The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Mendeskrispsikan tentang bimbingan konseling Islami untuk memahami drama kehidupan remaja. Aspek tumbuhkembang fisik dan jiwa, potensi akal dan kecerdasan serta permasalahan dalam pergaulan remaja, narkoba, seks dan gangguan kesehatan reproduksi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nirwanijumala26, 2021-11-13 00:32:33

BUKU BIMBINGAN KONSELING

Mendeskrispsikan tentang bimbingan konseling Islami untuk memahami drama kehidupan remaja. Aspek tumbuhkembang fisik dan jiwa, potensi akal dan kecerdasan serta permasalahan dalam pergaulan remaja, narkoba, seks dan gangguan kesehatan reproduksi

Bimbingan Konseling Islami

penyakit menular seksual, remaja adalah kelompok umur
yang sangat beresiko tinggi untuk terjangkit dan tertular,
khususnya remaja perempuan pada kelompok usia 15-29
tahun.
4. Pengetahuan dan praktik kehidupan seksual pada masa
remaja akan menjadi dasar perilaku yang sehat pada tahapan
selanjutnya. Investasi pendidikan tentang kesehatan
reproduksi remaja akan bermanfaat selama hidupnya.

Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja dilakukan untuk
meminimalisir terjadinya dampak yang lebih buruk. Pendidikan
Kesehatan reproduksi Remaja bertujuan untuk menuntun mereka
menemukan cara hidup yang tepat, agar para remaja dapat menatap
masa depannya yang cemerlang karena hidup di jalan yang benar,
terhindar dari penyimpangan perilaku, penyakit fisik, penyakit jiwa
dan penyakit sosial.

Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja diajarkan kepada
remaja melalui komunikasi yang efektif, agar meyakinkan para
remaja tentang pentingnya personal hygiene dan pengetahuan
tentang hal-hal fisiologis sistem reproduksi dan cara perawatan
yang harus dilakukan secara personal. Pendidikan kesehatan
reproduksi bagi remaja diharapkan dapat memberikan penge-
tahuan tentang hal-hal fisiologi dan pengenalan hal-hal patologi
yang menggangu kesehatan reproduksi. Para remaja diharapkan
termotivasi mencegah terjadinya perilaku seksual menyimpang
yang biasanya diawali dengan menjauhi gaya hidup yang tidak
sesuai dengan pedoman syariat.

Penjabaran tujuan pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja
dengan lebih lengkap sebagai berikut:

1. Memberikan pengertian yang memadai mengenai perubahan
fisik, mental dan proses kematangan emosional yang
berkaitan dengan masalah seksual pada remaja.

[173]

Bimbingan Konseling Islami

2. Mengurangi ketakutan dan kecemasan sehubungan dengan
perkembangan dan penyesuaian peran dan tanggung jawab
seksual.

3. Memberikan pemahaman sekaligus membentuk sikap yang
benar dalam menyikapi perubahan fisik, perubahan hormonal
dan perubahan fungsi dari organ-organ reproduksi.

4. Menumbuhkan kesadaran bahwa hubungan antara manusia
berlainan jenis dapat membawa ketenangan pada kedua
individu, apabila sesuai dengan tuntunan agama. Hubungan
antara dua individu berlainan jenis kelamin bukan sekedar
untuk mencari kesenangan. Perlu ditanamkan sedini mungkin
bahwa kebahagiaan dan ketenangan hidup yang berhubungan
dengan kebutuhan seksual manusia diperoleh dengan
sempurna dalam kehidupan rumah tangga yang bersih dari
segala perilaku menyimpang termasuk penyimpangan karena
pacaran pranikah.

5. Memberikan penguatan tentang nilai-nilai yang seharusnya
menjadi dasar berfikir yang rasional dalam membuat
keputusan terhadap kehidupan dan perilaku seksual.

6. Memberikan informasi tentang kesalahan dan penyimpang-
an seksual, agar remaja dapat menjaga diri dan melawan
eksploitasi yang dapat mengganggu kesehatan fisik, mental
dan seksualnya.

7. Mengurangi peluang munculnya lembaga-lembaga prostitusi,
dan eksplorasi seksual yang memanfaatkan keluguan para
remaja.

8. Mengarahkan dan membimbing remaja untuk menemukan
aktivitas yang kreatif dan produktif, sehingga remaja dapat
menikmati kehidupan sosial yang sehat dan terhindar dari
perilaku menyimpang terutama narkoba dan seks bebas.

Dengan demikian hasil pendidikan kesehatan reproduksi
diharapkan agar remaja mampu membentuk suatu sikap emosional

[174]

Bimbingan Konseling Islami

yang sehat dalam menyikapi masalah seksual. Remaja akan
terbimbing menjadi orang yang sehat dan bertanggung jawab
terhadap kehidupan seksualnya. Tidak ada penyimpangan seksual
sejak dini, dapat berarti menutup peluang selingkuh suatu saat
nanti.

Pendidikan kesehatan reproduksi dimaksudkan agar remaja
tidak menganggap seks itu suatu yang menjijikan dan kotor. Tetapi
lebih sebagai bawaan manusia, yang merupakan anugerah Tuhan
dan berfungsi penting untuk kelanggengan kehidupan manusia.
Remaja dapat belajar menghargai anugerah Allah terhadap
kesempurnaan yang telah diberikan-Nya dengan hanya menyalur-
kan dorongan seksual untuk tujuan tertentu yang baik pada waktu
tepat, sesuai petunjuk syariat.

Remaja yang hamil di luar nikah, aborsi, penyakit kelamin,
dan lain-lain, adalah contoh dari beberapa kenyataan pahit yang
sering terjadi pada remaja sebagai akibat pemahaman yang keliru
mengenai kesehatan reproduksi atau kehidupan seksual. Remaja di
kota besar yang dengan tipe early sexual experience atau late
marriage, menambah porsi aborsi yang biasanya terjadi di kota-
kota besar. Bahkan saat ini, tren aborsi juga telah masuk ke
pedesaan. Aborsi hanya diartikan sebagai tindakan menghentikan
kehamilan dengan sengaja, sebelum janin dapat hidup di luar
kandungan yaitu sebelum kehamilan 20 minggu atau berat janin
masih kurang dari 500 gram. Aborsi dilakukan tanpa indikasi medis
yang jelas, semata-mata hanya untuk membuang aib, agar tidak
terlihat di mata manusia. Padahal dosa besar tidak dapat dibuang
dari catatan amal. Pencegahan aborsi adalah usaha yang harus
diutamakan terlebih dahulu dalam upaya penurunan angka
kematian. Namun, pencegahan perilaku seksual tidak sehat adalah
upaya yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum terjadinya
kasus aborsi itu sendiri.

[175]

Bimbingan Konseling Islami

Remaja dan Masalah Kesehatan Reproduksi
Sampai saat ini masalah kesehatan reproduksi selalu menjadi

topik yang menarik untuk dibicarakan. Hal ini dimungkinkan
karena permasalahan seksual telah menjadi suatu hal yang sangat
melekat pada diri manusia, tidak dapat dihindari oleh makhluk
hidup, karena dengan seks makhluk hidup dapat terus bertahan
menjaga kelestarian keturunannya.

Persoalan kesehatan reproduksi pada dasarnya berhubungan
dengan cara hidup manusia pada zaman sekarang yang meng-
agungkan kebebasan paripurna. Kebebasan ini juga menguasai
ranah kesehatan seksual atau kesehatan reproduksi yang menimpa
seluruh lapisan umur, mulai bayi yang masih di dalam kandungan
sampai lansia.

Remaja memang memiliki banyak peluang untuk terlibat
dalam kasus gangguan kesehatan reproduksi, bahkan penyimpang-
an seksual dan penularan penyakit seksual. Laporan hasil survei
kesehatan remaja oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak (BP3A) tahun 2012, menunjukkan bahwa
sebanyak 6,42% remaja SMA dan 12% mahasiswa di Kota Banda
Aceh pernah terlibat seks bebas.

Penelitian Lenawida, salah seorang dosen Akademi
Keperawatan Tjoet Nyak Dhien Banda Aceh tahun 2014 tentang
pengetahuan remaja terhadap perilaku seksual pranikah di
gampong Batoh Kota Banda Aceh. Responden adalah 70 orang
remaja umur 13-14 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
57,14% responden (57,14%) memiliki pengetahuan tentang
pengertian perilaku seksual pranikah dengan kategori baik.
Sementara itu 70% remaja memiliki pengetahuan tentang bentuk-
bentuk perilaku seksual pranikah pada kategori kurang.

Hasil data WHO menyebutkan sekitar 21 juta remaja
perempuan berusia 15-19 tahun di negara berkembang mengalami
kehamilan setiap tahun. 49% kehamilan merupakan kehamilan

[176]

Bimbingan Konseling Islami

yang tidak diinginkan yang disebabkan oleh perilaku seks
menyimpang. Survei di beberapa negara yang berkembang, yaitu di
negara Nigeria remaja putri 38% dan remaja putra 57,3% dengan
usia 15-19 tahun sudah pernah melakukan seks pranikah (WHO,
2018).

Hasil survei Litbang Kesehatan bekerjasama dengan Unesco
menunjukkan bahwa, 5,6% remaja Indonesia telah melakukan seks
pranikah. Survey skrining adiksi pornografi yang dilakukan di DKI
Jakarta dan Pandeglang menunjukkan 96,7% telah terpapar
pornografi dan 3,7 % mengalami adiksi pornografi (SDKI
BKKBN: 2018). Komnas Perlindungan Anak (KPAI)
berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan melakukan survei
diberbagai kota besar di Indonesia menyatakan sebuah data bahwa
62,7% remaja di Indonesia melakukan hubungan seks diluar nikah,
tepatlah bila dikatakan Indonesia memasuki masa darurat seks
bebas (Kompasiana, 2018).

Hasil penelitian Laila Mualifah dan Budi Punjastuti di
Badran Kelurahan Bumijo Jetis Yogyakarta tahun 2019 terhadap
34 responden menampilkan data bahwa 61,8% responden memiliki
pacar. Memiliki pacar diusia 12-13 tahun sejumlah 41,11% dan
memiliki pacar diusia 9-10 tahun sejumlah 20,58%. Inisiasi seks
pranikah yang sudah dilakukan oleh responden adalah 55,8%
pernah berpegangan tangan, 35,29%, berpelukan,14,70% kencan
khusus berduaan, 14,70% cium pipi dan 5,8 % cium bibir

Menurut penelitian Winarti dan Setiawan di SMA Negeri 16
Samarinda Kalimantan Timur tahun 2019 diketahui bahwa 4%
responden dengan perilaku seks pranikah kategori berat yaitu
pernah melakukan seks pranikah. Adapun 96% responden dengan
perilaku seks pranikah kategori sedang yaitu pernah berciuman,
berpegangan tangan, berpelukan, petting, dan necking.

Kecanggihan teknologi yang tersedia saat ini memberikan
jalan bagi remaja untuk melakukan sexting. Sexting berasal dari

[177]

Bimbingan Konseling Islami

kata “sex dan texting”, yaitu kegiatan berkirim pesan tes, foto seksi,
atau video seksual melalui chatroom media sosial dan aplikasi cari
jodoh, menggunakan smartphone atau komputer. Foto dan video
yang dikirim merupakan foto pribadi, sehingga memicu terjadinya
aktivitas seks secara virtual. Sexting pada dasarnya bertujuan untuk
membangkitkan gairah seksual antara pengirim dan penerima.

Rangsangan-rangsangan seksual dengan berbagai cara, baik
langsung atau virtual menggunakan berbagai teknik dan media
dapat memancing remaja untuk melakukan seks pranikah. Perilaku
salah dan dosa ini seksual didukung oleh beberapa faktor. Faktor
pubertas merupakan faktor utama, masa remaja mulai mulai
menyukai lawan jenis dan merasakan gairah, libido dalam
hubungan berbeda jenis kelamin. Faktor rendahnya pengetahuan
baik pengetahuan agama maupun pengetahuan kesehatan
reproduksi menjadi penyebab berikutnya. Selain itu lemahnya
pengawasan orang tua, terpapar varian porno dan narkoba, usia,
jenis kelamin, memiliki pacar, lingkungan pergaulan juga
mendukung terjadinya aktivitas seksual pranikah. Tidak asing
ketika kita mendengar informasi seorang remaja yang terjerumus
kedalam seks bebas disebabkan psikososial, seperti pengaruh
teman sebaya.

Hal ini berarti masalah kesehatan reproduksi remaja
berhubungan dengan berbagai sebab. Tindak kuratif (pencegahan)
dapat dilakukan melalui peningkatan pengetahuan. Dengan kata
lain Pendidikan Kesehatan Reproduksi adalah materi penting yang
harus diketahui oleh remaja. Secara umum pengetahuan remaja
tentang Kesehatan Reproduksi Remaja, masih terbatas. Remaja
belum memahami dengan baik tentang arti masa subur, sehingga
tidak menyadari bahwa hanya sekali berhubungan seksual sudah
memiliki peluang untuk hamil.

Renstra BKKBN tahun 2020-2024 menyebutkan bahwa salah
isu strategis terkait pemenuhan layanan dasar adalah rendahnya

[178]

Bimbingan Konseling Islami

pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dan penyiapan
kehidupan berkeluarga. Kesehatan Reproduksi Remaja merupakan
topik yang perlu diketahui oleh masyarakat khususnya para remaja
agar mereka memiliki informasi yang benar mengenai proses
reproduksi serta berbagai faktor yang ada disekitarnya. Dengan
informasi yang benar, diharapkan remaja memiliki sikap dan
tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai proses reproduksi.

