1 Cover depan
2 DAFTAR INOVASI Kata Pengantar ........................................................................... 3 1. Inovasi Goman ........................................................................... 4 2. Inovasi Bala Sakti........................................................................ 11 3. Inovasi Panorama .......................................................................24 4. Inovasi Montera.........................................................................32 5. Inovasi Mondalika .......................................................................39 6. Inovasi Pinter Nabung .................................................................46 7. Inovasi Petik Gitar .....................................................................54 8. Inovasi Talk to me ..................................................................... 61 9. Inovasi Berandaku.......................................................................68 10. Inovasi Si Peka .........................................................................75 11. Inovasi Adah .............................................................................83 12. Inovasi Si Taruna ..................................................................... 90 13. Inovasi MBKM Riset ..................................................................99 14. Inovasi Tumbas UMKM............................................................... 111 15. Inovasi Berkawan TKD............................................................... 121 16. Inovasi Bluder Jateng .............................................................. 130 17. Inovasi Macapat ...................................................................... 135 18. Inovasi Klik Asik Pemda............................................................ 143 19. Inovasi Desa Beraksi................................................................. 153 20. Inovasi Sipami ....................................................................... 163 21. Inovasi Salam ..........................................................................170 22. Inovasi Lawang Sewu................................................................ 177 23. Inovasi Qresna ....................................................................... 185 24. Inovasi Pedati........................................................................ 193 25. Inovasi Pesan Bunda................................................................202 26. Inovasi PDRB.......................................................................... 211 27. Inovasi Macro ........................................................................ 218 28. Inovasi Paper IKPA.................................................................225 29. Inovasi Ngopi Page .................................................................232 30. Inovasi Go KKP .....................................................................239 31. Inovasi Jumiarsih ....................................................................246
3 Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan YME atas berkah dan hidayahnya, kami dapat mengembangkan sejumlah inovasi yang terangkum dalam Daftar Inovasi Layanan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023. Inovasi menggambarkan bagaimana spirit organisasi untuk terus belajar dalam meningkatkan nilai dan memperkuat eksistensinya. Oleh karena itu, inovasi sangat penting dan menjadi ruh bagi organisasi, agar tetap hidup dan terus tumbuh berkembang beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan perkembangan kebutuhan masyarakat. Sesuai Nota Dinas Sekretaris Ditjen Perbendaharaaan Nomor ND-4620/PB/2022 tanggal 28 Desember 2022 hal Identifikasi Inovasi di Lingkungan Kantor Vertikal Direktorat Jenderal Perbendahaan, inovasi didefinisikan sebagai gagasan kreatif pegawai baik secara individu atau kelompok yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah dan/atau perbaikan metode dan proses kerja yang telah diimplementasikan dan memberikan manfaat bagi pemangku kepentingan dan/atau organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu inovasi mesti memenuhi kriteria kebaruan, efektif, bermanfaat, dapat ditransfer atau direplikasi dan berkelanjutan. Sejalan dengan Nota Dinas di atas, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah telah mengembangkan setidaknya 30 inovasi pada tahun 2023, baik yang benar-benar baru dibuat maupun hasil pengembangan dan pembaharuan dari inovasi tahun-tahun sebelumnya. Sebagian besar inovasi tersebut memberikan manfaat bagi stakeholder eksternal dan penerima layanan Kanwil, sementara 6 inovasi mendukung pelayanan internal organisasi. Tentu dalam implementasinya, kami terus melakukan monitoring dan evaluasi dan penyelesaian masalah atas manfaat dan dampak inovasi dalam mendukung operasionalisasi di lapangan. Kritik dan saran dari semua stakeholder sangat kami harapkan sebagai umpan balik guna penyempurnaan dan pengembangan selanjutnya agar inovasi-inovasi tersebut benar-benar memberikan manfaat dan memenuhi kebutuhan bahkan melebihi harapan stakeholder. Semoga inovasi-inovasi kami dapat terus memberikan manfaat dan menginspirasi untuk lahirnya inovasi baru yang lebih baik. Aamiin. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah Ditandatangani secara elektronik M U H D I
4 Cover Goman
5 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIAKEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAHNOMOR: KEP-59/WPB.14/2023 TENTANG PENETAPAN INOVASI ABSEN GO MAN (GO MANUAL) Pengisian Daftar Hadir Manual Secara Insidentil KEPALA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAANPROVINSI JAWA TENGAH, Menimbang : a. bahwa dalam rangka menjaga integritas dan kedisiplinan kehadiran pegawai pada jam kerja; b. bahwa dalam rangka mematuhi kode etik dan disiplin pegawai sesuai ketentuan; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b perlu menetapkan Keputusan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perebendaharaan Provinsi Jawa Tengah tentang Inovasi Absen GO MAN (Pengisian Daftar Hadir Manual Secara Insidentil ). Mengingat : 1. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 262/PMK.01/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMK.01/2018 tentang Kode Etik dan Kode Perilaku PNS di Lingkungan Kementerian Keuangan; 3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 221/PMK.01/2021 tentang Hari dan Jam Kerja serta Penegakan Disiplin Berkaitan dengan Pembayaran Tunjangan Pegawai di Lingkungan Kementerian Keuangan; 4. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 429/KMK.01/2022 tentang Penguatan Budaya di Lingkungan Kementerian Keuangan. Memperhatikan : 1. Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Nomor S1537/SJ/2017 tanggal 20 Juni 2017 tentang Persetujuan Standar Operasional Prosedur (SOP) di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 2. Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Nomor S3022/SJ/2017 tanggal 14 Desember 2017 tentang Persetujuan Standar Operasional Prosedur (SOP) Kantor Wilayah pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAH TENTANG PENETAPAN INOVASI ABSEN GO MAN (GO MANUAL) Pengisian Daftar Hadir Manual Secara Insidentil
6 PERTAMA : INOVASI ABSEN GO MAN (GO MANUAL) Pengisian Daftar Hadir Manual Secara Insidentil merupakan inovasi terkait pelaksanaan presensi pegawai yang melaksanakan Work at Office (WAO) secara manual dan mendadak (insidentil) berdasarkan instruksi Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah. Inovasi Absen GO MAN ini merupakan penyempurnaan atas inovasi Absensi GO MAN yang telah ditetapkan dengan Nota Dinas Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah Nomor ND1185/WPB.14/2021 tanggal 29 September 2021. KEDUA : Sebagai pedoman dalam pelaksanaan Absen GO MAN berjalan dengan baik dan lancar telah disusun Standar Operasional Prosedur (SOP) ABSEN GO MAN sebagaimana ditetapkan dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi JawaTengah ini. KETIGA : Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya. Salinan Keputusan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan. Ditetapkan di Semarang pada tanggal 13 Maret 2023 KEPALA KANTOR WILAYAH, Ditandatangani secara elektronik M U H D I
7 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIADIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAANPROVINSI JAWA TENGAH Standar Operational Prosedur ABSEN GO MAN (GO MANUAL) Pengisian Daftar Hadir Manual Secara Insidentil No. SOP Tanggal Penetapan Tanggal Revisi: Revisi Ke 1. Deskripsi Merupakan SOP yang menggambarkan proses pelaksanaan presensi pegawai yang melaksanakan Work at Office (WAO) secara manual dan mendadak (insidentil) berdasarkan instruksi Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah. 2. Dasar Hukum a. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 262/PMK.01/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; b. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMK.01/2018 tentang Kode Etik dan Kode Perilaku PNS di Lingkungan Kementerian Keuangan; c. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 221/PMK.01/2021 tentang Hari dan Jam Kerja serta Penegakan Disiplin Berkaitan dengan Pembayaran Tunjangan Pegawai di Lingkungan Kementerian Keuangan; d. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 429/KMK.01/2022 tentang Penguatan Budaya di Lingkungan Kementerian Keuangan; 3. Ketertautan SOP ini memiliki ketertautan dengan SOP Pelaksanaan Pemantauan Terhadap Kepatuhan Kode Etik dan Disiplin Pegawai dengan Metode Desk Review dan Metode Inspeksi Mendadakdi Lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan. 4. Pihak Pihak yang Terlibat a. Kepala Kantor Wilayah b. Kepala Bidang SKKI c. Kepala Seksi Kepatuhan Internal d. Kasubag Kepegawaian e. Pelaksana Seksi Kepatuhan Internal f. Pelaksana Subag Kepegawaian g. Sekretaris Kepala Kanwil 5. Persyaratan dan Perlengkapan a. Daftar hadir pegawai yang masih kosong per Bidang/Bagian b. Pulpen c. Sound System/Pengeras Suara yang tersambung ke ruangan pegawai 6. Keluaran (output) Rekapitulasi Kehadiran Pegawai Insidentil 7. Jangka Waktu Penyelesaian Paling lambat 2 hari setelah absen Go Man dilaksakanan 8. Perhatian SOP ini bermanfaat bagi Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah dalam rangka menjaga integritasdan kedisiplinan kehadiran pegawai pada jam kerja sekaligus dapat digunakan untuk bahan/ data pembuatan laporan pemantauan kode etik dan disiplin pegawai.
