mengenai biologi selama pembelajaran daring ini. Setelah diprint, dijilid, dan dikumpul ke
ruang guru sambil menjalankan protokol kesehatan. Nantinya Bu Puspa akan memilih 6
portofolio terbaik dari kelas yang Ibu Puspa dan akan diberi reward oleh Bu Puspa. Bu Puspa
meminta untuk jangan diubah-ubah, hanya menambah refleksi dan digabungkan. 6 portofolio
terbaik ini akan dimasukkan ke perpustakaan sekolah. Bu Puspa juga meminta untuk dibuat
ebook.
Bu Puspa juga menjelaskan mengenai GSM atau Gerakan Sekolah Menulis. Gerakan Sekolah
Menulis ini sangat mendukung kemampuan menulis yang dibutuhkan kemanapun kami
nantinya pergi. Sayangnya Bu Puspa sedih karena sedikit yang mau ikut. Bu Puspa pun
menjelaskan mengenai mekanismenya dan juga penjelasan mengenai artikel ataupun puisi.
Dari 50 orang tersebut akan dicetak menjadi buku dengan ISBN. Selain itu dalam gerakan
tersebut akan ada seminar yang sangat bermanfaat dan juga mendapat sertifikat yang nantinya
akan dibutuhkan untuk masa depan dan perguruan tinggi. Bu Puspa menggarisbawahi bahwa
uang tersebut akan dikirimkan langsung ke pusat. Gerakan Sekolah Menulis ini akan
dilombakan seluruh Indonesia. Bu Puspa berharap anak-anak IPA 4 dan IPA 5 untuk ikut
kegiatan ini.
Kami pun masuk ke bab reproduksi. Bu Puspa pun meminta ke salah satu anak untuk
menunjukkan powerpoint reproduksi yang sebelumnya sudah dikirim lewat grup wa. Afif pun
yang melakukan sharescreen powerpoint tersebut. Bu Puspa pun menjelaskan mulai
daristruktur organ kelamin pria yang didukung dengan gambar di powerpoint. Bu Puspa
menjelaskan mulai dari jalan sperma dan fungsi satu per satu organ kelamin pria. Bu Puspa
juga menjelaskan cara menjaga kesehatan organ kelamin pria. Setelah itu dilanjut dengan organ
kelamin wanita dimana juga ada gambarnya di powerpoint yang ditampilkan di layar. Bu Puspa
menjelaskan satu per satu strukturnya dan fungsinya. Bu Puspa juga menjelaskan bagaimana
jalannya sel sperma ke sel telur hingga fertilisasi. Bu Puspa juga menjelaskan mengenai faktor
pendukung dan penghambat kehamilan yang dilanjutkan ke cara menjaga kesehatan organ
kelamin wanita. Bu Puspa memberi kami pesan-pesan dan tips dalam menjaga kesehatan organ
kelamin dikarenakan organ kelamin adalah organ yang sangat sensitif. Sayangnya ketika ingin
dilanjutkan, waktu ternyata sudah habis dan guru mata pelajaran lain sudah menunggu.
Sehingga Bu Puspa memberi kami pesan untuk mempelajarinya sendiri. Pembelajaran pun
ditutup.
301
Kesan, Pesan, Refleksi
Pembelajaran kali ini mengajarkan mengenai sistem reproduksi. Saya belajar banyak mengenai
mulai dari strukturnya sampau ke cara menjaganya. Saya menjadi lebih paham betapa
pentingnya organ reproduksi. Selain itu saya juga belajar untuk selalu disiplin waktu dalam
berbagai bidang mau ulangan ataupun tugas. Bu Puspa juga menjelaskan betapa pentingnya
mencari prestasi. Saya sangat senang belajar biologi dengan Bu Puspa. Saya lebih semangat
dalam mengejar ilmu. Pesan saya adalah pembelajaran dengan daring sangat seru bila terdapat
interaksi seperti di pembelajaran biologi.
Lembar Penilaian
Siswa Teman Guru
Pembelajaran kali ini
menambah ilmu mengenai
kesehatan reproduksi dan
juga ilmu komunikasi
302
303
JURNAL
7 MEI 2021
Sistem Imunitas
Aaliyah Vayza Suryo / XI IPA 4
Pada pembelajaran biologi pada tanggal 7 Mei 2021 ini kami membahas mengenai sistem
imunitas atau sistem pertahanan tubuh. Bu Puspa mengabsen kami terlebih dahulu. Meet kali
ini adalah meet terakhir dari pembelajaran biologi, maka kami akan menghabiskan bab terakhir
yaitu sistem imunitas. Dikarenakan waktu tidak terbatas, Bu Puspa langsung masuk ke
pembelajaran.
