35 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Arther Panther Olii SAJAK UNTUK TUAN A [1] “datanglah sebelum keabadian menyapa” itu pesanmu di landai september maka bertautlah kata merebut makna di udara manado hingga di puncak malamnya segerombolan nama berangkat meracaukan pertanyaan membuang heran ke selatan terus ke selatan menjumpai gorontalo berhadap-hadapan dengan paguyaman cuaca mendadak semanis tebu di ladang-ladang transmigran di sana, Tuan A, kami sodorkan dekapan mewujud dalam seikat kembang kalimat beraroma iba dan haru atas kesepian dan wonosari, Tuan A adalah nama teramat asing tiga jam yang menebalkan pantat menumbuhkan umpatan pada bayang-bayang miring pohon kelapa [2] saat siang ke senja, Tuan A kami lembutkan perasaan sembari membayangkan gula madu melumer di atas bola mata yang meredup karena penyangkalan berusia sebelas tahun
36 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 sungguh laun, bergerak serak ke ketiadaan saat senja ke malam, Tuan A bintang-bintang merebut riuh tepi-tepi jalan mewarnakan pulubala, isimu, limboto, dan meledakkkan cahayanya di tanggikiki lantas kami menjadi begitu kerdil, Tuan A kami begitu ingin memetik hasrat terakhirmu yang mengendus dari ayunan sepasang kaki tuamu saat malam ke pagi, Tuan A kata, kalimat, dan semua yang kami tautkan sesungguhnya sajak yang mencoba bijak pada pesanmu di langit utara [3] matahari terus berlari nyatanya engkau tak ingin diam engkau berteriak, pekak o pekak setelahnya kami lihat namamu, jubahmu, jenggotmu memburai, menjadi rona-rona fatamorgana tujuh puluh dua jam perjalanan ini tujuh puluh dua jam sudah sajak ini menuliskan engkau, mewartakan sakau selamat berjalan kembali, Tuan A keabadianmu, apakah terang? Manado, 2022
37 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Azis Nurhadi ROMANTIKA JAKARTA begitulah Jakarta, sebagian menyebutnya sebagai kota sejuta cinta meski berkali-kali harus terluka oleh dusta tetap saja merelakan mimpi-mimpinya bergelayutan saling silang di langit-langit metropolitan begitulah Jakarta, tidak dulu tidak sekarang pundi-pundi rupiah meniscayakan harapan meski tak jarang di antaranya limbung sempoyongan terpedaya oleh simponi yang diciptakannya sendiri begitulah Jakarta, rindu dan cemburu bersenyawa sepanjang waktu lenggang-lenggoknya kadang dramatis, kadang terlihat romantis kadang erotis, tapi mendadak tragis aura fatamorgana acapkali bersitegang dengan balada urban ihwal perseteruan antara nasib dan keberuntungan antara gesekan dan pelukan, jeratan dan pagutan ada irisan, demonstran, polutan, dan oposan begitulah Jakarta, kota pelangi berbias horison tanpa tepi hiruk-pikuknya adalah rindu dendam tak berkesudahan yang tak gampang larut meski banjir datang berulang : Jakarta adalah romantika cinta dan dusta Cepu, 2022
38 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Azis Nurhadi DI SINI BUKAN DI SANA di sini lelaki perempuan bersinggungan bersitegang berburu harap mendekap hasrat berebut nikmat di sana lelaki perempuan bersinggungan bergurauan menimang senyum merenda canda berbagi kisah di sini, di negeri para pemimpi romantika balada berkeping-keping epos luka bernanah-nanah di sana, di negeri para priyayi rindu berbusa-busa nyaris tak berjeda romansa cinta berbunga-bunga di sini rupiah berbasah-basah di sana rupiah beranak-pinak di sini memang bukan di sana solmisasi di sana tak seperti di sini meski di sana dan di sini negerinya masih sama Cepu, 2022
39 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Azis Nurhadi DESEMBER UJUNG meniti desah angin yang gusar lelaki pemeluk mimpi bersedeku mencoba membaca arah kiblat : ( duhai anak-anak pelangi pewaris negeri yang mulai risau berhentilah meracau ) : geliat desember tersisa sejengkal boleh jadi berderet sesal mengapar bisa jadi simponi rindu tersedu : ( duhai anak-anak bestari penjejak mimpi yang kerapkali terbuai muslihat, berhentilah mengigau ) : di ujung yang berona lembayung lelaki berpeluk mimpi bersedeku sendu memendam sejumlah tembang : ( duhai anak-anak pengagum prasasti ada cahaya di sebalik batas yang paling ujung dan gairah cemasmu akan jadi penentu ) : setapak jalan lewati jalan setapak ! Cepu , Desember 2022
40 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Badaruddin Amir: DESEMBER TELAH PERGI desember telah pergi “Selamat tinggal kesenyapan yang malang” serunya dalam perjalanan pulang lihatlah matahari pertama begitu lelah mendaki dinding langit akankah sampai ke kulminasi ? burung-burung pun malas berkicau di langit sejumbut awan tak mau enyah seperti tersangkut di ujung dahan yang patah dan hujan mengguyur bumimu semalam masih juga tawadu menuntaskan kenangan : sisa kesedihan yang dalam selalu desember menjadi akhir dari penantian setelah itu akan datang kenangan : menantimu di penghujung tahun adalah sebuah kekalahan karena kutahu kedatanganmu akan muncul di awal tahun yang baru dan kini desember telah pergi tapi tiba-tiba kau sudah menjadi tua untuk mengenali kebijakan-kebijakan alam Barru, 2020