8 Matriks Hasil RASCI Absen GO MAN (Pengisian Daftar Hadir Manual Secara Insidentil) Kepala Kanwil Kasubag Kepegawaian Sekretaris Kakanwil Kepala Seksi KI Pelaksana Subag Kepeg Pelaksana Seksi KI Kepala Bidang SKKI Menginstruksikan GO MAN atau pengisian Daftar Hadir Manual ke Kasubag Kepegawaian pada saat jam kerja kepada Kasubag Kepegawaian secara insidentil. R Menyiapkan daftar hadir pegawai per Bidang/Bagian Umum yang masih kosong dan pulpen di Lobby Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah R S Mengumumkan melalui pengeras suara kepada para pegawai untuk segera mengisi daftar hadir manualdi Lobby Kanwil dalam jangka waktu tertentu S R Mengawasi pelaksanaan absensi GO MAN R A C Menutup daftar hadir secara manual setelah batas waktu absensi selesai R Mengumpulkan daftar hadir yang telah diisi dan ditutup oleh Kepala Kanwil dan melakukan rekapitulasi Daftar Hadir Absen GO MANper Bidang/ Bagian dan menyampaikannya ke pelaksana Seksi KI S R Membuat konsep nota dinas Kepala Kanwil hal penyampaian Rekapitulasi Daftar Hadir GO MAN keBidang/Bagian C R Menerima dan memverifikasi konsep nota dinas Kepala Kanwil hal penyampaian Rekapitulasi Daftar Hadir GO MAN ke Bidang/Bagian R C Memeriksa dan meneliti konsep nota dinas penyampaian Rekapitulasi Daftar Hadir GO MAN I R
9 Menerima dan menandatangani nota dinas R I Penyampaian Rekapitulasi Daftar Hadir GO MAN 9. Prosedur Kerja a. Kepala Kanwil menginstruksikan GO MAN atau pengisian Daftar Hadir Manual ke Kasubag Kepegawaian pada saat jam kerja kepada Kasubag Kepegawaian secara insidentil. b. Kasubag Kepegawaian menyiapkan daftar hadir pegawai per Bidang/Bagian Umum yang masih kosong dan pulpen di Lobby Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah c. Sekretaris Kepala Kanwil mengumumkan melalui pengeras suara kepada para pegawai untuk segera mengisi daftar hadir manual di Lobby Kanwil dalam jangka waktu tertentu d. Kasubag kepegawaian mengawasi pelaksanaan absensi GO MAN e. Kepala Kanwil menutup daftar hadir secara manual setelah batas waktu absensi selesai f. Pelaksana Subag Kepegawaian mengumpulkan daftar hadir yang telah diisi dan ditutup oleh Kepala Kanwil dan melakukan rekapitulasi Daftar Hadir Absen GO MAN per Bidang/ Bagian dan menyampaikannya ke pelaksana Seksi KI g. Pelaksana Seksi KI membuat konsep nota dinas Kepala Kanwil hal penyampaian Rekapitulasi Daftar Hadir GO MAN ke Bidang/Bagian h. Kepala Seksi KI menerima dan memverifikasi konsep nota dinas Kepala Kanwil hal penyampaian Rekapitulasi Daftar Hadir GO MAN ke Bidang/Bagian i. Kepala Bidang SKKI memeriksa dan meneliti konsep nota dinas penyampaian Rekapitulasi Daftar Hadir GO MAN j. Kepala Kanwil menerima dan menandatangani nota dinas Penyampaian Rekapitulasi Daftar Hadir GO MAN Absen GO MAN (GO MANUAL) Pengisian Daftar Hadir Manual Secara Insidentil Kepala Kanwil Kasubag Kepeg Sekretaris Kakanwil Pelaksana Kepeg Pelaksana Seksi KI Kepala Seksi KI Kabid SKKI
10 Mulai menginstruksi kan GO MAN atau pengisian Daftar Hadir Manual mengumpulkan daftar hadir yang telah diisi dan ditutup oleh Kepala Kanwil dan melakukan rekapitulasi Daftar Hadir Absen GO MAN per Bidang/ Bagian memeriksa dan meneliti konsep nota dinas penyampaia n Rekapitulasi Daftar Hadir GO MAN menerima dan memverifikasi konsep nota dinas Kepala Kanwil hal penyampaian Rekapitulasi Daftar Hadir GO MAN ke Bidang/Bagian membuat konsep nota dinas Kepala Kanwil hal penyampaian Rekapitulasi Daftar Hadir GO MAN ke Bidang/Bagian mengumumkan melalui pengeras suara kepada para pegawai untuk segera mengisi daftar hadir manual di Lobby Kanwil dalam jangka waktu tertentu Selesai Daftar Hadir Kosong Per Bidang/Bagian Rekapitulasi Daftar Hadir Manual Per Bidang/Bagian Nota Dinas dan Rekapitulasi Daftar Hadir Manual Per Bidang /Bagian
11 Cover Bala Sakti KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIADIREKTORAT JENDERAL
12 PERBENDAHARAAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSIJAWA TENGAH KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAHNOMOR KEP-28/WPB.14/2023 TENTANG PEMBENTUKAN TIM BANTUAN LAYANAN SAKTI ( BALA SAKTI) PADA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2023 KEPALA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAANPROVINSI JAWA TENGAH, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan peran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Wilayah Provinsi Jawa Tengah sebagai instansi vertikal Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan dalam melaksanakan koordinasi,pembinaan, supervisi, asistensi, bimbingan teknis, dukungan teknis, monitoring, evaluasi, analisis, kajian, penyusunan laporan, dan pertanggungjawaban di bidang perbendaharaanterutama dalam mensukseskan implementasi Sakti secara penuh; b. bahwa dalam rangka menciptakan tata kelola pembagian Tugas dan koordinasi pelaksanaan bimbingan/pendampinganSakti agar lebih efektif dan responsif perlu dibentuk TimBantuan Layanan Sakti (Bala Sakti) pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b di atas perlu menetapkan Keputusan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah tentang Pembentukan Tim Bantuan Layanan Sakti (BALA Sakti) pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023. Mengingat : 1. Undang-undang nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 2. Undang-Undang nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun2013 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara; 4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 262/PMK.01/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 5. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor Per08/PB/2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Layanan Help, Answer, Improve Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 6. Surat Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor S- 51/PB/2021 tanggal 22 Februari 2021 hal PemberitahuanPelaksanaan Roll Out Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) Tahun 2021.
13 MEMUTUSKAN : Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAH TENTANG PEMBENTUKAN TIM BANTUAN LAYANAN SAKTI ( BALA SAKTI) PADA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2023. PERTAMA : Menunjuk pejabat/pegawai yang namanya tercantum dalam Lampiran I yang tidak terpisahkan dari Keputusan ini sebagai Tim Bantuan Layanan Sakti Pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023 dengan susunan keanggotaan sebagaimana terlampir. KEDUA : Tim sebagaimana dimaksud pada Diktum PERTAMAmempunyai tugas dan tanggung jawab sebagaimanatercantum pada Lampiran II yang tidak terpisahkan dari Keputusan ini. KETIGA : Segala biaya yang timbul akibat ditetapkan Keputusan ini dibebankan pada DIPA Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2023. KEEMPAT : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalamKeputusan ini akan dilakukan perbaikan sebagaimanamestinya. Salinan keputusan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah ini disampaikan kepada: 1. Direktur Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan 2. Yang bersangkutan untuk diketahui dan dipergunakan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Semarang pada tanggal 27 Januari 2023 KEPALA KANTOR WILAYAH DJPb PROVINSI JAWA TENGAH, Ditandatangani secara elektronik M U H D I
14 LAMPIRAN I KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR KEP28/WPB.14/2023 TENTANG PEMBENTUKAN TIM BANTUAN LAYANAN SAKTI (BALA SAKTI) PADA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2023 SUSUNAN KEANGGOTAAN TIM BANTUAN LAYANAN SAKTI ( BALA SAKTI) PADA KANTOR WILAYAHDIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2023 1. Pengarah : M U H D I 2. Koordinator : Jumiarsih Wakil Koordinator : Maskhuri 3. Administrator (Admin) : 1. Sucahyo 2. Yulida Anggriawan 3. Pengampu Modul Anggaran : 1. Nur Azizah 2. Slamet Hidayat 4. Pengampu Modul Komitmen : 1. Sutrisno 2. Nurfika Ardiana 5. Pengampu Modul Pembayaran : 1. Siam Budi Winarti 2. Sucahyo 6. Pengampu Modul Bendahara : 1. Sri Lestanti (Pengeluaran) 2. M. Khabibi 7. Pengampu Modul Bendahara : Mukti Endah L (Penerimaan) 8. Pengampu Modul GL : Ifni Chusnul K 9. Pengampu Modul Aset dan : 1. Werdha Candratrilaksita Persediaan 2. Mukti Endah L 10. Pengampu Modul Admin : Werdha Candratrilaksita Ditetapkan di Semarang pada tanggal 27 Januari 2023 KEPALA KANTOR WILAYAH DJPbPROVINSI JAWA TENGAH, Ditandatangani secara elektronik M U H D I
15 LAMPIRAN II KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSIJAWA TENGAH NOMOR KEP- 28/WPB.14/2023 TENTANG PEMBENTUKAN TIM BANTUAN LAYANAN SAKTI PADA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2023 TUGAS DAN TENGGUNGJAWAB TIM BANTUAN LAYANAN SAKTI ( BALA SAKTI) PADA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2023 No. Jabatan dalam Tim Tugas 1. Pengarah a. b. Memberi arahan perancangan, pembentukan, penyusunan alur kerja, pelaksanaan dan pertanggungjawaban Tim; Berkoordinasi dengan Direktorat SITP. 2. Koordinator a. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugasTim b. Memberikan dukungan teknis pelaksanaan bimbingan/pendampingan dan administrasi kegiatan; c. Memimpin rapat evaluasi pelaksanaan kegiatan TIM; d. Meneliti, menandatangani dan menyampaikan laporan monitoring dan evaluasi kepada Pengarah; 2. Wakil Koordinator a. Membantu Koordiantor dalam pemberian Dukungan teknis dan administrasi kegiatan; b. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan bimbingan/pendampingan Sakti; c. Menyusun bahan rapat evaluasi; d. Menyusun konsep laporan monitoringdan evaluasi pelaksanaan kegiatan Tim; 3. Administrator (Admin) a. Menerima dan mencatat permintaan bimbingan/pendampingan Sakti; b. Menyampaikan permintaan bimbingan Sakti ke koordinator Tim; c. Menyampaikan dan mendokumentasikan jawaban atas permintaan bimbingan/ pendampingan Sakti; d. Menatausahakan dan melaporkan permintaan/penyampaian jawaban bimbingan/pendampingan Sakti; 4. Pengampu Modul a. Meneliti, menganalisa dan memberikan jawaban/solusi atas pertanyaan satker kementerian/lembaga berkaitan denganaplikasi SAKTI sesuai pembagian modul; b. Berkoordinasi dengan tim SAKTI KPPN atau tim SAKTI Kantor Pusat; c. Melakukan pendampingan Sakti kepada Satuan Kerja;
