The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Larung Sastra 1 (e-Book)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Teras Budaya Jakarta, 2023-06-22 06:18:28

Larung Sastra 1

Larung Sastra 1 (e-Book)

Keywords: puisi

185 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Jauza Imani BUKAN PUISI UNTUK EMAK Mak, Ini kali kedua aku menulis puisi tentangmu Tentang sejuk jemarimu saat rebah di kening menguning Tentang gema suaramu menggantung di kuping menungging Tentang ibadah yang kau tanam di senyummu Juga tentang tangan keriput dan putingmu yang tinggal satu Mak, Tapi maafkan Aku tak sempat membacakannya di hadapanmu Matahari terlalu cepat sembunyi Awan terlampau riang melayang Angin tak ingin pegang kendali Tanah begitu merindukanmu Hingga aku dalam gulita Melayang tak menggapai awan Berputar bukan selayak penari Berpijak namun tak menjejak Mak, Kubaca ulang puisi-puisi untukmu Kelu Kaku Pilu Keindahanmu, Mak : tidak tertampung dalam bahasaku Bandarlampung, 15 Desember 2022


186 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Jei Sobarry Buitenzorg RUA NAT PUPUS teuing loba hariwang awak tepi ka kesang kuring pikir moal deui ningali béntang caang Di Oktober mendatang rua nat pupus semula kau hanya bayang. Di Oktober mendatang rua nat pupus kau datang sebab apa gerang? Di Oktober mendatang rua nat pupus percayakah hal kebetulan itu sudah ada rumusan tertuang? Di Oktober mendatang rua nat pupus atau memang sebuah manuskrip kisah sedang dirancang? Pasundan selalu mengkhawatirkan dalam merangkai perasaan. Di Kota Hujan ladangku kekeringan. Di Ratu Pelabuhan air mataku bercucuran. Di Negeri Atas Awan hasratku glangsaran Di Pangandaran asyik wa masyuk hanya sepekan.


187 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Kota Kembang di hari belakang tak jarang membuat niatku gamang. Di Oktober mendatang rua nat pupus teu terang Bandung janten hiji hal anu agung. 20 Oktober 2022


188 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Jei Sobarry Buitenzorg PANEMBAH JAGA Maharani hingga pagi ini hamba gelisah sejak engkau pamit untuk sejenak keluar istana semalam untuk mendapatkan sasmita bagi gemah ripah loh jinawi istana. Tapi belum kudengar ucapan salam kembalinya engkau Sadaplah.gelisah hamba ini dengan satu sabda: “Aku telah kembali dengan sentosa tanpa kurang satu apapun.” Maka itu akan menjadi cahaya menerangi mataku. Demi Sang Hyang Yang dalam genggamannya segala hal ikhwal keputusan Hamba tak mau sampai kehilangan lututmu lagi ruang hikamat bagi kepalaku merunduk. Sehatlah engkau sepanjang masa Maharani DI ANTARA UFUK TIMUR DAN BARAT SINGGASANA 27 NOVEMBER 2022


189 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Kurnia Effendi: KAMPUNG YANG TAK MEMILIKI HALAMAN Hampir aku tak ingin pulang, sebab dalam peta: kampungku hilang “Kemarilah,” katanya. “Aku selalu mengharapmu datang. Engkau hanya sulit memandang tubuhku yang berselimut ilalang.” Aku rindu tanah lapang, di tengah kepungan rumpun bambu “Lihatlah,” ujarnya. “Masih tertera garis batas tempat kalian bermain gobak sodor. Sepertinya: ingatanmu bocor. Berhamburan diembus usia.” Kali sudah kering, tapi selalu kuingat arah air mengalir. Masihkah berguna wot di atasnya? “Tentu saja,” jawabnya. “Di bawah rimbun semak tempat nyaman berlindung ular dan kalajengking. Lebih aman lewat jembatan.” Ah, cintaku semakin tua bagai ranggas randu alas. Siulanku tak pernah lagi berbalas “Jangan sedih,” hiburnya. “Ini hanya soal kenangan. Engkau tak pernah mewariskan Mana mungkin menemukan halaman? Jakarta, 15 Desember 2022


