The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

LAPORAN TAHUNAN RSUD MAMPANG PRAPATAN TAHUN 2022

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by indriasukma2017, 2023-04-04 21:21:50

LAPORAN TAHUNAN

LAPORAN TAHUNAN RSUD MAMPANG PRAPATAN TAHUN 2022

Keywords: #laporantahunan#rsudmampangprapatan#

i


ii KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas limpahan berkat dan rahmat-Nya sehingga laporan tahunan RSUD Mampang Prapatan tahun 2022 ini dapat tersusun. RSUD Mampang Prapatan berkomitmen akan melaksanakan, meningkatkan kinerja dan pendapatan Rumah Sakit dengan prinsip efisien, efektif, akuntabel, berlandaskan visi dan misi Rumah Sakit Umum Daerah Mampang Prapatan. Dasar hukum pelaksanaan BLUD mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 124 Tahun 2020 tentang Rencana Bisnis Anggaran Badan Layanan Umum Daerah. Sebagai pengelola keuangan Badan Layanan Umum Daerah, Rumah Sakit Umum Daerah Mampang Prapatan berkewajiban untuk mengadakan evaluasi terhadap hasil-hasil pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan, yang disajikan dalam bentuk laporan tahunan dengan harapan evaluasi ini dapat dimanfaatkan sebagai pedoman dalam menyusun program-program berikutnya. Secara keseluruhan program kerja tahun 2022 telah dilaksanakan dengan baik. Meskipun demikian, kami menyadari masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan yang perlu dibenahi dan ditingkatkan di masa yang akan datang sehingga kita dapat mewujudkan visi, misi yang ingin dicapai melalui program dan kegiatan yang dilakukan. Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Rumah Sakit Umum Daerah Mampang Prapatan, baik struktural, fungsional maupun administrasi karena atas kerja keras dan kerjasamanya sehingga kegiatan pada tahun 2022 dapat berjalan dengan baik. Semoga kinerja di masa datang semakin meningkat dan lebih baik dari tahun sebelumnya.


iii Tak lupa pula kami mengucapkan terima kasih kepada semua unit kerja yang telah membantu menyiapkan bahan – bahan pendukung sehingga laporan ini dapat disusun. Semoga laporan tahunan ini bermanfaat bagi kita semua. Jakarta, 15 Februari 2023


iv RINGKASAN EKSEKUTIF RSUD Mampang Prapatan ditetapkan sebagai Unit Pelaksana Teknis yang Menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah Bertahap berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor : 899 Tahun 2015, kemudian diperbarui berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 939 Tahun 2019 tentang Rumah Sakit Umum Daerah Mampang Prapatan Sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang Menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. RSUD Mampang Prapatan berupaya memberikan pelayanan dengan memperhatikan mutu sesuai dengan standarisasi rumah sakit mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 129 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Kelengkapan sarana dan prasarana rumah sakit, pemenuhan kebutuhan Sumber Daya Manusia merupakan salah satu prinsip dasar untuk meningkatkan kinerja pelayanan. Laporan tahunan 2022 kami susun berdasarkan realisasi capaian kinerja keuangan, pelayanan maupun penunjang pada tahun 2022. Program dan kegiatan RSUD Mampang Prapatan pada tahun 2022 secara keseluruhan berjalan dengan baik dengan total realisasi penyerapan anggaran mencapai 104,59%, dari target Rp 38.787.921.106, realisasi Rp 40.569.992.983. Serapan anggaran > 100 %, hal ini dampak dari tidak disahkannya APBD Perubahan 2022 sehingga tambahan anggaran belanja BLUD tidak disetujui oleh karena itu RSUD Mampang Prapatan menggunakan anggaran ambang batas BLUD. Target pendapatan RSUD Mampang Prapatan tahun 2022 sebesar Rp. 14.000.000.000,-. Realisasi pendapatan BLUD sebesar Rp. 23.859.230.369,- atau 170,42% dari target pendapatan. Pendapatan tersebut berasal dari pasien umum sebesar 9,67% dengan nominal Rp.


v 2.306.169.287,-, pasien BPJS sebesar Rp. 13.857.617.987 atau 58,08% , klaim covid sebesar Rp 7.115.425.700 atau 29,82%, jasa layanan lainnya sebesar Rp 383.779.058,- atau 1,61%, dan jasa giro sebesar Rp 196.238.337 atau 0,82%. Jadi pendapatan terbesar RSUD Mampang Prapatan pada tahun 2022 dari klaim BPJS sebesar 58,08%. Total kunjungan pasien RSUD Mampang Prapatan tahun 2022 sebanyak 109.960 pasien, mengalami kenaikan sebesar 26,44% dari total kunjungan pasien tahun 2022 yang berjumlah 80.886 pasien. BOR pada unit Rawat Inap RSUD Mampang Prapatan pada tahun 2022 juga mengalami peningkatan sebesar 27,54% dari BOR 50% pada tahun 2021 menjadi 69% pada tahun 2022. Peningkatan jumlah kunjungan ini diantaranya karena RSUD Mampang Prapatan mendapatkan gedung hibah eks kantor pajak yang terletak di depan RSUD Mampang Prapatan, BAST No. 8990/-076.343, Tgl 02 September 2021, luas lahan 1.570 m2 dan luas bangunan 1.390 m2. Dengan adanya gedung baru, RSUD Mampang Prapatan lebih dikenal masyarakat karena posisinya strategis dan terletak didepan jalan Mampang Prapatan sehingga jumlah kunjungan mulai mengalami peningkatan. Adanya transformasi dan rebranding logo RSUD Mampang Prapatan menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta. Terjadi transformasi perubahan logo dan pembuatan image/ Citra Rumah Sakit menjadi Rumah Sehat (rebranding) berdasarkan SK Kepala Dinas Kesehatan Nomor 99 Tahun 2022 dan diperkuat dasar acuannya yaitu Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 562 Tahun 2022, tentang Penjenamaan Rumah Sakit Daerah Milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Adanya transformasi dan rebranding logo ini menambah minat masyarakat untuk berkunjung ke RSUD Mampang Prapatan, jumlah kunjungan semakin meningkat sehingga jumlah pendapatan pun mengalami peningkatan. Selain itu pada tahun 2022 RSUD Mampang Prapatan mulai menerapkan Hospitality. Penerapan Hospitality bertujuan untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat sehingga masyarakat merasa puas dengan pelayanan RSUD Mampang Prapatan, meningkatkan jumlah kunjungan dan pendapatan BLUD.


vi Melalui penyusunan laporan tahunan 2022 ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran yang sudah dilaksanakan pada tahun 2022. Laporan tahunan ini juga dapat menjadi parameter agar kegiatan-kegiatan di masa mendatang dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan efisien.


vii DAFTAR ISI COVER .............................................................................................. i KATA PENGANTAR .......................................................................... ii RINGKASAN EKSEKUTIF.................................................................. iv DAFTAR ISI........................................................................................ vii DAFTAR TABEL................................................................................. x DAFTAR GAMBAR............................................................................. xiii DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................... xviii BAB I. PENDAHULUAN...................................................................... 1 1.1. Latar Belakang..................................................................... 1 1.2. Maksud dan Tujuan Laporan................................................ 2 1.3. Ruang Lingkup Laporan....................................................... 2 BAB II. ANALISIS SITUASI AWAL TAHUN ........................................ 3 2.1. Hambatan Tahun Lalu.......................................................... 3 2.2. Kelembagaan....................................................................... 4 2.2.1. Visi,Misi,Nilai-Nilai,Falsafah dan Motto ...................... 4 2.2.2. Tugas Pokok dan Fungsi ........................................... 5 2.2.3. Organisasi.................................................................. 8 2.2.3.1. Susunan Pejabat Pengelola BLUD RSUD Mampang Prapatan.............................. 10 2.2.3.2. Susunan Dewan Pengawas BLUD RSUD/RSKD................................................... 11 2.3. Sumber Daya ....................................................................... 11 2.3.1 Sumber Daya Manusia .............................................. 11 2.3.2 Sumber Daya Sarana, Prasarana dan Alat Kesehatan ................................................................ 14 2.3.3 Sumber Daya Keuangan............................................ 16 BAB III. TUJUAN DAN SASARAN KERJA.......................................... 21 3.1. Dasar Hukum....................................................................... 21 3.2. Tujuan, Sasaran dan Indikator ............................................. 22


viii 3.2.1. Tujuan ....................................................................... 22 3.2.2. Sasaran dan Indikator................................................ 22 BAB IV. STRATEGI PELAKSANAAN ................................................. 38 4.1. Strategi Pencapaian Tujuan dan Sasaran ............................ 38 4.2. Hambatan ............................................................................ 39 4.3. Upaya Tindak Lanjut ............................................................ 40 BAB V. HASIL KERJA ........................................................................ 42 5.1. Pencapaian Indikator Kinerja Keuangan .............................. 42 5.2. Pencapaian Kinerja dalam RSB (Rencana Strategis Bisnis) RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022.............................. 50 5.3. Pencapaian Indikator Standar Pelayanan Minimal ............... 54 5.4. Hasil Kerja Tahun 2022........................................................ 70 5.4.1. Pelayanan Medis ....................................................... 70 5.4.1.1. Instalasi Gawat Darurat................................. 70 5.4.1.2. Rawat Jalan .................................................. 72 5.4.1.3. Rawat Inap.................................................... 74 5.4.1.4. Kamar Operasi.............................................. 79 5.4.2. Pelayanan Penunjang................................................ 81 5.4.2.1. Instalasi Farmasi........................................... 81 5.4.2.2. Rekam Medis dan Loket Pendaftaran ........... 83 5.4.2.3. Laboratorium................................................. 85 5.4.2.4. Radiologi....................................................... 86 5.4.2.5. Laundry......................................................... 87 5.4.2.6.CSSD (Central Sterile Supply Departement).. 88 5.4.2.7.Gizi dan Dapur Gizi........................................ 89 5.4.2.8.Teknik Elektromedik....................................... 91 5.4.2.9.Kesehatan Lingkungan .................................. 92 5.4.2.10. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit .......................................................................... 94 5.4.2.11.Kamar Jenazah............................................ 97 5.4.2.12.Fisioterapi .................................................... 98 5.4.3. Sub Bagian Tata Usaha ............................................. 99


ix 5.4.3.1. Keuangan dan Perencanaan ........................ 99 5.4.3.2. Umum dan Kepegawaian.............................. 114 5.5. Upaya Meningkatkan Mutu dan Keselamatan Pasien .......... 164 5.5.1. Pelaporan Kegiatan INM........................................... 164 5.5.2. Pelaporan Kegiatan 10 Area Prioritas........................ 175 BAB VI. PENUTUP............................................................................. 183 A. Kesimpulan .............................................................................. 183 B. Saran ....................................................................................... 184 LAMPIRAN ......................................................................................... 186


