151
152
153
154
155
156
157
158
159
160
161
162
163
164
165
166
167
168
169
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
UJI BAHAN MAKANAN
Nama / Kelas Oleh :
Guru Mata Pelajaran : Aaliyah Vayza Suryo / XI IPA 4
: Puspani, M.Pd
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMAN 1 BALIKPAPAN
TAHUN 2020
170
VIII. JUDUL
Uji Bahan Makanan
IX. TUJUAN
1. Menjelaskan proses pencernaan bahan makanan seperti karbohirat, lemak, dan protein
2. Menguji bahan makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein
X. DASAR TEORI
Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi atau unsur kimia yang
dapat dicerna dan diserap oleh tubuh sehingga dapat berguna bagi tubuh. Makanan yang
dimasukkan ke dalam tubuh sebaiknya adalah makanan yang baik dan menyehatkan.
Makanan tersebut harus mudah dicerna, higienis, mengandung kalori yang mencukupi
kebutuhan tubuh, dan juga mengandung zat gizi (nutrisi) yang diperlukan tubuh.
Gizi atau nutrisi yang diperlukan seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, garam
mineral, dan air. Dalam mencukupi kebutuhan tubuh, diperlukan beragam jenis makanan
dikarenakan setiap bahan makanan mengandung zat gizi yang berbeda.
Untuk mengetahui kandungan gizi dalam makanan, dapat dilakukan percobaan
menggunakan indikator uji makanan. Terdapat beberapa uji bahan makanan yang biasa
digunakan sebagai berikut :
1. Uji benedict untuk mendeterminasi kandungan glukosa atau karbohidrat monosakarida
dalam makanan
2. Uji iodin/lugol untuk mendeterminasi kandungan amilum atau karbohidrat
polisakarida dalam makanan
3. Uji biuret untuk mendeterminasi kandungan protein dalam makanan
4. Uji lemak dalam makanan
XI. ALAT DAN BAHAN 8. Korek api
1. Tabung reaksi 9. Pipet
2. Rak tabung reaksi 10. Lempengan mortal
3. Gelas ukur 11. Larutan Benedict
4. Penjepit 12. Larutan Biuret
5. Kaki tiga 13. Kertas Koran
6. Kawat kassa
7. Pembakar Spiritus
171
14. Nasi, roti, kentang, jagung, 16. Minyak goreng, mentega
ubi 17. Alat tulis menulis (kertas,
15. Tahu, tempe, telur, susu, pulpen, pensil, spidol, isolasi)
kacang
172
XII. CARA KERJA
A. Uji Benedict (uji glukosa/karbohidrat monosakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 5 ml larutan benedict ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan 0,5 ml larutan hasil penggerusan nasi tersebut di atas.
5. Beri label “uji benedict: nasi” pada tabung reaksinya.
6. Amati warna sebelum dipanaskan.
7. Panaskan tabung reaksi yang berisi larutan benedict dan larutan nasi tersebut di
atas selama 5 menit dan dinginkan .
8. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan.
Apabila dalam makanan terdapat karbohidrat/gula monosakarida, larutan akan
berwarna kuning kehijauan dan terbentuk endapan merah bata.
9. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
10. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti,
kentang, dan jagung)
B. Uji Iodin/Lugol (uji amilum/karbohidrat polisakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan
dan tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
2. Masukkan 5 ml larutan hasil penggerusan bahan makanan ke dalam tabung reaksi.
3. Beri label “uji iodin: nasi” pada tabung reaksi.
4. Amati warna larutan.
5. Tambahkan 2 tetes larutan iodin.
6. Amati perubahan warna yang terjadi setelah ditetesi larutan iodin (apabila warna
menjadi hitam atau kebiruan, bahan makanan yang diuji mengandung
amilum karbohidrat) dan catat pada tabel hasil pengamatan.
7. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
8. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti,
kentang, ubi, dan jagung)
C. Uji Biuret (uji protein)
1. Haluskan tempe dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan
lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
173
3. Masukkan 1 ml larutan hasil penggerusan tempe tersebut ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan setetes demi setetes larutan biuret sambil dikocok hingga tercapai
warna maksimum (tidak terjadi perubahan warna lagi).
5. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Jika
warna berubah ungu berarti bahan makanan mengandung protein.
