The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Mendeskrispsikan tentang bimbingan konseling Islami untuk memahami drama kehidupan remaja. Aspek tumbuhkembang fisik dan jiwa, potensi akal dan kecerdasan serta permasalahan dalam pergaulan remaja, narkoba, seks dan gangguan kesehatan reproduksi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nirwanijumala26, 2021-11-13 00:32:33

BUKU BIMBINGAN KONSELING

Mendeskrispsikan tentang bimbingan konseling Islami untuk memahami drama kehidupan remaja. Aspek tumbuhkembang fisik dan jiwa, potensi akal dan kecerdasan serta permasalahan dalam pergaulan remaja, narkoba, seks dan gangguan kesehatan reproduksi

Bimbingan Konseling Islami

Demikianlah ilmu pengetahuan berhasil mengungkap sisi
kemampuan kognitif otak pada usia lanjut. Disisi lain, kehidupan
di alam semesta ini banyak menyingkap sesuatu yang aneh secara
ilmiah. Peristiwa tentang “wisuda srikandi penghafal Alquran usia
lanjut”, pada Desember 2019 bagi nenek-nenek penghafal Alquran
yaitu Nenek Madinah (76 tahun), Nenek Jusma (73 tahun), Nenek
Armahinti (50 tahun), dan Nenek Asdawis (52 tahun), merupakan
sesuatu yang penting untuk memotivasi orang yang sudah berusia
lanjut untuk terus bersemangat.

Keempat nenek penghafal Alquran tersebut adalah santri di
Rumah Tahfidz Al-Wustho yang berada di Kabupaten Tanah Datar,
Sumatera Barat. Bukan tanpa alasan, keberhasilan para nenek-
nenek tersebut merekam hafalan ayat-ayat ALquran dalam otaknya
disebabkan motivasi spiritual yang tinggi. Motivasi Nenek
Madinah menghafal Alquran adalah agar meninggal dalam keadaan
husnul khatimah. Sebab tidak ada yang mampu menyelamatkannya
di akhirat, selain amal ibadah di dunia, termasuk dari hafalan
Alqurannya. Nenek Jusma juga sangat menginginkan saat-saat
terakhir dalam hidupnya dihabiskan bersama Alquran. Sangat besar
harapan beliau agar pada hari kiamat kelak kelak Alquran akan
datang memberikan syafaat untuk dirinya dan para ahlul Alquran
lainnya. Bahkan beliau berkata:” Nenek ingin meninggal dalam
keadaan menghafal Alquran.”

Siti Asiah, berusia 80 tahun dalam “wisuda tahfiz Alquran
Majelis Pencinta Alquran” di Ruang Shofa Masjid Nasional Al-
Akbar Surabaya tanggal 22 September 2019. Siti Asiah menerima
dua penghargaan sekaligus yaitu penghargaan sebagai wisudawan
inspiratif dan hafizah tertua diantara 280 peserta. Beliau menghafal
Alquran selama tiga tahun sejak usia 77 tahun. Nenek yang
beralamat di Desa Gelam, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo
tersebut mendobrak pemahaman bahwa usia tua sudah tidak
mampu menghafal karena telah lemahnya fungsi ingatan.

[73]

Bimbingan Konseling Islami

Hafalan nenek Siti Asiah dimulai dari juz 30 yang berisi surat-
surat pendek. Kemudian, mundur ke juz 29, selanjutnya ke juz 1.
Tidak ada metode khusus yang dipraktikkan selama menghafal
Alquran. Setiap ada waktu luang, nenek Siti Asiah membuka
Alquran dan menghafalnya. Begitu terus-menerus, mulai pagi,
siang, hingga malam menjelang tidur, ayat-ayat Alquran
dihafalkan. Nenek Asiah membawa Alquran ke kamar, kemudian
membacanya berulang-ulang. Apabila sedang diluar rumah, Nenek
Asiah juga tetap menghafal, dengan hafalan dan lantunan secara
lembut dalam hati. Rahasia Nenek Asiah mampu menghafal
Alquran adalah tekadnya. Selain itu fisiknya juga masih bugar.
Matanya masih mampu untuk membaca Alquran meski tanpa
kacamata.

Kesimpulannya, meskipun terjadi penurunan fungsi kognitif
pada usia lanjut, ternyata otak masih sanggup menyerap
pengetahuan dengan baik. Bukankah Alquran kitab induk
pengetahuan yang terbesar?. Bahkan setiap muslim sejak kanak-
kanak sudah dibisikkan pesan “tuntutlah ilmu mulai dari buaian
sampai liang lahat”.

Dimana Letak Kecerdasan Manusia?
Setiap orang tentu tidak asing dengan istilah anak pintar,

siswa pintar, mahasiswa pintar, guru pintar dan lain-lain. Pintar
bagi sebagian besar orang diukur dengan nilai rapor atau IPK.
Namun kenyataannya siswa atau mahasiswa pintar dengan nilai
rapor atau IPK tertinggi belum tentu menjadi orang-orang sukses di
masyarakat.

Salah satu kasus paling tragis tentang kecerdasan dan
kesuksesan tergambar dari perjalan hidup seorang tokoh genius
Theodore John Kaczynski, ahli matematika lulusan Havard
University dan Michigan University. Dengan bom yang
diciptakannya sendiri, dia membunuh 3 orang, melukai 23 orang
dan merancang terror bom selama 17 tahun. Maut yang

[74]

Bimbingan Konseling Islami

ditebarkankan tidak sebanding dengan kegeniusannya. Theodore,
tamat SMU di usia 15 tahun, usia 16 tahun mendapat beasiswa di
Havard, usia 20 tahun mendapat gelar sarjana dan usia 21 tahun
mendapat gelar doktor matematika. Isi otak genius Ted, kaya
dengan matematika, serumit apapun soal matematika dapat
diselesaikannya. Namun tidak seimbang dengan kemampuannya
membina hubungan sosial. Apakah Ted satu-satunya kasus seperti
ini?. Jawabannya “tidak”, selain Ted, masih ada varian pintar
lainnya, dengan berbagai ambisi masing-masing. Mungkin salah
satunya ada di sekitar anda.

Kesuksesan dan kepintaran seseorang kadangkala tidak
berbuah “rahmatan lil ‘alamin”. Buah dari kepintaran
menghadirkan malapetaka bagi kehidupan manusia. Kisah ilmuan
Fisika Amerika Serikat Julius Robert Oppenheimer yang sangat
dikenal namanya di Perang Dunia kedua. Julius Robert
Oppenheimer adalah salah satu tokoh Proyek Manhattan yang
bertugas memproduksi bom atom. Julius Robert Oppenheimer juga
pernah menerima tawaran untuk memimpin laboratorium Los
Alamos. Laboratorium ini adalah tempat dimana bom atom pertama
diciptakan.

Menciptakan bom atom mungkin tindakan yang tepat, karena
J.R Oppenheimer tak ingin Nazi yang lebih dulu menemukan bom
nuklir. Hasil kerjanya sangat memuaskan, bersama dengan 3000
anggota timnya, Oppenheimer berhasil melakukan uji coba bom
nuklir pertama di dunia pada tanggal 16 Juni 1945 di kawasan
Alamagordo. Namun, penemuannya ini dimanfaatkan oleh
Amerika Serikat untuk meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki.
Sejarah mencatat efek bom atom tersebut telah membunuh ratusan
jiwa tewas seketika dan ribuan lainnya terpapar dampak radiasi
nuklir.

Penemuan hebat Fritz Haber, ilmuwan ahli kimia Jerman
yang pernah mendapat hadiah Nobel. Haber menciptakan

[75]

Bimbingan Konseling Islami

insektisida Zyklon B, yang digunakan bagi tanaman pangan, dan
efektif membasmi hama. Namun kemudian, Zyklon B merupakan
zat yang paling sering digunakan oleh NAZI untuk eksekusi. Bukan
hanya perorangan yang dibunuh dengan zat tersebut, tetapi ratusan
orang sekaligus dieksekusi di kamp konsentrasi. Diantara-nya
peristiwa tanggal 3 September 1941, sekitar 600 tahanan perang
Uni Soviet dan 250 orang sakit Polandia digas sampai mati dengan
Zyklon B di Kamp Auschwitz.

Anton Kollisch ahli kimia Jerman menciptakan obat pen-
darahan berupa senyawa methylenedioxy methamphetamine.
Temuan ini berevolusi menjadi narkoba paling populer yang
dikenal dengan ekstasi.

David Nichols adalah ahli kimia asal Amerika Serikat yang
menemukan Asam Lisergat Dietilamida (LSD). Penemuan ini
bertujuan untuk pengobatan depresi dan penyakit parkinson.
Namun, pada saat ini telah disalahgunakan untuk menciptakan
narkotika yang mematikan. Demikian juga halnya dengan
penemuan seorang ilmuwan Jerman yang bernama Heinrich
Dreser. Heroin, seharusnya digunakan sebagai obat penenang untuk
mengobati penyakit seperti trauma fisik, dan kanker stadium akhir.
Saat ini heroin menjadi salah satu pembunuh yang menakutkan.
Penyalahgunaan heroin yang merebak dikalangan generasi muda,
justru mendatangkan kematian.

Kesuksesan dan kecerdasan yang sebenarnya diharapkan
adalah yang berbuah “rahmatan lil ‘alamin”. Penemuan Thomas
Alva Edison mencakup tiga bidang teknologi, seperti lampu dan
kelistrikan, perekam suara, dan perfilman. Edison telah
mencatatkan namanya di sekitar 425 paten di bidang lampu dan
kelistrikan, terbanyak di antara bidang-bidang lainnya. Kontribusi
terbesar dari seluruh penemuannya kebanyakan tertuju pada media
massa dan jaringan komunikasi dunia, lewat sejumlah penemuan
terkait telegram. Sampai Edison meninggal di tahun 1931, tak

[76]

Bimbingan Konseling Islami

kurang dari 2.332 penemuannya telah dipatenkan di seluruh dunia.
Dan di Amerika, Edison mempunyai paten terhadap 1.093
teknologi yang telah dirintisnya di tahun 1872. Namun, dari ribuan
penemuan yang telah Edison hasilkan, lima di antaranya tercatat
menjadi yang paling terkenal sekaligus mampu merubah hidup
umat manusia. Fonograf adalah mesin pertama yang mampu
merekam sebuah suara dan memutarnya ulang. Instalasi jaringan
lampu pertama menggunakan lampu pijar, di New York. Langkah
'kecil' ini menjadi lompatan besar di dunia industri penerangan dan
kelistrikan yang akhirnya menyebar ke seluruh dunia. Perangkat
pemutar film di bioskop saat ini pertama kali yang disebut
Kinetoskop.

Hocare Wells, dokter gigi yang pertama kali menemukan
anestesi dalam kedokteran gigi di tahun 1844. Obat bius tersebut
dikenal dengan nama Nitrous oxide. Ibnu Sina (Avicenna) adalah
seorang filsuf yang terkenal di dunia medis, dijuluki sebagai Bapak
Kedokteran Modern. Dua karyanya yang paling berpengaruh
adalah ensiklopedia filsafat Kitab al-Shifa’ (The Book of Healing)
dan The Canon of Medicine. Keduanya dipakai sebagai standar
ilmu medis di seluruh dunia. Al Zahrawi Bapak Ilmu Bedah
Modern yang mengenalkan catgut (benang) sebagai alat untuk
menutup luka. Buku At-Tasrif liman Ajiza an at-Ta'lif karyanya
menuliskan hal-hal yang terkait dengan bedah, penyakit, dan
temuan-temuannya berupa alat kedokteran. Karya berharga yang
menjadi rujukan ilmu kedokteran hingga sekarang.

Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi adalah ahli
matematika dari Persia yang dikenal sebagai penemu aljabar,
algoritma dan sistem penomoran. Wright bersaudara dianggap
sebagai penemu pesawat terbang sekaligus manusia pertama yang
berhasil terbang. Namun sejarah mencatat pada abad IX M, Abbas
Ibnu Firnas sudah berhasil mendesain alat yang memiliki sayap,
mirip seperti kostum burung. Alat tersebut dibuat dengan

[77]

Bimbingan Konseling Islami

perhitungan dan penelitian yang rumit. Pada waktu percobaannya,
ia berhasil terbang cukup jauh hingga kemudian jatuh dan
mematahkan tulang belakangnya. Penemuan ini menginspirasi
ilmuwan barat untuk mengembangkan pesawat.

