85 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 DN Sarjana LARON LARON Laron laron Berputar putar Bertebangan Berebut sinar lampu Girang berhimpitan Bulu sayap terlepas Dan berjatuhan Cucu teriak,”Dia jatuh” Diambilnya laron tanpa sayap Sedih menatap “Bagaimana dia terbang” Jawaban, “ Dia akan mati” Cucu berlari Tangis mengeras Laron laron Takdirmu harus terima Gembiramu sesaat Sedihpun hanya sesaat Jalan hidup (Malam, Bali 301122)
86 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Drew Andini KITA DAN WAKTU kembali gelisah lagi menyeruak kenangan membawaku pada rindu tembok- tembok mulai mengernyit terjebak dalam putaran waktu kata-kata yang sama terlahir kembali dan kemudian mati lagi aku kau bisakah kita? ingatan tinggalkan luka saat punggungmu ucapkan selamat tinggal dan teriakanku menggema kesunyian disamarkan oleh peluit kereta kau adalah udara tinggalkanku tanpa nafas kedua denyut nadiku melemah ku mendengar bisikan terdengar jelas tentang malam-malam gelisah yang akan datang impian kelak bersamamu mengejekku menghantuiku inginku kau yang terakhir
87 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 kenangan itu berbisik bagian dari masa lalu tapi terlalu banyak waktu berlalu kita dan waktu tak pernah bertemu tapi waktu tak pernah kehabisan waktu kita ‘kan habiskan waktu bersama nanti ©01102017
88 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Drew Andini ENDEMI PUISI dibaca atau tidak disukai atau tidak miskin atau kaya diksi metafora ataukah hiperbola satire,romansa ataukah epigram? akan selalu membawaku pada bait-bait seru melewati waktu begitupun kini bagaimana begitu endemi dirimu bersemayam dalam ingatan menggugah imajinasi dan perlahan menghantarku pada parahnya insomnia aku begitu gila! hingga huruf-huruf membentuk rangkaian kata indah berputar-putar di atas eternit puisi..., puisi..., yakinkan diriku menjadi perempuan puisi tak hanya dini hari ©16112022
89 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Dwi Aji Prajoko CERITA KUDA Gerbang kota hampa belaka Kala musuh lahir dari perut kuda Memacu kuda ke hutan jadi bencana Ketika tangan pepohonan menjambaknya Menunggang gagak rimang pun akan gamang Bila birahi pada kuda perempuan musuh bebuyutan Maka kamu naik kuda Yang biasa kamu tunggangi Mengitari danau yang biasa kamu kunjungi Sambil berharap keajaiban pada setiap tak tik tuk-nya.
90 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Dwi Aji Prajoko MIMIKRI Hilanglah getar terbanglah sasar Lelah tak mengkristal dilah tak berpangkal Aksara buku tua terganti media maya Natal diformat digital lahir tak mahir tahir Ular dan keteduhan belukar dan keteraturan Madah di rumah ibadah bekap lindap tak adab Sabda via pertapa pelantang panggilan pertobatan Bau belalang madu padang dan bulu unta Menguar kontemplasi dan memudar instansi Pegangi mimpi di musim silih berganti
91 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Dwi Aji Prajoko PUNCAK sesekali lari ke dataran tinggi terpisah ribuan kaki dari para politisi sendirian tinggalkan sarang seperti elang bertemu kawan baru yang tak membelenggu yang tak memburu waktu demi memaku masa lalu karena hidup perlu kawan berbincang tentang kekinian perjalanan tak dibisukan tujuan karena lembah itu gairah dan puncak jadi sangat membosankan tanpa cerita tualang di ujung pendakian jangan berdiam menyapa semua yang lama tak dijumpa pada angin gunung yang urungkan hati murung pada edelwis yang tak habis-habis memikat matahari beranjak lah dari puncak setelah hilang semua decak lalu memandang yang indah berlewah di bawah dan segera pulang bila rindu tak terbilang rumah di lembah jadi puncak tujuan
92 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Dwita Utami MISS COKELAT tak ada yang lebih kuat dari tekad semangat mengurat di tubuhnya tumbuh kuncup-kuncup harap meski hidup tak semanis permen cokelat ia kayuh mimpi yang riuh bernyanyi malam hingga pagi yang dipetik dari pucuk bunga pinus di atas bukit “di kota satria kusemai serbuk mimpi janji kepada diri_pemimpi yang sukses” ia berburu waktu jam istirahat kelas ke kelas menjaja permen cokelat dengan logat ngapak ia kubur malu di langit hatinya hanya doa ayah ibu ia rawat syukur meski hidup banyak debur-jatuh tersungkur sakit lalu bangkit lorong-lorong bisu, barisan rapi anak tangga menyimpan asa dan air mata gadis desa di jantung kota Tayem, 26 Desember 2022