6. Lakukan hal yang sama pada tahu, telur, dan susu.
7. Bandingkan hasil percobaan untuk tiap bahan makanan yang diuji.
D. Uji Lemak
1. Bentuklah kotak 5x5 cm pada kertas koran.
2. Teteskan larutan bahan makanan yang akan diuji pada kotak-kotak kertas koran
tersebut.
3. Perhatikan perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan.
Apabila kertas koran menjadi buram/transparan, berarti bahan makanan
mengandung lemak.
XIII. HASIL PENGAMATAN
Pada praktikum uji bahan makanan tersebut, diperoleh hasil sebagai berikut :
A. Uji Benedict
Bahan Makanan Reagen Warna setelah dicampur
yang diuji/warna penguji/warna
No. Sebelum Setelah
dipanaskan dipanaskan
1. Nasi/putih Benedict/biru Biru Biru kehijauan
tua
2. Roti/putih Benedict/ biru Biru Merah bata
kecoklatan tua
3. Kentang/kuning Benedict/ biru Biru Kuning pucat
tua
4. Jagung/kuning Benedict/ biru Biru Orange keruh
5. Ubi/ungu tua Biru Orange
Benedict/ biru
Sumber : tua
• https://www.scribd.com/doc/266098024/Laporan-GP-Kentang-Fix
• https://www.academia.edu/9438625/LAPORAN_PRAKTIKUM_BIOLOGI_UJI_KANDUNGAN_BA
HAN_MAKANAN
• https://mithaizhasp.blogspot.com/search?q=Menguji+Kandungan+Glukosa%2C+Protein%2C+Amilum
%2C+dan+Lemak+dalam+Makanan
174
B. Uji Iodin/Lugol
No. Bahan Makanan Reagen Perubahan Warna setelah
yang penguji/warna dicampur
diuji/warna Iodin/ coklat Biru tua
1. Nasi/putih Iodin/ coklat Biru kehitaman
2. Roti/putih
Iodin/ coklat Biru muda
kecoklatan Iodin/ coklat Biru tua
Iodin/ coklat Biru tua
3. Kentang/kuning
4. Ubi/ungu
5. Jagung/kuning
Sumber :
• https://www.slideshare.net/indrianidewi2/uji-zat-makanan-tugas-kapita-selekta-biologi-sl-1
• https://www.scribd.com/doc/266098024/Laporan-GP-Kentang-Fix
C. Uji Biuret
No. Bahan Makanan Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
yang diuji/warna penguji/warna Ungu muda
Biuret/ biru Ungu muda
1. Tempe muda Ungu
Biuret/ biru Ungu
2. Tahu muda Ungu
Biuret/ biru
3. Telur muda
Biuret/ biru
4. Susu muda
Biuret/ biru
5. Kacang muda
Sumber :
• https://nurussobah1.web.ugm.ac.id/2015/01/21/laporan-biokimia-dasar-acara-susu/
• https://www.slideshare.net/DhiarrafiiBintangMat/laporan-resmi-praktikum-biologi-uji-makanan
D. Uji Lemak
No. Bahan Makanan Warna kertas koran Perubahan warna
yang diuji/warna setelah ditetesi pada
1. Minyak goreng/ Putih keabu-abuan kertas koran
kuning muda Transparan
Putih keabu-abuan
2. Margarin/kuning Putih keabu-abuan Transparan
3. Roti Putih keabu-abuan Tidak transparan
4. Susu Putih keabu-abuan Tidak transparan
5. Tahu Tidak transparan
Sumber :
• https://www.slideshare.net/DhiarrafiiBintangMat/laporan-resmi-praktikum-biologi-uji-makanan
175
• https://mithaizhasp.blogspot.com/search?q=Menguji+Kandungan+Glukosa%2C+Protein%2C+Amilum
%2C+dan+Lemak+dalam+Makanan
XIV. PEMBAHASAN
Pada praktikum uji bahan makanan, terdapat indikator yang digunakan untuk mengecek
ada tidaknya kandungan zat makanan di dalam makanan yang diuji. Didapatkan hasil
sebagai berikut :
A. Uji Glukosa/Karbohidrat Monosakarida Menggunakan Benedict
Benedict adalah reagen yang biasa digunakan dalam mendeterminasi keberadaan
glukosa atau karbohidrat monosakarida. Pada uji benedict kali ini, digunakan nasi, roti,
kentang, jagung, dan ubi sebagai bahan yang digunakan. Untuk melakukan uji
benedict, sampel dilarutkan dalam air dan ditambahkan sedikit reagen benedict.