Kurangnya sosialisasi dan edukasi kesehatan reproduksi
dapat memicu terjadinya hal-hal yang tak diinginkan, diantaranya
terkait penyakit seksual menular, kehamilan di usia muda, hingga
aborsi yang dapat mengakibatkan morbiditas bahkan mortalitas ibu.
Selain itu, angka kelahiran pada umur 15-19 tahun (Age Speciic
Fertility Rate/ASFR) juga masih relatif tinggi, meskipun
penurunannya cukup signifikan dari tahun ketahun. Kendala yang
masih ada yaitu rendahnya pemahaman remaja dan calon pengantin
terkait kesehatan reproduksi dan penyiapan kehidupan berkeluarga.
Pemberian informasi yang disesuaikan dengan usia dan kesiapan
anak/remaja dapat meningkatkan pemahaman mereka atas sistem,
proses, fungsi alat reproduksi dan cara menjaga kesehatan
reproduksinya, serta meningkatkan pemahaman atas konsep
perencanaan kehidupan berkeluarga

Remaja membutuhkan bimbingan yang sempurna untuk
mengarahkan mereka agar tidak terseret dalam perilaku seksual
yang menyimpang. Perilaku menyimpang itupun ternyata tidak
dimulai dari melakukan hubungan seksual, tetapi dimulai dari gaya
hidup yang mengarah kepada kebebasan dalam menjalin hubungan
antara laki-laki dan perempuan yang sudah baligh.

Masa remaja merupakan masa sulit yang dilalui oleh
seseorang, karena pada masa ini terjadi pergolakan jiwa yang hebat
untuk menemukan jati diri. Pada saat seorang remaja tidak mampu
mengendalikan diri, maka akan terjerumus dalam jurang masa
depan yang suram. Memang benar, insting seks adalah salah satu

[179]

Bimbingan Konseling Islami

fitrah yang diberikan oleh Allah, namun tidak boleh disalurkan
dengan cara yang melanggar aturan Allah. Insting seks tanpa
syariat tidak ubahnya seperti perilaku binatang, makhluk Allah
yang tidak berakal. Remaja harus menyadari hal yang sangat
berbahaya bagi masa depan kehidupan di dunia dan akhirat. Oleh
karena itu remaja harus memahami tentang bagaimana cara
menjaga kesehatan reproduksi

Sikap apatis, pesimis, rasa bersalah pasti akan menghantui
kehidupan remaja jika mereka terjebak dalam gaya hidup yang
salah. Seorang remaja yang hamil di luar nikah akan menanggung
beban sosial yang berat dari lingkungannya. Jika mereka memilih
aborsi, maka mengundang masalah–masalah baru, jika mereka
melakukan pernikahan dini akan berimbas sampai kepada
permasalahan pengasuhan, dan pendidikan anak-anaknya.

Agama Islam menghendaki agar masa remaja diisi dengan
kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan potensi diri seperti
menuntut ilmu, beribadah, berolah raga, dan lain-lain. Masa remaja
bukanlah masa menyia-nyiakan waktu dengan kumpul-kumpul,
dugem, pesta, apalagi dengan minum minuman keras, narkoba dan
seks bebas. Ajaran Islam juga mengajarkan batas-batas bergaul
laki-laki dan perempuan, namun tuntunan dan tontonan seakan
mengarahkan remaja untuk mengabaikan semua itu. Mereka
memulai petualangan dengan pacaran sedini mungkin, seakan-akan
itulah jalan mendapatkan jodoh. Belum lagi dengan kondisi
masyarakat yang sudah membutakan mata hatinya terhadap hal ini.
Maka saat ini sangat marak kita mendapatkan informasi dan berita
yang berhubungan dengan pelecehan seksual, perkosaan bahkan
berakhir dengan pembunuhan.

Banyak yang masih tabu untuk membahas masalah
Kesehatan Reproduksi Remaja karena sama dengan membicarakan
masalah hubungan seks dan pendidikan seks. Namun sebenarnya
setiap remaja perlu mengetahui bagaimana caranya mereka dapat

[180]

Bimbingan Konseling Islami

hidup secara sehat dalam menjalani kehidupan seksual pada setiap
siklus reproduksinya. Segala upaya dan kegiatan yang dilakukan
untuk meningkatkan kesehatan reproduksi bertujuan untuk
mencegah, menjaga, dan mengembalikan fungsi organ seksual dari
gangguan.

Kebutuhan remaja terhadap rasa ingin tahunya tentang hal-
hal yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi dan perilaku
seksual kadangkala justru membuat mereka tergelincir ke dalam
penyimpangan perilaku. Remaja adalah masa dimana munculnya
ketertarikan kepada lawan jenis, masa bereksplorasi dan ingin
mencoba hal-hal baru yang menantang. Sangat disayangkan apabila
remaja mencari informasi tentang kesehatan reproduksi dan
perilaku seksual dari sumber-sumber yang tidak jelas atau bahkan
keliru sama sekali. Sebagaimana telah kita pahami sebelumnya
pada masa ini kematangan reproduksi telah terjadi, artinya remaja
telah memasuki area berbahaya jika tidak memiliki informasi yang
benar mengenai kehidupan seksual yang sehat dan sesuai syariat.

Banyak remaja memasuki periode pubertas tanpa dituntun
oleh orang tua atau gurunya. Mereka mengalami menstruasi dengan
rasa takut karena menganggap dirinya sedang sakit yang ditandai
dengan perdarahan tanpa terduga. Beberapa remaja mengakui
mereka mengalami guncangan jiwa pada saat menarche, ada rasa
bingung tentang apa yang terjadi dan apa yang harus dilakukan.
Fakta lain menunjukkan bahwa sebagian besar remaja tidak
mengetahui personal hygine dan cara melakukan perawatan organ
reproduksinya. Bahkan dampak dari perilaku tidak tahu ini, remaja
tidak memiliki kemampuan menolak atau melawan ketika dipaksa
melakukan hubungan seksual. Akibatnya mereka akan
menanggung resiko dari hubungan seksual tersebut seperti
kehamilan dini, dipaksa aborsi, yang dapat memicu pendarahan dan
komplikasi yang berujung kepada kematian remaja. Tidak jarang
remaja juga mengalami tindak kriminal kekerasan setelah dijadikan

[181]

Bimbingan Konseling Islami

pelampiasan seksual yang berakhir dengan pemukulan,
penganiayaan bahkan pembunuhan. Pada bab terakhir buku ini
digambarkan beberapa contoh kasus tentang hal ini.

Tidak dapat dipungkiri, pada saat ini dengan berbagai macam
tawaran hiburan, gaya hidup, ajang idol dan bakat, minat remaja
terhadap masalah seksual juga semakin meningkat. Oleh karena itu,
sudah selayaknya orang tua, guru dan konselor bersikap lebih
tanggap dalam menjaga dan mendidik anak dan remaja. Sikap
ekstra berhati-hati terhadap gejala-gejala sosial, terutama yang
berkaitan dengan masalah kesehatan reproduksi dan perilaku
seksual remaja harus menjadi perhatian kita semua. Apabila
perilaku seksual menyimpang sudah menjadi gaya hidup yang
wajar, perzinahan tidak dianggap lagi sebagai dosa besar, maka ini
adalah isyarat bahwa umat sudah berada diambang kehancuran.
Dalam hal ini penulis beranggapan bahwa sudah saatnya pemberian
penerangan dan pengetahuan masalah kesehatan reproduksi remaja
disampaikan dengan jelas dan transparan. Andaikan ditutupi oleh
orang tua dan guru, maka orang tua maya dan guru maya akan
membeberkannya melampaui kebutuhan pengetahuan mereka.
Bahkan orang tua maya dan guru maya akan menyeret mereka
terlibat dalam penyimpangan perilaku melalui pendidikan aneka
varian porno.

Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja
Pendidikan bagi remaja khususnya yang berhubungan

dengan kesehatan reproduksi belum cukup diperhatikan oleh
berbagai pihak. Ada beberapa kemungkinan mengapa hal itu
terjadi, diantaranya ada yang berpendapat bahwa masalah
kesehatan reproduksi, seperti juga masalah kesehatan lainnya,
semata-mata menjadi urusan kalangan medis. Selain itu ada
anggapan bahwa masalah kesehatan reproduksi hanyalah masalah
kesehatan sebatas sekitar proses kehamilan dan melahirkan,
sehingga dianggap bukan masalah bagi remaja.

[182]

Bimbingan Konseling Islami

Apalagi jika pengertian remaja adalah sebatas mereka yang
belum menikah. Di sini sering terjadi ketidakkonsistensian diantara
para pakar, karena disatu sisi istilah remaja didefinisikan dengan
batasan usia, tetapi disisi lain dalam pembicaraan selanjutnya hanya
membatasi pada mereka yang belum menikah. Pada kenyataannya
di negeri kita banyak pernikahan yang terjadi pada usia remaja.
Akibatnya, banyak yang masih menganggap tabu untuk membahas
masalah kesehatan reproduksi remaja, karena membahas masalah
tersebut dapat berarti membahas masalah hubungan seks dan
pendidikan seks.

Pendidikan seksual merupakan bagian dari materi Pendidikan
Kesehatan Reproduksi Remaja. Namun bukan berarti pendidikan
yang memuat materi cara berhubungan seks pada masa remaja,
sehingga dianggap tabu dan ditutup-tutupi, bukan juga berarti hal
yang harus diekspos tanpa batas. Pendidikan seksual adalah suatu
informasi mengenai persoalan seksualitas manusia yang jelas dan
benar, yang meliputi proses terjadinya pembuahan, kehamilan
sampai kelahiran, tingkah laku seksual, hubungan seksual, dan
aspek-aspek kesehatan, kejiwaan dan kemasyarakat-an. Masalah
pendidikan seksual yang diberikan kepada remaja, sepatutnya
berkaitan dengan nilai dalam ajaran agama dan norma-norma yang
berlaku di masyarakat. Remaja harus tahu apa yang dilarang, apa
yang dilazimkan dan bagaimana melakukannya tanpa melanggar
aturan.

Dalam tuntutan agama Islam, pendidikan etika seksual adalah
suatu keharusan yang sudah diajarkan sebelum seseorang
memasuki usia taklif. Dalam surat an-nur: 58, Allah berfirman,
“Hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kamu
miliki, dan orang-orang yang belum baligh (dewasa) di antara
kamu, meminta izin kepada kamu pada tiga waktu yaitu, sebelum
salat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di
tengah hari, dan setelah salat Isya”. Pendidikan etika seksual

[183]

Bimbingan Konseling Islami

sesungguhnya merupakan bagian dari proses Pendidikan informal
integratif, yang harus ditanamkan sejak dini didalam keluarga.

Sedini mungkin dilakukan upaya menciptakan kebaikan bagi
pribadi, sehingga berdampak pada kebaikan masyarakat pada
umumnya. Apabila hal ini diabaikan tentu akan berdampak pada
perkembangan dan kebiasaan seseorang, bahkan terbawa sampai
dewasa. Tidak pekanya remaja terhadap peluang terjadinya
penyimpangan perilaku seksual dapat saja disebabkan oleh ter-
abaikannya pendidikan etika seksual usia dini. Bahkan hal yang
keliru sering terjadi, ketika orang tua membiarkan anaknya yang
masih usia dini untuk bermain dengan teman lawan jenis di dalam
kamar bahkan di tempat tidur.

Dikisahkan tentang seorang anak kecil yang melihat sebatang
pohon bengkok. Sang anak bertanya kepada ayahnya, "kenapa
pohon itu bengkok, wahai ayah.? Sang ayah menjawab, “karena
tukang kebun tidak memperhatikan serta tidak melurus-kannya
sejak kecil, maka jadilah pohon itu bengkok". Sang anak mengajak
ayahnya untuk meluruskan pohon yang bengkok itu. Namun,
ayahnya berkata bahwa hal itu tidak mudah karena pohon itu sudah
tumbuh besar, batang dan rantingnya sudah keras.

Demikianlah perumpamaannya, penyimpangan perilaku
seksual pada remaja dapat disebabkan karena salahnya pendidikan
etika seksual usia dini. Seiring dengan pertumbuhan dan
perkembangannya remaja juga terluput dari Pendidikan Kesehatan
Reproduksi. Padahal informasi tentang kesehatan reproduksi
memuat materi ajar yang dapat menolong remaja untuk meng-
hadapi masalah hidup yang berkenaan dengan proses pematangan
organ seksual dan perkembangan naluri seksual.

Pendidikan Kesehatan Reproduksi bermaksud untuk
menerangkan segala hal yang berhubungan dengan organ seksual
dan perilaku seksual dalam bentuk yang wajar. Penyampaian materi
ini seharusnya diberikan sejak dini, bahkan sejak anak sudah mulai

[184]

Bimbingan Konseling Islami

bertanya tentang perbedaan kelamin antara dirinya dan orang lain.
Pendidikan yang tepat dilakukan berkesinambung-an dan bertahap,
disesuaikan dengan kebutuhan dan umur anak serta daya tangkap
anak.

Pendidikan seksual idealnya diberikan pertama kali oleh
orangtua di rumah, mengingat yang paling tahu keadaan anak
adalah orangtuanya sendiri. Tetapi sayangnya dengan alasan adat
timur, tidak semua orang tua mau terbuka terhadap anak dalam hal
ini. Tingkat pendidikan orang tua, budaya yang berlaku di
masyarakat yang berbeda mengkondisikan dua kemungkinan.

Pertama ada orang tua yang mau dan mampu memberikan
penerangan dan bimbingan tentang kesehatan reproduksi atau
kesehatan seksual pada anak-anaknya. Orang tua dalam kelompok
ini membimbing mulai dari cara membersihkan kencing, adab-adab
yang harus diketahui, menghadapi menarche, pulosio dan
bagaimana cara menjaga dan merawat kesehatan reproduksi.
Mereka juga menanamkan kepada anak nilai-nilai agama, moral
dan etika yang berhubungan dengan perilaku seksual, agar anak-
anak mereka terhindar dari penyimpangan seksual dan berbagai
macam penyakit yang menyertainya kelak.

