"Enggak ada yang berhak untuk lupa." Angkasa menjawab Elang dengan
cepat.
"Soal itu sih udah terekam jelas secara otomatis di otak gue Lang, enggak
perlu lo ingetin lagi." jawab Dirga yang sedang sibuk mencari-cari cabai
rawit di dalam kantung kresek berisi gorengan yang mereka beli itu.
"Gimana enggak inget, kalau jaminanya nyawa sendiri." sindir Raja
membuat Angkasa melotot ke arahnya.
Panca merobek selembar kertas yang ada di bukunya dan melipatnya
serapih mungkin, lalu beranjak berdiri mendekati Raja. "JRENGGGGGGG
JRENGGGGGGGGGG!!!" teriak Panca sambil menyodorkan lipatan kertas
tersebut membuat Raja mengerutkan dahinya. Apaan sih ini kutu badak.
Dirga yang melihat hanya tertawa karena sudah mengerti maksud dari
sikap Panca sekarang ini. Sedangkan Elang berusaha sekuat mungkin untuk
tidak ikut bersuara. Selamatkan hambamu yang tampan ini ya Tuhan, cukup
Raja aja yang para kutu badak itu siksa. Jangan hamba ya Tuhan, jangan.
"Apaan si lo kutu badak! Enggak jelas!" dengus Raja kepada Panca.
"KALAU ABANG RAJA ENGGAK JELAS, SINI ABANG PANCA
JELASIN SEJELAS-JELASNYA." ujar Panca semangat membuat Raja makin
kebingungan. "Abang Raja masih inget kan dengan drama sinetron Raja untuk
Ratu episode 39?" tanya Panca sambil menyunggingkan senyum manisnya.
Raja terdiam sambil menimang-nimang ucapan Panca dengan sebaik
mungkin. Tiba-tiba, bagaikan angin topan yang lewat, sekelibat ingatannya
akan tragedi obat tidur itu muncul begitu saja seolah-olah sedang mendukung
si para kutu badak ini untuk segera menjalankan aksinya dengan cepat.
"Simak baik-baik ucapan gue, GUE ENGGAK AKAN PERNAH SUDI
BALIKAN SAMA CEWEK BENALU BERNAMA RATU, dan kalau
memang khayalan lo lo pada itu terjadi, oke gue bakal........." jeda
sejenak. Raja menghela napas. "Gue bakal lakuin apa aja yang lo lo
pada suruh, sama kayak si Elang! Puas?!"
Mampus lo Raja. Raja berdeham sambil menggaruk tengkuknya. "Eng.. gue
enggak ngerti maksud lo apa Ca. Gue lupa, sorry ya Ca." ujar Raja membuat
keempat temannya memicingkan mata. "Eh, gimana kalau nanti sore kita
makan-makan, udah lama kan kita enggak nongkrong bareng. Gue traktir deh!"
Raja mulai mengalihkan pembicaraan sambil berusaha bernegoisasi.
"OHHHHHH JADI ABANG RAJAAAAA TEH LUPA.. GIMANAAA
YA....." Panca mengusap-usap dagunya seolah ingin mempertimbangkan
tawaran Panca. Lo kira gue bisa dikadalin! Enggak tahu apa gue itu Raja
nya ngadalin cewek!
Dirga berdeham. "MAKAN-MAKAN YA.... GIMANA YA....." Dirga
menaikan kedua bola matanya sambil mengerjap berkali-kali seolah sedang
menimang-nimang tawaran Raja sebaik mungkin. Akting lo enggak sepinter
akademik lo Raja! Lo kira para kaum gratisan ini bisa kemakan sama
rencana licik lo itu!
"Raja, Raja. Lo temenan sama si para kutu badak ini udah berapa lama
sih? Mana bisa mereka semua lo tipu-tipu! Tapi, semangat deh ya Ja!
Hampura nyak, gue enggak bisa bantu apa-apa. Gue juga siaga satu ini
Ja!" Elang membatin dalam hati sambil berjaga-jaga.
Angkasa berdiri sambil meremas-remas jemarinya. "Gimana kalau kita
lakuin sedikit pemanasan sekarang? Siapa tahu aja kan kalau kepala lo
nempel di tembok dikit bisa bikin ingatan lo balik?" tawar Angkasa membuat
Raja langsung bergidik ngeri. Sialan!
"WAHHHH BOLEH JUGA IDE SI SASA! Lagian, gue juga lagi males
nongkrong Ja. Lo tahu sendiri kan gue harus rajin-rajin belajar buat bahagiain
istri-istri gue dimasa depan nanti!" Catat itu "istri-istri!".
"BENER TUH KATA SI CACA! Udah bukan waktunya lagi kita ngabisin
waktu cuma buat nongkrong-nongkrong enggak jelas di caffe! Si Jaja si enak
udah pinter dari lahir, nah kalau kita-kita semua? Sampe bapak si khong
guan pulang juga otak kita pasti bakal gini-gini aja! Iya enggak Lalang? Lo
setuju kan sama gue?" tanya Dirga sambil melirik Elang yang sedari tadi
hanya bungkam. Diem lo enggak mempan Lang!
Elang tersentak. "Eh? Eh.. I..iya Ja! Bener apa kata si Gaga! Kita skip dulu
ya acara nongki-nongki ganteng kita? Hehe.." jawab Elang sambil menyengir
kaku. Sialan lo Ga!
Raja mendengus kesal. Rencana yang ia rancang secara dadakan tadi
ternyata sama sekali tidak mempan bagi para kaum gratisan ini. "IYA IYA!
UDAH LO SEMUA ENGGAK USAH PADA PURA-PURA SOK BIJAK!
GUE BAYAR HUTANG GUE DI EPISODE 39 ITU SEKARANG JUGA!"
ujar Raja membuat keempat temannya tertawa puas.
HAHAHAHAHAHHAHAHAHA!
Raja meraih lipatan kertas dari Panca lalu membuka dan membacanya
dengan tatapan tidak percaya sambil bergidik jijik. "WAHHHHH BUNUH
AJA GUE SEKALIAN CA!!" protes Raja tidak terima. "YANG BENERRR
AJAAAAA CA!!!!!" Raja berkacak pinggang.
Dirga berusaha menahan ketawa setengah mati. "Laki bukan lo Ja?! Mental
tempe lo Ja!" cemooh Dirga.
"AHHH KELUAR AJA LO DARI SAKGARRRR, UDEHH
KELUAAAR.." Elang ikut memanasi membuat Dirga langsung melirik ke
arahnya. Ups! Tahan Lang! TAHAAAAANNNNNNNNN!!!!!!
Raja menatap Angkasa dengan sorot memohon. "Sa, lo ngerti kan maksud
gue? ENGGAK MUNGKIN LAH SEORANG RAJA GEMILANG
NGELAKUIN HAL YANG KAYAK BEGINIAN!" Raja meminta dukungan.
Angkasa menaikan kedua bahu. "Itu sih DL." singkat Angkasa membuat
Raja mendengus kesal.
Panca merangkul Raja. "Makanya ente kalau punya mulut itu lain kali
jangan lupa digembok. Biar setannya enggak pada keluar. Gini kan jadinya!"
ujar Panca menasihati. "Udahlah terima aja nasib lo sekarang Ja! Semangat
Ja! Gue yakin lo pasti bisa!" lanjut Panca yang menyemangati Raja hanya
untuk sekedar basa-basi. HAHAHAHAHAAHAHAHA MAMPUS LO JA!
Raja menghela napas. "Tapi enggak gini juga bambangggg! Lagian, gue
juga enggak yakin bisa dapet izin atau enggak untuk masuk ke ruangan sana.
Udah ganti-ganti!" Raja benar-benar badmood.
"Oke, kita ganti." Angkasa membuka suara. Raja menatap Angkasa dengan
berbinar dan penuh harap. Hati lo emang bener-bener seputih malaikat Sa!.
"Besok lo ke sekolah pake rok aja. Gimana?" LEBURRRRR SUDAHH
HARAPAN RAJA. ANGKASA SIALAN! IA TIDAK BISA LARI LAGI! DASAAAR
IBLIIIS LO SA!!
"HAHAHAHA! Muka lo kalau lagi kicep gini lucu banget Ja!" ledek Elang
melihat raut wajah pasrah Raja membuat Angkasa langsung meliriknya
dengan tajam. ASTAGAAA LALANGGGG MULUTT WOY MULUTTT!!!!!!!!!!
Raja mengacak rambut kasar dan mengumpat dalam hati sambil mengabsen
satu persatu nama para makhluk hidup yang ada di taman safari. Astagaaaa
Raja!!!!!!!!!!! Mau lo pasang dimana muka lo nanti hah?!!!!. "SIALAN LO
PADA!". Hancur sudah citra yang sudah ia jaga selama ini.
***
Sergio menatap seorang gadis yang ada di depannya sambil mengamatinya
dengan lekat-lekat. "Jadi, lo udah tahu kan tugas lo itu apa?" tanya Sergio
memastikan.
Gadis itu mengangguk. "Lo enggak perlu tanya-tanya lagi, gue udah ngerti."
ketus gadis itu.
Sergio mendekati gadis itu lalu membelai rambutnya sambil melayangkan
tatapan menakutkannya membuat gadis itu melangkah mundur. "Gue harap, lo
enggak main-main dalam menjalankan rencana ini." bisik Sergio dingin. "Satu
lagi, jangan sampai lo jatuh cinta dengan cowok sialan itu, karena cinta cuma
akan membuat manusia lemah. Lo tahu kan apa akibatnya jika lo berani-
beraninya punya niatan untuk berkhianat?" ujar Sergio tajam.
"Lo tenang aja, gue yakin dia pasti akan ngejalanin tugas ini dengan sebaik
mungkin. Jangan terlalu keras, Sergio." ujar seorang gadis satunya yang
sedari tadi hanya duduk dan ikut menyimak.
Sergio berdecih. "Cewek lemah seperti kalian berdua itu, sama sekali
enggak pantes untuk dilembutin. Jadi cukup ikutin alur yang udah gue buat ini
sebaik mungkin, kalau kalian berdua enggak mau kena imbasnya." Sergio
memperingatkan kedua gadis itu dengan tajam.
Gadis yang duduk itu langsung beranjak berdiri sambil meraih kunci
mobilnya. Ia berjalan mendekati Sergio, "Tapi cewek lemah yang lo bilang
ini, adalah gadis kecil tersayang lo. Iya kan Sergio?" ujar gadis itu dengan
telak lalu beranjak pergi meninggalkan Sergio tanpa pamit sama sekali,
disusul dengan seorang gadis yang dijadikan Sergio alat itu.
Sergio mengacak rambutnya dengan kasar sambil menatap salah satu
punggung dari kedua orang gadis itu yang saat ini sudah berjalan menjauh
dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Justru karena lo adalah cewek yang paling penting dalam hidup gue,
gue enggak mau bikin lo jadi selemah ini. Apapun caranya, gue akan
selalu berusaha untuk membuat lo merasa bahagia, dengan
mengembalikan hidup kita berdua seperti dulu, dan tentu saja harus ada
dendam yang perlu kita balas sebelum itu. "
Sergio membatin dalam hati.
——————————————————————
——————————————————————————
FOLLOW INSTAGRAM @WATTPADRERE DAN @RERETRSS
JOIN GROUP LINE RUR? BUKA PROFILE WATTPAD AUTHOR
DAN KLIK LINKNYA! YUK KITA SERU-SERUAN BARENG PARA
TOKOH!
JANGAN LUPA BACA SEQUEL ELANG! BUKA DAN FOLLOW
PROFIL AUTHOR!
JANGAN LUPA TONTON VIDEO KECIL DARI RAJA UNTUK RATU
DI INSTAGRAM @wattpadrere
FOLLOW INSTAGRAM
@wattpadrere
@reretrss
@raja.gemilang
@ratusetiawijaya
@elang.gunturr
@fara.aradila
@raja.gemilang
@angkasa_laksmana
@nadiaa_saraswatii
@senjaalana
@rinaihujann
@raya_indahh
@anggi_ppitaloka
@rinduserunii
@dirga_margantara
@panca.kstria
@diba_saidira
@aldimahesa_
@ristisekaar
@sila_putriana
@sherina.halim
@aksaraprabudi
@helen_adisti
@jehavictoria
@gamal_kusuma
@bimaorlandoo_
@jiroofernando
@gengtempur
@garudacheerleader
Post bagian mana yang paling kalian suka di part ini di instastory, dan
tag @wattpadrere untuk author repost ❗
JANGAN LUPA UNTUK FOLLOW INSTAGRAM RAJA UNTUK
RATU @wattpadrere ! ! Disana author akan sering-sering post spoiler
bagi yang enggak sabar liat part selanjutnya! ❤
I love u xoxo
45. PUISI KECIL DARI RAJA
Red cups and sweaty bodies everywhere
Hands in the air like we don't care
'Cause we came to have so much fun now
Bet somebody here might be the one now
If you're not ready to go home
Can I get a "Hell, no"?
'Cause we gonna go all night
Till we see the sunlight, alright
So la-da-di-da-di, we like to party
Dancing you and me
Doing whatever we want
This is our house, this is our rules
And we can't stop
And we won't stop
Can't you see, it's we who own the night
Can't you see, it's we who 'bout that life
And we can't stop
And we won't stop
We run things, things don't run we
Don't take nothing from nobody, yeah, yeah
We Can't Stop-Cover By Boyce Avenue
[JANGAN LUPA FOLLOW & VOMMENT YA, KARENA ITU BERHARGA
BANGET BUAT AUTHOR ❤ DAN JANGAN LUPA PUTAR MULMED
YANG SUDAH AUTHOR SEDIAKAN UNTUK KALIAN, SELAMAT
MEMBACA SEMUA ❤]
45. PUISI KECIL DARI RAJA
"ALAAAMAKKKKK MAU JADI APA KAU KAU SEMUA ITU HAH?!