x DAFTAR TABEL Tabel 2.1. Nama Pejabat Rumah Sakit Umum Daerah Mampang Prapatan............................................................................................. 10 Tabel 2.2.Komposisi SDM Berdasarkan Status Kepegawaian ........... 12 Tabel 2.3. Presentase Status Kelengkapan Pelayanan RSUD Mampang Prapatan ............................................................................ 16 Tabel 2.4. Pagu Anggaran RSUD Mampang Prapatan Tahun 2020 s/d 2022 ................................................................................................... 21 Tabel 3.1. Aspek dan Indikator Penilaian Kinerja Keuangan BLUD .... 23 Tabel 3.2. Matriks Indikator Kinerja Utama (IKU) ................................ 29 Tabel 3.3. SPM (Standar Pelayanan Minimal) Berdasarkan Keputu san Menteri Kesehatan No. 129/Menkes/SK/II/2008........................... 32 Tabel 5.1. Pencapaian Indikator Kinerja Keuangan RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022 ......................................................................... 42 Tabel 5.2. Pencapaian Kinerja dalam RSB (Rencana Strategis Bisnis) RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022 ............................................. 50 Tabel 5.3. Pencapaian Indikator SPM RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022 ........................................................................................ 54 Tabel 5.4. Jenis Pelayanan dan SDM Unit Rawat Jalan RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022 ........................................................ 72 Tabel 5.5. Data Kunjungan Pasien Rawat Jalan RSUD Mampang Prapatan tahun 2020 s/d 2022............................................................ 73 Tabel 5.6. Jumlah Kunjungan Rawat Inap Per Ruangan Tahun 2020 s/d 2022.............................................................................................. 75 Tabel 5.7. Data Kunjungan Pasien di Kamar Operasi Berdasarkan Jenis Pembayaran Tahun 2022 .......................................................... 80 Tabel 5.8. Jumlah Penerimaan Resep di Instalasi Farmasi RSUD Mampang Prapatan tahun 2020 s/d 2022 ................................ 82 Tabel 5.9. Penggunaan 10 Obat Terbanyak di RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022 ......................................................................... 83


xi Tabel 5.10. Data Linen Kotor Tahun 2020 sd 2022............................ 88 Tabel 5.11. Peralatan di Unit Sterilisasi RSUD Mampang Prapatan ... 89 Tabel 5.12. Hasil Pemeriksaan Laboratorium Air Limbah Tahun 2022 93 ........................................................................................................... Tabel 5.13. Laporan Hasil Uji Air Bersih Tahun 2022 ......................... 94 Tabel 5.14. Data Penggunaan Kamar Jenazah di RSUD Mampang Prapatan Tahun 2020 s/d 2022........................................................... 97 Tabel 5.15. Data Pasien Rawat Inap yang Meninggal Tahun 2022..... 98 Tabel 5.16. Data Pendapatan Tahun 2022 ......................................... 104 Tabel 5.17 Pendapatan Klaim BPJS rawat Inap dan Rawat Jalan Tahun 2022 ........................................................................................ 105 Tabel 5.18. Pendapatan Klaim Covid-19 Januari s/d Desember Tahun 2022 ........................................................................................ 106 Tabel 5.19. Pendapatan Klaim Covid-19 Tahun 2022......................... 107 Tabel 5.20. Capaian Program dan Kegiatan Tahun 2022 ................... 109 Tabel 5.21. Piutang RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022.............. 114 Tabel 5.22. Komposisi SDM Berdasarkan Jenis Pendidikan Tahun 2022 ................................................................................................... 115 Tabel 5.23. Dokter Spesialis Medik Dasar ......................................... 116 Tabel 5.24. Dokter Spesialis Medik Lainnya ...................................... 116 Tabel 5.25. Dokter Spesialis Penunjang Medik .................................. 117 Tabel 5.26. Dokter Gigi Umum............................................................ 117 Tabel 5.27. Dokter Umum................................................................... 117 Tabel 5.28. Pemakaian Air Bersih Tahun 2021................................... 122 Tabel 5.29. Daftar Inventaris Perangkat Keras (Hardware) RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022 ........................................................ 126 Tabel 5.30. Daftar Inventaris Perangkat Lunak dan Perangkat Lainnya 127 Tabel 5.31. Timeline Pengembangan Sistem Non Core Tahun 2022.. 129 Tabel 5.32. Belanja Modal Tahun 2022 .............................................. 130 Tabel 5.33. Aset Hibah dan Transfer Tahun 2022 .............................. 133 Tabel 5.35. Belanja Modal Tak Terduga Tahun 2022 ......................... 134


xii Tabel 5.36. Penghapusan Barang Tahun 2022................................... 135 Tabel 5.37. Laporan Mutasi Aset Tahun 2022 .................................... 137 Tabel 5.38. Hutang Belanja Modal Tahun 2022 .................................. 138 Tabel 5.39. Laporan Persediaan Barang Per 31 Desember 2022....... 139 Tabel 5.40. Kegiatan Hasil Pemasaran Jenis-jenis Pelayanan Kesehatan di Tahun 2022................................................................... 143 Tabel 5.41. Media Cetak yang Dibuat Tahun 2022 ............................. 145 Tabel 5.42. Daftar Pembinaan Pegawai Terkait Pelanggaran Disiplin Tahun 2022 ........................................................................................ 161 Tabel 5.43. 10 Indikator Area Prioritas RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022 ....................................................................................... 175


xiii DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1. Struktur Organisasi RSUD Mampang Prapatan ............. 7 Gambar 2.2. Kelengkapan Sarana, Prasarana dan Alat Kesehatan RSUD Mampang Prapatan ................................................................. 15 Gambar 2.3. Grafik Jenis Anggaran Belanja RSUD Mampang Prapatan Tahun 2020 s/d 2022.......................................................................... 19 Gambar 5.1. Grafik Kunjungan Pasien IGD RSUD Mampang Prapatan Tahun 2020 s/d 2022.......................................................................... 71 Gambar 5.2. Grafik Kunjungan IGD RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022 ........................................................................................ 71 Gambar 5.3. Grafik Sepuluh Besar Penyakit pada IGD RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022 ......................................................................... 72 Gambar 5.4. Grafik Sepuluh Besar Penyakit Rawat Jalan RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022 ........................................................ 74 Gambar 5.5. Grafik Jumlah Pasien Rawat Inap RSUD Mampang Prapatan Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2020 s/d 2022.............................. 76 Gambar 5.6. Grafik Jumlah Kunjungan Pasien Rawat Inap Berdasarkan Jenis Pembiayaan Tahun 2020 s/d 2022 ............................................ 76 Gambar 5.7. Grafik Data Sepuluh Penyakit Pasien Rawat Inap RSUD Mampang Prapatan Tahun 2020 s/d 2022............................... 77 Gambar 5.8. Grafik BOR Rawat Inap RSUD Mampang Prapatan Tahun 2020 s/d 2022.......................................................................... 77 Gambar 5.9. Grafik LOS, TOI, BTO Rawat Inap RSUD Mampang Prapatan Tahun 2020 s/d 2022........................................................... 78 Gambar 5.10. Grafik NDR dan GDR RSUD Mampang Prapatan Tahun 2020 s/d 2022.......................................................................... 79 Gambar 5.11. Grafik Jumlah Kunjungan Pasien di Kamar Operasi Tahun 2020 s/d 2022.......................................................................... 80 ........................................................................................................... Gambar 5.12. Grafik Tindakan di Kamar Operasi Berdasarkan Jenis Operasi Tahun 2022 ........................................................................... 81


xiv Gambar 5.13. Grafik Ketersediaan Obat sesuai Formularium Nasional Tahun 2022 ........................................................................................ 82 Gambar 5.14. Grafik Kelengkapan Berkas Rekam Medis dan Informed Consent Mampang Prapatan Tahun 2020 s/d 2022............................ 84 Gambar 5.15. Grafik Waktu Penyediaan Berkas Rekam Medis RSUD Mampang Prapatan Tahun 2020 s/d 2022.......................................... 79 Gambar 5.16. Grafik Jumlah Pasien dan Pemeriksaan di Laboratorium RSUD Mampang Prapatan Tahun 2020 dan 2022.............................. 85 Gambar 5.17. Grafik Jumlah Pasien Laboratorium Berdasarkan Jenis Pembayaran Tahun 2022 ................................................................... 85 Gambar 5.18. Grafik Jumlah Pemeriksaan Pasien di Laboratorium Tahun 2022 ........................................................................................ 86 Gambar 5.19. Grafik Jumlah Kunjungan dan Pemeriksaan Pasien Radiologi RSUD Mampang Prapatan Tahun 2020 s/d 2022 ............... 86 Gambar 5.20. Grafik Jenis Pemeriksaan di Radiologi RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022 ......................................................................... 87 Gambar 5.21. Alur Pelayanan Laundry di RSUD Mampang Prapatan 88 Gambar 5.22. Alur Pelayanan Gizi Rumah Sakit ................................ 89 Gambar 5.23. Grafik Jumlah Kunjungan Pasien di Klinik Gizi RSUD Mampang Prapatan Tahun 2020 s/d 2022.......................................... 90 Gambar 5.24. Grafik Jumlah Porsi Makan Pasien RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022 ......................................................................... 90 Gambar 5.25. Grafik Jumlah Pasien Gizi Buruk di RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022 ......................................................................... 91 Gambar 5.26. Grafik Jumlah Alat Terkalibrasi di RSUD Mampang Prapatan Tahun 2020 s/d 2022........................................................... 91 Gambar 5.27. Jumlah Perbaikan Alat Kesehatan di RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022 ......................................................................... 92 Gambar 5.28. Grafik Jumlah Kunjungan Pasien Fisioterapi di RSUD Mampang Prapatan Tahun 2020 s/d 2022.......................................... 99 Gambar 5.29. Realisasi Pendapatan RSUD Mampang Prapatan Tahun 2020 s/d 2022.......................................................................... 104


xv Gambar 5.30. Grafik Realisasi Belanja Tahun 2019 s/d 2021............ 108 Gambar 5.31. Komposisi SDM Berdasarkan Status Kepegawaian Tahun 2022 ....................................................................................... 115 Gambar 5.32. Capaian Diklat Pegawai RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022 ........................................................................................ 118 Gambar 5.33. Jumlah Keluhan Pasien RSUD Mampang Prapatan yang Ditangani Tahun 2022................................................................ 140 Gambar 5.34. Keluhan Berdasarkan Sumbernya Tahun 2022........... 140 Gambar 5.35. Keluhan Berdasarkan Penyebab Tahun 2022 ............. 141 Gambar 5.36. Data Grafik Jumlah Infografis Rumah Sakit Periode Januari – Desember 2022................................................................... 142 Gambar 5.37. Data Grafik Jumlah Infografis Rumah Sakit Periode Januari – Desember 2022................................................................... 142 Gambar 5.38. Rancangan Signame Pagar ......................................... 150 Gambar 5.39. Rancangan Nyala/ Cahaya Signame Pagar ................. 150 Gambar 5.40. Lembar Kerja Rancangan Signame Pagar ................... 151 Gambar 5.41. Signage Gedung Internal ............................................. 152 Gambar 5.42. Signage Gedung Internal dan Perlantai....................... 152 Gambar 5.43. Signage Ruangan ........................................................ 153 Gambar 5.44. Rancangan Sign Direktori Totem ................................. 154 Gambar 5.45. Implementasi Sign Direktori Totem .............................. 154 Gambar 5.46. Penambahan ACP Gedung Depan .............................. 155 Gambar 5.47. Penambahan ACP Gedung 2 dan Pemberian Signame 155 Gambar 5.48. Lembar Kerja Rancangan Signame Fasad Gedung .... 156 Gambar 5.49. Rancangan Design Signame Gedung Eksternal .......... 157 Gambar 5.50. Rancangan Implementasi Rebranding pada Ambulans 157 Gambar 5.51. Hibah Ambulans dari UPT AGD ................................... 158 Gambar 5.52. Grafik Surat masuk dan Surat Keluar Tahun 2022 ....... 159 Gambar 5.53. Grafik Kegiatan Kerumahtanggaan Tahun 2022 .......... 159 Gambar 5.54. Kepatuhan Kebersihan Tangan Tahun 2022 ................ 168 Gambar 5.55. Kepatuhan Pengunaan APD Tahun 2022 .................... 169 Gambar 5.56. Kepatuhan Identifikasi Pasien Tahun 2022 .................. 169


