i Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1
ii Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1
iii Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 LARUNG Sastra Antologi Puisi Jilid 1 DAPUR SASTRA JAKARTA 2022-2023
iv Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Judul Larung Sastra Jilid 1 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Editor Remmy Novaris DM Erndra Achaer ISBN: 978-623-6244-70-8 Cetakan: Pertama, 2023 Ukuran 14 x 21 Cm Tebal xiv + 270 halaman Penerbit: Teras Budaya Jakarta Alamat JL. Raya Lenteng Agung Timur, Gg H Zakaria 1 No 32 Tlp 021-72737356/ WA: 081298960280 email: [email protected] Jakarta Selatan Copyright© Hak cipta dilindungi undang-undang
v Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 PENGANTAR ANTOLOGY DSJ LARUNG SASTRA. Ulang tahun atau merayakan hari jadi sambil meluncurkan buku, hal biasa, terlebih yang berulang tahun itu adalah sebuah lembaga penerbitan seperti DSJ (Dapaur Sastra Jakarta). Di masa sekarang, menerbitkan buku sangat mudah dan gampang. Asal ada uang, ada bahan untuk diterbitkan, pilih saja, mau dicetak oleh penerbit mana? Banding masa sebelum tahun 2000-an, penerbitan dan percetakan buku terkuasai oleh beberapa penerbit saja. Ingin menerbitkan buku, harus mengikuti aturan sepihak para penguasa tersebut, seperti mutu tulisan, siapa penulis dan nama penulis. Belum lagi jika hal itu dikaitkait dengan prestasi Si penulis. Di bidang sastra puisi, teater, dst. Demikian juga para penerbit majalah dan surat kabar, aturan yang sama berlaku. Karena itu, mereka yang bukunya terbit atau dimuat pada harian atau majalah tertentu, akan bangga pada pencapaian. Sebab dengan demikian adalah bentuk pengakuan eksistensinya sebagai seniman. Tapi sekarang beda. Anda bisa menerbitkan buku menurut kebisaan anda atau bahkan dimungkinkan mendirikan penerbitan sendiri (indi). Kehadiran penerbi-penerbit indi di berbagai daerah, memudahkan seseorang untuk menerbitkan antologi puisi tanpa (bahkan sering tidak disertai catatan kritis penerbit) mempertimbangkan mutu bahkan nama penulisnya. Akibat dari itu, berjamur antologi puisi di mana-mana sebagai akibat kebebasan berekspresi melalui berbagai penerbit yang ada. Seiring dengan itu hilang pula dari peredaran para kritikus sastra yang sangat dibutuhkan untuk menafsir, menganalisa dan menjelaskan dari berbagai sisi sebuah karya sastra, khususnya kritik puisi.
vi Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Berharap bahwa DSJ (Dapur Sastra Jakarta) yang memanfaatkan situasi itu melalui pergulatan pikiran seorang seniman – sastrawan Remmy Novaris DM yang (mungkin) telah lama jadi idamannya. Maka lahirlah di bulan November tahun 2012 Dapur Sastra Jakarta, jadi November 2022 adalah tahun keXII DSJ meramaikan jagat sastra Indonesia. Pendiri dan pemilik DSJ (Remmy Novaris DM) yang bertangan dingin itu, jatuh dan bangun, bahkan bangun lalu jatuh hahahaha demi cinta pada dunia sastra. Tapi bukan hanya menerbitkan buku-buku sastra (puisi dan esai) para pesohor sastra di negeri ini, DSJ juga kerap mencari para pemula untuk dibimbing, diarahkan, kemudian buku mereka dipublikasi. Jadi jangan heran jika banyak penyairpenyair pemula jadi bagian dari kisah DSJ. Tapi bukan berarti bahwa anda yang sudah menulis dan termuat dalam ontology DSJ Larung Sastra ini adalah pemula. Membaca sekilas tema antologi DSJ ini semula terasa terarah dan condong kepada sorotan soal larung, yang bisa menimbulkan makna past oriented, bukan future oriented. Belakangan justru (setelah membaca berberapa buku seperti : Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ensiklopedi Indonesia, The Story of Java, Larungan Tradisi dan Religiositas). “Larung “ menjadi sorotan dan mutiara refleksi yang bernas untuk bekal melangkah ke masa depan. “Larung” bukan saja bermakna konotatif sebagai arah dan tempat menuju destinasi (spiritual). Setidak-tidaknya, bunyi “larung” dalam antologi DSJ kali ini, menyiratkan suatu ungkapan menelusuri proses kelahiran makna atau bentuk-bentuk eksplisit lainnya melalui tanda, simbol, dan terutama teks dalam rangkah mengamati perkembangan dunia lingkungan para penulis (konteks). Asumsinnya ialah bahwa realitas (konteks) merupakan suatu tanda dan teks yang butuh ditemukan. Bahkan anda (pembaca) bisa membuat kesimpulan pada teks dalam antologi ini sebagai suatu cara “larung” untuk menemui (menemukan) tanda, simbol, serta teks yang baru. Bukankah”ontology yang sedang anda baca ini adalah konteks