Sebelumnya, Bu Puspa meminta kami untuk menyalakan kamera. Anak yang tidak menyalakan
kamera dianggap tidak hadir dikarenakan tidak menyetor wajahnya. Di sini kamera laptop saya
bermasalah dan tidak bisa nyala, sehingga saya langsung mengganti device ke tab. Di bab kali
ini, Bu Puspa tidak menyalakan kamera maka yang akan menjelaskan adalah kami. Bu Puspa
menjelaskan mekanismenya. Satu per satu akan membaca atau menjelaskan satu kalimat
mengenai sistem imunitas dimulai dari absen 1 kelas IPA 4 hingga absen terakhir IPA 5.
Urutannya adalah absen 1 IPA 4 lalu dilanjut ke absen 1 IPA 5 dan seterusnya. Dalam
menjelaskan boleh sambil membaca, yang penting harus menyalakan kamera sebagai bukti
kehadiran. Untuk yang tidak menyalakan kamera dianggap 0. Bu Puspa juga memberi kami
tugas berupa ketika ada yang menjelaskan, harus dicatat dikarenakan di akhir akan ada quiz.
Tanpa berlama-lama, kami pun mulai menjelaskan. Saya adalah orang pertama yang
menjelaskan, dilanjut oleh Albert dan seterusnya. Saat menjelaskan ini ada beberapa anak yang
mendapat nilai 0 yaitu Adastra, Putri, Raisya, Rizky Adhelia, dan Shofa. Namun di akhir sesi,
Bu Puspa memberikan kesempatan kelima anak tersebut untuk menjelaskan. Sayangnya hanya
aAdastra dan Raisya yang menjawab, sedangkan ketiga lainnya tidak menjawab sama sekali.
Sehabis dari sesi menjelaskan tersebut, Bu Puspa membuka sesi quiz dimana akan ada 10
pertanyaan dimana anak yang pertama menjawab akan mendapat nilai tambahan. Bu Puspa
membagikan pertanyaannya melalui kolom chat yang ada di google meet. Pertanyaan yang
diberikan Bu Puspa adalah pertanyaan untuk mengetes kemampuan menyimak siswa. Dari 10
304
pertanyaan tersebut anak yang menjawab adalah Sakhi 100, Candyle 200, Ruth 100, Salman
100, Afif 100, Jason 100, dan Aldian 100. Untuk anak-anak yang belum mendapat nilai, Bu
Puspa menyemangati kami karena masih ada lumbung nilai lain yaitu portofolio. Nilai biologi
sendiri 80% dari tatap muka dan portofolio sedangkan 20% dari nilai ulangan harian dan
semester. Bu Puspa minta untuk menyusun sebaik mungkin dan dikumpulkan nanti tanggal 23.
Untuk teknik penyusunan akan dikirimkan nanti lewat wa grup. Dikarenakan sudah habis
waktunya, pembelajaran pun ditutup.
Pada pembelajaran kali ini, saya mendapat banyak • Harus percaya diri di
pembelajaran. Saya belajar mengenai sistem imunitas
dari penjelasan teman-teman. Selain itu saya belajar meet atau pertemuan
untuk berbicara dengan jelas ke teman dan juga
menyimak orang yang sedang berbicara karena • Mendengarkan dan
kemampuan menyimak juga sama pentingnya dengan
kemampuan berbicara. Pembelajaran kali ini meski menyimak adalah
singkat namun banyak memberi pelajaran ke saya.