xvi Gambar 5.57. Waktu Tanggal Sektio Caecarea Emergency Tahun 2022 ........................................................................................ 170 Gambar 5.58. Waktu Tunggu Rawat Jalan Tahun 2022 ..................... 170 Gambar 5.59. Penundaan Operasi Elektif Tahun 2022....................... 171 Gambar 5.60. Kepatuhan Waktu Visite DPJP Tahun 2022 ................. 171 Gambar 5.61. Pelaporan Hasil Kritis Laboratorium Tahun 2022 ......... 172 Gambar 5.62. Kepatuhan Penggunaan Formularium Tahun 2022 ...... 172 Gambar 5.63. Kepatuhan Terhadap Alur Klinis (Clinical Pathway) Tahun 2022 ........................................................................................ 173 Gambar 5.64. Kepatuhan Upaya Pencegahan Risiko Pasien Jatuh Tahun 2022 ........................................................................................ 173 Gambar 5.65. Kecepatan Waktu Tanggap Komplain Tahun 2022 ...... 174 Gambar 5.66. Kepuasan Pasien Tahun 2022 ..................................... 174 Gambar 5.67. Grafikm Indikator Nasinal Mutu (INM) Kepatuhan Kebersihan Tangan ............................................................................ 177 Gambar 5.68. Grafik Indikator Nasional Mutu (INM) Kepatuhan Penggunaan APD............................................................................... 177 Gambar 5.69. Grafik Indikator Nasional Mutu (INM) Kepatuhan Identifikasi Pasien............................................................................... 178 Gambar 5.70. Grafik Indikator Nasional Mutu (INM) Waktu Tanggap Sesaria Emengensi............................................................................. 178 Gambar 5.71. Grafik Indikator Nasional Mutu (INM) Waktu Tunggu Rawat Jalan........................................................................................ 178 Gambar 5.72. Grafik Indikator Nasional Mutu (INM) Penundaan Operasi Elektif .................................................................................... 179 Gambar 5.73. Grafik Indikator Nasional Mutu (INM) Kepatuhan Waktu Visite DPJP.............................................................................. 179 Gambar 5.74. Grafik Indikator Nasional Mutu (INM) Pelaporan Hasil Kritis Laboratorium..................................................................... 180 Gambar 5.75. Grafik Indikator Nasional Mutu (INM) Penggunaan Formularium Nasional......................................................................... 180 Gambar 5.76. Grafik Indikator Nasional Mutu (INM) Kepatuhan


xvii Terhadap Clinical Pathway ................................................................. 181 Gambar 5.77. Grafik Indikator Nasional Mutu (INM) Kepatuhan Upaya Pencegahan Risiko Pasien Jatuh ....................................................... 181 Gambar 5.78. Grafik Indikator Nasional Mutu (INM) Kecepatan Waktu Tanggap Komplain.............................................................................. 182 Gambar 5.79. Grafik Indikator Nasional Mutu (INM) Kepuasan Pasien ................................................................................................ 182


xviii DAFTAR LAMPIRAN 1) Data Kunjungan Pasien RSUD Mampang Prapatan Tahun 2015 S/d 2022.............................................................................. 187 2) Data Indikator Rawat Inap (BOR, TOI, BTO, NDR, GDR) RSUD Mampang Prapatan 2015 S/d 2022................................... 189 3) Dokumentasi Pelatihan Hospitality ............................................... 190


1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang RSUD Mampang Prapatan merupakan Rumah Sakit Umum Daerah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan klasifikasi Kelas D. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit menyatakan bahwa : Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Rumah Sakit Umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit. Rumah Sakit Umum Daerah Mampang Prapatan terletak di jalan Kapten P. Tendean No. 9 Mampang Prapatan Jakarta Selatan. Pada awal penetapan Rumah Sakit Umum Kelas D berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1024 tanggal 17 Juni 2014 dengan nama Rumah Sakit Umum Kecamatan Mampang Prapatan dan diresmikan pada tanggal 02 April 2015. Kemudian Rumah Sakit Umum Kecamatan Mampang Prapatan berubah nama menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Mampang Prapatan berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor: 993 Tahun 2017. RSUD Mampang Prapatan memiliki Izin Operasional Rumah Sakit Umum Kelas D berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor : 03/B.3.1/31.74.03.1001.02.010.P.3/2/- 1.779.3/2020 terhitung sejak tanggal 20 Februari 2020 s/d 20 Februari 2025. Bangunan gedung RSUD Mampang Prapatan merupakan eks Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan dengan tanah seluas 600 M2 dan bangunan gedung seluas 1.500 M2. Pada tanggal 2 September 2021, RSUD Mampang Prapatan mendapatkan tanah dan bangunan gedung eks UPPPD (Unit Pelayanan Pemungutan Pajak Daerah) Jakarta Selatan yang berada di depan RSUD Mampang Prapatan. Hal ini berdasarkan Berita Acara Serah Terima Nomor 8990/-076.343 , Kamis 2 September 2021, Tanah Seluas 1.390 M2 dan Bangunan Gedung Seluas 1.390 M2 yang terletak di jalan Kapten Tendean Nomor 9 Kelurahan Mampang Prapatan Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Administrasi Jakarta Selatan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta kepada Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Mampang Prapatan. Jadi total keseluruhan tanah seluas 1.990 M2 dan bangunan gedung seluas 2.890 M2.


2 1.2. Maksud dan Tujuan Laporan 1) Maksud Merupakan bentuk pertanggungjawaban secara tertulis yang memuat keberhasilan maupun kegagalan pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2022 yang harus dipertanggung jawabkan oleh RSUD Mampang Prapatan kepada Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi DKI Jakarta. 2) Tujuan a) Penyusunan laporan tahunan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang kegiatan pelayanan yang telah dilakukan di RSUD Mampang Prapatan selama periode tahun 2022; b) Penyusunan laporan tahunan ini untuk mengevaluasi hasil kerja selama bulan Januari – Desember 2022, sehingga dapat digunakan sebagai acuan untuk membuat rencana kerja tahun berikutnya yang lebih efektif dan efisien. 1.3. Ruang Lingkup Laporan Ruang lingkup penulisan Laporan Tahunan RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022 adalah : 1) Menjelaskan mengenai hambatan/permasalahan tahun yang lalu dan bagaimana menyelesaikan segala permasalahannya termasuk keadaan sumber daya manusia dan sarananya. 2) Menjelaskan tentang pencapaian target kinerja termasuk pencapaian target kegiatan dan pendapatan, indikator BLU, Indikator Kinerja Individu (IKI), Standar Pelayanan Minimal (SPM) rumah sakit, Key Performance Indicators (KPI), dan realisasi anggaran tahun sebelumnya.


3 BAB II ANALISIS SITUASI AWAL TAHUN 2.1. Hambatan Tahun Lalu Rumah Sakit Umum Daerah Mampang Prapatan telah terakreditasi SNARS (Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit) edisi 1 tingkat Utama tahun 2019. Rumah Sakit Umum Daerah Mampang Prapatan memiliki Rencana Strategis Bisnis periode 2017-2022 yang pelaksanaan programnya dilaksanakan setiap tahun. Terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan program kerja sepanjang tahun 2022. Adapun beberapa hambatan yang dijumpai antara lain: 1) Tahun 2022 adalah tahun kelima Rencana Strategis Bisnis (RSB) periode 2017- 2022 terdapat revisi RSB dari target pendapatan dan belanja karena target yang disusun pada RSB terlalu besar. Target direvisi sesuai dengan proyeksi pendapatan dan belanja tahun berjalan. 2) Adanya tren kenaikan kembali kasus Covid-19 sejak awal tahun 2022 yang sebelumnya sempat menurun di akhir tahun 2021. Ruang Rawat Inap Isolasi Covid-19 dan sarana prasarana yang menunjang sudah tersedia dan dilengkapi menggunakan anggaran BTT (Belanja Tidak Terduga) tahun 2021, namun permasalahannya adalah kurangnya anggaran insentif Covid-19 untuk petugas kesehatan dan penunjang. Anggaran insentif Covid-19 baru dianggarakan satu bulan, untuk itu RSUD Mampang Prapatan pada Pergeseran Anggaran Kedua mengusulkan tambahan anggaran insentif Covid-19. Anggaran belanja insentif Covid-19 semula sebanyak Rp 750.250.000, mengusulkan tambahan sebesar Rp 1.826.000.000 sehingga total menjadi Rp 2.576.250.000. Pergeseran Anggaran Kedua diinput pada aplikasi https://aktivitas.bapedadki.net yang dilaksanakan tanggal 20 Mei sampai dengan 30 Mei 2022. 3) Pada rapat KUA PPAS hari Selasa tanggal 11 Oktober 2022 dinyatakan bahwa usulan APBD Perubahan Tahun 2022 Pemrov. DKI Jakarta tidak disahkan. Hal ini karena usulan APBD Perubahan Tahun 2022 terlambat diusulkan ke Kemendagri. Dateline usulan APBD Perubahan Tahun 2022 ke Kemendagri tgl 30 September 2022, namun sampai tgl 30 September 2022 belum mengajukan usulan perubahan, maka dianggap Pemrov. DKI Jakarta tidak mengusulkan Anggaran Perubahan Tahun 2022. Dampak dari tidak disetujuinya usulan APBD Perubahaan Tahun 2022 ini terdapat beberapa kegiatan yang tidak dapat terlaksana karena kurangnya atau tidak adanya ketersediaan anggaran. Untuk mengatasi hal ini, Pemrov. DKI Jakarta menggunakan mekanisme Pergeseran Anggaran terkait anggaran yang bersifat Darsak (Darurat Mendesak).


