Jurnal Biologi Rabu, 7 April 2021
Melalui classroom
Bab Sistem koordinasi
Aaliyah Vayza Suryo
XI IPA 4
SMAN 1 Balikpapan
Pada pembelajaran biologi yang dilakukan pada hari Rabu, 7 April 2021, Bu Puspa
memberikan kami tugas mandiri berupa analisis sistem hormon. Bu Puspa memberikan
pengumuman kepada kami melalui grup dan membuka ruang di classroom dengan tenggat
waktu jam 4 sore.
Sama seperti sebelumnya, saya menggunakan buku paket biologi karya Irnaningtyas terbitan
Erlangga sebagai sumber utama dan juga catatan materi di twitter. Saya tetap menggunakan
buku paket sebagai sumber utama dikarenakan kredibel dan lebih lengkap. Catatan di twitter
memang mudah dipahami, tapi sangat sedikit dan banyak bagian-bagian yang diloncati padahal
penting. Sehingga saya menggunakan catatan di twitter hanya sebatas penunjang saja. Saya
memulai dari menjelaskan pengertian dan karakteristik karena kedua hal ini adalah pondasi
awal untuk memahami materi selanjutnya.
Selanjutnya saya mengerjakan pembagian kelenjar endokrin secara berurutan, yaitu hipofisis
(pituitari), tiroid, paratiroid, adrenal, pankreas, pineal, dan timus. Ketujuh hormon tersebut
selalu saya mulai dari karakteristik, pembagian, dan penjelasan per bagian. Di penjelasan per
bagian tersebut saya selalu memulai dari karakteristik, organ target, fungsi, dan abnormalitas
sekresi. Untuk organ target dan abnormalitas sekresi ini, tidak ada di buku paket, hanya ada di
beberapa hormon saja. Maka untuk kebanyakan hormon saya mengambil sumbernya dari
internet dan catatan twitter. Saya menyajikan analisis saya dalam bentuk poin karena lebih
mudah dipahami. Saya hanya menggunakan tabel untuk bagian perbedaan yaitu perbedaan
antara sistem saraf dan sistem endokrin. Saya juga menambahkan gambar-gambar di tiap
penjelasan hormon untuk menunjang pemahaman. Menurut saya itu sangat penting untuk
membantu membayangkannya.
251
Dikarenakan saya selalu memulai membuat garis besarnya di word polosan, maka saya harus
membuka word baru untuk hasil akhir analisisnya. Saya menghiasnya menggunakan gambar-
gambar yang sebelumnya sudah saya cari dan memberikan warna-warna. Saya selalu memulai
membuat draft karena akan lebih mudah untuk membenarkannya bila ada kesalahan kata atau
kekurangan informasi. Selain itu proses editing lebih mudah. Ketika sudah selesai, saya
mengconvert filenya ke bentuk pdf dan menguploadnya ke classroom.
Pada pembelajaran kali ini, saya mendapat banyak • Belajar untuk
pembelajaran, seperti kreativitas dalam menyajikan
analisis, kemampuan menganalisis informasi yang saya menganalisis dan
dapatkan, dan juga disiplin waktu dalam
mengumpulkan tugas. Saya juga lebih paham mengenai memahami materi
sistem hormon. Saya senang dengan sistem
menganalisis materi seperti ini. • Belajar menyajikan
info secara kreatif
• Harus disiplin waktu
dan semangat
Pembelajaran kali ini
mengajarkan ilmu penting
secara hardskill dan juga
softskill
252
Jurnal Biologi Jumat, 9 April 2021
Melalui classroom
Bab Sistem koordinasi
Aaliyah Vayza Suryo
XI IPA 4
SMAN 1 Balikpapan
Pada pembelajaran biologi yang dilakukan pada hari Jumat, 9 April 2021, Bu Puspa
memberikan kami tugas mandiri berupa analisis sistem indra. Bu Puspa memberikan
pengumuman kepada kami melalui grup dan membuka ruang di classroom dengan tenggat
waktu jam 4 sore.
Sama seperti sebelumnya, saya masih menggunakan buku paket biologi karya Irnaningtyas
terbitan Erlangga sebagai sumber utama. Selain itu saya juga menggunakan materi-materi yang
tersedia di website. Saya menggunakan materi dari website dikarenakan penjelasan mereka
mudah untuk dipahami tapi banyak yang tidak lengkap dan kejelasan sumber pun tidak jelas
sehingga saya hanya menjadikan internet sebagai sumber tambahan. Pertama saya mata. Saya
memulai dari pengertian mata secara singkat. Setelahnya saya menganalisis mengenai bagian
mata, mekanisme melihat, adaptasi gelap terang, dan terakhir gangguan mata.
Selanjutnya saya menganalisis mengenai hidung atau indra pembau, mulai dari pengertian
singkat, bagian hidung, mekanisme, dan gangguan hidung. Dilanjutkan dengan indra pengecap
yaitu lidah yang terdiri dari penjelasan pengertian singkat, bagian lidah, area kepekaan rasa
pada lidah, penyebab munculnya rasa-rasa utama di lidah, dan mekanisme. Setelahnya adalah
indra pendengar atau hidung dimana terdiri dari pengertian singkat, struktur, mekanisme,
peranan telinga dalam keseimbangan (ekuilibrium), dan gangguan. Terakhir adalah kulit. Kulit
di sini memang pernah dibahas sebelumnya di sistem ekskresi, tapi di bab ini kulit yang dibahas
adalah yang sebagai alat peraba. Dikarenakan hal tersebut, saya hanya membahas reseptor-
reseptor di kulit.
253
Selanjutnya saya memindahkan analisisnya ke word baru. Sambil memindahkan draftnya saya
mengecek typo dan isinya jika saja ada kesalahan. Setelah itu sayaa menghiasnya
menggunakan gambar-gambar yang akan menunjang penjelasan analisis saya, terutama bagian
struktur. Selanjutnya saya menambahkan hiasan untuk mempercantik analisis. Saya
membacanya ulang sekali lagi untuk memastikan tidak adanya kesalahan. Terakhir, ketika
sudah selesai, saya mengconvert filenya ke bentuk pdf dan mengupload ke classroom.
Pada pembelajaran kali ini, saya mendapat banyak • Belajar untuk
pembelajaran, seperti kreativitas dalam menyajikan
analisis, kemampuan menganalisis informasi yang saya menganalisis dan
dapatkan, dan juga disiplin waktu dalam
mengumpulkan tugas. Saya juga lebih paham mengenai memahami materi
sistem indra. Saya senang dengan sistem menganalisis
materi seperti ini. • Belajar menyajikan
info secara kreatif
• Harus disiplin waktu
dan semangat
Pembelajaran kali ini
mengajarkan ilmu penting
secara hardskill dan juga
softskill
254
Jurnal Biologi Jumat, 16 April 2021
Melalui meet
Bab Sistem koordinasi
Aaliyah Vayza Suryo
XI IPA 4
SMAN 1 Balikpapan
Pada pembelajaran biologi yang dilakukan pada hari Jumat, 16 April 2021, di kelas biologi
melalui meet, kami membahas mengenai sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Dikarenakan
berturut-turut tidak ada meet maka Bu Puspa memberikan tugas kepada kami di pertemuan
sebelumnya. Bu Puspa berkata kalau sudah menceknya meski belum semua karena Bu Puspa
mengecek satu per satu. Bu Puspa memberikan apresiasi kepada kerja keras kami. Kelas IPA
5 sudah hebat sekali. Dari ketiga tugas, semuanya sudah mengumpulkan. Sedangkan IPA 4,
sayang sekali masih ada beberapa anak yang belum mengumpulkan. Namun memang
kondisinya Ruth sedang dalam kondisi pengobatan dan pemulihan di Samarinda sehingga tidak
bisa mengumpulkan tugasnya. Sedangkan Adastra salah tempat. Ia malah mengirimkannya ke
classroom yang lama. Bu Puspa pun meminta Adastra untuk mengumpulkannya ke email yang
baru. Untuk Raisya ada beberapa tugas yang sudah dan ada yang belum.
Selanjutnya kami pun membahas mengenai materi. Pada pertemuan sebelumnya melalui meet,
kami hanya sampai neuron. Maka pada pertemuan kali ini kami membahas mengenai sistem
saraf pusat dan sistem saraf tepi. Bu Puspa memanggil Raisya namun tidak ada respon.
Akhirnya Bu Puspa memberi kesempatan siapa saja untuk berbicara. Saya pun menjelaskan
mengenai sistem saraf pusat, yaitu otak dan sunsum tulang belakang. Bu Puspa senang dengan
jawaban saya. Bu Puspa memberi tugas dalam bentuk analisis, yang artinya tidak hanya
mengambil dari sumber namun juga menganalisis. Membaca dan menelaah dari sumber dan
diolah menjadi suatu tulisan. Proses tersebutlah yang diinginkan. Bukan hanya copy paste
sebanyak-banyaknya. Apalagi sampai sama penjelasannya, karena harusnya tidak sama.
