The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Mendeskrispsikan tentang bimbingan konseling Islami untuk memahami drama kehidupan remaja. Aspek tumbuhkembang fisik dan jiwa, potensi akal dan kecerdasan serta permasalahan dalam pergaulan remaja, narkoba, seks dan gangguan kesehatan reproduksi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nirwanijumala26, 2021-11-13 00:32:33

BUKU BIMBINGAN KONSELING

Mendeskrispsikan tentang bimbingan konseling Islami untuk memahami drama kehidupan remaja. Aspek tumbuhkembang fisik dan jiwa, potensi akal dan kecerdasan serta permasalahan dalam pergaulan remaja, narkoba, seks dan gangguan kesehatan reproduksi

BIMIBINGAN KONSELING ISLAMI:
Memahami Drama Kehidupan Remaja

Oleh
NIRWANI JUMALA

Cipta Media Nusantara
2021

BIMIBINGAN KONSELING ISLAMI:
Memahami Drama Kehidupan Remaja

Penulis : Nirwani Jumala
Editor : Maharani Dewi
Layout : Khoyrul Umam
Cover : Ahmad Zaini

Diterbitkan dan Dicetak Oleh:
Cipta Media Nusantara (CMN), 2021
Anggota IKAPI: 270/JTI/2021
Alamat : Jl. Jemurwonosari 1/39, Wonocolo, Surabaya
Email : [email protected]
Web : www.ciptapublishing.com

ISBN : 978-623-97805-7-9

Cetakan Pertama: September 2021

Copyright © 2021 Cipta Media Nusantara

Ketentuan Pidana Pasal 112-119
Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta.
Dilarang keras menerjemahkan, memfotokopi, atau memperbanyak
sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit

Kata Pengantar

PENGANTAR I

Remaja Sebagai Kader Anak Bangsa

‫َو ْل َي ْخ َش الَّ ِذ ْي َن َل ْو تَ َر ُك ْوا ِم ْن َخ ْل ِف ِه ْم ذُ ِريَّةً ِض ٰعفًا َخافُ ْوا َعلَ ْي ِه ْْۖم َف ْليَتَّقُوا ّٰلهلاَ َو ْل َيقُ ْولُ ْوا َق ْوًًل‬
‫َس ِد ْي ًدا‬

Artinya: Hendaklah merasa takut orang-orang yang seandainya
(mati) meninggalkan setelah mereka, keturunan yang lemah (yang)
mereka khawatir terhadapnya. Maka, bertakwalah kepada Allah
dan berbicaralah dengan tutur kata yang benar (Q.S.An-Nisa’:9}

Peringatan Allah yang terdapat dalam Al-Quran ini sangat
berhubungan dengan kehidupan generasi remaja yang akan tumbuh
menjadi pemuda harapan bangsa. Jika generasi ini tidak sempat
terdidik dengan baik, mereka akan tumbuh menjadi pemuda yang
hilang harapan. Hilang harapan bagi pemuda itu sendiri dan juga
para orang tua yang sekaligus sebagai warga bangsa.

Ada beberapa kata penting yang terdapat dalam ayat yang tertera di
atas, yang harus menjadi catatan penting bagi kita dalam
mempersiapkan generasi mendatang. Pertama, kita harus benar-
benar ingat (takut), jika nanti kita meninggalkan generasi (anak-
anak) kita yang lemah. Karena itu setiap orang tua harus berusaha
memahami perkembangan anak dan kebutuhannya baik sisi materi
sebagai kebutuhan fisik, maupun sisi rohaninya sebagai kebutuhan
mentalnya. Kedua, kata zhaif (lemah). Ada beberapa makna yang
diberikan oleh mufasir terhadap kata lemah ini. Misalnya lemah
fisik, lemah ekonomi, lemah dalam ilmu pengetahuan dan lemah
iman. Ketiga, kata qaulan sadida yang secara umum diberi arti
dengan tutur yang benar, yang menurut Qurais Shihab tidak hanya
sekedar tutur benar, tetapi tepat sasaran.

Bila kita mengikuti penafsiran Quraish Shihab dari makna kata
sadida, maka ada hubungannya dengan pemberian pendidikan

[iii]

Kata Pengantar

pada anak-anak kita. “Tepat Sasaran”. jika dihubungkan dengan
sistem pendidikan, itu berarti materi pendidikan dan metode serta
lingkungan, harus menjadi perhatian kita yang kemudian disesuai-
kan dengan perkembangan anak.

Bila kita perhatikan urutan kepentingan pembinaan anak ber-
dasarkan hadis-hadis Nabi Muhammad saw, maka yang paling awal
harus kita berikan adalah pendidikan iman. Sejak berkumpul dua
orang tua (Ayah dan Ibu) harus hidup harmonis, suka beribadah,
harus menjaga rezeki yang halal. Kehidupan yang harmonis dalam
rumah tangga, sukanya beribadah para orang tua dan menjaga
rezeki yang halal ada pengaruhnya pada sikap anak nanti.
Selanjutnya adalah pendidikan tauhid, yang dimulai sejak
menyambut kelahirann anak sebagaimana tradisi umat Islam
dengan membisikkan azan atau iqamat di telinga bayi yang baru
lahir. Azan yang dibisikkan itu sebenarnya untuk memperkenalkan
Allah lebih teguh pada anak bahwa Allah lah satu-satunya Tuhan
Penciptan dan Pemeliharanya.

Perkembangan selanjutnya mengikuti tradisi Nabi dalam mendidik
keluarganya selalu menekankan Tauhid sebagai dasar dalam
membentuk kepribadian seseorang anak. Jika tauhidnya sudah kuat
maka bagi anak-anak yang beragama Islam akan mempermudah
pendidikan ke arah kebaikan selanjutnya. Keyakinan kepada Allah
sebagai Maha Pemberi, maka dia tidak akan menggantungkan diri
pada siapapun makhluk manusia. Dia tidak akan berlaku curang
demi senangnya orang lain agar dia mendapat sesuatu dari orang
itu. Dengan keyakinan yang mendalam tentang adanya malaikat
yang mengawasi dirinya serta mencatat segala amal baik/buruknya
dan bagaimana sulit, sakitnya hidup di neraka, serta bagaimana
senang dan bahagianya hidup di syurga nanti, akan menjadi pilihan
dalam mengisi hidupnya.

Dengan keyakinan dan kesadaran penuh, bahwa hidupnya
sesungguhnya demi mengabdi kepada Allah (Q.S.Az-Zariat:56),

[iv]

Kata Pengantar

maka setiap detik kehidupan akan dipergunakan dalam rangka
mengabdi kepada Allah, baik demi pribadinya, untuk keluarga,
untuk masyarakat dan untuk bangsanya. Jika kita mampu mendidik
anak-anak kita berkepribadian seperti itu maka akan terselamatkan
generasi remaja dari dekadensi moral seperti yang kita saksikan
dari sejumlah prilaku remaja selama ini.

Seperti yang kita telaah dalam teori pendidikan, memang ada tri
pusat pendidikan yang tanggungjawab terhadap pendidikan anak,
tetapi peran orang tua adalah yang paling utama. Karena orang tua
sudah seharusnya mendidik sejak anak dalam kandungan, ketika
masih 0 tahun sampai mereka bersekolah dan bergaul dalam
masyarakat. Namun peran sekolah juga tidak kalah penting, sabagai
meyakinkan kembali apa yang telah diajarkan oleh orang tua serta
memberi ilmu dan melatih keterampilan demi kualitas hidup anak
dalam bermasyarakat. Hal yang tidak kalah penting adalah peran
masyarakat yang dalam hal ini termasuk penegak hukum.
Masyarakat, penegakan hukum harus menutup kesempatan bagi
maasyarakat untuk terlibat dalam maksiat. Seperti rumus popular,
“kemaksiatan/kejahatan, itu akan terjadi jika ada dua hal yaitu niat
dan kesempatan. Menghilangkan niat bermaksiat itulah tugas orang
tua dan guru, sedangkan kesempatan, perannya masyarakat
terutama sekali penegak hukuim. Kelemahan dalam penegakan
hukum akan membuat kemaksiatan beredar secara mudah dan hal
ini akan memudahkan anak tergelincir dengan godaan kesenangan
semu.

Apa yang saya sampaikan dalam pengantar ini telah ditulis secara
rinci oleh Dr. Nirwani Jumala, M. Pd. dalam buku ini, seorang
Doktor muda dan kreatif. Karena itu sungguh sangat bermanfaat
jika para pembaca sempat menelusuri seluruh dari isi buku ini.
Seperti yang kita saksikan selama ini begitu banyak para remaja
kita yang terpengaruh dengan sikap hidup yang salah, karena
kekurangan perhatian dari para orang tua, para pendidik dan juga

[v]

Kata Pengantar

masyarakat, maka buku ini merupakan salah satu guide bagi kita
dalam mempermudah memperhatikan perkembangan anak dan
sesuatu yang harus kirta lakukan pada waktunya. Semoga.

Banda Aceh, 20 September 2021
Prof. Dr. M. Hasbi Amiruddin, M.A
Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh

[vi]

Kata Pengantar

PENGANTAR II

Remaja dan Harapan

Secara fisik manusia tumbuh menjadi matang dan sempurna yang
ditandai dengan perubahan bentuk dan fungsi organ dan sistem
organ. Secara mental, manusia juga berkembang dengan dibantu
oleh fungsi otak dan akalnya. Adapun remaja merupakan masa
yang sangat rawan dalam periode tumbuhkembang manusia.

Menyajikan drama kehidupan manusia pada masa remaja, akan
menghadirkan berbagai pandangan yang berbeda. Sebagian orang
berpendapat, masa remaja adalah masa indah penuh romantika,
sementara yang lain menggambarkan masa remaja sebagai masa
yang penuh dengan krisis moral. Banyak hal yang menggambarkan
ketidakselarasan, gangguan emosi dan gangguan perilaku yang
dialami remaja. Namun sebagian remaja yang lain mampu
menemukan jati dirinya, dapat mengatasi tekanan-tekanan yang
dialami karena perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya
maupun akibat teknologi dan globalisasi.

Peran aktif orang tua dan konselor dalam setiap fase pertumbuhan
sangat penting, terutama pada masa remaja. Mereka sangat
membutuhkan bimbingan dan tuntunan untuk mencapai
kebahagiaan dan menerima segala perubahan akan menjadikan
mereka mampu mencapai keberhasilan hidup yang sebenarnya.
Masa remaja yang dihiasi dengan hal-hal baik akan menjadi
kenangan terindah sebaliknya masa remaja yang dipenuhi
keteledoran, kemaksiatan, kesalahan akan menjadi penyesalan
yang berkepanjangan. Kegagalan dalam masa remaja tidak
memberikan pilihan untuk merajut kembali masa yang hilang.