vii Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 untuk menemukan tanda, simbol, kemudian melahirkan teks sendiri? Jadi bunyi “larung” pada antologi ini dapat dimaknai sebagai suatu proses spiritual menemui (berjumpa) pada tanda, simbol dan teks yang melahirkan makna. Di situ, konotatif atas bunyi “larung” pada antologi DSJ Larung Sastra ini. “Larung” juga dimaknai secara denotatif sebagai cara atau metode untuk mencapai kinerja atau performansi tertentu. Butuh kesigapan, kehati-hatian atau sekurang-kurangnya bertahan dalam kinerja yang selama ini sudah dilewati terutama ketika Pandemi Covid-19 menghampiri manusia di bumi ini. DSJ tentu tidak luput dari itu. Mengembangkan medode ekstra agar dapat bertahan dan menang adalah mutlak, kalau tidak, akan terhempas. Dapur Sastra Jakarta merasakan itu, meja kerja, mesin cetak, computer dan mesin fotocopy, bisu dan berdebu. Bukan karena tidak ada order penerbitan buku, tetapi karena pembatasan pada ruang gerak. Harga-harga naik, tinta, kertas melambung hampir tak terjangkau. Ontologi DSJ vakum selama 2 tahun. Mengakhiri tahun 2022 Covid-19 melandai, PPKM level 4 sampai 1 dicabut. Gairah seluruh dunia serentak bergelora, berbagai industri barang dan jasa menggeliat. Dunia yang sepi dan sunyi selama 2 tahun, jadi ramai, Market tradisionil dan modern Kembali semarak dan ramai. Perputaran uang di mana-mana bergulir dinamis, termasuk ruang kerja DSJ. Dalam konteks seperti di paragraf ini, bunyi ‘larung’ jadi relevan sebagai denotasi, bagaimana memaknai peritiswa Covid-19 yang memaksa manusia dengan keras untuk mencari jalan keluar serta berpacu dengan waktu agar dapat bersamasama keluar dan bebas dari amuk covid-19. Berbagai uji coba dengan banyak jatuh bangun dilakukan, demi menemukan cara paling efektif agar Covid-19 mereda, namun dampaknya belum juga sirna. Malahan disusul perang Soviet vs Ukraina. Juga ketegangan Taiwan vs China. Serta krisis di Eropa dan gonjang-ganjing (lagi) di Amerika. Semua peristiwa itu, terutama amuk covid-19 butuh di ‘larung’ sebagai pembebasan dan
viii Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 keberhasilan manusia dari kurungan maha besar selama 2 tahun itu. Memasuki awal tahun 2023 Indonesia didominasi kabar gembira dengan berbagai indikator pencapaian makro yang bisa membuat tepuk dada. Namun realita ke depan ternyata tidak bisa berlama-lama eforia apalagi jumawa. Data menunjukkan setidaknya ada 70 negara yang mengalami kesulitan ekonomi (sebagai dampak covid-19), dan bisa menimbulkan sentimen negatif pada Indonesia. Keadaan eksternal yang serba tak bisa diduga menuntut untuk membangun kemampuan adaptasi yang cepat dan trengginas. Dalam situasi serba tak dapat diduga yang membawa komplesitas masalah, harus berupaya terus untuk memahami segala tren dan arah ke depan, termasuk kemampuan memilih dan memilah prioritas utama. November tahun 2022 Dapur Sastra Jakarta (DSJ) merayakan 12 tahun perjalanan penerbitan dan percetakan buku sastra. Banyak jalan dan cara yang sudah ditempuh dan memberikan dampak positif bagi eksistensi ke susastraan di Indonesia, khususnya puisi, esai dan cerpen. antologi DSJ Larung Sastra ini seharusnya diluncurkan pada ulang tahun ke12 DSJ tetapi banyak kendala di balik rencana tersebut sehingga tertunda sampai tulisan sederhana ini diketik. Setidak-tidaknya bisa diluncurkan pada akhir atau pertengahan Februari 2023. DSJ selalu konseren dengan rencana, soal lambat atau tepat waktu, tergantung pada kondisi sekitar. Yang pasti tidak akan berhenti atau gagal sepanjang kontributor (penyumbang tulisan) mau bersabar menunggu peluncuran buku yang dimaksud. Begitu sikap pengayom (DSJ) mengayomi dunia sastra di tanah air. Sebagai pengayom, DSJ harus cerdik menemukan bentuk kreatifitas dalam “Semboyan Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani” Itu yang dimaksud dalam paragraf ke-dua dalam kata pengantar ini (menemukan pemula, membimbing, mengantar dan menerbitkan buku pemula). Ini sebagai pembeda DSJ dibanding penerbit lain yang sejenis. Dan itulah hakekat pengayom sastra. Hakekat pelindung sastra melalui
ix Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 penerbitan karya puisi, esai dan cerpen sebagai legesi untuk generasi mendatang. Ini dokumen ke-abadi-an para kontributor. Ijinkan saya menulis dua cuplet puisi, mengakhiri catatan pengantar ini. Larung Selamat ulang tahun ke-12 Dapur Sastra Jakarta, selamat mengayomi sastra Indonesia. Salam dan doa Romo RW Marthin.
x Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1
xi Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 PENGANTAR DAPUR SASTRA JAKARTA Komunitas Dapur Sastra Jakarta adalah sebuah komunitas yang tumbuh dari sebuah peralihan dan pergeseran media cetak ke media digital. Sebuah komunitas yang berusaha menjawab setiap tantangan tanpa meninggalkan media cetak sebagai sebuah jejak yang merekam secara utuh perjalanan setiap penulis, baik yang sudah mapan maupun penulis baru. Komunitas Dapur Sastra Jakarta, adalah sebuah komunitas intelektual yang kreatif, yang tidak hanya berbasis di ruang publik yang maya, melainkan juga ruang publik yang nyata di mana setiap individu untuk mengenal karakter pribadi masing-masing para penulis sekaligus sebagai mahluk sosial yang menyadari nilai kebersamaan untuk mencapai nilai kualitas yang utuh dan mandiri. Berdasarkan prinsip itulah, Dapur Sastra Jakarta, menerbitkan antologi bersama setiap tahun, bukan sekadar sebagai peringatan keberadaan awal komunitas pada bulan November 2011 hingga 2023 sekarang ini, tetapi juga sebagai evaluasi para anggotanya. Sebuah evaluasi yang dapat memberikan narasi pada setiap anggota yang datang dan pergi maupun yang tetap bertahan untuk terus berkarya dan peningkatan kualitasnya. Maka dari fenomena inilah tidak sedikit karya-karya penulis terbaik bermunculan kepermukaan. Bahkan lebih dari itu, menempatkan para penulis anggota DSJ yang tekun dan konsisten pada tataran tingkat nasional, bagi para penulis baru maupun yang sudah mapan untuk lebih
xii Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 lebih menempatkan eksistensinya bukan menjadi penulis sekadar. Beberapa penulis misalnya seperti Jamal Irot, Iverdixon Tinungki, Rudi Pofid, Irawan Sandya Wiraatmaja, Soetan Rajo Pamuncak (almarhum) dan sejumlah penulis lainnya dapat mengambil posisinya masing-masing sebagai penulis dengan mendapatkan penghargaan dari lembaga-lembaga formal baik swasta maupun pemerintahan. Baik yang diselenggarakan oleh Hari Puisi Nasional, maupun Pusat Bahasa. Fenomena inilah yang berusaha tetap diisi oleh komunitas DSJ, bukan saja penulisan kreatif tetapi juga keritik tanpa perlu membuat kegaduhan dari kekosongan nilai-nilai itu untuk tetap mengisinya. Itulah sekilas mengenai eksistensi komunitas Dapur Sastra Jakarta yang bersinergi dengan penerbit Teras Budaya Jakarta untuk tetap memberikan ruang seluas-luasnya bagi para penulis, baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Salam Kreatif.
xiii Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 DAFTAR ISI Pengantar Romo We iii Pengantar Dapur Sastra Jakarta ix DAFTAR ISI xi 1. A. Rahim Eltara 1 2. Acep Syahril 4 3. Adipati Deiter 6 4. Agoes Andika, Ask 9 5. Akhmad Sekhu 12 6. Alghie Suwandi 15 7. Ali Imron 18 8. Aloeth Pathi 20 9. Amat Selamat 23 10. Andi Jamaluddin AR AK 25 11. Anna Sylvia 27 12. Apri Medianingsih 29 13. Arief Rahzen 31 14. Arther Panther Olii 34 15. Azis Nurhadi 37 16. Badaruddin Amir 40 17. Bi Yang Lana 43 18. Bunyamin Fasya 46 19. Christoforus Thena 49 20. D’ Eros Sudarjono 52 21. Daru Maheldaswara 55 22. Debra H. Yatim 58 23. Dedi Tarhedi 62 24. Dedi Wahyudi 64 25. Della Red Pradipta 67 26. DG Kumarsana 70 27. Dian Mangilemba Borosi 73
xiv Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 28. Dian Rusdi 75 29. Dionisius Agus Puguh Santosa 78 30. Dormauli Justina 81 31. DN Sarjana 83 32. Drew Andini 86 33. Dwi Aji Prajoko 89 34. Dwita Utami 92 35. Dzakwan Ali 95 36. Eddy Pranata PNP 98 37. Edy Samudra Kertagama 101 38. Elisabeth Triningsih 104 39. Elly Azizah 107 40. Elma Susanti 110 41. Emmelia M. 113 42. Endang Supriyadi 116 43. Erndra Achaer 118 44. Erwan Juhara 121 45. Esther Dwi Magfirah 124 46. Evi Maulany 126 47. Fahmi Wahid 128 48. Fanny J. Poyk 131 49. Farida Zuhriyah 134 50. Firman Wally 137 51. Gilang Teguh Pambudi 140 52. Gimien Artekjursi 143 53. Giyanto Subagio 146 54. Hadijah 149 55. Hafney Maulana 152 56. Harna Silwati 155 57. Hasani Hamzah 156 58. Henie 158 59. Henny Purnawati 161
xv Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 60. Husin Sutanto 164 61. Ibu S/Asikah 167 62. Ibrahim Siregar 169 63. Iis Singgih 170 64. I Ketut Arya Kenceng 173 65. Ikhlas El Qasr 176 66. Indri Yuswandari 179 67. Jang Sukmanbrata 182 68. Jauza Imani 184 69. Jei Sobarry Buitenzorg 186 70. Kurnia Effendi 188 71. Lucyana Virgine 192 72. M. Anton Sulistyo 194 73. Made Aripta Wibawa 197 74. Mario D. E. Kali 200 75. Martini 203 76. Marwati Mustari 206 77. Mas Jumadi 208 78. Masya Firdaus 211 79. Meilani Ambarwati 213 80. Meita Jeane Pangandaheng 216 81. Merawati May 219 82. Mintarsih Mimin 222 83. Mizniwati 224 84. Mohammad Khizam Sukrillah 227 BIODATA 231