Bu Puspa juga menambahkan penjelasan saya. Sumsum tulang belakang dan otak sangat
dilindungi, karena fungsinya yang sangat vital. Ia mengatur semua proses koordinasi. Bu Puspa
255
pun meminta kami untuk berbicara satu per satu tentang otak dan sumsum tulang belakang.
Gina pun menjelaskan mengenai otak. Bu Puspa pun meminta anak IPA 4 untuk menanggapi
jawaban dari Ghina. Rania pun menambahkannya karena Ghina masih menjelaskan sampai
cerebrum saja. Aslinya otak ada 8 bagian, yaitu serebrum, diensafalon, sistem limfik
(rinensafalon), mesensafalon (otak tengah), pons varolii (jembatan varol, serebelum, medula
oblongata, dan formasi retikuler. Rania juga menjelaskan bagian-bagian tersebut dengan
singkat, padat, dan jelas. Bu Puspa pun memuji jawaban keduanya dan menambahkannya lebih
jelas.
Kemudian dilanjut dengan medula spinalis yang dijawab oleh Engeline. Engeline menjelaskan
mengenai struktur dan pembagiannya yaitu tanduk abu-abu posterior, anterior, tanduk lateral
substansi abu-abu, dan komisura abu-abu. Ia juga menjelaskan substansi putih dan
pembagiannya yaitu traktur sensor dan traktus motor serta tujuan keduanya. Bu Puspa
menjelaskan dengan sangat baik penjelasannya. Bu Puspa pun menambahkan bahwa keduanya
saling berpengaruh. Bagian-bagian di tubuh ini sangat berkaitan dengan fungsinya. Bu Puspa
pun menanyakan perbedaan keduanya dan meminta anak cowok untuk menjawabnya. Thezar
pun menjawab kesamaannya yaitu adanya substansi putih dan substansi abu-abu. Sedangkan
perbedaannya ada di letak. Bu Puspa menanyakan alasan mengapa letak substansi ini berbeda.
Pertanyaan tersebut pun dijawab oleh saya. Bu Puspa pun membenarkannya. Bu Puspa juga
menanyakan alur dari instruksinya. Dijawab oleh Candyle dengan jelas dan baik. Bu Puspa
juga menanyakan apakah alurnya bisa salah atau terbalik dimana jawab oleh Engeline tidak
bisa. Bu Puspa membenarkan jawabannya. Memang benar tidak bisa namun bisa terlambat atau
terlalu cepat, contohnya orang stroke. Bu Puspa pun menyuruh kami untuk menjaga dan
merawat otak kami. Bu Puspa membuka sesi tanya jawab, dimana ditanya Engeline mengenai
jurnal. Bu Puspa menjelaskan bahwa jurnal terserah saja, yang wajib adalah jurnal saat meet.
Yang tidak meet, boleh iya boleh tidak. Dikarenakan waktu yang sudah selesai, pelajaran pun
ditutup.
256
Pada pembelajaran kali ini, saya mendapat banyak • Belajar menganalisis
pembelajaran. Saya belajar untuk memahami materi
mengenai sistem saraf pusat dan saraf tepi lebih dalam • Harus berani berbicara
lagi. Saya juga jadi tahu analisis yang tepat seperti apa. dan mendengarkan
Selain itu saya belajar berani aktif di dalam meet orang lain
ataupun pertemuan. Saya senang belajar biologi secara
daring. Meskipun terbatas, tapi saya mendapatkan ilmu • Jangan suka meniru
yang tidak kalah dengan pembelajaran secara luring. hasil kerja orang lain,
tapi analisislah
Pembelajaran kali
mengasah kemampuan
kami dan juga mendorong
kami untuk lebih aktif
257
Jurnal Biologi Rabu, 28 April 2021
Melalui meet
Bab Sistem koordinasi
Aaliyah Vayza Suryo
XI IPA 4
SMAN 1 Balikpapan
Pada pembelajaran biologi yang dilakukan pada hari Rabu, 28 April 2021, kami membahas
mengenai sistem hormon dan sistem indra. Bu Puspa meminta 5 orang berbicara tentang
hormon hingga indra. Bu Puspa memilih Adastra untuk membacakannya. Adastra pun
menjelaskan mengenai hormon yaitu hipofisis. Mulai dari bentuk, letak, pembagian, serta
fungsinya. Adastra menjelaskan hipofisis lobus anterior yang terdiri dari hormon pertumbuhan,
hormon perangsang tiroid, hormon adrenokortikotropik, hormon gonadotropik, kemudian
hipofisis lobus intermedia yang terdiri dari endorfin dan MSH, terakhir yaitu hipofisis lobus
intermedia yaitu ADH dan oksitosin. Bu Puspa pun menggarisbawahi poin-poin penting dari
penjelasan Adastra. Bu Puspa pun menanyakan kepada kami apa hubungan dari hormon
dengan sistem koordinasi. Saya pun menjawab dimana hormon dihasilkan dan bekerja
berdasarkan perintah dari sistem saraf. Bu Puspa memuji jawaban saya.
Bu Puspa pun menunjuk Rania untuk menjelaskan tiroid atau kelenjar gondok. Mulai dari
karakteristik, hasil sekresi, fungsi, dan abnormalitas sekresi. Bu Puspa memuji penjelasan Bu
Puspa dan meminta salah satu dari kami berbicara mengenai pankreas atau hormon lainnya. Bu
Puspa meminta kami untuk mengajukan diri karena bagaimana ibu dapat menilai kalau kami
tidak berbicara atau menunjukkan wajahnya. Engeline pun mengajukan dirinya menjelaskan
paratiroid. Angie pun menjelaskan mulai dari karakteristik, bentuk, letak, hasil sekresi, fungsi,
dan juga abnormalitas sekresi. Bu Puspa pun memuji penjelasan Engeline. Bu Puspa ikut
menambahkan. Bu Puspa juga mengingatkan waktu kami yang sisa sedikit. Selanjutnya Bu
Puspa meminta anak cowok untuk menjelaskan mengenai pankreas yang dijawab oleh Afif.
Afif menjelaskan karakteristik, bentuk, letak, hasil sekresi, fungsi, dan juga abnormalitas
sekresi. Bu Puspa mengulang beberapa poin penjelasan Afif dan menggarisbawahi poin
258
terpentingnya. Bu Puspa mengingatkan penjelasan saya yaitu peran hormon dengan sistem
koordinasi. Bu Puspa juga mengingatkan bahwa hormon harus pas, karena kalau kelebihan atau
kekurangan akan memberi dampak tidak baik ke tubuh. Bu Puspa juga memberikan kami
kesempatan untuk bertanya dimana Afif mengajukan diri untuk bertanya apakah adrenal,
pineal, timus, dan ovarium juga masuk atau tidak. Bu Puspa membolehkan untuk ditambahkan
tapi yang utama yaitu keempat hormon sebelumnya dijelaskan. Bu Puspa mengingatkan bahwa
hormon meski sedikit namun sangat berperan. Ketidakhadiran hormon akan sangat
mempengaruhi sistem koordinasi. Bu Puspa kemudian meminta Candyle untuk menjelaskan
kepada kami fungsi dari adrenal, pineal, timus, dan ovarium.
Bu Puspa memuji hasil pekerjaan kami di classroom karena lengkap. Sayangnya ada beberapa
yang copy paste dari internet bahkan sama persis. Bu Puspa mengingatkan kepada kami bahwa
sekarang classroom akan memberikan notifikasi ke guru bila ada pekerjaan yang sama.
Kemudian dilanjut ke indra. Bu Puspa meminta 5 orang untuk menjelaskan mata, lidah, telinga,
hidung, dan kulit. Bu Puspa tidak meminta struktur dan fungsi melainkan keterkaitan dengan
sistem koordinasi. Candyle pun mengajukan dirinya menjelaskan mata atau indra penglihatan.
Mulai dari fungsi, bagian, serta mekanisme, gelap terang, dan juga kelainan. Bu Puspa
mengulang penjelasan Candyle dan juga memuji penjelasannya Candyle. Bu Puspa juga
bertanya dalam pengantaran impuls saraf ini apa saja bagian mata yang terkait. Kemudian
dilanjut oleh Shofa untuk menjelaskan indra pendengar atau telinga. Mulai dari fungsi, struktur,
mekanisme mendengar, dan kelainan. Bu Puspa meminta kami untuk menggarisbawahi
mekanisme mendengar karena itulah yang penting. Selanjutnya Rizky Adhelia menjelaskan
mengenai indra pembau atau hidung. Mulais dari fungsi, letak dan struktur, reseptor,
mekanisme, serta kelainan. Hidung sendiri sudah dijelaskan sebelumnya di sistem pernapasan,
namun di bab ini lebih membahas ke saraf pembau. Bu Puspa menggarisbawahi mengenai saraf
pembau ini dimana digunakan untuk mencium. Sistem syaraf ini sangat cepat diolah oleh otak.