KU KASIH TUGAS, TAK MAU PADA KAU KERJAKAN, KU KASIH
ULANGAN, KAU KECUTKAN MUKA-MUKA KAU ITU DENGAN
SENGAJA. MACAM TAK KU KASIH MAKAN SAJA!", Lah emang iya
Pak! Kapan bapak kasih saya makan?!!!
Seisi kelas memandang Pak Junet yang tak lain adalah salah satu guru
sejarah HITS SMA GARUDA dengan tatapan malas dan mengantuk.
Bagaimana mereka tidak merasa kesal bila tiap pertemuan selalu saja Pak
Junet memberikan yang namanya ulangan mendadak. Ditambah lagi dengan
gaya bicara Pak Junet yang kadang membuat mereka bingung karena tidak
mengerti akan logat bercampurnya itu. Bahkan tak jarang Pak Junet sering
berbicara dalam bahasa yang berbeda-beda tiap pertemuannya. Pak Junet oh
Pak Junet.
Tes
Tes
Pak Junet yang hendak membuka suara untuk membacakan soal, terurung
begitu saja saat speaker di kelas tengah bersuara. Murid seisi kelas yang
sedari tadi gaduh pun langsung mengambil sikap diam untuk mendengarkan
pengumuman apa yang akan disampaikan oleh pihak sekolah saat itu.
"EHEMMMMMMMMM"
Pak Junet mengerutkan dahinya. "KENAPA PULA KAU PAKAI BATUK-
BATUK SEGALA HAH?! TAK SOPAN!" ketus Pak Junet membuat seisi
murid di kelas
menatapnya dengan tatapan, sudah biasa.
"TERUNTUK RATU SETIA WIJAYA KELAS XII-IPS 2"
Ratu yang sedari tadi sudah terkantuk-kantuk, langsung tersentak dan
membulatkan mata seketika. Raja?, Ratu melirik speaker yang terpajang di
kelasnya dengan reflek. Seisi murid di kelasnya pun sudah menatapnya
dengan raut wajah bingung dan bertanya-tanya. Ada apa nih?
"LAHHH, APA PULA ITU!!, RATU?! KAU KENAL SUARA SIAPA ITU
HAH?" Pak Junet langsung bertanya kepada Ratu.
"KALAU SAJA AKU INI ADALAH SANG MALAM......"
Belum sempat Ratu menjawab pertanyaan Pak Junet, ia dikejutkan kembali
dengan suara Raja yang sudah menggema keras itu bersama dengan intonasi
yang super berlebihan. Astaga! Raja mau ngapain sih!!!!!!!
"PASTI ENGKAULAH... YANG AKU JADIKAN BULANNYAA....."
"WADAAAAAAAAAAAAAAWWWWWW!!"
"YUHUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU!!"
"MANTAAAAPPPPPPPPPPP BEBBBBBBB!!"
Seisi murid di kelas pun langsung menjadi ricuh seketika, beberapa ada
yang menyahuti ucapan Raja, beberapa ada yang sibuk bersiul-siul dan
beberapa ada yang terkekeh sambil memukul-mukul meja agar suasana lebih
berisik lagi. Astagaa Raja!!!!!
"ALAMAAKKKK! MANIS SEKALI MULUT KAU ITU! KU KASIH
TAHU KAU YA RATU, JANGAN MAU KAU DIBILANG MIRIP SEPERTI
BULAN, KAU TAK TAHU SAJA CEM MANA GRADAKNYA BULAN
TU!" ujar Pak Junet membuat seisi kelas tertawa keras. Gradak beb!
"KALAU SAJA AKU INI ADALAH SANG HUJAN......"
"ASIIIIIIIKKKKKKKKKKKKK"
"AW DEREEEESSSS BEBBBB!!!!!"
"KIWWWWWWWWWWWWW!!"
"PASTI ENGKAULAH... YANG AKAN AKU JADIKAN
PELANGINYA...."
"CADASSSSSSSSSSSSS!!!!!!!!!!"
"MANTAAAPPPPPPPPPPP!!!!!"
"PAYUNG MANA PAYUNG?!!!!"
Ratu menutup wajahnya dengan kedua tangannya segera. Sungguh ia benar-
benar malu setengah mati saat ini. RAJAAAAAA! RAJA LAGI NGAPAIN SIH!
RATU MALUUUUUU!!!!!!!!!!!. Ia benar-benar tidak mengerti kenapa Raja
bisa melakukan hal sememalukan ini. SEMUA INI PASTI EFEK BERGAUL
DENGAN PANCA!!
"KALAU SAJA AKU INI ADALAH SEKUNTUM BUNGA......"
"AWWWWWWWWWWWWWWWWWW!!"
"CIHUUUUUUUUUYYYYYYYYYY!!"
"ASELOOOOOLEEEJOSSSSSS!!"
"PETIKKK AKU DONG BANGGGG!!!!"
"PASTI ENGKAULAH YANG AKAN AKU JADIKAN LEBAHNYA...."
"AWWWW NYENGATTTT BEBBBB!!!!"
"MAMAA.... MAMAA....."
"HATCHIII ANAK YANG SEBATANG KARAA...."
"PAIT... PAIT... PAIT...PAIT..."
"ALAMAAKKKKK!!!!!! KENAPA PULA KAU SEBUT RATU DENGAN
LEBAH! MACAM TAK ADA KUPU-KUPU SAJA!" Pak Junet kembali
berkomentar membuat seisi kelas itu meledakan tawanya kembali.
HAHAHAHAHA!
"KALAU SAJA AKU INI ADALAH LAUTAN......"
"ASHIAAAAAAAPPPPPPPPPPPPPPPP!!!!!!"
"WADDDAAAWWWDIGIDAAAAAAWWWW!!"
"KAPAL MULAI OLENGGG KAPTEEENNNN!!!!"
"PASTI ENGKAULAH... YANG AKAN AKU JADIKAN PAUSNYA..."
"HAHAHAHAHAHAHAHA!!!!"
"PAUS DONGGGGG!!!!"
"ENGGAK IKAN BUNTEL AJA SEKALIAN!!"
"HAHAHAHAHAHAHA RAJA NGACO!!!!!"
"ALAAMAKKKK!!!!! SUDAH RATU KAU PUTUSKAN SAJALAH
PACARMU ITU!!" ujar Pak Junet mengompori sambil berkacak pinggang.
Benar-benar makin ngaco!
Ratu meremas-remas jemarinya kesal. AWASSSS YAAAA RAJAAAAAA!!!!!.
Ratu bisa menebak pasti geng TEMPUR lah yang menjadi otak di balik ini
semua. Lihat saja nanti, Ratu akan benar-benar membuat perhitungan kepada
Raja beserta antek-anteknya itu satu persatu. Hancur sudah citra mereka
berdua sebagai couple goals SMA GARUDA. Hancur selebur-leburnya....
"KALAU SAJA AKU INI ADALAH SAYUR KOL....."
"HAHAHAAHHAAH APA LAGI INI!!"
"ASTAGA RAJA GEMILANG!! APALAGI INI WOY!!"
"WADUHHH PERASAAN GUE ENGGAK ENAK NIH!!"
"TERUSSSS BANGGGGG!!!!!"
"GASKEEEUUUNNN BEBBBB!!"
"LANJUTTTTTTTTTTTTT MANGGG!!"
"ALAMAAKKK!! KENAPA PULA KAU BAWA-BAWA SAYUR KOL
HAH?! KU BAWA KE SI BORONG-BORONG JUGA KAU!!" ujar Pak
Junet yang mulai mengikuti suasana, dan sudah lupa akan niatnya untuk
memberikan ulangan kepada murid-muridnya. Terimakasih Raja!!!!
"PASTI ENGKAULAH YANG AKAN AKU JADIKAN AN—"
"WOY JAJA! AYOK KELUAR CEPETAN!! BENTAR LAGI PAK
MAMAT SAMPE KESINI!!"
"AHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!"
"TANGGUNG BAMBAAAANGG!!!!"
"YAILAAHHHHHHH DIKIT LAGIII WOYYYY!!!"
"PANCA KAMPREEET!!!!!"
"Baru juga 10 baris Ca! Masih ada 20 baris lagi nih!"
"Udah segitu aja! Gue enggak mau kita semua sampe masuk BK! Lo
tahu sendiri kan gimana seremnya Ibu Jainap?! Sebelas dua belas lah
sama suaminya si Pak Junet!"
"Astaga buru Ca! Gue enggak mau deh sampe berurusan sama tuh
JJC! Alias si Jehong-Jehong Couple!! Bisa makin panjang dah urusan!
CABUT CA!!!!!!"
Seisi kelas langsung tertawa kembali saat mendengar percakapan Raja dan
Panca yang mereka berdua tanpa sadari masih terdengar di setiap kelas yang
ada di SMA GARUDA ini. Pak Junet yang mendengar pun langsung keluar
dari kelas begitu saja tanpa ada kata permisi sama sekali dan melupakan
ulangan dadakan yang padahal sebentar lagi akan dimulai itu. Mereka benar-
benar mengucapkan terimakasih kepada geng TEMPUR, karena telah
membuat suasana menjelang UN yang tegang ini menjadi segar kembali.
GENG TEMPUR MANTAP!
Ratu menghela napas lelah sambil memijat kepalanya yang rasanya sudah
mau meledak itu. Tenang Ratu.. tenang.. enggak boleh emosi ya.. baru juga
semalem baper-baperan..tetap tenang Ratu, oke?!. Ratu merogoh saku
bajunya lalu mengeluarkan ponselnya segera. Dicarinya cepat kontak Raja,
lalu diketiknya sebuah pesan "manis" untuk kekasihnya itu. Raja benar-benar
membuat emosinya tersulut!
Ratu Setia Wijaya: Sayang, dimana?
Singkat, tapi cadas.
***
"Sayang, jangan ngambek lagi dong! Maaf ya..??" Raja mengguncang kecil
lengan Ratu sambil memasang tatapan memohon. Tidak mempan Raja.
Ratu mendengus kesal. "Jadi selama ini Ratu itu mirip ikan paus?! Jadi
bagi Raja, Ratu itu gendut?! Iya?!" ujar Ratu sambil melipatkan kedua
tangannya.
Panca Sialan!!, bisa rusak deh rumah tangga gue!. "Enggak gitu, itu si
Panca yang tulis script-nya. Lo sama sekali enggak mirip ikan paus kok!
Jangan marah lagi ya?!" bujuk Raja semanis mungkin. Manis dari hongkong!
"Terus kalau bukan ikan paus, ikan apa? Ikan buntel?!! Asal Raja tahu aja
ya, sekarang Ratu jadi punya panggilan baru di kelas, alias "RATU
BUNTEL". Ratu kan enggak suka!!" dengus Ratu makin kesal.
Raja menggebrak meja. "WAHHHHH!! SIAPA YANG UDAH BERANI-
BERANI MANGGIL LO RATU BUNTEL?! BILANG KE GUE BIAR GUE
HAJAR ITU ANAK SAMPE MAMPUS?!!!!" teriak Raja membuat seisi
kantin yang mendengar langsung menoleh ke arahnya seketika. HAHAHA
ENGGAK SALAH TUH RATU BUNTEL?
"Raja! Jangan kuat-kuat dong ngomongnya! Mau bikin Ratu malu lagi
apa?!" Ratu beranjak dari kursi dengan kesal. "Raja jahat!!" ujar Ratu sambil
menghentakan kaki dengan kasar, lalu pergi begitu saja meninggalkan Raja
yang sudah ternganga dengan bodohnya. Astaga salah lagi, salah lagi.
"KALAU SAJA AKU INI ADALAH SANG MALAM......." Panca
meledek Raja dengan muncul secara tiba-tiba bersama kutu badak lainnya
membuat Raja mendengus kesal.
"Diem deh Ca. Gara-gara ikan paus lo itu, sekarang gue sampe masuk
SIAGA SATU tahu enggak! Emang sialan lo lo pada!" ujar Raja sambil
membuka botol minumnya.
Dirga terkekeh geli. "Makanya, lain kali kalau ngomong itu dijaga, alias
jangan asal-asalan. Udah tahu disekitar lo banyak setannya!" Dirga menepuk-
nepuk pundak Raja.
Angkasa melirik Elang tajam. "Lo bisulan Lang? Tumben amat enggak ada
suaranya." sindir Angkasa yang sudah mengerti maksud dari bungkamnya
seorang Elang seharian ini.
"Santai aja kali Lang, sequel lo masih lama dibuat authornya! Jadi, siap-
siapin mental aja dari sekarang!" ujar Dirga membuat Elang menghembuskan
napas kasar. #MenolakLupa
"ALAMAAAAKKKKK!! JADI KAU KAU SEMUA INI BIANGNYA!!!!
TERPAKU KALI AKU SAMA MUKA KAU KAU ITU!!!"
Suara keras dari Pak Junet membuat geng TEMPUR tersentak seketika.
Ditatapnya Pak Junet saat ini yang tengah berkacak pinggang, sambil
memasang raut wajah menyeramkan. Mereka berusaha menelan ludah sekuat
mungkin. Abis kita.
"Ca keluarin jurus andalan lo Ca! Buru!" bisik Elang kepada Panca.
Panca berdeham, sambil menahan rasa gugup. "EHHHH... ADA BAPAK
GANTENG.... A..APA KABAR PAK?" Panca mulai gelagapan. Ngapain lo
nanya kabar Malih?!!!!
"ALAMAAKKKK!! TAK PUAS KAU CUMA PUNYA MUKA SATU
HAH?!" ujar Pak Junet keras kepada Panca. Dasar muka dua!
Dirga menyikut Panca kecil. "Lo gimana sih ca! Giliran cewek aja pinter
lo bersilat lidah!" keluh Dirga sambil berbisik.
"Ilmu gue tiba-tiba lenyap Ga! Jangan-jangan si doi keturunan si Thanos
lagi!" jawab Panca pelan.