Masih banyak informasi tentang hasil kecerdasan manusia,
yang sampai saat ini masih terus berkembang dan bertambah.
Sekitar seratus tahun yang lalu William Stem memperkenalkan
istilah kecerdasan ini yang dikenal dengan Intelligence Quotient
(IQ). IQ dapat diukur dengan standar skor-skor tertentu. Namun
demikian standar skor tersebut menimbulkan masalah baru bagi
sebagian orang, karena menghilangkan kesempatan berkembang
bagi orang yang memiliki skor IQ rendah walaupun memiliki
kecerdasan lain yang dominan.

Daniel Goleman menggeser pandangan di atas, sesungguhnya
IQ hanya memberikan 5-10% peluang kesuksesan hidup seseorang.
Goleman memperkenalkan Emotional Quotient (EQ) sebagai
faktor yang lebih dominan bagi kesuksesan hidup. Bahkan Paul
Stolz, penulis buku Adversity Quotient mengatakan IQ hanya
pohon kecil dari kesuksesan. Kunci kesuksesan manusia
sebenarnya ada dalam kinerja, bakat, kemauan, karakter, kesehatan,
kecerdasan, genetik, pendidikan dan keyakinan.

Adakah Manusia Bodoh?
Sebenarnya, tidak ada manusia bodoh, semua orang

berpotensi untuk cerdas. Para peneliti berpendapat 90% manusia
memiliki otak yang cerdas, 5% jenius, 5% lagi error. Allah adalah
Tuhan yang memberikan potensi kecerdasan kepada manusia,
sebagaimana Allah anugerahkan kecerdasan kepada Nabi Adam as.
Dalam surat Al-Baqarah: 31, Allah berfirman: “Dan Dia ajarkan
kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia
perlihatkan kepada malaikat seraya berfirman,” sebutkan kepada-
Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar”. Allah ajarkan

[78]

Bimbingan Konseling Islami

pengetahuan kepada Nabi Adam as secara langsung. Selain kepada
Nabi Adam, kecerdasan dianugerahkan juga kepada seluruh
manusia yang lain sebagai anak cucu Adam yang diciptakan
sebagai pemakmur bumi.

Sesungguhnya setiap pada diri manusia memiliki mulptiple
intelligence, bahkan intellegence reframed. Namun sistem
pendidikan yang selama ini terjadi cenderung belum sepenuhnya
mampu mengarahkan kecerdasan secara totalitas. Optimalisasi
seluruh kecerdasan tersebut belum mampu dilakukan dengan baik,
sehingga lahirlah istilah “bodoh”. Optimalisasi seluruh potensi
kecerdasan tersebut sama dengan optimalisasi seluruh fungsi otak.

Menurut Howard Gardner, istilah mulptiple intelligence
meliputi kecerdasan verbal-linguistik, kecerdasan logis matematis,
kecerdasan spasial-visual, kecerdasan musikal, kecerdasan
kinestetik-jasmani, kecerdasan naturalis, kecerdasan intrapersonal,
kecerdasan eksistensial.

Kecerdasan verbal-linguistik adalah kemampuan berbahasa,
yang meliputi kemampuan berbicara, membaca, menulis, serta
memahami informasi berbentuk verbal maupun tulisan. Kecerdasan
ini distimulasi dengan cara menumbuhkan minat baca sejak dini,
membimbing kemampuan menulis baik ilmiah, nonfiksi dan
kebiasaan menulis gratitude journal atau buku harian.
Membacakan dongeng juga dianggap dapat meningkatkan
kemampuan verbal-linguistik. Lebih sempurna apabila bagi setiap
anak muslim dibacakan kisah-kisah yang terdapat dalam Alquran
dan sejarah Islam. Kisah tidak hanya menstimulus kecerdasan
verbal-linguistik, tetapi juga menstimulus tumbuhnya ketakwaan
kepada Allah.

Kecerdasan logis-matematis adalah kemampuan meng-
hitung, mengenali pola warna, bentuk dan berpikir logis di atas
rata-rata. Kecerdasan ini membuat seseorang tertarik pada bidang
sains dan matematika. Menstimulusnya dapat dilakukan dengan

[79]

Bimbingan Konseling Islami

cara mengunjungi museum sains, memecahkan soal hitungan, dan
melakukan percobaan sains sederhana. Kecerdasan spasial-visual
adalah kegemarannya terhadap bidang seni, desain, dan tekstur.
Kecerdasan ini dapat diasah sejak dini pada anak dengan cara
sederhana, yaitu menggambar, bermain puzzle, serta bermain
plastisin. Apabila dikembangkan secara maksimal, kecerdasan
spasial-visual dapat mendukung anak tumbuh menjadi pekerja
kreatif di berbagai bidang, misalnya desainer grafis, arsitek, dan
animator.

Kecerdasan musikal adalah kemampuan dalam mengenali
nada, menciptakan irama, dan membuat aransemen. Bakat dibidang
musik akan tampak sejak dini bahkan sebelum memasuki usia
sekolah. Adapun kecerdasan kinestetik-jasmani adalah kemampuan
koordinasi anggota tubuh dan keseimbangan yang baik. Ke-
cerdasan ini membuat seseorang unggul dalam bidang olahraga.
Kecerdasan naturalis adalah kecerdasan yang ber-hubungan dengan
alam, flora, dan fauna, sehingga sangat mudah beraktivitas di alam
bebas. Kecerdasan eksistensial adalah kemampuan memahami
eksistensi diri dan konsep kehidupan yang kompleks. Kecerdasan
eksistensial kadangkala disamakan dengan kecerdasan spiritual.

Kecerdasan intrapersonal adalah kecerdasan yang jarang
diperhatikan. Kecerdasan ini membuat seseorang bijak mengenali
dirinya sendiri, sehingga dapat mengidentifikasi kelebihan dan
kekurangannya sejak dini. Seseorang yang cerdas intrapersonal
dapat menjadi filosuf, penulis, dan ilmuwan. Adapun kecerdasan
interpersonal adalah kemampuan untuk peka mengenali karakter
orang-orang di sekitarnya. Apabila bisa dikembangkan secara
maksimal, kecerdasan interpersonal memudahkan seseorang
melakukan komunikasi yang baik dengan semua orang. Kecerdasan
interpersonal akan berhubungan dengan berbagai aktivitas yang
melibatkan interaksi dengan banyak orang seperti motivator,
psikolog, dan public relation (PR).

[80]

Bimbingan Konseling Islami

Gardner dalam pengembangan teorinya tentang kecerdasan
bahkan menambah tiga kecerdasan lainnya yang sangat berperan
dalam hidup manusia. Istilah baru yang disebut dengan intellegence
reframed, berupa kecerdasan naturalis, kecerdasan eksistensial dan
kecerdasan spiritual untuk melengkapi tujuh kecerdasan yang telah
ditemukan sebelumnya.

Kecerdasan tidak hanya bermakna kemampuan akal
intelektual, tetapi juga kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual dan
kecerdasan komplit lainnya. Danah Zohar dan Ian Marshall
menempatkan kecerdasan spiritual sebagai kecerdasan tertinggi.
Kecerdasan tidak harus berkorelasi dengan otak dan akal semata-
mata. Kecerdasan adalah kemampuan menyerap dan menyimpan
ilmu yang berbeda antara seseorang dengan orang lainnya. Apabila
pernyataan di atas tidak benar, maka tentunya tidak mungkin
seorang yang cacat otak mampu menghafal Alquran, tidak mungkin
seorang yang bodoh mampu menjadi ilmuan besar.

Kisah seorang anak yang lahir dengan kondisi cerebral Palsy,
dituangkan dalam buku setebal 266 halaman dengan judul “Fajar
Sang Hafizh Anak Lumpuh Otak Hafal Al-Qur`an”. Buku yang
diterbitkan oleh AQL Pustaka, menceritakan pengalaman pengidap
kelainan otak yang dimudahkan oleh Allah untuk menghafal
Alquran. Fajar Abdurokhim Wahyudiono dilahirkan 2 oktober
2003 dalam kondisi lumpuh otak, namun ternyata Fajar mampu
menghafal Alquran 30 Juz saat berusia 4,5 tahun. Atas takdir Allah,
kemampuan ini diperoleh berkat murattal dan tilawah kedua orang
tuanya yang diperdengarkan setiap hari untuk terapi cerebral palsy.
Buku yang diterbitkan tahun 2017 ini juga menyebutkan bahwa,
Fajar saat ini tengah menghafal hadits dan telah menyelesaikan
hafalan Hadits Arbain.

Albert Einstein dilahirkan pada tanggal 14 maret 1879,
pernah dicaci maki oleh guru karena jauh dari kata cerdas. Beliau
adalah seorang fisikawan yang telah menggemparkan dunia dengan

[81]

Bimbingan Konseling Islami

penemuan-penemuannya. Beliau mengembangkan teori umum
relativitas, mempengaruhi revolusi ilmu fisika. Einstein dianggap
sebagai bapak fisika modern, sekaligus fisikawan paling
berpengaruh dari abad ke-20. Einstein dikenal karena rumus
kesetaraan massa-energi. Puncak kecerdasan mengantarkannya
untuk menerima penghargaan, “1921 Nobel Prize in Physics”.
Penemuan hukum efek fotolistrik merupakan penemuan Einstein
yang penting untuk membangun teori kuantum fisika. Einstein
menerbitkan lebih dari 300 makalah ilmiah dan lebih dari 150 karya
non-ilmiah.

Ibnu Hajar Asqalani menceritakan ketika keluar dari sekolah,
beliau kehujanan dan berteduh di sebuah tempat. Beliau mem-
perhatikan air yang menetes di atas batu sampai menjadi lubang.
Beliau menggunakan akal untuk merenung dan kembali ke sekolah.
Beliau ceritakan kepada gurunya dan guru mengatakan “engkau
benar”. Maka beliau mengambil ibrah untuk meneruskan upaya
menuntut ilmu. Hal ini berarti, kecerdasan adalah anugerah Allah,
sedangkan kebodohan adalah pilihan manusia itu sendiri.

Otak manusia adalah sumber bagi banyak hal, yang menjadi
kekuatan fisik bagi pengembangan diri manusia secara
keseluruhan. Konsep EQ Daniel Goleman sesungguhnya bertumpu
pada jalur saraf emosi yang ditemukan ahli saraf Joseph de Loux.
Konsep MI Gardner berpijak pada penemuan ahli saraf Michael
Gazzaniga. Otak menjadi sumber inspirasi yang kuat bagi
pengembangan kedua konsep tersebut. Keduanya adalah kebutuhan
vital manusia karena keduanya berakar kuat di dalam organ otak itu
sendiri.

Teori otak kiri dan otak kanan dari Roger Sperry merupakan
salah satu pengembangan dari penemuan mutakhir neurosains.
Bagian-bagian tertentu otak bertanggung jawab dalam menata
jenis-jenis kecerdasan manusia. Kecerdasan matematika dan
bahasa berpusat pada otak kiri. Meskipun kecerdasan matematika

[82]

Bimbingan Konseling Islami

tidak terpusat secara tegas pada bagian otak yang berada di sebelah
kiri. Kecerdasan musik dan spasial berada pada otak kanan.
Kecerdasan kinestetik berada pada daerah motorik di kulit otak.
Adapun kecerdasan intrapersonal dan interpersonal berada pada
lobus prefrontal dan lobus temporal.

Dari berbagai penemuan tentang otak, para ahli menemukan
bahwa ukuran otak dapat bertambah sejalan dengan penambahan
informasi terhadapnya. Semakin kaya informasi yang diperoleh
otak, baik dengan penguatan informasi lama maupun penambahan
informasi baru, sel-sel otak segera berkembang membuat
hubungan-hubungan baru. Hubungan antar sel saraf yang ada di
otak terjadi melalui perbanyakan sambungan dendrit, akan
membesarkan otak. Semakin banyak jalinan sel saraf yang
terbentuk semakin kuat dan semakin lama informasi disimpan.
Rangsangan terus menenrus akan membuat otak semakin segar.

Jalinan sel-sel saraf yang semakin banyak dan luas membawa
informasi ke dalam kamar memori jangka panjang. Proses tersebut
terjadi melalui serangkaian reaksi listrik dan kimiawi dalam sel-sel
otak yang bertambah besar melalui kaitan sel sarafnya. Otak yang
bertambah besar ini tidak berarti akan membuatnya bengkak dan
menyembur keluar dari tengkorak kepala. Namun pertambahan
tersebut membuat otak tidak berhenti tumbuh. Maknanya
sepanjang hidup manusia, selama manusia tersebut mengisi
otaknya dengan informasi-informasi baru maka otak tidak akan aus
dan rusak. Maka sesungguhnya otak emosional-intuitif dan otak
spiritual lebih banyak dan lebih mampu memecahkan masalah
dibandingkan otak rasional.