41 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Badaruddin Amir: SEHARI SETELAH AKU MELAHIRKANMU sehari setelah aku melahirkanmu, sajakku kuletakkan kau di selembar halaman facebook sambil membayangkan kau akan segera dewasa lalu berkelana keliling dunia menempuh hidup yang lain tapi kini entah kau di mana sejak kepergianmu tak ada kabar darimu lagi kau hilang tenggelam dalam jutaan lembaran baru tertindih milyaran berita dan informasi yang lalu lalang sehari-hari aku tak berduka karena kuyakin kau masih hidup di sana yang kuharapkan adalah suatu saat nanti mungkin setelah aku tua dan kita tak saling mengenal lagi tiba-tiba seorang temanku menemukanmu sedang duduk nelangsa di suatu pojok halaman facebook dan berkata : ini anak dari sahabatku, mengapa duduk nelangsa di sini mari masuk nak, ke halaman antologi yang tak banyak di baca orang ! Barru, 2015
42 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Badaruddin Amir: MEMENTO MORI Sebelum subuh ia telah berisyarat untuk pergi maka ia pun mengemasi seluruh hidup kemudian pergi meninggalkan jejak yang membekas di jalan-jalan setapak yang basah ia mendengar ada derap kaki membuntutinya dan suara terompet tahun baru sayup-sayup terdengar jauh di keramaian kota tapi ia enggang berpaling juga tapi gerimis pagi mengingatkannya pada rumah tua yang jadi kenangan dan sisa hujan yang menetes di ujung daun memaksanya berbalik haluan ia mendadak mengingat sesuatu yang masih tertinggal di kamar dalam ia membuka pintu menguak semua jendela dan menyingkap kelambu membiarkan cahaya masuk menerangi sisa kegelapan semalam lalu ia membangunkanmu lagi seperti biasa tapi ia tak menemukanmu lagi dalam tidur nyenyak karena setelah semalam mengarungi rimba raya mimpimu kau telah tersesat di persimpangan jalan pulang Barru, 2017
43 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Bi Yang Lana JELANG TAHUN 2023 Ada apa dengan 2023 Hingga mesti tergopoh-gopoh mengejarnya Untuk apa terlalu semangat menuju 2023 Jika di dalamnya sama saja dengan 2022 Untuk apa ... Jika hanya kembali menganyam luka tanpa darah O, tuan lihatlah lihat Bagaimana di akhir 2022 Awan hitam begitu pekat Pasundan perlaya Cianjur yang tak mujur Gempa mengubur ratusan nyawa gugur Garut lari kalangkabut Takut nyawa tercerabut Maut serasa menyambut Sukabumi merintih Gempa datang serupa serangan Altireri Mahameru mengharu-biru Kaldera batuk lahar menderu Jawa berselimut abu #Sorohdoyong, 14 Desember 2022
44 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Bi Yang Lana BILUR Jejak itu akan terus ada Walau nutfah tak lagi jadi puisi Ia serupa gumpalan darah yang tercacah di ceruk luka Menjadi cendawan yang disenggamai hujan Dan, aku tak lagi sama, seperti kemarin Saat engkau meminang mataku Yang kau jadikan kunang-kunang pada gelapmu Kini aku hanyalah sesat yang sekarat Lalat-lalat berdansa cacaca di atas jiwaku yang membangkai Aku terbahak karenanya #Sorohdoyong, Mei 2020-12 Mei 2022
45 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Bi Yang Lana KAROMAT Rembulan putih bertahta di atas mega-mega Tiap malam-malam kudus Cahayanya masyuk meliputi surga dan neraka Ribuan gelas di bumi berisi air Tengadah Menadah Saling berebut cahaya Rembulan putih bersemayam di gelas-gelas itu Adalah segelas kosong berlarian ke sana - ke mari menggendong bohong Memanggul jumawa Ia berteriak “Rembulan putih ada di dadaku!” “Rembulan putih ada di dadaku!” #Sorohdoyong, 29 Mei - 15 Desember 2022
46 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Bunyamin Fasya DALAM PERJALANAN SEPI Pada malam yang hening Dalam perjalanan sepi Kupanggil namamu Tiga puluh tiga kali kuzikirkan namamu Tanpa henti dalam satu nafas Siti, temanilah aku Sunyi ini begitu membelenggu Dalam perjalananku Selalu saja kutemui kehampaan Rasanya ingin sekali aku pindah dari bumi ini Bumi yang sesak oleh bayang-bayang Aku sudah tak betah Saudara-saudara kita, tetangga-tetangga kita, handai taulan kita Sudah berubah menjadi anjing-anjing liar Suaranya melolong tak karuan Penuh caci maki dan kebencian Mulutnya bau matahari Tangannya ringan, saling mencekik leher saudaranya sendiri Bukankah, dalam setiap urat leher itu tempat bersemayamnya Tuhan? Siti, pada malam yang hening Dalam perjalanan sepi Selimutilah aku, aku begitu menggigil, tapi bukan karena sebuah wahyu yang datang Tubuhku kini membeku, jalan-jalan menjadi gaduh Kusaksikan darah menjadi slogan di dinding-dinding gang sempit Bau anyir membuat hidungku mabuk, linglung tak karuan