Penyimpangan perilaku yang akhirnya mengarahkan kepada
kecanduan narkoba, seks bebas dan kenakalan lainnya adalah hal

[vii]

Kata Pengantar

yang sangat menakutkan. Kita semua berharap remaja akan
menjadi penerus bangsa yang kita banggakan. Tentunya untuk
membimbing dan mengarahkan mereka, kita butuh ilmu dalam
mengenali perubahan fungsi dan tugas pertumbuhan dan
perkembangan.
Maka buku ini sangat bagus untuk dibaca, karena membuka
wawasan dalam memahami pertumbuhan dan perkembangan serta
dilematika masa remaja. Ulasan yang disampaikan dalam buku ini
sangat mudah dipahami. Orang tua dan para guru bimbingan
konseling, saya sarankan untuk membacanya sampai tuntas.

Medan, Juni 2021
Dr. Salman Alfarisi, M.A
(Kepala Balai Diklat Keagamaan Medan)

[viii]

Kata Pengantar

PENGANTAR III

Remaja, Generasi Harapan

Anak salah satu perhiasan hidup yang didambakan oleh semua
insan, tidak sedikit pasangan suami-isteri yang merasa hidupnya
belum sempurna jika belum dikaruniai anak. Alquran menyuruh
umat manusia agar mengasuh dan memelihara anak secara baik
agar kelak menjadi generasi tangguh dan kuat serta berguna bagi
agama dan bangsa sebagaimana isyarat dari Q.S. At-Tahrim: 6
“Wahai orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu
dari siksa api neraka”, kemudian Q.S. An-Nisa`: 9, “Dan hendaklah
takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di
belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir
terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka
bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan
perkataan yang benar”.

Berdasarkan psikologi perkembangan, manusia mengalami
beberapa fase yaitu anak-anak kemudian tumbuh menjadi remaja,
dewasa dan lainnya. Salah satu fase yang mengalami masa transisi
dan sedikit rentan adalah fase remaja yaitu peralihan dari fase anak-
anak menuju masa dewasa. Remaja sering mengalami tekanan
untuk mengikuti teman sebaya atau yang disebut konformitas
(conformity) yang sangat kuat. Konformitas muncul ketika
individu meniru sikap, atau tingkah laku orang lain dikarenakan ada
tekanan nyata maupun yang tidak nyata. Perilaku remaja yang
menyimpang seperti berbuat onar, mencuri dan lain lain perlu
mendapat perhatian khusus bagi orangtua, guru dan pemerhati
pendidikan.

Pertentangan dan pemberontakan adalah bagian alamiah dari
kebutuhan para remaja untuk menjadi dewasa yang mandiri dan
peka secara emosional. Sedangkan remaja dalam perspektif Islam

[ix]

Kata Pengantar

akan memiliki peran utama di masa depannya yaitu menjadi
pemimpin, menjadi guru atau ahli ilmu, dan menjadi imam shalat
(laki-laki). Kemudian, remaja muslim adalah bagian dari umat
terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, menyuruh kepada yang
makruf dan mencegah dari yang mungkar dan mengajak manusia
beriman kepada Allah.
Untuk memahami jiwa remaja dan mencari solusi yang tepat bagi
permasalahannya, maka penting bagi kita memahami remaja dan
perkembangan psikologinya; yaitu konsep diri; intelegensi, emosi,
seksual, motif sosial, dan religinya. Buku ini telah membahas
persoalan remaja secara komprehensif, dilengkapi dengan dalil
baik dari Alquran maupun hadis, beserta argumen-argumen kritis.
Uraian buku ini juga sangat lugas dan tegas terkait persoalan remaja
sehingga dapat menjadi referensi penting bagi orang tua,
mahasiswa, pendidik, konsultan dan aparat yang berkecimpung
dalam permasalahan remaja.

Banda Aceh 16 Agustus 2021
Dr. H. Agustin Hanapi, Lc., MA.
(Kaprodi Magister Hukum Keluarga Pascasarjana UIN Ar-Raniry
& Ketua Pusat Studi Ketahanan Keluarga UIN Ar-Raniry)

[x]

Kata Pengantar

PENGANTAR IV

Wujudkan Lahirnya Generasi Emas

Remaja, masa indah penuh cerita, tak terlupa, berharga dan penuh
warna. Ada dua kemungkinan cerita yang diukir pada masa ini,
cerita indah penuh makna atau cerita luka penuh nestapa. Kedua hal
ini tidak terlepas dari bekal yang dimiliki remaja dalam menjalani
kehidupannya. Bekal itu adalah pengasuhan dan pendidikan yang
benar baik dari keluarga, para guru maupun masyarakat tempat
remaja tumbuh.

Kehidupan remaja saat ini dipengaruhi oleh gadget, media massa,
terutama internet, film dan musik. Sehingga tidak mengherankan
jika perubahan yang dominan terjadi pada masa remaja
berhubungan dengan perubahan mental yang agresif untuk
menemukan kesempatan dan mencoba sesuatu yang baru sebagai
akibat dari sikap remaja yang lebih terbuka menerima ide-ide baru.

Remaja jadi tersesat dalam pergaulan yang salah, menggunakan
narkoba bahkan tergelincir dalam perilaku seksual yang salah.
Sebagian besar, bahkan hampir seluruh dari dampak narkoba
adalah hilangnya masa depan seorang remaja. Demikian juga
dengan tingkah laku seksual, sebagian perilaku seksual yang
menyimpang, dampaknya dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan
jiwa. Secara fisik terjadinya kehamilan diluar nikah, aborsi,
penyakit menular seksual, dll. Secara kejiwaan munculnya rasa
bersalah, depresi, marah, stress dll.

Namun tidak jarang juga, saat ini remaja semakin tertarik kepada
kehidupan religius. Mereka menghabiskan hidupnya dengan
belajar, menuntut ilmu agama, menempa diri menjadi kreatif dan
mandiri. Setelah membaca buku ini, kami ingin berkata” Mari Kita

[xi]

Kata Pengantar

Selamatkan Remaja, mereka adalah masa depan kita yang
sesungguhnya, kita akan wariskan segalanya untuk mereka”.
Buku ini mengupas sebuah periode kehidupan sejak masa awal
sampai akhir. Dengan fokus ulasannya pada kehidupan remaja.
Penulis seakan ingin membangunkan kita untuk memberikan
perhatian khusus pada remaja dan masa depannya. Buku ini harus
dibaca oleh semua orang tua, para pendidik dan kita semua.
InsyaAllah ulasan dalam buku ini dapat menyentuh hati kita untuk
berkontribusi dalam melahirkan generasi emas, yaitu para remaja
yang hidup di jalan yang benar.

Banda Aceh, Agustus 2021
Drs. H. Muhammad Halomoan, M. Pd.
(Kepala Balai Diklat Keagamaan Aceh)

[xii]

Kata Pengantar

PENGANTAR V

Bagaimana Remaja Mengenal Dirinya

Semua orang berharap menjalani masa remaja dengan penuh
makna. Sebenarnya tidak ada remaja yang ingin tersesat jalan
hidupnya, apalagi rusak masa depannya. Kenyataannya, remaja
berpetualang dalam berbagai tantangan hidupnya, kadangkala
tanpa bekal yang cukup.

Ulasan dalam buku ini, membuka jalan berfikir yang lebih luas bagi
kita semua. Berapa banyak remaja yang mengenal dirinya secara
utuh?. Apakah para remaja mengetahui proses pertumbuhan dan
perkembangan yang pasti dan harus dilaluinya, memahami tugas
perkembangannya, serta mampu mengelola hidupnya sesuai
petunjuk yang benar?

Haruskah kegagalan remaja selalu dikaitkan dengan pengaruh
digitalisasi dan teknologi? Remaja yang sedang berkembang dalam
periode ingin tahu, ingin segera meniru apa yang dilihat atau
didengarnya. Mereka diperkenalkan dengan berbagai pengetahuan
untuk membuat mereka pintar dan berprestasi. Tetapi mungkin kita
lupa menuntun mereka untuk mengenal diri sendiri. Akibatnya
mereka kehilangan arah.

Kasus-kasus yang dipaparkan dalam buku ini, menyadarkan kita
bahwa remaja butuh tuntunan agar mereka kenal dengan dirinya
sendiri. Kehidupan pribadi, sosial, religius bahkan kehidupan yang
berhubungan dengan hal-hal privasipun dapat mereka jalani dengan
benar ketika mereka mendapat tuntunan yang benar. Sebaliknya
mereka tertipu, tergelincir dan terjerat dalam berbagai masalah
disebabkan mereka tidak berhati-hati dengan ranjau-ranjau dalam
kehidupannya.

[xiii]

Kata Pengantar

Semoga buku ini memberikan pencerahan bagi remaja, orang tua,
pendidik dan masyarakat tentang pentingnya memahami drama
kehidupan remaja. Buku ini sangat membantu memperkenalkan
siapakah remaja dengan segala problemanya? Buku ini adalah
hadiah ulang tahun, untuk dibaca oleh remaja agar menemukan jati
dirinya yang benar.

Banda Aceh, Agustus 2021
Reza Maulana, M.A

(Generasi Muda Lhoknga)

[xiv]

Prakata

PRAKATA PENULIS

Bimbingan Konseling Islami:

Memahami Drama Kehidupan Remaja

Dengan segala keterbatasan dan kerendahan ilmu yang penulis
miliki, Allah telah anugerahkan dan mudahkan penulis untuk
berfikir dan merenungi. Segala upaya yang penulis lakukan tidak
terlepas dari bimbingan-Nya. Segala kekurangan dan kesalahan
dalam buku ini adalah kelemahan penulis, sebagai manusia yang
harus terus belajar dan menuntut ilmu. Adapun kebenaran yang
tertulis dan tersirat dalam buku ini berasal dari petunjuk Allah
untuk menuntun ummat manusia kepada kebaikan.
Alhamdulillah, penulisan buku dengan judul, “Bimbingan
Konseling Islami: Memahami Drama Kehidupan Remaja,”
dilatarbelakangi rasa cinta yang mendalam dari penulis kepada
remaja. Buku ini khususnya ditulis untuk bekal hidup dua putraku
tercinta yang saat ini sudah menginjak usia remaja. Said Akhtar
Maulana Ghazi dan Said Ehsan Muizzi Azka, InsyaAllah akan
menjadi aset terbaik bagi umat Islam di masa depan. Harta berharga
yang Allah titipkan kepada kami.