Selanjutnya Raisya atau Icha menjelaskan mengenai kulit. Kulit di sini lebih menjelaskan ke
saraf rangsangannya. Mulai dari fungsi, struktur, mekanisme, serta kelainan. Di dalam bab ini,
lebih membahas ke impuls. Bu Puspa mengingatkan bahwa kulit itu sangat luas sehingga
rangsangan di banyak tempat berbeda karena ada bagian-bagian yang sensitif. Dikarenakan
pembelajaran sudah melewati jam 11, Bu Puspa pun mengakhiri pembelajaran. Sebelum
mengakhirinya, Bu Puspa mengingatkan mengenai lidah dengan cepat. Pembelajaran pun
ditutup dan diakhiri.
259
Pada pembelajaran kali ini, saya mendapat banyak • Belajar menganalisis
pembelajaran. Saya belajar untuk memahami materi
mengenai sistem hormon dan sistem indra lebih dalam • Harus berani berbicara
lagi. Pertanyaan yang dilontarkan Bu Puspa kepada dan mendengarkan
kami juga mengasah kemampuan analisis saya. Saya orang lain
senang belajar biologi secara daring bersama Bu Puspa.
Saya tidak hanya menerima ilmu, melainkan juga • Berani bertanggung
mengasah kemampuan softskill saya dan sikap saya. jawab dengan apa yang
diperbuat
Pembelajaran kali
mengasah kemampuan
analisis dan akhlak kami
260
261
Analisis Struktur Sistem Koordinasi
Aaliyah Vayza Suryo / XI IPA 4
Sistem koordinasi adalah sistem yang tersusun dari jutaan sel-sel saraf yang
terhubung untuk mengontrol aktivitas tubuh seperti persepsi sensor, aktivitas motor
sadar atau tak sadar, homeostatis, serta perkembangan pikiran dan ingatan.
Neuron Sistem Saraf Pusat Sistem Saraf Tepi
Neuron
Gambar Struktur Neuron
Neuron adalah unit fungsional sistem saraf, yang terdiri dari:
1. Badan sel (perikarion) = mengendalikan metabolisme keseluruhan neuron.
Memiliki nukleus tengah dan nukleus yang menonjol. Tidak memiliki sentriol
dan tidak dapat bereplikasi. Organel lain di dalam badan sel
262
2. Dendrit = juluran sitoplasma pendek bercabang dan berfungsi untuk
menerima impuls (sinyal) dari sel lain untuk dikirimkan ke badan sel
3. Akson = juluran sitoplasma panjang yang berfungsi untuk mengirimkan
impuls ke neuron lainnya. Dibungkus oleh selubung mielin (substansi lemak).
Bagian yang tidak diselebungi mielin disebut nodus ravier yang berfungsi
untuk mempercepat jalannya impuls. Selubung mielin ditutupi rangkaian sel
Schwann yang disebut selubung Schwaan (neurilema)
Neuron tidak dapat membelah secara mitosis tapi serabut dapat beregenerasi
selama badan sel utuh. Bila akson mengalami kerusakan berat, neurilema akan
melakukan pembelahan mitosis untuk menutup luka.
Berdasarkan fungsi dibagi menjadi tiga:
1. Neuron sensor (aferen) = menghantarkan impuks dari organ sensor ke pusat
saraf (otak atau sumsum tulang belakang)
2. Neuron motor (eferen) = menghantarkan impuls dari pusat saraf ke organ
motor (otot) atau kelenjar
3. Neuron konektor (interneuron) = menghubungkan neuron yang satu dengan
yang lainnya
Berdasarkan struktur (juluran sitoplasma), dibagi menjadi tiga:
1. Neuron multipolar = memiliki satu akson dan dua dendrit atau lebih
Contoh = Neuron motor di otak dan medula spinalis (sumsum tulang
belakang)
2. Neuron bipolar = memiliki dua juluran berupa dendrit dan akson
Contoh = Neuron organ indra seperti mata, hidung, dan telinga
3. Neuron unipolar = neuron bipolar yang tampak hanya memiliki satu juluran
dari badan sel karena akson dan dendritnya berfusi
Contoh = Neuron embrio dan fotoreseptor mata
263
Sel Neuroglia
Sel neuroglia adalah sel penunjang susunan saraf pusat yang berfungsi sebagai
jaringan ikat. Dapat membelah secara mitosis. Jenis dari sel glia adalah:
1. Astrosit = bentuk bintang, sebagai lem penyatu neuron
2. Oligodendrosit = bentuk menyerupai astrosit namun badan sel lebih kecil,
untuk melapisi akson
3. Mikroglia = ukuran paling kecil dan bersifat fagosit, untuk pertahanan imun
Sinapsis4. Sel ependima = membran epitelium melapisi rongga serebral (otak) dan medula spinalis
Sinapsis adalah hubungan antara neuron satu dengan lainnya; titik temu ujung
akson dari neuron dengan dendrit dari neuron lainnya; atau hubungan ke otot dan
kelenjar.
Strukturnya terbagi menjadi prasinaps, celah sinaps, dan pascasinaps. Pada celah
sinaps terdapat neurotransmiter yang berperan mengirimkan impuls.
Neurotransmiter mempunyai sifat sebagai berikut:
• Eksitasi = meningkatkan impuls
• Inhibisi = menghambat impuls
264
Sistem Saraf Pusat (SSP)
Meliputi otak (serebral) dan sumsum tulang belakang (medula spinalis). Pada
keduanya memiliki lapisan pelindung jaringan ikat yang disebut meninges. Terdiri
dari tiga lapisan:
1. Pia mater = lapisan terdalam
Karakteristik = halus dan tipis, mengandung banyak pembuluh darah,
melekat pada otak atau medula spinalis
2. Araknoid = lapisan tengah
Karakteristik = mengandung sedikit pembuluh darah, memiliki ruang
subaraknoid yang berisi cairan serebrospinalis, pembuluh darah, dan selaput
jaringan penghubung. Cairan serebrospinalis berfungsi sebagai bantalan dan
media pertukaran nutrien dan zat sisa
3. Dura mater = lapisan luar
Karakteristik = tebal dan kuat, terdiri dari dua lapisan, terdapat ruang
subdural yang memisahkan dura meter dan araknoid, lapisan terluar
melekat pada permukaan kranium
Keduanya juga memiliki substansi abu-abu dan substansi putih
1. Substansi abu-abu membentuk bagian luar (korteks) otak dan bagian dalam
medula spinalis
2. Substansi putih membentuk bagian dalam otak dan bagian luar medula
spinalis
265
Otak
Tersusun dari 100 milyar neuron yang terhubung
oleh sinapsis dan berkomunikasi satu sama lain
secara kimiawi atau muatan listrik sehingga
memungkinkan untuk merasakan emosi, berpikir
dan mengingat, mengetahui dan mengatur keadaan
tubuh dan lingkungan, serta secara sadar
mengontrol gerakan tubuh.
Bagian dari otak
Bagian dari otak adalah sebagai berikut:
1. Serebrum (otak besar)
Mengisi bagian depan dan atas rongga tengkorak. Bagian luar tersusun dari
substansi abu-abu yaitu korteks serebral dan bagian dalam tersusun dari
substansi putih yairu nukleus basal (ganglia basal). Korteks serebral terbagi
menjadi dua belahan (hemisfer serebral) yang dihubungkan oleh korpus
kalosum.