4 4) Ketidaktepatan beberapa unit dalam merencanakan anggaran sehingga terdapat belanja diluar perencanaan yang belum dianggarakan sebelumnya. 5) Terbatasnya lahan parkir yang ada, sementara jumlah kendaraan yang akan parkir selalu bertambah. 2.2. Kelembagaan 2.2.1. Visi, Misi, Nilai-Nilai, Falsafah dan Motto RSUD Mampang Prapatan memiliki Visi, Misi, Nilai-Nilai, Falsafah dan Motto yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut: 1) Visi dan Misi Visi dan Misi RSUD Mampang Prapatan sebagi berikut : a) Visi Visi RSUD Mampang Prapatan yaitu: “Rumah Sakit dengan Layanan Kesehatan yang Berkualitas dan Profesional Menuju Masyarakat Jakarta yang Sehat dan Sejahtera”. b) Misi Untuk melaksanakan visi seperti tersebut di atas diperlukan beberapa misi untuk mencapai tujuan. Adapun misi RSUD Mampang Prapatan yaitu : (1) Meningkatkan sistem pelayanan kesehatan yang profesional dan terintegrasi. (2) Meningkatkan kualitas SDM yang handal sesuai dengan kompetensinya. (3) Meningkatkan sarana prasarana rumah sakit secara optimal berbasis teknologi tepat guna. (4) Meningkatkan budaya kerja yang berkualitas. 2) Tata Nilai Untuk mencapai visi dan misi RSUD Mampang Prapatan mempunyai nilai-nilai utama (core values) atau budaya sebagai pedoman bagi seluruh jajaran rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Nilai-nilai tersebut sebagai berikut : a) Integritas, bekerja dengan kejujuran dan rasa tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kesehatan. b) Profesional, melayani pelanggan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. c) Sinergi, melakukan pelayanan dengan mengutamakan kerja sama bahu membahu akan meringankan kerja kita, meningkatkan kualitas pelayanan d) Visioner, mempunyai tujuan dan visi untuk menjadi Rumah Sakit dengan layanan kesehatan yang berkualitas dan profesional menuju masyarakat Jakarta yang sehat dan sejahtera.


5 e) Akuntabel, melakukan pelayanan dengan mengutamakan transparan dan bertanggungjawab. 3) Falsafah RSUD Mampang Prapatan dalam melayani pasien memiliki falsafah yaitu : “Melayani dengan Hati”. Seluruh petugas medis, paramedis maupun non medis di RSUD Mampang Prapatan melayani pasien dengan tulus dan sepenuh hati tanpa membeda-bedakan status pasien. 4) Motto RSUD Mampang Prapatan memiliki motto atau semboyan yang digunakan untuk memberikan motivasi dan semangat seluruh karyawan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Motto RSUD Mampang Prapatan yaitu : “ Kerja Keras, Kerja Ikhlas, Kerja Tuntas”. 2.2.2. Tugas Pokok dan Fungsi Tugas dan fungsi Rumah Sakit Umum Mampang Prapatan sebagai RSUD Kelas D sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 114 Tahun 2021 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah adalah sebagai berikut: 1) Tugas Pokok Rumah Sakit Umum Mampang Prapatan mempunyai tugas menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. 2) Fungsi Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas RSUD Mampang Prapatan menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan bahan Rencana Strategis Dinas sesuai lingkup tugas dan fungsinya; b. penyusunan Rencana Kerja serta Rencana Kerja dan Anggaran RSUD Kelas D; c. pelaksanaan Rencana Strategis Dinas sesuai lingkup tugas dan fungsinya; d. pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran RSUD Kelas D; e. perumusan kebijakan, proses bisnis, standar, dan prosedur RSUD Kelas D; f. pelaksanaan kebijakan, proses bisnis, standar, dan prosedur RSUD Kelas D; g. penyelenggaraan pelayanan medik; h. penyelenggaraan pelayanan penunjang medik; i. penyelenggaraan pelayanan penunjang non medik; j. penyelenggaraan pelayanan keperawatan dan kebidanan; k. penyelenggaraan pelayanan rujukan dan ambulans; l. penyelenggaraan peningkatan mutu dan keselamatan pasien;


6 m. penyelenggaraan pelayanan kegawatdaruratan; n. penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan keselamatan kerja; o. penyelenggaraan kesehatan lingkungan rumah sakit; p. fasilitasi dan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di RSUD Kelas D; q. fasilitasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan bidang pelayanan kesehatan; r. penyelenggaraan pemasaran, kemitraan dan kehumasan RSUD Kelas D; s. pengelolaan dan pengembangan sistem informasi RSUD Kelas D; t. pengelolaan data RSUD Kelas D; u. pengelolaan administrasi umum, keuangan dan kepegawaian RSUD Kelas D; v. pengelolaan prasarana dan sarana RSUD Kelas D; w. pelaksanaan perencanaan, rehab total/rehab berat/rehab sedang/rehab ringan sarana dan prasarana kerja RSUD Kelas D sesuai lingkup tugas dan fungsinya; x. pemberian dukungan pelayanan medik kepada masyarakat dan Perangkat Daerah; y. pelaksanaan koordinasi, pemantauan, evaluasi, pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi RSUD Kelas D; dan; z. pelaksanaan tugas dan fungsi kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Dinas. 2.2.3. Organisasi 2.2.3.1. Susunan Pejabat Pengelola BLUD RSUD Mampang Prapatan Susunan pejabat pengelola BLUD RSUD Mampang Prapatan berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 114 Tahun 2021 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah. Susunan organisasi RSUD Mampang Prapatan terdiri dari Direktur, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala Seksi Pelayanan Medik & Keperawatan dan Kepala Seksi Pelayanan Penunjang. Selain itu terdapat Komitekomite (Komite Medik, Komite Mutu, Komite Keperawatan, dll) dan Satuan Pengawas Internal (SPI) yang membantu tugas-tugas Direktur serta bertanggungjawab langsung kepada Direktur. Kepala Sub Bagian Tata Usaha dibantu oleh Satuan Pelayanan Umum & Kepegawaian dan Satuan Pelayanan Keuangan & Perencanaan. Kepala Seksi Pelayanan Medik & Keperawatan dibantu oleh Kepala Instalasi Rawat Inap & Rawat Intensif dan Kepala Instalasi Gawat Darurat & Rawat Jalan. Kepala Seksi Pelayanan Penunjang dibantu oleh Kepala Instalasi Penunjang Non Medik dan Kepala Instalasi Penunjang Medik.


7 Gambar 2.1. Struktur Organisasi RSUD Mampang Prapatan Tugas Pejabat Pengelola BLUD Rumah Sakit Umum Daerah Mampang Prapatan sebagai berikut: 1) Direktur mempunyai tugas memimpin penyelenggaraan RSUD Kelas D. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Direktur menyelenggarakan fungsi: a. mengoordinasikan pelaksanaan tugas dan fungsi unsur organisasi pada RSUD Kelas D; b. menetapkan kebijakan penyelenggaraan RSUD Kelas D sesuai dengan kewenangannya; c. menyelenggarakan tugas dan fungsi RSUD Kelas D; d. melaksanakan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian pelaksanaan tugas dan fungsi pada RSUD Kelas D; e. melaksanakan evaluasi, pencatatan, dan pelaporan RSUD Kelas D; f. melaksanakan tugas dan fungsi kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Dinas. 2) Subbagian Tata Usaha berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi umum dan keuangan RSUD Kelas D. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Subbagian Tata Usaha mempunyai fungsi:


8 a. penyusunan bahan Rencana Strategis Dinas sesuai lingkup tugas dan fungsinya; b. penyusunan bahan Rencana Kerja serta Rencana Kerja dan Anggaran RSUD Kelas D sesuai lingkup tugas dan fungsinya; c. pelaksanaan Rencana Strategis Dinas sesuai lingkup tugas dan fungsinya; d. pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran RSUD Kelas D sesuai lingkup tugas dan fungsinya; e. perumusan kebijakan, proses bisnis, standar, dan prosedur RSUD Kelas D sesuai lingkup tugas dan fungsinya; f. pelaksanaan kebijakan, proses bisnis, standar, dan prosedur RSUD Kelas D sesuai lingkup tugas dan fungsinya; g. pengelolaan ketatausahaan, kerumahtanggaan dan kearsipan RSUD Kelas D; h. pengelolaan pemasaran, kemitraan, kehumasan dan hokum RSUD Kelas D; i. pengelolaan barang/ aset, prasarana, sarana, ruang rapat/ruang pertemuan dan perpustakaan RSUD Kelas D; j. pengelolaan upacara dan pengaturan acara RSUD Kelas D; k. pelaksanaan perencanaan, rehab total/rehab berat/rehab sedang/rehab ringan sarana dan prasarana kerja RSUD Kelas D sesuai lingkup tugasnya; l. pengoordinasian penyusunan bahan Rencana Strategis Dinas sesuai lingkup tugas dan fungsinya; m. pengoordinasian penyusunan Rencana Kerja serta Rencana Kerja dan Anggaran RSUD Kelas D; n. pengoordinasian pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran RSUD Kelas D; o. pelaksanaan pengendalian, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Rencana Strategis Dinas sesuai lingkup tugas dan fungsinya; p. pelaksanaan pengendalian, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran RSUD Kelas D; q. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan RSUD Kelas D; r. pelaksanaan penyusunan laporan keuangan, kegiatan, kinerja dan akuntabilitas RSUD Kelas D; s. pengoordinasian penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan dan/ atau pengawasan; t. pengelolaan sumber daya manusia dan kepegawaian RSUD Kelas D; u. pengelolaan data, informasi dan dokumen kepegawaian RSUD Kelas D; v. pengoordinasian penyusunan formula remunerasi RSUD Kelas D; w. penyelesaian permasalahan hukum RSUD Kelas D; x. pengelolaan sistem informasi RSUD Kelas D;


9 y. pengembangan sistem informasi RSUD Kelas D; z. pemeliharaan sistem dan jaringan RSUD Kelas D; aa. pengelolaan data RSUD Kelas D; bb. penyediaan data RSUD Kelas D; cc. pemutakhiran data RSUD Kelas D; dd. fasilitasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di RSUD Kelas D; ee. fasilitasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan bidang pelayanan kesehatan di RSUD Kelas D; ff. pelaksanaan koordinasi, pemantauan, evaluasi, pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi RSUD Kelas D sesuai lingkup tugas dan fungsinya; dan gg. pelaksanaan tugas dan fungsi kedinasan lain yang diberikan oleh Direktur. 3) Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan medik, keperawatan dan kebidanan RSUDKelas D. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan mempunyai fungsi: a. penyusunan bahan Rencana Strategis Dinas sesuai lingkup tugas dan fungsinya; b. penyusunan bahan Rencana Kerja serta Rencana Kerja dan Anggaran RSUD Kelas D sesuai lingkup tugas dan fungsinya; c. pelaksanaan Rencana Strategis Dinas sesuai lingkup tugas dan fungsinya; d. pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran RSUD Kelas D sesuai lingkup tugas dan fungsinya; e. perumusan kebijakan, proses bisnis, standar, dan prosedur RSUD Kelas D sesuai lingkup tugas dan fungsinya; f. pelaksanaan kebijakan, proses bisnis, standar, dan prosedur RSUD Kelas D sesuai lingkup tugas dan fungsinya; g. penyelenggaraan pelayanan medik, meliputi pelayanan meliputi rawat jalan, rawat inap, gawat darurat, radioterapi dan kedokteran nuklir dan pelayanan medik lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; h. penyelenggaraan pelayanan keperawatan dan kebidanan, meliputi asuhan keperawatan generalis dan/ atau asuhan keperawatan spesialis, dan asuhan kebidanan; i. penyelenggaraan pelayanan rujukan dan ambulans; j. penyelenggaraan peningkatan mutu dan keselamatan pasien; k. pelaksanaan koordinasi, pemantauan, evaluasi, pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi RSUD Kelas D sesuai lingkup tugas dan fungsinya; dan