16 d. Menyampaikan laporan bimbingan tekniske Satker kepada koordinator; Ditetapkan di Semarang pada tanggal 27 Januari 2023 KEPALA KANTOR WILAYAH DJPbPROVINSI JAWA TENGAH, Ditandatangani secara elektronik M U H D I
17 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIKINDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN KANTOR WILAYAH PROVINSI JAWA TENGAH STANDAR OPERATING PROSEDUR Pelayanan Bimbingan/Pendampingan Bantuan Layanan Sakti (Bala Sakti) Kanwil DJPb Provinsi Jateng No.SOP01/WPB.14/2023 Tanggal Penetapan: 27 Januari 2023 Tanggal Revisi: Revisi ke: A. DESKRIPSI Prosedur ini menguraikan proses penyampaian layanan cepat tanggap bimbingan/pendampingan via Bantuan Layanan Sakti (Bala Sakti) terkait Operasionalisasi SAKTI dari satuan kerja / kementerian/lembaga lingkup wilayah kerja Kanwil DJPb Propinsi Jawa Tengah. B. DASAR HUKUM 1. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 262/PMK.01/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Ditjen Perbendaharaan. 2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 178/PMK.05/2018 tentang Perubahan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMK.05/2012 tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 3. KeputusanDirekturJenderal Perbendaharaan Nomor 287/PB/2015 tentang Standar Operaional Prosedur Pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor Per-08/PB/2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Layanan Help, Answer, Improve Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 5. Surat Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor S-51/PB/2021 tanggal 22 Februari 2021 hal Pemberitahuan Pelaksanaan Roll Out Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) Tahun 2021. C. KETERTAUTAN SOP ini memiliki ketertautan dengan SOP Penyusunan Laporan Bimbingan/Pendampingan Bantuan Layanan Sakti (Bala Sakti) Kanwil DJPb Provinsi Jateng D. PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT 1. Kepala Kantor Wilayah 2. Kepala Bidang SKKI dan Bagian Umum 3. Kepala Seksi STA 4. Pelaksana Seksi STA 5. Pejabat Fungsional
18 6. Tim Bala Sakti E. PERSYARATAN DAN PERLENGKAPAN 1. Manual/Juknis Aplikasi SAKTI 2. Aplikasi SAKTI 3. Aplikasi MONSAKTI 4. Bahan/Data dari Aplikasi OMSPAN dan MonSAKTI F. KELUARAN Laporan harian pelaksanaan pemberian layanan bimbingan operasionalisasi SAKTI pada Satuan Kerja Kementerian/Lembaga dari Kasi STA kepada Kepala Bidang SKKI. G. JANGKA WAKTU PENYELESAIAN 1 hari setelah permintaan pendampingan/bimbingan. H. PERHATIAN SOP ini bermanfaat bagi Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah sebagai acuan hukum tentang tata cara penyelesaian permintaan Layanan Bimbingan/Pendampingan Operasionalisasi SAKTI pada Satuan Kerja Kementerian/Lembaga di lingkup Kanwil DJPb Propinsi Jawa Tengah. I. MATRIKS RASCI Analisa permasalahan KPPN lingkup Kanwil Jateng Kepala Bidang SKKI Kepala Seksi STA Pelaksana Seksi STA Tim Bala Sakti Kepala Bagian Umum Kepala Kanwil Menerima permintaan bimbingan/pendampingan via Bantuan Layanan Sakti (Bala Sakti) A R Menerima, Mencatat dan Menganalisa Permintaan Bimbingan/Pendampingan Operasionalisasi SAKTI A R Memberikan rekomendasi ke Tim untuk menjawab pertanyaan atau menugaskan Pendampingan Operasionalisasi SAKTI dalam Kota / Luar Kota A R S I Membuat surat tugas Pendampingan Operasionalisasi SAKTI dalam Kota / Luar Kota A R
19 Melaksanakan Pendampingan Operasionalisasi SAKTI dalam kota/luar kota I A R Mencatat/Menyusun Laporan Mingguan Pelaksanaan Pendampingan SAKTI A R Menyampaikan Laporan Analisa, Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Bimbingan/Pendampingan Operasionalisasi SAKTI Kepala Kepala Kanwil C A R S I J. PROSEDUR KERJA 1. FO/Admin Bala Sakti a. Menerima permintaan bimbingan/pendampingan via Bala Sakti terkait permasalahan Operasionalisasi SAKTI atau permasalahan lainnya dari satuan kerja kementerian/lembaga. b. Admin Bala Sakti menyampaikan form bimbingan untuk diisi oleh pemohon/satker c. Admin Bala Sakti menerima dan menyampaikan form permintaan bimbingan yang sudah diisi oleh satker dan memberi nomortiket. d. Menyampaikan Permintaan bimbingan/pendampingan/permasalahan kepada Tim Bala Sakti. 2. Kepala Bidang SKKI a. Menerima Permintaan Bimbingan/Pendampingan permasalahan Operasionalisasi SAKTI pada Satuan Kerja Kementerian/Lembaga dari admin. b. Menganalisa Permintaan Bimbingan/Pendampingan/permasalahan Operasionalisasi Aplikasi SAKTI pada Satuan Kerja Kementerian/Lembaga dari Admin Tim Bala Sakti apakah perlu pendampingan. c. Memutuskan untuk : 1) Memberikan rekomendasi kepada Tim Bala Sakti apabila permasalahan Operasionalisasi SAKTI dapat diselesaikan melalui WA/Telepon/FO 2) Memerintahkan kepada Kepala Seksi STA untuk menyusun Surat Tugas Sementara untuk Pendampingan (on the Spot) Operasionalisasi SAKTI Kepada Satuan Kerja 3. Tim Bala Sakti a. Menerima dan meneliti Permintaan Bimbingan/Pendampingan Operasionalisasi SAKTI pada Satuan Kerja Kementerian/Lembaga.
20 b. Mencatat dan menganalisa permasalahan atas Permintaaan bimbingan/pendampingan Operasionalisasi SAKTI pada Satuan Kerja Kementerian/Lembaga c. Menyampaikan : 1) Jawaban/solusi via admin Bala Sakti melalui Aplikasi Bala Sakti. 2) Permintaan Bimbingan/Pendampingan operasionalisasi (on spot) kepada Kepala Bidang SKKI bila permasalahannya memerlukan pendampingan (on the Spot) Operasionalisasi SAKTI. 3) Permintaan Bimbingan/Pendampingan dapat dilakukan secara on the spot, satker datang langsung ke kanwil dan atau dipandu melalui daring. 4. Kepala Seksi STA: a. Menerima Permintaan bimbingan/pendampingan operasionalisasi SAKTI on the spot dari Kepala Bidang SKKI untuk membuat Surat Tugas Sementara dan berkoordinasi dengan Kasubag Kepegawaian untuk pembuatan Surat Tugas atas permintaan bimbingan/pendampingan operasionalisasi SAKTI b. Mendisposisi dan menyampaikan Permintaan bimbingan/pendampingan operasionalisasi SAKTI kepada Pelaksana Seksi STA 5. Pelaksana Seksi STA: a. Menerima Permintaan bimbingan/pendampingan operasionalisasi SAKTI dari Kepala Seksi STA untuk membuat Surat TugasSementara b. Membuat Konsep Surat Tugas Sementara untuk Pendampingan Operasionalisasi Sakti (on the Spot) c. Menyampaikan konsep Surat Tugas Sementara untuk Pendampingan Operasionalisasi SAKTI (on the Spot) untuk satker beserta Permintaan/Bimbingan Operasionalisasi SAKTI (sebagai dokumen pendukung) kepada Seksi STA. 6. Kepala Seksi STA: a. Menerima konsep Surat Tugas Sementara untuk Pendampingan Operasionalisasi SAKTI (on The Spot) beserta dokumen pendukung dari Pelaksana Seksi STA; b. Meneliti dan memaraf konsep Surat Tugas Sementara untuk Pendampingan Operasionalisasi SAKTI (on Spot) beserta dokumen pendukung. c. Menyampaikan Konsep Surat Tugas Sementara untuk Pendampingan Operasionalisasi SAKTI (on Spot) satker beserta dokumen pendukung kepada Kepala Bidang SKKI 7. Kepala Bidang SKKI: a. Menerima konsep Surat Tugas Sementara untuk Pendampingan Operasionalisasi SAKTI (on the Spot) untuk Pendampingan Operasionalisasi SAKTI satker beserta dokumen pendukung dari Kepala Seksi STA; b. Memeriksa dan menganalisa : 1) menandatangani Surat Tugas Sementara untuk Pendampingan Operasionalisasi SAKTI (on The Spot) dalam kota dan menyampaikan kepada Tim Sakti dengan tembusan Kepala Bagian Umum; 2) Menyampaikan kepada Kanwil Surat Tugas Sementara untuk Pendampingan Operasionalisasi SAKTI (on The Spot) luar kota. 8. Kepala Kanwil a. Menerima dan meneliti Surat Tugas Sementara untuk Pendampingan Operasionalisasi SAKTI (on The Spot) luar kota beserta dokumen pendukung dari Kepala Bidang SKKI; b. Menyetujui untuk Pendampingan Operasionalisasi SAKTI (on The Spot) luar kota. c. Menyampaikan surat tugas untuk Pendampingan Operasionalisasi SAKTI (on The Spot) luar kota beserta dokumen pendukun
21 K. BAGAN ALUR INOVASI BALA SAKTI Disahkan oleh Kepala Kanwil Ditandatangani secara elektronik M U H D I