Selawat dan salam kepada junjungan Nabi Muhammad Shallallahu
’Alaihi Wasallam yang telah mengajarkan manusia dengan ilmu
dan tuntunan perilaku yang baik. Sosok yang dirindui, figur idola
bagi penulis, bagi kedua putraku, bagi seluruh kaum muslimin, bagi
seluruh ummat manusia. Wahai Rasulullah, betapa besarnya
keinginan berjumpa dalam naungan syafaatmu.

Buku ini disusun dengan tujuan memberikan pemahaman tentang
proses kehidupan manusia menuju masa remaja melalui dua proses
yang pasti terjadi dalam hidupnya yaitu pertumbuhan dan
perkembangan. Sejak masa intrauteri, masa kanak-kanak menuju

[xv]

Prakata

masa remaja bahkan lanjut usia tahapan pertumbuhan dan
perkembangan manusia terus berlangsung tanpa dapat dihentikan.
Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan antara masa anak-
anak ke masa dewasa. Batasan usia remaja berbeda-beda sesuai
dengan sosial budaya masyarakat setempat. Menurut WHO batasan
remaja adalah 12-24 tahun. Departemen Kesehatan berdasarkan
program layanan memberikan batasan umur remaja adalah 10-19
tahun dan belum menikah. BKKBN memberikan batasan umur
remaja 10-21 tahun. Tokoh psikologi, Hurlock memberi batasan
masa remaja berdasarkan usia kronologis, yaitu antara 13-18 tahun.
Adapun menurut Thornburgh dalam aliran kontemporer usia
remaja antara 11-22 tahun.
Berdasarkan hasil sensus penduduk Indonesia tahun 2020, ternyata
usia produktif, mendominasi jumlah penduduk Indonesia. Proyeksi
hasil sensus penduduk yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik
tahun 2020 menunjukkan bahwa dari 270,20 juta jiwa penduduk
Indonesia saat ini, 70,72 % berusia produktif yaitu usia 15-64
tahun. Klasifikasi penduduk Indonesia berdasarkan generasi saat
ini didominasi oleh generasi Z dan generasi milenial, dengan
proporsi masing-masing 27,94 % dan 25,87%. Generasi Z adalah
mereka yang lahir tahun 1997-2012, yang saat ini diperkiraan
berusia 8-23 tahun, sementara Generasi milenial lahir di tahun
1981-1996 dan saat ini diperkiraan berusia 24-39 tahun (BPS,
2020). Perhatikan tabulasi data berikut:

[xvi]

Prakata

Gambar 1. Hasil sensus penduduk (BPS, 2020)

Generasi Z adalah generasi yang sedang berada pada masa badai
dan tekanan (storm and stress). Mereka sedang dalam masa
peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa. Mereka sedang
melakukan pencarian jati diri, sehingga dapat dikatakan sedang
menghadapi krisis identitas atau pencarian identitas diri. Kondisi
ini menimbulkan masalah pada diri remaja. Adakalanya muncul
sikap canggung dalam pergaulan, emosi yang tidak stabil serta
perasaan hampa karena dipengaruhi cara pandang dan petunjuk
hidup.
Masa remaja dalam Islam disebut dengan masa amrad adalah masa
transisi yang ditandai dengan mulai munculnya gejolak dan
masalah dalam kehidupan. Semua hal tersebut akan berfungsi untuk
menempa mereka menjadi pribadi yang kuat. Mereka dipersiapkan
untuk menjadi khalifah di muka bumi. Remaja butuh bimbingan
agar bertanggung jawab dengan tugas, peran dalam hidupnya.
Remaja dalam perspektif Islam akan memiliki tiga peran utama di
masa depannya yaitu menjadi pemimpin, menjadi guru atau ahli
ilmu, dan menjadi imam shalat (laki-laki). Menjadi pemimpin
berarti siap jiwa dan raga untuk mengurus segala hal yang
berhubungan kemudahan hidup di dunia. Pemimpin kecil adalah
mereka yang memimpin diri sendiri. Pemimpin standar adalah

[xvii]

Prakata

memimpin keluarga. Pemimpin besar adalah mereka yang memiliki
amanat memimpin dalam jabatan yang diamanahkan kepadanya.
Mereka butuh segala hal yang berhubungan dengan akhlak mulia,
jujur, bertanggung jawab, cerdas, kreatif, mandiri, dll.

Menjadi ahli ilmu bermakna para remaja adalah orang yang dimasa
depan harus mampu untuk menuntun diri dan manusia lain agar
senantiasa berbuat baik. Remaja muslim adalah bagian dari umat
terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, menyuruh kepada yang
makruf dan mencegah dari yang mungkar dan mengajak manusia
beriman kepada Allah. Khalifah Umar bin Khattab ra sebagaimana
diriwayatkan Ibnu Jarir at-Thabari mengatakan “Siapa yang ingin
meraih keistimewaan ini, hendaklah dia memenuhi syarat yang
ditetapkan Allah itu.” Dalam surat Ali Imran ayat 104, Allah
berfirman: “Hendaklah ada di antara kamu (atau setiap orang di
antara kamu) menjadi bagian dari sekelompok umat yang
mengajak pada kebajikan, menyuruh pada yang makruf, dan
melarang yang mungkar; merekalah orang-orang yang
beruntung.”

Setiap remaja muslim laki-laki juga dipersiapkan menjadi imam
shalat. Imam shalat adalah pemimpin kekuatan barisan kaum
muslimin. Selama masih ada shalat berjamaah, maka umat masih
kuat dan saling menguatkan. Agar shalat jamaah dapat ber-
langsung dibutuhkan seorang imam yang memenuhi syarat-syarat
sebagai berikut:

1. Seorang imam adalah orang yang dekat dengan Alquran, yang
mampu membaca Alquran secara benar, indah, merdu dan
tartil. Remaja muslim dididik dekat dan cinta kepada Alquran.

2. Seorang imam adalah orang yang mampu menjaga dan
mempertimbangkan kenyamanan makmumnya. Empati yang
tinggi terhadap kondisi orang lain adalah susunan bangunan
yang kokoh untuk saling menguatkan sesama muslim.

[xviii]

Prakata

3. Seorang imam adalah orang yang produktif, kuat dan sehat
fisik dan mental. Remaja adalah generasi yang disiapkan
menjadi sosok yang sangat produktif, sehat jiwa dan raga.

Remaja juga dapat mengalami pertentangan didalam dirinya,
sehingga sering menjadi pangkal sebab terjadinya perdebatan
dengan orang tua, keluarga, teman atau guru. Remaja senang
melakukan uji coba yang kadangkala dapat menjerumuskan dalam
penyimpangan perilaku, norma dan nilai. Remaja senang ber-
eksplorasi, mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.
Bahkan remaja memiliki kecenderungan membentuk kelompok,
melakukan kegiatan berkelompok, dsb. Masa remaja merupakan
masa badai dan tekanan, masa terjadinya krisis identitas atau
pencarian identitas diri. Ada kemungkinan remaja itu labil,
bimbang dalam menemukan identitasnya, salah taktik dalam
melangkah, jauh dari pengetahuan dan bimbingan agama atau tidak
berpegang pada ajaran agama.

Disisi lain ada banyak persoalan yang berhubungan dengan
perkembangan psikis remaja, bahkan mempengaruhi kualitas hidup
mereka. Trozt periode ke 2 atau krisis kedua terjadi pada usia 14-
17 tahun. Remaja sering membantah orang tua dalam upaya
menemukan identitas diri, sehingga terkesan keras kepala dan tidak
dapat diatur. Pada masa ini, remaja juga diincar oleh gaya hidup,
berhubungan dengan hal-hal porno, narkoba, psikotropika, zat-zat
adiktif dan perilaku seksual yang menyimpang dari agama dan
norma.

Perubahan fisik dapat diukur dan diamati dengan jelas oleh setiap
orang. Perubahan mental kadangkala tidak teramati, dan baru
disadari ketika terjadinya penyimpangan perilaku. Apalagi
perubahan fungsi reproduksi, anggapan bahwa perubahan organ-
organ seksual adalah hal yang tabu untuk dibicarakan
menyebabkan remaja tidak terdidik tentang hal ini. Ketika terjadi
permasalahan atau insiden barulah disadari. Ketika nasi sudah

[xix]

Prakata

menjadi bubur, kehidupan remaja sudah hancur, baru dibicarakan
tentang solusinya.

Masa remaja adalah masa bergejolaknya dorongan seksual, oleh
karena itu orangtua, para pendidik dan konselor harus mengajari
tentang ketatnya pengawasan Allah. Remaja mulai jatuh cinta
dengan menganggap bahwa rasa cinta muncul dari saling pandang.
Kuatnya daya khayal dan asmara dalam diri remaja pada masa ini
dapat mendorong mereka melakukan hal-hal yang akan merugikan
hidupnya terutama dalam hal kesehatan reproduksi.

Remaja pada saat ini memandang cinta yang hakiki merupakan
keinginan alami yang ada dalam diri manusia. Mereka bahkan
menganggap agama Islam tidak mengharamkan cinta. Cinta
didefinisikan remaja sebagai suatu upaya pelimpahan kasih sayang
dan kebersamaan, saling melengkapi dan memberikan motivasi.
Tanpa disadari mereka telah mendefiniskan cinta sebagai sesuatu
yang haram. Cinta yang mereka pahami adalah kesia-siaan,
membebani pikiran dan perasaan, menyiksa jiwa dan menyia-
nyiakan waktu.

Kematangan fisik yang dialami remaja seharusnya juga diikuti
dengan kematangan mental. Namun pada masa menuju ke-
matangan ini remaja sering kehilangan arah. Mengapa? Mungkin
karena mereka melaluinya sendiri. Sebagian besar orang-orang
disekitar tidak memahami mereka. Padahal pada saat itu mereka
bukan lagi anak kecil, sebaliknya mereka juga belum menjadi
seorang dewasa yang matang. Mereka mengalami kematangan
seksual sebagai sesuatu yang baru dan tidak terlalu dipikirkan
sebelumnya. Mungkin saja terjadi gangguan sistem reproduksi
remaja, mungkin saja gairah, semangat dan cinta serta kehidupan
remaja yang tidak terkendali benar-benar menjadi sesuatu yang
rumit bagi mereka. Adakah solusi untuk semuanya?. Bagaimana
caranya remaja menghadapi persoalan yang berhubungan dengan

[xx]

Prakata

tumbuh kembang, kematangan reproduksi dan perilaku
seksualnya?