Setelah itu dipanaskan dalam waterbath selama 4-10 menit. Selama proses ini, larutan
akan berubah menjadi biru, hijau, kuning, orange, merah, dan merah bata atau cokelat.
Larutan ini memiliki arti yang berbeda. Warna biru menandakan tidak adanya glukosa
dalam larutan dan warna merah bata menandakan kandungan glukosa yang tinggi.
Lebih lengkapnya terdapat di gambar berikut :
Gambar 1.1 Warna larutan uji benedict
Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Benedict%27s_test_for_Sugars.png
Dari tes benedict tersebut, didapatkan bahwa nasi, roti, kentang, jagung, dan ubi
mempunyai kandungan glukosa di dalamnya. Kandungan nasi, roti, kentang, jagung,
dan ubi memang memiliki glukosa di dalamnya.
Terdapat perbedaan warna dari tiap bahan menandakan besar kandungan glukosa yang
terkandung. Dilansir di USDA, urutan dari kelima bahan dengan besar gula dari
terbesar ke terkecil adalah roti, ubi, jagung, kentang, dan nasi dengan jumlah kurang
lebih 5 g, 4,2 g, 3,2 g, 0,8 g, dan 0,1 g. Bila data tersebut dan data dari praktikum
176
digabungkan, maka sejajar dengan teori di atas mengenai makna tiap warna dari
larutan.
Perubahan warna itu dapat terjadi dikarenakan reagen benedict dicampurkan dan
dipanaskan dengan glukosa, di mana glukosa memiliki elektron untuk diberikan,
tembaga (salah satu kandungan di reagen benedict) akan menerima elektron tersebut
dan mengalami reduksi sehingga terjadilah perubahan warna.
B. Uji Amilum/Karbohidrat Polisakarida Menggunakan Lugol/Iodine
Lugol atau iodine adalah reagen yang digunakan dalam mengetahui keberadaan
amilum atau karbohidrat polisakarida di dalam makanan. Pada uji iodine kali ini
digunakan nasi, roti, kentang, ubi, dan jagung sebagai bahan praktikum. Untuk
melakukan uji iodine, sampel dihaluskan dan ditambahkan sedikit reagen lugol.
Setelah itu, sampel akan berubah warna menjadi biru tua hingga biru kehitaman.
Semakin gelap warnanya, semakin besar pula jumlah amilum yang terkandung.
Dari uji iodine tersebut didapatkan bahwa nasi, roti, kentang, ubi, dan jagung memiliki
amilum terkandung. Bahkan data dari uji tersebut sejajar dengan teori bahwa semakin
gelap warnanya semakin besar pula jumlah amilum yang terkandung. Berdasarkan data
dari USDA, didapatkan bahwa di antara kelima bahan uji tersebut, roti sebagai bahan
dengan karbohidrat terbesar dan kentang sebagai bahan dengan karbohidrat terkecil.
C. Uji Protein Menggunakan Biuret
Biuret adalah reagen yang digunakan dalam mengetahui keberadaan protein di dalam
makanan. Pada uji biuret kali ini digunakan tempe, tahu, telur, susu, dan kacang
sebagai bahan praktikum. Untuk melakukan uji protein, sampel dihaluskan dan
ditambahkan sedikit demi sedikit reagen biuret hingga tidak ada perubahan warna lagi.
Setelah itu, sampel akan berubah warna menjadi ungu muda hingga ungu tua. Semakin
gelap warnanya, semakin besar pula jumlah protein yang terkandung.
Dari uji protein tersebut didapatkan bahwa tempe, tahu, telur, susu, dan kacang
memang memiliki protein di dalamnya. Meski besar kandungannya berbeda
tergantung dari kepekatan warna yang muncul. Warna yang muncul terjadi
dikarenakan ada ikatan protein dengan biuret yang menghasilkan dasar reaksi
kompleks koordinasi antara Cu 2+dgn gugus -C=O dan NH ikatan peptida dalam
larutan alkalis, akan membentuk warna ungu.