xvi Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1
1 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 A. Rahim Eltara DI SEBUAH DERMAGA Peti-peti kemas mengurung murung dalam senyap tali temali menggigil di sudut dermaga tak mampu mengikat janji. Dalam deru laut menyimpan rindu pada ketabahan karang pada kepasrahan pesisir,dan pada wangi peraduan Senja selalu merawat aroma rindu seperti rindu dermaga pada kapal-kapal yang singgah walau tak membawa kabar dari beribu teluk. Kulihat bayang matahari terbaring di atas patahan ombak, kala aku mencium aroma luka dalam dada Sumbawa,13/10/2022
2 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 A.Rahim Eltara PARAGRAF KEMATIAN 1/ dari rindang pohon kamboja kupuisikan duka mendalam lalu angin menggugurkan usia bunga-bunga menjadi kembang sunyi batu nisan harumnya membuai tanah merah bata 2/ embun pagi menetes dari sepasang mata peziarah melepas waktu dari pucuk rerumputan matahari telah ranum di puncak pepohonan sembari mengeja ayat-ayat langit dalam rongga dada 3/ sepasang pipit hinggap di hamparan perdu mematuk-matuk sepi dengan tasbih para malaikat serempak menundukkan wajah: subhanallahi walhamdulillahi 4/ segerombol laron mengitari kap lampu dari kepak sayap kita belajar mencintai kematian betina dan jantan saling merebut cahaya dari pijar alif sang khaliq 5/ seekor cecak mengendap-ngendap dalam bayangan pigura sekawanan kupu-kupu kecil sibuk mencari kiblat untuk mendoakan diri agar Tuhan tak lekas menjemputnya pulang
3 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 6/ sekujur jasad berkendara keranda senja dengan iringan bunga-bunga zikir dan sholawat menuju tanah lahat paling sunyi duka di dada terbasuh doa-doa para pelayat Sumbawa, 11/11/2022
4 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Acep Syahril SEBELUM MENUTUP DAN MEMBUKA PINTU HATI : daeni lalu kau pun menangis dengan tubuh serasa terbakar hatimu melepuh membaca serakan kata dan serpihan daging waktu dengan amis darah yang sulit dibayangkan ini bukan kisah cinta memabukkan seperti drama die räuber tapi benar kisah cinta yang sengaja kau hidupkan diantara gaun pengantin dan kelambu yang bertahun-tahun kau singkap disetiap tengah malam buta katamu lalu kau pun menangis dengan wajah semerah padam kau bilang kemasilah hati betinamu itu biarkan hatiku melepuh dan tak perlu kau bersumpah demi siang dan malam lalu kau pun menangis dengan kata-kata berkarat ketahuilah cintaku bahwa perselingkuhan itu tidak selalu harus saling menyentuh atau saling membenamkan diri dengan pupuk kata-kata yang kau siramkan ke hati betinamu itu sama halnya kau menyingkap selimut di dalam kelambu cinta kita lalu kau pun menangis dan meminta padaku untuk sama-sama menutup dan membuka pintu hati setelah tahun berganti indramayu 2022
5 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Acep Syahril SETELAH PENDAKIAN MALAM ITU : daeni setelah itu kita pun berkemas seperti para pendaki gunung burung-burung kecil dengan cicitnya melengkapi tarikan nafasmu seperti gesekan biola pada konser dikejauhan kota tua kau seliplan air mata diketerlentangan malam dahaga di luar ribuan laron berkejaran dengan hujan orang-orang memasang perangkap di bawah kilatan petir dan kau mendekap erat setiap jengkal kebahagiaan setelah itu kitapun berkemas dengan rambut basah tergerai kau kuliti setiap kata yang mengalir di tubuhku tapi tidak kau temukan biji mata perempuan manapun disitu kecuali kemaluan para koruptor politisi mabuk polisi hakim dan jaksa dengan nomor sepatu berbeda indramayu 2022
6 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Adipati Deiter DI HADAPAN TRAFFIC LIGHT di hadapan traffic light dan debu yang menempel di muka juga asap yang berusaha menembus rongga dada aku melihat pengamen itu belum hilang tenaga untuk meraut cita-cita di sebelah kirinya di bibir trotoar seorang ibu dengan balita di dekatnya tampak penuh daya meminta receh dengan mengangkat mangkuknya tidak hanya di sini mereka ada di sana dan di sini di sini dan di sana sementara di seberang jalan itu di balik tembok kokoh di pengamanan yang berlapis juga bersenjata di belakang meja kayu berlapis kuasa seseorang berpakaian perlente menyantap menu empat sehat lima sempurna dengan lahapnya dari hasil memiskinkan yang miskin. (2022)