10 l. pelaksanaan tugas dan fungsi kedinasan lain yang diberikan oleh Direktur. 4) Seksi Pelayanan Penunjang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur. Seksi Pelayanan Penunjang mempunyai tugas melaksanakan pelayanan penunjang medik dan non medik RSUD Kelas D. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Seksi Pelayanan Penunjang mempunyai fungsi: a. penyusunan bahan Rencana Strategis Dinas sesuai lingkup tugas dan fungsinya; b. penyusunan bahan Rencana Kerja serta Rencana Kerja dan Anggaran RSUD Kelas D sesuai lingkup tugas dan fungsinya; c. pelaksanaan Rencana Strategis Dinas sesuai lingkup tugas dan fungsinya; d. pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran RSUD Kelas D sesuai lingkup tugas dan fungsinya; e. perumusan kebijakan, proses bisnis, standar, dan prosedur RSUD Kelas D sesuai lingkup tugas dan fungsinya; f. pelaksanaan kebijakan, proses bisnis, standar, dan prosedur RSUD Kelas D sesuai lingkup tugas dan fungsinya; g. pengelolaan pelayanan penunjang medik dan non medik, meliputi laboratorium, radiologi, rehabilitasi medik, pelayanan sterilisasi yang tersentral, pelayanan darah, rekam medik, farmasi, laundry/binatu, pengolahan makanan/gizi, pemeliharaan alat kesehatan, pemulasaran jenazah, kesehatan dan keselamatan kerja, kesehatan lingkungan dan pelayanan penunjang lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; h. pelaksanaan koordinasi, pemantauan, evaluasi, pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi RSUD Kelas D sesuai lingkup tugas dan fungsinya; dan i. pelaksanaan tugas dan fungsi kedinasan lain yang diberikan oleh Direktur. Tabel 2.1. Nama Pejabat Rumah Sakit Umum Daerah Mampang Prapatan No. Nama Lengkap NIP NRK Pangkat Gol Jabatan 1 dr. Atika, M.KKK 196701312007012000 168404 Penata Tk 1 III/D Direktur RSUD Mampang Prapatan 2 dr. Kelvine Evaline Riupassa 197907302011012000 180213 Penata Tk 1 III/D Kasie Pelayanan Medik dan Keperawatan 3 Lia Sumarti, MKM 197310182000032000 158064 Pembina IV/A Kasie Pelayanan Penunjang


11 No. Nama Lengkap NIP NRK Pangkat Gol Jabatan 4 Erna Rachmawati, S.KM 197108261994012000 182705 Penata Tk 1 III/D Ka Sub Bag. TU 5 Nurbaiti 196904051991012000 122899 Penata Tk1 III D Bendahara Penerimaan Pembantu 6 Linda Lavenia Br. Ginting 199204172014032000 183983 Pengatur Tk 1 II D Bendahara Pengeluaran Pembantu BLUD 7 Elin Herlina 197904241999032000 195145 Penata Muda III A Bendahara Pengeluaran Pembantu APBD 8 Adi Mulyadi 196608061985031000 104349 Pengatur II C Bendahara Barang 2.2.3.2. Susunan Dewan Pengawas BLUD RSUD/RSKD Direktur dalam mengelola rumah sakit, diawasi Dewan Pengawas berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 593 Tahun 2022 tentang “Tim Dewan Pengawas Rumah Sakit Bagi Rumah Sakit Umum Daerah dan Rumah Sakit Khusus Daerah Masa Tugas 2021-2026”. Fungsi Dewan Pengawas adalah melaksanakan pengawasan pengelolaan keuangan Rumah Sakit Umum Daerah dan Rumah Sakit Khusus Daerah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Adapun pejabat Dewan Pengawas Rumah Sakit Umum Daerah dan Rumah Sakit Khusus Kelas C dan D sebagai berikut: a) Unsur Pemilik : Wakil Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi DKI Jakarta; b) Unsur Pemilik : Wakil Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Provinsi DKI Jakarta; c) Unsur Organisasi Profesi Bidang Kesehatan : dr. Yvonne N.J Palijama, Sp.Rad, MARS; d) Unsur Asosiasi Perumahsakitan : dr. Umar Wahid, Sp.P; e) Unsur Tokoh Masyarakat : Dra. Khafifah Any, Apt., MARS. 2.3. Sumber Daya 2.3.1. Sumber Daya Manusia Jumlah Sumber Daya Manusia di RSUD Mampang Prapatan pada tahun 2022 sebanyak 231 orang yang terdiri dari PNS, Non PNS dan PJLP. Komposisi SDM berdasarkan status kepegawaian dapat dilihat pada Tabel 2.2.


12 Tabel 2.2. Komposisi SDM Berdasarkan Status Kepegawaian NO PROFESI 2021 2022 PNS NON PNS TOTAL PNS NON PNS TOTAL 1 MANAJEMEN RS 4 0 4 4 0 4 2 DOKTER DOKTER SPESIALIS 0 18 18 1 20 21 DOKTER GIGI 2 0 2 2 0 2 DOKTER UMUM 1 13 14 1 14 15 3 PERAWAT PERAWAT AHLI 1 2 3 1 2 3 D3 PERAWAT 3 43 46 2 52 54 D3 PERAWAT GIGI 1 1 2 1 1 2 4 D3 BIDAN 0 14 14 0 16 16 D1 BIDAN 1 0 1 1 0 1 5 TENAGA PENUNJANG FARMASI (APOTEKER) 0 3 3 0 3 3 FARMASI (ASISTEN APOTEKER) 1 6 7 0 7 7 LAUNDRY 0 2 2 0 3 3 LABORATORIUM (ANALIS) 0 8 8 0 9 9 RADIOLOGI (RADIOGRAFER) 0 5 5 0 5 5 GIZI 1 2 3 0 2 2 TATA BOGA 0 4 4 0 4 4 REKAM MEDIK 0 5 5 0 6 6 KESEHATAN LINGKUNGAN 0 1 1 0 1 1 PEMBIMBING 0 1 1 0 1 1


13 NO PROFESI 2021 2022 PNS NON PNS TOTAL PNS NON PNS TOTAL KESELAMATAN KERJA TEKNIS ELEKTROMEDIS 0 1 1 0 1 1 FISIOTERAPI 0 2 2 0 2 2 CCSD 0 1 1 0 2 2 PEMULASARAN JENAZAH 0 1 1 0 1 1 TENAGA NON KESEHATAN 8 TATA USAHA S1 UMUM /SEDERAJAT 4 11 15 6 12 18 D4 1 0 1 1 0 1 D3 UMUM/SEDERAJAT 2 13 15 5 14 19 D1 0 0 0 0 0 0 SMA 3 16 19 2 15 17 SMP 0 0 0 0 0 0 JUMLAH 25 173 198 27 193 220 9 PJLP PETUGAS KEBERSIHAN 0 16 16 0 24 24 PETUGAS KEAMANAN 0 10 10 0 14 14 JUMLAH 0 26 26 0 38 38 TOTAL 25 199 224 27 231 258 (Sumber : Laporan Tahunan Kepegawaian RSUD Mampang Prapatan , 2022) Pada tabel diatas menjelaskan jumlah karyawan RSUD Mampang Prapatan dari tahun 2021 sampai 2022 berdasarkan komposisi Status Kepegawaian PNS,Non PNS dan PJLP. Terjadi penambahan jumlah karyawan PNS, Non PNS dan PJLP. Pada tahun 2021 PNS, Non PNS dan PJLP berjumlah 224 karyawan. Pada tahun 2022 adanya pelaksanaan merekrut karyawan baru, yang dimana karyawan yang direkrut adalah untuk menggantikan posisi karyawan yang keluar


14 (resign) dan adanya penambahan karyawan untuk mengisi jabatan yang masih kosong (sesuai kebutuhan rumah sakit pada tahun 2022). Penambahan berjumlah 26 orang yang berasal dari Dokter Spesialis, Dokter Umum, Perawat, Asisten Apoteker, Laboratorium, Legal, Laundry, Loket, Petugas Kebersihan dan Petugas Keamanan. Pada tahun 2021 jumlah PNS sebanyak 25 orang, tahun 2022 sebanyak 27 orang. Penambahan jumlah PNS dikarenakan adanya mutasi 1 orang dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan Penambahan tenaga CPNS 1 orang pada bulan Juni 2023 yaitu Tenaga umum Pada tahun 2022 jumlah tenaga Non PNS terdapat penambahan sebanyak 20 orang dari 173 orang menjadi 193 orang, sedangkan tenaga PJLP mengalami penambahan sebanyak 14 orang yang tadinya berjumlah 24 orang menjadi 38 orang, hal ini dikarenakan adanya gedung baru RSUD Mampang Prapatan sehingga membutuhkan tenaga tambahan untuk petugas kebersihan dan keamanan serta penggantian personil petugas keamanan yang memasuki usia pensiun. Pada Tahun 2022 jumlah petugas kebersihan berjumlah 24 orang yang sebelumnya 16 orang dan petugas keamanan menjadi 14 orang yang sebelumnya 10 Orang. 2.3.2. Sumber Daya Sarana, Prasarana dan Alat Kesehatan Ketersediaan Sumber daya sarana, prasarana dan alat kesehatan di RSUD Mampang Prapatan diinput dalam sistem ASPAK (Aplikasi Sarana Prasarana dan Alat Kesehatan), berdasarkan Peratuaran Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2018 Tentang Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan. ASPAK adalah suatu aplikasi berbasis web yang menghimpun data dan menyajikan informasi mengenai Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan. ASPAK bertujuan untuk menyelenggarakan sistem informasi mengenai sarana, prasarana dan peralatan kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan guna: 1) Inventarisasi dan pemetaan Sarana, Prasarana dan Alat Kesehatan pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan; 2) Panduan dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemenuhan Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kab/Kota; 3) Mendukung Akreditasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Manfaat data ASPAK tersebut sebagai berikut: 1) Manfaat untuk Pemangku Kepentingan (Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Daerah Provinsi, dan/atau Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota), mendukung : a. Penilaian pemenuhan standar sarana, prasarana dan alat kesehatan, serta memberikan perizinan fasilitas pelayanan kesehatan;