keharusan
• Menghargai teman dan
guru yang berbicara
Pembelajaran kali ini
melatih kepercayaan diri
dan kemampuan menyimak
305
306
Rangkuman meet
Sistem pertahanan tubuh (7 mei 2021)
Aaliyah Vayza Suryo XI IPA 4
1. Aaliyah = Sistem pertahanan yang berperan dalam mengenal, menghancurkan, serta
menetralkan benda asing atau sel abnormal yang dapat merugikan tubuh
2. Albert = Fungsi sistem pertahanan meliputi mempertahankan tubuh, melindungi tubuh,
menyingkirkan, mengenali dan menghancurkan sel abnormal
3. Adastra = 0 (di akhir = alat yang menghalangi dalam imunitas bawaan seperti kulit, air
mata, mukus, dan air ludah berfungsi untuk mencegah peradangan setelah luka)
4. Aldinan = Mekanisme pertahanan tubuh alamiah memiliki dua pertahanan
5. Afif = Pertahanan nonspesifik terdiri dari pertahanan fisik, kimia, dan mekanis,
fagositosis, inflamasi, dan zat antimikroba nonspesifik
6. Aldian = Pertahanan fisik, kimia, dan mekanis meliputi kulit sehat dan utuh, membran
mukosa, cairan tubuh yang mengandung zat antimikroba, pembilasan oleh air mata,
saliva, dan urine
7. Alfonsus = Imunitas adalah kemampuan tubuh untuk menahan atau menghilangkan
benda asing serta sel abnormal
8. Alya = Inflamasi adalah reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera akibat
terbakar, toksin, produk bakteri, dan gigitan serangga
9. Alya R = Zat antimikroba spesifik yang diproduksi tubuh terdiri dari interferon (IFN)
dan komplemen
10. Andi Ailman = Komponen respons melibatkan komponen antigen dan antibodi
11. Alya S = Interaksi antibodi dan antigen terdapat fiksasi komplemen yaitu aktivasi
sistem komplemen oleh kompleks antigen-antibodi
12. Ashaz = Hipersensitivitas adalah peningkatan sensitivitas atau reaktivitas terhadap
antigen yang pernah dikenal sebelumnya
13. Aurel = Interaksi antibodi dan antigen terdiri dari fiksasi komplemen, netralisasi,
aglutinasi, dan presipitasi
14. Boeih = Jenis imunitas dibagi menjadi dua yaitu imunitas aktif dan imunitas pasif
307
15. Brandon = Perantara imunitas terbagi menjadi dua yaitu imunitas yang diperantarai
antibodi dan imunitas yang diperantarai oleh sel
16. Cantika = Sel yang terlibat dalam respons imunitas adalah sel B, sel T, makrofag, dan
sel pembuluh alami
17. Candyle = Faktor yang mempengaruhi sistem pertahanan yaitu genetik, fisiologis,
stres, usia, hormon, olahraga, tidur, nutrisi, pajanan zat berbahaya, racun tubuh, dan
penggunaan obat-obatan
18. Deswita = Mekanisme imunitas seluler terdiri dari ekstraseluler dan intraseluler
19. Dwi = Tanda-tanda inflamasi adalah kemerahan, panas, pembengkakan, nyeri, atau
kehilangan fungsi
20. Dicky = Ekstraseluler atau jika antigen dicerna oleh makrofag terdiri dari antigen,
makrofag, MHC kelas 2, sel T
21. Elvina = Makrofag dibagi menjadi makrofag jaringan ikat, makrofag dan prekursornya,
dan sistem fagosit mononukleus
22. Dina = Imunitas aktif dibagi menjadi imunitas aktif alami dan imunitas aktif buatan,
sedangkan imunitas pasif dibagi menjadi imunitas pasif alami dan imunitas pasif
buatan
23. Engeline = Gangguan sistem imunitas meliputi hipersensitivitas (alergi), penyakit
autoimun, dan imunodefisiensi
24. Faisal = Fagositosis memliki beberapa jenis yaitu makrofag jaringan ikat, makrofag
dan prekursornya, dan sistem fagosit mononukleus
25. Fajar = Pertahanan nonspesifik memiliki dua pertahanan yaitu pertahanan pertama
(kulit, membran mukosa, rambut hifung dan silia, cairan sekresi) dan pertahanan kedua
(inflamasi, sel-sel fagosit, protein antimikroba)
26. Fani = Faktor yang mempengaruhi sistem pertahanan tubuh adalah genetik, fisiologis,
stres, usia, hormon, olahraga, tidur, nutrisi, pajanan zat berbahaya, racun tubuh, dan