Setiap belahan terdiri dari empat lobus. Setiap hemisfer memiliki fisura (ceruk
dalam) dan sulkus (ceruk dangkal)
Area fungsional korteks serebral:
a. Area motor primer = mengendalikan kemampuan bicara.
b. Area sensor korteks = meliputi area sensor, area visual, area auditori, area
alfaktori, dan area pengecap
c. Area asosiasi = meliputi area frontal (pusat intelektual dan fisik), area
somatik (pusat interpretasi), area visual, dan area wicara Wernicke
266
Area fungsional serebrum
2. Diensefalon
Terletak di antara serebrum dan otak tengah, tersembunyi di balik hemisfer
serebral. Bagiannya adalah:
1. Talamus = menerima dan meneruskan impuls ke korteks otak besar,
berperan dalam sistem kesadaran dan kontrol motor
2. Hipotalamus = mengendalikan aktivitas sistem saraf otonom atau tidak
sadar, pusat pengaturan emosi, mempengaruhi keseluruhan sistem endokrin
(hormon)
3. Epitalamus = pita sempit jaringan saraf yang membentuk atap diensefalon.
Berperan dalam dorongan emosi, memiliki badan pineal yang berperan
dalam fungsi endokrin
3. Sistem limbik (rinensefalon)
Cincin struktur otak depan yang mengelilingi otak dan berhubungan melalui
jalur neuron yang rumit. Berfungsi dalam pengaturan emosi, mempertahankan
kelangsungan hidup, pola perilaku sosioseksual, motivasi dan belajar
267
Sistem limbik penciuman dan respons emosional
4. Mesensefalon (otak tengah)
Bagian otak pendek yang menghubungkan pons dan serebelum (otak kecil)
dengan serebrum (otak besar). Berfungsi jalur penghantar dan pusat refleks,
meneruskan informasi penglihatan dan pendengaran
5. Pons Varolii (Jembatan Varol)
Hampir semuanya tersusun dari substansi putih berisi serabut saraf yang
berfungsi mengatur frekuensi dan kekuatan bernapas
6. Serebelum (Otak Kecil)
Bagian otak yang sangat berlipat untuk mempertahankan keseimbangan,
kontrol gerakan mata, meningkatkan kontraksi otot, koordinasi gerakan sadar
yang berkaitan keterampilan
7. Medulia Oblongata
Bagian yang menjulur dari pons hingga medula spinalis untuk pengendalian
ferkuensi denyut jantung, tekanan darah, pernapasan, gerakan alat pencernaan
makanan, menelan, muntah, sekresi kelenjar pencernaan, dan mengatur gerak
refleks.
8. Formasi Retikuler
Jaringan serabut saraf dan badan sel yang tersebar di seluruh bagian medula
oblongata, pons, dan otak tengah. Untuk memicu dan mempertahankan
kewaspadaan serta kesadaran
268
Medula Spinalis (Sumsum Tulang Belakang)
Struktur medula spinalis
Berbentuk silinder langsing yang memanjang dari batang otak medula oblongata
hingga ruas ke-2 tulang pinggang.
Fungsi = mengendalikan berbagai aktivitas refleks tubuh, komunikasi antara otak
dengan semua bagian tubuh, menghantarkan rangsangan koordinasi otot dan sendi
ke serebelum.
Medula spinalis bagian luar berwarna putih sedangkan bagian dalam berwarna
abu-abu dan berbentuk seperti huruf H
1. Struktur bagian dalam (substansi abu-abu) mengisi struktur dalam. Batang
atas dan bawah berbentuk huruf H dan disebut tanduk atau kolumna. Dibagi
menjadi 4 bagian yaitu tanduk abu-abu posterior (dorsal), tanduk abu-abu
anterior (ventral), tanduk lateral substansi abu-abu, dan komisura abu-abu
2. Struktur bagian luar (substansi putih) mengisi struktur bagian dalam.
Terbagi menjadi funikulus (kolumna), anterir (ventral), posterior,
ventolateral, dan lateral. Dalam fusikulus terdapat traktus spinal:
a. Traktus sensor (asenden) = penyampaian informasi dari tubuh ke otak
b. Traktus motor (desenden) = membawa impuls motor dari otak ke medula
spinalis dan dari saraf spinal menuju ke tubuh
269
Sistem Saraf Tepi (SST)
Terdiri atas jaringan saraf yang berada di luar otak dan di luar medula spinalis.
Meliputi sistem kranial yang berasal dari otak dan saraf spinal yang berasal dari
medula spinalis.
Terdapat ganglion yaitu struktur lonjong yang mengandung badan sel neuron dan
sel glia
Saraf Kranial
Terdiri atas 12 pasang saraf. Sebagian besar tersusun dari serabut sensori dan
motor, tapi beberapa tersusun dari serabut sensori
No Nama saraf kranial Fungsi
1 Saraf olfaktori (CN I) Indra penciuman
2 Saraf optik (CN II) Indra penglihatan
3 Saraf okulomotor (CN Impuls dari dan ke otot mata
III)
4 Saraf troklear (CN IV) Impuls dari dan ke otot sadar mata
270
5 Saraf trigeminal (CN V) Impuls otot mastikasi, wajah, hidung, dan mulut
6 Saraf abdusen (CN VI) Impuls dari dan ke otot rektus lateral mata
7 Saraf fasial (CN VII) Impuls ekspresi wajah, lidah, kelenjar air mata
dan saliva
8 Saraf vestibulokoklear Impuls dari indra pendengaran
(CN VIII)
9 Saraf glosofaring (CN Impuls otot bicara, menelan, kelenjar liudah,
IX) rasa pada lidah
10 Saraf vagus (CN X) Impuls organ pada toraks dan abdomen
11 Saraf aksesori spinal Impuls faring, laring, trapezius, dan
(CN XI) sternokleidomastoid
12 Saraf hipoglosal (CN Impuls dari dan ke otot lidah
XII)
Saraf Spinal
271
Terdiri atas satu radiks dorsal (posterior) dan ventral (anterior). Bagian yang
membesar pada radiks dorsal disebut ganglion radiks dorsal.
Terdiri atas 31 pasang saraf yang muncul dari segmen-segmen medula spinalis dan
diberi nama sesuai nama ruas tulang belakang.
SST meliputi serat-serat saraf yang membawa informasi. Berdasarkan arah impuls
yang dibawa, SST dibagi menjadi dua:
1. Divisi aferen = membawa informasi dari reseptor menuju ke SSP
2. Divisi eferen = membawa informasi dari SSP menuju ke organ efektor otot atau
kelenjar
Sistem saraf eferen dapat dibagi menjadi:
a. Sistem saraf somatik = terdiri atas serat neuron motor pada otot rangka
b. Sistem saraf otonom = terdiri atas serat yang terdapat pada otot polos, otot
jantung, dan kelenjar.
Berdasarkan fungsinya, sistem saraf otonom dibagi menjadi sistem saraf simpatis
dan sistem saraf parasimpatis. Perbedaan dari keduanya adalah sebagai berikut:
Perbedaan Saraf Simpatis Saraf Parasimpatis
Asal serat saraf Berasal dari bagian toraks dan Berasal dari area
lumbar medula spinalis kranium (kepala) dan
sakrum
Ukuran serat Pendek
praganglion Panjang
Ukuran serat Panjang Pendek
pascaganglion Asetilkolin
Untuk keadaan tenang
Jenis Aaasetilkolin dan noradrenalin
neurotransmiter
Efek Untuk aktivitas fisik berat
272
Aaliyah Vayza Suryo / XI IPA 4
• Sistem hormon (endokrin) adalah salah satu bagian dari sistem koordinasi yang
mengatur aktivitas tubuh melalui hormon secara lambat.
• Komponen sistem hormon terdiri atas kelenjar, hormon, dan organ target
• Hormon adalah senyawa organik pembawa pesan kimiawi di dalam aliran darah menuju
ke sel-sel atau jaringan tubuh yang memiliki reseptor khusus
• Hormon dihasilkan dan bekerja atas perintah sistem saraf (neuroendocrine control),
sesuai keadaan dan rangsangan yang diterima otak pada bagian hipotalamus
• Sistem endokrin berinteraksi dengan sistem saraf untuk mengatur aktivitas tubuh seperti
metabolisme, homeostasis, pertumbuhan, perkembangan seksual dan siklus reproduksi,
siklus tidur, dan siklus nutrisi
273
Karakteristik
1. Merupakan kelenjar buntu
2. Umumnya menyekresi lebih dari satu jenis hormon
Kecuali kelenjar paratiroid yang hanya menyekresi hormon paratiroid
3. Memiliki sejumlah sel sekretori yang dikelilingi banyak pembuluh darah dan ditopang
jaringan ikat
4. Masa aktivitas kelenjar endoktin berbeda-beda
- Seumur hidup = hormon metabolisme
- Pada masa tertentu = hormon kelamin
- Sampai masa tertentu = hormon pertumbuhan
5. Sekresi dapat distimulasi atau dihambar kadar hormon lain dan senyawa nonhormon
Pembagian kelenjar endokrin
1. Autokrin, organ target kelenjar adalah kelenjar itu sendiri
Contoh: lambung.
2. Parakrin, organ target kelenjar berada dekat kelenjar tersebut
Contoh: kelenjar adrenal.
3. Endokrin, organ target kelenjar jauh dari kelenjar tersebut
Contoh: kelenjar kelamin.