"ALAMAAKKK!!! NAPA PULAAA KALIAN PADA BISIK-BISIK
TETANGGA HAH?! KAU KAU SEMUA KE LAPANGAN SEKARANG
JUGA! KU BIKIN KAPOK KAU SATU-SATU SAMPAI MALU!" teriak Pak
Junet yang sudah menjadi pusat perhatian seisi kantin, membuat geng
TEMPUR bertukar pandang satu sama lain. Mampus kita!
***
Suasana siang itu sangat terik, murid-murid pun banyak berlalu lalang
karena bel istirahat sudah berdering. Tapi anehnya, bukannya kantin yang
menjadi tempat tujuan para murid untuk bersinggah, melainkan lapangan
sekolah yang saat ini sudah ricuh akan teriakan para kaum hawa saat melihat
geng TEMPUR tengah berdiri dibawah terpaan cahaya matahari, membuat
ketampanan mereka meningkat drastis. Oke yang satu ini berlebihan.
"KAK RAJAAAA AKU MAU DONG JADIII BULANNYAAAAAA!!!"
"KAKKK ANGKASAAA YUHUUUUUUUUU!!!!"
"ELANGGGGG NOTICEEE AKU DONGGG!!!"
"PANCAAAAA!!!! PANCA NGEDIPIN GUE DONG!! GILAAA GILAAA
PINGSAN AJA GUE!!
"BABYYYY DIRGAAAA!!! SEMANGATT YAAA ADA SYEEEE DISINIII!!!"
Baby shark, doo doo doo doo doo doo
Baby shark, doo doo doo doo doo doo
Baby shark, doo doo doo doo doo doo
Baby shark!
"ALAMAAAKKK!! NAPA PULA KALIAN SEMUA HANYA DIAM!
GERAKAN BADAN KAU KAU SEMUA ITU SEKARANG!" teriak Pak
Junet kepada geng TEMPUR sambil mengeraskan speaker yang sudah
sengaja ia siapkan untuk membuat kelima muridnya itu kapok, membuat yang
menonton tidak bisa menahan ketawa lagi.
Raja mengumpat keras dalam hati sambil mengabsen satu-persatu makhluk
hidup yang ada di taman safari, seperti biasanya. HANCURR SUDAHHH
CITRA YANG IA BANGUN SELAMA TIGA TAHUN INI DI GARUDA!
Angkasa meringis malu. Jika saja ada lubang sumur di depannya saat ini,
lebih baik ia menyebur saja dibanding harus melakukan tindakan memalukan
seperti ini. MAU DITARUH DIMANA MUKA LO SA DI DEPAN PASUKAN
LO NANTI!!!!!!!!!! SIALAANNN!!!!
Elang mengacak rambut kasar. Bisa-bisanya seorang Elang Guntur, yang
terkenal tampan dan jago berkelahi itu harus melakukan hal paling
menyeramkan selama masa hidupnya bersama para kutu badak sialan ini.
JANGAN SAMPE MANTAN GUE LIHAT! JANGAN SAMPEEEEEE YA
TUHAN....
Dirga menghela napas pasrah. Hilang sudah sosok dewasanya dihadapan
semua para penggemarnya, HILANG SUDAH HILANG!!!, sekali-kali ia
menunduk malu saat mendengar Sherina meneriakinya tanpa henti.
ASTAGAAA ITU CEWEK TAMBAH BIKIN MALU AJA SIH!!
Panca tersenyum lebar. Beda dari keempat temannya, ia lebih memilih
untuk menikmati moment itu sebaik mungkin. Bahkan ia sudah menggerakan
tubuhnya terlebih dahulu membuat para kaum hawa makin meneriakinya.
"YUHUUUUUU HALLLOOOO CANTIK GOYANG SAMA ABANG
YUK!!!!" teriak Panca kepada salah satu siswi yang sedang melintasi
lapangan, membuat siswi lain berteriak iri. Sedangkan keempat temannya
sudah makin mengumpatinya saat itu juga. PANCA BENAR-BENAR TIDAK
PUNYA URAT MALU LAGI!
"ALAMAAKKKKKK LENTUR SEKALI GOYANGAN KAU ITU!!" Puji
Pak Junet kepada Panca. "KAU KAU SEMUA CONTOH TEMAN KAU
SATU INI YA! JANGAN MELEMPEM AJA CEM KERUPUK DISIRAM
AIR!" ujar Pak Junet kepada Raja, Angkasa, Elang dan Dirga yang dibalas
dengan anggukan pasrah oleh mereka.
Mommy shark, doo doo doo doo doo doo
Mommy shark, doo doo doo doo doo doo
Mommy shark, doo doo doo doo doo doo
Mommy shark!
Daddy shark, doo doo doo doo doo doo
Daddy shark, doo doo doo doo doo doo
Daddy shark, doo doo doo doo doo doo
Daddy shark!
Para anggota geng TEMPUR sudah mulai menggerakan tubuhnya mengikuti
irama lagu yang berdentang, dan menjadikan Panca sebagai pemimpinnya.
Para siswi-siswi pun sudah sibuk merekam dan memotret aksi geng
TEMPUR yang sangat langka itu.
"AYOOOOOKKK SEMUAAAA DIGOYAAAANGGGG!!!!!" teriak
Panca semangat membuat keempat temannya langsung mengumpat kembali.
PANCA SIALAN!!
"GARUDAAAAAAAA?!! MANAA SUARAAAANNYAAAAAA?!!!!"
teriak Panca kembali membuat para murid menyahutinya dengan sorak riang.
Sedangkan keempat temannya sudah lebih memilih pasrah dan menerima
kenyataan pahit ini dengan dada selapang mungkin. Selesai sudah.
Hari itu benar-benar menjadi hari keramat bagi para anggota geng
TEMPUR, kecuali Panca Ksatria tentunya. Selama geng TEMPUR berdiri di
GARUDA ini, baru kali ini lah mereka menjadi ciut saat menjalani hukuman
dari para guru, dan semua ini berkat dari PAK JUNET tentunya. Terimakasih
Pak Junet! Hari kramat ini akan kami ingat sampai kami tua nanti!
***
Ratu berjalan masuk ke dalam kelas dengan kesal. Raja benar-benar
menyebalkan. Bisa-bisanya Raja berteriak sekeras itu hingga murid-murid di
kelas lainnya telah mengetahui nama panggilan barunya sekarang. Ratu
buntel!!!!!!, yang benar saja, apa mereka tidak bisa melihat dengan jelas
tubuh idealnya sekarang ini?!. Oke Ratu mulai narsis!
Saat Ratu berjalan menuju kursinya, ia melirik sekilas bangku dan meja
Anggi yang masih kosong itu. Ratu menghela napas dalam, ia benar-benar
cemas akan keadaan Anggi sekarang. Apa ia harus bertanya dengan Elang?.
Tapi yang ia tahu saat ini, hubungan Elang dan Anggi benar-benar sudah
renggang, dan mungkin Elang sama sekali tidak mengetahui keberadaan Anggi
sekarang.
Saat Ratu berjalan mendekati kursi Anggi, betapa terkejutnya ia melihat
meja Anggi yang sudah tercoret-coret dengan kata-kata kasar. Bukan hanya itu
saja, ia yakin sekali guratan dari meja anggi itu berasal dari benda tajam.
PELAC*R!
CEWEK ENGGAK BENER!
PERGI LO DARI GARUDA!
CEWEK MURAHAN!
BIKIN MALU GARUDA!
Deg
Jantung Ratu seperti terhantam benda keras rasanya. Sebenarnya ada apa
yang terjadi dengan Anggi?, Ratu harus menghubungi Anggi saat itu juga. Ia
merogoh dalam saku bajunya lalu dicarinya kontak Anggi, lalu ditelfonnya
segera gadis itu. Tapi hasilnya selalu nihil, nomor Anggi tidak aktif lagi.
Ratu mengedarkan pandangan ke sekeliling kelas yang sepi itu. Ia merasa
penasaran setengah mati dengan siapa yang berani-beraninya melecehkan
Anggi dengan kata-kata kasarnya itu. Apakah ada seseorang yang memiliki
dendam dengan Anggi? Tapi siapa?
Di sisi lain, seorang gadis tengah mengintip kecil Ratu dari balik jendela
kelas dengan sorot mata yang sulit diartikan. Seperti rasa puas dan rasa
bersalah telah menjadi satu, puas karena ia berhasil menjalankan aksinya
dengan lancar dan rasa bersalah karena sudah bertindak sejahat itu kepada
Ratu yang ia tahu bahwa gadis itu adalah gadis yang sangat baik. Ia juga
tidak punya pilihan.
Benar-benar tidak punya pilihan.
——————————————————————
GIMANA MENURUT KALIAN PART INI?
NEXT PART MAU KAPAN??
——————————————————————————
FOLLOW INSTAGRAM @WATTPADRERE DAN @RERETRSS
JOIN GROUP LINE RUR? BUKA PROFILE WATTPAD AUTHOR
DAN KLIK LINKNYA! YUK KITA SERU-SERUAN BARENG PARA
TOKOH!
JANGAN LUPA BACA SEQUEL ELANG! BUKA DAN FOLLOW
PROFIL AUTHOR!
JANGAN LUPA TONTON VIDEO KECIL DARI RAJA UNTUK RATU
DI INSTAGRAM @wattpadrere
FOLLOW INSTAGRAM
@wattpadrere
@reretrss
@raja.gemilang
@ratusetiawijaya
@elang.gunturr
@fara.aradila
@raja.gemilang
@angkasa_laksmana
@nadiaa_saraswatii
@senjaalana
@rinaihujann
@raya_indahh
@anggi_ppitaloka
@rinduserunii
@dirga_margantara
@panca.kstria
@diba_saidira
@aldimahesa_
@ristisekaar
@sila_putriana
@sherina.halim
@aksaraprabudi
@helen_adisti
@jehavictoria
@gamal_kusuma
@bimaorlandoo_
@jiroofernando
@gengtempur
@garudacheerleader
Post bagian mana yang paling kalian suka di part ini di instastory, dan
tag @wattpadrere untuk author repost ❗
JANGAN LUPA UNTUK FOLLOW INSTAGRAM RAJA UNTUK
RATU @wattpadrere ! ! Disana author akan sering-sering post spoiler
bagi yang enggak sabar liat part selanjutnya! ❤
I love u xoxo
46. JANJI RAJA DAN RATU
Oh, why you look so sad, the tears are in your eyes,
Come on and come to me now, and don't be ashamed to cry,
Let me see you through, 'cause I've seen the dark side too.
When the night falls on you, you don't know what to do,
Nothing you confess could make me love you less,
I'll stand by you,
I'll stand by you, won't let nobody hurt you,
I'll stand by you
So if you're mad, get mad, don't hold it all inside,
Come on and talk to me now.
Hey there, what you got to hide?
I get angry too, well, I'm alive like you.
When you're standing at the cross roads,
And don't know which path to choose,
Let me come along, 'cause even if you're wrong
I'll Stand By You-Cover by Ana Free
[JANGAN LUPA FOLLOW & VOMMENT YA, KARENA ITU BERHARGA
BANGET BUAT AUTHOR ❤ DAN JANGAN LUPA PUTAR MULMED
YANG SUDAH AUTHOR SEDIAKAN UNTUK KALIAN, SELAMAT
MEMBACA SEMUA ❤]
46. JANJI RAJA DAN RATU
Suara deruman motor seluruh anggota SAKGAR telah memenuhi jalan raya
sore itu dipimpin oleh geng TEMPUR di barisan bagian depan. Mereka
beramai-ramai pergi menuju jalan cendana untuk memenuhi surat tantangan
terbuka dari Pasukan GUNDAR. Harga diri adalah harga mati. Tidak ada
yang bisa meremehkan SAKGAR.
SAKGAR dikejutkan dengan pembukaan yang tidak menyenangkan. Saat
mereka sampai, bisa dilihat dengan jelas ketua GUNDAR, Hugo Galama
tengah mendekap seorang gadis berseragam SMA GARUDA secara paksa
membuat geng TEMPUR naik pitam.
Elang turun dari atas motor sambil membanting helmnya dengan kasar, lalu
berjalan mendekati Hugo dan menarik gadis itu kuat hingga ke dalam
pelukannya. "Lo enggak apa-apa?" tanya Elang yang dibalas dengan gelengan.
Rindu Seruni. Elang menatap gadis itu sudah ketakutan setengah mati
sekarang, bersama dengan sebuah gitar yang sudah tergeletak di tanah dengan
kondisi yang sangat amat disayangkan. Belum juga Elang sempat mendaratkan
pukulannya ke Hugo, anggota GUNDAR bernama Farhan sudah memukul
kepala Elang dari belakang membuat geng TEMPUR murka saat itu juga.
Raja yang melihat dengan reflek melayangkan tendangannya ke tubuh
Farhan dengan keras hingga lelaki itu tersungkur ke tanah dengan kasar.
"BANGSAT!" teriak Raja geram.
Angkasa menarik tubuh Raja ke belakang. "Lang, lo bawa itu cewek pergi
dari sini. Biar sampah-sampah ini kita semua yang selesain." ujar Angkasa
kepada Elang.
Elang yang ingin melayangkan protes langsung disergah Dirga saat itu juga.
Menuruti perintah Angkasa adalah keputusan yang tepat saat ini. "Pergi Lang,
soal harga diri lo biar kita yang urus." ujar Dirga yang akhirnya dibalas
dengan anggukan mengerti oleh Elang.
Elang mengedarkan pandangan tajamnya kepada Pasukan GUNDAR saat
itu juga. "ABIS LO SEMUA SAMA SAKGAR!" geram Elang. Cowok itu
menarik tangan Rindu kuat dan membawa gadis itu pergi bersamanya.
Panca yang sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi, ditariknya kerah
baju sekolah sang ketua GUNDAR, dan dipukulnya wajah Hugo keras.
