The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Larung Sastra 1 (e-Book)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Teras Budaya Jakarta, 2023-06-22 06:18:28

Larung Sastra 1

Larung Sastra 1 (e-Book)

Keywords: puisi

135 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Farida Zuhriyah LALAINYA KITA Bencana tahunan datanglah sudah Tak lepas lalai para manusia Tangis dan duka menerpa semua yang ada Seakan hidup usailah sudah Nikmat ikan asin serasa empedu Santapan lezatpun ikut tersapu Tertunduk lesu menahan sakit Melihat semua tersapu dan terjepit Alam atau kecerobohan kah yang menyebabkan Air pun tak kuasa menjawabnya Mereka datang tanpa diundang Seolah ramah pada tuan rumah Mojokerto, 2022


136 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Farida Zuhriyah TAKDIR Takdir, kata perih bagi sebagian yang terluka Takdir, kata suka bagi sebagian yang bahagia Takdir, tak bisakah ku ketahui sebelumnya Karena dia adalah hak utama Sang Pencipta Kala ku jatuh akan menyalahkannya Kala ku senang kadang lupa dengannya Kala ku ingin bersyukur betapa sulitnya Kala ku susah betapa marah padanya Tak sadar akan maknanya Tak sadar akan keberadaannya Akan membuat manusia lupa Seolah meronta menginginkan haknya Mojokerto, 2022


137 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Firman Wally KINI KUSENDIRI Kali ini aku berjalan kaki sendiri melewati jalan-jalan penuh duri kau tak lagi di samping untuk kurangkul namun di bahu semua hal tentangmu masih terus kupikul Kau tak lagi melengkapi dingin sementara aku berharap tanganmu menjadi selimut untuk menghangatkan pelukan seperti yang kuingin Kini kau menjadi malam tanpa cahaya sementara aku sangat membutuhkanmu untuk menerangi mimpi-mimpiku yang suram Saat kusendiri kau memang ada dalam embusan kuharap kau ada seperti yang kuingin meskipun kau datang hanya serupa angin Dan kini, kusadari kau tak lagi melengkapi kita, yang kurencanakan untuk membentuk tembok keluarga di depan rumah rumah cinta dihiasi bunga-bunga asmara yang ramah-ramah Tahoku, 30 November 2022


138 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Firman Wally APAKABAR Hai, apakabar studimu? semoga kamu tidak kurusan karena banyaknya pengurusan Aku baru saja diterima di sebuah instansi lalu aku diberi jempol oleh orang tuaku, aku senang. Meskipun tak seperti orang-orang yang diberi kado istimewa aku masih bersyukur atas semua itu sebab dari itu aku dapat mengabarimu dengan cara tak seperti yang dulu kala itu berdiri malu-malu tanpa bicara malu-malu menerkam kepala, juga dada aku belum bisa berbuat apa-apa bajuku kusam, masa depanku suram, kala itu Hari ini aku berhasil, tapi tidak dijembatani bahumu Apakabarmu? Maaf, aku hanya bisa menyapamu lewat puisi sebab kalau lewat telepon, mungkin kamu hanya menjawab salam pembuka, namun tidak dengan salam penutup yang membuat jantungku ramai berdegup Tahoku, 30 November 2022


139 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Firman Wally TENANGLAH, SENANGLAH Tenanglah, senanglah kali ini aku tidak lagi berharap padamu untuk menjahit keluhku Aku tidak lagi mendatangi rumahmu untuk bertamu, bertemu membuatmu repot melulu lalu keringatmu berjatuhan dengan cara tidak ikhlas Aku tidak lagi membuat lidahmu lelah berbalas kata sebab aku menyadari dimulai dari hari ini tanpaku hidupmu jauh dari kesendirian kamu punya teman bicara teman membasuh luka Bila suatu kelak kamu sangat membutuhkanku jangan malu-malu datang, sebab hati ini masih dapat kamu jadikan rumah untuk persinggahanmu yang sementara Tenanglah, bersenang-senanglah Tahoku, 30 November 2022


140 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Gilang Teguh Pambudi SILIWANGI 2 aku yang mengambil pecahan topeng yang tercecer bersama Kalijaga kupakai sempurna lalu mengaum sepanjang jalan kotamu “Sima aing sima maung!”*) *) tafsir bebas: jatiku, gunung jati aum harimau


141 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Gilang Teguh Pambudi NGAJI AWI (Siliwangi 4) termenung depan sajak anak tentang kentongan muazin aku teringat Siliwangi ngaji awi*) *) awi=bambu


