The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by chitrasintarani67, 2024-04-04 21:21:39

INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR

INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR

144 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD Pada gambar 3.3 guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari paragaraf mana yang dinamakan gagasan pokok dan paragraf mana yang menjadi paragraf pendukung. Setelah jawaban di dapat guru menampilkan jawaban pada slide Gambar 3.3 Guru menampilkan jawaban pada gagasan pokok pada teks deskripsi. Gambar 3.4. Guru menampilkan gagasan pendukung Pada gambar 3.3 guru menampilkan jawaban dari gagasan pokok pada bacaan tersebut, kemudian guru menjelaskan jika gagasan pokok pada bacaan tersebut terletak pada paragraf pertama. Kemudian dilanjutkan pada gambar 5 yang dimana guru menampilkan jawaban dari gagasan pendukung yang di tambah berbagai animasi yang membuat pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga meningkatkan minat belajar siswa sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran Kemudian selingi suatu media crossword puzzle atau teka teki silang yang dimana lembar dari crossword ini akan di share kepada siswa baik berupa file maupun berupa kertas yang sudah siap di isi. Kemudian lembar tersebut dapat disi ketika pembelajaran dilaksanakan. b. Media Game Crossword Puzzle Kemudian selingisuatu media crossword puzzle atau teka tekisilang yang dimana lembar dari crossword ini akan di share kepada siswa baik berupa file


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 145 yang dikirim melalui WA Grup, maupun berupa kertas yang sudah siap di isi. Kemudian lembar tersebut dapat disi ketika pembelajaran dilaksanakan . selain siswa bermain dengan media ini, siswa dapat melatih daya ingat otak dalam pembelajaran yang sudah dilaksakan agar tersimpan lebih lama Setelah guru sebelumnya sudah menshare lembar crossword atau teka teki silang guru menampilkan teka teki silang itu berupa ppt interaktif . Gambar 3.5 Guru menampilkan soal pada ppt interaktif


146 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD Gambar 3.6. Contoh siswa yang menjawab tepat pada no 7. Pada gambar 3.5 guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mencatat soal pad ppt dan setelah mencatat soal guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menjawab soal yang berkaitan dengan pembelajaran yang sudah dilaksanakan.Setelah selesai menjawab soal guru dapat memulai permainan teka teki silang ini Siswa yang menjawab tepat akan mendapat poin tambahan. Guru dapat merandam no berapa saja boleh duluan untuk di jawab siswa Pada gambar 3.6 siswa menjawab dengan tepat , dan siswa tersebut berhak mendapat poin tambahan , dengan media ppt interaktif diselingi media crossword puzzle ini walau dalam masa pandemi pembelajaran akan dapat berjalan maksimal, selain siswa mendapat pembelajaran menarik siswa juga mendapat suatu permainan yang mengasah otak dan dapat meningkatkan daya ingat siswa.


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 147 c. Penelitian yang Mendukung PPT Interaktif Disertai Game Puzzle Dari penelitian yang dilakukan oleh Yuliana dan Hastina (2019) dengan judul “Peningkatan Kemampuan Kognitif Siswa Melalui Metode Pratikum Dengan Media Power Point Interaktif ” hasil dari penelitian ini terdapat perbedaan antara siklus 1 dengan siklus 2 mengalami peningkatan, jadi pada penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran metode praktikum dengan media powerpoint interaktif pada materi Eubacteria dapat meningkatkan kemampuan kogntif dan minat belajar siswa kelas X MIPA 4 di SMAN 4 Palembang. Jadi dengan menerapkan media interaktif dapat secara tidak langsung berinteraksi dengan siswa di sekolah dasar untuk meningkatkan minat belajar dan mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian yang dilakukan oleh Wahidah, Miftahul (2017) dengan judul “Penerapan Media Power Point Interaktif Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas I SDN Genukwatu IV Ngoro Jombang” hasil dari penelitian ini penerapan media powerpoint interaktif dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas I SDN Genukwatu IVNgoro Jombang. Buktisecara kualitatif dapat diketahui dari hasil pengamatan proses pembelajaran yang mengalami peningkatan pada tiap siklusnya, yaitu siswa lebih aktif dan antusias dalam pembelajaran, lebih percaya diri, lancar dalam berbicara, dan mampu menggunakan kata secara tepat. Peningkatan hasil pengamatan pada pra-siklus rata-rata 19,14, sedangkan pada siklus I mengalami peningkatan yaitu 36, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan 51,6. Sedangkan bukti secara kuntitatif siswa mengalami peningkatan rata-rata, yaitu pada pra-siklus nilai rata-rata 51,1, siklus I adalah 61,9, dan siklus II adalah 80,9. Penelitian yang dilakukan oleh Penelitian yang dilakukan Stutik, Fidiana (2014) “Pengaruh Strategi Pembelajaran Crossword puzzle (Tekateki Silang)


148 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas V SD 3 Temulus Mejobo Kudus Tahun Pelajaran 2013 / 2014” hasil dari penelitian ini adalah Strategi pembelajaran crossword puzzle (teka-teki silang) berpengaruh terhadap minat belajar siswa kelas V SD N 3 Temulus, mengacu perhitungan uji-t diperoleh hasil analisis data dengan taraf signifikansi 5% Siswa memiliki minat belajar yang tinggi terhadap mata pelajaran IPS dengan menggunakan strategi pembelajaran crossword puzzle (teka-teki silang) ditinjau dari perasaan senang, perhatian, keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan ketertarikan siswa, sehingga hasil belajar siswa cenderung lebih tinggi dari sebelum diterapkannya strategi tersebut. Jadi dalam penggunaan ppt interaktif disertai crosword puzzle dapat meningkatkan minat belajar siswa karena game crossword puzzle ini adalah media yang simple dan sebagai sarana bermain sambil belajar karena pada soal crossword puzzle terdapat soal soal yang merefleksikan kembali pembelajaran yang sudah dilaksanakan sebelumnya, dan juga dapat melatih ejaan siswa dikelas IV. Dalam Jurnal yang ditulis oleh Maria Widyastuti, Christina Agnesia (2020) dengan judul “Upaya Memaksimalkan Pembelajaran Daring Selama Masa Pandemi Covid-19 Di Universitas Katolik Darma Cendika” kesimpulan dari jurnal ini menunjukan Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi dosen karena menjadi lebih memahami cara memanfaatkan teknologi yang baik dalam menyikapi sistim pembelajaran jarak jauh secara bijak dengan menyiapkan pembelajaran daring secara menarik seperti ppt di tengah pandemi Covid-19. Jadi dalam penerapan media interaktif ini dapat meningkatkan minat belajar siswa disertai dengan crossword puzzle dapat menjadi saran siswa bermain sambil belajar , sekaligus dapat meningkatkan daya ingat sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Dalam Jurnal yang ditulis Sari Inda P. (2018) dengan judul “Pengembangan Bahan Ajar Struktur Teks Deskripsi Berbasis Kearifan Lokal


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 149 Tempat Wisata Di Lubuklinggau Siswa Kelas VII MTS Mazzro’illah Lubuklinggau” Kesimpulan dari penelitian menunjukan Pengembangan bahan ajarstruktur teks deskripsi berbasis kearifan lokal tempat wisata Lubuklinggau secara umum mampu memenuhi kebutuhan bahan ajar struktur teks, isi materi bahan ajar struktur teks deskripsi berbasis kearifan lokal Lubuklinggau yang sesuai dengan kebutuhan siswa kelas VII Mts Mazro’illah Lubuklinggau adalah bahan struktur teks deskripsi berbasis kearifan lokal Lubuklinggau. Bahan ajar ini mengarah pada contoh-contoh di daerah setemapat. Lubuklinggau. Pengembangan bahan ajar struktur teks deskripsi berbasis kearifan lokal tempat wisata Lubuklinggau dikategorikan layak untuk digunkan. Jadi dalam penerapan bacaan berbasis kearifan lokal di bali dapat dijadikan bahan ajar yang layak digunakan saat pembelajaran bahasa pada materi gagasan utama dan gagasan pendukung di kelas IV sekolah dasar . Dari beberapa jurnal yang telah disampaikan dapat diprediksi penggunaan media pembelajaran powerpoint interaktif desertai game puzzle dapat meningkatkan minat belajar pada materi gagasan pokok dan gagasan pendukung di kelas IV Sekolah Dasar pada bacaan deskripsi berbasis kearifan lokal di bali dapat meningkatkan minat belajar siswa . Prediksi Penerapan PPT Interaktif disertai Game Puzzle Kurangnya minat belajar siswa pada pembelajaran bahasa indonesia Pada muatan gagasan pokok dan gagasan pendukung pada teks deskripsi disebabkan kurangnya variasi pembelajaran yang dilakukan secara daring ini. banyak siswa yang kurang antusias dalam pembelajaran bahasa indonesia menyebabkan tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai. Sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan minat belajar siswa adalah menggunakan power pointinteraktif deselingi game crossword puzzle yangdapat meningkatkan minat


150 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD belajar siswa pada masa pandemii ini. Dengan pembelajaran yang bisa berinteraksi tanpa harus bertemu dapat mencapai tujuan pembelajaran. Dengan diselingi game crossword fazle selain mengusir kebosanan dalam belajar, crossword ini dapat meningkatkan kemampuan mengeja siswa dan juga dapat sebagai media refleksi pembelajaran yang sudah dilakukan agar pembelajaran yang sudah tersampaikan dapat disimpan dalam waktu yang lama. Berdasarkan simpulan diatas, dikemukakan dua saran sebagai berikut. Pertama bagi Guru disarankan agar lebih kreatif untuk memberikan fasilitas berupa sumber belajar dan kesempatan yang lebih besar bagi siswa pada pembelajaran dengan menggunakan media power point interaktif diselingi game crossword puzzle sehingga tercipta pembelajaran bermakna bagi siswa. Kedua Peneliti lain Berdasarkan temuan penelitian, disarankan kepada peneliti lain disarankan agar hasil penelitian ini digunakan sebagai refrensi untuk melaksanakan penelitian selanjutnya atau menemukan inovasi kegiatan pembelajaran lainnya yang bermakna bagi siswa.