47 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Assholatu khoirum minannaum Assholatu khoirum minannaum Sitiku sayang, mari kita bermi’raj saja ke langit Tinggal di sisa bulan yang mengambang Sambil mengembala anak-anak bermain wayang Lalu tenggelam dalam gumpalan awan gemawan
48 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Bunyamin Fasya KEPADA YANG HENDAK PULANG Kepada yang hendak pulang Jangan dulu berjalan, tengoklah barang sebentar Bunga di jambangan sedang mengurai kenangan Kepada yang hendak pulang Jangan dulu berjalan, duduklah barang sebentar Dendangkanlah rubaiyat sebagai pembuka jalan Wahai yang hendak pulang Sungguh aku tak mampu menjadi seruling Menggelik menemani perjalanan Biarkanlah aku kembali pada rimbunan rumpun bambu Menjadi isyarat saat kau datang
49 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Christoforus Thena KISAH DI PUCUK MERUNGGA (KELOR) Aku tatap semua, aku kenang mereka, di daun merungga, tanda mereka juga, pernah menyantapnya. Kini, selalu ada sebagai sayur, kesukaan sejak kecil, walaupun tidak disantap, bersama ayah, ibu, saudara kandung; bukanlah sisa. Merungga ada, untuk mengenang mereka, ada saja kisah di pucuknya, kini masih disantap, bersama keluarga, walau tahun pun silih berganti, ©® Christoforus Thena. Kota karang Kupang, NTT. 31 Desember 2021.
50 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Christoforus Thena CINTA WANITA DI LEMBAH SUNYI Ziarah hidup wanita yang satu ini, tak pernah merasa ada, tanda cintanya yang tak akan surut, di lembah sunyi itu. Di sana ada tatapan kosong sendiri, dalam meramu cinta yang makin, luruh, lalu sisa sisa cinta itu pun, ditambatkan pada kaki langit, di lembah itu penuh harap. Ia menengadah meminta hujan, biar basahlah bumi dan lembah, yang dicintainya, karena mulai kering kusut. Wanita itu terpekur diam dalam sunyi sendiri, dia telah tiada, cuma ada tumpukan hasil di pondok itu. Ada jagung, padi, kacang, ketela, pisang; hasil cintanya pada lembah itu, karena di sana ada tulisan tangan di batu besar : “Manfaatkan hasil ini dengan baik dan hiduplah selaras alam karya ciptaanNya.” Oepoi Kupang, NTT. 9 Januari 2021.
51 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Christoforus Thena KUKENANG NATAL, DI HARI IBU Natal kukenang, karena ibu selalu rebus ubi kayu, nasi jagung, juga pisang, kerang; ikan hasil tuba, dibuatkan kuah asam. Ibu, kukenangkan engkau, sebagai titisan rahmat kasihNya, walau di dusun jauh sekali pun. Mengenangmu dalam ziarah hidup seratus tahun, engkau tetap ibu, mewakili lainnya dari kampung, yang juga kini tiada. Selamat Hari Ibu, karena ada kenangan bersama, penuh kasih nan tulus abadi. ©® Christoforus Thena. Mekon Indah, Kupang, NTT. 22 Desember 2020.
52 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 D’ Eros Sudarjono CATATAN 3 DESEMBER Belum lagi surut rambas beringas masih menyisa sudut batin pun meringkuk kalut tatkala kembali datang meradang guguran awan menerjang suatu siang Tiada mampu menolak riak menggelegak meski harus terima segala luluh lantak adalah kuasa sang maha bijak pada alam berkehendak Dan jelang di akhir tahun usai kabar duka saudara serumpun puing-puing bertimbun kini kami pun beranjak turun tinggalkan rumah, sawah, sepetak kebun dilamun lahar semeru kering, bisu :beku Jombang, 7 Desember 2022.
53 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 D’ Eros Sudarjono UDUMBARA Segenggam misteri pada pucuk-pucuk mewangi laksana balur kesturi pada ruang-ruang surgawi sepenuh arti makna akan satu reinkarnasi atau keberuntungan tiada terperi Adakah kuasa mampu hentikan putaran masa hingga redup bunga-bunga kasat mata? Adakah batas ruang tabir belenggu akan merintang dan rebak harum itu mustahil berpasang? Udumbara, adalah langka mewujud nyata penghias taman nirwana mengejawantah di muka bumi dilamun suci mengabadi Jombang, 18 September 2022.
54 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 D’ Eros Sudarjono DALAM PELUK IBU Setangkup gugu terisak pilu diantara rumputan diam terpaku rambat malam semakin beku tatap bulan meredup hembus angin adalah doa-doa yang bertiup Sulit terucap tanya karena semua pun tak lagi bermakna hanyalah kehendak semesta kepastian yang mesti diterima meski seringkali luka hadirkan deras air mata guratan tajam rasa kecewa Lalu, saat malam semakin beku beriring detakan waktu si buah hati peluruh rindu kembali pulang usai riuh menderu bersikejar gemuruh kaki-kaki bersepatu dan kini terbujur kaku di balik pintu abadi menuju dalam peluk ibu Jombang, 4 Oktober 2022 *Mengenang tragedi Kanjuruhan.
