentrasinya saja. Mending lo diem deh Ca!!
Suasana makin menegang saat Raja berhasil mencapit sebuah boneka
berwarna biru yang sudah Raja pilih sedari tadi membuat Panca yang melihat
langsung menatapnya tidak percaya. Lo bener-bener dewa Ja!
"YASHHHHHHHHHH!!!!" teriak Raja saat melihat boneka pilihannya
telah berhasil masuk ke dalam keranjang mesin itu. Cowok itu bersorak riang
lalu merunduk dan mengambil anaknya yang kedua dengan segera.
BLUBLUUUU AYAH DATANG!!
Panca ternganga tidak percaya. "Ja gue boleh enggak sekali-kali pinjem
otak lo?" tanya Panca membuat Raja mengerutkan dahi. LO MAKAN APA SIH
JA SEHARI-HARI?
Raja tidak menghiraukan Panca. Cowok itu langsung meraih ranselnya lalu
memasukan Blublu kedalamnya. Ayok kita pulang Blublu!!. "AWAS AJA
KALAU SAMPE ITU MALING MAU NGAMBIL ANAK GUE LAGI! GUE
JADIIN PERKEDEL LANGSUNG ITU MALING!!" umpat Raja yang masih
kesal. Selamat tinggal Beri..
"AYOK CA PULANG!! PAKET SATU MENANTI!!"
***
"INI RATU LAGI DIMANA SIH?"
Ratu berdiri dengan kebingungan. Kedua mata gadis itu sudah dibaluti kain
saat ini. "Dirga ini dimana?" tanya Ratu kesal. "Dirga? Kita enggak jadi ke
taman? Dirga bilang, Dirga mau curhat tentang Sye." tanya Ratu kepada Dirga
yang saat ini sudah memegangi kedua tangan Ratu. Ini Dirga mau ngapain
sih?!
Pasalnya sekitar jam delapan tadi, Dirga bertandang ke rumah Ratu sambil
memasang wajah semelas mungkin. Cowok itu meminta kepada Ratu untuk
menemaninya pergi ke taman dan mendengarkan keluh kesahnya soal Sherina
Halim. Gadis yang tengah dekat dengannya sekarang ini.
Awalnya Ratu merasa curiga. Dirga Margantara. Cowok yang cuek abis
soal cewek, mana mungkin sampai mau repot-repot begini bila hanya untuk
soal sekedar curhat tentang percintaan. Bukan Dirga banget!!. "Dirga jangan
main-main deh, Mau Ratu doain perut Dirga makin buncit?" ujar Ratu
membuat gadis itu sedikit mendengar suara kekehan dari beberapa orang.
"LHOOOO?? KOK ADA YANG KETAWA?? KITA LAGI SAMA SIAPA
AJA DIRGA??" tanya Ratu sedikit takut. Tiba-tiba sebuah aroma yang tidak
asing menyeruak masuk ke dalam hidung Ratu, membuat gadis itu mendengus.
"KOK KAYAK BAU GORENGAN YA??? INI LAGI DIMANA SIH GA??"
tanya Ratu tidak sabar.
Tiba-tiba balutan kain di kedua mata Ratu terlepas begitu saja. Dirga pun
tidak lagi menahan kedua tangannya. Ratu membuka mata perlahan. Gadis itu
spontan membelalakan mata sambil menangkupkan satu tangan di mulutnya
tidak percaya. Ternyata hari ini adalah hari ulang tahunnya.
"SELAMAAT HARI LAHIRRRRRRR!!!!!"
Seluruh anggota SAKGAR berteriak lalu bertepuk tangan dengan keras
membuat Ratu makin terkejut.
BYURRRRR. Tiba-tiba kumpulan potongan kertas berwarna-warni yang
digunting dengan kecil-kecil mengguyur tubuh Ratu membuat gadis itu
langsung mendongak.
Angkasa?. Ratu tertawa melihat Angkasa sang PEMIMPIN SAKGAR yang
saat ini tengah berdiri di atas tangga lipat sambil memegangi sebuah baskom
kecil yang berisi kumpulan potongan kertas warna-warni itu bersama dengan
sebuah bando berhias lingkaran malaikat di atas kepalanya. HAHAHAHAHA
ENGGAK SALAH NIH????!!!!.
"Berhenti ketawa, Ratu." ujar Angkasa. Cowok itu berusaha menahan malu
sekuat mungkin sambil menghamburkan kumpulan potongan kertas warna-
warni tersebut ke sembarangan arah. TURUN DEH HARGA DIRI GUE!!
SIALAN LU SEMUA KUTU BADAK!!
HAPPY ULANG TAHUN, RATU SETIA WIJAYA
Ratu membaca tulisan di atas karton besar berwarna merah muda yang
terpajang di dinding sambil tersenyum lebar. Ratu langsung mengedarkan
pandangannya. Ini kan di Warkop?. Walaupun cahaya sedikit remang. Ratu
masih bisa melihat dengan jelas. Gadis itu terkekeh geli saat melihat
beberapa anggota SAKGAR tengah memegangi balon berwarna merah muda
dengan corak hello kitty yang sedikit mencolok. Tidak lupa dengan lilin-lilin
yang sudah berdiri menyala di tiap meja membuat suasana makin cantik saja.
Suara petikan gitar tiba-tiba muncul membuat suasana yang gaduh langsung
menjadi hening. Panca Ksatria. Cowok itu sudah duduk di atas kursi sambil
memetik gitar dengan mengeluarkan nada-nada yang bisa dibilang terkesan
romantis.
"Happy Birthday, to you."
"Happy Birthday, to you."
"Happy Birthday, Happy Birthday.."
"Happy Birthday, sayang.."
Ratu tersenyum lebar saat melihat Raja tiba-tiba keluar dari arah pintu
dapur Warkop sambil bernyanyi pelan dengan kedua tangannya yang sudah
memegang sebuah kue ulang tahun ala geng TEMPUR. INGAT ALA GENG
TEMPUR!!
"Ayok, make a wish." kata Raja membuat Ratu langsung mengangguk cepat.
Ratu memejamkan mata. Gadis itu berdoa dan meminta harapan dalam hati.
Tenang saja, Ratu tidak akan mengucapkan secara blak-blakan seperti saat
bersama dengan Jeha dan Anggi. Ratu harap, Raja akan selalu bahagia.
Ratu membuka mata perlahan. "Terimakasih Raja." kata Ratu, lalu gadis itu
meniup satu buah lilin putih besar yang tertancap dengan kokoh di kue ulang
tahun ala geng TEMPUR itu disusul dengan tepukan meriah dari seluruh
anggota SAKGAR. Ratu benar-benar bahagia.
Angkasa yang sudah mengerti maksud dari lirikan Raja. Segera ia
menjalankan tugasnya. Dihamburkannya lah kembali segumpal potongan
kertas warna-warni itu ke segala arah dengan seindah mungkin membuat
Elang dan Dirga yang melihat tidak sanggup untuk menahan ketawanya lagi.
Kalau saja waktu itu Angkasa tidak sedang asyik bermain game, pasti
sekarang nasibnya tidak akan berakhir seperti ini. Saat Panca menjelaskan
aksi paket satunya itu, mereka semua langsung saling membagi tugas masing-
masing saat itu juga. Sayangnya, Angkasa yang sudah terlalu asyik hanya
mengangguk-angguk saja tanpa menyadari tugas apa yang diberikan untuknya.
Dan berakhirlah Angkasa seperti sekarang. Angkasa tidak bisa mengelak.
Anggota Sakgar selalu bisa pegang omongannya kan?. Satu kalimat dari
Dirga yang masih Angkasa umpati dalam hati sampai sekarang.
Raja berdeham. Cowok itu meraih tangan Ratu lembut. "Selamat ulang
tahun ya, Ratu. Maaf gue enggak bisa memberikan kemewahan dalam ulang
tahun lo kali ini. Tapi, gue harap kesederhanaan ini akan memberikan kesan
indah tersendiri untuk hidup lo. Gue sayang lo, Ratu. Gue harap kita selalu
bisa rayain ulang tahun lo ini sama-sama sampai selamanya nanti. Sekali lagi,
Selamat ulang tahun ya sayang." Raja menarik tubuh Ratu dan langsung
memeluknya hingga membuat kegaduhan langsung terjadi begitu saja.
MODUSSSS LO RAJA!!
JRENG JRENG
Panca naik ke atas meja lalu mulai memainkan gitarnya. Cowok itu sudah
memasang sikap layaknya seorang gitaris yang sedang manggung di sebuah
acara besar sekarang ini. ROCKKKKK ANNNNDDD ROLLL!!!!!!!.
JREENNNGGG
Elang langsung mengambil sebuah spatula milik Bu Sri yang ada di atas
meja untuk dijadikan sebuah mic. Elang lalu naik berdiri ke atas meja
bersama Panca disampingnya. Cowok itu mengangkat satu tangannya dan
menampilkan sebuah simbol METAL dijarinya.
JREENNNGGG
"SELAMAT ULANG TAHUN!! KAMI UCAPKAN!" Elang bernyanyi
keras sambil bertepuk-tepuk tangan. Lho lho kok malah nyanyi lagu anak-
anak?
"ASELOLEEEE JOSSSS!!" sahut SAKGAR.
"SELAMAT PANJANG UMUR KITA KAN DOAKAN!!!"
"ASELOLEEEE JOSSSS!!"
"SELAMAT SEJAHTERA! SEHAT
SENTOSAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!"
"ASELOLEEEE JOSSSS!!"
"SELAMAT PANJANG UMUR DAN
BAHAGIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!"
"YEAAHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!"
JREEENGGGGGGGGGGGG
Seluruh anggota SAKGAR bertepuk ria dengan ricuh. Mereka semua
benar-benar menikmati alunan lagu yang dilantunkan oleh Panca dan Elang
barusan. Termasuk Dirga yang saat ini sedang duduk sambil sibuk mengunyah
gorengan tidak henti. Cowok itu juga menikmatinya. Menikmati gorengannya
maksudnya.
"OYYYYY PENONTTOOOONN?!!!!" teriak Panca menyeruak.
"APEEEEEEEEEEE?!!!!!" jawab anggota SAKGAR keras.
"UDEHHHH PADA LAPER BELOOONN???!!"
"UDEHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!"
"WOKEDEEEHHH!!! MADAAAAAAMMMMM SRIIIIII??????????"
teriak Panca. Cowok itu memulai kodenya.
"YUHUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU." jawab Bu Sri dari arah
dapur.
"WE AREEEEEE READEHHHHHHHHHH MADAMMMMM!!" teriak
Panca membuat anggota SAKGAR bersorak ria, khususnya Dirga. YESSSSS
MAKANNNN LAGIIIIII!!!!!!!!
Ratu dan seluruh anggota SAKGAR sudah terduduk manis saat ini. Cahaya
pun makin meremang saat lampu utama sudah ikut dimatikan. Ratu tersenyum
ke arah Raja sambil mengucapkan kata terimakasih berkali-kali. Gadis itu
makin terlihat cantik saat cahaya lilin yang ada di atas meja menerpa
langsung ke arah wajah mungilnya, membuat hati Raja berdesir. Gimana gue
enggak makin sayang sama lo buntel!
"EKHHHEEEMMMMMMMMMMM."
Suara dehaman Panca langsung membuat seisi Warkop teralih. Cowok itu
tengah berdiri sambil memegang selembar kertas berisi menu makanan yang
akan dihidangkan di candle light dinner malam ini. CATATTT GENGGG
CANDLE LIGHT DINNER!!! CANDLE LIGHT DINNER!!!
"HIDANGAN PEMBUKA ALA GENG TEMPUR MALAM INI
ADALAHHHHH.........BENTAR-BENTAR." Panca melirik ke arah Dirga
lalu memanggil cowok itu untuk segera menghampirinya.
"Kenape?" tanya Dirga yang sudah ada disampingnya.
"Ga! Ini bacanya kayak mana?! Gue enggak bisa! Susah banget Ga!" bisik
Panca sambil menyodorkan selembar kertas ditangannya.
Dirga mendengus kesal. Cowok itu lalu mengambil selembar kertas berisi
menu tersebut lalu mulai membacanya. "CRISPY SALTY SOYA BEAN
WITH A COUPLE OF CHILLI." ujar Dirga yang mendadak lancar berbahasa
inggris membuat anggota SAKGAR langsung kembali bersorak sorai.
WIDIIIIHHHH kayaknya mantep tuh!
Bima dan Gamal pun sudah keluar dari arah dapur sambil membawa
hidangan pembuka untuk para anggota SAKGAR lainnya. Sungguh, Bima dan
Gamal benar-benar tidak tahan ingin tertawa melihat satu tangkok tempe
mendoan yang ada ditangan mereka berdua saat ini. HALAH GAYA LO SOYA
SOYA BEAN!! BILANG AJA TEMPE MENDOAN!!
Gelak tawa langsung meledak dari seluruh anggota SAKGAR saat Bima
dan Gamal membagikan satu persatu tempe mendoan tersebut ke seisi
Warkop. GENG TEMPUR KAMPREEET!!!. Mereka semua mulai menikmati
hidangan pembuka ala geng TEMPUR tersebut secepat kilat. Tidak sampai
lima menit, satu tangkok besar berisi tempe mendoan itu ludes seketika.
"EKHHHHEEEEEEEEMMMMMMMMM." Panca kembali berdeham.
"HIDANGAN UTAMA ALA GENG TEMPUR MALAM INI
ADALAH............." Panca kembali melirik Dirga yang saat ini masih
mengunyah tempe mendoan, membuat cowok itu mendengus kesal.
Dirga menarik selembar kertas itu kembali. Ini kutu badak apa gunanya
coba jadi pembawa acara?!. "JAVANESE SALAD WITH PEANUTE
SAUCE ALA MADAM SRI." ujar Dirga membuat SAKGAR bersorak
kembali. WAHHHH APALAGI NIH?!!
Gamal dan Bima keluar lagi dari arah dapur lalu membagikan sepiring
pecel ala Bu Sri kepada satu persatu anggota SAKGAR sambil menahan
tawa kembali. Raut wajah bodoh anggota SAKGAR benar-benar membuat
mereka berdua tertawa puas dalam hati. "SELAMAT MENIKMATI
GENGGGGGG.." ujar mereka berdua bersamaan.
Raja mengusap puncak kepala Ratu lembut. "Gimana? Enak saladnya?"
tanya Raja membuat Ratu terkekeh.
"Pecel aja udah." ujar Ratu. "Tapi ngomong-ngomong mana ada pecel pake
saos sambel!" ujar Ratu sambil mengerucutkan bibirnya. Raja lupa kalau
Ratu alergi dengan kacang-kacangan.
Raja mencubit pipi Ratu gemas. "Maaf ya, jangan ngambek dong! Gue
punya kejutan satu lagi lho untuk lo!" ujar Raja membuat Ratu langsung
menatapnya dengan berbinar-binar.
"Apa Raja?!! Mana?! Mana?!" ujar Ratu tidak sabar.
Raja mengeluarkan sebuah kantong kresek hitam dari dalam ranselnya.
Cowok itu langsung menyodorkannya kepada Ratu. "Maaf ya, gue enggak
sempet untuk bungkusin pake kertas kado. Pake kresek aja enggak apa-apa
kan?" ujar Raja.
Ratu mengangguk cepat. "Enggak apa-apa kok!! Ratu boleh buka sekarang
enggak??!! Kira-kira ini isinya apa ya?!! Pasti boneka deh soalnya ini empuk
banget rasanya!!" ujar Ratu sambil meremas-remas kantong kresek tersebut.
Raja mengangguk. "Buka aja sendiri. Namanya Blublu. Sebenernya Blublu
punya kakak, namanya Beri-Beri, tapi karena keteledoran gue, si Beri-Beri
diculik orang deh. Maafin gue ya. Maaf cuma bisa kasih lo ini." ujar Raja
sedikit sedih. Cowok itu masih tidak rela untuk kehilangan Beri. Beri lagi
dimana ya..
"Apa yang Raja udah kasih ke Ratu malam ini, itu udah lebih dari cukup.
Ratu bahagia Raja. Ratu enggak bisa bayangin kalau enggak ada Raja dalam
hidup Ratu sekarang. Ratu bersyukur punya Raja!" ujar Ratu membuat Raja
langsung tersenyum lebar.
"Gue juga bersyukur punya lo, Ratu. Kalau gitu, cepet buka hadiah dari gue
sekarang! Oh iya, walaupun harganya enggak mahal tapi perjuangan gue untuk
dapetin ini susah lho! Jadi tolong jaga baik-baik ya?!" ujar Raja.
Ratu mengangguk semangat. "PASTI DONGG!! cincin tutup kaleng dari
Raja aja masih Ratu simpen sampe sekarang.!" ujar Ratu membuat Raja
senang.
"Ratu buka sekarang ya!" ujar Ratu dibalas dengan anggukan Raja.
Ratu membuka kantong kresek itu dengan tidak sabar sambil bersiul-siul
senang. AHHHHHH PASTI RAJA BELIIN BONEKA YANG MIRIP DENGAN
RATU BANGET DEH!! PASTI BONEKA LUCU WARNA PINK YANG UNYU-
UNYU MIRIP RATU!! AHH RATU TAHU!! PASTI RAJA BELIIN RATU TEDY
BEAR!! RAJA KAN TAHU KALAU RATU SUKA BANGET SAMA TEDY
BEAR!! BLUBLU MAMA DATANG!!
Srak
Srak
Srak
Hening sejenak.
...
...
...
...
...
...
...
...
"RAJAAAAAAA?!!! RAJAAA NYINDIR RATU?!!! RAJA JAHATTTT!!
HUAAAAAAAAAAAAAAAA!!"
KALAU SAJA AKU INI ADALAH LAUTAN.................
——————————————————————————
——————————————————————————
FOLLOW INSTAGRAM @WATTPADRERE DAN @RERETRSS
JOIN GROUP LINE RUR? BUKA PROFILE WATTPAD AUTHOR
DAN KLIK LINKNYA! YUK KITA SERU-SERUAN BARENG PARA
TOKOH!
JANGAN LUPA BACA SEQUEL ELANG! BUKA DAN FOLLOW
PROFIL AUTHOR!
JANGAN LUPA TONTON VIDEO KECIL DARI RAJA UNTUK RATU
DI INSTAGRAM @wattpadrere
FOLLOW INSTAGRAM
@wattpadrere
@reretrss
@raja.gemilang
@ratusetiawijaya
@elang.gunturr
@fara.aradila
@raja.gemilang
@angkasa_laksmana
@nadiaa_saraswatii
@senjaalana
@rinaihujann
@raya_indahh
@anggi_ppitaloka
@rinduserunii
@dirga_margantara
@panca.kstria
@diba_saidira
@aldimahesa_
@ristisekaar
@sila_putriana
@sherina.halim
@aksaraprabudi
@helen_adisti
@jehavictoria
@gamal_kusuma
@bimaorlandoo_
@jiroofernando
@gengtempur
@garudacheerleader
Post bagian mana yang paling kalian suka di part ini di instastory, dan
tag @wattpadrere untuk author repost ❗
JANGAN LUPA UNTUK FOLLOW INSTAGRAM RAJA UNTUK
RATU @wattpadrere ! ! Disana author akan sering-sering post spoiler
bagi yang enggak sabar liat part selanjutnya! ❤
I love u xoxo
56. PEMBALASAN DIMULAI
Terlarut aku dalam kesendirian
Saat aku menyadari tiada lagi dirimu kini
Sampai kapankah aku mampu bertahan
Tetapi aku jalani semua kisah hidupku ini
Tak akan terganti setiap kenangan yang telah terukir
Namun terendap indah dan namun melekat dihati
Akankah berakhir semua rasa yang telah tercipta
Di dalam benakku dan didalam asaku
Terlarut aku dalam kesendirian
Saat aku menyadari
Tiada lagi dirimu kini
Tak akan terganti setiap kenangan yang telah terukir
Namun terendap indah dan melekat dihati
Akankah berakhir semua kisah yang telah tercipta
Di dalam benakku dan di dalam asaku
Akhir Rasa Ini-Cover By Agisnia
[JANGAN LUPA FOLLOW KARENA ADA BEBERAPA PART YANG AKAN
DIPRIVATE & VOMMENT YA, KARENA ITU BERHARGA BANGET BUAT
AUTHOR ❤ DAN JANGAN LUPA PUTAR MULMED YANG SUDAH
AUTHOR SEDIAKAN UNTUK KALIAN, SELAMAT MEMBACA SEMUA
❤]
56. PEMBALASAN DIMULAI
"HIT YOU WITH THAT DU-DU-DU!!" Panca bernyanyi keras dari dalam
mobil Dirga sambil melakukan tarian yang serupa dari video yang sedang
cowok itu tonton saat ini.