Otak juga dapat hilang kesadarannya misalnya ketika
diberikan anestesi. Salah satu teori mengatakan pada saat pembawa
pesan saraf yang bernama glutamate diikat oleh obat anestesi,
menyebabkan pesan antar ujung sel saraf tidak terjadi, maka
hilanglah kesadaran. Hal ini mengindikasikan bahwa otak dan sel-

[83]

Bimbingan Konseling Islami

sel sarafnya memegang peranan besar dalam menata kesadaran
manusia. Kesadaran tertinggi manusia adalah kesadaran akan
eksistensi diri. Kesadaran tertinggi juga berasal dari dalam otak.

Michael Persinger dan Vilyanur Ramachandran menemukan
konsep bahwa titik Tuhan (God spot) ada pada bagian pelipis otak
manusia (lobus temporale). Penemuan God spot dan peran lobus
frontale menguatkan dugaan tentang adanya kesadaran tingkat
tinggi pada manusia yang berpusat pada otaknya. Bahkan kejahatan
yang dilakukan manusia berkaitan dengan otaknya, dan bukan
semata-mata karena faktor psikologis atau lingkungan sekitar. Hal
ini pernah dibuktikan oleh para ilmuan dengan menggunakan alat
canggih yang disebut PET (Positron Emission Tomography).

Dalam memahami potensi kecerdasan manusia, Alquran
menggambarkannya dengan sangat jelas. Nabi Adam a.s adalah
manusia pertama yang diciptakan Allah. Kedudukan Adam a.s
sebagai manusia dijelaskan dalam surat Al-Hijr: 28-29, “Dan
(ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat,”
sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat
kering dari lumpur hitam yang dibentuk” (28) Maka apabila Aku
telah menyempurnakan kejadiannya dan Aku telah meniupkan roh
ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud
(29).

Nabi Adam a.s bukanlah manusia biasa, namun juga seorang
Nabi, dijelaskan dalam surat ‘Ali ‘Imran:33, “Sesungguhnya Allah
telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran
melebihi segala umat (pada masa masing-masing)”. Tujuan Allah
menciptakan manusia adalah sebagai sebagai pemakmur bumi,”
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat,”
Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata,”
Apakah Engkau hendak menjadikan makhluk yang merusak dan
menumpahkan darah, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan

[84]

Bimbingan Konseling Islami

menyucikan nama-Mu? Dia berfirman, “sungguh, Aku mengetahui
apa yang tidak kamu ketahui.”(Q.S al-Baqarah:30).

Sebelum Nabi Adam a.s diturunkan ke bumi Allah berikan
bekal kepadanya, “Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama
(benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepda para malaikat
seraya berfirman, “sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini,
jika kamu adalah orang yang benar (Q.S al-Baqarah: 31). Allah
menciptakan Nabi Adam a.s, selanjutnya diturunkan ke bumi,
“Kami berfirman, “turunlah kamu semua dari surga! Kemudian
jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka
barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada
mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (Q.S al-Baqarah:38).

Allah yang Maha Berkuasa, Maha Agung dan Maha
Mengetahui telah memberikan pengajaran tentang semua jenis
pengetahuan kepada Nabi Adam a.s, sebelum diturunkan sebagai
khalifah di muka bumi. Kepada Nabi Adam as diajarkan semua
bahasa beserta semua jenis pengetahuan yang berhubungan dengan
kematangan hidup yang dibutuhkan oleh semua manusia dalam
menjalankan tugasnya sebagai khalifah. Bagi Nabi Adam as
pengetahuan diberikan dan diajarkan langsung oleh Allah, sedang-
kan bagi manusia lain, anak cucu Adam pengetahuan diberikan
Allah dalam bentuk potensi.

Kecerdasan ada di dalam potensi tersebut, maka tugas
manusia adalah belajar untuk menemukan dan mengasah
potensinya. Melalui potensi yang terasah kecerdasan memainkan
peran pentingnya dalam kehidupan manusia. Maknanya tidak ada
manusia bodoh, karena dalam setiap penciptaan manusia, Allah
telah titipkan potensi untuk cerdas. Lalu mengapa ada istilah bodoh
yang disematkan pada orang-orang tertentu? Jawabannya adalah
ada pada dua kesalahan yang mungkin terjadi ketika manusia
dididik. Kesalahan pertama ada pada pendidik/orang tua yang tidak
mampu mengajar, menggali dan membimbing sesuai potensi.

[85]

Bimbingan Konseling Islami

Kesalahan kedua ada pada orang yang belajar, karena tidak ada
motivasi atau kemauan untuk belajar.

Nabi Adam as diajarkan semua bahasa, maka semua manusia
punya potensi mampu berbahasa. Apabila seorang manusia belajar
bahasa asing dengan potensi yang dimilikinya maka InsyaAllah
akan mampu berbahasa asing. Apabila manusia belajar tentang
Ilmu Pengetahuan Alam, sains dan lain-lain, mereka juga akan
mampu menguasai IPA dan sains karena Allah telah memberikan
potensi tersebut. Bukankah kita mendapati diantara anak cucu
Adam ada yang menjadi para ilmuan dan ahli dalam bidang
pengetahuan alam dan sains?.

Demikian juga dalam hal lainnya, pada masa Nabi Adam,
manusia belum memiliki teknologi, anak-anak Nabi Adam tidak
belajar komputer. Pada saat ini anak cucu Adam telah hidup dan
sangat butuh dengan teknologi komputer. Pernahkah anda berfikir
dari mana potensi kemampuan manusia menemukan dan
mengembangkan ilmu pengetahuan berbasis TIK tersebut?
Jawabannya adalah dari Allah. Oleh karena itu jangan sombong dan
angkuh, dengan kemampuan dan kecerdasan yang kita miliki.
Semua itu berasal dari Allah, yang harus kita gunakan sebaik-
baiknya untuk memakmurkan bumi, untuk memenuhi kebutuhan
hidup manusia hari ini, dan di masa depan. Kecerdasan
sesungguhnya adalah yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dan
semua makhluk Allah, yang menjadi rahmat bagi alam semesta.

Semua orang punya potensi cerdas, tetapi tidak semua orang
cerdas mampu menangkap pengetahuan dengan baik, kecuali
mereka dididik sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Setiap
orang yang belajar juga harus memiliki niat, motivasi dan kemauan
yang kuat. Inilah kunci pembuka pintu kecerdasan. Allah akan
mengumpulkan pengetahuan di dada manusia, maka belajarlah
sebagaimana tuntunan dan tujuan Allah memberikan potensi cerdas
tersebut. Dalam surat al-Qiyāmah: 16-18, Allah berfirman,

[86]

Bimbingan Konseling Islami

“Janganlah engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu karena
hendak cepat-cepat menguasainya (16). Sesungguhnya Kami yang
akan mengumpulkannya di dadamu dan membacakannya (17).
Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah
bacaannya itu (18).

Apabila seseorang sudah memahami cara membuka pintu
kecerdasan, maka berikutnya yang harus dipahami adalah
bagaimana cara untuk meningkatkan kecerdasan tersebut. Alquran
memberikan tuntunannya. “Kalau pengetahuan anda ingin
ditambah oleh Allah, mudah dalam belajar, kuat dalam ingatan.
Tingkatkan takwamu kepada Allah, maka Allah akan ajarkan anda
pengetahuan, ilmu” (ustaz Adi Hidayat).

Taqwa disebutkan 115 kali dalam Alquran, yang dapat
dimaknai sebagai upaya meningkatkan ibadah kepada Allah dan
menjauhi maksiat. “Ilmu itu cahaya dan cahaya Allah tidak akan
diturunkan kepada ahli maksiat”. Dalam surat Al-Baqarah: 182,
disebutkan bahwa, “….dan bertakwalah kepada Allah, Allah
memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui
segala sesuatu”

Bagaimanakah cara mendapatkan takwa tersebut? Dalam
surat Al-Baqarah: 2-3 Allah berfirman, “inilah kitab yang tidak
ada keraguan didalamnya, petunjuk bagi orang yang bertakwa.
(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan
sholat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan
kepada mereka”. Maknanya, jika kita saat ini merasa tidak cerdas,
yakinlah itu bukan karena bodoh, akan tetapi karena kurang takwa.
Apabila kecerdasan itu berhubungan dengan peran kematangan
dalam tahap-tahap perkembangan, maka jangan lupakan kekuatan
takwa dalam menstimulasi dan mengembangkan kecerdasan
tersebut. Kunci takwa ada di dalam Alquran, dengan cara jadikan
Alquran sebagai kitab induk ilmu pengetahuan dan kitab induk
segala pedoman hidup.

[87]

Bimbingan Konseling Islami
[88]

Bimbingan Konseling Islami

PERUBAHAN FISIK DAN PSIKIS REMAJA

Gambar 17. Ilustrasi remaja

Perubahan Fisik Remaja
Fisik menurut bahasa adalah tubuh manusia yang terdiri dari

tubuh kasar yang dilengkapi dengan sistem organ dan indera.
Perubahan fisik adalah gejala primer dalam pertumbuhan remaja,
yang meliputi perubahan ukuran tubuh, perubahan ciri kelamin
utama (primer) dan ciri kelamin kedua (sekunder). Perubahan fisik
dapat diukur dan dilihat, seperti bertambah berat dan tinggi.

Pertumbuhan fisik adalah perubahan yang berlangsung secara
fisik dan merupakan gejala primer dalam pertumbuahan remaja.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik
adalah asupan makanan, faktor keturunan, faktor emosi, faktor
jenis kelamin dan faktor kesehatan. Asupan makanan atau gizi
dalam makanan yang kurang akan mengalami kurang gizi dan
gangguan dalam pertumbuhan.

Faktor keturunan berpengaruh pada pertumbuhan fisik.
Seorang anak terlahir dari orang tua yang berbadan tinggi, maka
memiliki peluang berbadan tinggi pula. Setiap anak akan mewarisi
sifat dari salah satu atau kedua orang tuanya. Faktor emosional
dapat berakibat kepada gangguan perilaku yang berdampak pada

[89]

Bimbingan Konseling Islami

gangguan fisik. Seseorang yang depresi kemudian menjadi perokok
atau kecanduan narkoba, akan mengganggu pertumbuhan fisiknya.
Badan menjadi kurus, bahkan dapat terjadi gangguan sistem organ.

Secara jenis kelamin, pertumbuhan fisik laki-laki dan
perempuan pasti berbeda. Seorang anak laki-laki dengan umur yang
sama dengan seorang anak perempuan ketika menjelang usia
pubertas, pertumbuhan tinggi dan bentuk badannya pasti berbeda.
Anak laki-laki cenderung memiliki ukuran lebih tinggi dan lebih
berat dibanding anak perempuan. Kuhlen dan Thompson
mengemukakan pendapat bahwa perkembangan fisik individu
meliputi empat aspek, yaitu:

1. Sistem saraf, yang sangat berpengaruh pada perkembangan
kecerdasan dan emosi.

2. Otot-otot, yang mempengaruhi perkembangan kekuatan dan
kemampuan motorik.

3. Kelenjar endokrin, yang menyebabkan munculnya pola-pola
tingkah baru seperti pada usia remaja berkembang perasaan
senang untuk aktif dalam suatu kegiatan, yang sebagian
anggotanya terdiri atas lawan jenis.

4. Struktur fisik/tubuh yang meliputi tinggi, berat dan proporsi.

Kriteria yang paling sering digunakan untuk menentukan
permulaan masa remaja adalah menstruasi yang pertama kali pada
anak perempuan dan mimpi basah pada anak laki-laki. Pada masa
remaja terjadi perubahan fisik yang cepat, termasuk pertumbuhan
organ-organ reproduksi. Apabila organ-organ seksual tersebut telah
mencapai kematangan, maka akan mampu melangsungkan fungsi
reproduksi. Perubahan ini ditandai dengan munculnya tanda-tanda
seks primer dan tanda-tanda seks sekunder.

Tanda-tanda seks primer, yaitu yang berhubungan langsung
dengan organ seks. Remaja laki-laki mengalami pertumbuhan pesat
pada organ testis yaitu pembuluh yang memproduksi sperma dan
kelenjar prostat. Kematangan organ-organ seksualitas pada remaja

[90]

Bimbingan Konseling Islami

laki-laki ditandai dengan mengalami mimpi basah dan keluar
sperma. Sementara pada remaja perempuan terjadi per-tumbuhan
pesat pada ovarium (kandung telur) yang memproduksi sel telur
(ovum) dan hormon untuk kehamilan. Akibatnya terjadi menstruasi
pertama. Siklus awal menstruasi sering diiringi dengan gangguan
berupa sakit kepala, sakit pinggang, kelelahan, depresi dan mudah
tersinggung.