Kedua, lebih banyak orang tua yang tidak mampu dan tidak
memahami apa dan bagaimana mengajarkan tentang kesehatan
reproduksi kepada anak-anaknya. Dalam hal ini, lembaga
pendidikan seharusnya mengambil alih tanggung jawab tersebut.
Diperlukan kurikulum yang dapat membimbing peserta didik
memahami dan mampu menerapkan hal-hal yang berhubungan
dengan kesehatan reproduksi. Namun demikian, kadangkala para
pendidik malah menganggap tabu tentang hal ini, sehingga
Kompetensi Dasar yang ada dalam muatan materi pelajaran tidak
terjabarkan dalam indikator–indikator pencapaian kompetensi yang
lengkap.

[185]

Bimbingan Konseling Islami

Adapun dalam muatan mata pelajaran Pendidikan Islam,
materi Kesehatan Reproduksi Remaja bukanlah suatu hal yang
baru. Pendidikan Islam memiliki target untuk membentuk sosok
manusia yang sehat fisik, sehat jiwa dan sehat seksual. Kesehatan
secara seksual adalah kesehatan fisik yang sekaligus kesehatan jiwa
dan kesehatan sosial. Pendidikan Islam mempunyai target untuk
mengantarkan manusia pada derajat yang tinggi, berilmu, beramal
dan bersikap sesuai dengan syariat. Manusia yang menempati
kedudukan yang tinggi ini senantiasa menjunjung nilai-nilai
keimanan dan berusaha meningkatkan takwa. Kurikulum
pendidikan bagi remaja muslim akan sempurna apabila memuat
seluruh dimensi kebutuhan manusia baik secara fisik-biologis,
psikis maupun spriritual.

Sejarah pendidikan Islam pernah mencatat “historical
accident atau kecelakaan sejarah pernah terjadi ketika ilmu-ilmu
umum yang bertitik tolak pada penelitian empiris, rasio, dan logika
mendapat serangan yang hebat dari sebagian kaum fuqaha. Kondisi
ini mengakibatkan ketidakseimbangan kurikulum dalam
pendidikan Islam, seakan-akan pengetahuan Islam secara teoretis
hanya berkisar pada ilmu-ilmu Alquran, hadis dan bahasa Arab
saja.

Sebenarnya pendidikan Islam bukan hanya untuk meng-
hasilkan seorang Islamolog, tetapi juga melakukan pembinaan
secara mendalam terhadap cara hidup untuk membentuk manusia
Islami dalam segala aspek kehidupannya. Pendidikan Islam tidak
hanya terdiri dari kurikulum Tauhid, Ibadah, Tasauf, Muamalah,
Tarikh, Bahasa Arab saja. Kurikulum pendidikan Islam
mengandung berbagai dimensi kebutuhan manusia dengan sangat
detil. Segala hal yang berhubungan dengan kehidupan dan
kebutuhan manusia harus dididik dengan benar. Demikian juga
halnya dengan Kurikulum Kesehatan Reproduksi.

[186]

Bimbingan Konseling Islami

Kurikulum sebagai suatu rancangan pendidikan yang
merangkum semua pengalaman belajar terintegrasi dengan filsafat,
nilai-nilai, pengetahuan, keterampilan dan perbuatan manusia. Oleh
karena itu, kurikulum tentang kesehatan reproduksi menjadi
penting dalam mengarahkan remaja, agar memahami cara menjaga
kehormatan diri dan masyarakatnya dari dekadensi moral yang
berhubungan dengan perilaku seksual yang salah.

Kurikulum Kesehatan Reproduksi Remaja sebaiknya men-
jadi salah satu mata pelajaran dalam kurikulum pendidikan nasional
yang disusun oleh para ahli pendidikan, ulama, ahli bidang ilmu
kesehatan, pendidik, pejabat pendidikan, serta unsur-unsur
masyarakat lainnya. Kompetensi Dasar yang harus dicapai adalah
peningkatan pemahaman tentang upaya preventif, kuratif dan
rehabilitatif secara fisik dan jiwa, agar terhindar dari perilaku yang
menyalahi peran pertumbuhan dan perkembangan seksual.

Darurat kehidupan seksual remaja membutuhkan adanya
upaya peningkatan kemampuan kognitif, afektif, psikomotor
tentang memelihara kesehatan tubuh dari segala kemungkinan
terjangkitnya atau tertularnya penyakit yang disebabkan gangguan
sistem kesehatan reproduksi. Hal ini menjadi penting, karena masih
ada orang tua, masyarakat yang menganggap hal-hal seksual tabu
untuk dibicarakan dengan remaja, padahal kecerdasan teknologi
informasi telah melampaui semua ketakutan orang tua. Tanpa
disadari remaja telah terperangkap didalamnya dan merusak
hidupnya dengan perilaku seksual yang menyimpang.

Apakah ilmu Kesehatan Reproduksi mampu memberikan
kontribusi bagi pengembangan kurikulum pendidikan nasional
dalam rangka memperbaiki kualitas hidup remaja Indonesia di
masa depan? Penulis optimis, Pendidikan Kesehatan Reproduksi
Remaja yang dilakukan oleh lembaga pendidikan formal
merupakan salah satu upaya untuk membimbing remaja mengatasi
konflik seksualnya. Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan Re-

[187]

Bimbingan Konseling Islami

produksi yang selama ini telah terintegrasi dalam Kompetensi
Dasar mata pelajaran Biologi, Penjaskes, dan Agama, dilengkapi
dengan layanan dalam program Bimbingan Konseling, masih
membutuhkan penataan lebih lanjut. Hal ini disebabkan sampai saat
ini masih banyak remaja yang terjerumus dalam masalah kesehatan
reproduksi dan penyimpangan seksual.

Pendidikan Kesehatan Reproduksi harus mampu menyadar-
kan para remaja agar menghindari bahaya penyimpangan seks
terhadap tubuh, jiwa dan kehidupan sosial. Remaja harus
menyadari bahwa cinta remaja akan seindah nestapa, jika mereka
berpetualang dalam rimba cinta penuh duri dosa. Pendidikan
Kesehatan Reproduksi harus mampu mengajarkan para remaja agar
menganalisis dampak reproduksi sakit atau terjangkitnya Penyakit
menular Seksual seperti siphilis, gonorhoe, dan berbagai gangguan
sistem reproduksi lainnya yang terjadi akibat tertularnya penyakit-
penyakit seksual. Materi yang disampaikan dalam Pendidikan
Kesehatan Reproduksi dapat memberikan gambaran pada remaja
terhadap munculnya penyakit mental dan penyakit sosial.

Pendidikan Kesehatan Reproduksi selain menerangkan
tentang aspek-aspek anatomis dan biologis juga menerangkan
tentang aspek-aspek psikologis dan moral. Pendidikan seksual yang
benar harus memasukkan unsur-unsur agama, hak asasi manusia
dan norma. Pendidikan Kesehatan Reproduksi diharapkan
menjadikan remaja siap membina keluarga yang sehat dan menjadi
orang tua yang bertanggungjawab. Beberapa ahli mengatakan
Pendidikan Kesehatan Reproduksi yang baik harus dilengkapi
dengan pendidikan etika, pendidikan tentang hubungan antar
sesama manusia baik dalam hubungan keluarga maupun di dalam
masyarakat. Pendidikan Kesehatan Reproduksi bukan untuk
menimbulkan rasa ingin tahu dan ingin mencoba hubungan seksual
antara remaja. Remaja perlu memahami segala konsekuensi dan
akibat-akibat yang ditimbulkan dari kondisi reproduksi tidak sehat.

[188]

Bimbingan Konseling Islami

Pendidikan Kesehatan Reproduksi memuat pengetahuan tentang
perilaku yang baik dalam hal seksual, sesuai dengan norma agama,
sosial dan kesusilaan.

Analisis Informasi Seputar Kehidupan Remaja Perilaku
Seksual dan Narkoba

Permasalahan kesehatan reproduksi, perilaku seksual dan
narkoba saat ini menjadi permasalahan sosial yang besar. Narkoba
menghancurkan masa depan secara pasti. Perilaku seksual yang
salah menyebabkan remaja terjerat kasus kriminal dan hamil di luar
nikah. Ironisnya lagi kasus-kasus yang berhubungan dengan
perilaku seksual dan narkoba ini terjadi tanpa pandang usia,
pendidikan dan status sosial. Kadangkala tidak masuk akal, ketika
kita mendapatkan informasi seputar kehidupan remaja yang
berhubungan dengan seksual dan narkoba. Berikut akan diuraikan
beberapa fakta yang dikutip dari berbagai media tentang berita
seputar kehidupan remaja dalam lingkaran masalah seksual dan
narkoba.

Kasus 1. Tribun Jakarta.com, kamis 24 Mei 2018, 05:21
menulis berita “Kisah murid SD dan siswi SMP yang akhirnya
hamil: kenalan di pantai manfaatkan rumah kosong”.
Jambi.tribunnews.com Kamis, 24 Mei 2018, 11:42 menulis berita
“Wow, ini dia kisah asmara siswi SMP berujung hamil,
memilukan” Kedua berita ini membeberkan kasus yang ditangani
oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres
Tulungagung dan Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak
Integratif (ULT PSAI). Kronologi peristiwa diawali ketika siswa
kelas V SD dan siswa kelas VII SMP berkenalan di pantai Gemah
Tulung Agung pada bulan Februari 2017. Hubungan yang
kebablasan diantara keduanya disebabkan kurangnya pengawasan
orang tua. Keduanya sering memanfaatkan rumah kosong orang tua
pihak laki-laki untuk melakukan persetubuhan. Perbuatan terlarang

[189]

Bimbingan Konseling Islami

ini dilakukan pada saat siang hari sekitar pukul 13.00 Wib saat
rumah dalam kondisi kosong. Peristiwa ini terjadi sejak Nopember
2017 hingga Maret 2018. Pihak sekolah yang curiga dengan kondisi
fisik salah seorang siswi melakukan pemeriksaan dan memastikan
sang siswa telah hamil 6 bulan akibat hubungan terlarang tersebut.

Kasus 2. Kompas.com tanggal 29 April 2019, 15:51 Wib
tentang “Siswi SMA di Gresik Buang Bayinya karena malu hamil
di luar nikah”. RTL (16 tahun) pelajar SMA, warga desa
Sungonlegowo Kecamatan Bungah Gresik Jawa Timur membuang
bayinya karena malu. Hamil di luar nikah dan menjalani proses
persalinan sendiri dengan modal peralatan seadanya, termasuk
gunting yang digunakan untuk memotong ari-ari.

Kasus 3. Poskota. News.com Jumat 21 Juni 2019, 23: 18 Wib
menulis “3 oknum guru setubuhi 3 muridnya, satu siswa hamil”.
Tiga oknum guru SMP di Kecamatan Cikeusal berkali-kali
menyetubuhi tiga siswinya yang berumur di bawah 14 tahun.
Akibat dari perbuatannya ini, satu diantara korban mengandung.
Tersangka OH adalah guru honorer mata pelajaran seni budaya. DA
adalah guru IPS yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan
AS adalah pegawai honorer pada bagian kesiswaan sekolah. Kasus
yang ditangani Polres Serang ini adalah kasus pencabulan yang
dilakukan tiga oknum guru terhadap tiga muridnya sejak bulan
Nopember 2018 hingga Maret 2019. Kasus ini terbongkar ketika
salah seorang orang tua melaporkan tersangka OH yang telah
menghamili putrinya. Kehamilan sudah berumur 21 minggu.
Korban dan tersangka mengakui perbuatannya yang dilakukan
secara terpisah mulai dari laboratorium sekolah dan di luar sekolah.

Kasus 4. Makasar. Tribunnews.com selasa, 8 Oktober 2019
20:11 menulis berita tentang “siswa SMA dihamili kakak kandung,
awalnya dipaksa berhubungan lama-lama mau, kondisinya kini”
batam. Tribunnews.com “siswi SMA dihamili kakak kandung,
dipaksa berhubungan dan ancam tak biayai sekolah”.

[190]

Bimbingan Konseling Islami

Radarpagi.com 9 Oktober 2019 “Kakak di Kutai Timur 1 tahun
setubuhi adik kandung hingga hamil.

Romi (23 tahun) dan B (19 tahun) adalah saudara kandung,
yang berhasil dikelabuhi nafsu. Kasus ini terjadi di Desa Singa
Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur,
Kalimantan Timur. Dimulai dengan kisah B dipaksa Romi
melakukan hubungan intim. Paksaan tersebut dalam bentuk
ancaman, apabila B menolak, Romi tidak akan membiayai sekolah
B.

Ternyata berawal dari paksaan, lama kelamaan keduanya
saling suka hingga layaknya suami istri. Hubungan itu dilakukan
berkali-kali sejak 2018. Mereka melakukannya terakhir kali pada
September 2019. Kasus ini ketahuan setelah B hamil. B yang
berstatus pelajar kelas III di salah satu SMA di Kutai Timur ini
mual-mual di sekolah. Kecurigaan dimulai ketika B jarang keluar
rumah, kemudian membohongi guru, orang tua dan tetangga
dengan mengaku mengalami penyakit kista. Ibu RT dan tetangga
membujuk B untuk periksa ke rumah sakit dan hasilnya “B positif
hamil”. Akhirnya B terbuka, dia dihamili oleh kakak kandung. Ibu
RT membawa B ke Polres Kutai Timur dan membuat laporan polisi
nomor LP/119/X/2019/Kaltim/Res Kutim. Hasil penyelidikan
polisi, B mengaku sering dibully di sekolah oleh temannya. Saat
pulang, ia sering curhat kepada kakak kandungnya, Romi.
Curhatan itu berujung pada ajakan berhubungan badan.