93 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Dwita Utami IBU di teduh bola mata doa itu menyala semoga selamat_bahagia ; anak-anak tercinta senyum syukur riasan wajah paling setia sepanjang usia kautampung seluruh air mata di dada telaga kausimpan duka-lara sebagai rahasia jiwa yang sahara wangi hatimu kasturi lembut kasihmu selembut kasih illahi setiap degup adalah cinta denyut yang mengalirkan ; nafas bagi keluarga di rimbun sabarmu tak terhitung salah dan dosa ibu tak akan cukup kata-kata tak akan ada puisi yang maha melukiskan cahaya paling cahaya Tayem, 22 Desember 2022
94 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Dwita Utami GEMURUH RINDU DI SUNGAI CIRAJAYU selalu saja rindu bergemuruh di dadaku tak terhitung seperti butiran pasir tak terbendung seperti aliran air sungai cirajayu batu-batu beku mengkristal air mata rindu langit biru memayung hati pilu kulihat wajahmu menyatu bersama gerombolan awan memudar perlahan lantas menghilang mentari mekar sinarnya dikirim hangat lewat pucuk-pucuk angsana “kuingin cinta tak membuat luka, kutebus rindu dengan setangkup doa_baik-baik di sana” desau angin berembus syahdu di antara bukit karangblimbing-cikadu kularung segala rindu semoga sampai ke muara hatimu Tayem, 21 Desember 2022
95 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Dzakwan Ali INFO SEKARANG Papan tulis terkikis tangis Meja-meja itu kini bersuara lantang menjadi mainan anak-anak Kursi yang hampir saja lapuk bertumpuk menjadi makanan rayap dinding-dingding ikut terkupas menjadi debu Mau sampai kapan berakhir? pendidikan agama terpinggir pembangunan terus meningkat gedung masa depan hanya syarat tanpa khidmat Begitukah nasib pendidikan sekarang? Indramayu, 23 November 2022
96 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Dzakwan Ali PEMUDA SEJATI Penggerak sekaligus pendobrak arah bangsa Entah dengan cara prestasi, inovasi, atau mengabdi Lihatlah perubahan masa depan Antara terus melaju atau di tumbuhi benalu Jejak para pendahulu memberi petunjuk untuk selalu memeluk Akan sebuah kiprah sejarah yang berdarah-darah Rentetan dongeng kuasa masih menjadi-jadi butuh reformasi pelajar yang sejati Indramayu, 26 Agustus 2022
97 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Dzakwan Ali WAJAH BARU BANGSA Masihkah Nasib bangsa akan terus merdeka? Kuasa menjadi gila masikah nasib bangsa menjadi gelandangan ke negeri tetangga? sedangkan potensi sumber manusia tidak disadarkan masihkan kita mengekspor bahan pangan? jika sekarang harga dapur memaksa naik karna kelangkaan Bukanya tanah kita subur dan makmur menebar bibit sayur mengisi perlengkapan dapur menanam pohon menghidupi alam sekitar melestarikan kesejahteraan membangun kerukunan Wajah baru bangsa serba berbeda rasa Indramayu, 23 November 2022
98 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Eddy Pranata PNP SEBERAPA PUN DALAM LAUT BESAR DAN TINGGI OMBAK-- KITA DEKAP PUISI PALING WANGI SEPANJANG PELAYARAN setelah kulewati deras hujan jalan mendaki dan menurun ke laut jua menuju dermaga masih basah engkau melompat ke atas perahu kita seberangi selat dengan penuh debar lalu menyisir tebing-tebing karang ke ceruk jauh; tempat segala rasa ditumpahkan : “gerimis kian lebat, kian erat jua peluk jangan lepaskan, jangan!” suaramu parau “entah hingga kapan pelayaran” : seberapa pun dalam laut; besar dan tinggi ombak kita dekap puisi paling wangi sepanjang pelayaran! tetapi di kejauhan; lihatlah! ada tangan gaib menjulur hendak meretas temali perahu ada jemari waktu meremas rasa cemas kehilangan baris-baris puisi dari debur laut, dari kasih sayang yang tumbuh dari asin laut, dari runcing karang perahu diayun-ayun gelombang, sorot matamu berbinar o, apakah perahu ini segera ke tanah tepi? sepasang camar terbang melintas dengan sayap masih meneteskan darah. Jaspinka, 14 Oktober 2022
99 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Eddy Pranata PNP SELALU SETELAH BARA API MEMBAKAR, SEMBILU MENGIRIS-IRIS SELURUH PERMUKAAN TUBUH DAN AKU HARUS SEGERA MENCEBUR KE LAUT LUAS jikalau bubur-nasi bisa kusulap jadi beras jikalau arang-abu bisa kucipta jadi kayu tak akan ada air mata jatuh ke dalam jiwa tak akan ada tak akan tak selalu setelah bara api membakar sembilu mengiris-iris seluruh permukaan tubuh dan aku harus segera mencebur ke laut luas dengan perih merapikan keping karang mengikut arus hingga ke palung paling dalam paling menyakitkan lalu mengalah mengalah dan kalah selalu tak ada kata-kata yang terpilih untuk jadi puisi tak ada imaji tak ada metafora hanya serbuk edelweis hanya kelopak mawar gugur menyempurnakan setiap pertemuan. Jaspinka, 14 Oktober 2022