142 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Gilang Teguh Pambudi SILIWANGI 9 di depan layar sinetron ia tak mengenali dirinya yang disebut Siliwangi bahkan di gerbang pesantren seorang santri menanyainya, “Naik apa?” (Sebab tamu penting selalu bermobil)


143 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Gimien Artekjursi HARUSKAH KUTUNJUKKAN TUHANKU PADAMU? aku bertemu seseorang sedang mencari-cari sesuatu “apa yang kau cari,” tanyaku “aku sedang mencari tuhan,” jawabnya dengan sedih “mencari tuhan?” aku ternganga “apa tuhanmu hilang?” aku bertanya lagi “aku tak tahu kata orang aku punya tuhan tapi aku tak tahu di mana tak tahu bagaimana” “aneh!” gumamku sendiri kenapa tuhan harus dicari? apakah tuhan seperti barang? apakah tuhan seperti sepatu harus tampak baru aku bisa memakainya di kakiku untuk berjalan-jalan, berolah-raga? atau tuhan seperti payung bisa kukembangkan dan melindungiku dari panas dan hujan? atau seperti sebuah ranjang agar aku bisa berbaring di atasnya? atau seperti seorang kekasih agar aku bisa mencumbunya? atau seperti smart phone agar aku bisa memencet tombolnya mengusap layarnya dan keluar gambar dan suara? apakah tuhan harus tampak


144 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 baru aku bisa menyembahnya memujanya, menyanjungnya, mempercayainya? wahai.... siapa aku? siapa kau? siapa kalian? musa, sang nabi pilihan akhirnya tetap menyembah tuhan walau tak pernah melihat wajah tuhan muhammad, kekasih tuhan, tetap bersujud meski telah menjejak langit tertinggi tak pernah melihat raut wajah tuhan kenapa aku yang bukan siapa-siapa harus meragukan keberadaan tuhan? harus mencari tempat sang maha segala itu tinggal? haruskah aku bisa menunjukkan bahwa aku punya tuhan seperti aku punya mobil? yang bisa kucuci, kuperbaiki, kupamerkan? bisa kukendarai, kubawa kau di dalamnya dan kita melaju bersama di sepanjang jalan tol? wahai... jika para nabi istimewa saja tak harus seperti itu kenapa aku yang tak lebih berharga dibandingkan dengan sebutir debu harus melebihi mereka? astaghfirullahal’adziim..... Kumendung, Juli 2022


145 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Gimien Artekjursi ODE SANG PENYAIR aku berada di sini semata-mata karena cinta jika akhirnya kita bersama hanya karena nasib baik yang mempertemukan aku datang dari ketiadaan sejarahku masa lalu yang tak tercatat tanah airku negeri antah berantah jika para petani rindu datangnya hujan seorang penyair, yang sampai di negeri ini tak pernah mengerti apa yang diinginkan sampai suatu ketika nanti aku tiba pada kematian akan kupersiapkan upacara penguburan ku sendiri keranda terbuka lebar dan aku berkalung mimpi tak ada air mata menetes untuk kematianku sekalipun di jalan bertabur bunga tak sekuntum tertuju pada penyair apalagi doa atau nyanyian duka di pintu kubur saja tak satu malaikat akan menyambut sedang tuhan sendiri mungkin tak pernah mencantumkan namaku dalam bukunya memang sia-sia, semuanya, juga puisi tapi tak lain yang bisa dilakukan karena cinta dan seorang penyair di negeri ini, hidup atau mati semata-mata karena cinta


146 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Giyanto Subagio 7 NOVEMBER YANG BERHUJAN mengenang Rendra menyusuri lorong kotamu yang penuh tanda dan rambu-rambu aku tak tahu emana langkah patuku satu kepala dengan seribu pikiran satu nggung dengan seribu beban hujan turun di tengah kota genangan air menyerbu kampung-kampung aku berjalan gontai bagaikan transjakarta dan comuterline yang bergerak tanpa muatan kaum urban stasiun-stasiun kosong halte-halte kosong kecuali suara detak jarum jam dinding pada dini hari dan kelepak sayap seekor kelelawar yang terbang mengapung di udara di bawah hujan bulan November wajahmu melintas dalam puisiku Jakarta, November 2022


147 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Giyanto Subagio PERJALANAN Perjalanan tak menemukan apa-apa kecuali duka di setiap senja yang tersaji di beranda. Bertahun-tahun aku bercermin pada daun-daun yang berguguran, atau butiran hujan yang turun dari langit ke bumi. Sesekali aku minum cappuccino dan makan soto rawon di restoran. Aku sebel terhadap sunyi yang tiba-tiba menjelma bayang-bayang kecemasan dan ketakutan di ujung lorong dan gang. Sekarang aku kembali berjalan. Kakiku melangkah menyusuri masa silamku. Aku kini tak takut lagi oleh bayangan hantu kelam yang tiba-tiba menjelma dari masa silam. Jakarta, Desember 2022