Kelenjar endokrin dan sekresi hormon
Kelenjar endokrin terbagi menjadi
- Hipofisis (pituitari)
- Tiroid
- Paratiroid
- Adrenal
- Pankreas
- Pineal
- Timus
274
1. Hipofisis (Pituitari)
Karakteristik = Berbentuk oval, melekat pada dasar hipotalamus otak, sebesar kacang, berat
0,5 gram
Dibagi menjadi =
- Lobus anterior
- Lobus intermedia
- Lobus posterior
a) Hipofisis lobus anterior
Menghasilkan hormon berikut =
1. Hormon pertumbuhan (growth hormonel GH) atau hormon somatotropin
(STH)
▪ Bentuk = protein
▪ Organ target = sel-sel tubuh
▪ Fungsi =
o Mengendalikan pertumbuhan dan perbanyakan sel-sel tubuh
o Menyebabkan hati memproduksi somatomedin untuk pertumbuhan tulang
dan kartilago
o Mempercepat laju sintesis protein
o Menurunkan laju penggunaan karbohidrat oleh sel-sel tubuh
o Meningkatkan pemakaian lemak untuk energi
▪ Abnormalitas sekresi =
o Hiposekresi => kerdil (dwarfism)
o Hipersekresi => gigantisme, akromegali (pembesaran tulang tidak
proposional)
2. Hormon perangsang tiroid (tirotropin, thyoid stimulating hormone/TSH)
▪ Bentuk = glikoprotein
▪ Organ target = tiroid
▪ Fungsi = Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sel-sel kelenjar
tiroid (kelenjar gondok), laju hormonnya (tiroksin), dan metabolisme sel
▪ Abnormalitas sekresi=
o Hiposekresi => gondokan
o Hipersekresi => penumpukan iodium
3. Hormon adrenokortikotropik atau kortikotropin (adrenocorticotropid
hormone/ACTH)
275
▪ Bentuk = peptida
▪ Organ target = korteks adrenal
▪ Fungsi = Merangsang kelenjar korteks adrenal untuk menyekresi glukortikoid
(hormon metabolisme karbohidrat)
▪ Abnormalitas sekresi =
o Hiposekresi => penyakit Addison
o Hipersekresi => sindrom Chusing
4. Hormon gonadrotropin atau gonadotropik
▪ Bentuk = glikoprotein
▪ Organ target = gonad (ovarium/testis)
▪ Terdiri atas =
1. FSH (follicle stimulating hormone)
o Pada wanita = menstimulasi pertumbuhan folikel ovarium,
memproduksi hormon esterogen
o Pada laki-laki = menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan
spermatozoa
2. LH (luteinizing hormone)
o Pada wanita = bekerjasama dengan FSH menstimulasi produksi
esterogen, berperan dalam ovulasi dan sekresi progesteron
o Pada laki-laki = menstimulasi sel-sel interstisial tubulus seminiferus
testis untuk memproduksi androgen (testosteron)
b) Hipofisis lobus intermedia
Menghasilkan hormon berikut:
1. Endorfin
▪ Fungsi =
o Zat penghilang nyeri alamiah
o Merespon stres dan aktivitas seperti olahraga
2. MSH (melanocyte stimulating hormone)
▪ Bentuk = peptida
▪ Organ target = kulit
▪ Fungsi = Merangsang pembentukan pigmen dan penyebaran sel-sel penghasil
pigmen (melanosit) pada epidermis
▪ Abnormalitas sekresi
o Hiposekresi => albino
276
o Hipersekresi => melanisme
c) Hipofisis lobus intermedia
Menghasilkan hormon berikut:
1. ADH (antidiuretic hormone)
▪ Bentuk = peptida
▪ Organ target = tubulus kontortus distal
▪ Fungsi = Menurunkan volume air yang hilang dalam urine melalui
peningkatan reabsorpsi air dari tubulus kontortus distal dan duktus kolektivitus
di ginjal
▪ Abnormalitas sekresi
o Hiposekresi => diabetes insipidus
o Hipersekresi => peningkatan volume darah
2. Oksitosin
▪ Bentuk = peptida
▪ Organ target = dinding rahim
▪ Fungsi =
o Menstimulasi kontraksi otot polos saat melahirkan
o Pengeluaran asi pada ibu menyusui
▪ Abnormalitas sekresi
o Hiposekresi => kesulitan dalam melahirkan dan menghasilkan ASI
o Hipersekresi => mengurangi ekstensibilitas dan elastisitas otot
277
2. Tiroid (kelenjar gondok)
▪ Terdiri atas folikel-folikel dalam dua lobus lateral yang terletak di bawah laring
▪ Menghasilkan hormon =
a) Hormon tiroksin (tetraiodotironin/T4) sebanyak 90% sekresi tiroid
b) Hormon triiodotironin (T3) sebanyak 10% sekresi tiroid
▪ Keduanya terbentuk dari asam amino tirosin yang mengandung iodin
▪ Hormon tiroksi berfungsi =
o Meningkatkan laju metabolisme sel
o Menstimulasi konsumsi oksigen
o Meningkatkan pengeluaran energi panas
o Mengatur pertumbuhan dan perkembangan normal tulang, gigi, jaringan ikat, dan
saraf
▪ Abnormalitas sekresi =
o Hipotiroidisme (penurunan sekresi hormon)
Menyebabkan penurunan metabolisme, konstipasi, reaksi mental lambat, dan
peningkatan simpanan lemak
Pada anak anak = keterlambatan mental dan fisik
Pada dewasa = miksedema
o Hipertiroidisme (sekresi hormon berlebihan)
Menyebabkan peningkatan metabolisme, berat badan menurun, gelisah, diare,
frekuensi denyut jantung meningkat, toksisitas hormon, dan penyakit Grave disease
278
3. Paratiroid (kelenjar anak gondok)
▪ Kelenjar anak gondok yang berjumlah 4 buah dan menempel di belakang kelenjar tiroid
▪ Menyekresikan hormon = Parathormon (Parathyroid hormone/PTH)
▪ Fungsi mengendalikan keseimbangan kalsium dan fosfat melalui =
o Stimulasi aktivitas osteoklas yang menyebabkan pengeluaran kalsium
o Pengaktifan bitamin D untuk absorpsi kalsium dalam makanan
o Stimulasi reabsorpsi kalsium dari tubulus ginjal sehingga menurunkan kehilangan ion
kalsium dalam urine dan meningkatkan kadar kalsium dalam darah
▪ Abnormalitas sekresi =
o Hiperparatiroidisme
Menyebabkan peningkatan aktivitas dan pelemahan tulang, batu ginjal
o Hipoparatiroidisme
Menyebabkan penurunan kadar kalsium dalam darah, peningkatan iritabilitas sistem
neuromuskular, dan tetanus (kejang otot rangka)
4. Adrenal (Suprarenalis/kelenjar anak ginjal)
▪ Karakteristik = terletak di kutub atas ginjal, berwarna kuning, tertanam pada jaringan
adiposa
▪ Terdiri atas
- Korteks di bagian luar
- Medula di bagian dalam
a) Kelenjar adrenal bagian medula
Menghasilkan hormon =
1. Adrenalin (epinefrin)
▪ Organ target = reseptor saraf simpatik
279
▪ Fungsi = Meningkatkan frekuensi jantung, metabolisme, dan konsumsi
oksigen
▪ Abnormalitas sekresi=
o Hiposekresi => pusing, penurunan berat badan, mudah kelelahan
o Hipersekresi => naiknya kadar gula darah dan tekanan darah, jantung
berdebar-debar
2. Noradrenalin (norepinefrin)
▪ Organ target = reseptor saraf parasimpatik
▪ Fungsi =
o Meningkatkan frekuensi jantung
o Menstimulasi otot jantung
▪ Abnormalitas sekresi=
o Hiposekresi => naiknya kadar gula darah dan tekanan darah, jantung
berdebar-debar
o Hipersekresi => pusing, penurunan berat badan, mudah kelelahan
b) Kelenjar adrenal bagian korteks
Menghasilkan hormon =
1. Aldosteron
Fungsi = Mengatur keseimbangan air dan elektrolit melalui pengendalian kadar
natrium dan kalium dalam darah
2. Glukokortikoid (kortisol, kortison, dan kortikosteron)
▪ Organ target = sel-sel tubuh, tubulus ginjal
▪ Fungsi =
o Mempengaruhi metabolisme glukosa, protein, lemak
o Menjaga membran lisosom sehingga mencegah kerusakan jaringan
▪ Abnormalitas sekresi=
o Hiposekresi => lambatnya metabolisme glukosa, penyakit Addison
o Hipersekresi => cepatnya metabolisme glukosa, sindrom Cushing
3. Gonadokortoid (steroid kelamin)
▪ Organ target = tubulus ginjal
▪ Fungsi = Sebagai prekursor pengubahan testosteron dan osterogen oleh
jaringan lain
▪ Abnormalitas sekresi=
o Hiposekresi => reabsorpsi air dan mineral pada ginjal kurang
280
o Hipersekresi => reabsorpsi air dan mineral pada ginjal berlebihan
5. Pankreas
▪ Karakteristik = organ berbentuk pipih, terletak di bagian belakang bawah lambung
▪ Menghasilkan hormon berikut =
a) Glukagon
▪ Dihasilkan sel alfa
▪ Fungsi =
o Meningkatkan penguraian glikoligen hati menjadi glukosa
o Sintesis glukosa dari sumber nonkarbohidrat dalam hati
▪ Abnormalitas sekresi =
o Hiposekresi => pengendapan protein
o Hipersekresi => tumor pankreas
b) Insulin
▪ Dihasilkan sel beta
▪ Fungsi =
o Menurunkan katabolisme lemak dan protein
o Menurunkan kadar gula darah
o Meningkatkan sintesis protein dan lemak
▪ Abnormalitas sekresi =
281
o Hiposekresi => diabetes mellitus
o Hipersekresi => turunnya kadar glukosa darah
c) Somatostatin
▪ Dihasilkan sel delta
▪ Fungsi =
o Penghalang hormon pertumbuhan
o Penghambat sekresi glukagon dan insulin
d) Polipeptida pankreas
▪ Hormon pencernaan yang dilepaskan setelah makan
▪ Fungsi masih belum diketahui
6. Pineal (epifisis serebri)
▪ Karakteristik = terletak di langit-langit otak, terselip di lekukan dua badan talamus otak
bergabung, ukuran kecil seperti biji pinus.