B seorang gadis remaja yang memiliki sembilan saudara dan
Romi adalah kakak pertama. Selama ini, orangtua B tinggal
terpisah bersama anak-anak di rumah yang bersebelahan.
Hubungan badan dilakukan di rumah B, Romi, dan adik-adiknya
tinggal. Perbuatan itu mereka lakukan saat rumah dalam keadaan
kosong, tak ada adik-adiknya. Hingga B hamil, orangtua B dan
Romi tak mengetahui kejadian itu. Mereka baru mengetahui ketika
ada laporan polisi dan hasil cek rumah sakit. Kini Polres Kutim

[191]

Bimbingan Konseling Islami

telah menahan Romi yang mengakui telah menyetubuhi adiknya
dengan alasan suka sama suka.

Keduanya tidak melakukan kesalahan secara hukum
reproduksi, karena hubungan seksual yang dapat menyebabkan
kehamilan terjadi jika seorang laki-laki melakukan hubungan
seksual dengan seorang perempuan pada masa subur. Inilah
kesalahan besar yang dialami oleh remaja B, hilang keperawanan
digagahi kakak kandungnya sendiri. Ini pula kesalahan yang
dilakukan Romi, menghancurkan masa depan adiknya dengan
dorongan nafsu seksual yang tidak semestinya dituruti. Kasus ini
bukan hanya pelanggaran tetapi dosa besar. Apakah jawaban
terbaik yang kelak harus diberikan keduanya kepada anak yang
akan dilahirkan tersebut?

Kasus 5. Riaurealita.com Sabtu 7 Juli 2018, 19:39:44 Wib
“ngekos bareng pacar, kakak adik dihamili satu pria” Seorang
gadis remaja berinisial AN (17) nekat menggugurkan kandungan
alias aborsi usai ditiduri hingga hamil oleh pacar kakak kandungnya
bernama Mikael Bulu alias Melkianus alias Melki (23). Ironisnya,
perempuan asal Wawewa Barat, Sumba Barat Daya, Nusa
Tenggara Timur (NTT) itu, melakukan aborsi, karena dipaksa oleh
Melki dan kakak kandungnya berinisial OW (18). Peristiwa itu
berawal pada Agustus 2017, AN dan kakak kandungnya OW
datang ke Bali dengan maksud mencari kerja. Mereka lantas tinggal
di sebuah rumah kos. Beberapa hari kemudian, OW memiliki pacar
bernama Melki yang juga berasal dari Wewewa Barat, Sumba Barat
Daya. Malapetaka yang menimpa AN menyebabkannya dipaksa
untuk melakukan aborsi. Apakah masalah berakhir setelah aborsi?

Kasus 6. News. Okezone.com, senin 8 Oktober 2018, 19: 14
WIB “Siswi SMP di Ponorogo bunuh bayi hasil persetubuhan
dengan ayah tiri” Seorang siswi kelas III sebuah SMP di Ponorogo,
Jawa Timur tega membunuh janinnya sendiri hasil persetubuhan
dengan ayah tirinya, Suwanto. Dia kabur usai kasus cabulnya

[192]

Bimbingan Konseling Islami

terungkap. Petugas Polsek Ngebel melakukan olah tempat kejadian
perkara di rumah korban yang berada di salah satu desa di
Kecamatan Ngebel, Ponorogo, pada hari senin (8/10/2018).
Petugas juga memeriksa saksi dan mengambil sampel darah
korban. Pemeriksaan ini terkait laporan dugaan pencabulan ayah
tiri kepada anaknya dan kasus pembunuhan dan pembuangan janin.

Korban disetubuhi di rumah tersebut dan berlangsung empat
kali hingga korban hamil dan melahirkan. Kepada para tetangga,
siswi itu mengaku hamil karena disetubuhi oleh ayah tirinya.
Pelaku memaksa berhubungan intim, jika tidak dilayani akan
dibunuh. Karena ketakutan, korbanpun terpaksa melayani nafsu
bejat pelaku. Ibu korban tidak berani bercerita karena ketakutan,
demikian juga halnya dengan korban. Hingga akhirnya, korban
melahirkan di kamar mandi dan orok dimasukkan ke saluran air.
Saluran air tersumbat dan saat diperiksa ditemukan orok. Dari
penemuan orok inilah, kasus terungkap. Keluarga korban yang
diwakili oleh Mbahnya korban melaporkan kasus tersebut ke
Mapolsek Ngebel Ponorogo. Ayah tiri korban yang dikenal arogan
dan sering berlaku kasar, kabur saat penemuan orok.

Kasus 7. Makasar.tribunnews.com tanggal 29 Juli 2019,
menampilkan artikel dengan judul “10 kasus hubungan sedarah
atau inses di tahun 2019: pelakunya dari adik, kakak, ayah hingga
kakek”. Berita tentang kasus inses tahun 2019 ini juga dapat diakses
pada link berita lainnya. Uraian isi artikel sebagai berikut:

1. Gadis berusia 15 tahun dihamili oleh ayah kandungnya.
Seorang ibu, ST (37), warga Kecamatan Gading, Kabupaten
Probolinggo, Jawa Timur, melaporkan suaminya sendiri
Muhammad (30) ke polisi, karena menghamili anak
kandungnya sendiri berinisial SF (15). Dari hasil perbuatan
keji tersebut, SF melahirkan seorang bayi. Kasat Reskrim
AKP Riyanto menjelaskan, SF yang disetubuhi ayah
kandungnya sendiri tersebut melahirkan pada Maret 2019.

[193]

Bimbingan Konseling Islami

Setelah bayi tersebut lahir, ST kemudian melaporkan
suaminya ke polisi. SF menceritakan semua kejadian yang
dialaminya. Ibunya tersebut baru tahu peristiwa tersebut
setelah putrinya hamil sekian bulan bahkan hampir
melahirkan. Dari hasil penyelidikan, Riyanto menambahkan,
kejadian tersebut berlangsung pada Februari tahun lalu. Aksi
keji ayah kandung terhadap anaknya tersebut terjadi saat
rumah dalam keadaan sepi. SF yang masih pelajar tak bisa
memberikan perlawanan.
2. Ayah kandung berusia mencabuli putri kandung.
EY, warga Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman,
Kabupaten Pasaman Barat melaporkan SA (42) suaminya
karena telah melakukan kekerasan seksual pada putrinya
sendiri, IS (17) hingga hamil. Berita ini juga dimuat dalam
TribunPadang.com, bahwa kekerasan seksual terjadi antara
Februari hingga Desember 2018, hingga IS melahirkan bayi
di Kota Padang pada 30 Januari 2019. Kasat Reskrim AKP
Afrides Roema membenarkan kejadian tersebut. Ia
mengatakan kasus ayah cabuli anak kandung hingga hamil ini
terungkap setelah adanya laporan masuk ke Polres Pasaman
Barat. Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah
saksi dan barang bukti.
3. Oknum caleg cabuli anak kandung selama 8 tahun
AH, caleg Partai Keadilan Sosial (PKS) asal Padang,
Sumatera Barat, pada Minggu, 17 Maret 2019 akhirnya
ditangkap setelah menjadi buron dalam kasus pencabulan
terhadap anak kandungnya. AH tertangkap sedang berdiri di
pinggir jalan di wilayah Pauh, Sumatera Barat untuk
menunggu mobil ke Kota Padang. AH dilaporkan keluarga
sendiri karena diduga mencabuli anak kandungnya sejak
anaknya duduk di kelas 3 SD. Ibu kandung korban yang juga
istri AH, baru mengetahui kejadian tersebut setelah anaknya

[194]

Bimbingan Konseling Islami

bercerita apa yang telah dialaminya selama ini. Mendengar
itu, sang ibu langsung melaporkan dugaan pencabulan
tersebut ke Polres Pasaman Barat pada tanggal 7 Maret 2019.
AH diduga telah mencabuli anak kandungnya berkali-kali,
sejak anaknya duduk di kelas 3 SD. Terakhir kali diduga
perbuatan itu dilakukan AH pada Januari 2019 lalu, atau
sudah sekitar delapan tahun korban menerima perbuatan
cabul itu dari ayahnya. Sekarang korban berusia 17 tahun dan
masih sekolah.
4. Ayah, Kakak, dan Adik Kandung Cabuli Gadis di Pringsewu
Seorang remaja berusia 18 tahun berinisial AG di Sukoharjo,
Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, dilecehkan secara
bergilir oleh ayah, kakak, dan adiknya selama 2 tahun sejak
ditinggal meninggal ibunya. Tarseno, salah seorang anggota
Lembaga Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat Merah
Putih, pada hari Jumat tanggal 22 Februari 2019, mengatakan
bahwa korban adalah penyandang keterbelakangan mental
yang sebelumnya tinggal bersama ibu kandung. Saat sang ibu
meninggal dunia, korban harus dirawat oleh sang nenek, yang
tinggal di Tanggamus, Lampung. JM (45), ayah kandung
menjemput korban dan diajak tinggal bersama dengan kakak
laki-lakinya SA (24) dan adik laki-lakinya, YF (16) di
Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung.
Awalnya JM atau ayah kandungnya menjadikan korban
sebagai pelampiasan nafsu. Kakak korban, dan sang adik
ternyata juga ikut melakukan hal serupa. Kakak korban
merupakan pekerja pemetik buah kelapa, sedangkan sang
adik seorang pengangguran. Korban diperkosa ketiga
anggota keluarganya menurut kemauan masing-masing
terduga pelaku. "Kalau yang satu inginnya pagi ya pagi, kalau
yang satu inginnya siang ya siang, itu setiap hari," kata
Tarseno. Cerita yang paling tragis, korban mengatakan

[195]

Bimbingan Konseling Islami

dirinya bahkan pernah diperkosa hingga lima kali dalam satu
hari. Kapolsek Sukoharjo, Pringsewu, Lampung, Iptu Eddy
Wahyudi, mengatakan ketiga pelaku telah diringkus
dikediamannya pada Kamis 21 Februari 2019 sekitar pukul
21.00 WIB tanpa perlawanan. JM, ayah kandung koban
mengakui mencabuli anak perempuannya sebanyak 5 kali
sejak Agustus 2018. Sementara SA, kakak kandung korban
mengakui telah mencabuli adiknya sebanyak 120 kali dan
adik korban mencabuli kakaknya yang dipanggilnya mbak
sebanyak 40 kali. Dia melakukannya sejak tahun baru 2019
dan terakhir pada tanggal 20 Februari 2019.
5. Ayah Kandung Cabuli Anak sampai Melahirkan di Garut.
UR (42), warga Kecamatan Malangbong, Garut, Jawa Barat,
diringkus aparat Polres Garut karena telah mencabuli dua
anak gadisnya sendiri. Kasus tersebut terungkap setelah satu
diantara anak gadisnya yang baru berusia 15 tahun
melahirkan pada 15 Juni 2019 di RSUD dr Slamet Garut.
Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengungkapkan,
pelaku telah bercerai dengan istri sejak tahun 2010. Pelaku
mulai melampiaskan nafsu bejatnya kepada anak keduanya
sejak tahun 2015, saat anak gadisnya baru duduk di kelas 5
SD. Mantan istri pelaku atau ibu kandung korban kemudian
melaporkan kasus tersebut ke Polsek Malangbong pada
tanggal 29 Juni 2019. “Korban diancam jika melapor ke ibu
atau orang lain, korban dipaksa melayani pelaku di rumahnya
sendiri,” ungkap Budi, Sabtu (6/7/2019).
6. Ayah kandung cabuli anaknya selama 5 tahun di Demak
HN (51) warga Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak
yang berprofesi buruh bangunan ditangkap polisi karena telah
mencabuli anak kandungnya sendiri, ER selama 5 tahun
hingga hamil 5 bulan. Dilansir dari Tribun Jateng, HN
dilaporkan oleh istrinya karena telah mencabuli anak

[196]

Bimbingan Konseling Islami

keduanya. Saya memiliki 4 orang anak, ER anak kedua saya.
ER sebelumnya sudah punya anak hasil hubungan gelap
dengan pacarnya," ungkap HN kepada wartawan di Mapolres
Demak, Senin 11 Februari 2019. HN juga mengakui
mengancam akan membunuh ER jika menolak. Pencabulan
dilakukan saat istri atau ibu korban pergi bekerja dan rumah
dalam keadaan kosong. Kapolres Demak, AKBP Arief
Bahtiar mengatakan tersangka terancam pasal tentang
perlindungan anak dan tentang penghapusan kekerasan
dalam rumah tangga sehingga dapat dipidana dengan pidana
penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat
(3) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000 dan
paling sedikit Rp 200.000.
7. Istri dipaksa cabul dengan ayah kandung.
Video mesum berisikan perempuan berinisial PR (18) dan
ayah kandungnya, M (53) yang melakukan hubungan
terlarang menyebar melalui aplikasi pesan Whatsapp. Dari
penyelidikan polisi PR ternyata mendapat intimidasi dari
mantan suami sirinya, K, yang tengah mendekam di Lapas
Metro Lampung karena kasus narkoba. Kapolres Lampung
Selatan, AKBP M Syarhan, menjelaskan ternyata K
menghubungi PR dan mengintimidasinya. K lalu menyuruh
istri sirinya, PR untuk melakukan hubungan terlarang dan
merekamnya. Diketahui K menyebarkan video mesum istri
dan mertuanya melalui pesan WhatsApp. K kembali menjadi
tersangka, terjerat pelanggaran UU ITE terkait penyebaran
video porno. Sementara video hubungan inses ayah dan anak
ini disebutkan oleh Syahran telah dibuat sekitar bulan
Oktober tahun 2018, sebelum PR pergi ke Jawa. PR sendiri
mengaku tertekan dan ingin memutuskan komunikasi dengan
tersangka dengan pergi ke Jawa," terang Syarhan. Kini M