"AYEEEEEEEEE AYEEEEEEEE!!" sahut Elang tak kalah semangat.
Cowok itu duduk di bagian tengah mobil Dirga, tepatnya disamping kaca
jendela kiri mobil itu. Sedangkan Panca berada disamping kaca jendela
kanan.
"HIT YOU WITH THAT DU-DU-DU!!" tutup Panca dan Elang bersamaan.
Angkasa yang saat ini sedang duduk di tengah-tengah antara kedua kutu
badak, Elang dan Panca, hanya bisa mengusap dada sesabar mungkin. "Lo
bisa diem enggak Ca? Udah hampir dua jam lo nyanyi lagu itu melulu!" ujar
Angkasa kesal.
"Biarin aja kali Sa, lo mau dia mogok makan seharian lagi kayak
kemarin?!" ujar Raja dari belakang. Cowok itu menyederkan kepalanya di
bahu Ratu dengan manja. Para jomblo mari merapat.....
"IYA DEHHH SASA LION, ABANG PANCA GANTI DEH LAGUNYA
SEKARANG JUGA! SABAR YA...." ujar Panca yang sudah siap-siap
bernyanyi kembali.
Hening sejenak.
....
....
....
....
Tiba-tiba suara siulan berirama dari mulut Panca pun terdengar membuat
Angkasa langsung mengerutkan dahi. Musik pun sudah langsung mengalun
begitu saja dengan sendirinya. Angkasa menghela napas kasar. Jangan bilang
lo mau nyanyi lagu ini lagi Panca???!!! ENGGAK PUAS APA LO DARI
TENGAH MALEM SAMPE SUBUH NYANYIIN LAGU INI TERUS?!
"HEYYYYYY BOYYYYYY!" Panca mulai bernyanyi dengan semangat.
"MAKE 'EM WHISTLE LIKE A MISSILEEEEE????"
"BOM BOM.." Elang menyahuti semangat.
"EVERYTIME YOU SHOW I SHOW UP BLOW UP?!!!!!!"
"UHHHHHHHHHHHHHHH.." sahut Elang lagi.
Raja menggeleng heran. Giliran soal belajar aja, pada enggak bisa
bahasa inggrisnya!. Raja melirik Ratu yang saat ini tengah ikut-ikutan
mengikuti gerakan Panca tak kalah semangat. Astagaaa sayang?!!! Jadi kamu
BELING??!!! BLINK Raja, BLINK!!
Angkasa meremas-remas jemarinya. Sabar Sa.. jangan kacaukan liburan
ini hanya karena kedua kutu badak ini.. Sabar Sa.. "Untung lo udah hijrah
Ga!" ujar Angkasa membuat Dirga menelan ludah. Kenapa lu Ga?
"ASTAGAAAAAAAAAA!!!! BABY DIRGA NYA SYE TERNYATA
BLINK JUGA??!! KALAU GITU KITA SAMA DONG!! JANGAN-
JANGAN KITA BERDUA JODOHHH LAGII??!!!" ujar Sherina heboh
sekaligus manja.
Dirga menyetir dengan tidak fokus. Sungguh, saat ini Dirga benar-benar
sangat sangat sangat sangat ingin bernyanyi keras bersama Panca dan Elang.
Tahan Ga... tahan.. jangan sampe Angkasa mukulin lo lagi, inget Ga
disamping lo juga ada Sherina.. Jaga citra lo Ga. Dirga berdeham. "Jelas
dong Sa." jawab Dirga bohong. HWIPAAAAARRAMMMM!!!
"HWIIIIIIPAAAAAAARAAAMMM!!" teriak Panca keras.
"UHHHHHHHHHHHHH!!" sahut Elang lagi. Lo kenapa selalu dapet
bagian itu si Lang?
"WIPARAM PARAM PARAMMMMMM!!!" sahut Sherina mulai ikut-
ikutan.
"CAN YOU HEAR THAT???!!!" Ratu tiba-tiba menimpali membuat Raja
langsung tersentak. Buntel diem ah!
"HWI PARAPARA PARA BAMMMMM!!" teriak mereka secara heboh
bersamaan. Kecuali Raja, Angkasa dan Dirga tentunya. ADUUUH DIRGA
ENGGAK KUAT MAMI!!!!
Raja menepuk dahi keras. SIAPAPUN TOLONG KELUARIN GUE DARI
MOBIL INI SEKARANG!!!!. Cowok itu hanya bisa menggeleng heran
sekaligus pasrah saat ini. Sabar Ja, dua jam lagi juga nyampe Bandung...
sabar Ja... "Buntel, lo bisa enggak jangan ikut-ikutan mereka sekarang?"
tanya Raja kepada Ratu.
Ratu menggeleng cepat. "OH JELAS TIDAKKKKK BISA
FERGUSOOO!!! RATU KAN BLINK SEJATIIII!!!!!" tegas Ratu sambil
menepuk dadanya. Astagaaaa buntel!!!!!
"BOMMMMMBAYAHHHHHHHH!!!!" teriak Panca membuat Raja
langsung terlonjak. Lho lagunya udah ganti lagi??
"YAYAYYAYAYAAYYAYAYAAYYAAYYAYAAYAYAYAYYAAYAYAYA
YAYA..." sahut Elang keras.
"BOM BOM BA BOM BOM BA BOM BOM BA?!!!!!!!!!" teriak Panca
lagi.
"OPPAAAAAAAAAAA!!" sahut Ratu dan Sherina dengan centil
bersamaan.
"YAAYAYAYAYAYAAYYAAYAYAYAYAYA!!" teriak Elang makin heboh.
"ULULLUULULULLUULULLULULULULULUU!!" Panca mulai menirukan
gerakan sang kepala suku membuat Ratu dan Sherina langsung meledakan
tawanya.
"YAAYAYAYAYAYAAYYAAYAYAYAYAYA!!" teriak Elang melanjutkan.
"BOM BOM BA BOM BOM BA BOM BOM BA?!!!!!!!!!" teriak Sherina
makin heboh.
"BOMBAYAAHHHHHHHHHHHHHJ!!!" tutup mereka bersamaan lagi.
WOHOOOOOOOO!!!!
"HAHAHAHAHHAAHAH SERU BANGET!!! LAGI DONG LAGII!!!"
teriak Ratu heboh membuat Raja langsung membungkam mulut gadis itu.
Tolong ya buntel, kali ini aja......
TETETEETETETETETETETTETEETEET
TETETEETETETETETETETTETEETEET
Suara musik langsung mengalun kembali membuat Angkasa menggeram.
Sabar Sa.. ini yang terakhir.. kalau si kutu badak ini masih muter lagu ini
lagi, enggak usah pikir panjang lagi Sa... LANGSUNG TENDANG!!
"MEOMCHUL SU EOMNEUN I TTEOLLIMEUN?!!!" Sherina berteriak
keras.
"ONNNNN ANDDDD ON ANDDDDD ONNNNNNNNNNN~~~~~~"
sahut Dirga dan Elang bersamaan sambil menggelombangkan kedua
tangannya sesuai tarian.
"KKEUL SU EOPSEOOOO!!!!!!!!!" teriak Sherina.
"URI SARANGEUN BULJANGNANNNN!!!" teriak Ratu lantang
membuat Raja langsung menutup kupingnya.
TETETEETETETETETETETTETEETEET
TETETEETETETETETETETTETEETEET
"MY LOVE IS ON FIREEEEEEE!!!!" teriak Sherina.
"UHHHHHHHHHHHHHHHHHH.." sahut Elang dengan teriakan
andalannya. Lagi dan lagi..
"NOW BURN BABY BURNNNNNNNN?!!!" teriak Ratu. RAJAAA
MULAI BERKERINGAT KAWAN-KAWAN..
"BUJANGAAAAANNNNNNNNNNNNN!!!" teriak Panca dan Elang
bersamaan. BULJANGNANNNN BAMBWAAANGG BUKAN BUJANGANN!!!!
***
Setelah mengantarkan Sherina dan Ratu ke sebuah Villa yang berada di
daerah Ciwidey, akhirnya geng TEMPUR langsung melanjutkan kembali
perjalanannya menuju salah satu tempat perkemahan bernama Ranca Upas,
yang lokasinya tidak jauh dari Villa tersebut.
Sesampainya mereka disana, terlihat jelas banyak mata para kaum hawa
yang memperhatikan mereka dengan tatapan sangat mengagumi saat itu juga.
Panca yang merasakan pun langsung tersipu seketika. Jadi orang ganteng
ternyata susah juga ya!
Suasana malam itu pun makin terasa dingin. Seusai memasang tenda, geng
TEMPUR memutuskan untuk menghidupkan api ungun agar bisa
menghangatkan tubuh mereka. Dinginnya enggak sedingin sikap dia ke kamu
kok...
"Lo berdua beli kayu bakar gih disana! Biar gue sama Raja yang masak
mie rebusnya." ujar Angkasa kepada Elang dan Panca.
Panca mengangguk. Cowok itu langsung berdiri sambil membawa satu
senter ditangannya. "AWASIN DIRGA YA!! GUE ENGGAK MAU MIE
REBUS GUE DIEMBAT!!" ujar Panca wanti-wanti. Kudu wajib itu beb!
Dirga berdecak kesal. "Baru juga mie rebus lo yang gue embat Ca, bukan
pacar!" ujar Dirga membuat Panca ingin menoyornya segera. YAUDA SIH CA
PACAR LO KAN BANYAK......
Elang mengaitkan jaketnya rapat lalu berjalan mengikuti Panca dari
belakang. Mereka berdua berjalan melewati rerumputan yang sedikit tinggi
beserta bebatuan yang cukup licin. Suasana pun makin dingin dan gelap.
Tidak terlalu banyak yang berkemah saat ini. Maklum saja, hari ini bukanlah
hari weekend yang katanya biasanya akan selalu ramai oleh pengunjung dari
luar kota.
Panca langsung menghentikan langkah kaki seketika saat senter yang ia
bawa tiba-tiba mati mendadak membuat Elang dengan tidak sengaja langsung
menubruk punggunya yang keras itu. Lo ngapain berhenti malih?!
Panca mengetuk-ngetukan senter tersebut di satu tangannya. "LANG!!