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 151 Daftar Pustaka Ariwibowo, Kunto Eric. 2016. Media Pembelajaran Diy: Membuat Flash Card Dan Teka-Teki Silang Mandiri. Jurnal PBSD, FKIP, Universitas Widya Dharma Klaten. Asrul, A. (2010). Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Pelajaran Bahasa Inggris Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Helvetia Medan. Diyan, F., & Upik, Y. (2016). Pengembangan media pembelajaran multimedia interaktif berbasis android pada materi plantae untuk siswa SMA menggunakan Eclipse Galileo. Biodik, 2 (1), 1–6. Fathonah S., Rani. Studi Komparasi Penggunaan Media Teka-Teki Silang dengan Kartu pada Pembelajaran Kimia Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Materi Zat Adiktif dan Psikotropika Kelas VIII SMP N 2 Ngasirojo, Wonogiri Tahun Pelajaran 2011/2012, Jurnal Pendidikan Kimia, Vol.2 No.3,2013 Kurniasari, Anna Nurlaila. 2014. Sarikata Bahasa dan Sastra Indonesia. Yogyakarta : Solusi Distribusi Yuliana I., dan Yetty Hastiana (2019). Peningkatan Kemampuan Kognitif Siswa Melalui Metode Pratikum Dengan Media Power Point Interaktif. Journal Pendidikan Biologi. 3 (1) Nurlatifah, A. (n.d.). Pengembangan Media Pembelajaran IPA Berbasis Microsoft Office PowerPoint Interaktif Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Ngrukeman Kasihan Bantul. Universitas PGRI Yogyakarta. Putri, I. P.,&Sibuea, A. M. (2014). Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Pada Mata Pelajaran Fisika. Jurnal Teknologi Informasi & Komunikasi Dalam Pendidikan, 1(2), 145–155. Sanjaya, R. (2016). Multimedia Interaktif Pelatihan Service Excellent Menggunakan Pendekatan Story Based Learning. Jurnal Informatika, 3 (1), 100–1006. Sari, Inda P., (2018). Pengembangan Bahan Ajar Struktur Teks Deskripsi Berbasis Kearifan Lokal Tempat Wisata Di Lubuklinggau Siwa Kelas VII MTS Mazro’illah Lubuklinggau Jurnal SriwijayaVol 2 no 1 Stutik, Fidiana (2014). Pengaruh Strategi Pembelajaran Crossword puzzle (Tekateki Silang) Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas V SD 3 Temulus Mejobo Kudus Tahun Pelajaran 2013 / 2014. Jurnal UMS


152 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD Wahidah, Miftahul (2017). Penerapan Media Power Point Interaktif Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas I SDN Genukwatu IV Ngoro Jombang. Jurnal UIN Malang. Widyastuti M., Agnesia C.,(2020). Upaya Memaksimalkan Pembelajaran Daring Selama Masa Pandemi Covid-19 Di Universitas Katolik Darma Cendika. Jurnal STIE. Vol 2 no 2 halaman 132.


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 153 BAGIAN IX SOGUDMASI : MODEL PENGOPTIMALAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS NARASI PADA SISWA KELAS V Dewi Anjarsari, S.Pd. Mahasiswa Pendidikan Dasar Pascasarjana Universitas Negeri Semarang Email: [email protected] Pendahuluan Mengarang atau membuat tulisan berbentuk prosa merupakan materi sastra yang ada di SD, karena mengarang merupakan suatu kegiatan karya sastra yang diluapkan secara spontan dengan mempergunakan imajinasi sebagai pembantu akal pikiran, maka dalam penyajian materi membuatsebuah karangan siswa hendaknya seorang guru menggunakan suatu cara atau teknik yang tepat dan tidak hanya sebatas menugaskan untuk menulis seperti yang dilakukan selama ini. Saat ini guru dituntutkan untuk mengajar lebih kreatif dan tidak membosankan. Melihat fenomena tersebut, kiranya perlu dilakukan terobosan baru dalam pembelajaran menulis, khususnya menulis karangan. Adapun model pembelajaran yang bisa digunakan untuk mengajarkan menulis karangan yaitu dengan model pembelajaran Sogudmasi. Tujuan dari penulisan ini untuk mendiskripsikan model pembelajaran Sogudmasi untuk meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa. Sogudmasi merupakan penggabungan antara model pembelajaran serta media pembelajaran yang akan memunculkan pengalaman baru siswa dalam pembelajaran menulis karangan yang kurang menarik menjadi menarik dan bermakna. Sogudmasi juga memiliki manfaat dalam meningkatkan keterampilan menulis teks narasi pada siswa karena dapat membentuk ingatan emosional dalam diri siswa dan dapat mengakomodasikan siswa yang lamban dalam menerima pelajaran menulis karangan narasi. Tidak hanya menyajikan materi yang dapat diterima dengan indera penglihatan saja akan tetapi juga mengajak siswa untuk menggunakan indera pendengar, dengan demikian siswa juga dapat belajar memperkaya kosakatanya karena siswa berkesempatan untuk melihat penggunaan bahasa sekaligus mendengarkannya. Adapun Langkah-langkah pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran dengan model pembelajaran Sogudmasi, yaitu: 1) pemaparan video animasi; 2) pembentukan kelompok; 3) pemberian masalah; 4) penyusunan teks narasi; 5) diskusi kelompok; 6) pemaparan hasil diskusi


154 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD kelompok; 7) evalusai dan refleksi. Tema pada penulisan teks narasi ini yang ditampilan pada video animasi yaitu mengenai cerita-cerita rakyat, seperti asalusul suatu tempat ataupun cerita legenda. Cerita-cerita yang dipaparkan pun cerita rakyat yang berasal dari daerah setempat daera dimana siswa tersebut tinggal. Sehingga akan menumbuhkan pemahaman, pengetahuan dan mengembangkan kearifan lokal atau budaya yang ada di sekitar daerah siswa. Permasalahan Pembelajaran Pendidikan merupakan persoalan yang sangat penting bagi setiap manusia karena dapat menuntun seseorang kearah yang lebih baik. Pendidikan dapat memperoleh manfaat pengetahuan dan kecakapan dengan melalui pembelajaran yang disalurkan melalui pengajaran. Dalam pendidikan sekolah dasar, ada empat aspek keterampilan yang perlu diajarkan yakni menulis, berbicara, menyimak dan mendengarkan. Keempat aspek tersebut sangat berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Menulis memiliki peran penting bagi siswa karena dapat memudahkan siswa merasakan hubungan, memperdalam daya tanggap dan persepsi siswa memecahkan masalah serta menyusun urutan pengalaman. Keterampilan menulis diajarkan dalam pendidikan melalui proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Keterampilan menulis menjadi sarana untuk merekam atau mengungkapkan pikiran, perasaan atas informasi yang diterima. Berdasarkan wawancara dengan guru kelas di salah satu sekolah di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan kesulitan yang ia hadapi dalam proses pembelajaran yakni untuk melatih keterampilan menulis teks narasi siswa. Penulisan teks narasi memerlukan kemampuan berimajinasi yang kreatif. Karena siswa kurangnya atau malas dalam membaca,siswa selalu berjalan-jalan di kelas sehinga tidak fokus dalam belajar, serta siswa malas dalam membuat karangan narasi.


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 155 Rendahnya keterampilan menulis karangan narasi pada siswa tersebut disebabkan oleh beberapa faktor: 1) metode pembelajaran yang diterapkan guru selama ini cenderung konvensional; 2) siswa kurang terampil untuk menemukan ide dan gagasannya; 3) siswa kesulitan menuangkan idenya kedalam bentuk tulisan dengan mnggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar; 4) pemilihan kata atau diksi yang kurang tepat; 5) siswa belum maksimal kurang mampu menentukan topik dan mengembangkan paragraf. Siswa dirangsang untuk mengembangkan kemampuan berfikir dan berimajinasi. Buah pemikiran mereka akan dihargai sehingga siswa akan terdorong untuk terus belajar. Faktor rendahnya menulis karangan narasi siswa disebabkan karena kurangnya kesempatan siswa dalam mengemukakan isi hatinya yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Akibatnya sering terjadi ketidaksesuaian antara isi karangan, bentuk gambar, pada karangan narasi. Indikasi permasalahan tersebut disebabkan oleh beberapa hal, namun yang paling dominan adalah sikap guru yang hanya menggunakan metode ceramah saja, guru menganggap siswa sebagai robot dan tidak pernah mengajak siswa untuk berdiskusi bersama, tidak juga mengkondisikan kelas agar menjadi nyaman dan menyenangkan. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan maka dibutuhkan sebuah inovasi dalam pembelajaran guna melatih keterampilan menulis teks narasi oleh siswa kelas. Solusi yang dapat diterapkan yakni dengan penerapan model Sogudmasi. Model Sogudmasi merupakan pengkolaborasian antara model pembelajaran dan media pembelajaran yang telah dikembangkan sebelumnya. Model pembelajaran Sogudmasi lebih mendekat kepada pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan menulis teks narasi pada siswa karena dapat membentuk ingatan emosional dalam diri siswa dan dapat mengakomodasikan siswa yang lamban dalam menerima pelajaran menulis karangan narasi. Tidak hanya menyajikan materi yang dapat diterima dengan


156 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD indera penglihatan saja akan tetapi juga mengajak siswa untuk menggunakan indera pendengar, dengan demikian siswa juga dapat belajar memperkaya kosakatanya karena siswa berkesempatan untuk melihat penggunaan bahasa sekaligus mendengarkannya. Teori Konseptual Sogudmasi Model pembelajaran Sogudmasi merupakan model pembelajaran yang mengkolaborasikan model dan juga media pembelajaran. Pengkolaborasian berbagai model pembelajaran dan media pembelajaran ini digunakan dengan tujuan meningkatkan keterampilan menulis teks narasi pada siswa. Berikut teori yang mendukung model pembelajaran ini. a. SGD (Spontaneous Group Discussion) Spontaneous Group Discussion (SGD) merupakan pembelajaran yang masuk dalam kategori tipe metode informal dari model pembelajaran kooperatif yang dalam pelaksanaannya memerlukan kerja sama antar anggota kelompoknya agar tujuan dari model ini sendiri dapat terpenuhi. Menurut Anggraini (dalam Simamora: 2019) menyimpulkan bahwa pembelajaran Spontaneous Group Discuccion (SGD) dapat meningkatkan kemampuan kreativitas dan hasil belajar matematika siswa. Sehingga model ini sangat penting untuk dikembangkan dalam pembelajaran di sekolah. Huda (2015: 129) mengemukakan bahwa model Spontaneous Group Discussion adalah model pembelajaran diskusi kelompok yang dilakukan secara spontan dan tidak direncanakan sebelumnya. Jika siswa diminta untuk duduk berpasangan atau berkelompok, maka kita akan lebih mudah untuk menginstruksikan mereka untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, seperti mencari makna sesuatu, mencari alasan tentang peristiwa tertentu, atau memecahkan suatu masalah. Meskipun spontan, diskusi kelompok ini tetap


