33 NO. JENIS LAYANAN SPM INDIKATOR SPM TARGET Kepuasan pelanggan ≥ 90% Penegakan diagnosis TB melalui pemeriksaan mikroskop TB ≥ 60% Terlaksananya kegiatan pencatatan dan pelaporan TB di RS 100% 3 Rawat Inap Pemberi pelayanan di rawat inap a. dr. Spesialis b. Perawat minimal pendidikan D3 Dokter penanggung jawab pasien rawat inap 100% Ketersediaan pelayanan rawat inap a. Anak b. Penyakit dalam c. Kebidanan d. Bedah Jam visite dokter spesialis 08.00 s/d 14.00 setiap hari kerja Kejadian infeksi pasca operasi ≤ 1.5% Kejadian infeksi nosocomial ≤ 1.5% Tidak adanya kejadian pasien jatuh yang berakibat kecacatan / kematian 100% Kematian pasien > 48 jam ≤ 0.24% Kejadian pulang paksa ≤ 5% Kepuasan pelanggan ≥ 90% Penegakan diagnosis TB melalui pemeriksaan mikroskop TB ≥ 60% Terlaksananya kegiatan pencatatan dan pelaporan TB di RS ≥ 60% Ketersediaan pelayanan rawat inap di rumah sakit yang memberikan pelayanan jiwa NAPZA, gangguan psikotik, gangguan neurotik dan gangguan mental organic Tidak adanya kejadian kematian pasien gangguan jiwa karena bunuh diri 100% Kejadian re-admission pasien gangguan jiwa dalam waktu ≤ 1 bulan 100% Lama hari perawatan pasien gangguan jiwa ≤ 6 minggu 4 Bedah Sentral (Bedah Saja) Waktu tunggu operasi elektif ≤ 2 hari Kejadian kematian di meja operasi ≤ 1% Tidak adanya kejadian operasi salah sisi 100%
34 NO. JENIS LAYANAN SPM INDIKATOR SPM TARGET Tidak adanya kejadian operasi salah orang 100% Tidak ada kejadian salah tindakan pada operasi 100% Tidak ada kejadian tertinggalnya benda asing / lain pada tubuh pasien setelah operasi 100% Komplikasi anestesi karena overdosis, reaksi anestesi, dan salah penempatan anestesi endotracheal tube ≤ 6% 5 Persalinan, Perinatologi (kecuali RS Khusus di Luar RSIA) dan KB Kejadian kematian ibu karena persalinan a. Perdarahan ≤ 1% b. Pre-eklampsia ≤ 30% c. Sepsis ≤ 0.2% Pemberi pelayanan persalinan normal a. Dokter SpOG b. Dokter umum terlatih (Asuhan Persalinan Normal) c. Bidan Pemberi pelayanan persalinan dengan penyulit Tim PONEK yang terlatih Pemberi pelayanan persalinan dengan tindakan operasi a. Dokter SpOG b. Dokter SpA c. Dokter SpAn Kemampuan menangani BBLR 1500 gr - 2500 gr 100% Pertolongan persalinan melalui seksio cesaria ≤ 20% Presentase KB (vasektomi & tubektomi) yang dilakukan oleh tenaga kompeten dr. SpOG, dr. SpB, dr. SpU, dr. umum terlatih 100% Presentase peserta KB mantap yang mendapat konseling KB mantap bidan terlatih 100% Kepuasan pelanggan ≥ 80% 6 Intensif Rata-rata pasien yang kembali ke perawatan intensif dengan kasus yang sama < 72 jam ≤ 3%
35 NO. JENIS LAYANAN SPM INDIKATOR SPM TARGET Pemberi pelayanan unit intensif a. dr. Sp. Anestesi dan dokter spesialis sesuai dengan kasus yang ditangani b. 100% perawat minimal D3 dengan sertifikat perawat mahir ICU / setara (D4) 7 Radiologi Waktu tunggu hasil pelayanan thorax foto ≤ 3 jam Pelaksana ekpertisi Dokter Sp. Rad Kejadian kegagalan pelayanan rontgen Kerusakan foto ≤ 2% Kepuasan pelanggan ≥ 80% 8 Lab Patologi Klinik Waktu tunggu hasil pelayanan laboratorium ≤ 140 menit kimia darah dan darah rutin Pelaksana ekpertisi Dokter Sp. PK Tidak adanya kesalahan pemberian hasil pemeriksaan laboratorium 100% Kepuasan pelanggan ≥ 80% 9 Rehabilitasi Medik Kejadian drop out pasien terhadap pelayanan rehabilitasi medik yang direncanakan ≤ 50% Tidak adanya kejadian kesalahan tindakan rehabilitasi medic 100% Kepuasan pelanggan ≥ 80% 10 Farmasi Waktu tunggu pelayanan obat jadi ≤ 30 menit Waktu tunggu pelayanan obat racikan ≤ 60 menit Kepuasan pelanggan ≥ 80% Penulisan resep sesuai formularium 100% 11 Gizi Ketepatan waktu pemberian makanan kepada pasien ≥ 90% Sisa makanan yang tidak termakan oleh pasien ≤ 20% Tidak adanya kejadian kesalahan pemberian diet 100% 12 Transfusi Darah Kebutuhan darah bagi setiap pelayanan transfuse 100% terpenuhi Kejadian reaksi transfuse ≤ 0.01%
36 NO. JENIS LAYANAN SPM INDIKATOR SPM TARGET 13 Pelayanan Gakin Pelayanan terhadap pasien GAKIN yang datang ke RS pada setiap unit pelayanan 100% terpenuhi 14 Rekam Medik kelengkapan pengisian rekam medik 24 jam setelah selesai pelayanan 100% Kelengkapan informed concent setelah mendapatkan informasi yang jelas 100% Waktu penyediaan dokumen rekam medik pelayanan rawat jalan ≤ 10 menit Waktu penyediaan dokumen rekam medik pelayanan rawat inap ≤ 15 menit 15 Pengelolaan Limbah Baku mutu limbah cair BOD ≤ 30 mg/l COD ≤ 80 mg/l TSS ≤ 30 mg/l pH 6-9 Pengelolaan limbah padat infeksius sesuai aturan 100% 16 Administrasi dan Manajemen Tindak lanjut penyelesaian hasil pertemuan direksi 100% Kelengkapan laporan akuntabilitas kinerja 100% Ketepatan waktu pengusulan kenaikan pangkat 100% Ketepatan waktu pengurusan gaji berkala 100% Karyawan yang mendapat pelatihan minimal 20 jam setahun ≥ 60% Cost recovery ≥ 40% Ketepatan waktu penyusunan laporan keuangan 100% Kecepatan waktu pemberian informasi tentang tagihan pasien rawat inap ≤ 2 jam Ketepatan waktu pemberian imbalan (insentif) sesuai kesepakatan waktu 100% 17 Ambulance / Kereta Jenazah Waktu pelayanan ambulance / kereta jenazah 24 jam Kecepatan memberikan pelayanan ambulance / kereta jenazah di rumah sakit ≤ 230 menit
37 NO. JENIS LAYANAN SPM INDIKATOR SPM TARGET Respon time pelayanan ambulance oleh masyarakat yang membutuhkan Sesuai ketentuan daerah 18 Pemulasaran Jenazah Waktu tanggap (response time) pelayanan pemulasaran jenazah ≤ 2 jam 19 Pelayanan Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit Kecepatan waktu menanggapi kerusakan alat ≤ 80% Ketepatan waktu pemeliharaan alat 100% Peralatan laboratorium dan alat ukur yang digunakan dalam pelayanan terkalibrasi tepat waktu sesuai dengan ketentuan kalibrasi 100% 20 Pelayanan Laundry Tidak adanya kejadian linen yang hilang 100% Ketepatan waktu penyediaan linen untuk ruang rawat inap 100% 21 Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Ada anggota tim PPI yang terlatih Anggota tim PPI yang terlatih 75% Tersedia APD di setiap instalasi / departemen 60% Kegiatan pencatatan dan pelaporan infeksi nosokomial / HAI (Health Care Associated Infection) di RS (min 1 parameter) 75%
38 BAB IV STRATEGI PELAKSANAAN RSUD Mampang Prapatan berupaya untuk mewujudkan Visi dan Misi yang tertuang dalam Rencana Strategis Bisnis tahun 2017 s/d 2022. Untuk mewujudkan hal tersebut RSUD Mampang Prapatan memiliki beberapa strategi yang dilaksanakan oleh pihak manajemen. Dalam pelaksanaannya tentu banyak hambatan yang ditemukan, akan tetapi pihak manajemen RSUD Mampang Prapatan telah melakukan beberapa terobosan untuk mengatasi hambatan tersebut dengan melakukan kerjasama dengan pihak terkait seperti Dinas Kesehatan Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Klinik Kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah, Rumah Sakit Umum Pusat maupun Rumah Sakit Swasta sebagai jejaring bahkan juga dengan pelanggan/pasien RSUD Mampang Prapatan. 4.1. STRATEGI PENCAPAIAN TUJUAN DAN SASARAN Dalam mencapai tujuan dan sasaran diperlukan kebijakan-kebijakan sebagai strategi yang diperlukan untuk mencapai target dari indikator kinerja yang telah ditetapkan. Adapun strategi dalam pencapaian tujuan RSUD Mampang Prapatan adalah : 1) Mewujudkan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK). Strategi untuk Mewujudkan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) sebagai berikut: a) Peningkatan kemampuan SDM melalui workshop, pendidikan dan pelatihan; b) Pemenuhan standar dan spesifikasi SDM. 2) Mewujudkan Optimalisasi pengelolaan Sumber Daya Kesehatan secara efektif dan efisien. Strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah: a) Penyelenggaraan Sistem Informasi Kesehatan Terintegrasi; b) Revitalisasi Hardware dan Jaringan, Pembuatan Modul, Implementasi dan Analisis; c) Penatalaksanaan penyediaan obat dan bahan kefarmasian; d) Layanan kesehatan yang memenuhi standar; e) Penatalaksanaan perbekalan kesehatan pakai habis; f) Penatalaksanaan Pelayanan Kesehatan Terstandar di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL). 3) Mewujudkan peningkatan dan pengelolaan kantor dalam mendukung efisiensi dan efektivitas kinerja pegawai.