148 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Giyanto Subagio PUISI BUAT IMAN BUDHI SANTOSA aku tak bisa berenang seperti ikan aku tak bisa terbang seperti burung-burung tapi, imajinasiku mengembara ke langit-langit tak dikenal sayap-sayap puisi terpasang dalam sukmaku, sunyi namanya sayap-sayap cinta terpasang dalam jiwaku, derita namanya sunyi menjelma kupu-kupu dalam kepompong waktu derita menjelma cahaya dalam cahaya maha cahaya aku tak bisa berenang aku tak bisa terbang tapi, sukma dari sukmaku melangit aku tak bisa berenang aku tak bisa terbang tapi, jiwa dari jiwaku mewiji Jakarta, November 2022


149 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Hadijah SEPATU YANG MEMBAWAMU Kutulis surat ini untukmu saat ruang-ruang kembali sunyi dan rindu kembali hadir merayap kembali tentang sebuah perjumpaan Sebait kisah mungkin akan terasa ketika semua meninggalkan pelataranmu Ruang-ruang kelas kembali sepi Usai perjumpaan ada yang pergi jauh yang kembali, jauh tak kembali temui jalannya Ruang-ruang kelas kembali sepi tinggalkan jejak tawa Jejak sepatu dan sisa coretan-coretan di papan, bangku dan kursi tentang sebuah cinta dan cita-cita. Hari ini kau memulai kisah sepatu yang baru Sederet pikiran kembali mengasah rencana dan renjana Apakah kau akan mengajaknya ke kampus-kampus kantor atau pasar-pasar tempat menjual masa depan Suatu saat irama waktu mungkin akan memanggilmu kembali dan sisa usia kembali bersua mengetuk pintu membawa sejuta mimpi dari segala pejuru Seberapa waktu kembali menyulam ataukah ruang telah menyalin rupa bersama zaman yang kasmaran. Pesan cinta mungkin akan kau bawa ke mana sepatu harus berlari dan berhenti September, 2022_ D’etzha


150 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Hadijah SEPOTONG ROTI DAN SEPOTONG RINDU Masih kusimpan rindu yang bermekaran di antara bunga-bunga hujan Sepasang lentera mengingatkanku pada matamu Yang kadang berkedip bila kataku-kataku meragu Meja kayu di sudut bisu masih saja menyimpan dinginnya Saat kekanak-kanakanmu beku akan sepotong roti Kau suka roti yang harus kubuat sendiri dan tak ingin yang lain Masa mengurai bersama harum nafasmu Kenangan kembali datang bertamu di serambi malam tanpa permisi Bersama sepotong roti kumamah yang tersisa pada usia senja Lentera yang kaunyalakan masih tetap seperti dulu Walau kadang meredup kehabisan minyak atau karena angin yang nakal Meja kayu kita masih juga bersulam kerudung sutera pernikahan Duduk sendiri di tebing waktu Dan aku hanya bisa menyisakan rindu untuk sepotong roti Mengingatmu adalah doa terindah yang bisa kubagi untukmu 011222, Sumbawa_D’etzha


151 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Hadijah PUCUK RINDU DUSUN KELAHIRAN Seperti nafas yang terus berulang padamu segala musim dititipkan Jalan takdir suatu saat kan menuntun pulang Tanah kelahiran Menu ibu Harum kemuning padi Nyanyian pematang Dialah kisah tertinggal Saat tanah kelahiran merindu dalam dekap bayang di rantau Mata menganak sungai teringat masa kecil Dusun yang permai di antara gemericik air irama katak dan capung Menu ibu membalur rasa di perapian menggugah selera Aroma nasi merah sayur lodeh Ikan asin tahu tempe san sambal menyatu dalam sepiring hati Harum kemuning padi saat pucuk bertunas menebar wangi Bulir-bulir padi dipermainkan angin Orang-orangan sawah bergoyang seirama cicit burung hinggap di batang padi Nyanyian pematang adalah kita yang berlari telanjang kaki meniup serunai Membawa rantang bekal ayah selepas membajak sawah Dusun kelahiran Adakah tempat berpulang meragi mimpi 09092022, Sumbawa_D’etzha


152 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Hafney Maulana KUCING /1 kudengar meong kucingku di depan pintu gejolak birahinya meletup di ujung malam kucingku merindukan aroma manis sisa kopiku semalam napas dan denyut nadinya sembunyi di bulan kucingku mengadu pada Tuhan gerimis menyentuh daun sepanjang penantian kucingku tak bisa meraung hanya gemetarnya membadai di balik awan paginya. kudapati kucingku tidur menyimpan birahinya di sopa 2018 / 2022


