The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by SARIKUN IKUN, 2020-09-22 21:16:08

Modul Diklat Perpustakaan

Modul Diklat Perpustakaan

3) Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah, LIPI;

4) Lembaga lainnya untuk lingkungan sendiri.

Selain diklat kepustakawan di atas, para pustakawan sebaiknya
mengikuti berbagai jenjang diklat kedinasan yang ada. Dengan
demikian, selain profesional dalam bidang teknis pengelolaan
kepustakawanan, yang bersangkutan juga memiliki kompetensi dalam
bidang manajerial dan kepemimpinan sehingga mempermudah mereka
diangkat menjadi pejabat struktural.

6. Layanan Pemustaka

Layanan merupakan kegiatan penyediaan bahan perpustakaan secara
tepat, akurat, dan cepat dalam memenuhi kebutuhan informasi bagi
pemustaka. Tujuan perpustakaan memberikan layanan kepada
masyarakat agar bahan perpustakaan yang telah dihimpun dan diolah
sebaik-baiknya dapat dimanfaatkan oleh pembaca. Menurut Martoatmojo
(1993), perpustakaan tidak akan berarti jika tidak ada layanan atau tidak
ada perpustakaan jika tidak ada kegiatan layanan.

Fungsi layanan perpustakaan harus sesuai dengan tujuan dan jenis
perpustakaan. Layanan perpustakaan berfungsi dalam mendekatkan
pembaca dengan bahan perpustakaan yang dibutuhkan dan diminatinya.
Dalam menciptakan kegiatan layanan perpustakaan yang baik diperlukan
pendukung kegiatan layanan di perpustakaan, antara lain adanya koleksi,
sarana dan prasarana, sistem layanan, dan pemustaka itu sendiri.

Sistem layanan perpustakaan ada yang terbuka dan ada pula yang
tertutup. Dalam perpustakaan yang memberlakukan sistem layanan
terbuka, pemustaka dapat mencari secara langsung bahan perpustakaan
yang diperlukan ke tempat/rak penyimpanannya. Bagi yang
memberlakukan sistem tertutup, para petugas/pustakawanlah yang
mengambilkan bahan perpustakaan yang diminta oleh pemustaka melalui
pemesanan.

Berbagai jasa layanan yang dapat diberikan perpustakaan, antara lain:

a. sirkulasi/peminjaman;

b. referensi;

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 43

c. bimbingan pembaca (reader’s advisory work);

d. informasi;

e. audio visual;

f. jasa silang layan (interlibrary loan);

g. layanan ekstensi (seperti perpustakaan keliling);

h. layanan fotokopi, penjilidan, bercerita (story telling).

Secara berkala perpustakaan melakukan pelatihan bagi pemustaka agar
pemustaka agar mengenal, mengetahui, dan dapat mandiri di dalam
pencarian atau menemukan informasi dan bahan pustaka yang mereka
perlukan. Diklat berupa orientasi bagi pemustaka merupakan kegiatan
pengenalan perpus-takaan.

7. Anggaran

Anggaran atau dana merupakan aspek penting untuk keberlangsungan
suatu perpustakaan. Hal ini diperlukan, selain untuk gaji para pengelola
perpustakaan, juga untuk :

a. pengadaan sarana dan prasarana;

b. pembinaan dan perawatan koleksi dan sarana;

c. kegiatan operasional perpustakaan;

d. kegiatan pelengkap lainnya.

Perpustakaan harus memperoleh dana yang mencukupi dan anggaran
untuk pembinaan tenaga terlatih, mengembangkan materi perpustakaan,
menyediakan, memelihara teknologi informasi dan komunikasi, baik
fasilitas maupun aksesnya. Penentuan besarnya anggaran yang
diperlukan dalam penyelenggaraan perpustakaan antara satu dan lainnya
tidak sama, tetapi bergantung pada jenis, tujuan, dan sasaran pendirian
perpustakaan. Sumber dana perpustakaan dapat diperoleh dari:

1) swadaya masyarakat;

2) pemerintah;

3) bantuan;

44 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

4) yayasan;

5) lembaga/badan induknya.

Pendanaan dan anggaran perpustakaan sangat penting untuk
mendukung keberlangsungan program yang sudah ditetapkan. Untuk itu,
pustakawan harus memahami proses penganggaran, menyadari jadwal
siklus anggaran, menunjuk oranng yang benar-benar memahami proses
penyusunan anggaran dan yang dapat memastikan bahwa segala
kebutuhan perpustakaan teridentifikasi. Orang tersebut harus mampu
merencanankan anggaran dan kompnen yang diperlukan, misalnya biaya
pengadaan sumber daya baru ( buku, terbitan berkala/majalah, bahan
terekam/tidak tercetak, dll.); biaya keperluan promosi (membuat poster,
pameran, dll.); biaya pengadaan alat tulis kantor dan keperluan
administrasi; biaya penggunaan teknologi komunikasi dan informasi (ICT),
dan biaya perangkat lunak dan lisensi.

Sebagai ketentuan umum, misalnya anggaran material pada
perpustakaan sekolah, paling sedikit 5% untuk biaya per siswa dalam
sistem persekolahan, tidak termasuk untuk belanja gaji dan upah,
transportasi serta perbaikan gedung. Yang paling penting, hendaknya
diperhatikan bahwa pada saat menghitung biaya untuk aktivitas dan
tenaga perpustakaan, seluruh pihak terkait perlu dilibatkan. Selain itu,
penggunaan anggaran harus direncanakan secara cermat untuk
keperluan jangka waktu tertentu serta harus berkaitan dengan program
kerja atau kebijakan perpustakaan itu dan badan induknya. Laporan
tahunan yang akandisusun harus dapat memberikan gambaran tentang
penggunaan anggaran serta kesesuaian antara besarnya anggaran yang
tersedia dan jumah kegiatan yang diprogramkan.

8. Sistem

Tujuan pendirian seluruh jenis perpustakaan adalah untuk memberikan
layanan informasi seoptimal mungkin kepada para pemustakanya. Oleh
karena itu, setiap proses kegiatan di perpustakaan selalu menggunakan
sistem baku untuk mempermudah pencarian informasi dan pelaksanaan
kerja sama antarperpustakaan. Sistem yang digunakan setiap
perpustakaan tidak hanya bersifat nasional, tetapi juga internasional. Hal
inilah yang mengakibatkan pekerjaan kepustakawanan digolongkan pada

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 45

pekerjaan yang bersifat profesional. Penggunaan sistem tertentu inilah
yang membedakan unit kerja perpustakaan dengan toko buku atau
gudang penyimpanan bahan perpustakaan lainnya. Sistem yang
dimaksud mulai dari kegiatan pengadaan, pengolahan, penjajaran,
layanan, hingga pada pelestarian bahan perpustakaan.

Pada kegiatan pengadaan, perpustakaan dapat menggunakan sistem
tertentu atau campuran, seperti melalui pembelian, tukar-menukar,
hadiah, maupun penerbitan sendiri. Pada kegiatan pengolahan bahan
perpustakaan, perpustakaan dapat memilih sistem tertentu, bergantung
pada kebijakan perpustakaan masing-masing, misalnya menggunakan
sistem klasifikasi Dewey Decimal Classification (DDC), Universal Decimal
Classification (UDC), atau Library of Congress (LC).