39 Strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan di atas adalah: a) Penatalaksanaan pengelolaan kantor urusan kesehatan; b) Laporan keuangan tepat waktu dan akuntabel; c) Realisasi penyerapan anggaran lebih dari sama dengan 90% Berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 12 tahun 2019 tentang Perubahan keenam Atas Peraturan Gubernur Nomor 409 Tahun 2016 Tentang Tunjangan Kinerja Daerah, target serapan anggaran SKPD/UKPD lebih dari sama dengan 90%. 4) Mewujudkan Peningkatan Mutu Pelayanan, Daya Tanggap dan Inovasi atas Kebutuhan Peningkatan Pelayanan Publik Urusan Kesehatan. a) Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan; b) Monitoring & evaluasi capaian target Standar Pelayanan Minimal secara berkala; c) Meningkatkan pelayanan ibu hamil sesuai standar; d) Pengembangan pelayanan kesehatan anak; e) Peningkatan Daya Tanggap dan Inovasi atas Kebutuhan Peningkatan Pelayanan Publik Urusan Kesehatan. 4.2. HAMBATAN RSUD Mampang Prapatan berusaha melaksanakan program dan kegiatan tahun 2022 dengan baik meskipun terdapat beberapa permasalahan yang menjadi hambatan. Secara umum masih ada berapa permasalahan yang perlu diselesaikan dan perlu mendapat perhatian dari pihak manajemen rumah sakit dalam upaya mencapai tujuan RSUD Mampang Prapatan yang tertuang dalam Rencana Strategisnya. Adapun hambatan dan permasalahan yang masih ada antara lain : 1) SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) a) Kurangnya kedisiplinan karyawan. b) Pendidikan dan pelatihan terhadap karyawan belum terjadwal dengan baik. 2) SARANA DAN PRASARANA a) Lahan parkir terbatas. b) Kondisi gedung dan pemeliharaan belum optimal. c) Sarana pembuangan limbah dan pemantauannya belum optimal. d) Kapasitas IPAL kurang. 3) KEUANGAN a) Pada rapat KUA PPAS hari Selasa tanggal 11 Oktober 2022 dinyatakan bahwa usulan APBD Perubahan Tahun 2022 Pemrov. DKI Jakarta tidak disetujui. Usulan tambahan pagu anggaran BLUD pada APBD Perubahan 2022 sebesar Rp 10.000.000.000 gagal, semula berharap pagu belanja
40 BLUD akan bertambah dari Rp 19.000.000.000 menjadi Rp 29.000.000.000. Dampak dari tidak disetujuinya usulan APBD Perubahaan Tahun 2022 ini terdapat beberapa kegiatan yang tidak dapat terlaksana karena kurangnya atau tidak adanya ketersediaan pagu anggaran. b) Beberapa dokumen SPJ yang sudah masuk tidak dapat dibayarkan semua. Hal ini karena terbatasnya pagu anggaran BLUD tahun 2022 dampak dari tidak disahkannya APBD Perubahan 2022. c) Kurangnya pagu anggaran APBD dan BLUD tahun 2022 untuk memenuhi kebutuhan operasional di RSUD Mampang Prapatan. 4) PELAYANAN a) Kurangnya kelengkapan dalam pengisian dokumen resum medis. b) Kurang telitinya petugas dalam memeriksa dokumen pasien pada saat pendaftaran di loket. c) Beberapa dokter spesialis datang tidak tepat waktu sehingga jam pelayanan pasien tidak sesuai jadwal. 5) PENGADAAN a) Beberapa penyedia obat dan alkes pakai habis sistemnya terkunci sehingga tidak bisa memesan belanja lagi. Hal ini karena keterlambatan pembayaran terkait keterbatasan pagu anggaran karena APBD Perubahan 2022 tidak disahkan. b) Banyak SPJ dari penyedia yang sudah tukar faktur belum dibayarkan diikarenakan pagu belanja BLUD tidak mencukupi. c) Beberapa permintaan belanja tertunda proses pembeliannya dikarenakan APBD Perubahan 2022 tidak disahkan, belanja dialokasikan untuk kebutuhan darsak (darurat dan mendesak). 4.3. UPAYA TINDAK LANJUT 1) SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) a) Melakukan pembinaan, pemantauan dan penilaian kinerja karyawan. b) Membuat perencanaan jadwal pelatihan karyawan dengan baik. c) Membuat program reward and punishment terhadap karyawan. 2) SARANA DAN PRASARANA a) Membatasi karyawan membawa kendaraan khususnya karyawan yang membawa mobil dikarenakan terbatasnya lahan parkir. b) Mengadakan pemeliharaan gedung dan sarana prasarana secara rutin. c) Menambah tempat penampungan limbah, kerjasama dengan pihak ketiga dalam hal pembuangan limbah medis maupun non medis dan meningkatkan pemantauan terhadap pembuangan limbah.
41 d) Membuat perencanaan penambahan kapasitas IPAL. 3) KEUANGAN a) Membuat usulan pergeseran anggaran APBD maupun BLUD tahun 2022 ke TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) , tembusan ke BPKD, Bappeda dan Dinas Kesehatan untuk memenuhi kebutuhan operasional skala prioritas kategori darsak (darurat dan mendesak). b) Memilah-milah dokumen SPJ yang masuk ke keuangan, pembayaran SPJ berdasarkan skala prioritas terutama untuk penyedia obat dan alkes pakai habis yang sistemnya terkunci agar tim pengadaan dapat melakukan pemesanan kembali. c) Dampak dari tidak disahkannya APBD Perubahan 2022 berpengaruh terhadap kurangnya pagu anggaran APBD dan BLUD tahun 2022, solusinya dengan melakukan pergeseran anggaran BLUD dan APBD tahun 2022 untuk memenuhi kebutuhan operasional di RSUD Mampang Prapatan. 4) PELAYANAN a) Membuat SOP terkait dengan kelengkapan dokumen resum medis pasien dan sosialisasi kelengkapan dalam pengisian dokumen resum medis. b) Membuat SOP dan cek list kelengkapan dokumen pasien pada saat pendaftaran di loket. c) Memberikan pengarahan kepada dokter spesialis tentang kedisiplinan jam kerja. 5) PENGADAAN a) Negosiasi dengan penyedia obat, alkes pakai habis maupun penyedia barang dan jasa lainnya dengan perjanjian SPJ dibayar tahun 2023. b) Menyampaikan kepada penyedia baik secara langsung maupun melalui surat perihal penundaan pembayaran SPJ terkait dampak tidak disahkannya APBD Perubahan 2022. c) Terkait permintaan barang/jasa dari unit yang sudah masuk ke pengadaan yang dilakukan yaitu: memberikan pemahaman kepada unit, terkait tidak disahkannya APBD perubahan 2022. Belanja berdasarkan skala prioritas kebutuhan darsak (darurat dan mendesak), untuk meminimalisir membengkaknya anggaran belanja agar tidak melebihi pagu anggaran.
42 BAB V HASIL KERJA 5.1. PENCAPAIAN INDIKATOR KINERJA KEUANGAN Penilaian Kinerja Keuangn Badan Layanan Umum Daerah berdasarkan standar indikator penilaian yang tertera dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 39 Tahun 2021 Tentang Penilaian Kinerja Aspek Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. Hasil penilaian kinerja aspek keuangan BLUD berdasarkan total nilai yang diperoleh dengan cara menjumlahkan nilai rasio keuangan dan nilai kepatuhan pengelolaan keuangan BLUD, dikelompokan dalam: a. Kriteria BAIK adalah hasil penilaian kinerja aspek keuangan BLUD dengan total nilai di atas 65 (X > 65). b. Kriteria SEDANG adalah hasil penilaian kinerja aspek keuangan BLUD dengan total nilai di atas 45 sampai dengan 65 (45 > X > 65) c. Kriteria BURUK adalah hasil penilaian kinerja aspek keuangan BLUD dengan total nilai di bawah 45 (X < 45). Pencapaian indikator kinerja keuangan tahun 2022 sebagai berikut: Tabel. 5.1 Pencapaian Indikator Kinerja Keuangan RSUD Mampang PrapatanTahun 2022 NO INDIKATOR BOBOT NILAI MAKSIMAL Skor/ Nilai % Capaian 1 Rasio Keuangan a. Rasio Kas (Cash Ratio) 7 5,5 78,57 b. Rasio Lancar (Current Ratio) 14 8 57,14 c. Periode Penagihan Piutang (Collection Period) 7 7 100,00 d. Perputaran Aset Tetap (Fixed Asset Turnover) 7 7 100,00 e. Imbalan Atas Aset Tetap (Return on Fixed Asset) 7 7 100,00 f. Imbalan Ekuitas (Return on Equity) 7 7 100,00 g. Perputaran Persediaan (Inventory Turnover) 7 5,5 78,57 h. Rasio Pendapatan Operasional BLUD terhadap Belanja Operasional BLUD 14 8,8 62,86 Sub Total Rasio Keuangan 70 55,8 79,71 2. Kepatuhan Pengelolaan Keuangan BLUD a. Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) 4,94 4,94 100,00 1.RBA disampaikan setelah tgl. 31 0
43 NO INDIKATOR BOBOT NILAI MAKSIMAL Skor/ Nilai % Capaian Desember tahun sebelumnya 2. RBA disampaikan sebelum tgl. 31 Desember tahun sebelumnya 0,98 3. RBA disampaikan sebelum tgl. 31 Desember tahun sebelumnya dan sesuai dengan format dalam Peraturan Perundangan yang berlaku 1,96 4. RBA disampaikan sebelum tgl. 31 Desember tahun sebelumnya dan sesuai dengan format dalam Peraturan Perundangan yang berlaku, serta terdapat perubahan RBA > 12 kali 2,94 5. RBA disampaikan sebelum tgl. 31 Desember tahun sebelumnya dan sesuai dengan format dalam Peraturan Perundangan yang berlaku, serta terdapat perubahan RBA 6 - 12 kali 3,92 6. RBA disampaikan sebelum tgl. 31 Desember tahun sebelumnya dan sesuai dengan format dalam Peraturan Perundangan yang berlaku, serta terdapat perubahan RBA < 6 kali 4,94 4,94 b. Penyampaian laporan buku kas umum bulanan 4,94 4,94 100 1. Tidak menyampaikan Laporan Buku Kas Umum Bulanan. 0 2. Menyampaikan Laporan Buku Kas Umum Bulanan. 0,98 3. Menyampaikan Laporan Buku Kas Umum Bulanan secara lengkap tapi terlambat di atas 5 hari dari target waktu. 1,96 4. Menyampaikan Laporan Buku Kas Umum Bulanan secara lengkap tapi terlambat dalam rentang waktu 1 s.d. 5 hari dari target waktu 2,94 5. Menyampaikan Laporan Buku Kas Umum Bulanan secara lengkap dengan tepat waktu 3,92
44 NO INDIKATOR BOBOT NILAI MAKSIMAL Skor/ Nilai % Capaian 6. Menyampaikan Laporan Buku Kas Umum Bulanan secara lengkap sebelum target waktu yang ditetapkan. 4,94 4,94 c. Surat perintah pengesahan pendapatan, belanja dan pembiayaan BLUD 4,94 3,92 79,35 1. Tidak mengajukan SP3BP 0,00 2. Mengajukan SP3BP setiap bulan sesuai peraturan perundanganundangan 0,98 3. Pengajuan ralat SP3BP sebanyak 12 kali dalam satu tahun 1,96 4. Pengajuan ralat SP3BP sebanyak 6 - 11 kali dalam satu tahun 2,94 5. Pengajuan ralat SP3BP sebanyak 1 - 5 kali dalam satu tahun 3,92 3,92 6. Tidak pernah mengajukan ralat SP3BP dalam satu tahun 4,94 d. Tarif Layanan 2,91 2,33 80,07 1. Tidak ada tarif layanan 0,00 2. Ada tarif layanan namun tidak sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku 0,58 3. Tarif tidak berdasarkan hasil kajian dan belum ditetapkan dengan Peraturan Gubernur 1,16 4. Tarif berdasarkan hasil kajian namun belum ditetapkan dengan Peraturan Gubernur 1,75 5. Tarif tidak berdasarkan hasil kajian dan ditetapkan dengan Peraturan Gubernur 2,33 2,33 6. Tarif berdasarkan hasil kajian dan ditetapkan dengan Peraturan Gubernur 2,91 e, Sistem BLUD 2,91 2,33 80,07 1. Tidak memiliki sistem 0,00 2. Dalam proses pembuatan sistem layanan dan/atau sistem keuangan 0,58 3. Memiliki sistem layanan 1,16 4. Memiliki sistem keuangan 1,75 5. Memiliki sistem layanan dan sistem 2,33 2,33