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 157 mengharuskan guru untuk memperhatikan lima elemen dalam pembelajaran kooperatif. Kelima elemen pembelajaran tersebut antara lain interpredensi positif, akuntabilitas individu, interaksi promotif, keterampilan sosial, dan pemrosesan kelompok (Fathurrohman, 2015: 82). Spontaneous Group Discussion merupakan model pembelajaran diskusi kelompok yang dilakukan secara spontan. Teknik pelaksanaannya pun sederhana, Huda (2015: 129) menjelaskan langkah-langkah dari pelaksanaan model Spontaneous Group Discussion, yaitu: 1) guru menyuruh siswa untuk berdiskusi tentang sesuatu; 2) guru meminta siswa untuk berkelompok atau membentuk kelompok; 3) setiap kelompok disuruh guru untuk mengerjakan atau memecahkan masalah yang telah diberikan guru; dan 4) guru memanggil kelompok tersebut satu per satu untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Spontaneous Group Discussion merupakan model pembelajaran yang masuk dalam kategori tipe metode informal dari model pembelajaran kooperatif yang dalam pelaksanaannya memerlukan kerja sama antar anggota kelompoknya agar tujuan dari model ini sendiri dapat terpenuhi. Huda mengemukakan bahwa model Spontaneous Group Discussion adalah model pembelajaran diskusi kelompok yang dilakukan secara spontan dan tidak direncanakan sebelumnya. Langkah- langkah model Spontaneous Group Discussion Model Spontaneous Group Discussion merupakan model pembelajaran diskusi kelompok yang dilakukan secara spontan. b. Media Film Animasi Salah satu film dapat dikemas melalui bentuk animasi atau gambar bergerak. Menurut Ranang, dkk (2010: 51) animasi merupakan suatu teknik visualisasi yang banyak sekali dipakai dalam dunia perfileman dewasa ini, baik seb agaisuatu kesatuan yang utuh, bagian darisuatu live action,maupun bersatu


158 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD dengan live action. Sebenarnya dunia film berakar dari dunia fotografi, sedangkan animasi berakar dari dunia gambar, yaitu gambar ilustrasi dan desain grafis. Melalui sejarahnya masing- masing, baik fotografi maupun ilustrasi mendapat dimensi dan wujud baru di dalam film live action dan animasi. Menurut Azhar Arsyad (2015: 50) film atau gambar hidup merupakan gambar-gambar dalam frame di mana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar itu hidup. Film bergerak dengan cepat dan bergantian sehingga memberikannvisual yang kontinu. Sejalan dengan pendapat Azhar Arsyad, menurut Sukiman (2012: 184-185) film merupakan media komunikasisosial yang terbentuk dari penggabungan dua indra, penglihatan dan pendengaran, yang mempunyai inti atau tema sebuah cerita yang banyak mengungkapkan realita sosial yang terjadi di sekitar lingkungan tempat di mana film itu sendiri tumbuh. Keuntungan film dan video menurut Azhar Arsyad (2015: 50-51) yakni: (1) film dan video dapat melengkapi pengalaman-pengalaman dasar dari siswa ketika mereka membaca, berdiskusi, berpraktik, dan lain-lain. Film merupakan pengganti alam sekitar dan bahkan dapat menunjukkan objek secara normal tidak dapat dilihat,seperti cara kerja jantung ketika berdenyut; (2) film dan video dapat menggambarkan suatu proses secara tepat yang dapat disaksikan secara berulang-ulang jika dipandang perlu. Misalnya langkah-angkah dan cara yang benar dalam berwudu; (3) di samping mendorong dan meningkatkan motivasi, film dan video menanamkan sikap dan segi- segi afektif lannya. Misalnya, film kesehatan yang menyajian proses berjangkitnya penyakit diare atau eltor dapat membuat siswa sadar terhadap pentingnya kebersihan m ak anan dan lingkungan; (4) film dan video yang mengandung nilai-nilai positif dapat mengundang pemikiran dan pembahasan dalam kelompok siswa. Bahkan, flm


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 159 dan video, seperti slogan yang sering didengar, dapat membawa dunia ke dalam kelas; (5) film dan video dapat menyajikan peristiwa yang berbahaya bila dilihat secara langsung seperti lahar gunung berapi atau perilaku binatang buas; (6) film dan video dapat ditunjukkan kepada kelompok besar atau kelompok kecil, kelompok yang heterogen maupun perorangan; (7) dengan kemampuan dan teknik pengambilan frame demi frame, film yang dalam kecepatan normal memakan waktu satu minggu dapat ditampilkan dalam satu atau dua menit. Misalnya lahirnya kuncup bunga hingga kuncup itu mekar. Maka dapat diketahui bahwa film animasi adalah sebuah gambar yang diproyeksikan sehingga terlihat seolah-olah gambar itu hidup. Media film merupakan media yang melibatkan peran audio serta visual pemirsanya. Media tersebut memiliki alur cerita serta tokoh-tokoh pemeran film tersebut. Cerita disampaikan dengan gambar bergerak atau animasi, penyampainnya lebih jelas. Dengan begitu, pemirsa akan lebih paham maksud dan arah pembicaraan. Untuk membujuk agar pendengar tertarik, yang perlu dilakukan adalah hanya mengemas animasi dengan gambar dan cerita yang menarik. Dengan begitu, menyampakan menggunakan animasi akan lebih membuat pemirsa paham dari pada dengan bahasa verbal. Berdasarkan paparan diatas dapat ditarik kesimpulan maka dapat diketahui bahwa film animasi adalah sebuah gambar yang diproyeksikan sehingga terlihat seolah-olah gambar itu hidup. Media film merupakan media yang melibatkan peran audio serta visual pemirsanya. Media tersebut memiliki alur cerita serta tokoh-tokoh pemeran film tersebut. Cerita disampaikan dengan gambar bergerak atau animasi, penyampainnya lebih jelas. Dengan begitu, pemirsa akan lebih paham maksud dan arah pembicaraan. Untuk membujuk agar pendengar tertarik, yang perlu dilakukan adalah hanya mengemas animasi dengan gambar dan cerita yang menarik. Dengan begitu, menyampaikan


160 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD menggunakan animasi akan lebih membuat pemirsa paham dari pada dengan bahasa verbal. c. Keterampilan Menulis Menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan bahasa selain menyimak, berbicara, dan membaca. Menulis adalah kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menghasilkan tulisan (Mudiono, 2019:119). Menulis bukan sekadar menuangkan kata ke dalam bentuk tulisan, melainkan mempunyai mekanisme dan sistematika di mana ide, gagasan, atau ilmu dituliskan dengan struktur yang benar. Selain itu dipertimbangkan pula diksi dan bebas dari kesalahan-kesalahan serta turut memperhatikan ejaan dan tanda baca. Zamzani (dalam Ismi, 2016) mengatakan bahwa tradisi menulis dapat diartikan sebagai suatu kebiasaan untuk menyatakan gagasan atau pendapat secara tertulis, sedangkan tradisi membaca adalah kebiasaan orang untuk memanfaatkan tulisan dalam rangka pengembangan pengetahuan. Tarigan (dalam Ismi, 2016) mengatakan bahwa menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspensif. Dalam kegiatan itu seorang penulis haruslah terampil memanfaatkan struktur bahasa dan kosakata. Keterampilan menulis ini tidak akan datang secara otomatis, melainkan haruslah melalui latihan dan praktik yang banyak dan teratur. Menurut Lailiyah (2018) menyatakan menulis merupakan kegiatan menyampaikan atau mengungkapkan perasaan, idea tau gagasan dalam symbol angka yang disusun rapi menjadi sebuah kalimat yang penuh arti. Manfaat dari menulis adalah yang pertama yaitu menimbulkan rasa ingin tahu dan melatih kepekaan dalam melihat realitas disekitar. Kedua menambah wawasan untuk bahan menulis dari sebuah referensi yang relevan. Tujuan menulis adalah agar pembaca mengetahui, mengerti, menghayati dan memahami serta meniru nilai-nilai yang terkandung


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 161 dalam sebuah tulisan sehingga pembaca ikut berpikir, berpendapat atau melakukan sesuatu yang berhubungan dengan isi tulisan. Keterampilan menulis merupakan keterampilan berbahasa yang wajib dimiliki seorang siswa. Selanjutnya Tarigan (dalam Fitri, 2020) juga menjelaskan bahwa kemampuan menulis akan sangat membantu siswa dalam memperluas pikiran, memperdalam pikiran, memperdalam daya tangkap, mencegah masalah yang dihadapi, dan menyusun pengalaman. Akan tetapi bukan berarti ketiga keterampilan berbahasa lainnya yaitu menyimak, membaca, dan berbicara di anggap tidak penting, tetapi keterampilan menulis merupakan keterampilan yang paling utama dan wajib dimiliki oleh seorang siswa. Menurut Lailiyah (2018) menyatakan keterampilan menulis adalah kemampuan seseorang menuangkan ide, gagasan, perasaan dalam bentuk bahasa tulis sehingga orang lain yang membaca dapat memahami isi tulisan tersebut dengan baik. Berdasarkan paparan diatas dapat disimpulkan menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspensif. Dalam kegiatan itu seorang penulis haruslah terampil memanfaatkan struktur bahasa dan kosakata. Manfaat dari menulis adalah yang pertama yaitu menimbulkan rasa ingin tahu dan melatih kepekaan dalam melihat realitas disekitar. Kedua menambah wawasan untuk bahan menulis dari sebuah referensi yang relevan. tujuan menulis adalah agar pembaca mengetahui, mengerti, menghayati dan memahamiserta meniru nilainilai yang terkandung dalam sebuah tulisan sehingga pembaca ikut berpikir, berpendapat atau melakukan sesuatu yang berhubungan dengan isi tulisan. d. Menulis Teks Narasi Narasi merupakan salah satu jenis karangan yang ada pada pembelajaran bahasa. Karangan narasi adalah karangan yang bercerita tentang suatu rangkaian peristiwa yang dikaitkan dengan kurun waktu tertentu, baik secara obyektif maupun imajinatif sehingga pembaca merasakan lika- liku ceritayang


162 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD dirangkai dalam sebuah peristiwa (Wibowo, 2001: 59). Sejalan dengan pendapat di atas, Keraf (2010: 135-136) berpendapat bahwa, karangan narasi merupakan suatu bentuk wacana yang berusaha menceritakan suatu kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolaholah pembaca melihat atau mengalami sendiri peristiwa tersebut. Teks narasi adalah suatu bentuk karangan yang mengisahkan tentang suatu kejadian atau peristiwa yang disusun secara kronologis sehingga pembaca seolah-olah mengalami sendiri peristiwa tersebut. Narasi dapat dibedakan menjadi narasi sugestif dan narasi ekspositoris. Keraf (2010: 137-138) mengungkapkan bahwa, narasi berdasarkan tujuan dan sasarannya dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu narasi ekspositoris bertujuan untuk menggugah pikiran para pembaca untuk mengetahui apa yang dikisahkan. Sasaran utama narasi ekspositoris adalah rasio, yaitu berupa perluasan pengetahuan para pembaca setelah membaca kisah tersebut. Sebagai suatu bentuk karangan narasi, narasi ekspositoris mempersoalkan tahap-tahap kejadian, rangkaian-rangkaian perbuatan kepada para pembaca. Runtutan kejadian atau peristiwa yang disajikan bermaksud untuk menyampaikan informasi untuk memperluas pengetahuan pembaca. Narasi ekspositoris dapat bersifat khas atau khusus dan dapat pula bersifat generalisasi. Narasi sugestif merupakan suatu rangkaian peristiwa yang disajik an sek ian rupa sehingga merangsang daya khayal para pembaca. Pembaca menarik suatu makna baru di luar apa yang diungkapkan secara eksplisit. Sesuatu yang eksplisit adalah sesuatu yang tersurat mengenai subyek atau obyek yang bergerak dan bertindak, sedangkan makna yang baru adalah makna yang tersirat. Semua obyek dipaparkan sebagai suatu rangkaian gerak, kehidupan para tokoh dilukiskan dalam suatu gerak yang dinamis, bagaimana