22 Judul Inovasi Bala Sakti Waktu mulai penerapan inovasi Februari 2022 Ringkasan Singkat (Summary) Inovasi Bala Sakti (Bantuan dan Layanan SAKTI merupakan inovasi yang berupa sebuah kanal penyampaian layanan konsultasi dalam rangka menyelesaikan permasalahan/kesulitan dalam rangka operasional layanan sakti. Inovasi ini merupakan pembaharuan atas Layanan Sosis QR (Solusi Sukes Implementasi Sakti Quick Response) tahun 2022. A Analisis Masalah (5%) 1. Apakah masalah yang dihadapi sebelum dilaksanakannya inovasi ini? Pada awal implementasi Aplikasi Sakti, masih banyak satker yang kesulitan mengoperasikan Aplikasi Sakti meskipun sudah dilakukan Bimtek, FGD dan konsultasi daring maupun luring sehingga realisasi bulan Januari dan awal Februari Tahun 2022 menjadi menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dalam rangka menjaga implementasi Sakti secara penuh pada tahun 2023 dan selanjutnya maka perlu adanya koordinasi, pembinaan, supervisi, asistensi, bimbingan teknis, dukungan teknis, monitoring dan evaluasi kepada satker lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah. Selain itu agar dapat diukur keberhasilannya perlu adanya penyusunan laporan, dan pertanggungjawaban atas implementasi inovasi tersebut. B Pendekatan Strategis (20%) 2. Siapa saja yang mengusulkan pemecahannya dan bagaimana inovasi ini telah memecahkan masalah tersebut? Kepala Kantor Wilayah DJPb Jawa Tengah menawarkan inovasi Bala Sakti sebagai pembaharuan inovasi Sosis Quick Response yang beranggotakan pegawai dari semua bidang yang berkompeten pada masing-masing modul Sakti. 3. Dalam hal apa inovasi ini kreatif dan inovatif? Implementasi Sakti pada satker lingkup Kanwil DJPb Jawa Tengah masih membutuhkan pendampingan secara yang intensif agar satker dapat segera melakukan realisasi anggaran sampai dengan pelaporan tanpa kendala. Inovasi ini dapat memberikan respon atas kesulitan yang dihadapi Satker secara cepat. C Pelaksanaan dan Penerapan (35%) 4. Bagaimana pelaksanaan inovasi? Inovasi Bala Sakti ( Bimbingan) dilaksanakan melalui aplikasi whatsapp yang dapat dimanfaatkan satker untuk bertanya langsung dengan mengisi form permintaan layanan konsultasi Bala Sakti dengan mengisi kode satker, nama satker, nama pegawai, no WA
23 pegawai dan modul yang ditanyakan kemudian mengisi pertanyaan yang akan diajukan ke WA admin Bala Sakti, admin Bala Sakti akan memberikan nomor tiket atas pertanyaan tersebut kemudian meneruskan ke group tim Bala Sakti Kanwil yang beranggotakan PIC tiap-tiap modul Sakti. PIC Sakti Kanwil akan menjawab sesuai modul melalui group tim Sosis kanwil yang akan diteruskan oleh admin ke satker yang bertanya. 5. Siapa saja pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan? Semua satker K/L lingkup Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah 6. Sumber daya apa saja yang digunakan untuk inovasi ini dan bagaimana sumber daya itu dimobilisasi? Pegawai yang berkompeten pada tiap-tiap modul, koordinator tim, aplikasi Bala Sakti dan flyer Sosis yang dipublikasi ke satker 7. Apa saja keluaran (output) yang paling berhasil? Peningkatan kompetensi satker terhadap aplikasi Sakti 8. Sistem apa yang diterapkan untuk memantau kemajuan dan mengevaluasi kegiatan? Laporan harian disampaikan oleh admin kepada koordinator tim Sosis yang kemudian di rekap menjadi laporan bulanan yang digunakan sebagai bahan evaluasi aplikasi Bala Sakti 9. Apa kendala utama yang dihadapi dan bagaimana kendala tersebut diatasi? PIC modul Sakti mempunyai pekerjaan rutin di bidangnya masing-masing namun tetap berusaha untuk menjawab pertanyaan satker disela-sela kesibukannya secara cepat. Koordinator Tim memantau pertanyaan yang belum direspon. D Dampak Sebelum dan Sesudah Inovasi 10. Apa saja manfaat utama yang dihasilkan inovasi ini? Peningkatan kinerja dan layanan kepada satker sehingga dapat mensukseskan implementasi Sakti secara penuh pada tahun 2022. 11. Apa bedanya sebelum dan sesudah inovasi? Sebelum inovasi ini diterbitkan terdapat satker yang mengalami kendala pada aplikasi Sakti tidak segera terselesaikan namun setelah ada inovasi Bala Sakti satker merasa terbantu apabila ada permasalahan terkait aplikasi sakti E Keberlanjutan 12. Apakah inovasi ini berkelanjutan dan direplikasi? Inovasi ini berkelanjutan sampai dengan sekarang 13. Apa saja pembelajaran yang dapat dipetik? Dengan bantuan dari Tim Bala Sakti maka permasalahan satker terkait aplikasi Sakti dapat terselesaikan, meningkatkan kemampuan satker dalam mengoperasionalkan aplikasi Sakti dan diharapkan dapat mendorong realisasi anggaran satker kementerian/lembaga sehingga secara tidak langsung dapat membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional.
24 Cover panorama
25 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR KEP- 51/WPB.14/2023 TENTANG PENYUSUNAN LAPORAN HASIL ANALISA PERMASALAHANKPPN (PANORAMA KPPN) LINGKUP KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAH KEPALA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAH Menimbang : a. bahwa dalam rangka memberikan rekomendasi kepada KPPN terkait permasalahanpermasalahan yang disampaikan oleh stakeholder melalui OMSPAN menu HAI- CSO; b. bahwa dengan ditetapkannya Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor Per08/PB/2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Layanan Help, Answer, Improve Direktorat Jenderal Perbendaharaan dipandang perlu untuk menetapkan Inovasi Standar Operasional Prosedur Analisa Permasalahan KPPN Lingkup Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b perlu menetapkan Keputusan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perebendaharaan Provinsi Jawa Tengah; Mengingat : 1. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 262/PMK.01/2016 tentang Struktur Organisasi dan Tugas Fungsi Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 30); 2. Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor 287/PB/2015 tentang Standar Operaional Prosedur Pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAH TENTANG INOVASI PENYUSUNAN LAPORAN HASIL ANALISA PERMASALAHAN KPPN (PANORAMA KPPN) LINGKUP KANWIL DJPb PROVINSI JAWA TENGAH PERTAMA : Penyusunan Laporan Hasil Analisa Permasalahan KPPN (Panorama KPPN) Lingkup Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah merupakan inovasi yang bermanfaat bagi Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah sebagai acuan hukum tentang tata cara penyusunan Laporan Hasil Analisa Permasalahan KPPN di lingkup Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah dan dapat memberikan rekomendasi kepada KPPN untuk berupaya memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang disampaikan oleh stakeholder berdasarkan data dari custom query HAICSO. KEDUA : Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyusunan Laporan Hasil Analisa Permasalahan KPPN (Panorama KPPN) Lingkup Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah adalah sebagaimana ditetapkan dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah ini;
26 KETIGA : Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila ternyata dikemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan sebagaimanamestinya. Keputusan ini disampaikan kepada : 1. Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 2. Direktur Sistem Perbendaharaan. Ditetapkan di Semarang Pada tanggal 01 Maret 2023 KEPALA KANTOR WILAYAH DJPb PROVINSI JAWA TENGAH Ditandatangani secara elektronik M U H D I
27 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAANKANTOR WILAYAH PROVINSI JAWA TENGAH STANDAR OPERATING PROSEDUR Penyusunan Laporan Hasil Analisa Permasalahan KPPN (PANORAMA KPPN) Lingkup Kanwil Jateng No.SOP- /WPB.14/2023 Tanggal Penetapan : 19-08-2021 Tanggal Revisi : 1 Maret 2023 1. DESKRIPSI Prosedur ini menguraikan proses penyusunan Laporan Hasil Analisa Permasalahan KPPN (Panorama KPPN) di lingkup Kanwil DJPb Propinsi JawaTengah berdasarkan data dari custom query HAICSO. 2. DASAR HUKUM 1) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 262/PMK.01/2016 tentang Organisasi dan Tata KerjaInstansi Vertikal Ditjen Perbendaharaan. 2) Keputusan DirekturJenderal Perbendaharaan Nomor 287/PB/2015 tentang Standar Operaional Prosedur Pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 3) Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor Per-08/PB/2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Layanan Help, Answer, Improve Direktorat Jenderal Perbendaharaan 3. KETERTAUTAN SOP ini memiliki ketertautan sengan SOP Penyusunan Laporan Layanan Customer Service Officer (CSO). 4. PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT 1) Kepala Bidang SKKI 2) Kepala KPPN 3) Kepala Seksi STA 4) Pelaksana Seksi STA 5. PERSYARATAN DAN PERLENGKAPAN 1) Aplikasi OMSPAN 6. KELUARAN 1) Laporan Hasil Analisa Permasalahan KPPN 7. JANGKA WAKTU PENYELESAIAN 10 hari kerja setelah triwulan berkenaan. 8. PERHATIAN SOP ini bermanfaat bagi Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah sebagai acuan hukum tentang tata cara penyusunan Laporan Hasil Analisa Permasalahan KPPN di
28 lingkup Kanwil DJPb Propinsi Jawa Tengah berdasarkan data dari custom query HAICSO. 9. MATRIKS RASCI Analisa permasalahan KPPN lingkup Kanwil Jateng Kepala Bidang SKKI Kepala Seksi STA Pelaksana Seksi STA Kepala KPPN Menyiapkan bahan analisa permasalahan KPPN berdasarkan data dari OMSPAN cq custom query HAICSO. R A Melakukan analisa permasalahan KPPN berdasarkan daftar subjek/topik permasalahan dan menyusun konsep hasil analisa. C A Menyusun Laporan Hasil Analisa Permasalahan. R A Menyampaikan Laporan Hasil Analisa Permasalahan ke Kepala KPPN. R I 10. PROSEDUR KERJA 1) Kepala Seksi STA: Menugaskan pelaksana Seksi STA untuk mengunduh bahan penyusunan laporan hasil analisa permasalahan KPPN dari aplikasi OMSPAN. 2) Pelaksana Seksi STA: a. Menyiapkan bahan penyusunan laporan hasil analisa permasalahan KPPN dengan mengakses aplikasi omspan dan mengunduh data custom query data tiket HAI CSO. b. Menyusun daftar agregat topik permasalahan di KPPN. c. Menyusun konsep list subjek atas topik permasalahan. d. Menyampaikan konsep list subjek atas topik permasalahan ke KepalaSeksi STA. 3) Kepala Seksi STA: a. Menerima konsep list subjek atas topik permasalahan dimaksud besertadata dukungnya. b. Melakukan analisa list subjek atas topik permasalahan bersama pelaksana Seksi STA. c. Menyerahkan konsep hasil analisa ke pelaksana untuk disusun laporannya.