153 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Hafney Maulana KUCING / 2 kemarilah kucingku kita tuntaskan sunyi tak ada ruang untuk kau yang tersisa. masih saja kau menari di benakku aku terluka oleh cakarmu adakah cinta terselip di matamu. semakin garang semakin gairah kupahat bayangmu 2022


154 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Hafney Maulana KUCING / 3 kuku-kuku tajam merajam darah mengalir . terasa perih ketika kau cakar dadaku pundakku, wajahku. kucingku melompat mengerang. matanya merah saga hus pus kemarilah cakarlah mataku ambil warnanya cakarlah telingaku ambil dengarnya cakarlah hidungku ambil baunya cakarlah tanganku ambil gapainya kucingku menatap langit melompat ke ubun-ubun ku jadi rimba sansauna lompat ke laut jadi pantai landai lompat ke gurun jadi padang meong. kucingku minta bulan bulan malu kucingku minta bintang bintang ragu meong. kucingku lompat padaku kuberi satu jari tengahku. ia minta telunjukku kucingku apa maumu? sampai muntah dalam mabuk gerammu 2022


155 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Harna Silwati LELAKI PEMUNGUT RAHASIA seorang lelaki mencuri kepalaku yang terbuat dari buku buku tua hari berikutnya sang lelaki mencuri dadaku yang terbuat dari air laut dan gunung gunung terakhir lelaki itu mencuri telapak kakiku yang telah membumi ia pun berjalan menyusuri semak belukar sambil memungut butiran noktah kadang ia menari di panggung bercerita di taman-taman sepi berpesta di trotoar kota ia lupa bahwa aku lembaran rahasia sejarah perjalanannya yang tak bisa dibongkar waktu Jakarta, Juni 2020 Copyright@Sil


156 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Hasani Hamzah PADANG ATAUKAH KERONTANG Dengan sedikit letikan bisa terbaca. Padang ataukah kerontang. Panas setahun hujan sehari. Sia-sia. Dan yang tersisa, kebencian muncul dari sudut mata, menjalar pada akar. Rambutmu mengibarkan waktu mengusung musim yang berceloteh oh. Saru dalam seribu penyamaran. Sedang namamu. Ya. Namamu. Apalagi yang akan kau tinggalkan. Serupa kenangan yang tak lekang oleh terik dan rintik. Bara dan lara. Dua kosa kata yang bertumbuh subur pada umur. Hidup yang sekuku dari tangan yang akan melambai. Mendekap ungu. Termangu di pintu itu tertutup rapat. Tuhan, hanya kepada-Mu aku mengharap. Sumenep, 8 Oktober 2022


157 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Hasani Hamzah KANJURUHAN Bola-bola dalam kepala Bersarang di sudut mata Berkejaran dengan waktu Tubuh-tubuh berjibaku Berjibun berduyun-duyun Menyesaki arena berembun Bola-bola kian sengit Suara semprit suara jerit Suara dalam tiupan panjang Bola-bola terbang melayang Berkejaran seribu pasang kaki Tinggalkan rumput sepi Bola-bola melambung jauh Orang-orang bersikukuh Lalu bubar mencari pintu Menerobos dinding waktu Bola-bola terus menggelinding Lalu segala bergeming Bola adalah pundi-pundi Sejumput gengsi anak negeri Menjadi ladang harapan Sorak-sorai kemenangan Satu pinta diberinya air mata Tiada bola seharga nyawa Sumenep, 10 Oktober 2022


158 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Henie MENCARI Alang alang aku melewati pergi ke hilir asmaramu begitu takut di tengah air gelagah dalamnya cinta tersembunyi aku ingin tiba mendahului cahaya bulan memikirkan hatiku meluap di air jernih oleh engkau lelaki di jantung yang gugup kurindukan tak mampu mencegah hatiku terhanyut dalam arus sungai yang seakan menyentuh wajahmu dan meletakkan nafasku di celah rambutmu untuk bercumbu disetiap helainya yang basah... (Klungkung Bali_2022)


159 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Henie SIAPA YANG TIDAK TAHU DIRI? AKU ATAU RINDU? Ke ruang hatimu masih jauhkah praduga harus kutempuh? hingga frase menyentuh kulitku, kurasa menyakitiku harus jadi apa bila hati semakin murung tanpa daya bagi rindu membuncah tiada pernah memungkiri, terkurung gelisah. baru saja sebabak, jauh kurasa beranjak kuingin baikmu; untuk kupilih menghabiskan waktuku (Klungkung,Bali 2022)