Menurut Maltby, pengklasifikasian inilah yang menjadi ciri khas pekerjaan
perpustakaan. Klasifikasi ini merupakan alat yang sangat sederhana,
tetapi sangat penting untuk mencapai tujuan perpustakaan. Dengan
menggunakan klasifikasi, seluruh bahan perpustakaan dapat diakses oleh
pemustaka hanya dengan menguasai sedikit teknis pencarian yang tidak
terlalu rumit. (Classification is a tool for very simple but infinitely important
to purposes. Its whole object is to secure an order which will be useful to
readers and to those who seek information with the smallest complication
of search or other effort. (Maltby dalam Masella, 2000).

Nomor klasifikasi ini dituangkan dalam katalog, dapat berupa kartu atau
katalog terpasang (online) yang dikenal dengan Online Public Access
Catalogue (OPAC). Katalog di perpustakaan merupakan kunci untuk
menuju penjajaran dan merupakan alat penelusuran dan pemandu untuk
menuju atau menemukan tempat keberadaan koleksi perpustakaan (In a
library, the ‘key’ to the shelf arrangement and a major tool for searching is
the catalogue, a listing and essential guide to the library collection).
(Maltby dalam Masella, 2000).

Pada umumnya semua jenis perpustakaan dewasa ini telah
menggunakan sistem pengatalogan yang seragam, yaitu Anglo-American
Cataloguing Rule edisi yang kedua (AACR 2), dengan format Machine
Access Readeble Cataloguing (MARC) untuk sistem otomasinya.

46 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

Sebagaimana diutarakan di atas, sistem pengatalogan berkaitan dengan
sistem penjajaran bahan perpustakaan di rak, yaitu adanya urutan nomor
panggil (call number) yang mengatur penempatan bahan perpustakaan
yang dikelompokkan berdasarkan subjek dan jenis atau format bahan
perpustakaan tersebut. Pemberian layanan informasi di perpustakaan pun
harus menggunakan sistem tertentu, yaitu dapat menggunakan sistem
layanan terbuka atau tertutup, atau campuran dari keduanya. Dengan
sistem peminjaman bergantung pada kebijakan perpustakaan masing-
masing, apakah sistem Browne, Newark, Detroit, atau menggunakan
kartu anggota ber-barcode.

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 47

48 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

BAB III

PENUTUP

Peranan perpustakaan sebagai salah satu pusat sumber informasi sudah
merupakan unit kerja atau lembaga yang sangat diperlukan oleh masyarakat pada
era teknologi informasi dewasa ini. Pada unit kerja inilah dikelola sejumlah bahan
perpustakaan sebagai sumber informasi restropektif dan aktual dalam format
tercetak dan terekam yang akan digunakan oleh pemustaka. Bahan perpustakaan
tersebut diatur secara sistematis menurut aturan tertentu sehingga dapat
didayagunakan sebagai sumber informasi bagi pemustaka.

Keberadaan perpustakaan di Indonesia telah diatur dan ditata secara formal
dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Menurut
undang-undang tersebut, yang dimaksud dengan perpustakaan adalah institusi
pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara
profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan,
penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, untuk mewujudkan fungsi
perpustakaan sebagaimana dalam undang-undang di atas, perpustakaan perlu
dikelola secara profesional oleh para pengelola, yang memiliki dedikasi tinggi,
loyal pada lembaga dan menghormati kode etik yang berlaku. Para pengelola itu
memegang penting bagi keberhasilan kegiatan perpustakaan sesuai dengan visi
dan misi yang telah ditetapkan oleh badan induknya.

Berbagai jenis perpustakaan dapat berdiri, berjalan, dan berkembang
sesuai dengan ragam kebutuhan dan kelompok yang dilayaninya apabila
ditunjang oleh berbagai aspek perpustakaan, termasuk sumber daya manusia
yang andal. .

Melalui mata ajar Pengantar Ilmu Perpustakaan ini diharapkan dapat
membuka wawasan pengetahuan peserta diklat tentang perpustakaan dan
membangkitkan apresiasi sehingga mereka mengembangkan Ilmu Perpustakaan
pada masa yang akan datang.

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 49

50 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA

Andrews, Judith and Derek Law. 2004 Digital Libraries : Policy, Planning and
Practice. Burlington: Ashgate.

Brophy, Peter; Shelagh Fisher; Zoe Clarke. 2000. Libraries Without Walls 3 : The
Delivery of Library Services to Distant Users. London: Library Association
Publishing.

Carvell, Linda P. 2005. Career Opportunities in Library and Information Science.
New York: Checkmark Books.

Darmono. 2007. Perpustakaan Sekolah, Pendekatan Aspek Manajemen dan Tata
Kerja. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo).

Feather, John. 2004. Managing Preservation for Libraries and Archives.
Burlington: Ashgate.

Greenhalgh, Liz & Ken Worpole & Charles Landry. 1995. Libraries in a World of
Cultural Change. London: UCL Press.

Hani T Handoko. 1999. Manajemen. Yogyakarta: BPFE.

Hernandono. 1999. Pembinaan dan Pengembangan Tenaga Perpustakaan.
Jakarta : Perpustakaan Nasional RI.

Hernandono, Sulistyo Basuki, Lucya Dhamayanti. 2006. Pedoman Perpustakaan
Sekolah/IFLA/UNESCO=The IFLA/UNESCO School Library Guidelines.
Jakarta : Perpustakaan Nasional RI bekerja sama dengan Departemen
Pendidikan Nasional.

Holroyd, Gileon. 1977. Studies in Library Management. London: Clive Bingley.

Ibrahim Bafadal. 2005. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: PT. Bumi
Aksara.

Ikatan Pustakawan Indonesia. 2006. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga serta Kode Etik Ikatan Pustakawan Indonesia. Jakarta: Pengurus
Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia.

Karmidi Martoatmojo. 1993. Pelayanan Bahan Pustaka. Jakarta: Universitas
Terbuka

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 51

Marcella, Rita and Arthur Maltby. 2000. The Future of Classification. Burlington:
Ashgate.

McKee, Bob. 1989. Planning Library Service. London: Library Association
Publishing.

Menteri Pendidikan Nasional. 2007. “Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan
Pendi-dikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”

Muljani A. Nurhadi. 1983. Sejarah Perpustakaan dan Perkembangannya di Indo-
nesia. Yogyakarta : Andi Offset.

Murniaty. 2006. ”Manajemen dan Organisasi Perpustakaan Sekolah”. Medan:
Makalah Diklat Pustakawan Perpustakaan Sekolah.

Nebraska Educational Media Assosiation (NEMA). 2000. Guide for Developing
and Evaluating School Library Media Programs. Englewood: Libraries
Unlimitied

Norton, Melanie J. 2000. Introductory Concepts in Information Science.Maryland:
ASIS.

Opong Sumiati dan Nur Rahmah Arief. 2004. Pengantar Ilmu Perpustakaan:
Bahan Ajar Diklat Calon Pustakawan Tingkat Ahli. Jakarta : Perpustakaan
Nasional RI.

___________. 2004. Pengantar Ilmu Perpustakaan: Bahan Ajar Diklat Calon
Pustakawan Tingkat Terampil. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI.

Pawit M. Yusup. 1988. Pedoman Mencari Sumber Informasi. Bandung : Remadja
Karya.

Pendit, Putu Laxman. 2003. Penelitian ilmu perpustakaan dan informasi:suatu
pengantar diskusi epistemology dan metodologi. Jakarta: JIP-FSUI.

Perpustakaan Nasional RI. 2002. Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka
Kreditnya : Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor :
132/KEP/M.PAN/12/2002. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI.

____________. (2002). Pedoman Umum Penyelenggaraan Perpustakaan
Khusus. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI.