45 NO INDIKATOR BOBOT NILAI MAKSIMAL Skor/ Nilai % Capaian keuangan namun belum terintegrasi 6. Memiliki sistem layanan dan sistem keuangan dan telah terintegrasi 2,91 f. Rekening Kas BLUD 1,56 1,56 100,00 1. Tidak memiliki rekening 0,00 2. Memiliki rekening, tidak memiliki surat persetujuan pembukaan rekening, tidak melaporkan rekening yang belum tercantum pada SK Gubernur dan/atau tidak melaporkan penutupan rekening kepada Gubernur melalui BUD, dan rekening tidak sesuai peraturan perundangundangan 0,32 3. Memiliki rekening, memiliki surat persetujuan pembukaan rekening, tidak melaporkan rekening yang belum tercantum pada SK Gubernur dan/atau tidak melaporkan penutupan rekening kepada Gubernur melalui BUD, dan rekening tidak sesuai peraturan perundang-undangan 0,64 4. Memiliki rekening, memiliki surat persetujuan pembukaan rekening, melaporkan rekening yang belum tercantum dan/ atau melaporkan penutupan rekening kepada Gubernur melalui BUD, dan rekening tidak sesuai peraturan perundangundangan 0,96 5. Memiliki rekening, memiliki surat persetujuan pembukaan rekening, melaporkan rekening yang belum tercantum dan/atau melaporkan penutupan rekening kepada Gubernur melalui BUD, dan sebagian rekening tidak sesuai peraturan perundangundangan 1,28 6. Memiliki rekening, memiliki surat persetujuan pembukaan rekening, melaporkan rekening yang belum tercantum dan/atau melaporkan 1,56 1,56
46 NO INDIKATOR BOBOT NILAI MAKSIMAL Skor/ Nilai % Capaian penutupan rekening kepada Gubernur melalui BUD, dan semua rekening sesuai peraturan perundangundangan g. SOP Pengelolaan Kas 1,56 1,28 82,05 1. Tidak ada SOP pengelolaan kas 0,00 2. Ada SOP pengelolaan kas yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD 0,32 3. Ada SOP pengelolaan kas yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD dan lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan kas 0,64 4. Ada SOP pengelolaan kas yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan kas, dan telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD 0,96 5. Ada SOP pengelolaan kas yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan kas, telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD, dan rutin direview dan diupdate 1,28 1,28 6. Ada SOP pengelolaan kas yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan kas, telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD, rutin direview dan diupdate, dan tidak ada temuan terkait SOP pengelolaan kas 1,56 h. SOP Pengelolaan Piutang 1,56 1,28 82,05 1. Tidak ada SOP pengelolaan piutang 0,00 2. Ada SOP pengelolaan piutang yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD 0,32 3. Ada SOP pengelolaan piutang yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD dan lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan piutang 0,64
47 NO INDIKATOR BOBOT NILAI MAKSIMAL Skor/ Nilai % Capaian 4. Ada SOP pengelolaan piutang yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan piutang, dan telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD 0,96 5. Ada SOP pengelolaan piutang yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan piutang, telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD, dan rutin direview dan diupdate 1,28 1,28 6. Ada SOP pengelolaan piutang yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan piutang, telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD, rutin direview dan diupdate, dan tidak ada temuan terkait SOP pengelolaan piutang 1,56 i. SOP Pengelolaan Utang 1,56 1,28 82,05 1. Tidak ada SOP pengelolaan utang 0,00 2. Ada SOP pengelolaan utang yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD 0,32 3. Ada SOP pengelolaan utang yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD dan lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan utang 0,64 4. Ada SOP pengelolaan utang yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan utang, dan telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD 0,96 5. Ada SOP pengelolaan utang yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan utang, telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD, dan rutin direview dan diupdate 1,28 1,28
48 NO INDIKATOR BOBOT NILAI MAKSIMAL Skor/ Nilai % Capaian 6. Ada SOP pengelolaan utang yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan utang, telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD, rutin direview dan diupdate, dan tidak ada temuan terkait SOP pengelolaan utang 1,56 j. SOP Pengadaan Barang dan Jasa 1,56 1,28 82,05 1. Tidak ada SOP pengadaan barang dan jasa 0,00 2. Ada SOP pengadaan barang dan jasa yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD 0,32 3. Ada SOP pengadaan barang dan jasa yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD dan lengkap mencakup semua kegiatan pengadaan barang dan jasa 0,64 4. Ada SOP pengadaan barang dan jasa yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengadaan barang dan jasa, dan telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD 0,96 5. Ada SOP pengadaan barang dan jasa yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengadaan barang dan jasa, telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD, dan rutin direview dan diupdate 1,28 1,28 6. Ada SOP pengadaan barang dan jasa yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengadaan barang dan jasa, telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD, rutin direview dan diupdate, dan tidak ada temuan terkait SOP pengadaan barang dan jasa 1,56 k. SOP Pengelolaan Barang Inventaris 1,56 1,28 82,05 1. Tidak ada SOP pengelolaan barang inventaris 0,00
49 NO INDIKATOR BOBOT NILAI MAKSIMAL Skor/ Nilai % Capaian 2. Ada SOP pengelolaan barang inventaris yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD 0,32 3. Ada SOP pengelolaan barang inventaris yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD dan lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan barang inventaris. 0,64 4. Ada SOP pengelolaan barang inventaris yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan barang inventaris, dan telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD 0,96 5. Ada SOP pengelolaan barang inventaris yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan barang inventaris, telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD, dan rutin direview dan diupdate 1,28 1,28 6. Ada SOP pengelolaan barang inventaris yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan barang inventaris, telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD, rutin direview dan diupdate, dan tidak ada temuan SOP pengelolaan barang inventaris. 1,56 Sub Total Rasio Kepatuhan 30,00 26,42 JUMLAH SKOR ASPEK KEUANGAN 100,00 82,22 (Sumber : Laporan Keuangan, 2022) Hasil penilaian kinerja aspek keuangan BLUD berdasarkan total nilai yang diperoleh dengan cara menjumlahkan nilai rasio keuangan dan nilai kepatuhan pengelolaan keuangan BLUD, hasilnya 82,22. Jadi berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 39 Tahun 2021 Tentang Penilaian Kinerja Aspek Keuangan Badan Layanan Umum Daerah dinyatakan bahwa kinerja aspek keuangan BLUD RSUD Mampang Prapatan tahun 2022 masuk dalam kriteria “BAIK”.
50 5.2. PENCAPAIAN KINERJA DALAM RSB (RENCANA STRATEGIS BISNIS) RSUD MAMPANG PRAPATAN TAHUN 2022 Target kinerja RSUD Mampang Prapatan tahun 2022 tertuang dalam RSB (Rencana Strategis Bisnis) RSUD Mampang Prapatan tahun 2017 s/d 2022. Pencapaian kinerja RSUD Mampang Prapatan tahun 2022 sebagai berikut : Tabel 5.2. Pencapaian Kinerja dalam RSB (Rencana Strategis Bisnis) RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022 No Sasaran Strategis No. IKU Indikatior Kinerja Utama Bob ot (%) PIC Target 2022 Realisa si 2022 (%) % Keterc apaian Analisa Pengembangan Personil dan Organisasi 1 Terwujudnya Pengembanga n dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) 1 Persentase Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang Ditingkatkan Kompetensi nya 7 TU 100 100 100 Realisasi sudah melebihi target. Karyawan yang ditingkatkan kompetensinya melalui diklat, workshop,dll menggunakan anggaran BLUD 2 Persentase Unit yang Memiliki Kecukupan Sumber Daya Manusia (SDM) 6 TU 90 100 111,11 Realisasi sudah melebihi target 2 Terwujudnya Optimalisasi pengelolaan Sumber Daya Kesehatan secara efektif dan efisien (Penyelenggar aan Sistem Informasi Kesehatan Terintegrasi) 3 Persentase Unit yang Menerapkan Sistem Informasi Kesehatan Terintegrasi 8 TU 100 100 100 Realisasi mencapai target
51 No Sasaran Strategis No. IKU Indikatior Kinerja Utama Bob ot (%) PIC Target 2022 Realisa si 2022 (%) % Keterc apaian Analisa 3 Terwujudnya peningkatan dan pengelolaan kantor dalam mendukung efisiensi dan efektivitas kinerja pegawai (penatalaksana an pengelolaan kantor urusan kesehatan) 4 Persentase Unit yang Melakukan Peningkatan dan Pengelolaan Kantor Urusan Kesehatan 6 TU 100 100 100 Realisasi Peningkatan dan Pengelolaan Kantor sudah terlaksana sesuai target 100% Proses Bisnis Internal 1 Terwujudnya optimalisasi pengelolaan Sumber Daya Kesehatan secara efektif dan efisien (penatalaksana an penyediaan obat dan bahan kefarmasian) 5 Persentase Unit Pelayanan Kesehatan yang Memiliki Ketersediaa n Obat sesuai Formularium Nasional 8 JANG MED 90 98 108,89 Realisasi sudah mencapai target karena Stok Ketersediaan Obat sesuai Formularium Nasional dimonitoring dengan baik 2 Terwujudnya optimalisasi pengelolaan Sumber Daya Kesehatan secara efektif dan efisien (layanan kesehatan yang memenuhi standar) 6 Persentase Unit Pelayanan Kesehatan yang Memiliki Alat Kesehatan Sesuai Standar 8 YANM ED 80 80 100 Realisasi sudah mencapai target karena ketersediaan alat kesehatan 80% sudah terpenuhi.