Tanda-tanda seks sekunder, yaitu pertumbuhan yang
melengkapi kematangan individu sehingga tampak sebagai lelaki
atau perempuan.Tanda-tanda pertumbuhan seks sekunder pada
anak perempuan adalah:

1. Pertumbuhan tulang-tulang, badan menjadi tinggi, anggota-
anggota badan menjadi panjang.

2. Pertumbuhan payudara pada anak perempuan.
3. Tumbuh bulu halus berwarna gelap di area kemaluan, bahkan

beberapa anak perempuan bulu kemaluannya menjadi
keriting.
4. Mencapai pertumbuhan tinggi badan yang maksimum.
5. Menstruasi atau haid.
6. Tumbuh bulu-bulu ketiak.
7. Massa otot bertambah, terjadi perubahan pada otot-otot
panggul.

Sedangkan tanda-tanda pertumbuhan seks sekunder pada
anak laki-laki adalah:

1. Pertumbuhan tulang-tulang, badan menjadi tinggi, anggota-
anggota badan menjadi panjang.

2. Massa otot semakin berisi dan padat.
3. Testis membesar.
4. Tumbuh bulu kemaluan yang halus, dan berwarna gelap, dan

beberapa anak laki-laki bulu kemaluannya menjadi keriting.

[91]

Bimbingan Konseling Islami

5. Awal perubahan suara dari suara anak-anak menjadi suara
yang berbeda antara anak laki-laki dan perempuan.

6. Ejakulasi (keluarnya air mani)
7. Pertumbuhan tinggi badan mencapai tingkat maksimum,

umumnya tinggi badan anak laki-laki yang fisiknya sehat
akan melampaui anak perempuan pada usia yang sama.
Beberapa anak-laki-laki terlihat lebih pendek mungkin saja
disebabkan faktor genetik. Faktor gizi juga dapat mem-
pengaruhi tinggi badan anak lakil-laki, misalnya mengidap
stunting dan defisiensi gizi kronis.
8. Tumbuh rambut-rambut halus di wajah berupa kumis,
jambang atau jenggot halus.
9. Tumbuh bulu ketiak.
10. Akhir perubahan suara, menjadi lebih berat dan agak serak.
11. Rambut-rambut di wajah bertambah tebal dan gelap.
12. Tumbuh bulu di dada.
13. Jakun membesar.

Perubahan Psikis Remaja
Psikis berasal dari kata psikis yang artinya adalah jiwa

manusia. Perkembangan psikis adalah perubahan yang terjadi pada
jiwa, pikiran, dan emosi seseorang menjadi lebih matang atau
dewasa dalam menghadapi kehidupan. Perkembangan psikis tidak
bisa diukur maupun dilihat secara langsung, akan tetapi dapat
dilihat dari tingkah laku dan kemampuan. Faktor-faktor yang
mempengaruhi perkembangan psikis adalah kecerdasan emosional
dan spiritual masing-masing individu. Kecerdasan emosional
berkaitan dengan emosi, perasaan, dan pikiran. Sementara
kecerdasan spiritual berhubungan dengan keyakinan, dan agama.

Perkembangan psikis remaja dapat dipengaruhi oleh
pertumbuhan fisik. Di antara perubahan-perubahan fisik, yang
paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan psikis remaja

[92]

Bimbingan Konseling Islami

adalah pertumbuhan tubuh. Perubahan-perubahan fisik itu
menyebabkan kecanggungan bagi remaja dalam menyesuaikan diri
dengan perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada dirinya
sendiri. Remaja yang sedang memasuki masa pubertas
berkeinginan besar untuk mencari jati diri, konsep dan nilai-nilai
hidup dan mengeksplorasi berbagai pengalaman. Perubahan psikis
muncul akibat terjadinya perubahan fisik pada remaja. Beberapa
perkembangan psikis yang penting pada masa remaja yaitu:

1. Perkembangan intelegensia (intelektualitas).
Pertumbuhan otak remaja mencapai kesempurnaan pada usia

12 - 20 tahun. Secara fungsional perkembangan kognitif atau
kemampuan berfikir remaja dapat digambarkan sebagai berikut:

a. Remaja mulai dapat berfikir logis tentang gagasan abstrak.
b. Remaja mulai dapat membuat rencana dan membuat

keputusan-keputusan serta memecahkan masalah.
c. Remaja sudah mampu membedakan yang konkret dengan

yang abstrak.
d. Munculnya kemampuan nalar secara ilmiah.
e. Mulai memikirkan masa depan.
f. Mulai menyadari proses berfikir efisien dan belajar

berintropeksi.
g. Cara berfikirnya semakin luas yang dapat meliputi agama,

keadilan, moralitas, dan jati diri.

2. Perkembangan emosi (emosionalitas)
Secara psikis remaja umumnya mengalami puncak

emosional.

a. Perkembangan emosi remaja awal (12-18 thn) menunjukkan
sifat sensitif, reaktif yang kuat, emosional bersifat negatif dan
temperamental seperti mudah tersinggung, galau, marah,
sedih, murung.

[93]

Bimbingan Konseling Islami

b. Perkembangan emosi remaja akhir (18-22 thn) sudah mampu
mengendalikan sifat-sifat psikis yang terjadi pada remaja
awal tersebut.

3. Perkembangan moral
Remaja sudah dapat berperilaku tidak hanya mengejar

kepuasan fisik saja, akan tetapi meningkat pada kepuasan
psikologis seperti rasa ingin diterima, ingin dihargai dan
penilaian positif dari orang lain. Namun perkembangan moral
remaja baru berkisar pada perilaku yang sesuai dengan
tuntutan dan harapan kelompoknya saja.

4. Perkembangan sosial
Pada usia remaja terjadi perkembangan sosial, misalnya

dalam menjalin persahabatan. Remaja memilih teman yang
mempunyai sifat dan kualitas psikologis yang relatif sama
dengan dirinya. Secara sosial remaja akan cepat menjalin relasi
sosial dengan teman yang memiliki kesamaan minat, sikap,
hobi, nilai-nilai dan kepribadiannya.

5. Perkembangan kepribadian
Pada masa remaja, akan terjadi pencarian jati diri. Remaja

mulai risau mencari tokoh idola yang menjadi panutan dan
kebanggaan. Dalam perkembangan kepribadian remaja mulai
tumbuh rasa simpati pada artis, tokoh politik, pemimpin, figur
dan lain-lain.

Dengan demikian dapat dipahami bahwa pertumbuhan dan
perkembangan remaja tidak terbatas dalam arti tumbuh dari kecil
menjadi besar atau dari anak menjadi remaja. Pertumbuhan dan
perkembangan mencakup perubahan yang bersifat progresif,
teratur, koheren dan berkesinambungan, sehingga saling men-
dukung dan melengkapi menuju proses deferensiasi dan integrasi.
Dengan kata lain, pertumbuhan fisik dan perkembangan psikis

[94]

Bimbingan Konseling Islami

adalah proses menuju totalitas menuju kepada penghayatan totalitas
dan kesempurnaan hidup.

Permasalahan Psikis Masa Remaja
Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-

kanak dengan masa dewasa. Sebagian dari anak yang beranjak ke
masa remaja, dapat mengalami rasa canggung dengan perubahan-
perubahan yang dialaminya. Masa remaja identik dengan masa
mencari identitas diri. Hal ini mengakibatkan, sebagian besar
remaja cenderung labil dalam bersikap. Emosi mereka dapat
terluapkan kedalam berbagai bentuk tingkah laku seperti hal
bingung, mudah meledak, bertengkar, tidak bergairah, pemalas,
dan juga membentuk self-defense mechanism.

Emosi tinggi tersebut tak berlangsung terus-menerus selama
pada masa remaja. Semakin bertambah umur, semakin dewasa
dalam mengendalikan emosi dan keinginan-keinginannya, semakin
mereda menuju pada kondisi yang stabil. Emosi, perubahan tingkah
laku yang dialami pada fase remaja, sebaiknya tidak diabaikan
begitu saja. Orang tua dan pendidik hendaknya dapat menyadari
apa yang mereka rasakan dan mereka fikirkan, sehingga mampu
mengarahkan mereka kepada kegiatan penyaluran yang benar.
Apabila terjadi permasalah dan penyimpangan juga perlu ditangani
dengan baik, agar tidak menimbulkan hal hal yang merugikannya.

Tidaklah adil jika remaja disalahkan dan dituntut untuk
menjadi sesuatu yang tidak mampu dilakukannya dengan cepat dan
tepat seperti keinginan orang tua atau para pendidiknya. Mereka
hendaknya diberi jalan, bimbingan, peluang untuk melakukan
sesuatu dengan mandiri, kreatif dan bertanggung jawab. Masa
mencari jati diri ini harus diantisipasi oleh orang tua dan pendidik,
agar mereka tidak menemukan jati dirinya yang keliru. Pada masa
ini para remaja kadangkala merasakan adanya perasaan kosong.
Mereka membutuhkan pedoman, tuntunan dan pandangan hidup

[95]

Bimbingan Konseling Islami

yang jelas. Betapa banyak remaja yang mengalami dekadensi moral
disebabkan pandangan hidup mereka yang tidak jelas.

Pada masa ini remaja dituntut untuk berubah dalam bersikap
maupun memposisikan dirinya dalam masyarakat. Pada usia ini
sudah saatnya orang tua dan pendidik mengarahkannya kepada hal-
hal yang bersifat sosial. Para remaja harus paham bahwa inilah saat
mereka mulai berkontribusi positif untuk umat. Mereka bukan lagi
anak rumahan, tetapi sudah menjadi anggota masyarakat yang
mampu berbuat untuk kemaslahatan bersama. “Sebaik-baik
manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain”.

Apabila kita perhatikan dengan seksama ada yang terbalik
dalam pola pengasuhan yang dilakukan sebagian besar keluarga
saat ini. Seharusnya setiap anak terikat dengan rumah dan orang tua
pada usia bayi sampai kanak-kanak. Maksudnya, pada masa ini
mereka berinteraksi maksimal dengan orang-orang terdekat seperti
ayah, ibu dan keluarganya. Rumah menjadi area yang sangat tepat
untuk membimbing dan mengawasi pertumbuhan dan per-
kembangan mereka. Menanamkan kepada mereka seluruh dasar
ilmu mulai dari tauhid, ibadah, kehidupan sosial dilingkup
keluarga, akhlak dan tanggung jawab moral.

Apabila mereka sudah beranjak remaja, seharusnya mereka
keluar dari rumah untuk mengenal umat dan tanggung jawab sosial
yang lebih besar. Namun yang terjadi dalam masyarakat kita,
umumnya anak diberi kebebasan keluar rumah, bermain sambil
berkeluyuran tanpa batas pada masa kanak-kanak. Mereka
terkontaminasi dengan lingkungan yang tidak bertanggung jawab
sebelum kokoh pondasi pendidikan informal. Ironisnya ketika
mereka telah memasuki usia remaja, mereka dikekang, dibatasi
aktivitasnya diluar rumah, sehingga timbul keinginan para remaja
memberontak.

Ini yang terbalik, usia kanak-kanak yang harusnya menjadi
milik orang tua dan keluarga diberikan kepada lingkungan dan

[96]

Bimbingan Konseling Islami

masyarakat, sehingga anak terbentuk menjadi pribadi bebas yang
kadangkala tanpa peduli aturan. Sebaliknya di usia remaja yang
harusnya menjadi milik umat dan masyarakat justru dipasung di
rumah. Bukankah seharusnya usia remaja adalah usia mereka telah
siap keluar ke masyarakat atau ke lingkungan non formal? Mereka
tentu telah siap untuk menjaga diri dan berbakti. Mereka
seharusnya sudah siap sebagai orang baik yang berkontribusi untuk
umat dan masyarakatnya.