▪ Menghasilkan hormon = Melatonin yang berpengaruh pada pelepasan gonadotropin dan
menghambat produksi melanin
▪ Produksi melatonin terendah pada siang hari, terbesar pada malam hari
▪ Hormon melatonin mempengaruhi kinerja kelenjar hipofisis dan organ reproduksi
▪ Fungsi = Mengatur ritmis biologis manusia (biological rhythm)
282
7. Timus
▪ Karakteristik = terdiri atas dua lobus berwarna kemerah-merahan, terletak di bagian
posterior toraks
▪ Pada bayi berat sekitar 10 gram, ukuran bertambah pada masa remaja/pubertas menjadi
30-40 gram dan pada dewasa berangsur-angsur menyusut
▪ Menghasilkan hormon timosin => pengendalian perkembangan sistem imun
▪ Fungsi =
1. Mengaktifkan hormon pertumbuhan (GH)
2. Mengurangi aktivitas kelenjar kelamin
3. Membentuk sistem imun
8. Ovarium, testis, dan plasenta
a) Ovarium
Menghasilkan = esterogen dan progesteron
1. Esterogen
▪ Dihasilkan oleh = folikel de Graaf, dipengaruhi FSH
▪ Organ target = organ seks, pita suara, pinggul, payudara, kulit, uterus
▪ Fungsi =
o Memunculkan ciri kelamin sekunder wanita
o Menstimulasi ovulasi
o Menebalkan endometrium
▪ Abnormalitas sekresi=
o Hiposekresi => tidak munculnya ciri kelamin sekunder wanita, mandul
283
o Hipersekresi => kanker atau tumor ovarium
2. Progesteron
▪ Dihasilkan oleh = korpus luteum, dipengaruhi LH
▪ Organ target = uterus
▪ Fungsi = Mempersiapkan kehamilan dan melahirkan
▪ Abnormalitas sekresi=
o Hiposekresi => keguguran
o Hipersekresi => terlambatnya menstruasi, kuatnya dinding rahim
b) Testis
1. Esterogen
▪ Dihasilkan oleh = sel sertoli, dipengaruhi FSH
▪ Organ target = testis
▪ Fungsi = Mengatur spermiasi
▪ Abnormalitas sekresi=
o Hiposekresi => mandul, andropause
o Hipersekresi => munculnya ciri kelamin sekunder wanita
2. Testosteron
▪ Dihasilkan oleh = sel Leydig, dipengaruhi ICSH
▪ Organ target = organ seks, pita suara, bahu, dada, otot, rambut, tulang, testis
▪ Fungsi =
o Memunculkan ciri kelamin sekunder pria
o Mengatur spermatogenesis dan spermiasi
o Menimbulkan dorongan seks
o Percepatan pertumbuhan
▪ Abnormalitas sekresi=
o Hiposekresi => tidak munculnya ciri kelamin sekunder pria, mandul,
andropause, penurunan libido
o Hipersekresi => kanker atau tumor testis, percepatan pubertas
c) Plasenta
Menghasilkan gonadotropin korion, esterogen, progesteron, dan somatotropin
284
Perbedaan sistem saraf dengan sistem
endokrin
No Aspek pembeda Sistem hormon Sistem saraf
1 Aksi
2 Respons Lambat Cepat atau segera
3 Pengaturan Tidak langsung, distribusi Langsung, distribusi lebih
4 Sekresi lebih luas sempit
5 Komunikasi
Jangka panjang, misalnya Jangka pendek, misalnya
pertumbuhan dan kontraksi otot jantung dan
perkembangan denyut
Hormon Neurotransmiter
Melalui sistem sirkulasi Antarneuron melalui
sinapsis
285
Analisis struktur
-Sistem Indra-
Sistem indra adalah salah satu bagian dari sistem koordinasi yang merupakan penerima
rangsang atau reseptor.
Alat indra adalah reseptor yang peka terhadap rangsangan dan perubahan di sekitarnya.
Mata
Sistem optik yang memfokuskan berkas cahaya pada fotoreseptor dan mengubah energi
cahaya menjadi impuls saraf
Reseptor mata → fovea centralis pada retina (lapisan mata terdalam yang peka terhadap
cahaya)
Bagian mata
1. Aksesoris mata =
- Alis = melindungi mata dari keringat
- Orbita = lekukan tulang berisi bola mata
- Kelopak mata = melindungi mata dari kekeringan dan debu
- Otot mata = menggerakkan mata ke arah vertikal, horizontal, dan menyilang
Terdiri dari 2 pasang otot rektus dan 1 pasang otot sadak
- Air mata = membasahi permukaan mata dan mempertahankan kelembapannya
Mengandung garam, mukosa, dan lisozim
286
2. Struktur mata =
a) Lapisan luar bola mata
- Tunika fibrosa = lapisan terluar yang keras
- Sklera = bagian dinding mata dari jaringan ikat fibrosa putih, memberikan bentuk
pada bola mata dan tempat pelekatan otot ekstrinsik
- Kornea = tempat transmisi dan pemfokusan cahaya
b) Lapisan tengah bola mata
- Koroid = bagian terpigmentasi untuk mencegah refleksi internal berkas cahaya
dan mengandung pembuluh darah
- Badan siliari = akomodasi penglihatan (mengubah fokus objek), mengandung
pembuluh darah dan otot bersilia
- Iris = bagian yang berwarna untuk mengendalikan diameter pupil dan terdiri dari
jaringan ikat dan otot
Saat terang, iris akan mempersempit pupil, dan saat gelap, iris akan memperlebar
pupil. Otot yang mengatur diameter pupil adalah otot sfingter (sirkuler) dan
dilator (radial)
- Pupil = ruang terbuka yang bulat pada iris untuk dilalui cahaya
c) Lensa = struktur bikonveks yang bening di belakang pupil dan elastis
d) Rongga mata
Ruang anterior berisi aqueous humor = cairan yang dihasilkan badan siliaris dan
mengisi bagian depan lensa untukmemberi nutrisi bagi kornea dan lensa, dan
membiaskan cahaya yang masuk ke mata.
Ruang posterior berisi vitreous humor = cairan yang mengisi bagian belakang
lensa mata (isi bola mata) untuk menjaga bentuk dan tekanan bola mata.