160 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Henie IBU Dalam getar pelukanmu engkau terbata jantungmu bersandar seperti ketakberdayaan, menyerah akan apa warna rupaku di setiap malam dalam suara batukmu; tak semestinya lagi kulauhkan keluh karena dongeng tak lagi sayup terdengar olehku perempuan ceroboh yang selalu mebangunkan lelapmu untuk sepiring mie instan Ibu kaulah Ibu bahwa aku mencintaimu (Klungkung,Bali 2022)


161 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Henny Purnawati RINDU DI UJUNG SENJA Semesta pertemukan aku dan kamu Ketika senja turun berselimut langit warna jingga Hidupku menjadi lebih berwarna Saat kita berbagi dunia yang berbeda // Cerita kita seperti pantai dan gelombang Tak pernah bosan saling menyapa Atau seperti gunung dan lembah Selalu berdampingan ketika angin bertiup // Cerita kita tak pernah selesai hingga akhir Kebersamaan tanpa janji terucap Kenangan tentangmu hanya bisa kutitip lewat senja Saat pikiran mengembara mengingatmu // Senja telah luruh berganti malam Rinduku tak pernah menemukan jalan pulang Cerita yang kita rajut seperti bisikan semu Meninggalkan jejak yang tak dapat kutelusuri


162 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Henny Purnawati KISAH DESEMBER Desember selalu punya kisah tak terlupa Ketika sebuah perjalanan bermula dan berakhir Kemeriahan mengantar kepergian Desember Hari baru dengan harapan baru hadir // Desember ketika semesta memiliki banyak warna Saat mentari lebih suka berada di peraduan Warna keemasan menghiasi kehidupan alam Tarian daun gugur meliuk tanpa henti // Desember kisah perpisahaan terindah Kepergiannya diiringi denting lonceng gereja Tiupan terompet saling bersautan Gemerlap kembang api menyinari langit malam // Desember pesta perpisahan terakhir Kunikmati sisa hari-hari tahun terakhir Sebelum tahun baru datang menggantikan Desember ini akhirnya jadi sebuah kenangan


163 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Henny Purnawati PERPISAHAN Akhirnya panggilan terakhir bergema memanggilku Pertanda aku harus beranjak dan bergegas melangkah Diantara hiruk pikuk lalu lalang penumpang Tinggalkan semua tentang kita sebagai masa lalu // Aku harus melepasmu selamanya tanpa kata Untuk sesuatu yang lebih berharga di depan sana Aku dan kamu tak berakhir menjadi kita Ada hikmah besar dibalik semua rencana Sang Pencipta // Pertemuan kita tak bisa memberikan kebersamaan Melepaskanmu untuk sebuah kesempatan baru Entah ke stasiun mana kereta ini akan membawaku Untuk bertemu seseorang baru di perhentian akhir // Kurasa tak perlu ada ucapan selamat tinggal Perpisahan ini menjadi episode terberat sebuah perjalanan Cinta akan menemukan kita di ujung sana Hadirnya kembalikan semua rasa yang sempat hilang


164 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Husin Sutanto 2023 Tidak perlu menduga ada apa di lembaran kalender entah jalan mendaki penuh duri atau menurun curam atau langit cerah tanpa mega sepanjang jalan cukuplah bila esok matamu menangkap sinar surya, parumu menyerap O dua, dan kakimu masih dapat bersepatu. Bandung, 15 Desember 2022


165 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Husin Sutanto KENANGAN Kenangan bagai mainan bocah, begitu berharga dan indah pada masanya namun hanyut oleh waktu tergusur hal-hal baru. Bandung, 15 Desember 2022


166 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Husin Sutanto SINAR KREPUSKULAR Perhitungan para pakar hasilkan awan-awan pirau, prediksi para ahli bangkitkan begu-begu nisbi, hanya surya yang niscaya dengan sinar krepuskular. Bandung, 15 Desember 2022


167 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Ibu S DENTING HARAPAN Sayup terdengar seruling rindu mengalunkan melodi tembang kasmaran Bak bunga mawar merekah di taman hati Warna-warni semerbak harum mewangi Merah kuning jingga putih merona sungguh menakjubkan Kuhanyut dalam angan mengawang Entah rasa apa merasuk sukma dalam syukur terpanjat do’a Engkau hantarkan harapan dalam nyata Bukan impian atau pun hanya fatamorgana Di jari manis ini kini melingkar ikatan janji Ungkapan kekata yang terucap lewat jabat erat tak bersekat Kerling manja merajuk senyuman manis terukir indah Binar bahagia tiada terucap kata dalam bisu tertunduk malu Keheningan meredam degup di dada jagat seakan berhenti seketika Menanti sebuah jawaban “InsyaAllah”............. “Tiiiiing... degup dada kembali terdengar nyaring Spektrum biru pun menggaungkan harapan Membelah langit menembus ‘Arasy-Nya Hari ini sebelas November mengikat janji menuju ridho-Nya Tuk menyatukan rasa di sebelas Maret angka bersejarah Denting harapan merapalkan ayat-ayat cinta di atas sajadah kasih sayangNya #Sukabumi_151120