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 163 kehidupan itu berubah dari waktu ke waktu. Makna yang baru akan jelas dipahami sesudah narasi itu dibaca, karena tersirat dalam seluruh narasi tersebut. Sebagai karangan yang terbentuk berdasarkan unsur, maka Kristiantari (2004: 132), mengemukakan beberapa unsur yang dapat membangun karangan narasi, yaitu. 1) tema, tema sering juga disebut sebagai dasar cerita, yaitu pokok persoalan yang mendominasi suatu cerita. 2) tokoh cerita, yakni jalannya sebuah cerita atau peristiwa dalam narasi selalu didukung oleh sejumlah tokoh atau pelaku-pelaku tertentu. 3) latar, yakni penempatan waktu dan tempat beserta lingkungannya di dalam cerita disebut. 4) waktu, suatu kejadian dapat terjadi dalam sebuah rentang waktu, yaitu darisatu titik waktu menuju satu titik waktu yang lainnya. 5) konflik, sebuah narasi disusun dari rangkaian tindaktanduk yang berhubungan dengan makna. 6) alur, merupakan rangkaian peristiwa yang dijalin berdasarkan urutan waktu atau hubungan tertentu sehingga membentuk satu kesatuan yang padu, bulat, dan utuh dalam sebuah cerita. Berdasarkan paparan diatas dapat disimulkan narasi merupakan suatu bentuk wacana yang berusaha menceritakan suatu kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolaholah pembaca melihat atau mengalami sendiri peristiwa tersebut.Sasaran utama narasi ekspositoris adalah rasio, yaitu berupa perluasan pengetahuan para pembaca setelah membaca kisah tersebut. Sebagai suatu bentuk karangan narasi, narasi ekspositoris mempersoalkan tahap-tahap kejadian, rangkaian-rangkaian perbuatan kepada para pembaca. Pembaca menarik suatu makna baru di luar apa yang diungkapkan secara eksplisit. Semua obyek dipaparkan sebagai suatu rangkaian gerak, kehidupan para tokoh dilukiskan dalam suatu gerak yang dinamis, bagaimana kehidupan itu berubah dari waktu ke waktu.


164 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD e. Model Sogudmasi Model pembelajaran Sogudmasi merupakan salah satu inovasi dalam proses pembelajaran yang mengkolaborasikan model pembelajaran dan juga media video animasi. Model pembelajaran Sogudmasi merupakan akronim dari Spontaneous Group Discussion dan media video animasi. Model ini merupakan keterbaruan model dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran diskusi ini harus diterapkan, karena ketika belajar siswa seringkali membutuhkan interaksi bukan hanya pada guru namun juga pada teman-teman belajarnya untuk membantu memahami materi pelajaran. Model sogudmasi merupakan salah satu pembelajaran yang masuk dalam kategori tipe metode informal dari model pembelajaran kooperatif yang dalam pelaksanaannya memerlukan kerja sama antar anggota kelompoknya agar tujuan dari model ini sendiri dapat terpenuhi. Model Sogudmasi ini memiliki ciri yakni memberikan kesempatan bagi siswa untuk berdiskusi dan bertukar pendapat mengenai materi dengan menampilkan video animasi yang sedang dibahas. Disini siswa mengamati dan menganalisis kejadian hal apa saja yang telah ditampilkan dalam bentuk video animasi. Kemudian siswa mengeksplorasi dari video animasi yang tela diamati, disini siswa mengulas sedikit tentang apa yang telah diamati. Kemudian siswa pun menjelaskan atau sedikit menceritakan tentang film animasi yang sudah dilihat. Langkah berikutnya yaitu mengasosiasi disini siswa berdiskusi mengenai film animasi tersebut kemudia siswa diminta secara individu menuliskan karangan teks narasi, Langkah berikutnya mengkomunikasikan, satu persatu siswa bergantian memaparkan teks narasi yang telah dibuat ke depan kelas, dan mempersentasikan di depan teman-temannya


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 165 Model sogudmasi juga merupakan proses belajar yang dilakukan secara spontan dan tidak direncanakan sebelumnya oleh guru. Dengan demikian, dituntut adanya kesigapan dalam berpikir dan bertindak pada siswa serta siswa memiliki kesempatan sangat banyak untuk bisa aktif dalam proses pembelajaran di kelas. Pengembangan Sogudmasi Pembelajaran merupakan proses kegiatan belajar mengajar yang juga berperan dalam menentukan keberhasilan belajar siswa. Dari proses pembelajaran itu akan terjadi sebuah kegiatan timbal balik antara guru dengan siswa untuk menuju tujuan yang lebih baik. Oleh karena itu perlunya penggunaan model pembelajaran dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran merupakan salah satu unsur dalam proses pembelajaran yang dapat membantu siswa mendapatkan informasi, ide, keterampilan, cara berpikir, dan mengekspresikan ide. Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan sistem belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran. Yang menjadikan pembeda antara model pembelajaran dengan strategi, pendekatan, dan juga metode yakni terletak pada sintaks atau langkahlangkah yang akan diterapkan dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran dapat dikatakan sebagai alat bantu pembelajaran, yaitu segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini masih cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang digunakan untuk tujuan pembelajaran. Media pembelajaran biasanya


166 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD dipahami sebagai benda-benda yang dibawa masuk ke ruang kelas untuk membantu efektivitas proses belajar mengajar. Dari paparan tersebut maka penggunaan model dan media pembelajaran pada proses pembelajaran biasanya dilihat dari kemudahan model dan media pembelajaran digunakan saat proses pembelajaran, tanpa memikirkan apakah model dan media tersebutsesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran tersebut. Sehingga dengan menerapkan penggunaan model serta media dalam pembelajaran akan mempermudah proses pembelajaran serta mengefektifkan proses pembelajaran yang terjadi. Model pembelajaran Sogudmasi memiliki definisi yakni sogudmasi merupakan gabungan kata dari Spontaneous Group Discussion (SGD) Model pembelajaran diskusi ini harus diterapkan, karena ketika belajar siswa seringkali membutuhkan interaksi bukan hanya pada guru namun juga pada teman-teman belajarnya untuk membantu memahami materi pelajaran. Spontaneous Group Discussion sendiri pada prakteknya merupakan strategi belajar yang dilakukan secara spontan dan tidak direncanakan sebelumnya oleh guru menurt Lambok (2019) dan media video animasi, menurut Siti Arafat (2020) menyatakan media film animasi merupakan alternatif pembelajaran yang sangat baik diterapkan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SD. Yang mana penggabungan Spontaneous Group Discussion dan media film animasi ini berasal dari kolaborasi antar model pembelajaran serta media pembelajaran dalam model pembelajaran Sogudmasi. Dapat diartikan bahwa Sogudmasi merupakan model pembelajaran yang mengajak siswa untuk memacu ide kreatif dengan cara berdiskusi dan bertukar pendapat yang dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran.


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 167 Model pembelajaran Sogudmasi merupakan model pembelajaran yang mengolaborasikan antara model dan juga media pembelajaran dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran sogudmasi lebih mengadopsi proses pembelajaran dengan berbantu media pembelajarn yang digunakan saat proses pembelajaran. Media pembelajaran tersebut yaitu media video animasi. Pembelajaran menulis narasi dengan menggunakan media animasi untuk meningkatkan daya berfikir siswa, karena dengan menggunakan media animasi Media film merupakan media yang melibatkan peran audio serta visual pemirsanya. Media tersebut memiliki alur cerita serta tokoh-tokoh pemeran film tersebut. Cerita disampaikan dengan gambar bergerak atau animasi, penyampainnya lebih jelas. Dengan begitu, siswa akan lebih paham maksud dan arah pembicaraan. Selain itu, film juga dapat memberikan umpan balik “tertunda”kepadasiswasecaravisualuntukmenunjukkantingkatkemampuan mereka dalam mengerjakan keterampilan gerak, setelah beberapa waktu kemudian. Untuk tujuan afektif film paling sesuai kalau digunakan untuk mempengaruhi sikap dan emosi, yakni dengan menggunakan berbagai cara dan efek. Model Sogudmasi ini yang diterapkan dalam materi menulis teks narasi dengan mengangkat tema yaitu tentang cerita rakyat yang berasal dari daerah setempat daera dimana siswa tersebut tinggal. Sehingga akan menumbuhkan pemahaman, pengetahuan dan mengembangkan kearifan atau budaya yang ada di seitar daerah siswa, sepert legenda terjadi suatu tempat atau asal-usul, dan cerita rakyat setempat. Sehingga dengan menggunakan model ini akan mengajak siswa untuk mengerti budaya-budaya yang ada disekitarnya. Langkahlangkah dalam model Sogudmasi untuk memacu ide kreatif menulias teks narasi siswa SD kelas tinggi sebagai berikut. a. Pertama, eksprolasi.


168 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD Siswa diminta untuk mengamati video animasi yang ditampilkan oleh guru, pada tahap ini merupakan tahap eksplorasi dimana siswa mengamati video yang ditampilkan oleh guru dengan judul “Roro Jongrang”. Setelah siswa mengamati video yang telah ditampilkan oleh guru. Siswa mengulas sedikit cerita bagaimana cerita yang terdapat pada video animasi tersebut. Lalu siswa Bersama dengan guru berdiskusi membahas tentang bagaimana cerita yang ada pada video tersebut. Dengan memaparkan video yang berjudul “Roro Jongrang” ini diharapkan akan meumbuhkan ide kreatif siswa, selain itu juga akan menumbuhkan rasa ingin tahu tentang cerita legenda dan akan memunculkan nilai-nilai kebudyaan yang ada pada daerah setempat. Serta adanya nilai kearifan lokal pada paparan video yang ditampilkan. b. Kedua, mengasosiasi. Pada langkah kedua ini yaitu mengasosiasi, Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan informasi tersebut menjadi dasar bagi kegiatan berikutnya yaitu memproses informasi untuk menemukan keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya, menemukan pola dari keterkaitan informasi dan bahkan mengambil berbagai kesimpulan dari pola yang ditemukan. Disini siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok, setelah itu siswa diminta untuk berdiskusi mengolah informasi yang sudah dikumpulkan, menganalisis data dalam bentuk membuat kategori, mengasosiasi atau menghubungkan fenomena/ informasi yang terkait dalam rangka menemukan tentang apa yang telah diamatai dalam video animasi tersebut. Kemudian disini siswa diminta untuk menyusun teks narasi yang ada pada video animasi yang telah ditampilkan.