100 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Eddy Pranata PNP JALAN LAUT hanya ada satu kenangan, debur laut membentur tebing-tebing karang pertemuan; angin dengan suara pagi dengan matahari puisi dengan imaji lalu kembali ke jalan laut tak ada yang rahasia sampan cahaya membelah-belah selat menyisir tebing karang : “peluklah sedalam-dalamnya, cium juga!” sampan itu merapat ke ceruk pantai meninggalkan seluruh kenangan di ranting pohon bakau sepasang camar bersuka cita. Jaspinka, 11 Oktober 2022
101 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Edy Samudra Kertagama SEBUAH MAHAR DI ANTARA SERATUS PUISI CINTA 1/ Aku tak ingin menjelaskan rasa takutku dan tak jarang pula rasa takut itu selalu datang berurutan seperti hujan atau gelombang. 2/ Aku pernah merasakan kelembapan nya tapi bukan dalam rancaun mimpi hingga aku harus terhuyung jatuh di bawah cahaya bulan. 3/ Bayangan-bayangan yang karib dapatkah kau datang untuk membantuku memunguti serpihan-serpihan nostalgia (kenangan) lalu memapahku untuk sampai pada pintu berlantai batu karena lukisan waktu, getar nya dingin sampai ke dadaku, dan aku bisa saja merapatkan dada ku ke dinding panas untuk melepas semua nya, tapi tidak saat ini sebab suara-suara gumam yang tumpang tindih tiupan-tiupan trompet yang nyaring pekik ribuan kelelawar di atas kepala selalu berdansa meski hutan rimbun telah membuka daun-daun nya. 4/ Orang-orang boleh bilang apa saja saat langit terkubur sepi burung-burung menjelma jadi abu . Tapi, di antara hempitan batu, syair-syair cinta selalu ada yang menunggu untuk peristiwa esok hari “tapi, siapakah yang patut disebut pilosof? Semua memang untuk nya!
102 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 5/ Tak banyak yang dapat kukatakan baik pengalaman buruk, atau baik sekalipun yang telah kuhabiskan di tahun-tahun yang lalu. Karena, untuk meresapi segala sesuatu semua butuh nostalgia atau catatan singkat agar lebih hening, lebih terluka dan apabila itu harus bergetar biarlah bergetar pada seutas rambut saja 6/ Mustahil bagi siapa pun untuk mengerti soal ancaman kengerian yang kurasakan apalagi rasa manis madu yang jatuh di tangan ku karena raungan yang penuh gelora tak lagi manis seperti bulan madu yang hilang di celah jendela 7/ Ya semua butuh waktu untuk memahami sejumlah kenangan meski puluhan burung-burung yang kupelihara saat ini hanya sekedar untuk bertandang lalu pergi dengan membawa kicaunya. 8/ Harum anggur merah delima bibirmu dan jika benar engkau menara malam hari bukalah dengan jari-jari tangan mu pada rerumbai tubuh yang dingin gemetar agar kelak dapat kupetik engkau dengan mengenakan yang lebih telanjang nanti lalu di atas tubuh mu akan kutulis irama rintik hujan sebagai pelengkap pinangan tapi bukan perangkap
103 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 untuk mengelupasi tubuhmu dengan pasak berapi 9/ O,bulan o, matahari o, tanah lapang dapatkah kau rasakan pula jika mahar di antara seratus puisi cinta telah hilang di antara harum daun-daun hijau di antara bulan yang sedang mensucikan diri meskipun segala tanya datang setelahnya 10/ Mungkin para filosop saat ini tak mengerti tentang aroma garam rawa, lumut pantai yang berkeliaran terus menerus lantaran kemurnian awan marun telah membawa nya melayang entah ke mana. 11/ Jika ini sebuah pertanyaan : “ apakah kesendirian harus ada di jalan-jalan,” sedang aroma madu selalu saja bergetar untuk merasakan irama cinta sebelum menuju ranjang dan berjumpa matahari. esk,sf,eapew.rsmd.2021
104 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Elisabeth Triningsih SETITIK PENA RINDU Guratan hati lembut bercinta Pena mengukir pantai impian Jejak rindu tenggelam dalam gelap Terbenam lumpur masa lalu Kasih putih indah membelai Jemari kecil erat tergenggam Meski camar tak kan lagi terbang Cinta oh cinta Tinta pudar harapan terlebur Berbaur rindu rasa pedih dalam remasan Berliku berburuk sangka menyapa luka Bersimpuh di altar palungan Kidungkan natal persembahan hati Setitik pena rindu Jangan berakhir Tetaplah tergengam meski hanya setitik Jangan terhapus kisah kelabu Palungan tetap di hati Mataram, 15 Desember 2022