168 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Ibu S ~BERBAGI BERKAH 152 152 hari jadi kabupaten Sukabumi Satu angka tegak simbol kearipan keadilan diri Lima merengkuh harap setiap denyut jelata negri Simbol di angka dua pengayom merata sang Dewi Sri Tiada tanda kutif terpampang di setiap untaian Walau entahlah... Beiring merayap jalanan melaut terhenti Roda dua roda empat pun terteror halayak Sumuringah alunan syukur terhatur lewat pancaran netra Tangan-tangan kreatif pengolah lahan menghaturkan pangan ruang tengah Otot mengembang langkah mengencang Dalam terik berbagi berkah asam manis pahit pun tersaji ditempayan para petani nan subur Bumi menjadi saksi akar menjadi penebar rizqi Dedaunan berserat buah bergizi penawar imun Halayak bersorak bahagia tangan kosong berisi seikat padi Berkah indahnya berbagi Duhai para penguasa negri dalam alunan bait-bait puisi Kudendangkan harap para jelata yang masih terisolasi Dalam simbol angka 152 keberkahan pengayom Pertiwi Menanti celah cahaya dari balik jendela melangit #Sukabumi-2022


169 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Ibarahim Siregar TOPENG Senyumku kala menyambut mentari pagi Sirna di makan senja Malam itu menyiksa dengan prahara Aku harus berpura dua dunia Mataku berbinar menyambut pagi Dan berkaca di malam menjelma Waktu indah untuk menyesal Karena dunia siang tak boleh sesali Aku tau Aku bahagia dengan duniaku Sedang nyata di tengan duka Karena semua luka tak bisa di makna Aku yang tak tau Pilu rindu dengan sahabatku Disinilah tempatku Tapi bukan sekedar sahabtku. Gunung Tua, 30 November 2022


170 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Iis Singgih CINTA ADALAH BAHAGIA wajahnya dingin di bawah sinar rembulan seorang kekasih adalah penyelamat sebagaimana ada dalam dongeng cinta adalah bahagia menuntun untuk selalu setia dalam hangat genggaman usia mungkin, keduanya layak untuk dikenang sebab memiliki hati yang karang lembar-lembar hakikat terlipat menyimpan ayat cinta lagu sendu dinyanyikan di puncak hawa kerinduan angin tak mau berhenti mendaraskan jejak cerita hingga terbaca kabar bahagia kenangan berulang mengirim rindu dalam sunyi gema para pecinta berlagu-lagu mata membasah luka terbasuh Lawang, 20 Oktober 2022


171 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Iis Singgih MENGINTERI GABAH : Petuah Tampah / rangkaian kebaikan telah memilin rasa melilit dari satu masa ke masa teranyam indah di rimbun rindu yang menancap tajam ke ulu hati ;perempuan // di senjakala seorang bocah hilang di gondhol wewe gombel tangis pilu melebur di antara parade tetabuhan tampah riuh mengelilingi jalanan kampung menembus pintu dimensi lain menjemput kembali raga sang bocah di bawah pohon trembesi tua bocah malang linglung tak ingat ayah tak ingat ibu tatapnya nanar tertutup tabir :kosong dan hampa hingga gemuruh tabuh tampah keramat menuntunnya kembali pulang


172 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 /// mungkin ini saatnya menatah kembali harapan nada-nada terdampar di birama semesta merayu syahdu di antara bunyi lesung, desir angin dan celoteh angsa perempuan itu menatah kembali harapan dengan lembut duduk memangku tampah menginteri gabah memutar-mutar memilih padi bernas membuang yang kosong //// kata-kata tersekap di antara lipat anyaman bambu menjadi percik gairah di celah-celah benak benar ternyata, “keluasan dan kekayaan hati itu ada di balik kesederhanaan” Ruang Kata, 11 Juli 2022