7 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Adipati Deiter KUATRIN DI MASJID ISTIQLAL di samping pilar masjid istiqlal rakaat demi rakaat dirangkai cermat untuk langkah mendekat untuk upaya merapat di punggung lantai masjid istiqlal ayat-ayat seperti api yang membakar doa-doa seperti gletser yang beku lalu dengan apa aku merayu? (2022)
8 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Adipati Deiter SEPANJANG DAAN MOGOT deru angan-ingin itu campur debu, keringat dan rangkaian maklumat di halte trans jakarta puisi-puisi mengular hingga dada trotoar di atas kepala matahari melotot nanar angin hilang tenaga jangan sekali-kali kau tanya perihal self healing sebab hari raya tlah lama binasa di sepanjang daan mogot kami hanyalah sekumpulan angka yang berlumur ketidakberdayaan yang terus merayap meski napas megap-megap meski harapan nyaris sekarat. (2022)
9 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Agoes Andika, Ask. PEREMPUAN DALAM MIMPI Serasa di atas langit beralas awan pembaringan membalik pikiran matamu melirik sambil tersenyum meliuk mengapit mimpiku entah kelahiran di mana tertawamu meraba masa lalu mendekap wajah sendiri disorot lampu panggung Teruslah menggoyang bulan tubuhmu beraroma langit meretas bintang semalaman melintas sesaat dan aku rasa dicinta dengan lirik dan kecupanmu menarik masa depan jadi roda pedati menggulung kini masa lalu terlipat aku atau siapa bermimpi menari di atas awan Baleagung, tengah Nopember 2022.
10 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Agoes Andika, Ask. MENGEJAR BAYANGAN Langkah bergegas mengejar bayangan di depan ia berpacu dengan waktu saat pagi masih beralas dingin barat dan timur berjarak helaan napas di jalan sunyi tempatku mengayun asa hari-hari terulang menimbun hitungan makin menjauh pada derap berikutnya Di mana memulai dan berakhir hanya diri mengatur wajah gelap tak beraturan di jalan berkerikil akan terinjak jua ‘tika beranjak melentingkan mata ke atas pandangan siapa lagi menjadi bayangan menyusuri jalanan belum bermatahari tetaplah mengunyah tawa melukis senyum di pangkuan langit Baleagung, 15 Nopember 2022.
11 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Agoes Andika, Ask. MENDENGAR RINDIK DI SIANG HARI Angin menggesek awan kemudian berpaling mengejar suara di langit baleagung saat ini bunyi rindik terurai menumpuk sepi di halaman sunyi menggaru-garu tanah i pasek menggeliat menarikan bunyi mengelilingi leluhur menatah matahari tersangkut beringin di jaba tengah pura Menata bunyi buluh di siang hari masih hariku terikat bale panjang dilukis warna merah, putih, hitam jadi lambaian penari berkipas paras mengikutkan suara itu berulang akan menunggang awan putih menuju sanggar agung lalu bersimpuh menghitung masa lalu akankah bunyi itu berganti? bersuara nanti? Baleagung, 16 Nopember 2022.
12 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Akhmad Sekhu BELENGGU KALABENDU Belenggu kalabendu muncul di siklus orang datang-pergi, hidup-mati, Saling bertarung di batas antara kebajikan dan kejahatan yang tersamar Seperti korupsi yang menjalar dalam konspirasi begitu rapi tersembunyi Bagaikan api yang menjalar di jasad kayu kabar begitu cepatnya terbakar Saat sesosok orang terkuak, segalanya jadi tampak, sungguh tak ada lagi Yang bisa disembunyikan, apalagi berlari dari bayang-bayang sendiri Harta kemewahan dipertontonkan, kemudian mangkir dari pemanggilan Tapi tentu secepatnya akan dijemput paksa, pengadilan segera tercipta Ini negeri sudah berdiri setengah abad lebih yang dirayakan begitu megah Tanpa memahami negeri ini masih dijajah, bahkan tumbuh penjajahan baru Tak dapat dielakkan, kecuali saling tuding yang sebenarnya menuding itu Ke muka diri masing-masing, berlomba lakukan kesalahan berulang-ulang Apa yang harus dilakukan jika kebenaran semakin dalam disembunyikan Rezim atas nama kemanusiaan, juga atas nama pengampunan pada semua Pihak yang merasa dirugikan, tanpa tahu duduk perkara yang sebenarnya Kembalilah kembali pada awal-muasal muara dari kebenaran yang hakiki Tonggak-tonggak sejarah selalu berdarah-darah dari masa ke masa tak ada Hentinya membuat luka-luka yang semakin lama semakin bertambah parah Tanpa tahu obatnya, kecuali terus menambah penderitaan demi penderitaan Tak berkesudahan terus berhutang menambah daftar panjang ketakberdayaan Belenggu kalabendu semakin tak ada juntrungan sejak diramalkan Jayabaya Semua merasakan getah akibatnya dari segolongan orang
13 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 memperebutkan tahta Karena tergoda kekuasaan yang melenakan, bahkan begitu sangat memabukan Hingga selalu memikirkan untuk melanggengkan kekuasaan yang sebenarnya semu Dk Karangjati, Munjung Agung, Kramat, Tegal, 2022