Jangan pernah main-main dengan murkanya orang yang suka bercanda.
"PENGECUT LO! BANGUN SIALAN!!" teriak Panca. "KETUA LEMAH
LO!"
"Berhenti!"
Belum sempat Hugo membalas pukulan Panca. Suara berat dari seseorang
langsung memecahkan keadaan saat itu juga. Bintang Sadewa, cowok itu
sudah berjalan mendekati Hugo bersama tatapan dingin mautnya. Benar-
benar mirip seorang Raja.
Bintang mendorong tubuh Angkasa sedikit kasar. "Bawa cabut semua
pasukan lo sekarang juga. Biar gue tanganin sendiri masalah gue dengan si
banci satu ini!" kata Bintang dingin membuat seluruh anggota SAKGAR
menatapnya tidak percaya. Seorang Angkasa Laksmana didorong oleh
juniornya sendiri?! Bahkan geng TEMPUR saja tidak ada satupun yang
berani untuk melakukan hal itu! Luar biasa!
Angkasa menaikan kedua sudut bibirnya, ia masih ingin mengamati sejauh
mana keberanian yang dimiliki oleh seorang Bintang Sadewa. "Silahkan,
SAKGAR juga bukan pengecut yang mainnya keroyokan." jawab Angkasa
sesantai mungkin.
Raja tidak terima. Cowok itu mendorong balik tubuh Bintang dengan keras.
"Enggak usah merasa paling jago lo bocah!" kata Raja dengan tajam membuat
seluruh anggota SAKGAR yang melihat menjadi sedikit terkejut. Mereka
berdua benar-benar cocok.
Dirga menarik tubuh Raja. "Ikutin aja apa kata Angkasa," jeda sejenak.
"Lagian, si Panca juga udah matiin harga diri SANG KETUA di depan
pasukannya sendiri secara langsung." kata Dirga keras dengan penuh
penekanan. "Sekalinya banci ya tetep banci, lengser aja lo jadi ketua!
Dipukul dikit langsung klemer!" cerca Dirga yang tiba-tiba berubah menjadi
lelaki julid.
Angkasa menghela napas. "Oke, karena ini adalah masalah pribadi. Gue
akan lepasin lo sebebas mungkin untuk habisin si banci satu ini, kalau perlu
musnahin sekalian antek-anteknya di belakang yang enggak berguna itu." ujar
Angkasa kepada Bintang yang tidak digubris sama sekali. Benar-benar
dingin. "SAKGAR! Cabut!" perintah Angkasa kepada seluruh pasukannya.
SAKGAR berjalan menuju motornya yang sudah terparkir di pinggir jalan
yang sepi itu. Benar-benar tanggung. Itulah yang mereka rasakan semua saat
ini. Tapi apa boleh buat, keputusan ada ditangan sang ketua, Angkasa
Laksmana. Mereka tidak bisa apa-apa. Ditambah lagi sebenarnya mereka
tidak yakin untuk melepaskan Bintang begitu saja bersama Pasukan
GUNDAR saat ini juga. Ah sudahlah, Angkasa pasti punya maksud dibalik
semua itu.
Sebelum menghidupkan mesin motor, Angkasa terlebih dahulu memanggil
Samudera untuk menghampirinya segera, membuat cowok itu bergegas
berjalan mendekatinya sambil memasang raut wajah penuh banyak
pertanyaan.
"Iya bang?"
"Lima hari lagi, gue mau Bintang Sadewa udah resmi jadi bagian
SAKGAR." kata Angkasa membuat geng TEMPUR yang mendengarnya
langsung terkejut. Bintang Sadewa, sehebat apa dia?
***
Raja berjalan masuk ke dalam rumahnya bersama geng TEMPUR sambil
membawa dua kotak martabak ditangannya. Malam ini mereka semua
berencana untuk menginap dan menonton bola bersama di rumah Raja,
sembari membahas beberapa hal yang harus segera diselesaikan secepat
mungkin.
Saat sampai di ruang tamu, Raja dikejutkan oleh kedatangan seorang
wanita tua yang waktu itu juga tengah mengunjunginya saat ia sedang bersama
dengan Ratu. Iya, wanita tua itu tidak lain adalah neneknya sendiri, Utami
Halima P. Nenek yang tidak pernah menganggap keberadaan menantunya
sekaligus cucunya selama ini.
"Pergi." satu kata dingin lolos begitu saja dari mulut Raja. Cowok itu
benar-benar muak melihat wajah wanita tua itu. Benar-benar muak.
Panca menyentuh pundak Raja. "Sabar Ja." bisik Raja pelan.
Mereka berempat memang sudah mengetahui bagaimana seluk beluk
keadaan keluarga Raja, dari dulu sampai sekarang. Mereka paham benar
bagaimana rasa sakit hati Raja kepada keluarga besarnya sendiri, hingga
membuat karakter cowok itu terlahir dingin seperti ini.
Mereka ingat sekali bagaimana parahnya dulu sifat dingin Raja sebelum geng
TEMPUR terbentuk. Cowok itu benar-benar anti sosial dan selalu ketus
terhadap orang-orang di sekitarnya. Awalnya mereka menganggap Raja itu
adalah sosok menyebalkan, tapi makin lama mereka makin mengerti bahwa
cowok itu hanyalah berusaha untuk melindungi dirinya sendiri.
"Jangan pernah berani-beraninya mengusir saya dari rumah anak saya
sendiri!" Utami meninggikan suaranya. "Harusnya kamu yang pergi dari sini,
kamu itu cuma anak haram yang tidak tahu diuntung! Anak saya sekarang
sudah tidak ada, dan itu berarti secara otomatis kamu bukan lagi bagian dari
keluarga kami! Silahkan baca ini dengan baik-baik." Utami menatap Raja
tajam sambil menyodorkan sebuah berkas pas di depan wajah Raja.
Angkasa merampas berkas tersebut dengan sedikit kasar. Cowok itu
membacanya dengan teliti sambil mencoba untuk memahami. Sudut kanan
bibir Angkasa naik begitu saja. Benar-benar licik. Angkasa menatap Utami
dengan tajam. "Beresin semua barang-barang lo Ja, kita cabut dari sini.
Jangan bawa satupun properti yang ada di dalam rumah lo ini termasuk motor
atau mobil lo sekalipun." ujar Angkasa tanpa mengalihkan pandangannya
sedikitpun. "Lo diusir Ja."
Merasa kebingungan, Elang merampas berkas tersebut dari tangan Angkasa
dengan cepat, lalu membacanya bersama dengan Panca dan Dirga saat itu
juga. "Wah Ja! Selamat! Lo udah resmi jadi kaum misqueen sama kayak kita
berempat mulai sekarang!" ujar Elang bercanda sekaligus menyindir si nenek
tua.
Panca merangkul pundak Raja. "Enggak apa-apa miskin harta, asal jangan
miskin moral!" sindir Panca secara telak kepada Utami. Dasar nenek tua
enggak punya hati!
Raja tersenyum simpul. "Santai aja, gue juga udah tahu kok kalau hal ini
pasti akan terjadi. Maklumin aja lah, keluarga gue kan emang pada licik."
sindir Raja tajam yang seketika langsung menusuk ulu hati Utami saat itu juga.
Utami berdecih. "Sudah jelas kan? Jadi, silahkan tinggalkan rumah anak
saya sekarang juga." jeda sejenak. "Satu lagi, mulai sekarang jangan pernah
mengaku-ngaku kepada orang lain akan status hubungan darah kamu dengan
anak saya, karena kamu dan Ibu kamu itu tidak pernah pantas untuk
menyandang nama baik keluarga kami." ujar Utami tajam. Membuat yang
mendengar, geram.
Raja tertawa keras. "Bahkan saya saja tidak sudi untuk memakai nama
keluarga kalian di belakang nama saya. Jangan terlalu besar kepala, kalian
semua itu tidak ada artinya dalam hidup saya." jawab Raja tak kalah dingin.
Cowok itu lalu melangkahkan kakinya menuju kamar dan membereskan
beberapa barang kepunyaannya. Raja bebas!
Raja menarik satu kopernya bersama tas ransel yang sudah bertengger
dikedua pundaknya. Sebelum pergi, ia pun pamit terlebih dahulu dengan Bi
Jum dan Pak Asep. Sejenak ia mengedarkan pandangan ke seisi rumahnya.
Akhirnya ia benar-bear bisa bebas dan tidak terikat lagi dengan keluarga
sialan ini.
"MENUJU PUNCAK GEMILANG CAHAYA MENGUKIR CITA
SEINDAH ASA! MENUJU PUNCAK IMPIAN DI HATI BERSATU JANJI
KAWAN SEJATII.......... PASTI BERJAYA DI AK—" Panca tiba-tiba
bernyanyi saat melihat Raja tengah menggerek kopernya. Lo kira lagi di AFI
CA?!
Pletak. Angkasa menjitak kepala Panca segera. "Bukan waktunya bercanda
bambanggggggggg!!" ujar Angkasa.
Sebelum Raja melangkah lebih jauh. Cowok itu berhenti sebentar di
hadapan Utami. "Enggak ada seorang anak yang mau terlahir sebagai anak
haram. Sekeras apapun usaha kalian untuk tidak menganggap saya sebagai
keluarga, kenyataannya darah kalian mengalir bersama dalam tubuh saya."
kata Raja dengan tatapan dinginnya.
Suasana pun menjadi mencekam sejenak. Tidak ada yang berani membuka
suara, terutama Panca. Utami pun langsung menjadi bungkam seketika. Apa
yang dikatakan Raja memang benar. Raja memang anak haram. Anak yang
dihasilkan dari hubungan diluar nikah. Lantas apakah semua itu
kesalahannya? Bahkan ia pun pernah sekali berharap dengan bodohnya
untuk tidak dilahirkan saja.
"Raja pamit, Nek." kata Raja dengan sarkas. "Nek" untuk pertama kalinya
panggilan itu keluar dari mulut Raja, membuat yang mendengar sedikit
tertegun, terutama untuk Utami sendiri.
Raja keluar meninggalkan rumah tersebut dengan hati yang lapang. Ambil
saja semuanya, Raja tidak butuh sama sekali harta warisan peninggalan
mendiang Ayahnya, toh selama beliau masih hidup, ia tidak pernah dianggap
sebagai seorang anak. Selama ini ia memang hidup tercukupi dari bentuk
materi. Bahkan, nominal yang dikirim ke rekeningnya tiap bulan pun cukup
besar untuk ukuran seorang remaja layaknya. Tapi semua itu hanyalah bentuk
sekedar tanggung jawab dari seorang Ayah kepada anaknya, dan bukan rasa
sayang yang ada di dalamnya. Jadi, siapa yang butuh kalian?.
***
Ratu menghubungi Raja berkali-kali dengan rasa kesal. Sudah hampir
setengah jam ia menunggu Raja di depan pintu caffe tempat ia bekerja. "Raja
kemana sih? Janjinya mau jemput Ratu pulang kerja!" Ratu mengeluh pelan.
Ratu yang makin gusar akhirnya memutuskan untuk pulang sendiri saja.
Raja benar-benar menyebalkan hari ini, kalau saja Raja tidak mendapatkan
hukuman dari Pak Junet, bisa Ratu pastikan acara merajuknya pasti akan
berlangsung lama. Jadi Raja, berterimakasihlah kepada Pak Junet!
Ratu menonton video tarian keramat geng TEMPUR sambil berjalan
dengan tawa yang sudah meledak-ledak membuat orang yang melihat mungkin
akan berpikir bahwa dia adalah gadis gila. "HAHAHAHAHA aduh Ratu
enggak kuat banget!!" ujar Ratu sambil menahan perutnya yang sudah sakit
sendiri karena tertawa.
Ratu mengamati tiap gerak-gerik tubuh Raja saat menarikan lagu baby
shark. Ia berteriak dalam hati melihat raut wajah Raja yang menurutnya
sangat menggemaskan itu, membuat rasa kesalnya terhadap Raja langsung
punah seketika. PACAR RATU NGEGEMESIN BANGET SIH!!!!. Sepertinya
ia harus memberikan award kepada Pak Junet karena berhasil membuat geng
TEMPUR melakukan hal sememalukan ini. KARMA SIH UDAH BIKIN RATU
MALU!!
"TONTOOOON AJA TERUSSSSSSS!"
Ratu yang masih menikmati tontonannya langsung tersentak dan berbalik
seketika saat mendengar suara yang tidak asing lagi baginya. "Raja?!" kata
Ratu terkejut.
Raja mendengus kesal. "Bahagia banget kayaknya, sampe-sampe enggak
sadar kalau dari tadi gue udah ada di belakang." ujar Raja sambil melipatkan
dada.
Ratu mengangguk cepat. "Bahagia banget dong! Kapan lagi coba Ratu
ngeliat Raja ngelakuin hal ini! Eh Raja! Raja! Ajarin Ratu gerakan baby
shark dong!" Ratu mulai menggoda jail Raja.
Raja berdecak. "Sekali lagi bahas baby shark, gue cium lo!" ujar Raja
membuat Ratu langsung membungkam mulutnya dengan satu tangan. Dasar
penakut!
Ratu mencibir. "Abisnya Ratu kan bosen nungguin Raja dari tadi. Ratu kira
Raja lupa mau jemput Ratu, Raja darimana aja sih?!" ujar Ratu yang kembali
kesal.
"Maaf, tadi gue ada urusan mendadak bareng anak-anak." jawab Raja
bohong. Semua ini karena si nenek tua itu!. Cowok itu langsung menarik
tangan Ratu untuk berjalan menuju parkiran motor di mini market yang tidak
jauh dari posisi mereka sekarang ini. Saat berjalan, tiba-tiba Raja mengingat
kembali akan pertengkarannya dengan sang Nenek untuk kesekian kalinya.
Nenek? Pantaskah ia akan panggilan itu?