173 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 I Ketut Aryawan Kenceng PERIH BERHAMBURAN DI UDARA IBU KOTA Perih berhamburan di udara ibu kota Pekik pekak terompet klakson berdentuman Deru tuba cerobong jelaga sengit melimbungkan Saling silang tajam berseliweran berdesingan Perih berhamburan di udara ibu kota Muncrat dari kolong jembatan dan bantaran kali Cerca pesing comberan ,sarang tikus dan sebangsanya Tersaruk di bawah pencakar langit yang ngangkang menyeringai


174 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 I Ketut Aryawan Kenceng IKAN BARONANG BAKAR JIMBARAN Kepul asap aroma Betkelindan berdepa -depa Menyusupi tubuh senja Pantai jimbaran menyorotkan warna Ikan baronang bakar mengerling Berdesing-desing Padat berisi Hangat dan seksi Gurih memercik tak henti-henti Sambal kecap sambal matah setia mendampingi Lalapan dan kemangi tak kecuali Deras meluncur lancar Tak kuasa menghindar Ke dalam lambung Girang bersenandung Menekuk keruh hari Melenturkan gegap hati


175 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 I Ketut Aryawan Kenceng BOCAH PENGAMEN Pecahan keringat Terik yang runcing Bersitatap di jakarta yang padat Mimpinya yang sarat Tercantel sengit pada ukulele butut Perempatan lampu merah jadi langganan manggung Dendang suara sumbang Menyembur dari tubuh kerontang Demi segaris senyum ibu di rumah


176 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Ikhlas El Qasr TUAN MANDOR 1/ dan entah kali ke berapa ia menghitung ulang setiap preminya padahal malam begitu larut dan tak banyak waktu untuk diselamatkan sebelum pagi membawakan cuka bagi matanya ia mulai merebahkan lelahnya namun ia masih menatap langit-langit ada suar mata yang meleleh dan meneteskan kepedihan masa silam yang ia pikul di pundak parubayanya “Ah, aku akan berusaha lebih keras lagi.” lalu katanya menguap pikirannya terbiar lelap 2/ di jalan pagi yang terlalu dini ia menjadi kabut pertama yang menggenggam ayat-ayat sunyi dan butiran embun yang menyimpan resah di setiap tadah doa-doanya ada mimpi yang tak pernah tamat sedang pagi telah menyuguhkan kenyataan


177 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 3/ ia menyukai tengah hari dan makan siang sebab ia bisa menikmati peluh payahnya dalam sebungkus nasi lengkap dengan lauk-pauk yang telah dingin dan seadanya dan di dalam termos kecil yang ia bawa selalu ada kehangatan yang menjadi jeda dari setiap langkah kaki yang memapah remah-remah asa layaknya secangkir kopi ia menerima segala pahit dan manisnya kehidupan 4/ di senja yang biasa di ujung hari matahari seperti tergesa-gesa tenggelam dan malam datang menggenggam sunyi sedang ia menjadi kabut senja perkebunan yang menghantarkan kumandang seruan-seruan tuhan seperti senja hidup baginya hanyalah masa peralihaan dari keberangkatan menuju kepulangan dari tempat singgah menuju rumah keabadian 5/ tuan mandor begitulah orang memanggilnya pada jam-jam kerja untuk bertanya atau hanya sekadar menyapa


178 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 tapi di luar jam kerja ia hanyalah seorang hamba seorang ayah bagi anak-anaknya seorang bocah bagi masalalu dan luka juga seorang renta bagi jiwa yang menanti saat-saat bersua dengan tuhannya Satui, Desember 2022


179 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Indri Yuswandari SAJAK HUJAN Istirahatlah kekasih, mari duduk dekatku biar kubasuh keringatmu Tidakkah kau lelah seharian mengukur jalan Istirahatlah, telah kusedu kopi hitam kesukaanmu Nikmati, sembari kudengar ceritamu tentang kabar hari ini juga rencanarencana esok hari yang masih misteri Jangan tenggelam dalam kekhawatiran Anak-anak pasti pulang bertandang Mungkin mereka sedang sibuk Tak ada sempat waktu berkabar Telah larut malam, rebahlah kau dalam pelukan Menyerahkan segala kepasrahan saat terpejam Berterimakasih pada kehidupan yang dipinjamkan November 2022