Seharusnya tidak ada perlu dicemaskan, ketika remaja yang
telah siap keluar rumah, berkontribusi dalam kegiatan umat dan
masyarakat. Rumah adalah tempat yang paling diingat untuk
pulang dan bernaung. Rumah adalah tempat paling nyaman dan
aman setelah penat dengan segenap kegiatannya. Mereka sudah
cukup kuat memiliki pondasi pendidikan informal, sehingga tidak
mudah terkontaminasi dengan lingkungan yang tidak baik. Bukan
sebaliknya, remaja yang telah terbiasa bebas sejak masa kanak-
kanak, ditambah dengan kondisi rumah yang tidak aman dan
nyaman, kadangkala lupa alamat rumahnya sendiri. Mereka
memilih tempat-tempat hiburan, tempat nongkrong yang bahkan
tidak pulang berhari-hari, Aktivitas merekapun kadangkala tidak
terkontrol dan tidak bermanfaat. Mereka menghabiskan hari-hari
dengan kelelahan tanpa manfaat dan sia-sia.

Renungan bagi orang tua, keluarga pendidik dan masyarakat,
saat ini banyak remaja yang tidak siap keluar dari kandangnya,
karena mereka tidak punya bekal yang cukup. Pada akhirnya
mereka terjerumus pada hal-hal yang seharusnya telah diantisipasi
sejak dalam pengasuhan informal. Mereka menjadi nakal di
lingkungan masyarakatnya, mereka mengalami dekadensi moral,
mereka terjebak dalam pergaulan yang salah, dan yang paling fatal
mereka jauh dari ajaran agamanya. Masjid menjadi tempat yang
asing karena sedari kecil mereka tidak terbiasa dengan masjid.
Diantara pengalaman terburuk yang pernah dialami anak adalah

[97]

Bimbingan Konseling Islami

diusir oleh orang tua sok alim atau pengurus masjid, karena
membuat keributan atau berlari-lari didalam atau dilingkungan
masjid. Mereka meninggalkan masjid menuju kafe, warnet dan
tempat nongkrong karena mendapatkan pelayanan dan diterima
dengan baik.

Munculnya sikap memberontak dan menentang oleh remaja
biasanya disebabkan mereka mendapatkan sebuah kenyataan yang
tidak sesuai dengan ekspektasi. Bahkan pertentangan dalam diri
mereka sendiri juga menjadi salah satu permasalahan psikologi
pada masa remaja. Hal inilah yang menjadi alasan penting
pandangan dan pedoman hidup yang kokoh ditanamkan dalam diri
mereka sebelum memasuki usia remaja. Kadangkala remaja juga
mengalami kegelisahan, karena banyaknya harapan, mimpi dan
hal-hal yang diinginkannya, sementara mereka tidak mampu
mencapainya. Mereka mungkin ingin melakukan sesuatu, tetapi
sebelum mereka memulai sudah dilarang dan ditentang. Disisi lain
mereka senang bereksprimen dan mencoba hal-hal baru dengan
perasaan yang menggebu, tetapi tidak mendapat dukungan yang
baik.

Masa remaja juga identik dengan masa memastikan
penyaluran hobi, maka penting kemampuan mengungkapkan
ekspresi bagi remaja, agar orang lain mampu mengetahui dan
memahami apa yang mereka inginkan. Sebenarnya sangat tidak
layak remaja menghabiskan hari-harinya dengan malas, galau,
depresi dan stres. Inilah masa ketika seseorang mencapai masa
terindah yang penuh warna dan gairah, semangat dan harapan yang
disemai harus diwujudkan dengan perjuangan-perjuangan yang
gigih. Ingat!! Semakin sering anda gagal bukan berarti anda lemah
dan kalah. Semakin sering anda gagal, maka semakin dekat anda
kepada keberhasilan. Jangan berputus asa dari rahmat Allah, remaja
adalah usia emas untuk memulai hidup yang kreatif dan produktif
dan bermanfaat bagi umat. Semailah kebaikan disetiap perkataan,

[98]

Bimbingan Konseling Islami

sikap dan tindak tanduk. Jadikan nilai-nilai agama sebagai
pegangan. Pedoman hidup tertinggi yang ada dalam kitab suci dan
sunah Nabi adalah implemetasi praktis dalam kehidupan untuk
mencapai damai bahagia yang sebenarnya.

Trozt dalam Kehidupan Remaja
Proses perkembangan remaja diiringi dengan irama yang

tidak tetap, artinya ada saatnya perkembangan itu terjadi dengan
tenang dan ada saatnya mengalami goncangan. Menurut ahli
psikologi, setiap orang akan mengalami masa krisis atau pancaroba
dalam hidupnya. Masa ini dikenal dengan istilah trozt, yang
lazimnya terjadi dalam dua periode yaitu:

1. Trozt periode 1 atau krisis pertama terjadi pada usia 2-3
tahun. Ciri utamanya adalah muncul sifat egois, selalu
bersikap dan bertingkah laku mendahulukan kepentingan diri
sendiri.

2. Trozt periode ke 2 atau krisis kedua terjadi pada usia 14-17
tahun. Ciri utamanya sering membantah orang tua dalam
upaya menemukan identitas diri.

Masa trozt periode ke 2 tidaklah pasti dan sama pada setiap
remaja, dalam hal ini pengaruh lingkungan dan pendidikan sangat
berperan. Berbagai masalah dan kesulitan yang dialami oleh
troztalter (masa keras kepala) dapat timbul pada saat-saat tertentu
tanpa sebab dari luar. Masa menentang ini adalah masa emosi
bertiup tidak menentu ditambah dorongan impuls yang meledak-
ledak. Troztalter yang mengalami kondisi ini disebut sedang berada
dalam situasi strum und drang atau masa mengalami badai dengan
desakan dan paksaan batin yang menekan jiwanya. Inilah yang
dimaksud dengan periode transisi atau periode peralihan dalam
proses perkembangan anak-anak menjadi remaja.

Secara umum, ada lima perubahan yang dialami oleh remaja
dalam masa trozt yaitu emosi menjadi lebih tinggi, perubahan

[99]

Bimbingan Konseling Islami

tubuh, perubahan minat dan peran dalam pergaulan sosial,
perubahan pola nilai-nilai yang dianutnya dan perubahan yang
ambivalen. Remaja biasanya menginginkan perubahan, tetapi
secara mental belum ada kesadaran tanggung jawab atas
keinginannya sendiri. Beberapa masalah yang berkaitan dengan
masa trozt periode kedua, berkaitan dengan pertumbuhan dan
perkembangan remaja. Diantara masalah-masalah tersebut adalah:

1. Remaja kurang siap dalam menerima perubahan fisiknya,
sehingga dapat terjadi pergolakan dalam jiwanya dalam
menerima bentuk perubahan pada tubuhnya.

2. Emosi remaja kurang stabil, memiliki keinginan yang cepat
berubah dan tidak sabar, sehingga sering timbul perselisihan.

3. Timbulnya kecemasan sehubungan dengan terjadinya
“menarche” dan “polusio”.

4. Remaja mengalami masa pencarian jati diri, suka mengkritik
dan menolak, sehingga banyak terjadi pertentangan dengan
orang-orang disekitarnya. Mereka dianggap melanggar
norma yang berlaku dan terjadi gejolak dalam kehidupan
sosialnya.

5. Kebersamaan dengan teman sebaya sering menimbulkan rasa
tertarik dengan lawan jenis, sehingga terjerat dalam keinginan
“pacaran”.

6. Mudah terpengaruh hal-hal yang negatif dalam pergaulan.
Remaja mulai mencoba rokok, memilih gaya hidup hedonis,
dan lain-lain. Hal ini terjadi karena rasa penasaran dan ingin
mencoba sesuatu yang baru.

7. Diantara para remaja ada yang mengalami rasa canggung
dalam pergaulan, sehingga terkesan kuper (kurang
pergaulan).

Menyikapi perubahan yang terjadi dalam masa pertumbuhan
dan perkembangan, remaja harus mampu memahami dirinya
sendiri, bahwa perubahan bentuk fisik adalah sebuah perjalanan

[100]

Bimbingan Konseling Islami

hidup yang pasti akan dilalui. Apabila mereka mampu memahami
dirinya sendiri, maka mereka akan menerima dirinya apa adanya.
Menerima keadaan fisik, struktur tubuh dan wajah sebagai karunia
yang harus disyukuri. Remaja yang tidak puas dengan kondisi fisik,
struktur tubuh dan wajah akan mengalami tekanan, muncul rasa
kurang percaya diri, sehingga menghambat upaya pengembangan
dirinya. Perkembangan fisik dan psikis perlu dikembangkan secara
optimal dengan memperbanyak proses belajar dan memanfaatkan
semua kesempatan yang ada.

Masa remaja kadangkala diwarnai dengan masalah yang sulit
di atasi. Hal ini dipengaruhi oleh pola hidup dan kebiasaan
penyelesaian masalah dalam masa sebelumnya. Apabila pada masa
kanak-kanak, remaja tidak dilibatkan dalam penyelesaian masalah
dan kesulitan yang dihadapinya, maka mereka kurang memiliki
pengalaman dalam menyelesaikan setiap masalah dalam hidupnya.
Orang tua dan pendidik seharusnya tidak mendominasi
penyelesaian masalah dan kesulitan pada masa kanak-kanak,
apalagi mengambil alih tanggung jawab yang seharusnya
ditanamkan sejak masa kanak-kanak.

Anak yang tidak terbiasa menyelesaikan masalah akan
tumbuh menjadi remaja yang kurang siap dan tidak mandiri. Oleh
karena itu sangat penting memperhatikan cara mengarahkan dan
membimbing perkembangan anak menuju masa remaja. Apabila
hal ini diabaikan, kita akan gagal karena kehilangan generasi.
Kegagalan tersebut berakibat tragis bagi upaya pembentukan sosok
remaja yang ideal.

[101]

Bimbingan Konseling Islami
[102]

Bimbingan Konseling Islami

VARIAN PORNO DAN NARKOBA

Gambar 18. Pornografi dan Narkoba

Remaja Terlena dalam Varian Porno
Porno berhasil menggeser adat ketimuran, yang mayoritas

penduduknya adalah muslim. Porno seumpama sarana pencabulan
kontemporer tidak hanya berbentuk pornografi dan pornoaksi,
tetapi juga pornoteks, pornomedia, pornosuara, dan pornogaul.
Seluruh istilah porno yang disebutkan di atas tidak tabu lagi, karena
mudah ditemukan dimana-dimana, diberbagai media. Media cetak
seperti surat kabar, majalah, tabloid dan lain-lain, memberi
kontribusi dalam penyebaran hal-hal porno. Demikian juga halnya
dengan media elektronik seperti televisi, tv kabel, situs internet,
vcd/dvd, handphone, media sosial. Bahkan iklan yang dipajang di
tempat umum pun tidak dapat dielakkan dari hal-hal yang
mengandung unsur porno. Peradaban yang mengandung porno ini
berkembang dengan pesat. Kadangkala dikaitkan dengan
perkembangan seni dan budaya manusia itu sendiri.

Pornografi berasal dari dua suku kata yakni pornos dan grafi.
Pornos artinya suatu perbuatan yang asusila dalam hal yang
berhubungan dengan seksual, atau perbuatan yang bersifat tidak
senonoh atau cabul. Sedangkan grafi adalah gambar atau tulisan,
Dalam arti yang luas grafi termasuk benda-benda patung, lukisan,

[103]

Bimbingan Konseling Islami

foto, poster, leaflet, brosur, dan lain-lain. Pornografi juga dapat
diartikan dari istilah yang berasal dari bahasa Yunani yaitu porne
dan graphein. Porne artinya perempuan jalang (pelacur), dan
graphein artinya menulis. Pornografi adalah bahan lukisan, gambar
atau tulisan serta gerakan-gerakan tubuh yang membuka dan
mempertontonkan aurat secara sengaja dan membangkitkan nafsu
birahi. Sifatnya yang seronok, jorok, vulgar, membuat orang yang
melihatnya terangsang secara seksual.

Pornoaksi adalah aksi yang berupa gerakan, liukan, atau
penonjolan bagian-bagian tubuh secara erotis sehingga memancing
rangsangan seksual. Pornoaksi juga termasuk mempertontonkan
payudara dan alat vital yang disengaja atau tidak disengaja untuk
memancing bangkitnya nafsu seksual bagi orang yang melihatnya.
Pornoaksi pada awalnya dapat berupa aksi subjek dan objek seksual
yang dipertontonkan secara langsung dari seseorang kepada orang
lain. Namun lambat laun berkembang menjadi aksi-aksi erotis yang
menimbulkan histeria seksual bukan hanya pada seseorang tetapi
pada penonton yang lebih banyak.