29 4) Pelaksana Seksi STA: a. Menerima konsep hasil analisa permasalahan. b. Menyusun laporan hasil analisa permasalahan dan menyampaikan kembali ke Kepala Seksi STA. 5) Kepala Seksi STA: a. Menerima dan memverifikasi laporan hasil analisa permasalahan. b. Membubuhkan paraf pada laporan hasil analisa permasalahan. c. Meyampaikan laporan hasil analisa permasalahan kepada Kepala Bidang SKKI. 6) Kepala Bidang SKKI: a. Menerima dan memeriksa laporan hasil analisa permasalahan. b. Membubuhkan tanda tangan pada laporan hasil analisa permasalahan. c. Menyampaikan kepada para Kepala KPPN terkait melalui Nadine atau WA Group. 11. BAGAN ALUR Disahkan oleh Kepala Kanwil Ditandatangani secara elektronik M U H D I
30 FORMAT PROPOSAL INOVASI I. Data Inovasi A. Judul Inovasi : PANORAMA KPPN (Penyusunan Laporan Hasil Analisa Permasalahan KPPN) B. Unit Pemilik Inovasi : Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah C. Inovator : Bidang SKKI D. Waktu Mulai Penerapan Inovasi : Agustus 2022 E. Partisipasi pada KIKK : Belum Pernah F. Kelompok Inovasi : Inovasi yang mendukung secara langsung pelaksanaan pelayanan publik G. Ringkasan Singkat (Summary) Inovasi : Penyusunan Laporan Hasil Analisa Permasalahan KPPN (Panorama KPPN) lingkup Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah merupakan inovasi yang bermanfaat bagi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah sebagai acuan hukum tentang tata cara penyusunan Laporan Hasil Analisa Permasalahan KPPN ) lingkup Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah dan dapat memberikan rekomendasi kepada KPPN untuk berupaya memberikan solusi terhadap permasalahanpermasalahan yang disampaikan oleh stakeholder berdasarkan data dari custom query HAICSO Penerima manfaat inovasi ini adalah Kanwil DJPb dan KPPN di lingkup wilayah Provinsi Jawa Tengah. Dampak atas penerapan inovasi PANORAMA KPPN adalah meningkatnya kinerja KPPN serta dapat meningkatkan kualitas pelayanan KPPN kepada stakeholder II. Substansi Proposal No Indikator Penjelasan 1 Ide Inovatif (Bobot 25%) Berdasarkan Perdirjen Perbendaharaan Nomor: PER-08/PB/2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Layanan Help, Answer, Improve Direktorat Jenderal Perbendaharaan, untuk meningkatkan kualitas dan menjamin penyediaan layanan serta mengoptimalkan peran dan fungsi Help, Answer, Improve customer service office KPPN dalam melakukan layanan, komunikasi, penyediaan informasi, solusi dan edukasi kepada pengguna layanan perbendaharaan. Inovasi ini dilakukan dengan melakukan rekapitulasi dan analisa pertanyaan satker lingkup KPPN wilayah kerja Kanwil Ditjen Perbendahataan Provinsi Jawa Tengah yang diperoleh dari custom query HAICSO Penerima manfaat inovasi adalah Kanwil Ditjen Perbendaharaan dan KPPN wilayah kerja Kanwil Ditjen Perbendahataan Provinsi Jawa Tengah Inovasi ini adalah inovasi baru/asli dan belum pernah ada di lingkup Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah 2 Signifikansi (Bobot 25%) Uraikan signifikansi atas penerapan inovasi, yang meliputi: a. Inovasi ini melakukan rekapitulasi semua pertanyaan stakeholder kepada KPPN yang disampaikan melalui HAICSO, dari pertanyaan stakeholder tersebut kanwil membuat analisa serta mengelompokkan semua pertanyaan stakeholder yang kemudian dijadikan data sumber dalam laporan analisa permasalahan KPPN. b. Kanwil memberikan rekomendasi tidak lanjut atas hasil analisa pertanyaan stakeholder kepada KPPN, c. KPPN menindaklanjuti rekomendasi hasil analisa permasalahan dengan melakukan langkah-langkah yang tepat dalam melakukan edukasi kepada stakeholder.
31 3 Adaptabilitas (Bobot 20%) Inovasi ini sangat mudah direplikasi atau berpotensi diadaptasi/direplikasi oleh unit/instansi lain, mengingat terdapat kesamaan karakter masalah yang dialami atau ada pada unit lain 4 Keberlanjutan (Bobot 20%) Dalam rangka keberlanjutan/keberlangsungan inovasi, pelaksanaan inovasi dilakukan dengan tetap mengikuti dinamika/perkembangan organisasi dan ketersediaan aplikasi pendukung, serta adanya komitmen dari pimpinan untuk mendukung keberhasilan inovasi. Selain itu, dilakukan evaluasi secara periodik terhadap inovasi untuk mengetahui progres dan kekurangan yang ada guna dilakukan penyempurnaan berikutnya. 5 Kolaborasi Pemangku Kepentingan (Bobot 10%) Bidang SKKI merancang, melaksanakan, mengevaluasi dan memastikan keberlanjutan inovasi, sedangkan. Sementara KPPN terlibat dan bertanggung jawab atas tindak lanjut hasil analisa permasalahan KPPN
32 Cover Montera
33 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIAKEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAHNOMOR: KEP-43/WPB.14/2023 TENTANG PENETAPAN INOVASI MONITORING KEPATUHAN PENYAMPAIAN LPJ BENDAHARA (MONTERA) SATUAN KERJA LINGKUP KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAH KEPALA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAANPROVINSI JAWA TENGAH, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-3/PB/2014 tentang Petunjuk Teknis Penatausahaan, Pembukuan, dan Pertanggungjawaban Bendahara Pada Satuan Kerja Pengelola Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Serta Verifikasi Laporan Pertanggungjawaban Bendahara; b. bahwa dalam rangka pelaksanaan monitoring penyampaian LPJ Bendahara Penerimaan/ Pengeluaran Satuan Kerja, dipandang perlu dilakukan inovasi berupa penyampaian informasi ke KPPN untuk mendorong dan meningkatkan kepatuhan penyampaian LPJ Bendahara Penerimaan/Pengeluaran Satuan Kerja lingkup Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perebendaharaan Provinsi Jawa Tengah guna menumbuhkan budaya kerja penyampaian laporan satker di awal waktu; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b perlu menetapkan Keputusan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perebendaharaan Provinsi Jawa Tengah tentang Inovasi Monitoring Kepatuhan Penyampaian LPJ Bendahara (MONTERA); Mengingat : 1. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2015 tentang Pedoman Penyusunan Proses Bisnis, KerangkaPengambilan Keputusan, dan Standar Operasional Prosedur di Lingkungan Kementerian Keuangan; 2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 262/PMK.01/2016tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 3. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1005/KM.1/2022 tentang Pedoman Pengelolaan Inovasi di Lingkungan Kementerian Keuangan; Memperhatikan : 1. Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Nomor S1537/SJ/2017 tanggal 20 Juni 2017 tentang Persetujuan Standar Operasional Prosedur (SOP) di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 2. Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Nomor S3022/SJ/2017 tanggal 14 Desember 2017 tentang Persetujuan Standar Operasional Prosedur (SOP) Kantor Wilayah pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan. MEMUTUSKAN…
34 MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAH TENTANG PENETAPAN INOVASI MONITORING KEPATUHAN PENYAMPAIAN LPJ BENDAHARA (MONTERA) SATUAN KERJA LINGKUP KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAH PERTAMA : Monitoring Kepatuhan Penyampaian LPJ Bendahara (MONTERA) Satuan Kerja lingkup Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah merupakan inovasi dalam rangka menumbuhkan budaya kerja penyampaian laporan satker di awal waktu dengan memberikan informasi untuk mengingatkan KPPN sebagai warning system terkait kepatuhan penyampaian LPJ Bendahara sekaligus mendorong Satuan Kerja agar tidak menyampaikan LPJ Bendahara di akhir-akhir batas waktu yang ditetapkan. KEDUA : Sebagai pedoman dalam pelaksanaan monitoring kepatuhan penyampaian LPJ Bendahara agar dapat berjalan dengan baik, telah disusun Standar Operasional Prosedur (SOP) MONTERAsebagaimana ditetapkan dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan Kepala KanwilDitjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah ini. KETIGA : Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya. Salinan Keputusan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk diketahui dan dilaksanakan. Ditetapkan di Semarang pada tanggal 27 Februari 2023KEPALA KANTOR WILAYAH, Ditandatangani secara elektronik M U H D I