190 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Kurnia Effendi: DI BELAKANG PASAR, TEMPAT SEJUMLAH DOKAR Ibu menggandengku setelah haus ditunaikan semangkuk dawet Slawi Ayu. Bau tahi kuda kalap menyerbu Langkah kecilku sampai juga pada sebuah dokar Tak tik tuk sepatu besi sang turangga memalu aspal Geriut roda membawa kami berlima. Meninggalkan pasar membawa amis ikan pindang dan sengat kuat buah nangka Ibu bercakap dengan ibu yang lain. Aku memandang buntut kuda bergoyang-goyang. Pak Kusir iseng memainkan pecut, menggeletar seperti petir di udara Bunyi keloneng meminggirkan becak di depan. Kami berayun-ayun dimainkan irama yang tidak tentu lagunya Melewati sekolahan, kantor kawedanan, gedung karawitan Ketika kami turun, masih terbawa bau pasar. Ketika masuk rumah, masih terngiang putaran roda dokar. Ketika Ibu memasak, dapur dipenuhi aroma yang kini kembali kuhidu Di belakang pasar telah tiada dokar. Kuda, sais, roda, cambuk, dan jalan aspal saling berpencar. Halaman waktu penuh tulisan tentang segala hal yang tak terulang Jakarta, 15 Desember 2022


191 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Kurnia Effendi: SELUAS LADANG TEBU Seakan-akan ladang tebu masih ada Luas dan manis. Membentang serupa senyum Saat gelagah mengatasi pucuk-pucuk daun Terpikir berbagai mainan dibuat dengan tangan Seolah-olah rangkaian lori terbujur panjang Penuh semangat dan begitu riang Rel di tepi jalan berakhir di gudang pabrik gula Terlihat sibuk sinder dan para pekerja Seumpama dapat kukunjungi masa kecilku Pohon asam tua itu tegak di sini Sepeda Kakek berhenti, angin terus menyiangi Mereka tidak tahu: mesin giling tebu menempuh sunyi Terlalu lekas kutinggalkan ladang tebu Hati belum benar menyatu, kudapati teman baru Sebuah kota yang asing bagi pendengaranku: Yogyakarta – entah di mana itu Seluas ladang tebu dengan batas-batas rindu Kuhampiri setelah enam tahun berlalu Sepedaku berhenti, angin selalu membisiki: “Segala yang ada di sini, bukan milikmu lagi.” Jakarta, 15 Desember 2022


192 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Lucyana Virgine MUKTITASKING GINCU Bersolek Di kala menggebu hasrat belia Berkompromi Di lapangan populasi serigala Di masa dua kepala sah satu papan Multitasking gincu Menyeimbangkan daster dengan cita Multitasking gincu Berdiri dua tapak pada pelik kesetaraan Multitasking gincu Yang terkadang tetap terbenam oleh kodrat


193 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Lucyana Virgine BERSUARALAH Ketika suaramu tidak dihargai Pantulan gemanya ditangkis kepentingan pribadi Di tangkis dengan kesengajaan Di tangkis oleh cibiran Di tangkis oleh kelantangan suara yang berkesempatan Acuhkan Acuhkan satu atau sekelompok yang memandangmu sebelah Bersuaralah Rangkul sejagat dengan aksara bermaknamu Bersuaralah Bersuaralah Bersuaralah !


194 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 M. Anton Sulistyo NOTA PAGI TENTANG IBU -1- ibu senantiasa membuka hari dengan mendaraskan doa daribuku madah bakti bersimpuh diatas sajadah bumi pandangan matanyateduh kearah terbit matahari padahal subuh masih jauh padahal embun masih belum selesai jatuh jauh didalam hati selalu terbayang suatu saat kelak pastiakan kujumpai peristiwa kehilangan yangtak bisadiberi nama. -2- rambut kelabu ibu berkibar seperti lambai gugusan pohon nyiurdi sepanjangpantai kepala mungil ibu seolah taman bermain bagiangin - sedetik pemandangan itu, mungkin tak sampai sedetik - membawaku pergiberkelana ke lain dimensi di mana waktu seakan berhenti kemarin dan hari esok yang kalis di sini, hidupselalu terasa melankolis.- April, 2022.


195 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 M. Anton Sulistyo NOTA SEBUAH PANTAI SETELAH TSUNAMI saat membasuh wajah dengan sejuk airmu aku mencium bau airmata orang kehilangan cangkang kerang mungil masih menyimpan sisa gigil dan ingatan pada malaikat maut yang datang bergelombang lewat laut tugu kenangan bagi yang pergi tegak membisu menunjuk ke langit di mana gaung ratap ibu-ibu tinggal kekal mengendap di batu prasasti sunyi yang sakral saat mencelupkan tangan ke permukaan airmu ikan-ikan menyelam lebih dalam ke dasar hatiku di pantaimu, kenangan itu terasa lebih lama dari hidup itu sendiri.- Juli, 2022.


196 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 M. Anton Sulistyo HIBERNASI -1- konon cinta sejati itu dapat berhibernasi yakni ketika kita mulai membayangkan seseorang dari masa silam, akan datang ia membawa keajaiban musim semi lantas menghidupkan kembali semua yang sudah lama mati atau hanya tampak mati -2- ketika melamun sambil menyusun ratusan potret lama di galeri komputer waktu merembes di layar monitor yang fana bertemu dengan yang abadi - seolah saling menafsir makna tembang pangkur - di alam tidur bagaimana menujum gelisah ruh saat menyampaikan pesan rahasia yang kerap tak ingin didengar tubuh: dari riuh dunia lekaslah undur melatih nalar untuk tetap riang merayakan usia rembang petang November, 2022.