penggunaan obat-obatan
27. Ferren = Gangguan sistem imunitas
28. Gabriel = Sistem pertahanan tubuh limfosit ada dua macam yaitu limfosit B dan
limfosit T
29. Gina = Sel sitotoksik untuk mengenali dan menghancurkan sel yang memperlihatkan
antigen asing pada permukaannya
30. Gita = Mekanisme respon hormonal
308
31. Ivan = Sel pembunuh alami berperan dalam menghancurkan sel kanker pada lokasi
primer, virus, jamur, dan parasit lainn
32. Juan = Alergi adalah peningkatan sensitivitas atau reaktivitas terhadap antigen yang
pernah dikenal sebelumnya
33. Je Ivan = Penyakit autoimun adalah kegagalan sistem imunitas untuk membedakan sel
tubuh dengan sel asing sehingga sistem imunitas menyerang sel tubuh sendiri
34. Louis = Imunodefisiensi adalah kondisi menurunnya keefektivan sistem imunitas
35. Khansa = Sindrom sistem Johnson adalah penyakit kulit dan mukosa yang berbahaya
dan dapat mengakibatkan kematian
36. Marcell = Vaksin Sabin digunakan untuk menimbulkan kekebalan terhadap penyakit
poliomielitis
37. Madinah = Jenis imunisasi dan penyakit yang dicegah
38. Modestine = Tujuan akhir inflamasi adalah untuk mengisolasi, menghancurkan,
menginaktifkan agen penyerangm membersihkan sel debris, serta mempersiapkan
proses penyembuhan dan perbaikan jaringan
39. M Andri = Antibodi dibagi menjadi lima kelas yaitu IgA, IgD, IgE, IgG, dan IgM
40. Salman = Antigen adalah zat yang merangsang respon imunitas, terutama dalam
menghasilkan antibodi
41. Fawwaz = Faktor yang mempengaruhi sistem pertahanan tubuh adalah tiduur dimana
jika kekurangan akan menyebabkan penurunan imunitas seluler
42. Oasis – Imunisasi DPTyaitu imunisasi untuk melawan difteri
43. Rafi = Defisiensi imun kongenital adalah keadaan tidak memiliki sel B atau sel T sejak
lahir sehingga penderita harus hidup dalam lingkungan steril
44. Oriza = Jenis kekebalan tubuh ada dua yaitu kekebalan aktif yang dapat diperoleh
akibat kontak langsung dengan patogen dan kekebalan pasif yang dapat diperoleh jika
antibodi dari satu individu dipindahkan ke individu lainnya
45. Rafli = Magnesium diketahui dapat mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat
46. Putri 0
47. Zinedine = Respon kekebalan hormonal melibatkan aktivasi sel B yang nanti akan
menghasilkan antibodi dalam plasma darah dan limfa
48. Raisya 0 (di akhir = imunodifiensi adalah kondisi menurunnya keefektivan sistem
imunitas dan terbagi menjadi dua yaitu defisiensi imun kongenital dan AIDS)
49. Nadya = Vaksin adalah patogen yang mati atau dilemahkan atau juga toksin yang telah
diubah
309
50. Rania = Imunisasi PCV unyuk mencegah penyakit radang selaput otak, infeksi darah,
dan radang paru-paru
51. Nanda = Salah satu faktor yang mempengaruhi imunitas adalah nutrisi seperti vitamin
dan mineral
52. Rizky Adhelia 0
53. Naura = Pencegahan sindrom johnson adalah tidak mengonsumsi obat-obatan
sembarangan dan memberikan notis kepada dokter jika memiliki alergi
54. Ruth = Imunisasi hepatitis A adalah salah satu program dalam mencegah penyakit
hepatitis A yang disebabkan oleh virus Hep A
55. Patricia = Program dan jenis imunisasi adalah campak (untuk mencegah campak),
tifoid (untuk mencegah tifus), dan varisela (untuk mencegah cacar)
56. Samuel = Patogen
57. Rania = Contoh alergen adalah spora kapang, serbuk sari, rambut hewan, kotoran
serangga, karet lateks, obat-obatan, dan bahan makanan
58. Shofa 0
59. Raisha Azka = Faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah pajanan zat bahaya
seperti bahan radioaktif, pestisida, rokok, alkohol, dan pembersih kimia
60. Skylenn = Pertahanan spesifik adaptif
61. Sakhi = Presipitasi adalah pengikatan silang molekul-molekul antigen yang terlarut