14 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Akhmad Sekhu JAKARTA ADALAH KITA Jakarta adalah kita Ibukota yang mengasuh ratusan juta anak bangsa Semua pendatang tetap ingin diperlakukan sama Setiap orang ingin dapat penghidupan yang layak Jakarta adalah kita Pusat pemerintahan yang mengatur banyak kegiatan Kota tak pernah tidur dengan aktifitas tak terbatas Siklus pekerjaan siang-malam yang tak berkesudahan Jakarta adalah kita Pusat bisnis yang meladeni gaya hidup orang-orang hedonis Pasar yang tetap menggeliat dalam seluruh sendi kehidupan Para pebisnis ingin sebesar-besarnya dapat meraih keuntungan Jakarta adalah kita Kota kolaborasi yang mewadahi kegiatan kota-kota sekitar Derap kebersamaan menghadapi setiap tantangan zaman Semua ingin dapat tempat untuk mewujudkan cita-citanya Jakarta adalah kita Ya, kita semua boleh menirukan apa saja yang ada di Jakarta Masih tetap jadi tempat untuk mengadu nasib dan peruntungan Kesaksian gelegak semangat bangsa kita yang selalu menggelisah Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, 2022
15 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Alghie Suwandi ELEGI SUNYI PARA PELUKIS PERADABAN Seperti biasa, seulas senyum menemani tatapan penuh kasih tersebar di ruang kelas kami. Mengawali perjumpaan suci mengurai langit mimpi. Menjumputi setiap bias cahaya di mana pun ia jatuh. Mengendarai gelombang pelangi menyeberangi kebesaran as-sama’i. Di kursi-kursi bumi, anak-anak langit mencari jati diri. Beribu tikam mata menatap menanti jawaban berarti. Pada warna yang telah mereka bawa. Tentang gambar yang ingin mereka rupa. Para pelukis peradaban memeluk mereka satu persatu. Dalam kemiskinan, mereka ejakan kata kemakmuran. Dengan kesahajaan, mereka gemakan kejayaan. Bersama ketakberartian, mereka coba memunculkan kepahlawanan. Lalu seperti biasa pula, seulas senyum mengakhiri perjumpaan kami. Menginggalkan jejak-jejak mimpi yang mungkin bisa dititi para pewaris negeri. Sedangkan para pelukis peradaban itu harus kembali menjejaki bumi. Menjilati lagi, lorong-lorong merah hitam, kenyataan perih hidup ini. RSUD Purwokerto, 4 Desember 2022 Stangkai Kasih Putih Alghie Suwandi
16 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Alghie Suwandi BINTANG-BINTANG TEMARAM DI LANGIT PERADABAN Lebih dari seperempat abad telah lewat. Kulukis gambar keemasan di kaki peradaban. Pada kertas-kertas putih, hijau, kuning, merah, biru, ungu, kelabu dan sebagian hitam. Merupa bentang sawah, ladang, danau, laut, gunung, bukit, padang dan hutan. Janjikan senyum dan tawa, yang kuharap mampu selalu mengembang di sepanjang zaman. Namun, ketika kuas-kuas cinta kusapukan di atas kanvasnya. Terkadang segenap warna tergelam di pekat merah hitam. Tak peduli, apakah warna yang kuguratkan itu hijau, biru, kuning, ungu, atau bahkan hingga di kekuatan putih cemerlang. Semua lenyap hilang, terserap gelapnya kanvas jiwa para pewaris peradaban. Meski juga masih dapat pula kutemui, sederet gemintang yang masih mampu berkilauan. Memijar di antara gugus-gugus bintang temaram. Memberi kabar gembira, tentang arah mimpi yang bisa dilayari para petarung masa depan. Jakarta, 29 November 2022 Stangkai Kasih Putih Alghie Suwandi
17 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Alghie Suwandi TIANG-TIANG RAPUH Di sebuah persimpangan jalan kampung kumuh, seorang gadis kecil usia sekoah dasar, menangis terisak sambil bicara lewat telepon genggam, “Sayang, sumpah, cinta gue semuanya cuma buat elo. Kan udah gue buktiin. Lo udah berkali-kali nidurin gue. Masa lo masih ga percaya juga?.” Sepotong puisi pilu itu, mengalir dari bibir-bibir mungil tiang-tiang rapuh. Hujan tangis pun bergemuruh di seluruh rongga jiwaku. Menggelegar bagai halilintar jelmakan amuk amarah membakar. Tapi, tembang-tembang sendu sang tiang rapuh, bukan hanya terlagukan di perempatan jalan itu. Melainkan entah di berapa juta tikungan jalan lainnya, semak-semak, taman-taman dan kamar-kamar hotel melati hingga berbintang. Tiang-tiang ini pun kelak akan turut menyangga langit pertiwi. Di pelukannya, nanti harus kita serahkan pula nasib bangsa ini. Tangis Sang Pelukis Peradaban Jakarta, 29 November 2022 Stangkai Kasih Putih Alghie Suwandi