197 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Made Aripta Wibawa DI UJUNG TAHUN 2022 kali ini musim sudah di ujung tahun berkemas dengan teliti dan hati-hati mengisi memori era baru meski belum tuntas melintas batas juga belum lunas membayar yang pantas aku baru menyadari tak lagi bisa berkutik di lorong-lorong gorong-gorong sampai di puncak gigit jari ironi sebab, pemicunya maya semenjak petaka demi petaka menghampiri atas kuasa yang di atas menghablur bumi dari kejauhan walau pagi sering sembunyi untuk disapa langit semakin bercucuran kesedihan menggotong beratnya durhaka kemanakah nurani murni yang diselipkan jati diri pada setiap makhluk di kolong semesta ini Batubulan, 21 Desember 2022


198 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Made Aripta Wibawa AKU TERJEBAK DALAM SEMAK GADUNGAN dalam bayangan, tak ada hukum realita serba meraba jalan terbata-bata mengurai tanjakan maut tersesat pasti dalam tarikan dua arah siapa yang mengantar sampai dipersimpangan sulit untuk meretas di jalan kebajikan terkadang terjerembab di semak permandian kalau bab demi bab serampangan mencari akhirnya, tak kutemukan arti beningnya air lag-lagi terkucil tanpa arti semak-semak ini benar-benar terkunci selagi masih bisa permisi Batubulan, 21-12-2022


199 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Made Aripta Wibawa PLANET KEHIDUPAN aku sengaja menutup pintu, agar tak ada peluang tangan berbanjir amarah jika tubuh bertumbuh dengan darah, tulang belulang dan bau amis mataku pasti sembab menakar betapa gelapnya langit sesama hidup tiada bersanding dengan mulut terkatup aku sengaja menutup mata rapat-rapat agar tak kusaksikan lagi sigapnya pisau dapur mengantar mayat-mayat memulangkan roh dan jiwa yang disajikan di meja makan berdarah darah jika kemelut hati membara melahap hidangan dari darah, belulang dan bau amis abad kapan akan berhenti menguntai iringan tanpa doa kembalinya senyawa berpenumpang gelap bila berkehendak mendaki, tanpa sayap berkelas tak perlu bersekutu dengan kematian demi kematian untuk meraih tahta di ketinggian hidup beratensi berkolaborasi, bertolerasi lewat puisi mati Batubulan, 11 Desember 2022


200 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Mario D. E. Kali CAROLINA Musim-musim begitu tua Kadang kitatak bisa menerka Hujan yangbasah tanpa kata Kemarau yangberkatatanpabasah Tapi pelukanmu Dan kecupanmu Dan doamu Dan semuatentangmu Adalah suasana musim semi yangselalu mekarkan bungarindu saat sepi yangselalu menyuburkan benih harapan saat sedih yangselalu menjadikan aku teguh padasegala waktu Hinggalabirin mengurai nasib Selalu bercahayadalam langkah Lebih abadidaripadarupa-rupa musim tuayang meski tak mudah diterka Kau tetapjadialasan bahwa Aku bisa menyibak tirai rahasia Dalam rindu harapsegala waktu. (Wairpelit, 11Juni2022)


201 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Mario D. E. Kali LELAKI BIOLA YANG MELIPUR KESEDIHANNYA DENGAN MELODI ELEGI Ingin kumainkan biolaku sepanjangpantai kehidupan ini Melipurdiriku dengan dawai yang kupinjam daripekat rambutmu yangterurai selama usiaku, itu adalah kekagumanku. Pekat rambutmu adalah mahkota tak sepekat rumah jiwaku, Ina. Rumah jiwayang kini tiadaapipengharapan kecualigigil kecemasan. Dan amat sunyi jalanku menuju pulang Mendengar nyanyi elegiburung-burungsenjadipantai kehidupan merdu sekali namun lesapseketikaditerpagemuruh ombak tantangan zaman Kuingin tetap memainkan biolaku Mengiringi melodi elegi itu Apakah inibentuk penghiburan yangbaru Bagidiriku yangpupusdan pedih diterpa kenyataan susah yangsulit diterka hanyadengan menyisahkan rasa kagum padaikal rambutmu, Ina? Apabila kau mendengar melodiku sebagai langgam kaum bersedih Tapi harus mau tak mau kau acuhkan saja nasibku.