SENTERNYA SAY GOODBYE LANGG!!! WAHHH SI SASA
SAMBALADO PASTI LUPA GANTI BATRE NIHHH!! GUE BOTAKIN
JUGA TUH ANAK!!" ujar Panca kesal.
"Emang lo berani Ca?!" tanya Elang.
"Enggak sih." jawab Panca sambil cengegesan.
"Ayok Ca, kalau gitu kita balik lagi." kata Elang membuat Panca
mendengus kesal. Tanggung malih!!
"Enggak usah Lang! Tanggung kali, jalan dikit lagi juga nyampe!" ujar
Panca.
"Lo gimana mau bawa kayu kalau gelap gini Ca?! Cukup masa depan lo aja
lah yang gelap!" ujar Elang membuat Panca langsung menjitaknya keras.
Kurang dihajar ini anak!
Elang yang sudah kedinginan akhirnya langsung membuka saku jaketnya
untuk menghangatkan kedua tangannya. Nasib jomblo begini nih....
Srak
Saat Elang membuka kancing jaket tersebut, tiba-tiba sebuah benda kecil
yang sedikit menyala terjatuh dari dalam saku jaket Elang tersebut. Cowok itu
mengerutkan dahi bingung lalu merunduk dan meraih benda tersebut. Lho ini
kan?
Panca melirik sebuah benda yang ada di genggaman Elang. "Lho? Itu
gelangnya si anak pom-pom kan? WAHHH KEREN JUGA LANGG GLOW
IN THE DARK GINI!! Gimana kalau SAKGAR buat juga?! Pasti keren kan
kalau kita pake malem-malem waktu lagi tempur!" ujar Panca menggebu-
gebu.
Elang tidak menggubris ucapan Panca sama sekali. Cowok itu lalu
mengamati lekat gelang tersebut. Astaga, kenapa gue baru nyadar ya. Saat
Elang membalik gelang tersebut ke sisi yang berbeda. Tiba-tiba sebuah
ukiran nama langsung terlihat jelas dikedua mata Elang. Cowok itu langsung
menatap Panca seketika. Kita kecolongan Ca!
***
Sila berlari menaiki anak tangga yang ada di dalam sebuah Villa dengan
tergesa-gesa. Pasalnya seseorang tengah mengejarnya saat ini.
Bagaimanapun juga ia harus menyelamatkan Ratu dan Sherina sesegera
mungkin!. "SIAL!!" umpat Sila kasar saat pintu yang ada didepannya tidak
bisa terbuka. Astaga, gue harus lewat manalagi!
Tuk
Tuk
Tuk
Tuk
Suara langkah kaki sangat terdengar jelas dikedua telinga Sila. Gadis itu
langsung memutar knop pintu kasar. Tapi sia-sia, pintu itu benar-benar sudah
terkunci. "Oke Sila! Lo harus tenang!" ujar Sila sedikit gemetar.
"Mau lari kemana lagi, Sila Putriana?"
Suara seorang gadis yang sedari tadi tengah mengejarnya langsung
menggema seketika. Sila langsung berbalik dan menatap gadis itu dengan
ketakutan. Pasalnya, Sila sama sekali tidak memegang sebuah senjata untuk
melindungi dirinya saat ini, sedangkan gadis itu sudah memegang sebuah
pisau disatu tangannya bersama dengan tatapan membunuhnya. Panca, tolong
gue..
Gadis itu menaiki satu persatu anak tangga dengan pelan.
"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA SILA, SILA.. LO BENER-BENER
CEWEK BODOH TERNYATA..." teriak Gadis itu membuat Sila makin
merinding.
"Dimana Ratu dan Sherina?!" tanya Sila tidak mau berbasa-basi lagi.
Dasar perempuan licik!
Gadis itu langsung menatap tajam Sila. "GUE UDAH BILANG KAN
SAMA LO SILA, JANGAN TERLALU JAUH IKUT CAMPUR DALAM
RENCANA GUE INI... TAPI SAYANGNYA GUE RASA LO ENGGAK
DENGER AKAN HAL ITU...." ujar Gadis itu sedikit geram.
"GUE MOHON, HENTIKAN RENCANA BUSUK LO INI SEKARANG
JUGA, SEBELUM SEMUANYA MENJADI TERLAMBAT NANTINYA!!"
teriak Sila. Cukup, jangan menyakiti siapa-siapa lagi..
Gadis itu tertawa keras. "MEMANGNYA LO ITU SIAPA SILA?! LO
ENGGAK BERHAK UNTUK MENGATUR HIDUP GUE SAAT INI.. OH,
ATAU LO MAU GUE BUAT BERNASIB SAMA DENGAN SERGIO?" ujar
Gadis itu tajam.
"LO ENGGAK AKAN BISA HIDUP TENANG WALAUPUN DENDAM
LO ITU TERBALASKAN, PERCAYA SAMA GUE, HIDUP LO PASTI
ENGGAK AKAN TENANG DAN MALAH MAKIN PARAH
NANTINYA.." ujar Sila mencoba meyakinkan.
Gadis itu menggeram lalu menaiki anak tangga dengan sangat cepat
membuat Sila makin gemetar. Gadis itu langsung menjambak rambut Sila
kasar membuat Sila langsung meringis kesakitan. "LO ENGGAK TAHU
APA-APA SOAL HIDUP GUE CEWEK SIALANN?!!! LO ENGGAK TAHU
BAGAIMANA MENDERITANYA HIDUP GUE KARENA CEWEK
MENJIJIKAN ITU!!! LO ENGGAK TAHUU!!!" teriak gadis itu marah.
"Gue memang enggak tahu seberat apa hidup lo selama ini, tapi gue mohon
jangan lakuin hal senekat ini. Masa depan lo masih panjang kak!" ujar Sila
yang pertama kalinya memanggil gadis itu dengan sebutan "kak".
Cukup sudah. "LO ITU TERLALU BANYAK OMONG YA!! DASAR
JUNIOR SIALAN!! SEPERTINYA GUE ENGGAK AKAN BIKIN NASIB
LO SAMA DENGAN SERGIO DAN FARA, GIMANA KALAU GUE
BIKIN NASIB LO SAMA DENGAN SANG NYONYA SINTA WIJAYA
TERCINTA??" ujar Gadis itu membuat Sila membelalakan matanya. Oh
tidak!
"Selamat tinggal, Sila Putriana.."
Gadis itu lalu menarik tubuh Sila dan mendorongnya keras hingga
terguling-guling melewati anak tangga sampai jatuh ke lantai. Gadis itu
langsung tertawa keras saat melihat darah yang sudah mengalir dari kepala
Sila.
"INI GANJARAN UNTUK SEORANG PENGKHIANAT SEPERTI LO,
SILA PUTRIANA."
Sila memejamkan kedua matanya. Air mata pun sudah lolos begitu saja
membasahi wajahnya. Berakhirkah hidupnya saat ini?. Gadis itu lalu
tersenyum tipis. "Panca.. bahkan gue belum sempat untuk bilang cinta sama
lo.." lirih Sila.
Sila memejamkan kedua matanya, kalaupun memang hidupnya akan
berakhir seperti ini. Ia rela. Mungkin benar, ini adalah ganjaran yang pantas
untuk seorang pengkhianat seperti dirinya. Ibu, Bapak dan adek.. tolong jaga
diri kalian baik-baik ya...
"Lo itu bener-bener enggak punya mata ya?! Dua kali gue ketemu lo,
dua kali itu juga gue selalu sial!"
"Lo enggak bosen apa cari-cari perhatian gue terus?! Denger ya, lo itu
bukan tipe gue sama sekali. Jadi, berhenti berharap untuk gue notice!"
"Gue rasa lo harus cepet-cepet cek kejiwaan deh! Halu lo udah enggak
ada obat!"
"Jadi cewek harus punya tanggung jawab, jangan laki-laki aja yang
disalahin! Cuci sampe bersih!"
Sila tersenyum tipis mengingat sekilas pertengkarannya dengan Panca
waktu dulu. Setidaknya, kenangan itu akan selalu tersimpan selamanya
walaupun raganya tidak bisa bersama laki-laki itu tiap saatnya.
Panca, terimakasih..
Dimanapun gue berada nanti, percayalah.. gue akan selalu setia
mencintai lo selamanya.. selamat tinggal playboy cap badak.. Maafin
Sila..
——————————————————————————
GIMANA PART HARI INI?
JANGAN LUPA BACA SEQUEL ELANG! BUKA DAN FOLLOW
PROFIL AUTHOR!
JANGAN LUPA TONTON VIDEO KECIL DARI RAJA DAN RATU DI
INSTAGRAM @rajaratuwattpad
NEXT PART MAU KAPAN??
LINK GROUP WA RAJA UNTUK RATU :
https://chat.whatsapp.com/JRxQ6obBKr8DRdC26uVc2O
FOLLOW INSTAGRAM
@rajaratuwattpad
@ratusetiawijaya
@elang.gunturr
@fara.aradila
@raja.gemilang
@angkasa_laksmana
@nadiaa_saraswatii
@senjaalana
@rinaihujann
@raya_indahh
@anggi_ppitaloka
@rinduserunii
@dirga_margantara
@panca.kstria
@diba_saidira
@aldimahesa_
@ristisekaar
@sila_putriana
@sherina.halim
@aksaraprabudi
@edgar.ganesha
@helen_adisti
@jehavictoria
@gamal_kusuma
@bimaorlandoo_
@jiroofernando
@gengtempur
@garudacheerleader
Bisa kalian klik di profile wattpad author ❗ ❤
kalau engga bisa di klik tolong chat author secara personal nanti aku
kirim lagi link nya, soalnya kalau di wall atau comment nanti klik nya
enggak bisa di klik lagi. terimakasih
Post bagian mana yang paling kalian suka di part ini di instastory, dan
tag @rajaratuwattpad untuk author repost ❗
JANGAN LUPA UNTUK FOLLOW INSTAGRAM RAJA UNTUK
RATU @rajaratuwattpad ! ! Disana author akan sering-sering post
spoiler bagi yang enggak sabar liat part selanjutnya! ❤
I love u xoxo
57. JIKA INI PERTEMUAN TERAKHIR
Tiba saatnya kita harus berpisah
Engkau sangat baik padaku
Bahwa pernah ada dirimu dalam hidupku
Engkau sangat berarti bagiku
Kini berpisah, sayang
Semoga kita bahagia
Kini berpisah, sayang
Semoga kita bahagia
Setelah hari ini tersisa hanyalah sepi
Berdoa semoga lekas kembali
Bagaimana mungkin lupa akan dirimu
Sepanjang masih hidup di dunia
Kini berpisah, sayang
Semoga kita bahagia
Kini berpisah, sayang
Semoga kita bahagia
Kini berpisah, sayang
Semoga kita bahagia
Kini berpisah, sayang
Semoga kita bahagia
Semoga kita bahagia
Berpisah-The Panas Dalam
[JANGAN LUPA FOLLOW KARENA ADA BEBERAPA PART YANG AKAN
DIPRIVATE & VOMMENT YA, KARENA ITU BERHARGA BANGET BUAT
AUTHOR ❤ DAN JANGAN LUPA PUTAR MULMED YANG SUDAH
AUTHOR SEDIAKAN UNTUK KALIAN, SELAMAT MEMBACA SEMUA
❤]
57. JIKA INI PERTEMUAN TERAKHIR
Angkasa mengendarai mobil Dirga dengan deru napas yang tidak beraturan
sambil mengumpat kasar dalam hati tidak hentinya. Bisa-bisanya ia dibodohi
seperti ini!. Sesekali matanya melirik ke arah Raja dan Dirga yang saat ini
sudah panik setengah mati membuat konsentrasinya sedikit terpecah.