"Harusnya kamu yang pergi dari sini, kamu itu cuma anak haram yang
tidak tahu diuntung!"
Anak haram. Raja tertawa getir dalam hati. Sebenarnya ia sudah sangat
terbiasa mendengar sebutan itu dari waktu ia masih kecil. Tapi entah kenapa
kali ini sakitnya lebih terasa dibandingkan waktu pertama kali ia mendengar
sebutan itu dari mulut sang Kakek sendiri.
Ratu menatap raut wajah Raja dengan heran. Tidak biasanya Raja hanya
diam dan melamun saat sedang bersamanya. Setidaknya, pasti ada satu atau
dua kata yang akan keluar dari mulut Raja bila dalam kondisi seperti ini.
Raja kenapa? Haruskah ia bertanya sekarang?. Tidak. Ratu tidak akan
bertanya, Raja mungkin sedang membutuhkan ruang untuk berpikir. Ia akan
sabar menunggu Raja bercerita sendiri tanpa ada paksaan sekalipun.
Saat sampai di parkiran, Ratu mengerutkan keningnya heran. "Lho ini kan
motornya Dirga? Motor Raja kemana?" tanya Ratu kepada Raja yang sedang
mengaitkan helm dikepalanya.
"Motor gue lagi di bengkel." jawab Raja bohong. "Naik." kata Raja yang
sudah duduk di atas motornya.
Ratu mengangguk lalu naik ke atas motor Raja. Ia melingkarkan kedua
lengannya di pinggang Raja dengan erat saat cowok itu tengah menghidupkan
mesin motornya. Dingin. Itu yang Ratu rasakan mengenai sikap Raja saat ini.
Apa yang terjadi sebenarnya, Raja?
Raja melajukan motornya dan menembus jalan raya bersama dengan angin
malam dingin yang sudah membelainya. Sama seperti hatinya sekarang ini.
Selemah inikah dirinya?. "Ratu?" Raja memanggil Ratu sambil melirik gadis
itu dari balik kaca spion.
"Iya?" jawab Ratu dari balik punggung Raja.
Raja meremas jemari mungil Ratu dengan satu tangannya. "Gue sayang lo."
kata Raja tiba-tiba.
"Eh? I..iya Ratu juga sayang Raja." jawab Ratu sedikit merasa aneh. Ratu
makin mengeratkan pelukannya.
Raja meminggirkan motornya mendadak membuat Ratu memasang raut
wajah kebingungan. "Turun sebentar." kata Raja sambil membuka helm
dikepalanya.
Ratu mengangguk lalu turun dari atas motor Raja segera. "Ada apa Raja?"
tanya Ratu yang sudah makin bingung. Ia menatap Raja dengan perasaan
sedikit cemas. Apa Raja mau mutusin Ratu gara-gara baby shark?. Ratu
membatin dengan polosnya.
Belum sempat Raja membuka suara, Ratu langsung memotongnya begitu
saja. "Aduh Raja! Ratu minta maaf ya soal baby shark, Ratu janji deh enggak
akan ngeledekin Raja lagi! Tapi, Raja jangan mutusin Ratu ya?!" ujar Ratu
terburu-buru.
Raja menjitak kepala Ratu membuat gadis itu langsung meringis. "Siapa
yang mau mutusin lo sih? Negatif mulu pikirannya. Lagian, masih aja bahas si
baby shark! Lo beneran mau gue cium?!" jawab Raja dengan sedikit usil.
"Ra.. Raja jahil banget sih! Jangan godain Ratu terus dong!" jawab Ratu
gelagapan. Ia malu. "Lagian kita mau ngapain sih berhenti di jalan sepi kayak
gini? Bahaya Raja! Ayok pulang!" ujar Ratu sambil mengguncang kecil lengan
Raja.
"Raja?"
"Raja kok diam aja sih?"
Raja menarik tubuh Ratu tiba-tiba lalu memeluk gadis itu dengan kencang
membuat Ratu langsung tertegun. Raja memejam sejenak sambil memikirkan
beberapa hal yang sedari tadi sudah berputar dikepalanya. Ia tidak punya
apa-apa lagi. Apa Ratu nanti akan pergi meninggalkannya jika mengetahui
keadaannya sekarang? Bagaimana bisa ia membahagiakan Ratu, jika
kondisinya seperti ini? Bahkan untuk soal urusan makan saja ia harus mulai
memutar otak untuk mencari uang mulai sekarang. Ia harus mencari
pekerjaan! Ia harus menjadi laki-laki yang pantas untuk Ratu!. Raja tidak
boleh kehilangan Ratu.
"Jangan pergi, Ratu."
"Gue janji akan selalu berusaha untuk bahagiain lo. Gue janji akan selalu
berusaha untuk menjadi laki-laki yang bertanggung jawab untuk lo. Gue janji
akan selalu berusaha untuk mencukupi semua kebutuhan lo. Gue janji enggak
akan bikin lo susah tiap waktunya. Gue janji, Ratu. Jadi, tolong jangan pergi
ya."
Ratu melepaskan pelan pelukan Raja. "Raja, kita kan bukan suami istri.
Jadi, Raja enggak perlu janji-janji segala untuk menuhin semua kebutuhan
Ratu." jawab Ratu membuat wajah Raja memerah. "Lagian, Ratu juga enggak
akan kemana-mana kok." lanjut Ratu.
Raja berdeham. "Emangnya lo enggak mau jadi istri gue?" tanya Raja
dengan gamblang. Polos sekali kau nak.
Ratu mengigit bibirnya. "Mau, tapi kan kita masih sekolah Raja. Emangnya
boleh nikah sekarang?" tanya Ratu yang tak jauh beda polosnya. Pasangan
macam apa kalian ini.
Raja tertawa geli dalam hati. "Kita enggak nikah sekarang, Ratu. Gue harus
kerja keras dulu supaya bisa jadi suami yang pantas untuk lo nanti. Emangnya
lo mau kalau gue kasih makan batu? Enggak kan. Jadi, lo mau kan nunggu
sampai waktu itu tiba?" ujar Raja mulai serius.
Ratu mengerjapkan kedua matanya berkali-kali. "Raja ngelamar Ratu?"
tanya Ratu dengan hati-hati.
Raja menimang-nimang sejenak lalu menganggukan kepala akhirnya. Tiba-
tiba kedua mata Raja melirik sebuah kaleng soda kosong yang tergeletak di
pinggir jalan yang tidak jauh darinya. Aha! Orang pintar memang selalu
banyak idenya. "Tunggu sebentar." kata Raja yang dibalas dengan anggukan
Ratu. Raja mau ngapain sih?
Raja berjalan mendekati kaleng soda itu lalu meraihnya dengan segera.
Cowok itu mengeluarkan senyum simpul manisnya seketika. Enak juga jadi
orang pinter!. Dengan kuat Raja menarik tutup dari kaleng tersebut hingga
terlepas lalu setelah itu ia berbalik dan berjalan kembali menuju Ratu yang
sudah menunggunya.
"Raja abis ngapain sih?" Ratu menatap Raja yang saat ini sudah ada di
depannya dengan heran.
Raja berdeham. Cowok itu menarik lembut tangan Ratu. "Mungkin
sekarang gue belum bisa jadi laki-laki yang pantas untuk lo. Gue masih
banyak kekurangan, dan bahkan masih sering bikin lo nangis sampai sekarang
ini. Tapi, disaat gue bilang gue sayang sama lo dan enggak ingin lo pergi.
Gue serius, Ratu. Gue janji akan jadi laki-laki yang sukses dan pantas untuk
lo suatu saat nanti. Mungkin saat ini gue kelihatan seperti laki-laki yang
banyak omong kosong, atau terkesan bucin. Tapi gue enggak perduli.
Perasaan gue bukan orang lain yang ngatur, tapi gue sendiri. Jadi, lo mau kan
untuk sabar jalanin hubungan ini sampai gue bisa berhasil meraih kesuksesan
itu?"
Raja merogoh dalam saku kemeja sekolahnya. Cowok itu mengeluarkan
tutup kaleng yang ia ambil tadi, lalu memakaikannya di jari mungil Ratu
hingga menyerupai sebuah cincin membuat Ratu tertawa geli dalam hati. "Lo
mau kan Ratu untuk selamanya jadi teman hidup gue? Walaupun gue nyebelin,
angkuh, jutek, dingin, ketus, bodoh, enggak punya perasaan, jahat, enggak
peka, enggak tahu malu, enggak tahu diri dan masih banyak hal buruk lainnya.
Tapi, lo percaya kan kalau janji anak SAKGAR itu enggak pernah main-
main? "Harga diri harga mati". Lo mau kan?"
Ratu melipatkan dada sambil memasang wajah seangkuh mungkin. "Satu lagi
kekurangan Raja. Raja itu enggak romantis. Masa ngelamar Ratu di pinggir
jalan kayak gini, mana di sebrang sana itu kuburan lagi. Cincinya juga pake
tutup kaleng, udah gitu kalengnya bekas pula!, ALAMAKK! Bingung deh Ratu
harus jawab Apa!" ujar Ratu yang tentu saja bercanda. Kenapa jadi bawa-
bawa logat Pak Junet? Ketularan?
Raja langsung melirik ke sebrang jalan. Sial. Ratu benar, mereka berdua
saat ini tengah berada di sebrang TPU bersama dengan hawa yang sedikit
mencekam tanpa Raja sadari. "Eh.. Ma.. maaf deh." Raja menggaruk tengkuk
kepalanya yang tidak gatal sama sekali. Sepertinya ia harus belajar kepada
Panca bagaimana cara untuk belajar menjadi laki-laki yang romantis.
Ratu memeluk Raja segera. "Ratu bercanda kok! Ratu enggak perduli
apapun yang Raja kasih untuk Ratu. Ratu bahagia kok selama Raja selalu
disamping Ratu." ujar Ratu sambil merebakan senyumnya dengan lebar.
Raja mengerjapkan kedua matanya berkali-kali dengan perasaan gugup
yang sudah menyelimutinya. "Jadi kesimpulannya?" tanya Raja tidak sabar.
Ratu mengangguk cepat. "Ratu mau. Tanpa Raja bilang juga, Ratu akan
selalu ada di sisi Raja. Ratu enggak akan kemana-mana. Itu janji Ratu untuk
Raja." jawab Ratu membuat Raja makin berdebar. Raja sudah benar-benar
berevolusi menjadi anggota bucin saudara-saudara.
Raja membalas pelukan Ratu dengan erat. "Janji ya kita akan selalu sama-
sama?" tanya Raja memastikan lagi. Astaga bila seorang Panca mendengar
ini, bisa dipastikan cowok itu akan meledeknya habis-habisan bersama
dengan para kutu badak lainnya. Selamat tinggal Raja si pangeran es!
Ratu mengangguk kembali. "Iya, Ratu janji. Raja juga harus janji ya untuk
enggak akan ninggalin Ratu sendiri lagi. Jangan pernah usir Ratu lagi dalam
hidup Raja, karena Ratu enggak akan sanggup untuk kehilangan Raja. Ratu
sayang Raja. Janji ya Raja?" kata Ratu dengan suara sedikit tercekat.
Raja mengangguk dan makin mempererat pelukannya. Terimakasih Ratu.
Terimakasih karena telah berusaha sekuat mungkin untuk meluluhkan hati
yang sudah sekeras batu ini. Mari kita lupakan semua luka yang pernah
singgah dan menyakiti kita satu sama lain selama ini. Seberapa keras usaha
kita berdua untuk saling menjauh, kenyataanya Raja memang hanyalah untuk
Ratu. Orang memang benar, cinta akan selalu pulang ke rumahnya.
"Iya Ratu, itu janji Raja untuk Ratu."
——————————————————————
BONUS VIDEO BABY SHARK ALA GENG TEMPUR
[Seharusnya ada GIF atau video di sini. Perbarui aplikasi sekarang untuk
melihatnya.]
GIMANA MENURUT KALIAN PART INI?
NEXT PART MAU KAPAN??
JANGAN LUPA BACA SEQUEL ELANG! BUKA DAN FOLLOW
PROFIL AUTHOR!
JANGAN LUPA TONTON VIDEO KECIL DARI RAJA UNTUK RATU
DI INSTAGRAM @wattpadrere
FOLLOW INSTAGRAM
@wattpadrere
@reretrss
@raja.gemilang
@ratusetiawijaya
@elang.gunturr
@fara.aradila
@raja.gemilang
@angkasa_laksmana
@nadiaa_saraswatii
@senjaalana
@rinaihujann
@raya_indahh
@anggi_ppitaloka
@rinduserunii
@dirga_margantara
@panca.kstria
@diba_saidira
@aldimahesa_
@ristisekaar
@sila_putriana
@sherina.halim
@aksaraprabudi
@helen_adisti
@jehavictoria
@gamal_kusuma
@bimaorlandoo_
@jiroofernando
@gengtempur
@garudacheerleader
Post bagian mana yang paling kalian suka di part ini di instastory, dan
tag @wattpadrere untuk author repost ❗
JANGAN LUPA UNTUK FOLLOW INSTAGRAM RAJA UNTUK
RATU @wattpadrere ! ! Disana author akan sering-sering post spoiler
bagi yang enggak sabar liat part selanjutnya! ❤
I love u xoxo
47. TEROR KEDUA KALINYA
Pulling me further
Further than I've been before
Making me stronger
Shaking me right to the core, oh
I don't know what's in the stars
Never heard it from above, the world isn't ours
But I know what's in my heart
If you ain't mine I'll be torn apart
I don't know who's gonna kiss you when I'm gone
So I'm gonna love you now, like it's all I have
I know it'll kill me when it's over
I don't wanna think about it, I want you to love me now
Something inside us
Knows there's nothing guaranteed, yeah
Boy, I don't need you
To tell me that you'll never leave, no
When we've done all that we could
To turn darkness into light, turn evil to good
Even when we try so hard
For that perfect kind of love, it could all fall apart
Love Me Now-Cover by Megan Nicole
[JANGAN LUPA FOLLOW & VOMMENT YA, KARENA ITU BERHARGA
BANGET BUAT AUTHOR ❤ DAN JANGAN LUPA PUTAR MULMED
YANG SUDAH AUTHOR SEDIAKAN UNTUK KALIAN, SELAMAT
MEMBACA SEMUA ❤]
47. TEROR KEDUA KALINYA
Ratu berjalan menyisiri koridor sekolah sambil bersenandung ria. Hatinya
seperti dipenuhi oleh bunga bermekaran saat ini. Pernyataan cinta dari Raja
semalam adalah hal termanis yang pernah ada selama hidupnya.