202 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Sebab meski harapanku sedangpupus Mahkotamu telah cukup menjadidawai bagibiolaku mengalunkan melodi kesedihan yang menghiburdiriku sendiri sepanjangpantai kehidupan ini. (Sewowoto, 23 Maret2022)


203 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Martini SEJARAH TERULANG Karena kau besaraku terlihat kecil Rasasakit melilit terulang kau torehkan Berulangsehinggalukaterus menganga Mungkin rasaitu tak adapadamu Karena kau besar Tapibagiku sakit tak berujungdan sangatdalam Pesta meriah tak membuatku ikut hanyut Tapiaku sendiri sunyi Tak tampak wajahmu menyapa Karena kau lupaaku siapa Aku sedarah ... Aku sekandungtapi matamu buta Karenaperbedaan membuatmu lupaaku siapa Aku bak gembelyang harus segeraenyah Banjarnegara, 4 Desember2022


204 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Martini GENDINGAN Gendingan mengalun mengingatkan kenangan tentangayahku Dengan radio tuanyayangselalu menemani Di sepanjang harinya Gendingan selalu mengingatkan akan masalalu yangsedih Berkumpuldi serambi teras nan usang Tapi kamibersatu dalam rindu Gendingan Selalu meluluhlantahkan rasa Kini sudah berbeda karena waktu berlalu Dulu dalam buaian ayah ibu Gendingan Mengingatkan kitasemasadalam satu perahu yang melaju Deburan angin yangsayupdan menyelimuti Banjarnegara, 4 Desember2022


205 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Martini MENJADI PENULIS Kugoreskan rasayangadadidada Sebuah rasayangtak mampu kuungkap Dengan sebuah kata walau hanyasebaitduabait kata Kucurahkan seribu bahagiaatau duka Dengan segenggam cerita Yang kusembunyikan dari muka Pena menaridengan menyatu dalam hati Beribu impian dan harapan tertuangdalam ada Hanyaselembar kertas Seuntai harapan dan rasadengan segalarasa Tapi inilah hidupdan kehidupan Hanyatujuan dalam untaian Banjarnegara, 4 Desember2022


206 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Marwati Mustari CATATAN KECIL UNTUK MAR`ATUS SHOLIHAH Jangan biarkan kesedihan datang mengurung dukalaratinggi menggunung jatuh dalam lembah kesedihan sebab engkau bukanlah wanitapertamayang menderita karenaditerjanganak panah zaman Jangan hadirkan sesuatu yang akan membunuh waktu yang mengundang keresahan jiwadan mengotori ketulusan hati Jangan terjebak dalam penderitaan yangtak berujung yangdapat membuatdadajadi sempitdan akal jadi keruh karenaengkau bukanlah wanitapertama penghias koran-koran kesedihan dan bencana Jauhkan diridari kehampaan jiwa Jauhkan diridari suramnyaangan Jauhkan diridari sempitnya hati tebar senyuman ikhlas taburamaldi setiapdetik tanam pujian di setiap menit Kuingin engkau bak seekor kupu-kupu, tiadabeban penampilan menawan tak bergantungpadayanglain bebas terbang dari kuntum ke kuntum dari tangkai ke tangkai dari taman ke taman


207 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Kuingin engkau jadi seekor lebah hinggapdiatasbatangtangkai tanpa mematahkannya menyerbuk saribungatanpa merusaknya mengeluarkan madu tanpa menyengat terbangdengan rasacinta hinggapdengan tali kasih Gantungkan citamu dan gapailah gemintang merambatdan teruslah mendaki untuk meraihnya jauhilah rasa malasyangakan berujungpada kegagalan hakiki jangan pernah frustasi karenasejarah tak pernah berakhir masadepan panjangterbentang Berselimutlah dengan matahari untuk Menikmati kehangatan cahayacintanya mandilah dengan rembulan untuk mendapatkan kesejukan dari kelembutan cahaya kasihnya tataplah samuderayangluas membentang pandanglah awan dan jangan melihat ke tanah Jikaenkau beradadalam duapilihan pilihlah gubuk keimanan bukan istana kemungkaran Mar`atus sholihah Inilah catatan kecil untukmu Selayar, Sulawesi Selatan, 10 Desember2022


208 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Mas Jumadi NAPSU SESAT Wajah wajah hantu menyeramkan Berdandan cantik cari mangsatengah malam gentayangan Berbalurbau parfum dan alkohol sengat indrapenciuman Bergelutdengan desahan manjagoyangan badan Menuntaskan hasratbirahi napsu setan Pekik rintih menyulam heningperaduan Bergelombangayunan alas tidur iringi kenikmatan Merenggut keperawanan tanpaperhitungan Hancur citaorangtuayangdiidam-idamkan Oh napsu Kini kau hanya membisu Saat tanggungjawab menghakimiperawan ayu Jatuh tersungkur tiadayang membantu Lari ke sana kemari membawa malu Tak adasatu pun penikmatyang mengaku Perutbuncit janin siapatak tahu Purwodadi, 9 Oktober2022