D. Uji Lemak Menggunakan Kertas koran
177
Kertas koran adalah indikator yang digunakan dalam mengetahui keberadaan lemak di
dalam makanan. Pada uji biuret kali ini digunakan minyak goreng, margarin, roti, susu,
dan tahu sebagai bahan praktikum. Untuk melakukan uji lemak, sampel dioleskan ke
kertas koran dan apabila kertas berubah menjadi transparan atau buram, maka dapat
dipastikan bahwa makanan tersebut mengandung lemak.
Dari praktikum tersebut, ketika minyak goreng dan margarin dioleskan ke kertas koran,
kertas koran menjadi transparan atau buram. Dapat diambil bahwa minyak goreng dan
margarin memang memiliki lemak yang terkandung di dalamnya. Berbeda dengan roti,
susu, dan tahu, ketika dioleskan ke kertas koran, tidak berubah menjadi transparan
yang menandakan tidak adanya kandungan lemak di ketiga bahan tersebut.
Perubahan warna menjadi transparan dapat terjadi apabila kertas diolesi dengan bahan-
bahan yang mengandung lemak seperti minyak goreng karena pengaruh reaksi antara
kandungan glukosa yang ada dalam kertas dengan asam lemak dan gliserol yang
terkandung dalam bahan makanan yang mengandung lemak.
XV. JAWABAN PERTANYAAN
1. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat
setelah diuji dengan: a) Larutan benedict? b)Larutan iodin/lugol?
Jawab:
Warna pada bahan makanan yang diuji dengan larutan benedict bermacam-macam
tergantung dari kandungan glukosa yang terkandung. Mulai dari biru kehijauan hingga
merah bata dengan endapan berwarna merah bata.
Sedangkan untuk warna pada bahan makanan yang diuji dengan larutan iodin atau lugol
adalah warna biru tua hingga biru kehitaman. Semakin pekat warnanya semakin besar pula
kandungan amilum yang terkandung.
2. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung protein
setelah diuji dengan biuret?
Jawab:
Bahan makanan yang mengandung protein setelah diuji dengan biuret memiliki warna
ungu muda hingga ungu tua. Kandungan protein yang semakin besar mempengaruhi
kepekatan warna ungu yang akan muncul.
178
3. Jelaskan perbandingan kandungan karbohidrat pada ke 5 bahan makanan yang
diuji!
Jawab:
Perbandingan kandungan karbohidrat monosakarida dapat dilihat dari warna larutan dari
uji benedict. Warna tersebut adalah biru, hijau, kuning, orange, merah, dan merah bata
atau cokelat. Larutan ini memiliki arti yang berbeda. Warna biru menandakan tidak adanya
karbohidrat monosakarida dalam larutan hingga warna merah bata yang menandakan
kandungan karbohidrat monosakarida yang tinggi.
Meski warnanya berbeda, kelima bahan makanan yang diuji merubah warna larutan uji
benedict. Menandakan bahwa kelima bahan tersebut mengandung karbohidrat
monosakarida.
Selain itu juga ada perbandingan kandungan karbohidrat polisakarida yang dilihat dari
warna uji iodine. Bila berubah warna menjadi biru tua hingga kehitaman, maka bahan
makanan memang mengandung karbohidrat polisakarida. Kandungan dari karbohidat
mempengaruhi kepekatan warna biru yang muncul. Semakin gelap warna yang muncul,
maka semakin besar pula karbohidrat yang dikandung.
4. Jelaskan perbandingan kandungan lemak pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
Jawab:
Perbandingan kandungan lemak pada kelima bahan makanan yang diuji dapat dilihat dari
berubah tidaknya kertas. Bila kertas saat diterawang menjadi transparan, maka bahan
makanan mengandung lemak. Sebaliknya bila tidak berubah menjadi transparan, maka
tidak ada kandungan lemak di dalam bahan makanan tersebut.
Dari kelima bahan makanan yang diuji, yang mengandung lemak adalah minyak goreng
dan margarin. Dikarenakan kedua bahan tersebut merubah kertas koran menjadi
transparan. Berbeda dengan roti, susu, dan tahu. Ketiga bahan tersebut tidak merubah
kertas koran menjadi transparan yang menandakan tidak adanya lemak di dalam ketiga
bahan tersebut.