35 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAANPROVINSI JAWA TENGAH Standar Operational Prosedur Monitoring Kepatuhan Penyampaian LPJ Bendahara (MONTERA) No. SOP Tanggal Penetapan Tanggal Revisi : Revisi Ke 1. Diskripsi Merupakan SOP yang menggambarkan proses monitoring kepatuhan penyampaian LPJ Bendahara Penerimaan/Pengeluaran Satuan Kerja lingkup Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah. 2. Dasar Hukum a. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 262/PMK.01/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; b. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-3/PB/2014 tentang Petunjuk Teknis Penatausahaan, Pembukuan, dan Pertanggungjawaban Bendahara Pada Satuan Kerja Pengelola Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Serta Verifikasi Laporan Pertanggungjawaban Bendahara. 3. Ketertautan SOP ini memiliki ketertautan dengan SOP Penatusahaan Laporan Pertanggungjawaban LPJ Bendahara Penerimaan/ Pengeluaran. 4. Pihak Pihak yang Terlibat a. Kepala Bidang SKKI b. Kepala Seksi Supervisi Proses Bisnis c. Pelaksanan Seksi Supervisi Proses Bisnis d. Kepala KPPN 5. Persyaratan dan Perlengkapan Data Penyampaian LPJ Bendahara Penerimaan/ Pengeluaran dari Aplikasi SPRINT 6. Keluaran (output) Rekapitulasi hasil monitoring Kepatuhan Penyampaian LPJ Bendahara Penerimaan/ Pengeluaran Satuan Kerja lingkup Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah 7. Jangka Waktu Penyelesaian Maksimal tanggal 10 bulan berikutnya 8. Perhatian SOP ini bermanfaat bagi kanwil dalam pelaksanaan monitoring terkait kepatuhan penyampaian LPJ Bendahara Penerimaan/Pengeluaran dalam rangka membantu pelaksanaan tugas dan fungsi Kantor Wilayah. Apabila SOP ini tidak terlaksanakan dengan baik, maka Kantor Wilayah tidak dapat memberikan Informasi ke KPPN terkait ketepatan kepatuhan dalam penyampaian LPJ Bendahara Penerimaan/Pengeluaran yang dimungkinkan terjadinya keterlambatan penyampaian LPJ Bendahara. Matriks Hasil RASCI Monitoring Kepatuhan Penyampaian LPJ Bendahara Penerimaan/Pengeluaran Kepala Bidang SKKI Kepala Seksi SPB Pelaksana SPB Kepala KPPN Pengunduhan Data Penyampaian LPJ Bendahara Penerimaan/Pengeluaran dari aplikasi SPRINT R Pemeriksaan tanggal penyampaian LPJ Bendahara C R
36 Penyusunan rekapitulasi monitoring LPJ Bendahara C R Penyampaian rekapitulasi monitoring LPJ Bendahara ke KPPN melalui WA Grup A I 9. Prosedur Kerja a. Pelaksana SPB mengunduh Data Penyampaian LPJ Bendahara Penerimaan/Pengeluaran dari aplikasi SPRINT setiap hari dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 10 setiap bulan. b. Pelaksana SPB memeriksa tanggal penyampaian LPJ Bendahara hasil unduhan. c. Pelaksana SPB menyusun rekapitulasi monitoring LPJ Bendahara dan menyampaikan kepada Kepala Seksi SPB. d. Kepala Seksi SPB menerima dan memverifikasi rekapitulasi monitoring LPJ Bendahara kemudian menyampaikan kepada Kepala Bidang SKKI. e. Kepala Bidang SKKI menerima rekapitulasi monitoring LPJ Bendahara dan menyampaikan rekapitulasi monitoring LPJ Bendahara kepada Kepala KPPN melalui WA Group. 10. Bagan Alur (flowchart) Monitoring Kepatuhan Penyampaian LPJ Bendahara Penerimaan/Pengeluaran Kepala Bidang SKKI Kepala Seksi SPB Pelaksana Seksi Kepala KPPN SPB Mulai Mengunduh data penyampaian LPJ Bendahara Penerimaan/Pengeluaran dari aplikasi SPRINT Melakukan pememeriksaan tanggal penyampaian LPJ Menerima Bendahara hasil unduhan rekapitulasi Menerima dan monitoring LPJ memverifikasi Bendahara dan rekapitulasi menyampaikan monitoring LPJ Menyusun rekapitulasi kepada Kepala Bendahara monitoring LPJ KPPN Bendahara Rekapitulasi monitoring LPJ WA Group Bendahara Disahkan Oleh: Kepala Kantor Wilayah, Ditandatangani secara elektronik M U H D I
37 PROPOSAL INOVASI I. Data Inovasi A. Judul Inovasi : MONTERA (Monitoring Kepatuhan Penyampaian LPJ Bendahara) B. Unit Pemilik Inovasi : Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah C. Inovator : Bidang SKKI D. Waktu Mulai Penerapan Inovasi : Februari 2023 E. Partisipasi pada KIKK : Belum Pernah F. Kelompok Inovasi : Inovasi yang mendukung secara tidak langsung pelaksanaan layanan publik G. Ringkasan Singkat (Summary) Inovasi : Monitoring Kepatuhan Penyampaian LPJ Bendahara (MONTERA) merupakan inovasi dalam rangka menumbuhkan budaya kerja penyampaian laporan satker di awal waktu dengan memberikan informasi untuk mengingatkan KPPN sebagai warning system terkait kepatuhan penyampaian LPJ Bendahara sekaligus mendorong Satuan Kerja agar tidak menyampaikan LPJ Bendahara di akhir-akhirbatas waktu yang ditetapkan. Monitoring dilakukan dengan memotretdata penyampaian LPJ Bendahara Satker pada Aplikasi SPRINT secara harian. Rekapitulasi hasil monitoring Kepatuhan Penyampaian LPJ Bendahara Satuan Kerja lingkup Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah tersebut disampaikan kepada KPPN setiap hari dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 10 setiap bulan melalui WA Group. Penerima manfaat inovasi ini adalah Kanwil DJPb dan KPPN di lingkup wilayah Provinsi Jawa Tengah. Dampak atas penerapan inovasi MONTERA adalah meningkatnya kepatuhan penyampaian LPJ Bendahara oleh Satker serta tidak disampaikan di akhir-akhir batas waktu yang ditetapkan, sekaligus mendukung tugas dan fungsi Kanwil dalam pelaksanaan monitoring kepatuhan penyampaian LPJ Bendahara.
38 II. Substansi Proposal No Indikator Penjelasan 1 Ide Inovatif (Bobot 25%) Berdasarkan Perdirjen Perbendaharaan Nomor: PER-3/PB/2014 tentang Petunjuk Teknis Penatausahaan, Pembukuan, danPertanggungjawaban Bendahara Pada Satuan Kerja Pengelola APBN Serta Verifikasi Laporan Pertanggungjawaban Bendahara disebutkan bahwa LPJ Bendahara disampaikan kepada KPPN palinglambat tanggal 10 bulan berikutnya. Dalam rangka mendorong kepatuhan Satuan Kerja dan agar tidak menyampaikan LPJBendahara di akhir-akhir batas waktu yang ditetapkan, telah diinisiasiupaya untuk melakukan monitoring melalui KPPN terkait kepatuhan penyampaian LPJ Bendahara. Inovasi MONTERA diharapkan dapat mewujudkan kepatuhan dan ketertiban penyampaian LPJ Bendaharasecara tepat waktu dan di awal-awal batas waktu penyampaian. Tujuan dari inovasi yaitu untuk mendukung tugas Kanwil dalam melakukan monitoring kepatuhan penyampaian LPJ Bendahara sertamendorong penyampaian tidak di akhir-akhir batas waktu. Inovasi ini dilakukan dengan cara menyampaikan rekapitulasi hasil monitoring penyampaian LPJ Bendahara Satuan Kerja lingkup KanwilDJPb Provinsi Jawa Tengah pada Aplikasi SPRINT kepada KPPN secara harian dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 10 setiap bulan melalui WA Group. Penerima manfaat inovasi adalah Kanwil DJPb dan KPPN di lingkup wilayah Provinsi Jawa Tengah. Inovasi ini adalah inovasi baru/asli dan belum pernah ada di lingkup Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah. 2 Signifikansi (Bobot 25%) Signifikansi atas implementasi inovasi ini yaitu mendorong kepatuhan penyampaian LPJ Bendahara sekaligus agar Satuan Kerja tidak menyampaikan LPJ Bendahara di akhir-akhir batas waktu yang ditetapkan. Dengan dilakukan monitoring, perilaku Satker dalam menyampaikan LPJ di akhir-akhir batas waktu dapat berubah lebih tertib dan tidak ada yang terlambat menyampaikan LPJ Bendahara lagi, sehingga dapat memudahkan dan membantu tugas Kanwil lebihbaik lagi. 3 Adaptabilitas (Bobot 20%) Inovasi ini sangat mudah direplikasi atau berpotensi diadaptasi/direplikasi oleh unit/instansi lain, mengingat terdapat kesamaan karakter masalah yang dialami atau ada pada unit lain. 4 Keberlanjutan (Bobot 20%) Dalam rangka keberlanjutan/keberlangsungan, inovasi dilaksanakan dengan tetap mengikuti dinamika/ perkembangan organisasi yang ada dengan mengoptimalkan sumber daya SDM maupun sarana danprasarana yang ada di Bidang SKKI, serta adanya dukungan dari pimpinan untuk keberhasilan inovasi. Selanjutnya dilakukan evaluasisecara periodik terhadap inovasi untuk mengetahui progres dan kekurangan yang ada guna dilakukan penyempurnaan berikutnya. 5 Kolaborasi Pemangku Kepentingan (Bobot 10%) Bidang SKKI merancang, melaksanakan, mengevaluasi dan memastikan keberlanjutan inovasi, sedangkan KPPN terlibat danbertanggung jawab dalam mendorong kepatuhan penyampaian LPJ Bendahara oleh Satuan Kerja.