209 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Mas Jumadi CCTV Sekarang harus lebih hati hati Karenabanyak teman tak punya hati Mengabadikan diri jadi cctv Telisik sanatelisik sini mengais informasi Hanya untuk carmuk padaatasan tak potensi Tanpadisadari Banyak kekurangan diriyangditutuptutupi Lebih baik mandiri Daripada menjadibenalu hati Sebentar lagi cctvakan beraksi Mengurai laporan layaknya wartawan koran pagi Padahaldi otaknya mendidih pusingsendiri Bergauldengan fenomenaekonomi Yangsemakin menjerat hargadiri Segunung kasbon harusdicairkan hari ini Oh cctv Apaenaknyajadi tukangadu teman sendiri Bisabisatimbulperang kontroversi Hilangpersahabatan akibat ulah diri Terlalu mengoreksi salah orangtanpabasabasi Kalau sekarangtidak adayangpeduli Siapayangrugi Purwodadi, 31 Oktober2022


210 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Mas Jumadi RAPUH Tiadalagi katatertutur serayajiwaterkubur tersandar resah diatas kasur terbenturpahit hidup hancur Terkata mimpi menyayat lukatubuh sekujur jauh sebelum langkah merapuh pitutur juangterlebur dendam bertambah ngelantur Hidupyangdhoif terinjak waktu aku tak sekuatdulu menggapaidalam haru terpuruk memilu Seakan tatap membuta meraba harap menatih rasa gulita hidupberujunglara di manairamajiwaterdiam tanpa kata senjatinggal sebiasangan di kepala aku telah tenggelam dalam mimpi fatamorgana Purwodadi, 26 November 2022


211 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Masya Firdaus MEREKRUT HIKMAH SUNYI Hikmah yang mentah pahit sakit Januariyang mentah salah kaprah Mengubaramarah mengglegar Goresan lukabertaburdebu. Dindingsunyi menghunus waktu. Dalam dindingsunyi terlukis Aku tak sanggup menangkap hikmah, hampir terjungkal. Beratnyabeban hikmah mentah Namun pondasi motifasidatang memberi kekuatan. Hikmah kehidupan, yang matang. Perpindahan desember januari, 2022 ke2023terasa manisbisa dinikmatiparapenduduk bumi berkat karuniaIlahi Rabbi. Jakarta16 Desember2022


212 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Masya Firdaus LANGIT DESEMBER YANG CERAH Langitdesember yangcerah Di hiasiawan putih biru Dan cahaya mataharibersinar keemasan dengan kompaknya Di huni oleh orang-orangpemurah Yang hatinyaiklasdan ramah Sabardalam ujian yangdi sajikan Tuhannya. Melepasblengu resah Melebur egoyangbersemayam dalam jyiwa. Emosi meledak-ledak merusak raga. Jakarta16 Desember2022


213 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Meilani Ambarwati SOLIDER SUMELEH Setengah abad menembusatmosfer Legalaraberseling mendekap Sahih silap membayangi langkah Waktunyatiba untuk sumeleh. Asam garam hawa nafsu Setapak demi setapak berlalu Mengantongi hikmah bekalberlabuh Ada kuasadiatas ufuk. Telah merasaberjalan lurus Tetibatersandungbatu longsoran Pernah menganggapbergerak luput Namun terselip karuniaberharga. Menengadah rejeki sering mengalir Bersyukur setiaptermin terjadi Berharap kepadaku senang hati Sang Mahatempat kembali. Madiun, 28 Nopember2022.


214 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Meilani Ambarwati AKU DAN SASTRA Biarkan aku dan bayanganku Dialah palingloyal membuntuti Tatkalaaku berkreasi sastra Ekspresikan idedan karya. Menghimpun diksi merangkai kata Membentuk larik indah jadipuisi Ungkapan terdalam pikiran dan naluri Harappenikmatnyasadar sabar Mengisi seladipanggung maya Mempersembahkan dramapenuh riang Sadarkan apaadanyaitu bisa Bahagiatidak mensyaratkan berada. Menggoreskan penatentang kisah Menghimpun cerita menjadi novel Mengetikkan di laptop usangberjasa Asapembacanya merubah angan. Menggabungkan perpaduan rasainsan Meski terlukabahagiaakhirnya Tertuangdalam roman bermakna Baginyaberhargabukan picisan. Madiun, 30 Nopember2022.