Brengsek!
"Sialan! Lo enggak bisa cepet dikit Sa nyetirnya HAH?!" teriak Raja
keras.
"Ja! Lo tenang dulu! Kalau lo kayak gini yang ada Angkasa malah jadi
panik!" ujar Panca. Gue sumpel juga itu mulut pake swalow!
Elang membanting keras ponselnya. "Sialan!" umpat Elang keras. Cowok
itu merutuki kebodohannya habis-habisan. Bisa-bisanya ia bertindak
selambat ini. Elang bodoh!
"Gimana Lang?! Rindu bilang apa?!" ujar Dirga tidak kalah panik. Cowok
itu mengguncang lengan Elang kasar. MASIH NGELAK KALAU LO ENGGAK
SAYANG SHERINA?
Elang menatap Raja serius. "Benar Ja. Cewek licik itu yang Rindu lihat di
gudang tua belakang GARUDA pada waktu itu." ujar Elang membuat Raja
menahan napas.
Raja mengusap wajah kasar. Cowok itu mengepalkan tangan kuat. Ternyata
semuanya belum berakhir. "Hubungin lagi anak GC lainnya sekarang Ca!
Siapa tahu mereka salah!" teriak Raja.
Panca menghela napas. "Semua anak GC udah pada gue hubungin Ja, dan
hasilnya sama. Enggak ada yang namanya acara perpisahan klub GC hari ini.
ENGGAK ADA SAMA SEKALI, RAJA." ujar Panca penuh penekanan. Tuh
kan, gara-gara lo ni Ja, cewek-cewek GC jadi keterusan chat gue! Emang
resiko jadi orang ganteng ya begini nih! Bilang hai doang langsung deh
pada baper!
Angkasa menatap lurus tajam sambil berusaha mencoba fokus untuk
menyetir. Apakah sekarang ini adalah jebakan untuk kedua kalinya?.
Cowok itu merogoh ponselnya lalu mengetikan sebuah pesan kepada Senja
dan segera mengirimnya. Ia harus jaga-jaga.
Dirga memejamkan mata sejenak sambil berusaha menghilangkan
kepanikannya. Tenang Ga, semua pasti akan baik-baik aja. Sejujurnya Dirga
sedikit takut. Cowok itu takut kalau-kalau ada sesuatu hal buruk yang akan
terjadi dengan Sherina nantinya. Walaupun cewek manja itu terkadang
menyebalkan, Dirga merasa bahwa dirinya tidak siap untuk kehilangan gadis
itu sekarang. MASIH MAU NGELAK LAGI????
Setelah melewati perjalanan dengan penuh ketegangan, sampailah mereka
di sebuah Villa dimana tempat Ratu dan Sherina berada. Setelah melewati
gerbang utama, mereka baru benar-benar menyadari bahwa Villa itu sangat-
sangat amat menyeramkan jika dilihat dari jarak dekat. Harusnya mereka
tidak mengantarkan Ratu dan Sherina sampai di gerbang saja. Bodoh kalian!
Mereka mengedarkan pandangan ke sekitar sambil bergidik ngeri saat
melihat sebuah pohon beringin yang cukup besar berdiri kokoh di dekat
sebuah danau yang ada di belakang Villa tersebut. Mereka tidak bisa
menganggap remeh semua ini.
Elang mengumpat kasar saat melihat banyaknya semak belukar yang
tumbuh mengelilingi Villa tua itu. Karena itu hanya akan menambah kesulitan
mereka untuk masuk ke dalam saja. Ditambah lagi Angkasa melarang mereka
semua untuk menggunakan alat pencahayaan sedikitpun, karena tidak ingin
mengambil resiko besar jika ketahuan. Angkasa memang bisa diandalkan
dalam urusan seperti ini!
"Kita berpencar sekarang." kata Angkasa. Cowok itu langsung memakai
topi hitamnya kembali. "Kalian semua harus hati-hati, gue yakin itu cewek
enggak hanya sendirian disini." ujar Angkasa serius.
Elang mengangguk mengerti. "Jangan sampe mampus ya! Inget, enggak ada
yang namanya kalah dalam kamus geng TEMPUR!" ujar Elang yang
sejujurnya merasa khawatir. Entahlah seperti ada yang menjanggal.
"Tenang aja Lang, gue enggak mau bikin koleksi cewek-cewek gue di
GARUDA pada kecewa kalau gue mampus sekarang!" ujar Panca yang masih
saja narsis. Bisa berkurang nanti stok cogan di GARUDA kalau gue bye-
bye!
"Bukan waktunya becanda Ca." tegur Dirga tajam.
Raja mengepalkan tangan kuat. "Ayok, kita akhirin semua ini sekarang
juga." kata Raja tajam. Gue enggak akan biarin orang-orang licik seperti
kalian ini bisa berkeliaran dengan bebas lagi!
Sebelum mereka berpencar, sejenak mereka saling memandang secara
bergantian dengan sorot mata yang bisa terbilang khawatir. Jujur saja, kalau
bisa memilih, mereka lebih baik bertempur di jalanan dengan melawan
banyak orang dibanding harus beraksi di tempat sehoror ini dengan melawan
satu psikopat yang bisa dibilang sangat handal.
Raja menahan napas lalu menghembuskannya perlahan. Cowok itu
memasukan sebuah senter kecil ke dalam saku jaketnya beserta sebuah ponsel
dengan aplikasi recording yang sudah sengaja ia aktifkan sedari tadi. Tunggu
gue, Ratu.
"Kutu badak." kata Raja membuat para kutu badak yang sedang bersiap-
siap langsung menoleh seketika bersamaan dengan tatapan seriusnya.
Hening sejenak.
...
...
...
...
"Gue pergi dulu."
***
Ratu meringis kesakitan saat tubuhnya diseret secara kasar oleh seorang
gadis yang SANGAT AMAT DIKENALINYA. Ratu juga sudah menangis
ketakutan sedari tadi karena melihat keadaan Sherina yang sudah tidak
sadarkan diri akibat pukulan keras yang dialaminya. Sherina..
Ratu sangat menyesali apa yang terjadi. Kenapa dia dan Sherina bisa
begitu mudah untuk dibohongi?!. Saat mereka berdua sampai sore tadi,
mereka sama sekali tidak melihat batang hidung seorangpun di tempat ini,
ditambah lagi tidak adanya sinyal disini membuat mereka berdua menjadi
kesulitan untuk menghubungi orang lain lagi. Mereka sudah dijebak.
"HAHAHAHA RATU, RATU, BARU SATU ORANG YANG GUE BIKIN
MAMPUS AJA LO UDAH KETAKUTAN BEGINI.." Gadis itu berteriak
sambil tertawa keras.
"LEPASSSSSSSSSSINNN RATUUUUUU!! SAKITTT!!" teriak Ratu
sambil terisak.
Gadis itu langsung menghempaskan tangan Ratu kasar saat sudah sampai di
ujung atas anak tangga. "LIHAT RATU... LIHAT KE BAWAH.." kata Gadis
itu dingin.
"ADA SILA YANG SUDAH MENANTI LO DI UJUNG SANA.."
Ratu menoleh seketika ke bawah ujung anak tangga dengan degup jantung
tidak beraturan, dan BAMMMM!!, sebuah bom langsung meledak di hatinya
saat itu juga. "ENGGGGAAKKKKKKKKK!!!!!!" Ratu memekik keras
sambil menggelengkan kepalanya. Tubuhnya langsung bergemetar hemat
bersama dengan wajah pucatnya. Sila....Sila....
"IBLIISSSSSS KAMU BENAR-BENAR IBLISSS!!" Ratu berteriak
sambil meronta-ronta. Sila.. Maaf. Ratu mencoba bangkit berdiri sekuat
mungkin, tidak perduli dengan tubuhnya yang sudah terasa sakit itu.
"IYA!! GUE EMANG IBLIS RATU!! DAN LO SENDIRI YANG UDAH
MENCIPTAKAN SOSOK IBLIS INI!!" teriak Gadis itu keras.
Saat Ratu ingin menuruni anak tangga, gadis itu langsung menariknya kuat
kembali hingga membuat Ratu sedikit terhuyung. Tidak mau kalah, Ratu
langsung menendang kaki gadis itu kuat hingga gadis itu kehilangan
keseimbangannya. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, Ratu langsung
berbalik berlari menelusuri lorong. Ratu harus kuat.. Raja, Raja dimana?..
Ratu membuka pintu sebuah ruangan dengan tangan gemetar. Langkah
kakinya langsung membawanya masuk ke dalam. Walaupun keadaan gelap,
tapi Ratu masih bisa melihat keadaan dalam ruangan itu dengan samar. Ia
sedang berada di dalam sebuah gudang.
"RATU........"
Deg.
"RATU SAYANG........"
Deg.
Suara gadis yang terdengar menakutkan itu membuat Ratu langsung panik
seketika. Tiba-tiba kedua mata Ratu menangkap sebuah lemari kayu tua yang
sangat dipenuhi dengan sarang laba-laba. Otaknya langsung bekerja saat itu
juga, dengan segera ia masuk ke dalam lemari tua itu untuk bersembunyi
disana.