52 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

____________. (2002). Pedoman Umum Pengelolaan Koleksi Perpustakaan
Perguruan Tinggi. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI

____________. (2002). Standar Perpustakaan Khusus. Jakarta: Proyek
Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan Nasional.

Prytherch, Ray. 2005. Harrod’s librarians Glossary: and Reference Book Tenth
Edition. Burlington : Ashgate.

Reitz, Joan M. 2004. Dictionary for library and information science. 2004.
London:Llibraries Unlimited.

Republik Indonesia. Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah
Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam.

____________. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional.

____________. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

Rubin, Richard E. 1998. Foundations of Library and Information Science. New
York: Neal-Schuman Publishers.

Siagian, Sondang P. 1994. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bina
Aksara.

Soekarman Kartosedono. 2004. “Gambaran Selintas Proses Pembentukan dan
Pendirian Perpustakaan Nasional Indonesia”. Makalah disampaikan dalam
Temu Ilmiah Sejarah Berdirinya Perpustakaan Nasional RI dan Peran
Organisasi Profesi di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta 4 Juni 2004.

_________. 2004. “Upaya Profesionalisme Pustakawan di Era Globalisasi”.
Makalah disampaikan dalam Rapat Koordinasi Kerja sama Pengembangan
Jabatan Fungsional Pustakawan dengan Pemerintah Provinsi,
Kabupaten/Kota, di Jakarta, 4-6 Oktober 2004.

Stueart, Robert D.; Barbara B. Moran. 1987. Library Management. London :
Libraries Unlimited.

Sulistyo-Basuki. 1989. Pengantar Dokumentasi Ilmiah. Jakarta : Kesint Blanc.

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 53

________. 1991. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta : Gramedia Pustaka
Utama.

________. 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta : Universitas Terbuka.
________. 1996. Kerja Sama dan Jaringan Perpustakaan. Jakarta : Universitas

Terbuka.
________. 1996. Pengantar Kearsipan. Jakarta : Universitas Terbuka.
________. 1999. Manajemen Arsip Dinamis = Record Management: Sebuah

Pengantar. Jakarta : Universitas Indonesia
Suprihati. 2004. Pengantar Ilmu Perpustakaan : Bahan Ajar Diklat Teknis

Pengelolaan Perpustakaan. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI.
Suyono Trimo. 1985. Pengadaan dan Pemilihan Bahan Pustaka. Bandung :

Angkasa.
________. 1987. Pengantar Ilmu Dokumentasi. Bandung : Remadja Karya.
Sutarto. 1993. Dasar-dasar Organisasi. Yogyakarta : Gadjah Mada University

Press.
Tjoen, Mohd. Joesoef; S. Pardede. 1966. Perpustakaan di Indonesia Dari Zaman

ke Zaman. Jakarta: Kantor Bibliografi Nasional Dep. P.D. dan K.
Taylor, Arlene G. 2006. Introduction to Cataloging and Classification Tenth Edition.

London : Libraries Unlimited.
Winardi, J. 2004. Teori Organisasi dan Pengorganisasian. Jakarta: RajaGrafindo

Persada.

54 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 55

56 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ................................................................................................................. 57

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 59

A. Latar Belakang ................................................................................ 59

B. Deskripsi Singkat............................................................................. 60

C. Tujuan Pembelajaran Umum.......................................................... 60

BAB II PENGEMBANGAN KOLEKSI .............................................................. 61

A. Pengertian Pengembangan Koleksi............................................... 61

B. Jenis Koleksi.................................................................................... 62

C. Prinsip dan Proses Seleksi Bahan Perpustakaan......................... 63

D. Alat Bantu Seleksi Bahan Perpustakaan....................................... 65

E. Pengadaan Bahan Perpustakaan .................................................. 66

F. Inventarisasi Bahan Perpustakaan ................................................ 69

G. Penyiangan Bahan Perpustakaan.................................................. 71

H. Pembuatan Laporan Pengembangan Koleksi............................... 73

BAB III PENUTUP ............................................................................................. 75

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... 77

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 57

58 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kemajuan suatu perpustakaan ditentukan oleh beberapa factor. Salah satu
di antaranya ditentukan oleh seberapa aktifnya pengelola perpustakaan
mengikuti perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan informasi penerbitan.
Jika suatu perpustakaan bersifat statis, tidak mengikuti perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, pada suatu saat perpustakaan tersebut akan
ditinggalkan pemakainya dan akan menjadi gudang buku belaka. Untuk
menggairahkan dan memberikan layanan maksimal kepada pemustaka, baik
yang datang ke perpustakaan maupun yang mengakses melalui dunia maya,
diperlukan strategi pengembangan koleksi yang sesuai bagi perpustakaan
yang bersangkutan.

Era informasi dan digital dewasa ini membawa perubahan pada pengelolaan
perpustakaan. Setiap bidang haruslah menyesuaikan pengadaan,
pengolahan, dan layanan dengan bahan perpustakaan yang diadakan,
seperti bidang akuisisi yang bertugas mengadakan koleksi perpustakaan
digital. Pengadaan bahan perpustakaan sebelum era informasi dititikberatkan
pada pengembangan, tetapi pada era informasi dan digital, pengembangan
koleksi lebih diarahkan pada manajemen koleksi.

Pengembangan koleksi meliputi seleksi dan evaluasi yang berhubungan
dengan bahan perpustakaan berdasarkan kebutuhan pemustaka pada saat
ini dan masa mendatang. Manajemen koleksi menyangkut pengertian dan
kegiatan yang lebih luas. Menurut Sing (2004), manajemen koleksi juga
mengatur penggunaan koleksi, cara penyimpanan, cara mengorganisasi, dan
membuatnya mudah diakses oleh pemustaka.

Dewasa ini, fokus pengembangan koleksi tidak saja pada koleksi tercetak,
seperti buku, jurnal, dan koleksi audio visual, melainkan juga pada koleksi
yang dapat diakses secara maya, seperti data base jurnal dalam bentuk
online dan koleksi buku online.

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 59

Guna memberikan pengetahuan dasar bagi petugas perpustakaan.
Perpustakaan Nasional RI sebagai instansi pembina menyediakan Diklat
Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan secara umum dan mendasar. Salah
satu mata ajar yang diberikan pada diklat ini adalah Pengembangan Koleksi.
Koleksi perpustakaan perlu dikembangkan sesuai dengan masyarakat
pemakai atau pemustakanya

B. Deskripsi Singkat
Bahan ajar diklat ini membekali peserta dengan pengetahuan dan
keterampilan tentang pengertian pengembangan koleksi, pengenalan jenis
koleksi dan alat bantu seleksi, prinsip dan proses seleksi, pengadaan,
inventarisasi, penyiangan, dan pembuatan laporan pengembangan koleksi
yang disajikan dengan pendekatan pelatihan andragogi meliputi metode
ceramah, Tanya jawab, demonstrasi, praktik, dan pelatihan.

C. Tujuan Pembelajaran Umum
Setelah mengikuti mata ajar diklat ini, peserta diharapkan mampu
melaksanakan pengembangan koleksi perpustakaan.

60 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

BAB II
PENGEMBANGAN KOLEKSI

A. Pengertian Pengembangan Koleksi

Keberagaman jenis informasi yang dapat dengan mudah dikoleksi oleh
perpustakaan dan keberagaman kebutuhan pemustaka kadang kala
menimbulkan kebingungan bagi pustakawan untuk menentukan atau
menyedikan bahan perpustakaaan mana yang lebih penting.. Untuk
mengatasi kebingungan tersebut, perpustakaan harus mempunyai kebijakan
yang jelas dalam hal pengembangan koleksi dan pengadaan bahan
perpustakaan.