dalam cairan tubuh
62. Jason = Cara mengingkatkan imunitas tubuh adalah perbanyak memakan buah dan
sayur, berolahraga, istirahat yang cukup, hindari rokok dan alkohol, hindari stress
63. Thezar = Di beberapa kasus Sindrom Stevens Johnson, disebabkan oleh obat-obatan
pemicu, antara lain penisilin, streptomisin, sulfonamida, tetrasiklin, dll
64. Wahyu = Struktur antibodi tersusun atas dua rantai polipeprida yang identik dengan
dua rantai ringan dan dua rantai berat
65. Yuniar = Pada faktor yang mempengaruhi sistem imun, hormon bergantung pada jenis
kelamin dimana wanita memproduksi hormon estrogen yang meningkatkan sintesis
igG dan iGA sehingga lebih kebal dibandingkan pria
310
311
REFLEKSI
Sejak dimulainya pandemi COVID-19, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara
daring, tidak terkecuali di SMAN 1 Balikpapan. Pembelajaran dilaksanakan jarak jauh
menggunakan meet. Kami semua, guru maupun murid, mulai menggunakan kemajuan
teknologi di segi pendidikan kami. Salah satunya adalah Bu Puspa, guru biologi saya, yang
menggunakan fasilitas meet, whatsapp, dan classroom dalam pengajaran materi. Kami
melaksanakan meet di setiap pertemuan dan diberi pekerjaan berupa jurnal dan tugas. Jurnal
sendiri adalah dokumentasi singkat atau bisa dibilang catatan informasi yang diperoleh selama
di meet. Jurnal wajib dibuat setiap pertemuan, kecuali bila tidak ada pertemuan melalui meet.
Sedangkan tugas memiliki bentuk yang berbeda-beda tergantung dengan intruksi yang
diberikan oleh Bu Puspa. Ada yang berbentuk powerpoint, analisis, laporan, catatan,
rangkuman, dan sebagainya.
Perasaan saya terhadap portofolio di awal dan di akhir sangat berubah. Pertama kali
saya melaksanakan kbm secara daring, saya merasa tidak familiar. Banyak kebingungan dan
kendala yang saya rasakan. Menurut saya itu maklum dilihat dari waktunya yang mendadak.
Ketika Bu Puspa mulai memberikan kami semua tugas berbentuk portofolio yaitu jurnal dan
tugas-tugas, jujur saya merasa sangsi. Di awal menurut saya menyusahkan dan lebih baik diberi
tugas dalam bentuk biasanya. Namun lambat laun saya semakin terbiasa dan senang dengan
kegiatan menulis portofolio ini. Ada beberapa alasan yang menjadi alasan saya senang dengan
kegiatan menulis portofolio ini. Pertama adalah saya
Dalam menuliskan jurnal, di awal saya hanya cukup menuliskannya seperti menulis
biasa di word. Tanpa hiasan ataupun gambar. Lambat laun saya mulai mendesainnya sebaik
mungkin. Saya suka menuliskan jurnal dengan panjang lebar, karena saya sendiri memang suka
menulis. Saya biasanya mencatat poin-poin dari meet di kertas yang saya siapkan lalu saya
ketik ulang. Ada beberapa saat saya kelupaan sehingga saya meminta rekaman meet ke teman
saya. Saya suka menulis jurnal tepat setelah kbm atau malam harinya, supaya tidak lupa.
Namun memang ada beberapa saat saya membuatnya beberapa hari kemudian. Dalam
menuliskan jurnal, perasaan saya selalu berbeda-beda. Ada kalanya saya malas-malasan, kesal
karena kelupaan atau kecapekan, tapi lebih didominasi dengan senang. Saya suka menulis,
terutama menuliskan kejadian yang saya alami. Maka menulis jurnal adalah sesuatu yang
memang saya nikmati. Membaca ulang penjelasan dan pengalaman selama meet, membuat
saya merasa termotivasi, seperti didorong untuk aktif di meet selanjutnya. Dan yang paling
membuat saya senang adalah ketika saya mulai mendesain jurnal saya. Saya rasa itu yang
mendorong saya lebih bersemangat dalam menuliskan jurnal. Jurnal yang terlihat indah dan
rapi membuat saya merasa bangga dan seringkali memperbaiki mood saya. Saya pribadi merasa
mendesain jurnal itu seperti terapi yang menyenangkan. Saya sangat suka mengerjakannya.