180 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Indri Yuswandari TENTANG CERITA KEMARIN + Asyik saja ya Kuuu, Biar cuaca terik, udara panas, tak ada angin, kita masih bisa tertawa, bahkan rasa sakit menjadi canda Tentang gigi berlubang yang mulai tanggal, bahkan nyeri di gusi tak lagi dirasa saat terbahak bersama, karena kita tak pernah merasa tua - Kau sudah minum obat, kenapa masih tetap sakit, jangan salah minum Spontan yaaa, itu acara sudah lama hilang dari televisi + Ya Tuhan, gelak jenakamu itu loo...membuatku gemas ingin menggigit hidungmu - Hei! Selembar uang limapuluh ribuku terendam air, nolnya hanyut satu, akan kusulap dengan warna merah agar berubah menjadi seratus ribu + Yaaaa kau bisa traktir aku, beli nasi kebuli yang lagi kuimpi, kamu janji mau menyuapi aku kan, awas kalau lupa, hidungmu jadi sasarannya - Engkau mendapatkan janjiku, bisikmu Lalu kita berjalan di taman, kau mainkan gitar, aku nyanyikan lagu kain waktu + Kemana kita setelah ini? - Duduk saja berdua, memandang bintang hingga lenyap malam, aku mau engkau tetap denganku, rebah di pangkuan rembulan hingga usai waktu + Kuuu..setiap detik aku ingin selalu bersamamu dengan cinta sederhanaku November 2022


181 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 Indri Yuswandari MATA JIWA Berkaca pada gagu mata aku ombak tak berpantai, aku melihatmu meski tak lagi bisa menatapmu, batinku mengembara disekap puluhan cerita hingga lupa warna jingga senja Mengenang percakapan pada malam di ujung paling samudera, siapakah engkau yang mendenyut nadiku, membelai anak-anak rambutku, membawa langkahku tiba di depan pintu? Kitapun bercakap dan berdekap meski hati sama-sama senyap, bahkan nyaris tersungkur bagai petarung gagal membawa kemenangan, tapi kita tak pernah menyerah sebab perasaan kita selalu berkait seperti kelopak bunga dan segayung air Lenyapmu tak bisa diterjemahkan dan akupun akan sepertimu, terkubur ribuan kemuning menghumus menghembuskan rindu bermantra di puncak-puncak cahaya Nopember 2022


182 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Jang Sukmanbrata DEWI PUISI DAN KESENIAN dewi puisi dan kakaknya itu dewi kesenian suka membantu yang miskin dan teraniaya dewi puisi adalah ulat berbulu hidup di ayunan waktu, tidak menunggu di balik dedaunan kala basah di batu bolong tak berlumut di tembok tembok berlobang Pernah kamu bermimpi bulan jatuh? meski kadang lahir dari debur nafsu dewi puisi tetap mulia, tetaplah agung puisi bukan bulan pun rayap kayu apalagi kokok ayam jantan di pagi dini Dewi puisi mirip wanita pertama kali hamil, banyak maunya, samar rasa, kerap meringis kesenian ialah ular cobra jantan dan betina sama saja berbisa melarikan sakit dendam jutaan abad sebelum Adam tiba di benua Asia - Hawa di benua Afrika, Iblis Azazil di lembah garam Basrah Keduanya sarat cinta lugu menghadapi musuh, yang ketiganya makhluk dengki, penuh cemburu ular alat kemerdekaannya di dahan, di gua Dewi seni lahir pada saat Qabil memuja api di malam tak berbintang dewi puisi lahir dari senyuman Tuhan ( jangan bangga wahai kaum seniman! ini surga tapi jebakan


183 Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Larung Sastra Jilid 1 kehidupan kalian). Tak perlu bimbang, genangan rasa di cekungan jiwanya seperti kolam Dewa prosa penolong suka datang, agar kekaburan makna menjelaskan kesenian mencintai orang miskin, semua yang teraniaya dibela puisi sehabis tsunami, gempa sana sini, beras sisa sebutir, hewan pun ketir, setelah kebaikan berkeadilan hadir. Dewi puisi lahir di tanah air hidup sunyi Dan dewa prosa gemar makanan lezat sambut, lalu reguklah sepuas mungkin. /Citarum Rajamandala, 30/1/ 2019 ________________


184 Larung Sastra Antologi Dapur Sastra Jakarta 2022-2023 Jilid 1 Jauza Imani PULANG KE TANAH EMAK Halaman rumah emak tak pernah basi Tumpukan kenangan memenggal lidah Debu-debu di lantai tanah bersuka cita, “Mari kita kotori kaki mereka.” Lalu beringsut berebut menjadi selimut Emak tak pernah kekurangan samudra Hatinya cawan tak berbatas Memeluk ombak merangkul angin “Jadikan aku muara angkara.” Seketika redam murka tiada kuasa Dari bilik geribik emak menghitung keringat Tak ada angka yang tepat tercatat Aroma menguar bunga setaman “Biarkan peluh merindu kupu-kupu.” Sekuntum melati tak cukup mewakili Pulang ke tanah emak: yang kau cari tak pernah sembunyi Bandarlampung, 15 Desember 2022


Click to View FlipBook Version