55 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Daru Maheldaswara SEGELAS KEPAHITAN Pagi ini kita larutkan bubuk-bubuk angan dalam segelas harapan. Tiap seduhnya adalah air mata nyeri yang kita aduk menghitam Ketika kepulannya mengawan tangan rampungkan sebait sajak. Kita tersekat bisu oleh pesona kata-kata pahit yang terangkai Tiba-tiba, segelas kepahitan dalam jiwa terasa membeku dingin tak terteguk sia-sia Yogyakarta, 09 November 2022 – Jam : 06.30 WIB
56 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Daru Maheldaswara YOGYA DALAM KALENDER PERADABAN Masih kau simpankah cerita kalamarin Tentang anak-anak penjuru Nusantara Menebari Malioboro dengan kata-kata Menjumputi dan merangkainya jadi puisi-puisi Dan terpancang sebagai tonggak hingga kini? Masih kau dekapkah kenangan kalaitu Tentang anak-anak penjuru Pertiwi Menyemarakkan joglo dan pekarangan rumah dengan latihan drama, gerak musik tari Serangpang duabelas, seudati dan kebyar Yang terpatri sebagai bhinneka tunggal ika? Tempatkan cerita dan kenangan itu dalam dada Sambil berharap suatu saat entah kapan Dapat memanggilnya dengan kerinduan Karena cita-cita yang dibangun jelang tidur Akan tersimpan dan tak mudah dihempaskan. Kemudian catatlah secara seksama Dengan kertas kulit dan tinta darahmu Tentang ulah benalu bertopeng politik Mencabik, merobek, merejam Yogya Demi membagi roti kuasa dan keduniawian. Kejujuran harus dituliskan Keculasan juga harus tercatat. Jangan disembunyikan Seperti juga cinta dan benci yang tak tersampaikan Sebab kegetiran telah jadi prasasti dalam rumah sejarah Yogyakarta Menggumpal dalam dada sebagai ikrar. Kasongan Bantul, 30 November 2022 – jam : 04.15 WIB
57 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Daru Maheldaswara MASJID PAJIMATAN IMOGIRI JELANG SUBUH Tiga bilangan malam dalam kegamangan logika, kubasuh tangan dengan angin kuusap muka dengan embun kugosok kaki dengan debu. Kuraih bintang kurangkai tasbih untuk penyerahan diri bersimpuh berdzikir bertahmid pasrah di kaki-Mu. Dan seribu ayat dalam balutan wangi kasturi membahana menjemput Subuh di masjid Pajimatan Imogiri. Masjid Makam Raja-Raja Imogiri, 12 November 2022 – pukul 03.45 WIB
58 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Debra H. Yatim Pro: Sarton Penulis, jika ingin disebut penulis, kata Ibu May, yang ingin merajut jejak harian harus gegar menghadapi segala sesuatu di luar sana, dan tidak sekadar terhadap apa yang dironakan benaknya; Harus gegau terhadap kucing piaraan, kuncup ilalang, serta apa yang ia cerap dari bacaan sebelum lelapnya. 000 Cinangka, 2022
59 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Debra H. Yatim Rona Terkadang seolah tiap orang Aceh sedang mencari sebuah lantaran. Dalam kebutuhan tertajam kehidupan kita, harkat tidak menunggang serampang dengan oportunisme. Keduanya sudah lama belajar pisah jalan sekian dasawarsa silam meninggalkan penyintasan sebagai anak tunggal yang tersisa, tajuk tunggal dalam permainan. Langit sesumbar menabuh telaga menyapu permukaannya yang bertato eceng gondok, dengan derap tetap irama kendang. Perkataannya adalah sintas, karena mampu menyintas adalah segalanya. Rimba tercium segar, terbasuh. Damai kini telah mendarat begitu mutakhir, aturan mainnya belum lagi sempat menjejak, dan kita cuma sekarang baru mulai menemukan diri sendiri di dalamnya, dalam rona masih samar atau justru benderang dengan keterdesakan untuk mempelajari seluruh perbedaan dan kesamaan kita.
60 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Kita perlu mengalir dan mengizinkan diri mengapung. Perlu ada yang ingatkan bukannya tindak melupa, adalah tindak mengingat sejarah baru yang masih harus kita tempa. Leuser, 2006
61 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Debra H. Yatim DISRUPSI Berkanjangnya kekuatan yang menurun tak cukup luas jika tak ada unsur, tak ada penghambat terhadap ekuilibrium. Kesemua itu hadir karena kehadiran yang baru, yang memulai kontinuum dalam geliat linimasa. Tak ada alasan untuk meratapi harapan, pengulangan yang sama. Dalam derap kelak jika gesek menggeser, akan dijemput pertama oleh pemuaian jangkauan, di titik mana kompetisi menjadi kekuatan utama pengukuran titik kehilangan diabsahkan disrupsi, kondisi faktor langka faktor elastis asumsi yang pindah. Cinangka, 2022
62 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Dedi Tarhedi DI PEMANDIAN CIPANAS GARUT Di Garut, kami berendam air panas pada bak mandi yang menjadi kenangan beringas saat bergumul rindu. Penuh nafsu. Saat itu. Mungkin tak terbayangkan, jika air yang hangat-hangat kuku membuat bibirmu rakus menelan kesepianku Berabad-abad lalu. Kau akan ke masjid, gereja atau ke pura sesudah semua itu, sesudah keramas dan membakar dosa dengan tungku-tungku doa. “Kapan bisa jumpa agar bisa kuhapus sejarah yang terbungkus sia-sia, dalam tujuh tahun nelangsa?” “Tak kupikir itu sebelum kita syah di KUA atau di gereja atau naik ke langit mengharap restu wingit, dan dikawinkan Semesta yang mendukung kisah kita,” katamu berderai air mata. “Naiklah kereta, tiba di kotaku senja jika kau berangkat saat matahari di puncak kepala.” Pintaku saat itu. Tapi kamu mengiba. Ada banyak ini itu yang harus dihitung dan dikira-kira. Apa kamu tak tahu, kenangan tak tercipta tanpa kita membuatnya?