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 169 c. Ketiga, mengkomunikasikan Pada lagkah ketiga ini yaitu mengkomunikasihkan, disini siswa diminta untuk menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya. Jadi siswa memaparkan hasil tugasnya ke depan kelas lalu mempresentasikan di depan teman-teman dari teks narasi yang telah didiskusikan. Kegiatan lainnya adalah menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan dan menemukan pola. Hasil tersebut disampaikan di kelas dan dinilai oleh guru sebagai hasil belajarsiswa atau kelompok siswa tersebut kemudian guru beserta teman-teman yang lainnya menanggapi hasil dari persentasi lalu saling bertanya jawab. d. Keempat, Kesimpulan Pada Langkah terakhirinisiswa bersama guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari, kemudian siswa dan guru bertanya jawab mengenai mana materi yang masih belum jelas. Prediksi Pengimplementasian Sogudmasi Pengimplementasian model sogudmasi dalam proses pembelajaran akan menjadikan siswa saling ketergantungan positif, interaksi tatap muka, akuntabilitas individual, dan keterampilan untuk menjalin hubungan antara pribadi atau keterampilan sosial yang secara sengaja diajarkan siswa juga aktif dan juga terpacu untuk mengembangkan ide-ide kreatifnya di dalam proses pembelajaran. Hal ini disebabkan karena siswa didorong untuk berpikir secara kreatif yang mana terjadinya diskusi kelompok yang tidak direncanakan sebelumnya, tetapi dilaksanakan secara spontan dan sederhana. Model ini juga akan menumbuhkan antusias belajar siswa, karena penggunaan model ini


170 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD dibantu dengan penggunaan media pembelajaran yaitu media video animasi, sehingga proses pembelajaran tidah hanya terpacu pada buku teks saja. Adaanya pemberian variasi model pembelajaran sesuai mata pelajaran agar siswa tidak merasa jenuh dan lebih memahami pembelajaran. Pembelajaran dengan model ini dirasa optimal dalam mendongkrak hasil belajar siswa, pembelajaran juga akan menjadikan siswa menjadi aktif dan efektif. Proses belajar bemula menarik rasa penasaran siswa sehingga akan menumbuhkan rasa tertarik pada siswa, dalam hal ini akan menumbuhkan pembelajaran yang bermakna dan akan meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis teks narasi dengan menumbuhkan pembelajaran menjunjung nilai kearifan local yang ada pada masyarakat di daeah tersebut. Model pembelajaran Sogudmasi ini juga akan menjadikan siswa menumbuhkan rasa cinta terhadap kebudayaan di tempat tinggalnya, hal ini disebabkan siswa menampilkannya video animasi yang mengeluarkan tema tentag kebudayaan cerita-cerita asal daerah. Cerita-cerita yang dipaparkan pun cerita rakyat yang berasal dari daerah setempat daerah dimana siswa tersebut tinggal. Sehingga akan menumbuhkan pemahaman, pengetahuan dan mengembangkan kearifan lokal atau budaya yang ada di seitar daerah siswa. Di mana siswa akan mampu menuliskan dan mempresentasikan teks narasi dengan rasa percaya diri di depan teman-temannya, dan juga melatih siswa untuk mampu mengemukakan karyanya di depan teman-teman lainnya.


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 171 Daftar Pustaka Azhar Arsyad. (2015). Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Fathurrohman dan Wuryandani, W. 2011. Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar: Untuk PGSD dan Guru SD. Yogyakarta: Nuha Litera. Fathurrohman, M. 2015. Model-Model Pembelajaran Inovatif: Alternatif Desain Pembelajaran yang Menyenangkan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Gorys Keraf. (2010). Argumentasi dan Narasi. Jakarta : Gramedia Putaka Utama. Henry Guntur Tarigan. (2008). Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.Bandung: Angkasa. Hendry Guntur Tarigan. 2016. Peningkatan Ketreampilan Menulis Karanga Deskripsi Menggnakan Media Audio Visul Pada Siswa Kelas V SD. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 24 Tahun ke-5 2016 Huda, M. 2015. Cooperatif Learning: Metode, Teknik, Struktur, dan ModelTerapan.Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Huda, M. 2014. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran: Isu-Isu Metodis dan Paradigmatis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Ishak Abdulhak & Deni Darmawan. (2013). Teknologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Ismi, Nur. Zamzani.2016. Peningkatan Ketreampilan Menulis Karanga Deskripsi Menggnakan Media Audio Visul Pada Siswa Kelas V SD. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 24 Tahun ke-5 2016 Khairani, I. (2013). “Perbandingan Hasil Belajar Fisika Siswa Yang Diajarkan melalui Model Pembelajaran Spontaneous Group Discussion (SGD) dengan Model Pembelajaranrn Student Team Achievement Divisions (STAD) di SMP Negeri 1 Peukan Bada”. Skripsi. Universitas Syiah Kuala DarussalamAceh. Mudiono, A. 2019. Penerapan Model Thnik Talk Write untuk eningkatkan Keterampilan Menulis Kalimat Efektif pada Siswa Kelas III SDN Sumbersari 1 Kota Malang. Jurnal Basicedu Vol 3 No 1 April 2019 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147


172 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD Nur Lailiyah. 2018. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Flash Untuk Pembelajaran Keterampilan menulis Kelmbali Cerita Siswa Kelas IV SD. JPGSD Volume 06 Nomor 07 Tahun 2018, 1150 - 1159 Ranang A.S, dkk. (2010). Animasi Kartun dari Analog Sampai Digital. Jakarta: PT. Indeks Rini Kristiantari. (2004). Pembelajaran Menulis di Sekolah Dasar, Menulis Deskripsi dan Narasi. Sidoarjo: Media Ilmu Ronald H. Anderson. (1987). Pemilihan dan Pengmbangan Media untuk Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers. Rudi Sulisiana & Cepi Riyana. (2008). Media Pembelajaran. Bandung: FIP UPI. Simamora Lambok dan Ulfah Hernaeni.2019. PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN SPONTANEOUS GROUP DISCUSSION (SGD) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA.Jurnal Pendidikan Gamedu. DOI: 10.5281/zenodo.2647487 Siti Arafat.2020. Penerapan Model Think Pair Share Berbantu Media Film Animasi Untuk Meningkatkan Motivasi. Proceng Literasi Dalam Pendidikan di Era Digital Untuk Generasi Milenial Sukiman. (2012). Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: PT Pustaka Insan Madani, Anggota IKAPI. Tarigan, Hendri Guntur. Fitri Jayanti. 2020. Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran. Juli 2020. Vol.6, No.2 e-ISSN: 2442-7667 pp.329-339 Teguh Trianton. (2013). Film Sebagai Media Belajar. Yogyakarta: Graha Ilmu Wahyu Wibowo. (2001). Manajemen Bahasa. Jakarta : Gramedia Pustaka. Zainurrahman. (2011). Menulis : dari Teori Hingga Praktik. Bandung :Alfabeta.


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 173 BAGIAN X PEMANFAATAN UTAK-ATIK FENOMENA EBEG DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA Titis Handayani, S.Pd. Mahasiswa Pendidikan Dasar Pascasarjana Universitas Negeri Semarang Email: [email protected] Pendahuluan Bahasa yang digunakan sehari-hari dalam lingkup pendidikan menjadi salah satu permasalahan yang berasal dari inputsiswa yang berasal dari berbagai kultur budaya dan bahasa, sehingga mempengaruhi proses interaksi. Keberagaman kultur budaya dan bahasa sebagai salah satu penyebab miss communication dapat diminimalisir dengan ilmu kebahasaan yang dapat diterapkan di berbagai lapisan masyarakat. Pentingnya pembelajaran antikorupsi harus dimulai dari pendidikan dasar agar tidak ada kemerosotan nilai moral yang terjadi pada anak sekarang. Fakta pada anak usia kelas tinggi masih rendahnya minat membaca mengakibatkan kemampuan berbicara dalam proses pembelajaran bahasa sangat rendah. Sehingga perlu dicarikan solusi dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil pengamatan, wawancara, dan analisis kebutuhan dimana dalam proses pembelajarannya, aktivitas pembelajaran oleh guru dan siswa harus diberi solusi inovatif dalam upaya meningkatkan kemampuan berbicara menggunakan permainan ular tangga antikorupsi semi teknologi. Subjek penelitian ini adalah siswa dan guru kelas VI. Dengan adanya permainan ular tangga antikorupsi semi teknologi yang dikaitkan dengan materi belajar siswa tentang fenomena budaya lokal, selama proses pembelajaran guru akan melaksanakan proses pembelajaran dengan baik. Selain itu, siswa dalam pembelajaran kemampuan berbicara dengan permainan ular tangga antikorupsi semi teknologi dapat mencapai tujuan akhir dari proses pembelajaran sehingga kompetensi dasar 4.2 dan indikator pencapaian dari aspek berbicara dapat tercapai. Adanya peningkatan aktivitas siswa dan guru mampu memberikan motivasi dan percaya diri siswa sehingga kemampuan berbicara siswa meningkat, dan menumbuhkan karakter jujur pada siswa dengan media permainan ular tangga antikorupsi semi teknologi.


174 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD Permasalahan Pembelajaran Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi untuk berinteraksi dengan sesama. Sebagai alat komunikasi dibutuhkan bahasa verbal untuk memudahkan pemahaman komunikasi antar dan inter individu. Dilihat dari penggunaan bahasa di lingkungan pendidikan sangat diperlukan agar hubungan timbal balik dapat terjalin. Bahasa yang digunakan sehari-hari dalam lingkup pendidikan menjadisalah satu permasalahan yang berasal dari input siswa yang berasal dari berbagai kultur budaya dan bahasa, sehingga mempengaruhi proses interaksi. Keberagaman kultur budaya dan bahasa sebagaisalah satu penyebab miss communication dapat diminimalisir dengan ilmu kebahasaan yang dapat diterapkan di berbagai lapisan masyarakat. Permasalahan yang timbul di lapisan masyarakat adanya perbedaan performa bahasa dikarenakan perbedaan profesi, pendidikan, keyakinan/agama, kelas ekonomi, tempat tinggal, usia, gender, dan status sosial. Rendahnya minat membaca pada anak usia kelas tinggi mengakibatkan kemampuan berbicara dalam proses pembelajaran bahasa sangat rendah. Pada proses pembelajarannya Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi secara efektif, baik lisan maupun tertulis. Pengajaran Bahasa Indonesia di SD yang bertumpu pada kemampuan dasar membaca dan menulisjuga perlu diarahkan pada tercapainya kemahirwacanaan. Media permainan ular tangga merupakan alternative yang bisa digunakan oleh guru sebagai sarana mendidik siswa dalam kemampuan berbicara. Dalam permainan ular tangga, akan banyak komunikasi yang terjadi. Komunikasi yang terjadi tanpa sadar dilontarkan siswa karena terbuai dalam alur permainan yang menyenangkan. Permainan ular tangga ini dapat kita integrasikan dengan dasar