YAAAMPUNN BERARTI RAJA DAN RATU UDAH LAMARAN DONG?! Ratu
jadi pengen cepet-cepet nikah sama Raja! AAAAAAAAAA!!. Ratu
berjingkrak-jingkrak kegirangan sambil menangkupkan kedua tangannya di
wajahnya itu. Wajahnya sudah memanas karena mengingat semua ucapan Raja
tadi malam. Ratu benar-benar bucin!
Pagi itu suasana sekolah masih terbilang sepi. Ratu sengaja datang lebih
pagi karena ingin cepat-cepat bertemu Raja. Ah, rasanya bagaikan sewindu
ia tidak bertemu Raja. Ratu benar-benar rindu!. Saat Ratu berjalan menuju
kelas, ia dikejutkan dengan Jeha yang saat ini sedang menangis di bangkunya
sambil menenggelamkan wajahnya dikedua lengannya.
Ratu berjalan mendekati Jeha. "Je? Jeha kenapa?!" Ratu menepuk-nepuk
pundak Jeha cemas.
Jeha mendongakan kepalanya seketika. Gadis itu langsung memeluk Ratu
sambil menangis sesunggukan membuat Ratu makin panik. "Anggi..." lirih
Jeha.
Deg. Tubuh Ratu sedikit bergetar saat Jeha menyebut nama Anggi. "Anggi
kenapa?!" Ratu melepaskan pelukan Jeha lalu mengguncang kecil pundak
gadis itu.
"Anggi udah enggak sekolah di GARUDA, Ratu." ujar Jeha. "Pihak
sekolah tahu tentang pekerjaan Anggi. Mereka memutuskan untuk
mengeluarkan Anggi dari GARUDA karena takut kalau-kalau Anggi bisa
memperburuk citra GARUDA nanti." Jeha menyeka air matanya. "Semua
salah gue, gue enggak bisa jadi sahabat yang baik untuk Anggi." lirih Jeha
kembali.
Ratu berusaha mencerna ucapan Jeha secepat mungkin. "Pekerjaan?
Pekerjaan apa maksud Jeha?" tanya Ratu sedikit tidak mengerti.
"Lady escort. Anggi udah kerja disana dari beberapa bulan yang lalu. Gue
udah sempet larang dia untuk enggak ambil pekerjaan itu. Lo inget kan waktu
kita berdua berantem hebat di depan kelas? Hal itu penyebabnya." ujar Jeha
membuat Ratu terkejut.
Ratu melemas seketika. Betapa bodohnya ia yang tidak tahu apa-apa soal
Anggi selama ini. Anggi, kenapa Anggi enggak cerita semua ini sama
Ratu?!. "Tapi, kenapa bisa pihak sekolah tahu?" tanya Ratu sedikit
penasaran.
Jeha menghela napas. "Pihak sekolah dikirimin amplop coklat berisi foto-
foto Anggi waktu dia kerja. Gue juga enggak tahu jelas siapa pengirimnya.
Menurut gue ini bener-bener aneh. Selama ini Anggi selalu bisa nyembunyiin
pekerjaannya dari orang lain, entah kenapa kali ini dia bisa kecolongan
sampai akhirnya berdampak seperti ini." ujar Jeha membuat Ratu langsung
berpikir.
Siapa yang melakukan hal itu ke Anggi? Apakah pengirimnya adalah
orang yang sama dengan yang mencoret-coret meja Anggi kemarin?.
"Terus keadaan Anggi gimana sekarang? Enggak mungkin kan Anggi berhenti
sekolah?" tanya Ratu khawatir.
Jeha menggeleng. "Dia enggak akan berhenti sekolah. Gue udah hubungin
dia. Anggi pindah ke PERMATA mulai besok." jawab Jeha berusaha
menenangkan Ratu.
Ratu membulatkan mata. "Apa?! Anggi pindah ke SMA PERMATA?
Gimana kalau Anggi kena bully disana?!" Ratu makin cemas.
"Anggi itu kuat. Gue percaya itu. Kita bisa temuin dia nanti kalau masalah
ini udah sedikit reda." ujar Jeha.
Ratu mengangguk lemah. Walaupun Jeha berkata seperti itu, tetap saja rasa
khawatir masih menyelimuti dirinya. Ratu berjalan lunglai menuju kursinya,
baru saja beberapa menit lalu ia merasa luar biasa bahagia. Tapi sekarang
semuanya kembali redup kembali. Ratu harus bertemu dengan Anggi.
Ratu duduk di kursinya sambil menghela napas panjang. GARUDA pasti
sepi tanpa Anggi. Gadis itu bisa dibilang cukup populer dikalangan adik
kelas bukan hanya karena wajahnya saja yang cantik, tapi gaya tomboy yang
ia miliki sangat memiliki ciri khas tersendiri di sekolah ini. Makanya, tak
jarang banyak adik kelas perempuan yang kadang tertangkap meniru gaya
Anggi dengan diam-diam.
Ratu yang hendak beranjak dari kursi untuk mencari Raja, terurung begitu
saja saat melihat selembar foto telah tersisip di pinggir laci mejanya. Ratu
meraih selembar foto tersebut sambil memegangi dadanya yang sudah
berdetak keras. Jangan lagi ya Tuhan.
Ratu membalik selembar foto itu pelan. BAMMM! Tubuh Ratu langsung
bergetar hebat. Untuk kedua kalinya hal ini Ratu alami. Ia langsung
mengedarkan pandangan ke seisi kelas. Jeha?. Tidak. Tidak mungkin Jeha
yang meletakan foto ini kedalam laci meja Ratu!. Walaupun takut, Ratu
berusaha seberani mungkin untuk mengamati lembar foto tersebut. Benar-
benar gila!
HAMA KEDUA SELESAI ✔
***
Bel istirahat berdering keras, membuat seisi murid langsung berhamburan
keluar kelas menuju kantin yang sudah sesak menjadi makin sesak. Begitupun
dengan geng TEMPUR yang saat ini sudah duduk manis sambil mengaduk-
aduk jus jeruk mereka masing-masing. Terkecuali Raja. Cowok itu belum
datang karena menjemput Ratu terlebih dahulu di kelasnya.
"Jadi, mulai sekarang Raja tinggal di rumah lo dulu Sa?" tanya Dirga
kepada Angkasa.
Angkasa mengangguk. "Iya. Lagian gue juga kan tinggal sendiri. Jadi,
lumayan lah dapet tukang bersih-bersih gratis!" ujar Angkasa bercanda.
Jangan baper kawan-kawan.
"Sialan lo! Temen macem apa lo Sa!" ujar Panca. "Eh, tapi-tapi boleh lah
sekali-kali lo rekam dia waktu lagi ngebabu! Gue penasaran banget gimana
seorang Raja Gemilang nyikat WC! Pasti komuknya melas banget!" ujar
Panca sambil tertawa. Terus lo temen macam apa Panca?
Elang langsung tersedak. "Boleh juga ide lo Ca! Gue yakin deh dia pasti
ngomel seharian kalau disuruh nyikat WC! Tahu sendiri dia itu orangnya
mudah jijik. Sama kayak waktu liat muka lo Ca." ujar Elang membuat Panca
langsung ingin mencekiknya segera.
Dirga menghela napas. "Kita harus lebih perduli lagi sama itu anak mulai
sekarang. Gue tahu dia pasti bakal selalu nolak bantuan dari kita nanti. Tahu
sendiri kan gimana sifat dia, Raja Gemilang adalah orang yang paling
pantang untuk dikasihani!" ujar Dirga penuh penekanan.
"Santai aja, kalau dia keras kepala tinggal gue lunakin kepalanya. Tembok
kamar gue selalu siap kok." ujar Angkasa membuat ketiga temannya langsung
bergidik ngeri. Angkasa memang selalu bisa diandalkan!
Panca yang ingin menyahuti ucapan Angkasa langsung terhenti saat melihat
Raja dan Ratu tengah berjalan menuju meja mereka. Aha! Panca ada ide!.
Panca tersenyum simpul sambil menyikut Elang yang ada disampingnya.
Mereka berdua saling bertukar pandang lalu berbicara melewati sang telepati
persahabatan.
"KALAU SAJA AKU INI ADALAH SANG MALAM............" Panca
berteriak keras membuat seisi kantin menoleh ke arahnya. Termasuk Raja
yang saat ini sudah memasang ancang-ancang. Wah! Ngajak perang lo Ca!
"PASTI ENGKAULAH... YANG AKAN AKU JADIKAN
KASURNYA...." sahut Elang asal tapi berhasil membuat yang mendengar
tertawa. Malem-malem enak tidur bos!
"KALAU SAJA AKU INI ADALAH SANG HUJAN.........." Panca
berteriak kembali. Tapi kali ini tidak ada sahutan sama sekali dari Elang.
Panca menyikut Elang pelan. "Woy Lalang! Kenapa pula kau cuma diam
Hah?" bisik Panca dengan ala Pak Junet.
Elang menghela napas. "Lo ngomongin "hujan", gue jadi inget Rinai Ca."
jawab Elang lesu membuat Panca langsung menjitak kepalanya keras. Astaga
Lalang!
"Lo kenapa jadi baper malihhhh?! Ah gagal deh rencana gue bikin si Raja
malu!" ujar Panca sebal. Panca salah memilih partner.
Raja menggeleng heran melihat tingkah kedua kutu badak itu. Benar-benar
bocah. "Lo duduk dulu. Biar gue yang beli makan." ujar Raja kepada Ratu
yang langsung dibalas dengan anggukan.
"ADUHHHH DUH DUHHH ENENG RATU KOK MUKANYA LESU
AMATT?!!! PASTI LAGI PERANG DUNIA YA SAMA ABANG RAJA?
UDAH PUTUSIN AJA NENG! MENDING SAMA ABANG PANCA AJA,
TIAP HARI PASTI ABANG SELALU BIKIN KETAWA!!" ujar Panca sambil
mempromosikan diri.
Ratu memijat pelipisnya sambil menghela napas kasar, membuat Angkasa
menatapnya dengan heran. "Lo kenapa?" tanya Angkasa. Biasanya juga
selalu nyahut kalau digodain Panca.
"Anggi." kata Ratu singkat tapi berhasil membuat Elang langsung
meliriknya.
"Kenapa Anggi?" tanya Dirga sambil mengerutkan dahi.
"Anggi dikeluarin dari GARUDA."
BAMM!. Elang langsung menatap Ratu dengan terkejut. "Apa?! Lo dapet
info itu darimana?!" tanya Elang tidak sabar. Sial!
"Jeha." kata Ratu singkat lagi tapi berhasil membuat Elang langsung
beranjak dari kursinya lalu pergi tanpa ada kata pamit sama sekali membuat
geng TEMPUR jadi kebingungan. Kebiasaan si Lalang!
"Udah jangan dipikirin, biar Elang yang urus." Raja tiba-tiba masuk ke
dalam pembicaraan. Cowok itu duduk lalu menyodorkan semangkuk bakso
kepada Ratu beserta dengan es jeruknya.
"Loh Raja enggak makan?" tanya Ratu sambil melirik semangkuk bakso itu
dengan heran. Tumben.
Raja menggeleng. "Gue udah makan tadi sama Panca. Iya kan Ca?" Raja
melirik Panca seolah meminta dukungan.
"ADUUUH DUUUHHH SI ENENGGGG, MENI KHAWATIR PISAN
EUY SAMA AYANGNYA.. SEKALI-KALI ATUH KHAWATIRIN ABANG
PANCA.. KAN ABANG JUGA MAU NENG!" ujar Panca membuat Raja
menghela napas lega. Nuhun Ca!
Ratu mencibir. "Ogah! Minta aja sama koleksi cewek Panca yang lain!"
jawab Ratu cepat.
"Bukannya lo akhir-akhir ini lagi deket sama si cewek galak Ca?" tanya
Dirga, bocor.
Raja memicingkan kedua matanya. "Cewek galak? Maksud lo Sila Ga?
Oh....." Raja mengusap dagu pelan sambil melirik Panca yang sudah sedikit
gelagapan. Roda itu berputar, Panca Ksatria!
"Ngebut amat udah kayak paket malem." celetuk Angkasa membuat Raja
dan Dirga langsung tertawa. Sedangkan Ratu hanya diam, benar-benar receh
baginya.
"Raja beneran udah makan? Raja makan lagi aja, nanti Raja laper. Raja
kan punya magh." ujar Ratu dengan khawatir sekali lagi.
Raja menggeleng. "Gue udah kenyang, Ratu." jawab Raja bohong. Ia
benar-benar lapar, tapi ia harus lebih berhemat mulai sekarang. "Lo mau
perut gue jadi gendut kayak perutnya si Dirga?! Enggak kan?!" ujar Raja
membuat Dirga langsung melemparinya dengan kacang.
Raja mengusap kepala Ratu lembut saat gadis itu mulai melahap
semangkuk bakso yang ia belikan. "Makan yang banyak ya." gumam Raja
pelan. Tidak masalah baginya untuk menahan lapar, asal orang yang
disayangnya tidak ikut sakit karenanya. Gue enggak akan biarin hidup kita
susah Ratu.