105 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Elisabeth Triningsih RINDU YANG TERSAMAR Waktu terjeda bangkitkan rindu Rindu terbelenggu habiskan waktu Baktikan hidup abdikan cinta Hadirmu abaikan lara Air mata tertumpah tertampung di dasar bejana Terbenam hakiki Membatu bersama waktu Hadirmu bangkitkan asa Lapang jiwa berkeluh kesah Ikhlas hati camar membawa Rindu yang tersamar Sungguh sedih dan pilu rindu ini Hadirmu tertelan ombak Menangis berpeluk derita Gelombang hati hempaskan harapan Berkesah sampaikan nada Sesuka hati menjerit Sesuka tangan mengeruk Aduk rindu yang tersamar Mataram, 15 Desember 2022
106 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Elisabeth Triningsih AKHIRNYA Akhirnya kembali di tempat ini Kali pertama kata dieja dipuja Saat kaki kecil berlari menuju pematang hati Bermain rasa menabur harapan Temukan diri hati berseri Seruan burung riuhnya kehidupan Sembunyi di balik perpaduan warna asri padi Setia menguning berikan hasil Berpadu aneka warna Semarak perayaan di pelataran Persembahan terbaik untuk kekasih Tak mampu kuhitung bulir padi Setiap bulir berkat kasihnya Tetap berdandan dengan indah Cinta terkejar meski tidak sempurna Menua bersama sepinya waktu Perjalanan berakhir cinta terjeda Mataram, 10 April 2021
107 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Elly Azizah SENANDUNG LIRIH ANGKLUNG DI CIANJUR Mengenang gempa 5,6 magnitudo Senin, 21 November 2022 di Cianjur Masih terasa getaran alam yang menggoyang Cianjur Gunung terbis, rumah ambruk Banyak saudara yang tertimbun Saat istrahat siang Angklung lirih bersenandung di tenda Angklung menghibur berbisik di jiwa yang sedang nestapa Lindu tektonik dengan magnitude 5,6 Semua … menghilang Semua … musnah Semua … hancur Kerinduan pada keluarga tinggal harapan Tak berjejak saat penantian penuh isyarat jauh tak kesampaian Dalam keresahan, kecemasan dan kerinduan yang terdedah Membungkam kata tak terucapkan Harapan berjumpa bagai laut tak berujung Sayup di lembah Cianjur, angklung sedih bersenandung lirih Gemulai daun bambu menari-nari mengiringi angin semilir Menggabak mata
108 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Sungguh aku tak sanggup menata kata dalam diksi ini Mata berlinang, merinai, mengiringi jari menari di literasi ini Namun kuharus merangkainya dalam puisiku ini Peristiwa ini pernah kami alami di Bengkulu Nyaris satu bulan di tenda seadanya Meski derita berkabut tersimpan kisah … Kita pasrah … Kita bersabar … Kita tawakal … Kita berdoa … Ampuni kami ya rabby Dukamu … duka kami … Duka kita bersama … Kami rasakan kesedihan dan kepiluanmu yang mendalam Wahai … Saudaraku mari terus bersabar Senja merangkak datang Badan tinggal sebatang Tidak ada atap tuk berlindung semua jadi lapang Hati pu gelisah kemana akan pulang Malam membawa gelap memang Membuat jiwa gamang Guratan senja di Cianjur menimpa segala ruang Di setiap satu tebing kenangan indah atau memilukan Berkelebat ke sana kemari memenuhi pikiran kita
109 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Mari Saudara kita mendekatkan diri pada Allahu rabby Mulut bergetar berzikir puja-Mu Allah Allah Swt Tempat segala cinta dan harapan Tempat hilangkan takut dan gamang Kami pasrah pada-Mu jua Allah Bengkulu, 03122022
110 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Elma Susanti MENGAPIT MENDUNG Arunika malu, bersembunyi di balik kabut pagi Berpegang jiwa pada kepak sayap yang mulai lunglai Mencoba menggapai istana impian Walau harus tertatih yang merajam Kepak sayapku mulai melemah Sedangkan awan mulai berarak mendung Terseok kepakan sayap merayu mendung agar bisa menembus lekukan senja Walau tak bisa memandang eloknya sang surya Awan masih saja menari mengapit mendung Sedangkan angin menahan agar rinai tak turun Adakah kepakan sayapku utuh kembali? Seperti rinduku yang tak pernah berhenti Luruh meluruh jiwa mendekam Rinai turun rayuan tak mempan Rindu pun menggeliat melebam Dan kepakan sayapku makin lemah dan kram @BumiRafflesia, 240822
111 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Elma Susanti BERDERAI Mendung menyembunyikan rasa Hening berkelebat merayu aksara Namun angin bersiteru menahan cerita Berkejaran bersama awan menutup sang surya Awan memaksa cakrawala mengirim rinai Menggigil jiwa di lekuk waktu Hingga tersudut dalam sedu Meraup sisa-sisa keping cerita yang berderai Berserakan menjadi hamparan kenangan Tanpa pernah mampu kita selesaikan @BumiRafflesia, 160622