Mengembangkan atau membangun koleksi merupakan tugas utama
perpustakaan. Tanpa pertambahan dan pergantian koleksi, perpustakaan
tidak akan pernah menjadi pusat informasi. Pengembangan koleksi mecakup
semua kegiatan untuk memperluas dan memperbanyak bahan perpustakaan
di perpustakaan. Hal yang ditekankan di sini terutama aspek seleksi dan
evaluasi bahan perpustakaan.

Yang dimaksud dengan seleksi adalah proses mengidentifikasi bahan
perpustakaan yang akan ditambahkan pada koleksi yang telah ada di
perpustakaan. Koleksi perpustakaan hendaklah tetap dibina melalui suatu
seleksi yang sistematis dan terarah, sesuai dengan tujuan, rencana, dan
anggaran yang tersedia. Yang dimaksud dengan evaluasi adalah kegiatan
mengkaji, mensurvei, dan menganalisis kebutuhan pemakainya. Pustakawan
yang bertugas di bidang Akuisisi harus mengetahui betul apa tujuan
perpustakaan dan siapa pemakainya.

Pengembangan koleksi dalam hal ini mencakup kegiatan: menyurvei,
menyeleksi, menyiangi, dan mengevaluasi bahan perpustakaan.

1. Menyurvei adalah kegiatan mengkaji dan mengumpulkan data
perpustakaan yang diperlukan untuk seleksi, seperti survai keterpakaian
koleksi, bibliografi, dan katalog penerbit.

2. Menyeleksi bahan perpustakaan adalah kegiatan memilih bahan
perpustakaan yang tepat dan menetapkan prioritas sesuai dengan

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 61

kebutuhan pemakainya, misi serta kemampuan perpustakaan. Kegiatan
menyeleksi dibantu dengan menggunakan alat seleksi.

3. Menyiangi bahan perpustakaan adalah kegiatan mengkaji dan
menentukan bahan perpustakaan yang sudah tidak terpakai dan
mengeluarkannya dari koleksi perpustakaan.

4. Mengevaluasi adalah kegiatan mengevaluasi atau memberikan penilaian
terhadap bahan perpustakaan dari aspek: jenis, isi, dan kualitas bahan
perpustakaan, serta layanan perpustakaan yang diberikan.

B. Jenis Koleksi

Menurut jenisnya, bahan perpustakaan dapat digolongkan ke dalam empat
bentuk, yaitu karya cetak, karya noncetak, bentuk mikro, dan karya dalam
bentuk elektronik

1. Karya Cetak

Karya cetak adalah hasil pikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk
cetak, seperti buku (monograf) dan terbitan berseri.

2. Karya Noncetak

Karya noncetak adalah hasil pikiran manusia yang dituangkan dalam
bentuk selain buku dan terbitan berseri, seperti rekaman suara, rekaman
video, dan rekaman gambar.

3. Bentuk Mikro

Bentuk mikro adalah suatu istilah yang digunakan untuk menunjuk semua
bahan perpustakaan yang menggunakan media film yang tidak dapat
dilihat dengan mata biasa, melainkan harus me. i alat baca yang disebut
dengan micro reader.

4. Karya dalam Bentuk Elektronik

Karya dalam bentuk elektronik adalah hasil pikiran manusia yang
dituangkan dalam bentuk elektronik, seperti pita magnetis dan cakram
atau disc. Untuk membacanya diperlukan perangkat keras seperti
computer dan CD-ROM player.

62 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

C. Prinsip dan Proses Seleksi Bahan Perpustakaan

Prinsip dan proses seleksi bahan perpustakaan harus berpedoman pada
kebijakan pengembangan koleksi yang tertulis, sehingga dapat:

1. membantu penentuan bahan perpustakaan sebelum pembelian;

2. menentukan pembelian melalui agen atau penerbit langsung;

3. mengetahui bahan perpustakaan yang dapat atau tidak dapat dibeli;

4. menetapkan rencana anggaran prioritas;

5. bekerja sama dengan perpustakaan lain;

6. menentukan bahan perpustakaan apa yang disiangi.

Untuk dapat melaksanakan seleksi bahan perpustakaan, selektor harus
memenuhi kriteria:

1. menguasai sarana bibliografi;

2. mengetahui latar belakang pemustaka suatu perpustakaan;

3. mengetahui kebutuhan pemustaka;

4. memiliki pengetahuan mengenai koleksi perpustakaan;

5. bersifat netral.

Dengan demikian, dalam proses seleksi bahan perpustakaan dapat dilakukan
langkah-langkah:

1. memilih bahan perpustakaan yang cocok dengan kebutuhan masyarakat
pemakainya, tanpa membedakan suku, bangsa, pekerjaan, agama,
pendidikan, dan adat istiadat;

2. berorientasi pada tugas dan anggaran perpustakaan;

3. sedapat mungkin memperhatikan kualitas, isi, edisi, dan format bahan
perpustakaan;

4. berorientasi pada pemanfaatan koleksi semaksimal mungkin oleh
pemustaka;

5. mencakup berbagai bahan perpustakaan yang dapat menunjang tujuan
perpustakaan;

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 63

6. tidak mengabaikan permintaan pemustaka dan mengetahui keadaan
pemustaka; dan

7. koleksi perpustakaan merupakan sarana reaksi aktif para pustakawan.
Langkah-langkah yang diambil dalam seleksi bahan perpustakaan oleh
selektor harus mempertimbangkan, antara lain:
1. otoritas pengarang dan penerbit;
2. isi bahan perpustakaan berupa susunan, isi, dan tahun penerbitan,
3. penyajian meliputi ketepatan, bahasa, dan objektivitas;
4. hal khusus lainya dapat berupa indeks, bibliografi, peta, diagram, serta

daftar ilustrasi;
5. format, yakni penjilidan, kertas, dan tipografi;
6. edisi, terbitan terbaru atau edisi revisi, dan harga bahan perpustakaan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian bahan perpustakaan, antara
lain:
1. jangan membeli bahan perpustakaan karena dipengaruhi oleh kulitnya;
2. usulan dari pihak lain harus diperhatikan, namun penentuan tetap berada

di tangan pustakawan.
Dalam proses pemilihan bahan perpustakaan, selektor harus melakukan:
1. mengumpulkan alat seleksi;
2. pemilihan judul (seleksi);
3. mencatat data terpilih ke dalam kartu desiderata;
4. cek ricek untuk menghindari duplikasi;
5. cek ricek untuk melengkapi data;
6. file interfile kartu desiderata;
7. membuat daftar pesanan,
8. pemesanan bahan perpustakaan, dan
9. penerimaan bahan perpustakaan.