15 b. Pelaporan Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang disebabkan oleh Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan; c. Pelaksanaan akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan; d. Pembinaan dan pengawasan fasilitas pelayanan kesehatan; dan e. Penyusunan perencanaan kebutuhan. 2) Manfaat untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan a. Membuat dasar perencanaan untuk pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan; b. Pelaksanaan; c. Pertanggungjawaban. Selain itu data ASPAK dapat digunakan untuk pemanfaatan lain sesuai kebutuhannya. Aspak diinput setiap ada barang baru atau dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Tahun 2022 persentase Aspak RSUD Mampang Prapatan sudah mencapai 73,68%. Target minimum Aspak RSUD tipe D 65% dan RSUD Tipe C 75%. Aspak RSUD Mampang Prapatan masih mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2014 Tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit. Penilaian kelengkapan sarana, prasarana dan alat kesehatan tersebut tercantum dalam Tabel 2.3. berikut ini : Gambar 2.2. Kelengkapan Sarana, Prasarana dan Alat Kesehatan RSUD Mampang Prapatan (Sumber Data : Sistem ASPAK, Alkes: 31-12-2022)


16 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa kumulasi kelengkapan sarana, prasarana dan alat kesehatan mencapai 73,68% dan tingkat kekurangan kebutuhan sarana, prasarana dan alat kesehatan rata-rata sebesar 27,56%. Presentase status Kelengkapan Pelayanan di RSUD Mampang Prapatan dapat digambarkan dalam tabel 2.3. berikut ini : Tabel 2.3. Presentase Status Kelengkapan Pelayanan RSUD Mampang Prapatan Ruangan-Pelayanan Keterisian Data (Update) Alat di Instalasi/Pelayanan Rata-rata Kelengkapan Alat di Instalasi/Pelayanan Pelayanan Rawat Jalan 100 75,21 Pelayanan Gawat Darurat 100 86,27 Pelayanan Bedah Sentral (OK) 100 77,78 Pelayanan Rawat Inap 100 87,78 Pelayanan Kebidanan dan Penyakit Kandungan 100 82,09 Instalasi Pemulasaraan Jenazah 100 100,00 Instalasi Laboratorium 100 42,86 Instalasi Radiodiagnostik 100 66,67 (Sumber Data : Sistem ASPAK, Alkes: 31-12-2022) Berdasarkan Gambar 2.2. dan Tabel 2.3. di atas persentase kelengkapan sarana, prasarana, alat kesehatan dan kelengkapan pelayanan di RSUD Mampang Prapatan tidak mencapai 100% dikarenakan tidak semua sarana, prasarana, alat kesehatan dan kelengkapan pelayanan yang dimaksudkan di dalam sistem ASPAK terdapat di RSUD Mampang Prapatan, kelengkapan tersebut disesuaikan dengan kapasitas RSUD Mampang Prapatan sebagai rumah sakit kelas D. 2.3.3. Sumber Daya Keuangan Anggaran belanja RSUD Mampang Prapatan tahun 2022 berasal dari APBD dan BLUD. Anggaran BLUD merupakan anggaran murni dari pendapatan RSUD Mampang Prapatan dari jasa layanan dan pendapatan lain-lain yang sah. Anggaran APBD merupakan anggaran yang berasal dari subsidi Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta. DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) RSUD Mampang Prapatan Tahun Anggaran 2022 dengan Nomor : 072/DPA/2022 disahkan oleh Pejabat Pengelola Keuangan Daerah Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 25 Januari 2022. Pagu anggaran pada APBD definitif RSUD Mampang Prapatan tahun 2022 sebesar Rp. 35.827.801.096,- yang terdiri dari 2 (Dua) program dan 4 (Empat) kegiatan. Adapun rincian anggarannya yaitu : APBD murni sebesar Rp


17 16.077.551.096,-, insentif Covid-19 sebesar Rp 750.250.000,- dan BLUD sebesar Rp 19.000.000.000,-. Adapun program dan kegiatan yang terdapat dalam DPA definitif tahun 2022 yaitu: 1. Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Provinsi Kegiatan : - Penyediaan Jasa Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah - Administrasi Keuangan Perangkat Daerah - Peningkatan Pelayanan BLUD 2. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Kesehatan Kegiatan: Perencanaan Kebutuhan dan Pendayagunaan Sumberdaya Manusia Kesehatan untuk UKP dan UKM di Wilayah Kabupaten/Kota. Anggaran Belanja RSUD Mampang Prapatan dari tahun ke tahun berfluktuatif berdasarkan pendapatan dan kebutuhan rumah sakit, seperti tertera dalam Tabel 2.4. Tabel 2.4 Pagu Anggaran RSUD Mampang Prapatan Tahun 2020 s/d 2022 Rincian 2020 2021 2022 APBD Definitif APBD 24.466.715.485 18.718.120.555 16.827.801.096 BLUD 9.500.000.000 14.000.000.000 19.000.000.000 Total 33.966.715.485 32.718.120.555 35.827.801.096 APBD Perubahan APBD 22.976.233.109 27.418.180.605 19.787.921.106 BLUD 10.000.000.000 16.000.000.000 19.000.000.000 Total 32.976.233.109 43.418.180.605 38.787.921.106 (Sumber : Laporan Perencanaan Anggaran RSUD Mampang Prapatan, 2022) Pagu Anggaran Perubahan RSUD Mampang Prapatan tahun 2020 sebesar Rp 32.976.233.109, yang terdiri dari APBD sebesar Rp 22.976.233.109 dan BLUD sebesar Rp 10.000.000.000,-. Pagu Anggaran Perubahan RSUD Mampang Prapatan tahun 2021 sebesar Rp 43.418.180.605, yang terdiri dari APBD sebesar Rp 27.418.180.605,- dan BLUD sebesar Rp 16.000.000.000,-. Pagu anggaran pada APBD definitif RSUD Mampang Prapatan tahun 2022 sebesar Rp. 35.827.801.096,- yang terdiri dari 2 (Dua) program dan 4 (Empat) kegiatan. Adapun rincian anggarannya yaitu : APBD murni sebesar Rp 16.827.801.096 dan BLUD sebesar Rp 19.000.000.000,-. Anggaran perubahan ini tertuang dalam DPPA (Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran) RSUD Mampang Prapatan Tahun Anggaran 2022 dengan Nomor : 072/P-DPA/2022, tanggal


18 05 Desember 2022 sebesar Rp 38.787.921.106 yang terdiri dari APBD murni sebesar Rp 17.211.671.106, Insentif Covid-19 sebesar Rp 2.576.250.000 dan BLUD sebesar Rp 19.000.000.000. APBD Perubahan Pemrov. DKI Jakarta Tahun 2022 tidak disahkan. Adapun diantara penyebab tidak disahkannya APBD Perubahan Pemrov. DKI Jakarta yaitu : pada rapat KUA PPAS hari Selasa tanggal 11 Oktober 2022 dinyatakan bahwa usulan APBD Perubahan Tahun 2022 Pemrov. DKI Jakarta tidak disetujui. Hal ini karena usulan APBD Perubahan Tahun 2022 Pemrov. DKI Jakarta terlambat diusulkan ke Kemendagri. Dateline usulan APBD Perubahan Tahun 2022 ke Kemendagri tgl 30 September 2022, karena Pemrov DKI Jakarta sampai tgl 30 September 2022 belum mengajukan usulan perubahan, maka dianggap Pemrov. DKI Jakarta tidak mengusulkan Anggaran Perubahan Tahun 2022. Untuk memenuhi kebutuhan operasional, Pemrov DKI Jakarta melakukan mekanisme pergeseran anggaran untuk anggaran kategori Darsak (darurat dan mendesak). Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2022 mengalami 6 (Enam) kali perubahan. Perubahan ini melalui mekanisme Pergeseran Anggaran Mendahului Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022. Pergeseran anggaran ini diantaranya terkait dampak tidak disahkannya APBD Perubahan 2022. Pada Pergeseran Anggaran Keenam RSUD Mampang Prapatan mengusulkan tambahan anggaran gaji PJLP selama dua bulan (November & Desember 2022) Dengan total Rp 352.780.904, yang terdiri dari 14 Petugas Keamanan dan 24 Petugas Kebersihan. Tanggal 17 November 2022. DPA Pergeseran Keenam RSUD Mampang Prapatan dengan nomor 072/P-DPA/2022 disahkan tanggal 05 Desember 2022 dengan total pagu anggaran sebesar Rp 38.787.921.106 yang terdiri dari APBD murni sebesar Rp 17.211.671.106, Insentif Covid-19 sebesar Rp 2.576.250.000 dan BLUD sebesar Rp 19.000.000.000. Belanja RSUD Mampang Prapatan Tahun Anggaran 2022 dilakukan dengan mempertimbangkan skala prioritas sesuai dengan kebutuhan operasional rumah sakit dan melaksanakan kegiatan-kegiatan sesuai dengan perencanaan anggaran yang tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA). Belanja BLUD dibagi menjadi tiga jenis belanja yaitu belanja pegawai, barang dan jasa dan modal. Adapun rincian masing-masing belanja adalah sebagai berikut :


19 Gambar 2.3. Grafik Jenis Anggaran Belanja RSUD Mampang Prapatan Tahun 2020 s/d 2022 (Sumber : Laporan Tahunan Perencanaan Anggaran, 2022) Anggaran belanja yang tertuang pada Gambar 2.3. merupakan anggaran gabungan APBD + BLUD dari tahun 2020 sampai dengan 2022 yang dibedakan berdasarkan jenis anggaran belanja. Klasifikasi jenis belanja tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-3708 Tahun 2020 tentang Hasil Verifikasi dan Validasi Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah dan Pergub No. 124 tahun 2020 tentang Rencana Bisnis Anggaran Badan Layanan Umum Daerah, menyatakan bahwa belanja BLUD dibagi menjadi dua, belanja operasi dan belanja modal. Belanja operasi terdiri dari belanja pegawai dan belanja barang dan jasa. Berdasarkan gambar tersebut dapat diketahui bahwa total anggaran 2020 sebesar Rp 32.976.233.109 yang terdiri dari: belanja pegawai yang merupakan belanja tertinggi sebesar 67,82% atau Rp 22.363.800.117, belanja barang dan jasa 29,31% atau Rp 9.664.584.992 dan belanja modal 2,87 % atau Rp 947.848.000. Belanja pegawai tahun 2020 besar dikarenakan adanya peningkatan pelayanan di rawat jalan dan rawat inap sehingga terdapat penambahan jumlah karyawan Non PNS sebanyak 18 orang dari 155 orang pada tahun 2019 menjadi 173 orang pada tahun 2020. Pada tahun 2021 anggaran belanja pegawai 0%, karena berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-3708 Tahun 2020 tentang Hasil Verifikasi dan Validasi Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah dan Pergub No. 124 tahun 2020 tentang Rencana Bisnis Anggaran Badan Layanan Umum Daerah, menyatakan bahwa kode rekening belanja pegawai masuk kategori belanja operasi dan


20 dikhususkan untuk anggaran belanja PNS (Pegawai Negeri Sipil), sedangkan belanja pegawai Non PNS masuk ke kode rekening belanja barang dan jasa. Total pagu anggaran tahun 2021 sebesar Rp 43.418.180.605. Pada tahun 2021, tidak terdapat anggaran belanja PNS, oleh karena itu pagu anggaran belanja pegawai 0%. Anggaran belanja barang dan jasa pada tahun 2021 naik drastis hingga mencapai 95,66% dari total pagu, hal ini karena anggaran belanja pegawai Non PNS dan insentif Covid-19 sebesar Rp 30.525.956.425 masuk ke anggaran barang dan jasa. Belanja modal tahun 2021 tidak banyak hanya sebesar Rp 1.885.000.000 atau 4,34 % dari total pagu anggaran. Total pagu anggaran tahun 2022 sebesar Rp 38.787.921.106, yang terdiri dari belanja barang dan jasa mencapai 94,10% atau Rp 36.499.523.106 dan belanja modal 5,90% atau Rp 2.288.398.000. pada tahun anggaran 2022 tidak terdapat belanja pegawai karena kode rekening belanja pegawai khusus untuk karyawan PNS atau ASN.