112 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Elma Susanti AKU TIADA BAGIMU Dalam asaku kau tujuan Dalam angan kau bersemayam Kau ada dalam mimpi indahku Namun kau tiada dalam nyataku Aku malu merindu Aku malu mencinta Kau begitu riuh menari di setiap detak jantungku Sehingga penuh sesak cepat berpacu Aku yang memiliki kasih, rindu dan cinta sendiri Hanya berharap ada segelintir asa untukku Dan uluran tanganmu menggenggam ku Sendiri ...ah semua hanya menoreh luka dalam anganku Sendiri .. hanya sendiri memeluk rasa Lelah ku jadikan kau ada Sedangkan aku tiada bagimu @BumiRafflesia, 201022
113 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Emmelia M. PASUNG Alkisah sembunyi-sembunyi, Di belakang terali adat, Kewarasan menangis, Ingin sembuh Bak bulir padi bernas siap dipanen, Pasung di belahan kaki berpijak bumi, Pasung di dalam paru-paru, Pencuri sisa nafas. Kepada bumi alas tahtaNya, Rantai jijik berkidung lirih, Hanya kakiku ini, Yang masih tegar tersisa, dipersembahkan untukMu, Yang sudi menemaniku, Dalam cahaya sepi Sang Bulan, Dan lolong anjing malam. Di balik tabir malu, Semua dosa dan kutuk, Sebelum dan sesudah, Dipasung Di altar penderitaan, Atas nama kemanusiaan. 1 Desember 2022.
114 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Emmelia M. ALHEIZMER aku telah berpisah dengan rasa lapar. aku telah berpisah dengan rasa perih. segala luka dan kenangan, terasa tawar dalam ingatan; mungkin ini saatnya engkau datang memohon maafku dan aku berpisah kembali dengan diriku sendiri. datanglah, jemputlah aku, antarkan aku kepada diriku. 1 Juli 2020
115 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Emmelia M. KE LADANG Ke ladang, aku belajar hidup, menggali nafas tanah, saat ajal menjemput nasib, tanpa bising dan kodrat. Ke ladang, aku mencari ayah, samar-samar panggilan rindu, belum tuntas dalam waktu, nasihatnya terkubur benih, daun-daun dan batang meranggas, cangkulku belum mendalami. Jika langit memberkati keringatku, dan hujan rintik menyanyi untuk airmataku, penyesalanku berdamai sari pedih, dan ke ladang adalah sekolah hidupku. ©® Emmelia M. 27 Juni 2022
116 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Endang Supriadi DAUN-DAUN YANG TERKULAI beb, di hati yang gerimis karena rembesan kangen kadang tumbuh pohon pinus berbunga kering namun terdapat keindahan pada setiap ruasnya jangan semprotkan tubuhmu dengan parfum saat bertemu nanti. hatimu sudah cukup wangi untuk sebuah percakapan di ruang-ruang sunyi tempat kita berdiam kerap bayang-bayang menjadi primadona untuk memilih satu perjalanan menuju bulan namun selalu saja kincir angin di rumahmu mengabarkan bahwa laut di batin sedang pasang akhirnya ngarai yang kulihat mulai menghijau rasanya akan terbenam tertindih kabut jika tak ada angin mendorong kita ke sana daun-daun akan terkulai. bukit kelabu. sunyi bergelantungan di mana-mana. dingin kian membatu saat begitu, aku akan bergegas meminjam bibirmu untuk menghangatkan bibirku yang beku beb, ada dua warna di bukit ini, hijau dan kuning aku tak menghendaki ada warna lain saat nanti kita bertatap mata. Depok, 2022
117 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Endang Supriadi MEMILIH TIDUR UNTUK MENEMUIMU aku tidur, beb. membawa sukmaku berjalan di antara bintang-bintang. melacak diammu yang dalam. yang ranum dalam senyum. diammu keindahan bagi seluruh kata-kata. ya, kata-kata yang muncul dari diammu yang menyemburatkan beribu bahasa dengan tertidur, aku bisa mengandeng tanganmu berlari melompati pematang berjalan menuju tepian bumi. tak mungkin aku membawamu ke rongga kota yang pengap, sarang petaka. atau membawamu ke sebuah negeri ladang bencana. tidak. itu tidak akan, beb terlalu bening hatimu untuk melihat pertikaian yang tak kunjung selesai aku tidur, beb. memejamkan dunia dalam tidurku. biar ke mana membawamu tak ada hambatan. aku ingin dunia ini sepi saat kita berdua. saat di mana aku bisa membelaimu memberimu kesejukan taman, mendengarkan ke telingamu tambang-tambang merdu. dunia sudah tak indah untuk hati yang bersih. kudeta tak henti meletupkan ambisinya. maka aku bawa kau ke dalam mimpiku. berlayar dengan sayap-sayap imajinasiku. pejamkan matamu, sayang, dunia ini akan kuledakan! Depok, 2022