63 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Di Garut, aku meredam nafsu dengan memutar kran air dingin, yang mengubah syahwat menjadi beku Di subuh itu. 1511022
64 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Dedi Wahyudi BUIH BUIH OMBAK PUTIH Buih buih ombak putih Berdiri berbaris rapi Di atas permukaan laut Yang tiada henti bergelora Menghempaskan bongkahan karang Menuju tepian Perahu laju membelah lautan sunyi Mesin tempel menderu kencang Mencapai destinasi pulau impian Berkelahi dengan sang waktu Aku memegang kampung tengahku Agar tak tewas di perjalanan pulang Pulau tujuan belum tampak dari pelupuk mataku Angin laut sore sepertinya Ingin mengajakku bercanda secara lelaki Yang tahan hingga petang hari Aku kira juga demikian Lihat saja nanti Aku atau kau yang kalah Sampai nanti. Karimun, 211122 Pukul 15,42 wib
65 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Dedi Wahyudi SANGKUT Air mineral sudah habis Nasi bungkus telah selesai Gorengan telah masuk ke perut Secangkir kopi habis terkikis Sebatang coklat bernasib sama Sebungkus kacang telur begitu juga Tetapi sinyal yang diharap Tiada kunjung tiba di muka Hanya tinggal mengheningkan cipta Kerja kami belum juga tuntas Waktu yang diberi sangat terbatas Adakah solusi dari pejabat teras ? Karimun, 271122 Pukul 13.48 wib
66 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Dedi Wahyudi ERROR Entah sampai kapan Kami harus menunggu Dari malam hari hingga pagi Atau menanti saat yang tak pasti Jutaan pasang mata berjuang di depan laptop Sebagai penentu nasib para pendidik bangsa Demi keluarga, buah hati, dan sesuap nasi Waktu terus berjalan tanpa permisi Terima kasih Kata manis yang tertera tetapi hampa Wajah ceria berubah menjadi merana Mohon maaf kata sakti yang selalu jadi tontonan Atas kejahatan panca indra tanpa kesadaran Segenap penegak hukum dan aparat Tutup mata dan tulikan telinga Sudah tradisi katanya Sekelumit cerita di negeri entah Karimun, 281122
67 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Della Red Pradipta NYANYIAN SUKMA Kusapa kau yang beristirahat di surga Yang setia mendengarkan bisikanku setiap hari Yang meninggalkan tanaman di rumah tak semangat berbunga Entah engkau temani aku habiskan kopi soreku Aku tidak lagi merasakan kehadiranmu Hari ini tepat 35 tahun kita menikah Nyatanya engkau duluan membiarkan aku sendiri Tak ingat, betapa aku kesulitan berjalan dengan sebelah jiwa Termangu dalam hening, mewarnai lukisan hidup Tak peduli akan matahari dan hujan yang selalu kita nikmati Kujahit perca keseharianku tanpa sosokmu Biarlah angan n kenangan menyatu dalam halu Penziarahan harus terus berjalan Kutatap alam dengan berani Seolah tanganmu selalu menggandeng erat memberi kekuatan (281187-281122)
68 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Della Red Pradipta SALJU PERTAMA DI PENGHUJUNG TAHUN Pepohonan kembali menggigil menyerap dingin Semua daun mengkerut basah Salju beramai-ramai turun memutih bumi Perlahan, tapi terus bak gerimis berjatuhan Hatiku termangu di sudut jendela Tak mampu melukiskan cekung hidupku sendiri Gamang di antara guyuran salju pertama di akhir tahun Kebas, tertindas takdir Tak tersisa panas cinta yang berdegup Semua tertimbun oleh dingin Biru, sunyi, sepi, menuju hilir Tak hirau lagi apakah nafas mampu mengangkat jiwa kembali bergelora Aku cuma ingin menitip dingin di ketiak malam Jangan sampai mati sia-sia tak berpengharapan (081222)
69 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Della Red Pradipta SELALU ADA AIRMATA UNTUKMU Tak tau kemana burung gelatik pergi Tiap pagi, hadir lagi di dahan pohon hatiku Berjingkat, melompat, berkicau, tak peduli suara bising Dunia menjadi tempat yang nyaman untuk menikmati cinta Aku seperti mahluk asing dengan jiwa bergetar Ingin kuraih hatimu, untuk kubawa pergi jauh Menelusuri bagian lain di dunia khayal Yang tak perlu bersembunyi menyintaimu Kutatap engkau dari kejauhan Selalu ada air mata untukmu Karena tak pernah sanggup merengkuhmu barang sedetik (Jakarta 080922)