Setiap remaja membutuhkan modal yang menuntun perjalanan
hidup mereka. Remaja butuh penuntun dalam menyelesaikan
masalah yang mereka hadapi. Orang tua, guru dan konselor
memiliki peran penting dalam membimbing dan mengarahkan
pilihan-pilihan sesuai dengan tahapan pertumbuhan dan
perkembangan. Namun demikian, proses tumbuh kembang fisik
dan mental, perkembangan kemampuan akal dan otak serta
perubahan bentuk dan fungsi dari organ reproduksi seringkali luput
dari pendidikan remaja. Mereka menjalani hidup sebagaimana air
mengalir mengakhiri masa bayi menuju masa kanak-kanak.
Selanjutnya masa kanak-kanak beralih ke remaja. Berbagai muatan
proses dan peristiwa disetiap periode tersebut dilalui tanpa
bimbingan dan tuntunan.

Buku ini memberikan pemahaman secara preventif, dengan
menampilkan konsep-konsep dan realitas. Mengajak pembaca
menyiapkan cara hidup yang baik sesuai konsep kesehatan fisik dan
jiwa. Nilai-nilai agama juga menjadi referensi penting dalam ulasan
yang disajikan. Ulasan dalam buku ini diawali dengan
mengambarkan proses tumbuh kembang fisik dan upaya yang
dilakukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan fisik. Perubahan
fisik dan mental menjadi hal penting untuk dipahami sebelum
mengenal remaja dengan segala dilemanya. Bahkan peran otak,
akal dan kecerdasanpun menjadi penentu keberhasilan remaja
dalam melewati masa-masa krisis dalam hidupnya. Kesehatan
mental melibatkan peran akal, otak dalam mengarahkan remaja
pada fitrah yang benar. Perubahan bentuk dan fungsi organ seksual
ditandai dengan mentruasi dan berbagai gangguannya, mimpi
basah disertai dengan petunjuk pengelolaannya. Untuk melengkapi
gambaran masa badai dan masa kritis yang dihadapi remaja, turut
dipaparkan penyimpangan perilaku. Pengaruh narkoba, zat adiktif,

[xxi]

Prakata

aneka varian porno serta perilaku seksual tidak sehat yang menjadi
sebab utama rusaknya masa remaja. Penulis menawarkan sebuah
alternatif, yaitu melalui Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja
(PKRR). Pada akhir buku ini, penulis mencoba menganalisis kasus-
kasus aktual seputar kehidupan remaja dalam lingkaran seksual dan
narkoba.
Semoga Allah meridhai dan menuntun kita semua untuk selalu
membumikan firman-Nya.

Banda Aceh, Juni 2021
Penulis

Nirwani Jumala

[xxii]

Terima Kasih

TERIMA KASIH UNTUK
1. Kedua orang tua Rosniati Ismail dan Marwazi Ahmad.
2. Kedua mertua Zariani Hasan Basri dan Said Muchtar bin Said

Abdullah.
3. Suami Said Andi Fauzan.
4. Putraku tercinta Said Akhtar Maulana Ghazi dan Said Ehsan

Muizzi Azka. Buku ini istimewa Ummi persembahkan untuk
kalian berdua.
5. Pemberi inspirasi terbesar dalam hidupku untuk kakek Alm.
Ismail Ibrahim, keluarga, seluruh guru serta sahabat-sahabatku.
6. Prof Dr. Misri A Muhsin, MA, Prof Dr. M. Hasbi Amiruddin
MA, Prof. Dr Eka Srimulyani, Ph.D, Dr. Agustin Hanapi, Lc atas
masukan dan sarannya.
7. Dr. Salman Alfarisi, MA dan Drs. H. Muhammad Halomoan,
M. Pd atas dukungannya.
8. Reza Maulana, M.A, serta semua pihak yang telah berkontribusi
atas penulisan buku ini.

[xxiii]

Terima Kasih

Anakku,
Said Akhtar Maulana Ghazi dan Said Ehsan Muizzi Azka

Hiduplah Bersama Alquran

[xxiv]

Daftar Isi

DAFTAR ISI

Halaman

Kata Pengantar........................................................................... iii
Prakata Penulis...........................................................................xv
Terima Kasih Untuk .............................................................. xxiii
Daftar Isi ...................................................................................xxv

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MANUSIA ......1
Masa Intrauteri ...............................................................................5
Masa Bayi.....................................................................................10
Parameter Pertumbuhan Bayi.......................................................11
Perkembangan Bayi .....................................................................15
Kanak-kanak, Tamyiz, Amrad, Taklif, Futuh dan Lanjut Usia ...16
Sibling Rivalry .............................................................................27
Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan ..34

MENSTRUASI DAN MIMPI BASAH.....................................37
Proses Terjadinya Menstruasi ......................................................37
Pengelolaan Menarche dan Menstruasi........................................41
Gangguan Menstruasi ..................................................................48
Mimpi Basah ................................................................................55

OTAK, AKAL DAN KECERDASAN MANUSIA..................61
Otak dan Akal ..............................................................................61
Masa dalam Kandungan Sampai Masa Kanak-Kanak .................69
Masa Remaja................................................................................71
Masa Usia Lanjut .........................................................................72
Dimana Letak Kecerdasan Manusia?...........................................74
Adakah Manusia Bodoh? .............................................................78

[xxv]

Daftar Isi

PERUBAHAN FISIK DAN PSIKIS REMAJA.......................89
Perubahan Fisik Remaja...............................................................89
Perubahan Psikis Remaja .............................................................92
Permasalahan Psikis Masa Remaja ..............................................95
Trozt dalam Kehidupan Remaja ..................................................99

VARIAN PORNO DAN NARKOBA .....................................103
Remaja Terlena dalam Varian Porno .........................................103
Khamar dan Narkoba .................................................................111
Jenis-Jenis Narkoba ...................................................................115
Psikotropika ...............................................................................117
Zat Adiktif..................................................................................120
Efek Penyalahgunaan Narkoba ..................................................122
Kecanduan Narkoba...................................................................131
Alternatif Terapi Bagi Pecandu Narkoba...................................134
Mencegah Lebih Baik daripada Merehabilitasi .........................147

PENYIMPANGAN KEHIDUPAN SEKSUAL REMAJA ...149
Gairah dan Nafsu dalam Kisah Percintaan Remaja ...................149
Kehilangan itu Indah? ................................................................155
Penyimpangan Perilaku Seksual Remaja...................................157
Tahapan Perilaku Seksual Menyimpang di Kalangan Remaja .163
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Seksual Pada Remaja
....................................................................................................166

PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA ..169
Pengertian Kesehatan Reproduksi .............................................169
Tujuan Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja ...................170
Remaja dan Masalah Kesehatan Reproduksi .............................176
Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja ...............................182
Analisis Informasi Seputar Kehidupan Remaja, Perilaku Seksual
dan Narkoba ...............................................................................189

[xxvi]

Daftar Isi

Analisis Kasus Seputar Permasalahan Kehidupan Remaja........209
Hamil di Luar Nikah yang Terjadi Pada Remaja Semakin Marak.
....................................................................................................211
Pacaran adalah Gaya Hidup Remaja yang Luput dari Pengawasan
dan Bimbingan Agama. .............................................................212
Aborsi sebagai alternatif menyelesaikan masalah merupakan
Hal yang Keliru ..........................................................................213
Remaja Butuh Orang Terdekat, dan Orang Terdekat yang Tepat
Bukan Pacar. ..............................................................................213
Peristiwa Inses Tidak Selalu Mudah Untuk Terdeteksi .............214
Hubungan Seks Bebas dan Kekerasan Seksual pada Anak dan
Remaja Dapat Dilakukan oleh Keluarga atau Orang Terdekat..214
Narkoba dan Seks adalah Satu Paket yang Sangat Merusak
Tatanan Hidup Remaja...............................................................215
Tokoh Agama dan Masyarakat, Guru, Orang Tua dan Aparat
Penegak Hukum Harus Memiliki Sinergi yang Kuat Dalam
Mencegah Penyebaran Narkoba dan Penyakit Masyarakat
Lainnya. .....................................................................................216
Ritual Seks Dapat Saja Menjadi Alasan Terjadinya Seks Bebas di
Masyarakat, Bahkan Dapat Mengincar Remaja.........................218
Narkoba dan Pencurian Dapat Melahirkan Sebuah Komplotan
yang Nekat Beraksi dan Meresahkan Masyarakat .....................220
Pengawasan Masyarakat terhadap Perilaku Remaja Sangat
Dibutuhkan .................................................................................221
Penyakit Menular Seksual yang Terjangkit Karena Seks Bebas
Itu Nyata.....................................................................................221
Orang Tua yang Kurang Memiliki Waktu untuk Berdiskusi
dengan Anak Akan Menyesal Kehilangan Hal-hal Berharga
Dalam Kehidupan Anaknya Kelak.............................................222
Peran Sekolah Untuk Melindungi Remaja Dari Narkoba dan Seks
Bebas Harus Lebih Intensif. ......................................................222

[xxvii]

Daftar Isi

Daftar Pustaka..........................................................................225
Daftar Singkatan ......................................................................235
Daftar Istilah ...........................................................................237
Tentang Penulis ........................................................................247

[xxviii]

Bimbingan Konseling Islami

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MANUSIA

Gambar 1. Pertumbuhan fisik manusia
Setiap manusia melalui dua proses yang pasti terjadi dalam
hidupnya yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Alquran mem-
berikan sinyal bahwa proses tumbuh kembang ini tidak seluruhnya
berjalan dan berakhir sesuai teori. Tidak semua orang menjalani
masa dalam kandungan, masa kanak-kanak, masa remaja, masa
dewasa dan masa lansia sesuai alur dan grafik tumbuh kembang.
Adakalanya terhenti karena telah gugur sejak masa intrauteri
(dalam kandungan). Adakalanya hanya sampai diusia bayi, atau
kanak-kanak, remaja, dewasa, lansia, atau dalam keadaan sudah
pikun.
Dalam surat al-Ghafir:67, Allah berfirman “Dialah yang
menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah
itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai
seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu
sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup
lagi) sampai tua, diantara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu.
(Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang
ditentukan dan supaya kamu memahami”.

[1]

Bimbingan Konseling Islami

Alquran mengambarkan proses penciptaan dan tumbuh
kembang manusia dalam surat an-Nahlu: 70, bahwa Allah yang
telah menciptakan dan mewafatkan manusia. Diantara manusia ada
yang diberikan kesempatan menjalani proses tumbuh kembangnya
sampai tua dan melemah. Dalam surat al-Hajj:5, Allah berfirman:
“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan
(dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah
menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani,
kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging
yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami
jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang
Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian
Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian berangsur-angsur,
kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang
diwafatkan dan di antara kamu yang dipanjangkan umurnya
sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang
dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering,
kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah
bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam
tumbuh-tumbuhan yang indah”.