64 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

Kegiatan seleksi atau pemilihan bahan perpustakaan dapat dilakukan oleh:
1. pustakawan di perpustakaan setempat;
2. dewan penyantun perpustakaan;
3. perpustakaan dengan partisipasi organisasi induk;
4. para ahli di bidang masing-masing, serta usulan;
5. para pemustaka,

D. Alat Bantu Seleksi Bahan Perpustakaan
Alat bantu seleksi adalah alat yang dapat digunakan pustakawan untuk
memutuskan dan mengkoleksi bahan perpustakaan tertentu.
1. Jenis Alat Bantu Seleksi
Jenis alat bantu seleksi, antara lain, dapat berupa:
a. katalog penerbit;
b. daftar buku IKAPI;
c. bibliografi nasional;
d. daftar buku beranotasi;
e. daftar penerbitan dari berbagai instansi pemerintah ataupun swasta;
f. book Review digest;
g. book review index;
h. technical book review index;
i. publishers weekly;
j. majalah profesi;
k. LISA (Library Information Science Abstract);
l. IMII (Indeks Majalah Ilmiah Indonesia);
m. Ulrich’s international periodicals directory;
n. Librarian’s handbook EBSCO;

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 65

o. Bibliografi perdagangan (Book in print dan British book in print);
p. internet;
q. Ulrichh’s periodicals directory;
r. UMI (Microfilm);
2. Fungsi dan Penggunaan Alat Bantu Seleksi
Fungsi dan kegunaan alat bantu seleksi adalah untuk membantu
pustakawan selektor dalam mengindentifikasi bahan perpustakaan yang
akan diadakan. Di dalam sebagian besar alat bantu seleksi, biasanya
disajikan ringkasan isi bahan perpustakaan yang ditawarkan. Dengan
demikian, sebelum menentukan pilihan, pustakawan selektor telah
mengetahui isi ringkas bahan perpustakaan yang akan diadakan.
Untuk mendapatkan alat bantu seleksi tersebut pustakawan dapat
memintanya ke penerbit. Pustakawan dapat juga memperolehnya melalui
pameran buku (library expo) yang diselenggarakan atas kerja sama
beberapa penerbit serta dapat pula berkorespondensi ke berbagai
instansi pemerintah dan swasta baik dalam maupun luar negeri.

E. Pengadaan Bahan Perpustakaan
Jenis bahan perpustakaan yang akan diadakan dapat berupa buku atau
monograf, terbitan berkala atau serial, kaset, bentuk mikro, CD, VCD, peta,
dan sebagainya.
1. Pengadaan Bahan Perpustakaan Melalui Pembelian
Tahap kerja yang dilakukan untuk pengadaan bahan perpustakaan
melalui pembelian adalah:
a. mengumpulkan alat seleksi: katalog penerbit, daftar buku IKAPI,
tinjauan buku yang dimuat di majalah, daftar penerimaan buku baru,
dan sebagainya;
b. memilih judul yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka dan tujuan
perpustakaan;

66 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

c. mencatat data judul terpilih ke dalam kartu pesanan DN atau LN
(desiderata);

d. verifikasi/cek-ricek data untuk menghindari duplikasi;
e. cek-ricek untuk melengkapi data bibliografis;
f. file interfile kartu desiderata;
g. membuat daftar pesanan;
h. pemesanan bahan perpustakaan;
i. penerimaan bahan perpustakaan yang dipesan.
Dalam melengkapi data bibliografis buku/verifikasi diperlukan data:
i. pengarang, judul, penerjemah, penyuting, editor, dan sebagainya;
ii. penerbit, tempat terbit, tahun terbit;
iii. edisi, cetakan, jilid;
iv. seri (jika ada);
v. nomor ISBN (jika ada), jumlah eksemplar, dan harga.

Contoh kartu pesanan (desiderata): KARTU PESANAN (DN)
(merah muda)
KARTU PESANAN (LN)
(hijau muda) Judul : _____________________
Pengarang: _____________________
Judul : __________________ Penerbit : _____________________
Pengarang: __________________ Tempat : ___________ Th, _______
Penerbit : __________________ Agen : _____________________
Tempat : __________ Th. _____ ISBN : _____________________
Agen : __________________ Rutin/Proyek/Anggaran th. : _________
ISBN : __________________
Rutin/Proyek/Anggaran th.: _______

Pembelian bahan perpustakaan buku (monograf) dapat dilakukan melalui:
a. toko buku;
b. penerbit, baik dalam maupun luar negeri;

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 67

c. agen buku, baik dalam maupun luar negeri.

2. Pengadaan Bahan Perpustakaan Melalui Pertukaran, Hadiah, dan
Hibah

Tujuan mengadakan pertukaran antara lain adalah:

a. memperoleh bahan perpustakaan tertentu yang tidak dapat diperoleh
di toko buku;

b. sistem pertukaran memberikan peluang bagi perpustakaan untuk
menyiangi koleksinya (bahan perpustakaan duplikasi, dan bahan
perpustakaan yang tidak sesuai dengan tujuan perpustakaan
bersangkutan);

c. mengembangkan kerjasama dengan perorangan/lembaga lain baik
dalam maupun luar negeri.

Pengadaan bahan perpustakaan melalui pertukaran dan hadiah ini dapat
dilakukan antara perseorangan dan lembaga, antarlembaga/instansi, dan
sebagainya, baik dari dalam maupun luar negeri, bergantung pada
korespondensi yang sudah disepakati kedua belah pihak.

Adapun prosedur kerjanya dapat dirinci sebagai berikut:

a. merencanakan pertukaran atau meminta hadiah dengan perorangan
atau instansi, setelah lebih dahulu melakukan survai lapangan;

b. mengadakan korespondensi dengan pihak yang hendak bertukar atau
yang hendak memberikan hadiah;

c. mengadakan penawaran mengenai bahan perpustakaan apa saja
yang akan dipertukarkan atau dihadiahkan;

d. membuat kesepakatan mengenai tata cara pertukaran dan hadiah;

e. menyeleksi bahan pustaka yang ditawarkan/dihadiahkan oleh tim
seleksi;

f. memverifikasi bahan perpustakaan terpilih, agar tidak terjadi duplikasi;

g. membuat ucapan terima kasih;

h. inventarisasi bahan perpustakaan yang diterima.

68 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

3. Pengadaan Bahan Perpustakaan Melalui Titipan

Sesuai dengan namanya, pengadaan bahan perpustakaan melalui titipan
ini tidak dapat dimiliki oleh perpustakaan bersangkutan. Hal ini bersifat
sementara dan terikat oleh syarat tertentu yang sudah disepakati oleh
kedua belah pihak (penitip dan pepustakaan yang dititpkan). Hal ini jarang
dilaksanakan oleh perpustakaan.

4. Pengadaan Bahan Perpustakaan Terbitan sendiri

Untuk perpustakaan di bawah naungan instansi pemerintah, pengadaan
bahan perpustakaan terbitan sendiri biasanya dibebankan pada anggaran
perpustakaan yang bersangkutan. Untuk perpustakaan swasta atau
pribadi biasanya dibiayai oleh penyandang dana perpustakaan yang
bersangkutan. Bahan perpustakaan yang dihasilkan biasanya bersifat
laporan penelitian, prosiding, bibliografi, katalog induk, majalah indeks,
majalah abstrak, kliping, dan sebagainya.

F. Inventarisasi Bahan Perpustakaan

Inventarisasi bahan perpustakaan adalah kegiatan pencatatan setiap bahan
perpustakaan yang diterima perpustakaan ke dalam buku inventaris atau
buku induk sebagai tanda bukti perbendaharaan atau kepemilikan
perpustakaan. Kegiatan inventarisasi dilakukan untuk memantau seberapa
jumlah bahan perpustakaan yang secara nyata sesuai dengan jumlah bahan
pustaka menurut catatan kepimilikan (buku induk). Kegiatan ini berguna untuk
mengetahui:

1. bahan perpustakaan mana yang hilang dan mungkin perlu diupayakan
untuk menggantinya;

2. besarnya presentase kehilangan bahan perpustakaan sehingga perlu
diambil tindakan pengamanan.