Suasana pun menjadi hening.
Ratu menggigit punggung tangannya kuat agar suara tangisnya tidak bisa
didengar. Bayangan seorang Sila masih tercetak jelas dalam pikirannya.
Sila.. bertahanlah. Ratu melirik celah kecil dalam lemari tersebut sambil
berusaha menormalkan deru napas kencangnya. Selamatkan Ratu, Tuhan..
Hening sejenak.
...
...
...
...
...
...
Ceklek.
Suara knop pintu yang terbuka membuat Ratu langsung membelalakan
matanya. Tenang, Ratu. Dari celah kecil itu Ratu bisa melihat bahwa yang
datang itu adalah si gadis licik yang tak lain adalah temannya sendiri.
"GUE TAHU LO ADA DISINI RATU... LO ENGGAK AKAN BISA LARI
LAGI..." teriak gadis itu, sedangkan Ratu masih berusaha untuk tidak
menimbulkan suara sama sekali.
"KELUAR RATU.... GUE UDAH BILANG KAN SILA SI GADIS
BODOH ITU SUDAH MENANTI LO DI UJUNG SANA.. HAHAHAHAHA
SILA SILA.. ANDAI LO TIDAK TERLALU BANYAK IKUT CAMPUR
DALAM HAL INI, PASTI NASIB LO ENGGAK AKAN BERAKHIR
SEPERTI INI SEKARANG.." teriak Gadis itu.
"SILA PUTRIANA.. CEWEK MISKIN YANG KELUARGANYA PUNYA
HUTANG DIMANA-MANA.. BERUNTUNGNYA KELUARGA GUE DAN
DIA BISA DIPERTEMUKAN PADA SAAT ITU... KALAU ENGGAK ADA
DIA, MUNGKIN SERANGAN TEROR ITU PASTI ENGGAK AKAN BISA
BERJALAN LANCAR SAMPAI SEKARANG..."
Jadi, Sila melakukan hal itu karena terpaksa?. Ratu sedikit mengerti
maksud dari arah pembicaraan gadis itu. Ratu menyesal karena sempat
bersikap kasar kepada Sila. Andai waktu bisa diulang, sudah pasti Ratu akan
langsung memperbaikinya. Andai..
"KELUAR RATU!!!!!" teriak gadis itu kembali membuat Ratu sedikit
terlonjak.
"GUE BILANG KELUAR!!"
"OHHH... ATAU LO MAU GUE BUAT BERNASIB SAMA DENGAN
IBUNDA KESAYANGAN LO ITU, SHINTA WIJAYA..." teriak gadis itu
lagi.
Ratu membulatkan mata reflek. Apa maksud dari ucapannya? Bunda?.
Ratu kembali menatap celah kecil lemari tersebut. Pekikan hebat Ratu
langsung menggema saat yang didapatinya adalah wajah menyeramkan gadis
itu. Gadis itu sedang menyeringai ke arahnya melewati celah kecil itu. Ratu
sudah ketahuan.
BRAK!!. Gadis itu membuka lemari tersebut kasar. Ditariknya tubuh Ratu
yang sudah meronta itu dengan sesukanya. "GUE UDAH BILANG KAN LO
ITU ENGGAK AKAN BISA LARI LAGI, RATU SETIA WIJAYA!" maki
Gadis itu.
Ratu meringis saat punggungnya bertubrukan dengan dinding. Tubuhnya
langsung merosot begitu saja. Akankah dirinya bernasib sama dengan Sila?.
Ratu menatap gadis itu lurus. "Kamu benar-benar jahat.." lirih Ratu membuat
gadis itu tertawa keras.
"HAHAHAHHA GUE ENGGAK PERDULI RATU DENGAN SEMUA
UC—"
BRAKK!!
Suara dobrakan keras dari pintu gudang tersebut membuat Ratu langsung
menoleh seketika. Ratu bernapas lega melihat sosok siapa yang ada di
belakang gadis jahat itu. Raja Gemilang, kekasihnya. Raja? Raja, akhirnya
Raja datang.
"KITA SUDAHI PERMAINAN BUSUK LO INI, NADIA SARASWATI.."
teriak Raja membuat gadis itu langsung berbalik bersama dengan senyum
getirnya.
"OH... TERNYATA PANGERAN BERKUDA PUTIH LO AKHIRNYA
DATANG JUGA, RATU..." ujar Nadia sambil memundurkan langkahnya
perlahan.
"HAHAHA RAJA.. RAJA.. ASAL LO TAHU, KEDATANGAN LO
SEKARANG SAMA SEKALI ENGGAK BERPENGARUH DALAM
JALANNYA PERMAINAN KECIL INI, SEORANG NADIA PALING
ENGGAK SUKA BERTINDAK SETENGAH-SETENGAH. LO TAHU ITU
BUKAN RAJA?" ujar Nadia lalu menoleh ke belakang dan melirik Ratu
dengan tatapan tajamnya. Lo enggak akan bisa selamat Ratu!
Greb!. Dengan cepat Nadia menarik tangan Ratu hingga gadis itu langsung
berdiri tergopoh-gopoh. Nadia langsung memiting tubuh Ratu dari belakang
dengan sebuah pisau yang sudah mengarah ke leher mungil Ratu membuat
Raja yang melihat langsung maju mendekat. "JANGAN MENDEKAT RAJA!
ATAU LO MAU RATU GUE MAMPUSIN SEKARANG JUGA?! MUNDUR
RAJA!!!!!" teriak Nadia membuat Raja spontan mundur. Keselamatan Ratu
lebih penting saat ini.
"KENAPA RAJA? LO TERKEJUT DENGAN APA YANG LO LIHAT
SEKARANG INI HAH??!! IYA, RAJA?!" teriak Nadia geram.
"Iya, gue terkejut Nadia. Sosok gadis yang selama ini gue pikir baik dan
lembut, ternyata bisa berubah menjadi sosok iblis jahat seperti ini sekarang."
jawab Raja kecewa. Raja benar-benar tidak menyangka.
"HAHAHAHAHA RAJA, RAJA!! KENAPA?! LO MENYESAL HAH?!
ATAU LO KECEWA KARENA MERASA SUDAH DIBODOHI
SEKARANG?!" ujar Nadia dengan tatapan tajamnya.
"Apa semua ini hanya karena penolakan gue waktu itu, Nadia?" tanya Raja
membuat Ratu yang mendengar sedikit terkejut. Penolakan? Jadi Nadia
pernah menyukai Raja?
"HANYA?! LO BILANG HANYA?! LO ENGGAK TAHU GIMANA
RASA SAKIT GUE WAKTU LO NOLAK GUE SECARA MENTAH-
MENTAH DI HADAPAN ANAK-ANAK NUSA INDAH DULU RAJA!!! LO
ENGGAK TAHU RAJA BAGAIMANA PERJUANGAN GUE UNTUK
BISA MERAIH LO!! LO SAMA SEKALI ENGGAK TAHU! BAHKAN
DISAAT KITA SATU SEKOLAH LAGI DI GARUDA, LO SAMA SEKALI
ENGGAK PERNAH MENYADARI KEBERADAAN GUE SAMPAI
SEKARANG!!!! SAMA SEKALI ENGGAK PERNAH!! DAN LO MALAH
LEBIH MEMILIH CEWEK SIALAN INI!!!!!!!!" teriak Nadia geram. Gadis
itu langsung menggoreskan luka kecil di wajah mungil Ratu spontan membuat
Ratu langsung meringis kesakitan.
"BERHENTI NADIA! JANGAN SAKITIN RATU! Gue mohon.." ujar
Raja dengan tatapan memohonnya. "Gue mohon jangan sakitin Ratu, gue janji
akan menuruti semua apa yang lo mau, Nadia.." ujar Raja kembali. Seorang
Raja Gemilang, untuk pertama kalinya memohon-mohon kepada orang lain
karena seorang Ratu Setia Wijaya. Raja benar-benar mencintai gadis itu.
"LO TELAT RAJA!! LO TELAT!! KEMANA AJA LO DULU DISAAT
GUE SELALU BERUSAHA MEMBUAT LO SADAR AKAN
KEBERADAAN GUE??!! LO TAHU RAJA, BAHKAN FARA YANG BISA
TERBILANG CUKUP KUAT PUN BISA DENGAN MUDAH GUE
LENYAPIN LEWAT TANGAN GUE SENDIRI!! APALAGI CEWEK
LEMAH INI?!! SANGAT MUDAH RAJA!! KALAU MEMANG GUE
ENGGAK BISA MILIKIN LO SEPENUHNYA, PEREMPUAN LAIN PUN
ENGGAK AKAN BISA, RAJA GEMILANG!!" teriak Nadia sudah
belingsatan.
"Jadi, semua teror yang selama ini Ratu terima, adalah ulah lo Nadia?
Iya?" tanya Raja memancing. Ayok Nadia, ungkap semua kebusukan lo
sekarang.
"ITU SUDAH SANGAT JELAS RAJA, BERAWAL DARI HELEN
ADISTI. CEWEK SIALAN ITU DENGAN MUDAHNYA MEREKRUT
RATU SEBAGAI ANGGOTA TANPA MELALUI TES TERLEBIH
DAHULU SEPERTI APA YANG GUE LAKUKAN PADA WAKTU ITU!!
GUE BENCI RAJA!! GUE BENCI KENAPA RATU SIALAN INI BISA
MENDAPATKAN SESUATU DENGAN CARA YANG MUDAH, TANPA
HARUS BERSUSAH PAYAH SEPERTI APA YANG GUE LAKUKAN
SELAMA INI!! GUE BENCI RAJA! ITULAH SALAH SATU ALASAN
GUE KENAPA SOSOK HELEN BISA DIJADIKAN SEBUAH PEMBUKA
YANG CUKUP MENGGIURKAN. BENAR BUKAN RAJA?" Nadia
menatap Raja sambil menyeringai. Gadis ini benar-benar psikopat sejati.
"UNTUK ANGGI, ENGGAK PERLU ADA ALASAN YANG KUAT
UNTUK MELENYAPI GADIS ITU. SEDERHANA SAJA, SEORANG
ANGGI PITALOKA, CUKUP BERBAHAYA BILA SEWAKTU-WAKTU
IKUT CAMPUR DAN MASUK DALAM PERMAINAN INI." ujar Nadia
sambil berdecih.