Meski terkadang butuh niat yang besar untuk memulai menulis, tapi ketika sudah mulai
dikerjakan, saya langsung senang dan semangat lagi.
Sedangkan untuk tugas-tugas, menurut saya sangat penting dalam mengasah
kemampuan teknis atau hard skill sekaligus mengasah kemampuan soft skill. Saya pribadi jauh
lebih paham ketika diberi tugas karena ketika saya hanya mendengarkan, saya berhenti di
menerima. Sedangkan ketika diberi tugas, saya belajar untuk memahami dan menganalisis serta
312
mengolah informasi yang saya dapatkan sesuai dengan pemahaman saya. Kalau dari saya
sendiri, mengerjakan tugas itu terdapat proses input dan output. Hal tersebut membuat materi
yang dipelajari lebih cepat diingat di otak, karena saya tidak hanya menerima tetapi juga
menyambungkan poin-poin penting sehingga menjadi informasi yang utuh. Selain itu tugas-
tugas ini mengasah kemampuan untuk mandiri dan berpikir kritis juga kreatif dalam
menyajikan tugas. Singkatnya, saya senang dengan pembelajaran menggunakan portofolio.
Terakhir adalah penggabungannya menjadi portofolio ini. Ketika saya memulai
membuat portofolio ini, saya merasa kesulitan. Saya sedang di luar kota dikarenakan kewajiban
mengurus dokumen. Entah mengapa provider kartu saya tidak ada jaringan di tempat saya
tinggal, yang dimana cukup aneh karena saya di kota.. Ketidakadaan internet sangat
menyulitkan dan menyebabkan kegiatan menulis portofolio ini sangat terhambat. Hal itu
dikarenakan banyak file yang saya simpan di drive. Selain itu saya juga kesulitan mengubah
bentuk file saya yang kebanyakan sudah dalam bentuk pdf. Saya terpaksa mencari tempat sepi
yang memiliki koneksi internet di sekitar saya agar dapat mengerjakan portofolio ini.
Untungnya saya dapat menyelesaikannya tepat waktu dan saya cukup puas dengan hasilnya.
Dalam membuat portofolio ini saya membutuhkan sekiranya tiga hari. Dimulai dari
mendownload ulang file lama saya, mengubahnya ke word atau gambar, membuat cover sub
bab, menggabungkannya semua ke dalam word, dan terakhir menuliskan refleksi. Perjalanan
yang cukup sulit dan memakan tenaga yang besar, tapi saya tetap senang dan menikmati tiap
prosesnya.
Ada banyak yang saya pelajari selama membuat jurnal, tugas, dan portofolio ini. Saya
belajar banyak ilmu pelajaran dan ilmu kehidupan. Saya belajar untuk semangat dan tidak
gampang putus asa. Bu Puspa yang selalu mengapresiasi semua pekerjaan kami membuat saya
menjadi yakin semua kerja keras akan terbayarkan di akhir. Saya juga belajar untuk bersabar
dan selalu mencoba hal baru, tidak berhenti di zona nyaman terus-menerus. Saya memahami
cara bekerja sama yang baik, manajemen waktu, profesionalisme, dan berpikir kritis. Portofolio
menurut saya pribadi lebih condong dalam mengasah soft skill dimana memanglah menjadi hal
yang paling utama dalam belajar.
Dari pengalaman saya perubahan yang saya alami paling besar selama mengerjakan
portofolio adalah kemampuan menganalisis. Di awal saya sangat bingung bagaimana cara
mengolah dan menganalisis informasi yang saya dapatkan. Saya sering parafrase karena saya
bingung harus menuliskannya dengan baik seperti apa. Lama-kelamaan, dengan adanya tugas
portofolio, saya menjadi semakin terlatih dalam menganalisis. Saya paham cara mengambil
poin dari informasi yang saya baca ataupun tonton di YouTube dan menggabungkannya
dengan poin penting lainnya dengan bahasa saya sendiri. Ketika saya membandingkan laporan
praktikum bab pertama dengan laporan praktikum bab keenam, saya begitu bangga dengan
peningkatannya. Laporan praktikum pengamatan sel tersebut masih banyak kekurangan, saya
banyak menggunakan pembahasan dari internet sehingga tidak mendalam, hanya stuck di
informasi dasar. Berbeda dengan laporan praktikum pengamatan uji bahan makanan yang
pembahasannya lebih mendalam dan hampir semua bagian pembahasan adalah hasil analisis
saya dari berbagai sumber.