[197]

Bimbingan Konseling Islami

diketahui telah diusir oleh para tokoh dan warga di
kampungnya.
8. Kakek 70 Tahun cabuli anak kandungnya yang berusia 40
tahun
Tompo (70), seorang kakek yang berasal dari kampung
Mannuruki, Kelurahan Bontotangnga, Kec. Tamalatea,
Jeneponto, Sulawesi Selatan ditangkap aparat. Menurut
informasi dari tetangga kakek Tompp, di rumah pelaku hanya
ada tiga orang yang tinggal yaitu Tompo, istrinya, dan KM,
anaknya yang memiliki keterbelakangan mental. "Dari hasil
pemeriksaan, Tompo merupakan ayah dari KM, dimana hasil
hubungan gelap ayah dan anak ini melahirkan bayi yang ia
buang tidak jauh dari rumahnya," kata Kanit Pegasus Polres
Jeneponto Aipda Abd Rasyad, saat dikonfirmasi.
9. Alasan ritual, petani di Sumsel perkosa dua anak kandung
Ardiyanto (48), petani di Desa Rantau Ali, Kecamatan Suka
Karya, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, tega
memperkosa dua putri kandungnya sendiri dengan modus
ritual mencari jodoh. Kapolres Musirawas AKBP Suhendro
mengatakan, dari hasil pemeriksaan, tersangka Ardiyanto
mulanya mengimingi kedua putrinya inisial SS (17) dan MR
(15) untuk mendapatkan seorang jodoh yang kaya raya
dengan melakukan ritual. SS dan MR dibawa ke dalam kamar
dengan hanya mengenakan handuk, disana keduanya
diberikan pisang dan sesuap nasi oleh pelaku. "Pelaku
ternyata memasukan pil KB didalam pisang, sebelum
menyetubuhi kedua korban," kata Ardiyanto saat
dikonfirmasi melalui pesan singkat, pada Rabu 29 Mei 2019.
AKBP Suhendro menjelaskan, perbuatan yang dilakukan
Ardiyanto sejak Agustus 2018 lalu tersebut terbongkar ketika
pihak keluarga curiga setelah melihat adanya perubahan fisik
dari kedua korban.

[198]

Bimbingan Konseling Islami

10. Kakak hamili adik kandung hingga miliki dua anak
Polisi mengamankan AA (38) yang diduga menghamili adik
kandungnya sendiri BI (30) di Desa Lamunre Tengah,
Kecamatan Belope Utara, Kabupaten Luwu. Kasat Reskrim
Polres Luwu AKP Faisal Syam mengatakan, pelaku AA kini
diamankan di Mapolsek Belopa. Dihadapan polisi, AA
mengaku tidak bisa menahan nafsu saat melihat adik
kandungnya yang tinggal serumah dengannya. Warga yang
merasa jengah dan geram atas perbuatan tersebut, sempat
menggerebek rumah AA dan mencoba mengusirnya.
Keduanya diduga terlibat cinta terlarang sejak pertengahan
tahun 2016 lalu. BI diketahui telah melahirkan dua anak dari
hubungan terlarang dengan saudara kandungnya. Namun
menurut perangkat desa setempat, BI sempat mengelak ketika
ditanya perihal kehamilannya. “Sewaktu saya tanya si
perempuan untuk mengakui perbuatannya, dia mengelak. Dia
malah mengatakan dari hasil hubungan dengan suaminya.
Namun suaminya kami tidak tahu dimana keberadaannya”
ucap Kepala Desa Lamunre Tengah. BI saat ini tengah hamil
anak ketiga yang diduga hasil hubungan dengan sang kakak.
BI saat ini diamankan pihak keluarganya sambil menunggu
proses yang sedang dilakukan aparat Polsek Belopa.

Kasus 8. Antarnews.com, minggu 10 Januari 2021, 12.54
Wib menampilkan berita tentang “Cabuli anak di bawah umur
remaja di Aceh ditangkap polisi”. Personel Satuan Reserse
Kriminal (Satreskrim) Polresta Banda Aceh menangkap remaja di
Aceh Besar berinisial SY (19) karena diduga mencabuli anak
berumur delapan tahun yang merupakan sepupunya sendiri.
Kasatreskrim Polresta Banda Aceh AKP M Ryan Citra Yudha,
mengatakan pelaku melakukan aksinya ketika korban menginap di
rumahnya. Peristiwa tersebut terjadi pada akhir November 2020.
Kasus pelecehan seksual ini terungkap ketika korban

[199]

Bimbingan Konseling Islami

memberitahukan neneknya saat hendak buang air kecil. Kemudian

neneknya memeriksa dan menanyakan perihal kejadian yang

dialami korban.

Setelah mengetahui kejadian yang dialami cucunya, nenek

tersebut kemudian membuat laporan ke Polresta Banda Aceh.

Nenek korban melaporkan tindakan pencabulan pada 29 November

2020, berdasarkan nomor laporan polisi

LPB/534/XI/YAN.2.5/2020/SPKT. Setelah menerima laporan,

pihaknya kepolisian melengkapi berkas penyelidikan, visum et

repertum pada tim kesehatan serta koordinasi terhadap kejadian

yang menimpa korban. "Pelaku SY ditangkap unit PPA (Pelayanan

Perempuan dan Anak) di rumahnya tanpa melakukan perlawanan.

Akibat perbuatannya, SY dijerat dengan Pasal 50 Jo Pasal 47

Qanun (peraturan daerah) Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang

Hukum Jinayat.

Kasus. 9. serambinews.com Kamis, 28 Januari 2021, 15:26
mengangkat berita dengan judul “Nyabu di gubuk, petani dan dua
temannya diringkus polisi di Aceh Tamiang” Polsek Bendahara,

Aceh Tamiang meringkus seorang petani yang terlibat

penyalahgunaan narkoba bersama dua temannya di Kampung

Tanjunglipat I, Kecamatan Bendahara, pada hari Rabu malam

tanggal 28 Januari 2021. Penangkapan ini berawal dari laporan

masyarakat yang resah atas maraknya peredaran narkoba di

wilayah mereka. Awalnya polisi hanya meringkus IS alias Panjol

(23) dan seorang remaja Ef (18) dari sebuah gubuk di Tanjunglipat

I pukul 20.00 WIB. Keduanya terindikasi baru saja mengonsumsi

sabu-sabu di dalam gubuk yang berada di areal persawahan itu.

Dugaan ini dikuatkan dengan temuan sejumlah barang bukti,

diantaranya sebuah kaca pireks berisi sabu-sabu, sebuah bong dan

sebuah plastik diduga bekas sabu-sabu.

Kapolsek Bendahara Ipda Agus Gani menjelaskan bahwa

timnya langsung mengembangkan kasus itu hingga diperoleh

[200]

Bimbingan Konseling Islami

informasi kalau narkotika itu dibeli tersangka dari S alias Sipol (26)
seharga Rp 100 ribu. Saat itu juga tim langsung bergerak ke rumah
Sipol dan langsung mengamankannya ketika ditemukan sedang
berada di depan rumahnya. Agus menambahkan pihaknya tengah
fokus menelusuri asal barang haram itu. Sejauh ini hasil
pemeriksaan belum bisa disampaikan dengan alasan kepentingan
proses pengembangan. Sipol yang menjual sabu-sabu berprofesi
sebagai petani. Motifnya ekonomi, kami masih terus menelusuri
mata rantai peredaran ini,” ungkap Agus.

Kasus 10. Detiknew.com Jumat 5 Februari 2021, 17.17 Wib
“Mencuri 18 kali demi narkoba 6 remaja di Aceh ditangkap” Enam
remaja di Banda Aceh ditangkap polisi karena diduga mencuri di
18 lokasi. Para pelaku merencanakan aksi serta berkoordinasi lewat
grup WhatsApp “Preman Pensiun”. Isi grup WA membahas
rencana dan hasil dari tindak pidana yang dilakukan mereka.
Menurut keterangan Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh AKP M
Ryan Citra Yudha motif mereka mencuri untuk membeli narkoba.
Tiga remaja yang ditangkap masih di bawah umur, sedangkan tiga
lainnya adalah MN (19), BG (19), dan BN (19). Mereka diciduk
personel Polsek Kuta Alam saat tengah menggelar pesta di bekas
Hotel Rajawali, Banda Aceh. Ryan mengatakan penangkapan
pelaku berawal dari penyelidikan yang dilakukan polisi terkait
kasus pencurian mesin genset. Polisi mendapat laporan adanya
sekelompok remaja kerap menggelar pesta sabu di bekas hotel
tersebut. Setelah melakukan penyelidikan, polisi menciduk keenam
pelaku. Dalam pemeriksaan, mereka disebut mengaku sudah
melakukan pencurian di 18 lokasi di Banda Aceh. "Mereka ini
spesialis pencurian rumah-rumah bedeng yang dibangun kuli
bangunan untuk istirahat tidur. Mereka mencuri saat pemilik
sedang tidur," jelas Ryan. Ryan menyebut para pelaku beraksi sejak
Desember 2020 hingga Januari 2021. Dalam kasus tersebut polisi

[201]

Bimbingan Konseling Islami

juga menciduk seorang penadah berinisial DP (30). "Salah satu
pelaku masih siswa kelas III SMP.

Kasus 11. Kompas.id 31 Maret 2021, 19:43 Wib “Kekerasan
seksual pada pelajar kembali terjadi di Aceh”. Kekerasan seksual
pada pelajar perempuan kembali terjadi di Aceh. Kali ini seorang
anak perempuan berusia 17 tahun di Kota Langsa menjadi korban
pemerkosaan 10 pemuda. Sebanyak sembilan tersangka pelaku
telah ditangkap dan satu orang masih diburu. Kepala Satuan
Reserse Kriminal Polres Langsa Inspektur Satu Arief Sukmo
Wibowo, dihubungi Rabu 31 Maret 2021 menuturkan bahwa
peristiwa pemerkosaan terjadi pada Selasa malam tanggal 16 Maret
2021 malam di sebuah rumah kosong di Kecamatan Langsa Kota.
Malam itu korban diajak oleh teman dekatnya bernama MRA (17).
Saat tiba di rumah itu, para pelaku lain telah menunggu untuk
memerkosa korban.

Kasus 12. Newsdetik.com Selasa, 16 Maret 2021, 03:06 Wib,
cnnindonesia.com Selasa, 16 Maret 2021 15:25 WIB,
metroaceh.com 15 Maret 2021, sumutsuara.com Selasa, 16 Maret
2021 15.36 Wib dengan tajuk “Siswi MAN di Bireun Melahirkan
saat Ujian Sekolah” Seorang siswi MAN di Bireuen, Aceh,
berinisial MW binti Ruslan Abdullah (18) melahirkan bayi di
sekolah pada Senin 15 Maret 2021 sekira pukul 12.00 wib. Siswi
berusia 18 tahun itu melahirkan saat mengikuti ujian akhir di
sekolah. M melahirkan bayi laki-laki dengan berat 2,6 kg panjang
45 cm.

Sejumlah sumber media ini menuliskan kronologi kejadian.
Bermula ketika MW yang merupakan siswi kelas III dan teman-
temannya sedang mengikuti ujian akhir di ruangan laboratorium
madrasah. Tiba-tiba saja remaja ini, mengeluh sakit perut kepada
tiga rekannya. Lalu, MW keluar ruangan laboratorium dan masuk
ke toilet madrasah yang berada di samping perpustakaan. Ketiga
temannya lantas menyusul, serta melihat MW terduduk di depan

[202]

Bimbingan Konseling Islami

pintu kamar mandi, dengan kondisi lemas dan berkeringat. Teman-
temannya kemudian membawa remaja ini ke ruang UKS, agar
beristirahat karena dalam kondisi sakit.

Namun, tiba-tiba MW rebah dan terlihat mengeluarkan
bercak darah hingga ke bagian rok. Salah seorang rekannya lalu
melapor ke wakil kepala madrasah, ketika guru itu masuk ke ruang
UKS tampak MW sudah melahirkan seorang bayi laki-laki
tergeletak di lantai. Persalinan itu tanpa bantuan medis.
Selanjutnya, pihak madrasah menghubungi petugas Puskesmas
terdekat, guna meminta pertolongan serta melaporkan peristiwa itu
ke Polsek. Tak lama kemudian, petugas medis dan tiga personil
kepolisian tiba di lokasi, lalu membawa MW ke puskesmas dengan
menggunakan ambulance, untuk proses penanganan lebih lanjut
terhadap ibu dan bayinya itu.

Polisi yang mengusut kasus ini, berhasil mendeteksi lelaki
yang menghamili siswi tersebut. Seorang pria beristri berinisial
ZUL bin Basri (28) yang berprofesi sebagai petani. Petugas
mengamankan lelaki itu ke mapolsek guna dimintai keterangannya.
Kepada polisi ZUL mengakui sudah lima kali berhubungan badan
dengan MW yang diawali pada Maret 2020 silam. Akibat kejadian
tersebut, MW mengalami pendarahan hebat, sehingga sekitar pukul
14.15 wib dirujuk ke Jeumpa Hospital Bireuen. Sementara bayinya
dititipkan di rumah. Sementara itu, “keluarga pihak wanita sudah
bersedia untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan,
asalkan si lelaki bersedia menikahi MW,” jelas Eka Jumadi seraya
mengaku persoalan itu sudah ditangani Unit PPA Satreskrim Polres
Bireuen, guna diproses lebih lanjut.