Sebelum kegiatan inventarisasi dilakukan, bahan perpustakaan harus sudah
diterima. Prosedur penerimaan bahan perpustakaan meliputi kegiatan:

1. memeriksa alamat pengirim dan penerimanya;

2. memeriksa kiriman apakah sesuai dengan surat pengantar/pesanan;

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 69

3. jika tidak sesuai, baik judul, pengarang atau keadaan fisik rusak, kiriman
disisihkan dan dikembalikan ke pengirim dengan surat permintaan
penggantian yang sesuai (claim);

4. untuk kiriman yang sesuai dengan surat pengantar/pesanan, dibuatkan
tanda terima dan kirimkan ke pengirim sebagai bukti penerimaan;

5. bahan perpustakaan siap dicatat dalam buku induk, yang sebelumnya
diberi stempel inventarisasi dan stempel perpustakaan/instansi. Stempel
kepemilikan minimal memuat keterangan:
a) nomor registrasi;
b) asal perolehan;
c) lokasi penyimpanan;
d) jumlah eksemplar.

Setelah menerima bahan perpustakaan, bahan perpustakaan tersebut
dicatat/diinventarisasi dalam buku induk.
Sistem pencatan dapat dilakukan dengan sistem register, buku besar, dua
kartu, tiga kartu, dan kardek
Sistem tersebut dijelaskan sebagai berikut:
1. Sistem register: digunakan untuk perpustakaan yang jumlah majalahnya

sedikit dan diterima secara teratur. Pencatatan dilakukan pada selembar
kertas yang dibagi dalam kolom nomor, judul majalah, volume, penerbit,
agen, periode, harga, dan sebagainya.
2. Sistem buku besar: dilakukan untuk mencatat semua keterangan majalah
yang dilanggan. Keterangan mengenai majalah yang perlu dicatat adalah
judul majalah, penerbit, agen, harga, tahun, volume, nomor, dan
sebagainya.

70 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

Contoh format buku besar:

Judul : Harga :
Penerbit : Frekuensi :
Agen :

Vol. Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des
Thn.

3. Sistem dua kartu: terdiri atas kartu register dan kartu uji (check card).
Kartu register memuat informasi mengenai judul, penerbit, agen,
frekuensi, tahun dan volume, harga, dll. Kartu uji memuat informasi
mengenai judul, frekuensi, volume, nomor majalah, tanggal peringatan
pada agen/toko buku, dan paraf pustakawan yang bertanggung jawab.

4. Sistem tiga kartu: terdiri atas kartu register, kartu uji, dan kartu indeks
berkelas. Kartu register dan kartu uji sama dengan di atas. Kartu indeks
berkelas memuat informasi mengenai nomor kelas, langganan tahunan,
frekuensi, judul, pialang, agen, penerbit, volume dan nomor yang ada,
indeks, suplemen, dan sebagainya.

5. Kardek: alat untuk mencetak terbitan berseri serta rekaman lain, yang
terbuat dari baja, dibagi dalam beberapa laci, bergantung pada
kebutuhan.

G. Penyiangan Bahan Perpustakaan

Dengan perkembangan ilmu dan teknologi, tempat dan ruang penyimpanan
koleksi terbatas, . beberapa koleksi perlu ditarik atau dikeluarkan dari jakaran
koleksi. Kegiatan mengeluarkan atau menarik bahan perpustakaan dari
koleksi perpustakaan disebut dengan penyiangan (weeding).

Kegiatan penyiangan bertujuan untuk

❖ memperoleh tambahan tempat untuk koleksi baru;

❖ membuat koleksi dapat lebih diandalkan sebagai sumber informasi yang
akurat, relevan, up to date, serta menarik;

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 71

❖ memberi kemudahan pada pemakai dalam menggunakan koleksi;
❖ memungkinkan staf perpustakaan mengelola koleksi dengan lebih efektif

dan efisien.

1. Kriteria Penyiangan
a. Sebaiknya perpustakaan mempunyai peraturan tertulis tentang
penyiangan, sebagai pedoman melaksanakan penyiangan dari waktu
ke waktu.
b. Hendaknya perpustakaan meminta bantuan dari spesialis subjek dari
bahan perpustakaan yang akan disiangi.
c. Kondisi fisik bahan perpustakaan rusak berat dan tidak mungkin
diperbaiki lagi, namun bila bahan perpustakaan tersebut banyak
dibutuhkan pemakainya, hendaknya dibuatkan salinan/kopinya atau
dialih-mediakan terlebih dahulu.
d. Isi atau bahan perpustakaan yang boleh disiangi:
1) sudah ketinggalan jaman atau tidak sesuai lagi dengan kebutuhan
pemakainya,
2) informasinya sudah tidak relevan,
3) data sudah tidak akurat lagi,
4) informasinya sudah kurang/tidak bermanfaat lagi,
5) materi sudah tidak sesuai dengan perkembangan kurikulum,
6) edisi terbaru telah terbit,
7) materinya bukan merupakan karya klasik dan sejarah,
8) bahan perpustakaan yang isinya sudah tidak lengkap lagi dan
tidak dapat diusahakan gantinya

2. Proses Penyiangan
Proses penyiangan memakan waktu lama, keputusan harus diambil
secara hati-hati. Pelaksanaan proses penyiangan tidak hanya berakhir

72 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

dengan dikeluarkannya bahan perpustakaan tertentu dari koleksi, tetapi
masih ada berbagai prosedur yang harus diselesaikan, yaitu:

a. mencatat semua records bahan perpustakaan yang akan dikeluarkan;

b. mengeluarkan katalognya dari jajaran katalog;

c. menghapus data bibliografi yang ada di pangkalan data OPAC

3. Laporan Hasil Penyiangan

Untuk pertanggungjawaban hasil penyiangan, penanggung jawab
kegiatan harus membuat laporan hasil penyiangan yang dapat berupa
bahan perpustakaan yang akan dimusnahkan atau bahan perpustakaan
eksemplar lebih (surplus). Pemusnahan barang milik negara harus
mengacu pada peraturan pemerintah yang berlaku.

H. Pembuatan Laporan Pengembangan Koleksi

Laporan pengembangan koleksi dibuat sistematis, lengkap, berisikan surat
pengantar, dan daftar pengadaan bahan pustaka tahun berjalan yang
disusun alfabetis judul dari setiap subjek.

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 73

74 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

BAB III

PENUTUP

Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat dikatakan bahwa pengembangan
koleksi tidak hanya sekadar menambah jumlah koleksi atau bahan perpustakaan
ke suatu perpustakaan, melainkan ada proses seleksi dan evaluasi. Kegiatan
seleksi berhubungan dengan pemilihan dan penetapan bahan perpustakaan yang
akan diadakan, yang tentunya disesuaikan dengan dana yang tersedia, kebijakan
perpustakaan dalam hal mengembangkan koleksi, dan ketersediaan bahan
perpustakaan di pasaran.

Kegiatan evaluasi berhubungan dengan penyuntingan bahan perpustakaan yang
ada di lapangan. Kegiatan evaluasi, misalnya penyiangan tidak hanya sampai
pada tingkat mengurangi atau mengeluarkan bahan perpustakaan dari jajaran
koleksi, tetapi harus juga mencatat semua records bahan perpustakaan yang akan
dikeluarkan, mengeluarkan katalognya dari jajaran kotalog,.dan menghapus data
bibliografi yang ada di pangkalan data OPAC.

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 75

76 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA

Budiaju, Wresti. Pengembangan Koleksi Perpustakaan Bagian A. Depok:
Universitas Indonesia, 2001.

Collection Development Policies and Procedures. 3rd ed. Edited by Elizabeth
Futas. Arizona : Oryx Press, 1995.