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 175 keterampilan yang lain, yakni keterampilan berbicara, membaca, menulis, dan menyimak. Pentingnya pembelajaran antikorupsi harus dimulai dari pendidikan dasar agar tidak ada kemerosotan nilai moral yang terjadi pada anak sekarang. Dengan adanya permainan ular tangga antikorupsi ini, proses pembelajaran kemampuan anak lebih terstimulasi secara efektif pada saat guru melakukan semacam tes pada siswa untuk bercerita tentang permainan maka disini anak meningkatkan belajar berbicaranya, menuangkan pengalaman dalam bermain ular tangga dengan gaya bahasa anak sendiri dan menanamkan kejujuran dalam proses bermainnya. Kesenian memiliki peran sebagai media komunikasi, sehingga suatu bentuk kesenian yang lahir, tumbuh dan berkembang berdasar situasi maupun kondisi masyarakat dimana kesenian tersebut menampakkan eksistensinya, serta mampu bertahan dalam perubahan jaman sekaligus menumbuhkan jiwa tertentu, serta dapat menjadi karakter masyarakat tertentu, maka memelihara dan melestarikan adalah suatu keniscayaan. Kesenian ebeg banyumasan merupakan budaya yang lahir dari tradisi dan potensi masyarakat setempat, untuk itu perlu dipelihara dan dilestarikan sebagai penghargaan terhadap seni budaya yang telah diwariskan oleh leluhurnya, seni ebeg yang lahir dari masyarakat dan menjadi alat komunikasi tradisional sehingga seni ebeg akan selalu hadir dengan latar desa, adat, dan tradisi. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, dan berdasarkan jurnal penelitian yang saya temukan, maka ide yang dapatsaya kembangkan mengenai inovasi pembelajaran bahasa di kelas VI, ditemukan rumusan masalah yang akan dibahas dalam artikel ini meliputi: (1) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media ular tangga antikorupsi semi teknologi pada kompetensi dasar 4.2. dengan materi teks eksplanasi dengan mengaitkan fenomena budaya ebeg di kelas VI SD; (2) Bagaimana aktivitas siswa dalam


176 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD menggunakan media ular tangga antikorupsi semi teknologi pada kompetensi dasar 4.2. dengan materi teks eksplanasi dengan mengaitkan fenomena budaya ebeg di kelas VI SD; (3) Bagaimana hasil belajar siswa kelas VI SD dalam kemampuan berbicara menggunakan media ulartangga antikorupsi semi teknologi Tujuan dalam penulisan artikel ini meliputi: (1) Mendeskripsikan aktivitas guru dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media ular tangga antikorupsi semi teknologi pada kompetensi dasar 4.2. dengan materi teks eksplanasi dengan mengaitkan fenomena budaya ebeg di kelas VI SD; (2) Mendeskripsikan aktivitas siswa dalam menggunakan media ular tangga antikorupsi semi teknologi pada kompetensi dasar 4.2. dengan materi teks eksplanasi dengan mengaitkan fenomena budaya ebeg di kelas VI SD; (3) Mengetahui hasil belajar siswa kelas VI SD dalam kemampuan berbicara menggunakan media ulartangga antikorupsi semi teknologi. Teori Konseptual UTAK-ATIK Utak-atik memiliki dua definisi/arti khusus yang menarik dan saling terkait. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Utak-atik memiliki arti melakukan pekerjaan perbaikan dengan mencoba-coba. Sedangkan ide atau gagasan UTAK-ATIK menurut penulis merupakan akronim dari Ular Tangga Antikorupsi semi Teknologi, Informasi dan Komunikasi. Utak-atik ini merupakan sebuah inovasi yang bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran Bahasa materi teks eksplanasi yang dikaitkan dengan fenomena budaya setempat. Dari kedua definisi utak-atik diatas, saling berhubungan karena dalam pembelajaran Bahasa dapat dilakukan dengan cara mencoba-coba permainan


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 177 ular tangga antikorupsi semi teknologi yang dikaitkan dengan fenomena setempat. a. Ular Tangga Permainan (games) adalah setiap kontes antara pemain yang berinteraksi satu sama lain dengan mengikuti aturan-aturan tertentu untuk mencapai tujuan tertentu pula (Sadiman, 2007:75). Jadi, permainan merupakan cara bermain dengan mengikuti aturan-aturan yang sudah disepakati bersama yang dapat dilakukan secara individu maupun kelompok guna mencapai tujuan tertentu. Menurut Wati (2017) dalam e-jurnalmitrapendidikan, Vol. 1, No. 1, Maret 2017 menyebutkan bahwa Ular tangga adalah permainan papan untuk anak - anak yang dimainkan oleh 2 (dua) orang atau lebih. Permainan ini masuk kedalam kategori “board games” seiring dengan munculnya monopoli, halma, ludo dan sebagainya. Bisa dilihat bahwa permainan ular tangga tradisional ini ringan (mudah dimengerti), sederhana peraturannya, mendidik dan menghibur anak-anak dengan cara yang positif dan sangat interaktif. Papan permainan dibagi dalam kotak-kotak kecil dan di beberapa kotak digambar sejumlah "tangga" atau "ular" yang menghubungkannya dengan kotak lain. Ular Tangga adalah jenis permainan di mana pemain menggerakkan karakternya sesuai dengan nilai dadu. Apabila karakter menyentuh tangga bagian bawah maka karakter akan bergerak ke atas sampai ujung bagian atas tangga. Apabila karakter menyentuh kepala ular maka karakter akan turun sampai ekor ular (Ahmad Haris, 2010). Jadi, ular tangga merupakan bentuk permainan papan yang dilakukan anak-anak untuk dimainkan 2 (dua) orang atau lebih, dimana ada aturan dalam cara bermainnya.


178 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD b. Antikorupsi Menurut Becker, Hauser, dan Kronthaler (2013) dalam jurnal internasional dengan judul “Fostering management education to deter corruption: what do students know about corruption and its legal consequences?” menyebutkan kebanyakan siswa kesulitan untuk mengidentifikasi perbuatan yang termasuk korupsi dan akibat apa yang ditimbulkan oleh perbuatan korupsi tersebut. Selanjutnya, usaha untuk mengantisipasi korupsiseharusnya memiliki kesadaran untuk mengenali korupsi seperti yang disebutkan Tanaka (2001) dalam International Journal Of Educational Management. Sudah tahu bahwa perbuatan korupsi dilarang, tetapi tetap saja dilakukan karena lingkungan sekitar dikelilingi oleh perbuatan-perbuatan yang serupa dengan korupsi. Oleh karena itu, orang-orang sekitar secara tidak langsung menjadi contoh perbuatan yang dilarang tersebut. Apalagi tingkat sekolah dasar, anak-anak mudah menirukan apa yang mereka lihat secara langsung. Hal tersebut menjadi dasar pendidikan antikorupsi perlu digalakkan di sekolah dasar. Menjadikan pendidikan antikorupsi sebagai langkah preventif dalam pendidikan di sekolah dasar. Hal ini bertujuan mengurangi tingkat korupsi tidak hanya cukup dengan hukuman saja, tetapi juga harus membangun sistem yang intensif salah satunya melalui kampanye pendidikan (Vaknin, 2009). Di sisi lain Akbar dan Vujic (2014) dalam jurnal internasional dengan judul “Explaining corruption: the role of national culture and its implication for international management” mengatakan untuk mencapai target yang tinggi perlu dilakukan pada semua level masyarakat, dari sekolah dasar sampai tempat kerja. Harapannya melalui pendidikan antikorupsi di sekolah dasar akan menciptakan generasi yang bersih dan bebas korupsi. Negara yang memiliki level yang lebih rendah dalam pendidikan, ketidakefektifan sistem hukum, dan rezim politik yang totaliter mengakibatkan


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 179 pertumbuhan ekonomi lebih lambat, tingkat inflasi lebih tinggi, dan level korupsi lebih tinggi (Evrensel, 2010). Dengan adanya pembelajaran antikorupsi di pendidikan dasar, dalam pembelajaran permainan ini secara tidak langsung akan membentuk pondasi bagi siswa sekolah dasar agar dalam pelaksanaan permainan tidak melakukan kecurangan dan berlatih jujur sejak dini. Bahkan pendidikan antikorupsi jika sudah dilakukan di pendidikan dasar, akan menjadikan siswa untuk tidak melakukan kecurangan. c. Teknologi, Informasi, dan Komunikasi Menurut Haris Budiman (2020) dalam Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam menyebutkan bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi . d. Fenomena Ebeg Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh Ismah (2018) dalam Jurnal Warna Vol. 2 meneyebutkan bahwa Ebeg merupakan salah satu kesenian yang berkembang di daerah Jawa Tengah khususnya daerah sebelah selatan barat. Di daerah tersebut diantaranya Banyumas, Purbalingga, Cilacap dan Kebumen.


180 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD Ebeg merupakan sejenis tari-tarian yang menceritakan latihan perang pada waktu itu. Biasanya pemain ebeg ada lima sampai delapan orang, yang diiringi dengan gamelan dan seperangkatnya. Seni ebeg merupakan warisan budaya yang harus dijaga regenerasinya. Karena itu Untuk itu, masyarakat diminta tidak melupakan dan meninggalkan seni budaya yang telah diwariskan oleh leluhur. Karena setiap pagelaran seni budaya itu diwariskan secara turun temurun dan punya nilai yang tinggi seni ebeg ini jangan ditinggalkan dan harus tetap ada dan dijaga regenerasinya. Gerakan-gerakan seni ebeg bukan sekedar atraksi hiburan semata, akan tetapi memiliki nilaisejarah yang kuat jika dulu atraksiseni ebeg bisa disaksikan hampir setiap pekan karena para pelaku seninya banyak dan sering berkeliling. Namun saat ini sudah jarang ditemui. e. Keterampilan Berbicara Keterampilan merupakan kecakapan, kecekatan atau kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan baik dan cermat (Poerwodarminto, 2004:1088). Keterampilan berbicara termasuk salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang harus dikuasai anak atau siswa dalam pembelajaran keterampilan berbahasa. Selain keterampilan menyimak, keterampilan membaca dan keterampilan menulis. Keterampilan berbiara juga merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang dianggap sebagai alat kontrol sosial bagi manusia. (Tarigan, 2001:15) mengatakan bahwa berbicara merupakan suatu bentuk perilaku manusia yang memanfaatkan faktor-faktor fisik, psikologis, neorologis, semantis dan linguistik yang sangat intensif. Tujuan utama pembelajaran berbicara di SD adalah melatih siswa dapat berbicara dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru dapat menggunakan bahan pembelajaran membaca atau