Menurut Undang-Undang, pornografi adalah substansi dalam
media atau alat komunikasi yang dibuat untuk menyampai-kan
gagasan-gagasan yang mengeksploitasi seksual, kecabulan, dan
atau erotika. Adapun pornoaksi adalah perbuatan meng-eksploitasi
seksual, kecabulan, dan atau erotika di muka umum. Hal ini berarti
anti pornografi dan anti pornoaksi adalah gerakan menolak segala
bentuk ekspresi visual berupa gambar, lukisan, tulisan, foto, film
atau yang dipersamakan dengan film, video, tayangan atau media
komunikasi lainnya yang dibuat untuk memperlihatkan secara
terang-terangan atau tersamar kepada publik alat vital dan bagian-
bagian tubuh serta gerakan-gerakan erotis yang menonjolkan
sensualitas, serta segala bentuk perilaku seksual dan hubungan seks
manusia yang menimbulkan rangsangan nafsu birahi pada orang
lain.

[104]

Bimbingan Konseling Islami

Pornoteks adalah karya pencabulan yang mengangkat cerita
tentang unsur-unsur seksual atau hubungan seksual dalam bentuk
narasi, testimonial, atau pengalaman pribadi secara detil dan vulgar,
sehingga pembaca merasa seakan menyaksi sendiri, mengalami
atau melakukan sendiri peristiwa yang diceritakan tersebut.
Pornoteks menyebar dalam karya tulis seperti novel dengan tema
seks. Narasi dalam iklan komersilpun kadangkala mengandung
unsur pornoteks.

Pornosuara merupakan suara yang disusun dalam bentuk
syair, lagu, tuturan, ungkapan, kata atau kalimat yang diucapkan
seseorang secara langsung atau tidak langsung, mengandung hal
yang vulgar tentang objek seksual atau aktivitas seksual.
Pornosuara memberi penggambaran tentang objek seksual atau
aktivitas, sehingga penerima informasi menerima efek berupa
rangsangan seksual. Pendengar atau penikmat pornosuara dapat
berhalusinasi dan merasakan fantasi seksual dari tiap kata dan
ungkapan, bahkan desahan suara.

Kasus pornografi sering bersamaan dengan pornoteks, karena
gambar dan teks dapat disatukan dalam media cetak. Pornoaksi
juga dapat bersamaan munculnya dengan pornografi, terutama
yang disebarkan melalui media elektronik, melalui tayangan di
media sosial, internet dan televisi. Seringkali film dan iklan
memasukkan pornografi, pornoaksi bahkan pornosuara dan
pornoteks secara bersamaan.

Pornosuara yang muncul dalam media audio visual mewarnai
dunia hiburan saat ini. Bahkan lagu-lagu yang terkesan vulgarpun
dengan mudah dapat kita dengarkan. Luar biasanya lagi,
pornografi, pornoteks, pornosuara, dan pornoaksi menjadi bagian-
bagian yang saling berhubungan melalui satu media yaitu
pornomedia. Novel dewasa, film dewasa, majalah dewasa, iklan
dewasa, dan lain-lain, tampil dengan informasi dan berita vulgar
dan gairah seksual. Bahkan aneka varian porno ini menjadi satu

[105]

Bimbingan Konseling Islami

dalam media jaringan seperti internet dengan istilah cybersex,
cyberporno, dan sebagainya.

Diantara seluruh varian porno, pornografi dan pornoaksi
adalah hal yang paling menonjol. Keduanya tidak hanya
menyangkut perbuatan erotis semata, tetapi merupakan suatu
sensasi yang menjijikkan, memuakkan, memalukan bagi orang
yang melihatnya, mendengarnya atau menyentuhnya. Bangkitnya
birahi seksual seseorang akibat pornografi dan pornoaksi akan
berbeda dengan varian porno yang lain. Foto, gambar, tulisan,
karya seni berupa patung, lukisan, miniatur alat kelamin dilengkapi
dengan perbuatan erotis atau gerak tubuh, ditambah desahan dan
suara dalam nyanyian-nyanyian, humor yang berbau seksual tidak
hanya membangkitkan birahi seksual semata, tetapi melenakan
jiwa, sehingga terperangkap didalamnya.

Saat ini, varian porno bukan lagi sesuatu yang asing dan
langka. Berbagai berita-berita aktual yang disiarkan dalam
informasi-informasi televisi lokal dan nasional juga tidak luput dari
istilah pencabulan. Informasi pencabulan kadangkala diluar nalar
akal yang sehat. Pencabulan dilakukan oleh seorang kakek, remaja
di bawah umur, tetangga, seorang ayah kepada anak kandungnya
bahkan tokoh agama.

Pornomedia yang berisi realitas porno memuat informasi
aktual tentang kisah dan peristiwa seksual dilengkapi gambar, teks,
suara, dan adegan porno. Porno terkesan menjadi rubrik penting
yang mempengaruhi rating suatu media. Media cetak dengan foto
dan gambar mulai dari semi vulgar dan total vulgar. Porno telah
memutuskan urat malu manusia tidak hanya dalam media cetak,
tetapi juga dalam mahakarya seni seperti film. Film porno menjadi
sesuatu yang komersil, dapat diakses dengan mudah melalui
internet, bahkan kadangkala siaran televisipun menampilkan
cuplikan adegan yang tidak selayaknya tersebut. Cerita-cerita cabul
yang disiarkan di radio ditambah dengan provider telepon yang

[106]

Bimbingan Konseling Islami

menjual jasa suara-suara rayuan porno. Intinya, telah lengkap
hadirnya varian porno pemuas nafsu untuk dinikmati oleh para
penikmatnya.

Menurut hukum agama Islam, segala sesuatu yang
mengakibatkan seseorang cenderung melakukan perbuatan asusila
adalah berdosa. Majelis Ulama Indonesia, melalui fatwa nomor 287
Tahun 2001 tentang pornografi dan pornoaksi tanggal 22 Agustus
2001, menyebutkan beberapa hal, diantaranya:

1. Larangan mendekati zina, berdasarkan Alquran dalam surat
Al-Isra: 32

2. Cara bergaul, menjaga kehormatan, dan batas aurat,
berdasarkan Alquran surat An-Nur: 30-31.

3. Aurat perempuan mukmin berdasarkan Alquran surat Al-
Ahzab: 59.

4. Kewajiban tolong menolong dalam mengerjakan kebaikan
dan takwa serta larangan dalam melakukan perbuatan dosa
dan pelanggaran, berdasarkan Alquran surat Al-Maidah: 2.

Hal ini berarti batasan varian porno dalam ajaran Islam sudah
sangat jelas. Tidak perlu penafsiran yang lebih moderat untuk
mencari celah dapat menghalalkan segala yang berhubungan
dengan “porno”. Tidak hanya melenakan sesaat, porno merusak
sistem otak, sehingga seseorang yang sudah bersentuhan dengan
porno akan kecanduan sebagainya kecanduan narkoba. Bahkan
kecanduan porno lebih berbahaya dibandingkan kecanduan
narkoba.

Dampak varian porno bagi remaja saat ini, telah merambat ke
masalah kesehatan reproduksi. Hal-hal porno sangat merusak
perkembangan mental dan intelektual remaja, karena menggiring
kepada halusinasi seksual, yang bahkan dapat berlanjut kepada
penyimpangan seksual, hubungan seks bebas, bahkan seks plus
narkoba. Gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi,
gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau

[107]

Bimbingan Konseling Islami

bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi
atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau
eksploitasi seksual sudah pasti melanggar norma kesusilaan dalam
masyarakat. Varian porno adalah pelanggaran terhadap nilai-nilai
suci ajaran agama, norma masyarakat dan kesusilaan.

Agama Islam sangat menaruh perhatian terhadap bahaya
varian porno. Pornografi merupakan sesuatu yang haram seperti
zina mata, karena kontennya merendahkan harga diri. Seksualitas,
eksploitasi bagian-bagian tubuh, bahkan perilaku asusila menjadi
fokus perhatian orang banyak. Pornografi memundurkan kecerdas-
an akal manusia karena kembali ke masa, ketika manusia belum
berperadaban maju. Apabila hewan ditampilkan dalam konten
tampil telanjang, itu adalah fitrah. Namun apabila manusia yang
menelanjangi dirinya, itu adalah suatu kebodohan karena meniru
tata karma dan norma kehewanan.

Kesusilaan yang didefinisikan sebagai sesuatu yang berkaitan
dengan adab dan sopan santun, tata karma yang luhur dan
kelakukan yang baik juga tidak menerima kehadiran varian porno.
Norma-norma yang berlaku dalam masyarakat yang tidak saja
mencakup perbuatan-perbuatan terkait dengan seksualitas tetapi
juga yang berkaitan dengan sopan-santun secara umum. Hal ini
berarti seluruh varian porno melanggar norma dan kesusilaan
secara umum. Di sisi lain, bukan hanya peran media, akan tetapi
seni dan budaya juga tidak dapat dipisahkan begitu saja dari unsur
porno. Tradisi, busana, dan ritual yang kadangkala mengarah
kepada definisi porno, harus diakui sebagai salah satu kearifan
lokal pada masyarakat tertentu. Namun demikian bagi setiap
muslim, sangat mudah memisahkan porno dengan kehidupan,
disebabkan adanya Alquran pedoman hidup. Alquran telah
menjelaskan dengan sejelas-jelasnya tentang hal ini. Ikuti saja
tuntunan kitab suci tersebut, sehingga tidak perlu membenturkan
agama dan budaya untuk masalah ini.

[108]

Bimbingan Konseling Islami

Remaja terlena dengan varian porno ditunjang oleh berbagai
fasilitas. Akses informasi yang luas melalui media sosial dan
informasi komersil, memberikan ruang bagi menyebar varian
porno, sekaligus semakin melebar kesempatan bagi penikmatnya.
Remaja yang sedang mengalami masa pertumbuhan dan
perkembangan menjadi semakin penasaran dan labil. Dimulai dari
mencoba sampai menjadi ketagihan. Pembuatan, penggunaan, dan
penyebaran konten-konten pornografi sangat jelas dapat
mengancam kehidupan dan tatanan sosial masyarakat. Anak-anak
dan remaja merupakan kelompok umur yang sangat terancam
dengan hadirnya berbagai varian porno tersebut.

Varian porno mengajarkan remaja untuk tidak sopan. Secara
subjektif, porno melekat dengan terminologi telanjang, meskipun
menampilkan seseorang yang menggunakan penutup tubuh. Hal ini
disebabkan penutup tubuh yang masih menampakkan bagian tubuh,
apalagi menampakkan bagian alat kelamin bahkan belahan
payudara dapat dinilai tidak sopan.

Secara aturannya yang menentukan bahwa suatu konten
mengandung unsur porno adalah hakim. Namun demikian bagi
setiap muslim, yang menentukan suatu konten mengandung konten
porno atau tidak adalah ajaran agama. Islam menuntun pemeluknya
yang perempuan agar menutup sekujur tubuhnya kecuali muka dan
telapak tangan. Setiap muslimah juga diharuskan mengulurkan
jilbab sampai ke dadanya. Demikian juga halnya, seorang laki-laki
muslim memiliki batas aurat yang jelas. Tidak hanya sekedar aurat,
laki-laki dan perempuan muslim juga memiliki batas-batas bergaul
dengan lawan jenis yang bukan mahramnya.

Pornogaul menihilkan perasaan malu yang berhubungan
dengan nafsu seksual. Pornogaul membimbing kepada jalan yang
sangat rendah, mulai dari pacaran, menyentuh bagian tubuh lawan
jenis, meraba buah dada, meraba kemaluan, memperlihatkan
anggota kemauan, sampai bersetubuh dengan pasangan haram.

[109]

Bimbingan Konseling Islami

Kesusilaan sebagai gambaran dari cara bersikap dan bertindak bagi
manusia normal dapat dikalahkan oleh varian porno tersebut. Porno
menghilangkan akal sehat, tanpa harus mabuk dengan zat adiktif.
Varian porno menghadirkan pikiran kotor yang mendorong
munculnya nafsu yang menggebu terhadap perbuatan immoral
tersebut.

Porno bahkan dapat membuat penikmatnya terlena dalam
dehumanisasi. Objek seksual, biasanya perempuan bahkan dapat
saja anak-anak diperlakukan secara tidak manusiawi demi
memenuhi nafsu seksual tersebut. Penikmat seksual menjadikan
penderitaan, penyiksaan, penghinaan, bahkan pemerkosaan sebagai
pemuas kehausannya akan ilustrasi porno. Foto, gambar, adegan
diikat, disayat, dimutilasi, disiksa, atau bentuk-bentuk penyiksaan
fisik lainnya, dijadikan objek komersil bagi penikmat varian porno
yang sadis. Tidak hanya itu, gambar, foto, adegan pemuas seksual
melalui penetrasi dengan menggunakan benda atau alat bantu
secara biadab, disertai cedera dan penyiksaan, dipertunjukkan
secara seronok. Adegan dilecehkan, tak berdaya, berdarah-darah,
disiksa, dijadikan komoditi seni hanya demi sempurnanya sebuah
varian porno.