21 BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA 3.1. DASAR HUKUM Laporan Tahunan Rumah Sakit Umum Daerah Mampang Prapatan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban secara tertulis atas pelaksanaan tugas-tugas yang telah dilaksanakan pada tahun 2022, yang meliputi kegiatan Pelayanan Medik dan Keperawatan, Pelayanan Penunjang Medis dan Non Medis, Tata Usaha (Umum dan Kepegawaian, Keuangan dan Perencanaan). Penyusunan Laporan Tahunan Rumah Sakit Umum Daerah Mampang Prapatan Tahun 2022 ini mengacu kepada: 1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah; 2) Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-3708 Tahun 2020 tentang Hasil Verifikasi dan Validasi Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah 3) Keputusan Menteri Kesehatan No. 129 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit; 4) Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 39 Tahun 2021 Tentang Penilaian Kinerja Aspek Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. 5) Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 114 Tahun 2021 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah. 6) Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 124 Tahun 2020 tentang Rencana Bisnis Anggaran Badan Layanan Umum Daerah; 7) Peraturan Gubernur Nomor 141 Tahun 2018 tentang Tarif Layanan Rumah Sakit Daerah Kelas C dan D. 8) Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 128 Tahun 2016 tentang Penggunaan Surplus Anggaran pada Satuan Kerja Perangkat Daerah/Unit Kerja Perangkat Daerah yang Menerapkan Pola Pengembangan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah; 9) Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 220 Tahun 2016 tentang Standar, Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Umum Daerah Kelas C dan Rumah Sakit Umum Daerah Kelas D; 10)Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 150 Tahun 2016 tentang Pedoman Teknis Penilaian Usulan Penerapan Pola Pengelolan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah;


22 11)Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor: 993 Tahun 2017 tetang Penetapan Rumah Sakit Umum Daerah Kelas D Mampang Prapatan; 3.2.TUJUAN, SASARAN DAN INDIKATOR 3.2.1. TUJUAN Dalam melaksanakan tugasnya RSUD Mampang Prapatan memiliki tujuan yang tertuang dalam RSB (Rencana Strategi Bisnis) periode tahun 2017–2022, sebagai berikut: 1) Mewujudkan pengembangan dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK). 2) Mewujudkan optimalisasi pengelolaan Sumber Daya Kesehatan secara efektif dan efisien. 3) Mewujudkan peningkatan dan pengelolaan kantor dalam mendukung efisiensi dan efektivitas kinerja pegawai. 4) Mewujudkan peningkatan mutu pelayanan, daya tanggap dan inovasi atas kebutuhan peningkatan pelayanan publik urusan kesehatan. 3.2.2. SASARAN DAN INDIKATOR Untuk memastikan pencapaian tujuan yang diharapkan seperti diatas, maka sasaran Jangka Menengah RSUD Mampang Prapatan dijabarkan sebagai berikut: 1) Terwujudnya Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) 2) Terwujudnya Optimalisasi pengelolaan Sumber Daya Kesehatan secara efektif dan efisien (Penyelenggaraan Sistem Informasi Kesehatan Terintegrasi) 3) Terwujudnya peningkatan dan pengelolaan kantor dalam mendukung efisiensi dan efektivitas kinerja pegawai (Penatalaksanaan Pengelolaan Kantor Urusan Kesehatan) 4) Terwujudnya optimalisasi pengelolaan Sumber Daya Kesehatan secara efektif dan efisien (Penatalaksanaan Penyediaan Obat Dan Bahan Kefarmasian) 5) Terwujudnya optimalisasi pengelolaan Sumber Daya Kesehatan secara efektif dan efisien (Layanan Kesehatan yang Memenuhi Standar) 6) Terwujudnya optimalisasi pengelolaan Sumber Daya Kesehatan secara efektif dan efisien (Penatalaksanaan Perbekalan Kesehatan Pakai Habis di Pelayanan Kesehatan Milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta) 7) Terwujudnya optimalisasi pengelolaan Daya Kesehatan secara efektif dan efisien (Penatalaksanaan Pelayanan Kesehatan Terstandar di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL)) 8) Terwujudnya peningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi semua


23 9) Terwujudnya Peningkatan Daya Tanggap dan Inovasi atas Kebutuhan Peningkatan Pelayanan Publik Urusan Kesehatan (Rerata Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) SKPD/UKPD Urusan Kesehatan) 10) Terwujudnya peningkatan dan pengelolaan kantor dalam mendukung efisiensi dan efektivitas kinerja pegawai (laporan keuangan tepat waktu dan akuntabel) 11) Terwujudnya peningkatan dan pengelolaan kantor dalam mendukung efisiensi dan efektivitas kinerja pegawai (Realisasi Penyerapan Anggaran Lebih Dari Sama Dengan 85%) Pada tahun 2022, RSUD Mampang Prapatan memiliki beberapa indikator yang hendak dicapai. Berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 39 Tahun 2021 Tentang Penilaian Kinerja Aspek Keuangan Badan Layanan Umum Daerah, indikator– indikator tersebut antara lain: 1) Indikator Penilaian Kinerja Aspek Keuangan Badan Layanan Umum Penilaian kinerja keuangan berdasarkan Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota jakarta Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penilaian Kinerja Aspek Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. Tabel 3.1. Aspek dan Indikator Penilaian Kinerja Keuangan BLUD NO. INDIKATOR BOBOT NILAI MAKSIMAL 1 Rasio Keuangan a. Rasio Kas (Cash Ratio) 7 b. Rasio Lancar (Current Ratio) 14 c. Periode Penagihan Piutang (Collection Period) 7 d. Perputaran Aset Tetap (Fixed Asset Turnover) 7 e. Imbalan Atas Aset Tetap (Return on Fixed Asset) 7 f. Imbalan Ekuitas (Return on Equity) 7 g. Perputaran Persediaan (Inventory Turnover) 7 h. Rasio Pendapatan Operasional BLUD terhadap Belanja Operasional BLUD 14 Sub Total Rasio Keuangan 70 2. Kepatuhan Pengelolaan Keuangan BLUD a. Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) 4,94 1.RBA disampaikan setelah tgl. 31 Desember tahun sebelumnya 0 2. RBA disampaikan sebelum tgl. 31 Desember tahun sebelumnya 0,98 3. RBA disampaikan sebelum tgl. 31 Desember tahun sebelumnya dan sesuai dengan format dalam Peraturan Perundangan yang berlaku 1,96


24 NO. INDIKATOR BOBOT NILAI MAKSIMAL 4. RBA disampaikan sebelum tgl. 31 Desember tahun sebelumnya dan sesuai dengan format dalam Peraturan Perundangan yang berlaku, serta terdapat perubahan RBA > 12 kali 2,94 5. RBA disampaikan sebelum tgl. 31 Desember tahun sebelumnya dan sesuai dengan format dalam Peraturan Perundangan yang berlaku, serta terdapat perubahan RBA 6 - 12 kali 3,92 6. RBA disampaikan sebelum tgl. 31 Desember tahun sebelumnya dan sesuai dengan format dalam Peraturan Perundangan yang berlaku, serta terdapat perubahan RBA < 6 kali 4,94 b. Penyampaian laporan buku kas umum bulanan 4,94 1. Tidak menyampaikan Laporan Buku Kas Umum Bulanan. 0 2. Menyampaikan Laporan Buku Kas Umum Bulanan. 0,98 3. Menyampaikan Laporan Buku Kas Umum Bulanan secara lengkap tapi terlambat di atas 5 hari dari target waktu. 1,96 4. Menyampaikan Laporan Buku Kas Umum Bulanan secara lengkap tapi terlambat dalam rentang waktu 1 s.d. 5 hari dari target waktu 2,94 5. Menyampaikan Laporan Buku Kas Umum Bulanan secara lengkap dengan tepat waktu 3,92 6. Menyampaikan Laporan Buku Kas Umum Bulanan secara lengkap sebelum target waktu yang ditetapkan. 4,94 c. Surat perintah pengesahan pendapatan, belanja dan pembiayaan BLUD 4,94 1. Tidak mengajukan SP3BP 0,00 2. Mengajukan SP3BP setiap bulan sesuai peraturan perundangan-undangan 0,98 3. Pengajuan ralat SP3BP sebanyak 12 kali dalam satu tahun 1,96 4. Pengajuan ralat SP3BP sebanyak 6 - 11 kali dalam satu tahun 2,94 5. Pengajuan ralat SP3BP sebanyak 1 - 5 kali dalam satu tahun 3,92 6. Tidak pernah mengajukan ralat SP3BP dalam satu tahun 4,94 d. Tarif Layanan 2,91 1. Tidak ada tarif layanan 0,00 2. Ada tarif layanan namun tidak sesuai peraturan 0,58


25 NO. INDIKATOR BOBOT NILAI MAKSIMAL perundang-undangan yang berlaku 3. Tarif tidak berdasarkan hasil kajian dan belum ditetapkan dengan Peraturan Gubernur 1,16 4. Tarif berdasarkan hasil kajian namun belum ditetapkan dengan Peraturan Gubernur 1,75 5. Tarif tidak berdasarkan hasil kajian dan ditetapkan dengan Peraturan Gubernur 2,33 6. Tarif berdasarkan hasil kajian dan ditetapkan dengan Peraturan Gubernur 2,91 e, Sistem BLUD 2,91 1. Tidak memiliki sistem 0,00 2. Dalam proses pembuatan sistem layanan dan/atau sistem keuangan 0,58 3. Memiliki sistem layanan 1,16 4. Memiliki sistem keuangan 1,75 5. Memiliki sistem layanan dan sistem keuangan namun belum terintegrasi 2,33 6. Memiliki sistem layanan dan sistem keuangan dan telah terintegrasi 2,91 f. Rekening Kas BLUD 1,56 1. Tidak memiliki rekening 0,00 2. Memiliki rekening, tidak memiliki surat persetujuan pembukaan rekening, tidak melaporkan rekening yang belum tercantum pada SK Gubernur dan/atau tidak melaporkan penutupan rekening kepada Gubernur melalui BUD, dan rekening tidak sesuai peraturan perundangundangan 0,32 3. Memiliki rekening, memiliki surat persetujuan pembukaan rekening, tidak melaporkan rekening yang belum tercantum pada SK Gubernur dan/atau tidak melaporkan penutupan rekening kepada Gubernur melalui BUD, dan rekening tidak sesuai peraturan perundang-undangan 0,64 4. Memiliki rekening, memiliki surat persetujuan pembukaan rekening, melaporkan rekening yang belum tercantum dan/ atau melaporkan penutupan rekening kepada Gubernur melalui BUD, dan rekening tidak sesuai peraturan perundang-undangan 0,96 5. Memiliki rekening, memiliki surat persetujuan pembukaan rekening, melaporkan rekening yang belum tercantum dan/atau melaporkan penutupan rekening kepada Gubernur melalui BUD, dan sebagian rekening tidak sesuai peraturan perundang-undangan 1,28