Sampai batas apapun Allah berikan kesempatan kita untuk
menjalankan fungsi tumbuh kembang tersebut, satu hal yang pasti
yaitu bagaimanakah kita mengakhirinya. Seluruh kehidupan akan
diakhiri dengan kematian. Kematian merupakan waktu yang tidak
pasti penentu akhir proses tumbuh kembang. Semua muslim
mengharapkan sebuah akhir yang baik dalam menyelesaikan tugas
tumbuh kembang dengan “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah
kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka
masuklah ke dalam jama´ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam
surga-Ku” (Q.S al-Fajri: 27-30).

Agama Islam mengajarkan kita untuk memahami bahwa
pertumbuhan dan perkembangan bukan sekedar tahapan pe-

[2]

Bimbingan Konseling Islami

rubahan fisik dan psikis semata. Setiap manusia perlu memahami
dengan baik seluruh urutan yang terjadi dalam proses hidupnya,
sehingga kehidupan tidak hanya terfokus pada unsur fisik semata,
dan mengabaikan unsur jiwa. Seluruh manusia akan kembali
bertemu dengan Allah, Sang Pemilik jiwa dan raga yang mengatur
alam semesta.

Pertumbuhan dan perkembangan bagaikan sebuah titian yang
harus dibangun oleh setiap manusia untuk mengantarkannya
kepada kehidupan abadi. Semua manusia, tanpa kecuali akan
kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan apa yang
telah terjadi selama melalui proses pertumbuhan dan per-
kembangan tersebut. Sesungguhnya perkembangan jiwa spiritual
jauh lebih penting dari pada sekedar pertumbuhan fisik. Jiwa
spiritual berhubungan erat dengan kebahagiaan hidup di dunia dan
di akhirat.

Namun demikian, kadangkala istilah pertumbuhan dan
perkembangan dipahami dalam pengertian yang terpisah. Padahal
kedua proses ini berlangsung secara interdependensi, artinya saling
bergantung satu dengan yang lainnya. Kedua proses ini tidak dapat
dipisahkan, tetapi dapat dibedakan. Pertumbuhan berkaitan dengan
perubahan fisik yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur
biologis. Hasil pertumbuhan dilihat dari bertambahnya ukuran
kuantitatif pada fisik, seperti berat, panjang dan kekuatan.
Pertumbuhan jasmaniah ini dapat diukur melalui berat, panjang dan
lingkaran, berat badan, tinggi badan, lingkaran kepala, lingkar
dada, lingkar pinggul, lingkar lengan dan lain-lain.

Manusia memiliki riwayat pertumbuhan fisik yang berbeda
dengan binatang dalam hal fungsi organ tubuh dan sistem saraf,
terutama dalam fungsi otak. Organ otak bagi manusia berfungsi
untuk menyempurnakan setiap individu sebagai makhluk yang
paling tinggi derajatnya. Melalui potensi yang dimiliki otak, setiap
manusia dapat dididik menjadi cerdas dan beradab. Otak adalah

[3]

Bimbingan Konseling Islami

organ penting yang mempengaruhi daya akal, sehingga manusia
mampu berkembang menjadi makhluk yang memiliki derajat
paling tinggi di muka bumi.

Adapun perkembangan adalah proses pematangan fungsi-
fungsi nonfisik atau perubahan yang menunjukkan cara seseorang
dalam bertingkah laku dan berinteraksi dengan lingkungannya.
Perkembangan juga dapat diartikan sebagai suatu proses
bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang
lebih kompleks dalam pola yang teratur sebagai hasil dari proses
pematangan. Perkembangan lebih mencerminkan sifat-sifat yang
khas mengenai gejala-gejala psikologis yang dapat diamati. Secara
lebih luas, Dictionary of Psychology merinci pengertian per-
kembangan manusia sebagai berikut:

1. The progressive and continuous change in the organism from
birth to death (perkembangan itu merupakan perubahan yang
progresif dan terus-menerus dalam diri organisme sejak lahir
hingga mati)

2. Growth (perkembangan itu berarti pertumbuhan).
3. Change in the shape and integration of bodily parts into

functional parts (perkembangan berarti pertumbuhan dalam
bentuk dan penyatuan bagian-bagian yang bersifat jasmaniah
ke dalam bagian-bagian yang fungsional).
4. Maturation or the appearance of fundamental pattern of
unlearned behavior (perkembangan adalah kematangan atau
kemunculan pola-pola dasar tingkah laku yang bukan hasil
belajar).

Dari berbagai uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa
perkembangan adalah rentetan perubahan jasmani dan rohani
menuju kematangan fisik dan perilaku dimulai sejak lahir sampai
berakhirnya kehidupan fisik. Perkembangan dimulai sejak masa
intrauteri, dari sel tunggal yang bermetamorfosis dan berkembang
menjadi individu.

[4]

Bimbingan Konseling Islami

Masa Intrauteri
Riwayat pertumbuhan manusia dimulai pada fase intrauteri,

yaitu sejak terjadinya pembuahan. Alquran menggambarkan
dengan jelas tentang proses penciptaan manusia intrauteri dalam
surat al-Mukminun: 12-14, “Dan sesungguhnya Kami telah
menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.
Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan)
dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami
jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan
segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang
belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging.
Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka
Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik”.

Pembuahan adalah bertemunya sel telur dengan sel sperma
baik secara alamiah maupun bukan. Dari berjuta-juta sel sperma
yang ada hanya satu yang mampu menjadi pemenang. Sperma sang
pemenang menggerakkan ekornya menembus masuk ke dalam sel
telur. Ketika telah berhasil masuk, ekor sperma akan putus,
sehingga pada saat itu 24 kromosom dari sel sperma akan
disenyawakan dengan 24 kromosom yang dimiliki sel telur.

Dalam waktu 24 jam setelah pembuahan, sel telur akan
berubah menjadi zigot. Zigot bergerak melalui tuba falopi dan tidak
berubah ukuran seiring bertambahnya waktu. Zigot memasuki
rahim dalam waktu 3-5 hari setelah pembuahan. Pada hari ke 6-12
hari, zigot mulai melakukan implantasi atau menempel pada
dinding rahim. Apabila proses ini berhasil, maka zigot akan
menjadi embrio dan janin. Ketika ukuran berubah dan bertambah,
artinya fase zigot sudah selesai.

[5]

Bimbingan Konseling Islami

Zigot merupakan uniseluler, selanjutnya menjadi multiseluler
melalui tiga tahap yaitu tahap morula, blastula dan gastrula. Morula
adalah pembelahan sel yang terjadi setelah berjumlah 32 sel dan
berakhir bila sel sudah menghasilkan sejumlah blastomer yang
berukuran sama akan tetapi ukurannya lebih kecil. Pada akhir
pembelahan akan dihasilkan dua kelompok sel. Kelompok pertama
merupakan sel-sel utama (blastoderm), yang meliputi sel-sel
formatik atau gumpalan sel-sel dalam (inner mass cells), fungsinya
membentuk tubuh embrio. Kelompok kedua adalah sel-sel
pelengkap, yang meliputi trophoblast, periblast, dan auxilliary
cells. Fungsinya melindungi dan menghubungkan antara embrio
dengan induk atau lingkungan luas.

Gambar 2. Zigot pada fase morula

Blastulasi adalah proses yang menghasilkan blastula yaitu
campuran sel-sel blastoderm yang membentuk rongga penuh
cairan sebagai blastocoel. Pada akhir blastulasi, sel-sel blastoderm
akan terdiri dari neural, epidermal, notochordal, mesodermal, dan
endodermal yang merupakan bakal pembentuk organ-organ.

Gambar 3.Fase Gambar 4. Pembentukan Gambar 5. Blastula
awal blastula
rongga blastocoel dan bagian bagiannya

Gastrulasi merupakan proses dimana sel-sel berkembang dan
bermigrasi untuk mengubah massa sel dalam tahap blastokista
menjadi embrio yang berisi tiga lapisan germinal primer. Migrasi

[6]

Bimbingan Konseling Islami

sel-sel tersebut terjadi secara terintegrasi yang dilakukan melalui
berbagai macam gerakan-gerakan morfogenik. Hasil penting
gastrulasi adalah bahwa beberapa sel pada atau dekat permukaan
blastula berpindah ke lokasi baru yang lebih dalam. Peristiwa yang
terjadi pada tahap ini akan mentransformasikan blastula menjadi
embrio berlapis tiga yang disebut dengan gastrula.

Saat blastula terimplantasi di uterus, masa sel bagian dalam
membentuk cakram pipih dengan lapisan sel bagian atas (epiblast)
dan lapisan sel bagian bawah (hipoblast). Ketiga lapisan yang
dihasilkan oleh gastrulasi itu adalah jaringan embrio yang disebut
sebagai ectoderm, endoderm dan mesoderm yang secara kolektif
disebut juga jaringan germinal embrio.

Ectoderm membentuk lapisan luar gastrula, endoderm
melapisi saluran-saluran pencernaan embrio dan mesoderm
mengisi sebagai ruangan diantara ectoderm dan endoderm. Pada
akhirnya, ketiga lapisan tersebut berkembang menjadi bagian tubuh
individu dewasa. Dari ectoderm terbentuk lapisan saraf manusia,
sementara lapisan paling luar saluran pencernaan dan organ-
organnya berasal dari endoderm. Adapun sebagian besar organ dan
jaringan lain, seperti ginjal, jantung dan otot berasal dari lapisan
mesoderm.

Gambar 6. Proses gastrulasi

Zigot ini kemudian akan berkembang menjadi embrio atau
bakal janin. Fase embrio terjadi dalam waktu 5–10 hari setelah
pembuahan. Fase embriogenesis atau organogenesis, yaitu proses
pembentukan dan pertumbuhan secara progresif dari sebuah sel

[7]

Bimbingan Konseling Islami

menuju periode organ primordial. Fase ini terjadi saat pekan ke-8
dari masa kehamilan. Fase embrio dimulai sebagai tahap multi-
seluler. Berbeda dengan zigot, embrio meningkatkan ukurannya
saat bertambah waktu. Dengan kata lain embrio mengalami
organogenesis dan melakukan spesialisasi sel. Hal ini tentunya
berbeda dengan fase zigot yang tidak mengalami perubahan dan
spesialisasi sel. Selanjutnya embrio akan tertanam pada rahim
sambil terus mengalami diferensiasi yang berkelanjutan.