Pemuatan gambar, foto, teks, suara, adegan yang merangsang
hadirnya pikiran yang ceroboh, menyinggung rasa susila,
mengekspos tentang seks yang berlebihan, dalam kondisi telanjang
atau tidak, benar-benar telah menghadirkan peradaban tanpa nilai.
Selain itu, kegiatan dan penyimpangan seksual seperti masturbasi,
onani, homo seksual, sodomi, voyeurism, froteurisme, paedofilia,
transvertisme, nekrofilia, zoofilia, beastiality, seng-gama, dan lain-
lain kegiatan merupakan sesuatu yang tidak layak secara
kemanusiaan.

[110]

Bimbingan Konseling Islami

Khamar dan Narkoba
Khamar menurut bahasa berarti “penutup”, asal dari kata

khamara yang artinya “menutupi”. Khamar dapat menutupi akal
pikiran dari mengetahui keadaan yang benar. Khamar berbentuk
minuman yang memabukkan yang menyebabkan terganggunya
akal, pikiran dan perbuatan seseorang. Khamar sering diidentikkan
dengan minuman keras.

Pada saat ini, khamar telah bermutasi menjadi narkoba.
Istilah Narkoba merupakan singkatan dari narkotika dan obat-
obatan terlarang, sesuai dengan surat edaran Badan Narkotika
Nasional (BNN) No. SE/03/IV/2002. Narkoba merupakan akronim
dari Narkotika dan obat-obat terlarang. Narkoba sering juga di
kenal dengan napza yaitu singkatan dari Narkotika, Alkohol,
Psikotropika, dan Zat Adiktif. Narkoba adalah zat, bahan yang
berbahaya yang mempengaruhi kondisi kejiwaan atau psikologi,
baik itu pikiran, perilaku ataupun perasaan seseorang. Efek
samping dari penggunaan khamar dan narkoba adalah kecanduan
atau menyebabkan ketergantungan terhadap zat atau bahan
tersebut.

Pada mulanya, narkoba merupakan zat-zat yang sering
digunakan untuk tujuan medis atau kedokteran, seperti meng-
hilangkan rasa sakit, pembedahan, dan untuk indikasi medis
lainnya. Dengan demikian, jika zat-zat semacam ini digunakan
bukan untuk keperluan medis dan tanpa mengindahkan kaidah-
kaidah medis atau tidak sesuai takaran kebutuhan dosisnya, maka
pada gilirannya akan berdampak buruk pada fisik, mental, dan
sikap hidup di masyarakat. Hal seperti ini termasuk dalam kategori
penyalahgunaan narkoba atau drug abuse.

Penggunaan khamar atau narkoba telah dengan sangat jelas
diharamkan berdasarkan dalil dari Alquran dan hadist. Dalam surat
al-Māidah: 90, Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang
beriman, Sesungguhnya minuman keras, berjudi, berkurban untuk

[111]

Bimbingan Konseling Islami

berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah
perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah
perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung”.

Alquran menjelaskan dengan sangat mudah dipahami bahwa
khamar dan narkoba adalah hal yang harus dijauhi. Apabila
menjauhinya menjadikan kita beruntung, maka jika mendekatinya
akan membuat kita celaka. Jangan dibayangkan celakanya seorang
pemakai, orang yang tidak memakai tapi bergaul dengan pemakai
dapat terlibat dalam masalah yang sama. Bayangkan ketika razia
narkoba, zat tersebut ada di mobil, motor atau tas kita. Berarti kita
terkena hukum membawa barang-barang terlarang, meskipun air
seni kita tidak mengandung barang haram tersebut.

Hadits larangan minum khamr juga sangat jelas, bahwa
Rasulullah Saw bersabda: "Khamar itu telah dilaknat dzatnya,
orang yang meminumnya, orang yang menuangkannya, orang yang
menjualnya, orang yang membelinya, orang yang memerasnya,
orang yang meminta untuk diperaskan, orang yang membawanya,
orang yang meminta untuk dibawakan dan orang yang memakan
harganya". (Diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Hakim, At-Tirmidzi,
Abu Dawud).

Sebelum turunnya Alquran, sudah ada kisah tentang orang
yang mengharamkan khamar. Dalam kitab Al-Awail, terungkap
bahwa orang yang pertama kali berjanji menjauhi dan
mengharamkan khamar pada masa jahiliyah adalah Qais bin
‘Ashim. Qais bin ‘Ashim terkenal sebagai pemabuk berat, yang
mampu menghabiskan hartanya hanya untuk membeli khamar.
Kisah insafnya Qais bermula ketika suatu hari ia mabuk berat
setelah minum khamar. Secara tak sadar ia mengoyak baju putrinya
sendiri dan hendak merampas harta si penjual khamar. Perkelahian
tidak dapat dielakkan hingga akhirnya Qais tersungkur dan pingsan.
Keesokan harinya, setelah sadar dari mabuk, putrinya memberitahu

[112]

Bimbingan Konseling Islami

apa telah terjadi padanya. Sejak saat itu, Qais mengharamkan
khamar dan berjanji menjauhinya.

Inilah kisah seseorang yang hidup pada zaman jahiliyah, yang
mampu memanfaatkan ruang warasnya untuk berfikir dan
menyadari keburukan khamar. Bagaimana dengan orang yang
hidup setelah risalah Islam memberikan informasi yang jelas
tentang keburukan zat yang memabukkan tersebut?

Begitu beratnya kedekatan zat yang memabukkan tersebut
dengan kehidupan manusia, sehingga Alquran mengajarkan cara
meninggalkan khamar secara periodik dalam empat fase. Fase
pertama Allah berfirman dalam surat an-Naḥl: 67, “Dan dari buah
kurma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan dan
rezki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-
benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang
memikirkan.”

Allah Swt hanya memberi sinyal bahwa tentang dua jenis
pohon yang diberikan sebagai karunia kepada manusia yaitu kurma
dan anggur. Ada dua kemungkinan pemanfaatannya oleh manusia
yaitu sebagai sesuatu yang memabukkan atau sebagai rezeki yang
baik. Fase kedua, dalam surat al-Baqarah: 219, Allah berfirman:
“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi.
Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan
beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar
dari manfaatnya…".

Asbabun nuzul ayat di atas, berdasarkan suatu riwayat ketika
Rasulullah Saw datang ke Madinah. Beliau mendapati orang-orang
yang suka minum khamar dan makan hasil judi. Mereka bertanya
kepada Rasulullah Saw tentang hal itu, maka turunlah ayat di atas,
sehingga mereka berkata: “tidak diharamkan kepada kita, minum
khamar hanyalah dosa besar”. Merekapun masih meneruskan
kebiasaan minum khamar. Namun demikian ayat ini, mulai
mengarah kepada penjelasan bahwa minum khamar ada sedikit

[113]

Bimbingan Konseling Islami

manfaatnya, tetapi mudharat dan kerugiannya lebih besar. Fase
ketiga dalam surat an-Nisā:43, Allah berfirman: ”Hai orang-orang
yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan
mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan….”

Asbabun Nuzul ayat di atas, dijelaskan berdasarkan sebuah
riwayat bahwa: ‘Abdurrahman bin ‘Auf pernah mengundang
makan Ali bin Abi Thalib dan kawan-kawannya. Kemudian
dihidangkan minuman khamr. Mereka meminumnya, sehingga
terganggulah otak mereka. Ketika tiba waktu salat, orang-orang
menyuruh Ali menjadi imam, dan waktu itu beliau membaca
dengan keliru, “Qulyaa ayyuhhal kāfiruun, laa a’budu maa
ta’buduun, wa nahnu na’budu maa ta’budun” (katakanlah: “Hai
orang-orang kafir; aku tidak akan menyembah apa yang kamu
sembah; dan kami akan menyembah apa yang kamu sembah).
Maka turunlah surat An-Nisā:43 sebagai larangan melaksanakan
shalat dalam keadaan mabuk. Pada fase ketiga ini, khamar telah
dilarang, tetapi hanya pada saat mau melakukan shalat. Larangan
khamar masih bersifat temporari.

Fase keempat adalah pengharaman khamar secara tegas.
Dalam surat Al Māidah: 90, Allah berfirman: “Hai orang-orang
yang beriman, sesungguhnya meminum khamar, berjudi,
berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah
termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu
agar kamu mendapat keberuntungan”.

Ayat di atas secara tegas memberikan putusan tentang haram
minum khamar. Putusan tersebut berlaku sepanjang masa, tidak ada
amandemen dan perubahan penafsiran terhadap ayat tersebut.
Khamar sesuatu yang dapat menutup akal dan pikiran
menyebabkan seseorang tidak mampu mengendalikan perkataan
akal pikiran dan perilakunya. Seluruh zat dan obat-obatan yang
memiliki cara kerja yang sama adalah haram, sebagaimana

[114]

Bimbingan Konseling Islami

tegasnya Alquran dan hadist mengharamkan khamar. Narkoba
memberi efek sama seperti khamar.

Narkotika adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah,
sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan
kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang. Dalam Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009, narkotika adalah zat
atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik
sintetis maupun semisintetis. Narkotika sebagai zat atau obat yang
berasal dari tanaman maupun bukan dari tanaman baik itu sintetis
maupun semisintetis dapat menyebabkan penurunan dan perubahan
kesadaran, mengurangi atau meng-hilangkan rasa nyeri, dan dapat
menimbulkan ketergantungan. Diantara jenis narkotika adalah
tanaman papaver, opium, morfin, kokain dan ganja.

Sementara psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah
maupun sintetis yang bukan narkotika. Zat ini dapat memberikan
pengaruh selektif pada susunan saraf pusat, sehingga menyebabkan
perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku disertai
halunasi, ilusi, dan gangguan cara berpikir. Jenis-jenis
psikotropika, antara lain sedatin, rohypnol, valium, amphetamine,
metakualon, fenobarbital, shabu-shabu dan ecstasy. Beberapa
jenis obat psikotropika digunakan dalam terapi medis dan wajib
dalam pengawasan penuh oleh dokter. Psikotropika tidak boleh
digunakan secara sembarangan, karena dapat membahayakan organ
tubuh bahkan menyebabkan kematian.

Jenis-Jenis Narkoba
Narkotika terbagi dalam tiga golongan, yaitu narkotika

golongan I, narkotika golongan II dan narkotika golongan III.

Narkotika Golongan 1
Narkotika yang hanya digunakan untuk kepentingan ilmu

pengetahuan dan tidak dipergunakan untuk terapi. Narkotika jenis

[115]

Bimbingan Konseling Islami

ini memiliki potensi ketergantungan sangat tinggi, sangat
berbahaya jika dikonsumsi karena beresiko tinggi menimbulkan
kecanduan. Contoh narkotika golongan I adalah kokain, ganja, dan
heroin.

Narkotika Golongan II
Narkotika golongan II dapat dimanfaatkan untuk pengobatan

sesuai dengan resep dokter dalam jumlah yang terbatas. Jenis dari
golongan ini kurang lebih ada 85 jenis, beberapa diantaranya
seperti morfine, alfaprodina, petidine, fentanyl dan lain-lain.
Penggunaan narkotika golongan II ini berpotensi tinggi
menimbulkan ketergantungan.

Narkotika Golongan III
Narkotika golongan III digunakan sebagai obat dan

banyak dipergunakan untuk terapi, serta dipergunakan untuk
pengembangan ilmu pengetahuan dan memiliki potensi
ketergantungan ringan, contohnya propiram dan codein. Codein
sering kita temukan dalam obat batuk.