Kasus 13. Jatim.inew.id Sabtu 10 April 2021, 08.45 Wib
“Emosi Kapolsek perempuan tangkap anak muda yang kecanduan
narkoba” Kapolsek Wonocolo jajaran Polrestabes Surabaya
Kompol Masdawati tak kuasa menahan emosinya saat ekspos kasus
narkoba. Dia memarahi satu persatu para tersangka lantaran melihat

[203]

Bimbingan Konseling Islami

mereka masih berusia belia. Anggota Polisi Wanita (Polwan) ini
memarahi mereka karena telah merusak masa depan dengan
narkoba. Dia beberapa kali tampak menunjuk-nunjuk tersangka
yang masih remaja dan bertanya “enaknya apa pakai narkoba.
Kamu gak ingin jadi orang sukses atau orang hebat? jangan mau
lagi dikasih teman walaupun gratis, kamu ini masih muda.

Sementara remaja yang diamankan hanya menunduk dan
mengaku siap berubah untuk tidak lagi memakai narkoba. Dalam
pengungkapan kasus ini, anggota Polsek Wonocolo menangkap 10
tersangka. Polisi terus berupaya menekan kasus penyalahgunaan
narkoba dengan menangkap para pengedar maupun pengguna
narkoba. Sebanyak 10 pemuda ini, hasil operasi anggota yang
memergoki mereka menggunakan shabu. Mereka ini sudah
kecanduan dan kami tangkap dalam kurun waktu kurang dari satu
bulan," kata Masdawati. Untuk pengembangan penyelidikan, selain
menahan para tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti
berupa lima gram shabu, 800 butir pil koplo, serta beberapa ponsel
milik tersangka. Mereka dijerat Pasal 112 dan 114 UU Nomor 35
Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman
maksimal 10 tahun penjara.

Kasus 14. megapolitan.kompas.com 18 April 2021, 12:13
WIB, dengan berita “Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD
Bekasi Terkena Penyakit Kelamin”. Remaja perempuan bernisial
PU (15) yang diduga menjadi korban pemerkosaan oleh anak
anggota DPRD Bekasi, AT (21), terkena penyakit kelamin akibat
hubungan seksual. Ibu korban, LF (47) mengungkapkan, korban
diduga tertular oleh terduga pelaku yang memerkosanya. Menurut
LF, korban kerap merintih kesakitan gatal, nyeri dan mengalami
pendarahan lantaran terdapat sebuah benjolan pada alat vitalnya
setelah diperkosa oleh AT. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis,
kata LF, putrinya dinyatakan terinfeksi penyakit kelamin. Korban

[204]

Bimbingan Konseling Islami

pun harus mendapat perawatan intensif dan menjalani tindakan

operasi medis.

Sebelumnya, seorang pria berinisial AT (21) dilaporkan ke

polisi terkait dugaan pelecehan seksual terhadap perempuan dengan

inisial PU (15). Keluarga korban melaporkan AT yang disebut-

sebut sebagai anak seorang anggota DPRD Kota Bekasi ke Polres

Metro Bekasi Kota pada Senin tanggal 12 April 2021. Adapun

laporan korban teregister dengan Nomor

LP/971/K/IV/2021/SPKT/Restro Bekasi Kota.

LF menjelaskan putrinya memiliki hubungan cinta dengan

AT. Keduanya sudah berpacaran sekitar sembilan bulan lalu.

Selama menjalani hubungan cinta, korban disebut kerap

mendapatkan tindakan kekerasan dari terduga pelaku. Keluarga

korban yang mengetahuinya bermaksud melaporkan tindak

kekerasan terduga pelaku ke polisi. Saat itulah korban baru

membuka semua perbuatan terduga pelaku, yang juga pernah

mengajaknya bersetubuh. "Pertama tindak kekerasan, lalu

pemaksaan untuk bersetubuh, karena anak saya awalnya menolak

tidak mau diajak berhubungan intim. LF menyatakan bakal

menempuh jalur hukum dari kasus yang dialami putrinya.

Sebagai langkah awal, dia mengaku sudah menyerahkan

sejumlah barang bukti ke polisi. Kasubag Humas Polres Bekasi

Kota Kompol Erna Ruswing Andari membenarkan adanya laporan

kasus dugaan tindakan asusila itu. Erna mengatakan, berdasarkan

laporan korban, dugaan pemerkosaan yang dilakukan AT sudah

lebih dari sekali. Terduga pelaku melakukan perbuatan tersebut di

salah satu rumah kos di Jalan Kinan, Kelurahan Pengasinan,

Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Polisi sudah melakukan oleh

tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan visum dari korban,

cari saksi-saksi di lapangan dan mencari bukti-bukti untuk

penyelidikan.

[205]

Bimbingan Konseling Islami

Kasus 15. Megapolitan. Kompas.com 18 Mei 2021, 20.12
Wib ”3 Kasus Pelecehan Seksual dengan Korban di Bawah Umur
di Bekasi. Setidaknya ada 3 kasus pelecehan seksual terhadap anak-
anak di bawah umur yang terungkap dalam sebulan terakhir di
Bekasi. Para terduga pelaku pelecehan seksual itu beragam, yakni
ada anak anggota DPRD Bekasi, maling, hingga guru mengaji.
Ringkasan dari 3 kasus tersebut sebagai berikut:

1. Remaja diperkosa dan dijual anak Anggota DPRD Bekasi
Pada pertengahan April 2021.
Anak anggota DPRD Bekasi berinisial AT (21) dilaporkan ke

Polres Metro Bekasi Kota atas tuduhan pemerkosaan terhadap
remaja, PU (15). Tak hanya memperkosa, AT dituding telah
menjual PU ke pria hidung belang. Kepala Komisi Perlindungan
Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi Novrian mengatakan, korban
yang masih duduk di bangku kelas IX SMP itu disekap ditempat
indekost di kawasan Kelurahan Sepanjang Jaya, Bekasi Timur.
Korban disekap oleh AT di kamar indekost yang terletak di lantai
2. Kamar indekost itu disewa pelaku selama sebulan, dari Februari
hingga Maret 2021.

Di lokasi itu pula PU diduga diperkosa oleh AT. Terduga
pelaku juga memaksa korban untuk melayani pria hidung belang.
Terduga pelaku, menjual korban lewat aplikasi online MiChat yang
akunnya dioperasikan oleh AT. PU dipaksa melayani 4-5 orang
laki-laki hidung belang perhari dengan bayaran sekitar Rp 400.000
dari tiap pelanggan. Bayaran yang AT dapat itu tak sepeserpun
diberikan kepada korban. Setelah laporan pada Senin 12 April
2021, AT rupanya tak kunjung diperiksa pihak kepolisian. Hal itu
diungkapkan orang tua korban, D (43). Dia pun mengaku kecewa
atas kinerja kepolisian yang dinilainya lamban dalam menangani
kasus putrinya. "Saya mempertanyakan pemanggilan terduga
pelaku ini," ujar D, Selasa 18 Mei 2021, dilansir dari
WartaKotalive.

[206]

Bimbingan Konseling Islami

Menurut D, kasus ini jalan di tempat. Padahal, selama sebulan
terakhir, ia telah beberapa kali diminta mendatangi Mapolres Metro
Bekasi Kota. D juga menegaskan bahwa ia telah menyerahkan
bukti dan keterangan para saksi secara lengkap. Namun, kasus tak
jua mengalami perkembangan. Sementara itu, Kabag Humas Polres
Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing membenarkan bahwa
AT belum diperiksa oleh pihaknya. Pasalnya, anak anggota DPRD
Bekasi berinisial IHT itu mangkir dari pemanggilan polisi yang
pertama dan kedua. “Kami masih terus saja melakukan
pemanggilan sama dia. Kalau sudah mangkir pemanggilan tiga kali
ya kami jemput paksa, kami cari dia," kata Kota Kompol Erna
Ruswing.

2. Guru cabuli murid di masjid Seorang guru ngaji.
UBA (39), ditangkap polisi usai mencabuli remaja berusia 15

tahun di sebuah masjid di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu,
Kabupaten Bekasi. Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Setu, Iptu
Kukuh Setio Utomo, mengungkapkan bahwa UBA telah
melecehkan korban sebanyak 5 kali. Aksi bejat tersebut UBA
lakukan di marbot masjid sebanyak 4 kali. Ia juga memperkosa
korban di kebun sebanyak satu kali. UBA diamankan polisi pada
Rabu 11 Mei 2021 hanya beberapa jam setelah mencabuli korban
untuk kelima kalinya.

Adapun modus yang digunakan pelaku adalah bujukan
berupa mukena baru dan uang jajan Rp.400.00, serta ancaman.
UBA mengancam korban, “kalau kamu enggak mau begini
melayani saya, ya sudah saya tinggalkan kamu, saya pulang
kampung ke Tasik. Kamu urusin saja murid-murid saya yang pada
ngaji, kamu yang ngurusin biar kamu tahu”. UBA dapat dijerat
dengan hukuman maksimum karena memenuhi semua unsur pada
Pasal 82 ayat 1, 2, dan 3 Undang-undang Perlindungan Anak.
"Ancaman hukuman ayat 1 dan 2 itu 15 tahun, tapi pengecualian
ayat 3-nya karena dia guru ngaji, pembimbing, tenaga pengajar,

[207]

Bimbingan Konseling Islami

bisa ditambah sepertiga hukumannya jadi 20 tahun," jelas Kanit
Reskrim Polsek Setu.

3. Polda Metro Jaya mengamankan dua dari tiga pelaku kasus
pencurian dan pemerkosaan anak di bawah umur di sebuah
rumah di kawasan Bintara, Kota Bekasi.
Dua pelaku yang telah ditangkap berinisial RP (26) dan AH

(35). Setelah diperiksa, mereka dinyatakan positif menggunakan
narkoba. Sementara pelaku lain berinisial RTS (26) masih dalam
pengejaran pihak kepolisian. Kabid Humas Polda Metro Jaya
Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, RTS merupakan aktor
utama di balik kasus tersebut. RTS tak hanya mencuri barang, tapi
juga memperkosa korban yang masih berusia 15 tahun. Dalam
peristiwa yang terjadi pada Sabtu 15 Mei 2021, RTS masuk ke
rumah korban melalui ventilasi di belakang rumah. Usai berhasil
masuk, RTS melihat korban tengah berbaring di tempat tidur. Ia
lantas menyekap dan memperkosa korban. Setelah itu dilakukan
pemerkosaan dengan ancaman, yang diancam akan dibunuh kalau
berteriak kemudian juga tidak boleh menengok ke arah pelaku,"
tutur Yusri, Senin 17 Mei 2021.

Setelah melakukan aksi bejatnya, RTS mengambil dua ponsel
yang berada di dekat korban, kemudian melarikan diri melalui pintu
belakang. Sementara AH berperan sebagai penadah yang
meminjamkan motor dan RP bertugas mengawasi keadaan di
sekitar rumah korban saat RTS beraksi. Atas perbuatannya, para
pelaku disangkakan Pasal 365 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 285
KUHP dan atau Pasal 76D Jo Pasal 81 UU RI No.35 Tahun 2014
tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002
tentang perlindungan anak dan atau Pasal 480 KUHP dengan
ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Kasus 16. Tribunnew.com Minggu, 20 Juni 2021, dengan
judul “Remaja 16 Tahun Dicekoki Narkoba Lalu Dirudapaksa, 7
Orang Jadi Tersangka, Termasuk Karyawan Hotel” Seorang

[208]

Bimbingan Konseling Islami

remaja 16 tahun menjadi korban rudapaksa di sebuah hotel. Saat
ini, polisi telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka,
termasuk karyawan hotel. Sebelum melancarkan aksi bejatnya, para
pelaku terlebih dulu mencekoki korban dengan narkoba. Polisi
melakukan pengembangan kasus pelajar 16 tahun yang dicekoki
nakroba sebelum dirudapaksa di sebuah hotel di kawasan Jalan
Gajahmada, Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Leo Joko Triwibowo
mengatakan, dalam pengembangan tersebut pihaknya menangkap
dan menetapkan 7 orang tersangka termasuk pelaku persetubuhan.
Diantara tersangka merupakan teman korban yang berinisial NP,
TA, AD, GO dan MA, adapun AG merupakan karyawan hotel dan
DN pelaku persetubuhan. Mereka dijerat dengan Pasal 81 Undang-
undang tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman
paling lama 15 tahun dan paling singkat 3 tahun. Hasil interogasi
singkat terhadap para pelaku mengakui perbuatannya sesuai
peranannya masing-masing.

Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah
(KPPAD) Kalbar Eka Nurhayati Ishak mengaku juga telah
mendapat laporan. Kasus tersebut bermula dari razia Tim
Gabungan Pemkot Pontianak di sejumlah hotel. Pada saat razia
didapati 5 perempuan di bawah umur bersama seorang pria di
dalam satu kamar hotel. Saat pemeriksaan, ternyata ada satu di
antara lima anak tersebut seperti dalam pengaruh minuman keras
dan narkoba. Lalu didapatlah informasi anak usia 16 tahun ini
diduga dicekoki narkoba dan mendapat tindakan asusila. Menurut
Eka, pihaknya akan memberikan pendampingan kepada korban
untuk mencari keadilan dan pemulihan psikologinya.

Analisis Kasus Seputar Permasalahan Kehidupan Remaja
Kasus tentang narkoba, penyimpangan seksual, kekerasan

seksual telah menjadi konsumsi publik yang sangat renyah di negeri
ini. Kasus-kasus tersebut terjadi setiap hari atau mungkin setiap jam

[209]

Bimbingan Konseling Islami

di seluruh pelosok negeri ini. Sangat miris memang kondisi bangsa
saat ini. Kita yang menjunjung tinggi nilai pancasila, yang
beragama, beradab, berbudaya, berperi-kemanusiaan dan
menjunjung tinggi keadilan ternyata hidup bergelimang dengan
masalah-masalah kemanusiaan dan pelang-garan nilaikah?
ilmukah? pemimpinkah? kebijakan dan aturankah? Tidak mungkin,
kita masih miliki semua itu.