313
Selain itu saya merasa perubahan lain yang meningkat selama mengerjakan portofolio adalah
kreativitas dan kemampuan mengedit serta menghias. Kemungkinan kemampuan inilah yang
sangat berkembang selama mengerjakan portofolio. Dilihat dari perkembangan bentuk jurnal
dari bab pertama hingga bab terakhir yang sangat signifikan. Awalnya saya tidak berani
bermain warna dan terhenti di zona nyaman saya yaitu hitam putih. Hingga ketika Bu Puspa
memberi saran untuk menghias jurnal. Entah mengapa saya jadi termotivasi untuk membuat
jurnal yang berbeda. Saya mulai belajar cara mengedit word sehingga semenarik mungkin.
Saya juga mendownload banyak font dan mulai mendalami warna. Saya bahkan banyak
berlatih mendesain menggunakan canva. Di percobaan awal memang susah dan saya sering
kali merasa ingin menyerah, tapi lama-kelamaan ini menjadi kebiasaan yang saya sukai dan
nikmati. Hingga sekarang saya suka mendesain bahkan sangat menanti untuk melakukannya
sesegera mungkin. Bahkan saya menjadi lebih mengenal diri saya yang sangat passionate
dalam memanfaatkan sisi kreatif, berkat sering membuat portofolio ini. Saya senang semua
proses dalam mendesain jurnal ataupun analisis yang saya kerjakan. Mulai dari mencari
inspirasi, membuat draft desain, memilih warna, dan menambahkan hiasan. Meskipun memang
dalam mengerjakan portofolio desain hanyalah menjadi nilai tambahan, tetapi menurut saya
desain adalah salah satu penunjang terpenting. Desain yang enak dilihat dan bagus akan
menarik pembaca dalam mendalami isi yang disajikan. Di zaman sekarang dimana informasi
sudah ada dimana-mana, cara untuk membuat sebuah karya tulis ataupun karya lainnya dapat
menonjol adalah desain yang menarik. Selain itu kemampuan desain sangat mengasah
kreativitas dimana sudah menjadi rahasia umum tentang pentingnya kreativitas di masa depan
nanti. Tujuan dari portofolio bukan hanya mengasah kemampuan hard skill tetapi juga soft skill
dan menurut saya portofolio terbukti memang mendorong perkembangannya.
Harapan saya untuk ke depannya adalah kegiatan menulis portofolio tetap dilanjutkan
sekalipun kegiatan belajar mengajar kembali normal. Dikarenakan ia sangat menunjang
kemampuan soft skill. Dari berbagai artikel yang saya baca, sekiranya ada 5 soft skill paling
krusial di masa depan yaitu komunikasi, kemampuan kerjasama, kemampuan menyesuaikan,
kemampuan pemecahan masalah, dan kreativitas. Kelima kemampuan tersebut terasah selama
menulis portofolio. Pertama, kita belajar cara mengkomunikasikan dengan baik ide dan
pemahaman kita. Selain itu ada beberapa portofolio yang dibuat secara berkelompok.
Kemampuan menyesuaikan juga terlatih di awal kami memulai membuat portofolio.
Pemecahan masalah sangat digunakan selama membuat analisis, membuat laporan, dan
mengerjakan tugas. Terakhir kreativitas digunakan dalam mengolah portofolio agar dapat
semenarik mungkin.
Bohong bila saya bilang membuat portofolio mudah, karena memang benar menulis portofolio
membutuhkan tenaga yang lebih dibandingkan jenis tugas lainnya. Namun ketika kita melihat
ke belakang, akan terlihat betapa berkembangnya kemampuan kita dan betapa kegiatan
portofolio ini sangat mendorong untuk berjalan maju ke depan. Di era dimana soft skill lebih
berharga dibandingkan hard skill, manfaat dari menuliskan portofolio itu senilai dengan lelah
yang didapatkan. Saya harap kegiatan membuat portofolio ini dapat diterapkan di tempat lain.
Mungkin juga dikembangkan agar lebih baik dan efisien dibandingkan yang sekarang. Namun
secara keseluruhan, saya sangat senang dan sangat berterima kasih kepada Bu Puspa yang telah
membuat sistem pengajaran dengan portofolio ini.
314