52 No Sasaran Strategis No. IKU Indikatior Kinerja Utama Bob ot (%) PIC Target 2022 Realisa si 2022 (%) % Keterc apaian Analisa 3 Terwujudnya optimalisasi pengelolaan Sumber Daya Kesehatan secara efektif dan efisien (penatalaksana an perbekalan kesehatan pakai habis di pelayanan kesehatan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta) 7 Persentase Unit Pelayanan Kesehatan yang Memiliki Perbekalan Kesehatan Pakai Habis Sesuai Standar 8 JANG MED 80 100 125 Realisasi sudah mencapai target karena ketersediaan Perbekalan Kesehatan Pakai Habis Sesuai Standar 100% sudah terpenuhi 4 Terwujudnya optimalisasi pengelolaan Daya Kesehatan secara efektif dan efisien (Penatalaksan aan Pelayanan Kesehatan Terstandar di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL)) 8 Persentase Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) yang Melakukan Pelayanan Kesehatan Sesuai Standar 7 YANM ED 68 100 147,06 Realisasi sudah mencapai target karena dimonitoring dan evaluasi dengan baik 5 Terwujudnya peningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi semua 9 Persentase Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan 7 YANM ED 100 100 100 Realisasi sudah mencapai target karena dimonitoring dan evaluasi dengan baik 10 Persentase Ibu Hamil yang Mendapatka n Pelayanan Sesuai Standar 7 YANM ED 100 100 100 Realisasi sudah mencapai target karena dimonitoring dan evaluasi dengan baik
53 No Sasaran Strategis No. IKU Indikatior Kinerja Utama Bob ot (%) PIC Target 2022 Realisa si 2022 (%) % Keterc apaian Analisa 11 Persentase Anak Usia 0- 59 Bulan yang Mendapatka n Pelayanan Kesehatan Sesuai Standar 7 YANM ED 100 100 100 Realisasi sudah mencapai target karena dimonitoring dan evaluasi dengan baik Stakeholders 1 Terwujudnya Peningkatan Daya Tanggap dan Inovasi atas Kebutuhan Peningkatan Pelayanan Publik Urusan Kesehatan (Rerata Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) RSUD Mampang Prapatan) 12 Persentase Unit Pelayanan Kesehatan dengan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Minimal Berkategori Baik 7 YANM ED 90 100 111,11 Realisasi sudah mencapai target karena dimonitoring dan evaluasi dengan baik Finansial 1 Terwujudnya peningkatan dan pengelolaan kantor dalam mendukung efisiensi dan efektivitas kinerja pegawai (laporan keuangan tepat waktu dan akuntabel) 13 Presentase Laporan Keuangan Tepat Waktu dan Akuntabel 7 TU 90 100 111,11 Realisasi sudah mencapai target karena dimonitoring dan evaluasi dengan baik
54 No Sasaran Strategis No. IKU Indikatior Kinerja Utama Bob ot (%) PIC Target 2022 Realisa si 2022 (%) % Keterc apaian Analisa 2 Terwujudnya peningkatan dan pengelolaan kantor dalam mendukung efisiensi dan efektivitas kinerja pegawai (realisasi penyerapan anggaran lebih dari sama dengan 85%) 14 Presentase Realisasi Penyerapan Anggaran lebih dari sama dengan 85% 7 TU 75 95 126,67 Realisasi sudah mencapai target karena dimonitoring dan evaluasi dengan baik 100 5.3. PENCAPAIAN INDIKATOR STANDAR PELAYANAN MINIMAL Penilaian SPM (Standar Pelayanan Minimal) di RSUD Mampang Prapatan mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan No. 129 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Monitoring dan evaluasi terhadap capaian SPM (Standar Pelayanan Minimal) dilakukan oleh manajemen, ketua mutu dengan unit-unit terkait secara rutin setiap bulan. Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit Umum Daerah Mampang Prapatan pada tahun 2022 dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 5.3. Pencapaian Indikator Standar Pelayanan Minimal RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022 JENIS LAYANAN SPM INDIKATOR SPM TARGET 2022 REALISASI Analisa Rencana Tindak Lanjut (RTL) Keputusan Menteri Kesehatan No. 129/Menkes/SK/II/2008 Gawat Darurat Kemampuan menangani life saving anak dan dewasa 100% 100% Kemampuan menangani life saving anak dan dewasa memenuhi standar Dipertahankan Jam buka pelayanan gawat darurat 24 jam 24 jam Jam buka pelayanan gawat darurat memenuhi standar Dipertahankan
55 JENIS LAYANAN SPM INDIKATOR SPM TARGET 2022 REALISASI Analisa Rencana Tindak Lanjut (RTL) Pemberian pelayanan gawat darurat yang bersertifikat yang masih berlaku BLS / PPGD / GELS / ALS 100% 100% Pemberi pelayanan kegawatdaruratan yang bersertifikat ATLS/ACLS/ELS/ PPGD/BTLS/ BTCLS memenuhi standar Dipertahankan Ketersediaan tim penanggulangan bencana satu tim ada Ketersediaan tim penanggulangan bencana memenuhi standar Dipertahankan Waktu tanggap pelayanan dokter gawat darurat ≤ 5 menit terlayani, setelah pasien datang 2 menit Waktu tanggap pelayanan dokter di Gawat Darurat memenuhi standar Dipertahankan Kepuasan pelanggan ≥ 70% 100% Kepuasan pelanggan sudah memenuhi standar Dipertahankan Kematian pasien < 24 jam ≤ 2/1000 (pindah ke pelayanan rawat inap setelah 8 jam) 2/1000 Jumlah kematian pasien < dari 24 jam di gawat darurat 2 pasien dari 1326 pasien Dipertahankan Khusus untuk pasien rumah sakit jiwa pasien dapat ditenangkan dalam waktu ≤ 48 jam 100% tidak tersedia Khusus untuk pasien Rumah Sakit Jiwa dapat ditenangkan dalam waktu < 48 Jam belum tersedia Dipertahankan Tidak ada pasien yang diharuskan membayar uang muka 100% 100% Tidak adanya pasien yang diharuskan membayar uang muka sudah memenuhi standar Dipertahankan Rawat Jalan Dokter pemberi pelayanan di poliklinik spesialis 100% dr. spesialis 100% Tersedianya pelayanan anak, penyakit dalam, kebidanan dan bedah. Pertahankan dan tingkatkan mutu pelayanan
56 JENIS LAYANAN SPM INDIKATOR SPM TARGET 2022 REALISASI Analisa Rencana Tindak Lanjut (RTL) Ketersediaan pelayanan a. Klinik anak b. Klinik penyakit dalam c. Klinik kebidanan d. Klinik bedah a. Klinik anak b. Klinik penyakit dalam c. Klinik kebidanan d. Klinik bedah Pemberi pelayanan di klinik spesialis sudah sesuai Pertahankan dan tingkatkan mutu pelayanan Ketersediaan pelayanan di rumah sakit jiwa a. Anak remaja b. NAPZA c. Gangguan psikotik d. Gangguan neurotik e. Gangguan Mental retardasi f. Gangguan Mental organik g. Usia lanjut Tidak tersedia Tidak tersedia Tidak tersedia Jam buka pelayanan 08.00 s/d 13.00 setiap hari kerja kecuali Jum'at : 08.00 - 11.00 08.00 s/d 13.00 setiap hari kerja kecuali Jum'at : 08.00 - 11.00 Buka pelayanan sudah sesuai ketentuan Pertahankan dan tingkatkan mutu pelayanan Waktu tunggu di rawat jalan ≤ 60 menit 56,05 menit Pada indikator waktu tunggu rawat jalan pada bulan Desember sesuai target. Pertahankan dan tingkatkan mutu pelayanan Kepuasan pelanggan ≥ 90% 100% Kepuasan pelanggan mencapai standart Pertahankan dan tingkatkan mutu pelayanan Penegakan diagnosis TB melalui pemeriksaan ≥ 60% 100% Pencatatan dan pelaporan mencapai standart Pertahankan dan tingkatkan mutu pelayanan
57 JENIS LAYANAN SPM INDIKATOR SPM TARGET 2022 REALISASI Analisa Rencana Tindak Lanjut (RTL) mikroskop TB Terlaksananya kegiatan pencatatan dan pelaporan TB di RS 100% 100% Pencatatan dan pelaporan mencapai standart Pertahankan dan tingkatkan mutu pelayanan Rawat Inap Pemberi pelayanan di rawat inap a. dr. Spesialis b. Perawat minimal pendidikan D3 100% Pembagian pelayanan rawat inap memenuhi standart Pertahankan dan tingkatkan mutu pelayanan Dokter penanggung jawab pasien rawat inap 100% 100% Dokter penanggung jawab pelayanan rawat inap memenuhi standart Pertahankan dan tingkatkan mutu pelayanan Ketersediaan pelayanan rawat inap a. Anak b. Penyakit dalam c. Kebidanan d. Bedah a. Anak b. Penyakit dalam c. Kebidanan d. Bedah Ketersediaan penanggung jawab pelayanan rawat inap memenuhi standart Pertahankan dan tingkatkan mutu pelayanan Jam visite dokter spesialis 08.00 s/d 14.00 setiap hari kerja 08.00 s/d 14.00 setiap hari kerja Jam visite dokter spesialis memenuhi standart Pertahankan dan tingkatkan mutu pelayanan Kejadian infeksi pasca operasi ≤ 1.5% 0% Kejadaian infeksi pasca operasi memenuhi standart Pertahankan dan tingkatkan mutu pelayanan Kejadian infeksi nosokomial ≤ 1.5% 0% Kejadian infeksi nosocomial/HAI`s Pertahankan dan tingkatkan mutu pelayanan Tidak adanya kejadian pasien jatuh yang berakibat kecacatan / kematian 100% 100% Tidak ada kejadian pasien jatuh yang berakibat kecacatan atau kematian memenuhi standart Pertahankan dan tingkatkan mutu pelayanan
58 JENIS LAYANAN SPM INDIKATOR SPM TARGET 2022 REALISASI Analisa Rencana Tindak Lanjut (RTL) Kematian pasien > 48 jam ≤ 0.24% 0% Tidak ada kejadian pasien jatuh yang berakibat kecacatan atau kematian memenuhi standart Pertahankan dan tingkatkan mutu pelayanan Kejadian pulang paksa ≤ 5% 3,46% Di ruangan rawat inap cempaka ada 7 pasien pulang paksa, jumlah pasien rawat inap cempaka bulan Desember 146 pasien. Lily tidak ada pasien yang pulang paksa dari 56 jumlah pasien lily. Total keseluruhan rawat inap 202 pasien. Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga pasien tentang pentingnya rawat inap, berkoordinasi dengan puskesmas tempat tinggal pasien. Kepuasan pelanggan ≥ 90% 100% Kepuasan pelanggan memenuhi standart Pertahankan dan tingkatkan mutu pelayanan Penegakan diagnosis TB melalui pemeriksaan mikroskop TB ≥ 60% 100% Penegakan TB melalui pemeriksaan microskopi memenuhi standart Pertahankan dan tingkatkan mutu pelayanan Terlaksananya kegiatan pencatatan dan pelaporan TB di RS ≥ 60% 100% Tatalaksana kegiatan pencatatan dan pelaporan TB memenuhi standart Pertahankan dan tingkatkan mutu pelayanan Ketersediaan pelayanan rawat inap di rumah sakit yang memberikan pelayanan jiwa NAPZA, gangguan psikotik, gangguan neurotik dan gangguan mental organik Tidak tersedia Tidak tersedia Tidak tersedia Tidak adanya kejadian kematian pasien gangguan jiwa karena bunuh diri 100% Tidak tersedia Tidak tersedia Tidak tersedia