Menyelesaikan masalah ini tidak perlu saling tunding dan
saling menyalahkan. Semua kita sebaiknya berbenah sesuai
perannya masing-masing. Kita semua menyadari kerusakan
generasi karena narkoba dan seks bebas adalah hal yang paling
parah. Gagal panen padi karena paceklik tidak serta merta membuat
kita terkapar mati. Masih ada alternatif makanan lain yang dapat
kita konsumsi di bumi Indonesia yang kaya raya ini. Namun gagal
lahirnya sebuah generasi adalah kehancuran yang pasti. Bagaimana
mungkin negeri ini akan bisa kokoh sementara kita wariskan
kepada generasi yang rusak akal dan perilakunya. Beberapa kasus
yang dipaparkan di atas mengindikasikan, minimal 14
kewaspadaan besar yang menjadi ancaman serius bagi remaja saat
ini, yaitu:

1. Hamil di luar nikah yang terjadi pada remaja semakin marak.
2. Pacaran adalah gaya hidup remaja yang luput dari

pengawasan dan bimbingan agama.
3. Aborsi sebagai alternatif menyelesaikan masalah merupakan

hal yang keliru.
4. Remaja butuh orang terdekat, dan orang terdekat yang tepat

bukan pacar.
5. Peristiwa inses tidak selalu mudah untuk terdeteksi.
6. Hubungan seks bebas dan kekerasan seksual pada anak dan

remaja dapat dilakukan oleh keluarga atau orang terdekat.
7. Narkoba dan seks adalah satu paket yang sangat merusak

tatanan hidup remaja.

[210]

Bimbingan Konseling Islami

8. Tokoh masyarakat, guru, orang tua dan aparat penegak
hukum harus memiliki sinergi yang kuat dalam mencegah
penyebaran narkoba dan penyakit masyarakat lainnya.

9. Ritual seks dapat saja menjadi alasan terjadinya seks bebas di
masyarakat, bahkan dapat mengincar remaja.

10. Narkoba dan pencurian dapat melahirkan sebuah komplotan
yang nekat beraksi dan meresahkan masyarakat

11. Pengawasan masyarakat terhadap perilaku remaja sangat
dibutuhkan.

12. Penyakit menular seksual yang terjangkit karena seks bebas
itu nyata

13. Orang tua yang kurang memiliki waktu untuk berdiskusi
dengan anak akan menyesal kehilangan hal-hal berharga
dalam kehidupan anaknya kelak.

Hamil di Luar Nikah yang Terjadi pada Remaja Semakin
Marak.

Kasus siswi SMA di gresik buang bayi karena malu hamil di
luar nikah. Peristiwa seperti ini sudah berulang kali kita temukan.
Bahkan mungkin saja faktanya ada di sekitar kita. Bayi tidak
berdosa menjadi korban demi menutup aib orang tuanya. Namun
ternyata bukan tertutup aibnya malah terbongkar semakin nista.
Kasus siswi SMA di gresik buang bayi karena malu hamil di luar
nikah. Peristiwa seperti ini sudah berulang kali kita temukan.
Bahkan mungkin saja faktanya ada di sekitar kita. Bayi tidak
berdosa menjadi korban demi menutup aib orang tuanya. Namun
ternyata bukan tertutup aibnya malah terbongkar semakin nista.

Begitu mudahnya berita terjadinya peristiwa hamil di luar
nikah dan menjadi trending topik berita, seakan rasa takut akan
dosa dan akibat jangka panjang yang ditimbulkan kurang mendapat
perhatian sejak awal. Ada banyak kejadian hamil di luar nikah yang
tidak viral. Betapa besar kehancuran yang sudah ditimbulkan akibat

[211]

Bimbingan Konseling Islami

lengahnya kita dari pentingnya pendidikan kesehatan fisik, jiwa dan
seksual ini. Selama ini kita terlalu menganggap sempurna karena
telah mengajarkan konsep-konsep dan hukum dan hal-hal normatif
lainnya. Sesungguhnya anak dan remaja kita bukan hanya butuh
teori yang disandarkan konsep dan hukum agama maupun konsep
dan hukum Negara. Mereka butuh tuntunan yang betul-betul
membawa mereka sadar untuk keluar dari serangan proxy war yang
membahayakan ini.

Pacaran adalah Gaya Hidup Remaja yang Luput Dari
Pengawasan dan Bimbingan Agama.

Kasus siswa SMP dihamili siswa SD di Tulung Agung pada
bulan Maret 2018 salah satu hal yang menyentil daya nalar kita.
Sepasang manusia yang terdiri dari anak dan remaja menjalin
hubungan pacaran dan kebablasan. Luputnya pengawasan orang
tua, didukung oleh adanya peluang dan tempat mengumbar nafsu
membuat mereka kehilangan kendali. Bukan sekali bahkan mereka
telah melakukan hubungan seks bebas selama 5 bulan. Pertanyaan-
nya, apakah mereka tahu bahwa pacaran itu haram bagi muslim?
Apakah mereka tahu, apa yang harus dilakukan pada saat mencapai
kematang organ-organ seksual? apa mereka paham bahwa yang
mereka lakukan adalah dosa besar? Apakah mereka pernah
diajarkan terhadap risiko kehamilan yang terjadi karena hubungan
terlarang tersebut? Semua yang sudah terjadi tidak mungkin
dikembalikan seperti sediakala. Paling tidak, ada upaya untuk
mencegah semakin sering terulangnya kasus seperti di atas pada
remaja yang lain. Pendidikan kesehatan reproduksi juga harus
mampu mencegah merebaknya gaya hidup berpacaran yang terjadi
pada remaja. Tentunya nilai-nilai agama harus terintegrasi dengan
sempurna ketika pendidikan diberikan. Ingat!! Bukan sekedar
mengajarkan konsep, hukum dan teori penelitian tentang kesehatan
reproduksi. Tetapi juga menumbuhkan rasa takut dari akibat
melanggar larangan Allah.

[212]

Bimbingan Konseling Islami

Aborsi sebagai Alternatif Menyelesaikan Masalah Merupakan
Hal yang Keliru

Kasus aborsi nekat terjadi berkali-kali dinegeri ini. Bahkan
kadangkala disponsori oleh tenaga medis melalui praktek ilegal.
Banyak kasus aborsi tidak terdeteksi, bahkan remaja yang telah
melakukan aborsi berkali-kali sudah tidak merasa takut dengan hal
ini. Aborsi dianggap layaknya mencabut gigi, yang kadangkala
dapat dilakukan bukan oleh dokter gigi.

Semakin tingginya gaya hidup bebas dan luputnya
pengawasan orang tua, keluarga dan masyarakat, kasus aborsi
menjadi seperti gunung es. Aborsi bukan saja pilihan remaja yang
mengalami kecelakaan seksual, tetapi juga menjadi pilihan
pasangan-pasangan selingkuh. Sebagian besar aborsi
menyelesaikan masalah, namun tidak menutup kemungkinan justru
membawa malapetaka yang panjang bahkan kematian sebagai
taruhannya.

Remaja Butuh Orang Terdekat, dan Orang Terdekat yang
Tepat Bukan Pacar.

Kasus AN (17 thn) yang dihamili pacar kakak kandungnya,
bukan satu-satunya kasus yang mencengangkan. Salah satu
kesalahan remaja saat ini adalah menganggap pacar sebagai orang
terdekat yang akan melindunginya. Ternyata hal ini salah dan
sangat keliru. Pacar adalah buah hati titipan iblis, maka apabila dia
menghancurkanmu bukan sesuatu yang aneh. Penulis berfikir,
betapa bodohnya seseorang yang memberikan kepercayaan yang
seluas-luasnya kepada pihak yang tidak berwenang untuk ber-
tanggung jawab kepda kita. Betapa bodohnya mengikat hubungan
tanpa ijab kabul dan tidak terpenuhi rukun syaratnya.

“Hari ini tidak ada lagi orang yang jomblo, hidup sendiri,
tidak laku tanpa pasangan”. Inilah bisikan iblis agar engkau
menerima titipannya dalam wujud “pacar”. Sebaik apapun pacar,

[213]

Bimbingan Konseling Islami

sesopan apapun pacar dia tetap haram bagimu. Inilah syariat yang
benar yang menjaga harga diri dan kesucian fithrahmu.

Peristiwa Inses Tidak Selalu Mudah untuk Terdeteksi
Kasus inses antara Romi (23 thn) dengan adik perempuannya

B (19 tahun). Kasus AA (38 tahun) yang menghamili adik kandung
sampai menghasilkan dua anak bahkan sedang mengandung anak
yang ketiga. Mungkin orang tua yang lupa dengan tuntunan agama
“pisahkan tempat tidur mereka di usia 10 tahun”

Kasus PR (18 tahun) dengan ayah kandungnya M (53 tahun),
kasus kakek Tompo (70 tahun) yang menghamili anaknya sendiri
KM (40 tahun). Kondisi keterbelakangan mental dijadikan sebagai
alasan untuk dimanfaatkan sebagai pemuas nafsu seksual,
sebagaimana kasus JM (45 tahun) yang melakukan pelecehan
terhadap putrinya Ag (18 tahun). Bahkan 2 saudara laki-lakinya
yang lainpun ikut berpartisipasi. Luar biasanya salah seorang
saudara laki-lakinya telah melakukan hubungan seks lebih 120 kali
hubungan seksual. Bahkan adiknya telah melakukan hubungan seks
dengan kakaknya yang mengalami keterbelakangan mental
sebanyak 40 kali dalam rentang waktu kurang dari 2 bulan

Dalam kondisi tertentu keluguan, kepolosan dijadikan
sebagai peluang untuk pelecehan seksual. Bahkan kasus yang tidak
kalah mencengangkan seorang ayah yang telah telah mencabuli
anaknya sejak kelas 2 SD (8 tahun) sampai sang putri berusia 17
tahun.

Hubungan Seks Bebas dan Kekerasan Seksual pada Anak dan
Remaja Dapat Dilakukan oleh Keluarga atau Orang Terdekat

Kasus hubungan seks dilakukan dengan keluarga dekat
seperti ayah tiri bukan kasus langka di negeri ini. Bahkan keluarga
dekat yang dimaksud adalah orang tua kandung dan saudara
kandung. ER dicabuli ayah kandungnya HN (51 tahun) selama 5

[214]

Bimbingan Konseling Islami

tahun sampai hamil dengan ancaman akan dibunuh jika
menolaknya. Ditambah lagi dengan rasa takut terhadap ancaman
sebagaimana kasus UR (42 tahun) yang mencabuli 2 anak gadisnya.
Kasus baru terungkap ketika salah satu putinya (15 tahun)
melahirkan. EY malakukan kekerasan seksual pada putri
kandungnya IS (17 tahun).

10 pemuda memperkosa seorang gadis MRA (17 tahun),
ironisnya diantara pemuda tersebut salah satuya adalah teman
dekat. Demikian juga PU (15 tahun) yang mengaku dicabuli oleh
orang terdekatnya AT (21 tahun). Ironisnya orang tua mengetahui
hubungan dengan kekerasan telah terjadi selama 9 bulan. Apa
hendak dikata ternyata PU juga dipaksa untuk melayani laki-laki
hidung belang oleh orang dekatnya. Kasus yang sama juga dialami
oleh remaja 16 tahun di Pontianak yang perkosa oleh 7 orang laki-
laki, 5 diantaranya adalah temannya sendiri.

Narkoba dan Seks adalah Satu Paket yang Sangat Merusak
Tatanan Hidup Remaja

Kasus yang dialami oleh remaja di Pontianak yang diperkosa
oleh 7 orang laki-laki, diawali dengan dicecoki narkoba. Ada yang
beranggapan dengan mengkonsumsi narkoba dapat meningkatkan
gairah seksual atau membuatnya memiliki pemikiran mampu
memuaskan pasangan. Namun ada juga pecandu yang rela menjual
diri untuk terjun ke dunia seks bebas demi bisa mendapatkan
narkoba. Tidak ada yang dapat mengetahui dengan pasti kondisi
mana yang lebih dulu terjadi antara seks bebas dan narkoba, karena
keduanya sangat berkaitan satu sama lain. Seks dan narkoba
menjadi satu paket yang sulit dipisahkan. Pecandu narkoba lebih
mungkin terjerat seks bebas, begitu juga dengan perilaku seks
bebas akan sangat dekat dengan narkoba.

Permasalahan narkoba di negeri ini merupakan sesuatu yang
sangat urgen dan kompleks. Dampak dari penyalahgunaan narkoba

[215]

Bimbingan Konseling Islami

tidak hanya mengancam kelangsungan hidup dan masa depan
pemakainya, tetapi juga merusak orang lain yang berdekatan
dengannya. Remaja yang sedang belajar mengenai apa yang boleh
dan tidak boleh dilakukan, sangat rentang terjerat dalam masalah-
masalah seperti ini. Perkenalan dengan narkoba umumnya diawali
dari berinteraksi dengan rokok. Apabila rokok dan narkoba sudah
menjadi teman sehari-hari, maka hilang perhatian remaja terhadap
norma-norma yang ada. Ketika perhatian terhadap norma-norma
sirna, maka lebih mudah masuk ke dalam dunia seks bebas.

Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya seks di luar nikah
meningkatkan kemungkinan terkena penyakit infeksi menular
seksual atau kehamilan tidak diinginkan yang rentan mengalami
aborsi secara ilegal. Beberapa kasus perempuan yang dihamili di
luar nikah bahkan dibunuh dengan tujuan menyelesaikan masalah.
Pikiran pendek yang melahirkan tindakan bodoh ini kadangkala
justru menjerat dalam masalah yang lebih besar. Solusinya
kembalilah kepada potensi kecerdasan yang telah diberikan Allah.
Pahamilah seks bebas dan narkoba adalah pintu kebodohan yang
telah terbuka di zaman ini. Jika anda memasukinya, maka celakalah
hidup anda dunia dan akhirat. Bukan informasi asing ketika paket
seks dan narkoba berubah menjadi menjadi paket maut. Beberapa
kasus mengungkapkan tentang pasangan yang mati bersama dalam
kondisi telanjang, bersamanya ditemukan alat bukti pesta seks dan
narkoba.

Tokoh Agama dan Masyarakat, Guru, Orang Tua dan Aparat
Penegak Hukum Harus Memiliki Sinergi yang Kuat Dalam
Mencegah Penyebaran Narkoba dan Penyakit Masyarakat
Lainnya.

Saat ini peredaran narkoba sudah merambah pada berbagai
level, tidak hanya pada daerah perkotaan saja melainkan sudah
menyentuh komunitas pedesaan. Dalam kegiatan pelatihan di

[216]

Bimbingan Konseling Islami

Kabupaten Aceh Tamiang, pada awal bulan Juli 2021, penulis
mendengarkan secara langsung jeritan hati dari tokoh agama dan
masyarakat serta kepala madrasah. Narkoba bukan sesuatu yang
mahal untuk saat ini. Remaja dapat memperolehnya dengan
nominal Rp. 20.000 saja, bahkan boleh dibayar cicil atau berhutang.
Akses terhadap penggunaan narkoba semakin mudah, artinya
peluang remaja untuk terjerat didalamnya semakin terbuka lebar.

Kewaspadaan Tingkat Tinggi (KTT) bagi semua dalam hal
penyebaran narkoba dan penyakit masyarakat. Terlebih bagi para
tokoh agama dan masyarakat, guru, orang tua dan aparat penegak
hukum, yang selalu melakukan upaya pencegahan pada berbagai
tingkatan. Permasalahan narkoba adalah pandemi sesungguhnya di
hampir semua negara di dunia. Jutaan jiwa mengalami
ketergantungan narkoba, menghancurkan kehidupan keluarga,
mengancam keamanan dan ketahanan berbangsa dan bernegara.

Berdasarkan laporan badan dunia peserikatan bangsa-bangsa
untuk urusan narkoba dan kejahatan, UNODC (United Nations
Office On Drugs Crimes), upaya pengawasan narkoba yang ketat
oleh negara-negara di dunia telah dapat mengendalikan peredaran
narkoba di Eropa, Amerika dan Asia. Namun transaksi dan
peredaran narkoba yang dilakukan oleh pelaku kejahatan
terorganisir (Organized Crime) ternyata terus meningkat sehingga
perlu diperlukan berbagai macam upaya untuk untuk melindungi
masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Penyalahgunaan narkoba menduduki rangking 20 dunia
sebagai penyebab kematian di dunia, dan rangking ke 10 di negara
sedang berkembang, termasuk Indonesia. Dalam lingkup Negara
Republik Indonesia, tingkat penyalahgunan narkoba memberikan
dampak yang luar biasa dari sisi sosial maupun ekonomi. Negara
mengeluarkan anggaran yang besar untuk penanganan berbagai
kasus narkoba baik untuk rehabilitasi, pengobatan maupun proses
hukum. Karenanya diperlukan kepedulian dari setiap komponen

[217]

Bimbingan Konseling Islami

untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap
narkoba.

Ritual Seks Dapat Saja Menjadi Alasan Terjadinya Seks Bebas
di Masyarakat, Bahkan Dapat Mengincar Remaja

Kasus Ar (48 tahun) yang memperkosa dua putri kandungnya
sendiri dengan modus ritual mencari jodoh SS (17) dan MR (15).
Ritual seks masih dapat diterima bagi orang-orang yang tidak
menggunakan potensi kecerdasannya. Remaja merupakan salah
satu kelompok yang rentan tertipu dengan ritual ini. Namun
demikian ada hal yang mungkin layak menjadi perhatian kita saat
ini, yaitu dari ritual seks yang terorganisir. Kasus yang pernah
mencuat di tanah air adalah ritual seks yang menimpa Ketua Artis
Perfilmen Indonesia Gatot Brajamusti pada tahun 2016 yang lalu.
Selain itu pengakuan terupdate tahun 2021, di Indonesia ada ritual
seks yang dilakukan dalam sekte satanic (pemuja setan).

Dirangkum Terkini.id pada Minggu 11 Juli 2021 dari
rekaman podcast Deddy Corbuzier, tentang pengakuan salah
seorang komedian Indonesia yang bernama Mongol. Mongol yang
memiliki nama asli Rony Imannuel mendeskripsikan tentang Local
Satanic Church atau Gereja Setan lokal di Indonesia, yang
merupakan suatu sekte yang masih hidup secara underground di
Indonesia. Menurut Mongol, apa yang dilakukan dalam kegiatan
ritual seks itu disebut sebagai ritual santap kasih bersama. Seorang
penganut praktek Satanic selalu ditawarkan yang berhubungan
dengan kenikmatan duniawi. Bahkan, sekte tersebut mengadakan
ritual pesta seks, yang dilakukan oleh sesama anggota dan rutin
dilakukan 3 kali dalam seminggu.

Mongol memutuskan untuk keluar dari sekte tersebut dan
bertaubat setelah menemukan sebuah kalimat yang berbunyi, “if
you die, you will not go to heaven, but to hell” yang berarti jika
kamu mati, kamu tak akan pergi ke surga, tetapi ke neraka. Sebagai

[218]

Bimbingan Konseling Islami

salah seorang yang pernah bergabung di dalamnya, Mongol
mendeskripsikan hal-hal sebagai berikut.

Pertama, mengajak orang untuk bergabung dengan Gereja
Setan akan mendapatkan imbalan uang dalam jumlah cukup besar.
Hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik orang untuk
bergabung di Gereja Setan. Per satu orang yang diajak, seorang
anggota akan mendapatkan insentif yang lumayan besar, yaitu Rp
500 ribu dalam sekali ritual.

Kedua, Gereja Setan menargetkan anak-anak muda yang
masih labil untuk menjadi pengikutnya. Mongol menyebutkan,
orang-orang tua apalagi yang sudah memiliki anak, sudah
cenderung lebih stabil dan tidak mudah dipengaruhi.

Ketiga, Gereja Setan tidak menyembah Setan, melainkan
sebaliknya melakukan penghujatan kepada Tuhan. Gereja Setan
mengakui Setan bukanlah entitas yang ‘maha’, sehingga tidak patut
untuk disembah.

Keempat, Gereja Setan mendapatkan donasi dari industri
porno sebesar 28,17 % dari profit industri pornografi. Angka ini,
mengacu pada ayat di Alkitab, Matius 28:17 yang berbunyi,
“Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa
orang ragu-ragu”.

Kelima, Gereja Setan juga memiliki ritual seks yang disebut
‘Santap Kasih Bersama’. Ritual ini merupakan pesta seks yang
dilakukan anggota Gereja Setan sebanyak tiga kali dalam
seminggu. Pimpinan Gereja Setan berhak memilih untuk
berhubungan seks dengan siapa pada saat ritual, baik laki-laki
maupun perempuan.

Keenam, tidak seperti yang diyakini banyak orang, ternyata
tidak ada ritual pengorbanan manusia hidup di Gereja Setan.
Terdapat ritual dengan menggunakan pengorbanan manusia,
namun yang digunakan adalah jasad bayi yang telah meninggal,
terutama bayi korban aborsi.

[219]

Bimbingan Konseling Islami

Ketujuh, untuk memenuhi kepentingan keenam tadi yaitu
ritual pengorbanan jasad bayi, Gereja Setan bekerja sama dengan
banyak klinik aborsi di banyak kota di Indonesia. Klinik aborsi
tersebut akan menyediakan jasad calon bayi yang kemudian akan
digunakan dalam ritual Gereja Setan.

Setiap remaja hendaknya diberikan pemahaman tentang
besarnya melakukan seks bebas, apalagi jika dijadikan sebagai
sebuah ritual. Sudah pasti hal seperti ini adalah kesalahan yang
sangat fatal dan tidak mungkin ritual yang salah mendatangkan
hasil yang benar. Berhati-hatilah jika anda menemukan suatu
perkumpulan seumpama yang diuraikan di atas. Tidak mungkin ada
kebenaran dalam perbuatan dosa apalagi sebuah kebenaran dan
keberuntungan dihadirkan akibat ritual dosa. Ritual dosa adalah
ritual setan yang pasti menjerumuskan manusia ke dalam neraka.

Narkoba dan Pencurian dapat Melahirkan Sebuah Komplotan
yang Nekat Beraksi dan Meresahkan Masyarakat.

Narkoba adalah musuh besar yang akan menghancurkan negeri
ini dengan sangat elegan. Bagaimana tidak, dampak sedative yang
ditimbulkannya menjerat siapapun yang berdekatan dengannya
tidak terkecuali remaja dan anak-anak. Kebutuhan terhadap
narkoba benar-benar mampu mengalahkan akal sehatnya, putus
urat malunya. Tindakan kriminal pengiring lainnya seperti
pencurian, perampokan dan bahkan pembunuhan dapat saja
dilakukan demi terpenuhinya keinginan menggunakan narkoba.

Istilah arisan daun muda, arisan brondong yang melibatkan
remaja, tente girang dan om senang juga tumbuh dengan
terorganisir dengan baik. Narkoba benar-benar membuat akal jadi
tidak berfungsi, konsekuensi sosial yang berakibat kepada taruhan
reputasi dan rasa malu diabaikan saja, apalagi konsekuensi agama
yang belum dapat dibuktikan di depan mata. Lepas sudah kendali

[220]

Bimbingan Konseling Islami

akal dalam membimbing jalan hidup manusia. Berhati-hatilah dari
narkoba walaupun hanya sekedar rokok.

Pengawasan Masyarakat terhadap Perilaku Remaja Sangat
Dibutuhkan.

Sikap masyarakat yang kadangkala acuh terhadap kerilaku
remaja memberikan dampak besar bagi semakin meluasnya
kerusakan. Disisi lain, tatanan hidup individualis yang berkembang
saat ini benar-benar memutuskan rasa empati satu sama lain.
Padahal masyarakat adalah sebuah komunitas besar yang dapat
saling menguatkan atau saling menghancurkan.

Peran masyarakat dalam mengawasi remaja dengan segala
perilakunya sangat dibutuhkan. Permasalahannya, remaja
kadangkala terperangkap dalam masyarakat yang rusak, sehingga
masyarakat yang seharusnya melindungi remaja justru merusak
remaja. Dalam hal ini upaya untuk meningkatkan kesadaran
masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidupnya sangat
dibutuhkan. Kita sering mendapatkan kasus terjeratnya seseorang
ke dalam narkoba dan seks bebas dipengaruhi oleh masalah
ekonomi dan pergaulan. Kebutuhan hidup memaksanya untuk ikut
dalam dunia brutal narkoba, seks bebas atau keduanya.

Penyakit Menular Seksual yang Terjangkit Karena Seks
Bebas Itu Nyata

Kasus PU (15 tahun) yang harus menjalani pengobatan dan
operasi akibat terjangkitnya penyakit menular seksual akibat
hubungan seks di luar nikah salah satu contoh nyata. Masih banyak
kasus lain yang dialami oleh Pu-Pu lain yang telah menghancurkan
masa remajanya bahkan menghacurkan masa depannya.

[221]

Bimbingan Konseling Islami

Orang Tua yang Kurang Memiliki Waktu untuk Berdiskusi
dengan Anak Akan Menyesal Kehilangan Hal-hal Berharga
Dalam Kehidupan Anaknya Kelak.

Komunikasi antara orang tua dan anak merupakan salah satu
upaya menangkal terjadinya kehilangan masa depan seorang anak.
Anak-anak butuh teman curhat yang baik dan bijak. Teman curhat
terbaik adalah orang tuanya. Sangat disayangkan jika anak dan
orang tua tidak mampu berinteraksi secara harmonis, padahal anak
adalah titisan sel orang tuanya. Mereka butuh didengar, butuh
masukan, butuh bimbingan. Maka kehilangan waktu bersama anak
adalah kerugian yang sangat besar bagi orang tua.

Kenalilah para guru mereka, teman-teman mereka, hobi
mereka, kegemaran mereka meskipun lewat cerita dan curhat sang
anak. Kasus oknum guru menyetubuhi siswanya sampai hamil
sebagaimana dideskripsikan di atas harus menjadi suatu pelajaran
berharga bagi orang tua. Ironis, ketika seseorang yang harusnya
mendidik dan menjadi panutan justru menjadi srigala berbulu
domba. Seseorang yang bernama guru justru merusak mereka.

Kasus UBA (39) yang melakukan 5 kali pelecehan terhadap
santrinya dan kasus tiga oknum guru SMP Kecamatan Cikeusal
berkali-kali menyetubuhi tiga siswinya yang berumur di bawah 14
tahun harus menjadi pelajaran berharga bagi setiap orang tua.
Pertanyaannya apakah korban memahami apa yang diajarkan
gurunya adalah sebuah kesalahan besar? Apakah korban sudah
paham resiko sosial dan konsekuensi terhadap kesehatan
reproduksinya. Ironisnya perbuatan nista tersebut tidak hanya
terjadi di laboratorium sekolah bahkan berlanjut di luar sekolah.

Peran Sekolah Untuk Melindungi Remaja Dari Narkoba dan
Seks Bebas Harus Lebih Intensif.

Peserta didik memang bukan anak kandung guru tetapi
meraka adalah anak didik yang membutuhkan pendidikan melalui

[222]


Click to View FlipBook Version