39 Cover mondalika
40 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIAKEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAHNOMOR: KEP-42/WPB.14/2023 TENTANG PENETAPAN INOVASI MONITORING DAN EVALUASI KINERJA KPPN (MONDALIKA)LINGKUP KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAH KEPALA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAANPROVINSI JAWA TENGAH, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Direktur Perbendaharaan Nomor PER-24/PB/2019 Jenderal Tentang Pedoman Pembinaan dan Supervisi Pelaksanaan Tugas Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; b. bahwa dalam rangka mendukung dan meningkatkan kinerja KPPN, dipandang perlu untuk dikembangkan inovasi terkait pelaksanaan pembinaan dan supervisi tugas KPPN melalui monitroing dan evaluasi kinerja KPPN yang dilakukan secara harian dan berkesinambungan; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b perlu menetapkan Keputusan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perebendaharaan Provinsi Jawa Tengah tentang Inovasi Monitoring dan Evaluasi Kinerja KPPN (MONDALIKA). Mengingat : 1. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2015 tentang Pedoman Penyusunan Proses Bisnis, Kerangka Pengambilan Keputusan, dan Standar Operasional Prosedur di Lingkungan Kementerian Keuangan; 2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 262/PMK.01/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 3. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1005/KM.1/2022 tentang Pedoman Pengelolaan Inovasi di Lingkungan Kementerian Keuangan Memperhatikan : 1. Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Nomor S1537/SJ/2017 tanggal 20 Juni 2017 tentang Persetujuan Standar Operasional Prosedur (SOP) di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 2. Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan NomorS3022/SJ/2017 tanggal 14 Desember 2017 tentang Persetujuan Standar Operasional Prosedur (SOP) Kantor Wilayah pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAH TENTANG PENETAPAN INOVASI MONITORING DAN EVALUASI KINERJA KPPN (MONDALIKA) LINGKUP KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAH PERTAMA...
41 PERTAMA : Monitoring dan Evaluasi Kinerja KPPN (MONDALIKA) lingkup Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah merupakan inovasi terkait pelaksanaan pembinaan dan supervisi tugas KPPN melalui monitoring dan evaluasi kinerja KPPN yang dilakukan secara harian dan berkesinambungan. KEDUA : Sebagai pedoman dalam pelaksanaan monitroing dan evaluasi kinerja KPPN secara harian dan berkesinambungan berjalan dengan baik, telah disusun Standar Operasional Prosedur (SOP) MONDALIKA sebagaimana ditetapkan dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah ini. KETIGA : Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya. Salinan Keputusan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan. Ditetapkan di Semarang pada tanggal 27 Februari 2023 KEPALA KANTOR WILAYAH, Ditandatangani secara elektronik M U H D I
42 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIADIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAANPROVINSI JAWA TENGAH Standar Operational Prosedur Monitoring dan Evaluasi Kinerja KPPN (MONDALIKA) No. SOP Tanggal Penetapan Tanggal Revisi: Revisi Ke 1. Diskripsi Merupakan SOP yang menggambarkan proses pelaksanaan pembinaan dan supervisi tugas KPPN melalui monitroing dan evaluasi kinerja KPPN yang dilakukan secara harian dan berkesinambungan. 2. Dasar Hukum a. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 262/PMK.01/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; b. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 210/PMK.05/2022 tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. c. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-24/PB/2019 tentang Pedoman Pembinaan dan Supervisi Pelaksanaan Tugas Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 3. Ketertautan SOP ini memiliki ketertautan dengan SOP Pelaksanaan dan Pelaporan Hasil pembinaan dan supervisi KPPN. 4. Pihak Pihak yang Terlibat a. Kepala Kanwil b. Kepala Bidang SKKI c. Kepala Seksi Supervisi Proses Bisnis d. Pelaksana Seksi Supervisi Proses Bisnis e. Kepala KPPN 5. Persyaratan dan Perlengkapan Data kinerja pelaksanaan tugas KPPN secara harian dari Aplikasi OM SPAN, MON SAKTI, dan SPRINT. 6. Keluaran (output) Rekapitulasi hasil monitoring dan evaluasi kinerja KPPN lingkup Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah. 7. Jangka Waktu Penyelesaian Maksimal 2 minggu (2 kali sebulan) 8. Perhatian SOP ini bermanfaat bagi Kanwil dalam pelaksanaan pembinaan dan supervisi Pelaksanaan Tugas KPPN dalam rangka mendorong peningkatan kinerja KPPN. Dalam hal SOP ini tidak terlaksana dengan baik maka kegiatan pembinaan dan supervisi KPPN tidak dilaksanakan secara maksimal.
43 Matriks Hasil RASCI Monitoring dan Evaluasi Kinerja KPPN Kepala Kanwil Kepala Bidang SKKI Kepala Seksi SPB Pelaksana SPB Kepala KPPN Pengunduhan data kinerja KPPN dari Aplikasi OM SPAN, MON SAKTI, dan SPRINT R Pemeriksaan dan verifikasi data kinerja KPPN hasil unduhan C R Penyusunan rekapitulasi monitoring dan evaluasi kinerja KPPN C C R Pemeriksaan dan penelitian rekapitulasi monitoring dan evaluasi kinerja KPPN C R S Penandatanganan surat pengantar dan penyampaian rekapitulasi monitoring dan evaluasi kinerja KPPN A C I 9. Prosedur Kerja a. Pelaksana SPB mengunduh data kinerja KPPN dari Aplikasi OM SPAN, MON SAKTI, danSPRINT. b. Pelaksana SPB memeriksa dan memverifikasi data kinerja KPPN hasil unduhan sesuai kategori. c. Pelaksana SPB menyusun rekapitulasi monitoring dan evaluasi kinerja KPPN serta menyampaikan kepada Kepala Seksi SPB. d. Kepala Seksi SPB menerima dan memverifikasi rekapitulasi monitoring dan evaluasi kinerja KPPN kemudian menyampaikan kepada Kepala Bidang SKKI. e. Kepala Bidang SKKI memeriksa dan meneliti rekapitulasi monitoring dan evaluasi kinerja KPPN dan menyampaikan kepada Kepala Kanwil. f. Kepala Kanwil menerima dan menandatangani surat pengantar rekapitulasi monitoring dan evaluasi kinerja KPPN serta menyampaikan kepada Kepala KPPN.
44 PROPOSAL INOVASI I. Data Inovasi A. Judul Inovasi : MONDALIKA (Monitoring dan Evaluasi Kinerja KPPN) B. Unit Pemilik Inovasi : Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah C. Inovator : Bidang SKKI D. Waktu Mulai Penerapan Inovasi : Februari 2023 E. Partisipasi pada KIKK : Belum Pernah F. Kelompok Inovasi : Inovasi yang mendukung secara tidak langsung pelaksanaan layanan publik G. Ringkasan Singkat (Summary) Inovasi : Monitoring dan Evaluasi Kinerja KPPN (MONDALIKA) lingkup KantorWilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah merupakan inovasi terkait pelaksanaan pembinaan dan supervisitugas KPPN melalui monitoring dan evaluasi kinerja KPPN yang dilakukan secara harian dan berkesinambungan. Monitoring dan evaluasi dilakukan melalui capture data kinerja pelaksanaan tugas KPPN pada Aplikasi OM SPAN, MON SAKTI, SPRINT, serta tools data lainnya secara periodik/harian. Rekapitulasi hasil monitoring dan evaluasi kinerja tersebut disampaikan kepada KPPN secara 2 mingguan (2 kali sebulan) untuk selanjutnya dapat diberikan penjelasan/konfirmasi terhadap kinerja yang belum optimal serta dilakukan langkah perbaikan dan pengendalian dalam rangka peningkatan kinerja sesuai ketentuan yang berlaku. Penerima manfaat inovasi ini adalah Kanwil DJPb dan KPPN di lingkup wilayah Provinsi Jawa Tengah. Dampak atas penerapan inovasi MONDALIKA adalah meningkatnya kinerja KPPN serta mendukung tugas Kanwil dalam melakukan pembinaan dan supervisi Pelaksanaan Tugas KPPN. II. Substansi Proposal No Indikator Penjelasan 1 Ide Inovatif (Bobot 25%) Salah satu tugas dan fungsi Kanwil DJPb adalah melakukan pembinaan dan supervisi pelaksanaan tugas KPPN. Sesuai dengan Perdirjen Perbendaharaan Nomor: PER-24/PB/2019 tentang Pedoman Pembinaan dan Supervisi Pelaksanaan Tugas KPPN sebagaimana telah diubah dengan Perdirjen Perbendaharaan Nomor: PER/1/PB/2023, pembinaan dan supervisi pelaksanaan tugas KPPN dilakukan 2 kali dalam setahun atau setiap semester. Seiring dengan makin meningkatnya pelaksanaan tugas yang diemban KPPN dengan keterbatasan jumlah SDM yang ada, perlu dilakukan upaya pengendalian dan dorongan agar kinerja KPPN tidak menurun serta dapat terjaga secara baik dan optimal. Melalui inovasi MONDALIKA diharapkan dapat terwujud esensi pembinaan dan
45 supervisi yang dilaksanakan secara harian terus menerus sepanjangwaktu, tidak hanya sebatas per semesteran. Tujuan dari inovasi yaitu untuk mendukung tugas Kanwil dalam melakukan pembinaan dan supervisi Pelaksanaan Tugas KPPN dalam rangka mendorong peningkatan kinerja KPPN. Inovasi ini dilakukan dengan cara menyampaikan rekapitulasi hasil monitoring dan evaluasi kinerja hasil capture pada Aplikasi OM SPAN,MON SAKTI, SPRINT, serta tools data lainnya kepada KPPN secara2 mingguan (2 kali sebulan). Selanjutnya KPPN dapat memberikan penjelasan/konfirmasi terhadap kinerja yang belum optimal serta dilakukan langkah perbaikan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja sesuai ketentuan yang berlaku. Penerima manfaat inovasi adalah Kanwil DJPb dan KPPN di lingkup wilayah Provinsi Jawa Tengah. Inovasi ini adalah inovasi baru/asli dan belum pernah ada di lingkup Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah. 2 Signifikansi (Bobot 25%) Signifikansi atasimplementasi inovasi ini yakni adanya konsep bahwa pembinaan dan supervisi Pelaksanaan Tugas KPPN tidak hanya dilaksanakan secara semesteran, namun harus dilakukan secaraharian dan berkesinambungan sehingga kinerja KPPN dapat termonitor dan terjaga dengan baik sepanjang waktu. Dengan demikian dapat memudahkan dan membantu Kanwil DJPb dalam melakukan pembinaan dan supervisi Pelaksanaan Tugas KPPN sertaberjalan lebih efektif dan efisien. 3 Adaptabilitas (Bobot 20%) Inovasi ini sangat mudah direplikasi atau berpotensi diadaptasi/direplikasi oleh unit/instansi lain, mengingat terdapat kesamaan karakter masalah yang dialami atau ada pada unit lain. 4 Keberlanjutan (Bobot 20%) Dalam rangka keberlanjutan/keberlangsungan inovasi, konsep inovasi dilaksanakan dengan tetap mengikuti dinamika/ perkembangan organisasi yang ada dengan mengoptimalkan sumberdaya SDM maupun sarana dan prasarana yang ada di Bidang SKKI, serta adanya komitmen dari pimpinan untuk mendukung keberhasilaninovasi. Selain itu, dilakukan evaluasi secara periodik terhadap inovasi untuk mengetahui progres dan kekurangan yang ada guna dilakukan penyempurnaan berikutnya. 5 Kolaborasi Pemangku Kepentingan (Bobot 10%) Bidang SKKI merancang, melaksanakan, mengevaluasi dan memastikan keberlanjutan inovasi, sedangkan KPPN terlibat danbertanggung jawab atas penjelasan serta data-data perbaikan kinerjayang disampaikan kepada Kanwil.