18 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Ali Imron MALAIKAT SENJA Raga senja menua termakan usia Tatap sayu wajah layu namun tetap ayu Goresan kerut tak sanggup pudarkan cahaya kecantikan hakiki anugerah Illahi rabbi Teduh penuh damai tersirat nyata Dalam balut kasih semaikan cinta Merawat aku dari kecil hingga dewasa Tanpa keluh meski peluh menggelayutinya Kini kau tak lagi muda.. malaikat senjaku Ijinkan aku menjaga surgamu dengan baktiku Tak akan ku biarkan surga itu tergores Akan ku rawat meski darah menetes ( Pekalongan, 16 juni 2021)
19 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Ali Imron TENTANG AKU DAN TUAK Segelas tuak yang ku tenggak Bukan untuk membuatku tegak Sekedar lari dari rasa muak Keadaan masih saja buatku penat Jangan lekas marah Tuhan Ini minuman tak memabukkan Terlebih menghilangkan iman Aku bukan hamba kacangan Ijinkan aku untuk menikmati Segelas tuak yang tak seberapa ini Aku tak akan mabuk terlebih mati Tenang saja Tuhan, kau tetap di hati (Pekalongan, 2 juli 2021)
20 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Aloeth Pathi, MERINDU KOTAMU Kubuka tirai menanti lazuardi sapa pagi Kerlip embun pantulan semburat kuning keemasan Gerimis semalam tak sempat aku mengajakmu Susuri jejak kelaluan di Taman Kencana Puncak Gunung Salak menyelinap di awan putih Melatari kenangan bernuansa sendu Nampak berlian timur pada punggung bukit Keteduhan sungging senyummu diantara bunga kemuning Kutitipkan deretan kisah sepanjang bangunan tua kolonial Curahan rasa singgah di ruang hati Tentang bangku taman di tengah hutan kota Tentang sekumpulan rusa lincah menawan di istana Topi Square dalam diam Udara sejuk diantara gerumbul daun hijau Setangkup wangi melati kau petik Mengantar rindu pulang ke kotamu 15032017
21 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Aloeth Pathi, BERPISAH DI STASIUN BOGOR Jalan bergandeng tangan diatas rel kereta Waktu begitu penting dan berarti Percakapan pendek di bangku ruang tunggu Sebelum kau ucap selamat tinggal Ku genggam erat jemarimu sampai pintu peron Menghapus butir bening menetes di pipi Menyibak rambut melepas pelukanmu Berjanji suatu saat kita akan berjumpa lagi Melihatmu dari celah kaca jendela melambaikan tangan Diantara beragam wajah para penumpang Rintik hujan turun di stasiun Bogor Bunyi peluit membawamu pergi Perlahan gerbong berlalu memisahkan jarak kita Ada kenangan tertinggal dari setiap kepergian Mengingat suka-duka membuka kisah lama Perubahan wajah-wajah kita direnggut waktu Kereta senja akan penuhi janji membawa rindumu pulang kembali 10032017
22 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Aloeth Pathi, ANGIN SORE Berdiri di atas panggung Lelaki paruh baya membaca puisi selembar demi selembar lalu membuang di lantai selembar demi selembar Sementara panggung gelap perempuan muda itu memunguti selembar demi selembar lalu membakar jadi cahaya selembar demi selembar Tinggal selembar, lelaki tak membacanya, perempuan itu berhenti, lalu memadamkan apinya.. “kalau lembar terakhir ini tak ku baca, kau mau apa? kau tak bisa membakarnya..” perempuan muda mendekati lelaki itu ilalu berbisik ditelinganya “ingat bang, aku tulang rusukmu bukan tulang punggung, karena dipanggung nyata aku akan selalu disebelahmu bukan memunggungimu” Sekarjalak, 270720
23 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Amat Selamat ATASAN ATAU BAWAHAN Setiap makhluk yang bernapas tentunya memiliki roda kehidupan Setiap benda mati yang bergerak tentu juga memiliki roda kehidupan Perputaran gir, gigi jeruji saling bergelas Dan harus selalu seimbang didalam mesin. Ada yang kecil ada yang besar Ada yang di atas ada yang dibawah Begitulah kira-kira roda kehidupan Seperti negeri kongkalikong contohnya Atasan dan bawahan jauh terbalik Tidak mungkin sama apa lagi seimbang Ibarat manusia memakai celana tanpa baju Di pandang lebih hina Dari pada manusia yang mengenakan baju namun telanjang Justru dipandang mulia Begitulah kira kira warisan yang ditinggalkan //Ajimat/30-11-22/00.07/Pulsak Tanbu//
24 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Amat Selamat PERJALANAN KE DERMAGA Wahai pujangga yang kehilangan arah Janganlah kau diam menunggu Jangan pula kau bergegas pergi Samudera yang luas akan mudah menenggelamkanmu Wahai pujangga yang mencari arah Janganlah kau menimba air ke laut Jangan pula menerima air di langit Gelombang yang besar akan mudah menyapumu Wahai pujangga yang menemukan arah Janganlah kau dayung perahumu Jangan pula menenggelamkannya Bersandarlah di dermaga guru mu Niscaya itu adalah jalan selamat //Ajimat/04-12-22/02.24/Pulsak Tanbu//