59 JENIS LAYANAN SPM INDIKATOR SPM TARGET 2022 REALISASI Analisa Rencana Tindak Lanjut (RTL) Kejadian readmission pasien gangguan jiwa dalam waktu ≤ 1 bulan 100% Tidak tersedia Tidak tersedia Tidak tersedia Lama hari perawatan pasien gangguan jiwa ≤ 6 minggu Tidak tersedia Tidak tersedia Tidak tersedia Bedah Sentral (Bedah Saja) Waktu tunggu operasi elektif 1 hari 2 hari Waktu tunggu operasi elektif sudah memenuhi target Lebih di tingkatkan lagi untuk waktu tunggu operasi dalam penjadwalan pasien operasi Kejadian kematian di meja operasi 0% 0% Tidak terjadi kematian di meja operasi Mengingatkan kembali kepada dokter spesialis nya untuk visit pra bedah dan pra anestesi Tidak adanya kejadian operasi salah sisi 100% 100% Tidak terjadi kejadian operasi salah sisi Lebih ditingkatkan lagi dalam kroscek letak atau posisi dimana yang akan di operasi Tidak adanya kejadian operasi salah orang 100% 100% Tidak ada kejadian salah orang Dipertahankan dalam pengkajian pada identitas pasien agar tidak terjadi salah orang Tidak ada kejadian salah tindakan pada operasi 100% 100% Tidak ada kejadian salah tindakan operasi Lebih di tingkatkan lagi dalam melakukan time out dengan secara lengkap sebelum operasi
60 JENIS LAYANAN SPM INDIKATOR SPM TARGET 2022 REALISASI Analisa Rencana Tindak Lanjut (RTL) di mulai Tidak ada kejadian tertinggalnya benda asing / lain pada tubuh pasien setelah operasi 100% 100% Tidak ada kasus kejadian tertinggalnya benda asing pada tubuh pasien setelah operasi Dipertahankan yang sudah berjalan, melakukan penghitungan kassa operasi dan mengecek ulang untuk kassa atau instrument operasi agar tidak ada yang tertinggal pada tubuh pasien. Komplikasi anestesi karena overdosis, reaksi anestesi, dan salah penempatan anestesi endotracheal tube 0% 0% Tidak terjadi komplikasi anestesi karna overdosis reaksi anestesi, dan salah penempatan ett Melakukan pengkajian pra anestesi Persalina n, Perinatolo gi (kecuali RS Khusus di Luar RSIA) dan KB Kejadian kematian ibu karena persalinan a. Perdarahan ≤ 1% b. Preeklampsia ≤ 30% c. Sepsis ≤ 0.2% a.0% b.0% c.0% Sudah memenuhi standar Mempertahanka n dan tingkatkan mutu pelayanan agar tidak ada kematian ibu Pemberi pelayanan persalinan normal a. Dokter SpOG b. Dokter umum terlatih (Asuhan Persalinan Normal) c. Bidan 100% Sudah memenuhi standar Mempertahanka n dan tingkatkan mutu pelayanan agar tidak ada kematian ibu
61 JENIS LAYANAN SPM INDIKATOR SPM TARGET 2022 REALISASI Analisa Rencana Tindak Lanjut (RTL) Pemberi pelayanan persalinan dengan penyulit Tim PONEK yang terlatih Tersedia Sudah memenuhi standar Mempertahanka n dan tingkatkan mutu pelayanan dengan berkolaborasi dengan diklat untuk mengikuti pelatihan ponek Pemberi pelayanan persalinan dengan tindakan operasi a. Dokter SpOG b. Dokter SpA c. Dokter SpAn 100% Sudah memenuhi standar Mempertahanka n dan tingkatkan lagi mutu pelayanan Kemampuan menangani BBLR 1500 gr - 2500 gr 100% 100% Sudah memenuhi standar Mempertahanka n dan tingkatkan lagi mutu pelayanan Pertolongan persalinan melalui seksio cesaria ≤ 20% 0% Sudah memenuhi standar, dimana jumlah persalinan SC emergensi non rujukan bulan April 2022 dengan diagnosa inpartu pada BSC. Mempertahanka n dan tingkatkan lagi mutu pelayanan Presentase KB (vasektomi & tubektomi) yang dilakukan oleh tenaga kompeten dr. SpOG, dr. SpB, dr. SpU, dr. umum terlatih 100% 100% Sudah memenuhi standar Mempertahanka n dan tingkatkan lagi mutu pelayanan Presentase peserta KB mantap yang mendapat konseling KB mantap bidan terlatih 100% 100% Sudah memenuhi standar Mempertahanka n dan tingkatkan lagi mutu pelayanan Kepuasan pelanggan ≥ 80% 92% Sudah memenuhi standar Mempertahanka n dan tingkatkan lagi mutu
62 JENIS LAYANAN SPM INDIKATOR SPM TARGET 2022 REALISASI Analisa Rencana Tindak Lanjut (RTL) pelayanan Intensif Rata-rata pasien yang kembali ke perawatan intensif dengan kasus yang sama < 72 jam ≤ 3% 0% Tidak terdapat pasien yang kembali ke perawatan intensif dengan kasus yang sama<72 jam Pertahankan hal yang sudah sesuai dengan standar Pemberi pelayanan unit intensif a. dr. Sp. Anestesi dan dokter spesialis sesuai dengan kasus yang ditangani b. 100% perawat minimal D3 dengan sertifikat perawat mahir ICU / setara (D4) 100% Seluruh pemberi pelayanan sudah memiliki sertifikat pelatihan pearwatan ICU/setara dan 7 pemberi pelayanan intensif adalah dokter spesialis anastesi dan dokter spesialis sesuai dengan kasus yang ditangani. Berkoordinasi dengaqn bagian diklat untuk mengadakan pelatihan BTCLS dan pelatihan ICU lanjutan kepada pemberi pelayanan ICU yang belum memiliki atau sudah habis masa berlakunya. Radiologi Waktu tunggu hasil pelayanan thorax foto ≤ 3 jam 2 Jam Waktu tuggu hasil pelayanan foto thorax sudah memenuhi target, dokter spesialis radiologi sudah praktek full time. Mempertahanka n dan tingkatkan lagi mutu pelayanan Lab Patologi Klinik Waktu tunggu hasil pelayanan laboratorium ≤ 140 menit kimia darah dan darah rutin 100 menit Waktu tunggu pelayanan lab patologi klinik sudah memenuhi target, rata-rata pasien dapat diselesaikan dalam waktu ≤ 140 menit. Mempertahanka n waktu tunggu pelayanan lab patologi klinik yang sudah memenuhi target Pelaksana ekpertisi Dokter Sp. PK 100% Pelaksana Ekspertisi sudah dilaksanakan oleh dokter Sp.PK. Pelaksana Ekspertisi tetap dilaksanakan oleh dokter
63 JENIS LAYANAN SPM INDIKATOR SPM TARGET 2022 REALISASI Analisa Rencana Tindak Lanjut (RTL) Sp.PK. Tidak adanya kesalahan pemberian hasil pemeriksaan laboratorium 100% 100% Tidak adanya kesalahan pemberian hasil pemeriksaan lab sudah memenuhi target, semua hasil diberikan kepada pasien sesuai dengan data diri yang teregistrasi Memberikan hasil kepada pasien sesuai dengan data diri yang teregistrasi Kepuasan pelanggan ≥ 80% 100% Kepuasan pelanggan sudah memenuhi target, semua pasien yang mengisi form kepuasan pelanggan merasa puas dengan pelayanan laboratorium. Meningkatkan kualitas pelayanan untuk kepuasan pelanggan Rehabilita si Medik Kejadian drop out pasien terhadap pelayanan rehabilitasi medik yang direncanakan ≤ 50% 16,03% Kejadian droup out pasien terhadap pelayanan rehabilitasi medik yang direncanakan pada bulan Desember 2022 ada 237 pasien dan total pasien yang direncanakan ada 1478 pasien Memberikan edukasi kepada pasien agar lebih disiplin dalam jadwal terapi Tidak adanya kejadian kesalahan tindakan rehabilitasi medik 100% 100% Tidak ada kejadian Kesalahan tindakan Rehab. Medik pada bulan September 2022 sudah baik 100%. Dipertahankan Farmasi Waktu tunggu pelayanan obat jadi ≤ 30 menit 13 menit Waktu Tunggu Pelayanan Obat jadi memenuhi standart Dipertahankan Waktu tunggu pelayanan obat racikan ≤ 60 menit 5 menit Waktu Tunggu Pelayanan Obat racik memenuhi standart Dipertahankan
64 JENIS LAYANAN SPM INDIKATOR SPM TARGET 2022 REALISASI Analisa Rencana Tindak Lanjut (RTL) Kepuasan pelanggan ≥ 80% 100% Dipertahankan untuk selanjutnya Dipertahankan Penulisan resep sesuai formularium 100% 100% Pada bulan Januari penulisan resep sudah sesuai dengan formularium Dipertahankan Gizi Ketepatan waktu pemberian makanan kepada pasien ≥ 90% 100% Sudah mencapai target yaitu 100%, karena distribusi makanan ke pasien tidak pernah lebih dari waktu yang telah ditentukan. Pemantauan waktu distribusi makanan Sisa makanan yang tidak termakan oleh pasien ≤ 20% 17,8% Sudah mencapai target karena rata-rata sisa makanan pasien yang tidak termakan sebanyak 17.8% . Sebagian besar pasien yang tidak menghabiskan makanan adalah pasien anak yang disebabkan karena adanya rasa mual dan selera makan pasien sehingga nafsu makan menurun. Mengedukasi dan memotivasi pasien atau orang tua pasien untuk mengkonsumsi makanan yang diberikan dari rumah sakit dengan porsi kecil tapi sering dan tidak makan makanan dari luar. Tidak adanya kejadian kesalahan pemberian diet 100% 100% Pembuatan Etiket makan dan pengecekan makanan sebelum didistribusikan Transfusi Darah Kebutuhan darah bagi setiap pelayanan transfusi 100% terpenuhi 100% Tidak ada kejadian reaksi saat transfusi Mengkoordinasi perawat ruangan untuk memantau pasien yang sedang
65 JENIS LAYANAN SPM INDIKATOR SPM TARGET 2022 REALISASI Analisa Rencana Tindak Lanjut (RTL) transfusi, apabila terjadi reaksi untuk segera dihentikan. Kejadian reaksi transfusi ≤ 0.01% 0% Pemenuhan kebutuhan darah di RS sudah terpenuhi Selalu memantau permintaan kebutuhan darah dari Rumah Sakit ke PMI Pelayana n Gakin Pelayanan terhadap pasien GAKIN yang datang ke RS pada setiap unit pelayanan 100% terpenuhi Tidak tersedia Tidak tersedia Tidak tersedia Rekam Medik Kelengkapan pengisian rekam medik 24 jam setelah selesai pelayanan 100% 90,90% Analisa mutu : Pada indikator kelengkapan pengisian rekam medik 1x24 jam belum memenuhi target dan mengalami penurunan dari bulan kemarin hal ini disebabkan karena: 1). Kurangnya kedisiplinan tenaga terkait dalam melengkapi formulir di ruang perawatan. Item ketidaklengkapan pengisian berkas rekam medis rawat inap dengan jumlah berkas rekam medis 297 yang terinput yaitu lembar formulir Konsultasi 5 Berkas (1,7%) pada ruangan Mengingatkan Kepada PPA untuk lebih disiplin dalam melengkapi berkas rekam medis.Menginga tkan untuk saling koordinasi antar perawat shift dan perawat poliklinik.mengin gat kembali kepada dokter ruangan yang menjadi tanggungjawab saat jadwal jaga.