46 Cover Pinter Nabung
47 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIAKEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR: KEP-44/WPB.14/2023 TENTANG PENETAPAN INOVASI PEMBINAAN DAN SUPERVISI KPPN TERINTEGRASI SERTA BERKESINAMBUNGAN (PINTER NABUNG) PADA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAH KEPALA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAANPROVINSI JAWA TENGAH, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-24/PB/2019 TentangPedoman Pembinaan dan Supervisi Pelaksanaan Tugas Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; b. bahwa dalam rangka pelaksanaan pembinaan dan supervisi pelaksanaan tugas KPPN dipandang perlu untuk dikembangkan inovasi melalui sinergi dengan melibatkan Bidang/Bagian lain serta integrasi penatausahaan hasil pembinaan dan supervisi KPPN dalam satu data storage yang dapat diakses secara on line serta berkesinambungan dari periode ke periode; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b perlu menetapkan Keputusan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perebendaharaan Provinsi Jawa Tengah tentang Inovasi Pembinaan dan Supervisi KPPN Terintegrasi serta Berkesinambungan (PINTER NABUNG). Mengingat : 1. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2015 tentang Pedoman Penyusunan Proses Bisnis, Kerangka Pengambilan Keputusan, dan Standar Operasional Prosedur di Lingkungan Kementerian Keuangan; 2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 262/PMK.01/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 3. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1005/KM.1/2022 tentang Pedoman Pengelolaan Inovasi di Lingkungan Kementerian Keuangan Memperhatikan : 1. Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Nomor S1537/SJ/2017 tanggal 20 Juni 2017 tentang Persetujuan Standar Operasional Prosedur (SOP) di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 2. Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Nomor S3022/SJ/2017 tanggal 14 Desember 2017 tentang Persetujuan Standar Operasional Prosedur (SOP) Kantor Wilayah pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAH TENTANG PENETAPAN INOVASI PEMBINAAN DAN SUPERVISI KPPN TERINTEGRASI SERTA BERKESINAMBUNGAN (PINTER NABUNG) PADA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TENGAH
48 PERTAMA : Pembinaan dan Supervisi KPPN Terintegrasi Serta Berkesinambungan (PINTER NABUNG) pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah merupakan inovasi dalam pelaksanaan pembinaan dan supervisi pelaksanaan tugas KPPN yang dilaksanakan melalui sinergi dengan melibatkan Bidang/Bagian lain lingkup Kanwil serta integrasi pendokumentasian bahan/ data dan hasil pembinaan dan supervisi KPPN dalam satu data storage yang dapat diakses secara on line serta berkesinambungan dari periode ke periode. KEDUA : Sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembinaan dan supervisi dapat berjalan dengan baik, telah disusun Standar Operasional Prosedur (SOP) PINTER NABUNG sebagaimana ditetapkandalam lampiran yang merupakan bagian yang tidakterpisahkan dari Keputusan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah ini. KETIGA : Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya. Salinan Keputusan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan. Ditetapkan di Semarang pada tanggal 27 Februari 2023KEPALA KANTOR WILAYAH, Ditandatangani secara elektronik M U H D I
49 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIADIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAANPROVINSI JAWA TENGAH Standar Operational Prosedur Pembinaan dan Supervisi KPPN Terintegrasi serta Berkesinambungan (PINTER NABUNG) No. SOP Tanggal Penetapan Tanggal Revisi: Revisi Ke 1. Diskripsi Merupakan SOP yang menggambarkan proses pelaksanaan pembinaan dan supervisi KPPN yang dilakukan melalui sinergi dengan melibatkan Bidang/Bagian lain lingkup Kanwil serta integrasi pendokumentasian bahan/ data dan hasil pembinaan dan supervisi KPPN dalam satu data storage yang dapat diakses secara on line serta berkesinambungan dari periode keperiode. 2. Dasar Hukum a. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 262/PMK.01/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; b. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 210/PMK.05/2022 tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; c. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-24/PB/2019 tentang Pedoman Pembinaan dan Supervisi Pelaksanaan Tugas Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 3. Ketertautan SOP ini memiliki ketertautan dengan SOP Pelaksanaan dan Pelaporan Hasil pembinaan dan supervisi KPPN. 4. Pihak Pihak yang Terlibat a. Tim Pembina b. Kepala Bidang SKKI c. Kepala Bidang/Bagian d. Seksi Supervisi Proses Bisnis e. Pelaksana Seksi Supervisi Proses Bisnis 5. Persyaratan dan Perlengkapan a. Bahan/ data pembinaan dan supervisi KPPN b. Link penyimpanan data pada penyimpanan on line 6. Keluaran (output) Dokumen hasil pembinaan dan supervisi KPPN 7. Jangka Waktu Penyelesaian Maksimal 6 Bulan 8. Perhatian SOP ini bermanfaat bagi Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah dalam rangka proses pembinaandan supervisi pelaksanaan tugas KPPN sehingga membantu pelaksanaan tusi Kanwil. Dalam hal SOP ini tidak terlaksana dengan baik maka kualitas pelaksanaan pembinaan dan supervisi KPPN tidak tercapai secara optimal dan tidak dapat terdokumentasi dengan baik.
50 Matriks Hasil RASCI Pembinaan dan Supervisi KPPN Terintegrasi serta Berkesinambungan Kepala Bidang SKKI Kepala Bidang/ Bagian Tim Pembina Kepala Seksi SPB Pelaksana Seksi SPB Penyiapan data permintaan usulan nama pegawai sebagai anggota Tim Pembinaan dan/ atau permasalahan serta isuisu terkini yang dihadapi KPPN C R Pemeriksaan permintaan usulan nama pegawai sebagaianggota Tim Pembinaan dan/atau data permasalahan sertaisu-isu terkini yang dihadapi KPPN A I R Penyampaian usulan nama pegawai sebagai anggota Tim Pembinaan dan/ atau data permasalahan serta isu-isu terkini yang dihadapi KPPN A R I Penyusunan dan penyampaian hasil pembinaan dan Supervisi KPPN I R Penatausahaan hasil pembinaan dan supervisi KPPN A C R 9. Prosedur Kerja a. Pelaksana Seksi SPB menyiapkan permintaan nama pegawai yang diusulkan sebagaianggota Tim Pembinaan dan/ atau data permasalahan serta isu-isu terkini yang dihadapiKPPN dan menyampaikan kepada Kepala Seksi SPB. b. Kepala Seksi SPB memeriksa permintaan nama pegawai yang diusulkan sebagai anggota Tim Pembinaan dan/ atau data permasalahan serta isu-isu terkini yang dihadapi KPPN dan meneruskan kepada Kepala Bidang SKKI. c. Kepala Bidang SKKI menerima dan memeriksa permintaan nama pegawai yang diusulkan sebagai anggota Tim Pembinaan dan/ atau data permasalahan serta isu-isu terkini yang dihadapi KPPN dan menyampaikan kepada Kepala Bidang/Bagian. d. Kepala Bidang/Bagian menerima permintaan dan menyampaikan usulan pegawai sebagai anggota Tim Pembinaan dan/ atau data permasalahan serta isu-isu terkini yang dihadapiKPPN sesuai tusi masing-masing Bidang/Bagian terkait kepada Kepala Bidang SKKI. e. Kepala Bidang SKKI menerima usulan pegawai sebagai anggota Tim Pembinaan dan/ ataudata permasalahan serta isu-isu terkini yang dihadapi KPPN dari Kepala Bidang/Bagian dan meneruskan kepada Tim Pembina. f. Tim Pembina menerima data permasalahan serta isu-isu terkini yang dihadapi KPPN dariKepala Bidang SKKI untuk selanjutnya digunakan/ dikonsolidasikan sebagai bahan pelaksanaan pembinaan dan supervisi KPPN. g. Tim Pembina menyusun hasil pembinaan dan supervisi berupa rekapitulasi nilai kinerja KPPN dan matrik permasalahan beserta rekomendasi perbaikan untuk selanjutnya diserahkan kepada Kepala Bidang SKKI. h. Kepala Bidang SKKI menerima dan memeriksa hasil pembinaan dan supervisi berupa rekapitulasi nilai kinerja KPPN dan matrik permasalahan beserta rekomendasi perbaikandan meneruskan kepada Kepala Seksi SPB. i. Kepala Seksi SPB menugaskan Pelaksana Seksi SPB untuk menatausahakan seluruh dokumen hasil pembinaan dan supervisi KPPN dalam data storage yang dapat diakses secara on line.