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 181 menulis, kosakata dan sastra sebagai bahan pembelajaran berbicara. Misalnya menceritakan pengalaman yang mengesankan, menceritakan kembali cerita yang pernah didengar ataupun menyampaikan tanggapan terhadap persoalan faktual yang dilihat, didengar dan dibacanya. Sebagai pendukung upaya guru dalam membelajarkan pembelajaran berbicara beberapa bahan pelajaran yang digunakan disesuaikan dengan metode pembelajaran yang digunakan. Kesesuaian itu diperlukan karna antara media/bahan pembelajaran dengan metode saling terkait. Bahan pembelajaran tersedia apabila tidak didukung oleh metode yang tepat maka pembelajaran menjadi tidak bermakna. Demikian pula jika metode pembelajaran dengan prosedur yang teratur dan baik tetapi tidak dilengkapi dengan media atau bahan ajar yang baik maka proses pembelajaran menjadi tidak baik pula. Pengembangan Permainan UTAK-ATIK Pemanfaatan UTAK-ATIK ini dimaksudkan untuk menciptakan pembelajaran baru yang lebih inovatif dikaitkan dengan fenomena sekitar serta membawa manfaat bagi pihak yang membutuhkan. Pembelajaran menggunakan pemanfaatan permainan ular tangga antikorupsi ini bisa menggunakan ruang kelas atau halaman sekolah dan siswa akan terlibat langsung sebagai pemain menggunakan desain permainan yang besar. Sehingga setiap kotaknya nanti akan ada nomor dan kertas QR Code, ketika siswa berhenti di salah satu nomer, siswa tersebut akan menemukan soal yang berkaitan dengan fenomena ebeg dengan cara scan QR Code menggunakan aplikasi scanner di perangkat handphone. Setelah itu,siswa langsung menjawab pertanyaan terkait fenomena ebeg dengan kesepakatan yang telah dilakukan. Misalkan dengan membuat kesepakatan, jika bertemu ular harus menjawab dua pertanyaan sekaligus.


182 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD Dalam permainan, juga harus dilakukan dengan jujur, bertanggungjawab dan menyenangkan. Permainan ini memiliki beberapa karakteristik, diantaranya mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif, melatih siswa dalam bekerjasama dan bersosialisasi, menumbuhkan mental (keberanian)siswa untuk berkomunikasi di dalam forum, menumbuhkan sikap jujur, antikorupsi, melek teknologi, serta menyenangkan. Gambar 4. Desain UTAK-ATIK Untuk desain papan raksasa ini tentunya membutuhkan tempat dan ruang yang harus memadai. Kurang lebih desainnya seperti ini, tinggal menambahkan ular tangga sesuai selera. Tentunya jika melibatkan siswa dalam proses pembuatan UTAK-ATIK ini, misal dalam penentuan letak ular dan tangganya, siswa akan lebih bersemangat dan akan merasa bangga karena terlibat langsung. Kemudian untuk QR Code, bisa kita menggunakan alat QR Code yang disediakan di perpustakaan sekolahan. Setelah semuanya selesai dipersiapkan, dapat kita cetak MMT (Printer Metromedia Technologies) dengan ukuran 3m x 3m dengan menambahkan gambar dan warna yang menarik perhatian.


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 183 Prediksi Pengimplementasian UTAK-ATIK Dari penelitian yang dilakukan oleh Ambarwati (2017) dengan judul “Meningkatkan Kemampuan Berbicara dengan Menggunakan Media Pembelajaran Ular Tangga” didapat data yang diperoleh pada penelitian, bahwa nilai rata-rata siswa sebelum menggunakan media ular tangga masih kurang. Kekurangan ini dijadikan dasar pembenahan dalam proses berikutnya. Hasil belajar siswa dapat uji dari penghitungan dengan memberikan tes pada siswa yang telah mengikuti pembelajaran berbicara dengan media permainan ular tangga antikorupsi. Siswa diberi permainan ular tangga secara berkelompok. Siswa melakukan permainan, dalam permainan tersebut siswa melakukan pembicaraan antar teman serta dengan guru. Kemudian guru melakukan penilaian menggunakan beberapa indikator yaitu kejujuran dalam bermain, kejelasan vokal, kekuatan vokal, kelancaran pengujaran, kefasihan pengucapan dan intonasi. Nantinya terdapat 21 aspek aktivitas guru yang akan digunakan sebagai indicator pengambilan data dimana akan menunjukkan kemajuan yang signifikan terhadap proses pembelajaran. Jika selama proses pembelajaran menggunakan media permainan UTAK-ATIK guru mampu mempertahankandan memperbaiki kondisi dan situasi, dengan demikian dapat dikatakan bahwa penerapan permainan UTAK-ATIK dalam meningkatkan kemampuan berbicara efektif diterapkan oleh guru. Indikator penilaian aktivitas guru dalam penelitian sebelumnya menggunakan media ular tangga yaitu menyampaikan materi dengan jelas sesuai dengan hirarki belajar dan karakteristik siswa, melaksanakan pembelajaran secara runtut, menggunakan media pembelajaran secara efektif dan efesien, melibatkan siswa dalam pemanfaatan media pembelajaran, menggunakan bahasa lisan secara jelas, baik dan benar, melakukan refleksi atau


184 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD membuat rangkuman dengan melibatkan siswa dapat ditingkatkan meski masih ada 2 (dua) kegiatan yang dalam kategori kurang yaitu melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual dan menumbuhkan sikap terbuka terhadap respon siswa. Untuk rancangan observasi pada aktivitas guru nanti, dapat kita tambahkan aspek menanamkan siswa agar dalam melakukan permainan mempunyai sikap antikorupsi. Kemudian untuk aktivitas siswa, siswa akan merasa senang dan lebih tertarik karena dalam pembelajaran ini memberikan teknik belajar sambil bermain, harus scan soal terlebih dahulu menggunakan aplikasi scanner QR Code,serta harus melakukan permainan dengan jujur dan penuh tanggungjawab sehingga akan terasa menyenangkan. Karena pada dasarnya siswa di SD di kelas tinggi membutuhkan pembelajaran yang menyenangkan agar mudah untuk dipahami. Indikator penilaian aktivitas siswa dalam penelitian sebelumnya menggunakan media ular tangga yaitu mendengarkan/ memperhatikan pembelajaran guru, diskusi teman sebaya atau dengan guru, megajukan ide atau menanggapi pertanyaan. Untuk rancangan observasi pada aktivitas siswa nanti, dapat kita tambahkan aspek melakukan permainan dengan menanamkan sikap antikorupsi. Hasil belajar siswa di kelas VI nantinya dapat diuji dengan memberikan pertanyaan pada siswa yang telah mengikuti permainan berbicara melalui media permainan UTAK-ATIK. Seperti yang dilakukan dalam tessiswa mula-mula dalam menggunakan ular tangga antikorupsi ini indikator yang dinilai untuk mengetahui kemampuan siswa dalam belajar menggunakan media ular tangga antikorupsi ini antara lain adalah kejelasan vokal, kekuatan vokal, kelancaran pengujaran, kefasihan pengucapan dan intonasi, penggunaan kalimat efektif, serta penggunaan kata baku.


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 185 Daftar Pustaka Akbar, Y, H., Vujic, V. (2014). Explaining corruption: the role of national culture and its implication for international management. Emerald Insight, 21 (2), 191-218. Ambar Wati. (2017). Meningkatkan Kemampuan Berbicara Dengan Menggunakan Media Permainan Ular Tangga. E-jurnalmitrapendidikan, Vol. 1, Maret 2017 hlm. 68 – 82 Becker, K., Hauser, C., and Kronthaler, F. (2013). Fostering management education to deter corruption: what do students know about corruption and its legal consequences?. Crime law soc change, 60, 227-240. Febryna Widowati, dkk. (2014). Penggunaaan Media Ular Tangga Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Tema Hiburan. JPGSD Volume 02 No. 01 Tahun 2014 Haris Budiman. (2017). Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Pendidikan. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8 No. I 2017. Ismah. (2018). Melestarikan Tari Ebeg Banyumasan Sebagai Upaya Memelihara Kesenian Rakyat. Jurnal Warna Vol. 2, No. 2, Desember 2018. MZ, Yumarlin. (2013). Pengembangan Permainan Ular Tangga Untuk Kuis Mata Pelajaran Sains Sekolah Dasar. Jurnal Teknik Vol. 3 No. 1/ April 2013 Sadiman. 2007. Media Pendidikan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Slamet Widodo. (). Membangun Pendidikan Antikorupsi Di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar. P-ISSN 2086-7433 E-ISSN 2549-5801 Tanaka, S. (2001). Corruption in education sector: a suggestion for antisipatory strategy. International journal of educational management, 15 (4), 158- 166.


186 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD Vaknin, S. (2009). Financial crime and corruption 3rd edition. Lidija Rangelovska: Sam vaknin’s United Press International (UPI).


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 187 BAGIAN XI MATIC STORY PUTRI MANDALIKA BAGI PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS TINGGI Sobahul Khair, S.Pd. Mahasiswa Pendidikan Dasar Pascasarjana Universitas Negeri Semarang Email: [email protected] Pendahuluan Keterampilan berbicara siswa perlu dikembangkan mengingat Sekolah dasar (SD) sebagai penggalan pertama pendidikan dasar, seyongyanya dapat membentuk landasan yang kuat untuk tingkat pendidikan selanjutnya. Sesuai dengan tujuan sekolah yang harus membekali lulusannya dengan kemampuan dan keterampilan dasar yang memadai, salah satunya yaitu kemampuan proses strategis. Kemampuan proses merupakan suatu hal yang penting karna minat siswa dalam mengembangkan keterampilan dalam berbicara masih rendah sehingga siswa dalam penyampaikan pendapat, gagasan dan ide masih kaku. Keterampilan siswa dapat dibangun dan digali dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri siswa. Salah satu model yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam berbicara yakni dengan model pembelajaran matic story putri mandalika. Tujuan dari penulisan ini yaitu untuk mendiskripsikan keterampilan siswa dalam mengemukakan pendapatnya melalui cerita rakyat Lombok dengan model pembelajaran matic story putri mandalika. Matic story putri mandalika juga memberikan mamfaat kepada siswa untuk merasakan secara langsung apa yang akan dikemukakan oleh siswa sehingga dapat memberikan pengalaman kepada siswa yang kemampuannya masih kurang. Matic story putri mandalika merupakan model pembelajaran yang membuatsiswa bisa mengembangkan rasa percaya diri juga keberanian mereka dalam berbicara ataupun bercerita dan menambah pengetahuan mereka tentang cerita yang ada di daerah mereka sendiri yang mana didalam cerita tersebut terkandung nilai-nilai kehidupan yang melekat di dalam kehidupan masyarakat seperti nilai kebaikan, budi pekerti, dan lainnya.