70 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 DG Kumarsana MENATAP GUNUNG BATUR DARI DESA PINGGAN Seperti mendekat hawa dingin Tubuhmu Seperti mendekap gigil cuaca senja Kubaca garis urat melintang Memanggil kerahasiaan awan Senantiasa terbaca keraguan Melanglang Kian kemari Pinggan di balik gunung Kesunyian membagi hasrat Seperti cinta tumbuh Bersama kabut yang menepi Matahari membelah senja Menatapmu Mata terbagi dua Tiada pesona yang mampu kau sembunyikan Berulang kubaca urat melintang Ketinggian mengulang batas awan menyapa Puncakmu Seperti tak bosan kubaca urat tubuhmu Entah tubuhku punya makna Tertinggal di sini Setubuhi suasana Mu Pinggan 16 oktober 22
71 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 DG Kumarsana MENATAP BATUR DARI DESA PINGGAN Mengunjungi Batur Kawan lama yang lelap memukau Seekor burung lewat Entah bernyanyi Entah bawakan puisi Mengintip kopi yang belum tuntas kureguk Sebatang kretek belum habis Sembunyikan gigil di balik cuaca dingin Asam urat entah Rheumatik seakan setia memanggil Mengunjungi Batur Seperti bergunjing ramai dalam diri Melewatkan waktu sehari-hari Dari tumpukan bata yang kugarap Adukan luhluh bekukan urat jari kaku menari Atau lelehan semen merata dalam dinding Tak rampung Jeda sesaat Kita makan sambal matah Sebungkus nasi jingo Tempe tahu Serta rasa lapar yang nikmat Dalam kedinginan Membentur keinginan Menghuni sunyi Pinggan 16 oktober 22
72 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 DG Kumarsana PULANG KE TANAH ASAL Kembali gelap, tentu membatasi arah mata memandang Kita simpan mimpi dalam perjalanan, biarkan malam merayakan hawa lautnya Cukup kita hayati lewat deburan ombak Kembali balik kandang, dik Sate bulayak sudah berirama dalam perut, bersama rasa tifat cantok Kopi inaq beruga elen sempat menghangatkan dari penantian pelabuhan Kilau jernih mata air Suranadi sudah kita simak sepatuh hati Bersama pancaran air awet muda Narmada dan simpankan sejerigen untuk bekal Tak ada lagi alasan kecemasan akan usia tua Atau menipu diri dengan menyembunyikan berapa gigi kita yang rahib Alat kunyah yang menyudut di geraham Sebuah kenikmatan yang tak selalu menggerutu Warna rambut yang telah beruban Tak ada lagi perlu diperdebatkan sapi, babi peliharaan sudah menanti di rumah Ingatkan untuk tetap beranak Sambil memulai hidup dengan semangkok bubur Jangan lawar nangka – itu rawan dengan beban lambung mengembung asam Apalagi ulam genyol – hindari sementara waktu Cukup bubur, ya bubur saja agar mulut tak letih mengunyah tapi jangan tanya berapa gigi kita tersisa Selat Lombok akhir sep 2022
73 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Dian Mangilemba Borosi PEMULUNG Mengais sisa-sisa harapan dari bak sampah Menggalinya dalam-dalam sejauh tangan menjangkau Mungkin masih ada seberkas hari esok dari setiap lembar kardus Sesuap nasi untuk menghidupi seluruh keluarga. Belantara jalanan ini luas kawan, serasa milikmu Kau membelah pagi dan malam dengan gerobakmu Berpacu dengan fajar, berlari pada mentari pagi Kau terus menerobos pintu-pintu kehidupan tanpa sapaan, semuanya hening. Kau taruh beban kehidupan di pundakmu kawan Langkahmu tetap melewati setiap lorong Bagai pahlawan yang bertarung di medan pertempuran Walaupun hari terasa berat, kau tidak peduli semangat membara dalam jiwa. Pemulung bukanlah sampah masyarakat, mereka juga manusia Mereka bertarung melawan kerasnya hidup Mereka membuktikan bahwa mereka bisa dan mampu Melalui tiap saat dan waktu serta tetap bertahan db, Jatibening 30 Juni 2022
74 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Dian Mangilba Borosi KANGEN Kutitip rindu pada malam yang syahdu Dari jendela kamarku bulan tersenyum penuh misteri Menyapa jiwa dalam hasrat yang menggelora Kutitip cinta pada angin yang berhembus Dari jendela kamarku bintang gemintang mengedip manja Menggoda raga untuk mencumbui bayangmu Kuberharap kau merasai rasa yang mencintaimu Tanpa harus di jelaskan bagaimana sakitnya terbelenggu rindu Malam berjalan lambat dan sangat panjang gelisah tidurku Pulanglah sayang belahan jiwa Pembaringan ini selalu menunggumu db, Jatibening 11 Juli 2022