"OH SATU LAGI.. FARA ARADILA, LO ENGGAK PERLU TAHU LAGI
KAN ALASAN GUE UNTUK LENYAPIN GADIS ITU? GUE UDAH
BILANG KAN RAJA, KALAU GUE ENGGAK BISA MILIKIN LO
SEPENUHNYA, CEWEK LAIN PUN ENGGAK AKAN BISA?! FARA..
FARA.. GADIS PEMBERONTAK YANG CUKUP BODOH, TINDAKAN
DIA YANG WAKTU ITU DENGAN TELEDORNYA MENGKORUPSI
UANG KAS KLUB GC, MALAH MAKIN MELANCARKAN SEMUA
RENCANA GUE UNTUK MEMBUAT SEMUA ORANG
MEMBENCINYA.." ujar Nadia dengan senyuman puasnya.
"Jadi, seorang Raja Gemilang ini lah yang menjadi sumber dari segala
amarah yang ada dalam diri lo saat ini?" tanya Raja. Cowok itu menatap
Nadia dengan tajam.
"JELAS TIDAK RAJA, INI HANYALAH SALAH SATUNYA!!" teriak
Nadia membuat Raja mematung, begitupun dengan Ratu yang sedari tadi tidak
membuka suara sama sekali.
"Ma..maksud lo?" tanya Raja sambil menahan napas.
"RAMA WIJAYA.... SUMBER AWAL DARI SEGALA DENDAM YANG
TERCIPTA DARI DALAM DIRI GUE DAN SAUDARA KEMBAR GUE
SAMPAI SEKARANG INI..." ucap Nadia membuat Ratu langsung
membelalakan mata. A.. Ayah?
"Saudara kembar?" tanya Raja spontan.
"SERGIO ANDROMEDA.... DIA ADALAH SAUDARA KEMBAR
TIDAK INDENTIK GUE SELAMA INI.. TERKEJUT BUKAN? KALIAN
SEMUA ITU TERLALU BODOH HANYA UNTUK MENYADARINYA.."
ujar Nadia puas melihat raut wajah terkejut Raja.
"Jika memang Sergio adalah saudara kembar lo, untuk apa waktu itu lo
menjebaknya?" tanya Raja yang masih tidak habis pikir.
"KARENA GUE BENCI DIA... GUE BENCI DIKEKANG DIA TERUS-
MENERUS!! BAHKAN DENGAN SEENAKNYA DIA MELARANG GUE
UNTUK MENCINTAI LO RAJA, BAHKAN GUE JUGA BENCI DIA
DISAAT ORANGTUA GUE SELALU MENGUTAMAKAN DAN
MENGANDALKAN DIA SETIAP SAAT, HANYA KARENA DIA
TERLAHIR SEBAGAI SEORANG LAKI-LAKI DAN BUKAN SEORANG
PEREMPUAN SEPERTI GUE.. GUE BENCI DIA.." teriak Nadia sedikit
gemetar.
"Lalu, apa hubungan semua ini dengan seorang Ratu Setia Wijaya, Nadia
Saraswati?" tanya Raja. Cowok itu sudah tidak sabar ingin mendengar motif
dari permainan busuk gadis itu sekarang.
Nadia menguatkan pitingannya hingga leher Ratu sedikit tercekik.
"KALAU SAJA CEWEK SIALAN INI BUKAN TERLAHIR DARI
KELUARGA WIJAYA, MUNGKIN NASIBNYA TIDAK AKAN
BERAKHIR SEPERTI INI..." ujar Nadia geram.
"RAMA WIJAYA... SOSOK LAKI-LAKI ITU YANG MEMBUAT
KELUARGA GUE HANCUR SAMPAI SEKARANG!!!!!!! KALAU SAJA
LAKI-LAKI SIALAN ITU TIDAK BERSIKAP SOK SUCI DENGAN
MEMBONGKAR TINDAKAN KORUPSI YANG AYAH GUE LAKUKAN
DI PERUSAHAAN MILIK WINDARDI PRANADIPA, TEMPAT AYAH
GUE BEKERJA, MUNGKIN SAMPAI SEKARANG GUE MASIH PUNYA
SOSOK SEORANG AYAH DALAM HIDUP GUE.. LO TAHU RATU?!!!
AYAH GUE MENGAKHIRI HIDUPNYA DENGAN BUNUH DIRI DI
DALAM PENJARA!! LO ENGGAK TAHU GIMANA HANCURNYA
PERASAAN GUE WAKTU ITU!!!!!!! LO ENGGAK TAHU SIALAN!!!"
Nadia makin mencekik leher Ratu dengan pitingannya membuat Ratu semakin
panik.
"BUKAN HANYA ITU AJA RATU.. SELAIN KEHILANGAN SOSOK
SEORANG AYAH, GUE JUGA SUDAH KEHILANGAN SOSOK
SEORANG IBU DALAM HIDUP GUE SAAT INI.. LO TAHU DIMANA
IBU GUE SEKARANG HAH?!!! IBU GUE BERAKHIR DI RUMAH SAKIT
JIWA, KARENA ENGGAK SANGGUP MENERIMA KENYATAAN
BAHWA AYAH SUDAH TIADA.... GUE ENGGAK PUNYA SIAPA-SIAPA
LAGI, RATU.. GUE ENGGAK PUNYA SIAPA-SIAPA LAGI!! DAN
SEMUA ITU KARENA KELUARGA SIALAN LO!!!!!!!!!" ujar Nadia
geram.
Nadia tertawa keras. "HAHAHAHAHA TAPI LO TENANG AJA, RATU.
SEDIKIT DEMI SEDIKIT LUKA DIHATI GUE MULAI
TEROBATI..BERAWAL DARI SEBUAH PESAN SINGKAT YANG RAMA
WIJAYA TERIMA, HINGGA LAKI-LAKI SIALAN ITU TERBURU-BURU
MENGENDARAI KENDARAANNYA DENGAN CEPAT HINGGA
MENABRAK SESEORANG DAN BERAKHIR DIPENJARA DENGAN
TRAGIS PADA SAAT ITU, LALU DISUSUL DENGAN TEWASNYA ISTRI
KESAYANGANNYA SHINTA WIJAYA KARENA LUKA CEKIKAN
DILEHERNYA YANG PADA SAAT ITU PIHAK KEPOLISIAN KIRA
ADALAH KORBAN DARI GANTUNG DIRI.. BAGAIMANA RATU?
TERKEJUT BUKAN?" teriak Nadia puas.
Ratu mengepalkan tangan kuat. Kilat amarah sudah terlihat dikedua sorot
mata gadis itu. Jadi selama ini gadis licik inilah yang menjadi dalang dari
kasus kematian Bunda tercintanya? Ratu benar-benar tidak menyangka.
"CEWEK BRENGSEK!!!!" teriak Ratu keras. Gadis itu langsung menggigit
lengan Nadia kuat hingga pitingannya terlepas. Melihat Nadia meringis, Ratu
langsung mendorong gadis itu hingga tersungkur bersama dengan pisau
tajamnya yang sudah tergeletak jauh dari Nadia.
Belum sempat Ratu berlari menuju Raja, tiba-tiba sosok seorang laki-laki
masuk ke dalam gudang dan melayangkan sebuah palang besi ke arah Raja
dan BAGHHHHHHHHH!!, laki-laki itu memukul kepala Raja keras membuat
Raja langsung tersungkur bersama dengan darah segar yang sudah mengalir
deras. "RAJAAA!!!!!!!!!!!!!" pekik Ratu.
"BRENGSEK LO JIRO!!" Angkasa tiba-tiba masuk lalu menendang
punggung Jiro dari belakang dengan kuat.
Angkasa mengambil palang besi tersebut lalu melayangkannya ke arah Jiro
dengan amarah luar biasa, tapi langsung disergah Elang dengan segera.
"JANGAN SA!!!!!!! LO BISA DIPENJARA KALAU BIKIN DIA MAMPUS
SEKARANG JUGA!!!" teriak Elang. Cowok itu menahan Angkasa kuat.
Ratu meletakan kepala Raja dipangkuannya dengan air mata yang sudah
mengalir deras. "Raja.. Raja tolong bertahan.. Jangan tinggalin Ratu, Raja.."
lirih Ratu. Gadis itu sudah terisak-isak kuat sambil menepuk-nepuk wajah
Raja dengan sesak.
Raja tersenyum hangat sekuat tenaga. Syukurlah.. lo semua memang bisa
diandalkan, kutu badak. "Buntel, ja..jangan sedih.. Raja.. enggak akan
kemana-mana.." lirih Raja membuat Ratu mengangguk cepat.
"I..iya Raja.. Raja enggak akan kemana-kemana, Raja akan baik-baik aja,
Raja akan selalu sama Ratu.." ujar Ratu meyakinkan Raja sekuat mungkin.
"Ratu.. jaga diri baik-baik ya.. Raja akan selalu ada dalam hati Ratu.. Raja
akan selalu menjaga Ratu.. dimanapun Raja nanti berada.." suara Raja mulai
tercekat.
"Raja cinta sama Ratu..." lirih Raja. Air mata cowok itu sudah mengalir
tanpa terasa. Karena Ratu cuma untuk Raja sampai selama-lamanya..
Setelah memukuli Jiro sampai tidak sadarkan diri, Angkasa dan Elang
langsung berlari mendekati Raja. Mereka berdua menatap Raja dengan sorot
mata marah sekaligus terluka. "BRENGSEK!!!!! LO ENGGAK BOLEH
SELEMAH INI JA!!!!!!!!" teriak Angkasa marah.
"GUE UDAH BILANG KAN JA ENGGAK ADA KATA KALAH DARI
KAMUS KITA!!! INGET JANJI SAKRAL KITA BERLIMA JA!! INGET!!"
teriak Elang. Cowok itu sudah terisak.
Raja tertawa getir. "Kita enggak kalah, Lang.." lirih Raja. Cowok itu
langsung memandang Angkasa dengan sendu. "Sa.. gue titip Ratu." kata Raja
membuat Angkasa langsung menggeleng cepat.