5. Jelaskan proses pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak
Jawab:
179
Karbohidrat setelah dicerna di usus akan diserap oleh dinding usus halus dalam bentuk
monosakarida. Monosakarida dibawa aliran darah Sebagian besar menuju hati dan
Sebagian lainnya dibawa ke sel jaringan tertentu dan mengalami proses metabolisme lebih
lanjut. Di dalam hati, monosakarida mengalami proses sintesis menghasilkan gllikogen,
dioksidasi menjadi CO2 dan H2O, atau dilepaskan untuk dibawa oleh aliran darah ke
bagian tubuh yang memerlukan. Hati dapat mengatur kadar glukosa dalam darah atas
bantuan hormon insulin yang dikeluarkan oleh kelenjar pankreas. Kenaikan proses
pencernaan dan penyerapan glukosa oleh hati akan naik. Sebaliknya, jika banyak kegiatan,
maka banyak energi yang digunakan dalam kontraksi otot, sehingga kadar glukosa dalam
darah menurun
Di dalam tubuh, protein diubah menjadi asam amino oleh beberapa reaksi hidrolisis serta
enzim-enzim yang bersangkutan. Enzim-enzim yang bekerja pada proses hidrolisis
protein, antara lain pepsin, tripsin, kemotripsin, karboksi peptidase, dan amino peptidase.
Protein yang telah dipecah menjadi asam amino, kemudian diabsorpsi melalui dinding
usus halus dan sampai ke pembuluh darah. Setelah diabsorpsi dan masuk ke dalam
pembuluh darah, asam amino tersebut sebagian besar langsung digunakan oleh jaringan.
Sebagian lain, mengalami proses pelepasan gugus amin (gugus yang mengandung N) di
hati. Proses pelepasan gugus amin ini dikenal dengan deaminasi protein. Zat sisa hasil
penguraian protein yang mengandung nitrogen akan dibuang bersama air seni dan zat sisa
yang tidak mengandung nitrogen akan diubah menjadi karbohidrat dan lemak.
Di dalam tubuh, lemak mengalami metabolisme. Lemak akan dihidrolisis menjadi asam
lemak dan gliserol dengan bantuan enzim lipase. Proses ini berlangsung dalam saluran
pencernaan. Sebelum diserap usus, asam lemak akan bereaksi dengan garam empedu
membentuk senyawa, seperti sabun. Selanjutnya, senyawa tersebut akan diserap jonjot
usus dan akan terurai menjadi asam lemak dan garam empedu. Asam lemak tersebut akan
bereaksi dengan gliserol membentuk lemak. Kemudian, diangkut oleh pembuluh getah
bening usus menuju pembuluh getah bening dada kiri. Selanjutnya, ke pembuluh balik
bawah selangka kiri. Lemak dikirim dari tempat penimbunannya ke hati dalam bentuk
lesitin untuk dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol. Selanjutnya, gliserol akan
diubah menjadi gula otot atau glikogen. Asam lemak akan diubah menjadi asetil koenzim.
XVI. KESIMPULAN
Dalam praktikum ini, dapat disimpulkan sebagai berikut :
180
1. Gizi atau nutrisi yang diperlukan tubuh adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin,
garam mineral, dan air.
2. Untuk mengetahui kandungan gizi dalam makanan, dapat dilakukan percobaan
menggunakan indikator uji makanan. Uji tersebut adalah uji benedict untuk
mendeterminasi keberadaan karbohidrat monosakarida atau glukosa, uji iodine untuk
mendeterminasi keberadaan karbohidrat polisakarida atau amilum, uji biuret untuk
mendeterminasi keberadaan protein, dan uji lemak.
3. Uji benedict akan mengubah larutan menjadi biru, hijau, kuning, orange, merah, dan
merah bata atau cokelat. Warna biru menandakan tidak adanya glukosa dalam larutan
dan warna merah bata menandakan kandungan glukosa yang tinggi.
4. Pada nasi, roti, kentang, jagung, dan ubi, kelima bahan tersebut memang mengandung
glukosa dengan besar kandungan yang berbeda.
5. Uji iodine akan mengubah bahan makanan yang diuji menjadi warna biru hingga biru
kehitaman bila terdapat karbohidrat polisakarida. Semakin pekat warna menandakan
semakin besar kandungan karbohidrat polisakarida.