***
Sergio menyeringai puas kepada seorang gadis yang ada di depannya saat
ini. "Bagus juga. Kerja lo cukup memuaskan untuk seorang pemula." ujar
Sergio. Cowok itu berdiri lalu mengambil selembar foto yang ada di atas
nakas.
"Hama selanjutnya." Sergio menyodorkan selembar foto tersebut kepada
gadis itu. "Gue kasih lo waktu tiga hari." ujar Sergio dengan tajam.
"Tiga hari? Enggak mungkin. Tameng dia cukup kuat di GARUDA." protes
gadis itu cepat.
Sergio memandang gadis itu remeh. "Lo pikir gue perduli? Tiga hari atau
lo ma—" Sergio mulai mengancam.
"Oke! Oke! Gue akan selesain dalam waktu tiga hari. Puas lo?!" potong
gadis itu cepat membuat Sergio tersenyum puas.
"Bagus. Lo memang harus sadar posisi lo itu apa sekarang ini." kata Sergio
dingin.
"Lo enggak perlu ingetin gue tentang hal itu untuk kedua kalinya Sergio.
Cukup jangan ganggu keluarga gue, dan gue akan turutin semua apa yang lo
mau." jawab gadis itu tak kalah tajam. Ia tidak punya pilihan lagi.
Sergio berjalan mendekati gadis itu. "Memang seharusnya lo bersikap
seperti ini. Jadi, apa informasi yang lo dapet dari perkumpulan para banci-
banci di GARUDA itu?" tanya Sergio.
"GUNDAR. Mereka semua dapet surat serangan terbuka dari Pasukan
GUNDAR. Gue juga enggak tahu jelas apa masalahnya."
"Bagus. Lo harus rajin-rajin korek informasi dari cowok itu. Gue enggak
mau kelima banci itu jadi penghalang besar dari rencana yang udah gue susun
rapih ini." ujar Sergio.
"Lo tenang aja, Sergio."
"Bagus. Satu lagi, ingat baik-baik peringatan dari gue. Jangan sampai lo
libatin cinta dalam tugas lo ini." Sergio menatap tajam gadis itu.
"Lo enggak perlu ingetin gue berkali-kali Sergio. Gue enggak akan pernah
jatuh cinta sama dia. Lo tenang aja."
Sergio menaikan sudut bibirnya. "Gue harap lo bisa pegang omongan lo.
Karena, lo tahu kan gimana akibatnya jika lo berkhianat? Bukan hanya
keluarga lo yang satu-persatu bakal gue mampusin, tapi cowok itu juga akan
masuk ke dalam list gue nanti." ujar Sergio sambil menyeringai.
"Jangan sentuh keluarga gue ataupun dia Sergio! Gue udah bilang kan, gue
akan jalanin tugas ini sebaik mungkin. Jadi tolong berhenti untuk mengancam
gue lagi."
Gadis itu menatap tajam Sergio beserta rasa benci yang sudah hampir
membludak dalam dirinya. Hidup yang awalnya tenang, sekarang berubah
menjadi kacau balau. Masa indah putih abu-abu yang ia harapkan musnah
sudah. Bahkan ia hidup layaknya sebuah boneka saat ini, tidak bisa melawan,
tidak bisa membantah atau protes sedikitpun. Ia bukan apa-apa.
Sergio, ada waktunya gue akan balas semua perbuatan lo ini. Tunggu
saja, Sergio.
***
Suasana perpustakaan terbilang cukup lebih ramai dibandingkan hari-hari
sebelumnya. Murid-murid kelas XII pun banyak yang berlalu lalang kesana-
kemari untuk mencari berbagai materi dalam menghadapi persiapan Ujian
Nasional yang akan dilaksanakan satu minggu lagi. Begitupun juga dengan
Raja dan Ratu saat ini, mereka berdua tengah duduk serius sambil belajar
bersama setelah mengisi amunisi di kantin tadi.
Raja menyodorkan sebuah buku cetak matematika dasar kepada Ratu
dengan gusar. "Pelajarin ini dari awal lagi!" ujar Raja sambil menghela
napas.
Ratu mengerucutkan bibirnya. "Ih Raja, itu kan buku matematika dasar!
Emangnya Ratu itu anak SMP apa!" protes Ratu kesal.
"Sayang, kamu ngerjain soal kayak gini aja salah semua. Gimana kita mau
lanjut ke next level, kalau ngerjain ini aja kamu enggak bisa!" ujar Raja
sambil menunjuk-nunjuk kertas soal yang ia berikan kepada Ratu untuk
dikerjakan.
Raja memijat pelipisnya lelah. Ia memang keras dalam soal pelajaran.
Emosinya terkuras habis melihat bagaimana proses Ratu dalam mengerjakan
soal matematika yang ia anggap mudah. Pacarnya dulu memang adalah salah
satu siswi yang mendapatkan beasiswa dari pihak sekolah karena sering
memenangkan beberapa lomba di ajang debat bahasa inggris tingkat
Nasional. Ia tetap bangga, walaupun beasiswa itu sudah dicabut sekarang
karena kasus yang terjerat keluarganya, membuat para wakil murid-murid
protes besar-besaran. Tapi tetap saja untuk urusan hitung-hitungan, Ratu
sangat jauh dari yang ia harapkan. Bagaimana bisa gadis ini mengejar
ketinggalannya disaat perang sudah ada di depan mata? Ah Raja benar-benar
frustasi.
"Jangan cemberut terus! Cepet kerjain!" Raja sedikit meninggikan
suaranya.
Ratu berdecak. "Iya Raja! Ini kan lagi Ratu kerjain!" jawab Ratu sebal.
Dasar tutor GALAK!
Tik tok
Tik tok
Raja menghembuskan napas kasar. "Ini udah hampir delapan menit! Satu
soal aja lo enggak kelar-kelar?! Luar biasa Ratu!" cerca Raja.
Ratu berdecih. "Jangan samain otak Raja dengan Ratu dong! Kualitasnya
juga beda!" kilah Ratu. Enak situ pinter dari lahir!
"Mulai besok enggak ada yang namanya acara nongkrong-nongkrong
enggak jelas di kantin! Istirahat langsung ke perpustakaan!" tegas Raja.
"Ih Raja! Gimana kalau Ratu laper? Emangnya otak bisa mikir kalau perut
lagi kosong?!" protes Ratu kembali.
"Bawa aja bekal terus makan di sini!"
"Emangnya boleh? Nanti kalau ketahuan gimana?"
"Kita bisa duduk di pojok sana."
"Ih Raja! Raja mau ngapain ngajak Ratu mojok?"
Raja mengusap dadanya sabar. "Sekali lagi lo ngejawab, gue ci—"
"EHHHHH!! IYA ENGGAK-ENGGAK!! Ratu diem deh ini! Jangan
ngambek dong Raja nanti gantengnya luntur lho!" cengir Ratu.
"Lo kira muka gue baju?! Udah cepet kerjain! Gimana mau satu kampus
kalau ngerjain kayak gini aja lama!" ujar Raja.
"Iya Raja! Ini juga Ratu lagi ngerjain! Raja marah-marah melulu ih! Jangan
bikin Ratu tambah pesimis dong!" keluh Ratu.
Raja menghela napas. Cowok itu mengusap kepala Ratu lembut. "Iya,
maaf. Gue kayak gini juga demi kebaikan lo sendiri. Emangnya mau kalau
nanti kita enggak satu kampus? Aduh, pasti makin banyak deh cewek-cewek
yang nemplokin gue tiap hari." pancing Raja.
"Enggak! Enak aja! Ratu enggak rela! Raja tenang aja! Ratu pasti akan giat
belajar demi bisa satu kampus sama Raja!" ujar Ratu lalu kembali serius
berkutat dengan kumpulan soal dari Raja.
Raja tertawa geli dalam hati. Harus dipancing dulu baru bisa mempan!
Dasar si buntel makin ngegemesin aja!. Cowok itu tersenyum puas melihat
Ratu yang saat ini sudah benar-benar serius mengerjakan soal yang ia berikan
satu-persatu. Ia yakin sekali selama Ratu memiliki niat yang besar, pasti
gadis itu bisa meriah hasil yang memuaskan. Lo itu cewek kuat Ratu.
Sedangkan dari belakang rak buku yang tidak jauh dari tempat duduk Raja
dan Ratu, ada seorang gadis yang tengah mengamati kedekatan mereka berdua
sambil mengepalkan kedua tangannya dengan kuat. Mata gadis itu sedikit
memanas. Ia benar-benar tidak rela melihat hubungan Raja dan Ratu yang
makin terlihat lancar itu.
"Sampai kapan lo bisa sadar akan keberadaan gue Raja?! Lo enggak
tahu gimana perjuangan gue untuk selalu bisa deket sama lo selama ini?!
Kenapa lo harus milih cewek sialan itu HAH?! Sergio benar, cinta itu
hanya bisa bikin manusia lemah dan bodoh! Seperti gue sekarang ini.
Kalau memang gue enggak bisa milikin lo seutuhnya, perempuan lain juga
enggak akan bisa! Tunggu aja Raja! Gue akan bikin lo nyesel karena udah
berani-beraninya nolak gue secara mentah-mentah tanpa mikirin luka
yang udah bersarang hebat dalam hati gue selama ini! Tunggu Raja!"
——————————————————————
NEXT PART MAU KAPAN??
——————————————————————————
FOLLOW INSTAGRAM @WATTPADRERE DAN @RERETRSS
JOIN GROUP LINE RUR? BUKA PROFILE WATTPAD AUTHOR
DAN KLIK LINKNYA! YUK KITA SERU-SERUAN BARENG PARA
TOKOH!
JANGAN LUPA BACA SEQUEL ELANG! BUKA DAN FOLLOW
PROFIL AUTHOR!
JANGAN LUPA TONTON VIDEO KECIL DARI RAJA UNTUK RATU
DI INSTAGRAM @wattpadrere
FOLLOW INSTAGRAM
@wattpadrere
@reretrss
@raja.gemilang
@ratusetiawijaya
@elang.gunturr
@fara.aradila
@raja.gemilang
@angkasa_laksmana
@nadiaa_saraswatii
@senjaalana
@rinaihujann
@raya_indahh
@anggi_ppitaloka
@rinduserunii
@dirga_margantara
@panca.kstria
@diba_saidira
@aldimahesa_
@ristisekaar
@sila_putriana
@sherina.halim
@aksaraprabudi
@helen_adisti
@jehavictoria
@gamal_kusuma
@bimaorlandoo_
@jiroofernando
@gengtempur
@garudacheerleader
Post bagian mana yang paling kalian suka di part ini di instastory, dan
tag @wattpadrere untuk author repost ❗
JANGAN LUPA UNTUK FOLLOW INSTAGRAM RAJA UNTUK
RATU @wattpadrere ! ! Disana author akan sering-sering post spoiler
bagi yang enggak sabar liat part selanjutnya! ❤
I love u xoxo
48. KEBAHAGIAAN KARENA
KESEDERHANAAN
I like my girls just like I like my honey; sweet
A little selfish
I like my women like I like my money; green
A little jealous
'Cause I'm a beautiful wreck
A colorful mess, but I'm funny
Oh, I'm a heartbreak vet
With a stone-cold neck, yeah, I'm charming
All the pretty girls in the world
But I'm in this space with you
Colored out the lines
I came to find, my fire was fate with you
Heartache would stay with you
Fly great escapes with you
I countdown to the clock, saw you awake
Don't walk away, or would you wait for me?
I go out to the bar, fuck hangin' with the stars
Don't even have a car, but you would wait for me
All, all, all, all the pretty girls in the world
But I'm in this space with you
Colored out the lines
I came to find, my fire was fate with you
My heartache would stay with you
Escape with you
Honey-Kehlani
[JANGAN LUPA FOLLOW & VOMMENT YA, KARENA ITU BERHARGA
BANGET BUAT AUTHOR ❤ DAN JANGAN LUPA PUTAR MULMED
YANG SUDAH AUTHOR SEDIAKAN UNTUK KALIAN, SELAMAT
MEMBACA SEMUA ❤]
48. KEBAHAGIAAN KARENA KESERDAHANAAN
"Lo yakin Anggi beneran sekolah disini?" tanya Rinai sambil mengedarkan
pandangan ke sekelilingnya.
Ratu mengangguk. "Iya, Jeha bilang sih mulai hari ini Anggi sekolah
disini." jawab Ratu.
Rinai menghela napas. "Lo udah enggak waras ngajak gue sampe ke sini?
Tahu sendiri kan ini kandang musuh besar GARUDA? Gimana kalau Raja
sampe tahu? Bisa dicincang lo!" ujar Rinai membuat Ratu bergidik.
Ratu menggaruk tengkuknya. "Kita kan udah pake jaket, jadi enggak bakal
ketahuan kalau kita anak GARUDA. Rinai jangan bilang Raja dong! Oke?!"
Ratu menatap Rinai dengan memohon.
Rinai berdecak. "Kapan gue sekali-kali bisa nolak mau lo, Ratu! Yaudah
kalau gitu ayok masuk!" ujar Rinai membuat Ratu langsung mengangguk
semangat.
Ratu dan Rinai berjalan masuk ke dalam lingkungan SMA PERMATA.
Nekat. Satu kata yang menggambarkan tindakan mereka saat ini. Jam sekolah
pun sudah usai. Itu yang membuat mereka berdua bisa berlalu lalang kesana-
kemari dengan bebas.
"Dimana kelas Anggi?" tanya Rinai yang masih mencari sosok Anggi
kesana kemari.
"Enggak tahu." jawab Ratu sambil menggidikan bahunya.
"Hubungin Anggi sekarang, bilang kalau kita udah sampe." ujar Rinai
membuat Ratu menatapnya bingung.
"Ratu juga enggak tahu nomor Anggi." jawab Ratu membuat Rinai sebal.