Evans, G. Edward. Developing Library and Information Center Collections. 4th ed.
New York : Collection Development team, 1998.

Guide for Written Collection Policy Statements. 2nd ed. Joanne S. Anderson, editor.
Chicago: American Library Association, 1996.

Nelwaty. Pedoman Teknis Pengembangan Koleksi Layanan. Jakarta:
Perpustakaan Nasional RI, 2003.

Sing, S.P. Collection Development in the Electronic Environment. Bottom Line :
Managing Library Financies. 2004.

Yulia, Yuyu. Pengadaan Bahan Pustaka. Jakarta: Universitas Terbuka. 1994.

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 77

78 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 79

80 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .................................................................................................... 81
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 83
BAB II A. Latar Belakang............................................................................ 83
B. Deskripsi Singkat ........................................................................ 84
BAB III C. Tujuan Pembelajaran Umum ..................................................... 84
D. Tujuan Pembelajaran Khusus ................................................... 84
BAB IV KATALOGISASI .............................................................................. 87
A. Pengertian Katalogisasi ........................................................... 87
BAB V B. Tujuan Katalogisasi................................................................... 88
C. Jenis Katalog .............................................................................. 88
D. Fungsi Katalog........................................................................... 89
E. Bentuk Katalog .......................................................................... 89
DESKRIPSI BIBLIOGRAFIS .......................................................... 93
A. Pedoman Deskripsi Bibliografis................................................ 93
B. Tingkatan Deskripsi Katalog..................................................... 94
C. Sumber Informasi ...................................................................... 96
D. Susunan Elemen Deskripsi Bentuk Buku (Monograf)............. 97
E. Komponen Wakil Dokumen ...................................................... 98
ENTRI KATALOG ........................................................................... 101
A. Tajuk Entri Utama dan Tajuk Entri Tambahan ........................ 101
B. Penentuan Kata Pertama Pada Nama Perorangan

sebagai Tajuk Entri Utama dan Entri Tambahan .................... 106
C. Deskripsi Bibliografi................................................................... 121
D. Nomor Panggil........................................................................... 125
KEGIATAN PASCA KATALOGISASI ............................................ 127

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 81

A Fisik dan Kelengkapan Bahan Perpustakaan ......................... 127

B Pengetikan Kartu Katalog ......................................................... 128

C Filing Kartu Katalog................................................................... 129

BAB VI PENUTUP........................................................................................ 137

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... 139

82 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perpustakaan sebagai suatu sistem informasi berfungsi menyimpan penge-
tahuan dalam berbagai bentuk bahan perpustakaan yang penempatannya
diatur sedemikian rupa sehingga informasi yang diperlukan dapat ditemu-
kan kembali oleh pemustaka dengan cepat dan tepat. Salah satu kegiatan
pokok dalam pengelolaan perpustakaan adalah katalogisasi (cataloguing),
yaitu proses pengolahan data-data bibliografi yang terdapat dalam suatu
bahan perpustakaan ke dalam bentuk katalog. Dalam pengertian lain,
katalogisasi merupakan proses pengorganisasian bahan perpustakaan
agar dapat diketemukan kembali oleh pemustaka pada saat mereka
membutuhkan bahan perpustakaan tersebut. Secara sederhana,
pengertian katalogisasi adalah proses pembuatan entri katalog sebagai
sarana temu kembali informasi di perpustakaan.
Katalog perpustakaan sebagai hasil katalogisasi merupakan suatu rekaman
atau daftar bahan perpustakaan yang dimiliki oleh suatu perpustakaan atau
beberapa perpustakaan yang disusun menurut aturan dan sistem tertentu.
Dalam katalog perpustakaan, dicantumkan hal-hal penting yang
diperkirakan digunakan orang dalam mencari suatu bahan perpustakaan
dan informasi yang dikandung di dalamnya, baik mengenai fisik maupun isi
bahan perpustakaan tersebut.
Ada dua macam kegiatan dalam pembuatan katalog, yaitu katalogisasi
deskriptif (descriptive cataloging) dan katalogisasi subjek (subject
cataloging). Katalogisasi deskriptif merupakan salah satu tahap katalogisasi
yang mendeskripsikan bahan perpustakaan secara fisik dan menentukan

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 83

titik pendekatan (access point). Adapun katalogisasi subjek merupakan
tahap katalogisasi lain yang dikelompokkan ke dalam dua bagian, yaitu
penandaan tajuk subjek suatu bahan perpustakaan secara verbal dan
penentuan nomor klasifikasi bahan perpustakaan secara nonverbal.
Dengan adanya katalog, para pemustaka diharapkan dapat mengetahui
gambaran singkat tentang bahan perpustakaan yang diproses, baik
mengenai aspek bibliografis, isi yang dikandung di dalamnya, lokasi atau
tempat penyimpanannya di perpustakaan, maupun keterangan lain yang
dianggap penting.

B. Deskripsi Singkat
Mata ajar diklat ini membekali peserta dengan pengetahuan dan
keterampilan membuat cantuman bibliografi yang meliputi pengertian
katalogisasi, tujuan, jenis dan fungsi katalog, deskripsi bibliografi bahan
perpustakaan menurut Anglo American Cataloguing Rules 2 (AACR2),
sumber-sumber informasi, susunan elemen deskripsi bibliografi, komponen
wakil dokumen, entri katalog, dan kegiatan pascakatalog yang disajikan
dengan pendekatan pelatihan andragogi yang meliputi metode ceramah,
diskusi, praktik, dan simulasi.

C. Tujuan Pembelajaran Umum
Setelah mengikuti mata ajar diklat ini peserta diharapkan mampu membuat
deskripsi bibliografi sederhana menurut peraturan AACR2 dalam bentuk
katalog.

D. Tujuan Pembelajaran Khusus
Setelah mengikuti mata ajar diklat ini peserta diharapkan mampu :

84 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

1. Menjelaskan pengertian dan tujuan katalogisasi
2. Menjelaskan jenis katalog
3. Menjelaskan fungsi dan bentuk katalog
4. Menjelaskan deskripsi bibliografi bahan perpustakaan
5. Menentukan entri katalog
6. Menjelaskan kegiatan pascakatalogisasi

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 85

86 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

BAB II
KATALOGISASI

katalogisasi lain, yang mengelompokkan bahan perpustakaan ke dalam dua
bagian, yaitu 1). penentuan tajuk subjek suatu bahan perpustakaan secara verbal
(dalam bentuk istilah) dan 2). penentuan nomor klasifikasi bahan perpustakaan
secara nonverbal (dalam bentuk notasi klasifikasi).
Dengan adanya katalog, para pemustaka perpustakaan diharapkan dapat
mengetahui gambaran singkat tentang bahan perpustakaan yang dimiliki, baik
mengenai aspek bibliografis, isi yang dikandung di dalamnya, lokasi atau tempat
penyimpanannya di perpustakaan, maupun keterangan lain yang dianggap
penting.
A. Pengertian Katalogisasi

Katalog yang sering kita dengar sehari-hari merupakan kata/istilah yang
berasal dari bahasa latin “catalogus” yang berarti daftar barang atau benda
yang disusun untuk tujuan tertentu. Sedangkan katalog berdasarkan ilmu
perpustakaan berarti daftar berbagai jenis koleksi perpustakaan yang
disusun menurut sistem tertentu. Jadi dalam katalog perpustakaan terdaftar
semua bahan perpustakaan (buku, majalah, kaset, CD, dan lain lain) yang
ada di rak koleksi. Dengan cara melengkapi data-data cantuman bibliografis
sesuai dengan sistem yang telah ditentukan pada katalog untuk semua jenis
bahan perpustakaan yang dimiliki perpustakaan, diharapkan para
pemustaka maupun pustakawan dapat menemukan kembali bahan
perpustakaan yang diperlukan dengan cepat dan tepat.