25 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Andi Jamaluddin, AR. AK BIAS BATU-BATU LELUHUR Batu-batu tetap kukuh berderet sepanjang lereng Meratus kesedihannya hanya alam digerus baja yang tidak mengenal duka bagai hujan tanpa musim Aruh sungai membentang sejauh lekuk lintang berkecipak telapak kaki jelajah hari-hari esoknya memanggul sekeping Sanggam )* kebersamaan menata jejak, titipan leluhur Batu-batu warisan menyatu raga dalam darah dan jiwa mendermaga di Sungai Balangan biasan kota-kota, sebelumnya //ajarak/09.10.22/01.33/pgt.tanbu// )* Sanggam = motto Kab. Balangan di Kalsel
26 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Andi Jamaluddin, AR. AK MENAMBAT PERAHU DI DERMAGA KUIN Di dermaga kuin )* kau tambat perahu sukma sungai hulu terus mengalir jernihkan jiwa satukan raga tanpa memilah Setiap waktu perahu merah saga diusung mengarung bara yang tidak akan berhenti menyulut jiwa agar melaju pelahan-lahan : waja sampai kaputing )* Di darat, sebatang tiang pohon berdiri teguh sepanjang zaman lima musim selalu kukuh memancarkan cahaya dari tapak jejak leluhur : Patih Masih )* ke segenap negeri menyatukan genggaman sungai mendayung perahu masa lalu dalam pegangan tangan kayuh baimbai )* //ajarak/11.10.22/16.43/pgt.tanbu//
27 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Anna Sylvia MASSAGE Orang-orang yang lelah Tersungkur oleh waktu Di sana jemariku menjamah Setiap lekuk hidupmu Untuk meredakan semua erangan Jemariku yang lentik namun kukuh Akan menanggalkan seluruh resah Pada tubuhmu hingga luluh Semua keluh bersama peluh Namun kau seringkali meminta Lebih dari itu Di mana keperempuananku Kau jamah tanpa perduli Harus aku pertahankan Jika tak bisa kau tambahi atau kurangi Sebab hidupku bukan sekadar Sebuah garis di bawah nominal Untuk semua dipertaruhkan Utk 2022
28 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Anna Sylvia TUBUH Usia boleh menjamah seluruh tubuh Mengeringkan semua perjalanan waktu Namun aku tetap di sini, merampingkan Kehidupan dengan apa adanya Tanpa perlu lagi aku bertanya Untuk apa dan untuk siapa Tubuhkau akan selalu bergerak Menurut anatominya sendiri Yang tak dapat sekadar kau ukur Dari pinggul dan dadaku yang sintal Di mana naluri kehidupan terjaga Tanpa perlu lagi kau bertanya Apakah aku perempuan atau berina Maka biarkan aku dengan terjemahan diriku Dan kau dengan persepsimu Tapi itulah langkahku utk 2022
29 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Apri Medianingsih LEWAT SEUNTAI KEMBANG Entah sudah berapa ribu rasa terungkap Lewat seuntai kembang Atau buket-buket manis pemanis pandang Aku tak pernah berharap pada kuncup hati Yang entahlah apa artinya Yang kutahu dunia begitu apa adanya Setiap waktu kusiram benih-benih waktu Dengan seribu ketulusan Dan kau bersemayam di ingatan Mengajakku berkelana menuju imaji Walau faktanya aku sering tertipu Tak gentar, ku terus mengukir makna di balik tangkai dan kelopak mimpi Berkata pada aroma, pekat membidik harap Bilakah kembang-kembang bermekaran Mewarnai kirab cinta Kusematkan pada buku ilmu dan pengabdian Way Kanan, 27 November 2022
30 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Apri Medianingsih RENDEZVOUS Kemarin tak ada mendung nampak di langit Apa lagi kilatan petir menandakan hujan Kau pernah berucap pada baris waktu yang terlewat Mengajakku berendezvous Bait kehidupan telah lama kita lewatkan Iramanya lesu tanpa nada Tiada geming sapaan angin Cuma sunggingan senyum hampa tanpa bayang menyapaku senyap Sekian waktu cuaca cerah, kau kutunggu Namamu tertera di kontak handphone Tak ada pesan kudapat Hingga mendung hitam menyergap Kau undang aku pada hujan air mata Di rendezvous pamitmu Lewat kamboja-kamboja yang berguguran Way Kanan, 28 November 2022
31 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Arief Rahzen GELIAT ASMARA geliat malam dewi jumpa dewa padu asmara
32 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Arief Rahzen SERAT JASADIPURA Jasadipura menembang serat Rama lewati abad Pujangga Surakarta, pelopor kidung jagat
33 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Arief Rahzen CINTA GELAP Sang Dayang Sumbi tak harap cinta gelap Lutung Kasarung
34 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Arther Panther Olii BELUM BISA KEMBALI KE TUNA engkau ingin terlihat tetap lihai menakar rindu dan membelitnya di setiap batang janji hari ini ke kemarin adalah jalan undur teramat sakau engkau menghalau semua yang diteriakkan masa kecil belum bisa kembali ke tuna engkau memekik namun mimpi menenggalamkanmu ke dasar ranjang menjadi sebulir keringat asing--- sungguh tak dikenali Manado, 2022