Pada fase ini pertumbuhan ditandai dengan meningkatnya
berat fetus. Fetus berarti bibit muda, yang dihitung sejak kehamilan
memasuki usia 8 pekan. Fase ini disebut juga fase fetal. Perubahan
terhadap calon bayi yang sudah memiliki organ sempurna sering
disebut dengan istilah janin. Pada usia kehamilan 38-40 pekan,
janin sudah sempurna dan siap untuk dilahirkan. Selama dalam
kandungan, janin mendapatkan makanan dari apa yang dikomsumsi
oleh ibu, yang disalurkan melalui plasenta atau ari-ari. Begitu juga
dengan kotorannya, juga dikeluarkan melalui plasenta. Segumpal
darah pada fase zigot telah berubah menjadi segumpal daging,
tulang belulang, membentuk organ dan sistem organ sampai siap
dilahirkan sebagai bayi.

Gambar 7. Perkembangan manusia masa intrauteri

Dalam masa intrauteri, fungsi nonfisik yang pertama kali
berkembang adalah pendengaran. Alquran menjelaskan bahwa

[8]

Bimbingan Konseling Islami

“Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang
hina (mani). Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan
roh, dan Dia menciptakan pendengaran, penglihatan dan hati
bagimu, tetapi sedikit sekali kamu bersyukur” (Q.S as-Sajadah: 8-
9).

Fungsi pendengaran berkembang terlebih dahulu, maka
selayaknya ayat-ayat Alquran dan ucapan-ucapan yang baik
diperdengarkan sejak bayi di dalam kandungan. Perkembangan
nonfisik perlu disuplai dengan kebaikan dan ibadah, agar calon
manusia baru ini berkembang menjadi jiwa yang sehat. Kegiatan
kedua orang tua yang mendekatkan diri kepada Allah selama masa
kehamilan menjadi awal pendidikan berharga bagi sang bayi.
Pendidikan tauhid, pendidikan shalat, pendidikan zuhud dan
qana’ah, pendidikan iṣar (empati), pendidikan ‘iffah (memelihara
diri dari keburukan) sudah selayaknya dimulai. Bahkan dengan
berkembangnya fungsi pendengaran ini berarti fungsi kognitifnya
juga sudah berkembang. Hal ini berarti perkembangan kecerdasan
manusia sudah mulai berproses sejak dalam kandungan.

Masa intrauteri menjadi sebuah masa penting dalam periode
pertumbuhan dan perkembangan manusia, karena pada masa ini
terjadi perjanjian dengan Sang Pencipta. Seluruh manusia diberikan
naluri untuk mengenal Allah. “Dan ingatlah ketika Tuhanmu
mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan
Allah mengambil kesaksian kepada jiwa mereka (seraya
berfirman): “Bukankah Aku adalah Tuhan-Mu”, dan dia saat itu
telah menjawab: “Ya Engkau adalah Tuhanku dan aku bersaksi”.
(Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak
mengatakan: “sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lupa
terhadap (persaksian) ini.” (Q.S. al-A’raf: 172).

Tumbuhnya naluri beragama merupakan salah satu hal yang
pasti dialami setiap manusia pada masa intrauteri. Beragama,
bertauhid mengesakan Allah merupakan fitrah atau sunnatullah.

[9]

Bimbingan Konseling Islami

Kelak manusia akan akan dimintai pertanggungjawaban akan hal
ini. ”Dan sungguh, mereka sebelum itu (sebelum ruh ditiupkan ke
dalam janin) telah berjanji kepada Allah tidak akan berbalik
kebelakang (mundur). Dan perjanjian dengan Allah itu akan
diminta pertanggung jawabannya” (Q.S. al-Ahzab: 15).

Melalui pemahaman yang tepat tentang perkembangan agama
pada masa intrauteri ini diharapkan setiap orang tua memberikan
kontribusi maksimal bagi tumbuhnya jiwa spiritual sang calon bayi.
Orang tua muslim diharapkan memperdengarkan ayat-ayat Alquran
sejak dalam kandungan, bukan memperdengarkan musik dan
meninggalkan Alquran. Diharapkan sejak dalam kandungan calon
bayi sudah mendengarkan kalimat thayyibah melalui lisan kedua
orang tuanya, bukan gosip dan sumpah serapah.

Ketika bayi telah lahir, Islam mengajarkan agar bayi baru
lahir segera diperdengarkan azan dan iqamah padanya. Hal ini
disebabkan fungsi pendengaran harus dioptimalkan pada fase ini,
untuk menstimulus potensi-potensi intelektual, emosi, dan spiritual
pada anak. Azan dan iqamah juga merupakan penegasan kesaksian
kepada Allah Swt. Bayi yang suci lahir dengan membawa potensi,
fitrah untuk ber-Tuhan. Upaya memperkuat fungsi pendengaran
dilakukan dengan lafaz agung yang pertama kali diperdengarkan
setelah lahir ke dunia.

Masa Bayi
Masa bayi dimulai dari usia 0-12 bulan ditandai dengan

pertumbuhan dan perubahan fisik yang cepat disertai dengan
perubahan dalam kebutuhan gizi. Bayi baru lahir normal adalah
bayi yang lahir dengan umur kehamilan 37-42 pekan dengan berat
lahir 2500-4000 gram dengan panjang badan 48-52 cm. Lingkar
dada 30-38 cm, lingkar kepala 33-35 cm, lingkar lengan 11-12 cm.
Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan
berat badan kurang dari 2500 gram yang ditimbang satu jam setelah

[10]

Bimbingan Konseling Islami

lahir. Sedangkan bayi Berat Lahir Lebih adalah bayi yang
dilahirkan dengan berat lahir lebih dari 4000 gram.

Dalam usia 0-28 hari disebut dengan masa neonatus.
Neonatus dini adalah bayi berusia 0-7 hari, sedangkan neonatus
lanjut adalah bayi berusia 8-28 hari. Pada masa neonatus banyak
terjadi perubahan besar dalam fase awal kehidupan di muka bumi
bagi seorang manusia. Pada jam ke 24-72 pertama setelah
mengalami proses kelahiran, neonatus harus menyesuaikan diri
dari kehidupan intrauterin ke kehidupan extrauterin.

Setelah keluar dari rahim ibu, setiap bayi mengandalkan air
susu ibu untuk menjadi makanan terbaiknya. ASI keluar karena
desakan hormon-hormon yang terdapat pada kelenjar payudara ibu.
ASI adalah makanan terbaik bagi bayi karena mengandung
berbagai zat gizi dan antibodi yang baik untuk pertumbuhan,
perkembangan dan imunitasnya. Bayi yang lahir matur mampu
melakukan proses menelan, mencerna, metabolisme dan
mengabsorbsi protein yang ada pada segala karbohidrat.

Parameter Pertumbuhan Bayi
Secara umum, pertumbuhan fisik dimulai dari arah kepala ke

kaki (cephalocaudal). Kematangan pertumbuhan tubuh pada
bagian kepala berlangsung lebih dahulu, kemudian secara
berangsur-angsur diikuti oleh tubuh bagian bawah. Selanjutnya,
pertumbuhan bagian bawah akan bertambah secara teratur.

Parameter untuk mengukur kemajuan pertumbuhan bayi
adalah berat badan dan panjang badan. Pengukuran berat badan
digunakan untuk menilai hasil peningkatan atau penurunan semua
jaringan yang ada pada tubuh, misalnya tulang, otot, lemak, organ
tubuh, dan cairan tubuh sehingga dapat diketahui status keadaan
gizi atau tumbuh kembangnya.

Pada usia beberapa hari, berat badan bayi mengalami
penurunan yang sifatnya normal, yaitu sekitar 10% dari berat badan
waktu lahir. Hal ini disebabkan karena keluarnya mekonium

[11]

Bimbingan Konseling Islami

(kotoran) dan air seni yang belum diimbangi dengan asupan
makanan yang mencukupi, biasanya disebabkan produksi ASI yang
belum lancar. Berat badan bayi akan kembali pada hari kesepuluh.
Pertumbuhan berat badan bayi usia 0-6 bulan mengalami
penambahan 150-210 gram/pekan. Berdasarkan kurva pertumbuh-
an yang diterbitkan oleh National Center for Health Statistics
(NCHS), berat badan bayi akan meningkat dua kali lipat dari berat
lahir pada akhir usia 4-7 bulan.

Adapun istilah panjang dinyatakan sebagai pengukuran yang
dilakukan ketika bayi dalam posisi telentang. Pengukuran panjang
badan merupakan indikator yang baik untuk mengetahui
pertumbuhan fisik dan menilai gangguan pertumbuhan dan
perkembangan pada masa ini. Panjang badan bayi baru lahir normal
adalah 45-50 cm dan berdasarkan kurva pertumbuhan NCHS, bayi
akan mengalami penambahan panjang badan sekitar 2,5 cm setiap
bulannya. Penambahan tersebut akan berangsur-angsur berkurang
sampai usia 9 tahun, yaitu hanya sekitar 5 cm/tahun dan
penambahan ini akan berhenti pada usia 18-21 tahun.

Selain panjang badan dan berat badan pertumbuhan bayi juga
diukur dari lingkar kepala dan lingkar lengan atas. Berdasarkan
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ketika baru dilahirkan,
ukuran lingkar kepala normal bayi berada di rentang angka 31,9-
37,0 cm untuk bayi laki-laki, dan 31,5-36,2 cm untuk perempuan.
Ukuran pertumbuhan lingkaran kepala normal pada bayi sejak lahir
sampai berusia 2 tahun atau 24 bulan yakni 35-49 cm. Namun
demikian, terdapat berbagai masalah kesehatan yang dapat
mengakibatkan gagalnya pertumbuhan bayi, diantaranya:

1. Gangguan pada gen, seperti down syndrome
2. Gangguan organ tubuh
3. Gangguan hormon
4. Masalah pada otak atau sistem saraf pusat
5. Masalah pada jantung atau paru-paru

[12]

Bimbingan Konseling Islami

6. Anemia dan kelainan darah lainnya
7. Masalah pada sistem pencernaan, sehingga menyulitkan

proses penyerapan nutrisi
8. Mengalami infeksi jangka panjang
9. Masalah pada metabolisme tubuh
10. Berat badan lahir rendah (BBLR)

Gagal pertumbuhan merupakan kegagalan mencapai per-
tambahan massa tubuh atau gagal mencapai berat normal yang
sesuai dengan grafik pertumbuhan. Salah satu gangguan per-
tumbuhan yang sangat popular saat ini adalah stunting. Stunting
(gagal tumbuh) adalah suatu kondisi kekurangan gizi kronis yang
terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan
seorang anak. Seorang penderita stunting, tidak hanya tubuh
dengan tubuh yang pendek, namun juga memiliki dampak buruk
bagi kesehatan dan kehidupan anak periode berikutnya.