66 JENIS LAYANAN SPM INDIKATOR SPM TARGET 2022 REALISASI Analisa Rencana Tindak Lanjut (RTL) Lili (1), Melati (3), Cempaka (1), isolasi (1) adapun item ketidaklengkapannya pada TTD dpjp Spesialis Anak, Spesialis kandungan, Spesialis Bedah, Spesialis Dalam hal ini terjadi karena dpjp parttime. Kelengkapan informed concent setelah mendapatkan informasi yang jelas 100% 100% Indikator Kelengkapan informed consent sebanyak 100% hal ini sudah sesuai standar yang ada. Mengingatkan Kepada dokter umum untuk lebih disiplin dalam melengkapi berkas informed concent. Waktu penyediaan dokumen rekam medik pelayanan rawat jalan ≤ 10 menit 2 menit Waktu penyediaan berkas rekam medis rawat jalan sudah mencapai target yaitu kurang dari 10 menit. Mempertahanka n dan meningkatkan pelayanan. Waktu penyediaan dokumen rekam medik pelayanan rawat inap ≤ 15 menit 8 menit 57 detik Waktu penyediaan berkas rekam medis rawat inap sudah mencapai target yaitu kurang dari 15 menit. Mempertahanka n dan meningkatkan pelayanan. Pengelola an Limbah Baku mutu limbah cair BOD ≤ 30 mg/l COD ≤ 80 mg/l TSS ≤ 30 mg/l pH 6-9 BOD = 3 mg/l,COD =3 mg/l,TSS = 6 mg/l, pH = 7.25 Memenuhi standar Mempertahanka n dan meningkatkan pelayanan. Pengelolaan limbah padat infeksius sesuai aturan 100% 100% Parameter yang diperiksa memenuhi batas baku mutu sesuai PerMen LHK RI No 68 tahun 2016 Selalu rutin melakukan pemantauan perawatan mesin blower
67 JENIS LAYANAN SPM INDIKATOR SPM TARGET 2022 REALISASI Analisa Rencana Tindak Lanjut (RTL) Baku mutu air limbah IPAL Administr asi dan Manajem en Tindak lanjut penyelesaian hasil pertemuan direksi 100% 100% Memenuhi standar Pertahankan dan tingkatkan mutu pelayanan Kelengkapan laporan akuntabilitas kinerja 100% 100% Memenuhi standar Pertahankan dan tingkatkan mutu pelayanan Ketepatan waktu pengusulan kenaikan pangkat 100% 100% Memenuhi standar Tetap dilakukan pemantauan Ketepatan waktu pengurusan gaji berkala 100% Tidak tersedia Tidak tersedia Tidak tersedia Karyawan yang mendapat pelatihan minimal 20 jam setahun ≥ 60% 99% Memenuhi standar Tetap dilakukan pemantauan Cost recovery ≥ 40% 36% kurang dari standar Tingkatkan pelayanan untuk mendapatkan pendapatan lebih tinggi Ketepatan waktu penyusunan laporan keuangan 100% 100% Memenuhi standard Pertahankan dan tingkatkan mutu pelayanan Kecepatan waktu pemberian informasi tentang tagihan pasien rawat inap ≤ 2 jam 1 jam 57 Menit Memenuhi standard tetap dilakukan pemantauan Ketepatan waktu pemberian imbalan (insentif) sesuai kesepakatan waktu 100% 100% Memenuhi standar Pertahankan dan tingkatkan mutu pelayanan Ambulanc e / Kereta Jenazah Waktu pelayanan ambulance / kereta jenazah 24 jam 24 Jam Waktu pelayanan ambulance sudah mencapai Standart 24 jam Pelayanan Dipertahankan
68 JENIS LAYANAN SPM INDIKATOR SPM TARGET 2022 REALISASI Analisa Rencana Tindak Lanjut (RTL) Kecepatan memberikan pelayanan ambulance / kereta jenazah di rumah sakit ≤ 230 menit 100% Memenuhi standar Apabila dalam melakukan rujukan dalam waktu yang bersamaan, kita prioritaskan pasien yang gawat darurat terlebih dahulu. Respon time pelayanan ambulance oleh masyarakat yang membutuhkan ≤ 30 menit ≤ 30 menit Respon time pelayanan ambulance bagi masyarakat yang membutuhkan pada bulan ini tidak dapat dihitung dikarenakan pada bulan ini tidak ada masyakarat yang membutuhkan pada bulan ini tidak dapat dihitung dikarenakan pada bulan ini tidak ada masyarakat yang meminta bantuan ambulance. Untuk mengurangi jml respon time yang lbh dari 30 mnt (via AGD) yaitu dgn menggunakan ambulance RS terlebih dahulu. Pemulasa ran Jenazah Waktu tanggap (response time) pelayanan pemulasaran jenazah ≤ 2 jam 28 menit Waktu tanggap (Respon Time) Pelayanan transit Kamar jenazah sudah sesuai standar Mempertahanka n kinerja capaian agar selalu sesuai standart pelayanan Pelayana n Pemelihar aan Sarana Rumah Sakit Kecepatan waktu menanggapi kerusakan alat ≥ 80% 100% Sudah tercapai Tetap dilaksanakan Ketepatan waktu pemeliharaan alat 100% 100% Sudah tercapai Tetap dilaksanakan Peralatan laboratorium dan alat ukur yang digunakan dalam pelayanan 100% 100% Sudah tercapai Tetap dilaksanakan setiap tahun
69 JENIS LAYANAN SPM INDIKATOR SPM TARGET 2022 REALISASI Analisa Rencana Tindak Lanjut (RTL) terkalibrasi tepat waktu sesuai dengan ketentuan kalibrasi Pelayana n Laundry Tidak adanya kejadian linen yang hilang 100% 100% indikator telah memenuhi standar Tetap dilaksanakan Ketepatan waktu penyediaan linen untuk ruang rawat inap 100% 100% indikator telah memenuhi standar Tetap dilaksanakan Pencegah an dan Pengenda lian Infeksi (PPI) Ada anggota tim PPI yang terlatih Anggota tim PPI yang terlatih 75% 100% Seluruh anggota PPI (IPCLN dan Ka. Unit sudah mengikuti pelatihan PPI Dasar Meningkatkan kualitas SDM dalam lingkup PPI dengan memberi pelatihan PPI Dasar dan pelatihan PPI Lanjut pada anggota tim yang belum mengikuti pelatihan dan penyegaran ilmu bagi Tersedia APD di setiap instalasi / departemen 60% 100% Di setiap Instalasi sudah tersedia APD yang lengkap dan pengelompokan penggunaan APD Level 1, Level 2 dan Level 3 berdasarkan pembagian zona hijau, kuning dan merah. Melakukan monitoring APD pada tiap unit dan memberi edukasi ulang pada Unit pentingnya APD pada tiap unit. Kegiatan pencatatan dan pelaporan infeksi nosokomial / HAI (Health Care 75% 100% Semua Unit Ruang Rawat sudah dilakukan kegiatan pencatatan dan pelaporan infeksi. Melakukan kegiatan dan pelaporan infeksi pada setiap unit
70 JENIS LAYANAN SPM INDIKATOR SPM TARGET 2022 REALISASI Analisa Rencana Tindak Lanjut (RTL) Associated Infection) di RS (min 1 parameter) Rawat inap secara komprehensif. 5.4. HASIL KERJA TAHUN 2022 Hasil kerja RSUD Mampang Prapatan pada tahun 2022 dapat dibagi menjadi tiga yaitu Pelayanan Medik & Keperawatan, Pelayanan Penunjang dan Sub Bagian Tata Usaha. Pelayanan Medik & Keperawatan dibagi menjadi dua yaitu : Instalasi Rawat Inap & Rawat Intensif dan Instalasi Gawat Darurat & Rawat Jalan. Pelayanan Penunjang dibagi menjadi dua yaitu : Instalasi Penunjang Non Medik dan Instalasi Penunjang Medik. Sub Bagian Tata Usaha dibagi menjadi dua yaitu : Satuan Pelayanan Umum & Kepegawaian dan Satuan Pelayanan Keuangan & Perencanaan 5.4.1. PELAYANAN MEDIK & KEPERAWATAN Pelayanan medik dan keperawatan di RSUD Mampang Prapatan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur. Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Kelas D merupakan satuan kerja lini dalam pelaksanaan pengembangan, pengendalian dan pengoordinasian pelaksanaan pelayanan medik dan keperawatan. Dalam menjalankan tugasnya Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan dibantu oleh Instalasi Rawat Inap & Rawat Intensif dan Instalasi Gawat Darurat & Rawat Jalan. Kepala Instalasi Rawat Inap & Rawat Intensif membawahi rawat inap anak, rawat inap dewasa, rawat ruang bersalin, ruang isolasi, ruang HCU, dan ruang OK. Kepala Instalasi Gawat Darurat & Rawat Jalan membawahi pelayanan di IGD dan rawat jalan. 5.4.1.1. INSTALASI GAWAT DARURAT Instalasi Gawat Darurat di RSUD Mampang Prapatan merupakan ujung tombak pelayanan Gawat Darurat di RSUD Mampang Prapatan. Pelayanan pada Instalasi Gawat Darurat RSUD Mampang Prapatan menyediakan pelayanan kesehatan gawat darurat selama 24 jam dalam sehari dan pelayanan poliklinik umum di luar pelayanan poliklinik dokter spesialis. Instalasi Gawat Darurat didukung oleh pelayanan lainnya seperti Ruang Rawat Inap, Kamar Operasi, HCU, Laboratorium, Radiologi dan Farmasi.