215 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Meilani Ambarwati ANOMALI Dikiragempabumi meluluhlantahkan Disangkabanjirbandang menenggelamkan Diprediksi tanah longsong mematikan Dianggapgunung meletus menewaskan Diramalkan kekeringan bisa menggugurkan Ditafsirangin topan menumpaskan Diasumsikan tsunami total memusnahkan Ternyatatidak semuanyatertimpa Bencanasistem Yang Esa Menunjukkan kekuasaan tiadabatas Dibalik musibah ada nasihat Diwajibkan berprasangkabaik padaNya. Teruslah menjaga keimanan serta ketaatan Setiapsaat mungkin bala menimpa. Makluknyasatu demi satu berpulang. Madiun, 30 November2022


216 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Meita Jeane Pangandaheng TATAP ESOKMU Bilangan waktu kaku, tiadatitik, merangkak layu, tak bisa menyudahi kisah. Meliuk di rerantingrasa, mengikat hasrat tak mati, tak terbayar kata, entah tepiannya. Di emperan bumiair matatergenang. Berbaitdoatutupi seantero jagat, memintajalan, menuju pada senyuman. Dan bahagia, hanyalah catatan waktu yang hilangditelan bumi. Dan tapak-tapak mimpi tertatih, ingin menyudahi letih, lalu rebah di pelukan damai. Sementararindu, tetapdiam di hati terdalam, menanti esok manis, sembari menata kepingan cintayangretak di longsoran hampa. Jangan pergiasaku. Langitakan sunyi tanpa mu. Teras malam, 111222


217 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Meita Jeane Pangandaheng KETIKA MALAM BICARA Bolaasa menggelindingtanpabatas, tiada ujung, sebebas hasrat kejar damai. Di langitangan pena menari, melukis rasa, warnai setiapsudut sukma dengan cinta. Sementararindu terus melaju di lengangjalanan, tak letih, hanyabisu, menanti masa. Dan tentang kisah, masih beruraidiam. Teras malam, 111222


218 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Meita Jeane Pangandaheng AKSARA DI GERBANG SUKMA Padacintaasaberdiri, tegak meskiditerpabadai. Dan hati tulus senandungkan lagu damai, merindu masaberpulang pada ketenangan abadi. Adakah sunyi melipat kenangan, menatanyarapidi kolong-kolong impian? Bitung, 121222


219 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Merawati May LAFAL DOA DI DANAU KAOLIN meski tak alami, wajahmu menata keindahan dari sudut estetika. karena airmu menebarkan kebiruan langit sejernih wajah bidadari danau kaolin, kau menawarkan seribu kubik daya ucap yang tercatat sebagai kalimat hatiku tataplah Kekasih ketika air itu berkubang dalam pikiranku, maka kebiruan air-Nya bagai lintasan angkasa sebagai cermin kaca yang memantapkan kata-kata bagi imanku pada garis batas antara bebatuan putih berkilat, kebiruan airmu mampu memikat hatiku sebagai catatan yang berserak pada kebesaran-Nya maka pandanglah lagi di kedalaman cermin kaca itu karena air, bebatuan, dan ketakjuban danau kaolin menjadi selembar pandangan ke hatiku sendiri


220 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 maka aku tertegun menatapmu, karena wajah kebiruan yang mampu menampung kekaguman sebelum Kau jadikan awal sebelum akhir, engkaulah danau kaolin di dadaku tatkala airmu terjun ke dalam kecipak mimpi, aku masih di sini menebarkan doa lewat rasa syukur di atas sebiru wajahmu adakah firman itu memuliakan hatiku ketika lafal nama-Nya tertulis pada buih-buih panorama danau kaolin? Bangka, 29 Oktober 2022


221 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Merawati May KABUT PAJAR DI WAY KAMBAS panjang riwayatmu ketika belalai itu menjulur ke ruang komite pencinta hewan di kawasan way kambas sebab gajah-gajah yang melangkah ke cairan lumpur pun, selalu bergelut dengan pikiran para pelatih pun seperti air sumur yang bening membasuh tiap keterampilan bagi hewan berhidung panjang lalu semprotan jiwa yang berbondong-bondong di antara katagori ketebalan kulit dan kabut Pajar ratusan gajah menggeliat seperti anak-anak desa way kambas yang bermain sepakbola di atas perilaku buas ke dinding peradaban hewan menyusui maka pelatihan itu pun mendendangkan perilaku dengan kelembutan nada-nada dalam dawai biolaku Lampung, 27 Oktober 2022


222 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Mintarsih Mimin MAK IKAN mak ikan! ooooh mak mak ikan! mak, Ini memang zaman apa ya mak? sungai kecil di taman kecil, tempat duka guru lalu di mana ikan-ikan kecil yang acap menggeliat dan menari, ia sembunyikah? tak seorangpun tahu di atas batu-batu seorang guru tersenyum memandang pucat pagi, di sekolah namanya disidang oleh mahkamah yang tak pernah dilegalisasi negara hari-hari mahkamah membangun tirani mahkamah tidur, hilang empati, mati suri! lalu guru masuk dalam kelas mengajarkan kurikulum merdeka, mak ikan menatap jauh wajah dukanya diraihnya pena agar guru menulis lagi pasal satu: mak ikan berpesan untuk guru saat masuk goa gelap ia hanya akan menebak bayangan dari celah kecil tanpa bisa jelas rupa