Pada tahun 2019, survei membuktikan sekitar 30% balita
Indonesia mengalami stunting. Kondisi ini disebabkan oleh
berbagai sebab, seperti tingkat pengetahuan dan pendidikan
masyarakat, status gizi buruk ibu selama hamil, kekurangan
pangan, pola asuh dan kesulitan ekonomi. Pencegahan stunting
merupakan upaya yang sangat penting untuk dicegah, disebabkan
dampaknya di masa depan yang sulit untuk diperbaiki dan dapat
merugikan masa depan anak.

Masalah stunting menjadi salah satu isu strategis yang
dituangkan dalam rencana strategis BKKBN 2020-2024. Dalam
penjabaran tentang isu strategis disebutkan bahwa prevalensi
stunting di Indonesia masih tinggi. Stunting merupakan ancaman
utama terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia,
juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini
dikarenakan anak yang gagal tumbuh ini, bukan hanya terganggu
pertumbuhan fisiknya saja, melainkan juga terganggu per-
kembangan otaknya, yang tentunya akan sangat mempengaruhi

[13]

Bimbingan Konseling Islami

kemampuan, prestasi, produktivitas dan kreativitas di usia-usia
produktif tersebut.

Di Indonesia, angka prevalensi stunting masih cenderung
tinggi yaitu 37,2% pada tahun 2013. Walaupun angka tersebut
sudah mengalami penurunan menjadi 30,8% pada tahun 2018,
pemerintah tetap harus memberikan perhatian serius terhadap isu
stunting. Anak-anak Indonesia harus dapat tumbuh dan ber-
kembang secara optimal dan maksimal, disertai kemampuan
emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar. Mereka juga
harus mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

Upaya yang dapat dilakukan antara lain melalui sosialisasi
dan melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang
gizi. Bagi remaja juga dibutuhkan KIE tentang kesehatan
reproduksi sebagai bekal memasuki kehidupan berkeluarga.
Remaja terutama wanita yang disebut dengan Wanita Usia Subur
(WUS) adalah calon ibu. Demikian juga remaja laki-laki sebagai
calon orang tua, hendaknya memahami pentingnya memenuhi
kebutuhan gizi dan menjaga kesehatan reproduksi sedini mungkin.
Pada saatnya mereka menjadi Pasangan Usia Subur (PUS), bekal
tentang proses reproduksi dan stimulasi bagi janin, sudah dipahami
dengan baik. Ada tugas untuk memeriksakan kandungan minimal
empat kali selama kehamilan, disertai peningkatan pemahaman
mengenai pola asuh yang baik dan menjaga kesehatan lingkungan.

Bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pengasuhan dan
perawatan baik orang tua, pendidik, konselor maupun pengasuh
sangat penting untuk memperhatikan faktor-faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan yang optimal. Pengasuhan dan
perawatan menuju periode emas tumbuh kembang tersebut, harus
dilakukan dengan sempurna. Lingkungan fisik dan mental yang
sehat dalam bentuk pola asuh yang tepat, nutrisi yang cukup, harus
mendapat perhatian. Selain itu, khusus bagi orangtua hendaknya
memperhatikan pedoman penilaian pertumbuhan anaknya melalui

[14]

Bimbingan Konseling Islami

grafik pertumbuhan (growth chart). Grafik pertumbuhan yang
digunakan biasanya disebut KMS (kartu Menuju Sehat), yaitu
grafik yang digunakan oleh petugas medis untuk memantau
pertumbuhan yang menggambarkan pertambahan berat badan,
tinggi badan, dan lingkar kepala berdasarkan umur sejak seorang
anak dilahirkan sampai usia balita.

Perkembangan Bayi
Selain pertumbuhan, bayi juga mengalami proses per-

kembangan. Bayi baru lahir akan beradaptasi dengan lingkungan di
luar kandungan. Periode adaptasi bayi baru lahir dapat berlangsung
hingga satu bulan atau lebih. Transisi paling nyata dan cepat terjadi
pada sistem pernapasan dan sirkulasi, sistem kemampuan mengatur
suhu, dan dalam kemampuan mengambil dan menggunakan
glukosa.

Adaptasi pasca-kelahiran menyebabkan bayi banyak
menghabiskan waktu untuk tidur yang berkisar 16-17 jam sehari.
Jumlah jam tidur akan berkurang secara teratur setiap bulan. Usia 1
bulan bayi mulai tidur lebih lama pada malam hari dan pada saat
berumur 4 bulan pola tidur dan bangun mendekati seperti orang
dewasa.

Bayi mengalami perkembangan indera, sehingga mampu
mengecap, mencium, mendengar dan melihat. Bayi baru lahir dapat
merasakan semua rasa manis, asin, asam dan pahit. Bayi baru lahir
juga dapat bereaksi terhadap bau, misalnya usia 1 pekan bayi dapat
meringis atau mengalihkan kepala ketika tercium bau cuka, bayi
juga dapat beraksi terhadap bau kain pelapis payudara ibu.

Segera setelah lahir bayi juga dapat mendengarkan. Dalam
Alquran disebutkan bahwa bayi sudah dapat mendengar sejak
dalam kandungan. Sangat efektif apabila bayi yang sudah terbiasa
mendengarkan bacaan Alquran sejak dalam kandungan tetap
diperdengarkan ayat-ayat Alquran sejak lahir. Adapun dalam hal
penglihatan bayi baru lahir sudah mampu membuat diskrimisasi

[15]

Bimbingan Konseling Islami

visual secara baik, merespon stimulus visual misalnya
menunjukkan ekspresi senang terhadap warna yang cerah.

Menyusui adalah upaya membangun keeratan kasih sayang,
perasaan dan rasa aman bagi bayi. Islam mengajarkan agar masa ini
anak mendapatkan Air Susu Ibu, makanan yang mengandung
berbagai unsur kebutuhan nutrien untuk membantu metabolisme
dan tumbuh kembangnya. Saat ini, penelitian telah banyak
mengadakan eksperimen untuk membuat ASI tiruan atau susu
formula. Namun ternyata susu buatan mustahil dapat meng-
gantikan fungsi ASI. Kandungan gizi yang dimiliki susu formula
tidak mampu menyamai ASI. Bahkan susu formula tidak selalu
aman dan tepat bagi semua bayi.

Penelitian lebih lanjut tentang ASI adalah tentang waktu ideal
menyusui seorang bayi. Berdasarkan hasil penelitian, membuktikan
bahwa waktu ideal menyusui, dikaitkan dengan pertumbuhan dan
perkembangan adalah dua tahun atau kurang sedikit. Alquran
memberikan petunjuk tentang masa ideal penyusuan bayi. Allah
Swt berfirman dalam Q.S Lukman: 14 “..dan menyapihnya dalam
dua tahun” Petunjuk Alquran yang didukung oleh penelitian ilmiah
dari para ahli ini, mengharuskan para ibu untuk mengikuti petunjuk
tersebut, agak anak yang mereka susui, tumbuh dengan sehat,
sehingga nantinya akan bermanfaat bagi masyarakatnya, mampu
menjalankan peranannya sebagai khalifah di muka bumi.

Kanak-kanak, Tamyiz, Amrad, Taklif, Futuh dan Lanjut Usia
Anak balita atau under five years, merupakan masa

pertumbuhan tubuh dan otak yang sangat pesat dalam pencapaian
keoptimalan fungsinya. Ketika anak memasuki usia 1 tahun, berat
badannya sudah mencapai sekitar 3 kali dari berat badan lahirnya,
sedangkan tinggi badannya sudah bertambah setengah dari
panjangnya ketika lahir. Ukuran otak besarnya sekitar 60% dari
ukuran otak dewasa. Setelah mengalami pertumbuhan yang sangat
cepat dalam satu tahun, pertumbuhan di usia selanjutnya akan lebih

[16]

Bimbingan Konseling Islami

lambat tetapi perkembangan yang terjadi akan lebih banyak. Usia
2-12 tahun sering disebut dengan usia kanak-kanak yaitu dimulai
saat anak dapat berdiri sampai mencapai kematangan. Hurlock
membagi masa kanak-kanak menjadi dua yaitu masa kanak-kanak
awal (early childhood= 2-6 tahun) dan masa kanak-kanak akhir
(late childhood=6-12 tahun).

Masa kanak-kanak awal yaitu sejak usia 2 tahun penambahan
penambahan berat badan rata-rata 1,5- 2,5 Kg. Sementara untuk
pertambahan tinggi yang terjadi pada rentang usia tersebut adalah
sekitar 10 sampai 13 cm. Pada usia 3 tahun, penambahan berat
badan anak sekitar 2 kg dan tinggi bertambah kira-kira 8 cm bila
dibandingkan sebelumnya. Pada usia 3 tahun kadangkala anak
terlihat lebih kurus dan perutnya rata karena pertumbuhannya lebih
dominan pada tinggi badan. Pada usia ini anak sudah memiliki gigi
susu yang lengkap

Memasuki usia 4 tahun, pertambahan tinggi anak mencapai 8
cm dan kenaikan berat badan sekitar 2 kg. Adapun anak yang
berusia 5 tahun minimal memiliki penambahan tinggi sekitar 4 cm
dan berat badan sebanyak 2 kg. Namun demikian, kenaikan berat
badan relatif tergantung tumbuh kembang balita. Pada usia lima
tahun pertumbuhan otak anak mencapai 75% dari ukuran orang
dewasa dan 90% pada usia 6 tahun. Perubahan fisiologis lainnya
yang terjadi pada usia ini adalah pernapasan menjadi lebih lambat
dan mendalam dan denyut jantung lebih lambat dan menetap.

Pertumbuhan fisik berupa berat badan selama usia kanak-
kanak awal rata-rata 3-3,5 kg/pertahun. Sedangkan pertumbuhan
tinggi badan rata-rata 6 cm. Lingkar kepala tumbuh 2-3 cm selama
periode ini, yang menandakan pertumbuhan otak sudah melambat
karena proses mielinasi sudah sempurna pada usia 7 tahun. Anak
laki-laki usia 6 tahun, memiliki berat badan sekitar 21 kg sedangkan
anak perempuan kurang dari 21 kg. Tinggi badan anak laki-laki dan
perempuan usia 6 tahun cenderung sama, rata-rata 115 cm. Setelah

[17]

Bimbingan Konseling Islami

memasuki usia 12 tahun tinggi badan anak dapat mencapai 150 cm.
Perbedaan berat badan dan tinggi badan pada usia ini sangat
dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan, pola asuh dan status
gizi.