e) Retina (selaput jala)
Lapisan terdalam mata, tipis dan transparan
Tersusun dari sebagai berikut =
Bagian luar, terpigmentasi dan menyimpan vitamin A
Bagian dalam, lapisan jaringan saraf dari sel batang dan sel kerucut
Sel batang = mengandung pigmen rodopsin → tidak sensitif terhadap warna dan
bekerja pada intensitas cahaya rendah (malam hari)
Sel kerucut = mengandung pigmen iodopsin → sensitif terhadap warna dan
bekerja pada intensitas cahaya tinggi (siang hari)
287
Lutea makula
Area berkas berpigmen kuning dan terdapat fovea sentralis yang mengandung sel
konus dan sangat peka dan tajam dalam menerima rangsangan cahaya
Fovea sentralis
Pelekukan sentral lutea makula, mengandung sel kerucut, dan tidak memiliki sel
batang
Merupakan pusat visual mata
Jika bayangan jatuh tepat di bintik, maka bayangan akan terlihat jelas
Saraf mata
Terbentuk dari akson sel-sel ganglion yang keluar dari mata dan bergabung di sisi
superior kelenjar hipofisis membentuk kiasma optik
Bintik buta (diskus optik)
Bagian yang tidak mengandung fotoreseptor
Mekanisme Melihat
1. Cahaya masuk ke mata menembus kornea, aqueous humor, pupil, lensa mata, vitreous
humor, lalu retina
2. Intensitas cahaya yang telah diatur pupil menembus lensa mata menuju retina
3. Daya akomodasi lensa mata mengatur cahaya agar jatuh tepat di bintik kuning
4. Impuls cahaya disampaikan ke otak pada bintik kuning
5. Cahaya yang disampaikan diinterpretasikan oleh otak
Mata normal = mata yang dapat memfokuskan cahaya tepat pada bintik kuning
Titik jauh = jarak terjauh benda yang dapat dilihat jelas
Titik dekat = jarak terdekat benda yang dapat dilihat jelas
288
Adaptasi terhadap Gelap Terang
Penyesuaian penglihatan secara otomatis terhadap intensitas cahaya yang masuk retina
saat bergerak dari tempat gelap ke tempat terang atau sebaliknya
• Adaptasi gelap maksimum 20 menit, adaptasi terang maksimum 5 menit
• Dalam cahaya terang, semua rodopsin akan terurai dengan cepat dan hanya tersisa sedikit
untuk membentuk potensial aksi dalam batang
• Jika berpindah dari tempat intensitas cahaya tinggi ke rendah, butuh waktu adaptasi untuk
menyintasis ulang dan mengumpulkan cadangan rodopsin
• Adaptasi gelap dan terang melibatkan refleks pupil. Pupil mata akan melebar jika kondisi
ruangan gelap dan akan menyempit jika kondisi ruangan terang
Gangguan/Kelainan Mata
1. Miopi (rabun jauh)
Tidak mampu melihat jarak jauh karena titik jauh < ∞ cm
Dapat ditolong menggunakan kacamata berlensa cekung/negatif.
2. Hipermetropi (rabun dekat)
Tidak mampu melihat jarak dekat karena titik dekat >25 cm
Dapat ditolong menggunakan kacamata berlensa cembung/positif.
3. Presbiopi (cacat mata tua)
Disebabkan faktor usia yang disebabkan karena menurunnya daya akomodasi mata
Dapat ditolong menggunakan kacamata berlensa bifokal/rangkap, yaitu terdiri dari lensa
cembung di bagian atas dan lensa cekung di bagian bawah.
4. Kebutaan
Tidak dapat melihat benda apapun, biasanya akibat kecelakaan
5. Kerabunan
289
Hanya dapat melihat samar-samar, biasanya akibat kecelakaan
6. Rabun senja
Kebutaan (tidak dapat melihat jelas) pada sore hari saja karena defisiensi vitamin A
7. Buta warna
Terjadi karena salah satu jenis atau lebih selsel reseptor cahaya tidak dapat menerima atau
mengenali warna tertentu
Buta warna parsial → tidak dapat membedakan warna tertentu
Buta warna total → sama sekali tidak dapat membedakan warna, yang dapat dilihat hanya
hitam, abu-abu, dan putih
8. Katarak
Keruhnya lensa mata karena penumpukan glukosa (diabetes mellitus), dan lain-lain
9. Astigmatisma (mata silindris)
Disebabkan karena bentuk kornea mata yang tidak bulat
Dapat ditolong menggunakan kacamata berlensa silindris
10. Trakoma
Peradangan lapisan konjungtiva mata yang dapat menyebabkan kebutaan
11. Buta saraf
Terjadi karena kerusakan retina, saraf optik, atau korteks otak yang bertanggung jawab
atas penglihatan
12. Mata juling
Kondisi ketika kedua mata tidak searah atau memandang pada dua titik yang berbeda
Penyebabnya keturunan, komplikasi penyakit mata, gangguan otot dan saraf, kecelakaan
Dapat diatasi dengan operasi
290
Indra Pembau (hidung)
- Berfungsi sebagai indra pembau/ penghiduan (kemoreseptor gas)
- Komoreseptor olfaktori = neuron khusus yang terletak pada epitelium olfaktori di langit
rongga hidung
Untuk menerima rangsangan berupa bau atau zat kimia yang berbentuk gas
Dapat mengadaptasi bau dengan cepat, tapi tidak dapat menyadari bau yang menyengat
hingga sekitar 1 menit
- Epitelium olfaktori = mengandung sel penunjang, sel basal, dan sel olfaktori
- Sel olfaktori = neuron bipolar yang berakhir pada rambut halus (silia) yang menonjol ke
dalam mukus di dalam rongga hidung
Mekanisme menghidu
1. Bau masuk ke hidung bersama udara inspirasi
2. Larut pada selaput mukosa
3. Merangsang silia sel reseptor
4. Rangsangan diteruskan ke otak untuk diolah
5. Jenis bau dapat diketahui
Gangguan Indra Pembau
1. Hiposmia (kurang mampu mencium bau) dan anosmia (sama sekali tidak dapat mencium
bau)
Penurunan reseptor hidung terhadap sebagian bau
Akibat tersumbatnya rongga hidup misal akibat polip, pilek, atau tumor
Berpotensi mengakibatkan gangguan pada indra pengecap lidah
291
2. Hiperosmia (lebih peka pada bau-bauan)
Dapat terjadi akibat sakit kepala, migrain, penyakit Addison, dan pengaruh obat-obatan
3. Sinusitis
Radang tulang tengkorak di sekitar hidung yang berongga dan berisi udara
Gejalanya adalah sering batuk dan pilek
4. Polip
Pembengkakan jaringan yang terjadi di dalam hidung dan mengeluarkan banyak
cairan/lendir
Berkaitan dengan penyakit THT seperti alergi, imflamasi mukosa, asma, infeksi, dan
radang
Dapat diatasi dengan cara operasi
5. Parosmia
Kesalahan reseptor hidung dan otak dalam menerjemahkan bau
6. Kakosmia
Persepsi abnormal terhadap suatu bau yang tidak enak.
Indra Pengecap (lidah)
Indra pengecap (kemoreseptor cair) yang memiliki komoreseptor berupa kuncup pengecap
(taste bud)
Kuncup pengecap terdapat di papila lidah, palatum (langit-langit) lunak, epiglotis, dan faring
Papila lidah dibagi berdasarkan bentuknya adalah sebagai berikut:
292
1. Papila filiformis = bentuk kerucut, kecil menutupi bagian dorsum lidah (permukaan atas),
dan tidak mengandung kuncup pengecap
2. Papila fungiformis = bentuk bulat, banyak terdapat di dekat ujung lidah, mengandung
lima kuncup pengecap pada setiap papila
3. Papila sirkumvalata = bentuk menonjol dan tersusun seperti huruf V, banyak terdapat di
bagian belakang lidah, serta mengandung 100 kuncup pengecap
4. Papila foliata = bentuk seperti daun, terletak di bagian tepi pangkal lidah, mengandung
sekitar 1300 kuncup pengecap di setiap lipatannya
Kuncup pengecap terdiri atas sel-sel penunjang dan sel sensor (sel pengecap) yang berambut
Substansi yang dirasakan harus berbentuk cairan atau laruta dalam air ludah
Area kepekaan rasa pada lidah
1. Pengecap rasa manis = bagian ujung lidah
2. Pengecap rasa asin = hampir seluruh area lidah, tapi banyak terkumpul di bagian samping
3. Pengecap rasa asam = bagian samping lidah agak ke belakang
4. Pengecap rasa pahit = terdapat di bagian belakang pangkal lidah
Penyebab munculnya rasa-rasa utama di lidah
1. Rasa manis disebabkan oleh zat kimia organik, seperti glukosa dan asam amino
2. Rasa asin disebabkan oleh ionisasi garamgaraman, seperti natrium klorida
3. Rasa asam disebabkan oleh ion H+ suatu zat, seperti asam sitrat (jeruk)
4. Rasa pahit disebabkan oleh perubahan struktur zat kimia organik yang memiliki rasa
manis. Rasa pahit juga disebabkan oleh suatu zat yang bersifat racun/toksik
5. Rasa umami disebabkan oleh bumbu dan saus tertentu yang bersifat gurih.
293
Penyebab munculnya rasa-rasa lain tidak berhubungan dengan papilla lidah = Rasa pedas
disebabkan oleh zat yang mengiritasi permukaan lidah dan memberi sensasi terbakar/panas.