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 87

B. Tujuan Katalogisasi
Menurut seorang pakar perpustakaan dari Amerika Serikat yang bernama
Charles Ammi Cutter, pada dasarnya tujuan katalog adalah sebagai
berikut:
1. Memungkinkan seseorang menemukan sebuah buku yang diketahui
berdasarkan : a) Pengarangnya; b) Judulnya; c) Subjeknya.
2. Menunjukkan buku yang dimiliki perpustakaan: a) Oleh pengarang
tertentu; b) Berdasarkan subjek tertentu; c) Dalam jenis literatur
tertentu.
3. Membantu dalam pemilihan buku: a) Berdasarkan edisinya; atau b)
Berdasarkan karakternya (bentuk sastra atau berdasarkan topik).

C. Jenis Katalog
Berdasarkan jenisnya katalog dapat dibedakan atas 3 jenis yaitu:
1. Katalog pengarang
Yaitu katalog yang disusun berdasarkan abjad nama pengarang, baik
itu pengarang perorangan, karya bersama, karya badan korporasi,
ataupun karya yang ditajukkan pada judul seragam.
2. Katalog judul
Yaitu katalog yang disusun berdasar abjad judul dari semua bahan
perpustakaan yang dimiliki.
3. Katalog subjek
Katalog subjek dalam penyusunannya dapat dibedakan atas 2 jenis,
yaitu 1). Katalog subjek yang disusun berdasarkan abjad judul untuk
subjek yang dinyatakan dalam bentuk istilah (verbal) dan 2). Katalog
subjek yang disusun berdasarkan urutan nomor klasifikasi (subjek

88 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

dalam bentuk nonverbal) sesuai dengan pedoman bagan klasifikasi
yang digunakan.

D. Fungsi Katalog
Fungsi katalog bagi perpustakaan antara lain:
1. Sebagai hasil pencatatan /daftar inventaris dari koleksi yang ada di
perpustakaan.
2. Alat untuk mempermudah temu kembali informasi bahan perpustakaan
yang dicari.
3. Sebagai alat bantu di dalam memilih bahan perpustakaan dalam hal
yang berkaitan dengan edisi, kepengarangan, dan sebagainya.
4. Menyusun nama pengarang sedemikian rupa sehingga karya seseorang
dengan berbagai judul yang berbeda dapat diletakkan secara
berdekatan.
5. Mencatat nomor panggil (call number) untuk menunjukkan di mana
bahan perpustakaan itu berada/tersimpan pada rak.

E. Bentuk Katalog
Perpustakaan merupakan suatu organisasi yang terus berkembang . Hal itu
bisa dilihat dari bentuk fisik katalog yang terus mengalami perubahan.
Katalog dapat dikelompokkan berdasarkan bentuk fisiknya antara lain
adalah sebagai berikut:
1. Katalog Kartu (card catalog)
Katalog Kartu sudah digunakan lebih dari seratus tahun yang lalu dan
hingga sekarang pun masih banyak perpustakaan yang menggunakan
katalog jenis ini. Katalog bentuk kartu berukuran 7,5 x 12,5 cm. Setiap

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 89

entri (pengarang, judul, dan subjek) ditulis pada satu kartu. Kartu
kemudian dijajarkan dalam laci katalog.
Katalog berbentuk kartu banyak digunakan oleh berbagai
perpustakaan dengan pertimbangan sebagai berikut:
a. Awet atau tahan lama.
b. Fleksibel, yaitu penyisipan entri baru dan pengeluaran entri yang

tidak diperlukan mudah dilaksanakan. Dengan demikian, katalog
selalu mencerminkan keadaan bahan perpustakaan secara
mutakhir.
c. Ringkas, yaitu hemat tempat.
d. Akses langsung, yaitu dapat digunakan kapan saja oleh pegawai
dan beberapa pemustaka sekaligus.
e. Tersedia lebih dari satu pendekatan. Biasanya, kartu katalog dibuat
dalam tiga jenis, yaitu kartu katalog pengarang, katalog judul, dan
katalog subjek.
f. Dapat diperbanyak dengan mudah, murah, dan cepat.
g. Ekonomis, yaitu tidak memerlukan biaya tinggi dalam
pembuatannya.
2. Katalog Berkas (Sheaf Catalog)
Merupakan kumpulan kertas/ kartu berupa lembaran berukuran 7,5 x
12,5 cm. atau 10 x 15 cm. Masing-masing lembar berisi data katalog.
Pada bagian kiri diberi lubang. Kemudian diikat atau dijilid. Pada
bagian depan dan belakang diberi karton tebal berfungsi sebagai
pelindung. Setiap berkas dapat memuat antara 500 hingga 600 lembar.
Berkas yang sudah terjilid kemudian disusun menurut nomor berkas.

90 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

3. Katalog Cetak atau Katalog Buku (Printed Catalog)
Bentuk katalog buku berupa daftar judul-judul bahan perpustakaan yang
ditulis atau dicetak pada lembaran-lembaran yang berbentuk buku.
Katalog buku sebenarnya tidak fleksibel karena penyisipan dan
pengeluaran entri katalog tidak mudah dilakukan. Akan tetapi, jenis
katalog ini mempunyai beberapa keuntungan, antara lain:
a. Biaya pembuatan murah
b. Mudah dicetak
c. Mudah dikirim ke berbagai perpustakaan atau instansi lain
d. Mudah dibawa kemana-mana
e. Tidak memerlukan filling seperti kartu katalog

4. Katalog OPAC (Online Public Access Catalog)
Dengan semakin pesatnya kemajuan di bidang teknologi informasi
terutama dalam penggunaan komputer dan telekomunikasi berdam-
pak terhadap perkembangan bentuk katalog di perpustakaan. Ba-nyak
perpustakaan yang telah memanfaatkan kemajuan teknologi informasi
tersebut dalam kegiatan pembuatan katalog dengan menerapkan
sistem otomasi perpustakaan, yang salah satu kegiatannya adalah
pembuatan katalog secara online. Katalog OPAC banyak digunakan
pada berbagai perpustakaan karena mempunyai banyak keuntungan,
di antaranya adalah sebagai berikut:
a. penelusuran informasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
b. Penelusuran dapat dilakukan secara bersama-sama tanpa saling
menunggu.
c. Jajaran tertentu tidak perlu difail
d. Penelusuran dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai
pendekatan sekaligus, misalnya melalui judul, pengarang, subjek,

Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan 91

tahun terbit, penerbit, dan sebagainya, dengan memanfaatkan
penelusuran Boolean Logic
e. Rekaman bibliografi yang dimasukkan ke dalam entri katalog tidak
terbatas.
f. Penelusuran dilakukan dari beberapa tempat tanpa harus
mengunjungi perpustakaan , yaitu dengan menggunakan jaringan
LAN (Local Area Network) atau WAN (Wide Are Network)
Banyak program aplikasi yang dapat digunakan perpustakaan, antara
lain seperti : CDS/ISIS, Inlis, Inmagic, Virtua, Dynix, Tinlib, dan
berbagai jenis aplikasi lain yang dikembangkan oleh masing-masing
perpustakaan.
5. Katalog di Internet
Katalog yang dapat diakses dengan menggunakan komputer yang
terhubung dengan telepon dalam jaringan internet.

92 Modul Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan


Click to View FlipBook Version