26 NO. INDIKATOR BOBOT NILAI MAKSIMAL 6. Memiliki rekening, memiliki surat persetujuan pembukaan rekening, melaporkan rekening yang belum tercantum dan/atau melaporkan penutupan rekening kepada Gubernur melalui BUD, dan semua rekening sesuai peraturan perundang-undangan 1,56 g. SOP Pengelolaan Kas 1,56 1. Tidak ada SOP pengelolaan kas 0,00 2. Ada SOP pengelolaan kas yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD 0,32 3. Ada SOP pengelolaan kas yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD dan lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan kas 0,64 4. Ada SOP pengelolaan kas yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan kas, dan telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD 0,96 5. Ada SOP pengelolaan kas yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan kas, telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD, dan rutin direview dan diupdate 1,28 6. Ada SOP pengelolaan kas yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan kas, telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD, rutin direview dan diupdate, dan tidak ada temuan terkait SOP pengelolaan kas 1,56 h. SOP Pengelolaan Piutang 1,56 1. Tidak ada SOP pengelolaan piutang 0,00 2. Ada SOP pengelolaan piutang yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD 0,32 3. Ada SOP pengelolaan piutang yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD dan lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan piutang 0,64 4. Ada SOP pengelolaan piutang yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan piutang, dan telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD 0,96 5. Ada SOP pengelolaan piutang yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan piutang, telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD, dan rutin direview dan diupdate 1,28


27 NO. INDIKATOR BOBOT NILAI MAKSIMAL 6. Ada SOP pengelolaan piutang yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan piutang, telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD, rutin direview dan diupdate, dan tidak ada temuan terkait SOP pengelolaan piutang 1,56 i. SOP Pengelolaan Utang 1,56 1. Tidak ada SOP pengelolaan utang 0,00 2. Ada SOP pengelolaan utang yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD 0,32 3. Ada SOP pengelolaan utang yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD dan lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan utang 0,64 4. Ada SOP pengelolaan utang yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan utang, dan telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD 0,96 5. Ada SOP pengelolaan utang yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan utang, telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD, dan rutin direview dan diupdate 1,28 6. Ada SOP pengelolaan utang yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan utang, telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD, rutin direview dan diupdate, dan tidak ada temuan terkait SOP pengelolaan utang 1,56 j. SOP Pengadaan Barang dan Jasa 1,56 1. Tidak ada SOP pengadaan barang dan jasa 0,00 2. Ada SOP pengadaan barang dan jasa yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD 0,32 3. Ada SOP pengadaan barang dan jasa yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD dan lengkap mencakup semua kegiatan pengadaan barang dan jasa 0,64 4. Ada SOP pengadaan barang dan jasa yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengadaan barang dan jasa, dan telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD 0,96 5. Ada SOP pengadaan barang dan jasa yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengadaan barang dan jasa, telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD, dan rutin direview dan diupdate 1,28


28 NO. INDIKATOR BOBOT NILAI MAKSIMAL 6. Ada SOP pengadaan barang dan jasa yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengadaan barang dan jasa, telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD, rutin direview dan diupdate, dan tidak ada temuan terkait SOP pengadaan barang dan jasa 1,56 k. SOP Pengelolaan Barang Inventaris 1,56 1. Tidak ada SOP pengelolaan barang inventaris 0,00 2. Ada SOP pengelolaan barang inventaris yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD 0,32 3. Ada SOP pengelolaan barang inventaris yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD dan lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan barang inventaris. 0,64 4. Ada SOP pengelolaan barang inventaris yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan barang inventaris, dan telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD 0,96 5. Ada SOP pengelolaan barang inventaris yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan barang inventaris, telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD, dan rutin direview dan diupdate 1,28 6. Ada SOP pengelolaan barang inventaris yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan barang inventaris, telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD, rutin direview dan diupdate, dan tidak ada temuan SOP pengelolaan barang inventaris. 1,56 Sub Total Rasio Kepatuhan 30,00 JUMLAH SKOR ASPEK KEUANGAN 100,00 (Sumber : Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 39 Tahun 2021) 2) Indikator Kinerja Utama (IKU) / KPI (Key Performance Indicator) Untuk mengukur secara kuantitatif tingkat keberhasilan pencapaian suatu sasaran strategis diperlukan Indikator Kinerja Utama (IKU) atau KPI (Key Performance Indicator). Indikator Kinerja Utama (IKU) ini tertuang dalam RSB (Rencana Strategis Bisnis) RSUD Mampang Prapatan Tahun 2017 s/d 2022. Target capaian Indikator Kinerja Utama menyesuaikan dengan Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.


29 Tabel 3.2. Matriks Indikator Kinerja Utama (IKU) No. Sasaran Strategis No. IKU Indikatior Kinerja Utama Bobot (%) PIC Target 2022 Pengembangan Personil dan Organisasi 1 Terwujudnya Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) 1 Persentase Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang Ditingkatkan Kompetensinya 7 TU 100 2 Persentase Unit yang Memiliki Kecukupan Sumber Daya Manusia (SDM) 6 TU 90 2 Terwujudnya Optimalisasi pengelolaan Sumber Daya Kesehatan secara efektif dan efisien (Penyelenggaraan Sistem Informasi Kesehatan Terintegrasi) 3 Persentase Unit yang Menerapkan Sistem Informasi Kesehatan Terintegrasi 8 TU 100 3 Terwujudnya peningkatan dan pengelolaan kantor dalam mendukung efisiensi dan efektivitas kinerja pegawai (penatalaksanaan pengelolaan kantor urusan kesehatan) 4 Persentase Unit yang Melakukan Peningkatan dan Pengelolaan Kantor Urusan Kesehatan 6 TU 100 Proses Bisnis Internal 1 Terwujudnya optimalisasi pengelolaan Sumber Daya Kesehatan secara efektif dan efisien (penatalaksanaan penyediaan obat dan bahan kefarmasian) 5 Persentase Unit Pelayanan Kesehatan yang Memiliki Ketersediaan Obat sesuai Formularium Nasional 8 JANG MED 90


30 No. Sasaran Strategis No. IKU Indikatior Kinerja Utama Bobot (%) PIC Target 2022 2 Terwujudnya optimalisasi pengelolaan Sumber Daya Kesehatan secara efektif dan efisien (layanan kesehatan yang memenuhi standar) 6 Persentase Unit Pelayanan Kesehatan yang Memiliki Alat Kesehatan Sesuai Standar 8 YAN MED 80 3 Terwujudnya optimalisasi pengelolaan Sumber Daya Kesehatan secara efektif dan efisien (penatalaksanaan perbekalan kesehatan pakai habis di pelayanan kesehatan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta) 7 Persentase Unit Pelayanan Kesehatan yang Memiliki Perbekalan Kesehatan Pakai Habis Sesuai Standar 8 JANG MED 80 4 Terwujudnya optimalisasi pengelolaan Daya Kesehatan secara efektif dan efisien (Penatalaksanaan Pelayanan Kesehatan Terstandar di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL)) 8 Persentase Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) yang Melakukan Pelayanan Kesehatan Sesuai Standar 7 YANM ED 68 5 Terwujudnya peningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi semua 9 Persentase Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan 7 YAN MED 100 10 Persentase Ibu Hamil yang Mendapatkan Pelayanan Sesuai Standar 7 YANM ED 100 11 Persentase Anak Usia 0-59 Bulan yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Sesuai 7 YAN MED 100


31 No. Sasaran Strategis No. IKU Indikatior Kinerja Utama Bobot (%) PIC Target 2022 Standar Stakeholders 1 Terwujudnya Peningkatan Daya Tanggap dan Inovasi atas Kebutuhan Peningkatan Pelayanan Publik Urusan Kesehatan (Rerata Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) RSUD Mampang Prapatan) 12 Persentase Unit Pelayanan Kesehatan dengan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Minimal Berkategori Baik 7 YAN MED 90 Finansial 1 Terwujudnya peningkatan dan pengelolaan kantor dalam mendukung efisiensi dan efektivitas kinerja pegawai (laporan keuangan tepat waktu dan akuntabel) 13 Presentase Laporan Keuangan Tepat Waktu dan Akuntabel 7 TU 90 2 Terwujudnya peningkatan dan pengelolaan kantor dalam mendukung efisiensi dan efektivitas kinerja pegawai (realisasi penyerapan anggaran lebih dari sama dengan 85%) 14 Presentase Realisasi Penyerapan Anggaran lebih dari sama dengan 85% 7 TU 75 100 3) Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) di RSUD Mampang Prapatan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. 129 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.


32 Tabel 3.3. SPM (Standar Pelayanan Minimal) Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. 129/Menkes/SK/II/2008 NO. JENIS LAYANAN SPM INDIKATOR SPM TARGET 1 Gawat Darurat Kemampuan menangani life saving anak dan dewasa 100% Jam buka pelayanan gawat darurat 24 jam Pemberian pelayanan gawat darurat yang bersertifikat yang masih berlaku BLS / PPGD / GELS / ALS 100% Ketersediaan tim penanggulangan bencana satu tim Waktu tanggap pelayanan dokter gawat darurat ≤ 5 menit terlayani, setelah pasien datang Kepuasan pelanggan ≥ 70% Kematian pasien < 24 jam ≤ 2/1000 (pindah ke pelayanan rawat inap setelah 8 jam) Khusus untuk pasien rumah sakit jiwa pasien dapat ditenangkan dalam waktu ≤ 48 jam 100% Tidak ada pasien yang diharuskan membayar uang muka 100% 2 Rawat Jalan Dokter pemberi pelayanan di poliklinik spesialis 100% dr. spesialis Ketersediaan pelayanan a. Klinik anak b. Klinik penyakit dalam c. Klinik kebidanan d. Klinik bedah Ketersediaan pelayanan di rumah sakit jiwa a. Anak remaja b. NAPZA c. Gangguan psikotik d. Gangguan neurotik e. Gangguan Mental retardasi f. Gangguan Mental organik g. Usia lanjut Jam buka pelayanan 08.00 s/d 13.00 setiap hari kerja kecuali Jum'at : 08.00 - 11.00 Waktu tunggu di rawat jalan ≤ 60 menit


Click to View FlipBook Version