71 Gambar 5.1. Grafik Kunjungan Pasien IGD RSUD Mampang Prapatan Tahun 2020 s/d 2022 (Sumber: Laporan Rekam Medis RSUD Mampang Prapatan, 2022) Kunjungan Instalasi Gawat Darurat dari tahun ke tahun berfluktuasi seperti terlihat pada Gambar 5.1. Pada tahun 2021 kunjungan pasien IGD mengalami penurunan sebesar 13,65% dari 13.045 pada tahun 2020 menjadi 11.256 pada tahun 2021. Pada tahun 2022 kunjungan pasien IGD mengalami kenaikan sebesar 24,26% dari 11.265 pasien pada tahun 2021 menjadi 13.998 pasien pada tahun 2022. Kunjungan rata-rata pasien IGD di RSUD Mampang Prapatan pada tahun 2021 sebanyak 1.167 pasien per bulan dan rata-rata 38 pasien per hari. Data kunjungan pasien IGD per bulan pada tahun 2021 seperti tertera pada Gambar 5.2. Gambar 5.2. Grafik Kunjungan IGD RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022 (Sumber: Laporan Rekam Medis RSUD Mampang Prapatan, 2022) Pada tahun 2022 jumlah kunjungan pasien tertinggi di IGD RSUD Mampang Prapatan pada bulan Oktober sebanyak 1.469 pasien, kemudian pada bulan November mengalami penurunan sebanyak 4,70 % dari 1.469 pada bulan Oktober menjadi 1.403 pada bulan November 2022. Peningkatan jumlah pasien di IGD pada bulan Oktober 2022 dikarenakan meningkatnya jumlah pasien Covid-19. Pasien datang ke IGD dengan gejala sesak nafas dan sebagian pasien dengan kondisi kritis. Jumlah kunjungan pada bulan Desember 2022 mengalami penurunan hingga - 5.000 10.000 15.000 2020 2021 2022 Jml Kunjungan IGD 13.045 11.265 13.998 1126 1146 831 854 972 1051 1174 1291 1433 1469 1403 1248 Kunjungan IGD Tahun 2022
72 mencapai 12,42% dari 1.403 pasien pada bulan November menjadi 1.248 pasien pada bulan Desember 2022. Hal ini dikarenakan kasus Covid-19 mulai menurun. Sepuluh besar penyakit pada Instalasi Gawat Darurat RSUD Mampang Prapatan pada tahun 2022 dapat dilihat pada Gambar 5.3. Gambar 5.3 Grafik Sepuluh Besar Penyakit pada Instalasi Gawat Darurat RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022 (Sumber : Data laporan tahunan Instalasi Gawat Darurat, 2022) Penyakit Fever merupakan penyakit yang mendominasi kunjungan di IGD RSUD Mampang Prapatan tahun 2022 dengan jumlah 3.280 pasien, disusul Dyspepsia sebanyak 3.107 pasien, Acute upper respiratory infection 2.409 pasien, Covid-19 2.204 pasien, Gastroenteritis 451 pasien, Asthma 476 pasien, Nausea and vomiting 352 pasien, Acute pharyngitis 312 pasien, Other unspecified gastroenteritis and colitis of infectious origin 281 pasien, dan Essential (primary) hypertension 279 pasien. 5.4.1.2. RAWAT JALAN Instalasi Rawat Jalan RSUD Mampang Prapatan menyediakan pelayanan kesehatan dari dokter-dokter spesialis dan pelayanan terintegrasi lainnya. Rawat Jalan di RSUD Mampang Prapatan pada tahun 2022 terdiri dari 9 (Sembilan) poli dokter spesialis dan 6 (Enam) poli non spesialis. Tabel 5.4. Jenis Pelayanan dan SDM Unit Rawat Jalan RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022 No. Nama Klinik Jumlah SDM Dokter Spesialis Dokter Umum/Gigi Perawat Poli Dokter Spesialis 1 Poli Obgyn 3 Orang - 2 Orang 2 Poli Anak 2 Orang - 2 Orang 3 Poli Penyakit Dalam 3 Orang - 3 Orang 4 Poli Bedah 1 Orang - 1 Orang
73 No. Nama Klinik Jumlah SDM Dokter Spesialis Dokter Umum/Gigi Perawat 5 Poli THT 1 Orang - 1 Orang 6 Poli Saraf 1 Orang - 1 Orang 7 Poli Paru 1 Orang - 1 Orang 8 Poli Rehabilitasi Medik 1 Orang - 1 Orang 9 Poli Gigi Spesialis 1 Orang - 1 Orang Poli Non Spesialis 1 Poli Gigi - 2 Orang 1 Orang 2 Poli Fisioterapi 2 Orang Fisioterapis 3 Poli Gizi - - 2 Orang 4 Poli TB DOT - 1 Orang 1 Orang 5 Poli Pelangi (PDP) - 1 Orang 1 Orang 6 Poli MCU (Medical Check Up) - 1 Orang 1 Orang (Sumber : Data Laporan Tahunan Unit Rawat Jalan, 2022) Data kunjungan pasien rawat jalan di RSUD Mampang Prapatan dari tahun 2020 s/d 2022 dapat dilihat pada Tabel 5.5. Tabel 5.5. Data Kunjungan Pasien Rawat Jalan RSUD Mampang Prapatan tahun 2020 s/d 2022 No. Pelayanan Tahun 2022 Tahun 2021 Tahun 2022 1 Poli Obgyn 3.178 3.949 4.406 2 Poli Anak 2.808 2.885 4.194 3 Poli Penyakit Dalam 5.986 7.694 9.611 4 Poli Bedah 2.583 3.045 3.121 5 Poli THT 1.228 2.225 2.653 6 Poli Saraf 3.909 4.806 6.280 7 Poli Paru 1.928 1.946 2.311 8 Poli Rehabilitasi Medik 986 933 1.136 9 Poli Gigi Spesialis 404 1.280 1.228 10 Poli Gigi 396 380 602 11 Poli Fisioterapi 4.536 4.359 5.411 12 Poli Gizi 33 30 45 13 TB DOT 2.439 1.434 1.723 14 Poli Pelangi (PDP) 414 471 596 15 Poli MCU 2.036 1.516 2.495 JUMLAH 32.864 36.953 45.812 (Sumber : Laporan Rekam Medis, 2022)
74 Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui data kunjungan pasien rawat jalan tahun pada tahun 2022 mengalami kenaikan sebesar 19,34% dari 36.953 pasien pada tahun 2021 menjadi 45.812 pada tahun 2022. Rata-rata jumlah kunjungan pada tahun 2022 meningkat, semua poli mengalami peningkatan jumlah kunjungan. Kenaikan jumlah kunjungan di rawat jalan tersebut diantaranya karena pada bulan September 2021 RSUD Mampang Prapatan mendapatkan hibah gedung eks kantor pajak yang terletak di depan jalan raya dan pada bulan April 2022 rawat jalan pindah ke gedung baru. Lokasi yang strategis, di depan jalan raya ini menambah minat masyarakat untuk berobat ke RSUD Mampang Prapatan. Data sepuluh besar penyakit di Rawat Jalan pada tahun 2022 dapat dilihat pada Gambar 5.4 berikut ini : Gambar 5.4. Grafik Sepuluh Besar Penyakit Rawat Jalan RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022 (Sumber : Laporan Tahunan Rawat Jalan RSUD Mampang Prapatan, 2022) Jumlah penyakit terbanyak pada Unit Rawat jalan RSUD Mampang Prapatan tahun 2022 adalah Essential (primary) hypertension sebanyak 418 pasien. Penyakit terbanyak kedua adalah Gangraen Pulpa sebanyak 390 pasien dan penyakit terbanyak ketiga adalah Low back pain sebanyak 354 pasien. 5.4.1.3. RAWAT INAP Rawat Inap merupakan unit pelayanan non struktural yang menyediakan fasilitas dan menyelenggarakan kegiatan pelayanan rawat inap. Pelayanan rawat inap adalah pelayanan terhadap pasien masuk rumah sakit yang menempati tempat tidur perawatan untuk keperluan observasi, diagnosa, terapi, atau pelayanan medik lainnya.
75 Gambar 5.5. Grafik Jumlah Pasien Rawat Inap RSUD Mampang Prapatan Tahun 2020 s/d 2022 (Sumber : Laporan Tahunan Rekam Medis , 2022) Berdasarkan Gambar 5.5. dapat dilihat bahwa jumlah pasien Rawat Inap di RSUD Mampang Prapatan pada tahun 2022 mengalami kenaikan sebesar 13,49% dari 3.539 pasien pada tahun 2021 menjadi 4.091 pasien pada tahun 2022. Adapun jumlah kunjungan per ruangan Rawat Inap dalam kurun waktu tiga tahun dari tahun 2020 s/d 2022 dapat dilihat pada Tabel 5.6. Tabel 5.6 Jumlah Kunjungan Rawat Inap Per Ruangan Tahun 2020 s/d 2022 Ruang Ranap Tahun 2020 Tahun 2021 Tahun 2022 Melati (RB) 769 965 1.005 Cempaka (Dewasa) 520 513 673 Lily (Anak) 413 432 766 Perina 284 530 451 Hcu 53 11 75 Isolasi 96 544 624 Bayi 356 544 497 JUMLAH 2.491 3.539 4.091 (Sumber : Laporan Tahunan Rekam Medis , 2022) Laporan jumlah kunjungan pasien Rawat Inap di RSUD Mampang Prapatan dibagi menjadi dua kategori yaitu jumlah kunjungan pasien rawat inap berdasarkan jenis kelamin dan berdasarkan jenis pembiayaan. 1) Jumlah Kunjungan Pasien Rawat Inap Berdasarkan Jenis Kelamin 0 1000 2000 3000 4000 5000 2020 2021 2022 JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT INAP 2491 3539 4.091
76 Gambar 5.5. Grafik Jumlah Kunjungan Pasien Rawat Inap Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2020-2022 (Sumber : Laporan Tahunan Rekam Medis , 2022) Jumlah kunjungan pasien rawat inap dari tahun 2020 s/d 2022 mayoritas dari jenis kelamin perempuan. Pada tahun 2022 jumlah pasien dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 2.502 pasien (61,16%) dan lakilaki sebanyak 1.589 pasien (38,84%). 2) Jumlah Kunjungan Pasien Rawat Inap Berdasarkan Jenis Pembiayaan Gambar 5.6. Grafik Jumlah Kunjungan Pasien Rawat Inap Berdasarkan Jenis Pembiayaan Tahun 2020-2022 (Sumber : Laporan Tahunan Rekam Medis , 2022) Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa kunjungan pasien BPJS pada rawat inap RSUD Mampang Prapatan dari tahun 2020 s/d 2022 mendominasi jumlah kunjungan. Pada tahun 2022 jumlah pasien BPJS sebanyak 4.007 pasien (97,95%) dan pasien umum sebanyak 84 pasien (2,05%).