6. Pada nasi, roti, kentang, jagung, dan ubi, kelima bahan tersebut mengandung amilum
atau karbohidrat polisakarida dengan kadar kandungan yang berbeda.
7. Uji biuret akan mengubah bahan makanan yang diuji menjadi warna ungu hingga ungu
tua bila terdapat protein. Semakin pekat warna menandakan semakin besar kandungan
protein di bahan makanan.
8. Tempe, tahu, telur, susu, dan kacang memang mengandung protein dengan kadar
kandungan yang berbeda.
9. Uji lemak akan menyebabkan kertas koran transparan ketika diterawang bila bahan
makanan yang diuji mengandung lemak.
10. Minyak goreng dan margarin memang mengandung lemak. Sedangkan susu, tahu, dan
roti tidak mengandung lemak.
181
XVII. DAFTAR PUSTAKA
Irnaningtyas. Biologi untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga, 2013.
Agriculture, United States Department of. Nutrient data laboratory. t.thn.
http://ndb.nal.usda.gov/ndb/search/list (diakses Januari 23, 2021).
Ajim , Nanang . Pencernaan Karbohidrat Protein dan Lemak Dalam Tubuh. 2016.
https://www.mikirbae.com/2016/12/pencernaan-karbohidrat-protein-dan.html
(diakses Januari 23, 2021).
Hilizza, Amanda. LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UJI KANDUNGAN BAHAN
MAKANAN. t.thn.
https://www.academia.edu/9438625/LAPORAN_PRAKTIKUM_BIOLOGI_UJI
_KANDUNGAN_BAHAN_MAKANAN (diakses Januari 22, 2021).
Matahari, Dhiarrafii Bintang . Laporan Resmi Praktikum Biologi Uji Makanan. 10
Desember 2016. https://www.slideshare.net/DhiarrafiiBintangMat/laporan-resmi-
praktikum-biologi-uji-makanan (diakses Januari 22, 2021).
Pamungkas, Teguh. Laporan hasil praktikum biologi uji makanan. 3 Februari 2015.
https://www.slideshare.net/gigihnurhidayatromis/laporan-hasil-praktikum-
biologi-uji-makanan (diakses Januari 22, 2021).
Sobah, Nurus. Laporan Praktikum Biokimia Dasar Acara Susu. 21 Januari 2015.
https://nurussobah1.web.ugm.ac.id/2015/01/21/laporan-biokimia-dasar-acara-
susu/ (diakses Januari 22, 2021).
Syahputri, Izha Mitha . Menguji Kandungan Glukosa, Protein, Amilum, dan Lemak
dalam Makanan. 30 Januari 2013.
https://mithaizhasp.blogspot.com/search?q=Menguji+Kandungan+Glukosa%2C+
Protein%2C+Amilum%2C+dan+Lemak+dalam+Makanan (diakses Januari 22,
2021).
Wulan. Laporan GP Kentang Fix. 2015.
https://www.scribd.com/doc/266098024/Laporan-GP-Kentang-Fix (diakses
Januari 22, 2021).
182
XVIII. LAMPIRAN
Tes iodine akan merubah sampel menjadi warna biru ketika bereaksi dengan amilum
Sumber : http://www.docbrown.info/ebiology/foodtests.htm
Tes biuret merubah sampel menjadi warna ungu ketika bereaksi dengan protein
Sumber : https://mammothmemory.net/biology/nutrition-and-digestion/digestion/food-tests.html
Uji lemak merubah kertas menjadi transparan saat diterawang
Sumber : http://ibbyssciencewebsite.weebly.com/ob3---food-test-for-fat.html
183
Skema Pencernaan Karbohidrat
Sumber : https://duniapendidikan.co.id/pencernaan-karbohidrat/
Skema Pencernaan Protein
Sumber : https://katasambutanterbaru.blogspot.com/2018/06/sistem-pencernaan-beserta-enzimnya.html
Skema Pencernaan Lemak
Sumber : http://blog-awebio.blogspot.com/2012/03/proses-pencernaan-lemak-karbohidrat-dan.html
184
185
186
187
188
189
190
191
192
193
194
195
196
197
198
199
200