"ENGGAK JA!!! GUE UDAH PUNYA SENJA!! GUE ENGGAK BISA
JAGAIN RATU!! LO ENGGAK BOLEH PERGI JA!!! GUE JANJI JA
AKAN NURUTIN APA YANG LO MAU!! APA AJA!! LO MAU BOTAKIN
GUE SEKALIAN GUE RELA JA!! TOLONG JA!! GUE MOHON JA GUE
MOHON!!" teriak Angkasa. Untuk pertama kalinya seorang ketua
SAKGAR, ANGKASA LAKSMANA, memohon sambil bersujud-sujud kepada
orang lain..
"Lang.. bilang sama Panca jangan jadi playboy lagi, dan bilang juga sama
Dirga, jangan banyak makan terus.." ucap Raja sekuat tenaga mmebuat Elang
makin terisak.
Raja memejamkan matanya. Cowok itu sudah tidak kuat. "Ratu.. cari
pengganti Raja yang lebih baik, ya.. Raja selalu sayang Ratu.." lirih Raja
sebelum kesadarannya benar-benar hilang. Jika ini pertemuan terakhir kita,
Raja bersyukur karena pernah mengenal Ratu dalam hidup Raja..
Ratu memekik sambil mengguncangkan tubuh Raja. "ENGGGGGAKK!!!!
ENGGGAKKKKK!! RAJA ENGGAK BOLEH PERGIII!!!! TOLONG
RAJAA TOLONGGG JANGAN TINGGALIN RATU!!!!!!! RAJA
JAHAT!!!!!" Ratu menangis tersedu-sedu. Raja tidak boleh pergi
meninggalkannya! RATU TIDAK RELA!!!
Elang memeluk Ratu seketika. "RAJA BUKAN COWOK LEMAH RATU!!
DIA ENGGAK AKAN PERGI!!!!! Dia.." suara Elang tercekat. "Dia enggak
akan pergi, Ratu.." kata Elang.
Angkasa mengepalkan tangan kuat. Matanya sudah memanas. Cowok itu
langsung melirik tajam Nadia yang saat ini sudah tidak kalah kerasnya
menangisi keadaan Raja. "PUAS LO SEKARANG HAH?! INI KAN YANG
LO MAU?! ENGGAK ADA SATUPUN CEWEK YANG BISA MILIKIN
RAJA.. ITU ARTINYA, RAJA LAH YANG INGIN LO LENYAPKAN, DAN
BUKAN RATU... Benar kan?" teriak Angkasa keras.
"ENGGAK!! BUKAN INI YANG GUE MAU!! RAJA!! RAJAAA!!!!!"
Nadia berteriak keras lalu berjalan tergopoh-gopoh mendekati Raja.
"BERHENTI!!!!!!! CEWEK BRENGSEK KAYAK KAMU ENGGAK
PANTES UNTUK DEKAT-DEKAT DENGAN RAJA!!!" teriak Ratu keras.
Gadis itu berdecih. "PANTAS SEORANG RAJA GEMILANG MENOLAK
KEHADIRAN KAMU MENTAH-MENTAH, IBLIS SEPERTI KAMU
MEMANG ENGGAK PANTAS UNTUK DICINTAI OLEH SIAPAPUN!!!!"
Ratu menatap Nadia murka.
Nadia menatap tajam Ratu. "LALU BAGAIMANA DENGAN DIRI LO
SENDIRI RATU?! LO YANG LEBIH ENGGAK PANTAS UNTUK
BERSANDING DENGAN RAJA!!!!! LO ITU CUMA ANAK DARI
SEORANG NAPI!! DAN SEORANG NAPI ITU LAH YANG BERHASIL
MENEWASKAN SEORANG IBU YANG RAJA MILIKI SATU-SATUNYA
DI DUNIA INI!!!!!!! IBU RAJA LAH YANG MENJADI KORBAN DARI
KASUS PENABRAKAN SEORANG RAMA WIJAYA PADA SAAT ITU!!
LO YANG ENGGAK PANTAS RATU SETIA WIJAYA!!!!!" teriak Nadia
keras.
"SIALAN!! TUTUP MULUT BUSUK LO ITU BRENGSEK!!" teriak
Angkasa geram.
"KENAPA ANGKASA?!! BIARIN AJA CEWEK SIALAN INI TAHU
AKAN KENYATAANNYA!!! RAJA ITU TERLALU BAIK UNTUK
CEWEK SIALAN SEPERTI DIA!!!!" teriak Nadia keras.
Elang menutup kedua telinga Ratu segera. "Jangan percaya Ratu.. jangan
percaya.." kata Elang yang sama sekali tidak diacuhkan oleh Ratu.
Tubuh Ratu mematung. Enggak, semua itu salah. Tidak ada kata-kata lagi
yang sanggup Ratu keluarkan lagi. Gadis itu memandang Raja yang sudah
tidak sadarkan diri. Raja.. apakah itu alasannya kenapa Raja meninggalkan
Ratu dulu?
"Raja! Raja! Ratu boleh kan pulang bareng Raja?"
"Enggak! Emang gue supir lo?!"
"Tapi dulu, Raja sama sekali enggak pernah absen untuk anterin Ratu
pulang?"
"Itu dulu sebelum lo berubah jadi anak NAPI!"
"Jangan mimpi Ratu! Semua tentang lo udah gue buang jauh-jauh,
jangan terlalu gede kepala. Lo bukan siapa-siapa. Jadi enggak usah
banyak berharap dan pergi dari hidup gue se-segera mungkin!"
"Jangan pernah nyuruh Ratu untuk pergi dari hidup Raja! Karena
Ratu enggak akan bisa, terlalu banyak kenangan yang enggak sanggup
untuk Ratu lupain. Dan terlalu besar rasa sayang Ratu ke Raja untuk
dihilangkan begitu aja!"
"Enggak usah banyak drama Ratu, hati gue enggak akan bisa kayak
dulu lagi hanya karena air mata lo itu!"
"Ada saatnya Ratu pergi, tapi enggak sekarang. Mending sekarang
kita pulang, besok sekolah. Ratu enggak mau Raja sakit."
Ratu memandang Raja dengan sendu. Ternyata Ratu lah yang selama ini
bersikap egois, Bagaimana bisa Raja mencintai Ratu disaat darah yang
mengalir dari dalam tubuh Ratu, adalah darah dari seorang pembunuh
yang sudah melenyapkan Ibu Raja dari dunia ini, bagaimana bisa Raja
sekuat itu?.. harusnya Ratu yang pergi, bukan Raja.. Maaf Raja..
Ratu mengusap lembut wajah Raja. Raja, jika ini memang adalah
pertemuan terakhir kita di dunia, Ratu rela jika Raja enggak akan
kesakitan lagi.. tapi tolong Raja, bawa Ratu bersama Raja kesana.. kita
pergi dari dunia yang menyakitkan ini.. ajak Ratu, Raja..
"Gue janji akan selalu berusaha untuk bahagiain lo. Gue janji akan
selalu berusaha untuk menjadi laki-laki yang bertanggung jawab untuk
lo. Gue janji akan selalu berusaha untuk mencukupi semua kebutuhan
lo. Gue janji enggak akan bikin lo susah tiap waktunya. Gue janji, Ratu.
Jadi, tolong jangan pergi ya."
"Mungkin sekarang gue belum bisa jadi laki-laki yang pantas untuk
lo. Gue masih banyak kekurangan, dan bahkan masih sering bikin lo
nangis sampai sekarang ini. Tapi, disaat gue bilang gue sayang sama lo
dan enggak ingin lo pergi. Gue serius, Ratu. Gue janji akan jadi laki-laki
yang sukses dan pantas untuk lo suatu saat nanti. Mungkin saat ini gue
kelihatan seperti laki-laki yang banyak omong kosong, atau terkesan
bucin. Tapi gue enggak perduli. Perasaan gue bukan orang lain yang
ngatur, tapi gue sendiri. Jadi, lo mau kan untuk sabar jalanin hubungan
ini sampai gue bisa berhasil meraih kesuksesan itu?"
Ratu menggengam kuat kalung berbandul tutup kaleng dari Raja. Gadis itu
menangis sekeras-kerasnya membuat Elang langsung memeluknya kencang.
"RAJAA JANGAN TINGGALIN RATU!!!! RAJA JAHAT!!!! RATU
ENGGAK SANGGUP RAJA!!!! RATU MOHON RAJA RATU MOHON!!
MIMPI KITA MASIH PANJANG RAJA!! ENGGGGGAKKK!! RAJA
JANGAN PERGII!!!!" Ratu berteriak meronta-ronta.
"Jangan pergi.. Raja.." lirih Ratu. Gadis itu lalu kehilangan kesadarannya
seketika. Ratu tidak sanggup, Raja..
"Cerita kita akan tetap terus berjalan kan Raja?"
"Cerita kita enggak akan pernah selesai, Ratu. Masih inget kan
dengan si janji tutup kaleng?"
"Masih dong. Ratu enggak akan pernah lupain semua hal tentang
Raja sedikitpun. Raja juga kan?"
"Bagaimana bisa gue ngelupain lo, Ratu?. Kalaupun itu harus terjadi,
mungkin gue lebih baik memilih kematian dibandingkan harus hidup
tapi tanpa ada ingatan akan lo di dalamnya."
"Selamat ulang tahun ya, Ratu. Maaf gue enggak bisa memberikan
kemewahan dalam ulang tahun lo kali ini. Tapi, gue harap
kesederhanaan ini akan memberikan kesan indah tersendiri untuk hidup
lo. Gue sayang lo, Ratu. Gue harap kita selalu bisa rayain ulang tahun lo
ini sama-sama sampai selamanya nanti. Sekali lagi, Selamat ulang
tahun ya sayang."
"RAJAAAA!! RAJA NYINDIRRR RATU YA?!!! RAJA KOK NGASIH
KADO BONEKA IKAN PAUS SIH?!!! BERARTI RAJA SETUJU DONG
KALAU RATU INI MIRIP IKAN PAUS!!!!!!!!! RATU NGAMBEK!!!"
"Jadi Ratu enggak sayang sama si Blublu nih? Yaudah deh kalau gitu
Raja ambil lagi aja....."
"EHHHHHHH ENAK AJAAA!! BLUBLU ITU PUNYA RATUU!!!!!"
"Tadi katanya enggak suka? Tapi sekarang malah dipeluk-peluk.."
"Ratu suka kok! Siapa yang bilang enggak suka?! Ratu kan cuma
kesel aja karena secara enggak langsung, Raja itu bil—"
"RAJAAA IHH RAT.. RATU SUSAH NAPASNYA NIH!! Jangan
peluk-peluk disini.. Raja.."