Jalannya rangsangan berupa rasa ke otak
1. Molekul makanan dan minuman larut dalam air liur
2. Rasa masuk ke tunas pengecap dan diterima sel-sel reseptor sesuai rasa yang dikenalnya
3. Reseptor mengirim impuls ke saraf fasial (V) dan/atau saraf glosofaringeal (IX) ke lobus
parietalis otak untuk diinterpretasikan menjadi rasa
Indra Pendengar (telinga)
Indra pendengar yang mampu mendeteksi gelombang bunyi/suara serta berperan penting
dalam keseimbangan dan menentukan posisi tubuh
Struktur =
1. Telinga bagian luar
- Pinna/aurikula = daun kartilago yang menangkap gelombang bunyi untuk diteruskan
ke kanal auditori eksternal (meatus) hingga membran timpanum
- Membran timpanum (gendang pendengaran) = perbatasan antara bagian luar dengan
bagian tengah telinga yang berbentuk kerucut
Permukaan luar dilapisi kulit, permukaan sebelah dalam dilapisi membran mukosa
Memiliki tegangan dan ketebalan yang sesuai untuk menggetarkan gelombang bunyi
secara mekanis
2. Telinga bagian tengah
294
- Tabung eustachius (auditori) = saluran yang berhubungan dengan tenggorokan
Berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan dalam dan luar
Biasanya atertutup, tetapi dapat terbuka saat menguap, mengunyah, dan menelan
- Osikel auditori, meliputi tiga tulang pendengaran yaitu maleus (martil), inkus
(landasan), dan stapes (sangurdi)
Berfungsi untuk mengarahkan getaran dari membran timpanum ke fenestra vestibuli
(tingkap oval) yang membatasi telinga bagian tengah dan bagian dalam
3. Telinga bagian dalam
- Labirin osea (labirin tulang) = ruangan berliku berisi cairan perilimfa
Labirin terbagi menjadi tiga bagian
Vestibula = mengandung reseptor keseimbangan
Kanalis semisirkularis = tiga buah saluran setengah lingkaran
Koklea = berbentuk seperti rumah siput yang mengandung reseptor pendengar
Terbagi menjadi tiga bagian
a) Skala vestibuli (bagian atas)
Berisi cairan perilimfa
Berhubungan dengan tulang sanggurdi melalui tingkap oval
b) Skala timpani (bagian bawah)
Berisi cairan perilimfa
Berhubungan dengan telinga bagian tengah melalui tingkap bulat
c) Bagian yang menghubungkan keduanya
Terdapat skala media yang berisi cairan endolimfa dan dibatasi oleh
membran vestibularis (Reissnner)
Di bagian bawah dibatasi membran basilaris yang terdapat organ corti yang
terdiri atas reseptor sel rambut dan sel penunjang
- Labirin membranosa = serangkaian tuba berongga dan berkantung yang berisi cairan
endolimfa
Terletak di dalam labirin tulang
Terdiri atas dua kantung, yaitu utrikulus dan sakulus yang dihubungkan oleh duktus
endolimfa
Di dalam saluran setengah lingkaran, terdapat duktus semisirkular
Pada duktus semisirkular, utrikulus, dan sakulus mengandung reseptor untuk
keseimbangan (ekuilibrium)
295
Mekanisme Mendengar
1. Gelombang bunyi (getaran) ditangkap oleh daun kartilago telinga
2. Menjalar ke kanal auditori eksternal (meatus), membentuk getaran pada membran
timpanum
3. Menjalar ke osikel auditori (maleus, inkus, dan stapes) menuju ke fenestra vestibuli
4. Terbentuk gelombang tekanan pada perilimfa skala vestibuli
5. Menjalar ke skala timpani menyebabkan getaran pada membran basilar
6. Sel-sel rambut melengkung, memicu impuls saraf
7. Menjalar ke serabut saraf vestibulokoklea (CN VIII)
8. Menjalar ke korteks auditori di otak dan bunyi diinterpretasikan
Peranan Telinga dalam Keseimbangan (Ekuilibrium)
- Euikilibrum statis = kesadaran akan posisi kepala terhadap gerakan gaya gravitasi jika
tubuh dalam keadaan diam
Reseptor yang berperan = makula pada dinding utrikulus dan sakulus
Makula terdiri atas sel penunjang dan sel rambut
Sel rambut menonjol mengandung massa gelatin yang mengandung otolit (endapan
kalsium)
Saat kepala pada posisi tegak lurus, otolis berada di puncak sel rambut. Saat kepala
miring, gravitasi mengubah arah otolit dan melengkungkan sel rambut sehingga
mmengaktivasi aktivasi sel reseptor. Aktivasi tersebut ditransmisikan ke saraf
vestibulokoklear (CN VIII)
- Eukilibrum dinamis = kesadaran akan posisi kepala saat merespon gerakan
Reseptor yang berperan = ampula pada duktus semisirkular
Ampula berisi krista
Krista terdiri atas sel penunjang dan sel rambut yang menonjol membentuk lapisan
gelatin kupula
Gangguan Indra Pendengar
1. Tuli (tuna rungu)
Penurunan atau ketidakmampuan untuk mendengarkan suara
Tuli konduktif = akibat gangguan transmisi suara ke koklea
Tuli saraf = akibat kerusakan organ Corti, saraf CN VIII, atau korteks otak
296
2. Furunkulosis
Munculnya bisul pada meatus (liang telinga)
3. Otitis media
Infeksi telinga tengah yang dapat terjadi setelah terserang flu, sinusitis, campak, atau
infeksi bakteri
4. Mastoiditis
Infeksi yang menyebabkan sel-sel tulang mastoid berongga
Indra Peraba (kulit)
Indra peraba yang memiliki beberapa reseptor sensor untuk mentransduksi stimulus dari
lingkungan menjadi impuls saraf
Reseptor sensor pada kulit sebagai berikut =
- Korpuskula Pacini
Mendetekasi tekanan kuat dan getaran
Karakteristik = terdapat di jaringan subkutan, berbentuk bulat atau lonjong, memiliki
panjang 2 mm, berdiameter 0,5 – 1 mm
- Korpuskula Meissner
Mendeteksi rangsangan berupa sentuhan
Karakteristik = terdapat pada papila dermis terutama ujung jari, bibir, papila mamae, dan
genitalia luar, berbentuk silindris, panjang 80 mikron dan lebar 40 mikron
- Cakram Merkel
Mendeteksi sentuhan dan sebagai reseptor raba yang beradaptasi lambat
Karakteristik = ditemukan pada kulit tidak berambut (cth = ujung jari) dan di antara folikel
rambut pada epidermis
- Korpuskula Ruffini
297
Reseptor tekanan dan tegangan di sekitar jaringan ikat
Karakteristik = terdapat di bagian dermis
- Ujung bulbus Krause
Mendeteksi tekanan sentuhan, kesadaran posisi, dan gerakan
Karakteristik = bentuk bulat dengan diameter 50 mikron, terdapat di bibir dan genitalia
luar, serta bagian dermis yang berhubungan dengan rambut
- Ujung saraf bebas
Mendeteksi rasa nyeri, sentuhan ringan, dan suhu
Karakteristik = menyebar di jaringan tubuh, merupakan respon sensor utama pada kulit
298
299
JJuurrnnaall PPeemmbbeellaajjaarraann
Sistem Reproduksi
KBM 5 Mei 2021
Aaliyah Vayza Suryo
XI IPA 4
Sumber = Faisal (lupa ss)
Jurnal Pembelajaran
Pada pembelajaran biologi tanggal 5 Mei 2021, kami mempelajari mengenai sistem reproduksi.
Bu Puspa mengingatkan mengenai kalender sekolah. Dikarenakan puasa, biologi hanya
memiliki dua hari tersisa untuk melakukan meet sedangkan masih ada dua bab yaitu bab
imunitas dan reproduksi. Bu Puspa pun memutuskan untuk menjadikan dua bab ini sebagai
bahan ulangan semester dimana ada 25 soal, reproduksi 13 sistem imun 12 dalam bentuk
pilihan ganda. Kemaren hasil ulangan akan Bu Puspa crosscheck ulang. Bu Puspa memilih
menggunakan eclass karena eclass dipegang oleh Bu Puspa. Berbeda dengan CBT yang tidak.
Di eclass kalau telat semenit akan membuat nilai 0 karena tidak terekam. Akhirnya banyak
yang wapri Bu Puspa menanyakan perihal nilai. Bu Puspa akan mengcrosschecknya bila
banyak yang 0 maka akan diulang. Bu Puspa mengingatkan penilaian lebih di kehadiran,
keaktifan, dan pekerjaan dalam bentuk portofolio. Terakhir adalah nilai ulangan. Maka anak
anak yang sudah mengemas pekerjaannya sudah bagus tidak usah takut karena memiliki
banyak tabungan nilai. Namun kalau ada yang asal-asalan, maka akan kesulitan karena tidak
ada tabungan nilai. Bu Puspa memuji ipa 5 yang rajin-rajin, berbeda dengan ipa 4 yang masih
ada yang ngasal. Bu Puspa memuji Thezar, Engeline, Dwi, dan lain-lain karena dapat
mengerjakan dengan baik. Bu Puspa juga mengingatkan tentang tugas akhir dimana semua
portofolio diprint di kertas A4 dengan lengkap bersamaan dengan refleksi yaitu pendapat
300