77 Gambar 5.7. Grafik Data Sepuluh Besar Penyakit Rawat Inap RSUD Mampang Prapatan Tahun 2022 (Sumber : Laporan Tahunan Rekam Medis, 2022) Jumlah penyakit terbanyak pada Unit Rawat Inap RSUD Mampang Prapatan tahun 2022 adalah Suspected Covid-19 sebanyak 286 pasien. Penyakit dengan Dengue Fever merupakan penyakit terbanyak kedua sebanyak 273 pasien, Bronchopneumonia sebanyak 153 pasien menjadi penyakit terbanyak ketiga, GEA penyakit terbanyak keempat yang mencapai 123 pasien. Indikator rawat inap RSUD Mampang Prapatan antara lain BOR, LOS, TOI, BTO, NDR dan GDR, dapat dilihat pada gambar berikut ini : Gambar 5.8. Grafik BOR Rawat Inap RSUD Mampang Prapatan Tahun 2020 s/d 2022 (Sumber : Laporan Tahunan Rekam Medis, 2022) Berdasarkan data diatas pada diagram dapat disimpulkan bahwa BOR RSUD Mampang Prapatan pada tahun 2020-2022 telah mengalami peningkatan menjadi 69% pada tahun 2022. Nilai parameter BOR yang ideal adalah antara 60-85% (Depkes RI, 2005). Jadi BOR RSUD Mampang Prapatan sudah mencapai angka ideal, hal ini karena pasien rawat inap yang semakin meningkat.
78 Gambar 5.9. Grafik LOS, TOI, BTO Rawat Inap RSUD Mampang Prapatan Tahun 2020 s/d 2022 (Sumber : Laporan Tahunan Rekam Medis, 2022) AVLOS (Average Length of Stay = Rata-rata lamanya pasien dirawat) menurut Depkes RI (2005) adalah rata-rata lama rawat seorang pasien. Secara umum nilai AVLOS yang ideal antara 6-9 hari (Depkes, 2005). Pada Tahun 2020-2022 AVLOS RSUD Mampang Prapatan mengalami penurunan yaitu 2 hari pada tahun 2022 yang berarti belum mencapai angka ideal. Hal ini dapat terjadi karena salah satu faktornya penyakit yang diderita pasien masih bisa ditangani dalam waktu yang tidak terlalu lama selain itu ada juga pasien yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit yang memiliki sarana dan prasarana yang lebih lengkap. Dari aspek medis, semakin lama angka AvLOS maka bisa menunjukan kinerja kualitas medis yang kurang baik karena pasien sembuhnya lama. Dari aspek ekonomis, semakin lama nilai AvLOS berarti semakin tinggi biaya yang nantinya harus dibayar oleh pasien kepada pihak rumah sakit. Jadi diperlukan adanya keseimbangan antara sudut pandang medis dan ekonomis untuk menentukan nilai AvLOS yang ideal. TOI (Turn Over Interval = Tenggang perputaran) menurut Depkes RI (2005) adalah rata-rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati dari telah diisi ke saat terisi berikutnya. Indikator ini memberikan gambaran tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur. Idealnya tempat tidur kosong tidak terisi pada kisaran 1-3 hari. Pada Tahun 2020-2022 TOI RSUD Mampang Prapatan mengalami penurunan yaitu 1 hari pada tahun 2022 yang berarti telah mencapai angka ideal. BTO (Bed Turn Over = Angka perputaran tempat tidur) menurut Huffman (1994) adalah …the net effect of changed in occupancy rate and length of stay. BTO menurut Depkes RI (2005) adalah frekuensi pemakaian tempat tidur pada satu periode, berapa kali tempat tidur dipakai dalam satu
79 satuan waktu tertentu. Idealnya dalam satu tahun, satu tempat tidur rata-rata dipakai 40-50 kali. Pada Tahun 2020-2022 BTO RSUD Mampang Prapatan mengalami peningkatan yaitu dari tahun 2021 65 permil dan tahun 2022 mencapai 80 permil yaitu 80 kali yang berarti satu tempat tidur rata-rata dipakai 80 kali dalam setahun. Gambar 5.10. Grafik NDR dan GDR RSUD Mampang Prapatan Tahun 2020 s/d 2022 (Sumber : Laporan Tahunan Rekam Medis, 2022) NDR (Net Death Rate) adalah angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar (Depkes RI. 2005). Pada Tahun 2022 NDR RSUD Mampang Prapatan sebanyak 3 permil yang berarti terdapat 9 pasien yang meninggal > 48 jam atau 1 permil. Nilai NDR yang dianggap masih dapat ditolerir adalah kurang dari 25 per 1000 (Kementerian Kesehatan 2011). GDR (Gross Death Rate) adalah angka kematian umum untuk setiap 1000 penderita keluar (Depkes RI. 2005). Pada Tahun 2022 GDR RSUD Mampang Prapatan sebanyak 9 permil yang berarti kematian keseluruhan ada 34 pasien dari 1000 penderita yang keluar dari rumah sakit. Nilai GDR seyogyanya tidak lebih dari 45 per 1000 penderita keluar (Kementerian Kesehatan 2011). 5.4.1.4. KAMAR OPERASI Kamar operasi adalah bagian dari sebuah pelayanan rumah sakit yang diperlukan untuk memberikan sarana dan prasarana tindakan bedah. Sebuah rumah sakit memerlukan kamar operasi sebagai salah satu syarat berdirinya rumah sakit. Kamar operasi berguna untuk tempat dilakukannya tindakan bedah khususnya operasi, baik bedah obstetric dan ginekologi maupun bedah umum.
80 Ada banyak tim di kamar operasi, antara lain dokter bedah, dokter anestesi dan perawat. Kesemuanya tidak dapat bekerja sendiri-sendiri namun merupakan kesatuan tim dengan tugas sendiri-sendiri. Jumlah kunjungan pasien di kamar operasi dari tahun 2020 s/d 2022 sebagai berikut : Gambar 5.11. Grafik Jumlah Kunjungan Pasien di Kamar Operasi Tahun 2020 s/d 2022 (Sumber : Laporan Rekam Medis, 2022) Jumlah kunjungan pasien di kamar operasi pada tahun 2022 mengalami penurunan sebesar 34,86% dari 971 pasien menjadi 720 pasien pada tahun 2022. Penurunan ini cukup signifikan diantaranya dikarenakan tidak diberlakukan lagi remunerasi dokter spesialis di RSUD Mampang Prapatan. Pergub 222 tahun 2016 tentang Pedoman Pemberian Remunerasi Bagi Pegawai Rumah Sakit dicabut, sehingga RSUD Mampang Prapatan tidak berani memberlakukan remunerasi dokter spesialis karena belum memiliki payung hukum. Dengan remunerasi dokter dibayar per tindakan sedangkan kalau tidak remunerasi dokter dibayar per kedatangan. Data kunjungan pasien di kamar operasi berdasarkan jenis pembayaran pada tahun 2022 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Tabel 5.7. Data Kunjungan Pasien di Kamar Operasi Berdasarkan Jenis Pembayaran Tahun 2022 BULAN BPJS UMUM Total JANUARI 61 0 61 FEBRUARI 36 0 36 MARET 71 2 73 APRIL 57 1 58 MEI 62 1 63 JUNI 52 2 54 JULI 61 0 61 AGUSTUS 71 0 71 SEPTEMBER 62 1 63 OKTOBER 62 0 62 NOVEMBER 58 1 59 DESEMBER 60 0 60 TOTAL 713 8 721 (Sumber : Laporan Tahunan Kamar Operasi, 2022) 401 971 720 0 500 1000 1500 2020 2021 2022 JUMLAH PASIEN OK
81 Berdasarkan tabel di atas di dapat diketahui bahwa jumlah pasien di kamar operasi mayoritas merupakan pasien BPJS sebanyak 713 pasien, pasien umum sebanyak 8 (Delapan) orang. Gambar 5.12. Grafik Tindakan di Kamar Operasi Berdasarkan Jenis Operasi Tahun 2022 (Sumber : Laporan Tahunan Kamar Operasi, 2022) Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui bahwa pada tahun 2022 terdapat 18 jenis tindakan di kamar operasi dengan total 721 pasien. Tindakan terbanyak adalah SC sebanyak 317 pasien, tindakan terbanyak kedua kuret sebanyak 137 pasien dan ketiga Eksisi sebanyak 113 pasien. 5.4.2. PELAYANAN PENUNJANG Pelayanan penunjang terdiri dari pelayanan penunjang medis dan pelayanan penunjang non medis. Salah satu upaya pelayanan kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanan adalah dengan menciptakan pelayanan yang cepat, tepat, dan akurat, baik dalam pelayanan medis maupun nonmedis. Peran Penunjang Medis dalam peningkatan mutu pelayanan ini mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 340/MENKES/PER/III/2010. Menurut peraturan tersebut, penunjang medis adalah suatu peralatan yang dimiliki Rumah Sakit dimana harus memenuhi standar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Jenis pelayanan penunjang medis antara lain Instalasi Farmasi, Rekam Medis dan Loket Pendaftaran, Laboratorium, Radiologi, Fisioterapi dan Instalasi Gizi. Pelayanan penunjang non medis diantaranya yaitu : Laundry, CSSD, Teknik Elektromedik, Kesehatan Lingkungan, K3 RS, dan Kamar Jenazah. 5.4.2.1. INSTALASI FARMASI Instalasi Farmasi RSUD Mampang Prapatan sebagai suatu unit yang sepenuhnya berfungsi sebagai penyelenggara perbekalan farmasi dan pelayanan farmasi klinis di rumah sakit tersebut diharapkan dapat menjamin pemerataan
82 kelangsungan pelayanan kesehatan melalui obat-obatan dan bahan medis habis pakai yang cukup. Jumlah penerimaan resep di Instalasi Farmasi dari tahun 2020 sampai 2022 sebagai berikut : Tabel 5.8. Jumlah Penerimaan Resep di Instalasi Farmasi RSUD Mampang Prapatan Tahun 2020 s/d 2022 No BULAN TAHUN 2020 2021 2022 1 JANUARI 4.862 8.162 4.417 2 FEBRUARI 4.708 8.573 3.386 3 MARET 4.791 8.854 3.936 4 APRIL 2.491 5.681 3.752 5 MEI 2.219 4.434 3.557 6 JUNI 2.399 4.744 4.339 7 JULI 2.652 5.031 4.607 8 AGUSTUS 2.788 6.179 5.270 9 SEPTEMBER 2.798 6.225 5.701 10 OKTOBER 2.804 6.674 5.664 11 NOVEMBER 2.940 6.537 5.595 12 DESEMBER 2.716 6.841 5.580 JUMLAH 38.168 77.935 55.804 (Sumber : Laporan Tahunan Instalasi Farmasi, 2022) Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa penerimaan resep pada tahun 2022 mengalami penurunan sebesar 39,66% dari 77.935 resep pada tahun 2021 menjadi 55.804 resep pada tahun 2022. Penurunan ini dikarenakan adanya penurunan kasus Covid-19, selain itu tidak semua pasien yang berobat ke rawat jalan maupun ke klinik MCU diberikan resep obat. Gambar 5.13. Grafik Ketersediaan Obat sesuai Formularium Nasional Tahun 2022 (Sumber : Laporan Tahunan Instalasi Farmasi, 2022) 98% 97% 98% 99% 99% 98% 98% 98% 98% 97% 98% 98% 96% 97% 97% 98% 98% 99% 99%