Sejak usia 4 tahun gigi susu sudah mulai berganti dengan gigi
tetap. Di usia 6 tahun mulai tumbuh gigi molar pertama. Kekuatan
otot, koordinasi dan daya tahan tubuh meningkat secara terus
menerus. Dalam hal perkembangan, penilaian perkembangan pada
anak dilakukan berdasarkan kemajuan dari tugas perkembangan-
nya. Ada 7 bagian tugas perkembangan anak yaitu motorik kasar,
motorik halus, komunikasi pasif, komunikasi aktif, kecerdasan,
menolong diri sendiri dan tingkah laku sosial.

Masa kanak-kanak mulai umur 2-7 tahun, adalah tahap
dimana seorang anak mengeksplorasi dunianya. Fase ini
merupakan fase kritis dimana anak sangat aktif bergerak dan
memuaskan rasa penasarannya terhadap apapun yang dilihatnya.
Melalui eskplorasi, anak akan melihat dunia yang luas, mengenal
makhluk ciptaan Allah, sehingga semakin memperkuat kesaksian-
nya terhadap kekuasaan Allah. Pada masa kanak-kanak, setiap anak
belajar menfungsikan organ tubuhnya dengan gerakan-gerakan
motoriknya. Mereka sudah belajar makan dan etika makan. Mereka
belajar membedakan jenis kelamin, membedakan hal yang baik
dengan yang buruk, mereka belajar mengenal Tuhan, mengenal
nilai-nilai yang diajarkan dalam agama. Belajar mengeja,
menghitung, mengenal benda-benda dan sebagainya. Masa ini
merupakan waktu untuk membentuk kerangka tauhid dengan
melatih akal anak dalam berfikir.

Ketika di alam rahim, manusia membuat perjanjian tentang
pengakuan tauhid, persaksian bahwa Allah adalah Tuhan Yang
Maha Tinggi. Naluri tauhid ini dibawa lahir dan dikuatkan dengan
adzan iqamah. Ketika masa kanak-kanak eksplorasi yang dilakukan
akan memberikan efek yang baik untuk perkembangan naluri

[18]

Bimbingan Konseling Islami

tauhid, perkembangan akal dan qalbunya. Orang tua dan guru harus
memahami kondisi ini, agar psikologi-spiritual anak dapat
berkembang secara sehat. Pada masa ini seharusnya anak belajar
bukan dalam kerangka logika semata-mata. Apabila logika
diperkenalkan melalui angka, warna dan bentuk, maka tauhid
diperkenalkan melalui logika (dalil aqli) dan supralogika
(kemampuan menyakini kebenaran Allah melampaui kemampuan
akal semata). Peran orangtua, para pendidik, para pengasuh sangat
penting dalam mengajarkan tauhid, mengenalkan Allah dan
menanamkan paradigma Ketuhanan yang kokoh. Perkembangan
pada tahap ini dinilai sukses apabila ketika anak memandang
sesuatu di dunia, dia berfikir semuanya karena Allah dengan segala
Kekuasaan dan Asmaul Husna-Nya.

Masa kanak-kanak akhir merupakan periode memasuki usia
sekolah. Perkembangan ketika umur >7-10 tahun dikenal dengan
masa sekolah atau dalam ilmu psikologi Islam disebut masa tamyiz.
Pada masa ini perkembangan anak diarahkan untuk mencapai
kematangan akal dalam memahami segala sesuatu secara konkret.
Masa tamyiz adalah masa seorang manusia disiapkan menjadi
‘abdullah (hamba Allah). Pada akhir masa tamyiz anak memasuki
masa baligh, dimana ia wajib bertanggung jawab untuk
menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Pada tahap tamyiz, anak diajarkan untuk memahami ajaran
Tuhannya, menerapkan esensi dari ajaran agama yang akan
menjadi panduan hidupnya di dunia dan akhirat. Pada tahap ini
pula, anak sudah mulai mampu membedakan antara yang baik
dengan yang buruk, yang salah dengan yang benar, yang prioritas
dengan yang bukan prioritas. Anak sudah paham tingkatan hukum
halal, haram, wajib, sunnah, mubah, makhruh dan syubhat. Mereka
juga sudah diberikan pemahaman konsep surga dan neraka, pahala
dan dosa dan hal-hal yang yang menjadi penguat keimanan seorang
hamba terhadap Allah. Islam mengajarkan ketika mendidik anak

[19]

Bimbingan Konseling Islami

dalam masa ini, sebaiknya lebih dahulu memperkenalkan konsep
surga dan pahala. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesan
mendalam dan menjadikan anak-anak bersemangat dalam
melakukan kebaikan.

Pada fase tamyiz, anak juga sudah mulai memahami
konsekuensi yang akan didapatkan ketika melakukan hal yang baik
atau buruk. Dengan demikian tugas perkembangan pada masa
tamyiz adalah:

1. Memperoleh pengetahuan tentang bagaimana menjalin
hubungan dengan Allah.

2. Mendapatkan bimbingan agar memiliki kemampuan untuk
melakukan ibadah mahḍah dan ghairu mahḍah. Ibadah
mahdhah adalah ibadah yang sudah ditentukan syarat dan
rukunnya di dalam syariat seperti shalat, puasa, wudhu,
tayamun, dll. Adapun ibadah ghairu mahdhah yaitu adalah
ibadah yang asalnya merupakan urusan duniawi, namun akan
bernilai ibadah jika diniatkan sebagai ibadah seperti, makan,
minum, mencari nafkah, senyum, dll

Perkembangan yang dilalui pada fase tamyiz melibatkan
perkembangan psikologis, sehingga membutuhkan bimbingan dan
pendidikan yang jelas arahnya. Anak dalam usia tamyiz akan
belajar berfikir konkret, karena sudah memiliki kemampuan
menghubungkannya dengan hal-hal kontekstual. Permainan dan
aktivitas lain yang mengasah kecerdasan otak, perasaan dan
sensivitas lainnya sangat diperlukan. Dalam usia tamyiz
perkembangan kecerdasan intelektual harus sebanding dengan
perkembangan kecerdasan emosionalnya. Saat ini harus dipastikan
bahwa rasa empati sudah berkembang, sebagai tanda telah terasah
kepekaan dan rasa sosialnya. Secara fisik pada usia tamyiz, anak
sudah menunjukkan perubahan yang khas pada tubuhnya. Masa
tamyiz identik dengan masa pra pubertas. Beberapa keterampilan
yang perlu dimiliki anak pada masa ini meliputi:

[20]

Bimbingan Konseling Islami

1. Ketrampilan menolong diri sendiri (self-help skills). Anak
mampu melakukan sendiri rutinitasnya sehari-hari seperti
mandi, berpakaian dan makan.

2. Ketrampilan bantuan sosial (social-help skills). Anak mampu
membantu melakukan tugas-tugas rumah tangga seperti
menyapu, membersihkan rumah, mencuci, menjemur
pakaian, mengangkat jemuran, menata rak sepatu dan
sebagainya.

3. Keterampilan sekolah (school-skills). Anak mampu me-
nguasai kemampuan akademik dan non akademik.

4. Keterampilan bermain (play-skills). Anak memiliki
keterampilan dalam berbagai jenis permainan seperti naik
sepeda, bermain bola, main catur, berlari, melompat,
berenang, bermain badminton dan lain-lain.

Tahap selanjutnya adalah umur 10-15 tahun, dalam psikologi
Islam dikenal dengan masa amrad, sedangkan dalam psikologi
umum dikenal dengan masa remaja atau pubertas. Pada masa ini
kemampuan berpikir tidak hanya secara konkret dan logis, tetapi
terarah kepada benar dalam kerangka nilai. Mereka sudah harus
memiliki pegangan nilai yaitu nilai agama dan nilai dari adat yang
tidak bertentangan dengan agama yang dianutnya.

Ciri yang paling tepat dilekatkan pada fase amrad ini adalah
muncul kemandirian, kemampuan berfikir logis, kemampuan
memahami hal-hal abstrak dan idealis. Secara intelektual dengan
kemampuan berfikir abstrak, mereka mulai dapat diajarkan ilmu
logika, fisika, filsafat dan astronomi. Secara mental, munculnya
sifat idealis menyebabkan mereka berusaha mengenal diri sendiri
secara fisik dan psikologis serta muncul kemauan untuk
mengembangkan diri.

Dalam pendidikan Islam ketika seorang anak beranjak remaja
(masa amrad), sudah dipersiapkan untuk menjadi khalifah di bumi.
Tugas utama khalifah adalah menyebarkan kebaikan dan mencegah

[21]

Bimbingan Konseling Islami

keburukan. Inilah yang menjadi dasar bahwa setiap remaja muslim
harus ditanamkan kesadaran bertanggungjawab terhadap semua
makhluk. Allah menciptakan manusia sebagai khalifah di muka
bumi agar menjadi wakil Allah yang akan mengatur, menjaga,
mengolah semua yang ada di bumi ini. Menumbuhkan rasa
tanggung jawab pada masa usia amrad dilakukan dengan cara
memberikan wawasan dan pengetahuan tentang wujud lingkungan
biotik dan abiotik serta cara menjaga kelestariannya.

Pada masa amrad ini, tanggung jawab ditumbuhkan bersama
dengan penguasaan keterampilan, agar kelak menjadi orang dewasa
yang mandiri, yang memiliki keterampilan dalam bekerja. Dalam
sejarah kehidupan Nabi Muhammad Saw, sejak berumur 12 tahun
Beliau sudah diajak berdagang oleh pamannya. Dalam hal ini
Beliau belajar untuk terampil mengatur keuangan, terampil
berkomunikasi dengan orang lain, terampil membaca peluang
pasar, dan lain sebagainya. Masa amrad atau masa pubertas adalah
masa transisi yang ditandai dengan mulai munculnya gejolak dan
masalah dalam kehidupan remaja. Semua hal tersebut akan
berfungsi untuk menempa mereka menjadi pribadi yang kuat.
Adapun tugas perkembangan manusia pada fase amrad adalah:

1. Menanamkan kesadaran tentang tanggung jawab terhadap
semua makhluk Allah yang ada di muka bumi.

2. Menemukan wawasan dan pengetahuan yang memadai
tentang arti hidup manusia di muka bumi.

3. Memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bidang
keahlian tertentu, yang dapat memberi manfaat dalam
kehidupannya bersama manusia dan makhluk lainnya.

4. Memiliki kemampuan memahami diri sendiri, bahwa
manusia akan menjalankan tugas hidupnya di dunia dalam
lingkaran kecerdasan intelektual, emosional yang di-
pengaruhi oleh kekuatan spiritual dari agamanya.

5. Meningkatkan kekuatan dan kesehatan fisik.

[22]


Click to View FlipBook Version