Narkoba didapatkan secara alami atau dibuat melalui proses
kimia. Jika berdasarkan pada bahan pembuatnya, jenis-jenis
narkotika terdiri dari narkotika sintetis, semisintetis, dan alami.
Narkotika jenis sintetis didapatkan dari proses pengolahan yang
rumit. Golongan ini sering dimanfaatkan untuk keperluan
pengobatan dan juga penelitian. Contoh dari narkotika yang bersifat
sintetis adalah amfetamin, metadon, deksamfetamin, dan
sebagainya. Narkotika jenis semisintetis dalam pengolahannya
menggunakan bahan utama berupa narkotika alami yang kemudian
diisolasi dengan cara diekstraksi atau memakai proses lainnya.
Contoh narkotika semisintetis adalah morfin, heroin, kodein, dan
lain-lain. Narkotika jenis alami, seperti ganja dan kokain dapat
digunakan melalui proses sederhana, namun karena kandungannya

[116]

Bimbingan Konseling Islami

yang masih kuat, zat tersebut tidak boleh digunakan sebagai obat.
Bahaya narkoba jenis ini sangat tinggi, dapat menyebabkan dampak
buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan, bahkan akibat fatalnya
adalah kematian.

Psikotropika
Adapun psikotropika merupakan zat atau obat, baik alamiah

ataupun sintesis yang bukan narkotika. Psikotropika memiliki efek
psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat,
sehingga menyebabkan perubahan perilaku dan perubahan khas
pada aktifitas mental. Psikotropika di bagi menjadi 4 golongan.

Psikotropika Golongan I
Psikotropika golongan I hanya dapat digunakan demi tujuan

ilmu pengetahuan, tidak dipergunakan untuk terapi dan memiliki
sindrom ketergantungan atau potensi yang besar untuk
menyebabkan ketergantungan. Contoh psikotropika golongan I
adalah brolamfetamina, mekatinona, tenamfetamina, dan ecstasy.

Psikotropika Golongan II
Psikotropika golongan II bermanfaat dalam bidang medis,

dan boleh dipakai dalam terapi serta untuk tujuan pengembangan
ilmu pengetahuan. Zat-zat psikotropika golongan II berpotensi
sangat tinggi untuk menyebabkan ketergantungan, contohnya
amfetamina, sekobarbital, dan zipepprol.

Psikotropika Golongan III
Psikotropika golongan III berguna dalam bidang medis dan

banyak digunakan dalam terapi dan pengembangan ilmu
pengetahuan. Zat-zat ini memiliki potensi sedang dalam
menyebabkan ketergantungan. Contohnya seperti mmobarbital,
katina, serta pentazosina.

[117]

Bimbingan Konseling Islami

Psikotropika Golongan IV
Psikotropika golongan IV bermanfaat dalam pengobatan dan

banyak dipergunakan untuk terapi serta digunakan untuk
pengembangan ilmu pengetahuan dan memiliki sindrom
ketergantungan ringan. Contoh psikotropika golongan IV adalah
alprazolam, nitrazepam, diazepam, dan lorazepam. Adapun
golongan psikotropika lainnya yang tidak berpotensi menyebabkan
ketergantungan, dikategorikan sebagai obat keras.

Contoh psikotropika yang sering kita dengar dalam
pengobatan medis dibawah pengawasan dokter adalah valium,
amphetamine dan fenobarbital. Valium mengandung zat aktif
diazepam yang diindikasikan sebagai terapi kecemasan, gelisah,
atau ketegangan. Diazepam merupakan golongan obat yang
berfungsi sebagai antikonvulsan, ansiolitik dan sedatif.

Antikonvulsan yaitu obat untuk mengembalikan kestabilan
rangsangan sel saraf sehingga dapat mencegah atau mengatasi
kejang. Ansiolitik yaitu obat anti kecemasan. Sedatif yaitu obat
penenang, pelemas otot dan memiliki sifat amnestik yaitu suatu
kondisi yang menyebabkan penderitanya kehilangan memori atau
ingatan.

Diazepam adalah salah satu contoh obat penenang yang
digunakan untuk mengatasi kejang dan gangguan kecemasan.
Diazepam bekerja dengan cara memengaruhi zat kimia di otak
sehingga memberikan efek menenangkan selama beberapa jam atau
bahkan beberapa hari setelah dikonsumsi. Selain untuk mengatasi
kejang dan gangguan kecemasan, diazepam juga digunakan untuk
mengatasi gejala putus zat akibat alkohol, otot yang tegang, serta
obat penenang sebelum tindakan medis khusus, misalnya sebelum
operasi. Diazepam tidak boleh digunakan untuk jangka panjang,
umumnya hanya digunakan maksimal selama 1 bulan. Penggunaan
obat yang terlalu lama dapat menyebabkan tubuh kebal terhadap
obat dan kecanduan. Merek dagang diazepam, diantaranya analsik,

[118]

Bimbingan Konseling Islami

diazepam, potensik, prozepam, trazep, stesolid, valdimex,
valisanbe.

Amfetamin atau amphetamine adalah obat stimulan sistem
saraf pusat yang digunakan untuk menangani Attention Deficit
Hyperactivity Disorder (ADHD), dan narkolepsi. Amphetamine
bekerja dengan cara meningkatan aktivitas dopamine dan
noradrenalin di otak. Cara kerja ini akan meredakan gejala
narkolepsi dan membantu penderita ADHD untuk lebih fokus
dalam beraktivitas.

Obat ini dapat menyebabkan ketagihan dan penyalahgunaan
jika digunakan tanpa resep dari dokter. Selain untuk menangani
ADHD dan narkolepsi, amphetamine terkadang juga digunakan
untuk penyakit depresi dan mengatasi obesitas karena dapat
menurunkan nafsu makan. Amphetamine adalah obat yang
termasuk ke dalam narkotika golongan 1 dan tidak boleh digunakan
sembarangan, harus sesuai dengan resep dokter. Secara ilegal,
amphetamine digunakan sebagai obat untuk kesenangan
(Recreational Club Drug) dan sebagai peningkat penampilan untuk
menambah percaya diri.

Phenobarbital adalah obat untuk mengontrol dan meredakan
kejang, salah satunya adalah akibat epilepsi. Phenobarbital atau
fenobarbital bekerja dengan cara mengendalikan aktivitas listrik
yang abnormal di sistem saraf dan otak selama terjadinya kejang.
Selain sebagai antikejang, phenobarbital juga digunakan sebagai
obat penenang, sehingga terkadang digunakan dalam penanganan
insomnia atau susah tidur. Obat ini hanya boleh digunakan atas
resep dokter, tidak boleh digunakan dalam jangka panjang dan
sembarangan. Merek dagang phenobarbital, diantaranya
Phenobarbital Sodium, Phental 100, Sibital 200.

Berdasarkan uraian di atas, disimpulkan bahwa narkotika
termasuk obat yang dapat mengurangi rasa nyeri. Sementara
psikotropika dapat memengaruhi sifat dan perilaku. Zat narkotika

[119]

Bimbingan Konseling Islami

sebenarnya dapat bermanfaat untuk pengobatan penyakit tertentu.
Namun jika disalahgunakan dapat menimbulkan kerugian bagi
penggunanya.

Zat Adiktif
Zat adiktif adalah bahan atau zat yang berpengaruh psikoaktif

diluar narkotika dan psikotropika, meliputi minuman beralkohol,
inhalasi dan tembakau. Minuman beralkohol mengandung etanol
etil alkohol, yang berfungsi menekan susunan saraf pusat. Apabila
digunakan secara bersamaan dengan psikotropika dan narkotika
maka akan memperkuat pengaruhnya didalam tubuh. Ada tiga
golongon minuman beralkohol yaitu:

1. Golongan A: Kadar etanol 1-5 %
2. Golongan B: Kadar etanol 5-20 %
3. Golongan C: Kadar etanol 20-45 %

Inhalasi adalah gas hirup dan solven (zat pelarut) mudah
menguap berupa senyawa organik yang terdapat diberbagai barang
keperluan rumah tangga, kantor dan sebagainya. Tembakau adalah
zat adiktif yang mengandung nikotin dan banyak yang digunakan
oleh masyarakat dalam bentuk rokok.

Penyebab Remaja Terjerumus Narkoba
Penyebab remaja terjerumus narkoba pada umumnya

disebabkan oleh salah satu atau lebih dari sebab-sebab berikut ini:

1. Hubungan dengan kedua orang tua dan keluarga.
2. Pengaruh sosial dan interpersonal.
3. Permasalahan moral, nilai, dan agama.
4. Pengaruh budaya dan tata karma.
5. Pengaruh intrapersonal.
6. Pengaruh cinta dan seksual.

[120]

Bimbingan Konseling Islami

Hubungan dengan orang tua, keluarga, pengaruh sosial dan
hubungan interpersonal, kerap menjadi penyebab utama
terjerumusnya remaja untuk hidup bersama narkoba. Hubungan
dengan orang tua pada masa remaja sering dilanda konflik,
disebabkan orang tua kurang memahami perubahan psikologi yang
dialami remaja. Pertentangan dengan keluarga dan orang tua sering
kali menuntun remaja melakukan pelarian dengan alasan mencari
kehidupan yang damai. Pelarian dengan perilaku berisiko yang
paling sering dilakukan oleh remaja adalah penggunaan rokok,
alkohol dan narkoba.

Selain itu, hubungan yang kurang harmonis dan kurangnya
kehangatan dari orang tua dan keluarga, pengawasan, kontrol dan
dukungan dari orang tua, keluarga dan masyarakat menjadi faktor
yang dapat meningkatkan resiko remaja terjerumus dalam
penyalahgunaan narkoba. Faktor yang paling dominan adalah
kurangnya penghargaan dan adanya penilaian negatif dari orang tua
terhadap eksistensi remaja. Apalagi jika ditambah dengan suasana
rumah dan keluarga yang penuh ketegangan disebabkan pertikaian,
perceraian dan perpisahan orang tua. Remaja yang broken home
cenderung terjerumus ke dalam dunia gelap narkoba.

Ketahanan moral, nilai, dan agama sebenarnya dapat menjadi
perisai untuk menyelamatkan remaja. Kenyataannya, kebanyakan
remaja tumbuh dan berkembang dalam pengasuhan yang tidak
mengutamakan ketahanan moral, nilai dan agama. Remaja yang
labil, akhirnya mulai berani menerobos nilai, moral dan ajaran
agama. Mereka akan kehilangan arah dan melangkah ke jalan yang
salah. Kenikmatan narkoba adalah salah satu jalan sesat yang
dipilih sehingga mereka terjerumus dan terkurung di dalamnya.

Selain itu, ada juga remaja yang memandang penggunaan
alkohol dan narkoba sebagai simbol gaya hidup modern dan
kepuasan hedonis. Pengaruh budaya dan tata karma ini semakin
tidak terbendung, manakala remaja bertempat tinggal dan bergaul

[121]

Bimbingan Konseling Islami

dengan pemakai narkoba. Sedikit demi sedikit kebiasaan, perilaku
para pecandu mempengaruhi gaya hidup mereka.

Remaja adalah masa munculnya gejolak intrapersonal yang
rumit. Mereka dapat memiliki kepribadian temperamental, agresif,
dengan kontrol diri yang lemah. Apalagi jika sedang mengalami
masalah, muncul stres, galau dan jiwa yang labil. Inilah alasan
pentingnya pendidikan anak dimulai dari pendidikan nilai, moral
dan agama yang benar. Pendidikan yang mengutamakan
supralogika sebelum belajar logika, sangat bermanfaat untuk
membentuk komitmen dan citra diri sejak dini. Gejolak
intrapersonal menjadi salah satu sebab remaja terpengaruh dan
terkomtaminasi narkoba. Sisi lain yang membawa remaja kepada
dunia narkoba adalah percintaan dan godaan seksual. Hubungan
dengan lawan jenis mengarahkan seorang remaja kepada cinta yang
dilandasi nafsu, penikmat party, ketagihan dugem, sampai kepada
seks bebas. Dalam lingkaran seperti ini narkoba mengincar para
remaja.

Efek Penyalahgunaan Narkoba
Penggunaan narkoba dapat menyebabkan efek negatif yang

dapat menyebabkan gangguan mental dan perilaku pemakainya.
Efeknya dapat menyebabkan terganggunya sistem neuro-
transmitter pada susunan saraf pusat di otak, sehingga
terganggunya fungsi kognitif berupa alam pikiran. Selain itu dapat
mengganggu afektif berupa alam perasaan, suasana hati dan emosi.

Penyalahgunaan narkoba mengakibatkan gangguan psi-
komotor berupa gangguan perilaku yang berakibat rusak hubungan
keluarga, menimbulkan masalah keuangan, menurunnya kualitas
kinerja, mengganggu ketertiban masyarakat. Efek paling fatal dari
narkoba adalah meruntuhkan kualitas sumberdaya manusia yang
berakibat kepada hancurnya sebuah bangsa. Allah berfirman dalam
surat Al-Māidah: 91, bahwa “Dengan minuman keras dan judi itu,
setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan

[122]


Click to View FlipBook Version