75 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Dian Rusdi GADIS DESA Aduhai si gadis desa Bibir tersenyum menggoda hati Matanya bening mengedip rasa Rambut hitam ikal terurai Bila malam ia terbayang Merindu esok bertatap lagi Hanya puisi mampu kutulis Namun tak kunjung jua obati Aduhai si gadis desa Betapa ingin hati menyapa Menatap senyuman lebih mendekat Sejak mula hati terpikat Untuknya gadis rupawan Betapa hati ingin meminang Melingkar cincin di jemari puan Mengikat temu dalam mahligai Aduhai siapa gerangan Semampai langkah hati tertawan Kicau burung di dahan-dahan Bolehkah akang mengantar pulang Aduhai si gadis desa Lengkung senyumnya ucap bahasa Bening terpancar dalam tatapnya Indah merasuk mewarna debar Kota Kembang 29/08/2021
76 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Dian Rusdi KERETA SENJA Hampir tak terdengar riuh udara. roda besi terus berderap seirama lagu nostalgia. mengulang-ulang peristiwa. dari stasiun ke stasiun. kota ke kota. Dalam gerbong kereta kelas ekonomi Bandung - Jakarta. orang-orang duduk membisu. isi hati berceloteh tentang entah. dengan gadget di tangannya. Seorang ibu terduduk. matanya lurus menatap luar jendela. anak kecil tidur di pangkuan. tangannya tak lepas memegang mainan. Begitu juga dengan bayangmu. masih setia mengantar stasiun demi stasiun. kota demi kota. tak seperti panorama sepanjang rel. sepintas lalu menghilang. berlari berkejaran tak sempat tinggal. Ujung langit semakin saga. ekor kereta kian jauh tinggalkan kotamu. bayangmu tetap mengusik. bahkan lebih dekat dari jarak kursi ke kursi. manja bersandar enggan pamit. seiring sekaratnya batere. pesanmu pun ikut terlelap. Bandung, 20/04/22
77 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Dian Rusdi SENDOK sendok yang terlentang menyendiri di atas piring tanpa isi bagai telapak tangan menengadah menunggu peran di mangkuk sayuran di gelas minuman kita selalu bersua sendok bagai takaran rakus tangan manusia tak pernah melebihi takarnya tak seperti perut para koruptoryang selalu melar sendokapapun warna dan asal fungsi tetap sama terukur dalam perannya Bandung, 21/0916
78 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Dionisius Agus Puguh Santosa DAPUR SASTRA JAKARTA Dapur Sastra Jakarta, kumpulan orang-orang digdaya: bukan karena kesaktian ilmu kanuragannya, bukan karena kehebatan olah tubuhnya. Tapi, digdaya dalam menyusun kata-kata, digdaya merangkai kalimat dalam karya. Dapur Sastra Jakarta, kumpulan orang-orang kaya cerita: bukan kabar burung, bukan pula cerita bohong. Tapi, cerita kehidupan yang terbingkai realita, cerita manusia tentang perjalanannya. Dapur Sastra Jakarta, kumpulan orang-orang bertekad baja: bukan tekad untuk sekedar nekat bukan ambisi lalu melupakan intuisi Tapi, tekad untuk meneruskan perjuangan tekad melanjutkan jejak sastrawan sebelumnya. Dapur Sastra Jakarta, kumpulan orang-orang penuh kreativitas: bukan asal berkarya demi mengejar kuantitas bukan sekedar berkarya demi popularitas Tapi, kreativitas untuk meningkatkan kualitas kreativitas sepenuh hati perkaya sastra negeri. Banjarmasin, 10 November 2022 Pada peringatan Hari Pahlawan Nasional
79 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Dionisius Agus Puguh Santosa SELAMAT JALAN OEMAR BAKRIE-KU Pagi itu, Di bawah rintik gerimis yang menyapa Engkau memulai pagimu dengan kayuhan sepeda kumbang Berbaju safari, berpeci hitam wajah berwibawa layaknya serdadu yang siap berlaga di medan perang. Pagi itu, Berhias seulas senyuman yang tersimpul Engkau merangkai hari-harimu dengan petuah-petuah bijak Berbalut nasihat mulia, warisan nenek moyang santun kau sampaikan layaknya seorang abdi istana yang berbicara kepada paduka raja. Pagi itu, Dengan membawa setumpuk buku Engkau berjalan penuh wibawa dengan langkah tegap melenggang Meski kutahu di wajahmu tersirat beban akibat tekanan ekonomi namun wajahmu mengajarkan, makna ketabahan yang mendalam Mengabdi negara adalah tujuannya berbakti pada negeri dan Ibu Pertiwi.