223 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 pasal dua: mak ikan berpesan pada guru tempat tinggi itu indah ngarai, lembah, gunung, laut, sampah-sampah tetap terlihat cantik kertas di tempel di dinding kelas bagian depan mahkamah keranjingan malu, menundukkan kepala, dan ngences di depan anak kelas. bola matanya jatuh dan lidah-lidah kelu tubuh penuh koreng mak ikan iba pada mahkamah sebab lukanya menggoa mak ikan iba pada guru sebab belum kering luka mak ikan mengajari ikan-ikan kecil berenang lagi seperti guru yang tersenyum lagi, tangan guru berpeluk mencinta tanpa diminta, guru menyayang tanpa harus dipinang dan mak ikan akan selalu dikenang Tubaba 2022


224 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Mizniwati ATAS IZIN-MU Aku telah datang Memenuhipanggilan-Mu Setelah melintasi langit Membawaiman seujung kuku Gempitazikirpenuh puja Riuh mengudaradalam doa Terucapsyukur nikmat karunia Baktidiri sempurnakan taqwa Tak mampu kuhitung nikmat Biarkan larutdalam syahadat Seiringluapan airmata haru Takluk aku di rumah suci-Mu Ya Allah Biarkan aku berlamadi Masjidil Haram Damaidalam pelukan-Mu Nikmat cinta menyatukan kita Atas izin-Mu kutitip hati Padarindang kasih Tak sirnaditimpacahaya Pautan jiwatuntunan hidup Sungaipenuh, 111222


225 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Mizniwati MATA AIR PUISI Kuuntai kesiur naluri Dalam riuh puisi Biasalur menepi Melingkuplukadiksi Waktu menjelajah ruang Menyinggahi tapak kenang Ayun jejak terasaditimang Perih romansa menikam bayang Atas namacinta Kututuppintu memori Ketika netra mengundangrinai Melarunglah dalam mataairpuisi Puisiair mataku Menyuarakan sepi Mengaliri ruangarteri Warnai inspirasi jatidiri Sungaipenuh, 111222


226 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Mizniwati SENJA MAKIN JINGGA Kurapalkan bait cinta Padasenjayang menua Bibirpantai menyapa Tentang kitadi suatu masa Camar menukik tajam Mengaingdan menghunjam Mengusik kesendirianku Menikmati sunset tersipu merayu Dan aku melambaipada karangsetia Akankah ketegaran itu masih ada Sementaragerimis makin menderas Singgah didadayanglebam Ya, akulah lautyangbergulungitu Menikmati senjasemakin jingga Bilatibabadai menerpa Terhempas, berayun menuju samudra Sungaipenuh, 111222


227 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Mohammad Khizam Sukrillah JALAN MENUJU CAHYA-NYA Jernih mataair mengalir Kedamaian melahirkan ketenangan Dengan mataterpejam aku menghayati kehidupan Aku larutdengan diri sendiri Tiba-tibabenak munculpertanyaan; Mengapa masih ada manusiayang menyerobot hak-hak Tuhan? Menjadikan landas Agamasebagaipacunya Menggunakan dalil-dalil sebagai taukidnya Padahal Tuhan menunjukkan kekuasaan-Nyadengan menciptakan perbedaan Lantasaku tersadardari larutku Melihat kembali jernihnyaair mengalir Menepispertanyaan itu dengan persepsiku Sepanjang manusia menjaga kemanusiaan dan kedamaian Menghargaiperbedaan menjauhipertikaian Tuhan akan melimpahkan cinta kasih-Nya Sebabjika kemanusiaan diabaikan Manusiaakan menjadi Tuhan-Tuhan kerdilyang menghakimi manusia lainnya Semoga hidayah menyertai kita.. 02.12.22


228 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Mohammad Khizam Sukrillah MENDUNG AKSARA Dibawah hamparan awan Aku termenung Terdiam Teringat sajak indah yang kau ucapkan kalaitu Batin berbisik ingin membalasnya Tapiapalah daya Lumpuh benakku terhipnotis caramu mencinta Perihal rasaitu Entah aku harusberkataapatentangrasamu padaku Entah aku haruspakai taktik apa membalas caramu mencintapadaku Entah aku harusbagaimana menjagatulus kasihmu padaku Yangpastiaku akan berusaha menjadi jawaban atasdoa-doamu 10.12.22