118 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Erndra Achaer LAYU Rerumputan itu tak lagi hijau Dimuramkan darah pertiwi Dari luka anak negeri Tertusuk keangkuhan kendali Cheos disasar gas air mata Bola gelindingkan ego Ditendang fanatik Awal pemantik Tragedi malam tak bisa dihindari Sehari dengan momentum kesaktian Pembuktian memang benar sakti Tanpa KECUALI?! Satu Oktober Potret buram lapangan itu Kembali suram Bila beranjak cemerlang Sebuah tanya dalam cedera harapan Fifa Indonesia berduka Kanjuruhan Malang Oh sungguh malang Menyuguhkan kemalangan Langka tandingan Purbalingga, 2 Oktober 2022.R (Turut berduka atas tragedi lapangan hijau)
119 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Erndra Achaer SELINTAS KENANGAN Jember, satu dari kota yang tak lepas dari ingatan Berpuluh tahun lalu Aku ada di sana Sejenak menikmati waktu Di merdeka seperti benar merdeka Tautan hati yang pada akhir harus dilepaskan Tak patut bila berlanjut Atas nama kedamaian Logika mencerna Sungguh ada, terasa beda Sepanjang trotoar pusat kota Masih terlihat orang sarungan di lain lima waktu Keramahan penghuninya membawa lupa sengatan cuaca Sejenak aku tertawa sendiri mendapati kaki terperosok lumpur Persis di pinggir jalan taman alun-alun Melewati Lumajang, Panasnya Jember benar-benar tertinggal Beralih dingin membelusuk tulang-belulang Tubuh-tubuh menggigil diusung lorena yang melaju kencang Membawaku pulang dari bayang-bayang Kabar semeru menyentak otak Meski tak sempat menjejak puncak Kisah itu telah tertuang Pada ruang kenang Purbalingga, 7 Desember 2022
120 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Erndra Achaer MASIH TENTANG AKU Meradang lihat yang sering bertandang Ke panggung terpandang, Busungkan prestasi Melunjak iri dengki Terusung nyeri Meriang lihat yang selalu riang Dikenang semua orang Lenggang gelombang api di benak Menyulut sumbu emosi Terbakar habis nurani Mengaum umpama macan hilang gigi Sesumbar sekadar gelegar Frasa geram tak menggigit lagi Kalah nyali Purbalingga, 4 Desember 2022.R
121 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Erwan Juhara SAJAK KELAHIRAN Matahari Mengintip, Bulan Tersenyum Bapak Tawadhu, Emak Mengaduh Sendu Aku Datang Menangis Melihat Dunia Terang Ya Allah Aku Menerima Segala Takdirmu ke Buana Emak Terima Kasih Engkau Telah Berjuang Dalam Sakaratul Maut Penuh Nuansa Cinta Bapak Terima Kasih Engkau Telah Menjaga Dalam Nestapa Hidup Penuh Warna Romansa Emak-Bapak, Doa Anakmu Selalu Akan Kupanjangkan Dalam Siang dan Malamku Untuk Segala Keihklasan Cinta Kepada Allah,..Rabb Yang Maha Esa dengan Segala Kuasa-Nya Dalam Catatan Usia di Aliran Darah Anakmu Ini Semoga Emak-Bapak Sehat Bahagia di Dunia Surga Bagi Emak Bapak di Akhirat Kelak Semogalah Allah Swt. Berkenan… BANDUNG, 512223
122 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Erwan Juhara DOA JELATA Wahai engkau para amtenar yang duduk di keempukan sofa sambil mendengarkan lagu nyanyian rakyat yang terus menggoyang-goyang pagar kekuasaanmu di zaman yang edan ini! Tidakkah kau dengar ada amarah sang Maha, dalam tangisan bayi tanpa susu, dalam tangisan para ibu sepanjang rumah tanpa sayur dan beras bulgur Dolog lagi Tidakkah kau dengar ada Murka sang Maha, dalam doa para guru dan alim ulama dalam doa para sufi dan musafir Innama Amruhu Idza Arrda Syaian Ya kula, Kun Fayakun! Kun Fayakun dengan izin-Nya Turun dan bertobatlah kalian! Sebelum azab itu datang kepada kalian! sebelum azab itu datang kepada kita lagi! sebelum azab itu datang.... Bandung, 151920
123 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Erwan Juhara IDUL ADHA Seribu malaikat membawa cahaya inspirasi Pada kelapangan teladan Arafah Darah yang melaut dalam pengorbanan hati Umat pembelajar keikhlasan Menghanguskan jutaan urat kebebalan Membungkus miliaran jiwa angkara Luluh dalam inspirasi keteladanan ghirah nyawa Ruh ketakwaan kepada Pemilik segala Maha!!! Bandung, 1072022
124 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Esther Dwi Magfirah. DOA AKHIR TAHUN Tahun ini. Banyak cerita terukir dalam jalinan aksara. Dengan makna. Tahun ini. Banyak kisah terekam dalam untaian kata. Dengan indah. Tahun ini. Banyak hati yang berharap. Tentang cinta dan cerita cinta. Dalam kenangan. Dalam harapan. Dalam impian. Dalam kenyataan. Seumpama pelangi sehabis hujan. Seumpama pagi sehabis malam. Seumpama putih sehabis kelabu. Seumpama banyak makna tersimpan dikalbu. Tuhan. Beri kami kemampuan untuk selalu bersyukur. Dengan segala anugerahMu. Untuk cinta yang senantiasa hadir.