80 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Pagi itu, Suaramu terdengar kembali menggelegar Engkau titipkan ilmu yang berguna bagi anak-anakmu dengan sabar dan penuh perhatian Meski kutahu pasti bahwa untuk menjadi sabar, Engkau harus belajar berkorban dan merelakan Namun teladanmu tak pernah luntur, oleh roda zaman yang terus berputar menggelinding mengitari takdirmu untuk menjalani tugas sebagai guru. Pagi itu, Di tengah rintik hujan dan gerimis Dihibur suara guruh nan menggelegar, kabar tentangmu menyeruak hariku Perjalanan hidupmu telah berakhir, Perjuanganmu telah sampai di ujung tapal batas Ujung yang menghubungkan rohmu dan ruang keabadian Kini telah terbuka lorongnya Menyambut jiwa putihmu, Jiwa suci yang telah siap dengan perbekalannya berjumpa Sang Guru Abadi di Surga dalam bahagia dan cerita penuh suka. Selamat jalan Oemar Bakrie-ku! Banjarmasin, 15 Desember 2022 Salam dari kota seribu sungai Banjarmasin
81 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Dormauli Justina PEMBAHARUAN JANJI Di sebalik jendela kamar persegi empat berteman diam-diam denganmu si bingkai kayu, sandaran kepala tanpa keluh, lamat-lamat menelisik cakrawala dalam keresahan tanpa sistematika, membaca-memaknai aroma sendu tanpa ikrar melukai tak juga memaki. Pernah suatu kali di sebuah pertigaan menuju tempat yang sementara ini disebut rumah, tumpahlah entah beban atau duka, begitu saja seolah bumi wadah pelampiasan terakhir tanpa jeda antara hempasan kilat petir ataupun terjang air berangin. Ajaiblah, justru menjadi anugerah sebagai penyembunyi bulir-bulir terjatuh dari sepasang penglihatan yang tak mampu menahan dera selama dua semester lalu, tanpa bubungan doa penumpu raga tertatih ditapaki perlahan tak bersua istirah. Sesampainya tak perlu resah menyeka wajah yang banjir, mereka tak menangkap momen apa pun dan memang tiada perlunya untuk tahu, mana mungkin berbagi muram, lebihnya menari sendiri di atas sepasang kasut kotor dengan senyum tipis di bagian depan dan tawa renyah di belakang. Bersegera melarikan kehadiran dalam bait nan suci sekedar menumpang bertelut di tangga altar, bahkan tanpa alas yang sejak beberapa waktu dibasuh menjadi kotor lalu dibasuh berulang dengan air tanpa mata dan kata-kata magis beterbangan hingga ke langit hati seorang anak dalam figur ibu. Gugah jiwa untuk bangkit dan berdiri sembari berlarian memeluk talenta yang selalu dibawa sebagai persembahan di akhir kisah pemenuhan kaul antara kita saja sebab yang lain menyaksikan tanpa hak bersuara, tampak lilin merah jambu berpendar menuju lingkaran keempat, pertanda belum terlambat untuk terlahir kembali dalam rupa baru tak berpura-pura rindu selayak ragu. Di sebalik jendela kamar persegi empat berteman diam-diam denganmu si bingkai kayu, sandaran kepala tanpa keluh, lamat-lamat menelisik cakrawala dalam harapan tanpa dilema, menulis-menghamburkan aroma cinta tanpa ikrar melukai tak juga memaki. Yk, Desember 2022
82 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Dormauli Justina MENGENANG SANG PENDOA Bukan Desember atau April, tidak juga Oktober atau Maret yang kurindu dan membuat kelu. Hanya malam dimana boleh kudengar desah suaramu yang kian samar disertai ratap panjang tentang harapan bagi titipan Ilahi yang belum sepenuhnya terbentuk rapi. Saat tangan keriputmu menyodorkan kertas lusuh dan memintaku menuliskan beberapa nama. Katamu tak mampu menghampiri orangorang baik dalam hidupku maka doamulah yang akan menggapai dan merangkul mereka agar tetap di jalur tanpa batu dan atau lobang. Ingatanmu tak memudar mengingat banyak nama yang sekedar singgah atau benar-benar hadir dalam perjalanan. Satu per satu disebut dan bibir kecilmu menjalin mereka dalam sebentuk rangkaian doa. Entah sudah berapa banyak yang beruntung masuk dalam daftar permohonan yang kau daraskan sebelum terlelap. Tidakkah kau lelah menjadi pemandu bagi jiwa-jiwa tersesat di sekian persimpangan. Saat Sang Penentu memutuskanmu untuk beristirahat, berapakah dari nama-nama itu hadir untuk melepaskanmu? Bukan Agustus atau Mei, tidak juga September atau lainnya yang kurindu dan membentuk sendu. Hanya saat dimana boleh kudengar desah suaramu dan diam-diam aku mencuri lihat-dengar dari balik pintu karena aku belum mematri raga diri untuk menjadi pendoa bagi yang tersesat maupun yang tidak tersesat pada waktu disebut. Benarlah saja ucapanmu aku tak mampu hadir bagi orang-orang baik dalam hidupku maka kususun doa untuk mereka agar boleh melangkah di jalanan berumput hijau tanpa harus tersandung apalagi jatuh. Sayangnya, terkadang aku terlelap, terkadang aku lelah, atau berdalih doaku membentur langit atap rumah, bahkan angin tak segan membawa lari untaian kata-kata indah bukan ke arah cakrawala melainkan ke pelosok-pelosok tikungan. Yk, Desember 2022
83 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 DN Sarjana MALAM Malam Jangan tidur dulu Masih tersisa Seraut bulan Ditepian ranjang Membalut dingin Dalam dekap jemari Sendirian Malam Dari mana mulai merayu Biar pintu mau terbuka Terbawa serumpun cahaya Penghangat gemulai Tersolek merayu Malam Temani daku Tak mau sendirian Dingin dalam bisu Sebab dia Begitu sempurna (Bali, malam 201122)
84 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 DN Sarjana DI TEPIAN PELABUHAN Entah angin mana Menerbangkan isyarat Untai lembar kenangan Tertambat di tepian pelabuhan Hadir mengusik rasa Ah itu hanya bayang Tak rupa kelebat malam Buat apa mesti termangu Sebentar embun kan menyapu Tapi Mengapa tak berdaya Irama bayang itu Mengalir deras di hati Adakah kau telah merindu? (Tabanan_Bali, 2022)