229 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Mohammad Khizam Sukrillah MAKNA NAMAMU Orang Arabbilangcantik artinya Orangbaratbilangbijaksanaartinya Aku teringat sejarah Hagia Sophiadi Istanbul Terkenalperadabannya Aku teringat sirah nabawiyah Tentangcantiknyasayyidah shafiyah istri Muhammadrasulnya Shofiya.. Namamu terukir sejarah Namamu buktiperadaban Namamu adalah kebijaksaan dan kasih sayang Tetaplah menjadidirimu Yangpenuh keistimewaan Tetaplah tebar tulus kasihmu Hinggasang Maha Kasih mencintaimu Teras masjid, 10.12.22


230 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1


231 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 BIODATA PENULIS


232 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1


233 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 A.RAHIM ELTARA, lahir di Sumbawa Nusa Tenggara Barat, 16 Oktober. Penerima Anugerah Bahasa dan Sastra dari Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat. Peraih Pemenang Puisi Pilihan dalam Gerakan Aksi Akbar 1000 Guru Menulis se-Asean. Sudah 90-an karyanya dalam bentuk antologi tunggal dan bersama, antara lain, Ladang Kekasih (2018), Kidung Tambora (2018),Sang Acarya (2021), Para Penuai Makna (2021), Anakku Permataku (2021), Khatulistiwa (2021), Guruku Inspirasiku (2021), Jejak Puisi Digital (2021), Para Penyintas Makna (2021-2022), Pujangga Facebook Indonesia (2022). Suara Penyair Mencatat Ingatan (2022),Jejak waktu (2022), Di Pintumu Aku Mengetuk (2022), Alam Sejati (2022), Negeri Kata Kata (2022). Air Mata Zikir Sebening Mata Air Cinta (2022), Upacara Tanah Puisi (2022),Gotong Royong (2022) . ACEP SYAHRIL, lahir di Desa Cilimus, Kuningan – Jawa Barat, 25 November 1963. Masih membacakan puisi di jalanjalan dan di kantor-kantor, memberikan Pelatihan Menulis Kreatif dan Jurnalistik di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Menulis kritik puisi. Redaktur Budaya di SKM Cakra Bangsa, dan anggota PWI Indramayu. Kumpulan Kritik Puisinya yang telah terbit, “Belajar dari Puisi” dan “Puisi Jalan Hidup” (teras budaya djakarta 2022). ADIPATI DEITER, lahir di Jakarta, lulusan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Selain menulis puisi ia juga tertarik dengan streetphotography. Buku-bukunya yang sudah terbit antara lain: Lelaki Penakluk Badai (2017), Antologi Surat untuk Kaki Langit Palestina (2018), Antologi Sepotong Roti di Langit Tragedi (2018), Prahara (2018), Mendung di Langit Jogja (2018), Antologi Memeluk Hujan (2018), Antologi Merengkuh Cahaya (2019), Antologi Majelis Rindu (2019), Sayap-sayap Malaikat


234 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 dan Matahari (2019), Antologi Sakura Tanpa Bunga (2019), Aroma Kopi dan Hujan Pagi (2020),Antologi Suara dari hati (2021), Antologi Catatan-catatan dari Palestina (2022), Antologi Komunitas HB Jassin 2021-2022 Angkatan milenial (2022). Untuk tegur sapa dan jaringan pertemanan, kunjungilah: Instagram : @adipatideiter Surel : [email protected] AGOES ANDIKA, Ask lahir di Banjar Baleagung Buleleng Bali, 5 Maret 1963. Menulis puisi sejak SLTP tahun 1981 dan menetap di Mataram Lombok. Di Lombok dibimbing Sastrawan Putu Arya Tirtawirya di Sanggar Sastra dan seni Mataram dan Umbu Landu Paranggi di Bali Post. Tahun 1987 diundang sebagai peserta pada Forum Penyair Muda di Taman Ismail Marzuki Jakarta Pernah juara I penulisan puisi bulan bahasa oleh FKIP UNRAM NTB. Aktif di Sanggar yang mengisi acara baca puisi di radio swasta Cakranegara Lombok. Pernah menjadi Redaktur Majalah Suara Pasek milik komunitas Pasek di Bali. Karya puisi pernah pernah dimuat diberbagai media cetak lokal maupun nasional. Sejak 2017 menetap di Singaraja. Alamat : Br. Baleagung Kel. Paket Agung. Jl. Gunung Batur no. 22. Singaraja Bali. No. WA/Telp : 08123788999 Alamat email : [email protected] AKHMAD SEKHU lahir 27 Mei 1971 di desa Jatibogor, Suradadi, Tegal, Jawa Tengah. Buku puisinya; Penyeberangan ke Masa Depan (1997), Cakrawala Menjelang (2000), Memo Kemanusiaan (2022). Novelnya: Jejak Gelisah (2005), Chemistry (2018), Pocinta (2021). Kumpulan cerpennya


Click to View FlipBook Version