188 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD Permasalahan pembelajaran Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang mendayagunakan keseluruhan aspek dalam tubuh peserta didik. Retnawati (2016) mengemukakan bahwa kurikulum 2013 mengharuskan siswa untuk menjadi manusia yang memiliki kretivitas, produktif, inovatif, dan sikap yang luhur. Namun pada kenyataannya tidak seluruh model pembelajaran mampu mengacu kepada keseluruhan aspek-aspek tersebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa perlu adanya perubahan yang harus dilakukan bagi guru untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam mengemukakan pendapat agar tujuan pembelajaran bisa tercapai dengan baik juga menjadikan siswa semakin percaya diri dan berani dalam berbicara. Berdasarkan pengalaman dan kenyataan yang ada dilapangan sedikit sekali siswa yang memiliki rasa percaya diri dan berani dalam mengemukakan pendapatnya karna disaat guru memberika pertanyan ataupun siswa disuruh maju untuk berbicara maka siswa tertentu saja yang akan melakukannya sedangkan yang lainnya hanya melihat dan mendengarkan karna rasa percaya diri dan keberanian mereka masih kurang. Oleh karna itu guru ada baiknya melakukan upaya untuk mengubah metode pembelajaran yang digunakan, karena bukan tidak mungkin keadaan belajar siswa sebagaimana uraian di atas salah satunya disebabkan karena metode pembelajaran yang tidak sesuai dengan keinginan dan keadaan belajar siswa dalam kelas. Salah satu upaya yang dapat ditempuh guru adalah dengan menggunakan model pembelajaran matic story putri mandalika. Matic story putri mandilika merupakan sebuah model pembelajaran yang menggabungkan antara model talking stick yang dalam pelaksanaannya diperkuat dengan cerita putri mandalika. Penggabungan antara model ini


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 189 dengan cerita putri mandalika yang nantinya akan menghasilkan sebuah kebaruan untuk mengatasi kendala dalam proses pembelajaran. Hal ini Diperkuat dengan pendapat Sri Wahyuni (2013:66) menyatakan bahwa model talking stick merupakan metode pembelajaran yang dipergunakan guru dengan media stick dalam mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. model ini dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar mengembangkan intelektualnya serta mendorong siswa untuk bertindak aktif. Teori Konseptul Matic Story Putri Mandalika Model pembelajaran matic story putri mandalika merupakan model pembelajaran yang mengkolaborasikan antara model pembelajaran dan cerita rakyat lombok. Pengkolaborasian model ini digunakan dengan tujuan peminimalan kendala yang dihadapi siswa dan guru dalam proses pembelajaran pada materi menguraikan pendapat pribadi prihal isi buku sastra (cerita, dongeng dan sebagainya). Berikut teori yang mendukung model pembelajaran ini. a. Model Pembelajaran Istilah model dalam persepektif yang dangkal hampir sama dengan strategi. Jadi, model pembelajaran hampir sama dengan strategi pembelajaran. Menurut Sagala dalam (Fathurraohman 2015: 29), istilah model dapat dipahami sebagai suatu kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan suatu kegiatan. Model dirancang untuk mewakili realitas yang sesungguhnya walaupun model itu sendiri bukanlah realitas dari dunia yang sebenarnya. Oleh karena itu, model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Secara konkrit, dapat dikemukakan bahwa model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang mendeskripsikan dan melukiskan prosedur yang sistematik dan mengorganisasikan pengalaman belajar dan pembelajaran untuk mencapai


190 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman dalam perencanaan pembelajaran bagi para pendidik dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran. Model Talking Stick Talking Stick adalah metode yang pada mulanya digunakan oleh penduduk Asli Amerika untuk mengajak semua orang untuk berbicara atau menyampaikan pendapat pada suatu forum. Model pembelajaran Talking Stick dipakai sebagai tanda seseorang mempunyai hak suara (berbicara) yang diberikan secara bergiliran atau bergantian (Shoimin, 2014: 197-198). Talking Stick dapat dikatakan sebagai model pembelajaran yang menggunakan media tongkat sebagai alat untuk menentukan giliran dalam menjawab pertanyaan yang nantinya diajukan oleh guru, sambil bernyanyi tongkat dijalankan dari satu siswa ke siswa lainnya sampai lagu selesai atau berhenti dinyanyikan. Siswa yang mendapat giliran memegang tongkat maka harus menjawab pertanyaan (Siti Hajar, Gde Artawan, dan I Nengah Suandi, 2020). Cerita Rakyat Cerita rakyat adalah tradisi lisan yang secara turun temurun diwariskan dalam kehidupan masyarakat. Cerita rakyat biasanya berbentuk tuturan yang berfungsi sebagai media pengungkapan perilaku tentang nilai-nilai kehidupan yang melekat di dalam kehidupan masyarakat. Pada sastra Indonesia, cerita rakyatadalah“salahsatubentuk folklorlisan”(Bunanta, 1998, hlm. 21).Cerita rakyat merupakan hasil imajinasi dan kreativitas pengarang dimasa lampau yang memberikan pandangan yang berhubungan dengan renungan tentang watak tokoh, tingkah laku, karakter tokoh serta beranekaragam pengalaman tentang masalah dalam kehidupan sehari-hari.


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 191 b. Cerita Putri Mandalika Dari sekian banyak legenda dan cerita rakyat dipulau Lombok, ada satu cerita rakyat yang menjadi brand dari Lombok yakni kisah Putri Mandalika, menurut buku Literasi Cerita Rakyat yang diterbitkan oleh Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat, dikisahkan Putri Mandalika, yang lebih dikenal dengan nama Mandalika adalah seorang putri yang lahir dari sebuah kerajaan dipulau Lombok bernama kerajaan Tonjang Beru. Ia adalah seorang putri yang sangat cantik, saking cantiknya sampai tersiar hingga ke pelosok negeri nusantara, namun walau memiliki kecantikan ang sangat memikat sehingga membuat seluruh pangeran dipenjuru negeri berniat melamar, namun sang putri tidak menerima lamaran mereka dan pada akhir kisahnya diceritakan sang putri Mandalika terjun dari tebing tepat pada waktu sebelum matahari terbit. Disaksikan oleh para pangeran dan seluruh rakyat kerajaan, tiba-tiba keajaiban terjadi setelah sang putri melompat dari tebing dan muncul “nyale” dari dalam laut menuju kepesisir pantai, dan masyarakat punpercaya bahwa“nyale”tersebut adalah jelmaan sang putri dan akan kembali disetiap tahunnya, dari kisah tersebut kini dijadikan sebuah festival tahunan “Bau Nyale”. c. Keterampilan Berbicara Berbicara adalah suatu keterampilan berbahasa yang berkembang pada kehidupan anak yang didahului oleh keterampilan menyimak, pada masa tersebutlah kemampuan berbicara atau berujar dipelajari. Berbicara sudah barang tentu erat berhubungan dengan perkembangan kosa kata yang diperoleh anak melalui kegiatan menyimak dan membaca. Sebelum matang dalam perkembangan bahasa juga merupakan suatu keterlambatan dalam kegiatan berbahasa (Yulia Siska,2011). Pada dasarnya, keterampilan berbicara memiliki hubungan erat dengan tiga keterampilan berbahasa lain, yakni keterampilan menyimak, keterampilan membaca dan keterampilan menulis. Hubungan yang


192 Inovasi Pembelajaran Bahasa SD dimaksud yakni, proses-proses berpikir yang mendasari bahasa (Tarigan, 2008). Semakin terampil bahasa seseorang maka mencerminkan pikirannya, sehingga jelas dan lugas pula jalan pikiranya. Keterampilan berbicara dapat diperoleh dan dikuasai dengan praktik dan latihan. Melalui praktik dan latihan memproduksi sistem bunyi untuk menyampaikan kehendak, kebutuhan perasaan, dan keinginan kepada orang lain maka keterampilan berbicara dapat terpenuhi dengan baik. d. Model Pembelajaran Matic Story Putri Mandalika Model pembelajaran merupakan salah satu Langkah nyata yang diaplikasikan dalam proses pembelajaran oleh seorang guru untuk menjalankan pembelajaran sesuai dengan apa yang telah ia rencenakan. Model pembelajaran tentunya memiliki perbedaan yang mendasar dengan strategi, model maupun pendekatan. Yang menjadi pembeda mendasar antara model dengan lainnya yakni terletak pada sintaks atau Langkah-langkah pembelajaran. Jadi pada model pembelajaran ini Langkah-langkah sudah tersusun secara rapi dan beurutan dengan tujuan mempermudah jalannya proses pembelajaran dan pembelajaran dapat berjalan efektif. Matic story merupakan sebuah susunan kata yang kaya akan makna, dimana matic mengartikan sebuah hal yang akan langsung dapat diaplikasikan, kemudian story mengartikan cerita. Maka matic story dapat diartikan sebagai cerita yang akan menjadikan siswa secara langsung memiliki kemahiran untuk berbicara atau bercerita. Matic story putri mandilika merupakan sebuah model pembelajaran uang digabungkan dengan cerita msayarakat Lombok. Model pembelajaran yang dimaksudkan adalah model talking stick yang dalam pelaksanaannya diperkuat dengan cerita putri mandalika. Penggabungan antara model talking stick ini


Inovasi Pembelajaran Bahasa SD | 193 dengan cerita putri mandalika yang nantinya akan menghasilkan sebuah kebaruan untuk mengatasi kendala dalam proses pembelajaran. Model ini memiliki beberapa ciri yang sehingga mudah untuk diingat dan aplikasikan dalam berbagai materi yang relevan dengan model ini. Ciri pertama dalam model ini yakni mengajak siswa untuk mengeksplorasi cerita-cerita kebudayaan yang ada di Indonesia khusus di daerah Lombok pada cerita putri mandalika. Artinya pada model ini siswa diajak untuk mencari tahu dan memahami kejadian-kejadian yang ada pada cerita tersebut sehingga siswa bisa mengenal berbagai macam keanekaragaman cerita rakyat khas Lombok yang salah satunya yaitu cerita putri mandalika. Ciri lain dari matic story putri mandalika yakni mengajak siswa untuk bernyanyi dalam proses pembelajarannya. Jadi dalam proses mengasah keterampilan berbicara siswa juga dilakukan dengan bernyanyi. Fungsi dari bernyanyi ini untuk memberikan rasa percaya diri bagi siswa mampu berbicara. Selain itu model ini juga memiliki beberapa karakteristik dalam proses pembelajarannya. Matic story ini memiliki karakter pembelajaran yang berbasis penugasan, artinya dalam pelaksanaan pembelajarannya tidak habis dan selesai dalam sekali pembelajaran saja, namun juga membutuhkan beberapa kali pertemuan untuk menuntaskan pembelajaran. Selain itu model ini juga mempunyai karakterstik team teaching atau kerja sama antara guru dan siswa sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan. Pengembangan Matic Story Putri Mandalika Model pembelajaran matic story putri mandalika memiliki arti yang dapa diambil dari bahasa Indonesia maupun bahasa asing. Matic story putri mandalika merupakan gabungan kata dari model pembelajaran talking stick dan cerita


Click to View FlipBook Version