125 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Untuk doa yang senantiasa terpanjatkan. Untuk kesempatan yang senantiasa diharapkan. Untuk bahagia yang senantiasa ada. Dengan cintaMu. Dengan hidayahMu. Dengan anugerahMu. Senantiasa selalu. Tanah Bumbu, 6 Desember 2022.
126 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Evi Maulany MUNGKINKAH DAN BIARKANLAH Bila kuingat lagi Tersisa rindu menoreh langit senja Hati terlilit benang kasihmu Membuat gaunku indah menawan Mungkinkah akan kukenakan busana buatanmu Saat hati pernah kau sakiti Bila ku buka lagi Lembaran historis berbalut kenangan Sketsa rindu mengabur pandang Menancap potret bersanding manja Dalam senandung kisah belaian Mungkinkah akan kulupakan kisah itu Bila kumelangkah Lewati lorong dan waktu berlalu Petuahmu ingin ku sematkan Di setiap detak jantung zaman ini Apakah akan kubiarkan semuanya pergi Dengan sisa cinta yang selalu bergantung Di rembang petang Biar kukenang selalu Biar kutoreh luka di langit-langit hati ini Biarlah angin menerbangkan kisahmu Pergi jauh bersamamu Tinggalkan aku dengan diriku sendiri Biarlah dan biarlah Ambon, 21 November 2022
127 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Evi Maulany SUARA SEBUAH PENGAKUAN Engkau yang tahu di mana aku duduk Engkau yang tahu di mana aku berdiri Engkau yang mengerti jalan pikiranku Engkau yang selalu menuntun setiap langkahku Engkaulah yang membentuk buah pinggangku Engkaulah yang menenun aku dalam rahim ibuku Sesungguhnya Engkaulah segalanya bagiku Sebelum lidahku berucap kata Engkau telah megetahui segalanya Tapi, Kadang aku mengeluh Kadang aku tak sanggup Untuk menggapai tujuan-Mu Kadang aku tak mampu Menyelami maksud-Mu Sementara Engkau selalu susuri aliran darahku Dengan kuasa kasih-Mu Aku tak mampu Menghitung kebaikan-Mu Tapi hembusan kasih-Mu Menembusi bilik-bilik hati ini Ambon, 15 September 2022
128 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Fahmi Wahid SUNGAI DARI RAHIM MASA SILAM Sungai yang bersumber dari mata masa silam menderaskan kecipak rindu air pada lumpur huma pada tepi-tepi ladang dan senandung burung sawah sekarang dicumbu bengis kemarau yang retak jadi artefak tanah yang berjuluk Seribu Sungai kini alur sungai hampir kering dan sangsai Sungai yang mengaruskan air mata penduduk kehilangan masa panen padi-padi yang hampa sehingga petani hanya menakar kegetiran menghampar keluh kesah pada petinggi tentang melambungnya harga pupuk meroketnya angka-angka sembako untuk kehidupan kaum pinggiran Sungai yang tertuba keserakahan tak lagi memberi kenyamanan pada tiap riak airnya yang keruh kehilangan jernih rasa kepedulian tentang rakyat di perkampungan Kalimantan jalan arus sungaiku enggan lenyap sepanjang zaman Borneo, 2022
129 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Fahmi Wahid RUANG-RUANG GEMURUH DARI HUTAN Kumasuki ruang dalam gelap rimba kutemukan potongan-potongan pohon terbengkalai seperti mayat tak berdaya akibat serakah sayatan gergaji penguasa Kususuri ruang dalam sunyi hutan isak gemuruh dari rebahnya kehijauan menumbangkan tiang-tiang peradaban di tepian lubang-lubang perampokan tulang-tulang kubur leluhur pedalaman Kujelajahi ruang dalam lebat belantara sekelompok burung beringkuk di sarang menatap habitat yang terbakar di matanya langit berapi-api mengobarkan amarah kepada semesta hunian manusia Sudah kukembarai seluruh ruang akhirnya hanya di ruang kesadaran memasuki bilik jiwa kemanusiaan atas hutan-hutan yang kehilangan di tangan yang diselimuti kegaiban Balangan, 2022
130 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Fahmi Wahid MENITI RIWAYAT UFUK SENJA Sudah berulangkali kutepis gemawan yang berarak setiap mengiring gerak antara mendung dan hujan atau badai dan petir sekalipun tak goyah langkah menanjak ke batas-batas ufuk senja Riwayat perjalanan hidup setiap dari diri masing-masing memiliki kitab yang ditulis sejak dari alam rahim bunda ke akhir benang nafas terputus kelak dipertanggungjawabkan di hadapan sidang keabadian Kolaborasi letih dan tawa pada ketabahan dan derita senantiasa bertaburan selalu di setiap pengembaraan kita meniti rumit alur ke ufuk senja ke penghabisan hitungan usia segalanya akan berujung Balangan, 2022