Rinai menghentikan langkahnya. "Astaga Buntel! Gimana kita bisa ketemu
Anggi, kalau dia aja enggak bisa dihubungin?! Emang kadang pinter lo itu
kelewatan ye!" ujar Rinai sambil menepuk dahi.
Ratu menyengir lebar. "Maaf deh, abisnya Ratu udah enggak sabar mau
ketemu Anggi. Oh iya! Gimana kalau kita ke kantin sekolah ini aja! Siapa tahu
Anggi disana? Iya kan?!" ujar Ratu antusias.
Rinai menghela napas. "Iya deh, atur semerdeka lo aja." jawab Rinai
pasrah lalu menuruti saja kemana Ratu menarik tangannya pergi. Ini kenapa
gue berasa kayak anak yang lagi dituntun sama emaknya ye?
Suasana kantin SMA PERMATA saat itu terbilang masih ramai walaupun
bel sudah berdering sedari tadi. Ada beberapa kelompok yang tengah sibuk
belajar sambil mengisi amunisi, yang mereka berdua yakini bahwa kelompok
itu pasti adalah jajaran anak kelas XII sama seperti mereka berdua.
Ratu mengerutkan dahi seketika saat kedua matanya menangkap sosok yang
sudah tidak asing lagi baginya. Aksara?. Ratu yang ingin memanggil Aksara
langsung terurung begitu saja saat mendapatkan seorang gadis tengah
memeluk lengan Aksara sambil menyenderkan kepalanya dengan manja.
Siapa cewek itu?
"Bodoh."
Ratu menatap Rinai kebingungan. Bodoh? Siapa yang bodoh? Ratu
maksudnya?. Ratu mengikuti arah pandangan Rinai. Gadis itu benar-benar
mengamati tiap gerak-gerik Aksara dengan tangan yang terkepal kuat
membuat Ratu makin heran. Rinai?. Ratu yang mau membuka suara langsung
terhenti saat itu juga waktu melihat air mata Rinai sudah lolos begitu saja
membasahi wajah cantik gadis itu. Rinai kenapa?. Ratu memandang Aksara
kembali. Jangan bilang kalau Rinai........??
Ratu memandang Rinai dan Aksara secara bergantian sampai ketika
Aksara benar-benar menyadari keberadaan mereka berdua saat itu. Bisa Ratu
lihat raut wajah Aksara langsung terkejut seketika. Cowok itu berdiri lalu
bergegas menghampiri mereka berdua.
Rinai yang melihat Aksara tengah berjalan menuju ke arahnya, tanpa
menunggu persetujuan Ratu ia langsung berlari dari tempat itu dan
meninggalkan Ratu yang masih termangu dengan bodohnya. Lo hebat Aksara!.
Sesekali ia menengok ke belakang dan memastikan apakah Aksara
mengejarnya atau tidak. Tidak, Aksara tidak mengejarnya. Ia yang terlalu
bodoh.
Tiba-tiba langkah Rinai terhenti seketika saat mengingat bahwa ia telah
meninggalkan Ratu sendiri seperti seekor anak kucing yang sudah siap
dilepas begitu saja oleh induknya. Ratu?! Astaga Ratu! Kenapa gue main
pergi aja ya! Ah Rinai! Oke, lo cukup balik lagi kesana terus langsung
seret Ratu pergi dari situ secepatnya! Oke enggak usah malu! Enggak usah
malu Rinai, masih ada Panca kok manusia yang paling malu-maluin di
dunia, oke santai....
"Lo ngapain kesini, Ratu?!" bisik Aksara.
Ratu kebingungan. Gadis itu bingung harus mengejar Rinai atau meladeni
Aksara dan mencari tahu soal keberadaan Anggi sekarang. "Ratu lagi nyar—"
"Oh, jadi lo yang namanya Ratu?" potong Risti dengan tatapan dinginnya.
Ratu mengerutkan dahi. "Iya, kamu siapa?" tanya Ratu bingung. Ia tidak
mengenal gadis itu siapa.
Risti berdecih. "Lo jadi cewek gatel banget ya. Murahan banget sampe
nyamperin cowok duluan segala." sindir Risti tajam.
"Risti!" tegur Aksara keras.
"Maksud kamu apa ya? Ratu enggak mau nyamperin cowok kok kesini.
Lagian, kamu juga siapa Ratu enggak kenal." jawab Ratu dengan nada tidak
suka. Siapa yang mau nyamperin cowok sih? Ratu juga udah punya Raja
kali!
Risti memajukan langkahnya. "Pergi." kata Risti singkat tapi tajam. Gadis
itu mendorong tubuh Ratu kasar saat itu juga membuat Aksara langsung
mencekal lengan Risti.
"Risti! Minta maaf!" perintah Aksara keras.
Ratu meringis sambil mengusap pundak kirinya. Ratu kebingungan.
Seingatnya ia tidak pernah merasa membuat masalah dengan murid
perempuan SMA PERMATA satupun. "Kamu kenapa dorong-dorong Ratu?!
Memangnya Ratu punya salah?" tanya Ratu begitu polos. Salah lo terlalu
cakep kali Ratu!.
Aksara memegang kedua pundak Ratu. "Lo enggak apa-apa kan?" tanya
Aksara cemas membuat Risti cemburu dan makin tersulut emosi. Sialan!
Risti menarik Aksara ke belakang dengan kuat. Lalu ditamparnya wajah
Ratu keras sampai telinga Ratu berdenging dan membuat Ratu sedikit
kehilangan keseimbangan lalu terjatuh begitu saja akhirnya. Ratu memegangi
wajahnya sambil meringis. Sakit.
Rinai yang melihat dari kejauhan langsung saat itu juga ia berlari
menghampiri Ratu dengan muka yang sudah memerah menahan amarah. Tanpa
memperdulikan keberadaan Aksara, Rinai langsung menarik Risti kasar lalu
menampar wajah gadis itu tak kalah keras. "Lo sentuh sahabat gue sekali lagi,
abis lo ditangan gue!" kata Rinai dingin. Membuat yang menonton langsung
menyorakinya saat itu juga. Menurut mereka, apa yang Rinai lakukan tadi
adalah hal yang keren.
Risti melayangkan tangannya saat itu juga untuk membalas tamparan dari
Rinai. Tapi ternyata Aksara sudah terlebih dahulu mencekal tangannya,
membuat Risti makin marah. "Lepas Aksara! Aku mau kasih cewek enggak
tahu malu ini pelajaran!" teriak Risti yang tidak digubris Aksara sama sekali.
Rinai menaikan satu alisnya. "Enggak tahu malu? Alasan apa yang
membuat lo bisa berkata seperti itu?" tanya Rinai dingin.
Risti memandang Rinai remeh. "Cewek yang nyamperin cowok sampe ke
sekolahnya segala, apa enggak bisa disebut dengan kata enggak tahu malu?!"
cerca Risti membuat Rinai berdecih.
"Berhenti Risti!" tegur Aksara makin marah.
Ratu berdiri lalu berjalan mendekati Rinai dengan panik. "Rinai! Ayok kita
pergi dari sini!" ujar Ratu sambil mengguncang kecil lengan Rinai. Ia tidak
ingin memperpanjang masalah.
"Enggak usah kepedean jadi manusia. Enggak ada yang mau nyamperin
cowok kesini. Lagian, kalau memang kenyataannya kita berdua mau
nyamperin cowok kesini, urusan sama lo apa?!" Rinai meninggikan suaranya
membuat Ratu makin resah. Rinai benar-benar di luar kendali.
"Murahan." kata Risti singkat berhasil membuat Rinai makin tersulut
emosi. Tapi pintarnya, ia masih bisa menahan emosinya. Sabar Rinai, inget
lo lagi di kandang lawan. Tenang Rinai.
Rinai mencoba menormalkan deru napasnya. "Ayok kita pergi, Ratu." Rinai
menarik tangan Ratu. Gadis itu benar-benar sedang berusaha menahan
emosinya sekuat tenaga.
"Ratu." panggil Risti.
Ratu menoleh ke arah Risti. "Iya? Ada apa lagi?" sinis Ratu.
"Jangan ganggu Aksara lagi." kata Risti dingin membuat Rinai yang
mendengar langsung merasa sesak.
"Risti berhenti!" tegur Aksara yang masih tidak digubris. Astaga ia benar-
benar frustasi!
Rinai tertawa kecil. "Kenapa? Takut tersaingi lo? Emangnya lo siapa
sampe berhak ngatur-ngatur temen gue HAH?" ujar Rinai tajam.
Risti menepis tangan Aksara kasar. Ia berjalan mendekati Rinai. Mereka
berdua sudah berhadapan dengan jarak yang dekat sekarang. Risti
mengangkat satu tangannya lalu memperlihatkan dengan jelas sebuah cincin
yang sudah melingkar di jari manisnya. "Kenalin, gue Risti Sekar. Tunangan
Aksara. Aksara Prabudi. Jelas?" Risti tersenyum puas melihat wajah kaku
Rinai.
"Aksara?! Aksara beneran udah tunangan sama cewek ini? Aksara enggak
salah?!" tanya Ratu tidak percaya membuat Risti langsung melemparkan
tatapan tajamnya. Begini banget tunangan Aksara. Abis patah hati dari
Ratu, masa selera Aksara jadi anjlok gini sih?!
Aksara mengangguk. "Iya, gue udah tunangan sama dia." jawab Aksara
diikuti dengan senyum kemenangan Risti. "Ayok pergi, Risti." Cowok itu
langsung menarik tangan Risti untuk pergi saat itu juga, tanpa sedikitpun
melirik Rinai ataupun Ratu sama sekai. Membuat hati Rinai, hancur.
Ratu yang sudah melihat Rinai ingin menangis, dengan segera ia membawa
gadis itu beranjak keluar dari SMA PERMATA saat itu juga. Mungkin lain
kali ia bisa bertemu dengan Anggi. Untuk sekarang perasaan Rinai lah yang
lebih penting. Sebenarnya sudah seberapa jauh hubungan Rinai dengan
Aksara?
***
RUANG CAKRAWALA
"Masa depanmu, ada ditanganmu"
Raja berjalan memasuki salah satu tempat bimbel yang cukup terkenal di
Kota Jakarta. Setelah mengikuti serangkaian tes, akhirnya ia diterima menjadi
tutor termuda secara resmi di tempat bimbel tersebut. Hari ini adalah hari
pertama ia bekerja, dan tentu saja Ratu tidak mengetahuinya. Gaji yang ia
dapatkan dari pekerjaan barunya pun cukup memuaskan mengingat jam
kerjanya yang tidak terlalu ketat. Raja benar-benar beruntung!
Raja ditempatkan sebagai tutor untuk mengajar murid-murid kelas IX SMP,
yang saat ini tengah serius dalam mempersiapakan Ujian Nasional. Ditambah
lagi ia juga harus memberikan pelajaran tambahan kepada murid-muridnya
untuk mulai membiasakan mereka mengerjakan beberapa soal latihan,
mengingat betapa tingginya sekarang standarisasi beberapa Sekolah
Menengah Atas (SMA) dalam melakukan penyeleksian penerimaan murid
baru. Saat Raja mulai mengajar, ia sedikit tidak nyaman karena saat itu juga
dapat terlihat dengan jelas bagaimana tatapan murid-murid perempuan yang
ada di kelasnya tengah menatapnya lekat dengan sorot yang berbinar-binar.
Astaga, dasar bocah!
"Kak! Kak Raja!" seorang anak perempuan bernama Gladys, dengan berani
menginterupsi Raja saat cowok itu tengah menjelaskan beberapa materi
penting, membuat Raja berdecak kesal dalam hati. Ia yakin sekali bahwa
bocah satu itu hanya ingin bermain-main dengannya.
"Iya, kenapa? Ada yang kurang paham?" tanya Raja sambil mengumpat
kasar dalam hati. Sabar Raja, sabar. Demi duit Raja, demi duit.
"Kak Raja udah punya pacar belum?" tanya Gladys lantang yang langsung
disoraki seisi kelas saat itu juga. SABAR RAJA.
Raja menghela napas. "Maaf ya, tapi sekarang waktunya belajar bukan
untuk bercanda." jawab Raja cepat lalu mulai menjelaskan materinya kembali
tanpa menggubris pertanyaan dari Gladys. Kalau bukan demi Ratu, udah gue
pites ini bocah!
Gladys tersenyum simpul. Menurutnya Raja makin terlihat keren saat
sedang serius begini. Ah, Gladys benar-benar menyukai Raja!. Mulai
sekarang ia memutuskan akan lebih gigih lagi untuk mencari perhatian dari
Raja. Kehadiran Raja membuatnya makin semangat untuk belajar. Ditambah
lagi, ia sudah memutuskan telak untuk melanjutkan pendidikannya di SMA
GARUDA sebagai junior Raja. Tidak perduli walaupun tahun ini Raja juga
akan lulus dan keluar dari SMA GARUDA, Ia masih tetap menginginkan
untuk menjadi junior Raja. Bahkan kalau bisa lebih dari itu.
Setelah jam mengajar usai, Raja segera membereskan barangnya untuk
menjemput Ratu pulang kerja saat itu juga. Ia sudah benar-benar tidak sabar
untuk menemui kekasihnya itu. Bahkan ia juga sudah membelikan gadis itu
satu buah coklat dengan berbalut pita biru muda sebagai tanda perayaan atas
berhasilnya ia mendapatkan sebuah pekerjaan, walaupun ia harus
merahasiakannya dari gadis itu. Maaf ya Ratu, gue cuma enggak mau lo
kepikiran.
Saat Raja berjalan menuju keluar tiba-tiba seseorang mencekal lengannya
membuat Raja terkejut. Raja berbalik lalu mendengus kesal seketika.
"Lepas." kata Raja dingin. Ini bocah mau ngapain sih?!
Gladys melepas cekalannya sambil berusaha untuk menampilkan senyum
semanis mungkin. "Kak Raja! Pulang bareng aku mau enggak?! Biar dianter