131 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Fanny J.Poyk BUMI Bumi kian menua mengikuti perputaran waktu dan serakah manusia tak mengeluh pada laku tamak di ragam tindak juga perpaduan kompilasi dari sajian rasa sikap pada tahun demi tahun di rotasi tempat kaki berpijak enggan berubah bisu berbaur rakus pada jelajah lakon kehidupan tetap bersarang di kehendak bumi menatap nanar penuh rasa gelisah juga resah mendengar tanya di senyapnya hari goncangan mengguncang diri gempa banjir tanah longsor terjadi tiba tiba bumi bergeming berucap dalam sunyi , “bukan aku yang merancangnya, tapi kau!” rusak sudah segala yang ada, luluh lantak membasmi segala semua derita, semua luka paduan senyawa di tanah subur laut kaya apa mau dikata, manusia melolong pada Sang Kuasa bencana datang bertubi tubi, menyelinap di segala lini manusia berkata getir padaNya, “tolong angkat beban kami ya Tuhan!” di titik akhir dari jerit panjang, tangis menjadi sia sia bumi palingkan wajah dari luka pada raga, pada carut marut derita pada luruhnya harap di lantunan doa tanpa jeda bumi kesal berkata, “di sini di luka yang kau torehkan, dendamku tak hilang meski sekejap.” manusia, pada tahun terakhir, tulah tentangmu merambat di setiap nadi FJP/Depok/Desember 2022
132 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Fanny J.Poyk EMPATI Empati perlahan tergusur, keluar dari kerangka rasa yang pernah mendekam di tiap raga. Rasa itu menepi di sudut hati, berpaling dari sikap bijak makna kehidupan, bahkan pada oase pengharapan ketika dentang lonceng gereja terdengar. Hati beku pucat sedingin es. Empati kemudian berjalan tertatih, menyusuri sikap di tiap bilik jiwa, merenung pada opini terucap, “agamakulah yang paling benar dari yang ada.” Betapa hancur kala mata memandang mata, mencari salah di senyap suara Berbagi rasa tak ada lagi. Karena perbedaan berubah wujud, bukan madu perdamaian Menggores dada dengan sembilu, lupa bahwa dunia penuh warna, sejarah kehidupan hendak ditata padahal Dia Sang Pemilik Semesta pemberi segala. Sang alam tetap apa adanya, bijak memberi tanpa berharap lebih Empati pun selalu demikian, meruar dengan wangi melati di sana sini Kita tetap demikian mendekap denyut dari setiap ucap, “akulah yang lebih dari segalanya.” Pada gerimis tempat bercermin, empati mencari hati di ketulusan abadi. Berpaling dari sikap bijak yang pernah ada Perlahan empati membias, lalu hilang tanpa bekas Terkikis oleh ragam laku di lorong ketercerabutan sikap Norma etis tinggal kisah semata Manusia saling berbalik sangka, menjauh dari selasar kebajikan
133 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Paranoid, saling curiga, semula teman lalu menjadi musuh Hedonisme merajai pikiran, mencari celah kejatuhan Merampas ganas nilai kemanusiaan Menuju materialisme kehidupan Kisah kita menjadi cerita semu Beban nan berat menjerat langkah Menuju di jalan keras kehidupan Rasa itu mulai tak bersisa, modernisasi tinggal kesumat Empati hilang dari tindakan, langkah bijak hanya bayangan Empati mengendap pergi, manusia menanam duri, hati tinggal secawan magma manusia terus merangkai dusta Empati tinggal menunggu lakon FJP/Depok/Desember 2022
134 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Farida Zuhriyah PESTA SESAAT Detik-detik pergantian tahun telah terlewati Ditandai dentuman petasan dan kembang api Ramai lalu lalang muda mudi dan para orang tua tak terkecuali Memeriahkan malam yang katanya hanya satu kali Bagi sebagian lain tak banyak perbedaan Malam-malam yang sama seperti kebiasaan Ramainya suasana sama sekali tak memberikan kesan Asal besok bisa makan yang hanya jadi pikiran Lain cerita bagi yang bergaya mewah dan gagah Gemerlap harta tuk berfoya-foya London,Paris, bahkan Burj Al-Khalifah Jutaan bahkan milyaran tak jadi masalah Hakekat apa yang sedang kita rayakan ? Menantikan datangnya jam 12 malam Tawa ceria larut dalam gelas-gelas minuman Hakekat apa yang sedang kita rayakan? Bukankah masa depan hanyalah masa lalu yang lewat pintu belakang.. Mojokerto, 2022